Five In The Black SAGA _chapter 1 (Begin)


Title : Five In The Black SAGA (Kim Jaejoong_chap 1/Begin)

Author : Kirei Izumi (Rei) a.k.a Hwangri Choi

Rate : NC17/straight

Genre : romance, fantasy

Main cast : Kim Jaejoong

Other cast : Shim Changmin, Jung Yunho, Kim Junsu, Park Yoochun

Annyeonghaseyo, author Rei dating lagi. Hohoho ini project ffku dari dulu. Mudahan ga mengecewakan. Aku berusaha bikin sebaik mungkin untuk fanfic ini. Aku harap readers suka.

Untuk tema fanfic ini Aku terinspirasi dari novel, komik dan film vampire. Jadi, maaf ya kalau ternyata ada yang agak2 mirip. Tapi ini 100% buatanku.

Hmm,,, apa lagi ya? Ya udah deh, selamat membaca^^ jangan lupa untuk meninggalkan commentnya.

###

semua itu berawal dari DayMoon High School dan jantungku mulai berdetak tak karuan hanya karna mendengar nama Kim Jaejoong.

###

 

Aku Hwang Nami berumur 19 tahun, bermaksud melamar menjadi guru balet di sebuah sekolah yang katanya amat sangat bergengsi.

Aku tahu aku bukan seorang sarjana atau apapun. hajiman, aku memang ahli dalam balet. Hmm, aku bukan maksud menyombongkan diri, sungguh.

Aku memasuki kantor DayMoon High School. Yang aku rasakan saat masuk kesini ialah bulu kudukku serasa berdiri semua tanpa alasan yang jelas. Ini sangat aneh.

“osseo oseyo agesshi. Anda berminat mendaftar sebagai guru balet di sini?” tanyanya. Laki laki tersebut mempunyai wajah tampan di atas rata rata. Aku sampai ngeri melihat wajahnya.

Aku melirik papan namanya. disitu tertulis nama ‘JUNG YUNHO’ wakil kepala sekolah.

“ne Jung Yunho ssi” ujarku.

Laki laki tampan berumur sekitar 25 -prediksiku- itu mengangguk. Tangannya menari sangat cepat di keyboard laptopnya.

Aku duduk di depan Yunho walaupun ia belum menyuruhku duduk.

“ohh,,, mianhae aku belum menyuruhmu duduk. Rasanya lupa adalah kelebihanku” candanya. Aku tertawa garing. Hajiman, candaannya terdengar aneh di telingaku.

“gwaenchana” ujarku singkat. Yunho tersenyum memamerkan deretan giginya yang sangat putih dan rapi.

“ohh,,, yoboseyo Jeajoong~ah,,,” Yunho berbicara dengan seseorang di telepon. Entah kenapa saat Yunho menyebutkan namanya aku merasa ada sesuatu yang mengganjal.

“mwo? Kau mau kesini? Wae?” kaget Yunho. Aku terus menguping pembicaraannya sambil menundukkan kepalaku.

“MWOHAE? Nuguya? Hwang  Nami ssi?” kata Yunho dan langsung membuat kepalaku mendongkak otomatis. Kenapa Yunho menyebut namaku?

“ohh,,, you got her Kim Jaejoong!!” kata Yunho lagi dan kali ini walaupun aku rasa bahasa inggris yang dipakai Yunho gampang, tetap saja aku tidak mengerti.

Yunho menutup teleponnya.

Ia berdiri dan berjalan ke arahku. Ya tuhan, apa ini? Kenapa tidak Yunho saja yang menjadi guru balet? Caranya berjalan 100 kali lipat lebih anggun dari pada Hyun Bin.

Yunho duduk di sofa ruangan.

“tadi Kim Jaejoong. Ia pemilik sekaligus kepala sekolah DayMoon” ujar yunho. Aku mengangguk.

“jadi bagimana Yunho ssi, apa aku di terima?” tanyaku. Yunho tersenyum singkat.

“besok siang kau datang lagi kemari. Jaejoong akan datang kesini untuk mengetesmu langsung secara istimewa” Yunho menghembuskan nafasnya agak kencang. Ia terlihat gelisah walaupun sambil terus tersenyum.

Aku mengangguk mengerti.

“geurae Yunho ssi, besok saya akan datang kemari lagi. Annyeonghasimnikka” aku berdiri dan membungkuk 45 derajat. Yunho menundukan kepalanya.

“annyeong” balasnya singkat.

Aku berbalik dan keluar dari ruangannya.

“Jaejoong Hyung? kesini?” seorang murid laki laki dengan wajah yang lebih tampan dari Yunho menyebut nama Jaejoong dengan embel embel Hyung. Aku menguping lagi. Seorang laki laki lain yang kuyakini guru karena ia tidak pakai seragam walaupun tubuhnya lebih pendek dan aku tidak lihat bagaimana wajahnya pun menimpali.

“wah jinjayo? Apa ada sesuatu?” tanyanya penasaran. Tiba tiba sepasang mata indah nan tajam betubrukan dengan mataku. Mata murid laki laki yang menyebut nama Jaejoong dengan embel embel Hyung menatapku dengan tatapan membunuh. Aku buru buru memalingkan wajah dan mengambil 1000 langkah cepat menjauhi mereka berdua.

Aku akhirnya sampai di halte bis. Hhuuhhh,,, akhirnya. Aku cukup takut.

Aku berpikir sejenak. Tunggu dulu, kenapa murid laki laki itu bisa tahu kalau Jaejoong mau datang? Ahh,, ia mungkin adiknya. Pasti ia tahu kapan Hyungnya datang.

20 menit kemudian aku sampai di apartemenku yang kelewat sederhana.

“annyeong” sapaku. Yeodongsaeng sekaligus keluargaku satu satunya mengahampiriku.

“annyeong Eonnie” jawabnya sambil tersenyum sangat cantik. dongsaengku, Hwang Yoomi berumur 14 tahun dan sebentar lagi ia mau masuk SMA. Makanya aku harus mengeluarkan segala kemampuanku untuk mencukupi kebutuhannya.

Yoomi menarikku ke dapur.

“eonni pasti lelah. Aku sudah buatkan sup kimchi dan wortel rebus” katanya senang. Kami adalah vegetarian, ya tepatnya terpaksa jadi vegetarian karena keuangan kami sangat amat mengkhawatirkan.

Aku tersenyum pada Yoomi.

“jeongmal gomawo dongsaeng~ah” aku tersenyum dan duduk dimeja makan. Aku mulai menyantap hidangannya dalam diam.

Pikiranku kembali ke pada sebuah nama, Jaejoong. Ada apa dengan nama itu sampai sampai aku jadi merasa aneh sekali.

“Eonnie, aku ingin masuk DayMoon high school nanti” katanya. Aku membulatkan mataku kaget. Pertama, DayMoon  high scool  itu sangat mewah, aku sangsi bisa membiayainya kecuali jika aku diterima jadi guru di sana. Kedua, rasanya itu bukan sekolah lanjutan pilihannya sebelumnya.

“wae? Kenapa kau tiba tiba mau kesana?” tanyaku.

“Eonnie, aku pernah melihat laki laki tampan masuk ke sana. Hahhahahah, aniyo, katanya disana sekolahnya sangat bagus. Aku ingin sekali menjadi murid DayMoon high school” katanya. Eh? Laki laki tampan? Pikiranku langsung melayang ke Yunho, atau murid tadi, atau Jaejoong? Ish! Darimana kutahu kalau Jaejoong itu tampan!

Aku mengangguk saja.

“doakan aku agar dapat uang banyak dan bisa menyekolahkanmu kesana” jawabku sambil menyuapkan nasi kemulutku.

###

Aku kembali menginjakan kakiku di DayMoon high school. Auranya sekarang sangat menegangkan bagiku. Aku padahal sudah menyiapkan beberapa tarian balet terbaikku untuk diperlihatkan kepada kepala sekolah, Jaejoong.

Langkahku terhenti ketika ada yang memanggilku.

“Hwang Nami ssi?” katatanya. Aigoo~ seorang laki laki bertampang imut dengan almameter bewarna putih mewahnya menghampiriku. Wajah imut begini seorang guru kimia? Tidak dapat di percaya.

“ne?” aku mengerinyit.

“kau ditunggu Jaejoong di ruang kesenian di sebelah barat ujung sekolah. Palli” ujarnya dengan suara lembut lumba lumbanya yang sangat amat indah di dengar. Kurasa JongHyun bisa kalah kalau guru kimia tadi menyanyi.

Jaejoong~

Aku sangat penasaran dengannya. Bagaimana wajahnya

Tanpa sadar aku sudah berada di ruang kesenian yang sangat amat besar. Aku sampai terkagum kagum. Pintuny setingi 5 meter dengan ukiran zaman dahulu yang sangat classic.

“kenapa mulutmu sampai ternganga hanya karna melihat pintu setingi 5 meter, hmm?” Tanya seorang laki laki berwajah bak malaikat.

Matanya besar dan alisnya sangat indah, hidungnya mancung sempurna, garis bibirnya sangat menawan, rahangnya yang kokoh mempertegas wajah tampannya. Tubuhnya tinggi, tapi tidak setinggi Yunho. Kulitnya putih bak porselen.

Aku meneguk ludah.

“eh,,, i,,, igo,,, aku mau bertemu dengan Kim Jaejoong. Pemilik sekolah ini” ujarku gugup.

Laki laki di hadapanku menarik kedua ujung bibir menawannya dan membentuk senyuman yang membuatku sangat pening saking kagumnya.

“naneun Kim Jaejoong imnida, Kwon Nami ssi,,,” Jaejoong –ternyata inilah Jaejoong yang membuatku penasaran- menunduk sopan 45 derajat di depanku. Oh my God!!

“naneun Hwang Nami imnida” balasku dan menunduk 90 derajat. Jaejoong melangkahkan kakinya masuk ke ruangan kesenian.

Entahlah bagaimana aku harus berkata apa. Ruangan ini dirancang dengan sangat amat teliti hingga aku merasa benar benar berada dalam era kuno yang entah kapan aku juga tidak tahu, hajiman, aku sangat menyukainya.

“ini dibuat oleh arsitek yang sangat menyukai suasana zaman pra sejarah” katanya sambil duduk di salah satu bangku.

Aku mentapnya.

“bukankah harusnya ini bukan ruang kesenian? Ini sama sekali bukan seperti ruang kesenian. Ini seperti museum” aku memberikan pendapatku tentang ruangan ini tanpa sungkan. Haahh,,, ini benar benar bukan ruang kesenian karna tidak ada panggung, alat music dan lain lainnya yang harusnya ada di ruang kesenian pada umumya.

“ini ruang kesenian. Tidak ada yang pernah masuk kesini kecuali orang orang terpercaya saja. Dan tidak ada eskul yang berhubungn dengan kesenian di sekolah ini, Kwon Nami ssi” jawabnya yang entah kenapa terdengar horror di telingaku.

“maksudmu Jaejoong ssi?” tanyaku. Kalau begitu aku tidak mungkin bisa menjagi guru balet kalau eskulnya saja tidak ada.

“tenang saja Kwon Nami ssi, aku akan menyekolahkanmu terlebih dahulu plus mengirimimu uang tiap bulan. Aku tahu kalau kau punya potensi bagus. Aku harap kau menerimanya dan tidak banyak protes, Nona”

Aku hanya mampu membulatkan bibirku karna kaget. Ada apa ini?

“mm,,mm,, MWO?” aku terpekik kaget.

“waeyo? Aku mau kalau semua guru yang mengajar disini benar benar berbakat. Aku akan menyekolahkanmu”

Aku masih terpaku dengan ucapannya. Ahhh,,, ini tidak mungkin. Aku tidak akan menerima tawaran ini. Terlebih aku takut kalau akan ada sesuatu yang berbahaya nanti. Apa lagi sekarang sudah masuk zaman dima,,,,,

“SHITTT!!!! Apa yang kau pikirkan HAH? Aku tidak mungkin berbuat macam macam dasar bodoh!!”
umpat Jaejoong. Aku terdiam mendengarnya.

Apa? Ia bisa mendengar apa yang aku pikirkan? Ini sangat tidak mungkin.

“kau belajar sihir, Tuan Kim Jaeoong?” tanyaku.

Mata jaejoong melebar dan warna matanya berubah menjadi merah gelap kehitaman. Aku terlonjak kaget melihatnya. Aku mundur teratur dan membekap mulutku.

“Jaejoong,,,,” bibirku mengeluarkan suara.

Tiba tiba pintu ruangan kesenian terbuka dan menimbulkan suara yang sangat kencang. Di depannya ternyata Yunho berdiri. Aku berlari ke arahnya meminta perlindungan, anii,,, lebih tepatnya penjelasan. Kenapa dengan Kim Jaejoong?

Mata Yunho normal. Hitam gelap. Ia mungkin bukan makhluk seperti Jaejoong.

“Hwang Nami ssi,,, tenanglah. Ia sangat mencintaimu. Alasannya kau akan tahu secara perlahan. Kau tidak akan bisa lari lagi darinya” ujar Yunho.

Aku hanya diam. Apa katanya? Dia mencintaiku. Apa lagi itu? Dan ya, aku lari bukan karna takut sepertinya, tapi hanya karna aku sangat bingung. Aku butuh penjelasan.

Aku berbalik melihat ke arah Jaejoong. Jaejoong terduduk membelakangiku.

“Mianhamnida Jaejoong ssi” entah apa yang membuat kakiku melangkah menghampirinya. Aku menyentuh bahunya dan ujung jari kelingkingkku menyentuh leher telanjangnya.

Es, sedingin es.

Aku berjalan dan berhadapan dengannya. Aku menyentuh pipinya. Aku tidak peduli ini tidak sopan atau tanganku akan membeku. Hajiman, yang jelas aku sangat khawatir.

“Kim Jaejoong apa kau sakit?” tanyaku. Aku melihat warna matanya berangsur angsur berubah menjadi lebih gelap lagi. Ini sangat indah. Tanpa sadar aku tersenyum melihatnya.

“aku baik baik saja” jawabnya.

“katakan,,, kau,,, apa kau bukan manusia?” tanyaku. Iissshh!!! Pertanyaan tolol keluar dari mulutku.

Jaejoong dengan cepat berdiri dan menjauhiku keluar.

“Hwang Nami ssi, nanti aku akan meneleponmu lagi. Kau boleh pulang sekarang” kata Yunho dan kemudian ia berjalan menyusul Jaejoong.

Aku dengan lemas keluar dari ruangan tersebut. Aku berjalan di koridor sekolah sambil menundukkan kepalaku.

Aku mengerinyit bingung kerika sepadang kaki menyamai langkahku. Aku menoleh dan mendongkak melihat orang tersebut.

Dengan senyuman mautnya laki laki tersebut –laki laki yang memenggil Jaejoong dengan embel Hyung ternyata- berbicara ketus.

“jauhi Jaejoong Hyung, bodoh!” katanya. Aku menghentikan langkahku.

“apa urusanmu Haksaeng?” tanyaku seramah mungkin dengan senyuman manis sebisaku.

“mwo? Haksaeng? kau belum jadi guru disini! Dan sudah pasti aku bukan muridmu!” ia menggeretakkan  giginya tanda kesal.

Aku menghela napas berat.

“geurae, terserah. Mianhae, aku buru buru. Annyeong” aku berjalan pergi meninggalkannya.

###

Aku mengaduk adonan pie tanpa nafsu. Yoomi menginap dirumah temannya nanti malam. Dan aku sendirian di apartemen dengan perasaan kacau. Yang ada di otakku adalah siapa Jaejoong!

 Hanya itu. Aku berpikir keras. Kira kira, orang yang seperti apa yang mendekati seperti Jaejoong. Apa artis? Anii, artis tidak berbola mata merah! Hhhmmm,, apa ia adalah orang semacam dukun? Isshh! Impossible, dia terlihat rapi dan modern.

Lalu apa?

ponselku bergetar hebat di saku jeansku.

“yoboseyo” aku mengangkat panggilan masuk.

“yoboseyo” suara ini, aku sangat mengenalinya walaupun kami hanya bertemu sekali. Kim Jaejoong.

“Jaejoong ssi?” tanyaku.

“hmm,,,” kedengarannya seperti tersenyum.

“ada apa?” tanyaku pura pura seakan tidak ada hal yang penting. Padahal aku sebenarnya ingin meloncat loncat kegirangan.

“aku ada di depan pintu apartemenmu”

Sontak mataku langsung menatap pintu apartemenku.

Disana ada Jaejoong. Benarkah?

Aku berjalan menghampiri pintu apar temenku dan malah meninggalkan ponselku yang masih terhubung dengan jaejoong di meja makan.

Kim Jaejoong.

Aku membuka pintunya dan,,, ia memang ada disana dengan pakaian casual perpaduan abu abu dan biru tua. Ia sangat amat tampan.

“kau tidak mempersilahkanku masuk?” tanyanya dengan senyum menawannya. Bagai terhipnotis aku mengangguk dan membuka pintu apartemenku lebar lebar.

“silahkan masuk” kataku dan kembali menutup pintu ketika Jaejoong sudah masuk.

“kau mau minum apa?” tanyaku. Jaejoong berfikir sebentar.

“air putih saja” katanya. Aku menghela napas lega. Ku fikir orang kelas atas ini akan meminta minuman yang aneh aneh, ya syukurlah ia hanya minta air putih.

Aku beranjak ke dapurku dan mengambil segelas air putih. Aku membawanya ke depan dan menyuguhkannya kepada Jaejoong. Jaejoong mengangguk dan berterimakasih.

“aku mau minta maaf atas insiden kemarin” Jaejoong mengawali pembicaraan. Aku mentapnya.

“tidak ada yang perlu di maafkan Jaejoong ssi. Hajiman, jujur saja, aku sangat penasaran” aku memainkan jariku.

Jaejoong membetulkan posisi duduknya terlihat tidak nyaman.

“Hwang Nami, mau keluar bersamaku?” tanyanya. Aku menatapnya.

“wae? Kau mengalihkan pembicaraan?” aku meniggikan suaraku sedikit.

“aniyo. Aku hanya ingin lebih dekat dengamu. Aku masih terlihat muda kan?” pertanyaan yang ganjil. TENTU! Wajah begitu masih sangat amat muda dan mempesona. Apa ia pikir ia sudah tua? Ishh!

“tidak. Kau tidak lebih tua dari actor Choi Siwon kan?”

Jaejoong terkekeh pelan. Tapi kekehannya seakan mengejek dirinya sendiri.

“benarkah?”

“lalu umurmu berapa Kim Jaejoong?” tanyaku.

“hmmm,,, 24”

Aku mengangguk setengah percaya.

“jadi, kau mau jalan jalan keluar denganku?” tanyanya.

“kau mengajakku berkencan? aku tidak berpengalaman.”

“nado”

Aku bangkit dan beranjak ke kamarku.

“jaejoong ssi, tunggu sebentar. Aku akan mengganti bajuku dulu” ujarku dan meninggalkannya.

Setelah selesai mengganti baju, aku kembali menghampiri Jaejoong.

“kaja” ujarnya. Aku mengikutinya dan mengunci pintu apartemenku.

Mercedes model terbarunya terparkir diantara mobil mobil keluaran tahun 90an. Aku merasa tidak pantas jadi nya. Kyaa! Lagi pula kenapa aku mau saja di ajak jalan dengannya. Pabo!

Jaejoong membukakan pintu mobil untukku dan aku berterimakasih. Ya tuhan,, baru kali ini aku diperlakukan begini. Isshh! Ya pastinya. Aku kan belum pernah berpacaran.

Jaejoong mengendarai mobilnya dengan sangat gila. Ia pikir jalanan padat seoul adalah arena balapan mobil yang keren apa? Sialan!

“KIM JAEJOONG! AKU TIDAK MAU MATI MUDA” ujarku. Jaejoong mengerem mendadak dan sebelah tangannya menahan badanku agar tidak terbentur dengan dasbor atau kaca mobil.

Ini gila.

Aku ternyata sudah berada di depan universitas internasional Seoul.

“kau? Mau apa membawaku ke sini?” tanyaku.

“ayo kita daftarkan diri untuk tahun ajaran depan” ujarnya.

“mwo? Kau seenaknya saja mengaturku! Shirheo!”

Jaejoong menatapku dengan tatapan lembut. Matanya sangat indah dan teduh.

“waeyo?” tanyaku lirih. Kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh? Jantungku selalu berdebar2 kencang ketika berdekatan dengan Jaejoong beberapa kali. Aku selalu memujinya apapun yang dia miliki tanpa terkecuali. Apa Aku mencintainya? Benarkah?

Jaejoong tersenyum bahagia. Oopss, jangan jangan ia tahu apa yang kupikirkan tadi.

“percayakah kau jika aku bilang kalau aku bisa membaca pikiranmu?” tangan dinginnya terangkat mengelus hati hati pipiku. Aku bisa merasakan dingin tangan Jaejoong walaupun pipiku memanas sekarang.

Aku berpikir keras. Apa ini? Ia pasti bohong!

“gotjimal” aku menggumam.

“aniiya” jawabnya dengan suara yang sangat pelan. Suaranya tak kalah indah dengan guru kimia di DayMoon.

Aku menghela hapas.

Dasar bodoh, bodoh, Kim Jaejoong pabo namja!

“Dasar bodoh, bodoh, Kim Jaejoong pabo namja!” ujarnya sambil tertawa kecil. Ia menurunkan tangan dinginnya dari pipiku.

Aku hanya bisa menganga lebar. Ia mengulang kata kata dalam pikiranku? Ya kan? Apa aku salah dengar?

“kau tidak salah dengar” ujarnya. Aku memandang matanya. Tanganku bergerak menyentuh pipinya. Ohh,, ini seperti adegan romantic di film film. Tapi bukannya di depan rumah sang yeoja, ini malah di depan universitas internasional yang harusnya kami datang untuk mendaftar.

Pipinya dingin. Sedingin es. Sama ketika kemarin aku tidak sengaja menyentuh lehernya.

“kau berpikir kalau kau mencintaiku juga kan?” tanyanya. Aku hanya terdiam. Ya, ia benar.

“Jaejoong, apa aku tidak akan pernah bisa lepas darimu?” tanyaku jujur padanya. Jaejoong tersenyum lagi, sangat menawan.

“hmm,,, kukira begitu.” Ia menghembuskan napas lega, wangi nafasnya sangat harum. Aku menyukainya. Aku menyukai segalanya tentang namja di depanku. Omong omong rasanya ia tidak bernapas dari tadi dan baru bernafas sekarang.

Jaejoong terkekeh lagi. Ahhh,,,, tidak enak juga ia bisa membaca pikiranku! Aku merengut kesal.

“ini takdir” ujar Jaejoong.

Jaejoong mengangkan tangannya dan menyodorkannya ke arahku.

“ayo” ajaknya. Ragu ragu aku menyentuhnya dan menautkan tangan kami. Aku akan berusaha membiasakan diri dengan tangan dinginnya. Kesampingkan dulu tentang siapa Jaejoong sebenarnya. Aku hanya ingin bersamanya untuk sekarang ini.

Aku memasuki gedung Seoul International University.

“kau mau mendaftar ke jurusan apa?” bisikku ke telinganya. Ya tuhan, mencium baunya saja sudah sangat menyenangkan. Apa lagi berdekatan begini dengannya.

“hmm,,, mungkin s3 teknik mesin” katanya. Aku membulatkan mataku.

“mwo? S3? Kau sudah s2?” tanyaku. Ia tersenyum dan mengelus rambutku.

“kau sangat polos sekali, Nami. Nanti kau akan tahu sendiri semua kehidupanku seiring berjalannya waktu. Nami, aku akan selalu berada di sampingmu” katanya lembut. Aku mengangguk senang.

“ekhmmm,,,,,” seorang laki laki paruh baya berdeham. Aku dan Jaejoong menoleh.

“annyeonghaseyo tuan Lee” Jaejoong membungkuk 90 derajat, aku mengikutinya.

“annyeonghaseyo” tuan Lee menimpali. Kami di persilahkan duduk.

“tuan Lee, aku kesini hanya untuk mendaftar saja. Aku ingin melanjutkan s3ku, dan yeoja ini, Hwang Nami, ingin mengambil s1 dibidang arsitektur” kata Jaejoong. Aku sempat kaget kenapa ia tahu kalau sebenarnya aku ingin melanjutkan ke arsitektur? Ahh,,, tapi aku buru buru ingat kalau rasanya kami –maksudku, aku- tidak bisa punya rahasia di depan Kim Jaejoong.

“ohhh,,, geurae, silahkan lengkapi formulir ini dan lengkapi juga persyaratannya. Saya permisi keluar dulu” tuan Lee keluar.

Jaejoong mengambil formulirnya dan menulis dengan tenang. Issshh! Tulisannya bagus sekali~~

Aku mengambil formulirku dan menuliskan data diriku.

Hwang JinHo, Hwang EunMi

Itu nama orang tuaku. Aku tiba tiba menjadi rindu padanya.

“orang tuamu sangat hebat” kata Jaejoong tiba tiba. Aku menoleh.

“maksudmu?” tanyaku.

Jaejoong menatapku.

“mereka aktif dalam bidang sosial kan? Ya selain itu, walaupun bukan orang besar tapi appamu adalah seorang polisi lalu lintas dan ibumu guru sekolah dasar kan?”

“dari mana kau tahu?” aku menatapnya heran. Kami baru bertemu dan,,,

Lamunanku terhenti ketika tuan Lee masuk. Aku kembali menunduk melengkapi data diriku.

“sudah selesai anak anak?” tanyanya. Jae tersenyum dan aku menggeleng kemudian melanjutkan menulis formulirnya.

Setelah selesai, kami berpamitan pulang. Kami berjalan beriringan dan semua mahasiswa berisik bisik.

“heyyy, lihat namja itu sangat tampan. Tapi siapa yeoja yang ada di sampingnya? Apa yeojachingunya?”

“impossible! Yeoja itu tidak sebanding dengan namja itu!”

Setelah beberapa bisikan kencang terdengar, Jaejoong menarik tanganku dan menggenggamnya. Dingin. Tapi aku sangat suka.

“dasar menusia sangat memuakkan!” umpatnya. Aku mendengus, aku juga manusia. Kami sudah duduk di dalam mobil Jaejoong.

“Jaejoong, kau mengenalkan diri atau aku yang akan cari tahu siapa dirimu?” aku mengancamnya. Aku tahu mungkin ini sia sia. Toh aku bukan siapa siapa. Hajiman, aku akan mencoba segala cara.

“Hwang Nami, aku akan jawab setelah aku bertanya sesuatu padamu” Jaejoong menatap kearah lain.

Aku berpikir sejenak.

“apa yang ingin kau tanyakan?” aku menatap ke arah punggung Jaejoong. Jaejoong berbalik.

“kau mau mati ditanganku, Hwang Nami? Jika tidak, aku akan hanya mengawasimu dari jauh”

Aku membulatkan mataku mendengar ucapannya. Apa maksudnya?

TBC__

Commentnya jangan lupa ya^^v kritik dan saran sangat ku terima. Aku berharap ini ga mengecewakan readers. hehehehe

60 thoughts on “Five In The Black SAGA _chapter 1 (Begin)

  1. hyun gi berkata:

    Kok agak serem ya Щ(ºДºщ) jaejoong sebenernya siapa sih? Dia punya kekuatan atau apa? Dan kayaknya jaejoong sebenernya udh tua:/

  2. First kah?

    si nami ga tau jj vampir ya?ya klo diliat2 sih kyknya jj vampir.

    Ada beberapa salah ketik saeng. And eon agak bingung pas nami trima tlp dr jaejoong.pdhl kan blom knal jauh dah gt kesannya nami tkt ma jj tp pas ditlp knp nami loncat2 girang?menurut eon alur cerita agak terlalu cpt *itu menurut eon loh*

    tp jujur ni cerita keren.lanjut ya.jgn lama2.don’t forget next chap protect say.biar silent reader ga bsa baca.

  3. Ntar dh, aku ceritain detail jaejoong side di chap slanjutnya eon^__^
    Iya, typonya msh bnyk ya? Ntar ku perhatiin lg dh. Gomawoyo eon pemberitahuannya^^v

  4. eunchan she peef berkata:

    ia..
    Sepertinya jj vampir deh..
    Ihh.. Serem..!!
    Tapi, keren bgt ini ff..
    Bikin org penasaran..
    Lanjutkan unn..^^

  5. ceritanya kerennn….

    Jaejoongnya apa lagi uuuhhh nggak nahan u,u tapi…aneh deh,pas bagian terakhir aku nggak ngerti wkwkwk..yah itu masih menjadi teka teki..wkwk

    Jangan-jangan si JJ dkk itu vampir ya..waaahh keren beut kalo gitu..

    Lanjutanya asap thor

  6. @eunchan : yoyoi^^v gomawoyo. Ntar makin kesana kubikin lebih detail dh^^v

    @mundongkyu : gomawoyo^^v diusahakan secepatnya. Kita lihat jawabannya di part 2. Hehehe

  7. wah aku suka ff nich. jaepa keren bisa baca pikiran orang laen. hah katanya jaepa cinta ma hwang nami tp jaepa kok blang, “kau mau mati ditanganku hwang nami?” wah bkin pnasaran ada apa nich sebenarnya?

  8. Ceritanya bkin penasaran bgt bgt
    jj nya penuh misteri . . .
    Aga serem juga sich , tapi kalo aku baca ff ini romance di chapter pertama ini srasa dpt bgt . . .🙂
    jadi penasaran , d tunggu ya next part nya😀

  9. nteph berkata:

    Rameeee…pnasaran gmn lnjutanny…itu jj vampir ya? Curiga YH dll jg sjenis vampir. *sok tw* tp gpp de kl vampirny sganteng mrk, dgigit brulang x jg aq relaaaaaa ahahahaha…

  10. Wow keren🙂
    Aku suka ff fantasy, kkk~

    Jeje pasti vampire, gak diragukan lagi~😄
    Ah ya, alurnya agak kecepetan ya? Aku kaget, tiba tiba aja pas awal awal Yunho bilang kalau jeje suka sama Nami dan tiba tiba aja jeje punya nomornya Nami-_-
    Ada banyak salah ketik, dan sedikit koreksi.. sebaiknya kalau untuk kalimat, sehabis tanda kutip (“), hurufnya kapital. Aku biasanya bikin ff atau baca ff, pasti gitu, jadi agak risih~

    Tapi secara keseluruhan bagus kok, aku suka ff nya. Aku tunggu lanjutannya ^^

  11. @Nteph & Jaehyunmi : terimakasih~ terimakasih~ #lambai2alaMs.universe

    Thx bgt kritikannya. Nanti aku usahain berubah ya. Hehehe
    Gomawoyo^^v #deepbow

  12. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    ceritanya asikkk nih.. tp masih bingung ama jaejoongnya.. hehehe
    cuma aku liat dr ceritanya, pasti jaejoong keren bgt…
    aku sukaaaaa…
    aku tunggu lanjutannya yakkk xD

  13. si jae misterius bgt sih ..
    Bisa ditebak pasti jae vampir .. Pasti,, udh jelas bgt dri ciri2nya *reader sok tau* #plakk
    maksudnya apa coba tanya ke nami mau mati breng atau ngga .. Bikin penasaran iihh ..
    Seruuu .. Baru part pertama ja udh seru,, jdi ga sabar nunggu part selanjutnya ..
    Lanjuuutt thor ..

  14. H_n berkata:

    bukannya apa, kayaknya ini sedikit terinspirasi dari twilight saga ya chinggu?
    kalo aku nebaknya, itu jae oppa seorang vampir.
    yah, cuma mirip ciri2 tubuhnya sih.
    tubuhnya yang dingin, bola mata yang berubah warna, kemampuan baca pikiran, dan umur yang panjang juga termasuk kayaknya.
    selain itu namja yang disebut murid9yang seprtinya adalah min oppa) itu sifatnya kaya rose, protektif
    su oppa riang n ramah kayak alice.
    tapi aku tetap penasaran kenapa jae oppa jatuh cinta sama nami.
    gimana ceritanya, n knapa jae oppa kenal ortu nami.
    tambah lagi nami ngedaftar jadi guru balet di sekolahnya jae oppa.

  15. @all
    Gomawoyo^^v
    Ya, rata2 vampire itu berkulit pucat, dingin, tampan/cantik, mempunyai nilai plus, dan dalam kasus vampire modern, mereka ga takut ama mantra, salib, atau bwang puting.
    Tokohnya? Hmm, sbnarnya aku ga mikir kalo min oppa jadi rosalie loh~~ lihat aja di chap selanjutnya. Aku berusaha supaya readers suka. Gomawoyo^^v #deepbow

  16. sebener y jae itu aoa sih???? penasaran abis,,,, vampir ya??? aku suka ama cerita2 kyk gini apalagi klo jaeppa yg jd cast y…..
    kok jae sempet manggil kwon nami bukan y hwang,,,,apa nami cwe dr.mas lalu jae…..
    Lanjut………..

  17. @miyukiyunk ya ditunggu aja ya. Gomawo udah bc!

    @siti mintanya liat aja yg halaman must readnya. Minta ke fbku lewat inbox. Namanya HwangRei Choikang Cassiopeia

  18. pnsran sm sosok jejung itu syp?? Yg pzt’a yunho dkk jg sosok yg sm dgn jejung kn?
    Oh ya,sbnr’a yg dpnggil haksaeng itu syp sh?? Yuchun or changmin?
    Jejung mencintai hwang nami ‘n mngkn hwang nami jg mencntai jejung ? Ga ngrti sm yg satu ini!!
    Cpt2 lnjt dong chingu >.<
    Oh ya,,mau mnta pw yg life like this ke fb tp blum tmanan sm chingu,qu udh add tp blum dconfirm,, nm fb qu Shin Cassievina Youngmi,, confirm ya chingu,hhe

  19. Robinxhinkyuarchibald berkata:

    Annyeong,, aku reader bru dsnii,.Ff’a bgus pi jaejoong mngingtkan aku ma sosok edward cullen,, jgn” jae itu vampir n dy dah tw smua’a tntng ce’a..
    Ditggu lnjtn’a

  20. Lady_kyuwon berkata:

    Whaaa jj jd vampire,tp gpp deh tetap kern…!!
    Hwang nami pst gds dr ms lalu’y jj kn??
    Sapa y yg dpnggl haksaeng ma nami trus kyk’y dia gk suka ma nami…tp jngn2 yg dmksud adk nami cwok tampn itu dia lg…???
    Jd pnasaran next chap’y,dtnggu y chingu…!!

  21. Asagi berkata:

    ini critanya terinspirasi dari twilight ya, terus komik vampire knight ???
    (sotoy tingkat tinggi***)

    menurut aku penjelasan ceritanya masih kurang jelas *maksudnya???*
    pkonya terkesan buru-buru gitu..
    so far, critanya bkin aku pngen tau lanjutannya !!!
    Fighting !!!!😀

  22. princesaonyudulce berkata:

    alurnya kecepetan,, tau” jeje udah suka ajj,, yunho knp dy bs bilang klo jeje cinta sma hwang nami ya,,!!!** dy vampire jg ya
    tu ank yg ga suka sm nami syp???**dy vampire ato manusia biasa kya nami
    penulisan ny ada beberapa yg salah nulis nm nami,,!!

    wktu baca ff ni eon langsung k pikiran sama twilight,,,***agak mirip dikit gtu
    ah ye,, eon pikir ff ni serem dan berbau darah,,!!! ternyata ga!!!

    mian,, kebayakan ngomong!!!**kekekeke

  23. Berbau ketek kali eon! Keteknya jae! Bwahahahahaha
    Gapapa dh kbnykn ngomong juga. Aku seneng bgt eon baca n comment. Ntar aku bnrn lg. Gomawoyo #hugEonni

  24. Eh meni suka ama karakter’a changmin,kaya’a agak gimana gitu.soal’a baru pertama ketemu ama nami udah g suka ama nami.
    Apa jangan”min suka juga ya ama nami .hehehe

    Penasaran nih ama jae dan nami.tp yuchun’a blm keluar ya ???
    Next chap d tunggu ya,fighting ~

  25. Wahhhhhhh mianhe author rei aku baru baca, sibuk sama mapel😄

    sumfah ini ceritanya keren banget, aku suka! Pas baca awal aku tebak ini bakalan sama kaya komiknya vampire knight soalnya ‘daymoon school’ kan kalo di komik ‘day class’ . Aku suka banget sama komik ini mangkanya pas baca tuh penasaran banget alurnya gimana sama apa engga. Ehhh ternyata beda! malah lebih condong ke twillight saga, bedanya bella ga bisa di baca fikirannya sedangkan hwang nami bisa. Sumpah KREATIF banget! Ceritanya ga ngebosenin! Ini membuktikan inspirasi dateng dari mana aja. Okee! Fighting buat author rei, part selanjutnya jangan lama-lama yooooo😄

  26. hi aq readher bru dsni, bru mampir skrg, & in ff prta yg aq bc dr wp in, cerita ny keren, bkin penasaran, jejong memang cool & misterius. Wlo pun udh bz nebak klo jejong it vampire, hehe…

  27. waah akhirnya dsni da ff fantasy jg.. dah lama nunggu2 ff kyk gni wlopn ceritanya terinspirasi dri twilight aku sukaaa coz cast nya JJ ^^ n ceritanya jg beda v aku bingung tu marganya nami hwang or kwon? trs knp JJ lngsng cinta ma nami, emng sblmnya prnh ktmu ya?
    eh btw aku dah add fb ny author blm ya? lupa, hehe

  28. RossyMicky berkata:

    Serem nya ilang~,
    Ngebayangin jae,
    Apalagi wkt jae ngucapin pikiran nami yg ‘bodoh bodoh, jae babo’,
    Haha
    Dsini nami bnyak nyeritain fisik jae yg sempurna, jd mupeng,
    -.-
    AUTHOR~ LANJOOOTT😀

  29. hwa….
    ide crita.a nie ff kren thor…

    pnsran ma mksut.a jeje ngmong gini “kau mau mati ditanganku, Hwang Nami? Jika tidak, aku akan hanya mengawasimu dari jauh” trus 2h yg jdi vampir cma jeje doang pa smua mmber tvxq jga vampire…??????

  30. Mommmmyyyy…
    Daebaaaaakkkk..
    Sungguh amat sangat daebaakk..
    Aku suka alurnya, gaya bahasanya, latarnya, huweeeeee…mommmy ko bisa bikin bginian ampe sgininya??

    Itu jae horor mom,
    eh itu murid namanya syp?
    Achang min??

    Ah mommy mah…aku ga mau tau ! Buat lanjutan ini scepatnyaa.,hahahaha

  31. chingu..koment ny ga mw kekirim kalo lewat email ternyata,,
    aku ga ngerti juga kenapa,,hehe
    ternyata jaejoong bisa jadi horor juga ya,,padahal dia kan kaya angel gitu,,haha #plak
    semuanya keren,,gimana kelanjutannya ntu?aku mau tau >,<)

  32. fathiya berkata:

    annyeong.. aku reader baru, salam kenal.. nemuin wp ini dan langsung baca ff ini, seruu.. jadi bayangin kalo jejung itu vampir yang hidup di dunia manusia..

  33. Resty berkata:

    ceritanya rada mirip ama cerita ‘cullens’
    tapi tetap aja reader tetap penasaran, alnya castnya member DBSK dan yang pasti alur ceritanya akan berbeda
    kyaaaaaaaa
    kenapa JJ oppa langsung suka ama nami??
    penasaran tingkat tinggi nech,

    lanjutkan>>>

  34. marliena berkata:

    Penasaran ama jae oppa kok bisa tahu seluk-beluknya hwang nami n sejak kapan jae oppa tahu tntang nami..pengen passwordnya untuk next chap.. thanks author..

  35. chunnie_man berkata:

    Lah itu mata jaejoong serem amat jadi gelap,manusia atau makhluk lain.vampire yah???kok bisa baca pikiran orang.junsu cute bgt jadi guru hahahaha.yunho jdi kepsek?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s