Fated To Love You Part 1


Title: Fated To Love You

Cast: Jung Yunho

Author: Lee Eun Ri

DON’T LIKE DON’T READ !!! YOU CAN LEAVE THIS BLOG. EASY RIGHT?

Happy Reading

Yunho keluar kantornya dan pergi ke sebuah butik. Di sana ia melihat-lihat pakaian untuk ia pakai besok malam saat pesta yang diadakan oleh atasannya di hotel. Matanya terhenti saat melihat gadis yang sering ia temui di perpustakaan. Gadis yang mirip dengan In Hye, yang selama ini selalu ia lihat di perpustakaan. Belum pernah ia melihat gadis itu di luar perpustakaan.

Berkali-kali ia selalu tidak berani menyapa gadis itu saat di perpustakaan. Kini Yunho memberanikan diri untuk menyapa gadis itu. Tangannya yang terangkat untuk menepuk bahu gadis itu kembali turun saat seseorang menarik gadis itu menjauh darinya. Yunho mengutuk dirinya sendiri, ia sangat malu dan melihat sekeliling takut jika ada yang melihatnya. Diliriknya gadis itu yang kini bersama seorang gadis yang sepertinya temannya. Mereka keluar dengan senyuman diwajahnya.

Selesai membeli pakaian untuk besok Yunho kembali bertemu gadis itu saat akan pergi ke klub. Tanpa sadar ia mengikuti gadis itu. Yunho berpikir jika kedua gadis itu akan pergi ke klub dan mengganti pakaian mereka di toilet klub malam itu. Tapi pikiran Yunho salah, gadis itu dan temannya melewati klub yang sering di datanginya dengan sangat cepat. Yunho kembali di buat bingung oleh gadis itu.

Yunho masuk ke dalam klub dan menyapa temannya. Tak lama In Hye merangkul tangannya dengan mesra. Yunho memperhatikan In Hye serta pakaian gadis itu.

“Yunho-a, kau lama sekali.” Ucap teman Yunho.

In Hye membawa Yunho menjauh dari temannya, mereka mengobrol berdua. Yunho tak memperlihatkan kebingungannya pada In Hye. Ia ingin In Hye sendiri yang mengatakan semuanya tanpa di paksa olehnya.

“Besok kau jadi ke New York?” Tanya In Hye. Yunho mengangguk.

“Belikan parfum favoritku ya.” Pinta In Hye manja.

“Akan kuusahakan. Jika ada waktu pasti akan kubelikan.” Jawab Yunho membuat In Hye senang dan mencium pipinya.

Paginya Yunho mendapat kabar jika ia tidak perlu datang ke New York karena rekan kerja mereka sendiri yang akan datang ke hotel. Dengan cepat Yunho pun langsung pergi ke hotel untuk menemui rekan kerja dari New York itu. Mereka berkeliling hotel, Yunho memperlihatkan fasilitas hotel dengan baik.

Selesai berkeliling dan berbicara mengenai kerja sama akhirnya Yunho bisa duduk di taman hotel dengan nyaman. Ia berdiri dan berjalan kembali menuju ruangannya. Wajah Yunho memanas saat melihat In Hye tengah bermesraan dengan pria lain. Keduanya terlihat berciuman mesra lalu pergi. Gadis itu tidak menyadari keberadaannya karena terlalu asik dengan pria itu. Tangannya mengepal menahan emosi.

Malam harinya selesai bekerja Yunho pulang ke rumahnya dan berusaha menelepon In Hye tapi gadis itu tidak mengangkat teleponnya. Yunho menaruh ponselnya dengan kesal. Gadis itu mengkhianatinya membuat Yunho sangat marah dan ingin membuat In Hye menderita.

Setelah kejadian itu Yunho merasa In Hye semakin sulit dihubungi. Bertemu gadis itu pun kini sangat jarang. Gadis itu mengatakan jika tengah sibuk dengan pekerjaannya. Yunho sebenarnya sangat ingin berbicara dengan In Hye mengenai yang ia lihat waktu itu tapi sangat sulit.

Belum selesai masalahnya dengan In Hye. Orang tua Yunho mengatakan dengan tiba-tiba jika ia akan di nikahkan dengan teman ayahnya. Ia tidak bisa menolaknya.

Hatinya belum sembuh dan dendam masih ada di hatinya dan sekarang ia akan di nikahkan oleh orang tuanya. Semua masalah yang datang bertubi-tubi membuat Yunho frustasi.

Ada hal aneh yang membuat Yunho bingung. Semenjak ia akan di jodohkan, In Hye semakin sulit di hubungi dan ditemui. Nomor ponselnya bahkan tidak aktif. Yunho hanya bisa mengatakan perpisahan melalui sms karena ia tidak tahu lagi harus bagaimana.

Yunho berjalan menuju ruangannya dengan lemas. Ia tidak bersemangat semenjak masalah terus datang padanya. Saat ia baru saja duduk tiba-tiba ibunya mengirimkan foto calon istrinya. Yunho melonjak dari kursinya saat melihat foto itu. Itu adalah In Hye. Senyumnya mengembang saat melihat foto calon istrinya. Dengan cepat ia menelepon ibunya dan meminta jika pernikahan segera dilaksanakan. Yunho ingin balas dendam dan membuat In Hye menderita di pernikahan mereka nanti.

***

Pernikahan berjalan lancar, pesta pun sangat meriah. Selesai pesta Yunho dan istrinya pergi ke rumah baru mereka. Tanpa banyak bicara Yunho langsung mandi sedangkan In Hye membuka lemari dengan perlahan mencari pakaian ganti untuknya. Ia mengambil sepasang baju tidur dan duduk di tepi ranjang menunggu Yunho selesai.

In Hye berdiri saat mendengar suara pintu, ia berbalik dan melihat Yunho keluar. Ia tersenyum dan menghampiri Yunho.

“Mau kuambilkan pakaian untukmu?” Tanya In Hye. Yunho hanya mengangguk.

“Aku tadi mengambil pakaian ini. Apa tidak apa-apa?” Tanya In Hye sambil memberikan pakaian ganti untuk Yunho.

“Pakai saja. Ibu yang menyiapkannya untukmu.” Jawab Yunho dingin.

Setelah In Hye selesai mandi ia melihat Yunho sudah berbaring di atas ranjang. Ia menghela nafas panjang dan menghampiri Yunho. In Hye menepuk pundak Yunho pelan meyakinkan apakah benar pria di depannya itu tidur atau belum.

“Sudah tidur?” Tak ada reaksi dari Yunho membuat In Hye perlahan turun dan menyelimuti Yunho.

In Hye membersihkan kamar itu yang terlihat berantakan oleh pakaian Yunho. Ia tak sadar jika sebenarnya Yunho tidak tidur dan memperhatikannya sejak tadi. In Hye naik ke ranjang setelah semuanya selesai. Ia menatap Yunho cukup lama.

“Sepertinya kau pria yang sering ada di perpustakaan itu.” Gumam In Hye pelan lalu tak lama ia tertidur. Yunho membuka matanya dan melihat In Hye yang tertidur pulas. Yunho bingung dengan apa yang dikatakan gadis di depannya tadi. In Hye hanya mengatakan jika mereka hanya bertemu di perpustakaan.

Pernikahan Yunho dengan In Hye bagaikan neraka bagi In Hye karena Yunho terus menyiksa gadis itu. Yunho sering membentaknya ataupun menamparnya jika tidak menuruti ucapannya ataupun terlalu lamban. In Hye tidak bisa melawan karena ia selalu berpikir jika ia memang salah dan harus menjadi istri yang lebih cekatan lagi. In Hye berusaha untuk tidak menangis dan lebih bersabar menghadapi keinginan Yunho.

In Hye menyiapkan makan malam untuk Yunho dengan semangat karena selama ini Yunho tidak pernah protes dengan masakan yang ia buat. Setiap masakan yang ia buat selalu habis dimakan dengan lahap oleh pria itu. Suaminya itu baru saja mengirim pesan dan mengatakan jika akan makan malam di rumah. Walaupun Yunho sering menyiksanya, In Hye berusaha untuk menerima pernikahannya ini dengan lapang dada. Ia berpikir untuk mengubah sifat Yunho yang kasar menjadi lebih lembut.

Masakan yang sudah jadi ia taruh di atas meja dan ia tata dengan rapi. Selesai itu ia langsung mandi agar saat menyambut Yunho, ia sudah bersih dan wangi. Walaupun sepertinya Yunho tidak memperhatikan tapi In Hye tetap melakukannya.

Makan malam dilalui dengan keheningan, Yunho makan dengan diam tanpa diselingi obrolan riangan. In Hye pun tak mau menganggu ataupun merusak suasana hati Yunho.

“Besok aku akan ke Singapura untuk urusan hotel.” Ucap Yunho setelah selesai makan.

“Berapa hari? Akan kusiapkan pakaian untukmu.” Ucap In Hye lembut.

“Kurang lebih satu minggu. Aku akan ke ruang kerja. Jangan ganggu aku.” Yunho berdiri tapi In Hye menghentikannya. Ia menatap In Hye dengan tajam dan tidak suka. Gadis itu langsung melepaskan tangannya dengan wajah bersalah.

“Aku hanya ingin bertanya, apakah kau ingin pudding strawberry atau salad buah? Aku membuatkannya khusus untukmu.” Ucap In Hye takut.

Wajah Yunho seketika melembut, walaupun ia suka menyiksa In Hye tapi sisi gadis itu yang selalu memperhatikannya terutama dalam hal makanan membuat Yunho terkadang bersikap lembut. Semenjak istrinya itu tahu kalau lambungnya lemah In Hye selalu memperhatikan makanan yang akan ia makan. Yunho mengelus rambut In Hye.

“Berikan aku keduanya dan bawa ke ruang kerja.” Ucap Yunho lalu pergi.

“Baik, akan segera kusiapkan.” Ucap In Hye riang.

Masakannya adalah satu-satunya hal yang ia sukai semenjak menikah karena Yunho selalu memakannya tanpa protes. Perlahan ia rasakan jika ia mulai menyukai Yunho. Walaupun pria itu dingin dan ringan tangan tapi entah kenapa hatinya malah terpaut untuk Yunho. In Hye sendiri tidak mengerti, ia hanya berusaha yang terbaik untuk Yunho.

Pintu ruang kerja Yunho diketuk dan In Hye baru masuk setelah Yunho berbicara dari dalam. Pudding dan salad buah ia taruh di meja. Tatapannya menatap kagum ruang kerja Yunho yang baru kali ini ia lihat karena selama ini Yunho selalu melarangnya masuk. Matanya menatap penuh minat pada buku yang ada di ruangan itu. Ia menatap Yunho ragu.

“Boleh kupinjam bukunya?” Tanya In Hye.

“Silahkan tapi jangan sampai rusak.” Ucap Yunho dingin. In Hye melonjak senang lalu melihat-lihat buku yang ada disana.

“Aku tidak tahu kalau kau suka membaca. Kupikir kau hanya suka membaca buku bisnis di perpustakaan saja. Aku ingat sekali saat bertemu pertama kali denganmu di perpustakaan. Kau terlihat gagah, memakai jas dan membaca dengan serius.” Yunho kaget dengan apa yang diucapkan In Hye tapi gadis itu tidak menyadarinya karena mengatakannya sambil melihat-lihat buku.

“Para wanita disana bahkan tidak konsentrasi membaca, mereka beralih menatapmu dan mengabaikan buku yang akan mereka baca. Jika kau perhatikan mereka terlihat kecewa saat kau pergi dari perpustakaan, wajah mereka terlihat lucu.” In Hye tersenyum mengingat saat bertemu Yunho di perpustakaan. Ia berbalik dan melihat Yunho menatapnya. Seketika itu juga ia terdiam kaku.

“Maaf jika aku banyak bicara. Aku akan keluar. Aku pinjam dua buku ini.” Dengan cepat In Hye keluar ruang kerja Yunho lalu menyiapkan pakaian untuk Yunho.

Sementara itu Yunho masih diam mencerna ucapan In Hye tadi. Ia masih tidak percaya dengan apa yang In Hye katakan barusan. Jelas-jelas mereka bertemu di klub malam dan mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih tak lama setelah itu. Yunho merasa jika In Hye sengaja melupakan pertemuan mereka di klub.

Yunho menelepon pengacara pribadinya dan memintanya untuk menyiapkan surat perceraian. Ia berniat untuk menceraikan In Hye dengan beberapa perjanjian yang disetujui oleh keduanya. Ia akan berbicara dengan gadis itu setelah ia pulang dari Singapura nanti.

Paginya Yunho bersiap-siap dan melihat In Hye sedang sibuk mengeluarkan koper yang akan dibawanya ke ruang tengah. Yunho melihat gadis itu yang tampak sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuknya. Ada perasaan bersalah dari dalam diri Yunho saat melihat In Hye yang seperti ini, gadis itu tampak sangat lembut dan baik hati. Jauh berbeda dengan In Hye yang selama ini ia kenal. Ia menghampiri In Hye dan menghentikan gadis itu yang terus terlihat sibuk.

“Hentikan! Ini sudah lebih dari cukup.” Ucap Yunho. In Hye pun terdiam.

“Apa kau ingin sesuatu? Jika ada waktu akan kubelikan.” In Hye tersenyum mendengar ucapan Yunho lalu menggelengkan kepala.

“Aku hanya ingin kau kembali dengan selamat. Itu sudah lebih dari cukup. Sarapan hampir selesai, tunggulah di meja makan.” Yunho menatap punggung In Hye yang menjauh. Matanya tertuju pada leher bagian belakang In Hye. Mata Yunho yang cukup tajam melihat ada luka disana. Yang ia tahu In Hye tidak memiliki luka sedikitpun dibagian tubuhnya.

Yunho duduk sambil memperhatikan In Hye di dapur. Saat sarapan pun Yunho sesekali melihat In Hye membuat gadis itu salah tingkah. Yunho menghela nafas panjang setelah selesai sarapan.

“Apa kau memiliki kepribadian ganda?” Akhirnya Yunho menanyakan hal yang selama ini menjadi pertanyaan dibenaknya. Gadis itu terlihat kaget dengan apa yang baru saja ditanyannya.

“Me memangnya kenapa? Se sepertinya aku tidak memiliki penyakit seperti itu. Aku baik-baik saja.” In Hye terlihat sangat gugup membuat Yunho semakin curiga.

“Sepertinya aku pernah bertemu denganmu sebelumnya.” Ucap Yunho berusaha memancing In Hye untuk berbicara jujur.

“Perpustakaan.” Ucap In Hye cepat tapi Yunho menggelengkan kepalanya.

“Bukan, sebelum itu. Aku sepertinya pernah bertemu denganmu di klub malam.” Yunho melihat wajah In Hye pucat pasi. Ia tahu jelas kalau ada yang di sembunyikan istrinya itu darinya. Yunho mendekat pada In Hye.

“Ada yang kau sembunyikan dariku kan?” In Hye menggelengkan kepalanya dengan cepat. Yunho sudah cukup bersabar dan kali ini ia sudah tidak bisa bersabar lagi.

Ditariknya In Hye dan ia banting tubuh mungil itu ke atas ranjang. Yunho menindihnya dan menahan kedua tangan gadis itu dengan kuat sampai In Hye meringis kesakitan. Yunho membentak In Hye dan meminta gadis itu berbicara yang sebenarnya. Emosi Yunho semakin memucak saat In Hye tidak juga berbicara. Tangisan In Hye tak ia pedulikan, Yunho menampar In Hye berkali-kali agar berbicara tapi tidak juga membuka mulutnya. Dengan kesal Yunho turun dari ranjang dan membentak In Hye sekali lagi.

“Kau akan kukunci dari luar. Jangan sekali-kali kau berusaha kabur dari sini!” Bentak Yunho. Ia hanya melihat In Hye mengangguk kecil sambil terus menangis.

“Maafkan aku, Yunho-sshi.” Ucap In Hye pelan. Ucapannya masih bisa di dengar jelas oleh Yunho tapi ia tidak bereaksi apa-apa. Yunho keluar kamar dan membanting pintu kamar dengan keras.

Semalaman In Hye hanya meringkuk di kamarnya sambil terus menangis. Ia tidak menyangka jika kemarahan Yunho akan sampai seperti itu hanya untuk mengetahui kebenarannya. In Hye menghapus air matanya dan melirik jam, sudah malam. Ia pun bangun dan mencari ponselnya, In Hye mengirimkan pesan pada Yunho untuk mengingatkan suaminya itu agar tidak telat makan.

Mungkin jika orang mengetahui keadaan rumah tangganya akan mengatakan jika In Hye gila. Ia pun sempat berpikir seperti itu tapi ia tidak bisa mengabaikan hatinya yang menyukai Yunho. Memang ia sakit dan sedih dengan perlakuan kasar Yunho tapi pria itu tidak mengetahui hal yang sebenarnya. In Hye sangat yakin jika Yunho tahu, pria itu akan bersikap lembut padanya. Ia hanya perlu bersabar dan menunggu saat yang tepat.

***

Sudah empat hari Yunho di Singapura dan hari ini ia sudah selesai dengan urusannya.  Lebih cepat dari yang ia perkirakan semula. Yunho duduk santai di restoran hotel tempatnya menginap. Ia memutuskan untuk pulang besok, ia ingin bersantai terlebih dahulu. Yunho tersenyum melihat pemandangan indah diluar jendela hotel.

Yunho mengambil ponselnya dan membaca pesan yang dikirim dari In Hye. Wanita itu masih tetap memperhatikannya seperti biasa walaupun Yunho sudah kasar. In Hye masih saja mengingatkannya untuk makan tepat waktu dan harus memilih makanan yang baik agar lambungnya tidak sakit. Ia menaruh ponselnya dan menghela nafas panjang.

Pandangannya menatap keluar jendela restoran sambil memikirkan In Hye. Wanita yang kini menjadi istrinya. Yunho masih bingung kenapa karakter In Hye sangat berbeda dari In Hye yang dulu ia kenal. In Hye yang sekarang seperti orang yang berbeda. Ia merasa ada sesuatu yang janggal yang ia tidak ketahui.

Yunho masih curiga dengan sikap In Hye yang tidak mau mengatakan apa-apa waktu itu. Jelas sekali In Hye menutupi sesuatu darinya. Yunho mengepalkan tangannya saat mengingat hal itu. Ia beranjak dari restoran itu dan pergi jalan-jalan keluar.

Saat kembali ke Korea, Yunho membawa beberapa barang yang ia beli di Singapura. Saat memasuki rumah ia kaget dengan ruang tengah yang sudah penuh dengan makanan dan sedikit di hias sederhana. Tak lama In Hye keluar dari kamar dan tersenyum saat melihatnya. Wanita itu menghampirinya dan membawa kue.

“Selamat ulang tahun. Make a wish dan tiup lilinnya.” Ucap In Hye dengan senyum yang mengembang di wajahnya. Yunho sedikit tersentuh dengan apa yang di lakukan In Hye untuknya. Yunho pun menutup matanya, berdoa. Lalu meniup lilinnya.

In Hye memberikan pisau untuk memotong kue pada Yunho. Mau tak mau Yunho mengambilnya dan memotong kuenya. Ia memberikan potongan kue pertama pada In Hye sebagai rasa terima kasihnya pada In Hye karena sudah menyiapkan ini semua hanya untuknya.

Yunho berjalan mendekati meja dan melihat makanan serta kue yang ia sukai. Ia mengambil beberapa dan langsung memakannya. Tak lama ia pergi ke kamar dan membersihkan dirinya. Seperti biasa saat ia keluar kamar pakaian ganti untuknya sudah di siapkan In Hye. Tidak berubah, itulah yang Yunho rasakan. Ia awalnya berpikir jika sikap In Hye akan berubah karena ia sudah sangat kasar pada In Hye sebelum ia pergi ke singapura.

Keluar kamar ia melihat In Hye tengah membersihkan makanan diatas meja. Yunho pun menghampirinya dan menghentikan wanita itu.

“Taruh lagi.” Ucap Yunho singkat. Ia pun duduk dan mulai menyantapnya.

In Hye menemaninya dan duduk agak jauh. Wanita itu tetap diam dan begitu pun dengan Yunho. Yunho asik dengan makanan di depannya tanpa mempedulikan In Hye yang tengah memegang kado yang ingin diberikan untuknya. Saat selesai makan Yunho melirik kado yang ada di tangan In Hye. Wanita itu pun langsung memberikan kado itu padanya.

Kado itu langsung Yunho buka dan melihat jam tangan yang sangat langka, yang sudah lama ia inginkan tapi karena edisi terbatas ia tidak bisa mendapatkannya. Wajah senangnya tak bisa ia tutupi, ia menatap In Hye heran karena wanita itu bisa mendapatkannya. Wanita itu hanya tersenyum senang melihat reaksinya.

“Bagaimana bisa?” Tanya Yunho.

“Aku sudah memesannya jauh sebelum edisi itu beredar. Aku khusus memesannya untuk ulang tahunmu. Kuharap kau menyukainya.” In Hye tersenyum bahagia karena Yunho menyukai hadiah darinya.

“Apakah kau akan langsung beristirahat?” Tanya In Hye. Yunho menjawabnya dengan gelengan kepala.

In Hye mendekati Yunho dan memijat suaminya itu dengan telaten dan hati-hati. In Hye juga merendam kaki Yunho dengan air hangat dan sesekali memijatnya. Ia melakukan itu agar rasa lelah yang dirasakan Yunho sedikit menghilang. Ia bertambah senang karena melihat Yunho sepertinya menikmati apa yang ia lakukan.

Selesai dengan apa yang dilakukannya, In Hye melihat Yunho tertidur tapi langsung bangun saat merasa pijatannya selesai. Yunho berdiri dan mengucapkan terima kasih padanya. In Hye senang karena bisa melewati hari kedatangan Yunho dengan tenang. Ia takut jika Yunho mulai marah-marah dan kasar lagi padanya.

Paginya In Hye melakukan kegiatan seperti biasa. Menjadi gugup saat melihat Yunho memasuki ruang kerja. Ia menaruh satu lagi hadiah untuk Yunho yang ia taruh di atas meja kerja Yunho. Ia takut dengan reaksi Yunho.

Sementara itu Yunho terdiam di depan meja kerja saat melihat kotak yang cukup besar ada di depannya. Ia membukanya dan melihat ada pakaian dan buku serta kartu ucapan kecil. Ia membaca kartu kecil itu lalu buku yang ada dibagian paling bawah kotak itu. Yunho duduk dan membaca semuanya. Perasaannya campur aduk saat membacanya.

Yunho keluar dan pergi kerja. Ia mengambil kotak makanan yang disiapkan In Hye lalu menepuk pipi In Hye pelan. Ia masih berusaha bersikap biasa. Dilihatnya In Hye yang melihatnya dengan wajah takut.

“Kau marah? Maafkan aku.” Ucap In Hye sambil menunduk dengan rasa bersalah.

“Aku tidak mau membahasnya sekarang. Aku pergi dulu.” In Hye hanya bisa mengangguk.

“Hati-hati dijalan.”

Setelah Yunho pergi In Hye menyesal memberikan hadiah itu pada Yunho. Ia merasa jika suaminya itu sangat marah tapi ditahannya.

Perasaannya terbukti saat Yunho pulang. Saat suaminya pulang, pria itu hanya diam dan tidur tanpa makan malam terlebih dahulu. Yunho menjadi lebih dingin dari sebelumnya dan In Hye merasa kalau itu karena hadiah darinya.

Paginya saat In Hye bangun ia merasa tidak bisa bergerak bebas. Saat membuka mata tangan dan kakinya sudah terikat. Dilihatnya Yunho hanya tersenyum sinis padanya. In Hye langsung sadar jika ini adalah akibat dari hadiah yang ia berikan pada Yunho kemarin.

Tak lama Yunho mulai menyiksanya, pria itu naik ke atas tubuhnya dan mulai menyiksanya dengan tamparan keras dipipinya beberapa kali. Siksaan Yunho turun kebawah dan meremas keras payudaranya hingga ia berteriak kesakitan. Selama beberapa jam Yunho menyiksa In Hye dan ia berusaha menahannya.  Tapi In Hye tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya hingga saat Yunho membuka ikatannya dan menyuruhnya berdiri, ia langsung ambruk tak sadarkan diri.

TBC

8 thoughts on “Fated To Love You Part 1

  1. kuurauna hoseki berkata:

    sumpah ga ngerti ..sebenernya in hye itu tuh ada 2 orang atau gmana?kadonya emang apa?bingung…..
    di tunggu lanjutannya..pleas jangan lama

  2. Shin berkata:

    eoniiii…… maaf baru bisa komen yang ini abis tya nya baru baca heheheheee😀 masih bingung sama ceritanya jadi menunggu di next part nya ajja ya eonn

  3. Masih bingung itu in hye apa bukan? Huaaa, thorr. Kasian in hye d ikat2 gtuuuuu. Yunhonya kejam nian authornim, huhuhuu. Atau jgn2 yunho nya yg berhalusinasi? Hadooh,
    Semangat terus deh thor hhehee

  4. jinheeya berkata:

    Halo… aku reader baru🙂 Sumpah sadis banget Yunho, agak sedih sih Yunho jadi begitu tapi ya sudah lah. Penasaran sama cerita selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s