My Girlfriend is a Vampire Chap 2


photoshake_1399968861568Tittle : My Girlfriend is a Vampire
Genre : AU, OOC, Sraight/ Drama, Romance, Mystery, Spiritual, Horor (maybe).
Rating : NC/17
Lenght : 1 of ??.
Main Cast : Jung Yunho,Yoon Chae Rim, Kim Jaejoong, Song Ha Neul;
Other Cast : Park Yoochun, Kim Junsu, Shim Changmin, Han Seo Hwa, Seo Ji Na, Yoo Shin Hye, and others.
Author : Satsukisorayuki
Disclaimer : The fanfic is mine, terinspirasi dari manga ‘My Boyfriend is a Vampire’, ‘Vampire Knight’, and ‘Twilight Saga’.
.
Don’t like? Don’t Read!
.
.
A/n : Hello, apa kabar semuanya? Yang nunggu kelanjutan ff ini, sesuai dengan yang saya janjikan, jika yang memberi komentar minimal 5 orang,maka chapter selanjutnya akan segera di posting. Nah inilah chapter 2-nya. Happy reading! ^^

.
Chapter 2 : Princess Pureblood
.
“I hope this happiness will never lost. Yunho oppa, I will protect you too.” —Yoon Chae Rim—
.
.

=> Yunho’s POV <=

Aku benar-benar tidak mengerti dengan kejadian kemarin. Pada kenyataannya aku tidak bermimpi. Saat itu aku memang sedang bermain basket dan tiba-tiba saja seorang gadis gila menyerangku. Dia hanyalah seorang gadis tetapi bagaimana bisa aku kalah darinya. Logikanya laki-laki jauh lebih kuat daripada perempuan tapi gadis itu… dia bisa mengalahkanku dengan mudah. Apa itu masuk akal? Ini benar-benar tidak realistis, bagaimana bisa wanita yang ditakdirkan untuk dilindungi oleh pria karena mereka lemah memiliki kekuatan sebesar itu, bahkan ia memiliki kecepatan yang luar biasa… sebagai seorang pria aku merasa harga diriku terluka. Aku yang seharusnya menjadi pelindung kaum wanita malah seperti seorang pecundang dihadapannya. Namun yang paling membuatku heran adalah pernyataan orang yang bernama Shim Changmin. Dia bilang gadis itu adalah seorang vampire. Apakah makhluk seperti itu benar-benar ada di dunia ini? Ataukah orang itu hanya mengada-ngada saja. Yah, siapa tahu anak itu hanya penggila novel horror-mystery dan perkataannya itu hanya sekedar imajinasi belaka. Ya, aku yakin pasti begitu, tapi apa maksudnya dengan, dia adalah seorang pemburu vampire?

“Hahaha, lucu sekali. Masih ada saja orang seperti dia…”

“Jung Yunho, apa kau sudah gila? Kenapa kau tertawa dan berbicara sendiri pada saat jam pelajaran, hah?”

“Hahaha, sepertinya dia memang sudah gila, seonsaeng-nim.

“Benar, hukum saja anak baru itu seonsaeng-nim.

“Huh, nampaknya dia sama sekali tidak memperhatikan materi yang seonsaeng-nim ajarkan!”

Astaga, aku lupa kalau saat ini aku sedang berada di kelas, ditengah-tengah pelajaran pula. Aku jadi malu karena seonsaeng-nim sampai menegurku dan teman-teman sekelasku memperhatikanku, bahkan banyak diantara mereka yang menertawakanku dan mencemo’ohku. Oh My God bagaimana anggapan Chae Rim soal ini.

“Mianhamnida seonsaeng-nim…” kataku sembari membungkuk hormat pada seonsaeng-nim.

“Jung Yunho, kerjakan semua soal-soal di papan tulis! Dan jika kau tidak bisa menjawabnya dengan benar, segera keluar dari kelas dan berdirilah di tengah-tengah lapangan sampai jam istirahat selesai! Mengerti?”

“Ne, seonsaeng-nim.”

Aku pun lekas maju ke depan sebelum aku mengerjakan soal itu. Aku penasaran dengan tanggapan Chae Rim tentangku. Aku pun memperhatikan gadis yang kusukai itu tapi ternyata dia sama sekali tidak peduli. Yoon Chae Rim hanya fokus pada buku pelajaran yang sedang dibacanya.

“Tunggu apa lagi? Cepat kerjakan!”

“Ne, seonsaeng-nim.” kataku yang lekas melaksanakan perintah seonsaeng-nim. Syukurlah tadi malam aku sudah belajar dan mempelajari materi kali ini, jadi aku bisa mengerjakan soal-soal tersebut. Aku yakin jawabanku pasti benar.

“Baiklah,kau boleh kembali duduk, Jung Yunho!”

“Kamsahamnida, seonsaeng-nim.”

Ya Tuhan, apa aku tidak salah lihat, sekarang Yoon Chae Rim mengalihkan pandangannya padaku dan dia tersenyum. Hatiku senang sekali karena akhirnya dia memperhatikanku. OMG sepertinya aku benar-benar jatuh cinta padanya. Mungkinkah dia bisa mencintaiku juga?

>>>>.<<<<
.
.

=> Author POV

“Changmin, kita ke kantin, yuk!” ajak Junsu saat bel pertanda jam istirahat berbunyi.

Mian. Kau duluan saja, ada yang ingin aku diskusikan dengan juniorku.” kata Changmin sembari mengangguk pada seorang gadis yang saat ini tengah berdiri di mulut pintu.

Junsu memperhatikan gadis itu. Sama seperti halnya changmin, penampilan gadis itu juga sangat rapi dengan kaca mata besar bertengger di wajahnya. Mereka berdua sepertinya benar-benar kutu buku dan keduanya adalah salah satu anggota komite kedisiplinan sekolah. Junsu yakin dibalik penampilan gadis itu, sebenarnya dia gadis yang cantik.

“Baiklah, aku akan ke kantin duluan.” kata Junsu.

Changmin mengangguk, lalu menghampiri gadis itu. Changmin mengikuti gadis itu sampai ke atap sekolah. Setelah gadis itu memastikan tidak ada seorang pun disekitar mereka, ia pun memulai percakapan.

Oppa, Song Ha Ni, kau yang menembaknya, kan?”

“Ya, memangnya kenapa puteri pimpinan asosiasi pemburu vampire? Apakah ayahmu akan memberiku penghargaan dan hadiah?”

“Dia masih hidup…”

Mwo? Kau yakin? Aku menembak wanita itu tepat di jantungnya, bagaimana mungkin dia masih hidup?”

“Dia menghisap darah vampire keturunan murni. Hampir saja Seo Jin Gu terbunuh karena kehabisan darah kalau aku tidak segera menyelamatkannya.”

“Seo Jin Gu? Maksudmu kakaknya Seo Ji Na?”

“Ye, untungnya Seo Jin Gu adalah vampire kelas dua, kalau dia hanya seorang vampire biasa, dia pasti akan menjadi budak Song Ha Ni. Song Ha Ni, dia benar-benar berbahaya.”

“Dia menghisap darah vampire kelas atas, tidak heran kalau dia selamat… tapi kenapa kau menyelamatkan bangsa vampire? Tugas kita hanya untuk melindungi kaum kita, kaum manusia dari vampire-vampire itu, dan kau malah menyelamatkan salah satu dari mereka, apa kau sudah gila?”

Oppa, kita adalah penengah antara bangsa vampire dan bangsa manusia. Selama mereka mematuhi perjanjian dengan komunitas kita, kita tidak perlu membunuh mereka, bukankah begitu?”

“…tapi Han Seo Hwa—“

“Aku tahu kau membenci mereka karena dulu salah satu dari mereka telah membunuh keluargamu, tapi bukankah kau juga menyukai Yoon Chae Rim? Clan Yoon sudah berjanji akan memerintahkan semua vampire di bawah mereka untuk tidak menghisap darah manusia lagi. Semua itu mereka lakukan agar tidak terjadi peperangan antara kaum mereka dan pemburu vampire…”

“…”

“Seperti halnya mendiang ayahmu, Yoon Sang Ho menyukai kedamaian. Dia tidak ingin peperangan terjadi karena dia tahu kalau kaum manusialah yang pasti akan menjadi korban. Itulah sebabnya, meskipun kau sangat membenci bangsa vampire, kau tidak bisa membenci clan Yoon dan heiress mereka—Yoon Chae Rim— Meskipun kau ingin balas dendam, kau tetap selalu mematuhi instruksi ayahku untuk tidak melukai para vampire yang tidak menyerang manusia… bukankah begitu?”

“Lalu apa alasanmu menyelamatkan Seo Jin Gu? Apa kau menyukainya?”

“Aku menyelamatkannya karena Seo Jin Gu adalah salah satu vampire yang mematuhi perjanjian yang telah kita buat dan kita sepakati. Kau tahu betul siapa yang aku sukai…”

Arraseo. Rupanya kau benar-benar jatuh cinta pada Park Yoochun. Seo Hwa-ya, bukankah manusia dilarang keras untuk menjalin hubungan dengan bangsa vampire? Kita dan mereka berbeda dunia. Apalagi sebagai seorang pemburu vampire, kita memiliki resiko yang lebih besar dari manusia biasa…”

“Aku tahu tapi mau bagaimana lagi, ini soal perasaan oppa? Bukankah kau juga menyukai Yoon Chae Rim?”

“Wajar kan kalau aku menyukainya. Aku ini laki-laki normal. Laki-laki mana yang tidak menyukai gadis secantik dan se’sexy Yoon Chae Rim? Tapi aku tahu pasti kalau itu bukan cinta. Aku hanya menyukainya, tidak lebih dari itu!”

“Saat ini kau mungkin hanya sekedar menyukainya, tapi siapa yang tahu apa yang akan terjadi nanti?” kata Han Seo Hwa pula.

“Ya, mungkin kau benar.”

Oppa kita harus melakukan sesuatu, Song Ha Ni, setelah dia meminum darah vampire kelas dua kekuatannya pasti semakin meningkat bahkan sekarang dia mengincar princess pureblood untuk mendapatkan kekuatan yang jauh lebih besar.”

Princess Pureblood? Maksudmu Yoon Chae Rim? Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau pureblood menyimpan kekuatan yang istemewa?”

“Aku juga tidak tahu, oppa. Jika Song Ha Ni meminum darah Yoon Chae Rim, maka habislah sudah. Kita tidak mungkin bisa mengalahkannya bahkan jika kita meminta bantuan para pemburu vampire dari seluruh dunia.”

“Yoon Chae Rim memiliki para guardian yang hebat, selain itu dia juga memiliki kekuatan yang luar biasa, Song Ha Ni tidak mungkin bisa mendapatkan darahnya dengan mudah.”

“Meskipun begitu kita harus tetap waspada, oppa.

“Ya, tentu saja.”

>>>>.<<<<
.
.

“Shirayuuki…”

Ha’i, Hime-sama (ya, tuan puteri)?” kata seorang gadis yang tiba-tiba saja muncul dihadapan Chae Rim dan langsung berlutut kepadanya setelah keluar dari tempat persembunyiannya.

“Kudengar Song Ha Ni mengincarku, apa itu benar?”

“Ya, tetapi anda tahu dari mana Hime-sama?

“Jin Gu oppa yang memberitahuku. Ji Na sepertinya sangat marah pada wanita itu. Wanita itu adalah kakaknya Ha Neul, aku ingin kau menyuruh seseorang untuk memata-matai clan Song untuk memastikan kalau mereka tidak akan mengkhianati keluargaku sama seperti Song Ha Ni.”

“Siap, laksanakan! Saya akan segera memerintahkan Sara untuk memata-matai mereka!” tegas Shirayuki yang langsung menghilang dari hadapan Chae Rim.

Kedua mata Chae Rim berkilat hijau. Tampak kemarahan dari sorot matanya. Ia benar-benar tidak akan pernah membiarkan sipapun menghancurkan keluarganya. Saat itu juga kaca jendela balkon kamarnya pecah berkeping-keping dan sepotong pecahan kaca itu mengenai kulit wajahnya.

“Hah? Bau darah? Lagi-lagi bau darah Chae Rim… apa yang terjadi?” kata Yoochun yang langsung melesat ke dorm Chae Rim. Ji Na dan vampire lainnya pun langsung tersentak setelah mencium bau darah tersebut.

“Chae Rim-ah, apa yang terjadi?” tanya Yoochun terlihat cemas.

“Ah, bukan apa-apa. Hari ini aku sangat kesal, gara-gara itu aku tidak bisa mengontrol kekuatanku dan berakhir melukai pipiku sendiri.” jawab Chae Rim yang kemudian menghapus noda darah itu dengan jarinya dan menjilatnya.

“Kau benar-benar membuatku panik. Lalu apa yang terjadi kemarin? Kemarin kami juga mencium bau darahmu, tapi karena saat itu kami sedang berada di tengah-tengah jam pelajaran, kami terpaksa tidak melakukan apapun agar rahasia kita tidak terbongkar.”

“Itu… aku hanya memberikan darahku pada Joong-ie.

“Kau membiarkannya meminum darahmu?”

“Ya, memangnya kenapa oppa?

“Tidak seharusnya kau memberikan darahmu yang sangat berharga itu pada vampire kelas rendahan seperti dia!”

“Jaga bicaramu oppa, Joong-ie bukan vampire kelas rendahan, dia adalah adikku!”

“Kenapa kau begitu peduli padanya? Apakah karena dulu dia adalah seorang manusia? Kau menyukai manusia, bukankah begitu?”

Chae Rim tersenyum kecil. Dia mendekati Yoochun dan langung membelai pipinya.

“Wae? Apa kau cemburu, oppa?

“Se-sedikit… walau bagaimapun dulu kau kan pernah menjadi pacarku.”

“Memang tapi itu kan 45 tahun yang lalu. Sebenarnya karena kita berdua pacaran selama puluhan tahun, aku jadi bosan, makanya belakang ini aku lebih tertarik pada manusia.”

“Kau akan mengalami kesedihan yang berkepanjangan kalau jatuh cinta kepada manusia sebab tanpa kau sadari mereka akan bertambah tua dan mati. Apa kau yakin, kau bisa menghadapi semua itu? Aku sangat mengenalmu, Chae Rim-ah. Kau memiliki hati yang lembut.”

“Kau ini tidak pernah berubah, oppa. Selalu gombal seperti biasanya.”

“Tidak. Aku benar-benar serius, Chae Rim-ah. Kau adalah gadis yang pernah aku cintai.”

“Gomawo.”

“Ngomong-ngomong, aku ingin memperingatkanmu untuk berhati-hati pada Jung Woo hyung!

“Kenapa aku harus berhati-hati padanya, bukankah dia itu kakak sepupumu?”

“Aku curiga dia memiliki hubungan dengan Song Ha Ni. Yuuki, kau ada disekitar sini kan? Sebagai guardian Chae Rim kau tidak boleh lengah. Bukan hanya clan Song yang berpotensi untuk mengkhianati Your Majesty, tapi clan-ku juga dan aku akan sangat menyesal jika Jung Woo hyung benar-benar terlibat dalam hal ini.”

“Sulit dipercaya, bukan hanya keluarga Ha Neul tapi keluargamu juga, oppa. Untuk yang kesekian kalinya aku benar-benar benci menjadi puteri dari ayahku.” kata Chae Rim nampak sedih.

“Mianhae, Chae Rim-ah…” kata Yoochun yang kemudian memeluk Chae Rim untuk menenangkan hatinya. Air mata terjatuh dari pelupuk mata Chae Rim.

“Shirayuuki, suruh Kyouya untuk memata-matai Jung Woo hyung!

Wakarimashita, Hime-sama (Aku mengerti, tuan puteri).” Jawab Shirayuuki yang ternyata sudah kembali dan tengah berada di atas pohon terdekat.

“Ngomong-ngomong, Yuuki dari dulu aku penasaran, kau bisa mengerti bahasa kami tetapi kenapa setiap kali kau bicara, kau selalu berbicara Bahasa Jepang?”

“Itu karena saya harus menghargai bahasa Negara saya sendiri, bocchan (tuan muda).”

Hm, arraseo. Terimakasih karena kau selalu berada didekat Chae Rim untuk melindunginya.”

“Itu sudah menjadi kewajiban saya sebagai guardian Hime-sama.”

“Baiklah, karena aku sudah memastikan kalau kau baik-baik saja, aku akan kembali ke kamarku. Sampai jumpa besok, Chae Rim-ah.” Kata Yoochun sambil tersenyum dan sedetik kemudian dia sudah menghilang dari sana.
.
.

“JJ oppa, sudah waktunya bangun!” suara merdu terdengar dari samping lutut Jaejoong. Ada tekanan yang berasal dari tangan mungil di kakinya.

Mata Jaejoong terbuka, ia menangkap sosok seorang gadis kecil yang terkikik, dengan mata besar berwarna hijau zamrud, dibingkai oleh ikal berwarna pirang. Dandelion. Dia adalah adik sepupunya Chae Rim.

“Dand…”

“Kau tertidur seperti manusia untuk waktu yang sangat lama, oppa!

Mata Jaejoong yang tadi hanya setengah terbuka, kini terbuka semakin lebar. “Dand, kenapa kau bisa ada disini?” tanyanya.

“Mmm, Dand bosan di rumah terus makanya Dand langsung kesini tanpa sepengetahuan Papa. JJ oppa, ayo kita main!” kata gadis kecil itu pula. Ia melingkarkan lengan kecilnya diseputar leher Jaejoong, lututnya menekan perut Jaejoong. Gadis kecil itu tersenyum lebar memperlihatkan gigi-gigi dan kedua taring kecilnya yang putih.

“Dand, sebentar lagi aku harus masuk sekolah. Aku tidak bisa bermain denganmu!”

Bibir bawah Dandelion bergetar, dan ia langsung cemberut. Dandelion berlari keluar kamar, terisak dengan air mata berlinang. Merasa tidak tega, Jaejoong pun langsung berlari menyusulnya.

“Dand, maafkan oppa. Baiklah, aku akan menemanimu jalan-jalan!” teriak Jaejoong.

Langkah Dandelion terhenti. Gadis kecil itu pun langsung berbalik, kemudian meloncak ke dalam pelukkan Jaejoong. Gadis itu berhenti menangis dan kembali tersenyum. Jaejoong pun mencium pipi chubby gadis kecil itu.

“…tapi oppa mau mandi dan ganti baju dulu, tunggu sebentar ya?!”

Dand mengangguk. Mereka pun kembali ke kamar. Jaejoong menurunkan Dand dari gendongannya dan lekas mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi. Sambil menunggu, Dand menyiapkan dua buah gelas untuk wine dan mengisinya dengan air mineral dari dalam kulkas mini di dekat sofa. Lalu memasukkan dua tablet pil pada masing-masing gelas. Air mineral itu pun berubah menjadi merah sewarna darah. Dand terkikik geli, ia tak menyangka pil darah bisa larut dalam air seperti vitamin C. Dand pun meminum air itu perlahan-lahan.

“Meskipun Dand suka rasanya tetap saja darah alami jauh lebih enak. Yah, lumayanlah untuk memuaskan rasa laparku.” kata Dand pula.

“Dand, oppa sudah siap, ayo kita berangkat!”

Dand tersenyum lalu menyodorkan gelas yang masih penuh pada Jaejoong, “Sebelum pergi oppa juga harus sarapan dulu,” katanya.

“Pil darah ya? Sayang sekali, Dand, tubuhku menolak pil itu. Sebanyak apapun aku meminumnya, rasa hausku sukar sekali untuk menghilang…kurasa itu karena aku vampire baru.”

“Begitu ya, kalau begitu ini untukmu oppa!” kata Dand sambil mengeluarkan satu kantong darah type O dari dalam ranselnya pada Jaejoong.

Jaejoong tersenyum, “Tidak usah, bukankah itu untuk makan siangmu?”

“Tidak apa-apa, ini untuk oppa saja. Dand sudah cukup puas dengan pil darah. Rasanya tidak buruk walaupun cairannya kurang kental.” kata Dand polos.

Jaejoong tertawa melihat tingkah polos vampire kecil itu. Ia pun menerima sekantong darah tersebut, “Gomawo…” katanya.

Jaejoong mengambil gelas kosong dari atas meja lalu menuangkan labu darah tersebut ke dalamnya, sebelum akhirnya meminumnya.

Dand menghabiskan minumannya dan minuman yang ia buatkan untuk Jaejoong tadi, “Aah, kenyang sekali…” katanya.

Jaejoong mengajak Dand untuk segera melesat pergi dengan skill vampire mereka, tetapi Dand malah meminta untuk pergi lewat pintu gerbang sekolah saja, karena tidak ingin Dand menangis, Jaejoong terpaksa menuruti keinginannya. Ia pun menggandeng Dand lalu segera keluar dari dorm. Begitu tiba di halaman sekolah, mereka berdua berpapasan dengan seorang guru.

“Yoon Jaejoong, kau mau pergi kemana? Dan kenapa kau membawa anak kecil ke sekolah?”

“I-itu seonsaeng-nim, aku mau—“

“Aku mau mengantar JJ oppa untuk check up ke rumah sakit,” potong Dand.

“Eh? Dand…”

“Mama sudah menunggu kami di luar gerbang sekolah.” lanjut Dand.

“Oh, begitu rupanya. Baiklah aku akan memberimu izin untuk pergi. Hati-hati di jalan, ya?!”

“Ne, kamsahamnida, seonsaeng-nim.” kata Jaejoong sambil membungkuk.

“Kajja oppa!” ujar Dand sambil menarik tangan Jaejoong.

“Haksaeng, kau mau pergi ke mana disaat bel masuk akan segera berbunyi?” tanya seorang satpam, menahan mereka di depan pintu gerbang sekolah.

“Aku dan Mama mau mengantar oppa check up ke rumah sakit, tahu! Cepat buka pintunya, ibuku sudah menunggu kami dari tadi!” tegas Dand pula.

“Benarkah? Kau benar-benar tidak pergi untuk membolos, kan, haksaeng?

Seorang wanita cantik keluar dari mobil mewah miliknya, lalu menghampiri puteri kecilnya yang masih tertahan di depan pintu gerbang.

“Pak Satpam, tolong buka gerbangnya! Hari ini memang jadwal puteraku untuk check up…” kata wanita itu.

“Benar kan yang aku katakan, kami tidak berbohong!” tegas Dand.

“Maafkan saya nyonya, saya hanya menjalankan tugas!” kata satpam tersebut yang kemudian membukakan pintu gerbang.

Setelah pintu gerbang tersebut dibuka, wanita cantik itu pun berterimakasih pada satpam tersebut kemudian menggendong puteri kecilnya. Setibanya di mobil, Jaejoong langsung cemberut.

“Daisy-ssi, Dand, kalian berdua ini apa-apaan? Mereka jadi menganggapku sakit padahal aku sangat sehat. Kalian sama saja dengan Chae Rim-nuna!” protes Jaejoong.

“Sudahlah oppa yang penting kita bisa pergi jalan-jalan!” kata Dan pula.

Jaejoong menghela napas berat. Keluarga vampire benar-benar merepotkan. Mereka suka seenaknya sendiri.

“Dand, ini semua karenamu, kenapa kau mengajakku pergi melalui gerbang sekolah disaat sebelumnya kau masuk ke dorm-ku dengan skill vampiremu? Kenapa kita tidak pergi dengan cara yang sama saja?”

“Itu karena jika kau pergi dengan cara begitu, guru-gurumu akan menganggapmu membolos.” jawab Daisy.

Daisy adalah adik kandung dari ayahnya Chae Rim. Seorang vampire keturunan murni yang berasal dari London-Inggris. Namun meskipun Daisy dan puterinya—Dandelion— merupakan salah satu anggota clan Yoon, keduanya tidak mewarisi pureblood, sebab pureblood hanya terlahir setiap 500 tahun sekali, dan sejauh ini hanya Yoon Sang Ho dan Chae Rim lah yang mewarisi pureblood. Jaejoong sendiri tidak menyangka kalau The King of Pureblood—ayah Chae Rim— ternyata sudah setua itu, mengingat tubuh fisiknya muda sekali.

Sambil bersandar di kursi, Jaejoong memasukkan tangannya ke dalam saku jaketnya. Dand yang duduk disebelahnya kini malah sibuk makan kentang goreng. Jaejoong bisa melihat tangan mungil itu berlumuran minyak dan mulutnya berlumuran saus tomat. Meskipun Dand adalah seorang vampire, ia terlihat seperti anak berusia 6 tahun dari golongan manusia pada umumnya.. sangat polos dan imut.

“Dand, sebenarnya kau mau jalan-jalan ke mana?” tanya Jaejoong.

“Aku mau main di Lotte World. Mama hanya akan mengantar kita sampai ke sana soalnya hari ini Mama harus menghadiri meeting keluarga, makanya aku mengajak oppa untuk menemaniku!”

Meeting keluarga? Daisy-ssi memangnya apa yang ingin kalian bicarakan?”

“Kami akan berdiskusi mengenai wanita yang sudah membuatmu menjadi seperti kami!” jawab Daisy.

“Maksudmu Song Ha Ni?” tanya Jaejoong sambil mengepalkan kedua tangannya. Setiap kali mendengar nama itu, ia selalu merasa kesal, marah, dan ingin membalas dendam, bahkan saking bencinya pada Song Ha Ni tanpa sadar Jaejoong menggigit bibirnya hingga berdarah.

Dand yang mencium bau darah lantas mengalihkan pandangannya pada Jaejoong. Dand tidak begitu mengerti, yang ia tahu sepertinya oppa-nya sedang marah.

“Kami sengaja mengadakan meeting tanpa perwakilan dari clan Song dan clan Park sebab sebagian anggota clan mereka dicurigai akan mengkhianati clan kita. Saat ini kakakku dan keponakanku Chae Rim sedang berada dalam bahaya. Song Ha Ni mengincar pureblood.

“Untuk apa? Untuk apa wanita iblis itu mengincar Nuna dan Abeoji?” tanya Jaejoong, kini kedua bola matanya sudah berkilat merah.

“Untuk memecahkan peperangan diantara kaum vampire dan para pemburu vampire. Ini tidak bisa dibiarkan. Jika kedua kubu berperang, otomatis kaum manusialah yang akan menjadi korban. Song Ha Ni dan komplotannya berencana untuk membantai semua pemburu vampire diseluruh dunia agar mereka bisa dengan bebas menghisap darah manusia untuk memuaskan dahaga mereka kapan saja mereka mau. Mereka juga haus akan kekuasaan. Menurutku mereka sudah mengincar kekuasaan kakakku sejak lama.”

“Jika itu tujuan mereka, aku yakin mereka tidak hanya akan memperdaya clan Song dan clan Park. Mereka juga pasti akan memperdaya clan lainnya, bahkan mungkin mereka juga akan memperdaya para vampire sepertiku.”

“Itu benar tapi aku bisa jamin kalau clan Seo akan selalu ada dipihak kita.”

“Tidak! Saat ini kalian tidak boleh mempercayai siapapun!”

“Ya, kami juga akan berhati-hati.”

“Aku pasti akan membunuh Song Ha Ni untuk melindungi nuna dan kalian!”

“Tidak semudah itu, Jae! Bukankah yang menggigitmu adalah Song Ha Ni? Manusia yang digigit oleh bangsa vampire akan menjadi budak mereka! Jika kau bertemu dengan Song Ha Ni, apa kau bisa menjamin, kalau kau tidak akan mematuhi perintahnya dan berbalik menyerang kami?”

“Tentu saja karena darah nuna mengalir di dalam darahku!”

“Mwo?”

Nuna bilang darahnya bisa menangkal bujukan Song Ha Ni terhadapku. Itulah sebabnya dia membiarkanku meminum darahnya. Menurut nuna, darahnya akan menjadi tameng untuk mencegah otakku tercuci oleh Song Ha Ni. Itu sebabnya aku bersumpah akan melindungi nuna walaupun aku harus mati. Aku berhutang budi pada keluarga kalian jadi aku tidak akan pernah membiarkan kalian mati!”

“Ya, aku percaya padamu tapi kau tidak boleh meremehkan Song Ha Ni! Meskipun kekuatanmu meningkat karena telah meminum darah Chae Rim… Dulu kau adalah manusia jadi kau tidak lebih kuat apalagi Song Ha Ni sudah menghisap darah Jin Gu…kecuali….”

“—kecuali apa, Daisy-ssi?

“Ya, kau mungkin bisa mengalahkan Song Ha Ni jika meminum darah kakakku!”

Mwo? Tidak! Abeoji tidak mungkin memberikan darahnya pada sembarang orang… aku bahkan bukan vampire keturunan murni. Aku adalah manusia yang dirubah menjadi vampire oleh wanita iblis itu.”

“Jika kakakku benar-benar menyayangimu sama halnya seperti Chae Rim yang menyayangimu, hal itu pasti akan menjadi mungkin!” kata Daisy sambil tersenyum.

‘Itulah masalahnya, aku tidak yakin Abeoji menyayangiku. Aku hanya diminta untuk menjadi guardian nuna!’

“Kakakku pasti sayang padamu, kok! Kuberitahu sebuah rahasia…sebenarnya kakakku dan kakak iparku meginginkan seorang anak laki-laki dan terkadang mereka juga sering membicarakanmu lho…”

“Be-benarkah?”

“Ya, kalau kau tidak percaya… kau bisa melihatnya sendiri nanti!”

Jaejoong tersenyum. Ia berharap yang dikatakan Daisy mengenai keluarga angkatnya adalah benar. Meskipun ia baru tinggal selama satu tahun bersama mereka, Jaejoong sangat menghormati dan menghargai mereka. Ia juga menyayangi mereka.

Sementara Daisy masih focus menyetir dan Dand sibuk memainkan boneka kesayangannya, Jaejoong kembali mengalihkan pandangannya pada pemandangan di luar sana. Sebelum pergi ke Lotte World, Daisy mampir dulu ke sebuah Departement Store untuk berbelanja beberapa gaun. Jaejoong nampak gelisah. Tidak! Ia tidak ingin mampir ke tempat ini! Ada seseorang yang tidak ingin ditemuinya di sini.

“Daisy-ssi, aku tunggu di mobil saja!”

“Ada apa, Jae? Kau terlihat gelisah?”

‘Bagaimana aku tidak gelisah, pemilik Departement Store ini adalah ayahku! Bagaimana kalau aku bertemu dengan Eomma atau Appa?’

‘Begitu rupanya, jadi perusahaan ini milik keluarga kandungmu?’ pikir Daisy

“JJ oppa tidak mau memani Dand?” tanya Dand sambil memiringkan kepalanya.

“Sial!” gumam Jaejoong pelan.

“Dand sayang, kita pergi berdua saja, ya? Biar JJ oppa menunggu disini!”

“Tidak mau! Dand mau pergi bersama oppa!

“Dand…”

“Dand mau JJ oppa ikut, huaa… huaaa,” kata Dand yang kemudian menangis.

‘Bagaimana ini? Eomma dan Appa tidak boleh melihatku dalam keadaan seperti ini!’

“JJ oppa pokoknya harus ikut! Ikuuutt… hikz…hiikz…”

“Daisy-ssi, aku tidak punya pilihan lain… aku akan ikut masuk tapi kumohon lakukan sesuatu agar wajahku tidak terlihat pucat. Departement Store ini adalah milik keluargaku. Aku tidak mau membuat orang tuaku khawatir jika kami kebetulan bertemu…”

“Baiklah, aku mengerti. Aku akan memoles wajahmu dengan peralatan make up-ku, tapi Jae, jangan buka jacket-mu ya! Kau harus tetap mengenakan pakaian yang tertutup karena aku tidak bisa menutupi kulit putih pucat tubuhmu!”

“Aku mengerti. Gomawo, Daisy-ssi…” kata Jaejoong. Daisy mengangguk. Dand sudah berhenti menangis. Daisy pun segera mendandani Jaejoong.

“Uwaaahh, rupanya oppa tampan sekali! Apa dulu sebelum menjadi seperti kami, kau setampan ini, oppa?” kagum Dand sambil tersenyum lebar. Jaejoong hanya membalas pujian Dand dengan senyumannya.

Rupanya hal yang dikhwatirkan Jaejoong benar-benar terjadi. Ia melihat sosok ibunya yang sedang memarahi seorang karyawannya karena tidak melayani salah seorang pelanggan dengan ramah hanya karena penampilan orang tersebut sederhana, tidak seperti orang yang memiliki banyak uang.

“Kau ini! Semua pelanggan kita adalah raja, siapapun itu! Jadi Jung Hee-ssi, kalau kau tidak ingin dipecat bersikaplah sopan pada semua orang! Jangan melihat mereka hanya dari penampilan luarnya saja, mengerti!”

“Ye, mianhamnida…” kata pelayan itu tampak menyesal seraya membungkuk hormat.

Saat Nyonya Kim hendak undur diri dari tempat tersebut, pandangan matanya dan Jaejoong bertemu. Nyonya Kim tampak terkejut setengah tak percaya. Air mata sudah membasahi wajah cantiknya.

”N-nae adeul… Joong-ie… ti-tidak mungkin!” gumam nyonya Kim.

Jaejoong sendiri tidak bisa menahan perasaannya. Dia sangat merindukan ibunya. Dand menatap keduanya bingung, lalu ia menatap ibunya yang langsung tersenyum dan menggendongnya. Jaejoong masih terpaku di tempatnya, sementara itu nyonya Kim langsung berlari dan memeluk puteranya.

Sejak awal nyonya Kim memang tidak percaya kalau Jaejoong sudah meninggal sebab mayat Jaejoong tidak pernah ditemukan. Nyonya Kim yakin kalau putera sulungnya itu masih hidup walaupun keyakinannya tidak 100%. Nyonya Kim terus terisak, Jaejoong tidak bisa menahan air matanya lagi, ia pun membalas pelukkan ibunya.

“Jaejoong-ie, benarkah ini adalah kau? Puteraku? Aku tidak sedang bermimpi, kan?”

“Ne, eomma! Ini aku…”

“Syukurlah… syukurlah kau masih hidup, nak! Eomma senang sekali! Tapi kemana saja kau selama ini? Apa kau tidak mau menemui, ibumu, ayahmu, dan adikmu lagi?”

“Mianhaeyo eomma. Aku bukanya tidak ingin bertemu dan berkumpul bersama kalian lagi… aku hanya tidak bisa….”

“Tidak bisa! Apa maksudmu dengan tidak bisa?”

“Akan saya ceritakan semuanya kepada anda, nyonya! Bisakah kita bicarakan hal ini ditempat lain? Disini terlalu menarik perhatian…” kata Daisy.

Nyonya Kim mengerti. Ia pun mengajak mereka semua ke kantornya. Setelah mereka tiba di ruangan nyonya Kim, Daisy pun langsung memperkenalkan diri.

“Nama saya Daisy Rainsworth. Nama Korea saya Yoon Da In. Ini puteri saya Dandelion—Yoon Da Ra—. Kakakku adalah pemilik salah satu perusahaan terbesar di Korea. Aku dan kakakku lahir dan tumbuh besar di London hingga akhirnya kakakku menikah dengan seorang wanita Korea dan mengganti namanya menjadi Yoon Sang Ho. Dan sekarang Yoon Sang Ho adalah ayah angkat Jaejoong.”

“Ayah angkat?”

“Ya, satu tahun yang lalu nak Jaejoong mengalami kecelakaan dan dia terluka parah. Puteri kakakku, Yoon Chae Rim adalah saksi mata dalam kecelakaan tersebut, Chae Rim jugalah yang menolong Jaejoong saat itu. Kakakku sudah lama ingin memiliki seorang anak laki-laki, itulah sebabnya beliau menjadikan Jaejoong sebagai puteranya.”

“Tidak! Bagaimana bisa dia mengadopsi seorang anak yang masih memiliki kedua orang tua? Dan kenapa kau menerimanya begitu saja, Joong-ie? Bahkan kau tidak mengabari kami sama sekali, sampai-sampai ayahmu dan Junsu menganggapmu sudah meninggal!”

“Mianhae eomma, jeongmal mianhae! Aku hanya tidak ingin membuat kalian sedih dan khawatir…”

“Apa maksudmu?”

“Saat itu aku sekarat, eomma. Aku mengalami luka yang sangat serius. Lalu keluarga Yoon… aku berhutang nyawa dan berhutang budi pada mereka, jadi aku—“ Jaejoong tidak bisa melanjutkan perkataanya, ia kembali menangis.

“Jaejoong mengalami cedera dada yang sangat parah, akibatnya ia mengalami kerusakkan organ… organ jantungnya terluka dan tidak bisa berfungsi dengan normal lagi.”

“MWO?” kaget Nyonya Kim. Ia benar-benar shock.

‘Maafkan aku eomma. Sesungguhnya aku tidak ingin membohongi kalian tapi sekarang aku bukan lagi Jaejoong yang kalian kenal. Aku adalah seorang monster berwujud manusia dan aku tidak punya pilihan. Mianhaeyo eomma…’

“…karena luka di dadanya sangat serius, kami membawanya berobat ke luar negeri. Jaejoong saat itu bahkan sempat koma selama setengah tahun. Kami baru kembali ke Korea beberapa bulan yang lalu.” cerita Daisy.

“Dan selama beberapa bulan itu, kenapa kau tidak mengabari kami. Harusnya setelah pulang dari luar negeri kau kembali kepada kami Joong-ie!

“Mianhae, aku tidak bisa eomma…”

“Wae?”

“Seperti yang Jaejoong katakan… dia hanya tidak ingin membuat kalian sedih dan khawatir. Jaejoong bilang, dia hanya akan kembali kepada kalian setelah dia sembuh total!”

“Apa maksudmu? Jadi meskipun kalian membawanya berobat ke luar negeri, sampai sekarang puteraku belum sembuh?”

“Ya, kami juga sangat menyesal. Jantungnya lemah dan hal itu juga berpengaruh pada tubuhnya.”

“Joong-ie, apa itu benar? Kau terlihat sehat di mata eomma!

“Kalau yang eomoni maksud adalah, JJ oppa terlihat segar bugar dari wajahnya, itu tidak benar… soalnya sebenarnya ia mengenakan make up Mama.” sambung Dand.

“Make up?” Nyonya Kim yang masih tidak percaya langsung mengambil sapu tangannya dan membasahinya dengan air. Setelah itu ia mengusapkan sapu tangan basah itu pada wajah Jaejoong dan nyonya Kim terlihat sangat kaget.

“Ya Tuhan, Joong-ie, wajahmu sangat pucat!” kata Nyonya Kim yang lagi-lagi menangis.

Jaejoong jadi semakin merasa bersalah tetapi ia juga tidak mungkin berkata jujur kalau sebenarnya ia sudah menjadi seorang vampire.

“Tubuhnya sangat lemah makanya kakakku selalu melarangnya pergi ke luar rumah. Dia jadi tidak bisa menemui keluarga kandungnya meskipun dia sangat ingin, tapi hari ini adalah hari ulang tahun puteriku Dand, jadi Dand ingin mengajak Jaejoong jalan-jalan. Dand ingin bersenang-senang bersama Jaejoong.”

Joong-ie, setelah eomma tahu tentang semua ini, eomma tidak bisa jauh darimu. Tinggalah bersama kami agar eomma bisa merawatmu.”

“Maaf nyonya, kakakku pasti tidak akan mengijinkannya! Anda tidak perlu khawatir kami pasti akan merawatnya dengan baik. Suamiku adalah seorang dokter… jadi tolong percayakan saja Jaejoong kepada keluarga kami.”

“Joong-ie, apa kau benar-benar akan tinggal bersama mereka?”

“Ya. Eomma tidak perlu khawatir, aku janji akan sering menghubungi kalian. Eomma juga bisa mengunjungiku kapan saja eomma mau. Sebenarnya aku sekolah di SMA Korea dan aku juga tinggal di dorm sama seperti Junsu.”

“Kau satu sekolah dengan Junsu? Jadi Junsu sudah tahu kalau kau masih hidup? Lalu kenapa Junsu tidak mengabari eomma?”

“Itu karena aku sudah bilang padanya kalau aku sendirilah yang akan menemui eomma atau appa dan menceritakan semuanya. Eomma tidak perlu memikirkanku setiap saat. Aku janji akan baik-baik saja.”

Nyonya Kim mengangguk mengerti. Ia pun memeluk Jaejoong sekali lagi.

“Kau harus sembuh, Joong-ie!

“Ne, eomma! Aku pasti akan terus berusaha dan tidak akan pernah menyerah!”

Eomma akan selalu berdo’a untuk kesembuhanmu.”

“Kamsahamnida, eomma!”

“Kalau begitu kami permisi dulu…” pamit Daisy.

“Joong-ie, kau tidak mau menginap untuk semalam saja?”

Mianhaeyo eomma. Lain kali saja…” kata Jaejoong pula. Nyonya Kim kembali mengangguk dan ia tersenyum pada Jaejoong.

“Jaga kesehatanmu ya, Joong-ie!” katanya dan Jaejoong membalas senyuman ibunya. Ia pun menggangguk. Lalu mereka bertiga pun segera pergi.

‘Mianhae eomma, kami sudah keterlaluan, membohongimu seperti ini.’ pikir Jaejoong yang tentu saja lagi-lagi bisa terbaca oleh Daisy.
>>>>.<<<<
.
.

Chae Rim duduk di salah satu bangku kantin sendirian. Hari ini Ji Na dan Yoochun tidak masuk sekolah karena mereka ada jadwal shooting. Ha Neul sibuk dengan tugasnya sebagai sekretaris OSIS. Chae Rim benar-benar merasa bosan. Saat ia tengah memainkan lemon mojito-nya dengan sedotan, seseorang menghampirinya dan duduk dihadapannya. Orang itu pun menyapa Chae Rim.

“Chae Rim-ah, kenapa kau sendirian? Dimana Song Ha Neul?”

“Dia sibuk di ruangan OSIS.” jawab Chae Rim.

“Tidak keberatan kalau aku menemanimu di sini?”

“Silakan saja, Yunho oppa, aku tidak akan mengusirmu!”

“Gomawo…” kata Yunho tersenyum senang.

“Dimana adikmu, Ji Na, dan juga Yoochun? Kenapa mereka tidak masuk sekolah?”

“Ji Na dan Yoochun oppa ada jadwal shooting… Adikku—“

‘Aku sendiri tidak tahu dia pergi ke mana?’ pikir Chae Rim.

“Adikmu?” tanya Yunho heran karena Chae Rim menggantung perkataannya.

“Dia sedang sakit…”

“Oh begitu? Kuharap adikmu cepat sembuh!”

“Ne. Gomawo oppa…” kata Chae Rim sambil tersenyum.

‘Aish! Kau pergi kemana Joong-ie? Harusnya kalau mau pergi ke suatu tempat, pamit dulu padaku!’

Yunho membalas senyuman Chae Rim. Tiba-tiba seorang pemuda Jepang menghampiri mereka dan langsung berlutut pada Chae Rim.

Hime-sama, saya ingin melapor!” ujarnya.

Yunho mengerutkan keningnya. Ia heran kenapa tiba-tiba seseorang muncul dihadapan mereka dan langsung berlutut pada Chae Rim.

‘Ada apa dengan sikapnya? Siapa laki-laki bermata tajam ini? Dia memanggil Chae Rim dengan sebutan tuan puteri… apa orang ini adalah bawahan ayahnya Chae Rim.’

“Kyo-san, kau tidak perlu bersikap seformal itu padaku!” kata Chae Rim. Pemuda itu pun mengangguk lalu kembali berdiri. Yunho yang penasaran masih mengamati pemuda yang dipanggil Kyo-san itu.

Saat itu juga pemuda itu langsung melayangkan death glare pada Yunho, “Kenapa memandangku seperti itu? Apa kau ingin kugigit sampai mati?” tanya orang itu dengan nada dingin.

“Eh? Menggigitku sampai mati? Memangnya kau binatang buas?”

“Yunho oppa, ini Kyouya Alaude, dia putera salah satu anak buah ayahku. Kyo-san, tolong bersikaplah lebih ramah pada Yunho oppa karena dia adalah temanku.”

“Wakarimashita Hime-sama! Gomennasai…(Saya mengerti tuan puteri! Saya minta maaf)”

“Jadi apa yang ingin kau sampaikan, Kyo-san?

“Park Jung Woo… dia sudah bergabung dengan Song Ha Ni. Saat saya memata-matainya diam-diam, saya melihat mereka berdua berciuman. Saya rasa mereka adalah sepasang kekasih. Anda harus berhati-hati padanya tuan putri.”

“Hmm?”

“Meskipun saya sudah menyembunyikan keberadaan saya, pada akhirnya saya ketahuan dan kami berakhir dengan pertarungan sengit. Dia sangat kuat. Saya sampai terpojok. Kalau tidak ada Haneuma yang menolong saya. Saya pasti sudah mati.”

Yunho melongo sampai mulutnya terbuka lebar. Ia yakin Kyouya Alaude adalah orang Jepang tapi kenapa barusan dia sangat lancar berbahasa Italia? Ia sama sekali tidak mengerti apa yang Kyouya bicarakan. Ia hanya bisa menangkap kalau Kyouya menyebut nama Park Jung Woo dan Song Ha Ni. Tunggu, kalau dia tidak salah ingat… bukankah wanita gila yang menyerangnya waktu itu menyebut dirinya sebagai Song Ha Ni?

“Kau adalah guardian terkuatku, Kyo-san. Aku tidak percaya kau bisa kalah darinya.”

“Terus terang saya juga kesal karena harus diselamatkan oleh Haneuma.

“Aku justru harus berterimakasih pada Dino karena sudah menolongmu.”

“Cih! Si Haneuma itu tidak layak mendapatkan penghargaan dari tuan putri.”

“Jangan bersikap seperti itu pada pelatihmu! Kalau begini aku benar-benar harus berhati-hati. Kyo-san, tolong selidiki anggota clan Park lainnya dan suruh Dino untuk melindungi adikku diam-diam. Joong-ie bukan prince pureblood jadi dia tidak sekuat aku. Meskipun aku sudah pernah memberikan darahku untuknya… tetap saja aku khawatir.”

Yunho menghela nafas panjang. Sungguh ia penasaran dengan apa yang dikatakan Chae Rim. Kalau saja Chae Rim tidak membalas perkataan Kyouya dengan bahasa Italia juga, ia pasti bisa mengerti dengan apa yang sebenarnya mereka bicarakan. Ia bukanya ingin mencampuri urusan orang lain. Ia hanya penasaran karena kedua orang ini terlihat sangat serius bahkan Chae Rim sampai menyebutkan nama adiknya. Sebenarnya apa yang terjadi?

‘Sial! Andai aku bisa Bahasa Italia juga.’

‘Mana mungkin kubiarkan kau mengetahui apa yang kami bicarakan, Yunho oppa.’

“Dimengerti!”

“Kirim kabar ke Italia juga. Suruh G kembali karena aku juga membutuhkannya!”

“Memangnya tidak cukup dengan saya dan Shirayuuki, tuan putri? Dia itu hanya herbivore lemah!”

“Ayahku bukan hanya membutuhkan langit dan matahari di sisinya. Dia juga pasti akan membutuhkan badai, petir, kabut, dan hujan. Aku sudah menyuruh Shirayuuki untuk mengabari mereka bertiga. Tugasmu mengabari sang storm guardian. Aku juga tidak hanya membutuhkan awan dan es disisiku.”

“Saya mengerti akan saya laksanakan!”

“Kalau begitu kau boleh pergi!”

“Baik!” kata Kyouya yang kemudian pergi.

“Chae Rim-ah, si Kyouya itu orang Jepang, kan? Kenapa dia fasih berbahasa Italia?”

“Itu karena dia blasteran Jepang-Italia.” jawab Chae Rim sambil tersenyum.

“Oh, pantas iris matanya berawarna navy blue. Btw, kau juga fasih sekali berbahasa Italia. Aku jadi semakin kagum padamu.”

“Ah, biasa saja.”

“Ngomong-ngomong apa yang kalian bicarakan… kelitahannya serius sekali?”

“Bukan apa-apa. Hanya masalah pekerjaan. Bagaimana pun aku adalah pewaris perusahaan ayahku jadi terkadang aku juga mempelajari bisnis dari putera-puteri anak buah ayahku.”

“Oh, begitu rupanya.”

‘Kau memang gadis yang menarik Chae Rim-ah. Kau pasti memiliki banyak teman dari seluruh dunia.’

Chae Rim tersenyum. Tentu saja ia memiliki banyak partner dari seluruh dunia. Bangsa vampire tersebar diseluruh dunia dan diatas itu semua dia adalah princess pureblood—vampire keturunan murni terkuat— tetapi meskipun keluarga mereka memiliki 8 guardian terkuat, ia juga khawatir dengan ancaman Song Ha Ni dan komplotannya, bahkan guardian terkuatnya Kyouya bisa kalah dari Jung Woo. Ia yakin Jung Woo juga seperti Ha Ni, menghisap darah vampire-vampire keturunan murni untuk memperoleh kekuatan yang jauh lebih besar.

‘Nampaknya perang besar akan segera terjadi. Kalau aku meminta para Vampire Hunter untuk membantu kami, apa mereka bersedia bekerjasama?’

“Chae Rim-ah, akhir pekan nanti mau menemaniku tidak?”

“Kemana oppa?”

‘Kemana saja yang kau suka. Aku ingin sekali berkencan denganmu, Chae Rim-ah.’

‘Apa?’

“Hmm… itu…berkencanlah denganku!”

“Eh? Kita kan tidak ada hubungan apa-apa, oppa!

“Anggap saja ini untuk memperat persahabatan kita. Bagaimana, apa kau mau?”

“Boleh juga… kebetulan aku juga ingin jalan-jalan. Setiap hari di dorm membuatku bosan.”

‘Aku tidak salah dengar, kan? Chae Rim menerima ajakanku?’

“Kenapa bengong? Aku menerima ajakanmu oppa!

‘Jadi aku tidak salah dengar? Horree!! Assiikk!’

Chae Rim tertawa kecil melihat tingkah Yunho yang menyembunyikan kesenangannya di dalam hati. Menurutnya tidak buruk juga menerima ajakkan Yunho, siapa tahu ia dan Yunho bisa lebih dekat lagi. Ia sadar dunianya dan dunia Yunho itu berbeda tetapi bukankah hidup itu harus dinikmati? Ia harap kencan pertamanya dengan Yunho bisa berjalan lancar.

Chae Rim merasa sangat beruntung. Ia dan ayahnya memiliki 8 guardian terkuat (sky guardian, sun, cloud, rain, storm, thunder, mist, and ice). Ia juga memiliki teman-teman dan bawahan yang sangat royal terhadapnya dan keluarganya. Memiliki Jaejoong dan sekarang ia juga akan segera memiliki Yunho.

‘Aku harap kebahagian ini tidak akan pernah hilang. Yunho oppa, aku juga akan selalu melindungimu.’

.
>> To Be Continued <<

.
.

Changmin: Lha, kenapa jadi ada para guardian langit dan seorang guardian bumi… emangnya Katekyou Hitman Reborn? Bahkan chara-chara KHR juga pada nongol disini (-__-)
Me: Udahlah oppa, jangan protes! Abiz waktu aku ngetik guardian princess pureblood, aku jadi inget anime itu, ya udah, aku masukin aja nama-nama chara dan unsur-unsur langit ntu!”
Junsu: Bete! Kenapa di chapter ini aku cuma muncul dikit?
Me: Hehehe, mianhae oppa.
Yunho: Horre! Aku bakalan kencan sama Chae Rim!😀
Yoochun: Idiih, heboh sendiri😛
JJ: Berisik kalian semua! Kamikurosu!
Me: Hello! Ngapain oppa niru2 trademark-nya Hibari Kyouya?
JJ: Hahaha, suka-suka oppa dong, Suki-chan! ^^
Me: Au ah, gelap! Semuanya, maaf ya, baru bisa update lagi. FF ini bakal aku lanjutin kalau yang komen minimal 5 orang. Like usual No Bashing okay, it just a fanfiction. Jangan lupa tinggalkan komentar atau kritiknya, ya?! Kamsahamnida. ^^

5 thoughts on “My Girlfriend is a Vampire Chap 2

  1. nisa6002 berkata:

    Ehm aku masih rada bingung dengan nma2 cast x.
    Btw knp bagian yunho sma cae rim x cman dikit? Bayakkin ya bagian mereka.
    Next chap thor. Jangan lma2 ya 😉

  2. nisa6002 berkata:

    Ehm aku masih rada bingung dengan nma2 cast x.
    Btw knp bagian yunho sma cae rim x cman dikit? Bayakkin ya, bagian mereka.
    Next chap thor. 😉

  3. rayakwon berkata:

    Penasaran nihhh, tpi ternyata aku lompat bacanyaa wkwkk, lanjutin dong thor. Kasian yun oppa yg jdi main cast nyaaaaa,

    Raya kwon imnidaa. New reader, thor. Kekee

  4. rayakwon berkata:

    Lanjutin komen yang tadi, thor. Wekekee,
    Ak udah nyambung si changmin d situ sapaa, yun oppa first sightnya gmnaa, kemampuan chaerimnya gmnaa, kekekee.
    Mski banyak yang pke crita vampir, tpi jrang yng cwek yg vampir, biasanya kan cowok, nah ini bedaa. Yun oppa yang innocent disini, nahhh.
    Nah, karena ini terinspirasi dri manga, ak jadi pngin baca manganya. Duuh, wkwkk.
    Bagian yun-rim nya d tambah dong, biar lebih lama ketemu yunho oppa.
    Mianheyeo, kebanyakan -,-
    Author-nim, fighting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s