Only Exception part 5


  • Title                 :Only Exception
  • Author             :Alice appril / Shiwieyoora
  • Main Cast        : Lee Yoora, Kim Jaejoong,
  • Support Cast   : Lee Donghae, Im Yoona, new cast find youre self J
  • Genre              : Marriage life, Sad Romance
  • Length             : Series, Chapter
  • Rating             : 15

*Author POV*

 

 

“Yoora~a…? bisakah kita perbaiki hubungan kita sebagi suami istri?”  seketika Yoora mematung mendengar permintaan suaminya  “Nde…?” hanya itu yang dapat ia katakan.

 

Jaejoong pun tak kalah terkejutnya dengan apa yang baru saja ia ucapkan, mengapa dia mengatakan sesuatu yang seharusnya hanya ada dalam hati dan sama sekali tak bermaksud untuk mengutarakannya. Tapi dia telah terlanjur mengatakannya dan akhirnya dia memutuskan bicara.

“Maksudku, usia pernikahan kita sudah berjalan satu setangah tahun. Dan aku berharap kita bisa menjadi pasangan suami istri yang semestinya, dan membuat pernikahan ini bertahan selamanya”  Yoora masih mentapnya dan tak sedikitpun dia berkedip,

 

“Apa Oppa mengangap bahwa pernikahan kita hanya sementara dan memiliki batas waktu kapan kita akan berpisah” Yoora mentapnya muram takut hal yang semalam ia khawatirkan akan benar terjadi. Menyadari itu Jaejoong langsung meralat ucapannya.

Aniya… maksudku, selama ini kan kau hanya menganggapku sebagai kakakmu saja, bisakah mulai sekarang kau menganggapku sebagai suamimu dan juga ayah dari Shira”

 

Yoora masih bingung dengan ucapan suaminya, entah dapat pikiran dari mana Jaejoong  mengenai hal itu. Dia tak pernah menganggap Jaejoong sebagai kakaknya justru dia selalu menganggap Jaejoong sebagai suami yang sudah seharusnya dicintainya.

“Aku tak pernah menganggapmu sebagai kakakku, kau itu suamiku dan juga ayah dari Shira, aku tak mengerti mengapa kau berpikiran seperti itu?”

Yoora berpikir sejenak lalu kemudian dia mentap Jaejoong lagi.

 

“Atau jangan-jangan selama ini kaulah yang menganggapku sebagai adikmu?” sekarang gantian Jaejoong yang tak percaya Yoora dapat berpikir begitu.

“Aku menganggapmu sebagai Dongsaeng?” tanyanya

“Kau bercanda? Saat seorang pria memutuskan untuk menikah maka dia tidak akan pernah menganggap istrinya sebagai seorang Dongsaeng, dan hal itu juga berlaku padaku” ucap Jaejoong kesal

 

“Lalu kenapa Oppa menanyakan hal yang sama denganku”  mendengar pertanyaan polos istrinya, Jaejoong jadi salah tingkah dia meneguk kopi yang sudah mulai dingin.

“Aku tak bermaksud begitu, aku hanya…” dia menggantungkan kalimatnya.

“Katakan Oppa apa yang sebenarnya kau inginkan, aku akan berusaha untuk menurutinya” Jaejoong menatap Yoora dengan ragu dia kembali membuka mulutnya.

“Aku berharap dapat selalu hidup bersamamu dan Shira sebagai istri dan anakku yang sesungguhnya” Yoora tersenyum mendengar permintaan Suaminya.

“Permintaanmu akan terkabul Oppa” ucapnya yakin.

 

Setelah mendengar itu dari istrinya, perasaan Jaejoong pun dipenuhi dengan rasa bahagia yang entah berasal dari mana. Dia segera melanjutkan sarapan yang sempat tertunda tadi. Jaejoong melirik pergelangan tangannya melihat benda putih yang melingkar disana.

OMO…!!! Aku sudah terlambat” Jaejoong bergegas mengambil tas dan kunci mobil yang ada di atas meja. Dengan cepat dia berjalan menuju kamar Shira mendekati boxnya dan mencium bidadari kecilnya yang masih terlelap dalam mimpi.

 

Yoora mengikutinya hanya sampai pintu kamar karena Jaejoong sudah kembali dan berjalan mendekatinya serta mengecup keningnya singkat. “Aku berangkat”

Yoora tertegun sesaat namun sedetik kemudian dia seolah sadar ada sesuatu yang tertinggal. “Oppa” teriaknya pada Jaejoong yang baru saja akan membuka pintu.

Wae…!!!” Yoora berjalan menghampiri suaminya dan menunjukkan barang yang sedari tadi di pegangnya.

“Kau tak menggunakan ini?” Jaejoong menepuk keningnya sendiri dan mengulurkan tangan untuk mengambil Jasnya.

Namun lagi-lagi Yoora tak memberikannya. “Berbalik dan rentangkan tanganmu” Jaejoong mengerutkan keningnya namun dia segera mengerti maksud Yoora. Dia segera melakukan apa yang diperintahkan Yoora.

Yoora pun memakaikan Jas pada Jaejoong.

“Kenapa terburu-buru kau kan pemimpinnya”

“Kalau aku sebagai pemimpin saja terlambat lalu bagaimana anak buahku?” ucapnya sambil berbalik menghadap Yoora, dia menatap Yoora sesaat dan kemudian dia mencium pipi istrinya, berbeda dengan yang tadi kali ini Jaejoong menciumnya agak lama,

“Aku pergi, baik-baiklah kau dirumah”

 

Yoora masih tak bergeming, dia sangat kaget dengan perlakuan Jaejoong padanya pagi ini bahkan dari semalam. Dia sadar kalau Jaejoong telah mencium hampir semua bagian dari wajahnya. Yoora menyentuh pipi yang baru saja dikecup Jaejoong, dia merasa pipinya panas namun entah mengapa dia justru merasa senang.

Lamunannya terhenti begitu mendengar tangisan Shira, dia bergegas menuju kamar putrinya .

“Selamat pagi sayang, kau bangun tepat saat Appa baru saja berangkat” seakan mengerti maksud ibunya Shira menghentikan tangisannya.

“Hari ini ayo kau temani Eomma belanja, kebutuhan dapur dan bulanan kita telah habis” ucap Yoora seraya menggendong putri kecilnya.

 

 

@@@

 

~Jaejoong Office~

 

Jaejoong tiba di kantornya tepat jam 8 pagi. Dia menghela napas karena tak terlambat datang. Walaupun dia seorang direktur di perusaahannya tapi dia selalu datang tepat waktu untuk memberikan contoh pada anak buahnya. Hari ini dia datang dengan hati yang sangat senang. Entah apa penyebabnya dia juga masih tak mengerti.

“Selamat pagi direktur” sapa salah satu karyawannya.

“Selamat pagi”balas Jaejoong ramah.

 

Dia berjalan menuju ruangnya dan begitu sampai di kantornya. Sekertarisnya datang menghampirinya.

“Selamat pagi direktur” sapa sekertarisnya sambil membungkuk memberi salam.

“Selamat pagi, Mina~sii, apa jadwal ku hari ini?” tanya Jaejoong sambil duduk di kursinya,

“Hari ini Tuan Choi akan hadir direktur untuk membicarakan kelanjutan kerja sama perusahaan” jawabnya sambil melihat kertas yang ia bawa.

“Baiklah, jam berapa kira-kira Tuan Choi akan datang?” sekertarisnya lagi-lagi menatap kertas ditangannya.

“Mungkin sekitar satu jam lagi direktur” setelah menyebutkan jadwal Jaejoong sekertarisnya keluar dari ruangnya.

 

Tepat seperti yang dikatakan sekertarisnya. Jaejoong kedatangan tamu yang tampak asing baginya. Karena yang datang bukan Tuan Choi melainkan Seorang pria tinggi putih dan tampan menghampirinya. Dengan sigap Jaejoong berdiri dan menyambutnya.

“Anda direktur Kim” tanyanya seraya mengulurkan.

“Aku putra Choi Joong Hwa” saat pria menyebutkan nama Tuan Choi barulah Jaejoong membalas uluran tangannya.

“Ah maaf kan aku tuan Choi…” Jaejoong mengantungkan ucapnya.

“Choi Siwon”

“Maafkan aku sebelumnya Tuan Choi Siwon karena aku tidak mengetahui anda putra tuan Choi, silahkan” Ucap Jaejoong sambil mempersilahkan tamunya duduk.

“Tidak masalah direktur Kim, aku mewakili ayahku yang sedang berada di China saat ini untuk melanjutkan kerja sama kita”

“Baiklah kalau begitu kita mulai saja pembahasaannya”

 

 

 

@@@

*Donghae POV*

 

~Apartemen Donghae~

 

Ting tong ting tong

Donghae yang sedang memakai dasi terpaksa harus menghentikan kegiatannya. Dan menuju pintu. Begitu pintu mengayun kebelakang terlihatlah sosok gadis cantik yang sudah beberapa bulan ini tak ia temui.

“Aku perlu bicara” ucapnya tanpa basa-basi. Donghae yang masih kaget dengan kehadiran gadis itu pun segera sadar dan mencoba untuk mengabaikannya,

“Maaf Yoona hari ini aku sibuk” tanpa disuruh pemiliknya Yoona masuk kedalam

“Ini mengenai Yoora dan ini lebih penting daripada pekerjaanmu”

 

Donghae yang bermaksud kembali kekamar untuk membenarkan bajunya menghentikan langkahnya seketika. “Ada apa dengannya?”

Yoona berjalan menuju sofa dan duduk disana.

“Kemarin Jaejoong membawa Yoora ke pesta acara perusahaannya, dan disana dia bertemu orangtua Choi Siwon” jelasnya tenang.

MWO!!!” teriak Donghae. Dia menghampiri Yoona dan duduk di sofa yang berhadapan dengan sofa yang diduduki Yoona.

“Orang tua Choi Siwon kau bilang?” ucapnya masih tak percaya dan Yoona pun mengangguk.

“Lalu apa yang dilakukan mereka pada Yoora?” tanyanya cemas. Yoona membenarkan posisi duduknya dan menjawab pertanyaan Donghae

“Tuan Choi tak melakukan apa-apa, karena memang dia belum pernah bertemu Yoora, tau bahwa putranya dan Yoora punya hubungan saja tidak” Donghae mendengarkannya dengan seksama. Yoona pun melanjutkan perkataannya.

“Tapi Ny Choi sempat memaki Yoora, dan membuat Yoora mengingat kejadian setahun yang lalu saat dia ingin menggugurkan kandungan Yoora”

 

Donghae berdiri, dia menggepalkan tangannya seakan menahan emosi

“Berani sekali dia memaki adikku, dia pikir dia itu siapa” serunya marah. Yoona pun ikut berdiri dengan tenang dia kembali berjalan melewati Donghae.

“Hanya itu yang ingin ku sampaikan, saranku segeralah temui dia dan pastikan kalau dia baik-baik saja, walaupun ada Jaejoong tapi aku yakin Yoora tak akan menceritakan hal ini padanya” dia melanjutkan langkahnya dan menghilang dibalik pintu.

 

Donghae miris melihat kepergiannya, sebenarnya dia sangat merindukan Yeoja itu namun hatinya gengsi untuk mengungkapkannya. Dia rindu saat-saat bersama dengan Yoona, walaupun hubungan mereka tak bisa disebut pacaran karena Donghae sama sekali tak menyatakan perasaannya. Tapi saat mereka bersama itu cukup membuat Dongahe yakin dan menganggap Yoona adalah Yeojachinggunya.

 

Flashback

 

Aku tengah duduk dicafe sambil menunggu kedatangan Klienku, aku agak kesal karena dia telah telat selama setengah jam. Aku mengetuk-ngetuk meja, tak ada lagi kegiatan yang aku lakukan semua pekerjaan yang akan aku diskusikan dengan klien telah selesai semua. Jadilah aku hanya memandang orang-orang yang lalu lalang diluar café.

 

Namun saat itu juga aku menangkap sesosok gadis yang sangat aku kenal tengah mengandeng mesra tangan seorang Namja yang berada didekatnya. Aku semakin yakin saat gadis itu menoleh dan dengan jelas memperlihatkan wajahnya. Seketika emosi ku memenuhi semua pikiranku. Aku langsung menghampirinya dan menghempaskan tangannya dari Namja itu.

 

“Apa yang sedang kau lakukan Im Yoona?”  dia kaget melihat kedatanganku.

“Oppa, sedang apa kau disini?” aku tersenyum sinis mendengar jawabannya.

“Jadi ini yang kau lakukan saat di belakangku hah?” teriak ku tepat dihadapan wajahnya. Namja yang tadi bersamanya menghampiriku dan menahanku agar tak medekati Yoona.

“Kau tak boleh kasar pada Yoonggie ku”

Aku semakin emosi begitu dia memanggil Yoona dengan panggilan yang hanya aku, Yoora dan orang tuanya saja yang mengetahuinya.

“Kau memanggilnya apa YOONGGIE? Jadi sudah sejauh itukah hubungan kalian?”

“Oppa sebenarnya apa maksudmu? Mengapa kau datang dan marah-marah begini. Memang apa salahku?” tanya Yoona polos. Aku benar-benar tak abis pikir dengan pertanyaannya,

“Kau bertanya apa salahmu? Kau jalan dengannya dan mengandeng tangannya mesra. Dan kau masih juga bertanya apa salahmu IM YOONA?”  teriakku tanpa memperdulikan tatapan orang disekelilingku.

“Kenapa kau marah-marah? Apa urusanmu aku jalan dengan siapa dan mengandeng tangan siapa, kau kan tak peduli padaku” Yoona membalas teriakkanku.

“Kau bilang aku tidak peduli padamu? Aku peduli Yoona, AKU SANGAT PEDULI”

“Kalau begitu katakan, pernahkah kau nyatakan perasaanmu? Kau selalu mengantungkan aku dengan semua ketidak jelasan ini. Jika kau tak suka melihatku jalan dengan Namja lain, maka nyatakan perasaanmu sebelum orang lain mengatakannya lebih dulu”

setelah mengatakan itu dia pergi dan tetap menggandeng tangan Namja tadi. Aku tak percaya dengan apa yang baru saja aku lihat dan ku dengar.

 

End Flashback

 

Aku menghela napas panjang saat mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu. Sejak saat itulah hubunganku dan Yoona memburuk. Kami jarang bertemu dan sama sekali tak berkomunikasi lagi. Memang setelah ku pikir akulah yang salah karena tak menyatakan perasaanku padanya dan membuatnya menunggu, sebenarnya aku ingin menjelaskannya tapi kurasa sekarang sudah tidak perlu karena dia telah punya Namjachinggu.

 

*Author POV*

 

~Jaejoong Office~

 

Setelah beberapa jam membahas pekerjaan akhirnya semua selesai dan tinggal beberpa tahap lagi hingga proyek ini bisa berjalan.

Gamsahamida untuk waktunya kali ini direktur Kim” ucap Siwon.

“Sama-sama Tuan Muda Choi, ngomong-ngomong kalau boleh tau berapa usia anda” tanya Jaejoong sambil merapikan kertas yang tadi berantakan.

“Kurasa satu tahun lebih muda dari anda”

“Benarkah? Wah kalu begitu kau harus memanggilku Hyung Tuan muda” Siwon tertawa mendengarnya.

“Jika kau mengizinkan aku memanggilmu Hyung maka kau juga harus memanggilku Siwon tak usah pakai Tuan muda, bagaimana setuju?” Jaejoong tampak ragu dengan tawaran Siwon.

“Ayolah direktur, aku dengar kau dan ayah ku sangat dekat, dari kecil aku hidup sebagai anak tunggal, pasti menyenangkan jika aku punya seorang Hyung”

“Kau yakin ingin menjadikanku Hyungmu?” Siwon mengangguk mantap. Jaejoong pun tersenyum dan menjabat tangan Siwon yang sudah terulur sejak tadi.

 

Tiba-tiba ponsel Jaejoong berbunyi dan menghentikan obrolan mereka.

Yoboseo” dan terdengar suara yang sangat Jaejoong hapal

Yoboseo Oppa, apa aku mengganggumu” Jaejoong tersenyum sebelum menjawab

Aniya… aku baru saja selesai dengan pekerjaanku sekarang aku sedang santai, ada apa”

“Aku dan Shira akan kekantormu, kami membawakan makan siang untukmu, apa kau sudah makan” mendegar ucapan istrinya lagi-lagi Jaejoong tersenyum. Hingga membuat Siwon ikut tersenyum.

“Aku belum makan, kau mau datang? Baiklah aku tunggu”

 

Jaejoong menutup layar ponselnya dengan masih tersenyum.

Yeojachinggumu?” tanya Siwon begitu Jaejoong selesai tersenyum

Aniyo, Nae Anae”   “Jeongmalyo? Jeongsohamida Nan Mollaseoyo” ucapnya sambil membungkuk meminta maaf.

“Tak perlu seperti itu, tak masalah bagiku, kau sendiri apa sudah menikah” senyuman yang sempat hadir di wajah Siwon perlahan menghilang

“Belum, aku sedang mencari cinta lamaku dan berharap menemukannya,” Jaejoong tertegun mendengar jawaban Siwon.

“Kau berpisah dari Yeojamu?” Siwon mengangguk. “Wae…?” Jaejoong tampak penasaran.

“Kami berpisah karena kesalahan dan keraguanku padanya dulu, aku benar-benar menyesal, aku ingin bertemu dengannya dan menjelaskan semua, semoga saja dia bersedia memaafkanku”

Jaejoong menepuk bahu Siwon

“Jika dia memang mencintaimu maka dia pasti akan memaafkanmu tak peduli sebesar apapun kesalahan yang kau lakukan” Siwon tersenyum, senang sekali dia mendapatkan seorang teman sekaligus kakak yang mengerti kondisinya.

“Sepertinya aku harus pergi, kau akan segera mendapatkan tamu yang istimewa kan”

“Jangan terburu-buru, kita bisa makan siang bersama?” tawar Jaejoong

Aniya, Hyung setelah ini aku masih memiliki pekerjaan, mungkin lain kali” tolak Siwon.

Dengan terpaksa Jaejoong membiarkan Siwon kembali dan menunggu kedatangan Istri serta anaknya sendirian.

 

@@@

“Permisi apa direktur ada di ruangannya?” tanya Yoora pada sekertaris suaminya.

“Ya Nyonya. Direktur sedang menunggu anda” jawabnya. Yoora pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ruangan Jaejoong. Sampai disana dia mengetuk pintu hingga ada suara yang mengijinkan dia masuk.

“Masuk”

Yoora masuk sambil menggendong Shira dan membawa bungkusan. Melihat istri dan anaknya datang Jaejoong langsung menghampiri mereka. Shira mulai bergerak-gerak dalam dekapan Yoora meminta diturunkan, Yoora pun menurunkannya dan disaat itu kaki kecilnya langsung berlari menuju Appanya.

 

“Shira~a, Appa rindu padamu” Jaejoong menangkap tubuh Shira dan menggendongnya.

“Kenapa lama sekali” tanya Jaejoong pada Yoora. Yoora mendekat dan meletakkan bungkusan yang sedari tadi ia bawa di atas meja.

“Aku kan harus memasak dulu baru bisa kesini” Yoora mengeluarkan satu persatu isi dari bungkusan itu.

Jaejoong menurunkan Shira dan mendekati istrinya sambil melihat apa yang disajikannya

“Kelihatannya enak”

“Tentu saja, bukankah semua masakanku selalu enak” Yoora memuji diri sendiri. Jaejoong pun hanya menatapnya lucu. Hingga dengan refleks dia melingkarkan tangannya di pinggang Yoora. Yoora menghentikan kegiatannya, saat menyadari Jaejoong tengah memeluknya.

 

Melihat istrinya yang menegang sontak Jaejoong tertawa.

“Hahaha… kau lucu sekali Yoora~a”  tawanya keras. Yoora mengerucutkan bibirnya kerena suaminya telah membuatnya malu.

“Ya… tertawalah sesukamu” ucapnya kesal sambil menghampiri Shira yang sedang berjalan-jalan memutari ruangan Jaejoong. Melihat istrinya menjauh Jaejoong segera menahannya.

Mianhe Yoora~a aku tak bermaksud begitu” Jaejoong menatap Yoora dengan tatapan menyesal. Yoora pun tersenyum

“Baik sekarang sudah waktunya kau makan” Yoora menarik Jaejoong untuk duduk disofa Yoora menyiapkan makanan yang tadi sudah ia keluarkan. Jaejoong menatap Yoora sambil tersenyum.

“Kenapa menatapku?” tanya Yoora yang sadar kalau dia sedang ditatap oleh Jaejoong. Jaejoong tak menjawab melainkan memeluk Yoora.

Gomawo, kau sedang mencoba mengabulkan keinginanku tadi”  Yoora menikmati saat Jaejoong memeluknya seperti ini, walaupun jangtungnya berlari cepat. Namun Itu tak berlangsung lama. Jaejoong melepaskan pelukannya dan terlihat kekecewaan di raut wajah Yoora.

 

“Kita tak boleh berpelukkan terlalu lama dihadapan Shira kan” ucap Jaejoong sambil melihat Shira yang juga sedang melihat orang tuannya. Yoora sadar dan segera menarik diri menjauhi Jaejoong.

“Tapi kau tenang saja, jika kau mau kita bisa lakukan saat Shira tidur nanti” goda Jaejoong. Yoora melebarkan mata dan menatap suaminya tajam.

“Selamat makan” Jaejoong mencoba mengalihkan perhatian Yoora.

“Apa kau dan Shira sudah makan?” tanya Jaejoong, Yoora hanya bisa mengangguk tanpa berani menatap Jaejoong.

“Tapi Shira seperti masih terlihat lapar” Yoora mengalihkan pandangannya pada putri kecilnya. Benar saja dia sedang menatap makanan yang ada didepannya.

“Mungkin karena pertumbuhan jadi dia cepat merasa lapar, aku akan keluar membeli biscuit sereal untuknya dulu Oppa” Pamit Yoora.

“Biar sekertarisku saja yang membelinya” Yoora menggeleng “Aniya biar aku saja, tokonya juga dekat kan” tolak Yoora.

 

 

 

*Siwon POV*

 

Saat keluar dari KIM COMPANY, aku merasa panas matahari sanagt lekat pada tubuhku hingga keringat membanjiri wajahku, walaupun aku berada dalam mobil dan AC menyala namun aku tetap merasa panas.

 

Aku memutuskan menghentikan mobilku di depan minimarketyang kutemui. Aku harus meminum sesuatu yang dingin dan dan dapat kembali menyegarkanku lagi. Tanpa pikir panjang aku langsung menuju bagian minimarket yang menjejerkan berbagai minuman. Aku melihat deretan minuman itu sambil menimbang mana yang akan ku ambil.

 

Aku masih memilah-milah minuman apa yang akan ku ambil, hingga suara pintu minimarket terbuka dan mengalihkan pandanganku pada orang yang baru saja masuk, biasanya aku tak terlalu memperdulikan masalah ini justru aku selalu mengabaikannya. Tapi sekarang entah mengapa ada dorongan yang kuat dari dalam diriku untuk menatap orang itu.

 

Seorang Yeoja yang berjalan kearah stan biscuit, kupandangi dia dari rambut hingga kaki, dia tampak sempurna walaupun aku hanya menatapnya dari belakang karena memang dia sedang membelakangiku. Aku benar-benar penasaran dengan wajahnya, jika dilihat dari belakang saja sudah cantik bagaimana jika ditambah dengan melihat wajahnya.

 

Saat mengambil beberapa biscuit dia menjatuhkan dompetnya hingga dia harus berlutut untuk mengambilnya saat kembali berdiri dia menyibakkan rambutnya hingga aku bisa melihat wajahnya. Aku mematung saat menyadari wajah itulah yang ada dihadapanku sekarang. Wajah yang setahun  ini membuatku hampir mati Karena merindukannya. Itulah sebabnya mengapa aku langsung tertarik begitu melihatnya datang tadi.

 

Ini sungguh keajaiban, aku menyadari inilah takdirku aku tak perlu lama mencarinya dia pasti akan datang padaku,  karena dia adalah takdirku, tanpa pikir panjang aku menghampirinya dan memanggil namanya, aku rindu sekali memanggil namanya.

 

“Yoora~a”

 

 

~tbc~

 

 

 

 

 

pengumuman Readers semua untuk part 6 dan yang selanjutnya Aku  akan memprotect FF ini karena mengingat banyak SILENT READERS bertebaran dimana-mana, akhirnya aku terpaksa mengambil keputusan ini, dan bagi kalian yang ingin mendapatkan PW kalian bisa mention Twitter aku di @aliceappril nanti aku balas di DM kalian dengan menyebutkan nama ID kalian yang biasa untuk komen di FF aku.

Dan syarat untuk memdapatkan PW, gampang kok kalian harus memberikan RCL pada FF aku sebelumnya dan berjanji akan komentar jika kalian sudah mendapatkan PW, jangan menyebarkan PW pada siapapun, setiap partnya PWnya akan berbeda . hanya Good readers lah yang akan mendapatkan PW.

Maaf kalau aku banyak maunya, aku hanya mau hasil karya ku dihargai. sebelumnya Gomawo untuk semua readers yang sudah mau komen…🙂

 

 

9 thoughts on “Only Exception part 5

  1. chunnie_man berkata:

    Wah keren seru ffnya,akan trjadi apa dengan yoora dan siwon stlh bertemu.berharap yoora tidak kembali ke siwon lagi

  2. hyahhhh >.<
    yoora ketemu siwon??? shira anaknya siwon! waduhhh,jangan sampe siwon tau itu dan minta yoora kembali. pokoknya yoora cuma buat bang jeje :p
    *depak siwon*
    #dibakar siwonest

  3. Young Hee berkata:

    Aduh~ knp hrs ktemu siwon sih! Pdhl Yoora dah mulai suka JJ oppa! >.<

    Jaejoong oppa, FIGHTING! Pertahankan status dan hakmu sbg suami!😉

    eh, hrs minta pw ya?
    Baiklah…😀

    Update kilat ya! ^^

  4. Malam author saya pendatang baru, saya gak sengaja nemu ff ini, dan saya minta maaf gak bisa komen di part sebelumnya…. Saya baca lewat hp author jadi rada sembelit gitu, mudah2 komen saya nyampe…. Saya suka ffnya bagus jaejoong hebat banget… Tapi saya kesel ama ibunya siwon, sebenernya sih saya penasaran part slanjutnya.. Tapi di pw minta pwnya lewat twiter dan yg malangnya lagi saya gak punya begituan author punya pb doang…. Pengen nangis sih ya trima nasib aja dah…..:) trimakasi ya author ffnya bagusss banget saya sangat suka… Maaf part sebelumnya tapi sumpah saya baru kok nemu ff ini… Sklali lagi makasi…..:) salam kenal MIMI di BALI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s