Spellbound (Chapter 2)


Spellbound

 

 

Author                   : Haena Jung

Main Cast             :

Shim Changmin a.k.a MAX Changmin TVXQ

Jung Hea

Support Cast        : member TVXQ, dll

Genre                     : Romance

Rate                       : PG-15

Length                   : chapter

Disclaimer             : FF murni dari Otak Author TT..TT jadi jangan Copas yah 🙂

Summary              : Pernikahan tak  terduga antara Maknae TVXQ yang menyebalkan dan super egois dengan Asisten Koreografer TVXQ yang kekanak-kanakan dan labil. akan bagaimanakah kehidupan mereka? dan bagaimana kisah cinta para member TVXQ yang lainnya ?

——-88888——

“Yunho Hyung, kira-kira Bocah-bocah itu sedang melakukan apa yah malam ini?”

TAK!~
“Dasar Bodoh! Tentu saja mereka tengah melaksanakan kewajiban mereka menjadi pengantin baru apa lagi?” Yunho Tertawa geli melihat ekspresi Donghae sehabis dahinya disentil oleh Eunhyuk, dia merutuk-rutuk dan pura-pura merajuk selama antrian di mini market. Hampir-hampir saja dianggap sebagai anak kecil yang kesal karena tidak dibelikan mainan oleh ayahnya. Eunhyuk dan yang lainnya bahkan sudah membujuk-bujuk pria itu dengan permen dan coklat. Lagian pria itu.. umurnya berapa sih? Masa tidak tau hal yang begituan.

Yunho sempat tertawa sebelum termenung memikirkan nasibnya sekarang, umurnya sudah terlalu matang untuk membina sebuah keluarga. Namun sampai saat ini dia masih belum juga menemukan gadis yang dapat merubah presepsinya tentang pernikahan yang kata sebagian orang itu mengekang dan membosankan.

BUK!
“A! Mianhamnida…. aku tidak sengaja Tuan, sungguh” Yunho refleks mundur beberapa langkah sehabis ditumpahkan air pada jaketnya. Pikirannya tentang pernikahan tadi hancur lebur akibat perbuatan wanita didepannya.

“Maaf Tuan, tadi saya kira anda sudah mau pergi jadi saya berlari menuju kasir ini karena waktu sudah larut” Pikirannya terhenti, semua presepsi bodoh tentang pernikahan seolah terperangkap  oleh pesona seorang gadis yang bahkan belum genap 10 menit ditemuinya. Meski terdengar bodoh, namun Yunho tak bisa mungkir dari pesona gadis biasa ini. Dengan wajah yang terlewat biasa tanpa make up dan pakaian yang hampir sama biasa juga, namun sepertinya disitu titik baliknya… dia begitu biasa namun sangat mempesona.
“Tuan?”

Yunho mengerapkan matanya beberapa kali untuk kembali kepermukaan saat melihat wajah gadis ini. Bisa-bisa dia dikatakan kurang ajar jika tanpa izin terus memandangi wajah gadis biasa ini.
“Ne..” hanya itu jawabnya, bibirnya tak bisa digerakan… terlalu bodoh untuk merangkai kata-kata atau terlalu terpesona, entahlah..

****

Changmin terbangun dipagi musim semi yang nyaman, sangat nyaman malah.. hingga dia merasakan sesuatu yang sangat aneh. Matanya mengerap terkejut mendapat sapuan cahaya matahari yang tampak menyelip dalam lipatan kain gorden yang sedikit tersingkap, iris matanya tiba-tiba membesar begitu mendapati seorang gadis cantik dalam balutan baju tidur yang nyaman tepat berada didalam pelukannya.

Sapuan nafas lembut dan teratur yang menerpah permukaan wajah Changmin seakan menariknya untuk kembali tidur kemudian meringkuk dan melewatkan beberapa aktifitas pagi yang sangat sangat membosankan.

Seulas bibir Changmin terangkat saat melihat gadis itu mendesis pelan, seolah Changmin telah mengganggu tidurnya yang damai itu.
“Gadis aneh..” Changmin kembali merapatkan pelukannya. Seraya menghirup aroma tubuh gadis yang beberapa jam lalu telah menyandang status sah sebagai Nyonya Shim Changmin.

Ini sangat aneh, dalam sepanjang sejarah mereka tidak pernah sedekat ini. Bahkan dalam jarak 1 meter pun tidak pernah, terkecuali jika Hea sedang menari itupun Hea pasti akan bermuka muram sehabisnya. Namun kali ini, dikamar yang dikhususkan untuk mereka berdua, Baik Changmin maupun Hea saling mendekatkan diri, yah walaupun dalam keadaan tidak sadar. Tapi bukankah itu salah satu kabar bahagia? Jung Hea dan Shim Changmin berpelukan saat tidur? Membayangkannya saja sudah membuat orang tersenyum geli.

Changmin tengah menatap setiap inci guratan gadis ini sambil memikirkan betapa bodohnya tindakan seperti ini, mungkin bagian dari rasional di otaknya sedang bermasalah karena berada sedekat ini dengan gadis yang biasanya meneriakinya dan menatapnya penuh dengan dendam dan pas saat itu juga tiba-tiba matanya bergerak terbuka dengan pelan dan dengan spontan menatap langsung kemata Changmin yang begitu sangat dekat bahkan hembusan nafas gugup mereka menerpa saling berbalas.

menampakan beberapa kilatan bingung  yang sangat ketara akan situasi yang diterimanya sekarang. Namun sepertinya bibir dan pikirannya sedang tidak bisa diajak bekerja sama sekali.

Hea, Gadis itu.. terdiam tanpa memberontak seperti biasanya. Matanya seolah dengan cepat berubah menggambarkan dengan jelas seberapa menariknya Changmin detik ini hingga dia tak sadar bahwa jarak diantara wajah mereka mulai berkurang. Tindakan ini mulai dirutuki Changmin begitu dengan mudahnya dia menempekan bibirnya pada permukaan bibir Hea dan tanpa berpikir panjang memulai sesuatu yang sudah sangat melampaui batas.

Bibir mereka saling menempel tidak berniat sedikitpun untuk melakukan hal yang lebih maupun menghentikan semuanya. Namun setelah beberapa saat begitu kesadaran kembali menyadarkan mereka, changmin dan hea perlahan melepaskan tempelan bibir mereka dan merubah kembali suasana menjadi lebih Cangguh, baik Hea maupun Changmin seolah tidak dapat berpikir tentang apa yang harus mereka lakukan sekarang
“ehm, aku mau ke kamar mandi”

Hea sedikit berlari menuju kamar mandi dan mulai bernafas sebanyak-banyaknya untuk menumpahkan sesuatu yang seperti mencekik didalam tenggorokannya. Jantungnya memompah berkali-kali lipat saat memikirkan tindakan bodoh yang beberapa menit lalu diterimanya. Apa yang dia pikirkan sebenarnya? Mengapa dia harus terjebak dalam pesona menyebalkan seorang SHIM Changmin hah? Dan mengapa pula dia harus terdiam dan tidak memberontak tindakan kurang ajar Changmin tadi? Astaga! Gadis ini benar-benar sudah mulai tak waras.

Sementara itu.. diluar kamar mandi, Changmin sama tak warasnya. Dia membenturkan kepalanya dibantal. Tidak sakit memang, namun sepertinya hal tadi mampu merdupkan rasa bersalahnya. Dia kembali mengacak-acak rambutnya frustasi sambil bertanya-tanya Bagaimana mungkin dia bisa melakukan tidakan seekstrim itu? Apa kata gadis itu nanti? Harga dirinya bisa jatuh sejatuh-jatuhnya. Adakah yang bisa menolongnya untuk saat ini? Menghapus memori tadi setidaknya.

***

SMEnt Building.
13.00 pm

Kejadian tadi seolah tidak ada habis-habisnya Changmin dan Hea saling berdiam saling menetralkan suasana, dan mencoba merubah suasana menjadi sebiasa mungkin seperti tidak ada kejadian apapun yang berlangsung. Hingga saat ini, mereka tengah berada di ruang latihan SMEnt. Berdiam tanpa barang sedikitpun untuk memulai pembicaraan omong kosong seperti biasanya, itupun jika Changmin tidak memulai untuk mengadu kemampuan kata-katanya yang tajam.

Dalam hati, mereka mengutuk kejadian tadi pagi sekeji-kejinya. Bayangkan saja bagaimana mungkin musuh sehidup-semati seperti mereka dapat BERCIUMAN?! Astaga, jika saja tidak identitas seorang Shim Changmin dapat diabaikan, Hea  mungkin sudah mendaftarkan kegilaan ini dalam 100 keanehan dunia.
“Ya! Ada apa dengan kalian heh? Aneh sekali..”

Yunho yang agaknya sudah terbebas dari penjara ‘pikirannya’ tersadar akan keanehan kedua rekannya ini. Tidak biasanya mereka seperti ini, jika bisa biasanya juga mereka mencobah untuk saling membunuh, Bisik Yunho dalam hati yang juga diiyahkan pikirannya yang sedang menelesik tingkah laku antara Hea dan Changmin. Atau jangan-jangan……
“….Apa Kalian Berciuman?”

“HAH?!”

Yunho tersenyum picik, dugaannya benar. Bagaimana mungkin dua orang yang biasanya saling mencari onar bisa-bisa berdiaman seperti orang yang baru saja mengenal… Biasanya pasti terjadi sesuatu diatas ambang tali permusuhan mereka. Seperti berciuman… Mungkin.
“Aigooyah…. Cepat sekali pertumbuhan hubungan kalian yah, padahal sewajarnya musuh sehidup-semati seperti kalian membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk memperbaiki hubungan. Tapi ya sudahlah… Semangat untuk hubungan kalian yah… Aku turut berbahagia… Hahaha”

Dan akhirnya semua jelas.
Tentang penyebab saling diamnya Jung Hea dan Shim Changmin….
Yunho yang menemukan penyebab itu pun langsung memaklum dan yahh.. Sedikit memamerkannya pada staff Dancer yang lain. Biar bagaimanapun hal ini termasuk kedalam hal-hal bahagia yang pernah ada.
2 orang dalang utama pembuat onar di SMEnt saling berciuman?! Astaga, manusia mana coba yang tidak bahagia?

“em.. Changmin-sii”
“em.. Hea-sii”

Changmin dan Hea yang sejak tadi saling berdiam dalam ruangan praktek ini langsung saling melirik. Biasanya jika mereka saling berpapasan kata seperti ini, mereka akan mulai bertengkar memperebutkan siapa yang duluan berbicara, namun hari ini dan detik ini. Mereka berdua hanya saling pandang dan tersenyum geli seperti ada sesuatu hal yang lucu dari keterpapasan kata mereka.
“Kau duluan,”
“Tidak. Kau duluan”

“Kau saja,”
“Ladies Firs”

“Tidak tidak. Kau duluan”
“Tak apa, kau duluan”

“Kau saja duluan”
“Tidak. Kau saja duluan”

“Oh astaga! KAU DULUAN!!”
“TIDAK AKAN! KAU DULUAN!”
Hea dan Changmin saling menunjuk dan memaksakan kehendak, yang sepertinya akan memulai peperangan dunia ke 3

“SHIM CHANGMIN!”
“JUNG HEA!”

“oh ayolah, kalian baru saja menunjukan tanda-tanda kemajuan hubungan kalian dan mengapa sekarang kalian harus bertengkar lagi? Aku sudah bosan sekali mendengarnya.” Yunho yang baru saja kembali dari aksi pamer-pamerannya di lobby SM langsung bermuram muka saat mengetahui anak-anak keturunan iblis seperti mereka kembali memulai aksi bertengkarnya yang bisa-bisa mereka membuat dunia terasa runtuh lagi.

Yunho memutar otak sambil memondar-mandir dihadapan Hea dan changmin yang sepertinya mulai berpikir Yunho sudah tidak waras akibat kelakuan mereka, padahal yang dipikirkan yunho sebenarnya adalah bagaimana bisa terlepas dalam keributan yang dibuat 2 anak titisan iblis ini. Yang Pastinya tidak hanya dengan gertakan dan beberapa omong kosong yang besar saja, harus ada yang dipertaruhkan dan jika memang iya… bagaimana jika gajinya? Benar juga, baik Hea maupun Changmin sangat mengincar gajinya Yunho yang relatif Besar itu.

“Baiklah-baiklah, aku punya permainan untuk kalian berdua. Jika dalam 1 bulan kalian tidak bertengkar, aku akan memenuhi permintaan kalian. Apapun itu, termasuk menghabiskan gajiku dalam 1 tahun. Namun jika kalian gagal, aku mau kalian menginap di Busan, vila keluargaku selama 1 minggu. Bagaimana?”

Changmin dan Hea sontak saling memandang. Dan tanpa aba-aba langsung bersorak “YE!!” tanpa ragu maupun takut, astaga! Menghabiskan gaji seorang JUNG YUNHO selama setahun?! Orang gila mana yang tidak mau? Dan persoal tentang konsekuensiya? Tak apa lah, lagian juga bukan uang mereka yang terkuras untuk menginap di Busan. Dan jikalau ada apa-apa, mereka pastinya tidak akan malu lagi karena mereka sudah terikat dalam pernikahan.. jadi yah, Rezeki sial nanti kalau ditolak.
“baiklah Permainan kita mulai dari hari ini”

*******

 

Jaejong’s Car, Myeongdong.
09.00 Pm

“NE? Baik-baiklah aku akan mengusahakannya Yunho-ah. Tapi bagaimana jika mereka berhasil. Aku berharap kau tidak mengemis didepan rumahku. Baik-baik aku akan menuju ke sana.”

“ Huh.. menyusahkan saja..” Pria tampan yang menurut sebagian orang cantik bernama KIM Jaejong merutuki nasib buruknya malam ini, yang dikarenakan temannya Jung Yunho yang mau seenaknya saja menyusahkannya. Padahal baru saja dia merencanakan untuk berkencan dengan seorang ‘teman wanita spesial’ yang telah membantunya melewati beberapa tahun yang menyakitkan yang lumayan ada hubungannya dengan Yunho dan Changmin.

“aish! Gagal lagi, gagal lagi. Jika terus seperti ini, lama-lama aku akan menjadi perjaka tua” sedikit bersalah, Jaejong mengirimkan sebuah pesan minta maaf untuk ‘teman wanita spesialnya’ karena tidak bisa datang ketempat janjian mereka. Setelahnya Jaejong mengacak rambutnya Frustasi sambil meratapi nasibnya yang sampai sekarang masih saja sendirian. Lain halnya jika dia sudah beristri, pasti tidak satu pun teman-temannya berani meminta waktunya.

“Hallo, tuan Lee segera siapkan villa keluarga Yunho di Busan. Sebentar lagi ada 2 orang yang menempatinya, minta saja kuncinya pada keluarga Yunho. Bilang kalau ini perintah Yunho. Mengerti?”

“Baik. Tuan”

Jaejong menghembuskan nafas gusarnya begitu melewati Apartemen ‘teman wanita spesialnya’. Ada beberapa perasaan bersalah mengerubuni hati dan juga pikirannya, bagaimana jika wanita itu berpikiran buruk tentang dirinya yang tiba-tiba membatalkan janji, bagaimana jika tiba-tiba wanita itu menjauhinya karena berpikiran dia bukanlah pria yang berkomitmen, bagaimana jika wanita itu membencinya dan menganggap dia tidak pernah bertemu laki-laki seperti jaejong, dan bagaimana jika wanita itu banyak berpikiran buruk tentang dirinya.

“ah! Tidak tidak! Dia bukan wanita seperti itu”

Jaejong menghelah nafas, merutuki otaknya yang sekarang mulai bekerja diluar keinginannya. Lagi pula kalau dipikir-pikir ‘teman wanita spesialnya’ itu belum ada hubungan yang terlalu sepesial dengannya. Jadi mengapa dia harus memikirkan apa yang dipikirkan ‘teman wanita spesialnya’ itu toh ini hanya sekedar janji untuk makan malam bersama.

“Tapi…”

“AKKKKKK!!!!”

***

Halte Bus, myeongdong.
10.30 pm

“AW! Kau bisa pelan sedikit tidak?”

“Arra. Mianhae Hye-na-ya.” Jaejong meringis ngeri melihat luka dikepala gadis yang dipanggilnya Hye-na. Sebenarnya lukanya tidak terlalu besar, namun darah yang mengalir dari luka itu sedikit agak banyak sehingga Jaejong sendiri harus segera berlari menuju mini-market terdekat dan membeli beberapa alat pertolongan pertama seperti kapas dan juga antiseptik untuk menghentikan perdarahannya.

“YA! Pelan sedikit” Hye-na kembali meringis menahan pedih reaksi antiseptik yang diberikan Jaejong.

”ngomong-ngomong apa yang kau lakukan di sini?” jaejong bertanya dengan wajah polosnya, bahkan sangat polos hingga membuat Hye-na gemas ingin menjambak rambut Jaejong.

“Apa kau lupa huh?! Kau yang menyuruhku ke sini dan seenaknya membatalkannya. Lain kali aku tidak akan mau menerima janji omong kosongmu lagi” Hye-na bersingkut berdiri dan memandang Jaejong kesal

“Aku pulang dulu sudah terlalu larut. Kau hati-hati, jangan sampai menabrak orang lain. Aku duluan sampai jumpa” Hye-na melihat jamnya setelah sebelumnya menunduk mengucapkan salam.

“Tidak mau ku antar?” Jaejong ikut berisingkut mendirikan tubuhnya seraya menahan tangan Hye-na. Yah setidaknya ini sebagai ucapan minta maaf atas kejadian tadi

“tak perlu, aku bisa sendiri. Sudah lepaskan, nanti aku ketinggalan bus” Hye-na menarik tangannya kemudian berjalan meninggalkan Jaejong yang sangat merasa bersalah dengan lambaian tangan.

Sesuatu dalam pikiran Jaejong mulai merutuki Jaejong atas tindakannya yang membiarkan Hye-na pergi begitu saja. Namun itu apa, itu yang masih dipertanyakan, mungkinkah itu rasa ibah karena dia baru saja menabrak gadis itu. Atau kah mungkin karena..

“Ah, tidak mungkin itu” jaejong menggelengkan kepalanya beberapa kali menepis sebuah Hypotesa bahwa hatinya mulai bergeser mengejar gadis yang bernama Hye-na yang sudah membantunya melewati masa-masa sulitnya dulu.

“tidak tidak! Ini mungkin hanya perasaan kasihan saja”

“Aigo jaejong-ah jangan sampai terjadi, kau dan Hye-na hanya bersahabat saja tidak lebih. Jangan beranggapan yang tidak-tidak” Kemudian jaejong berjalan memasuki mobilnya setelah sebelumnya menampar mukanya sendiri untuk menyadarkan dirinya tentang hubungannya dengan Hye-na, dan meninggalkan Namsan park lalu melanjutkan misi yang diberikan Yunho untuknya.

“lupakan dia! Dia hanya sahabatmu, tidak lebih. Ingat itu jaejong-ah

“lupakan dia! Dia hanya sahabatmu, tidak lebih. Ingat itu jaejong-ah

“lupakan dia! Dia hanya sahabatmu, tidak lebih. Ingat itu jaejong-ah

–ToBeContinue–

NT: mianhe Reader’s tercinta Author lama publisnya. banyak banget soalnya kendala TT..TT author harap part ini gak semengecewakanpart kemarin ^^~ enjoyed! and Happy reading

LOVE
Author’s

7 thoughts on “Spellbound (Chapter 2)

  1. Eunchan she peef berkata:

    Akhirnya muncul juga~😀
    Udah lama ngga baca ff ceritanya begini~ ><
    Seru banget! Apalagi changmin di sini kelakuan ny……gengsian~ Ahahaha~ xD

    Lanjutkan~^^b

  2. yoojung berkata:

    ga bisa bayangin gimana pasangan changmin – hea ribut o_o mungkin beneran perang dunia ke-3…

    klo beneran sebulan ga ribut, abis dong gaji Yun setahun…, semoga ga jadi gembel di dpn rumah jae😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s