Spellbound (Chapter 3)


Spellbound

Author                   : Haena Jung

Main Cast             :
Shim Changmin a.k.a MAX Changmin TVXQ

Jung Hea

Support Cast        : member TVXQ, dll

Genre                     : Romance

Rate                       : PG-16

Length                   : chapter

Disclaimer             : FF murni dari Otak Author TT..TT jadi jangan Copas yah 🙂

Summary              : Pernikahan tak  terduga antara Maknae TVXQ yang menyebalkan dan super egois dengan Asisten Koreografer TVXQ yang kekanak-kanakan dan labil. akan bagaimanakah kehidupan mereka? dan bagaimana kisah cinta para member TVXQ yang lainnya ?

——-88888——

 “Kemarin baru saja kita masuk dalam permainan Yunho-Hyung sekarang semuanya tergantung kita. Aku tau kau juga tak mau kalah dalam permainan ini dan akhirnya menginap di busan, maka dari itu aku memintamu untuk saling bekerja sama denganku”

Hea menggigit bibirnya bingung, menimbang penawaran yang diberikan Changmin. Nasi sudah menjadi bubur, mereka sudah menyetujui permainan Yunho dan yang harusnya mereka kerjakan sekarang adalah menginovasikan bubur itu menjadi  bubur ayam yang enak dengan cara bersikap selayaknya pengantin baru yang suka menghumbar-humbar kemesraan tanpa mengenal tempat dan waktu.
“Baiklah. Tapi aku punya satu syarat!”

Changmin mengeritkan dahi. Menerka-nerka isi kepala wanita ini, biasanya syarat yang diajukannya banyak yang sulit dilaksanakan dan tak masuk akal…
“Aku ingin kau, tidak melakukan skin-ship padaku. Baik itu pelukan, ciuman, dan segala jenis Skin-ship lainnya. Kau mengerti?”

Changmin mengangguk mengerti dan menyetujui. Biar bagaimana pun dia juga tidak menginginkan pernikahan ini, jadi mudah saja menjalani kesepakatan mereka ini.
“Baiklah. Aku setuju..”

—-***—-

 “Hea-sii, seorang lelaki mencarimu. Dia berkata dia temanmu”

“Benarkah? Kalau begitu terima kasih”

Hea berlari sekencang yang dia bisa. Hatinya sekarang berbuncang berharap penantian yang telah ditunggunya akan segera berakhir. Persetan dengan pernikahaannya, bukankah dia dan changmin sudah memiliki kesepakatan. Jadi jikapun banyak argumen-argumen tentang dirinya dia tak lagi merasa bersalah karena baik changmin maupun dia tidak memiliki hubungan spesial apapun. Kecuali pernikahan yang dipaksa kedua orangtuanya ini.

Changmin terdiam hampir termenung melihat antusias Hea. gadis itu bahkan tak pernah sebahagia itu bila bertemunya. Apakah ada yang salah dengan dirinya? Tampan? Tentu saja, Kaya? Hampir semua makanan didunia ini bisa dibelinya. Jadi apa yang salah dengannya?
lagipula, ada apa juga dengan dirinya? Mengapa tiba-tiba dia sangat iri dengan ekspresi yang ditunjukan gadis itu pada orang yang hendak menemuinya.

Namun tak bisa terpungkiri Changmin begitu penasaran dengan lelaki yang hendak ditemui Hea. sebegitu spesial kah sehingga seorang Jung Hea menjadi seperti anak ABG yang baru mendapat surat cinta?
“cihh..Dia tak tampan,”

Changmin tersenyum memperhatikan 2 orang dari balik kaca jendela. Dia seperti melihat drama secara langsung yang menurutnya sangat menyenangkan mengingat drama ini seperti drama di TV kebanyakan. Lelakinya meninggalkan sang wanita yang tengah menangis.
sangat menggelikan walaupun dalam hypotesa banyak orang kejadian itu sangat menyedihkan.

Dia hampir saja tertawa lepas saat melihat sang gadis terjatuh dengan bahu berguncang, otaknya bergerak memperintahkannya untuk segera menyusul gadis itu kebawah kemudian menenangkannya dalam pelukan, namun alih-alih melaksanakan changmin malah mematung memperhatikan setiap tindakan yang hendak dilakukan lelaki itu.

Tangannya mengepal membuat buku-buku tangannya tampak begitu kokoh. Fokus pikirannya sekarang menuju pria yang telah membuat sang wanita menangis
“Akan kupastikan dia menyesal,” bisik changmin tanpa sadar

“Siapa yang menyesal?” Changmin tersentak mendapat tepukan ringan dari Yunho, berharap saja pria itu baru datang  dan tidak mendengarkan semua yang dilakukannya.

“Ti-tidak. Aku hanya mencoba untuk menghafal lirik lagu” Changmin hampir gelabakan memikirkan kemungkinan yang logis. Namun lancangnya, bibirnya dengan polos mengatakan alasan yang sama sekali tidak logis dan terdengar sangat-sangat konyol

“Benarkah? Memang ada lirik lagu yang seperti itu?” yunho mengusap dagunya berfikir. Katakanlah pria ini sedikit lugu karena mau saja menerima alasan tak logis Changmin

“Tentu saja ada Hyung, kau saja yang baru tahu.”

“cha. Kalau begitu ayo kita latihan kembali, aku tak bisa hafal beberapa gerakan yang diajarkan Hea-sii” Changmin menarik Yunho kembali keruangan Latihan sebelum sifat penasaran pria itu kembali kambuh dan memergokinya tengah melihat Hea yang baru saja ditinggalkan ‘kekasihnya’ Bisa-bisa pria ini akan mulai menyebarkan gosip baru.

—-***—-

Diruang latihan hampir seperti ruang adu suara sampai Hea masuk dan melenyapkan suara dengan wajah yang 180 derajat beda saat dia meninggalkan ruang latihan. Secepatnya gadis itu merubah air wajahnya menjadi sebaik mungkin. Baik dalam artian pura-pura baik
“Apa yang kalian ceritakan? Boleh aku ikut bergabung”

Hea tersenyum menanti jawaban dari orang-orang dalam ruangan ini, hingga seseorang yang tidak tega melihat gadis itu mulai berpura-pura bercerita kembali seolah tidak ada hal yang terjadi. Disisi lain Hea sunggu tak enak hati membuat orang-orang disini menyemaskan dirinya, namun disisi lain dia sangat bersyukur karena orang-orang disini tidak setega itu untuk memaksanya bercerita masalahnya.

Disaat tawa kembali memenuhi ruangan, perhatian Changmin  masih belum terpecah. Dia masih saja memperhatikan Hea. gadis bodoh yang berpura-pura tegar dengan segala permasalahan yang dihadapinya

“huff, baiklah akan aku lakukan” Changmin berdiri setelah bertengkar dengan ego juga hatinya. Dia tak tahan melihat gadis itu terus-menerus tertawa hambar namun ego menamparnya mengatakan jika diantara mereka tidak ada hubungan yang special.

“Ikut aku!” Changmin menarik Hea membuat seluruh mata memandang mereka penasaran namun persetan, peduli apa tentang pikiran mereka yang jelas dia ingin gadis itu berhenti berpura-pura tegar.

“Apa yang kau lakukan?! YA! SHIM CHANGMIN! Lepaskan aku!” Setiap orang melihat mereka dengan sangat penasaran namun Changmin diam, tetap menarik gadis itu hingga berhenti  diatas gedung SM kemudian melepaskan tangannya dari gadis itu seraya berbalik menatapnya seduktif

“lepaskanlah,” Hea memandang Changmin tak percaya, dan tak mengerti apa maksud dan tujuan pria ini menariknya kemari.

“Apa yang kau maksud Changmin? Aku tak mengerti,” Hea tetap bertahan meski pikirannya mulai menjelaskan apa maksud Changmin mengajaknya kemari. Air mata dipelupuk matanya mulai mengendap, namun sepertinya gadis itu enggan menunjukan sisi lemahnya pada pria ini

“JUNG HEA!”

“Wae?! Kau ingin aku menangis disini?!” dan kenyataannya memang begitu, Hea menangis menumpahkan segalan sisi lemahnya dihadapan pria ini. Hari ini Tuhan tengah mengujinya dengan cara yang paling dia sesali seumur hidup. Penantian yang begitu berarti untuknya seperti tak bernilai apapun, dia masih sangat mengingat dengan jelas apa yang sudah terjadi hari ini sehingga membuatnya sangat-sangat terpukul

Changmin melangkah semakin mendekati Hea kemudian tanpa aba-aba mendekap gadis itu dan membiarkan bahunya basah untuk menjadi tempat bersandar gadis itu.
dan tanpa sepengetahuan Changmin setitik air matanya mengalir lolos melewati pelupuk matanya, namun sedikitpun dia tak menyesali hal itu karena sekarang hatinya sibuk mencari-cari perasaan apa yang tengah dirasakannya saat ini. Dia begitu tak rela air mata gadis ini keluar untuk menangisi lelaki lain.

Mungkin inikah…

—-***—-

Yunho keluar dengan penyamaran hampir seperti orang bodoh dengan syal di tengah musim panas seperti ini bukannya dia tidak perduli tentang Hea yang sudah disakiti kekasihnya namun dia malah memilih tak mau ikut campur takut membuat gadis itu malah tambah sedih. Namun seolah pria itu peduli, dia malah berjalan dengan santainya memasuki supermarket yang iya datangi semalam. Meskipun terdengar bodoh, dia berharap bertemu gadis yang telah menabraknya semalam setidaknya menyapa untuk meyakinkan hatinya bahwa dia tidak jatuh cinta seperti yang dia pikirkan.

Bukk!
Mianhamnida Tuan, aku tidak sengaja” Yunho tersenyum dan berbalik untuk melihat seseorang yang menabraknya. Dan benar gadis itu adalah gadis yang  menabraknya semalam. Katakanlah takdir itu memang gila, tapi setidaknya jika bukan takdir Yunho tidak akan tersenyum seperti orang gila yang mendapat sengatan listrik sangking senangnya.

“Bukankah kau?”

“ada waktu?” Yunho dengan semena-mena menarik gadis itu keluar gedung supermarket kemudian mengajaknya menuju cafe terdekat.

Sang gadis yang masih syok tak mampu berkata-kata, bukan karena dia mau diajak pria pergi begitu saja namun lebih menjuru kepada diamnya takut. Takut jika Yunho akan meminta pertanggung jawabanya atas kedua kalinya dia menabraknya dalam kurun waktu 12 jam.

“Jadi?” Gadis itu berguma mencairkan suasana akibat Yunho yang sedari tadi hanya menatapnya dengan senyum penuh arti tanpa berbicara membahas prihal mengapa dia diajak kemari. Yunho tanpa ragu melepaskan kacamata juga syalnya membuat gadis itu kembali syok bukan kepalang antara sadar tak sadar dengan apa yang ada didepannya ini, seoran Jung Yunho sedang tersenyum bodoh untuknya! Hanya UNTUKNYA! Oh takdir…

“Kenalkan Aku Jung Yunho. Salam kenal,” Yunho mengulurkan tangannya dengan senyum malu nyaris seperti siswa SMA yang mau menyatakan perasaanya pada seorang gadis. Gadis itu mengangguk dan menyambut uluran tangan Yunho dengan perlahan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

“dan namamu?” Yunho menggaruk kepalanya yang tak gatal untuk sekedar basa basi melampiaskan kegugupannya

“Ye-na. Yoon Ye-na..” jawab gadis itu masih tak yakin dengan apa yang dilihatnya ini.

Suasana kembali Canggu, baik Yunho maupun Ye-na tak mampu berkata-kata. Berbalik karena Ye-na yang terkejut didatangi seorang super Star Yunho malah tak mampu berkata apa-apa karena jantunya mulai bertalu-talu tak normal sehingga sepertinya dia akan segera memeriksakan jantungnya ke rumah sakit sehabis ini.

“Ye-na-sii, boleh aku bertanya padamu?” Ye-na mengangguk bodoh masih terbawa oleh keterkejutannya

“Apa nama perasaan asing yang jika tidak jumpa semalaman tak bisa tidur dan bila jumpa menjadi begitu canggu?” katakan Yunho bodoh, karena secara tidak langsung dia sudah mengungkapkan perasaannya pada gadis ini. Tapi persetan sepertinya Yunho bahkan lupa jika dia masih menjadi Super star yang jika ketahuan berkencan akan mematahkan jutaan hati fans nya.

Ye-na tak yakin dengan jawaban yang dikemukakan oleh otaknya namun bibirnya malah bergerak menjawap pertanyaan yang ditanya oleh Yunho sehingga mau tak mau dia harus merutuki jawaban yang dikemukakannya itu.
“aku rasa itu…Rindu”

—-***—-

Jaejong tersenyum mendapati Hye-na tengah menikmati makan siangnya dibawah pohon mapel dibelakang kantor Cjes Entertaiment tempannya dan gadis itu jika bertemu. Muka polos gadis itu hampir seperti anak kecil yang sedang memakan bekal yang bibawakan oleh ibunya sehingga membuat Jaejong kadang-kadang tak habis pikir, berapa sebenarnya umur gadis itu?
“Na-ya, hei!”

Hye-na menoleh sekilas dan beranjak pergi dengan dengusan kesal membuat jaejong segera berlari mengejar gadis yang menjadi tata riasnya itu
“Ada apa denganmu Na-ya? Tak biasanya kau ditegur tak jawab”

“Bukan Urusanmu!” Jaejong mengerutkan dahinya tak mengerti, gadis ini memang sangat-amat keras kepala tapi tak pernah gadis ini kesal lebih dari satu malam dan bahkan dari daftar hari kesalnya gadis ini, hari terpanjang dia kesal adalah 2 hari yang lalu dengan jangka waktu selama 2 setengah jam.

“hei Nona Park. Apakah aku yang membuatmu kesal?” Jaejong memiringkan kepalanya menggoda Hye-Na dengan senyum yang biasanya membuat Hye-Na mengutuk Jaejong seharian karena sudah memperlihatkan senyum sok manisnya itu.

Hye-Na menyipitkan matanya seolah mengintimidasi, kemudian mendorong Jaejong menjauh darinya dan mendengus kesal karena secara tidak langsung pria ini sudah membuang-buang tenaganya yang berharga-itu menurutnya
“Jaejong-sii!”

“berhenti bersikap kekanak-kanakan.” Hye-Na memutar bola matanya kembali kesal melihat tampang -sok- terkejutnya Pria ini, tapi siapa juga yang perduli. Tentunya itu bukan Hye-Na, lagipula gadis itu tidak berniat perduli. Kemudian berjalan seolah tanpa perasaan meninggalkan Jaejong yang rela meninggalkan jadwal padatnya untuk gadis ini.

Namun tiba-tiba Jaejong mencekal tangan gadis itu, membuatnya secara terpaksa berbalik mendekat dalam dekapan Jaejong.
hidung mereka bersentuhan sementara mata mereka saling beradu seolah sedang berdemo dengan refrensi pilihan masin-masing. Nafas Hye-na seolah menguap begitu saja saat merasakan nafas hangat Jaejong mengembuni wajahnya, jantungnya pun bertalu-talu tak jelas karena melihat mata Jaejong yang sekarang lebih fokus memperhatikan bibirnya yang mulai bergetar

“Kau gadis yang sangat aneh,” Hye-Na nyaris mati serangan jantung melihat SmirkJaejong yang terlihat menakutkan dan mengairahkan disaat bersamaan. Persetan jika Pria ini menjulukinya gadis aneh, gadis idiot, gadis gila yang jelas saat ini dia sedang membutuhkan udara segar sekarang.

“tapi aku menyukai keanehanmu” Jaejong kembali menatap Hye-Na membuat dunia seakan memenuhi tenggorokan gadis itu sehingga membuatnya tak mampu membalas kata-kata jaejong yang dalam keadaan normal, gadis itu akan balas menghina jaejong dan berdebat seperti anak kecil

“…sangat menyukainya” dan seperti dunia memenjarakannya dalam lautan yang begitu dalam, Hye-na sangat susah bernafas dan berfikir saat sebuah benda menimpah bibirnya. Matanya tak sanggup membuka seolah ada lem yang melekat begitu kuat disana. Bergerak perlahan membuat gadis itu seolah ditarik keluar dalam jasatnya dan dibawa kealam dunia fantasi yang begitu mendebarkan.

Tangan Jaejong menarik pinggang Hye-Na semakin mendekat membuat  jantung Hye-Na semakin mendesak untuk keluar dari tubuhnya.
namun sebuah perasaan aneh tiba-tiba membuncang dalam dirinya, perasaan yang tidak begitu asing bagi Hye-Na karena sejak 2 tahun yang lalu sejak dia mengenal Jaejong perasaan asing ini terus menggerogotinnya dan dia sangat tidak berniat mengetahui apa nama jenis perasaan yang tengah dirasakannya saat ini.

Bibir jaejong bergerak meraup bibir atas Hye-na membuat bulu kuduk gadis itu meremang. Kenapa ia tidak melepaskan ciuman ini dan menampar jaejong? Mengapa dia tidak mendebat jaejong dengan ciuman ini? Mengapa… dan mengapa.. dia sendiri tak tau harus menjawab apa pertanyaan yang dikemukakan oleh pikirannya sendiri.

Namun seolah tubuhnya punya pikiran sendiri, tangan Hye-Na dengan lancang menggapai pipi Jaejong terus bergerak hingga tengkuk pria itu. Semakin menekan percumbuan ini dan menjambak gemas anak rambut pria ini untuk melampiaskan kegugupannya kemudian dengan sedikit paksaan membalas perlakuan pria ini di bibirnya.

“engghh..” desiran kecil Hye-na membuat Jaejong tanpa sengaja tersenyum dalam percumbuan mereka dan seolah langsung tersadar dengan apa yang sudah dilakukannya. Pria itu langsung melepaskan bibirnya dan menatap Hye-Na Syok sementara gadis itu malah tertunduk dengan ronaan merah yang sungguh tercetak jelas di pipinya seolah mengatakan ‘Aku senang sekali’

Mata mereka kembali bertemu, jaejong mendapati mata Hye-Na yang tiba-tiba membuat aliran darahnya berpacu lebih cepat dari biasanya. Jantungnya terasa sangat nyeri saat merasakan sesuatu ingin keluar dari sana dan dia bersumpah dia belum pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya pada gadis manapun.
“aku..”

Jaejong merasa suaranya tiba-tiba tenggelam dalam jarak sedekat ini dengan Hye-na. Dia belum pernah merasa sepecundang ini menghadapi seorang wanita, bahkan dengan partner dalam syuting drama nya, dia tidak merasakan apapun saat bibir parner-parner kerjanya itu menempel di bibirnya. Rasanya hambar dan datar, namun dengan gadis ini?

Astaga…
jika boleh, jantung pria itu akan menerobos keluar sangking kuatnya berdebar

“APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN?!”

 –ToBeContinue–

NB : jangan lupa, main2 ke blog author yah [ http://youshim.wordpress.com/ ] thank you^^~

5 thoughts on “Spellbound (Chapter 3)

  1. Eunchan she peef berkata:

    Changmin… udh jangan gengsi~ kalian ber-2 itu serasi kok~ ♡♡
    Ngebayangin sifat yunho begitu sama cewe~ Ahahaha~😀
    Jaejoong-a…. selamat! Sudah bikin aku dag dig dug serrrr~ :3 ♡
    Eh, tapi siapa itu yg teriak? -.-a
    Penasaran~!!!!!!! T__T

    lanjutkan author~^^
    aku suka ceritanya~ >.,<

  2. name9188 berkata:

    langsung baca part 3 trs mau komen:
    changmin sok2an gitu pdhl peduli bgt smp pengen meluk Hea pas nangis.

    ga kebayang yunho gitu ke cew haha. klo jejung sih kebayang klo lg agresif hahaha, dan byat yg ganggu moment minta ditimpuk hahaha

    ditunggu kelanjutany authornim

  3. yoojung berkata:

    changmin masih bingung ya..? udahlah akui aja perasaanmu😀

    lucu pas bayangin yunho inget2 lirik lagu, polos bgt >_<

    saya tunggu kelanjutannya ^-^

  4. Rahae berkata:

    semuanya ngalamin kemajuan yaa wkwk, yunho oppa sedeng emang ya baru kenal udh langsung main gaet aja wkwkwk
    lanjutannya mana minnnnn?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s