Spellbound (Chapter 1)


Spellbound

Author                   : Haena Jung aka Lian Zhi

Main Cast             :

Shim Changmin a.k.a MAX Changmin TVXQ

Jung Hea

Support Cast        : member TVXQ, dll

Genre                     : Romance

Rate                       : PG-15

Length                   : chapter

Blog                             : youshim.wordpress.com

Disclaimer             : FF murni dari Otak Author TT..TT jadi jangan Copas yah 🙂

Summary              : Pernikahan tak  terduga antara Maknae TVXQ yang menyebalkan dan super egois dengan Asisten Koreografer TVXQ yang kekanak-kanakan dan labil. akan bagaimanakah kehidupan mereka? dan bagaimana kisah cinta para member TVXQ yang lainnya ?

——-88888——

Taman yang indah ditengah musim gugur yang indah membuai kalbu, suasana senyap dipinggiran kota mampu memutarbalikan suasana hati menjadi bahagia. Daun yang berguguran dan aroma daun kering yang khas membuat penandaan jelas jika memang saat ini dunia tengah merasakan musim gugur yang penuh dengan kenangan. Terlihat 3 anak kecil tengah bermain dengan polosnya, menanbah kesan istimewa pada taman yang sederhana tersebut. Salah satu dari anak kecil itu, berlari meninggalkan teman-temannya yang masih asik bermain, kesempatan kecil itu dimanfaatkan teman prianya yang lain, dia menarik gadis kecil yang bermain dengannya menuju tempat duduk kecil dipinggir kolam dan memulai percakapan… itu, dalam konteks anak seumur mereka.

“Hea-nie yang cantik. Jika besar nanti oppa mau menikahimu ne? Kau mau menjadi pengantin wanita oppa kan?” terlihat Pria kecil yang menggemaskan sedang menggenggam tangan dari gadis kecil yang takalah menggemaskan didepannya dengan posesif, seolah-olah gadis kecil itu memang miliknya dan tak ada yang boleh merebutnya. Bakhan jika boleh, dia malah berniat untuk menyembunyikan gadis itu untuknya sendiri…. suatu hari nanti

“emmm… bagaimana dengan Sangwoo oppa? Dia berkata, dia juga mau melamar Hea saat besar nanti…” gadis kecil itu menggembungkan pipinya karena bingung dan juga kesal karena harus memilih antara salah satu seperti ini

“mwo? Sangwoo juga? Agioo… tunggu sebentar disini yah, Oppa mau mengambil sesuatu dulu. Jangan kemana-mana arraseo?” Si pria kecil itu berlari kedekat kebun milik ibunya dan kembali dengan tangan dibelakang seperti menyimpan hadiah. Senyuman manisnya membuat dia berkali-kali lipat lebih menggemaskan dari sebelumnya

“Bagaimana kalau Oppa memberimu ini? Tada!! Kata eomma, Pria sejati itu yang memberikan cincin kepada wanitanya. Jadi maukah kau saat besar nanti menjadi pengantin wanita Oppa?” Si pria kecil itu menyodorkan sebuah cincin dari rajutan dedaunan rumput yang menjalar dan juga bunga-bunga kecil. Itu terlihat manis sekali tapi gadis kecil didepannya hanya diam dan cemberut  seperti ingin menangis

“HUAAAA!! CHANGMIN OPPA PEMAKSA!! OPPA! Tadi Hea-nie sudah bilang, tunggu saat kita besar saja tapi mengapa oppa begitu keras kepala? Hea-nie tidak suka! Hea-nie benci sama Changmin Oppa! Benci! Huaaaa…. Eomma….” gadis kecil itu berlari menghampiri ibunya yang tengah berkebun ditaman rumah mereka dan memeluk kaki ibunya berusaha menyeka tangisannya. Dalam pemikiran dewasa, sungguh tak masuk akal jika gadis kecil itu malah menangis, namn di dunia anak kecil, semuanya bisa berubah menjadi mungkin.

“Eomma, Cha… Changmin Oppa memaksa Hea untuk menjadi pengantin wanitanya” Gadis kecil itu mengadu dengan wajah merah dan mata sembab akibat menangis. Tapi reaksi sang ibu malah tersenyum dan dengan halus meminta agar gadis itu mengganti bajunya dengan baju Dress.

“Eomma, kenapa malah menyuruh Hea mengganti baju?”

“Lakukan saja sayang. Eomma mau menikahimu dengan Changmin Oppa”

“Eomma….” Sang ibu bersimpuh, mensejajarkan tubuhnya dengan putri kecilnya itu dan mengelus kepalanya sayang. Ada sesuatu hal yang sangat sulit dijelaskan dari cara pandang ibunya, sesuatu yang mungkin akan merubah masa depan gadis kecil itu

“ehmmm, Hea-nie sayang tidak sama Changmin Oppa?” Gadis kecil itu mengangguk meski masih bingung dengan apa yang dikatakan ibunya ini

“kalau begitu, Hea-nie lakukan saja apa yang eomma katakan eoh? Eomma berjanji, kalau Hea-nie besar nanti. Eomma akan memberi tahu alasan eomma melakukan ini semua oke?”

——-88888——

“JUNG HEA!!!! KEMBALI!!!!”

Seorang gadis terlihat berlarian membelah keramaian orang dipagi indah Seoul, Korea Selatan. Dengan baju pengantin yang indah dan senyum sumringah yang takkalah indah juga, dia sukses membuat semua mata terpandang padanya. Tapi persetan dengan hal itu, dia hanya berusaha menghindari hari sialnya ini. Dia tidak mau di nikahkan dengan makhluk paling menyebalkan dimuka bumi yang terbalut dengan semua nama yang mampu menggemparkan seluruh dunia permusikan.

“ANDWAEYEO EOMMA! Aku takakan pulang” mungkin memang membuat orang tuanya kelabakan seperti orang kebakaran jenggot adalah ciri khas dari gadis ini.  Namun sesosok pria separuh baya yang berdiri bersandar pada mobil dengan tangan terlipat ditambah wajah serius yang menyebalkan  mampu menghentikan pelariannya itu dengan tampang persis seperti keledai dungu sehabis dibodohi ayam.

“Appa..” gadis itu merengut begitu tangannya ditarik menuju mobil, seharusnya dia sudah memprediksi semua hal ini.. dan seharusnya juga dia menyiapkan kendaraan bukan lari seperti ini.

“Mwoya? Kau ingin lari kemana lagi huh, sekarang ayo ikut Appa. Kau akan menikah! Dan itu keputusan Finalnya!” Gadis itu terdiam, baiklah. Keputusan ayahnya memang keputusan Final yang tak mampu diganggu gugat bahkan dengan Ibunya sekalipun. Tapi kalau keputusannya seperti ini, sebaiknya dia siap-siap memutar otak untuk mencegah semua ini terjadi

“Tapi Appa Aku tidak_”

“Tidak apa? Sudah berapa kali Appa bilang Jung Hea? Tapi kau masih saja tak mempersiapkan dirimu”

“Tapi… Tapi… Tapi….”

“Tidak ada tapi-tapian, sekarang kita akan siap-siap. Setengah jam lagi kau akan menikah” mungkin benar kata orang, segalak-galaknya guru kimia masih galakan lagi orang tua yang tiba-tiba galak gara-gara anaknya yang mau menikah. Jika memang ada jalan bagus untuk mengindari pernikahan ini, sepatutnya jalan itu dicoba. Tapi jika jalan itu membuatnya harus mendengar ocehan kedua orang tuanya dari pagi hingga pagi labih baik dia menikah saja.

“huhhh… dasar appa tidak mengerti perasaan putrinya…”

“Apa kau bilang?!”

“Ani.. Aniya!”

*******

(Hea Pov)

“Aku Bersedia” itu adalah kalimat paling menjijikan yang pernah aku ucapkan dalam hidupku. Oke aku mengaku kalah! Tuhanku yang agung bisakah kau membebaskanku dari pernikahan konyol ini? Ah tidak! Tidak! Bagaimana bisa ditolong? Aku saja sudah mengucapkan kalimat menjijikan itu. Jadi? Bagaimana ini? Aku pasti tidak akan mudah lepas dari pria iblis ini

“jaga dirimu baik-baik yah putriku sayang” apa itu hah? Setelah mengantarkanku ke sarang kesengsaraan sekarang dengan entengnya orang tuaku hanya berkata begitu. Lagipula apa yang mau dijaga dariku? Ups! Aku lupa, jangan sampailah Iblis tengik ini merenggut keperawananku, kalau sampai itu terjadi aku akan memenggalnya dan mencincangnya kecil-kecil hingga tidak ada yang bisa melacak keberadaannya.

“Hey! Adik kecil, kau sudah besar sekarang yah? Kau bahkan melangkahi Oppa menikah” belum selesai aku merutuki Iblis sialan disampingku. Seorang pria manis dengan gamblangnya menyentil dahiku dengan tampang polos seperti tidak melakukan apa-apa, kalau saja pria ini tidak kuanggap Oppa, kupastikan sekarang juga dia tengah terbaring dirumah sakit merintih kesakitan seperti bayi. Dia membawa dua gelas Champage yang tanpa ditawarkan langsung ku ambil salah satunya.

“YA! JUNG YUNHO! Sampai kapan harus kubilang huh? Jangan menyentilku! Sakit tau!!!” aku mengusap-ngusap dahiku sambil menatap garang pada pria didepanku yang tampak manis dengan Tuxideo putih gading dengan dasi kupu-kupu berwarna silver. Jika boleh memilih, lebih baik aku menikah dengan pria ini… setidaknya dia lebih manis dan bersahabat.

“arra… maafkan Oppa Nyonya Shim..” panggilan baru Yunho oppa sempat membuatku yang sedang minum Champage tersedak dan menyemburkan air di jas super mahalnya itu. Dalam hati aku bersorak karena bisa menutup mulut gamblangnya, lagian siapa suruh mengubah-ngubah nama anak orang. Dikira membuat nama itu sangat mudah apa?

“MWOYA!” seketika semua mata langsung mengarah padaku, tapi Persetan dengan itu! Ada baiknya juga memberi pelajaran pada pria kurang ajar didepanku ini. Aku meletakan gelasku dan tersenyum picik, kakiku tergerak melepaskan high hells sialan yang semenjak 2 jam yang lalu kugunakan. Ku tarik sedikit Wedding dressku hingga sebatas mata kaki dan mulai membuat susana tenang yang menyebalkan menjadi sedikit riuh

“….Mati Kau!” dan…..

GEDEBUK!~
“Aw… Jung HEA!!!!”

********

Author Pov

“Bukankah Mereka Bodoh Changmin-ah? Aku sempat berpikir, bagaimana bisa wanita itu menghancurkan hari pernikahannya sendiri…”

“Yeah, aku juga sempat berpikir begitu Kyuhyun-ah..”

Sementara itu, disis lain dari ruangan Resepsi pernikahan itu.. terlihat dua pria tampan bertuxideo berbeda dengan masing-masing segelas Changpage ditangan mereka melihat dengan fokus pada dua anak manusia yang tanpa malunya membuat keributan ditengah kerumunan orang, walaupun hal itu terkesan lucu namun tetap saja itu memalukan. Sangat malah…

“…Tapi, Ya! Itu istrimu bodoh! Cepat atasi dia, sebelum nama baikmu semakin hancur…” si pria bertuxideo hitam menyenggol si pria bertuxideo putih dengan senyum menyebalkan saat berkata ‘Istrimu’. Kemudian berlalu menuju kerumunan teman-temannya yang lain setelah sebelumnya menepuk bahu temannya.

Si pria bertuxideo putih yang sempat dipanggil Changmin itu menghelah nafas jengkel, tak habis fikir kenapa dia bisa terjebak dalam situasi seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, temannya itu benar.. wanita yang bertindak memalukan itu istrinya, apa kata orang nanti melihat istri dari penyanyi terkenal sepertinya berkelakuan seperti anak kecil dipesta pernikahannya sendiri?

“Demi Tuhan, Aku akan menutuk diriku sendiri…” Changmin melangkah pelan meninggalkan meja tempat duduknya bersama kyuhyun munuju tempat Hyung dan ‘Istrinya’ yang sedang saling mencubit pipi seperti anak kecil.

“Hyung…”

“Eoh? Changmin? Waeyo?” Yunho menjawab dengan wajah memelas yang mengerikan akibat cubitan dan bekas jatuh dari panggung tadi.

“Tidak Ada, aku hanya sedang berfikir mengenai apakah kalian bisa berkelakuan sesuai umur kalian?” Changmin berkata nyaris tanpa ekspresi, jika saja dia tidak disapa sahabatnya Minho yang kemudian merubah mimik wajahnya menjadi lebih manusiawi dengan senyum yang kecil yang membuat Hea dan Yunho melongok tak percaya.

Sanggup sekali dia, sudah menghina anak orang malah dengan entengnya senyum-senyum sok cool tanpa rasa bersalah sedikitpun…. tha! Dasar titisan Iblis, Bisik Hea dalam hati

“Stt.. Oppa, Sampai kapan kau rela diperlakukan seperti itu dengannya? Dia itu menyebalkan tau…” Hea berbisik

Namun Yunho malah tertawa kecil, baru tau anak ini rupanya kalau Changmin itu menyebalkan. Lantas kemana saja dia selama ini? Bukankah dia selalu bersama TVXQ saja? Pikir Yunho dalam hati
“ahh… kau saja yang baru tau dia menyebalkan, kalau Oppa sih sudah biasa diperlakukan seperti itu. Jadi tidak dendam lagi. Lagipula menurut Oppa, itu cara termanisnya memperingati orang yang diperdulikannya… lain halnya jika dia tidak perduli, dia akan membiarkan orang tersebut sampai malu, lalu dia akan tertawa sinis tanpa perasaan. Yah, semacam… Milikmu yah milikmu, dan jangan ganggu milikku, kira-kira seperti itu lah istilah mudanya”

Hea hanya memangut-mangut antara mengerti dan tidak, lagian dia tidak terlalu tertarik. Memangnya Sifat mana dari Pria itu yang bisa memukaunya? Tidak ada kan? sifat Pria itu memang kebanyakan tidak menarik, selain kejam, jail, dan tak berperasaan… pria itu juga termasuk ke tipe pria yang cuek dan solah tak perduli kepada wanita.
“Keundae Oppa… em_”

“Ikut Aku” Tiba-Tiba Changmin Menarik Hea keluar ruangan menuju Taman mini Hotel tempat resepsi mereka, memaksa gadis itu untuk duduk di bangku taman dan memulai pembicaraan yang mungkin akan serius, Karena hanya mereka yang ada disini

“Dengar! Aku mau minum disini dan sekarang karena kau sudah resmi menjadi istriku… jadi aku mau kau menemaniku” hampir-hampir saja mata gadis itu keluar, jadi maksud pria menyebalkan ini menariknya hanya untuk menemai minum? Kenapa tidak minta baik-baik saja, toh dia masih manusia yang masih mau jika diajak baik-baik.. tidak dengan  cara kampungan seperti ini, memaksa wanita huh?

Sudah hampir 30 menit mereka saling berdiam dan Hea sudah mulai risih karena wdding dressnya yang tidak menutup bagian bahu dan lengannya. Bukan apa-apa, hanya saja angin malam hampir membuatnya menggiggil kedinginan juga nyamuk yang tidak mau ditoleransi karena terus menggiggitinya.
“ehm, Changmin-sii. Sampai kapan kita disini? Apakah masih lama? Aku sudah kedinginan..”

“Pakai Ini…” Tiba-tiba saja Changmin melepaskan Tuxideonya dan menyematkan pada pundak Hea. Dia tidak akan mungkin setega itu melihat gadis kedinginan hanya untuk memenuhi keinginannya, lagipula sekarang gadis itu istrinya apa kata orang nanti kalau mereka kembali ke ruang resepsi dan badan gadis itu bentol-bentol merah? Bisa-bisa mereka nanti salah paham.

Hea menatap Tuxideo Changmin bingung karena tak menyangka pria itu akan sepeduli ini. Dikiranya Changmin akan membiarkannya mati kedinginan dan kehabisan darah karena digigit nyamuk lalu dengan muda dia mencari gadis lain untuk dinikahi. Senyumya juga sedikit tersuing, antara menganggap tindakan Changmin ini lucu dan indah

“Aku masih berfikir tentang pernikahan  ini… kenapa kau menyetujuinya? Dan untuk apa kita mempertahankannya?” Hea mendongak cepat, senyum yang sedikit tersuing tadi langsung lenyap seolah ditelan bumi dan berganti muka datar dengan ekspresi serius yang sangat ketara.

“ehm, kalau soal itu. Aku hanya akan menjawab pernikahan ini hanya sekedar madat dari orang tuaku dan aku bukan tipe anak pembangkang yang suka egois pada kedua orang tua. Maka itu aku menyetujui pernikahan ini. Dan untuk alasan dipertahankan, aku tidak terlalu yakin karena aku sendiri masih ingin menikmati masa-masa mudaku” Changmin mengangguk-ngangguk setuju dengan pendapat Hea. tapi ada sesutu yang masih mengganjal dari pernikahan ini, tapi apa? Itu yang masih tidak dimengertinya

“Kalau begitu, begini saja… Kita tetap melanjutkan pernikahan ini sampai mana, tapi sementara ini kita akan hidup seperti teman saja. Bagaimana?” Changmin mengulurkan tangannya meminta kesepakatan dari hasil pemikirannya. Hea sempat ragu, jadi yah mau diapakan lagi? Changmin ada benarnya. Lebih baik seperti itu daripada mereka terus bertengkar tak jelas

“Baiklah… aku setuju”

–ToBeContinue–

NT : ancur yah? jelek yah?
Mianhae TT..TT Author udah lama gak nulis jadi ancur gini bahasanya huhuuu :(((
ehmm, tapi tungguin tetap yah kelanjutannya^^. Gamshamnida

7 thoughts on “Spellbound (Chapter 1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s