Yume Sekai!! Chap 1


Tittle : Yume Sekai (Dream World)!!
Genre : Crime,Tragedy, Angst, Romance (AU, OOC).
Rating : NC/17-NC/21 (Straight)
Lenght : 1 of ??
Main Cast : Jung Yunho (Kirigaya Yuu), Kim Jaejoong (Hideyoshi Hiro), and Jung Yong Byong (Shinji Shige Rinko) .
Other cast : Park Yoochun (Sakurai Miki), Kim Junsu (Koukei Shimi Jin/ Xiah), Shim Changmin (Komozaku Shon Tora/ Max), Park Hyun Hwa (Sakurai Mitsumuki), Lee Eun Ri (Jin Hee Young), Han Hye In (Kazuki Mina), Song Ha Neul, and others.
Disclaimer : Terispirasi dari film Close You, lagu Moshimo (Daisuke), Yume Sekai (Tomatsu Haruka), Overfly (Haruna Luna), Innocence (Aoi Eir), Crossing Field (Lisa) and Sayonara Memory (7!! Seven Oops).
Author : Satsukisorayuki
No Bashing! If You don’t like, don’t read!

.

Chapter 1 :

.
Yakuza Organisation, Red Organisation, and White Organization.

.

.

=> Jaejoong’s POV

Aku kembali terbangun di tengah malam bersamaan dengan peluh yang sudah membanjiri tubuhku. Ae Ri-ya aku bertemu lagi denganmu di dalam mimpi. Apa menurutmu ini hal yang bagus?

Jika aku bertemu denganmu dalam mimpi aku bisa menjaga perasaanku ini tetap ada. Kau tahu, aku mengejar sisa bayangan hari selamanya. Meskipun aku menderita kesedihan sekarang aku hidup di dunia tanpa dirimu. Itulah hal yang paling menyakitkan, Ae Ri-ya!

Di dunia yang terus berubah meskipun kau pergi, kenangan hari ini masih hidup di sampingku. Jika aku bisa bertemu lagi denganmu dalam mimpi akan aku tanamkan sosokmu dalam kenanganku. Jika aku bisa bertemu denganmu dalam mimpi, perasaan ini pasti tak akan pernah pudar. Sampai suatu hari kita bertemu lagi di suatu tempat. Mendekap kesedihan dengan berani. Aku akan hidup di dunia tanpamu.

>>>>>.<<<<<

.
=> Author POV
Japan, 2014

Sebuah mansion besar di tengah hutan itu masih tetap berdiri kokoh walaupun bangunannya sudah cukup tua. Tentu saja kokoh. Mansion itu terbuat dari beton. Jika dilihat dari luar, mansion itu lebih tampak seperti sebuah rumah kosong dan berhantu karena pagar pembatasnya dipenuhi oleh tanaman-tanaman liar yang menjulang tinggi, namun jika kau melewati pagar tinggi itu dan menyusup ke dalamnya kau akan terkejut. Mansion itu memiliki sebuah taman luas yang indah, penuh dengan bunga-bunga indah yang terawat. Kolam kecil serta pancuran air mancur terletak di tengah-tengah taman.

Tahukah kalian mansion ini sebenarnya adalah markas Red Organization. Sebuah organisasi kecil yang hanya memiliki satu tujuan, yaitu uang. Ya, Red Organization adalah sebuah organisasi yang bisa dikatakan netral namun illegal, bahkan pihak polisi pun tidak tahu identitas asli sekelompok orang berjubah merah tersebut. Kadang mereka bisa menjadi seorang pembunuh bayaran yang keji ataupun seorang bodyguard yang handal. Ya, semua itu tergantung orang-orang yang menyewa jasa mereka dan tentunya bayaran mereka sangatlah mahal mengingat keenam anggotanya masing-masing mempunyai keahlihan yang hebat.

Kalian pasti tak akan pernah menyangka bahwa pimpinan Red Organisation adalah seorang yeoja. Ya, seorang yeoja cantik bernickname ‘Shinji Shige Rinko’ atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Rin’. Nama asli yeoja itu adalah Jung Yong Byung. Seorang yeoja yang terlihat ceria dan hangat di luar namun sebenarnya sangat dingin dan kejam.

Yeoja itu kini tengah menyirami tanaman disekitar taman sambil sesekali tersenyum. Tidak jauh dari sana terlihat sosok seorang namja yang tak pernah melepaskan tatapan penuh cintanya pada yeoja itu. Dan tampaknya Yong Byung sama sekali tidak menyadari keberadaan namja itu karena saat ini tatapan matanya hanya terfokus pada tanaman mawar beraneka warna.

Oppa, jika kau masih hidup seperti dugaanku, saat kita bertemu nanti bunga mawar apa yang akan kau berikan padaku?” gumamnya.

“Yong Byung!” sapa seseorang, gadis itu tersentak kaget karena tiba-tiba saja seorang namja tampan sudah berdiri disampingnya entah darimana dan kapan datangnya?

Namja tampan itu adalah salah satu rekan Yong Byung. Seorang namja yang memiliki keahlihan hebat seperti seorang ninja. Namja dengan nickname ‘Hideyoshi Hiro’. Nama asli namja itu adalah Kim Jaejoong. Sementara itu, namja yang sejak tadi diam-diam memperhatikan Yong Byung pun bergegas pergi meninggalkan tempatnya berdiri tadi dengan sorot mata yang tampak terluka. Cemburu.

“JJ oppa! Kenapa kau selalu muncul tiba-tiba seperti hantu, hah?” bentak Yong Byung.

“Aku kan seorang ninja, memangnya aneh jika muncul tiba-tiba?”

“KAU INI! APA KAU SADAR KALAU KAU SUDAH MENGAGETKANKU?” teriak Yong Byung.

Mianhaeyo tapi ada satu hal penting yang ingin aku katakan!”

“Katakanlah!” ujar Yong Byung seraya melipat kedua tangannya di depan dada.

“Tadi malam aku bermimpi lagi.”

‘Hhh, bermimpi tentang dia lagi ya? Padahal aku pernah berkata padamu kan, kau harus move on tetapi sepertinya itu tidak mungkin bukan? Tak peduli seberapa besar aku mencintaimu, hatimu akan selalu mencintanya.’ batin Yong Byung dengan hati yang terluka.

Mian. Sepertinya mulai sekarang aku memiliki tujuan lain selain uang.” lanjut Jaejoong.

“….”

“Aku ingin balas dendam pada Yakuza Organisation!

“APA KAU BODOH? YAKUZA ORGANISATION ADALAH ORGANISASI BESAR. JIKA GEGABAH KAU AKAN MATI SEPERTI AYAHKU!” teriak Yong Byung.

“…karena itulah aku membutuhkan bantuanmu. Tidak, maksudku aku membutuhkan bantuan kalian semua!” tegas Jaejoong.

“Yoochun oppa dan Hyun Hwa adalah anggota baru kita. Apa menurutmu mereka bisa diandalkan, hah? Terlebih Hyun Hwa, dia tidak sama seperti kita karena dia masih memiliki hati!”

Park Yoochun dan Park Hyun Hwa adalah anggota baru Red Organisation. Nickname mereka adalah ‘Sakurai Miki’ dan ‘Sakurai Mitsumuki’. Keduanya memang baru bergabung selama dua tahun, wajar kalau Yong Byung masih meragukan kemampuan mereka. Terlebih selama dua tahun ini Yong Byung memang belum pernah mengikutsertakan Hyun Hwa dalam misi apapun. Alasannya adalah karena yeoja itu masih memiliki hati nurani tidak seperti anggota Red Organisation lainnya.

Yoochun memiliki kemampuan yang istimewa. Ayahnya adalah seorang ilmuan terkenal dan tampaknya Yoochun sendiri mewarisi bakat ayahnya itu. Itulah sebabnya Yoochun pandai sekali merakit beberapa jenis bom layaknya seorang terorrist. Tidak hanya itu dia juga bisa menciptakan beberapa macam obat bius. Sementara adiknya —Hyun Hwa— ia bisa dikatakan sebagai penyelamat Red Organisation sebab dialah yang biasanya mengobati luka-luka Red Organisation seperti layaknya seorang dokter.

“…karena itulah aku sendiri yang akan melatih Hyun Hwa. Akan kubuat hatinya menjadi gelap seperti hati kita. Menurutku itu akan berjalan dengan lancar mengingat keluarga mereka juga pernah dibantai oleh Yakuza organization.” ujar Jaejoong panjang lebar.

“Kau yakin? Yoochun oppa, dia sangat over protective pada adiknya itu. Apa menurutmu dia akan membiarkan Hyun Hwa berada dalam bahaya?”

Yeoja itu sudah berada dalam bahaya semenjak bergabung dalam organisasi kita!” tegas Jaejoong.

“Benar yang Jaejoong katakan. Kau tidak pernah memaksanya. Ia sendiri yang dengan sukarela menjadi bagian dari Red Organization. Organisasi berdarah yang mungkin tidak akan pernah melihat masa depan!” sambung seorang namja yang baru saja menyelesaikan misinya dan sampai di markas.

“Junsu!” seru Jaejoong sambil menoleh pada sumber suara.

Seorang namja yang tengah menenteng sebuah senapan menghampiri mereka. Ia mengenakan coat serba merah sepanjang tumit kaki dengan masker menupi leher sampai batas hidung. Dialah sniper utama Red Organization—Kim Junsu– Sniper handal bernickname ‘Koukei Shimi Jin’ atau yang lebih di kenal dengan nama ‘Xiah’.

“Bagaimana misimu?” tanya Yong Byung to the point.

“Mission complete!” ujarnya dingin.

“Kalau begitu mana bayaran kita?” tanya Yong Byung pula.

Junsu mengambil sebuah kotak berukuran sedang yang tersembunyi di balik jubah merahnya dan menyerahkan kotak itu pada Yong Byung.

“Berlian asli. Aku sudah membuktikannya sendiri dan jumlahnya tepat 150 buah seperti janji mereka. Byung-a, kau harus memberi Hye In hadiah karena berkat bantuannya jugalah misiku berhasil dengan sukses. Seperti biasanya dia berhasil mengacaukan sistem keamanan target kita, benar-benar hacker yang hebat. Tidak heran dia dijuluki malaikat komputer.”

Dalam Red Organisation Lee Hye In adalah orang yang paling diandalkan. Nicnamenya adalah ‘Kazuki Mina’. Seorang ahli komputer yang jenius. Kemampuannya dalam menghack sistem keamanan musuh atau menciptakan virus komputer sudah tidak bisa diragukan lagi. Dia juga merupakan kunci kesuksesan setiap misi Red Organisation karena dia bisa mendapatkan informasi apapun dengan mudah.

“Bukankah lebih tepat jika dia dijuluki iblis komputer?” komentar Jaejoong.

“Benar juga.” sambung Junsu yang kemudian tertawa kecil.

Yong Byung membuka kotak itu dan tersenyum senang melihat indahnya berlian-berlian itu tetapi benarkah dia merasa senang? Bukankah harta tidak menjamin kebahagian seseorang?

Saat Yong Byung masih assik mengamati berlian-berlian itu seorang yeoja menghampirinya dengan tergesa-gesa. Jaejoong dan Junsu mengalihkan pandangannya pada yeoja itu.

“Hyun Hwa? Ada apa denganmu kenapa wajahmu pucat?” tanya Jaejoong datar.

“Yong Byung eonni, kita dapat Red Mail lagi. Kali ini langsung dua misi sekaligus. Target kita selanjutnya adalah salah satu anggota Yakuza yang merupakan bandar obat-obatan terlarang dan satu lagi adalah seorang kepala polisi yang memakan uang rakyat.” jelas Hyun Hwa.

“Kepala polisi?” kaget Junsu.

“Kenapa kau begitu kaget Junsu?” tanya Jaejoong heran.

Oppa, kurasa misi kedua kita akan sedikit merepotkan. Menurut informasi yang pernah Hye In dapatkan jika target kita adalah anggota kepolisian maka kita akan berhadapan langsung dengan orang-orang baik yang di kenal dengan White organization!” jelas Yong Byung.

“White Organization?”

“Hn. White Organisation adalah organisasi legal. Mereka adalah pelindung pejabat pemerintah seperti anggota kepolisian dan kudengar anggota-anggotanya sangat tangkas walaupun mereka tidak pernah membunuh orang!”

Wae? Bukankah akan jauh lebih mudah jika mereka tidak pernah membunuh orang?”

“Justru itu masalahnya. Apa kau tega membantai orang-orang baik seperti mereka?” sambung Junsu.

“Hye In eonni bilang, salah satu anggota mereka adalah seorang ahli strategi yang di kenal dengan nama ‘Jin Hee Young’. Nama asli yeoja itu adalah Lee Eun Ri dan kalian tahu, yeoja itu adalah saudara sepupunya Hye In eonni. Dia juga bilang kita tidak boleh membunuhnya. Walaupun mereka berada dalam jalan yang berbeda Hye In eonni sangat menyayangi dan mengagumi saudara sepupunya itu.” cerita Hyun Hwa.

“Astaga ternyata bukan hanya Hyun Hwa yang masih memiliki hati!” keluh Jaejoong.

Oppa juga masih memiliki hati buktinya oppa selalu memandangi foto yeoja itu dengan tatapan lembut.” sambung Hyun Hwa sambil tersenyum membuat wajah Jaejoong sedikit merona malu. Bagaimana tidak malu? Selama ini ia terkenal kejam nan dingin.

>>>>>.<<<<<

“Yoohwan-a, Yoochun oppa bilang dia ingin membalas dendam atas kematian kalian. Apa menurutmu tindakan balas dendam itu adalah perbuatan yang benar? Balas dendam hanya akan menciptakan rantai kebencian tak berujung, padahal apapun yang kami lakukan kalian tidak akan pernah bisa hidup kembali.” gumam Hyun Hwa seraya mengamati sebuah foto keluarga yang tampaknya begitu harmonis.

BRAK!!

Junsu membanting pintu kamar dengan kasar. Hyun Hwa memegang dadanya sebentar. Serius, ia benar-benar kaget. Ia pun meletakkan figura foto itu kembali ke tempatnya. Setelah meletakkan senapannya di sudut ruangan Junsu merebahkan kepalanya di atas paha Hyun Hwa.

“Apa kau tau kalau aku sangat merindukanmu Hyun Hwa-ya?” ujarnya sambil menatap kedua bola mata Hyun Hwa lembut. Ya, lembut. Jauh berbeda dengan tatapan matanya tadi pagi.

“Kita hanya tidak bertemu tiga hari, oppa.” jawab Hyun Hwa.

“Jadi kau tidak merindukanku? Mianhae jika aku membuatmu tersinggung tetapi perasaanmu padanya itu salah! Biarpun kalian tidak memiliki hubungan darah dia itu kakakmu, ingat?”

“…”

“Lupakan dia dan pandanglah aku seorang. Walau sedetik saja kumohon mengertilah perasaanku. Berpalinglah padaku Hyun Hwa-ya. Aku mencintaimu.”

Oppa, bukankah kita sudah menjadi sepasang kekasih? Kenapa kau masih berkata seperti itu?”

“Aku bukan Jaejoong yang sama sekali tidak peka. Aku paham betul hatimu untuk siapa. Sudah setahun kita pacaran tapi aku sadar bahwa alasanmu jatuh cinta padaku adalah karena kau ingin melupakannya. Sayang sepertinya kau tetap tidak bisa bukan, karena sebagian hatimu akan selalu mencintainya.”

“Kalau begitu berarti oppa juga pasti tau perasaan Hye In eonni yang sebenarnya, kan?”

“Ya, aku tahu. Dia mencintaiku dan dia juga tahu kalau hatiku hanya untukmu. Hyun Hwa-ya, aku berjanji akan menghapus setiap tetes air matamu. Aku berjanji akan selalu menjaga dan melindungimu.”

Setetes air mata jatuh membasahi wajah Junsu. Lagi-lagi yeoja itu menangis.

“Mianhae Junsu oppa!” ujarnya.

“Kau minta maaf karena kau tidak bisa memberikan hatimu untukku?”

Molla. Perasaan ini membingungkan oppa. Aku…aku belum bisa memastikan perasaanku sendiri tapi satu hal yang pasti, aku menyayangimu oppa. Sangat.” Jawab Hyun Hwa sambil membelai pipi Junsu.

Gomawo. Aku akan terus menunggu. Menunggu sampai kau membalas perasaanku!” tegas Junsu.

Pipi Junsu merona merah saat tiba-tiba ia merasakan kecupan lembut Hyun Hwa di dahinya. Setidaknya masih ada sedikit harapan. Ia hanya perlu berusaha lebih keras lagi agar suatu hari nanti Hyun Hwa tersentuh dengan ketulusan hatinya dan membalas perasaannya.

“Besok, apa kau akan ikut serta dalam misi pertama itu?”

“Hmm.”

“Jangan sampai terbu—”

“Tidak akan!” potong Junsu.

“Apa kalian akan baik-baik saja? Aku ingin membantu!”

“Cukup dengan menyambut kepulangan kami dengan senyumanmu. Itu sudah sangat membantu kok.”

Aish! Sampai kapan Yong Byung eonni akan mengurungku di mansion?”

“Tentu saja sampai kau jauh lebih kuat dan jauh lebih jahat.”

“Jadi aku lemah, begitu?” tanya Hyun Hwa sambil mengembungkan pipinya.

“Tidak. Kau hanya kurang kejam!”

“Apa memang harus menjadi kejam dulu untuk bisa ikut dalam setiap misi?” tanya Hyun Hwa polos.

“Tentu saja karena kalau masih ada kebaikan di dalam hatimu…” Junsu bangkit dari posisi berbaringnya dan mengambil sesuatu dari dalam saku mantelnya,

“Dor! Kau akan mati!” ujar Junsu, tersenyum jahil seraya menodong Hyun Hwa dengan pistolnya.

“Arrghhh! Astaga, itu pistol beneran!” teriak Hyun Hwa histeris.

“Tuh kan, melihat pistol kecil saja kau sudah takut. Ternyata memang harus Jaejoong yang melatihmu.”

“Kenapa bukan oppa saja? Kalau oppa yang melatihku aku bisa menjadi sniper pengganti kalau seandainya kau jatuh sakit atau terluka parah hingga tidak bisa melaksanakan misi.”

“Yong Byung tidak membutuhkan seorang sniper lagi. Dia bilang cukup aku dan Hye In saja!”

“Jadi Hye In eonni bukan hanya malaikat komputer?”

Ne. Ia adalah sniper cadangan.”

“Kalau begitu aku akan minta Yong Byung eonni yang mengajariku biar aku bisa menjadi Sword Knight pengganti!” tegas Hyun Hwa.

“Kan sudah ada Yoochun!”

“Benar juga. Jadi aku benar-benar harus menjadi ninja ya? Apa menurutmu aku bisa kejam?”

“Tentu saja. Jika Jaejoong yang melatihmu, kujamin sifat kejamnya akan tertular padamu!”

Hyun Hwa bergidik ngeri mendengarnya. Jika Jaejoong saja sudah sekejam itu berarti Yong Byung…

“Sebenarnya sifat kejam Jaejoong itu menular dari Yong Byung.” ujar Junsu.

“MWO?” teriak Hyun Hwa.

“Kau kaget ya?”

“Tentu saja aku kaget. Selama ini Yong Byung eonni terlihat hangat dan baik hati. Ia juga gadis yang periang. Ia selalu menyemangati kita dan mengatakan, suatu hari kita akan bersama melihat masa depan. Maka dari itu tersenyumlah, tutup mata kalian dan katakan selamat tinggal air mata.”

“Itu adalah sisi hatinya yang sebenarnya. Dibanding dengan Jaejoong aku dan Hye In lah yang paling awal bergabung dalam Red Organization. Ya, keadaanlah yang membuatnya menjadi pribadi yang dingin dan kejam.”

“Sepertinya kau sangat memahami eonni, ya?”

“Dia sudah kuanggap adikku sendiri apalagi aku sangat berhutang budi pada mendiang ayahnya…” ujar Junsu sambil menerawang.

“Aku bahkan pernah berjanji akan mempertaruhkan nyawaku jika dia berada dalam bahaya.” lanjutnya.

Percakapan mereka tertutup dengan Hyun Hwa yang memeluk Junsu.

>>>>>.<<<<<

“Sudah siap?” tanya Yong Byung.

“Sip, persiapan beres!” jawab Yoochun sambil memakai sarung tangan hitam dan kupluknya.

“Jadi hanya aku yang tidak diajak, ya?” tanya Hyun Hwa melipat kedua tangannya di depan dada seraya duduk di atas sofa dengan wajah cemberut.

Yeodongsaeng-ie, aku janji akan mengikutsertakanmu dalam misi kedua kita besok!” jawab Yong Byung sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

“Jeongmal?” seru Hyun Hwa dengan wajah riang.

“EH! Byung-ah, adikku itu kan…” kaget Yoochun.

Wae? Mau protes? Kalau kau membantahku akan kupastikan kepalamu terpisah dari tubuhmu dalam hitungan detik!” ancam Yong Byung seraya menempelkan samurainya tepat di leher Yoochun.

‘Hiiee! Dia benar-benar menyeramkan!’ komentar Hyun Hwa dalam hati.

“Hyun Hwa, jangan lupa kasih makan anjing-anjingku, ne!” perintah Hye In.

Mwo? Bagaimana kalau anjing-anjing penjaga itu mengigitku?” tanya Hyun Hwa takut-takut.

“Jangan khawatir, mereka tidak akan pernah menyakiti kita berenam!”

Wae? Biasanya eonni juga hanya memantau Junsu oppa dan lainnya dari mansion? Kenapa sekarang sampai ikut serta?”

“Tentu saja karena target kita kali ini adalah salah satu anggota Yakuza Organisation.” jawab Hye In.

Eonni, jadi informasi apa saja yang berhasil kau dapatkan? Aku akan segera menyusun strategi setalah ini!” sambung Yong Byung.

“Duduklah!” ujar Hye In.

Semua orang pun menurut. Hyun Hwa ikut mendengarkan dengan seksama.

Hye In memperlihatkan tiga lembar foto. Diantara tiga lembar foto itu ada foto seorang pria berambut gondrong yang sepertinya sudah berumur 30 tahunan. Pria itu mengenakan pakaian serba hitam. Dua foto sisanya adalah dua orang pria bertubuh kekar dan tinggi berpakaian serba hitam lengkap dengan kacamata besar menutupi sebagian wajah mereka.

“Pria gondrong dan tirus itu adalah target kita. Dua orang lainnya, Kirigaya Yuu dan Komozaku Shon Tora atau yang lebih dikenal dengan nama Max adalah tangan kanan target kita ini. Kudengar Yuu sangat cepat. Dia lincah dan kuat seakan tubuh tegapnya ini terasa ringan. Menurut pengamatanku Yuu dan Max adalah orang Korea seperti kita.”

“Kirigaya Yuu? Hmm, kenapa tiba-tiba aku jadi tertarik padanya ya?” gumam Yong Byung.

“Hah? Bukannya kau jatuh cinta pada Jae—”

“Tutup mulutmu, bebek!” potong Yong Byung sarkastik.

“Mianhaeyo.” ujar Junsu.

“Cepat dan kuat? Hmm, kuserahkan dia padamu JJ oppa!”

“Ne.”

“Max selalu mengandalkan racun karena itulah kalian harus berhati-hati!” lanjut Hye In.

“Yoochun oppa, kuserahkan dia padamu! Kupikir kau orang yang tepat karena kau tidak jauh berbeda dari orang yang bernama Max itu. Kau pandai meracik ramuan menjadi obat bius ataupun racun, bahkan kau bisa merakit bom. Aku benar-benar kagum dengan keahlianmu itu.”

Pipi Yoochun langsung merona merah seperti udang rebus mendengar pujian Yong Byung barusan, membuat wajah Hyun Hwa berubah sendu. Ya, dia cemburu karena namja yang dicintainya itu sangat terobsesi pada Jung Yong Byung.

“Selain kedua orang itu. Target kita—Shin Ryuuga—juga selalu dikelilingi oleh puluhan anak buahnya karena itulah kita semua harus fokus. Aku akan memegang dua peran dalam misi kali ini, yaitu sebagai virus komputer dan juga sniper cadangan.” jelas Hye In.

“Bukankah akan jauh lebih mudah jika aku langsung menembak kepalanya dari atas gedung seperti yang sudah sering kulakukan?” tanya Junsu.

“Itu tidak mungkin Junsu oppa. Markas Ryuuga berada dalam sebuah gudang tertutup. Tidak ada satupun celah untuk menembak jarak jauh. Maka dari itu satu-satu jalan adalah dengan menyusup ke dalamnya lalu kita habisi mereka satu-persatu dengan serangan jarak dekat.” jelas Yong Byung.

‘Hmm, misi yang berat. Entah kenapa pada saat-saat seperti ini eonni sangat keren. Aku ingin sekali bisa sehebat dirinya.’ pikir Hyun Hwa dalam hati.

“Baiklah, cukup sampai disini diskusinya. Jangan sampai ada senjata yang tertinggal. Kita berangkat sekarang juga dan yang terpenting jangan sampai mati!”

“Ne!” ujar keempat orang itu kompak.

Mereka semua memasuki mobil sedan merah dan pergi menuju lokasi. Hyun Hwa hanya bisa menatap kepergian mereka dengan perasaan tak karuan. Entah kenapa perasaannya tidak enak tetapi tidak ada yang bisa ia lakukan selain berdoa agar kelima orang itu bisa pulang dengan selamat. Walau bagaimana pun Hyun Hwa sudah menganggap mereka sebagai keluarga barunya karena itulah ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada mereka.

>>>>>.<<<<<

Seringai menyeramkan terlukis di wajah sang ketua Red Organization. Yeoja ini sangat bersemangat kalau harus membunuh orang yang merupakan salah satu anggota Yakuza Organization. Sama seperti Jaejoong, sepertinya tujuan Yong Byung sendiri bukan hanya uang. Keduanya sama. Keluarga dan orang-orang yang mereka sayangi pernah di bantai habis-habisan oleh Yakuza Organisation. Yakuza Organisation jugalah yang telah merenggut nyawa ibu dan ayah Yong Byung juga membuatnya terpisah dari sang kakak yang sangat ia sayangi dan kagumi—Jung Yunho–.
.
.
Saat ini mereka sudah tiba di depan markas target mereka. Yong Byung memberi isyarat pada Yoochun. Yoochun meresponnya dengan anggukkan kepala lalu selang lima menit kemudian…

‘DUARR!’

Ledakan besar pun terjadi. Gerbang utama markas Shin Ryuuga itu hancur berkeping-keping. Dan tidak sampai dua menit kelima orang itu sudah terkepung oleh antek-antek Yakuza Organization. Yong Byung mulai menyiapkan tiga buah pedang. Dua ia genggam erat dengan kedua tangannya dan satu ia gigit ujungnya dengan gigi. Lantas ia pun melesat dengan kecepatan tinggi. Korban-korban berjatuhan dan tubuhnya yang terbalut coat merah menghitam karena dibanjiri oleh cairan berwarna merah pekat.

Pasukan selanjutnya mulai meyerang. Junsu dan Hye In mengeluarkan duah buah pistol yang sudah dilengkapi dengan peredam suara dan menembaki mereka semua tanpa ampun tepat di dada. Peluru menembus jantung. Korban-korban itu pun roboh seketika.

Salah satu dari mereka hampir menembaki Yong Byung, saat itu juga Junsu lekas membidik orang itu tepat di kepala. Kini halaman luas itu berubah menjadi lautan merah. Red Organization berhasil menghambisi semuanya. Lalu dimanakah Yoochun dan Jaejoong? Mereka langsung menghilang beberapa detik setelah ledakan besar itu terjadi dan sekarang keduanya sudah berhasil menyusup ke dalam markas setelah menghabisi antek-antek Yakuza Organization yang berada di dalam dengan keji. Tubuh-tubuh itu termandikan darah segar bahkan banyak juga diantaranya yang terpotong-potong seperti daging Qurban. Kejam, huh? Tentu saja, mereka adalah seorang ninja dan ahli pedang yang keji.

“GREAT!” ucap dingin seseorang.

“Kirigaya Yuu?” kaget Jaejoong.

“Well! Tak kusangka kalian bisa menghabisi orang-orang kami dalam waktu kurang dari 10 menit.” sambung suara seseorang yang lain.

“Komozaku Shon Tora?” kaget Yoochun.

“Jika kalian mempunyai pesan terakhir lebih baik ucapkan sekarang!” ancam Kirigaya Yuu—Jung Yunho– yang sudah berada tepat di belakang tubuh Jaejoong seraya menodongkan pistolnya tepat di kepala Jaejoong.

“Cepat, huh! Tepat seperti yang Mina katakan padahal aku ingat betul tadi itu kau tepat berada dalam jarak dua meter di depan kami!” sinis Jaejoong yang langsung menendang Yunho hingga namja itu terlempar membentur tembok.

“Ughh!” Yunho meringis dengan mulut yang sudah mengeluarkan darah kental.

“Sayangnya, aku jauh lebih cepat!” lanjut Jaejoong.

“Hahaha! Hideyoshi Hiro, kau meremehkanku?”

Yunho menggerakkan tangannya secepat kilat. Beberapa detik kemudian bahu kanan Jaejoong sudah tergores shurikennya sendiri dan berdarah…rupanya Yunho berhasil merebut beberapa senjatanya diam-diam.

Shit! Selama ini tidak pernah ada orang yang berhasil melukai tubuhku. Kau memang menakjubkan, Kirigaya Yuu!”

Pertarungan sengit pun tak terelakkan. Kunai saling beradu. Tendangan demi tendangan berlangsung sesekali. Keduanya bergantian terjatuh dan bangkit lagi. Keduanya sama-sama terluka parah.

“Hati-hati satu goresan saja bisa membuatmu mati hingga kau tak akan pernah bisa lagi melihat hari esok!” ancam Komozaku Shon Tora—Shim Changmin–

“Cih, jangan meremehkanku tiang listrik!” ujar Yoochun sambil meludah jijik.

‘Trang! Trang!’ pedang saling beradu.

Gerakan keduanya sama-sama lincah dan tak bisa ditebak. Dan pertarungan sengit itu pun terus berlangsung tanpa henti.

Nafas keempat orang itu mulai tersenggal. Keempatnya seri dan mereka semua kelelahan. Pakaian yang mereka kenakan sudah basah oleh keringat dan darah. Bukan hanya itu sepertinya beberapa tulang rusuk mereka juga patah tetapi untungnya Yoochun tidak sampai tergores pedang beracun itu.

“Kenapa mereka lama sekali sih?” protes Yong Byung, rupanya ia sudah bosan menunggu.

“Bagaimana kalau kita susul saja. Sepertinya mereka berdua kesulitan?” usul Hye In yang hanya direspon Yong Byung dengan anggukan kepala.

Ketiga orang itu sudah masuk ke dalam markas Ryuuga. Yong Byung terkejut melihat pemandangan di depannya. Empat orang namja masih bertarung dengan sengit.

“Mereka bisa mati kalau begitu terus!” komentar Hye In yang lantas memakai maskernya lalu menjatuhkan bom asap yang telah diberikan Yoochun sebelum berangkat tadi. Bom asap berbentuk bola pingpong yang mengandung gas obat bius.

‘Apa orang itu yang bernama Kirigaya Yuu? Kenapa aku seperti mengenalnya?’ pikir Yong Byung dalam hati.

Asap tebal mulai memenuhi ruangan. Junsu, Yong Byung, dan Hye In mulai tak bisa melihat apapun.

“Brengsek!! Ayo kita lari Max!” maki Yunho dan mereka berdua pun berhasil melarikan diri.

Asap mulai menghilang. Pandangan ketiga orang itu semakin jelas. Junsu terkejut karena hanya ada dua sosok orang yang di kenalnya disana walaupun keduanya sudah dalam keadaan tak sadarkan diri karena tak sengaja menghisap gas bius itu.

“BRENGSEK!! YUU DAN MAX BERHASIL KABUR!!” teriak Hye In.

“Jin-nii! Mina-nee! Bawa mereka berdua! Shin Ryuuga akan aku urus sendiri!” perintah Yong Byung yang dibalas Junsu dan Hye In dengan anggukan.

Yong Byung berjalan dengan waspada seraya mencari-cari keberadaan targetnya.

“Ahh..aahhh! Lebih cepat Ryuuga!”

Menjijikan! Rupanya targetnya sedang asik bercinta dengan seorang wanita. Desahan itu terdengar jelas dari dalam sebuah kamar. Padahal anak buahnya sibuk merenggang nyawa tetapi pria brengsek itu tenang-tenang saja seakan tak terjadi apapun.

“Merasa dunia milik kalian berdua, huh?” sinis Yong Byung yang tengah mengintip dari balik celah pintu yang sedikit terbuka.

Yong Byung masih mengawasi adegan bercinta yang panas itu, membuat dirinya sedikit terangsang.

“Permainan pria brengsek itu oke juga. Kalau begitu sebelum kutembak kepalanya akan kutembak dulu kemaluannya!” seringai itu kembali terlukis di wajah Yong Byung.

Yong Byung mulai mengeluarkan sebuah pistol dari balik mantel merahnya. Ia mulai membidik dengan penuh konsentrasi agar pelurunya tidak meleset. Merasa sudah menemukan posisi yang tepat, Yong Byung menarik pelatik. Dengan mulus peluru itu tepat mengenai sasaran yaitu kepala dan kemaluan sang target.

“HYAAA!” teriak yeoja yang tengah bercinta dengan Ryuuga tadi histeris.

Yong Byung hanya menyeringai seolah merasa puas dengan apa yang telah ia lakukan. Dengan aura dingin yang kental ia pun berbalik lalu meninggalkan tempat itu seraya memasukan kembali pistol itu kedalam mantel.

“Mission complete!” ucapnya.

>>>>>.<<<<<

Hye In masih sibuk mendandani Hyun Hwa. Untuk melaksanakan misi kedua kali ini Yong Byung membuat strategi umpan dan jebakan. Penampilan Hyun Hwa yang biasanya polos dan apa adanya itu kini berubah total. Hyun Hwa berubah menjadi gadis glamour dan sexy.

Yoochun menarik nafas berkali-kali karena mengkhwatirkan adiknya yang akan dijadikan umpan itu. Saat ini dia benar-benar kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa. Pertarungannya dengan Max kemarin benar-benar menguras banyak tenaga, terlebih badannya terasa sakit semua karena penuh dengan luka-luka lebam dan beberapa tulang rusuknya patah. Walaupun kemarin Hyun Hwa sudah mengobatinya tetap saja saat ini ia merasa tidak berdaya.

Begitu juga dengan Jaejoong, ia tampak begitu kesal karena untuk misi kali ini ia tidak bisa ikut serta. Luka-luka yang disebabkan oleh Yuu membuatnya diharuskan untuk libur selama satu minggu. Ia hanya bisa rebahan di sofa seraya memperhatikan gerak-gerik Hyun Hwa yang tampak senang dan bersemangat.

‘Aku sedikit khawatir karena ini adalah misi pertamanya.’ bathin Jaejoong dalam hati.

“Bross ini jangan sampai jatuh ya? Ini adalah kamera pengintai yang sangat penting supaya kami bisa terus memantau gerakanmu!” ujar Hye In seraya memasangkan bross itu di gaun merah yang Hyun Hwa kenakan.

“Dengar baik-baik! Kepala Polisi brengsek itu sangat tergila-gila dengan wanita makanya kau harus berhasil menggodanya dan pancing dia ke sebuah ruangan yang tertutup. Begitu timingnya bagus, segera tikam jantungnya dengan pisau belati yang sudah Hye In ikatkan di pahamu. Soal White Organization dan anak-anak buah lelaki tua itu serahkan saja pada kami bertiga. Kau mengerti?”

“Anu, apa memang harus menikam jantungnya?”

“Jadilah kejam untuk kali ini! Jangan sampai kau merusak rencanaku, paham!” perintah Yong Byung.

Ne. Aku akan berusaha!”

“Ini senjata rahasia dari kakakmu, gunakan saat kau benar-benar dalam kondisi terdesak!” lanjut Yong Byung seraya menyerahkan sebuah bom asap berbentuk bola seukuran kelereng.

“Kali ini isinya racun yang bisa melumpuhkan otot-ototmu dalam hitungan menit. Jadi kau harus hati-hati Hyun Hwa-ya. Pakailah masker sebelum kau menggunakannya!” ujar Yoochun memperingatkan,

“Ne. Gomawo oppa. Gomawo eonni!” ucap Hyun Hwa sambil menyembunyikan bom asap itu didalam dompetnya.

>>>>>.<<<<<

Hari ini adalah hari upacara peresmian sebuah hotel mewah milik salah satu pejabat pemerintah dan kepala polisi Maeda Yukimura adalah salah satu tamu yang di undang.

Gedung tersebut di jaga ketat oleh para polisi. Tidak hanya para polisi, beberapa orang berjubah putih pun ikut menjaga keamanan di luar hotel tersebut. Merekalah White Organisation.

Red Organisation mulai mengintai dari jauh. Hye In masih fokus dengan laptopnya. Mencari-cari celah yang aman untuk menyusup.

“Sial! Tidak ada satupun celah yang menguntungkan!” maki Hye In kesal.

“Tenanglah eonni, akan kupikirkan strategi lain…” sambung Yong Byung yang terlihat berpikir keras.

“Bagaimana kalau kita serang dengan bom asap terlibih dahulu?” saran Junsu.

“Tidak bisa. Itu akan tertangkap oleh CCTV.”

“Memangnya kau tak bisa mengacaukan sistem keamanan mereka seperti yang biasa kau lakukan Hye In-a?” tanya Junsu.

Ani. Sepertinya ini adalah ulah salah anggota White Organisation. Aku tidak bisa melakukan hacking!” jelas Hye In.

“Kalau begitu akan kubunuh. Akan kubunuh para penjaga itu dengan cepat. Aku tak peduli walaupun harus ikut membunuh anggota White Organisation.”

“Byung-a…”

“Jangan khawatir, aku tak akan membunuh Lee Eun Ri!” tegas Yong Byung.

“Benar juga, dimana yeoja bernickname Jin Hee Young itu?” tanya Junsu.

“Sepertinya sudah berada di dalam hotel. Akan kusuruh Hyun Hwa untuk berhati-hati!” ujar Hye In yang mulai menyalakan earphonenya.

“Sakurai Mitsumuki, apa kau sudah berhasil masuk ke dalam?” tanya Hye In dalam bahasa Jepang.

Hai, nee-san. Beruntung para penjaga itu tidak mencurigaiku hingga aku berhasil lolos tanpa ketahuan membawa senjata. Sepertinya mereka percaya kalau aku adalah salah satu tamu yang diundang berkat kartu undangan palsu yang berhasil nee-san buat itu tapi ada sedikit masalah…”

“Ada apa?”

“Ingat foto yang semalam nee-san perlihatkan padaku?”

“Maksudmu foto saudara sepupuku?”

Hai, yeoja itu selalu berada di sisi target kita. Dia terlihat sangat anggun dengan gaun putihnya itu!”

Nani? Sial!!”

“Jadi apa yang harus aku lakukan?”

“Kurasa Eun Ri tidak akan sampai mengikuti target kita ke toilet, jadi lakukan rencana yang telah kita susun sebelumnya saat lelaki tua itu hendak pergi ke toilet dan kau jangan sampai melakukan gerakan yang mencurigakan!”

“Hai. Wakarimashita.” tegas Hyun Hwa dan sambungan itu pun terputus.

‘Hyun Hwa-ya, aku harap kau akan baik-baik saja!’ bathin Junsu dengan ekspresi yang tampak cemas.

>>>>>.<<<<<
.
>> To Be Continued <<
.

Aigoo, ini adalah fanfic bergenre crime pertama author jadi author minta maaf kalau adegan actionnya kurang greget atau gimana gitu? Ciyus, author maksa banget nih bikin FF seperti ini tadinya pengen mencoba tantangan baru abiz bosen juga kalau terus membuat FF dengan genre yang itu-itu aja #nekad. Author juga minta maaf kalau misalnya masih banyak typo bertebaran dimana-mana.
Seperti biasa cepat atau lambatnya update tergantung yang COMMENT, kalau yang comment minimal 5 orang, ff ini akan segera dilanjutkan. So, leave a Critic or Comment please! Thank You! ^^

.

AT THE BACKSTAGE :
JJ : Wah! Aku keren banget ya di ff ini?😀
Hyun Hwa : Dasar pangeran narsis! IoI
Changmin : What? Jadi aku dan Yunho hyung seorang Yakuza?
Author : Yup! ^^
Eun Ri : Dan aku salah satu anggota White Organization?
Author : ^_^
Yunho : Astaga, kayaknya kisah cintaku ma Hee Young bakalan rumit ini!
Author : No Comment!
Yong Byung : Jadi cintaku bertepuk sebelah tangan gitu?
Author : Hehehe, mianhae ini demi tuntutan cerita…
Yoochun : Dan cintaku juga bertepuk sebelah tangan? Menyedihkan!
Junsu : Aku juga! Tapi lihat aja, akan kubuat Hyun Hwa berpaling padaku!
Author : #kabuur!

3 thoughts on “Yume Sekai!! Chap 1

  1. suka banget sama fanfic2 yang kamu bikin, fanfic yang 1 ini juga bagus ide ceritanya (kaya zigzag cinta gitu ya..?hehe..maap sok tau) tapi agak ngebingungin ko ya menurut aku..mungkin karena banyak tokoh utamanya dan semuanya ada nama samaran kali ya..apa karena ini baru part 1 jadi belum nyangkut2 banget di otak..hehe.. *maklum lola*.
    Baca ini sambil bayangin JJ jadi magfia itu rasanyaaaa..aiiihhh..si JJ pasti keren banget..Tatapan mata JJ itu cocok banget buat jadi magfia..hahaha..dan jadi ngebayangin badan di balik jubah merahnya.. #eehhh..
    ditunggu lanjutannya ya..🙂

  2. Aiiihh nih ceritanya bikin menggebu gebu deh. Jadi kebawa gregetan, marah kuatir dan yang pasti bisa ngebayangin Jae oppa yang sadis tapi lembut, juga changmin, yunho pasti keren keren kalau jadi gengster begitu. Jadi macho..°•ŵĸ\=D/ŵĸ•°=D°•ŵĸ=))ŵĸ•° Jaemin syndrom nih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s