My Lovely Brother My Lovely Sister Chap 3


Title: My Lovely Brother My Lovely Sister

Cast :

–          Kim Jaejoong

–          Park Yoochun

–          Kim Hyo Rin (Hielda)

Rating: PG13-NC21 / STRAIGHT

Author : Lee Eun Ri  

Chap sebelumnya bisa di cari di sini

A/N:  Kalo author liat-liat kayaknya banyak dialognya di chap ini. Mianhae ya kalo ada yang ga suka banyak dialog. sama satu lagi chap ini di post bertepatan sama 1st anniversary blog n grup fb loh. gumawo buat para reader setia yang selalu mantengin blog ini. jeongmal gumawoyo *cipok reader satu2*

Happy reading

AUTHOR POV

Hyo Rin menjalani hari-harinya seperti biasa hanya saja ia tak secerah dulu, sekarang ia lebih sering diam dan murung. Tak banyak berbicara baik saat di sekolah maupun di rumah. Ia memutuskan untuk mulai menjaga jarak dengan keluarganya, ia tak mau lebih sakit hati lagi. Hyo Rin lebih sering diam di kamarnya setelah pulang sekolah sekarang ini. Ia pun mulai menutup diri dari keluarganya, tentang segala hal. Entah itu sekolah, masalah pribadi maupun jika ia sedang sakit. Ia tak mau mengatakannya pada keluarganya.

Kini ia tengah duduk di taman sekolahnya yang jarang di datangi murid-murid. Ia menghela nafasnya panjang sambil memakan bekal makanannya. Ia banyak melamun dan memikirkan apa yang harus ia lakukan. Tak lama ia tersentak karena tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya. Ia melihat Yuchun yang datang. Namja itu duduk di sampingnya sambil tersenyum padanya. Ia tak menggubris namja itu dan kembali menatap ke depan.

“Kau akhir-akhir ini sering melamun dan lebih banyak murung. Ada apa?” Tanya Yuchun. Hyo Rin hanya diam tak menjawab pertanyaan Yuchun. Ia terlalu malas menghadapi namja di sampingnya itu.

Yuchun menatap Yeoja di sampingnya dengan wajah khawatir. Entah mengapa ia merasa yeoja itu banyak berubah setelah yeoja itu tau siapa ia yang sebenarnya waktu itu. Saat Hyo Rin sadar kalau ia adalah teman kecil yeoja itu. Sehari semenjak itulah Yuchun merasa kalau Hyo Rin berubah total. Ia penasaran kenapa yeoja itu banyak berubah. Ia selalu berada di samping yeoja itu walaupun yeoja itu hanya diam dan sering menolak kehadirannya.

“Apa kau masih marah karena aku preman sekolah?” Tanya Yuchun pelan. Ia melihat yeoja itu hanya diam tak menggrubris pertanyaannya. Lama mereka terdiam tak mengatakan apapun.

“Kalau kau marah karena aku yang berubah, aku kan sudah berjanji akan berubah. Sekarang aku sudah bukan lagi preman sekolah. aku sudah bukan lagi bagian dari preman sekolah.” Ucap Yuchun lagi. Hyo Rin menghela nafasnya panjang lalu menatap namja di sebelahnya dengan tatapan datar. Tak lama ia kembali menatap ke depan.

“Bukan karena itu. Katakan padaku apa yang akan kau lakukan kalau keluarga yang selama ini kau sayangi ternyata tidak menyayangimu? Mereka mengambilmu hanya untuk memperalatmu.” Ucap Hyo Rin. Hatinya kembali perih saat mengatakan hal itu. Ia menahan tangisnya agar tak keluar di hadapan namja itu. Yuchun menatap yeoja di sampingnya dengan bingung.

“Kenapa kau berkata seperti itu? Jangan bilang keluargamu hanya memperalatmu saja?” Tanya Yuchun. Yeoja itu tak menjawab dan hanya menatapnya sambil tersenyum tipis. Sontak Yuchun mengepalkan tangannya, ia tau arti dari senyuman yeoja itu.

“Katakan siapa yang memperlakukanmu dengan buruk? Siapa yang memperalatmu? Katakan padaku Hyo Rin-a?” Ucap Yuchun setengah berteriak karena emosi. Ia langsung berdiri dan menatap yeoja itu tajam. Yeoja itu malah tersenyum padanya membuat emosinya semakin memuncak. Saat ia akan pergi yeoja itu menahan tangannya, ia berbalik dan menatap yeoja itu. Tatapannya sangat teduh membuat emosinya sedikit turun.

“Duduklah sunbae. Jangan emosi. Aku baik-baik saja.” Ucap Yeoja itu padanya.

“Tapi mereka menyakitimu, Hyo Rin-a.” Ucapnya. Yeoja itu menggelengkan kepalanya.

“Tidak apa, toh aku hanya anak adopsi. Tolong temani aku sebentar lagi sunbae. Aku tak mau sendirian.” Pinta yeoja itu padanya. Ia pun menghela nafas dan kembali duduk di samping yeoja itu.

“Ok aku akan menemanimu tapi ceritakan padaku semuanya. Dan kenapa kau sampai seperti ini? Kau sangat berubah.” Ucap Yuchun tegas. Yeoja itu menggelengkan kepalanya.

“Sireo.” Jawab yeoja itu cepat. Yuchun membelalakan matanya.

“Wae?” Tanya Yuchun.

“Kau bukan lagi Yuchun temanku yang dulu. Kau Yuchun sang preman sekolah. aku tak mengenal Yuchun yang ini. Yuchun yang ini hanya sunbaeku.” Ucap yeoja itu pada Yuchun. Yuchun menghela nafasnya.

“Aku kan sudah bilang kalau aku bukan lagi preman sekolah. Masa kau tidak percaya padaku? Kau lihatkan selama ini aku selalu di sampingmu dan tidak pernah bersama teman-temanku yang bergabung jadi preman? Katakanlah masalahmu, ceritakan semuanya. Aku pasti akan membantumu. Jangan kau pendam seorang diri.” Ucap Yuchun. Hyo Rin menatap Yuchun dalam.

“Janji tak akan mengatakannya pada siapa pun? Dan jangan melakukan tindakan bodoh?” Yuchun terdiam sesaat lalu mengangguk. Hyo Rin pun menceritakan semuanya pada Yuchun, mulai dari awal ia di adopsi sampai kejadian yang membuatnya berubah total. Yuchun mendengarkannya dengan seksama. Ia sering mengepalkan tangannya menahan emosi saat Hyo Rin mengatakan hal yang membuat yeoja itu sakit hati karena keluarganya. Setelah yeoja itu selesai bercerita Yuchun langsung berdiri karena emosi. Ia berteriak kesal, ia berjalan sambil mengumpat kesal. Ia ingin menghampiri Jaejoong dan Mrs.Kim tapi langkahnya terhenti saat yeoja itu memanggilnya. Ia menoleh ke belakang dan menatap yeoja itu yang tengah menatapnya dengan wajah sendu.

“Mau kemana?”

“Aku akan memberi pelajaran pada orang yang telah membuatmu seperti ini.” Jawab Yuchun.

“Kumohon jangan. Kau kan sudah berjanji padaku. Jangan membuat masalah menjadi rumit. Aku tak mau terjadi keributan. Cukup seperti ini saja. Tenang, seolah tak terjadi apa-apa. Lebih baik seperti ini dari pada ribut. Aku tak mau membayangkan apa yang akan mereka lakukan kalau sampai terjadi keributan hanya karena aku. Kumohon jangan.” Ucap Hyo Rin. Lalu ia menangis, air mata yang ia tahan akhirnya keluar juga. Ia tak bisa lagi menahan air matanya. Tak lama ia merasakan ada yang memeluknya dengan erat, ia tau itu Yuchun. Ia membalas pelukan itu dengan erat.

“Menangislah, aku ada di sini. Mulai sekarang aku akan melindungi dan menjagamu.” Ucap Yuchun yang langsung di sambut oleh tangisan Hyo Rin yang semakin keras. Ia mengelus lembut rambut yeoja itu dan membiarkannya menangis di pelukannya. Yuchun tak menyangka kalau kehidupan yeoja itu akan seperti ini. Ia dulu menyangka kalau kehidupan yeoja itu bahagia tapi ternyata jauh dari perkiraannya.

“Gumawo sunbae.” Ucap yeoja itu setelah sedikit tenang dan tak menangis lagi. Yeoja itu melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. Hyo Rin berusaha tersenyum di depannya.

“Jangan paksakan tersenyum seperti itu. Kalau masih mau menangis ya menangis saja.” Ucap Yuchun. Yeoja itu menggelengkan kepalanya.

“Dengar ya aku diam bukan berarti aku mau mengalah. Ini hanya karenamu, kalau kau tidak mencegahku tadi pasti sekarang aku sudah memberi pelajaran pada mereka.” Ucap Yuchun kesal. Yeoja itu memegang kedua tangannya sambil menatapnya.

“Kau jangan pakai kekerasan pada siapa pun. Ingat aku tak mau berteman dengan orang yang pakai kekerasan.” Ucap yeoja itu membuatnya terdiam dan menghela nafas. Ia tak bisa membantah perkataan yeoja itu.

“Baiklah. Terserah kau.” Jawabnya yang di sambut senyuman yeoja itu.

‘Asalkan kau tersenyum aku akan melakukan apapun. Akan kubuat kau bahagia. Aku janji tak akan seperti mereka yang selalu membuatmu sedih.” Batin Yuchun.

Tak lama bel masuk berbunyi keduanya pun pergi dari taman itu. Keduanya berjalan menuju kelas masing-masing. Saat sedang berjalan Hyo Rin melihat Jaejoong menatapnya dan Yuchun bergantian.

“Hyo Rin-a, kau sedang apa? Masuk ke kelasmu sekarang.” Perintah Jaejoong padanya. Hyo Rin pun menghampiri oppanya.

“Oppa jangan marah lagi pada Yuchun sunbae. Aku baru ingat dia itu teman kecilku sewaktu aku masih di panti. Aku bertemu dengan sunbae di taman dengan anak-anak panti lain.” Ucapnya sambil menunduk.

“Kau masih mau berteman dengan orang yang sudah membentakku?” Tanya Jaejoong dingin tapi hatinya emosi karena cemburu.

“Selain Young Mi hanya dia temanku oppa. Aku sudah mengatakan padanya agar tak membentak oppa lagi dan dia setuju.” Ucap Hyo Rin lalu menatap Yuchun dengan wajah memohon. Yuchun menghela nafas lalu menekan amarahnya yang masih tersulut jika melihat Jaejoong. Ia berusaha menahan amarahnya hanya untuk Hyo Rin.

“Ne. Aku tak akan lagi membentakmu. Mianhae kemarin aku berbicara kasar padamu. Kau jangan takut aku akan menyakiti Hyo Rin karena itu tak akan pernah kulakukan.” Ucap Yuchun. Lalu ia berjalan ke kelasnya. Ia melihat yeoja itu menatapnya dan berterima kasih. Ia hanya mengangguk kecil.

Jaejoong menatap Hyo Rin yang sedang menatap ke belakangnya di mana Yuchun pergi. Ia menghembuskan nafasnya pelan untuk menahan rasa cemburunya. Saat yeoja itu menatapnya ia kembali menatap yeoja itu dingin. Tak lama yeoja itu membungkuk lalu pamit pergi padanya. Jaejoong menatap punggung dongsaengnya yang semakin lama semakin menjauh.

‘Kenapa kau berubah Hyo Rin-a?’ Batin Jaejoong. Ia menatap punggung yeoja itu dengan sendu. Ia merasa Hyo Rin menjauhinya dan sangat berubah akhir-akhir ini tapi ia tidak tau kenapa. Dan ia pun masih belum tahu kenapa dongsaengnya waktu itu menangis. Ia berjalan menuju kelasnya.

Di kelas ia bersikap biasa saja tapi sesekali ia melirik Yuchun. Namja yang satu kelas dengannya. Setelah pulang sekolah dan kelas sepi, Jaejoong menghampiri Yuchun. Namja itu menatapnya tajam dan tidak suka.

“Mau apa kau?” Tanya Yuchun dengan nada dingin.

“Kenapa kau mendekati dongsaengku? Apa yang kau rencanakan?” Tanya Jaejoong. Yuchun terkekeh pelan mendengar pertanyaan Jaejoong. Lalu tak lama ia tersenyum sinis pada namja di depannya.

“Kau takut aku membalas dendam melalui Hyo Rin? Aku tak pernah melihat kau seperti ini Kim Jaejoong. Ternyata kau perhatian sekali dengan dongsaengmu. Dengar, aku tak akan mungkin menyakiti Hyo Rin seperti keluargamu. Aku akan melindungi dan menjaganya. Kau tak usah khawatir, aku tak akan menyakitinya.” Ucap Yuchun lalu mengambil tasnya dan pergi tapi langkahnya terhenti.

“YA! Jangan pergi kau! Apa maksudmu ‘tak akan mungkin menyakiti Hyo Rin seperti keluargaku’? Memangnya kau tau apa tentang keluargaku? Jangan kau berani-berani menyentuh Hyo Rin dan jangan pernah mempermainkannya. Kalau kau memang mau membalas dendam karena kematian Min Young hadapi aku, jangan dekati Hyo Rin.” Ucap Jaejoong berteriak. Yuchun berbalik lalu tersenyum tipis namun dingin.

“Jadi sekarang kau mau mengakui kalau penyebab Min Young bunuh diri itu karena ulahmu?” Tanya Yuchun dingin. Jaejoong mengepalkan tangannya.

“Tidak. Aku tidak akan pernah mengakuinya. Bukan karena aku, MinYoung bunuh diri. Kuperingatkan kau untuk terakhir kalinya. Jangan dekati Hyo Rin. Jangan menyentuhnya sedikitpun.” Ancam Jaejoong.

“Kau lupa apa yang di katakan Hyo Rin? Kami ini teman kecil. Aku sudah mengenalnya dari kecil bahkan sebelum kau bertemu dengannya. Kau bukan siapa-siapaku jadi kenapa aku harus menuruti ucapanmu?” ucap Yuchun lalu pergi meninggalkan Jaejoong. Jaejoong berusaha mengontrol emosinya. Ia sangat kesal dan marah pada Yuchun. Ia merasa kalau namja itu mendekati dongsaengnya karena ingin membalas dendam padanya. Karena namja itu mengira ialah yang membunuh Min Young.

“Brengsek! Awas kau Park Yuchun. Kalau aku tau kau menyakiti Hyo Rin. Habislah kau di tanganku.” Ucap Jaejoong. Tak lama ia pun meninggalkan kelasnya dan pulang ke rumah.

—-   

Hyo Rin tengah belajar di ruang baca, ia mencari kesibukan agar kesedihannya menghilang dan ia tak lagi mengingat kejadian yang menyakitkan itu lagi. Ia berpikir untuk fokus belajar agar ia bisa cepat lulus sekolah. Lalu setelah itu  kuliah sambil bekerja, ia ingin mandiri karena tak mau terus menyusahkan keluarga yang telah mengadopsinya. Ia menghembuskan nafas pelan lalu kembali fokus belajar.

“Hyo Rin.” Panggil seseorang membuat Hyo Rin menoleh ke sumber suara. Ia melihat Jaejoong berada tepat di depan pintu. Namja itu menghampirinya.

“Ne, oppa? Ada apa?” Tanyanya. Jaejoong melihat dongsaengnya itu sedang belajar.

“Kau jangan dekat-dekat dengan Yuchun.” Ucap Jaejoong cepat. Ia melihat yeoja itu mengerutkan dahinya.

“Jangan memasang wajah seperti itu. Kau tau jelas dia menganggapku sebagai musuhnya. Dia itu hanya mempemainkanmu untuk membalas dendam.” Ucapnya lagi.

“Mianhae oppa. Walaupun aku tidak terlalu menyukainya yang sekarang jadi preman sekolah tapi dia tetap temanku. Dia tidak akan menyakitiku, oppa.” Ucap Hyo Rin.

‘Apakah kau menyukainya, Hyo Rin-a’ Batin Jaejoong.

“Permisi, oppa.” Ucap Hyo Rin sambil membawa buku-bukunya. Ia meninggalkan namja itu seorang diri. Hyo Rin berganti pakaian lalu pergi, ia akan pergi ke perpustakaan umum yang ada di seoul. Ia tak menyadari jika Jaejoong menatapnya.

‘Mau kemana?’ Batin Jaejoong. Tanpa Jaejoong sadari ia mulai mengikuti kemana yeoja itu pergi.

“Perpustakaan?” Gumam Jaejoong pelan di dalam mobilnya. Ia tetap melihat dari mobilnya. Tak lama ia melihat Yuchun berlari menghampiri dongsaengnya. Raut wajah dongsaengnya itu terlihat kaget. Ia akan turun menghampiri mereka tapi melihat tidak ada penolakan dari Hyo Rin membuat Jaejoong mengurungkan niatnya. Ia melihat keduanya masuk ke dalam perpustakaan. Jaejoong terus menunggu di dalam mobil.

Sementara itu Hyo Rin melirik Yuchun dingin lalu menghela nafas saat melihat namja itu hanya tersenyum sambil menatapnya. Ia tak mempedulikan namja itu dan mulai fokus belajar. Ia sedikit tidak fokus karena namja itu terus menatapnya membuatnya risih.

“Tumben kau belajar? Ada apa?” Tanya Yuchun saat yeoja itu menatapnya kesal.

“Kau itu mengangguku belajar sunbae. Kau menghinaku ya? Aku ini memang rajin belajar hanya saja untuk kali ini aku akan benar-benar fokus belajar. Jadi sunbae jangan mengangguku.” Ucap Hyo Rin sambil berbisik takut menganggu pengunjung lainnya.

“Wah wah. Baiklah aku tak akan menganggu tapi satu pertanyaan lagi. Kenapa kau mau fokus belajar?” Tanya Yuchun serius.

“Agar aku cepat lulus sekolah dan kuliah sambil bekerja. Aku ingin mandiri dan tak mau menyusahkan keluargaku.” Jawab Hyo Rin. Yuchun hanya mengangguk mengerti. Lalu ia mencari buku yang ia suka lalu membacanya, ia tak mau menganggu yeoja itu tapi tak mau meninggalkan yeoja itu sendirian. Sesekali ia melirik Hyo Rin yang tengah serius membaca. Yuchun tersenyum kecil saat melihat yeoja di depannya sangat serius.

‘Terlihat manis.’ Batin Yuchun.

Setelah cukup lama belajar akhirnya Hyo Rin menutup bukunya dan meregangkan otot-ototnya yang kaku dan pegal. Ia melihat Yuchun masih berada di depannya tapi kini namja itu sedang membaca buku. Ia pun berdiri pelan dan meninggalkan Yuchun yang terliht sangat serius itu. Ia tak mau mengganggu namja itu. Ia meminjam beberapa buku di perpustakaan itu lalu keluar perpustakaan.

“Ya!”

“Kyaa!” teriaknya kaget. Ia melihat kebelakang dan Yuchun menatapnya tajam. Ia memukul lengan namja itu karena mengagetkannya.

“Kenapa meninggalkanku?” Tanya Yuchun.

“Sunbae tadi kulihat sangat serius jadi aku tak mau mengganggu.” Jawab Hyo Rin jujur.

“Kau itu tak akan pernah mengangguku. Mau kemana?” Ucap Yuchun. Hyo Rin melihat namja itu memegang buku yang di baca tadi.

“Molla. Mungkin pergi ke taman atau ke café untuk menyegarkan otak. Memangnya kenapa?” Yuchun langsung menarik lengan Hyo Rin pergi dari perpustakaan. Hyo Rin berteriak kecil sambil berusaha melepaskan tangannya yang di tarik namja itu. Setelah lepas ia memukul namja itu dengan buku tebal yang baru ia pinjam dari perpustakaan. Namja itu berteriak kesakitan dengan raut wajah yang sangat lucu. Melihat itu ia tertawa pelan. Yuchun tersenyum kecil saat melihat yeoja itu tertawa. Ia senang melihat yeoja itu tertawa seperti sekarang ini.

‘Kau memang lebih cocok tertawa di bandingkan menangis. Aku akan berusaha membuatmu selalu tertawa.’ Batin Yuchun senang.

“YAAAA! Park Yuchun.” Panggil seseorang. Ia pun menoleh ke sumber suara dan melihat Changmin, Yunho dan beberapa temannya yang lain. Ia membelalakan matanya melihat teman-temannya yang merupakan preman di sekolahnya itu. Mereka menghampirinya. Ia menatap Hyo Rin yang menatap ke arah lain.

“Sunbae, aku permisi dulu.” Ucap yeoja itu padanya lalu pergi.

‘Kau marah Hyo Rin-a?’ Batinnya. Ia menatap kesal teman-temannya.

“Kalian ini datang di saat yang tidak tepat.” Ucapnya kesal lalu berusaha mengejar Hyo Rin. Ia berteriak memanggil Hyo Rin tapi yeoja itu tidak menghiraukannya.

“Hyo Rin-a tunggu.” Ucapnya sambil menahan tangan yeoja itu agar tak pergi lebih jauh. Ia berusaha mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.

“Kau marah?” Tanyanya menatap yeoja itu. Yeoja itu menatapnya datar.

“Kenapa aku harus marah padamu sunbae?” Tanya yeoja itu balik.

‘Dia benar-benar marah.’ Batin Yuchun. Tak lama ia mendengar teriakan dari teman-temannya dari belakang. Ia menoleh dan menghembuskan nafas pelan lalu ia menatap tajam teman-temannya itu. Teman-temannya hanya memasang wajah tanpa dosa mereka padanya.

“Yuchun-a, ayo kita jalan-jalan dan nanti malam kita ke club biasa. Ada pesta besar di sana.” Ucap Changmin sambil tersenyum. Ia tak menyadari tatapan membunuh dari Yuchun.

“Kenapa kalian kesini? Jangan menggangguku.” Ucap Yuchun. Ia melirik Hyo Rin tapi ia melihat yeoja itu hendak pergi meninggalkannya. Ia menahan yeoja itu agar tak pergi lagi.

“Mau kemana? Biar kuantar.” Ucapnya sambil menatap yeoja itu. Yeoja itu menatapnya dingin, ia semakin yakin jika yeoja itu marah padanya.

“Kau marah kan? Aku benar-benar sudah bukan preman sekolah lagi dan club itu kau salah paham. Aku jarang sekali main ke club.” Ucapnya menjelaskan pada Hyo Rin. Ia menatap yeoja itu dengan tatapan memohon agar yeoja itu mengerti dan tidak marah lagi.

“Ternyata dia yeoja yang sudah membuatmu berubah total. Sampai keluar jadi ketua.” Ucap Yunho sambil menatapnya. Ia menatap Yunho kesal.

“Pantas saja kau rela berubah ternyata yeojanya sangat cantik.” Tambah Changmin membuatnya semakin kesal. Ia menjitak kepala kedua temannya itu dengan keras. Yuchun melihat Hyo Rin, yeoja itu hanya diam dengan tatapan dingin.

“Aku pergi dulu, sunbae.” Ucap yeoja itu. Yuchun dengan cepat menahan yeoja itu pergi. Ia memohon pada yeoja itu agar tidak marah padanya tapi yeoja itu hanya mengatakan kalau ia tidak marah. Tapi Yuchun tau kalau yeoja itu marah atau mungkin kesal padanya. Hyo Rin bersikeras untuk pergi tapi ia tetap menahannya.

“Kau yeojachingu Yuchun?” Tanya Yunho sambil menatap Hyo Rin. Hyo Rin mengerutkan dahinya lalu menggelengkan kepalanya.

“Anni. Bukan.” Jawab Hyo Rin singkat. Sontak Yunho dan yang lainnya terkekeh sambil menatap Yuchun. Yuchun menatap kesal dan tajam semua teman-temannya. Ia mendengus karena tatapan mereka.

“Kau marah pada Yuchun karena berteman dengan kami yang merupakan preman sekolah dan tidak suka Yuchun menjadi ketua kami? Atau kau membenci Yuchun dan kami yang preman?” Tanya Changmin serius. Hyo Rin menatap Changmin cukup lama.

“Mungkin masih belum bisa menerima karena dulu waktu kecil Yuchun anak yang tidak suka kekerasan. Aku tidak suka kekerasan.” Ucap Hyo Rin jujur. Yuchun menatap Hyo Rin, ia baru kali ini mendengar yeoja itu mengatakan hal itu.

“Ah jadi kau tidak marah atau pun membenci Yuchun. Hanya belum bisa menerima saja.” Ucap Yunho mengerti.

“Berarti nanti kalau sudah terbiasa kau bisa menerima Yuchun sebagai ketua kami? Yuchun-a kau kembali menjadi ketua kami saja.” Ucap Changmin yang di beri anggukan oleh teman-temannya yang lain.

“Molla tapi mungkin tidak karena aku tidak suka kekerasan. Ah permisi sunbaenim.” Ucap Hyo Rin lalu beranjak pergi. Yuchun menatap teman-temannya kesal karena ia tau walaupun yeoja itu bersikap biasa tapi sebenarnya masih marah padanya.

“Kalian ini malah tambah memperkeruh suasana bukannya membantuku.” Ucap Yuchun kesal lalu menghampiri Hyo Rin. Ia berusaha menjelaskan pada yeoja itu agar tidak marah padanya.

“Aku tidak marah padamu, sunbae. Sudah sana temani teman-temanmu.” Ucap yeoja itu padanya. Ia hanya bisa menghela nafas pelan. Ia paling tidak mau melihat Hyo Rin seperti ini. Ia melirik kebelakangnya dan melihat semua temannya menghampirinya. Ia menatap tajam teman-temannya. Mereka tak menghiraukan tatapannya dan mulai mendekati Hyo Rin. Mereka menjelaskan semuanya pada Hyo Rin dan meminta pengertian yeoja itu. Ia mendengar kalau semua temannya meminta kalau yeoja itu memperbolehkannya untuk tetap menjadi ketua mereka.

“Kenapa sunbaenim malah tanya padaku? Mau Yuchun sunbae menjadi ketua preman sekolah, mau tetap menjadi teman kalian atau apapun itu aku tidak berhak memutuskannya. Sunbaenim tanya saja pada Yuchun sunbae. Aku kan bukan siapa-siapanya. Aku hanya teman kecilnya.” Ucap Hyo Rin. Sebenarnya ia tak suka kalau Yuchun menjadi preman selain karena ia memang tidak suka kekerasan, ia juga tak mau namja itu menjadi brutal dan kasar pada orang. Sejak tau namja itu adalah temannya sewaktu kecil ia benar-benar tak menyangka namja yang dulunya menangis jika di kasari dan tidak menyukai kekerasan kini malah sebaliknya. Ia melihat semua teman Yuchun menatap Yuchun yang berdiri di sebelahnya. Namja itu malah menatapnya dengan tatapan yang tidak ia mengerti.

“Kenapa melihatku seperti itu?” Tanyanya bingung.

“Kau memperbolehkanku menjadi ketua mereka lagi?” Tanya namja itu padanya.

“Heh?” Ucapnya tak mengerti.

“Boleh tidak? Kalau kau tidak memperbolehkannya aku tak akan menjadi ketua mereka lagi dan hanya akan berteman dengan mereka.” Ucap Yuchun serius.

“Kenapa tanya padaku? Aku tak tau jawabannya. Kan yang tau hanya sunbae.” Jawab Hyo Rin.

Sementara itu Jaejoong masih mengikuti Hyo Rin yang kini sedang di kelilingi para namja yang ia tau namja-namja itu merupakan kumpulan preman di sekolahnya. Saat ia akan turun menghampiri Hyo Rin, ia melihat yeoja itu tertawa. Tawa yang belum pernah ia lihat sama sekali. Ia terdiam sesaat melihat tawa bahagia dongsaengnya itu.

‘Apa kau bahagia bersamanya? Tawamu terlihat sangat bahagia. Tawa yang tak pernah kau perlihatkan padaku.’ Batin Jaejoong. Tak lama Jaejoong memutuskan untuk pulang ke rumah. Membiarkan dongsaengnya bersama para namja itu.

—-  

Hyo Rin kini duduk di taman yang sering ia datangi. Ia melihat Yuchun di sampingnya yang terus saja tersenyum sambil menatapnya. Ia tak tau kenapa namja itu bisa sangat senang seperti itu setelah ia akhirnya mengiyakan pertanyaan namja itu tadi.

“Gumawo.” Ucap namja itu padanya.

“Untuk?” Tanyanya bingung.

“Karena memperbolehkanku untuk menjadi ketua mereka lagi. Aku tau walaupun kau memperbolehkanku kembali menjadi ketua tapi kau tetap tak suka aku seperti ini. Aku janji akan merubah mereka dan tak akan melakukan kekerasan apapun. Dan aku akan tetap menjaga dan melindungimu.” Ucap namja itu padanya. Ia hanya bisa tersenyum.

“Dan gumawo kau sekarang sepertinya sudah mulai bisa menerimaku. Dulu kau sering sekali menolak kehadiaranku dan sering mendiamkanku jika aku sedang bersamamu. Tapi sekarang aku sedikit mengerti kenapa kau seperti itu. Mungkin karena kau sedikit aneh melihatku yang berubah dari yang kau kenal dulu.” Ucap Yuchun sambil tersenyum. Hyo Rin membalas senyuman namja itu. Perkataan namja itu ada benarnya. Tapi perlahan entah mengapa ia merasa bersalah pada Yuchun.

“Mianhae.” Ucapnya tulus.

“Gwenchana. Mulai sekarang kita akan berteman dekat seperti dulu kan? Dan aku akan melindungi dan menjagamu sesuai janjiku. Aku tak  mau kau sedih lagi. Kau tak sendiri, ada aku jadi kalau kau ada masalah ceritakan padaku.” Ucap Yuchun padanya.

“Juga ceritakan pada kami agar kami bisa membantumu.” Sela Changmin. Yuchun langsung melempar buku yang ada di sampingnya pada namja itu. Namja itu mengaduh kesakitan tapi ia tak peduli.

*** 

Jaejoong semakin hari semakin menjauh dari kehidupan Hyo Rin. Sejak hari di mana ia melihat tawa bahagia yang tak pernah ia lihat dari dongsaengnya, ia memutuskan untuk menjauh dari kehidupan yeoja itu. Kalau dulu ia hanya berusaha bersikap dingin dan tak banyak bicara tapi tetap sedikit perhatian pada yeoja itu, sekarang ia lebih dingin dan tak bicara sedikit pun pada dongsaengnya itu. Ia pun tak perhatian pada dongsaengnya itu sama sekali. Tapi walaupun ia berusaha untuk tidak peduli sama sekali ia tetap tak bisa. Jaejoong secara diam-diam selalu memperhatikan keadaan yeoja itu.

Kini Jaejoong berdiri sambil menatap Hyo Rin dari jauh. Ia tersenyum saat melihat yeoja itu tengah tertawa dengan teman-temannya. Ia sedikit tersentak saat tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Ia berbalik dan melihat Yuchun berada di belakangnya. Ia mengerutkan dahinya melihat namja itu menghampirinya.

“Kau perhatian sekali pada dongsaengmu. Sampai-sampai harus mengawasinya dari jauh. Kau takut dongsaengmu di sakiti? Perhatianmu sebagai oppa-nya menurutku sangat berlebihan.” Ucap Yuchun padanya. Ia tak mempedulikan ucapan namja itu dan beranjak pergi. Tapi tak lama langkahnya terhenti saat namja itu kembali berbicara.

“Apa kau tau kalau perhatianmu pada Hyo Rin akan di salah artikan oleh orang? Dan aku tak menyangka kalau kau sebagai oppanya dan orang tua kalian selama ini bersikap tidak baik padanya.” Ucap namja itu padanya.

“Aku tak pernah sekali pun menganggapnya sebagai dongsaengku jadi kau tak usah bicara yang tidak-tidak. Dan jangan urusi keluargaku.” Jawabnya.

“Oppa.”

DEG

Jantung Jaejoong langsung berdetak sangat cepat saat mendengar suara yang sangat ia kenal. Ia mengepalkan tangannya dan berharap suara itu bukanlah suara Hyo Rin. Ia berbalik dan melihat Hyo Rin menatapnya sendu dengan air mata yang tergenang di mata yeoja itu yang siap mengalir deras. Ia menghembuskan nafas pelan lalu berusaha menatap dingin yeoja itu.

“Apa yang kudengar salah kan oppa?” Tanya yeoja itu dengan penuh harap padanya. Ia kembali menghela nafas lalu beranjak pergi tanpa menjawab pertanyaan Hyo rin.

JAEJOONG POV

Aku berjalan meninggalkan Yuchun dan Hyo Rin. Meninggalkan yeoja yang kukasihi menangis karena mendengar perkataanku. Hatiku sakit melihatnya seperti itu tapi aku tak punya pilihan lain selain melakukan hal ini. Jika tak terikat dengan status ini aku ingin sekali memeluknya dan membuatnya tertawa setiap hari. Aku pergi ke atap sekolah untuk menenangkan hati dan pikiranku yang mulai kacau.

Kupandangi langit biru dan awan putih yang menghiasi, cuaca hari ini begitu cerah tapi hatiku tak secerah cuaca hari ini. Berkali-kali aku mengutuk perasaanku yang sering tak bisa kukontrol ini dan berkali-kali pula aku berusaha menghilangkan perasaan ini tapi tidak bisa. Setiap kali berusaha berpaling tetap saja pada akhirnya hatiku akan kembali padanya. Pada yeoja yang merupakan dongsaengku.

Ya aku mencintai Kim Hyo Rin, yeoja yang merupakan dongsaengku sendiri. Aku menyadarinya saat aku beranjak kelas 6 SD. Saat itu juga aku menyakinkan diriku untuk menghilangkan perasaan ini dan memutuskan belajar di Jepang untuk beberapa waktu. Awalnya kupikir aku bisa melupakannya tapi saat berada di Jepang aku malah semakin rindu dan semakin mencintainya.

Saat aku memutuskan untuk pulang dan melanjutkan SMA di Korea, aku bertemu dengannya setelah beberapa tahun tidak melihatnya. Aku sempat tercengang dan kagum melihat yeoja itu tumbuh menjadi yeoja yang semakin manis dan cantik. Tapi tetap saja ia berubah secantik dan semanis apapun tak akan bisa merubah statusku dengannya. Oppa dan dongsaeng. Aku selalu berusaha bersikap dingin padanya karena tak mau perasaanku semakin besar padanya. Tapi semua hal yang kulakukan hanya sia-sia belaka karena semakin hari perasaanku semakin besar padanya. Entah apa lagi yang bisa kulakukan untuk menghilangkan perasaan ini.

“Apa yang harus kulakukan kali ini?” Ucapku pelan sambil menatap langit.

“Sunbae.” Panggil seseorang membuatku menoleh. Kulihat seorang yeoja tengah berdiri sambil menatapku, wajahnya seketika memerah. Aku berdiri dari dudukku lalu ia menghampiriku. Ia menatapku malu-malu dengan wajahnya yang semakin memerah.

“Nugu?” Tanyaku.

“A aku sudah lama menyukai sunbae. Saranghaeyo Jaejoong sunbae. Maukah jadi namjachinguku?” Aku membelalakan mata mendengarnya. Aku tak tau siapa yeoja di depanku ini yang tiba-tiba menyatakan cintanya padaku.

“Aku menanyakan namamu bukan mau mendengar pernyataan cinta darimu.” Ucapku sedingin mungkin. Berharap ia mengerti aku menolaknya. Wajahnya terlihat malu sekaligus kecewa.

“A aku Park Yoon Hee.” Jawabnya. Kulihat sepertinya ia masih menunggu jawabanku atau lebih tepatnya berharap aku akan menerimanya. Saat aku akan menolaknya tiba-tiba kulihat tak jauh di depanku berdiri Hyo Rin. Yeoja itu menatapku dan yeoja di depanku kaget. Aku berdecak pelan lalu menatap yeoja di depanku.

‘Kumohon pergilah Hyo Rin-a. Jangan sampai aku melakukan hal gila ini.’ Batinku. Hyo Rin tak juga pergi dan masih menatapku. Terpaksa aku memegang kedua pipi Yoon Hee lalu berpura-pura menciumnya. Berharap Hyo Rin melihatnya aku berciuman dengan Yoon Hee. Kulirik Hyo Rin, ia masih berdiri kaget menatapku yang ia kira tengah mencium Yoon Hee. Ia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya lalu tak lama berlari pergi. Setelah melihatnya pergi aku menjauh dari Yoon Hee. Kulihat yeoja itu menatapku kaget dan bingung.

“Mianhae aku tadi dalam keadaan terdesak. Dan mianhae aku tidak bisa menerima perasaanmu. Kuharap kejadian tadi tidak kau ceritakan pada siapapun kalau aku hanya berpura-pura menciummu.” Ucapku lalu yeoja itu berlari meninggalkanku sambil menangis. Aku hanya bisa menghela nafas.

“Jeongmal mianhae.” Gumamku pelan. Aku memejamkan mata sambil menghirup udara segar berharap rasa sakit di hatiku cepat hilang. Melihatnya dengan wajah seperti tadi cukup membuat hatiku sangat sakit, hatiku seperti di hancurkan dalam sekali hentakan jika melihatnya menangis. Tapi lagi-lagi aku tak punya pilihan lain.

“Aku harus menghilangkan perasaan ini.” Gumamku pelan pada diri sendiri.

TBC

Gimana? Masih mau lanjut? Komen makanya ya. Jangan sampe ni FF berakhir seperti FF ‘You Love Who’ ok? Jujur beberapa chap untuk lanjutannya udah ada tinggal di post tapi author mau liat dulu yang komen segimana. Kalau lebih dari 15 baru author post lanjutannya. Gumawo.

53 thoughts on “My Lovely Brother My Lovely Sister Chap 3

  1. Ihhh,, greget kalo pas baca bag. jeje udh tau suka tp sikap.a itu loh.. Errrrggghh !! Hyorin anggep jeje sbgi kaka atau sbgi namja (maksud.a namja yg d suka) sih sbener.a !! Ak pengen.a hyo sm jeje oppa (titik) biarkan mreka (red : hyo-jeje) bersatu..

    P.s : kaya.a comment ak gak bermutu.. He he

  2. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    jaejung ngapain pake nyium yunhee dpn hyo rin, kan pasti ada rasa jealous. wkwkwk
    yoochun, ketua preman? wkwkwkwk pengen ngakak.. commentku cepet bgt kan dr chap 2 ke chap 3? soalnya td bca chap 3 dulu pas bca di akhr, inetku bru bisa buka chap 2, rada lelet emang. jd nya chap 3 dulu bru chap 2. wkwkwkwk mianhae, abs lama bgt chap 2 kebukanya, dan yg kubuka duluan chap 3 xD
    sumpah aku suka bgt ceritanya, dan nungguin NCnya. wkwkwkwk

  3. Sbenernya sih jae oppa kasian, mencintai tpi ga bsa memiliki *aalaahh bahasanya* #preettt .. tpi gregetan jga sma sikapnya,, ksian jga si hyo rin diprlakukan kya gtu sma oppa n keluarganya u,u
    tpi aku brharapnya jaejoong endingnya sma hyo rin😀
    oiya satu pertanyaan,, min young itu siapa ??
    Knapa dia mninggal bunuh diri n ada hubungan apa sma jae n chun ?? *banyak tanya* #ditendang author
    seruu iihh ceritanya .. Bkin gregetan n penasaran Wkwkwk😀
    lanjuuuuuttttt ~

  4. huaa makin rame aza. kacian jaepa suka ma dongsaengnya sendiri(tpkan bkn saudara kandung),hyorin knapa nangis n kecewa pas liat jaepa kisseu ma yeoja lain (padahal boongan) brarti hyorin suka donk ma jaepa.jd perasaan jaepa ke hyorin bkan cinta bertepuk sebelah tangan donk., huaa pgn cpt2 bc kelanjutannya🙂

  5. eunchan she peef berkata:

    wah.. Changmin oppa sama yunho oppa juga preman yh??
    Ahahaha😀 *ngebayangin*
    aissh!!
    JJ oppa ngapain pake nyium segala sih..!?!
    Kasian tuh hyorin mu.. >,<

    uchun..
    Aku mau dong di jagain juga sama kamu.. :3 *mupeng*

    lanjutkan unn..😀

  6. nteph berkata:

    Aaahhhh mkin complicated gini…d satu sisi pgnny hyo sm yuchun tp trkadang ksian ngliat jae yg hrs ngilangin prasaan sndiri…capcus in siih

  7. jaejoong nya bkin geregetan , knapa mesti jad dingin bwd nutupin suka sama hyurin , ,

    knapa ada cwe yg mati gara jj oppa ?

    Post next chap nya di tnggu ya unnie😀

  8. Keder nh! Aku penasaran dh Hyorin tuh suka ga sh ama Jaejoong. Wah~ yoonhee dicium Jaejoong ya? Aku juga mau dong dicium jae! Mau menghapus jejak Wang Jihye. Wakakakakakak
    Daebak lah kumi eon! Selalu~~
    Lanjutkan! Fighting!!!

  9. yunnie berkata:

    Makin kesini cerita cinta segitiganya makin rumit…konflik2nya dibikin lebih rumit lg chingu,biar seru…bang chunnie terus berjuang yaa..hwaiting!!! #100%mendukunghyorindanchunnie hehehehehe

  10. Iya ni penasaran ama min young sebenar’a dia itu siapa ??kenapa jg jae menganggap klu yuchun itu mau bls dendam kepada jae melalui hyo rin padahal g mungkin bngt orang yuchun cinta ama hyo rin.apa jangan” min young itu adik’a yuchun lg,yg d tolak ama jae.*hahaha sotoy*
    lah eon bukan’a min young itu pacar’a min ho ya ??
    *ngga eon becanda ^^V

    Kyaaa makin rumit aja nih nambah 1 yeoja+nambah jg kesalahpahaman.sebener’a siapa yg bkl dapetin hyo rin duluan,jae/yuchun ??
    Chap selanjut’a fighing eonnie ^^

  11. Young Hee berkata:

    wah… wah… knp Jaejoong oppa harus pura2 n bikin Hyo Rin cemburu??
    kan jadi tambah runyam klo gni ==’
    tp… kayaknya Hyo Rin jg suka ama Jaejoong oppa…. hehe… :p

    FF ni hrs dilanjutkan!! Aq penasaran bgt ama lanjutannya eonni!!😀

    I’m waiting for next chap!😀

  12. vv berkata:

    .wah chingu keren nih ff.a ..
    tpi kasian hyorin.a d.cuekin terus ama jeje ..
    jeje jga terlalu cuek bnget sama hyorin ..
    lanjut chingu ..🙂

  13. skrng hyorin jd smkin slh sngka nh sm jejung,, shrz’a jejung ga prlu pura2 nyium cwe itu, tp bgs jg sh jd readers tau qlo hyorin sbnr’a jg sk sm jejung,ga hny jejung doank #plak
    binggo ,, yuchun jg udh mli ngerasa skp jejung ke hyorin tuh berlbhan .. Minyoung cwe yg sk sm jejung ya ky’a!? Truz pny hbngan yg dkat sm yuchun ,, saudara, keluarga, ato shbt???

  14. jaejoong kok gt sih ngomong y hyorin y kan jd salah paham bukan y ngejelasin malah nambah runyam pura2 nyium yoonhee gt…..
    emang y knp bang jj kan dik tiri ngak ngaruh kali,,,, mending ma yoochun dah ketawa mulu,,,,Lanjut….

  15. jaejoong kalo suka hyorin bilang dong jangan kaya gini bikin hyorin nangis terus -_-
    gara” jeje nyium yoonhee jadi ketauan tuh hyorin suka sama jeje😄
    tapi untungnya ada yuchun yg bikin hyorin bisa ketawa lagi ga sedih terus🙂

  16. wah yoon hee jgn2 ade ny yoochun lg? abiz marganya sama ‘park’ #nebakgaje trs Min young tu siapa? orng yg suka ma JJ? aaahgt mkin greget ma JJ, gtu bgt ma hyorin -__- lanjut, penasaran ^^

  17. firawangkie berkata:

    geregetann akuu eoon .. pas baca bagian jeje
    ihh.. jeje gitu banget sikap.ny ke dongsaeng.ny
    untung ada yoochun distuuu jadii gag sedih lagi hyorinn

    fightinggg chunnie ,, hyorin tak ada aku pun mau

  18. lee ah berkata:

    JJ kl suka knp g’ bilang aja sich kasian kn Hyorin didiemin trz T.T Yuchun jangan menyerah ya buat deketin Hyorin perjuangkan cintamu…hwaiting!!^^

  19. sheelicious berkata:

    JJ jahat sdh buat Hyori n Yeon Hee nangis pdahal ngaku aja ke hyorin toh kan cuma sodara angkat. Btw kok tiba2 ada nama Young Min yah? Apa hubungannya sm yoochun & jj?

  20. mian eonnie aku baru komen..sekarang aku komen ne

    Akhirnya si hyorin sama yoochun udah deket tapi jj jadi panas nih wkwkwk

    Jae udah dibilangin tembak aja hyorinnya kan nggak sedarah,nanti keburu diambil chun loooohh

    Lanjutannya asap

  21. deewookyu berkata:

    eehh….selamet dulu deh…h’ppy aniversary…

    kenapa aku yang jadi gundah ya, saeng !!!

    aku suka Yuchun___banget….
    tapi….JJ kasihan….. Hyorin apalagi……….
    enakannya sama sapa yaaa………

  22. yhe_yhe berkata:

    untung hyorin ad yuchun y , ,jd ga T’lalu ksepian. . .jj jg kok githu seeh, ,klo suka hrusnya bilang,,, biar ga nyesel. . .(he he sok tw neeh. .) tp crita ny seru koq. . mkin bikin pnasaran k dpn ny kyk gmn!!!

  23. Asri berkata:

    #itung kancing# Uchun… jae… uchun… jae…. uchun… jae…changmin aja deh^^

    masa min ku jd preman??? andweee!!!!

    nyesek ya part ini wat hyo n jae… tp, moment menyenangkan wat hyochun….
    oh iya aku lupa blang, di part sblmnya..aku sebel ama eomma jae…..

    anniv. ya??? wuahhh… aku tlat bgt ya??? chukkae nae blog…
    ayo jgn kalah ma SR, masa cuma gara2 SR mu nutup blog. ckup dprotek kya gni jg tu SR ga bsa apa2…hahahahaha…

  24. RossyMicky berkata:

    Bukan ny dg gt tambah nyakitin hyo rin,
    Jaejung babo,
    :p
    Author, buat hyorin kluar aja dr rumah,
    Hahaha
    Eh, changmin jd preman??
    Gak cocok,
    Haha

  25. author mmg apa yang terjadi dengan FF You Love Who?

    kalo begitu terus semakin membuat hyo rin sakit hati malah.. bukan bikin perasaan jaejong oppa hilang..
    min young itu siapa?
    ada hubungan apa dengan jaejong oppa dan yuchun oppa?

    author aku baca coment yang sebelum ya, blog ini anniversery yah?

  26. haajeyong berkata:

    kereeeeen
    tmbh daebak eon
    smkin penasaran dgn lanjtan.a…
    sneng bgt sma crtanya…
    hyorin ama jeje oppa aja huweee

  27. koq jaeppa gtu siiihhh??
    klo gk mau suka sama hyorin, sikapnya hrus baik sebagai oppa doonnggg!!!
    trus kenapa hyorin nangis gtu ngeliat jaeppa nyium cwe? jgn2 dy suka jaeppa juga??
    aduuuhhh makin penasaran nihhhh >_<

  28. TriZheey2992 berkata:

    HyoRin hwaiting,qm pzti bsa nglewatn ne smua…
    Bwad Jeje oppa,drpd trsksa lbh baik ungkapkn sj…
    Biar htimu agk tnang,smakin kau lakukn thu tdk hny nyktn drimu sja,hyorin pzti jga trsksa…

  29. linasuhadi berkata:

    Jj oppa jahat bgt..kasian bgt hyorin…ohya ini cinta sepihak jj oppa aja atau emg hyorin pny perasaan yg sm jg..trz uchun oppa gmn..hyaaa…bingung,…

  30. Dragon_fishy berkata:

    Ya ampun…..
    Sesak bgt aq bacany….

    Suka bgt chun akhirny deket ma Hyo,,
    tp nyesak bgt liat Jae…

    Aigooo…
    Galau

    jd ikud sedih liat jae…
    Cinta terlarang hiks hiks

    Hyo suka ma Jae…
    Tp Hyo gak nyadar aja ma perasaan ny…

    Daebakk part ni bikin nyesek huhu

  31. leeharim berkata:

    Hyorin suka juga sama jaejoong gaa sih???jaejoong jahat bgt sampe harus ngomong dia gaa prnah nganggep hyorin sbg dongsaeng…hyorin kasian bgt author….untung chunnie baik bgt,mau nemenin, ngajak ngobrol, sama ngajak becanda hyorin…smoga jaejoong bisa kluarin prasaannya ke hyorin supaya hyorin engga nangis lagi…#hikhik #terisakisak

  32. Ochyyy berkata:

    Yang paling menderita disini adalah posisi jaejoong T___T
    kasihaaan jj harus memendam perasaan nya u,u tapi jj bikin geregetan mulu >_<

  33. Boom Park Boom Boom berkata:

    Jeje ga nganggep hyorin dongsaengnya tp pengennya hyorin jd yeojachingunya ? Jangan” hyorin suka ma jeje lah napa hyorin kaget wkt jeje pura” nyium ntu cewe’ . . . Haia . . . Kasian chunie😦

  34. Resty berkata:

    gimana caranya supaya mereka bisa bersatu sebagai pasangan ya???
    *tanya aja ama author, author pasti dah ada jarin kan langsung pergi wabannya*

    oia thor mau nanya, scene yang di atas gedung itu, si hyo rin kan lihat JJ oppa ama yoon hee. trus kenapa JJ oppa malh pura2 nyium yoon hee?? kalo mau menghindari hyo rin ya lansung pergi aja. emang JJ oppa mau buat hyo rin cemburu ya???
    *mianhe alnya reader raga kurang sreg aja pas scene itu*😉

  35. Marliena berkata:

    Kasian bnget sama jae oppa †ªþį min young îτϋ siapanya yuchun yah? Penasaran dgn min young.. Susah bnget byangin yuchun oppa tersenyum dgn sinis đăň marah2 soalnya slama ‎​ϊηϊ bwaannya yuchun oppa îτϋ ramah Ќά└ö đĨ media n film2nya.. ‎​​♓έ:p♓έ:p♓έ:p♓έ:p kren author..

  36. kimi berkata:

    iiiiiiiiiiiiiiiiiii jaejong oppa pasti kasian banget yaaaaaa suka sama Hyo rin tapi tak bisa ngungkapinnya…..
    Hyo rin kenapa lari….. jangan-jangan dia suka yaaaaaaaaaaaaaa
    aku lanjut lagi eonnnie…………..

  37. putrimays berkata:

    denger jae bilang dia g nganggep hyorin sbg dongsaengnya aku ampe mikir loh. hahaha tapi pasti hyorin ngira yg lain deh.

  38. chunnie_man berkata:

    Jj oppaklu suka jgn dipndam!yunho changmin jdi bwhn yuchun oh my god.oppa yg cengeng bs jd ketua preman *tepok jidat chun dilempar harang hehehe

  39. Sicachu.~ berkata:

    Min, kok bgian si jae dikit amat ya? Aku kurang puas min, hu hu hu, chapnya d panjangin ya min, ntar buat sekuel jg , kekeke

  40. anna (niniez) berkata:

    wahh,, sory min baru komen, kemaren abis baca lupa,, eheh mianhe,,,
    sumpah jeejong jahat banget ,, masak ngomong gitu depan hyorin,, bener juga seh kan maksud jeppa dia g mau menganggap hyorin sbgai dongsengnya,, tapi sebagai yeojanya,, OMG,,, #tiba2pingsan,,, yoochun perhatian banget sama hyorin,, OMG sekali lagi,, #mimisan,, hahah

  41. nisa6002 berkata:

    Entah knp walaupun jaejoong yg mungkin sma hyo rin Tapi aku pengen x yoochun yg sma hyo rin. Padahal kelihatanx hyo rin suka sma jaejoong. Apa aku sendiri yg mikir kyak gini ya? Yang jelas apapun yg terjadi semoga itu yg terbaik untuk mereka bertiga

  42. Yuchun oppa smoga bsa bner” brubh gk jdi preman lgi…biar hyorin ada yg menghibur klo lhi nangis…

    Uhh aq nyesek bca bag.jj oppa yg pura” cium yoon hee ddpn hyorin…jdi pngen nmpar jj oppa…
    heheh

    Smoga jj opaa bsa cpt ngungkapin perasaan’y ma hyorin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s