Revenge Or Love Chap 4


Cast :

–          Kim junsu / junsu

–          Park yoochun / yoochun

–          Kim lee sha / L

Another cast :

–          Park Yoohwan (Junsu’s past memory)

–          Shim Changmin

–          Another cast ……

Lanjut ke part 4 yuk ^^

Mianhe rada lamaaaaa…..

Keterangan :

–          “ abcde…” : kalimat langsung

–          ‘abcde…..’ : mind

Author pov

Pagi yang cerah bersama sinar matahari membangunkan Junsu dari tidur lelapnya. Tubuhnya menggeliat meregangkan otot-ototnya yang pegal. Sejenak kemudian Junsu tersadar ada seseorang yang bersandar pada dada bidangnya. Junsu terkejut melihat Yoochun tidur dengan nyamannya dipelukan Junsu. Tetapi sedetik kemudian terukir senyuman manis di bibir Junsu. Rasa pegal yang sempat menyergapkan lengannya pagi ini lenyap setelah melihat wajah manis Yoochun. Wajah damai yang entah mengapa selalu membuat jantung Junsu berdetak tidak karuan. Dan lagi membuat Junsu serasa melihat senyum Yoohwan yang selama ini sangat dia rindukan.

“ Chunnie kau manis sekali, senyum itu ah tidak bibir itu membuatku hilang kendali. Akankah aku mampu untuk menyakitimu Chun?” kata Junsu sambil membelai pipi Yoochun yang masih terlelap di mimpinya.

Tak ingin membangunkan Yoochun, Junsu menuruni tempat tidur dengan perlahan sambil membenahi letak selimut Yoochun. Ditatapnya sekilas wajah Yoochun sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi.

In The Kitchen

Setelah selesai mandi, Junsu buru-buru membuat sarapan untuk Yoochun. Dia merasa harus mempersiapkan semua hal secara spesial mulai dari memilih baju yang cocok dikenakan oleh mereka berdua, menu sarapan bahkan kalimat apa yang akan dia gunakan untuk menyapa Yoochun saat dia membuka mata. Terasa aneh memang mengingat semua ini adalah hasil rekayasa. Dia tertawa sendiri mengingat betapa inginnya dia untuk terus bersama Yoochun.

“ Aku mau masak apa ya pagi ini? Ah sandwich saja. Semoga Chunnie suka.”

Junsu mulai menyiapkan semua bahan sambil sesekali tersenyum membayangkan bagaimana reaksi Yoochun setelah melihat semua yang dilakukannya. Saat sedang asik menyiapkan telur sebagai pelengkap sandiwchnya, ponsel Junsu berdering membuat Junsu menghentikan aktivitasnya.

Uri Saengi Calling….. …… …

‘ eh kenapa pagi-pagi L sudah meneleponku? Inikan masih jam 7 tumben sekali. Lagipula ini hari libur?’

“ Yobose…ahhrghhhggghhkkk.”

“ Oppppaaaaaaaaaaaaa odigaaaaaa?” jerit Lee sha adik Junsu yang sukses membuat Junsu mengerang.

 “Ya!!! Jangan berteriak begitu di telepon. Kau ini seperti oppamu tuli saja. Tidak baik untuk seorang gadis berteriak seperti itu. Ada apa kau meneleponku?” kata Junsu sambil melirik ke kamarnya takut kalau tiba-tiba saja Yoochun bangun.

“ Anii,,salahmu oppa kenapa pergi tanpa pesan. Dan kemana saja kau semalaman tidak pulang kerumah eoh? Mau menjadi pengelana malam kau oppa?” tanya Lee sha tanpa jeda sedikitpun.

“ Sudah selesai interogasinya? Kau ini bawel sekali.” Kata Junsu sambil mengangkat telur yang sudah makan.

“ Mwoooo!! Ya!! Oppa kau ini, aku mencemaskanmu tapi kenapa kau malah berkata seperti itu? Menyesal aku mencemaskanmu.”

“ Iya–iya. Aku berada di apartemenku dan aku bukan pengelana malam. Dan yang lebih penting sekarang aku sedang sibuk. Jadi tolong jangan ganggu aku dan jangan mencemaskanku aku baik-baik saja. Ne uri yeppeun dongsaeng.” Kata Junsu melembut.

“ Ne ne ne oppa ku sayang. Baiklah kalau begi…”

“ Nona ayo kita pergi aku sudah menyiapkan mobil, nanti kita terlambat. Pesawatnya akan berangkat 1 jam lagi. Nanti kita bisa ketinggalan.” Terdengar teriakan Changmin yang sangat keras dari seberang telepon.

“ Mwo? Ya! L kau mau kemana? Dan itu tadi suara Changmin? Pesawat? Apa yang akan kalian lakukan eoh?” kata Junsu sedikit terkejut mengetahui bahwa adiknya akan pergi bersama Changmin entah kemana.

“ Eh,, itu aku,,aku ingin berlibur bersamaChangmin. Yah itung-itung untuk melupakan rasa sakit hatiku kepada Yoochun.” Mendengar nama Yoochun disebut tubuh Junsu lalu menegang.

“ Oppa gwenchana? Kok oppa diem aja sih? Oke oppa kalau begitu aku pergi dulu ya. Aku tidak ingin Changmin berteriak lagi,,annyeong duckbutt oppa saranghae..” klikkk

Lee sha menutup telepon tanpa menunggu respon dari Junsu yang masih membeku belum beranjak dari tempatnya semilipun. Ketika dia mendengar Lee sha menyebut nama Yoochun entah mengapa dia merasa benci mengingat Yoochun adalah orang yang telah membuat adiknya menderita. Ya walaupun bisa dibilang Lee sha menyerahkan keperawannya kepada Yoochun karena mencintainya dan tanpa adanya paksaan dari Yoochun. Tapi tetap saja itu membuat Junsu geram. Tanpa disadari tangannya menggenggam ponselnya dengan erat.

Bunyi sms masuk membuat Junsu kembali ke dunia nyata.

I can teach you but I have to charge
say you want me babe Xiahtic!!
‘because you’re mine
I can teach you but I have to charge baby

From : Lord_Voldemin

Tuan muda maaf aku tidak bisa menolak ajakan Nona, dia memaksaku. Kalau aku tidak menurutinya maka dia berjanji akan mengurangi jatah makanku. Sekali lagi maafkan aku Tuan. Kami hanya akan berwisata ke pulau jeju beberapa hari.

‘ Hehm sepertinya anak itu sudah mulai menyukai Changmin. Tapi tak apalah, aku suka jika Changmin nantinya akan menjadi adik iparku’

To : Lord_Voldemin

Its okay Changmin never mind. Just enjoy your vacation. And take care of my sister. Understand?

Beberapa menit kemudian.

From : Lord_Voldemin

Ne Tuan i got it. Terima kasih ^^

Setelah itu Junsu menyelesaikan sesi menyiapkan sarapan dan menuju kamarnya untuk membangunkan Yoochun. Perasaan gelisah menghantuinya mengingat kata-kata Lee sha yang menyebut nama Yoochun. Tetapi buru-buru dihapus perasaan itu. Dia memutuskan untuk menuruti kata hatinya hari ini. Hanya untuk hari ini.

‘ Ya untuk hari ini saja. Biarlah aku benar-benar memilikinya seutuhnya dengan segenap hatiku. Maafkan aku Lee sha.’

Dibukanya knop pintu dengan pelan-pelan. Terlihat wajah Yoochun yang sangat damai di atas ranjang king sizenya. Ditatapnya dengan intens wajah manis Yoochun sambil sesekali menyibakkan poni yang menutupi wajahnya. Cantik. Satu kata yang ada dipikiran Junsu.

Junsu pov

“ Yoochuna, ireona.” Kataku sambil mengelus pipinya yang mulus.

Dia menggeliat merasakan belaianku. Sejenak kemudian dia mengerjapkan matanya dengan amat sangat lucu.

“ Ehm,,mphh Junsu?”  sepertinya dia terkejut melihatku. Ah mungkin dia lupa kalau dia sekarang sedang berada di kamarku.

“ Ne jagi, kau berada dikamarku. Kenapa? Sepertinya kau terkejut? Kau pasti lupa ya?” tanyaku membelai lembut pipinya yang sekarang tampak merona.

“ Ehm, ne, aku lupa kalau semalam aku menginap ditempatmu. Mianhe.”

“ Ani jagi, kenapa harus minta maaf? Kau tidak salah, dan apakah aku begitu mempesonamu sampai-sampai pipimu merona seperti ini?” tanyaku sambil mengecup pelan bibirnya. Hanya sekilas.

“ Ehrgh,, ani. Kau terlalu percaya diri Mr. Kim.” Katanya sedikit malu-malu sambil menundukkan kepalanya.”

“ Benarkah? Sepertinya aku gagal mendapatkan hatimu Mr. Park.” Kataku pura-pura marah sambil mempoutkan bibirku.

“ Aaannii,,, aniya. Kau benar-benar telah ehm, telahh..” dia terdiam sepertinya memikirkan kata-kata yang tepat.

“ Aku apa jagi” kataku ditelinganya yang sukses membuat dia merinding.

“ kau telah menawan hatiku.” Katanya cepat sambil memalingkan mukanya yang sudah memerah bak kepiting rebus.

“ hahaha kau lucu sekali jagi, ayo cepat mandi aku sudah menyiapkan baju ganti dan sarapan untukmu.” Kataku menunjuk baju yang sudah aku siapkan.

“ Ehm ne.” Katanya patuh.

“ oh iya satu lagi, berhubung hari ini adalah hari libur. Maukah kau menemaniku jagi?” tanyaku sebelum menutup pintu kamar.

Matanya membulat tanda penasaran, tetapi dia hanya mengangguk menyetujui permintaanku.

“ Gomawo jagi.” Kataku tersenyum semanis mungkin kepadanya sebelum aku menutup pintu dan seketika itu juga senyumanku hilang.

Yoochun pov

Kenapa wajahku terasa panas sekali. Ada apa denganmu Yoochun. Kenapa kau bisa sebodoh ini. Sungguh hebat pesona seorang Kim Junsu, dia berhasil membuat otak dan tubuhku tidak sinkron lagi.Eh? Apa ini? Baju bergambar dolphin? Aneh sekali dan kelihatannya ini merupakan couple Tshirt. Ah entahlah, aku terlalu bahagia mengingat aku akan bersama Junsuku lagi hari ini. Apa? Junsuku? Sejak kapan aku mengklaim Junsu menjadi Junsuku? Entahlah semua seperti berjalan terbalik setelah aku mengenal Junsu.

Buru-buru aku pergi kekamar mandi. Aku tidak ingin junsu menungguku terlalu lama. Aku sangat menginginkannya, menginginkan dia menjadi milik Park Yoochun seorang. Egois memang, mengingat dulu aku bukanlah orang yang dapat bertahan dengan hanya 1 namjachingu saja.

Setelah aku selesai mandi, buru-buru aku keluar untuk mencari Junsu. Kulihat Junsu sedang menatap langit di dekat balkon apartemennya. Terlihat raut wajahnya yang menunjukkan gurat kesedihan. Ada apa dengan Junsu ya? Dia kelihatan sangat sedih. Dapat kudengar dia menghela napas panjang. Tanpa aku sadari tanganku terulur untuk memeluk pinggangnya dari belakang.

“ Suie apa yang kau pikirkan?” kataku meletakkan kepalaku di pundaknya.

“ Ehm ani, kau sudah selesai Chunnie?” katanya tanpa berbalik tetapi dengan mengelus tanganku yang tengah memelukknya.

“ Ne, tapi kau terlihat sangat sedih baby.” Tanpa sadar aku memanggilnya dengan sebutan baby. Oh shit, bodoh sekali kau Yoochun dasar paboo, kurutuki diriku yang bodoh ini.

“ Eh? Baby? Panggilan yang bagus juga.” Junsu membalikkan badannya dan memelukku. Hangat.

“ Suie ayo kita sarapan, aku lapar.” Kataku dengan nada yang sedikit manja. Sesungguhnya aku membenci perutku yang minta diisi saat sedang nyaman berada dipelukan Junsu.

“ Ne kajja Mr. Park.”

“ Ya!! Suie.” Rajukku padanya.

“ Kenapa? Ada yang salah? Atau kau ingin aku memanggilmu dengan sebutan Mrs. Kim?” katanya memainkan tanganku yang digenggamnya. Sontak itu mengejutkanku. Kupukul lengannya dengan gemas.

“ Suieee, kau inimpmhhmphh,,,sum,,mppmhhmm.” Kataku tercekat saat tiba-tiba dia melumat bibirku. Walau hanya sebentar tetapi sukses membuatku melayang.

“ The real morning kiss Mrs. Kim, kajja kita makan.”

Aku hanya menuruti perkataannya. Dia terlihat sungguh sangat menawan dengan baju dolphin warna birunya. Apa? Dolphin? Tunggu, baju itu.

“ Suie.”

“ wae?”

“ Kenapa baju kita couple?”

“ kenapa chunnie? Kau tidak menyukainya?”

“ ani, hanya saja kenapa bajuku berwarna pink dan bajumu berwarna biru? Aku bukan anak gadis berusia 17 tahun suie.” Protesku padanya yang hanya dia tanggapi dengan menatapku sekilas setelah itu mulai sibuk menyiapkan sandwich untukku.

“ memang bukan jagi, tapi kau adalah namjachinguku yang sebentar lagi akan berubah menjadi Mrs. KIM.” Penuh penekanan dalam kata terakhir yang dia ucapkan.

“ eh,,suie?” kataku terbata.

“ wae jagi? Kau tidak suka?”

“ ani bukan begitu tapii..”

“ Tapi apa chunnie, ayo cepat katakan? Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak mencintaiku.” Dia menggenggam tanganku dan meletakkan sandwichnya.

“ ani, bukan itu suie, hanya saja ini er,,er,,terlalu cepat.” Kataku terbata.

“ Ah itu, tenang saja. Aku akan menunggumu jagi, jadi tenang saja. Asalkan kau mencintaiku aku rela menunggumu sampai 100 tahun lagi.”

“ gombal kau suie.” Kataku lega sambil mencubit pinggangnya.

“ tapi kau suka kan chun?” katanya mengerling nakal, sepertinya dia senang sekali menggodaku.

“ gomawo suie, saranghae.” Tiba-tiba saja kata-kataku itu meluncur dari mulutku. Aku menegang ketika kurasakan tubuh Junsu membeku disampingku.

Rasa was-was menyergap diriku, takut kalau-kalau Junsu marah padaku. Tetapi sedetik kemudian terlihat senyum tulus dari bibirnya.

“ jinjja? Gomawo yoochunnie, nado saranghae. Yongwonhi.” Katanya mengecup telapak tanganku yang di genggamnya.

“ suie, kau sendiri yang membuat sarapan ini?” tanyaku mengakhiri sesi romantis pagi ini.

“ ne, tentu saja. Aku kan pernah ikut kursus masak karena dulu..” tiba-tiba dia berhenti berbicara.

“ dulu kenapa suie?” tanyaku penasaran.

“ Ehm itu,, dulu aku kan kuliah di luar negeri.” Katanya menepuk dadanya.

“ Ah, arraseo.”

Hanya terdengar dentingan sendok dan garpu di ruang makan apartemen Junsu. Disaat tiba-tiba Junsu melontarkan pertanyaan yang mengejutkanku.

“ Chunnie jagi,aku ingin bertanya padamu 1 hal. Ehm,,, apa yang akan kau lakukan jika kau tiba-tiba dibuang oleh orang yang kau cintai? Apa yang akan kau lakukan jika orang itu hanya menganggapmu sebagai mainan?”

TBC

6 thoughts on “Revenge Or Love Chap 4

  1. via berkata:

    chingguuuuu……keren bangettt,,,, makin geregetan deh ma kelanjutan ceritax kira2 mereka be2 bakalan bersatu nga ya *astajim bahasaku* oh ya chingu klw ad chap kelanjutanx kasih tau ya??

  2. eonni…mianhe..comment ny q rapel d chap.4 :p
    kereen…mw yoosu lg…lnjut lnjut…xixi
    g bygin respon L klo tau junsu ada maen ma yoochun si brengsek *astgfirullah* mianhe yoochun-ah…hohoho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s