Final Decision and NEW RULES


Setelah admin memposting ‘Admin need your choice’ beberapa waktu lalu (dan sekarang sudah admin hapus). Admin memikirkan/mempertimbangkan beberapa hal. Ada beberapa komen kalian yang memang sama dengan admin tapi ada juga yang tidak.

Akhirnya setelah beberapa hari berfikir admin memutuskan untuk tetap memprotect FF yang ada di sini tapi hanya 2 part terakhir di setiap FF. Password tetap minta pada author masing-masing yang bisa kalian cari di sini. Password akan diberikan jika kalian komen 60% di setiap FF yang kalian baca (yang belum di protect).

Satu lagi jika ingin me-re-post FF yang ada di sini harap IZIN terlebih dahulu.

Harap jangan menyebarkan password pada siapapun.

Terima kasih

Spellbound (Chapter 1)


Spellbound

Author                   : Haena Jung aka Lian Zhi

Main Cast             :

Shim Changmin a.k.a MAX Changmin TVXQ

Jung Hea

Support Cast        : member TVXQ, dll

Genre                     : Romance

Rate                       : PG-15

Length                   : chapter

Blog                             : youshim.wordpress.com

Disclaimer             : FF murni dari Otak Author TT..TT jadi jangan Copas yah  :)

Summary              : Pernikahan tak  terduga antara Maknae TVXQ yang menyebalkan dan super egois dengan Asisten Koreografer TVXQ yang kekanak-kanakan dan labil. akan bagaimanakah kehidupan mereka? dan bagaimana kisah cinta para member TVXQ yang lainnya ? Baca lebih lanjut

Love(s) a Guardian Angel Part 7


Title : Love(s) A Guardian Angel

Main Cast : Park Yoochun, Lee Hee Young

Rating :NC17     

Author : Lee Eun Ri

DON’T LIKE DON’T READ !!!

Happy Reading

YUNHO POV

Aku duduk di samping tempat tidur dimana Hee Young berbaring. Hee Young masih belum sadarkan diri. Aku terus menggenggam tangannya dan berharap ia segera bangun. Pandanganku teralih saat mendengar suara pintu terbuka, kulihat Jaejoong datang dengan wajah marah. Aku berdiri, belum sempat aku berbicara Jaejoong sudah memukulku hingga aku terjatuh. Dara keluar dari bibirku. Aku tak bisa marah karena Hee Young seperti ini karenaku.

Baca lebih lanjut

[FF TVXQ] For A Year


3

 

 

Author : Xian

Judul : For A Years

Gender : 17+NC!!!

Kategori : Sad, Married life

Cast : Shim Changmin

Jung Hea

Cho Kyuhyun

 

hay! hay! udah kangen dengan diriku?
oh, ayolah bilang kangen… plisssss (╥_╥)

oke-oke..
kembali, maap yah teman-teman semua FF ku yang TBSL cap. 2 kayaknya masih lama di publis..
banyak banget yang aku rubah, mana banyak typo lagi yang bertebaran
so, aku berharap kalian masih sabar menunggu yah (˘ʃƪ˘)

pertama-tama, aku mau bilang makasih sama Chagi-ku yang udah menyemangati aku mulai dari awal…
*Hay! sapira (ɔ ˘⌣˘)~♡

makasih udah minjamin Kyuhyun untuku walau hanya sehari T-T gag papa kok

Oh, iya..
hey! adik-adik ku tersayang ingat yah FF kakak ini NC+17!!! (¬-̮¬)-σ
jadi dari pada kakak dimarah tuhan mendingan sebelum kalian baca doa banyak2 untuk ngapusin dosa kakak OKe   (´⌣`ʃƪ)

terima kasih udah membaca salam pembuka dariku (。♥‿♥。)

Nb : bacanya sambil dengaer lagu galau ya.. terutama Zia-For a Year ,  Shinee-Sleepless Night , Changmin : Confession, sama K.Will – Miss, miss, miss biar mewek gitu bacanya, sama kayak aku mewek nulisnya T__T

*♥*Muãch:*♥*HAPPY READING*♥*Muãch:*♥*

(∩_∩)

————————————————————————————————-

Semirik angin menghiasi alun-alun pagi hari yang indah ini. Butiran-butiran hujan kemarin menjadi penghias yang indah bak kristal yang diterpa cahaya matahari yang baru menampakan seberkas kecil wujudnya

dari kejauhan nampak seorang wanita yang tengah meringkukkan tubuhnya dengan lutut. Hanya berpakaian sebuah kemeja lelaki yang besar serta hotpans dia berani melawan angin pagi yang begitu menusuk hingga ketulang-tulang

dibalkon salah satu ruangan gedung hembusan nafasnya terdengar, sudah berkali-kali dia melakukan hal itu.

————OoO————

Hea Pov

Ini lah titik jenuh ku, aku telah bertahan berhari-hari serta berbulan-bulan inilah titik dimana aku benar-benar menyerah akan semuanya.
Seperti sebuah karang, aku telah hancur dihempaskan gelombang ombak yang ganas

kupandangi langit-langit balkon apartemen ku. Polos, tak bermotif.. Seperti keadaanku

Rumah tangga.
Sebenarnya bagaimana membuat rumah tangga yang sempurna itu?

Rumah tangga yang penuh cinta, tawa, dan kegembiraan..
Bagaimana membuat suatu rumah tangga yang seperti itu?

Bukan..
Ini bukan salahnya..

Ini salahku, aku yang tidak pernah mengerti keadaannya yang seorang publik figur.
Aku malah mengekangnya dan menahannya untuk tidak melakukan ini dan itu..

Tentu saja resiko jika dia berbuat ini dan itu, tapi..
Apakah salah jika aku bertindak seperti ini?
Mengekangnya?

————OoO————

Author Pov

hari berputar begitu saja tanpa secuil kejadian yang berkesan, begitu juga rumah tangga Jung Hea serta sang super star Asia Shim Changmin ‘TVXQ

Biasa, hampa, dan Kosong..
Itu persepsi yang tepat menggambarkan rumah tangga mereka. Hari-hari penuh cinta dan kasih sayang mereka hilang entah kemana yang akhirnya menyisakan sebuah hubungan hampa

hampir setiap hari mereka bertemu pagi, siang, dan malam tapi tak lantas mencairkan kebekuan mereka.
Nyaris tidak ada komunikasi diantara mereka, bahkan menyapa pun tidak ada..

Seperti pagi ini mereka hanya menghabiskan sarapan hangat mereka dengan diam, hanya dentingan sendok yang bergema diruangan itu.

Setelah selesai pun mereka tetap enggan membuka mulut padahal sebenarnya sarat hubungan yang indah itu.. Komunikasi bukan?

“Hari ini aku tidak ke SMEnt. Jadi kau tidak perlu menunggu ku..” setidaknya hari ini suasana tidak sedingin kemarin serta beberapa hari yang lalu

“Hmm..” percakapan pendek itu selesai dengan sebuah deheman tak berarti

“Aku pergi..”

Gerakan tangan mencuci piring wanita itu-Hea terhenti.
Ini mungkin berlebihan, Tapi..

Akhirnya bahu wanita itu bergetar. Dia menangis..
Setelah cukup lama menahan agar air matanya tidak tumpah…
wanita itu akhirnya meluapkannya

ada rasa penyesalan serta sakit yang menghinggapi dadanya, ini salahnya bukan salah Lelaki yang berstatus suaminya itu
dia yang memulai kedinginan ini, dia hanya ingin semuanya berjalan normal tanpa tekanan..

Tapi apakah kehidupannya normal?

Dia menikah dengan Artis besar, semua orang mengenalnya, fan fanatik juga mengerumuni..

Jadi, apakah ini yang disebut normal?

Dia hanya bisa men‘Status’kan dirinya Di belakang layar, bersembunyi-sembunyi untuk mencegah kerusuhan, dan bersikap seolah orang tak kenal jika sudah keluar rumah.
Ini yang di sebut kehidupan normal?
Kurasa ridak..

“Mianhae..”

————OoO————

Hea Pov

Aku memandangi seluruh pengunjung di taman ini, berkeluarga dan berpasangan..
Aku tersenyum miris melihatnya, bisakah aku berharap mempunyai kehidupan yang normal seperti mereka?

Tidak, hal itu hanya akan terjadi di dalam mimpiku..
aku bisa berjalan-jalan bersama suamiku dengan aman tanpa alat penyamaran serta mengendap-endap

“Noona..” seorang bocah kecil mengguncang kakiku mencoba mendapat perhatianku

“Ne?” aku menjawab ramah sambil tersenyum tipis

“Hyung menitipkan ini untuk Noona katanya agar noona tidak bersedih lagi..” aku menatap coklat serta balon pink yang ada ditangan anak itu geli

Hey! Aku sudah memiliki Secret Admirer..

“Lalu kata Hyung, Noona akan berkali-kali lipat menjadi Cantik jika nona terseyum..” kali ini aku tertawa renyah. Siapapun yang mengirim ini semua Pasti sangat mahal menyogok anak kecil ini untuk berkata seperti tadi

“Gumawo..”
“Hyunji.. Park Hyunji Noona..” anak itu memotong perkataanku
“Ne, Gumawoyeo Hyun-nie..” aku mengacak pelan rambut mangkoknya

Chup~
“Noona Neomu-neomu yeppo..” aku tertawa kecil, setelah mencium pipiku sekarang dia berlari kegirangan

“Ya! Apakah sebegitu senangnya kau mendapat ciuman itu? Cih..” aku mengalihkan pandanganku kesamping tepat untuk orang yang tiba-tiba duduk disebelahku

“Nuguseo?” aku menatap orang ini penasaran, tiba-tiba..

“Annyeonghaseo..” dia mengangkat topinya dan… Itu Kyuhyun!

————————————————————————

Author Pov

 

“Jadi kau Secret Admirer ku ehm?” Hea membuka percakapan

“Mmmm…. Yeah, bisa dibilang begitu..” Kyuhyun menjawab asal

“Pabo!” Hea terkekeh geli menatap Kyuhyun

“Aish.. Wae?!” Kyuhyun merajuk begitu melihat tatapan geli Hea

“Ani, hanya tidak menyangka saja.. Seorang Kyuhyun ‘Super Junior adalah seorang Secret Admirer koreografer nya sendiri.. Woah! Jinjja Daebak!” Hea menangkupkan tangannya di depan dada seolah-olah dia mendapatkan doprise besar-besaran

“Ya!”

“Araseo.. Araseo..” Hea terkekeh lagi dibuat wajah merah Kyuhyun yang begitu tercetak jelas

————————————————————————

“Ice Cream?”

“Gumawo” setelah sebelumnya mereka masih saling mengejek sekarang mereka terlihat begitu menikmati suasana ramai disana

“Apakah begitu sakit..” Hea menoleh mendapati Kyuhyun yang masih belum menyentuh Ice Cream-nya sama-sekali

“Melihatnya.. Berciuman?” suasana lenggang, memakan Ice Cream pun tak lagi menjadi minat Hea

“ehm, Kyu.. Bisa kita bicara yang lain?” Hea membiarkan Ice Cream Vanila-nya menetes melewati sela-sela jari tangannya

“Arra.. Lagi pula Aku hanya bercanda.. Ayo kita jalan-jalan” Hea menatap Kyuhyun penuh tanya

“kemana?”

“Kemana saja, hari ini jadwalku Free jadi aku ingin bersenang-senang.. Kajja!”

————OoO————

langit malam terlihat indah dengan kelap-klip bintang yang bertaburan bersama dengan bulan yang juga menjadi penghias utama malam itu

“Gumawo..” sayup-sayup terdengar suara deruhan mobil di antara malam Malam yang tenang itu. Nampak seorang wanita tengah berdiri tegap dengan senyum yang membingkai di wajahnya, dia tengah menghadap seseorang yang ada didalam mobil, sambil terkekeh dan tersenyum indah, dia mengucapkan kata ‘terima kasih’ pada orang itu

“Cheonma.. Cepat masuk, hari ini cuacanya sangat dingin..” Orang dalam mobil itu tersenyum membalas

“Jeongmal gumawo Cho Kyuhyun..”

————————————————————————

Hea Pov

Jam berapa ini?
Mataku benar-benar berat..
Aku berjalan sempoyongan menuju Apartemenku, tubuhku benar-benar seperti mati  rasa

“Aku pulang..” memang tak berguna jika aku bicara seperti itu toh Apartemen ku seperti tidak pernah berpenghuni lagi
“Jam berapa ini huh?!” aku menolehkan kepalaku kesisi ruang tamu yang sepertinya berpenghuni
“11 waeyo?!” aku menjawab malas setelah melihat layar di Handphone ku

“11 kau bilang?! Dan apakah itu lazim untuk Seseorang YANG SUDAH BER-SUAMI..?” dia-Changmin menatapi ku dalam dan menusuk
“Ehm.. Oh, ayolah jangan membuat keributan.. Ini sudah malam dan aku ingin tidur..” lagi-lagi  aku menjawab malas pertanyaannya.

Aku mengabaikan tatapannya dan tetap berjalan menuju kamar, mataku benar-benar tidak bisa diajak kompromi

“Siapa!? Siapa yang kau bilang membuat keributan Huh?!”

Author Pov

Badan Hea terhempas menabrak tubuh kokoh Changmin yang menahannya
“Shim Changmin aku lelah.. Kalau kau ingin membuat keributan, besok..” Hea melepaskan cengkeraman Changmin di tangannya malas, namun bukannya melepaskan Changmin makin mencengkeram pergelangan tangan Istrinya itu kuat

“Akkhh.. Lepaskan! kau menyakitiku!” Hea berteriak begitu Changmin menariknya kuat

“LEPASKAN SHIM CHANGMIN! akhhh..”

Buk!

Badan Hea terhempas keras pada kasur
“Siapa nama bajingan itu..” Changmin berguma tegas menatap Hea
“kau tidak perlu tau..” Hea menanggapinya santai

“BERITAHU AKU SIAPA NAMA BAJINGAN ITU JUNG HEA!!” Changmin berteriak memecah keheningan
Suasana lenggang, hingga..

“Kyuhyun.. Dia Cho Kyuhyun..” Hea berguma menyebutkan satu nama

“hh! Sudah kuduga kalian mempunyai hubungan di belakang ku..” Changmin tertawa miris penuh penyesalan

“Geurae! Kami memang memiliki hubungan, puas?!” Hea beranjak lagi meninggalkan Changmin

Prankk!

Dentuman benda keras yang terlempar ke kaca  terdengar begitu Hea menutup pintu kamar mandi. Bulir-bulir air mata meluncur mulus melewati pipi Hea. Tidak hanya berkali namun dentuman itu terdengar berkali-kali

“ARGGH..!” sebuah teriakan menjadi akhir dari dentuman-dentuman keras itu. Hea merosotkan dirinya didepan pintu kamar mandi, dia memeluk lututnya menelusupkan wajah berantakannya

“Mianhae..”

————OoO————

Jika dingin itu bisa mematikan perasaan orang lain, maka persepsi itu termasuk dalam kategori ‘Benar’

Suasana dingin dan diam menjadi santapan tetap sarapan mereka kali ini, Hea dan Changmin.
Tapi entahlah, perasaan mereka masih sama-sama dingin akibat kejadian kemarin.

Sakit, kecewa, marah..
Semua perasaan itu bercampur menjadi satu..
Satu-kesatuan yang mampu melenyapkan sebuah hati yang rapuh dan lemah “Aku pergi..” tanpa ciuman hangat dan kata-kata manis, Changmin berjalan acuh.

tinggal Hea, dia tengah merutuki kebodohan yang telah dibuatnya

“hhhh..” Hea mengusap wajahnya kasar, ini terlalu berat untuk ditampung sendiri

————————————————————————

Hea Pov

“Gumawo..” entah ini salah atau tidak yang jelas aku benar-benar butuh tempat bersandar atas semua ini

siang yang hangat dipertengahan musim semi..
Tak lantas membuat suasana hatiku sehangat matahari yang berdiri tegak dengan gagahnya diatas sana..
Hatiku dingin, bak musim dingin yang mencekam

“apakah hal ini salah? Aku hanya ingin hidup normal..” aku menyenderkan kepalaku, agaknya aku benar-benar tak tau malu karena meminjam bahu pria ini.

Dia hanya mengelus kepalaku lembut, apakah ini salah?

Sebuah persepsi tentang hubungan itu kadang salah, karena yang menciptakan persepsi itu mungkin belum pernah merasakan situasi saat itu..

‘Cinta itu sangat sederhana..’

Nyatanya cinta itu benar-benar sangat rumit..
Bukan seperti teori maupun penjelasan..
Cinta itu bagiku hanya sebuah harapan..

Harapan seseorang pada pasangannya, yang mana dia tidak berani mendekat maupun mempublikasikan cintannya itu ke khalayak ramai maupun memamerkannya…

“tidakkah ini bodoh? Aku telah mencoba dan terus mencoba memahaminya tapi bahkan akhirnya hanya aku yang sakit..”

jika malaikat penghapus kesalahan itu ada..
Aku akan berharap dia mau menghapuskan kesalahan ku sekarang juga..

“Kau.. Tau Jung Hea?” aku mendongak menatap wajanya yang tampan itu lekat
“Bagiku.. Sebuah presepsi cinta itu tidak pernah ada artinya..”

“Sampai akhirnya aku menemukan mu.. Sebuah presepsi cinta yang nyata..”aku diam, dia melanjutkan ceritanya

“.. Sama seperti mu, presepsi cintaku hanya harapan, Semu dan transparan. Walaupun sekuat apa aku mencoba.. Cintaku akan tetap semu-tak nyata” aku mulai menerjemahkan semua perkataanya

“hingga aku juga menemukan titik jenuh tentang semuanya, aku merelakan mu bersamanya.. Itu salah satu presepsi terbaikku tentang cinta ‘biarkan berjalan apa adanya’..” aku diam untuk sesaat aku terpana mendengar perkataanya. Benarkah ini Cho Kyuhyun yang kukenal? Dia tampak lembut namun rapuh saat ini

“Gumawoo.. Jeongmal gumawoyeo”

Grep~
aku memeluk haru tubuhnya, dia begitu dewasa saat ini

“Cheonmayeo..” aku benar-benar seperti bertemu sosok‘kakak yang perhatian pada adik’ didalam dirinya sekarang
“Jeongmal-Jeongmal gumawoyeo.. Kyuhyun Oppa..”

————OoO————

Author Pov

Siapa sangka, orang yang terlihat acuh dan tidak perduli justru yang menjadi orang pertama yang perduli saat kita terpuruk dan terpojok?

“sekali lagi terima kasih banyak Kyuhyun Oppa” Hea nampak seperti mendapat sebuah kekuatan baru

“Gwenchana.. Cepat masuk sana..” Kyuhyun mendorong badan Hea pelan

“Arrayeo..” Kyuhyun tertawa kecil melihat pipi Hea yang gembul akibat rajukannya

“Bye~”

————————————————————————

“Aku pulang..” wajahnya sungguh cerah saat ini.
Tak nampak sedikitpun beban yang tersirat diwajah wanita yang bermarga Jung itu.

“Ah~ lelahnya..” wanita itu berguma seraya memijat lengannya
“dengan siapa lagi kau pergi, Cho Kyuhyun?” Suara berat laki-laki membuat wanita itu-Hea menghela nafas sejenak

“Bukan urusan mu..” jawaban pendek Hea mengusaikan percakapan dingin ditengah malam yang dingin pula

Grep!
“Geurae! Itu bukan urusanku! Tapi bisakah kau menjelaskan kenapa kau sebenarnya huh?!” laki-laki itu-Changmin menarik lengan Hea, menghadapnya

Helahan nafas menjadi pembuka jawaban Hea
“Tidak ada yang terjadi padaku..” Hea berancang meninggalkan Changmin

“Tapi kau.. Berubah..” gerakan memutar knop pintu Hea terhenti

“Tidak ada yang berubah Shim Changmin..” Hea berusaha tenang, walau sebenarnya air mata ingin menerobos keluar dari pelupuknya

“Kau tidak seperti Jung Hea-ku..” suara Changmin bergetar

“Geurae! Aku memang bukan seperti Jung Hea-mu yang bodoh itu!” Hea Berbalik menghadap Changmin kesal

“Yang mau disuruh ini dan itu.. Aku memang berubah! KAU PUAS!?” sekali lagi Hea membentak, sungai kecil tersusun acak dipipinya

“Kenapa bisa..?” Suara Changmin terdengar kecil diantara suara rintikan hujan yang mulai membasahi malam

“AKU BOSAN! KAU TAU? AKU BOSAN!” Hea berteriak dengan aliran air mata yang terus membanjiri wajahnya

“tidakah kau lelah? Sampai kapan? Sampai kapan kau akan menyembunyikan pernikahan ini..”

“Tak sadarnya kah kau.. Aku disini! Aku disini menunggu dan terus menunggu menanti hari itu..”

“Tak sadarkah kau? Saat orang-orang menganggapmu belum menikah dan saat para produser itu menuntutmu untuk berciuman dengan para gadis itu?”

“Aku masih disini dan.. Melihat hal menjijikkan itu..” Suara Hea terdengar lirih, tersenggal tangisannya

“Ak__”

“ya! Kau memang masih terikat kontrak bodoh itu bukan? Aish.. Bagaimana aku melupakannya? Pabo..” Hea tertawa miris seraya memukul kepalanya sendiri

“itu.. Itu semua yang ingin kukatakan.. Jadi.. Selamat malam…”

————————————————————————

Hea Pov

Aku melangkah meninggalkannya dengan derai air mata bodoh yang tak mau berhenti ini

‘ayolah berhenti..’

aku tetap mengelap kasar air mata bodoh ini

‘Kumohon berhenti..’

bukannya berhenti air mataku malah makin deras membasahi wajahku

“Berhenti.. Kumohon berhentilah..” aku mengutuk air mata ini sekeji-kejinya

“Mianhae..” aku dituntun untuk menghadapnya. Aku diam tidak bergeming
“aku tau aku salah tap__”

“Lepaskan aku!”
“Tidak akan..” aku menatapnya kesal

“Lepaskan Aku!! Kau dengar!” kali ini aku benar-benar dalam emosi, melihatnya membuatku ingin berlari sejauh-jauhnya
“Tidak akan!” dia tetap menatapku sengit

“LEPASKAN AKU! AKU MUAK MELIHAT MU! AK_”

Author Pov

Saat dimama seseorang telah kecewa, akan sangat susah mengembalikan kepercayaannya.

Changmin menggenggam kuat Pipi Hea, untuk mempermudahnya menggapai bibir istrinya itu.
Istri?

Adakah pernah suami memaksakan haknya disaat yang tidak tepat?
Tidak, tidak akan pernah.
Hal itu malah akan terlihat seperti pemaksaan.

Butiran-butiran air mata membuat pemaksaan itu tampak sangat keji dan kotor
“LEPASKAN AKU!” Hea berteriak begitu Changmin melepaskan ‘pemaksaannya’ dan beralih keleher

Bukk!

Changmin mendorong Hea hingga terjerembab dikasur mereka, dan tanpa ampun ‘Memakan’ Leher Hea bergantian  kiri dan kanan.
Tangan Changmin pun tak tinggal diam, tangannya bergerilya meraba seluruh tubuh Hea bergantian

“Lepaskan..” Hea terus saja berusaha melepaskan semua perbuatan Changmin, walau dia tau kemungkinannya hanya kecil.
Dengan memukul-mukul bahu Changmin lemah, tenaganya sungguh sudah habis memberontak.

Entahlah apa isi otak Changmin saat ini, yang jelas ada sesuatu yang terbakar dalam dirinya.
Nafsu? Emosi?
Mungkin saja….

Kepala Changmin mengadah, mencoba meraih bibir Hea lagi
“lepaskan aku brengsek!”

Plak!
Pipi Hea memanas, ingin rasanya menangis.
Seumur hidup, ini kali pertama dia ditampar oleh orang terdekatnya.
Suaminya sendiri

Changmin tanpa menghiraukan hal itu langsung meraup bibir Hea kasar, tak jarang gigitan diterimannya, mengakibatkan perih di sekitar daun bibir Hea.

dalam hati Hea terus berdoa agar bisa melarikan diri dari ini semua..

Ini salah!
Tidak!
Dia tidak mengenali siapa yang ada didepannya..
Ini tidak seperti Changmin yang dia kenal sebelumnya

Air mata Hea semakin membanjir, membasahi  pipinya serta pipi Changmin yang menyatu

Sepertinya Tuhan mendengarkan doanya, Changmin melepaskan tautan bibir mereka, dan menatap Hea prihatin

inikah dirinya?
Inikah Shim Changmin yang selalu menghormati wanita?
Bukan!
Ini bukan Shim Changmin itu..

Dia bahkan memperlakukan ISTRINYA sendiri tak ubahnya‘Wanita murahan’

Menamparnya?
Shim Changmin yang dulu bahkan tak berani melakukan hal kekerasaan melebihi ‘Menarik tangan dengan Kasar’

Hea bersingkut dari tempat tidur, keadaanya kacau..
Kemeja yang dikenakannya hampir terbuka sempurna.
Rambutnya acak-acakan, leher dan bahunya penuh dengan tanda merah disana-sini, bibirnya bengkak, serta air mata yang menjadi pelengkap kekacauan itu

“BAJINGAN! AKU MEMBENCIMU SHIM CHANGMIN!” Hea berlari keluar dengan keadaan mengenaskan itu

————————————————————————

Hea Pov

“AAAARGH……”

Hujan kumohon jangan berhenti! Ini sungguh menyakitkan!

“AAAARGH…..”

Aku membenci semuanya!  Aku benci perjodohan itu! Aku benci bertemu dengannya! Aku benci pernikahan itu! Aku benci keluargaku! Aku benci mengenalnya! AKU MEMBENCIMU SHIM CHANGMIN!!”

“ARGGH..!” aku membeci diriku sendiri.

mengapa? Mengapa harus aku? Mengapa harus aku yang merasakannya? Aku hanya ingin kehidupan normal apakah itu sulit?

“Aku hanya ingin hidup normal apakah itu salah?” ditengah jutaan butir air yang membasahi wajahku, aku menangis.. Ini benar-benar berat, semua ini membuatku sakit

“Tuhan hanya kehidupan normal.. Apakah tidak bisa?” aku mengadah menantang Hujan. Perlahan kututup mataku, menyesapi rasa dingin yang menyerang wajahku

Kurasakan hujan tak lagi membasahi wajahku, kubuka mataku perlahan
“Kau ingin mati eoh? Disini dingin ayo kita berteduh..” kenapa tidak dengan pria ini aku ditakdirkan, dia bahkan selalu ada saat aku membutuhkan tempat bersandar serta mengadu

“Palli Jung Hea!”

Grep~
masa bodoh dengan dosa, aku tidak akan Memikirkannya lagi, Aku menginginkan Pria ini yang menjadi takdir ku, pria acuh yang sebenarnya sangat perhatian denganku.. Cho Kyuhyun!

“Kumohon jangan tinggalkan aku.. Aku takut..” meski agak kaget mendengar perkataanku, tapi setelahnya dia malah menjatuhkan payung yang dipegang kemudian membalas pelukanku

“Baik, aku akan disini..” aku makin mengeratkan pelukanku, badannya hangat sangat nyaman untuk tempatku bersandar

“kau tau? Ibuku berkata ‘menangislah ditengah-tengah hujan karena hanya pada saat itu kau bisa menangis tanpa dilihat orang lain’..” dia mengelus kepalaku lembut seraya mengencangkan pelukan ini

“Gumawoo..”

————————————————————————

Hujan sudah redah, menyisakan embun-embun indah di Pagi atau subuh hari ini. Aku tidak tidur, indra lelahku terasa putus sejak kejadian tadi

“Coklat?” aku mendongak menatap pria ini, mengapa dia terlihat tampan dengan rambut basah seperti ini?
“Gumawo..” aku meraih coklat panas yang disuguhkannya.

Setelah hujan hampir redah dia mengajakku ke Apartemennya yang kebetulan tidak terlalu jauh. Mengeringkan badan serta berganti pakaian, dia hanya ada satu pakaian wanita dan itu adalah pakaian kakak-nya yang tertinggal saat kakaknya berkunjung kemarin

“Apakah aku bisa membantumu..” aku menatapnya
“mendengarkan sedikit cerita mungkin..” dia mengangkat bahunya acuh sambil menyesap coklat panasnya

“aku selalu bermimpi menikahi pria yang tampan, hidup normal, kemudian memiliki anak, dan hidup bahagia…” aku menghentikan kalimatku sekejap

“eomma bahkan sampai bosan mendengarkan celotehan tak jelas dariku tentang masa depanku..” aku terkekeh geli mengingat memori masa kecil bahagiaku

“kemudian dia datang, menghampiriku dengan sebuah cincin kecil dari rangkaian daun dan bunga..”

“Dia berkata dengan polos ‘Jung Hea menikah lah denganku.. Aku berjanji akan membuatmu selalu tersenyum’ aku takut dan akhirnya aku menangis lalu mengadu pada eomma…”

“bukannya memarahi, eomma malah menyuruhku berdandan cantik seperti putri..” aku terkekeh sebentar

“Kemudian eomma bergegas mengajakku kerumah Ny. Shim dan menikahkan ku dengannya di taman belakang rumah..” lagi aku terkekeh

“kemudian aku bertanya pada eomma apa maksud eomma sebenarnya?”

“Dan kau tau apa jawabannya? Eomma berkata ‘Karena eomma percaya bahwa suatu saat, jika Changmin sudah besar nanti dia akan selalu melindungimu dimanapun dan kapanpun kau berada. Mendekapmu dengan hangat serta menatapmu dengan tatapan penuh cinta dan kekaguman’…” nafasku tercekat, kejadian tadi tiba-tiba melintas dipikiranku

“Dan.. Tadi.. Tadi__” perkataanku terhenti tepat setelah Kyuhyun mendekapku, memberiku kekuatan yang dia punya.
Air mataku, menerobos melewati pelupuk mata.
Bayangan mengerikan tadi terngiang dikepalaku. Perlakuan kasar, tamparan, dan…

“Ayo kuantar kau pulang..” aku mendongak menatap pria ini bingung
“Oppa..” aku beguma kecil menyakinkannya.

Pulang?

“tidak ada penolakan Jung Hea! Ayo kau kuantar pulang..” dia menarikku paksa, bukan keras tapi lembut

————————————————————————

Author Pov

Suasana di ruang tamu yang lumayan besar itu lenggang. Satu dari mereka menatap dua lainnya dengan pandangan marah, kesal, gembira, dan sakit tapi entah lah..
Kurasa orang itu sudah benar melakukan tindakan ini

“baiklah, tugasku sudah selesai.. Aku permisi pulang dulu, lagi pula jadwal ku besok sangat penuh. Jaljayeo.. Hoamm, Annyeong…” pria bertubuh jangkung itu melangkah meninggalkan dua temannya yang lain-Hea dan Changmin

“Oppa mar__” Perkataan  Hea tertahan

“Aku bisa keluar sendiri, jangan khawatir. Cepat selesaikan masalahmu.. Aku pulang!” Kyuhyun melenggang santai dengan bersiul meninggalkan mereka

“Lepaskan.. Aku mau tidur…” Hea berkata pelan yang tak lantas membuat suaminya itu melepaskan tangannya
“Bisakah kau menyingkirkan tanganmu? Aku mau tidur..” Hea menarik tangannya hingga benar-benar lepas dari Changmin

Clekk~

knop pintu terbuka.
Kacau!
Itu definisi pertama yang dapat menjelaskan keadaan kamar itu kosmetik yang ada di meja berjatuhan kebawah, sprai, selimut dan bantal berceceran di lantai, kaca hias juga terlihat pecah.

Tapi persetan dengan itu, Hea tetap melangkah kedalam kamar memungut bantal dan selimut  dari lantai dan sebentar memperbaiki kondisi tempat tidur menjadi sedikit layak untuk ditiduri
“hhhh..” terlihat kondisi tempat tidur lumayan rapi setelah Hea membereskannya

Grep~
“Mianhae…” Hea merasakan lingkaran kecil yang melingkari perutnya dan juga hembuskan nafas yang berat disekitar leher untuk mengawali sebuah beban yang bersandar disana

Nafas tercekat, bulir keringat keluar, serta tangan yang gemetar. Hea merasakan takut luar biasa, flashback kejadian tadi membuatnya sedikit trauma mendapatkan sentuhan dari Suaminya

“Le.. Le.. Lepas..” Hea membatasi kaitan tangan Changmin diperutnya
“Le.. Le.. Paskan.. Ak.. Aku..” walaupun gugup Hea terus berusaha melepaskan kaitan itu

“Mianhae…” Basah! Dia merasakan disekitar bahunya basah.
Changmin menangis? Entahlah…
Mungkin saja

“Mianhae…”
“Lepaskan aku Shim Changmin…” agaknya Hea mulai tidak terlalu takut lagi pada Changmin

“kumohon.. Maafkan aku..”

————————————————————————

Hea Pov

Aku membencimu! Walaupun kata benci telah dimusnahkan dunia.

Aku tidur menghadap jendela luar, pukul 4:00 pagi, dan aku masih terjaga.
“hhhh..” aku membalik tubuhku dan langsung disuguhkan mata indah yang terlihat begitu bersalah.
Changmin masih setia menatapku, menanti kata maaf dariku.

“Tidurlah.. Ini sudah pagi” jangan kira kejadian tadi membuatku lantas meninggalkan tugas? Menjadi istri yang baik..
Aku menarik selimut hingga batas kepala kemudian menarik Changmin lebih dekat dan memeluknya

‘Jika Seorang lelaki menangis itu berarti sesuatu hal telah membuatnya rapuh, bahkan sangat rapuh melebihi wanita’
Eommonim Shim selalu berkata begitu jika aku  berkunjung kerumah

Kurasa semua yang dikatakan Kyuhyun Oppa itu benar, aku yang salah..
Aku egois..
Bertindak sesukaku sendiri..

Cinta hal sederhana, katanya..

Dan aku rasa itu benar Cinta itu hanya mewakilkan 2 perasaan-Cinta & memcintai, yang bahkan perasaan itu walau dibagi, diceritakan, dihumbar-humbar akan tetap bernilai perasaan..

Tak kurang tak lebih..

Cinta.
satu presepsi bodoh menjadikan aku mengerti arti cinta sebenarnya

‘Cinta itu melindungi’

bukan untuk dibagikan, dipamerkan, atau ceritakan…
Tapi cinta itu hanya untuk Melindungi satu sama lain

Changmin melakukan presepsi bodoh itu, dia melindungiku dari keramaian, publik, dan masa. Aku tau ini bodoh tapi dia benar…

Dia telah melakukan hal yang benar

Hanya aku..
Aku benar-benar tak peka akan cara cintanya padaku.

Aku egois!
Aku tidak mengerti posisinya…
Dia public figure, yang artinya dia bukan miliku seutuhnya tapi dia juga milik banyak orang

“Maaf..” dia berkata lirih dalam pelukanku, tanganku mengelus rambut coklatnya.
Aku membiarkannya terlihat lemah sekarang karena pada dasarnya aku yang memulai kakacauan ini

“Stttt… Aku yang salah, maafkan aku..”  aku terseyum lembut dan tetap membelai kepalanya sayang
“Maafkan aku..” Aku mengangkat kepalanya dari dekapanku

“Aku terlalu egois…” Kusapukan ibu jariku di sungai-sungai kecil airmatanya, menghentikan aliran sungai itu.

“Aku tidak pernah benar-benar mengerti posisimu..” ku kecup kedua kelopak matanya, ini tidak boleh terjadi.. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika mata indahnya mengeluarkan air mata tidak berharga lagi

“Hey! Kau tidak benar-benar mengeluarkan air mata kan? Kau itu lelaki.. Mana ada lelaki menagis” aku menyentil dahinya jahil
“Gumawo..”

————————————————————————

Author Pov

“hmm..” desahan lembut mengalun indah di tengah pagi buta ini. Saat matahari tengah menyiapkan kedatangannya, kedua manusia yang tengah di selimuti cinta ini malah tengah bersusah-payah menggapai kenikmatan dunia

lengguhan, desahan, dan erangan…
Terdengar begitu merdu, membelai fajar yang siap menyingsing

“Changmin..” dengan nafas berat yang terdengar begitu keras, wanita dengan rambut coklat tua itu berguma memanggil nama suaminya

“Hmm..” tanpa memperdulikan panggilan itu sang suami-Changmin, masih dengan lembut mengukir tanda-tanda ‘Kepemilikannya’ ditubuh istrinya-Hea, menghapus bukti-bukti ‘Pemaksaan’ tadi dan menggantikan dengan sebuah ukiran yang penuh dengan Cinta yang menggebuh

Entah sejak kapan tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun yang melindungi, yang jelas tidak secuil pun rasa dingin merasuki tubuh polos mereka.
Rasa menggebuh dari dalam tubuh membuat suhu tubuh mereka meningkat drastis

Chu~
lagi dan lagi, mereka terlarut dalam ciuman yang panas. Penyatuan lidah mereka bahkan sampai menimbulkan suara decakan yang berdengung membuat suasana panas itu menjadi lebih panas.

Lidah Changmin lebih mendominasi ciuman panas itu. Tak dipungkiri, dia benar-benar sudah merindukan wanita yang berstatus istrinya ini, jadwal padat yang mengekangnya membuatnya telah benar-benar merindukan setiap inci bagian dari wanita itu

“Aku mencintaimu..” Changmin mengalihkan Ciumannya, dia mencium kening Hea dalam demi menyalurkan sebuah Cinta yang  Yang begitu besar

“Aku juga mencintaimu…” Hea menutup matanya, menyesapi cinta yang tulus dari suaminya ini. Tangannya dengan manis terkalung ditengkuk Changmin, mengelusnya sayang.

“Jangan tinggalkan aku…” Changmin mencium lagi bibir Hea, kali ini benar-benar hanya Cinta yang tersirat. Kepala mereka bergantian bergerak untuk mengambil nafas sejenak.

Nafas mereka menggebuh cepat, merubah ciuman manis itu menjadi ciuman yang agak panas dan menuntut, lidah mereka bahkan ikut berperang satu sama lain.

“akhmmm..” teriakan Hea tertahan begitu merasakan ada benda yang hendak ingin bersatu dengannya

“Tahan sayang…” Changmin membisikan kata-kata manis begitu melihat raut wajah Hea seperti sedang menahan sakit yang teramat sangat

Ini aneh, Hampir setiap bulan mereka melakukannya tapi mengapa masih terasa sakit?

“hah…. Hah…. Hah…..” Nafas Hea tercekat menahan penyatuan itu

“Kau bisa menahanku sekali lagi?” Changmin menatap Khawatir

“Humm..”

Chu~
ciuman manis mengawali pendakian mereka, hingga saat itu tiba..
Pencapaian yang luar biasa melegakan, saat dimana puncak kenikmatan mereka meledak meninggalkan sebuah benih yang kelak-mungkin akan menghasilkan sebuah individu baru yang akan merubah keadaan mereka.

Mereka seperti tidak punya tenaga lagi untuk menyambut pagi yang telah diujung mata, mata mereka juga seakan sulit untuk diajak kompromi

“Aku mencintaimu selama yang aku bisa…” Changmin menarik Hea kedalam dekapannya, memberi kehangatan sebisanya dan berbagi cinta tanpa penjelasan

Cukup sebuah pelukan Hangat yang menemani tidur mereka..
Ini sudah lebih dari cukup untuk mengobati rasa rindu yang menggerogoti mereka, walaupun dalam pelukan hangat ini pun rasa rindu mereka belum secara sempurna terobati

————————————————————————

Hea Pov

For A Years..
Setahun bodoh yang aku habiskan untuk menuntutmu akan hal yang mustahil kau lakukan..
Setahun yang lalu, aku masih mengharapkan sebuah kehidupan normal tanpa halangan dari siapapun..

Setahun lalu, dengan bodohnya aku termakan ego ku sendiri..
Tapi sekarang aku tau..

Aku mengerti..

Kau mencintai ku dengan caramu, bukan dengan caraku atau orang lain..

‘Kau melindungi ku..’

kau melindungiku dari apapun yang terjadi.
Aku tau hanya itu yang bisa kau lakukan untuk mencintaiku..
Melindungi ku..

Bukan dengan memamerkan cinta, atau menghumbar kata mesra, seperti yang aku harapkan selama ini..
Tapi dengan ketulusan mu yang benar-benar ingin melindungiku, dari apapun kemungkinan yang akan aku terima kedepannya..

Kau mengajarkanku sebuah arti dari cinta yang lain..
Juga, sebuah presepsi mengenai Cinta mu  padaku yang sebenarnya

Terima kasih..
Terima kasih telah mencintai ku dengan cara mu sendiri..
Terima kasih banyak..

Aku mencintaimu..

————————————————————————

Prolog

Author Pov

“Oppa.. apakah kau yakin dengan ini?” wanita itu-Hea menatap Kyuhyun bimbang.
Sebuah senyum mengawali jawaban Kyuhyun

“Kau tau? Menurutku kau egois!” Hea menatap Kyuhyun bingung. Egois?

“Mwo?”

“Aku pernah mendengarkan Changmin berkata pada Yunho hyung, bahwa dia itu mencintaimu..”
“tapi dengan cara yang lain..” Hea mengeritkan dahinya bingung

“Changmin.. Dia mencintaimu dengan cara.. ‘ melindungi mu’…” adakah penjelasan yang lebih mudah? Hea berguma dalam hati

“Hanya itu yang dia bisa, dia tidak bisa membawamu keluar tanpa penyamaran sambil menggandeng tanganmu mesra…”

“Dia hanya bisa melindungi mu dari segala kemungkinan kau akan menderita karena statusnya” Kyuhyun terseyum simpul menyelesaikan kata-katanya, tapi hey!

Sejak kapan seorang Cho Kyuhyun ‘Super Junior si Magnae Evil yang selalu membully para Hyung-nya bisa merangkai kata-kata seindah itu?

“Baiklah-baiklah sudah waktunya aku memulangkanmu.. Kajja…”

————————————————————————FIN

Love(s) a Guardian Angel Part 6


Title : Love(s) A Guardian Angel

Main Cast : Park Yoochun, Lee Hee Young

Rating :NC17, NC21     

Author : Lee Eun Ri

DON’T LIKE DON’T READ !!!

Happy Reading

AUTHOR POV

Sudah satu minggu lebih sejak Jaejoong bertemu dengan Hee Young di tempat persembunyian yeoja itu. Semenjak bertemu dan berbicara berdua dengan putrinya, Jaejoong jadi semakin memperhatikan Hee Young. Walaupun terlambat tapi Jaejoong pikir lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali. Setiap hari ia selalu mengunjungi Hee Young atau pun meneleponnya jika sedang sibuk.

Baca lebih lanjut

Love(s) a Guardian Angel Part 4


Title : Love(s) A Guardian Angel

Main Cast : ParkYoochun, Lee Hee Young

Rating :NC21

Author : Lee Eun Ri

NOTE: Maaf ya baru di posting sekarang, lagi sibuk banget soalnya *bow*

DON’T LIKE DON’T READ !!!

Happy Reading

AUTHOR POV

Yuchun membawa Hee Young pergi cukup jauh dari tempat mengerikan itu. Ia tak memikirkan hal lain selain melindungi Hee Young. Yeoja itu terlihat masih ketakutan karena membunuh Sang Woo untuk menyelamatkannya. Sebelum mencari penginapan Yuchun pergi membeli beberapa barang yang ia rasa di perlukan nantinya. Setelah itu barulah Yuchun membawa Hee Young ke sebuah penginapan. Keduanya masuk ke kamar dan Yuchun langsung mengecek kamar itu.

“Nona, mandilah dulu.” Ucap Yuchun. Ia melihat Hee Young melamun tak menghiraukan ucapannya. Yuchun pun menghampiri yeoja itu. Di tepuknya bahu Hee Young pelan hingga yeoja itu sadar. Ia tersenyum melihat wajah khawatir Hee Young.

Baca lebih lanjut