Love(s) A Guardian Angel Part 13


Title : Love(s) A Guardian Angel

Main Cast : Park Yoochun, Lee Hee Young

Rating :NC17     

Author : Lee Eun Ri

DON’T LIKE DON’T READ !!! YOU CAN LEAVE THIS BLOG. EASY RIGHT?

Happy Reading

AUTHOR POV

Hee Young pulang ke rumahnya dan melihat rumahnya sepi seperti biasa. Semenjak bertengkar dengan appa-nya, Hee Young tidak pernah lagi melihat appa-nya itu. Pertengkaran hebat yang membuat Hee Young jarang pulang dan lebih sering menginap di tempat temannya. Hari ini pun Hee Young pulang ke rumah setelah 2 minggu lamanya tidak pulang.

Ia beristirahat sejenak di kamar setelah selesai mandi. Tak lama pintunya di ketuk dan ia diberitahu jika makan malam sudah siap. Hee Young pun beranjak menuju meja makan. Hee Young melihat kursi yang sering dipakai appa-nya itu kosong. Ia bertanya kepada pelayan tapi pelayannya hanya diam membuat Hee Young beranjak dari meja makan untuk mencari appa-nya di kamar. Ia hanya tahu biasanya appa-nya itu berada di ruang kerja atau di kamar.

Hee Young mencari ke ruang kerja terlebih dahulu tapi nihil tidak ada sosok yang ia cari. Ia pun berjalan ke kamar appa-nya. Hee Young mengetuk beberapa kali tapi tidak ada jawaban. Perlahan Hee Young pun membuka pintunya sambil memanggil appa-nya. Ia terdiam saat tidak mendapati appa-nya di dalam kamar. Ia merasa kamar itu dingin, seperti sudah lama tidak dipakai.

“Nona.” Panggil pelayan. Hee Young berbalik dan melihat pelayan.

“Maaf nona, saya harus menutup tirai jendelanya.” Ucap pelayan itu meminta izin. Pelayan itu masuk dan dengan cepat menutup tirai jendelanya.

“Appa kemana?” Tanya Hee Young. Lagi-lagi pelayan dirumah itu hanya diam membuat Hee Young kesal. Sebelum Hee Young membentak pelayan itu tiba-tiba kepala pelayan menyuruh pelayan itu keluar. Ia berbalik dan menatap kepala pelayan itu.

“Appa dimana?” Tanya Hee Young sambil menahan emosinya. Ia melihat kepala pelayan memejamkan mata sambil menghela nafas.

“Setelah nona bertengkar dengan tuan besar, tuan besar tidak pernah pulang lagi ke rumah ini. Saya dan pelayan yang lain tidak tahu tuan besar sekarang berada dimana. Saya permisi.” Ucap kepala pelayan itu lalu pergi.

Hee Young terdiam perlahan ia teringat kembali pertengkaran dengan appa-nya. Ia ingat kalau saat itu ia marah besar dan mengeluarkan kata-kata tidak ingin bertemu dengan appa-nya lagi. Air mata Hee Young mengalir saat mengingat pertengkaran itu. Dengan tangan bergetar Hee Young berusaha menelepon appa-nya tapi nomor appa-nya tidak aktif. Air matanya semakin deras mengalir saat nomor appanya tidak aktif. Hee Young mencoba menelepon orang kepercayaan dan pengacara appa-nya tapi nomor mereka berdua juga tidak aktif membuat Hee Young frustasi. Ia berteriak kesal.

Harapan terakhir Hee Young adalah Yuchun. Ia teringat jika pernah bertemu dengan namja itu dibandara dan Yuchun mengatakan jika kembali ke Korea untuk menemui appa-nya. Beberapa kali Hee Young menelepon tapi Yuchun tak mengangkat teleponnya membuatnya melempar teleponnya.

“Junsu.” Ucap Hee Young saat teringat namjachingu-nya itu.

Hee Young mengambil kunci mobilnya dan segera pergi ke tempat Junsu. Ia hampir saja mengalami kecelakaan karena Hee Young mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Selama perjalanan Hee Young terus menangis dan bergumam meminta maaf pada appa-nya atas sikapnya yang tidak sopan.

Sampai di apartemen Junsu, Hee Young langsung menuju lift dan memencet lantai 10 dimana Junsu tinggal. Sampai di lantai 10, Hee Young memencet bel dengan tidak sabar. Saat Junsu membuka pintu ia langsung memeluk namja itu dan menangis keras. Ia tak sadar jika didalam apartemen, Junsu sedang bersama teman-temannya.

“Kau kenapa?” Tanya Junsu kaget dan berusaha melepaskan pelukan Hee Young. Ia menghapus air mata yeojachingu-nya itu.

“Appa menghilang. Tolong aku menemukan appa. Aku harus meminta maaf padanya.” Ucap Hee Young histeris. Ia merasa menjadi anak yang buruk. Tak lama Hee Young pun pingsan, beruntung Junsu dengan sigap menahan tubuh Hee Young agar tidak terjatuh.

Junsu menggendong Hee Young dan membawa yeoja itu masuk kedalam apartemennya. Ia membawa Hee Young ke dalam kamarnya dan membaringkan yeoja itu di ranjang miliknya. Junsu meminta bantuan temannya untuk membawakan apapun untuk menyadarkan Hee Young dari pingsannya.

Ia menepuk-nepuk pipi Hee Young pelan berharap agar yeoja itu segera sadar. Junsu benar-benar mengkhawatirkan yeojachingu-nya itu. Tak lama temannya datang dengan membawakan alcohol. Junsu dengan cepat mengambilnya dan memberikannya pada Hee Young agar yeoja itu menghirup alkoholnya dan cepat sadar.

—-

Hari ini merupakan hari yang paling Yuchun tunggu-tunggu karena hari ini adalah hari kelulusan Yuchun dan teman-temannya. Mereka duduk dengan terus mengikuti proses acara. Cukup membosankan tapi mereka hanya menunggu satu hal yaitu mereka dinyatakan lulus.

Berjam-jam menunggu akhirnya giliran Yuchun dan temannya tiba, mereka dinyatakan lulus di acara wisuda itu. Mereka semua keluar gedung dimana acara itu berlangsung dan langsung berteriak senang. Yuchun dan semua temannya saling berfoto untuk kenang-kenangan.

Tom menyarankan agar setelah ini mereka berpesta untuk merayakan kelulusan mereka dan semuanya setuju termasuk Yuchun. Tak lama Jimmy menyikut Yuchun dan memberitahukan sesuatu didepannya. Yuchun melihat Anna dan Kyori datang. Yuchun tersenyum lalu melihat ke arah Frank yang terlihat salah tingkah tapi juga senang.

Yuchun menghampiri Anna dan wanita itu memberikannya bunga sebagai ucapan selamat atas kelulusannya.

“Terima kasih. Kau hanya berdua saja? Sengaja kemari atau?” Tanya Yuchun.

“Iya kami hanya berdua. Kami sengaja kemari karena di beritahu Tom jika kalian lulus hari ini.” Jawab Anna.

“Terima kasih banyak sudah mau datang.” Ucap Yuchun lagi.

Tak lama Tom dan yang lain menghampiri mereka dan mengajak kedua wanita itu untuk ikut berpesta bersama mereka. Anna menatap Yuchun seolah bertanya. Yuchun hanya tersenyum melihat Anna.

“Baiklah aku ikut.” Ucap Anna dan Kyori bersamaan.

Mereka semua mengadakan pesta barbecue di sebuah villa milik Tom. Seperti biasa Tom memesan wanita untuk menghibur mereka. Tom sampai sekarang masih sering berganti-ganti wanita penghibur untuk menemani pria itu. Berbeda dengan Frank yang masih tetap setia memilih Kyori sebagai wanita yang menemaninya.

Selama pesta mereka semua bersenang-senang begitu juga dengan Yuchun. Yuchun terus memeluk Anna selama pesta berlangsung. Tak lama Yuchun menjauh dari keramaian pesta kecil itu karena saat ia menyalakan ponselnya tiba-tiba Jaejoong menelepon.

“Yeoboseo.” Sapa Yuchun.

“Kukira kau sudah tidur.” Ucap Jaejoong lemah. Suara Jaejoong semenjak sakit memang terdengar lemah dan sering sakit membuat Jaejoong harus sering beristirahat.

“Belum, pak. Apa anda sedang sakit?” Tanya Yuchun. Sudah lama Yuchun memanggil Jaejoong dengan sebutan ‘pak’. Ini karena Jaejoong sendiri yang menyuruhnya walaupun Yuchun merasa hal itu tidak sopan.

“Tidak, aku baik-baik saja. Selamat atas kelulusanmu. Kau tidak harus langsung bekerja di perusahaan disana. Kau bisa istirahat dulu dan jika sudah siap kau bisa menghubungiku.” Ucap Jaejoong.

“Baik. Terima kasih. Saya bisa seperti sekarang karena bantuan anda, pak.” Ucap Yuchun.

“Hmm kalau begitu selamat malam. Aku tak mau menganggumu. Jaga dirimu baik-baik disana.” Ucap Jaejoong lalu tak lama teleponnya terputus.

Yuchun kembali ke pesta dan melihat mereka semua sudah menjadi liar terutama Tom. Ia melihat Anna sendirian berkutat dengan makanan yang akan dimasak. Frank tidak seliar yang lain karena pria yang tengah jatuh cinta itu hanya mencium pipi dan memeluk Kyori.

Yuchun memeluk pundak Anna dan tersenyum. Ia mencium bibir pink Anna sekilas.

“Rasa daging.” Ucap Yuchun membuat Anna tertawa.

“Tentu saja, aku kan habis memakan ini.” Anna menunjukkan daging yang baru saja matang disampingnya. Ia mengambil potongan kecil daging itu dan memberikannya pada Yuchun.

“Enak.” Jawab Yuchun.

Hubungan Yuchun dan Anna semakin dekat semenjak kejadian satu malam itu. Yuchun menjadi sangat perhatian pada Anna. Ia menjadi sangat perhatian karena tak mau menyakiti Anna, selain itu juga ia berjaga-jaga kalau Anna hamil jadi ia bisa langsung menikahinya. Yuchun sadar kalau malam itu ia tak memakai alat pengaman apapun saat berhubungan dengan Anna.

Anna sudah berkali-kali mengatakan pada Yuchun jika tak usah memperhatikannya berlebihan dan tak usah takut kalau ia akan hamil. Tapi Yuchun tak mengindahkan ucapan Anna. Anna tahu walaupun nanti ia hamil belum tentu ayahnya adalah Yuchun mengingat pekerjaannya yang selalu menemani pria.

Yuchun memeluk Anna dari belakang dan menghirup wangi ditubuh Anna yang ia sukai. Tidak menyengat seperti kebanyakan wanita, wangi Anna lebih nyaman di indra penciuman Yuchun.

“Jangan memberiku perhatian berlebihan seperti ini. Kau membebaniku. Aku tak akan hamil. Itu kan sudah lama berlalu dan aku sudah melakukan tes setiap minggu setelah kejadian itu dan hasilnya negatif.” Ucap Anna. Yuchun mencium leher Anna sekilas.

“Anggap itu hanya alasanku saja agar bisa berada didekatmu. Aku membutuhkanmu, kau tahu jelas kenapa aku menjadi pria seperti ini. Aku tak mau membahasnya lagi. Hatiku masih sakit jika mengingatnya.” Ucap Yuchun yang membuat Anna terdiam.

“Kau carilah alasan agar aku tetap bisa disampingmu. Agar kita berdua tetap bersama.” Ucap Yuchun.

“Seperti asas saling membutuhkan dipelajaran sekolah?” Tanya Anna sambil tersenyum dan mengelus pipi Yuchun. Ia sangat mengerti hati Yuchun yang terluka dan nama gadis itu masih membekas di hati Yuchun.

“Baiklah, aku mengerti.” Ucap Anna akhirnya.

“Jangan lupa cari alasan agar aku tetap disampingmu jadi kau tidak bisa mencari alasan agar aku tak perhatian lagi padamu.” Ucap Yuchun yang terdengar manja di telinga Anna. Yuchun mengeratkan pelukannya pada anna.

Yuchun sendiri tidak mengerti kenapa ia sangat bergantung pada Anna. Apapun yang menjadi masalahnya ia selalu menceritakannya pada Anna terlebih dahulu. Ia akan tenang jika berada di samping wanita itu. Sampai sekarang Yuchun masih sering sulit tidur dan hanya Anna yang bisa membuatnya terlelap. Ia sedikit tidak enak pada wanita itu karena merasa sering menganggu aktivitas Anna.

Yuchun melepaskan pelukannya pada Anna dan berbalik melihat semua temannya yang tiba-tiba diam. Ia menghela nafas saat melihat tidak ada seorang pun. Yuchun melirik pada Anna yang hanya terkekeh pelan.

“Ini bukan pesta kelulusan tapi hanya pesta seperti biasa yang diakhiri di kamar masing-masing.” Keluh Yuchun.

Anna memeluk Yuchun berusaha menghibur pria itu yang terlihat tidak suka dengan akhir pesta yang sama seperti pesta biasa.

“Kita mengobrol saja disana, bagaimana?” Anna menunjuk ke kursi yang ada di dekat api unggun. Yuchun tersenyum dan mengangguk. Keduanya duduk di dekat api unggun bersebelahan. Melihat ada gitar yang menganggur, Yuchun pun mengambilnya.

“Sebuah lagu untuk wanita yang sangat pengertian yang selalu ada disampingku disaat aku senang maupun susah.” Yuchun pun mulai memetik gitar dan menyanyikan lagu berjudul suddenly it’s magic yang dinyanyikan oleh Angline Quinto&Eric Santos. Sebuah lagu yang cukup romantis bagi Anna, ia hanyut oleh alunan lagu yang dinyanyikan Yuchun. Ia baru tahu kalau suara Yuchun sebagus ini.

Anna bertepuk tangan saat Yuchun selesai bernyanyi. Ia sangat menyukai lagu yang dinyanyikan Yuchun tadi.

“Terima kasih atas lagunya. Bagus sekali. Kalau kau merayu wanita dengan bernyanyi seperti tadi sepertinya semua wanita akan jatuh kepelukanmu.” Ucap Anna membuat Yuchun tertawa.

Tak lama sebuah teriakan membuat Yuchun dan Anna terdiam. Keduanya melihat kesumber suara. Tom yang berteriak menatap keduanya kesal. Begitu juga Jimmy dan Frank. Tapi berbeda dengan wanita yang menemani mereka yang menatap Yuchun penuh minat.

“Kenapa?” Tanya Yuchun bingung.

“Gara-gara nyanyianmu tadi aktivitas kami terganggu.” Keluh Jimmy. Terlihat jika pria itu hanya memakai celana pendek. Tom dan Frank juga sama, mereka bertiga bertelanjang dada dan terlihat berkeringat. Yuchun yang sadar hanya menahan tawanya tanpa bisa mengatakan apa-apa. Ia sedikit kasihan pada mereka yang sepertinya sedang asik.

“Maaf.” Hanya kata itu yang keluar dari mulut Yuchun.

“Tidak perlu meminta maaf. Kami suka lagu yang kau nyanyikan tadi.” Ucap salah seorang wanita yang menemani Jimmy.

“Benar, oppa. Nyanyiannya bagus sekali sampai terdengar ke kamar.” Ucap Kyori. Ketiga wanita itu kini duduk berdekatan dengan Yuchun.

“Kau beruntung.” Ucap Kyori pada Anna. Anna yang duduk di samping Yuchun hanya tersenyum dan melirik ketiga pria dibelakangnya yang terlihat semakin sebal.

“Nyanyikan sebuah lagu lagi.” Pinta Kyori yang disetujui oleh para wanita disana. Yuchun menatap teman-temannya dan meminta maaf sekali lagi.

Yuchun kembali mengambil gitar dan menyanyikan lagu yang ia sukai. Semua wanita sangat terhanyut oleh suara dan lagu yang dinyanyikan Yuchun. Sangat romantis dan tentunya para wanita sangat suka hal yang berbau romantis.

Sama seperti tadi, selesai Yuchun bernyanyi semua wanita bertepuk tangan dengan semangat. Mereka menatap Yuchun dengan kagum. Anna kembali melirik ketig pria yang berada dibelakangnya. Mereka semua masih terlihat kesal.

“Hei, para pria disana sepertinya masih kesal.” Ucap Anna pada kyori dan dua wanita yang lain. Mereka mendengus kesal. Wanita yang menemani Tom dan Jimmy beranjak dari kursinya dan menghampiri pria yang tengah kesal itu. Sedangkan Kyori hanya duduk sambil menatap Frank.

“Pakai bajumu dan kemarilah, Frank.” Pinta Kyori lembut tapi Frank tak beranjak sedikitpun dari tempatnya.

“Baiklah terserah kau. Kau bisa tidur sendirian malam ini. Aku akan tidur bersama Anna dan Yuchun.” Ucap Kyori cuek. Yuchun dan Anna hanya tersenyum melihatnya karena setelah mendengar ucapan Kyori, Frank langsung berlari mengambil pakaiannya dan segera duduk di samping Kyori.

“Kau hebat bisa menaklukannya seperti itu.” Bisik Yuchun pada Kyori sambil terkekeh.

“Ini berkat saranmu, oppa.” Ucap Kyori.

Suasana kini kembali ramai yang tentunya hanya ramai oleh para wanita karena para pria harus bisa menahan keinginan mereka untuk bisa melanjutkan aktivitas yang tertunda. Jika mereka protes tentunya akan berakibat pada keinginan mereka tidak bisa terpenuhi.

Anna dan para wanita yang lain terus meminta Yuchun untuk menyanyi karena suara Yuchun saat bernyanyi membuat para wanita jatuh hati. Saat Yuchun menyanyikan lagu terakhir membuat wanita yang ada di sana protes.

“Maaf nona-nona tapi ini sudah malam dan aku tidak mau membuat Anna tidur terlalu larut. Terima kasih untuk pesta malam ini dan selamat malam.” Ucap Yuchun. Ia menaruh gitarnya dan berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Anna. Hal kecil yang dilakukan Yuchun membuat ketiga wanita yang ada disana bersorak iri pada Anna karena Yuchun benar-benar pria yang sangat romantis dan perhatian. Berbeda dengan para pria yang mendengus melihat Yuchun yang bisa mengambil perhatian semua wanita yang ada disana.

“Hei, apa aku harus kembali kesana?” Tanya Yuchun saat berada di depan pintu masuk villa milik Tom. Yuchun menatap ketiga temannya seolah memberi kode dan semua teman Yuchun mengerti. Mereka bertiga langsung membawa ketiga wanita itu dengan cepat ke kamar masing-masing.

Yuchun memeluk atau lebih tepatnya melindungi Anna saat wanita itu hampir bertabrakan dengan Tom yang tengah buru-buru masuk ke dalam kamar.

“Dasar.” Gumam Yuchun.

Saat berada di dalam kamar baik Yuchun maupun Anna sibuk mengganti pakaian mereka. Yuchun yang selesai terlebih dahulu langsung berbaring di atas ranjang. Ia menatap langit-langit dan memikirkan apa yang harus ia lakukan setelah ini. Yuchun tersadar dari lamunannya saat Anna berbaring di sampingnya.

“Apa yang kau pikirkan?” Tanya Anna sambil mengelus dada bidang Yuchun.

“Hanya memikirkan apa yang harus kulakukan setelah ini.” Jawab Yuchun lalu tak lama Anna memeluknya erat. Pelukan Anna tidak seperti biasanya membuat Yuchun bingung. Ia mengelus punggung wanita itu.

“Ada apa?” Tanya Yuchun lembut. Anna hanya menggelengkan kepalanya dan tetap diam sambil memeluk Yuchun.

Yuchun melepaskan pelukan Anna dan meraih dagu wanita itu. Ditatapnya Anna dengan tajam tapi Anna tetap diam. Yuchun menghela nafas dan mencium Anna cukup ganas. Yuchun harap dengan ciuman itu Anna mau memberitahukan ada apa dengan wanita itu. Yuchun tak sedikitpun memberikan ruang agar Anna bisa mengambil nafas.

Saat Yuchun merasa waktunya sudah tepat ia baru melepas ciuman itu dan melihat Anna terengah-engah. Tatapannya tidak lepas dari Anna.

“Apa bosmu menyakitimu?” Tanya Yuchun. Anna menggelengkan kepalanya tanpa menatap Yuchun.

“Lalu? Ayo katakan padaku ada apa? Jangan membuatku cemas. Apa kau hamil?” Tanya Yuchun. Anna lagi-lagi menggelengkan kepalanya.

“Anna.” Ucap Yuchun tegas.

“Aku hanya merindukan sentuhan dan ciumanmu tapi aku tak berani mengatakannya padamu. Aku tak mau menjadi bebanmu dan menuntut yang tidak-tidak karena aku tahu kalau aku hanyalah pelacu*. Seorang pelacu* harus mengikuti keinginan pelanggannya bukan menuntut keinginannya. Maaf.” Ucap Anna sambil terus menunduk malu.

“Mintalah.” Ucap Yuchun. Anna mendongakan kepalanya kaget dengan ucapan Yuchun.

“Mintalah.” Ucap Yuchun lagi.

“Bo bolehkah aku menciummu?” Tanya Anna.

“Hmm.” Jawab Yuchun sambil mengangguk. Anna pun dengan ragu mulai mendekati Yuchun dan menciumnya. Yuchun membalas ciumannya membuat Anna terus mencium Yuchun. Perlahan tanpa disadarinya ia kini berada diatas Yuchun dengan terus mencium pria itu. ciumannya turun ke rahang dan berhenti di nipple pria itu yang tertutup oleh t-shirt. Anna mencium dan mengigit pelan nipple Yuchun membuat pria itu melenguh. Lenguhan itulah yang membuat Anna tersadar dan langsung beranjak dari tubuh Yuchun.

“Maaf, aku sudah berlebihan.” Ucap Anna malu. Ia sendiri tidak tahu kenapa ia bisa menjadi seperti ini. Terlebih melakukan hal memalukan ini dihadapan Yuchun yang sudah sangat baik padanya. Ini pertama kalinya Anna melakukan hal itu semenjak mereka kenal.

“Aku benar-benar minta maaf.” Ucap Anna saat merasakan Yuchun mendekat.

Yuchun memeluknya erat dan mencium puncak kepalanya. Keduanya terdiam tanpa mengatakan apa-apa.

“Aku harus pergi.” Ucap Anna membuka suara.

“Tidak boleh.” Tolak Yuchun. Ia melepaskan pelukannya sedikit dan menatap Anna tidak suka.

“Setelah perlakuanmu tadi kau mau pergi? Enak saja.” Ucapan Yuchun membuat Anna terdiam.

“Kau harus bertanggung jawab.” Yuchun menatap ke bawah dan Anna mengikuti arah pandangan Yuchun.

“Tidakkah kau harus bertanggung jawab membangunkan’adikku’?” Tanya Yuchun yang membuat wajah Anna memerah karena malu.

“Tidakkah kau merasa pinggulmu sejak tadi ada mengganjal nona?” Tanya Yuchun lagi yang menggoda Anna. Wajah wanita itu kini memerah seperti tomat.

Yuchun yang hasratnya sudah di pancing Anna tadi mulai mencium pundak Anna dengan lembut. Tangannya mulai bergerilya kesana kemari ditubuh Anna.

“Yuchun, aku tak mau kau salah paham karena ucapanku.” Ucapan Anna membuat Yuchun menghentikan aktivitasnya.

“Aku mengatakannya bukan karena mencintaimu.” Ucap Anna pelan.

“Iya, aku tahu. Kita saling membutuhkan tapi bukan atas dasar cinta. Aku membutuhkanmu karena rasa nyaman berada disampingmu dan kau membutuhkanku karena aku tampan, pintar bernyanyi dan kau selalu merindukan ‘adikku’.” Yuchun mendapat cubitan dilengannya karena ucapan terakhirnya.

Yuchun mencium kening Anna dan menatap wanita itu lembut.

“Jangan ragu memintaku tentang apapun selama aku bisa melakukannya.” Ucap Yuchun yang dijawab anggukan oleh Anna.

Yuchun kini kembali menggoda tubuh Anna dan kini Anna pun tak segan menggoda tubuh Yuchun. Yuchun dan Anna kembali melakukan hubungan untuk kedua kalinya. Hubungan yang di sadari hanya dengan rasa nyaman dan bukan atas dasar cinta.

—-

Junsu menatap Hee Young yang masih berbaring di ranjangnya dengan cemas. Saat Hee Young sadar yeoja itu kembali histeris membuat Junsu memanggil dokter dan menyuruh Hee Young untuk istirahat dan memberikan yeoja itu obat penenang.

Semalaman Junsu berada di samping Hee Young dan terus mengawasi yeojachingunya itu. Saat bangun pagi Junsu melihat Hee Young masih tertidur dengan pulas. Ia pun pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Hee Young. Ia memasak makanan yang ia bisa masak.

Saat Junsu ke kamar dengan membawa sarapan yang sudah ia buat, ia melihat Hee Young sudah bangun dan hendak turun dari ranjang. Junsu menyuruhnya untuk kembali beristriahat tapi Hee Young tidak mau.

“Aku harus mencari appa. Aku harus meminta maaf padanya.” Ucap Hee Young. Junsu mengerutkan keningnya tidak mengerti.

Hee Young menceritakan semuanya kecuali alasan mengapa ia dan appa-nya bertengkar. Ia tak mau Junsu tahu kalau ia bertengkar karena Yuchun. Hee Young tak mau membuat Junsu marah dan memulai pertengkaran dengan namja itu.

Junsu memeluk Hee Young setelah mendengar semuanya. Punggung Hee Young ia elus dengan lembut.

“Aku akan menyuruh orang untuk mencari appa-mu. Tenanglah. Sekarang kau istirahat dulu.” Ucap Junsu. Ia menyuruh Hee Young kembali beristirahat dan memberikan sarapan untuk yeojachingunya itu.

“Makanlah. Aku mau mandi dulu.” Junsu meninggalkan Hee Young dikamarnya. Ia langsung menelepon orang kepercayaan keluarganya untuk mencari keberadaan appa Hee Young. junsu memintanya agar cepat mencari keberadaan Jaejoong.

Selesai mandi Junsu melihat Hee Young berada di luar kamar dan sedang membersihkan apartemennya. Ia langsung menghentikan aktivitas yeoja itu dan menatapnya tajam. Ia tak suka Hee Young keluar kamar disaat sedang sakit.

“Kenapa kau keluar? Aku bilang kan kau harus istirahat.” Ucap Junsu tak suka.

“Aku bosan dikamar. Aku baik-baik saja. Kemarin kan aku hanya shock karena tidak melihat appa dirumah.” Ucap Hee Young berusaha menenangkan Junsu. Namja itu terlihat masih tidak suka. Hee Young pun menghela nafas dan mencium bibir Junsu sekilas.

“Lihatlah, aku sudah lebih baik sekarang.” Ucap Hee Young lembut. Ia mengelus dada Junsu berharap rasa kesal namja itu hilang. Tak lama ia mendengar helaan nafas dari Junsu dan melihat wajah namja itu yang pasrah. Hee Young pun tersenyum.

“Lakukan apapun yang kau mau tapi jangan membersihkan apartemen ini. Kau pacarku bukan tukang bersih-bersih.” Junsu pergi ke dapur sementara Hee Young duduk di sofa. Hee Young menatap Junsu dengan tatapan bersalah karena sampai saat ini ia masih belum bisa mencintai namja itu.

—-

Jaejoong turun dari kereta dan melihat sekeliling sambil tersenyum. Suasana pedesaan yang sangat ia rindukan. Hari ini Jaejoong berniat untuk pergi ke desa dimana Yuchun di besarkan. Ia merasa cukup bosan berada di kampung halamannya dengan tidak melakukan apa-apa. Semenjak ia sakit ia selalu harus minum obat dan beristirahat. Hal itu membuatnya bosan dan memutuskan untuk pergi jalan-jalan.

Saat pergi menuju rumah orang tua Yuchun, Jaejoong naik kendaraan umum seperti orang kebanyakan. Kini Jaejoong sudah jarang menggunakan kendaraan pribadinya dan lebih senang menggunakan kendaraan umum.

Jaejoong selalu ditemani oleh orang kepercayaannya dan beberapa bodyguard. Awalnya Jaejoong tak mau ditemani mereka tapi mereka menggunakan alasan kesehatannya untuk tetap berada disampingnya. Akhirnya ia setuju dengan syarat pakaian mereka tidak boleh mencolok. Jaejoong tak mau jadi pusat perhatian selama ia berada di luar seoul.

Saat sampai Jaejoong harus berjalan beberapa menit agar bisa sampai ke rumah orang tua Yuchun. Ia tersenyum saat melihat umma Yuchun tengah bekerja tak jauh dari rumah. Jaejoong pun menghampiri ibu Yuchun dan menyapanya.

Umma Yuchun kaget dengan kedatangan Jaejoong yang tiba-tiba. Ia pun langsung mempersilahkan Jaejoong untuk duduk dan langsung memanggil suaminya.

Jaejoong menghirup udara segar di pedesaan itu. Tak lama ia mendengar suara dan melihat appa Yuchun yang datang bersama istrinya. Keduanya menyambut Jaejoong dengan ramah dan baik. Jaejoong pun mengatakan alasan kedatangannya yang tiba-tiba. Kedua orang tua Yuchun saling bertatapan saat mendengar alasannya. Jaejoong langsung merasa menganggu.

“Maaf jika kedatangan saya mengganggu.” Ucap Jaejoong.

“Tidak, tuan besar. Hanya saja kami tidak punya kasur empuk yang besar.” Ucap appa Yuchun. Jaejoong tersenyum.

“Tidak apa-apa. Sebelum saya jadi seperti sekarang saya sering tidur dialas yang sangat tipis. Itu tidak jadi masalah.” Ucap Jaejoong. Ia menggambil sesuatu di sakunya dan memberikannya pada orang tua Yuchun.

“Apa ini tuan?” Tanya Umma Yuchun.

“Itu video saat acara wisuda Yuchun. Saya kemarin memintanya pada pihak kampus disana. Saya pikir lebih baik menontonnya bersama anda berdua.” Jawab Jaejoong. Terlihat kedua orang tua Yuchun sangat senang membuat Jaejoong tersenyum tipis.

“Pasti Yuchun tampan. Kami hanya menerima foto-foto kelulusannya dari Yuchun kemarin.” Ucap umma Yuchun antusias. Kedua orang tua Yuchun memang tidak bisa datang ke acara kelulusan Yuchun karena masalah biaya. Sebenarnya Jaejoong sudah membelikan tiket pesawat tapi Yuchun dan kedua orang tuanya menolaknya terutama Yuchun. Mereka merasa tidak enak dengan kebaikan Jaejoong pada mereka.

“Tolong jangan panggil saya tuan lagi. Panggil nama saja.” Pinta Jaejoong. Kedua orang tua Yuchun pun mengangguk dengan perasaan masih segan.

Ketiganya menonton video kelulusan Yuchun bersama-sama. Orang tua Yuchun terlihat bangga dengan anaknya. Begitupun Jaejoong, walauupun bukan anak kandungnya tapi ia ikut merasa bangga dengan namja itu.

Hati Jaejoong merasa hangat berada di tengah-tengah keluarga Yuchun yang ramah. Ditambah adik Yuchun yang sangat ceria. Jaejoong merasa kekosongannya selama ini terisi oleh keluarga sederhana namun harmonis ini. Berbeda jauh dengan keluarganya yang sangat sepi, rumah besar tapi hanya diisi oleh dua orang dan beberapa pelayan. Rumah Jaejoong bertambah sepi semenjak Hee Young marah padanya.

Mengingat Hee Young, Jaejoong kembali sedih tapi ia berusaha tidak memperlihatkannya. Tak lama orang kepercayaannya mengatakan jika orang-orang Junsu mencari keberadaannya.

‘Untuk apa Junsu mencariku? Apa Hee Young yang memintanya? Apa Hee Young mulai sadar kalau aku tidak ada dirumah selama ini? Apa dia akhirnya merindukanku?’ Batin Jaejoong. Ia terus bertanya-tanya kenapa tiba-tiba ada yang mencarinya.

TBC

Note: maaf ya kalau tambah aneh ceritanya. Author lagi keilangan ide sama feel nih buat lanjutin ceritanya.

4 thoughts on “Love(s) A Guardian Angel Part 13

  1. Eee eoni kenapa tebecenya disitu, bikin makin penasaran. Tapi pas diakhir dikeluarga Yoochun rasanya ikut tentram bacanya. Situasi aman tentram damai sejahteralh pokoknya. Kami tunggu chapter selanjutnya ya.

  2. kuurauna hoseki berkata:

    Eonni ..mkin pnasaran sama lanjutannya sebenernya yoochun akan berakhir dengan siapa ?di tunggu ..#ketagihan ff ini

  3. Kayak nya alur nya terlalu panjang thor hehe tapi gakpapa tetep bagus kok^^ tapi momen pairingnya jadi kurang banget , pengen moment hee young sama yoochun nya huweehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s