Love(s) a Gurardian Angel Part 11


Title : Love(s) A Guardian Angel

Main Cast : Park Yoochun, Lee Hee Young

Rating :NC17     

Author : Lee Eun Ri

DON’T LIKE DON’T READ !!!

Happy Reading

AUTHOR POV

Yuchun menggeliatkan tubuhnya lalu membuka mata perlahan. Ia menatap sekelilingnya dengan bingung. Kamarnya berbeda dari semalam. Yuchun pun bangun dan melihat kamar hotelnya berbeda. Ia pun bangun lalu mandi. Setelah itu ia keluar kamar mencari teman-temannya.

“Selamat pagi.” Sapa Teman-teman Yuchun dan para wanita yang menemani mereka. Yuchun tak menanggapi sapaan mereka dan menatap sekelilingnya dengan bingung.

“Dimana ini?” Tanya Yuchun.

“Seoul, Korea Selatan.” Jawab Jimmy. Yuchun membelalakan matanya mendengar jawaban Jimmy yang terlihat santai.

“Kapan kita kemari?” Tanya Yuchun yang masih tidak bisa menutupi kekagetannya.

“Tadi pagi jam 4 kami menculikmu dan membawamu kemari.” Jawab Tom yang merupakan otak dari semua ini.

“Kau pasti ketua dari ide gila ini. Bagaimana kalau tuan Jaejoong tahu? Dia bisa membunuhku.” Ucap Yuchun.

“Binggo. Kau benar, aku yang mempunyai ide brilian ini. Aku tak peduli dengan pria tua itu. Aku akan menghadapinya, jadi kau tenang saja.” Jawab Tom. Yuchun menghela nafas lalu mengacak rambutnya frustasi.

“Kalian gila. Aku mau kembali sekarang.” Ucap Yuchun lalu bangkit.

“Kembali? Bagaimana kalau sebelum itu kita pergi ke kampung halamanmu? Temui kedua orang tuamu yang sudah lama tidak kau kunjungi.” Saran Tom. Yuchun pun berhenti, ia berpikir tanpa menolehkan badannya.

“Iya, Yuchun. Kau sebaiknya menemui orang tuamu dulu. Kita bisa berlibur di kampung halamanmu. Kurasa pria bernama Jaejoong itu tidak akan tahu kalau kita kemari dan berlibur di rumahmu.” Ucap Frank menyetujui ide Tom. Yuchun menghela nafas panjang.

“Jaga sikap kalian selama disini. Jangan bermesraan didepan umum. Jika aku melihatnya aku akan memukul kalian. Tak peduli kalian pria atau wanita.” Ucap Yuchun lalu pergi ke kamarnya.

Semua teman Yuchun dan para wanita tersenyum lalu kembali ke kamar masing-masing untuk mengambil koper. Setelah beberapa menit Yuchun dan yang lain siap. Frank sudah menyiapkan mobil untuk mereka pergi. Supirnya Yuchun lihat merupakan pria asing. Frank mengatakan jika itu akan mempermudah mereka berkomunikasi.

“Bisa kita pergi membeli sesuatu sebentar?” Tanya Yuchun.

“Tentu, sobat.” Jawab Jimmy. Yuchun memberitahukan nama tempatnya pada supir. Ia membeli beberapa barang untuk kedua orang tuanya. Ia juga mengunjungi beberapa tempat lagi untuk membeli hal lain untuk orang tuanya dan membeli makanan. Saat Yuchun membeli makanan semua temannya dan para wanita turun. Mereka terlihat penasaran dengan makanan khas Korea yang ada di pasar itu. Yuchun melihat mereka tidak terlihat jijik datang ke pasar tradisional yang banyak menjajakan makanan dan tempatnya jauh dari mewah seperti biasa mereka dapatkan.

“Kalian mau mencobanya?” Tawar Yuchun. Jimmy langsung menganggukan kepalanya. Yuchun memesankan bibimbab untuk mereka.

“Mau makan disini atau di bawa untuk makan di perjalanan?”

“Makan disini saja.” Jawab Frank langsung. Ia langsung duduk dan di sampingnya tentu saja ada wanita asia yang membuatnya gemas.

“Toppokki satu, ajumma.” Ucap wanita itu dengan bahasa Korea. Wanita itu menatap Frank yang kaget mendengar ia bisa berbahasa korea.

“Boleh kan aku memesan yang lain? Aku merindukan masakan Korea.” Ucap wanita itu dengan bahasa Perancis.

“Kau bisa bahasa Korea?” Tanya Yuchun. Wanita itu mengangguk.

“Ibuku orang Korea. Ayahku yang orang Jepang. Ah aku belum memperkenalkan diri. Aku Kyori.” Ucap Kyori lalu menganggukan kepalanya. Yuchun tersenyum lalu mengangguk. Kyori menatap Frank menunggu jawaban.

“Ah maaf sayang. Aku melamun. Tentu kau boleh memesan yang lain.” Jawab Frank akhirnya.

“Frank.” Ucap Yuchun memperingatkan pria itu untuk menjaga sikapnya. Yuchun melihat Frank hampir saja mencium pipi Kyori di depan umum.

“Jangan sampai tanganku ini mendarat di wajahmu.” Ancam Yuchun serius. Frank langsung kembali fokus pada makanan di depannya.

“Kau sangat menakutkan kalau marah.” Gumam Frank.

Teman-teman Yuchun mencoba hampir semua makanan yang ada dan beberapa mereka bungkus untuk makan di perjalanan nanti.

Setelah beberapa jam menempuh perjalanan akhirnya mereka semua sampai. Yuchun turun dari dalam mobil dan berjalan. Teman-temannya dan para wanita mengikutinya dari belakang. Hanya Anna yang menyusulnya dan berjalan di sampingnya.

“Kau lelah? Minumlah.” Yuchun memberikan minum pada Anna yang terlihat letih.

Tak lama berjalan Yuchun sampai di rumahnya yang sederhana. Ia melihat Umma dan appa-nya tengah mengobrol di teras rumah. Tawa mereka yang Yuchun rindukan bisa ia lihat lagi.

“Aku pulang.” Ucapan Yuchun membuat kedua orang tuanya terdiam lalu menatapnya. Keduanya menatapnya tak percaya dan menangis. Yuchun menghampiri dan memeluk keduanya erat.

“Aku merindukan kalian. Maaf aku lama tak mengunjungi kalian.” Ucap Yuchun. Ia melepaskan pelukannya dan melihat appanya menghapus air matanya, begitu juga umma.

“Tidak apa, Appa dan umma tahu kalau kau belajar keras di Negara asing itu. Kami selalu mendapatkan surat dan fotomu saat di Negara itu dari tuan besarmu itu. Beliau sangat baik.” Ucap Appa Yuchun yang membuat Yuchun tak percaya tuan besar itu melakukan hal itu untuknya.

“Kau kembali, nak.” Ucap umma. Yuchun tersenyum mendengarnya.

“Aku sedang liburan, umma. Aku kesini bersama teman-temanku. Paling lama aku akan selesai tahun depan. Doakan saja.” Ucap Yuchun yang tentunya di beri anggukan oleh orang tuanya. Orang tua Yuchun melihat teman-teman anaknya yang cukup banyak. Mereka menyapanya dan menyuruh mereka semua masuk.

Banyak perubahan yang Yuchun lihat di rumahnya itu. Saat melihat ruang tengah Yuchun cukup kaget karena melihat banyak foto dirinya saat berada di Paris. Yuchun berterima kasih pada Jaejoong dari dalam hatinya karena masih perhatian pada kedua orang tuanya dengan memberikan kabar mengenai dirinya beserta foto untuk mengobati rasa rindu kedua orang tuanya akan dirinya yang pergi jauh.

“Sepertinya pria tua itu tidak terlalu buruk juga.” Ucap Frank yang tiba-tiba ada di samping Yuchun.

“Maksudmu?”

“Dia kan yang mengirimkan ini pada orang tuamu? Tidak mungkin kau menyewa orang untuk memfoto dirimu sendiri.” Jawab Frank.

“Ya. Benar, ini semua dia yang mengirimkannya. Aku tak terpikir mengirimkan foto pada orang tuaku. Aku hanya mengirimkan surat pada mereka.” Jawab Yuchun jujur.

“Oppaaaaaaaaaaaaaaa.” Teriakan yang membuat Yuchun tersenyum. Ia membalikkan badannya dan melihat adiknya yang baru pulang sekolah. Yeoja itu melempar tas dan sepatu lalu memeluk Yuchun erat.

“Oppa, bogoshippo.” Ucap adik kecilnya itu.

“Nado. Kau semakin chubby saja.” Ucapan itu membuat adik Yuchun melepaskan pelukannya dan memasang wajah kesal pada Yuchun.

“Tapi oppa menyukai kau yang seperti ini.” Ucap Yuchun tak mau meminta maaf.

Adik Yuchun menoleh ke arah teman-teman Yuchun dengan wajah kaget. Yuchun lihat adiknya itu membungkuk dan menyapa teman-temannya.

Orang tua Yuchun menyambut Yuchun dan teman-temannya dengan ramah. Umma Yuchun memasak makan untuk semuanya dan mereka semua mengobrol dengan santai. Yuchun dan Kyori menjadi penerjemah mereka.

Selama berlibur Yuchun sangat senang dan terlihat santai. Teman-temannya dan para wanita melakukan hal yang membuat mereka penasaran. Hal-hal yang dulu sempat Yuchun lakukan saat ia masih kecil. Yuchun duduk di teras bersama orang tuanya.

“Kapan kau kembali ke sana?” Tanya appa Yuchun.

“Lusa aku kembali ke Seoul lalu besoknya lagi baru aku ke Paris.” Jawab Yuchun.

“Belajar yang benar dan tolong adikmu.” Ucap appa yang Yuchun mengerti apa maksudnya.

“Tentu appa. Selesai kuliah aku bisa langsung bekerja karena tuan besar memintaku untuk bekerja di perusahaannya. Sepertinya tuan besar percaya padaku. Jika aku benar bisa bekerja di perusahaan tuan besar, aku bisa membiayai kuliah Ye Bin.” Ucap Yuchun.

“Ye Bin lulus tahun depan kan? Semoga aku bisa selesai sebelum dia masuk kuliah.” Tambah Yuchun.

“Yuchun-a, kau sudah mempunyai kekasih di sana? Apa yeoja bernama Anna itu kekasihmu? Kalian terlihat dekat.” Tanya umma Yuchun. Yuchun menatap ummanya kaget.

“Bukan umma, Anna hanya teman biasa. Aku belum mempunyai kekasih.” Jawab Yuchun.

“Appa dan umma tidak melarangmu mempunyai kekasih orang asing tapi tolong cari wanita baik-baik dan bisa menjaga sikap. Bisa mengikuti kebiasaan dan sopan santun Negara kita.” Ucap umma. Yuchun mengangguk mengerti.

Tak terasa berlibur di kampung halaman Yuchun selesai. Kini mereka semua harus kembali ke Seoul agar besok bisa kembali ke Paris. Liburan yang sangat menyenangkan dan membuat Yuchun mempunyai semangat baru untuk menyelesaikan kuliahnya di Paris. Yuchun sudah membuang jauh-jauh rasa sakit di hatinya. Ia sadar kalau ia tak mungkin terus-terusan sedih karena putus dengan Hee Young. Yuchun akan berubah menjadi orang yang baru yang lebih kuat menghadapi apapun.

Selama perjalanan kembali ke Seoul semuanya tertidur di dalam mobil karena kelelahan bermain kecuali Yuchun. Yuchun menatap keluar jendela sambil memikirkan apa yang akan ia lakukan sesampainya di Paris. Yuchun menolehkan kepalanya saat melihat Anna menggeliat seperti tidak nyaman. Ia menyandarkan kepala Anna ke bahunya, Anna tersadar lalu Yuchun memberi kode agar tidur di bahunya. Tanpa banyak kata Anna tersenyum lalu tidur di bahunya.

‘Perjalanan hidupku baru saja akan dimulai.’ Batin Yuchun.

Sesampainya di Seoul, mereka kembali ke hotel kemarin. Yuchun menaruh barang-barangnya dan keluar. Ia ingin berjalan-jalan sekitar hotel sebelum kembali ke Paris. Ia menghentikan langkahnya saat melihat toko bunga. Yuchun teringat Frank yang sepertinya jatuh cinta pada Kyori. Yuchun memilih beberapa jenis bunga dan meminta untuk di rangkai seindah mungkin. Saat Yuchun kembali berjalan ia melihat Hee Young. Langkahnya pun kembali terhenti dan menatap Hee Young.

‘Sadar Yuchun-a. Dia bukan lagi milikmu.’ Batin Yuchun. Ia menghela nafas panjang berkali-kali lalu kembali berjalan.

Yuchun lihat kini Hee Young yang berhenti saat menatapnya. Yeoja itu memanggilnya dan ia pun mau tak mau berhenti. Yuchun menyapanya sopan sambil tersenyum.

“Oppa, disini? Sudah kembali?” Tanya Hee Young yang masih kaget dengan kehadiran Yuchun di Korea.

“Aku hanya berlibur bersama teman-temanku. Mereka memaksa ingin ke sini. Tolong jangan panggil oppa lagi. Aku bukan siapa-siapamu sekarang.” Ucap Yuchun. Ia melihat Hee Young seperti menahan tangisnya. Yuchun dan Hee Young menoleh ke sumber suara saat melihat ada yang memanggil Hee Young. Seorang pria di dalam café menunjukkan minuman di kedua tangannya dengan tersenyum dan menatap Yuchun bingung.

“Dia kekasihmu?” Tanya Yuchun. Hee Young menatap Yuchun tanpa bisa menjawabnya. Yuchun menghela nafas pelan lalu tersenyum.

“Kuharap kau bahagia bersamanya. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu.” Ucap Yuchun tulus. Hatinya sedikit sakit, hanya sedikit karena sebagian besar rasa sakit sudah ia buang dan ia isi dengan kebahagiaan bersama keluarga dan teman. Walaupun sakit tapi Yuchun harus rela dan tak mungkin ia egois karena ia tahu itu hanya akan menyakiti Hee Young.

“Kenalamu?” Tanya pria itu yang merupakan Junsu pada Hee Young. Hee Young tak bisa menjawab dan hanya terus menatap Yuchun dengan penuh kerinduan. Ini pertama kalinya ia menatap Yuchun langsung setelah sekian lama. Pria di depannya banyak berubah, berubah menjadi lebih baik.

“Saya mantan bodyguard nona kecil, saya Park Yuchun.” Ucap Yuchun memperkenalkan diri. Ia dan Junsu berjabat tangan.

“Oh ya? Sekarang masih bekerja sebagai bodyguard keluarganya?” Tanya Junsu. Yuchun menggelengkan kepalanya.

“Saya sekarang kuliah di Paris dan hampir selesai.” Jawab Yuchun. Tak lama ada yang memanggil Yuchun. Ia pun menoleh ke sumber suara, ternyata Kyori yang memanggilnya.

“Hai, sedang apa?” Tanya Yuchun.

“Aku mencarimu. Bisa antarkan aku ke supermarket. Ada yang ingin aku beli.” Ucap Kyori. Yuchun mengangguk.

“Dia pasti kekasihmu? Dan bunga itu untuknya? Dia cantik dan cocok untukmu.” Ucap Junsu. Yuchun tertawa mendengarnya.

“Kuharap begitu tapi sayang dia bukan kekasihku.” Jawab Yuchun. Tak lama ia teringat bunga yang ia beli dan ia pun memberikannya pada Kyori.

“Untukmu, tadi aku membelinya. Ada hal yang ingin kulakukan pada Frank dan aku butuh bantuanmu. Mau membantu?” Tanya Yuchun dengan bahasa Perancis. Kyori sedikit bingung karena semenjak tahu ia bisa bahasa Korea, Yuchun selalu berbicara dalam bahasa Korea padanya. Ia pun sadar ada sepasang kekasih yang ada di depannya dan Yuchun. Ia melihat wanita itu menatap Yuchun berbeda, Kyori pun sadar situasinya.

“Tentu. Terima kasih bunganya, ini sangat cantik.” Jawab Kyori.

“Jangan merendah, dia pasti kekasihmu. Bunga dan wajah cerianya menunjukkan kalau kalian sepasang kekasih.” Ucap Junsu yang membuat hati Hee Young bertambah sakit.

“Aku mengatakan hal yang jujur. Dia kekasih temanku dan juga temanku.” Ucap Yuchun. Ia melihat Hee Young menatapnya dengan kecewa tapi Yuchun berusaha tak mempedulikannya.

“Kami permisi dulu. Maaf menganggu waktu kalian berdua.” Ucap Yuchun. Ia pun pergi bersama Kyori.

Saat sudah jauh Kyori menatap Yuchun yang biasa-biasa saja.

“Kau baik-baik saja? Sepertinya wanita tadi menatapmu dengan tatapan berbeda.” Ucap Kyori.

“Dia mantanku. Aku pribadi sudah merelakannya tapi sepertinya dia belum bisa. Situasinya rumit membuatku merelakannya bersama orang lain.” Jawab Yuchun jujur.

“Sebagai gantinya bagaimana kalau kau menjadi kekasihku?” Ucap Yuchun bercanda. Kyori ikut tertawa mendengar pertanyaan Yuchun.

“Baiklah, aku akan menerimamu sebagai kekasihku.” Jawab Kyori sambil terkekeh. Keduanya tertawa dan Kyori melihat Yuchun tengah berusaha memulai hidup baru. Kehidupan Yuchun sudah di ketahui olehnya, para wanita yang lain dan teman-teman Yuchun. Para wanita mendengar semua apa yang Yuchun katakan saat di pesawat.

Yuchun membawa Kyori ke butik dan mencari beberapa pakaian yang sederhana dan cocok untuk Kyori. Ia ingin merubah penampilan Kyori menjadi wanita Jepang dan Korea. Selama ini Kyori selalu berpakaian seperti wanita asing kebanyakan.

Beberapa butik dan toko lain Yuchun datangi dan membeli beberapa pakaian juga hal lainnya. Yuchun meminta Kyori memakai salah satu pakaian, sepatu dan aksesoris. Saat keluar dan melihat Kyori, Yuchun menjentikkan jarinya dan merasa puas. Ia tersenyum melihat wanita di depannya yang terlihat cantik walaupun berpakaian sederhana.

“Cocok. Pakai ini ya.” Ucap Yuchun.

“Tapi apa tidak apa-apa? Kau membelinya nanti uangmu habis.” Ucap Kyori tidak enak.

“Tidak apa. Anggap saja hadiah kecil karena sudah menghiburku yang sedang sedih.” Jawab Yuchun. Ia pun memilih pakaian yang mungkin cocok untuk Anna yang sudah sangat baik padanya. Selalu ada di sampingnya di saat ia tengah sedih.

Selesai berbelanja dan mendandani Kyori. Keduanya pun kembali ke hotel dengan membawa belanjaan dan makanan kecil. Saat di depan hotel Yuchun memberikan Kyori bunga yang ia beli dan mengajaknya ke taman yang ada di hotel itu. Keduanya mengobrol santai. Yuchun tiba-tiba kembali teringat Frank. Ia pun mengeluarkan ponselnya dan memfoto Kyori.

“Untuk apa?” Tanya Kyori.

“Aku ingin menggodanya.” Ucap Yuchun tertawa membayangkan wajah Frank.

To : Frank

Aku sedang kencan bersama Kyori. Aku merubah penampilannya menjadi sangat cantik sesuai penampilan wanita asia pada umumnya. Jangan ganggu kami ya.

“Bagaimana kalau dia marah?” Tanya Kyori.

“Tidak marah tapi hanya kesal. Sudah santai saja. Kapan lagi bisa sesantai ini? Sesampainya di Paris aku akan sangat sibuk seperti biasa.” Jawab Yuchun. Keduanya kembali mengobrol dengan santai di taman hotel. Yuchun tak menyadari kalau dari kejauhan Hee Young melihatnya bersama Kyori. Hee Young mengira kalau Kyori benar-benar kekasih Yuchun seperti apa yang di katakan Junsu.

‘Kau hanya ingin membuatku cemburu kan, oppa?’ Batin Hee Young yang perih melihat Yuchun bersama wanita lain dan tertawa seperti itu.

Tak lama terdengar teriakan Frank di taman membuat Kyori dan Yuchun kaget. Keduanya berdiri dan menatap Frank. Yuchun menahan tawanya agar tidak meledak melihat temannya cemburu.

“Kau membelikannya bunga juga?” Tanya Frank tak percaya. Yuchun mengangguk lalu berjalan ke arah Frank.

“Bagaimana? Cantik kan? Lebih cantik dari biasanya. Inilah penampilan wanita seharusnya. Tidak terbuka, tetap sopan dan masih terlihat cantik.” Ucap Yuchun. Ia berbalik dan mengulurkan tangannya pada Kyori.

“Ayo, kencan kita belum selesai.” Ucap Yuchun. Kyori berlari ke arah Yuchun. Keduanya kembali ke kamar hotel Yuchun. Saat berada di kamar, Yuchun tertawa puas. Ia melakukan ini untuk membuat Frank dekat dengan Kyori dan menyadarkan pria itu kalau dia mencintai Kyori. Juga agar temannya itu tidak lagi bermain wanita di club malam.

Di dalam kamar Anna yang baru selesai mandi bingung melihat Yuchun tertawa puas dan ada Kyori di sampingnya.

“Ada apa?” Tanya Anna bingung. Yuchun tidak menjelaskannya dan hanya memberikan pakaian yang tadi Yuchun belikan untuk Anna. Yuchun sibuk tertawa jadi Kyorilah yang menjelaskannya.

Seharian Yuchun, Anna dan Kyori berada di dalam kamar mengobrol dan terkadang bermain permainan yang ada di Korea. Ia berusaha menghilangkan pikirannya mengenai Hee Young yang tak sengaja bertemu tadi siang dengan mengobrol dengan kedua wanita di depannya.

Di sisi lain kini Hee Young bersama dengan Jaejoong di ruang kerja Jaejoong. Jaejoong menanyakan hubungan Hee Young dengan Yuchun. Ia masih tidak tahu kalau putrinya itu sudah putus dengan Yuchun dan berpikir kalau Yuchun sudah memberitahu semua hal tentang ia yang menyuruh Yuchun keluar negeri untuk kuliah dan hal lainnya. Jaejoong menunggu jawaban Hee Young. Ia bingung melihat putrinya yang menatapnya kaget.

“Appa tahu hubunganku dengan Yuchun?” Tanya Hee Young. Jaejoong mengangguk.

“Yuchun tidak memberitahukanmu?” Tanya Jaejoong.

“Tidak. Yuchun hanya menanyakan keseharianku setelah kejadian itu.” Jawab Hee Young.

Jaejoong cukup kaget mendengar Yuchun tak memberitahukan putrinya. Jaejoong pun memberitahukan semuanya dan alasan dibalik semua yang ia lakukan pada Yuchun. Tak ada satu pun yang Jaejoong tutupi kali ini. Setelah selesai menceritakannya ia melihat Hee Young menangis keras.

“Appa, jahat. Kenapa aku tidak di beritahu? Takut aku tidak fokus kuliah? Itu alasan tidak masuk akal bagiku. Semuanya sudah terlambat appa. Aku sudah menjalin hubungan dengan Junsu sunbae dan Yuchun sepertinya merasakan hal itu dan kami putus. Appa jahat.” Ucap Hee Young lalu meninggalkan Jaejoong. Jaejoong menghela nafas berat, apa yang ia anggap benar sepertinya salah dan membuat putrinya menangis.

“Maafkan, appa.” Gumam Jaejoong.

Beberapa hari setelah Jaejoong mengaku, Hee Young sama sekali tidak mau berbicara dengan Jaejoong. Saat sarapan Jaejoong melihat putrinya dengan tatapan sendu. Ia berusaha mengelus rambut Hee Young tapi putrinya itu menepisnya.

“Jangan menyentuhku. Aku membencimu, appa. Aku bukan lagi putrimu.” Ucapan Hee Young membuat hati Jaejoong teramat sakit. Ia melihat Hee Young pergi begitu saja. Jaejoong pun menghentikan sarapannya dan pergi ke depan berharap Hee Young belum pergi tapi ternyata ia terlambat. Putrinya sudah pergi. Mobilnya datang dan supir membukakan pintu untuknya.

Selama perjalanan menuju kantor, Jaejoong terus memegang dadanya yang terasa sakit. Ia sempat mengaduh kesakitan. Supir dan asistennya berteriak memanggilnya.

“Ke rumah sakit sekarang.” Ucap asistennya. Jaejoong mendengar samar-samar supirnya mengiyakan.

“Jangan telepon Hee Young. Jangan telepon dia kalau aku sakit.” Ucap Jaejoong dengan suara menahan sakit. Ia menggelengkan kepalanya.

“Baik, tuan. Cepat!” Ucap asisten Jaejoong. Tak lama pandangan Jaejoong gelap dan ia tak sadarkan diri.

Saat Jaejoong sadar, ia melihat sekelilingnya dan ia tahu kalau ia berada di rumah sakit. Hanya ada asisten dan supir pribadinya. Mereka menatapnya dengan cemas.

“Jangan telepon Hee Young.” Ucap Jaejoong lemah. Asistennya mengangguk mengerti.

“Saya tidak memberitahukannya. Anda harus istirahat.” Ucap asistennya.

“Aku kenapa?” Tanya Jaejoong. Ia melihat asisten dan supirnya saling bertatapan bingung. Asistennya lalu menatapnya cemas.

“Jantung ada lemah, Pak. Dokter bilang beruntung karena anda di bawa ke rumah sakit dengan cepat. Anda tidak boleh banyak pikiran.” Jawab asistennya. Jaejoong hanya mengangguk.

“Berarti aku semakin dekat dengan istriku. Aku akan segera menyusulmu, sayang.” Gumam Jaejoong sambil tersenyum. Tak lama ponsel asisten Jaejoong berbunyi. Jaejoong menatap asistennya.

“Yuchun menelepon, pak.” Ucap asisten itu yang mengerti tatapan Jaejoong.

“Angkat dan loadspeaker.” Pinta Jaejoong.

“Yeoboseo asisten Lee.” Sapa Yuchun.

“Ne, yeoboseo Yuchun-shi. Ada apa?” Tanya asisten Lee.

“Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin bertanya. Apakah tuan Jaejoong baik-baik saja? Tiba-tiba saja teringat tuan besar dan perasaanku tidak enak.” Ucap Yuchun jujur. Jaejoong yang mendengarnya tersenyum. Asisten Lee menatap Jaejoong dengan bingung karena tak tahu harus menjawab apa. Jaejoong hanya menganggukan kepalanya.

“Beliau masuk rumah sakit, Yuchun-shi.” Ucap asisten Lee akhirnya.

“Ne? Apa? Bagaimana keadaannya sekarang? Apa sudah membaik?” Tanya Yuchun yang kaget dengan kabar itu.

“Beliau sudah sadar dan kini masih di rawat di rumah sakit. Anda tidak perlu khawatir. Disini ada saya dan supir pribadi beliau yang menemani.” Ucap asisten Lee.

“Baiklah kalau begitu. Ucapkan salamku untuk beliau.” Ucap Yuchun lalu mengakhiri pembicaraannya.

“Anak baik. Dia masih mengkhawatirkanku yang sudah jahat padanya.” Gumam Jaejoong lagi.

Dua hari setelah Jaejoong di rumah sakit yang menemaninya hanya asistennya dan supir pribadinya. Jaejoong pun melarang keras keduanya memberitahu Hee Young dan pelayan di rumah tentang keadaannya. Ia tak mau siapapun tahu. Jaejoong masih tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk putrinya itu. Hee Young sudah membencinya karena apa yang ia perbuat pada mereka berdua. Tiap kali ia memikirkan Hee Young ia kembali kritis dan dokter berkali-kali mengatakan untuk tidak memikirkan hal apapun dulu. Jaejoong mau tak mau mengikuti ucapan dokter dan kini ia hanya berkutat dengan buku untuk mengusir kebosanannya.

Jaejoong mengalihkan pandangannya saat melihat ada yang mengetuk pintu dan membukanya pelan. Ia kaget saat melihat Yuchun yang datang. Namja itu menghampirinya dan membawa buah untuknya yang di taruh di meja.

“Tuan, apa anda baik-baik saja?” Tanya Yuchun yang memang sengaja ke Seoul untuk mengunjungi tuan besarnya itu. Ia meminta bantuan temannya Tom untuk mengantarkannya ke Seoul dengan pesawat pribadi Tom.

“Sudah merasa baikkan sekarang. Dokter melarangku untuk berpikir hal yang terlalu berat. Kalau tidak jantungku akan berontak.” Ucap Jaejoong.

“Ya saya sudah mendengar hal itu dari asisten Lee.”

“Kau kemari hanya untuk mengunjungiku? Bagaimana kuliahmu?” Tanya Jaejoong.

“Ya, saya tidak tenang jika tidak melihat anda secara langsung. Saya khawatir jadi saya meminta tolong teman untuk mengantar saya ke sini. Kuliah saya baik-baik saja. Anda tidak perlu khawatir.” Jawab Yuchun. Jaejoong menatap Yuchun sedih.

“Kau baik sekali, nak. Padahal aku sudah jahat padamu. Hee Young bilang kalian putus.” Ucap Jaejoong. Yuchun menggenggam tangan pria tua itu.

“Anda tidak jahat, tuan. Kalau anda jahat kenapa anda mengirim saya ke Perancis hanya untuk kuliah dan mengirimkan foto pada orang tua saya? Anda sudah sangat baik pada saya. Mengenai hubungan saya dan Hee Young itu sudah takdir. Kalau memang putri anda jodoh saya, dia akan kembali.” Ucap Yuchun berusaha menenangkan Jaejoong. Yuchun sudah diberitahu asisten Lee mengenai kondisi Jaejoong dan ia harus membuat Jaejoong tidak memikirkan hal itu.

“Terima kasih.” Ucap Jaejoong.

Jaejoong dan Yuchun banyak mengobrol dan Jaejoong menceritakan semuanya tentang Hee Young dan kejadian saat putrinya itu menepis tangannya yang akan mengelus rambut Hee Young. Yuchun yang mendengarnya sangat marah dan tak menyangka Hee Young bisa melakukan hal itu pada ayahnya sendiri. Walau bagaimanapun Jaejoong tetap ayah Hee Young. Apapun yang dilakukan Jaejoong itu untuk kebaikan mereka berdua.

Saat Yuchun akan pergi menemui Hee Young dan memarahi yeoja itu, Jaejoong menghentikannya dan melarang Yuchun menemui Hee Young jika itu hanya untuk membahas tentang dirinya.

“Tapi tuan, ini tidak benar.” Ucap Yuchun. Jaejoong tetap menggelengkan kepalanya.

“Biarkan dia. Jika emosinya sudah reda pasti dia akan membaik.” Ucap Jaejoong yang kini berusaha untuk menerima semuanya.

 TBC

 

maaf telat posting ya…makasih buat yang udah setia baca & komen ^3^

8 thoughts on “Love(s) a Gurardian Angel Part 11

  1. Saat ada notif ff ini publis langsung kubuka. Kirain authornim lupa akan ff ini..mian thornim sudah berburuk sangka…
    Sedih bacanya saat hee young begitu sama appanya. Dan entah kenapa bangga sama yoochun yang baik, thor jodohin aja mereka. Hee young sudah patah hati ditambah pengakuan appanya. Wajar sih dia marah dan pasti menyesal saat tau nanti. Next posnya jangan kelamaan ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s