Love(s) a Guardian Angel Part 2


Title : Love(s) A Guardian Angel

Main Cast : Park Yoochun, Lee Hee Young

Rating :NC17

Author : Lee Eun Ri

DON’T LIKE DON’T READ !!!

NOTE: mian klo nunggu lama. seperti yang author bilang kalo udah 5 komen langsung di posting. 

Happy Reading

AUTHOR POV

Hee Young kembali ke rumahnya dengan wajah santai, ia tak mempedulikan wajah khawatir ibu tiri yang ia juluki ‘wanita busuk’ itu. Di tepisnya tangan wanita itu yang menyentuh pundaknya, ia menatap tajam wanita yang ia benci itu.

“Jangan menyentuhku.” Ucapnya tegas dan tak ingin di bantah.

Hee Young naik ke kamar seorang diri. Yuchun ia suruh pulang untuk beristirahat. Sampai di kamar ia mandi dan mengganti pakaian. Walaupun di hotel ia sudah mandi tapi ia merasa harus mandi lagi karena telah di sentuh oleh wanita busuk itu. Ia menggosok berulang-ulang pundaknya sampai ia merasa rasa jijiknya itu hilang.

Selesai mandi Hee Young merebahkan diri di kamarnya sambil menatap langit-langit. Sabtu kemarin ia lewati dengan menatap pemandangan indah di pantai. Hee Young memikirkan apa yang akan ia lakukan di hari minggu ini untuk menghabiskan waktu. Ia tak mau belajar karena kebiasaannya memang seperti itu. Hee Young belajar jauh sebelum ujian tiba dan sehari sebelum ujian ia tak belajar dan hanya membuka buku sebelum tidur.

Baru saja memejamkan mata Hee Young sudah di ganggu oleh dering telepon dari ponselnya. Dengan kesal Hee Young mengambil ponselnya dan berdecak kesal melihat Hana yang meneleponnya. Ia mengangkatnya dengan malas. Hana mengajaknya belajar bersama untuk ujian besok. Hee Young tak percaya dengan apa yang ia dengar kalau sahabatnya itu masih belajar.

“Tidak mau. Kau tahu kan kalau aku selalu belajar jauh sebelum ujian tiba. Ini hari tenangku. Kenapa kau masih belajar?” Hee Young menolaknya dengan tegas membuat Hana menghela nafas kecewa.

“Ada materi biologi yang belum bisa kukuasai.” Jawab Hana lemas. Hee Young menghela nafas pelan.

“Kukirimkan saja catatanku bagaimana?” Tawar Hee Young.  

“Ok, kirim ke emailku ya. Kalau sempat ke rumahku.” Ucap Hana lalu menutup teleponnya. Hee Young langsung membuka laptopnya dan mengirimkan catatan biologinya pada Hana.

Setelah itu Hee Young benar-benar beristirahat di kamarnya. Minggu itu Hee Young rasakan benar-benar minggu tenang tanpa gangguan siapapun termasuk wanita yang ia benci itu.

Saat hari tak terasa sudah siang Hee Young menghampiri jendela kamarnya dan menatap keluar. Para penjaga seperti biasa berjaga-jaga di sekitar rumahnya. Memang sangat berlebihan bahkan Hee Young sendiri tak menyukainya tapi ia tak bisa melakukan apa-apa selain menerimanya. Tak lama pintu kamarnya di ketuk dan Hee Young menyuruh orang di luar itu masuk.

“Nona, saya kembali.” Suara Yuchun membuat Hee Young menoleh menatap namja itu. Hee Young melihat wajah Yuchun sangat aneh. Ia menatap Yuchun penuh tanda tanya. Namja itu mendekatinya dan berbisik.

“Nona mmm.” Yuchun terlihat sangat ragu. Hee Young tahu ini bukan tempat yang tepat untuk berbicara.

“Ada apa?” Tanya Hee Young angkuh. Belum sempat Yuchun menjawab Hee Young pergi mengambil tas di atas meja dan menatap Yuchun yang mengisyaratkan untuk ikut. Yuchun pun mengangguk.

Hee Young pergi keluar dengan langkah biasa seolah ingin pergi jalan-jalan. Ia tak mau terlihat buru-buru karena tak mau orang rumah mencurigainya. Yuchun pun ia lihat berusaha bersikap biasa. Saat di luar rumah ia melihat dari jauh beberapa penjaga mengutak atik mobil miliknya yang ada di luar garasi. Hee Young berjalan mendekati mereka semua.

“APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA MOBILKU???” Bentak Hee Young. Para penjaga itu pun kaget.

“Umma yang menyuruh mereka untuk mengecek mobilmu.” Ucap wanita yang Hee Young benci. Hee Young berbalik dan menatap wanita itu dengan penuh kebencian.

“Mobilku tidak rusak! Jangan menyentuh mobilku!” Bentak Hee Young. Ia berbalik dan sempat melihat wanita itu menatap Yuchun dengan senyum lalu mengedipkan mata. Hee Young menghela nafas pelan. Ia melihat supirnya duduk di kursi tak jauh dari mobilnya tak berdaya karena tak bisa melarang mereka.

“Ajusshi pulang saja. Ajumma tolong ambilkan obat dan makanan untuk ajusshi bawa pulang. Ajusshi jangan masuk sampai sembuh.” Setelah melihat pelayan wanita di rumahnya segera melakukan apa yang ia suruh Hee Young mendekati supir itu dan memperingatkannya untuk beristirahat. Hee Young tahu kalau supirnya itu sakit dari matanya yang terlihat lelah.

Melihat supirnya sudah memegang obat dan makanan yang sehat Hee Young pun memanggil taksi. Tak lama taksi datang supir itu pun masuk. Hee Young memberikannya uang untuk berobat.

Hee Young masuk ke dalam mobil, kini ia duduk di depan. Ia berteriak pada Yuchun agar namja itu masuk.

“YUCHUN MASUK!!!” Teriaknya. Yuchun pun dilihatnya langsung masuk dan membawa mobil itu pergi.

Setelah cukup jauh Hee Young mengetik sebuah pesan pada Yuchun. Ia tak mau berbicara karena curiga kalau mobilnya sudah di pasang sesuatu.

“Lihat saja, siapa tahu penting.” Ucap Hee Young saat mendengar ponsel namja itu berbunyi.

Yuchun pun menepikan mobilnya setelah mendapatkan ijin. Ia melihat sebuah pesan dari nomor asing. Setelah membacanya Yuchun menatap yeoja di sebelahnya. Karena di dalam pesan ia di suruh untuk diam dan tak bersikap aneh Yuchun hanya mengucapkan terima kasih dan kembali mengemudikan mobil ke tempat yang sudah Hee Young beritahu di pesan tadi.

Sampai di bengkel yang di minta Hee Young tadi Yuchun menepikan mobil di tempat yang di arahkan oleh pekerja bengkel lalu keluar dan mengikuti Hee Young.

Hee Young menghampiri temannya yang merupakan pemilik bengkel. Ia memberitahukan kode yang temannya itu sudah tahu apa yang harus di lakukan karena ini bukanlah pertama kali Hee Young datang ke bengkel itu. Temannya itu sedikit tahu tentang keadaan rumahnya dan mau membantunya jika ia kesulitan terutama tentang mobil.

Hee Young memperhatikan temannya dan beberapa pekerjanya yang tengah mengecek mobilnya itu dengan serius. Terlihat mereka semua sibuk dan ada beberapa yang kesulitan.

“Bagaimana, Changmin oppa?” Tanya Hee Young pada temannya itu. Sebelum menjawab namja itu menyuruh para pekerjanya untuk mengumpulkan apa yang mereka temukan. Hee Young membelalakan matanya melihat apa yang ada di depannya.

“A apa ini, oppa?” Tanya Hee Young terbata-bata.

“Penyadap dan kamera tersembunyi. Apa kau melakukan hal yang bisa membuat mereka curiga?” Tanya Changmin. Hee Young menggelengkan kepalanya dan menceritakan apa yang terjadi tadi.

“Karena aku curiga jadinya aku tak mengatakan apa-apa. Aku hanya mengirim pesan pada bodyguardku untuk kemari.” Jawab Hee Young. Di lihatnya Changmin menghela nafas lega.

“Syukurlah. Aku akan memasang alat agar jika mereka melakukan ini lagi alat canggih milikku bisa langsung menghancurkannya secara otomatis, bagaimana?” Hee Young menganggguk cepat mendengarnya.

“Kau harus lebih berhati-hati. Duduklah dulu.” Ucap Changmin ramah.

“Gumawo, oppa. Oppa baik sekali padaku.” Changmin tersenyum mendengarnya.

“Kalau kau merasa tak enak bagaimana kalau kau kenalkan temanmu pada oppa?” Mendengar itu membuat Hee Young memukul pelan teman baiknya itu. Hee Young meninggalkan Changmin dan duduk. Sambil menunggu mobilnya Hee Young menanyakan pada Yuchun tentang sikapnya yang aneh tadi. Yuchun menceritakan padanya apa yang terjadi. Wanita yang ia benci itu menghampiri bodyguardnya dan merayu Yuchun. Mendengar hal itu Hee Young mengepalkan tangannya.

“Apa yang dia inginkan darimu?” Tanya Hee Young geram.

“Nyonya merayu saya dan meminta untuk bekerja sama dengannya. Nyonya menawarkan uang cukup banyak dan memberikan saya waktu untuk memikirkannya.” Jawab Yuchun jujur.

“Brengsek! Bekerja sama untuk apa?” Tanya Hee Young lagi.

“Untuk menghancurkan nona. Nyonya bilang kalau sekarang aku yang paling dekat dengan nona.” Yuchun melihat yeoja di depannya semakin geram.

“Lalu jawabanmu?”

“Saya tidak menjawab tapi saya tidak akan menerimanya karena saya bukan tipe orang yang suka berkhianat.” Jawab Yuchun.

“Yakin kau tak akan termakan rayuannya?” Tanya Hee Young. Yuchun mengangguk.

“Sebagai seorang namja saya membenci yeoja perayu.” Jawaban Yuchun membuat Hee Young tertawa senang.

“Bagus, kali ini sepertinya dia tidak akan mendapatkan apa yang diinginkannya. Terus laporkan padaku jika dia atau orang-orangnya mendatangimu. Kita bicarakan lagi nanti di tempat yang tepat.” Yuchun mengangguk mengerti. Hee Young berdiri dan menghampiri Changmin. Yuchun mengawalnya di belakang.

Kini Yuchun mengerti dengan sikap Hee Young yang terkadang sering berganti-ganti. Yeoja itu membuat tameng dengan sikapnya untuk melindungi diri dari ibu tirinya yang berniat menghancurkan keluarganya secara perlahan. Keadaan yang cukup rumit.

Yuchun merasa harus membantu Hee Young dan harus terus menjaga yeoja itu ekstra ketat. Ia kembali mengemudi setelah semuanya selesai. Saat di jalan Hee Young memintanya untuk berhenti di sebuah supermarket kecil untuk membeli sesuatu. Yuchun keluar dan berjalan mengawal Hee Young seperti biasa, ia menatap kanan kiri untuk melihat-lihat siapa tahu ada hal yang mencurigakan. Yuchun melindungi Hee Young saat beberapa namja menghampiri yeoja itu dan mulai menghinanya. Hinaan yang sama yang pernah Yuchun dengar saat pertama kali mereka bertemu dulu. Di lihatnya ada seorang namja yang sangat murka pada Hee Young. Namja itu menuduh Hee Young menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.

“Bisakah kalian hentikan???” Teriak Yuchun kesal. Mereka tak bergeming.

“Baiklah. Ayo kalau kalian laki-laki maju satu per satu. Biar kupatahkan kaki dan tangan kalian.” Ucap Yuchun dan ia mulai bersiap-siap menghajar mereka.

Salah seorang dari gerombolan itu maju terlebih dahulu dan Yuchun langsung melumpuhkannya. Membuat tangan namja itu kesakitan. Melihat itu gerombolan yang lain mulai maju dan Yuchun menghajar mereka satu per satu. Yuchun sedikit kesulitan karena mereka semua mengeroyoknya.

“HENTIKAN!!!” Teriak Hee Young. Teriakannya membuat mereka semua berhenti. Ia maju dan menatap para namja itu tajam.

“Aku akui kalau aku yeoja brengsek yang bekerja menjual jasa ciuman di sekolah. Tapi asal kalian tahu aku tak sembarangan mencium orang. Kalian semua pernah memakai jasaku dan aku menerimanya begitu saja karena aku kasihan pada kalian.” Ucap Hee Young angkuh. Ia melihat salah seorang dari mereka marah.

“Aku merasa kasihan bukan karena tanpa alasan. Kalian tidak tahu kan kalau masing-masing dari pacar kalian itu berselingkuh di belakang kalian? Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri sewaktu berjalan-jalan sepulang sekolah. Selain itu di kelasku hal itu sudah menjadi gossip sehari-hari.” Hee Young tersenyum angkuh melihat wajah kaget mereka semua.

“Kalian tidak sadar kalau setelah kalian memakai jasa ciumanku ada secarik kertas berisi kode sebuah tempat di saku kalian?” Ucap Hee Young.

“S Han 1830.” Ucap salah seorang dari gerombolan itu. Hee Young mengangguk.

“Ya, itu artinya Sungai Han tempat pacarmu bersama selingkuhannya dan angka itu menunjukkan jam 18:30. Aku melakukan itu karena aku merasa hal itu tak adil untuk kalian jadi aku meminta beberapa namja yang sudah memakai jasaku untuk membawa kalian padaku. Seharusnya kalian berterima kasih padaku.” Ucap Hee Young tetap dengan sikap angkuhnya.

“Aku tak akan meminta maaf karena aku merasa tak bersalah. Sekarang kalian pergi atau kulapor polisi karena membuat keributan dan melakukan kekerasan.” Tak lama setelah mendengar ucapan Hee Young satu per satu dari gerombolan namja itu pergi.

Setelah semua namja itu pergi Hee Young jatuh terduduk dengan tubuh gemetar. Ia melihat Yuchun yang duduk di sebelahnya menatapnya dengan khawatir.

“Umma, kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja kan? Jangan meninggalkanku, umma. Aku takut. Aku janji akan membalas mereka semua yang sudah memukulmu.” Ucapan Hee Young mulai tak terkontrol dan aneh bagi Yuchun. Dengan cepat Yuchun menggendong  Hee Young dan membawa yeoja itu pergi, ia membawa Hee Young ke hotel semalam karena ia yakin kalau di bawa pulang tidak akan baik.

Sampai di hotel Yuchun sempat kesulitan karena bagian resepsionis hotel tak mengijinkan masuk. Ia meminta manager hotelnya untuk datang agar ia bisa berbicara. Saat manager datang tanpa banyak bicara manager itu memberikannya kamar yang sama seperti semalam dengan dua ranjang. Manager itu membantu Yuchun dan meminta pelayan hotel membawakan air hangat. Manager itu juga menawarkan untuk memanggil dokter tapi Yuchun mengatakan kalau itu belum perlu.

“Hubungi saya kalau nona kecil perlu sesuatu.” Ucap manager itu kelepasan. Yuchun menatap kaget mendengar manager itu memanggil Hee Young dengan sebutan nona kecil. Manager tersenyum kaku padanya.

“Dulu saya dan keluarga merupakan pelayan di rumah nona kecil sampai nyonya meninggal dan tuan …” Ucapan manager itu terhenti karena sulit menemukan kata yang tepat.

“Berganti-ganti pasangan hingga menikah dengan wanita yang ingin membunuh keluarga Lee.” Yuchun melanjutkan ucapan manager itu. Manager itu sempat kaget namun tak lama mengangguk mengiyakan.

“Tenang saja. Aku bukan komplotan dari wanita itu. Kalau boleh tahu kenapa kau berhenti? Kalau kau masih bekerja di sana kan kau bisa menemaninya dan melindunginya.” Ucap Yuchun penasaran. Dilihatnya wajah manager itu murung.

“Memang aku dan orang tuaku inginnya seperti itu tapi setelah nyonya meninggal, pengacara nyonya tiba-tiba datang pada kami dan beberapa pekerja lain diam-diam. Pengacara nyonya membacakan wasiat terakhirnya yang memang di minta di bacakan secara sembunyi-sembunyi.” Ucap manager itu.

“Isi wasiat itu meminta kami semua untuk berhenti bekerja dan bekerja di tempat yang sudah nyonya siapkan sebelum meninggal. Nyonya pun berpesan agar terus bekerja di tempat kami sekarang agar suatu saat jika nona kecil butuh bantuan, kami bisa membantunya semampu kami. Nyonya memohon agar kami sudi membantu nona kecil. Padahal nyonya tak usah sampai memohon seperti itu pun kami akan membantu nona kecil.” Lanjut manager itu sedih. Manager itu menatap Hee Young yang masih memeluk Yuchun.

“Sepertinya nyonya sudah mempersiapkan wasiatnya dengan matang. Kudengar dari orang tuaku kalau nyonya selalu di terror oleh wanita-wanita yang masih mengejar tuan Lee. Setelah nyonya meninggal tuan Lee bukannya merangkul nona malah menjauhi nona kecil dan menatapnya seolah jijik pada anaknya sendiri. Sejak kematian nyonya, nona kecil tak pernah mendapat kasih sayang dari tuan Lee lagi.”

“Aku pribadi akan melakukan apa saja agar bisa melindungi nona. Nona dan nyonya sudah banyak membantuku. Dulu nyonya memaksaku untuk sekolah walaupun aku menolak karena ingin membantu orang tuaku bekerja. Aku ingat jelas perkataan nyonya ‘Kau harus sekolah dan sukses agar bisa membuat orang tuamu bangga. Paling tidak kau bisa berada satu tingkat di atas orang tuamu.’. Aku mengikuti perkataan nyonya dan apa yang di katakannya benar.” Manager itu menghela nafas mengingat masa lalu itu.

“Sejak kapan nona kecil sikapnya berubah?” Tanya Yuchun sambil mengelus rambut Hee Young.

“Aku tidak tahu pasti kapan karena setelah nyonya meninggal kami pergi 1 bulan kemudian. Sepertinya setelah melihat tuan Lee berganti-ganti wanita dan membawa wanita-wanita itu kerumah. Itu yang kudengar dari beberapa pelayan yang masih bekerja di sana yang bercerita saat mereka berkumpul dengan orang tuaku dulu.” Selesai menceritakan semuanya Yuchun akhirnya mengerti semua permasalahan Hee Young.

 “Terima kasih sudah membantu dan menceritakan semuanya. Kini aku mengerti semuanya.” Ucap Yuchun.

“Sama-sama. Tolong jangan sampai nona kecil tahu aku yang membantunya. Aku dan pelayan yang lain sepakat untuk membantu nona diam-diam agar tidak ketahuan.” Pinta manager itu. Yuchun mengangguk menyanggupi.

“Satu pertanyaan lagi. Bagaimana kau tahu perkembangan nona kecil dan semua permasalahan yang ada di dalamnya padahal kau sudah berhenti bekerja?” Tanya Yuchun penasaran.

“Pengacara nyonya. Tuan Jung terus berkomunikasi dengan kami semua.” Jawab manager itu.

“Ah maaf saya jadi terlalu lama bercerita dan menganggu. Saya pergi dan ini kartu nama saya. Hubungi saya kalau terjadi sesuatu.” Ucap manager itu sambil memberikan kartu nama.

“Terima kasih banyak.” Balas Yuchun. Setelah itu manager itu benar-benar pergi.

Yuchun melihat Hee Young sudah tertidur entah sejak kapan. Ia membaringkan yeoja itu dan mengunci pintu. Saat Yuchun mengunci pintu Hee Young berteriak membuat ia berlari menghampiri yeoja itu. Hee Young langsung memeluknya erat dan memanggil umma-nya yang sudah meninggal. Yeoja itu kembali menangis dan tubuhnya gemetar. Yuchun mengelus punggung yeoja itu dan berusaha menenangkan Hee Young.

“Ssssh tenanglah. Aku ada di sini. Nona tak perlu takut lagi. Aku akan melindungi nona.” Ucap Yuchun.

Ia merasa hidup Hee Young benar-benar malang. Walaupun hidup mewah tapi tak bisa menikmati kemewahan itu seperti yang pernah ia bayangkan. Hidup Hee Young, Yuchun rasa sangat menderita. Lebih menderita dari hidupnya yang serba pas-pasan. Dalam hati Yuchun bersyukur dengan kehidupannya yang ia jalani dengan tenang tanpa masalah berarti seperti yang Hee Young alami.

Yuchun sedikit merasa bersalah karena sempat membenci Hee Young. Ia membenci yeoja itu karena sikap menyebalkan yang di tunjukkan yeoja itu padanya. Saat ia belum tahu yang sebenarnya.

“Maafkan saya, nona. Dulu saya sempat membenci nona karena sikap nona yang menyebalkan. Saya tidak tahu kalau nona hidup seperti ini. Saya benar-benar menyesal.” Ucap Yuchun. Hee Young sempat tenang setelah mendengar ucapannya tadi tapi tak lama yeoja itu berteriak dan memberontak saat mendengar suara kembang api dari luar yang cukup kencang.

“AAAGGHHHH!!!” Teriak Hee Young. Tenaga Hee Young cukup kuat membuat Yuchun sedikit kewalahan. Akhirnya Yuchun memegang kedua bahu Hee Young.

“Nona, tenanglah. Ini aku Yuchun.” Yuchun mengguncang pelan bahu Hee Young sampai akhirnya yeoja itu sadar dan menatapnya sendu. Yeoja itu menatapnya dari atas hingga kebawah memeriksa wajah, tangan dan kakinya dengan khawatir.

“Kau baik-baik saja? Apa ada yang luka? Kau tidak meninggal kan?” Tanya Hee Young. Yuchun memegang kedua pipi Hee Young agar menatap matanya.

“Aku baik-baik saja, nona. Aku pun masih hidup.” Jawaban Yuchun membuat Hee Young menangis.

“Kupikir kau akan meninggal sama seperti umma saat di pukuli. Aku tak mau lagi ada orang yang meninggal saat bersamaku hanya untuk melindungiku.” Ucap Hee Young terisak. Yuchun dengan lembut menghapus air mata yeoja itu. Hee Young tiba-tiba memeluknya erat.

“Terima kasih karena sudah hidup. Jangan terluka sampai meninggal seperti umma.” Ucap Hee Young. Yuchun mengangguk.

“Umma maafkan aku tidak bisa melindungimu. Umma melihatku dari sana sekarang kan? Tolong jaga juga orang-orang yang melindungiku sekarang.” Gumam Hee Young. Matanya terpejam saat merasakan Yuchun mengelus rambutnya. Rasa nyaman yang sudah lama tak ia rasakan kini kembali ia rasakan.

“Aku akan lebih ketat menjaga nona mulai detik ini. Aku mulai paham apa yang terjadi pada nona.” Ucap Yuchun pelan. Ia takut Hee Young marah.

“Apa yang kau pahami?” Tanya Hee Young.

“Sikap nona yang terlihat angkuh, sombong dan tidak sopan itu sepertinya hanya topeng untuk melindungi diri. Alasannya mungkin nona trauma akan kejadian yang menimpa ibu nona. Saya yakin ada alasan lain tapi saya belum tahu itu apa. Yang jelas dari semua hal buruk yang menimpa nona membuat nona bersikap seperti itu. Nona sebenarnya baik, sama seperti yeoja pada umumnya.” Ucap Yuchun membuat Hee Young tersenyum dan tetap memeluk bodyguardnya itu.

“Alasan lain karena ada yang mencoba membunuhku. Orang itu tak lain adalah wanita busuk itu. Aku pernah tertipu olehnya. Dia mempunyai dukungan dari para wanita yang pernah menjadi pacar appa dan wanita lain yang mengejar harta appa hingga sekarang.” Ucapan Hee Young membuat Yuchun melepaskan pelukan Hee Young dan menatap yeoja itu kaget. Yeoja itu hanya mengangguk.

“Kalau boleh tahu kejadian saat bertemu lagi waktu itu, saat tubuh nona gemetar…” Ucapan Yuchun di potong Hee Young.

“Ne, itu juga. Orang suruhannya ingin membunuhku. Mungkin jika kau peka salah satu dari mereka yang mengejarku itu adalah bodyguardnya. Yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi.” Yuchun mengingat-ingat para namja waktu itu dan bodyguard yang pernah beberapa kali ia lihat mengawal nyonya. Matanya membelalak saat mengingatnya, ia menatap Hee Young horror. Yeoja itu hanya tersenyum miris melihat reaksinya.

“Kau benar nona. Aku ingat seorang namja waktu itu tapi wajahnya berbeda hanya matanya yang sangat mirip. Lalu kenapa nona bisa di kejar mereka?” Tanya Yuchun tak mengerti.

“Dia menyamar. Itu karena aku sedang lengah. Waktu itu aku sedang asik jalan-jalan dengan temanku. Saat aku tak ada bersama mereka mereka hampir menyergapku. Untung ada kau.” Jawab Hee Young.

“Kau kini tahu sifat asliku, traumaku dan semua tentang hidupku. Apa kau akan berhenti bekerja?” Tanya Hee Young. Yuchun menggelengkan kepalanya.

“Aku akan tetap bekerja untuk nona. Jujur dulu prioritas utamaku bekerja karena aku butuh uang agar bisa hidup tapi kini prioritas utamaku adalah agar bisa menjaga dan melindungi nona.” Ucapan Yuchun membuat Hee Young tersenyum.

“Gumawo. Kini aku hanya percaya padamu. Sebelum kerja kau bahkan sudah menolongku dua kali.” Yuchun tersenyum mendengarnya.

“Nona, ini sudah sore. Apakah nona ingin pulang untuk beristirahat?” Tanya Yuchun sopan. Hee Young menggelengkan kepalanya.

“Aku ingin berisirahat disini. Malam ini aku ingin tidur di hotel saja.” Jawab Hee Young.

“Tapi nona, besok hari senin dan nona harus pergi ke sekolah.” Yuchun mengingatkan yeoja di depannya. Hee Young mengangguk.

“Aku tahu, kita pulang jam 5 pagi saja. Aku masih ingin disini. Di rumah aku selalu susah tidur, tak bisa tenang.” Yuchun mengangguk mengerti.

“Baiklah kalau begitu. Nona beristirahatlah.” Melihat Hee Young berbaring Yuchun berdiri dan membuka jendela untuk memeriksa keadaan. Di tutupnya jendela serta tirainya agar aman lalu ia memeriksa hal lainnya dan beranjak keluar untuk menjaga di luar.

“Jangan pergi.” Ucap Hee Young menahan Yuchun. Yuchun pun menghentikan langkahnya dan menatap majikannya.

“Jaga aku dari sini saja. Jangan di depan. Aku takut.” Yuchun melihat sisi rapuh dan lemah dari Hee Young membuatnya menatap yeoja itu iba. Ia menghela nafas mengingat apa yang harus di jalani Hee Young dalam hidupnya. Yuchun duduk di tepi ranjang yang kosong dan mulai menjaga Hee Young. Yeoja itu terlihat lega lalu tersenyum.

“Gumawo.” Ucap Hee Young. Yuchun tersenyum lalu mengangguk merespon ucapan yeoja itu.

“Tidurlah yang nyenyak, nona.” Ucap Yuchun pelan.

Hee Young tak lama sudah tertidur. Yuchun melihat wajah yeoja itu terlihat tidur nyenyak. Ia menatap sekeliling lalu bersandar di ranjang. Tak lama suara bunyi ponsel yang berasal dari ponselnya membuat Yuchun kaget. Sebuah pesan dari Minho, teman Yuchun saat bekerja di bar dan teman yang memberitahukan tentang pekerjaan sebagai bodyguard.

From : Minho

TU – VW

Melihat kode itu membuat Yuchun membelalakan matanya. Kode  itu hanya Yuchun dan Minho yang tahu. Mereka membuat kode itu saat mereka bekerja di bar, awalnya untuk iseng-iseng saja agar jika melakukan pembicaraan yang rahasia tak ada orang lain yang tahu. Yuchun tak menyangka kode seperti ini akan mereka lakukan lagi.

Arti dari kode itu sebenarnya simple. TU artinya butuh bantuan dan VW artinya keadaan gawat dan tak bisa di bereskan seorang diri.

Yuchun membalas pesan itu dengan bunyi ‘P’ yang artinya telepon aku. Tak lama nomor asing meneleponnya, tanpa banyak pikir Yuchun mengangkatnya. Mino yang meneleponnya. Namja itu bilang ia tak bisa menelepon dari ponselnya karena batrenya habis.

“Hyung, gawat.” Ucap Minho.

“Ada apa?” Tanya Yuchun.

“Aku mendengar percakapan yang sulit kupercaya. Aku tak sengaja mendengar pembicaraan nyonya dengan salah satu bodyguardnya.” Ucap Minho. Yuchun berdiri saat mendengarnya, ia menunggu Minho melanjutkannya.

“Apa yang nyonya bicarakan?” Tanya Yuchun tak sabar.

“Nyonya dan bodyguard itu merencanakan untuk membunuh nona. Mereka bilang akan membunuh nona secepatnya dengan cara apapun. Dari cara bicara yang kudengar sepertinya mereka berdua merupakan sepasang kekasih.” Ucapan Minho membuat Yuchun kaget.

“Itu belum seberapa, hyung. Kudengar juga mereka akan membunuh tuan setelah membunuh nona. Mereka bilang penghalang mereka merebut semua harta tuan Lee adalah nona. Siapapun yang menghalangi akan mereka bunuh. Hyung, mereka berencana membunuh keluarga Lee.” Ucapan Minho kali ini juga membuat Yuchun kaget.

“Apa yang harus kulakukan, hyung? Aku bertugas menjadi bodyguard tuan Lee tapi bodyguardnya tak hanya aku. Sulit bagiku melindungi, tuan.” Minho terdengar putus asa.

“Mereka juga merencanakan membunuh tuan Lee? Gila!” Ucap Yuchun. Ia sedikit menjauh agar tak membuat Hee Young terbangun.

“Dengarkan aku. Kau jangan percaya dengan semua bodyguard yang ada disana. Mungkin saja mereka komplotan nyonya. Berusahalah agar kau jadi bodyguard kepercayaan tuan. Rencana mereka untuk membunuh nona itu benar. Sebelum aku bekerja sebagai bodyguard aku pernah menolong nona secara tak sengaja dan salah satu orang yang mengejar nona waktu itu adalah bodyguard nyonya.” Ucap Yuchun.

“Mwo???” Minho kaget dengan apa yang ia dengar.

“Kau berada di pihak siapa?” Tanya Yuchun serius.

“Tentu saja tidak berpihak pada nyonya, hyung. Mereka itu mengerikan.” Jawab Minho. Yuchun menghela nafas lega.

“Mulai sekarang kau perhatikan dengan teliti apa saja yang tuan lakukan dan apa yang di berikan pada tuan harus kau periksa. Mengerti?” Ucap Yuchun.

“Ne, Hyung. Nanti jika ada sesuatu kukabari. Mungkin aku akan menggunakan ponsel baru. Nomor ponsel lama kucantumkan saat melamar aku takut mereka curiga dan melacaknya. Kututup dulu, Hyung.” Jawab Minho buru-buru.

Yuchun memasukan ponselnya ke dalam saku dan menghela nafas berat. Ia memegang kepalanya yang pusing karena masalah rumit ini. Yuchun tak menyangka jika masalah akan seperti ini. Ia berbalik untuk kembali menjaga Hee Young tapi matanya membelalak saat melihat yeoja itu berada tepat di belakangnya. Kerah bajunya di tarik Hee Young dan yeoja itu menatapnya frustasi.

“Katakan padaku apa yang terjadi.” Pinta Hee Young.

“Salah satu bodyguard tuan tak sengaja mendengar pembicaraan nyonya dan bodyguard kepercayaannya itu.” Ucap Yuchun.

“Mereka ingin secepatnya membunuh nona agar bisa melanjutkan membunuh tuan dan mendapatkan apa yang mereka mau. Nona merupakan penghalang terbesar mereka. Dia bilang juga sepertinya nyonya dan bodyguard itu sepasang kekasih.” Tubuh Hee Young lemas dan hampir terjatuh. Untung Yuchun dengan sigap menangkap tubuh Hee Young hingga yeoja itu tak jatuh. Kembali Hee Young menangis.

Yuchun menggendong Hee Young dan membaringkan yeoja itu di atas ranjang. Hee Young menahan tubuhnya saat Yuchun hendak duduk di ranjang satu lagi.

“Nona, tidurlah lagi.” Ucap Yuchun lembut. Hee Young menggelengkan kepalanya menolak.

“Tenang saja. Bodyguard tuan yang menghubungi saya merupakan teman saya saat bekerja di bar dan dia bukan komplotan nyonya. Dia berada di pihak kita. Saya sudah menyuruhnya agar eksra ketat mengawal tuan.” Mendengar ucapan Yuchun membuat Hee Young bernafas lega. Di raihnya tangan Yuchun.

“Gumawo. Jika tidak ada kalian aku tak tahu harus melakukan apa.” Yuchun tersenyum.

“Tidurlah lagi yang nyenyak, nona. Aku akan menjaga, nona. Jangan mengkhawatirkan tuan. Tuan sudah dijaga oleh temanku Minho.” Di elusnya punggung tangan yeoja itu hingga tertidur.

Yuchun tak bisa melepaskan tangannya karena Hee Young menggenggamnya erat. Wajah tertidur Hee Young terus di tatapnya. Yuchun merasa yeoja itu terlihat sangat manis. Dengan cepat Yuchun menggelengkan kepalanya saat sadar dengan apa yang ia pikirkan.

TBC

Mian kalo makin aneh ya. kalau ada saran, ide buat crita ataupun kritik langsung komen aja ya ^^

13 thoughts on “Love(s) a Guardian Angel Part 2

  1. karina berkata:

    waaah bodyguard yg dulu nya jahaat semua . . . . dan itu tuan lee nya ga ngeh gtu klo orangorang d sekitar nya menyeramkan semua ….
    konflik nya makin keren dan bikin penasaran pastinyaaa
    d tunggu next nya yaaah

  2. anna (niniez) berkata:

    uwaaaah… busuk banget itu mama tirinya.. bukan cuma mau bunuh si nona tapi suami juga.. mana selingkuh ama bodiguardnya lagi.. bushet daaah.. untung ada yoochun dkk.. kayaknya si abaang udah mulai jatuh hati deh sama tuannya sendiri.. sihiiiy…

  3. manda_micky berkata:

    Semakin penasaran apa yang akan terjadi sama heeyoung?yc bodyguard paling daebak.rasanya pngn bunug mama tiri heeyong dikasih enak mlh nusuk dari belakang.syg cangmin cmn sbntar

  4. Aku terlambat bacanya -_-
    Adooh

    Ih itu eomma tirinya gila harta ya?
    Mr lee kok bodoh bgt ya -_- mau nerima perempuan kaya gitu.
    Oh jadi yg ngejer heeyoung itu komplotannya eomma tirinya.
    Jangan jangan yg ngebunuh eommanya heeyoung itu komplotannya si wanita itu -_-.
    Aduh eonn kayanya part berikutnya harus, musti, kudu ada flashback deh. Hehehe
    Ditunggu part 3nya ya eonn. Hihihi

    Hwaiting

  5. eunchan she peef berkata:

    Jadoi serem bgt nih cerita ny~ kejam bgt tuh tante2~ ><
    Aduh uchun~ ngga usah muna deh~ tatap aja lagi chun~😀
    semoga uchun dan minho berhasil~!
    Next chap eonni~^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s