[FF TVXQ] Re-post (2013) I NEED YOU…


i-need-you

Author : Xian / Lian Zhi

Judul : I NEED YOU..

Gender : PG-13

Kategori : Romance sad and Little bit comedy

Cast : Shim Changmin

Jung Hea

Park Hyung seok

Other Cast..

Annyeong Haseo, Chinggudeul^^
naneun Lian Imnida, Sang Author baru!
em, dan bleng! aku gak tau mau bilang apa lagi.
well.. happy reading aja deh ^^
dan salam kenal :)
#Bow

Thanks Before :)

————————–

‘Ije Opda’
lentungan lagu sang Superstar Asia -TVXQ- mulai tenggelam menghilang  di ruangan kedap suara ini.

“Woah… kau sungguh keren Hea-sii?” sang Leader Yunho yang terkenal si ‘Dance Machine’ itu memberi selamat pada salah satu Koreografer kebanggaan SM Ent. Ini

“Ne~ gumawoyeo..” balas Hea lalu mengambil handuk kecil yang berada di sebelahnya

“Ige..” Yunho berniat memberikan sebotol minuman mineral kepada Hea, namun..

“HYUNG…!!!!!!!!!!” Suara Changmin yang terkenal tinggi mulai menggema di ruangan itu

“gumawo~” katanya kecil lalu mengambil air mineral yang hendak diberikan Yunho pada Hea tadi.

‘glek~ glek~ glek’
Semua mata terlihat fokus menatap Changmin yang sedang menikmati airnya dengan sangat bersemangat.

“Ahhhhh~” lengguh Changmin saat telah berhasil menghabiskan 1 botol penuh air mineral dingin itu.
“Wae??” Tanya Changmin penasaran saat sadar bahwa berpasang-pasang mata tengah memperhatikannya setiap detail gerak-geriknya

“SHIM CHANGMIN..!!!” keheningan itu menghilang saat suara lantang Hea mulai memenuhi  ruang latihan itu.

“Aish.. Jung Hea, kau ingin membuatku tuli hah??” gerutu Changmin tak terima sambil menggosok telinga kanannya “Ckkk!! kau sungguh menyebalkan!” Hea berjalan menuju salah satu Dancer TVXQ, dengan kesal

“Sangdae Oppa, boleh aku minta airnya lagi?”
“Ne. jamshimanyeo..”Sangdae pun berjalan menuju kulkas kecil di ujung ruangan ini, mengambil minuman lalu berjalan kembali menuju Hea

“Ige..” dan langsung memberikan minuman itu kepada Hea
“Gumawo~” kata Hea kecil dengan seulas senyum memenuhi ruang bibirnya

——–OoO——–

“One.. Two..One..Two.. One,  Two, Three, and STOP!!!” Instruksi Hea tiba-tiba terhenti

“Ada apa Hea-sii??” Tanya Yunho heran, dia merasa semua gerakan yang dilakukannya tak ada kesalahan sedikitpun. Sesuai dengan apa yang di peragakan oleh Hea

“Changmin-sii, bisa ulangi gerakan ku tadi?” semua mata langsung tertuju pada Changmin yang sedang asik dengan I-Phone putihnya

“Ne?” Changmin refleks menyimpan I-Phonenya lalu memperhatikan Hea yang sedang melipat kedua tangannya di depan dada

“Aku bilang bisa kau ulangi gerakan ku tadi?” Tanya Hea mengulang pertanyaanya. Changmin yang sedari tadi tidak memperhatikan hanya tersenyum  kaku sambil menggaruk tengkuknya

“hhhh~ Yunho-sii bisa kau ulangi gerakanku tadi?” sekarang seluruh mata beralih kearah Yunho

“Ne, algeossseumnida, Agashi…” kata Yunho dan muai memperaktikkan gerakan yang diajarkan Hea tadi

“STOP..! Gamsahamnida Yunho-sii..” Hea menghentikan gerakan Yunho lalu beralih menatap Changmin penuh kemenangan

“Aishh.. aku mengalah.. Jeoseonghamnida, Agashi..” kata Changmin pasrah

———————-

“Hea-sii, tadi di bawah ada orang yang mencarimu..” Sangdae yang baru dari lantai bawah, Menghampiri Hea yang sedang beristirahat

“Ne? Nugu?” Tanya Hea sambil mengelap butiran keringat yang masih menempel di pelipisnya

“Nan molla.. katanya di temanmu..” kemudian dancer lelaki itu berjalan menuju kerumunan para Dancer lainnya.

———————-

“Oppa..” Suara Hea terdengar seperti? sedang menahan tangis, mungkin…
“Mianhae..” seorang pria berambut biru gelap tengah duduk di ayunan sebelah Hea di taman yang berada di dekat gedung SM Ent Ini.
Memegang Secangkir kopi panas, sambil menggosokkan pada telapak tangannya.

Jebal..”

‘test~’
satu persatu berlian bening yang tertata rapi di pelupuk mata Hea mulai jatuh membasahi pipi wanita itu

“Jebal..Khajima”

“Mianhaeyeo..” satu kata yang cukup membuat seluru berlian bening itu turun tanpa di perintahkan

“Jebal..” tangan kecil Hea menggenggam punggung tangan pria itu seraya memandang penuh harap kearah mata pria itu.

“nan Sueobseo..” pria itu berdiri dari duduknya lalu bebalik menghadap Hea yang sedang menunduk dalam, menyembunyikan raut wajahnya yang telah dipenuhi oleh air mata

“Jebal..” Hea memegang  telapak tangan pria itu, menahannya agar tidak benar-benar pergi.
Sungguh apakah dia bercanda?
Hyung seok, pria itu berjongkok memandang Hea sambil menyelipkan helaian rambut wanita yang dicintainya ini.

“Aku.. Benar-benar tidak bisa. Aku harus pergi” diciumnya kening Hea yang tertutupi oleh poni coklat, dengan lembut

“Aku akan kembali..” Hyung seok membisikan kata-kata itu kecil sebelum pergi berjalan meninggalkan Hea yang telah diselimuti derasnya berlian bening yang jatuh tanpa diperintahkannya

———-oOo————

 Suara rintikan hujan telah memenuhi malam yang kelam ini.

Terlihat seorang wanita tengah menantang derasnya hujan dengan berjalan sempoyongan, tak takut sakit atau pun mati, terus berjalan tanpa arah dengan ditambah pandangan yang kosong, menjadi pelengkap yang sempurna untuk berpenampilan seperti seorang yang di kategorikan sedang putus asa.

‘BUKK’
wanita itu jatuh berlutut di tepi sungai Han yang sudah mulai meluap. Tak peduli dengan pandangan semua orang tentang tindakan bodohnya. Setidaknya hal ini lah yang dapat menenangkannya.

‘GDUARRRR..’
tergengar suara gemuruh petir yang menggelegar, tapi sayangnya hal itu juga tak menyurutkan semangat wanita itu untuk tidak beranjak meninggalkan tempat itu.

“AAAARGH….” wanita itu mulai terisak, untuk meluapkan semua emosi yang ada di benaknya

“Jebal! Jebal Khajima..” suaranya terdengar sangat memiluhkan di tengah hujan yang deras.
Menangis diantara ribuan tetes hujan, mencegah semua orang melihatnya yang begitu rapuh dan lemah.
Memukul dada kirinya pelan mencoba mengurangi rasa sakit yang menghimpit jantungnya.
Dia Hea.

———-oOo———-

“Hyung berapa lama lagi kita menunggu? Aku sudah sangat lelah..” terdengar suara Changmin membelah keheningan yang telah terlebih dulu menyelimuti ruangan kedap suara itu.

“Nan molla..  Songdae-sii apakah kau sudah menelponnya tadi?” Yunho menyahut perkataan Changmin dan langsung mengalihkan pandangannya kearah Sangdae yang sedari tadi diam tak berucap

“Ne? ah.. ye, aku sudah menghubunginya tadi, katanya dia akan datang sebentar lag” Jawab pria itu pelan.

‘Krekk’
tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka. Secara refleks semua mata langsung tertuju padanya.

“Hea-sii, dari mana saja kau? Kau hampir membuat kami frustasi dengan keterlambatanmu. Kau bahkan terlambat 1 jam dan itu…”

“Jeoseonghamnida” orang yang di nantikan telah datang dan secara spontan Changmin memarahinya habis-habisan.

Namun tiba-tiba orang yang tunggu itu menunduk minta maaf sedalam-dalamnya kepada Changmin, Yunho, dan para dancer.
Yang secara refleks Changmin langsung menghentikan ocehannya

———————-

“Oh, Jung Hea.. Haruskah kau salah terus memperaktikan gerakannya” Changmin yang Frustasi akibat gerakan Hea yang selalu salah segerah berkata ketus tanpa melihat Hea yang mulai menurunkan berlian beningnya dari pelupuk matanya

“Mianhae, Jeongmal Mianhamnida” segera Yunho memegang tangan Hea berusaha menenangkan  gadis yang biasanya berhati kuat itu

“Mian, Hea-nie.. Changmin memang selalu begitu jika dia sedang lapar”

“Ya!! Hyung..!”

“Mwoya?” Yunho langsung melemparkan tatapan mautnya ke arah Changmin.

Dan suksesss..
Tatapan itu langsung membuat Changmin terdiam 1000 bahasa

‘BUKKKK!!’
tiba-tiba suara dobrakan pintu membuat semua orang yang tengah larut dalam suasana itu, berpindah fokus menatap sekelompok orang yang membuat pintu ruangan itu hampir runtuh

‘JUNG HEA..’

‘HEA-NIE..’

‘GWENCHANA?’

‘APA YANG TELAH DI PERBUAT MEREKA PADAMU??

‘APA MEREKA MENYAKITI MU?’

‘ADA YANG TERLUKA??’

‘KENAPA KAU MENANGIS??’

‘JANGAN DIAM SAJA CEPAT BERITAHU KAMI..’

‘APA PERLU AKU MENGGANTUNG MEREKA??!’

Semua mata langsung tertuju kepada si penanya terakhir
“Ya! Hechul hyung jangan bercanda!” Changmin mulai mundur selangkah demi selangkah mencoba menyelamatkan nyawanya dari bahaya si ‘Cinderella 4D’

“Jangan khawatir.. asalkan kau tidak menyakiti adikku. Aku tidak akan menggantungmu” kata Hechul dengan tawa kemenangan, saat berhasil mengerjai magnae TVXQ itu

So, What happened about you, Hae-nie?” Tanya Donghae dengan aksen Inggris yang sudah mati-matian di hafalnya

“Ya! Lee Donghae.. Bahasa Inggris mu payah sekali..” terdengar suara berat seorang Kyuhyun dari tepi pintu. Semua mata langsung beralih kearahnya yang sedang bersandar pada pintu dan Bermain dengan ‘Kekasih’ tercintanya

“YA!!” donghae yang tak terima segera bersiap mengejar Kyuhyun
“Mati kau. Cho Kyuhyun..” teriak Donghae dan berlari mengejar Kyuhyun yang sudah lari menuju lift.
Semua orang yang berada di ruang latihan itu hanya melongo menyaksikan hal itu.

Tapi lain halnya dengan Hea, seulas senyum muncul dari bibir tipisnya. Changmin yang melihatnya pun hanya tersenyum simpul tanpa suara

———————-

“Ya!” sukses. Lagi-lagi Changmin sukses membuat lamunan Hea berantakan.

“Ne?” Tanya Hea dengan suara yang malas

“Ani. Aku hanya ingin mengetes indra penglihatanmu saja..” kata Changmin bercanda

“ckkk, sangat menggelikan Changmin-sii” kata Hea ketus sebelum beranjak pergi dari sana namun, tiba-tiba…

‘Grepp’
sebuah tangan menarik lengannya, hingga tubuhnya oleng dan jatuh

‘Deg~ Deg~ Deg~’
terdengar suara jantung yang bergemuruh kuat.
Jantung Changmin  dan jantung Hea seperti beradu siapa yang lebih kuat berdetak.

Tatapan Changmin mungkin akan bisa menusuk, dan menerobos masuk sampai kedalam mata Hea.
Tatapannya seperti…

Hea yang jatuh menimpah Changmin hingga posisi mereka seperti orang yang tengah berpelukan, hanya mampu menatap Changmin yang tepat berada di bawahnya.

Hidung mereka bahkan bersentuhan, deruh nafas mulai terasa mencekam.

Perlahan namun pasti Changmin mulai memiringkan kepalanya, berniat mengambil posisi yang nyaman untuknya. menutup matanya lambat dan..

“ehem..” terdengar suara deheman dari belakang mereka, dan berhasil membuat mereka menghentikan pergerakan wajah mereka, yang semakin dekat

Hea langsung tegak dan memperbaiki penampilannya yang sudah agak berantakan, sedangkan Changmin hanya mengusap tengkuknya lalu tertawa kaku ke arah Yunho yang telah memergoki mereka.
Yunho?
Sejak kapan dia disini?

“mmm.. Yunho Oppa aku pulang dulu ne..” kata Hea  lalu bergegas memperbaiki barang-barangnya dan pergi setengah berlari meninggalkan Yunho dan Changmin yang masih dengan suasana Cangguhnya

———-OoO————

Hari dan hari dengan mudahnya berlalu, meninggalkan satu demi satu sebuah kenangan yang tidak bisa dirubah maupun diperbaiki kembali.

Lain halnya dengan seorang wanita yang tengah terduduk manis di salah satu taman di kota Seoul ini, baginya hidup telah berhenti membuat kenangan..

Kosong dan hampa mungkin itu lah definisi yang tepat untuk menggambarkan keadaan yeoja itu.

“hhhhhhhh..” Terdengar helahan nafas berat yang keluar dari bibir tipisnya, lagi.
Dia Mulai memejamkan mata mencoba melupakan semua kenangan manis yang telah tercipta berkat seorang pria yang bahkan sampai saat ini belum menjelaskan status hubungan mereka

‘Park Hyung Seok’
Pria yang telah berhasil membuat senyum dan tangisan keluar bersamaan dari bibir yeoja itu

“Bolehkah aku duduk di sini?” seorang pria yang berperawakan tinggi, berambut coklat tua, ditambah dengan penyamaran yang cukup baik, membuyarkan semua alusinasi yang tengah menari-nari di pikirannya.

Wanita itu bergeser tanpa merespon ucapan pria tadi.

Seakan mengerti maksud wanita itu, sang pria mulai duduk di sebelah wanita itu dan memandang apa yang menjadi obeject menarik yang dilihat wanita itu, sehingga dia tak mau beranjak atau pun bergeser dari tempat itu

“Jung Hea-sii, boleh bertanya padamu..” pria itu mulai membuka percakapan dengan wanita yang dipanggil Jung Hea tadi
“Hmmm…” guma Hea pelan tanpa niatan yang khusus

“Kenapa akhir-akhir ini kau seperti seperti tidak ada niat untuk mengedance lagi? Bukan kah kau sangat mencintai Dance..” Tanya pria itu to The poin

“Geurae, tetapi sekarang aku sudah tidak mencintai Dance lagi…” jawab Hea lemas
“Wae..” lanjut pria itu penasaran
“Karena penyemangatku telah pergi” genangan air di pelupuk mata Hea mulai terisi,

“tapi buk-”
“CUKUP!!! HENTIKAN..!!!” potong Hea sambil menutup kedua telinganya rapat

“Jung Hea, ak-”
“AKU BILANG HENTIKAN..!!! SHIM CHANGMIN..!!” berontak Hea saat Changmin menyentukan tangannya pada pundak Hea

“Bisakah kau tidak membahasnya lagi..” bentak Hea dan mulai beranjak dari duduknya. berniat melangkah cepat meninggalkan Changmin.
Namun dengan sigap Changmin menggapai tangan Hea dan membalik tubuhnya menghadap tepat di depan Changmin

“Tidak bisakah kau berprofesional, huh? Karena masalah pribadimu yang bodoh itu kau melatih kami seperti orang yang amatiran? bahkan jika kau minta anak TK dance, mereka pasti akan lebih baik darimu..!! Changmin berteriak kearah Hea, mengeluarkan semua emosi yang di pendamnya selama ini

‘test.. test.. test..’
satu demi satu air mata itu menetes dan meninggalkan sebuah sungai kecil di pipi Hea.
Tangan Changmin terangkat hendak menghapus jejak yang dibuat oleh butiran air mata yang telah jatuh itu, namun dengan cepat Hea menepis tangan Changmin, dan menghapus airmatanya kasar?

“Kalau begitu kau suruh saja anak TK yang melatihmu” kata Hea ketus dan berusaha melepaskan genggaman tangan Changmin pada tangannya

“LEPASKAN?!!” Hea terus berusaha melepaskan genggaman Changmin yang semakin erat mencengkram tangannya

“Tak bisakah kau meihatku..” seketika berontakan Hea berhenti, dan mulai menatap Changmin penuh Tanya
“Apa maksudmu?” Tanya Hea bingung

“Dia telah menyakitimu.. tak bisakah kau berpaling kearah ku?” Hea yang semakin bingung melihat arah pembicaraan ini segera  menghetakan tangannya.
Melepaskan genggaman Changmin dan berjalan meninggalkannya..

“Hyung seok! Park Hyung seok..” mata Hea membulat sempurna. Berbalik menatap Changmin penuh kebingungan
“Dari man-”

Karena aku ini adalah Shim Changmin teman bermainmu dan Hyung seok. Shim Changmin yang kau dambakan menjadi suamimu di kemudian hari, Shim Changmin yang juga mendambakanmu menjadi Istrinya di kemudian hari, Shim Changmin yang kau cintai dan Shim Changmin yang juga mencintaimu…” Potong Changmin cepat.

Mata Hea membulat, seakan tak percaya dengan semua penurturan yang Changmin katakan.
Tiba-tiba kilasan Flashback tentang dirinya dengan namja kecil yang sedang berlari-lari dengan bahagianya muncul memenuhi ruang fikirannya “Kau..” perlahan tapi pasti Hea mulai melangkah menuju Changmin

“Benarkah ini kau?” Hea mengangkat tangannya, menyentuh pipi Changmin pelan

“Bisakah kau kembali padaku lagi?” tanpa menghiraukan pertanyaan Hea, Changmin menatap lurus ke dalam mata Hea, seolah pembuat permohonan yang akan segera dikabulkan

“Aku.. Aku tidak bisa..” tolak Hea kecil dan berniat melepaskan sentuhannya pada pipi Changmin. Dengan cepat Changmin menahan tangan Hea agar terus berada di sana

“Jebal..” mohon Changmin sambil mencium telapak tangan Hea yang berada di pipinya lembut.
Hea memejamkan matanya berusaha tidak mengoyak sebuah kenangan yang tersimpan rapi dengan Namja yang tengah mencium tangannya ini.

“Maaf, tapi aku benar-benar tidak bisa…” bisik Hea dan menarik tangannya diri pipi Changmin

“Jebal..” Changmin yang mulai putus asa dengan keputusan yang dibuat Hea

“Bukankah dia telah membuangmu? Jadi untuk apa kau masih menunggunya..”

“DIA TAK PERNAH MEMBUANGKU?! Dia hanya menyuruhku untuk menunggunya..” balas Hea dengan emosi yang mulai menyulut, saat mendengar semua ucapan yang diberikan Changmin

“Dan membiarkan mu menantinya seperti orang bodoh?” Hea yang sedari tadi sudah menahan emosinya mulai tak tahan dengan arah perkataan Changmin yang semakin lama semakin menyudutkannya

“TAK SADARKAH KAU SHIM CHANGMIN?!? Kau telah merendahkan sahabat yang telah kau anggap saudaramu sendiri?? Cihh, kau sungguh mengerikan..” balas Hea dengan nada yang sepenuhnya menyindir

“Aku tak menyangka pernah menyukai manusia sepertimu yang dengan tegannya menghina sahabatnya sendiri…” tambah Hea penuh rasa kebencian lalu melangkah meninggalkan Changmin.
Seperti teringat sesuatu Hea mulai memelankan langkahnya, dan akhirnya berhenti tak jauh dari tempat Changmin yang masih diam, tak bergerak..

“Dan satu lagi, aku lebih baik menunggunya seperti orang bodoh dari pada aku kembali padamu, yang dengan teganya meninggalkanku dengan sebuah janji manis yang kosong..” kata Hea tanpa membalik tubuhnya kearah Changmin

“Setidaknya Hyungseok masih mau memberiku waktu untuk merasakan apa itu yang namanya CINTA. Setelah ini Hea yang kenal akan mati jadi, Selamat tinggal..” lambai Hea kecil dan mulai melangkah lagi

“Jebal..” langkah Hea terhenti saat merasakan sepasang lengan melingkar di pinggangnya, Changmin mendekapnya dari belakang.
“Kajima..”

———–oOo———–

Seorang wanita tengah berjalan dengan tergesah-gesah menelusuri lorong-lorong di salah satu perusahaan Entertaimen yang terkenal ini.

‘Tok~tok~tok’
wanita tadi mulai mengetuk pintu ruangan yang ditujunya.
“masuk” terdengar jawaban dari dalam. Segera wanita itu melangkah masuk kedalam ruangan itu.

“Silahkan duduk..” tawar seorang pria paruh baya yang terlihat senang atas kedatangan wanita itu
“Langsung saja, Lee Sooman-sajangnim. Aku menerima tawaranmu untuk melatih Boyband asuhanmu yang berada di paris itu..” Hea yang seakan sedang dikejar waktu, langsung mengutarakan maksud dan tujuannya datang keruangan direktur SM Ent. Itu

“Kau yakin?” Lee Sooman mulai merasa ada yang aneh dengan koreografer kesayangannya itu
“Ne..! dan kapan saya bisa berangkat..” tegas Hea mantap

“Baiklah, malam ini kau bisa berangkat. Bersiaplah..”

———-OoO————

“Sebelumnya, Selamat malam…” Hea mulai memecahkan keheningan di ruangan yang di peruntukan untuk tempat berdiskusi antar Boyband dan para dancernya

“Saya mengundang kalian semua datang kesini untuk mengucapkan salam perpisahan. Karena sebentar lagi saya akan…” semua mata masih fokus menatap Hea penuh kebingungan

Saya akan dipindah tugaskan ke paris untuk melatih Boygroup SM yang berdiri di sana. Untuk TVXQ maafkan saya karena tidak bisa melanjutkan tugas saya, melatih koreografer kalian. Tapi jangan khawatir karena akan ada koreografer yang lebih ahli dari saya. Dan untuk semuanya saya ingin mengucapkan maaf dan terima kasih. Maaf jika saya membuat suatu kesalahan pada kalian dan Terima kasih untuk telah memberikan Kesan dan pesan pada saya. Semoga hidup kalian menyenangkan” selesai mengucapkan kalimatnya Hea menunduk dalam di hadapan para namja didepannya, dan tersenyum manis kearah mereka

“Jung Hea-sii, sudah waktunya Check-in. pesawatmu akan lepas landas sebentar lagi..” suara seorang staf SM menggema di ruangan itu

“Ne” jawab Hea, lalu tersenyum lagi- kearah para namja yang mulai menitihkan air mata itu.
“Hati-hati, ne..” sang Leader Super junior  -Leeteuk- mulai memeluk Hea, melepaskan salah satu adik kesayangan itu.

Bukanlah suatu hal yang sangat mudah di lakukan, karena memang Hea selalu menjadi pendukung di setiap Boyband SM, sehingga banyak Boyband dan dancer menjadikannya salah satu adik kesayangan di SM Ent.

Para member lain dari Super Junior, Shinee, Yunho, Staf, dan Dancer pun mulai memeluk adik kesayangan mereka itu. Hingga kumpulan manusia itu terlihat seperti lapisan bawang yang berbentuk melingkar

“uhuk! uhukk.. ya.. se..sakk..” Jerit Hea, saat orang-orang itu mulai mengeratkan pelukannya. Hanya kekehan saja yang terdengar sebagai jawaban atas jeritan itu

Tak jauh dari mereka, terlihat seorang namja tengah berusaha menahan air matanya yang terus turun keluar tanpa dikehendaki.
Mencoba mengusap wajahnya kasar, berusaha menutupi rasa sakitnya sendiri

“Bisakah kau jangan pergi? Aku masih membutuhkanmu saat ini..” guma namja itu pelan

———————-

1st years Later

‘Keep Your Head Down’

begitulah potongan lirik lagu yang tengah popular saat ini. Mulai dari anak kecil, remaja, bahkan orang tua pun menyanyikannya. Lagu milik salah satu Boyband paling berpengaruh di Korea Selatan.

‘TVXQ’ sang raja Asia.

Pagi, siang, sore, dan malam mereka selalu muncul di layar kaca, meski perseteruan antara menejemen TVXQ (SM Ent.) dan 3 member TVXQ (JYJ) masih menghantui, tak lantas menghancurkan famour Duo TVXQ -Yunho dan Changmin-.

Mereka bahkan selalu dinantikan kehadirannya disetiap acara yang di bintangi mereka.

Terus berusaha mengokohkan pondasi TVXQ dengan kekuatan mereka, Terus percaya pada Cassiopeia yang selalu mendukung dan mencintai mereka sepenuh hati, serta Terus Percaya pada kepercayaan seorang Lee Sooman yang dititipkan kepada mereka.
Itulah yang membuat mereka terus bertahan hingga sekarang

Seorang wanita yang mengenakan kacamata hitam lengkap dengan Blezzer dan Jeans yang berwarna senada dan ditambah kaos putih polos dan koper coklat tua yang standby disampingnya, tengah berjalan menelusuri International Inceon Airport dengan sendirinya, menuju pintu keluar

“Excuse me..” wanita itu menyentukan tangannya pada pundak supir taxi didepannya
“Ne?” jawab supir taxi itu bingung

“Rusty..” wanita itu memukul kepalanya pelan
“Chogiyeo.. Bisakah anda mengantar saya ke gedung SM Entertaiment?” Tanya wanita itu dengan aksen korea yang agak lumayan kaku

“Ne..” jawab supir itu sopan lalu membantu wanita itu menaikan kopernya

———————-

“Annyeong Haseyeo..” suara wanita menggema di ruangan presiden direktur di SM Entertaiment ini
“Ne? oh, nawaseo? Hea-nie..” Tanya Sooman saat mengetahui orang yang datang itu adalah Jung Hea

“Ajushi..ani, Sajangnim..” manja Hea dan langsung menghambur ke pelukan Lee Sooman

“Apakah perjalananmu menyenangkan?” Tanya Sooman saat Hea melepaskan pelukannya

“Ne, eumm.. bolehkah aku langsung ke ruang latihan? Badanku gatal ingin menari..”
Hea mulai bertingkah manja pada Suami bibi-nya yang sudah dianggap ayah ke-2 nya.
Sooman yang sudah biasa menghadapi semua tingkah manja Keponakannya ini hanya mengangguk mengiakannya dan terkekeh geli

“Oh, aku punya ide, Ajushi.. hari ini kan Schedeul para Boyband di SM libur.. bolehkah kau memanggil mereka untuk berkumpul di aula?”
“Untuk apa?” Tanya Sooman bingung

“SUPRICE..!!!” teriak Hea histeris dan berhasil membuat Ajushinya itu tertawa renyah

———————-

“Hyung untuk apa kita disuruh kesini?”

“nan molla..”
ruang aula SM dirubah menjadi tenpat konversi pers atau lebih tepannya Konversi Idol karena di ruangan ini hanya terdapat para Idol Boyband, para dancer, serta para staf.
Tak ada blitz-an kamera, alat perekam suara, kamera video atau yang lainnya yang biasa digunakan untuk Konversi pers.

“Mohon perhatiannya sebentar..” Lee Sooman mulai membelah kebisingan yang terjadi di ruangan itu. Semua mata langsung terfokus kearahnya,  menanti sebuah kepastian dari jawaban
‘mengapa kami dikumpulkan?’

“Saya ingin memberikan kalian semua kejutan besar..”

 PENASARAN!
Yah, itulah suasana yang tercipta saat ini. Semua orang berbisik-bisik mencoba menerka-nerka kejutan apa yang di maksud oleh seorang Lee Sooman
“Masuk..” titah Sooman dan tiba-tiba wanita dengan dress putih gading sepanjang setengah paha dengan rambut coklat muda yang tergerai indah masuk kedalam ruangan itu.

Semua mata langsung terfokus kearahnya. Terpukau oleh kecantikan alami yang dimilikinya sampai-sampai mereka tak sadar kalau mereka tidak berkedip.

“Nuguya?” suara pria terdengar di antara suasana tegang itu, mencoba menjernihkan pikiran kotor yang dipikiran pria-pria’itu saat melihat wanita didepan mereka tengah tersenyum manis

“ya! Sangdae oppa, kita baru setahun tidak bertemu kau sudah melupakan adikmu yang cantik ini? Oh, bagaiman aku berpura-pura mengenalkan diriku saja, itu pasti menyenangkan. Annyeong Haseyeo.. naneun Jung Hea-imnida bangapseummnida…” Semua yang ada di sana hanya tepaku melihat Hea..

Dia telah berubah?
itu lah pikiran mereka saat ini

“Ya!” teriak Hea yang sukses menghancurkan semua opini-opini yang tengah bergelantungan di pikiran mereka
“Ishhh.. menyebalkan sekali membuat suprice tapi tidak ada yang merespon.. lebih baik aku kembali ke paris saja” rajuk Hea dan mulai melangkah meninggalkan orang-orang yang masih terpaku seperti orang bodoh itu

“YA! ITU JUNG HEA..!!” teriak Leeteuk baru tersadar dari lamunannya dan…

‘BUKK! BAAKK..BUKKK!!!’

———————-

“Oh. ayolah Jung Hea, jangan marah..”

“Ne, kami tadi hanya terpukau..”

“Ne, Chagia.. kau sangaaaaat Cantiiiiikkkkk”

‘PLETAKKK’
kepala Eunhyuk sukses mendapat  pukulan keras dari Hea.
Mereka akhirnya kembali keruangan itu, setelah acara kejar-kejaran antara Jung Hea dan para namja itu berlangsung.

Butuh usaha keras saat memaksa Hea kembali ke ruangan itu karena ternyata di balik tubuhnya yang kecil, tesimpan kekuatan namja di sana

“YA! Siapa yang kau panggil chagi, Hyukjae” Hea menggerutu di antara kumpulan para namja-namja itu
“Mianhae, aku tak tau kalau kau sensitive itu padaku, Chagi..”
“YA! Kau ingin mati huh?” Hea hendak melayangkan pukulannya lagi kepada Eunhyuk

“Apakah di paris menyenangkan?” Sungmin mencoba melerai pertengkaran itu

“Ne, Neomu Joah.. disana benar-benar kota cinta. Banyak pasangan yang mesraan di Place de la Concorde, Arch de Triomphe, Champ Elysee, dan Musee Du Louvre  bahkan ada yang melamar pasangannya tepat di bawah menara Eiffel. Aku juga sempat melihat Hyung- ani maksudku melihat?.. ahhhh? intinya paris itu benar-benar kota yang indah hahahahaha…” Suara Hea terdengar agak.. gugup mungkin.

Semua orang yang ada di sana hanya memandang Hea -sedikit- bingung.
Hea yang merasa di perhatikan hanya tersenyum kaku kearah mereka, sebelum
Tiba-tiba sebuah tangan menarik Hea, berusaha memisahkannya dari kerumunan itu

————OoO———-

“LEPASKAN..!!” teriak Hea dan menghempaskan tangannya kuat sehingga dapat melepaskan gengaman tangan Changmin di lengannya

“Sudah kubilang aku bukan Jung Hea-mu lagi, jadi bisakah kau tidak memperlakukanku sesukamu??!” Hea berteriak sebelum dia beranjak pergi

‘SRETT’
sebuah tangan menghentikan langkah Hea
“Bukankah dia telah menghianatimu..” suasana keheningan mulai tercipta saat Changmin membuka suaranya

“da..da..dari mana kau tau?” suara Hea terdengar Khawatir

‘GREP’
Changmin melingkarkan lengannya pada pinggang Hea dan  meletakan dagunya tepat diatas puncak kepala Hea

“Kau sudah melihatnya bukan? Dia hanya memanfaatkanmu, untuk membuatku cemburu..” Changmin mulai mengecup puncak kepala Hea pelan

“Niga Pilyohae..” bisik Changmin pelan lalu membalik tubuh Hea kearahnya

“Kau pergi hanya setahun tapi rasanya seperti 10 tahun kau meninggalkanku..” lirih Changmin sambil menggenggam tangan Hea erat lalu meletakannya didadanya

“Apakah kau merasakannya? Detakan ini? Detakan ini hanya akan muncul jika aku berada di dekatmu..”

‘Deg~Deg~Deg’
“Sangat Kuat..” takjub Hea saat merasakan debaran jantung Changmin
“Kau tau apa artinya?” Tanya Changmin sambil tersenyum kecil

gelengan kecil Hea menjadi jawaban atas pertanyaan Changmin tadi

“Itu artinya aku membutuhkanmu, Sangat membutuhkanmu..  membutuhkanmu untuk mengidupkanku dan membutuhkanmu untuk bernafas agar aku bisa melanjutkan hidupku..” jelas Changmin sambil menyisihkan helaian rambut Hea yang menutupi wajahnya ke belakang.

Hea yang masih terpukau dengan debaran jantung Changmin hanya menatap tangannya yang berada di dada Changmin lekat
“Kau tau hidupku benar-benar berantakan tanpamu..” seketika Hea mendongakkan kepalanya menatap Changmin dengan tanda Tanya

“Sudah kubilang bukan? Kau adalah hidupku.. aku tak bisa berhenti memikirkanmu..  aku hanya menginginkan mu.. Cintaku..” Hea yang masih terpaku dengan Kata-kata Changmin hanya bisa mematung melihat wajah Changmin yang mulai dekat dengan wajahnya.
Menutup matanya takut, takut untuk melihat kejadian apa yang akan terjadi setelahnya

Chup~
bibir hangat Changmin mulai merasakan permukaan dahi Hea.
Tangannya yang bebas mulai menyentuh pinggang Hea dan menariknya mendekat.
Dia begitu memuja wanita ini, wanita yang semenjak TK telah bersahabat dengannya.

Changmin, menarik wajahnya dan Tersenyum simpul saat melihat rona merah muncul dari kedua pipi Hea perlahan

“I need You..” bisik Changmin pelan dan mulai menarik Hea kedalam dekapannya
“Just Need You..”

————END———-

One thought on “[FF TVXQ] Re-post (2013) I NEED YOU…

  1. jane kim berkata:

    Changmin suka main kasar ya?main tarik aja 😄😄

    Walupun keliatan jahil dan kasar tpi sangat perhatian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s