UNDER THE RAINY DAY PART 5



Title : Under the Rainy Day
Length : 5/Belum tahu (?)
Author : Go Hyerin a.k.a love@mjjeje
Cast : All DB5K members, Go Hyerin
Genre : Romantic, bit Angst, gaje etc
Rating : G-PG 13

Disclaimer : Author hanya memiliki plot cerita saja
Summary : 

“Wajahnya indah bagaikan malaikat, rambutnya yang terlihat begitu halus tertiup angin dari luar jendela. Di mataku, ia tampak amat bercahaya, tampak seperti cahaya matahari sore yang lembut. Matanya terpejam sungguh rapat, aku mengamati dengan seksama tepatnya aku terpana oleh pesona namja itu.”


 
“Hahh…bahasa Inggris selalu saja membuat kepalaku pening sonsaengnim! Apa tidak ada cara untuk membuatnya lebih mudah?” gerutu Hyerin. 

Jaejoong hanya menatap wajah muridnya itu sesaat, kemudian tersenyum.

“Jika memang ada cara untuk membuatnya jauh lebih mudah maka akulah orang pertama yang ingin mengetahuinya.”

“Hmm… kalimat ini benar tidak?” tanya Hyerin sambil menunjuk sebuah kalimat Bahasa Inggris yang telah ditulis olehnya di lembar kerja.

Jaejoong mengamati dan membaca tulisan Hyerin “Kalimat yang diminta untuk diterjemahkan adalah ‘Mereka tidak pergi ke Busan kemarin’ tetapi yang kau tulis itu masih dalam bentuk present tense. Kau harus mengubahnya ke dalam bentuk lampau.” 

“Oh begitu, jadi ‘They don’t go to Busan yesterday’ salah? Uhh, padahal aku sudah menggunakan kamus tetapi tetap saja salah.” kata Hyerin kecewa.

“Ya itu salah. Coba kau perbaiki lagi.” 

“Ne.”

*   *   *

Hyerin’s POV

Aish… sebenarnya aku tidak tahu harus senang ataukah sedih. Di satu sisi, aku sedih atau lebih tepatnya malu karena hanya aku yang mendapat nilai di bawah rata-rata dalam pelajaran Bahasa Inggris. Tetapi di sisi lain aku senang sebab, karena  mendapat nilai yang berada di garis kemiskinan itulah aku mendapat jam khusus untuk belajar Bahasa Inggris bersama Jaejoong sonsaengnim. 

Chamkkaman, senang?! 
Aish… mengapa harus senang? Bukankah aku paling tidak suka jika aku disuruh mengikuti jam khusus mata pelajaran apapun?! 

Hahh… michyeoseo! Apa aku senang karena Jaejoong sonsaengnim?? Aku melirik Jaejoong sonsaengnim yang duduk berhadapan denganku, ia membaca bukunya dengan serius. Mengapa wajahnya begitu tampan ya?? Aish jinjja,,,. apa yang kupikirkan sih?! Lupakan itu sekarang, aku harus fokus pada pelajaran ini!

“Hmm… tidak ada yang ingin kau tanyakan lagi? Kau sudah mengerti semuanya?” tanya Jaejoong sonsaengnim, ia benar-benar mengacaukan seluruh lamunanku.

“Aahh… ya, aku sudah mengerti semuanya.” jawabku.

“Arraseo, kurasa jam khusus kali ini sudah cukup.” Jaejoong sonsaengnim bangkit dari kursinya. 

Aku menghela napas panjang. Tiba-tiba ia  berbalik menatapku, 

” Pasti kau berkata ‘Akhirnya jam khusus membosankankan ini berakhir juga’ dalam hati.” katanya sedikit bercanda.

“Ahh aniyo… justru aku sungguh berterimakasih karena sonsaengnim mau mengajariku.Belajar bersama sonsaengnim sama sekali tidak membosankan!” pekikku. 

Ia tersenyum kecil, “Kau pasti bosan, mau jalan-jalan?”

*   *   *

“Hei tidakkah kita seperti kakak adik yang sedang berjalan-jalan?” ucapku pada Jaejoong sonsaengnim.

“Hmm… ya benar. Seperti kakak dan adiknya yang masih kanak-kanak.”

“Kanak-kanak?! Huh!” protesku sambil mengerucutkan bibirku lalu memakan es krimku.

“Hei jangan marah, sebab kau memang adalah anak kecil ‘kan? Hahahaha….” tawa Jaejoong sonsaengim.

Aku ingin sekali marah tetapi setelah melihat tawanya, tanpa sadar aku tersenyum.

“Tidak apa-apa aku menjadi anak kecil asalkan kau adalah oppaku… hehehe…bercanda.” 

“Aku tidak suka dongsaeng yang pemalas. Hahah… hei di pipimu penuh es krim”

“Jinjja?” 
Ia mengangguk, dengan refleks aku menghapus es krim di pipiku dengan tangan.

“Uhm mian, aku terlihat seperti yeoja yang berantakan ya… tidak elegan seperti yeoja-yeoja lain.” kataku lirih.

Ia terdiam sesaat, “Ani, kau bukan yeoja berantakan…kau bersikap apa adanya.”
Tiba-tiba tangannya menyentuh pipiku, wajahku terasa teramat panas. Kemudian ia menghapus sisa es krim yang masih tertinggal dipipiku dengan perlahan. 

*   *   * 

Author’s POV

Murid-murid perempuan berkumpul, mereka sibuk membicarakan sesuatu yang nampaknya begitu serius. Wajah-wajah mereka tampak tak senang. 

“Kau tahu kemarin kulihat Jaejoong sonsaengnim dan Hyerin pergi bersama usai jam sekolah.” kata salah satu di antara mereka.

“Ya, aku melihat mereka berdua. Itu sungguh menggelikan, untuk apa dia pergi berdua saja? Apa karena untuk membuat nilainya lebih bagus maka ia rela menju…”

“Jangan bicara seperti itu kalau kau tidak tahu apapun!” potong Changmin dengan nada tinggi.

“YA…Itu benar ‘kan?! Jangan kau tutupi keburukan temanmu sendiri… temanmu itu pura-pura baik di depanmu saja, tetapi di belakang sungguh tidak disangka malah melakukan hal serendah itu…” cetus yeoja itu.

Changmin menarik baju yeoja itu dan mendorong tubuhnya ke tembok, mata Changmin sejajar dengan mata yeoja itu.

“Hehh kau pandai bicara… sesungguhnya yang seperti itu kau sendiri ‘kan? Bersama ahjussi-ahjussi hanya untuk mendapatkan uang mereka… Yang rendah itu KAU!!!” teriak Changmin. 

“CHANGMIN! APA YANG KAU LAKUKAN?!” pekik Hyerin sesaat setelah ia masuk ke kelas dan melihat Changmin.

Changmin melepaskan yeoja itu lalu berjalan meninggalkan kelas dengan kasar.

“Cih, enak sekali ya jadi dirimu. Melakukan hal yang tidak-tidak dengan Jaejoong sonsaengnim dan kini dibela Changmin. Sihir apa yang kau pakai, hah?” tukas yeoja yang tadi dihardik Changmin.

*    *    * 

Mereka duduk berlima di meja kantin seperti biasa, tetapi tampaknya mereka enggan berkomunikasi satu sama lain, mulut mereka serasa terkunci. 

“Aku ke ruang musik dulu.” kata Changmin usai ia menyelesaikan makan siangnya.

“Ah ne.” ucap Yunho.

Tak lama setelah Changmin pergi, 

“Hyerin-ah…kau tahu mengapa Hyerin semarah itu?” tanya Junsu.

Hyerin menggelengkan kepalanya. 

“Itu karena ia… menyukaimu…” jawab Junsu jujur.

“EH?” Hyerin tersentak mendengarnya.

“YA, JUNSU!” protes Yunho.

“AHH, mian! Aku hanya bercanda… itu hanya candaanku saja. Kau tahu ‘kan aku suka bercanda. Aku benar-benar sedang bercanda. Aku benar-benar tidak tahu jika kau akan bereaksi seperti itu. Tentu saja alasan mengapa ia semarah itu adalah karena kau adalah temannya, aku pun jika ada di sana saat itu aku juga akan semarah itu” jelas Junsu panjang.

“Ne! Nado, jika aku ada disana aku juga akan semarah itu. ” tambah Yunho.

“Memang kalian ada dimana saat itu?” tanya Hyerin.

“Kami semua kecuali Changmin sedang bermain basket.” 

“Oh begitu.” Hyerin menganggukkan kepalanya.

*   *   *

~Hyerin’s POV~

“Ah, akhirnya lembar tugas ini selesai juga!” pekikku senang. Kuperiksa lagi jawabanku satu persatu dengan teliti. Hmm…menurutku semua jawaban itu sudah benar. Baiklah akan kukumpulkan kepada Jaejoong sonsaengnim.
Segera aku beranjak dari kursiku dan berjalan ke luar kelas menuju ruang guru.

“Permisi, aku ingin mencari Jaejoong sonsaengnim.” ujarku setelah masuk ke ruang guru.

Park sonsaengnim yang sedang mengetik di komputer pun menoleh kemudian ia mengamatiku dengan seksama, 
“Ia tak ada disini.”

“Hmm… Jaejoong sonsaengnim eoddieyo?” tanyaku.

“Mungkin di perpustakaan.”

“Ah, arrayo… kamsahamnida!” ucapku kemudian pergi dari hadapannya.

@perpustakaan

Aku berjalan mencari Jaejoong sonsaengnim. Tetapi hingga kini aku masih belum menemukannya. 

“YA, sonsaengnim…eodieyo?” tanyaku dalam hati. 

Tiba-tiba aku melihat cahaya yang memantul ke arah rak buku. Kudekati arah cahaya itu, ternyata itu cahaya matahari sore yang berasal dari jendela kaca yang gordennya tidak tertutup. Yang lebih mengejutkanku lagi adalah ada sesosok namja yang tertidur di dekat jendela tersebut. 

Wajahnya indah bagaikan malaikat, rambutnya yang terlihat begitu halus tertiup angin dari luar jendela. Di mataku, ia tampak amat bercahaya, tampak seperti cahaya matahari sore yang lembut. Matanya terpejam sungguh rapat, aku mengamati dengan seksama tepatnya aku terpana oleh pesona namja itu. 

Perlahan aku berjalan mendekat ke arahnya, entah kekuatan apa yang mendorongku untuk terus mendekati namja dengan wajah bagaikan malaikat itu.

#TBC 

Annyeong, udah lama ya ga ketemu -waving hand-  #sksd
Part ini semakin aneh (?) jadi author pikir kalo part ini responnya kurang bagus, author ga akan ngelanjutin ff ini lagi ^^v.Udah deh sekian dulu cuap-cuapnya ya ^^.
Gomawo… dadah~ -menghilang- #Authorgaje .___.

2 thoughts on “UNDER THE RAINY DAY PART 5

  1. Tak lama setelah Changmin pergi,

    “Hyerin-ah…kau tahu mengapa (Hyerin) semarah itu?” tanya Junsu.

    mian yang di dalam kurung itu seharusnya bukan Hyerin tapi Changmin.
    Mianhae sekali lagi… *bow*

  2. q sependapat ma komen di atas ada salah sebyt nama pas bagian itu….
    sebener y ff y seru n bikin lanhut baca ke part selanjut y,,,, cuma ini kan ff y lanjutan part selanjut y itu publish y lumayan lama dari part ini ke part selanjut ja,,, jadi menurut aku cerita y agak lamban ya jalan cerita y n agak kurang panjang menurut aku….
    q ngak tau tapi ngerasa pebdek ja gt kyk inu hyerin belajar trus jalan bareng n kena isu sana sini terys TBC,,,,, q kurabg bisa ngubgkapin nih MAAF ya author aku bibgung sebener y komen yg q tulis ngejelasin sedikit yg q rasain setelah baca ff ini,,,, jadi pokok y gitu deh…..
    Tapi veberan q suka cerita ff kamu n oa lg yg jd cast y itu ada jaejoong y n musah2an Jaejoobg yg jd cast utama y,,, berharap sih tetep lanjutin ff y bagaimanapun juga q bakal tetep nerysin baca klo kamu nerusin nulis y n ini juga ff y agak panjangan dari pada part2 sblm y….
    Lanjut ta chingu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s