Only Exception part 3


only

  • Title                 :Only Exception
  • Author             :Alice appril / Shiwieyoora
  • Main Cast        : Lee Yoora, Kim Jaejoong,
  • Support Cast   : Lee Donghae, Im Yoona,
  • Genre              : Marriage life, Sad Romance
  • Length             : Series, Chapter
  • Rating             : 15

Aku kembali…. Masih dengan FF yang sama, di part ini masih tetep memperlihatkan situasi rumah tangga Yoora, Jaejoong. Tapi nanti bagian akhir part ini udah mulai ada konflik… so Happy Reading Readers…!!! Jangan lupa untuk selalu RCL

 

NO SILENT READERS….. NO PLAGIATSM…..!!!

 

 

*Auhtor POV*

 

Setelah beberapa bulan berlalu, sekarang saat yang mendebarkan bagi Jaejoong dia sedang menunggu Yoora yang telah masuk Ruang operasi beberapa menit lalu,

Hari ini saat Jaejoong baru selesai sarapan dan hendak berangkat ke kantor tiba-tiba dia mendengar suara rintihan dari dapur, dia lalu menghampiri Yoora yang sedang memenggang perutnya dan tampak kesakitan, tanpa menunggu lama dia langsung menggendong istrinya dan membawanya ke rumah sakit.

Jadilah sekarang dia sedang mondar-mandir di depan ruang operasi, raut wajahnya sangatlah tegang.

*Jaejoong POV*

 

Astaga kenapa bisa terjadi sekarang bukankah masih minggu depan, aku belum menyiapakan mental ku menghadapi kelahiran ini. (loh bang… yang menglahirin kan bukan situ kenapa pake persiapan). Aku terus saja berjalan bolak-balik di depan ruang operasi sambil sesekali melihat pintu ruangannya. Kenapa lama sekali apa terjadi sesuatu pada Yoora atau bayiku?

 

Kegelisahanku perlahan mereda ketika mengdengar tangisan bayi dari dalam ruang Operasi. Bayiku sudah lahir ah… chakaman kenapa aku PD sekali menyebutnya bayiku dia kan bayinya Yoora, tapi Yoora sekarang istriku berarti itu bayiku juga kan lagi pula aku juga telah berjanji akan menyayanginya saat aku menikahi Yoora.

 

Pintu ruang Operasi terbuka dan aku melihat Yunho keluar dari sana. Tanpa menunggu lama aku langsung menghampirinya.

“bagaimana keadaan keduanya Yunho~a mereka baik-baik saja kan?”  tanya ku

Chukae kau telah menjadi ayah sekarang, aku turut senang Joong~a, mereka baik-baik saja, istrimu juga sebentar lagi akan sadar”

“boleh aku melihat mereka?”

“tentu saja, silahkan” jawabnya sambil memberiku jalan masuk ke dalam ruang operasi.

Baru aku ingin membuka pintu tiba-tiba seorang suster keluar dan sedang menggendong seorang bayi cantik ditangannya. Aku mendekat dan melihat lebih dalam lagi. Benar-benar mirip Yoora, sampai aku menduga saat Yoora baru lahir pasti seperti ini rupanya. Bayi yang cantik aku suka melihat bibirnya yang merah merona itu membuatnya tambah terlihat sempurna.

“maaf tuan sekarang saya akan membawa bayi anda keruang bayi untuk mendapatkan perawatan” ucap suster yang menggendong bayiku. Aku mudur beberapa langkah membiarkannya lewat. Aku melanjutkan langkahku memasuki sebuah kamar, kulihat ada seorang Yeoja tengah berbaring diatas kasur putih aku mendekatinya wajahnya terlihat pucat dan badannya tampak kelelahan. Begitu menyakitkankah melahirkan?

Aku duduk dikursi sebelah kasurnya. Kuraih jemari tangannya dan menggenggamnya pandanganku masih tak teralih dari Yoora. Tak lama aku merasakan jemarinya bergerak ditanganku. Perlahan-lahan dia membuka matanya

“Oppa…” ucapnya lirih

“ya aku disini” jawabku sambil mendekatkan diri padanya.

“bayiku Bagaimana dia? Apa dia baik-baik saja?” aku tersenyum.

“dia sehat, seorang bayi yang cantik mirip sepertimu” jawabku sambil menyentuh keningnya dan mengusap-usapnya.

“Benarkah? Lalu sekarang dia dimana? Aku bisa melihatnya Oppa?”

“belum, saat ini suster tengah memberikan beberapa perawatan dulu padanya” kulihat dia tampak kecewa

“jangan khawatir kau akan segera melihatnya, ngomong-ngomong apa kau sudah menyiapkan nama untuknya” dia menatapku sebentar  lalu menggelengkan kepalanya

“aku bingung memilih nama yang bagus”

“ kalau begitu boleh aku memberinya nama” ucapku pelan takut menyinggung perasaannya karena bagaimana pun dia kan bukan bayi ku. Tapi sepertinya dugaanku salah

“aku senang sekali jika Oppa telah menyiapkan nama untuknya”

“baiklah aku akan memberinya nama Shira, Kim Shira seperti nama mendiang adikku, itu juga jika kau tak keberatan” dia tampak terkejut sebentar, lalu tersenyum manis padaku

“kenapa aku harus keberatan? Itu nama yang indah, Gomawo Oppa”

 

 

@@@

 

 

*Yoora POV*

 

Setelah seminggu aku di rumah sakit akhirnya hari ini aku diizinkan pulang, sebenarnya aku sudah sangat bosan berada dirumah sakit walaupun setiap hari ditemani Donghae Oppa atau Yoona,  aku sudah sering membujuk Jaejoong Oppa untuk membawaku pulang. Tapi dia tak mengizinkan sebelum ada perintah dari dokter untuk pulang.

 

Jadilah saat ini aku tengah berada di mobil sambil menggendong malaikat kecilku. Sedikit pun aku tak bosan menatapnya sampai-sampai aku hapal setiap lekuk wajahnya, Jaejoong Oppa benar Shira sangat menyerupaiku namun lesung pipinya itu menyerupai seseorang yang sudah sangat ingin ku lupakan. Dari semua bagian kenapa harus bagian itu yang diwariskan pada Shira, lesung pipi itulah dulu yang membuatku tertarik padanya.

 

baby

 

Tibalah kami diapartement, aku langsung masuk kedalam begitu pintu terbuka, udara malam ini sangat dingin aku takut Shira kedinginan. Aku masuk kekamar yang selama ini ku tempati namun aku tertegun melihat kamar ini tampak berubah, kamarku kini berubah menjadi kamar bayi perempuan yang manis. Wallpaper temboknya berwarna Pink penuh dengan bunga dan beruang-beruang kecil sebagai hiasannya.

“Oppa…” aku memanggil Jaejoong Oppa yang tengah memasuki kamar dan meletakkan tas dan perlengkapan Shira.

Wae…!!!” tanyanya sambil mendekatiku

“kau yang melakukan ini?” tanya ku tanpa memandangnya

eoh, eotthe? Manis kan cocok untuk Shira” aku masih tak percaya apa yang baru saja kulihat.

“ah ya… karena sekarang kamar ini menjadi kamar Shira, kau akan menggunakan kamar yang didepan”  aku terkejut mendengarnya. Bukankah itu kamarnya.

“lalu kau…?”

“aku bisa tidur di ruang kerja ku, kau tak perlu khawatir” jawabnya sambil keluar dari kamar. Aku meletakkan Shira di box bayinya dengan hati-hati agar dia tak terbangun.

Aku keluar menghampiri Jaejoong Oppa yang tengah duduk di ruang Tv. Aku tidak menyangka dia sangat menyayanggi Shira sampai rela memberikan kamarnya untuk kami.

“kenapa kesini? Ini sudah malam, lebih baik kau juga istirahat” katanya begitu melihatku mendekat.

Aku menurut dan melangkah menuju kamar baruku. Aku menganti bajuku dan berbaring di kasur. Namun aku sama sekali tidak bisa tidur, pikiranku masih tertuju pada Jaejoong Oppa, bagaimana dia bisa tidur diruang kerja? Aku tak ingin dibilang istri yang menelantarkan suami, maka aku pun kembali menghampirinya yang masih menonton Tv.

“Oppa…” panggilku dia menoleh dan melihatku

Wae..? kau membutuhkan sesuatu?”

Ani… aku ingin bilang, bahwa aku tak bisa membiarkan mu tidur di ruang kerja atau disofa, itu bisa membuat seluruh badanmu sakit” dia hanya menatapku

“Aku tak ap…”

“kau bisa menggunakan kamar itu denganku” aku memotong kalimatnya. Dan kulihat dia membulatkan mata

Mwo!!! Sudahlah Yoora aku tak apa-apa”

Andwee… memang sudah begitu kan seharusnya, kau tidur dikamar yang sama denganku” jelasku.

“aku tak ingin mengganggumu Yoora~a”

“aku tak merasa terganggu” aku mendekatinya dan duduk disampingnya sambil menarik narik kecil lengan bajunya.

“jangan membuatku merasa bersalah Oppa, lagipula aku istrimu, Jeball Oppa” dia menghembuskan napas pelan, semoga dia setuju

Johae, tapi sekarang kau istirahatlah dulu sana”

Yakseo?”   “Eoh Yakseo” aku tersenyum mendengar keputusannya

 

Aku kembali ke kamar dan berbaring lagi, kukira aku bisa tidur setelah mengatakan itu, tapi nyatanya aku malah berdebar-debar. Membayangkan, bahwa malam ini aku akan tidur dikamar yang sama dengan Jaejoong Oppa. Apa kubatalkan saja ucapanku tadi. Aniya … tidak bisa begitu lagi pula kami kan sudah enam bulan menikah.

 

Aku mendengar langkah kaki menuju kamar, aku langsung memejamkan mataku saat pintu kamar perlahan terbuka. Aku tau sekarang Jaejoong Oppa sedang berjalan mendekati ku, tidak lebih tepatnya menuju sisi kasur disebelahku. Kurasakan kasur bergerak, menandakan dia telah tidur disebelahku. Dia membenarkan letak selimut yang ku pakai sampai keleher ku kemudian aku juga merasa hembusan napasnya tepat di wajahku. Oh Tuhan apa yang sedang ia lakukan sekarang, semoga saja dia tak mendengar suara jantungku yang derdetak keras ini. Samar-samar aku mendengar dia berkata

Gomawo Yoora~a, selamat tidur”.

 

@@@

 

 

@setahun kemudian

 

 

*Author POV*

 

“Shira, Shira~a… kau dimana sayang” teriak Yoora yang sedang mencari dimana balita kecilnya itu, baru saja Yoora meninggalkannya mengambil air minum untuk Shira tapi, makhluk kecil itu sudah menghilang dari pandangannya.

buat-jd-shira

“ternyata kau disini” Shira sedang duduk di sela-sela sofa ruang tamu, seperti sedang bermain petak umpet. Ya… sudah setahun sejak kelahiran malaikat kecilnya itu, sekarang dia sudah bisa berjalan tertatih, jadi jika Yoora tak mengawasinya sedikit saja, balita itu pasti sudah menghilang.

Yoora merentangkan tangan untuk menggendong Shira,

“jangan jalan-jalan sendiri tanpa eomma sayang, nanti kalau kau jatuh tak ada yang menolongmu” tapi Shira malah tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang indah.

“kenapa tertawa? kau senang melihat Eomma kebingungan seperti tadi ya”

 

“aku pulang” sebuah suara menghentikan aktifitas mereka yang sedang bermain. Mereka menoleh ke arah sumber suara dan melihat Jaejoong telah kembali.

“Shira~a, Appa pulang sayang” melihat Appanya pulang, Shira melambai-lambaikan tangan pada Jaejoong meminta di gendong. Yoora pun memberikan Shira pada Jaejoong.

“kau jaga Shira sebentar Oppa, aku akan menyiapkan air mandimu,” lalu Yoora pun menghilang dalam kamarnya.

 

“apa saja yang sudah kau lakukan hari ini Jagi” tanyanya pada bayi dipangkuannya itu.

Shira hanya menjawab dengan menepuk-nepukkan tangannya dan tertawa bersemangat.

“wah… sepertinya seru sekali? Sampai-sampai kau segembira ini Jagi

“ya… hari ini sudah berapa kali dia membuatku kewalahan” sambung Yoora yang sudah selesai dengan pekerjaanya

“dia selalu menghilang setiap kali aku lengah tak melihatnya” tambah Yoora

“benarkah? Uri Shira sudah pintar membuat Eomma khawatir rupanya”  dan lagi-lagi shira tertawa

“Shira~a kenapa tertawa terus memang Eomma terlihat lucu” Protes Yoora pada putrinya. Jaejoong juga malah ikutan tertawa mendengar protes istrinya.

“kalian berdua kompak sekali menertawakan aku yah” ucap Yoora sambil menggembungkan pipinya.

“sudah-sudah, Shira ayo kesini biarkan Appa membersihkan diri dulu baru bermain lagi” Yoora mengambil Shira dari pangkuan Jaejoong. Namun sepertinya Shira enggan berpisah dari Appanya dia masih bergelayut dilengan Jaejoong

“Kau merindukan Appa ya? Baiklah Appa janii setelah mandi kita akan bermain lagi” ucap Jaejoong. Barulah Shira melepaskan diri dari pangkuan Jaejoong.

 

 

*Yoora POV*

 

Jaejoong Oppa menepati janjinya dia langsung menghampiri Shira setelah selesai mandi. Dia menemani Shira bermain bahkan mereka tertawa, kejar-kejaran sampai mengajari Shira bicara.

“ayo Shira… ikuti Appa ya say APPA” aku melihat Jaejoong Oppa sedang mendikte kata untuk Shira. Namun Shira masih belum fasih mengikutinya tak jarang Shira malah mengabaikannya.

Jagi… kenapa kau tak mengikuti Appa?” tanya Jaejoong Oppa sambil menggembungkan pipinya. Shira tertawa karena berhasil membuat Appanya kesal.

“hei… kau mengerjai Appa rupanya, terima hukumanmu kalau begitu” Jaejoong Oppa meraih Shira dan mengelitiki bayi kecilku. Aku tersenyum melihatnya, mereka benar-benar tampak seperti layaknya ayah dan anak kandung. Aku bersyukur Jaejoong Oppa dapat menerima Shira dengan baik bahkan lebih dari itu, dia juga sangat memanjakan dan menyayangi Shira seperti anak kandunganya.

“baiklah sayang, hari ini cukup bermainnya ya, sudah waktunya kau tidur” aku menghampiri Shira dan mengendongnya. Jaejoong Oppa memberikan Ciuman di kening dan kedua pipi Shira.

“aku akan menidurkan Shira, kau istirahatlah dulu Oppa” Jaejoong Oppa mengangguk, aku berjalan menuju kamar Shira. Aku meletakkan Shira di Boxnya dan memberikan botol susu padanya sambil mengusap-usap keningnya. Tak lama setelah susunya habis Shira pun tidur. Pelan-pelan kutarik tanganku dari keningnya dan mengecup singkat pipinya. Aku mematikan lampu dan menutup pintu kamarnya.

 

Sebelum tidur aku merapikan semua mainan Shira dan membereskan bagian rumah yang berantakan akibat ulah Shira dan Jaejoong Oppa barusan. Setelah rapi semua barulah aku masuk kekamar, kulihat Jaejoong Oppa sedang membaca sesuatu diatas kasur, aku berjalan mendekati lemari mengambil piyama tidurku dan menggantinya di kamar mandi.

Selesai mengganti bajuku, aku langsung mendudukkan tubuhku di kasur sambil menyejajarkan dengan Jaejoong Oppa.

“Apa ada masalah dikantor Oppa? Kau terlihat serius sekali membacanya” dia mengalihkan pandangannya padaku

Ani… ini hanya kerjasama penggabungan berapa persen saham perusahaan” jawabnya sambil merapikan kertas-kertas dan meletakkanya di meja sebelah kasur.

“hari ini apa saja perkembangan Shira”

“belum ada yang baru dia masih suka berceloteh ria saja, tapi ucapannya belum ada yang benar” jawabku

“aku tak sabar mendengar kalimat pertama apa yang akan dia ucapkan” Jaejoong Oppa membaringkan tubuhnya.

“kau lelah? Mau kubuatkan sesuatu”

“tidak usah, Nan Gwenjhana, oh ya… besok malam bisakah kau meminta Yoona~sii datang untuk menemani Shira” aku sedikit bingung mendengar permintaannya

“menemani Shira?”

“besok malam aku akan mengajak mu, menghadiri acara diperusahaan banyak kolega-kolega bisnis ku yang datang, mereka bilang mereka ingin melihat istriku seperti apa”

“untuk melihat aku?”  tanyaku tak percaya

“saat pernikahan kita banyak  rekan bisnisku yang tak bisa hadir jadi mereka ingin bertemu denganmu” mendadak aku jadi tegang ini pertama kalinya Jaejoong Oppa mengajakku ke acara resmi.

“sudah malam ayo kita tidur” aku mengikutinya membaringkan tubuhku disebelahnya. Ya sejak aku mengizinkan dia tidur di kamar yang sama, sekarang kami sudah terbiasa dengan hal ini, kami tidur berdampingan dan tak pernah melakukan apa-apa.

 

@@@

 

 

*Auhtor POV*

 

Ting tong ting tong

Bunyi suara bel membuat Yoora yang sedang menabur bedak diwajahnya dan Jaejoong yang sedang menemani Shira mengalihkan perhatian mereka pada suara itu. Saat Yoora akan keluar dari kamar Jaejoong teriak di luar pintu kamar.

 

sd29863-korea-fashion-maxi-dress

 

“biar aku saja yang membukanya” Yoora menghentikan langkahnya dan meneruskan kegiatannya yang terpotong tadi.

Anyeonghaseo, Jaejoong~sii” sapa gadis manis dihadapan Jaejoong

Anyeonghaseo Yoona~sii silahkan” jawab Jaejoong sambil mempersilahkan tamunya masuk. Yoona masuk kedalam dan langsung disambut oleh Shira yang sudah menunggunya

“Aigoo, keponakan kecilku kau bertambah cantik saja” katanya sambil menggendong Shira.

“maaf kami merepotkan mu” ucap Jaejoong   “Aniyo … aku tak direpotkan, lagipula aku juga sudah lama tak bertemu dengan Shira.”

 

Tak lama setelah itu Yoora pun keluar dari kamarnya.

“kau sudah datang Yoong?” tanyanya begitu keluar dari kamar

“Omo… Neo Yeppeota Yoora~a” jawabnya sambil menatap sahabatnya. Mendengar itu Jaejoong juga mengalihkan pandangnya pada istrinya. Dia tampak membelalakan mata, istrinya benar-benar sangat cantik malam ini,

“Oppa… ada yang salah dengan penampilanku” tanya Yoora sambil merapikan dress yang ia kenakan. Yoora memakai dress hitam sederhana yang menjuntai sampai mentupi mata kakinya, bagian pundaknya berbentuk leher Sabrina yang penuh taburan manik-manik berkilau. Dia juga menggulung rambut panjangnya dan di jepitkan hiasan rambut berbentuk bunga disana. Serta taburan make-up natural menambah wajahnya semakin terlihat cantik.

Aniya… kau tampak cantik” ucap Jaejoong pelan, namun Yoora masih sempat mendengarnya,

“kekeke” tawa seseorang balita mengalihkan pandangan Jaejoong.  “Uwa… Shira jangan meledek Eomma Appamu yang sedang mesra donk sayang” ucap Yoona sambil senyum-senyum. Membuat wajah dua orang dihadapannya merah padam.

“sudah waktunya, ayo kita berangkat” Jaejoong mencoba mengalihkan perhatian dia berjalan mendekati Shira yang dalam gendongan Yoona

“appa pergi dulu ya Jagi, kau tak boleh nakal dengan Yoona Auntie” dia lalu berjalan mengambil kunci mobil.

“Aku pergi Yoona~a, tolong jaga Shira” ucap Yoora sambil mengelus dan mengecup pipi Chuby putrinya.

Arraseo, bersenang-senanglah” Jawab Yoona sambil mengedipkan mata.

Yoona tampak senang melihat rumah tangga sahabatnya baik-baik saja, walaupun dia tau terkadang Yoora juga masih membiasakan diri untuk menjadi istri yang baik bagi Jaejoong.

Dalam perjalannan menuju hotel tempat acara itu, entah mengapa Yoora merasa sangat tegang hingga ia sama sekali tak bisa duduk tenang.

“Yoora~a kau kenapa?” tanya Jaejoong yang sejak tadi memperhatikannya.

Ani Nan Gwenjhana” jawabnya bohong.  “Oppa…!!!” panggil Yoora pada Namja di sebelahnya.

“hem” jawab Jaejoong yang masih terus focus menatap jalan

Aniya…” Yoora tak jadi bertanya  “Wae?” tanya Jaejoong   “Aniya…” Yoora mengalihkan pandangannya keluar jendela

Waeyo Yeobo” mendengar panggilan itu membuat Yoora membulatkan mata dan menatap Jaejoong. Melihat ekspresi istrinya Jaejoong tertawa dan membuat Yoora makin tak mengerti

“kita harus menggunakan panggilan itu dipesta nanti, agar tak menimbulkan pertanyaan, kau harus membiasakannya” jelas Jaejoong. Yoora hanya mengangguk menyetujuinya.

Arraseo Yeobo”lanjutnya lagi,   “A… rra… seo” jawabnya gugup, sepertinya dia harus menyiapkan dirinya agar jantungnya tak lompat dari tempatnya.

 

Mereka sampai di tempat pesta. Dan itu semakin membuat Yoora Deg-degan. Jaejoong memutari sisi mobil dan membukakan pintu untuk Yoora. Jaejoong melengkungkan sisi lengannya. Yoora mengerti dan langsung meraih tangan suaminya. Jaejoong memposisikan telapak tangannya menyentuh perut memberikan ruang siku agar tangan Yoora dapat melingkar. Mereka berjalan beriringan menuju ruang pesta. Yoora jadi ingat saat dia melingkari tangan Jaejoong dan berjalan beriringan seperti ini saat setahun lalu di pernikahan mereka. Sampai sekarang baru kali ini mereka melakukanya lagi.

 

“jangan tegang seperti itu, aku tak membawamu menuju altar lagi rilekslah sedikit” ucap Jaejoong santai. Sepertinya dia bisa membaca pikiran Yoora saat ini.

“Oppa nanti kau jangan meninggalkan aku teralalu lama ya” ucap Yoora sambil memohon pada suaminya. Melihat istrinya yang tegang Jaejoong mengerjainya.

Ne Yeobo” ucapnya pelan tepat di telinga Yoora. Membuat pipi yeoja itu memerah sontak Jaejoong tertawa. “Oppa!!!” Yoora mencubit lengan suaminya. Dia masih tertawa sampai mereka tiba di tempat acara.

“jangan tertawa lagi kita sudah sampai Oppa” Yoora merapatkan langkahnya pada Jaejoong dan mengguatkan peganganya. Kali ini ia merasa benar-benar tegang karena begitu mereka memasuki ruangan semua mata seakan tertuju pada mereka berdua yang tengah melangkah memasuki ruangan, bukan apa-apa tapi bagi Yoora ini pertama kalinya Jaejoong mengajaknya ke pesta seperti ini, tentu saja rasa gugup menyelimutinya.

“Direktur Kim anda telah datang” seseorang menyapa mereka setelah tiba di sana.

“Ne.. Tuan Park, Gamsahamida” Jaejoong Oppa membalas uluran tangannya.

“Oh… inikah istri anda Direktur?” ucap istri tuan Park

“Ne…Yeobo perkenalkan ini nyonya Park Taeyoon istri dari Tuan Park Jungsoo salah satu rekan kerjaku” ucap Jaejoong sambil menatap Yoora. Yoora yang sedaritadi masih menggandeng tangan Jaejoong terpaksa harus melepaskan diri dan menyalami tamunya.

Anyeonghaseo Kim Yoora Imnida, Bagapshimida” ucapnya sambil mencoba tersenyum untuk menghilangkan rasa tegangnya.

“Ne… Anyeonghaseo Nyonya Kim, aku senang sekali bisa bertemu Nyonya, maafkan kami karena tak bisa hadir diacara pernikahan kalian saat itu kami sedang berada di jepang padahal aku ingin sekali bertemu anda” seru Ny Park.

“hahaha. Benar Nyonya Kim, istriku ini sangat ingin bertemu denganmu, dia terlihat senang sekali begitu tau anda juga akan hadir” Yoora hanya tersenyum ramah pada mereka.

“Ny Taeyoon bisakah anda membawa istriku untuk bertemu Nyonya-Nyonya yang lain, agar bisa bersosialisasi” pinta Jaejoong, Yoora memandangnya penuh tanya

“tentu saja dengan senang hati direktur” Jaejoong menatap Yoora dan memberi anggukan kecil, Yoora mengerti dan mulai mengikuti langkah Taeyoon.

“anda beruntung sekali Ny , mendapatkan suami yang tampan seperti Direktur Kim, ah tidak hanya kau yang beruntung direktur Kim juga beruntung mendapatkan istri cantik seperti dirimu” ucap Taeyoon

“Ne… Gamsahamida” mereka berhenti untuk menyapa beberapa Orang disana.

“selamat malam semua” sapa Taeyoon pada sekumpulan wanita dihadapannya.

“Taeyoon~sii, hai loh bukankah ini istri direktur Kim?” tanya seseorang yang melihat Yoora    “Ne… saya istrinya”jawab Yoora

“Aigoo. Apakah ingat aku? Aku Shin Yukyung istri dari Tuan Shin, kami hadir diacara pernikahan kalian” Yoora mencoba mengingat namun sepertinya terlalu banyak orang yang hadir diacara pernikahannya.

“maaf Ny Shin mungkin aku harus lebih banyak menghapal anda semua”

“ah.. tak perlu begitu, wajar anda tak ingat kita baru sekali bertemu” serunya sambil mengenggam tangan Yoora.

“kudengar anda sudah memiliki seorang anak benarkan Ny laki-laki atau perempuan?” tanya Ny Shin.

Ne… dia perempuan”    “pasti cantik seperti anda Ny” ucap Ny Shin. Yoora tersenyum mendengarnya. “kalau Putri biasanya lebih dekat dengan ayahnya Ny kim” seru Taeyoon

Nemajhayo dia memang lebih dekat dengan Jaejoong Oppa”

Mereka berbincang-bincang ramah sambil sesekali Yoora mengintip sedang berada dimana suaminya dan memastikan kalau dirinya berada tak jauh dari Jaejoong.

 

Saat sedang berbincang-bincang dengan tamu yang ada dihadapannya. Tiba-tiba Jaejoong memanggilnya “Yeobo…!!!” seketika jantung Yoora mulai bergemuruh tak tenang mendengar panggilan itu, dia merasa saat ini pasti wajahnya tengah memerah, dengan malu dia menatap suaminya yang berjarak beberapa langkah didepannya. Jaejoong melambaikan tangan meminta Yoora untuk mendekat. Yoora pun segera berpamitan pada tamu dihadapannya. Dia berjalan mendekati Jaejoong namun tiba-tiba matanya menangkap sepasang suami istri yang sedang menyapa suaminya, jantungnya yang sejak tadi sudah berdetak kencang sekarang semakin tambah kecepatannya. Dia mematung melihat mereka.

 

Yeobo~a keuraba” Jaejoong memanggilnya lagi.

 

 

~tbc~

 

Maaf Readers kalo part yang satu ini agak berantakan, aku juga bingung sendiri kenapa yang satu ini malah jadi begini ya… ckckck author aneh, yah walupun begitu aku tetep gak bosen untuk meminta readers semua me RCL FF ku….

7 thoughts on “Only Exception part 3

  1. first comment????
    *tengok kanan kiri*
    omo omo,aku suka banget yoora sama joongie ><
    tapi siapa tuh yang buat yoora terkejut?
    jangan bilang kalo itu appa nya shira T.T

    • aliceappril berkata:

      Hehehe… kalo aku lebih suka bang Jaejoong sama aku… hehehe kidding.
      ehmm siapa ya, jawabannya ada dipart 4 selamat membaca dab tetap RCL

  2. Young Hee berkata:

    Huah… Jaejoong oppa kasian bgt! Masa dah 1th lbh nikah blom dpt haknya sbg suami! -_- Kpn yoora sadar nih! *gemes*
    dan… Siapa ayah dr anak yoora?? *mikir*
    update kilat yah, author! ^^
    FIGHTING!

  3. aliceappril berkata:

    iya nih, soalnya Yoora masih butuh proses buat bisa cinta lagi sama seseorang, setelah dia disakiti sama mantannya…
    coab tebak siapa ? kan aku udah ngasih cluenya…

    udah di update kok…

  4. chunnie_man berkata:

    Yoora n jae oppa couple kapan bikin anak ke2nya.so sweet deh jae oppa.tpi alurnya agak kcptn feelnya bca hanya sedkit.semangat buat author.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s