Because I Love You Part 3


Title : Because I Love You

Cast : Jung Yunho

Rating : NC17(mungkin bisa berubah di next part)/Straight

Author : Lee Eun Ri

A/N: cerita ini author bikin dengan otak mumet jadi klo agak2 gaje, aneh and ga dpt feelnya mohon di maklum ya :D … ga di edit sebelumnya jd kemungkinan ada typo,skali lg mohon di maklum. judulnya agak2 aneh krn author bingung ngasih judul…

Part 1 & 2 bisa di cari di sini

Happy Reading

Ciuman tadi memang membuat Yunho senang tapi ia sadar kalau itu bukan berarti Hee Young mencintainya. Ciuman tadi pun membuatnya merasa bersalah karena membuat yeoja itu teringat masa lalunya yang buruk.

“Hee Young-a, kau harus menarik kata-katamu tadi yang mengatakan aku playboy jelek dan bawel.” Ucap Yunho berusaha membuat Hee Young melupakan kesedihannya. Ia pun sebenarnya tidak terima di sebut jelek.

“Tidak mau.” Jawab Hee Young cepat.

“Aish! Kau yeoja keras kepala.” Ucap Yunho.

“Kalau begitu kau bisa berhenti mencintaiku. Aku tidak memaksa.” Jawab Hee Young. Yunho mengeratkan pelukannya saat mendengar ucapan Hee Young.

“Ucapanmu menakutkan. Aku tak akan melakukannya. Tapi bisakah kau memelukku juga? Setiap kali aku memelukmu kau selalu diam dan tak membalasnya.” Yunho meraih tangan Hee Young dan meletakannya di pinggangnya lalu kembali memeluk yeoja itu erat.

“Dasar playboy jelek.” Ucap Hee Young. Tak lama ia melepaskan pelukan namja itu.

‘Tuhan, apakah dia KAU kirim untukku? Kenapa aku sampai saat ini tidak bisa merasakan apa-apa terhadapnya?’

Hee Young menghapus air matanya lalu mengatur nafasnya.

“Kau itu dingin, keras kepala, menyebalkan tapi terkadang berubah menyenangkan, hangat, ramah dan baik. Tapi tak lama karena dengan cepat kau kembali lagi seperti biasa. Aku ingin merubahmu.” Ucap Yunho sambil membantu yeoja itu menghapus air mata yang masih mengalir.

“Aku tak mau berubah.” Ucap Hee Young. Yunho menghela nafas.

“Paling tidak kau ubah sifatmu yang menjaga jarak dengan namja. Kau menjaga jarak dengan namja tapi tanpa kau sadari kau juga menjaga jarak dengan yeoja. Kau jadi tidak mempunyai teman.” Ucap Yunho memberikan nasihat. Hee Young tak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya bisa diam mendengar nasihat Yunho. Namja itu mengelus rambutnya dengan lembut.

“Aku pergi dulu. Bosku menunggu terlalu lama.” Ucap Hee Young.

“Mmm aku ikut. Aku harus meminta maaf pada bosmu.” Ucap Yunho. Keduanya berjalan menuju kantin. Hee Young membungkukkan badannya meminta maaf karena terlalu lama.

“Mianhamnida, tuan. Saya terlalu lama keluar membuat tuan menunggu lama.” Ucap Hee Young.

“Hmmm, lain kali kau tak boleh seperti ini, ok? Beruntung aku hari ini hanya berkeliling kampus. Duduk dan makanlah pesananmu ini.” Ucap Junsu. Ia melirik namja di sebelah asistennya.

“Mianhamnida tadi saya bersikap tidak sopan pada anda.” Ucap Yunho sambil membungkukan badannya. Ia mendengar suara dari orang-orang di kantin karena melihatnya membungkukkan badan. Tapi ia peduli dengan hal itu.

“Sudah tidak apa-apa. Berhenti membungkuk seperti itu, aku risih di lihat oleh orang-orang di sini.” Ucap Junsu. Yunho pun berhenti membungkukkan badannya.

“Kau, ayo duduk dan makan pesananmu ini.” Perintah Junsu pada Hee Young. Hee Young pun langsung duduk dan perlahan memakan pesanannya tadi.

“Kau kuliah di sini juga? Duduklah. Kita mengobrol sebentar.” Ucap Junsu pada Yunho. Yunho pun tersenyum dan duduk di sebelah Hee Young dan berhadapan dengan Junsu. Namja yang baru ia kenal.

“Ne saya kuliah di sini. Ah saya lupa memperkenalkan diri. Jung Yunho imnida.” Ucap Yunho ramah.

“Kim Junsu imnida. Kuliahmu jurusan apa? Mau berteman denganku? Aku belum mempunyai teman disini karena baru datang ke Seoul.” Ucap Junsu ramah.

“Saya kuliah di jurusan IT. Tentu saja, senang bisa mempunyai teman baru.”

“Wah IT? Kalau begitu sama denganku. Jangan terlalu formal, santai saja. Sepertinya kau lebih tua dariku.” Junsu tersenyum. Dan mulailah ke dua namja itu mengobrol dengan asik. Obrolan mereka terkadang membuat Hee Young pusing karena tak mengerti tentang IT.

Tak lama Junsu berpamitan pada Yunho, ia harus pergi karena ada urusan lain. Ia menjabat tangan teman barunya itu lalu pergi dengan Hee Young. Junsu berjalan menuju mobilnya. Ia berbalik sebelum naik mobilnya.

“Begini, kau lihat jadwal kuliahmu dengan jadwal kuliahku. Aturlah bagaimana caranya agar jadwal kuliahmu tidak menganggu pekerjaanmu. Jika pekerjaanmu terganggu otomatis pekerjaanku akan berantakan. Ingat kau asistenku dan harus mengingatkanku pada semua jadwalku. Ah aku lupa memberitahukanmu, kau tidak hanya menjadi asistenku tapi juga merangkap menjadi sekertarisku. Jangan sampai lupa pesanku ini, ok? Jangan sampai pekerjaanku berantakan hanya karena kau teledor mengatur jadwalmu sendiri.” Ucap Junsu memperingatkan. Hee Young mengangguk mengerti. Junsu ke dalam mobilnya untuk mengambil sebuah agenda lalu ia berikan pada Hee Young.

“Itu agenda pekerjaanku. Jangan sampai hilang dan kau mulailah belajar menjadi asisten sekaligus sekertarisku yang baik dan rajin. Tak usah buru-buru mempelajari pekerjaan ini, santai saja asal kau perlahan terbiasa dan bisa.” Ucap Junsu. Ia melihat kegugupan dan ketakutan dari asisten barunya itu.

“Tenang saja, pekerjaanku di kantor belum terlalu berat. Appa-ku belum memberikanku pekerjaan terlalu berat karena kuliahku. Kau santailah sedikit. Aku pergi.” Ucap Junsu sambil menepuk bahu Hee Young lalu setelah itu masuk ke dalam mobilnya. Hee Young membungkukkan badannya. Setelah namja itu pergi Hee Young menghela nafas panjang.

“Oh ya Tuhan. Kenapa gugup seperti ini?” Gumam Hee Young. Ia sedikit meloncat kaget saat tiba-tiba ada orang yang mengelus rambutnya. Hee Young mendengus kesal saat melihat ternyata Yunho.

“Kau gugup dengan pekerjaan barumu ini?” Tanya Yunho. Ia tersenyum pada Hee Young.

“Bukan urusanmu.” Jawab Hee Young dingin.

“Hei, kau jangan lupa kalau tadi kau setuju denganku. Kita dalam tahap pendekatan dan kau berjanji tidak menutupi apapun dariku.” Ucap Yunho mengingatkan.

“Kalau begitu aku tari…” Ucapan Hee Young terhenti karena Yunho menutup mulutnya dengan tangan namja itu.

“Aku tidak mau mendengar kau menarik kata-katamu.” Ucap Yunho seolah tahu apa yang akan di katakan Hee Young. Ia melepaskan tangannya yang menutup mulut yeoja itu. Yunho tersenyum mendengar Hee Young berdecak kesal.

“Ayo jawab pertanyaanku tadi. Ah tapi di mobil saja. Kau sudah tidak ada kegiatan kan? Ayo kuantar kau pulang.” Yunho menarik tangan Hee Young menuju mobilnya. Hee Young mau tak mau naik mobil namja itu.

“Nah sekarang jawab pertanyaanku tadi.” Ucap Yunho sambil tetap fokus mengemudi. Hee Young terdiam sesaat dengan menatap Yunho lalu tak lama ia menatap keluar jendela.

“Ne, aku gugup. Ini pertama kalinya aku mendapatkan pekerjaan seperti ini.” Ucap Hee Young jujur. Tangannya kembali bergetar karena berdekatan dengan namja. Ia merutuk dalam hati dengan traumanya yang tak hilang-hilang itu.

Yunho melirik sekilas dan melihat tangan yeoja itu bergetar. Ia menggenggam tangan Hee Young sedikit erat. Merasakan getaran seperti itu, Yunho berfikir kalau tangan Hee Young bergetar bukan karena gugup akan pekerjaannya melainkan karena dekat dengannya.

“Jangan takut, aku bukanlah namja brengsek itu. Aku akan berusaha melindungimu semampuku.” Ucap Yunho.

“Hilang? Bisakah?” Ucap Hee Young tak yakin.

“Pasti bisa, asal kau mau berubah dan aku pasti akan membantu. Oh iya mengenai pekerjaanmu, aku akan memberitahukanmu beberapa hal nanti saat sampai di rumahmu dan akan membantumu belajar jadi asisten yang baik. Kau harus semangat, aku akan mendukungmu.” Yunho memberi semangat dan tersenyum pada Hee Young.

“Benarkah semua ucapanmu itu?”

“Ne, tentu saja.” Jawab Yunho mantap. Saat ia akan menarik tangannya Hee Young menahannya dan kini malah tangannya yang di genggam oleh kedua tangan yeoja itu. Yunho menatap Hee Young tapi yeoja itu menatap keluar jendela, ia masih bisa melihat semburat merah di wajah Hee Young. Hal itu membuatnya tersenyum.

“Kau manis sekali jika sedang seperti ini.” Ucap Yunho. Ia merasa mendapatkan reaksi positif dari Hee Young.

“Kau harus menepati semua janjimu. Aku akan berusaha menghilangkan traumaku tapi aku minta bantuamu.” Ucap Hee Young dengan tetap menatap keluar jendela mobil di sampingnya.

“Ne.” Jawab Yunho mantap.

“Dan aku akan berusaha mencintaimu.” Ucap Hee Young yang membuat Yunho langsung mengerem mobilnya secara mendadak. Hee Young mengaduh kesakitan karena terbentur, ia mengelus-elus kepalanya yang sakit. Hee Young menatap Yunho, namja itu menatapnya dengan tatapan yang menurutnya aneh.

“Kenapa menatapku seperti itu? Mau marah? Seharusnya aku yang marah karena kau mau membunuhku. Jangan sekali-kali mengerem mobil mendadak.” Omel Hee Young.

“Kau mengucapkan apa tadi? Bisa kau ulangi?” Pinta Yunho.

“Tidak.” Jawab Hee Young cepat.

“Tapi apa yang kudengar tadi tidak salah kan?” Tanya Yunho memastikan.

“Tidak. Aish! Kau membuatku malu dan kesal. Aku turun di sini saja.” Hee Young membuka pintu mobil tapi dengan cepat Yunho menahannya. Namja itu memintanya untuk tetap di mobil. Hee Young berdecak lalu kembali duduk seperti biasa. Yunho pun kembali mengemudi seperti biasa tapi ia tak bisa menutupi kebahagiaannya karena ucapan Hee Young tadi. Sesekali tanpa sadar ia berteriak senang.

“Sepertinya akan sulit bagiku untuk mencintaimu, Yunho sunbae.” Ucapan Hee Young membuat Yunho membelalakan matanya.

“W wa wae?” Tanyanya takut.

“Aku tidak akan mau berpacaran dengan namja gila yang sejak tadi senyum-senyum sendiri dan berteriak tidak jelas. Aku lebih memilih sendirian seumur hidup dari pada nanti aku ikut sinting.” Ucap Hee Young asal. Entah kenapa mendengar itu Yunho malah tertawa cukup keras. Hee Young berbeda dengan Yunho, ia mengerutkan dahinya melihat Yunho tertawa.

“Kenapa? Lihatkan. Bagaimana aku bisa belajar mencintaimu kalau kau belum apa-apa sudah menjadi namja gila seperti ini.” Ucap Hee Young sambil sedikit menjauhkan tubuhnya dari Yunho.

“Mian mian mian. Mungkin inilah bukti dariku kalau kau terkadang menyenangkan. Kau terkadang bisa membuatku tertawa lepas hanya dengan ucapan sederhanamu itu. Yah walaupun ucapanmu sedikit pedas tapi itulah kau, yeoja yang kucintai.” Ucap Yunho.

“Dasar tukang rayu.” Ucap Hee Young. Ia kembali menatap keluar jendela, kali ini untuk menutupi wajahnya yang tiba-tiba saja memanas.

‘Aish! kenapa dengan wajahku ini? Menyebalkan.’

“Tapi aku jujur.” Ucap Yunho.

“Sudahlah cepet kemudikan mobil ini, playboy jelek.” Ucap Hee Young sekaligus meledek Yunho. Yunho mengemudikan mobilnya lagi.

“Hei dengar ya. Aku sudah tidak menjadi playboy lagi. Aku sudah memutuskan semua pacar-pacarku. Semua itu karenamu. Aku berubah hanya demi kau.  Hidupku yang urakan dan tidak teratur kutinggalkan dan aku mulai serius kuliah. Semua itu kulakukan hanya demi kau, Jin Hee Young.” Ucap Yunho sedikit kesal.

“Dan aku itu tampan bukan jelek. Kau harus meralatnya.” Tambahnya lagi. Mendengar itu membuat Hee Young terkekeh geli. Ia berusaha agar tidak tertawa tapi tidak berhasil.

Hee Young tak mempedulikan ucapan Yunho yang memintanya berhenti menertawakannya.

Setelah sampai di rumahnya, Hee Young masih saja tertawa geli. Yunho memanyunkan bibirnya tidak suka. Hee Young berusaha menahan tawanya saat melihat wajah Yunho yang kesal.

“Mian.” Ucap Hee Young sambil sekuat tenaga menahan tawa.

“Teruslah tertawa sampai kau puas.” Ucap Yunho kesal.

“Jeongmal mianhae. Habisnya aku merasa sangat lucu dan sedikit aneh dengan ucapanmu tadi.” Ucap Hee Young.

“Kalau di lihat dari wajah dan penampilanmu, kau tidak terlihat seperti namja serius. Tingkat kepercayaan dirimu pun sangat tinggi. Kau menyebut dirimu sendiri tampan. Baru kali ini aku mendengar orang memuji diri sendiri.” Yunho semakin kesal dengan ucapan Hee Young dan berniat akan pergi. Hee Young meraih tangan Yunho dan menggengamnya.

“Mianhae aku menertawakanmu tapi bagaimanapun terima kasih kau mau berubah demi diriku. Dan kuharap perubahan itu tidak bersifat sementara. Kurasa kini tinggal aku yang harus membuktikan padamu kalau aku bisa berubah tapi perubahanku ini aku sangat meminta bantuanmu. Jujur aku sangat takut. Takut jika ada namja berada di dekatku.”

“Berada di dekatmu sekarang pun aku masih takut. Yah walaupun sudah sedikit berbeda dari pertama kali bertemu tapi tetap saja.” Hee Young meletakan tangan Yunho ke pipinya, ia memejamkan matanya merasakan telapak tangan hangat namja itu. Yunho mengelus pipinya  membuat Hee Young tersenyum. Tak lama ia menjauhkan tangan namja itu dari pipinya.

“Kau bergetar.” Ucap Yunho. Hee Young mengangguk mengiyakan perkataan Yunho.

“Lihatkan. Berada di dekatmu saja aku masih seperti ini. Padahal tadi aku yang berinisiatif meletakan tanganmu di pipiku. Mianhae.” Ucap Hee Young. Yunho tersenyum lembut.

“Kata-katamu cukup romantis. Aku menyukainya.” Ucapannya mendapatkan gigitan dari Hee Young di tangan kanannya yang tengah di genggam yeoja itu. Reflek Yunho pun berteriak sakit.

“Aku sedang tidak merayumu seperti yang kau lakukan setiap hari padaku, Jung Yunho. Aku serius.”

“Arraseo, mianhae. Aku akan membantumu dan perlahan kau pasti bisa menghilangkan traumamu itu.” Ucap Yunho. Hee Young tersenyum tipis.

“Dan tolong kurangi rasa percaya dirimu yang teramat sangat tinggi itu, tuan playboy jelek.” Hee Young meninggalkan Yunho dan melangkah masuk ke dalam rumah kecilnya. Yunho menghampiri yeoja itu ke dalam rumah.

“Mau apa kau?” Tanya Hee Young bingung melihat namja itu masuk ke dalam rumahnya.

“Memberikanmu pelajaran tentang pekerjaanmu sebagai asisten.” Jawab Yunho yang di jawab anggukan oleh Hee Young. Yeoja itu hampir lupa kalau Yunho akan mengajarinya menjadi asisten yang baik. Ia pun mempersilahkan Yunho masuk dan menutup pintu.

Yunho tak mau membuang-buang waktu, ia langsung memberitahukan beberapa hal yang perlu Hee Young ketahui dan ia mengajari yeoja itu agar bisa menjadi asisten yang baik. Di lihatnya yeoja itu cukup cekatan dengan menulis semua yang ia katakan agar tidak lupa dan bisa membacanya kembali.

“Dengar, kau harus mengerjakan ini jika … “ Ucapan Yunho terhenti saat merasakan sesuatu di bahunya. Ia melihat ternyata Hee Young tertidur. Yunho melihat jam yang ada di tangannya.

“Ah sudah 4 jam ternyata. Sepertinya aku terlalu keras padamu. Mianhae.” Ucap Yunho lembut lalu mencium puncak kepala Hee Young. Perlahan ia menggendong Hee Young ala bridal style dan membaringkan yeoja itu di kamar. Ia tak kesulitan mencari kamar yeoja itu karena di rumah itu hanya ada satu kamar. Ia menyelimuti yeoja itu lalu kembali mencium keningnya.

“Jaljayo.” Ucapnya berbisik di telinga Hee Young. Yunho keluar dan membereskan buku-buku yang berserakan di atas meja. Selesai membereskan semuanya yunho tersenyum puas lalu mengambil jaketnya dan melangkah pergi.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa.” Teriakan dari Hee Young membuat Yunho kaget dan dengan cepat menghampiri kamar yeoja itu. Ia menghampiri Hee Young yang terlihat jelas ketakutan.

“Di dia datang lagi. Dia mau berusaha memperkosaku lagi. Dia bilang ma mau membunuhku setelahnya. Wa wajahnya menyeramkan, a ak aku diikat tak bisa melakukan apa-apa. A aku berusaha lari ta tapi orang-orangnya mengejarku. Aku tertangkap la lagi d dan dia berusaha memperkosaku lagi. A aku lari, la la lari sejauh mungkin.” Yunho langsung memeluk Hee Young dengan erat. Ia menyuruh yeoja itu berhenti bergumam tak jelas tapi yeoja itu terus berbicara tanpa henti. Yunho memegang kedua pipi yeoja itu dan mengarahkannya agar menatapnya.

“LEPASKAN! KUMOHON JANGAN MEMPERKOSAKU.” Teriak Hee Young tak terkendali.

“Hei, sadarlah. Ini aku Yunho. Tatap aku.” Ucap Yunho lembut. Ia tak mau berteriak untuk menyadarkan Hee Young. Ia berpikir kalau ia berkata lembut akan berhasil. Dan ternyata cukup berhasil, Hee Young menatap matanya.

“Lihat ini aku, Jung Yunho. Namja yang mencintaimu dan tak akan mungkin menyakitimu. Tenanglah.” Ucap Yunho lagi.

“Yu Yun Yunho, Ju Jung Yunho na namja ya yang akan melindungiku?” Yunho dengan cepat mengangguk sambil berusaha tersenyum walaupun sebenarnya hatinya sangat sakit melihat Hee Young seperti sekarang ini.

“Yu Yunho ya yang ju juga be berubah ha hanya demi aku? Y ya yang mencintaiku se sepenuh hatinya d da dan menerimaku apa adanya? Ju Jung Yunho ya yang membuatku mu mulai berubah le lebih baik?” Yunho mengangguk.

“Ne, aku Jung Yunho yang itu. Yunho yang sangat sangat mencintaimu.” Yunho tak tahan lagi. Ia memeluk Hee Young sangat erat.

“Ya Tuhan kenapa kau membuat yeoja yang kucintai seperti ini?” Di rasakannya Hee Young memeluknya erat.

“Yunho, ja jangan pergi meninggalkanku. A ak aku takut. Me mereka selalu datang setiap malam di dalam mimpiku. I it itu seperti nyata. A aku takut, sangat takut.” Ucap Hee Young. Yunho mulai menangis, ia tak menyangka kalau trauma Hee Young sangat parah seperti ini.

“Ne, aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku akan di sisimu dan melindungimu.” Jawab Yunho.

“Ja janji?”

“Ne, aku janji. Sekarang kau tenangkan dirimu. Aku disini.” Ucap Yunho berusaha menenangkan yeoja itu.

Setelah cukup tenang Yunho melepaskan pelukannya. Ia ingin mengambilkan minum untuk Hee Young agar yeoja itu sedikit merasa tenang. Bajunya di tarik Hee Young.

“Tenanglah, aku hanya mengambil minum.” Ucapnya lembut. Ia tersenyum saat Hee Young melepaskan bajunya.

Ia kembali dan memberikan Hee Young minum. Setelah itu Hee Young kembali memeluknya. Tubuh mungil Hee Young masih bergetar di dalam pelukannya. Yunho mengelus rambut Hee Young dengan lembut.

“Kau tidurlah. Ini sudah malam. Aku akan di sini menemanimu.” Ucap Yunho.

—-

Paginya Yunho dan Hee Young terbangun dengan posisi Hee Young masih memeluk Yunho dengan erat. Hee Young tak mengatakan apa-apa dan Yunho pun tak mau memaksa yeoja itu. Saat menunggu Hee Young mandi dan bersiap-siap ke kampus Yunho memutuskan kalau ia tak akan meninggalkan yeoja itu dan perlahan akan menanyakan tentang kejadian hampir di perkosa waktu itu agar ia bisa memutuskan apa yang harus ia lakukan pada Hee Young.

Saat Hee Young sudah selesai Yunho dan yeoja itu pun keluar dan menuju mobilnya. Selama perjalanan Yunho melihat yeoja itu hanya terdiam sambil menatap keluar jendela.

‘Sepertinya kini aku mulai mengerti mengapa kau menjauhi namja.’

“Ke rumahku sebentar ya. Aku harus mengganti pakaian dan mengambil beberapa buku untuk kuliah nanti. Tidak apa-apa kan? Atau kau mau aku mengantarmu ke kampus dulu?” Tanyanya sedikit berhati-hati.

“Tidak apa, kita ke rumah sunbae saja dulu.” Jawab Hee Young dengan tetap menatap keluar jendela.

Sampai di rumah, Yunho bergegas masuk ke dalam rumah lalu mandi, mengganti pakaian dan mengambil buku yang ia perlukan. Ia melakukannya secepat yang ia bisa agar Hee Young tak menunggu terlalu lama. Yunho meminta pada pembantu rumahnya untuk membuatkan sarapan untuknya dan Hee Young.

“Tolong taruh dalam kotak makan saja ya.” Ucap Yunho pada pembantunya. Ia kembali lagi ke kamar mengambil barang yang terlupakan.

“Ini tuan muda.” Ucap pembantu itu padanya saat ia turun tangga. Yunho mengambilnya dan tersenyum.

“Gumawo ajumma. Umma, aku pergi kuliah dulu.” Teriak Yunho saat melihat ummanya sedang menonton tv.

“Hei sarapan dulu dan kenalkan umma pada yeoja di mobilmu itu. Dan jangan bilang itu yeoja untuk main-mainmu? Hentikan kebiasaanmu itu.” Ucap umma Yunho. Yunho memperlihatkan bekal yang ada di tangannya pada sang umma.

“Belum waktunya umma dan jangan khawatir. Dia bukan yeoja yang kudekati untuk main-main. Aku serius dengannya, dia yeoja terakhir dalam hidupku umma. Kau doakan saja anakmu ini agar bisa meluluhkan hati yeoja itu dan membuat yeoja itu bisa mencintaiku.” Ucap Yunho.

“Kau jangan asal bicara. Bagaimana kau tahu kalau yeoja itu yang terakhir di dalam hati dan hidupmu?” Omel umma Yunho.

“Di sini umma. Di sini mengatakan kalau dia yang terakhir dan aku sangat yakin kalau dia untukku.” Yunho menunjuk hatinya.

“Dia pula yang membuatku berubah menjadi serius dengan kuliahku dan merubah hidupku menjadi lebih baik.” Tambahnya lagi. Ummanya tersenyum hangat.

“Kalau begitu kenalkan pada umma sekali saja.” Pinta ummanya sambil mendekati Yunho.

“Mianhae umma, ini belum waktunya. Lagi pula aku tak mengatakan padanya jika aku ingin mengenalkannya pada umma. Masih ada yang harus kuubah dari dirinya.” Ucap Yunho.

“Merubahnya?” Tanya umma Yunho tak mengerti dan sedikit tak setuju.

“Bukan berubahnya sesuai keinginanku tapi merubah beberapa sifatnya untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan lagi aku harus membuatnya melupakan trauma yang ia alami.” Ucap Yunho sedikit lemas karena sedih mengingat kejadian semalam.

“Trauma?”

“Ne, trauma yang membuatnya menjauhi namja dan membuatnya tanpa sadar menjauhi juga para yeoja. Membuat ia tak mempunyai teman. Ia pernah hampir di perkosa, umma. Semalam pun setelah aku membaringkannya di tempat tidur dan akan pulang, tiba-tiba ia terbangun dan berteriak ketakutan.” Ucap Yunho sendu.

“Tubuhnya bergetar hebat semalam dan terus mengoceh hal yang tidak kumengerti. Tapi tadi aku sadar kalau ocehannya semalam itu tentang hal yang ia alami dulu. Aku ingin membuatnya sembuh dari traumanya umma.” Ucap Yunho sambil menatap ummanya.Tak lama ummanya menghampiri mobilnya yang di dalamnya ada Hee Young.

“Umma.” Panggilnya.

“Mau apa?”

“Menemui yeoja itu. Yeoja yang sudah membuat anak umma berubah. Dan jangan larang umma.” Ucap ummanya sambil tersenyum. Yunho mengacak-acak rambutnya kesal.

“Kenapa yeoja di sekelilingku sekarang ini banyak sekali yang keras kepala sih?” gumam Yunho.

Hee Young keluar mobil saat melihat seorang ajumma menghampiri mobil Yunho. Ia membungkukkan badannya sopan. Ajumma itu tersenyum lembut padanya dan memeluknya. Hee Young menatap Yunho meminta penjelasan.

“Gumawo.” Ucap ajumma itu saat melepaskan pelukannya.

“Ne?” Ucap Hee Young tak mengerti. Ajumma itu mengelus rambutnya.

“Gumawo sudah membuat Yunho berubah lebih baik.” Ucap ajumma itu. Reflek Hee Young menatap Yunho dengan deathglarenya, ia merasa namja itu sudah mengatakan hal yang aneh-aneh pada umma namja itu. Yunho hanya tersenyum tanpa dosa pada Hee Young sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Kau satu-satunya yeoja yang membuat Yunho seperti ini.” Ucap umma Yunho.

“Apakah Yunho pernah mengatakan kalau dirinya sendiri itu tampan?” Tanya umma Yunho dengan berbisik pada Hee Young. Reflek Hee Young mengangguk.

“Ne pernah dan itu kemarin sore.” Jawab Hee Young jujur. Ia melihat ajumma itu terkekeh pelan.

“Anak itu tidak berubah. Dan jangan katakan kalau kau mengatakan hal yang sebaliknya lalu Yunho marah dengan mimik wajah yang lucu.” Hee Young mengangguk mendengar perkataan ajumma itu.

“Hei apa yang kalian bicarakan? Aku punya firasat yang tidak enak.” Ucap Yunho sambil mendekat. Ummanya langsung menggelengkan kepalanya.

“Tidak ada hal yang penting. Sudah sana kalian berangkat.” Hee Young mendapatkan pelukan dari ajumma itu lagi. Sedangkan Yunho masuk ke dalam mobil.

“Sekali lagi gumawo. Kuharap kau bisa mencintai anakku dan membuatnya bahagia. Kalau kau tidak mencintainya katakanlah padanya. Jangan buat dia kembali tersakiti.” Bisik umma Yunho.

“Tersakiti lagi?” Ucap Hee Young. Umma Yunho melepaskan pelukannya dan menatap yeoja yang di cintai anaknya dengan tersenyum.

“Ne, tersakiti lagi. Dia pernah sangat mencintai seorang yeoja. Selebihnya kau tanyakanlah padanya tapi secara perlahan ya. Dia sedikit sensitive jika di tanya mengenai hal itu. Dan jangan lupa pesan ajumma tadi. Kalau kau tidak mencintainya katakan padanya dan jangan membuatnya berharap. Jika kau tahu apa yang dialaminya kau pasti mengerti mengapa ajumma mengatakan hal ini. Ne?” Umma Yunho menatap Hee Young yang menatapnya bingung.

“N ne ajumma.” Jawab Hee Young gugup. Ajumma itu mengelus pipinya lembut.

“Ajumma mohon jangan salah paham dengan ucapan ajumma. Ajumma hanya tidak mau anak ajumma satu-satunya kembali sakit hati. Kuharap kau mengerti perasaan seorang ibu.” Pinta ajumma itu padanya. Hee Young pun kembali mengangguk.

“Gumawo.”

“Hei kalian para yeoja. Jangan terlalu lama menggosip, aku ada kuliah sebentar lagi.” Ucap Yunho yang mulai kesal menunggu umma dan Hee Young selesai mengobrol.

“Ne tuan Jung. Aku kembalikan temanmu ini.” Ucap umma Yunho sambil tersenyum.

Saat akan masuk Hee Young teringat kalau ia belum mempernalkan dirinya dan belum menyapa. Ia pun membungkukkan badannya pada umma Yunho.

“Mianhae ajumma aku tidak memperkenalkan diri dan tidak menyapa ajumma terlebih dahulu tadi. Aku Jin Hee Young.” Ucap Hee Young malu. Umma Yunho tersenyum melihat sikap Hee Young yang menurutnya sangat sopan di bandingkan yeoja-yeoja yang pernah anaknya bawa ke rumah.

“Ne, tidak apa-apa. Sudah sana masuk jangan membuat tuan Jung yang di dalam mengomel lagi.” Hee Young mengangguk mengerti dan masuk ke dalam mobil. Yunho kembali mengemudikan mobilnya ke kampus. Saat di perjalanan ia di pukuli oleh Hee Young.

“Apa yang kau katakan pada ummamu tadi hah?” Tanya Hee Young kesal dan curiga. Yunho menelan ludahnya.

“Aish! Umma!” Gumamnya.

“Tidak ada hal yang aneh-aneh. Aku hanya bilang kalau kau itu yeoja yang kucintai dan aku yakin kalau yeoja terakhir di dalam hidupku.” Jawab Yunho dan ia masih mendapatkan pukulan dari Hee Young.

“Aish! Dasar.” Ucap Hee Young kesal.

“Lalu kau sendiri apa yang kau dengar dari umma tentangku?” Tanya Yunho balik.

“Tidak ada. Walaupun ada itu rahasia antar perempuan.” Jawab Hee Young cepat.

“Dasar curang. Aku yakin umma mengatakan sesuatu. Ayo  katakan tadi kan aku sudah mengatakan apa yang kubicarakan dengan umma.” Pinta Yunho penasaran. Hee Young tak menggubris ucapan Yunho.

Sampai di kampus keduanya berpisah ke kelas masing-masing dan memulai kesibukan di kampus. Yunho sedikit tidak fokus karena kembali teringat tentang trauma Hee Young yang semalam kambuh dan ia tahu kalau trauma yeoja itu sangat parah.

—-

Changmin yang sedang berjalan sendirian di kampus tiba-tiba melihat Hee Young duduk sendirian di taman kampus. Ia menghela nafas melihat kebiasaan yeoja yang di cintai temannya itu.

“Selalu saja di taman dan sendirian.” Gumam Changmin. Perlahan ia mendekati yeoja itu. Hee Young mendongakan kepalanya saat melihat ia datang. Yeoja itu menganggukan kepalanya dan Changmin pun membalasnya. Ia duduk tepat di hadapan yeoja itu.

“Sendirian? Dimana Yunho hyung?” Tanya Changmin sambil menatap sekeliling mencari Yunho.

“Dia tidak bersamaku, sunbae.” Jawab Hee Young. Changmin mengangguk mengerti. Ke duanya terdiam cukup lama.

“Mmm sunbae. Boleh aku bertanya sesuatu?” Tanya Hee Young.

“Tentang apa? Yunho hyung?” Tebak Changmin. Hee Young mengangguk malu. Changmin tersenyum melihatnya.

“A apa Yunho sunbae pernah mencintai yeojachingunya dengan tulus? Apakah dia pernah serius?” Tanya Hee Young hati-hati. Changmin sedikit tersentak mendengar ucapan Hee Young. Ia menatap yeoja di depannya lekat.

“Kalau boleh tahu kenapa kau bertanya seperti itu?” Tanya Changmin balik.

“I itu karena aku penasaran apakah aku hanya di jadikan mainannya saja atau benar-benar serius. D dan ma maukah sunbae memberitahuku tentang Yunho sunbae?” Ucap Hee Young gugup. Changmin tersenyum mendengar pertanyaan yeoja itu.

“Baiklah aku ak…”

“Jadi sampai sekarang kau masih menganggapku main-main? Setelah apa yang sudah kukatakn selama ini padamu, kau masih berpikiran seperti itu?” Perkataan tegas dari Yunho membuat Changmin menghentikan ucapannya. Ia dan Hee Young langsung menoleh ke samping mereka. Hee Young membelalakan matanya melihat Yunho, namja itu terlihat marah dan kecewa padanya.

Hee Young melihat Yunho pergi meninggalkannya. Ia hanya diam terpaku. Sebuah sentuhan dari tangan Changmin di punggung tangannya membuat ia menoleh pada namja itu.

“Hampiri Yunho hyung. Dan kusarankan kau jelaskan semuanya, kalau perlu katakan apa yang ada di hatimu agar dia tidak salah paham.” Saran Changmin. Hee Young mengangguk lalu mengejar Yunho.

TBC

15 thoughts on “Because I Love You Part 3

  1. desi retina berkata:

    Eonni lanjutannya
    Lanjutannya
    Lanjutannya
    Ff nya bikin penasaran…..
    Aq doain eonni terus dpt ilham biar ffnya makin keyen
    Penasaran ma junho…..
    Lanjutanya….
    ^^v

  2. jdi penasaran sma masa lalunya hee young. sampe separah itu traumanya..
    trnyata yunho jga punya cerita masa lalu yg menyedihkan, tpi apa yaa ??
    next semoga diperjelas semuanya..
    seru ceritanya😀

  3. yah yunho y ngambek deh krn hee young y masi blm percaya 100% n nyangka main2 pa ngak……
    hee young trauma y parah bgt mpe kyk gt,,,, kyk y yunho harus berjuang keras nih……
    changmim suka juga ma. hee young???? wah….
    Lanjut….

  4. eonni bikin flashback ttg trauma heeyoung dong.
    trus yang yunho juga.
    hahaha.

    heeyoung traumanya parah bgt ya sampe kebawa mimpi gitu.
    untung ada yunho. haha
    yunho romatis bgt sih jadi orang.hahaha

  5. pengen deh dipeluk uno. >w<

    chingu dibikin flashback kisah ttg traumanya heeyoung, ^^

    yah yunho ngambek deh..

    ceritanya smakin seru chingu. pengen deh liat mereka berdua cepat nikah hehehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s