Only Exception part 2


  • Title                 :Only Exception
  • Author             :Alice appril / Shiwieyoora
  • Main Cast        : Lee Yoora, Kim Jaejoong,
  • Support Cast   : Lee Donghae, Im Yoona,
  • Genre              : Marriage life, Sad Romance
  • Length             : Series, Chapter
  • Rating             : 15

Anyeonghaeso…!!! Salam kenal readers, aq alice this my firts fanfic. Ceritanya murni keluar Dari ide-ide aq dan buka PLAGIAT. Karena ini ff  pertama tolong dimaafkan jika ada Tyepo2 J . dan seperti Author-author yang lain aq mengharapkan Read, like and Coment dari Readers semua…. NO SILENT READERS… !!!

Aq menerima segala kritik dan saran dari Readers semua HANYAdengan bahasa yang sopan… kalian bisa panggil aq Alice, Yoora, Eonni, atau Auhtor pokoknya yang masih bisa diterima.  So Happy Reading…!!!

*Author POV*

Yoora masih terpaku di meja makan saat suaminya sudah pergi. Bagaimana tidak Jaejoong baru saja menyuruh Yoora memanggilnya Oppa.

eottohke…!!! Selama ini namja yang kupanggil Oppa hanya dua Donghae Oppa dan…” ucapannya terhenti tangannya bergerak kearah perutnya dan mengusapnya pelan.

Saat masih berkutat dengan pikirannya tiba-tiba bel rumah berbunyi.membuyarkan lamunannya. Segera ia bangkit dari duduknya menuju pintu.

Pintu mengayun terbuka dan memperlihatkan seorang Yeoja yang sangat dikenalnya.

“halo pengantin baru” sapanya riang sambil masuk kedalam

“kenapa pagi-pagi sudah kesini kau? Tau dari mana alamatku” tanya Yoora pada Yoona yang sudah duduk di sofa ruang tamu.

“Donghae Oppa yang menyuruhku datang untuk menemanimu”

“memang aku anak kecil yang tak berani tinggal sendiri, kadang-kadang dia selalu sok tau” ucapnya kesal sambil berjalan menuju meja makan dan merapikannya.

“dia memang tau, hari ini suamimu berangkat kerja kan? Hae Oppa bilang dia takut kau kesepian apalagi inikan tempat baru untukmu kau pasti merasa canggung” Yoona berjalan mendekati Yoora.

“Yoora~a…!!”

Wae?” jawabnya singkat sambil menyuci piring

“bagaimana semalam? Terjadi sesuatu?” tanya Yoona dengan mengedipkan mata

busunmharia?”

“jangan pura-pura tidak tau”

“aku memang tak mengerti maksud mu Im Yoona. Semalam setelah sampai aku langsung tidur dan Jaejoong pergi keluar untuk mencari makan” jelasnya

Mworago!!!” teriak Yoona

“aish Shikreo… Ya!!! Im Yoona Neo Waeire?”

“kenapa kau menelantarkan suamimu begitu? Kenapa dia mencari makan diluar harusnya kan kau yang membuatkan dia makanan. Lalu jam berapa dia pulang?”

Molla” jawab Yoora dan duduk di seberang Yoona

“memang kau tak merasakan dia datang bukannya kau paling peka walaupun sedang tidur juga?”

“tidak, kami kan tidak sekamar jadi aku tak tau kapan dia datang” ucapnya sambil meminum susu yang tadi belum ia minum

MWO…!!!” Yoona berteriak dua kali lebih tinggi dari yang tadi

“Ya…!!! Yoona ~a kau ini kenapa sih dari tadi teriak-teriak?” Yoora memegang kedua telinganya yang terasa berdenyut.

“kau bilang tadi apa kalian tidak sekamar, Wae?”

“aku belum siap”

“belum siap? Apa maksudmu?” tanya Yoona bingung namun sedetik kemudian dia menyadari sesuatu

“jadi kau masih menganggapnya sebagai orang asing?” Yoora sama sekali tak menjawab maupun mengubris ucapan sahabatnya.

“astaga Lee Yoora!!! Kalian itu sudah menikah dan kenapa kau masih belum siap”

“kami menikah secara tiba-tiba Yoona tidakkah kau mengerti kami belum cukup dekat satu sama lain bagaimana aku bisa berbagi kamar dengan nya”

Yoona menghela napas panjang mendengar penjelasan temannya. Dia bergerak mendekati Yoora dan duduk di sebelahnya

“tapi kau yang mengambil keputusan ini Yoora~a kau ingat? Lagi pula sebelum menikah kalian masih punya waktu satu bulan kan, dan saat kau menikah kau sudah harus siap dengan semuanya termaksud hal itu” Yoora sama sekali tak menjawab dia hanya menatap lurus kedepan

“dengarkan aku!!!” ucap Yoona sambil memegang tangan temannya. Yoora pun menatapnya

“kau harus menjaga Jaejoong~sii baik-baik agar dia tak kecewa telah menikahimu. Jangan sampai dia merasa tak diperhatikan olehmu dan memutuskan untuk mencari istri yang baru lalu meninggalkanmu”  kata-kata Yoona terlihat serius

“bukankah itu lebih baik”

Mwo?” tanya Yoona tak percaya

“prinsipku saat memutuskan untuk menikah dengannya adalah apapun yang terjadi padanya aku tak akan pernah meninggalkannya karena dia satu-satunya Namja yang mau menikahiku dengan kondisiku yang seperti ini. Tapi jika dia yang memilih untuk meninggalkanku dan menemukan seorang yang dia cintai maka aku akan melepaskannya, aku tak ingin menjadi penghalang bagi kebahagiannya” jawab Yoora yakin.

Yoona menatapnya lama seakan menyetujui yang dikatakan Yoora, dia tampak berpikir

“baiklah jika itu pilihanmu. Namun sekarang kau masih menjadi Nyonya Kim jadi bersikap lah seperti seorang Istri yang baik. Kau harus menjaga dan merawat suamimu”

“kalau itu kau tak usah khawatir, karena aku pasti akan melakukan tugasku dengan baik”  ucapnya sambil tersenyum.

@@@

*Jaejoong POV*

Huft… lelah sekali aku, kenapa proyek kali ini menguras banyak tenaga dan pikiranku. Aku terus berjalan menuju pintu apartement ku dan setelah sampai kumasukkan kode sandi pada gagang pintu   “please try again”  kenapa kodenya salah aku kembali menekan tombol dengan kode yang biasa ku gunakan dan lagi “please try again” sedetik kemudian aku baru sadar kodenya sudah ganti benar aku sendiri yang meminta Yoora untuk menggantinya. Kutekan angka yang sudah sangat aku hapal  240890 klik kuncinya terbuka, tanpa buang-buang waktu aku langsung masuk kedalam

“selamat datang Oppa” sapa seseorang dari dalam. Aku tersentak kaget mendengarnya memanggilku Oppa. Yoora memandangku sambil tersenyum. Aku sadar dia masih memperhatikan aku, ku pasang wajah sebiasa mungkin untuk menutupi kekagetanku.

“kau tampak lelah hari ini, apa kau sudah makan?” tanya Yoora sambil berjalan mendekatiku.

“belum” jawabku singkat sambil membuka jas ku, lalu tiba-tiba Yoora mengambilnya dari tanganku. Aku menatapnya bingung.

“kalau begitu kau mandilah dulu. Aku akan menyiapkan makan malam untukmu” ucapnya seraya pergi mengambil hanger dan menggantungkan jasku disana.

Aku berusaha untuk bersikap biasa saja, kulangkahkan kakiku menuju kamar dan aku heran kamarku sudah dalam keadaan rapi padahal tadi pagi seinggatku aku mengeluarkan separo dari isi lemariku. Apakah Yoora yang membereskan semuanya?

Tapi aku sudah lelah untuk berpikir lagi jadi kuputuskan untuk segera mandi. Aku lebih kaget lagi saat kulihat sudah ada air hangat dalam Buth up dan saat ku hirup wanginya sangat segar. Aku tersenyum melihat semua ini Yoora benar-benar istri yang baik

Aku sadar aku lama sekali berada didalam buth up bagaimana tidak, wangi dari air hangat tadi benar-benar menyegarkan dan membuat setengah rasa lelahku hilang. Aku merapikan diri dan keluar kamar berjalan mencari seseorang yang kemarin sudah aku nikahi. Aku menemukannya sedang menata beberapa piring di meja makan. Aku memperhatikannya namun sedetik kemudian dia sadar aku sedang melihatnya dia menatapku dan memberikan senyumnya. Aku berjalan mendekatinya dan melihat apa yang tersaji di meja makan.

“kau yang menyiapakan ini semua” tanya ku

“apa ada orang lain dirumah ini selain kita berdua?” jawabnya mengikuti jawabanku tadi pagi. Aku tersenyum mendengarnya

“duduklah Oppa, kau harus makan ini selagi hangat” perintahnya padaku, aku pun duduk di kursi yang biasa ku duduki.

“terima kasih karena telah membereskan kamar ku dan juga untuk air hangatnya” dia hanya tersenyum

“ngomong-ngomong pewanggi apa yang kau masukan kedalam air hangat? Aku suka sekali wanginya”

“Oppa menyukainya?” tanya nya padaku, aku masih harus menyiapkan diri setiap kali dia memangilku Oppa.padahal aku sendiri yang memintanya memanggilku Oppa. Aku pun hanya mengangguk.

“itu pewanggi terapi, aku selalu memakainya untuk Donghae Oppa” aku hanya ber ‘O’ saja.

“kau tidak lelah?” tanya ku, menginggat dia telah melakukan pekerjaan rumah seharian tadi

“tidak, aku memang hamil tapi aku masih tetap merasa sama saja”

“meski begitu kau tetap tak boleh bekerja berlebihan, kandunganmu masih terlalu rentan” ucapku sambil menyuapkan kimchi ke mulutku.

“hoek… hoek…hoek” aku melihat kearah Yoora dan saat yang sama pun dia telah menghilang ke dalam kamar mandi. Aku mengikutinya untuk memastikan dia baik-baik saja. Aku melihatnya sedang menunduk kearah kloset dan terus saja memuntahkan makanan yang baru saja ia telan. Aku mendekatinya dan memijat bagian tengkuk lehernya

Gwenjhana?” tanya ku tapi dia tak menjawab dan masih saja memuntahkan makannannya. Semenit kemudian dia sudah tak lagi muntah. Aku memapahnya menuju sofa.

“sudah ku bilang kau jangan terlalu lelah, lihat kau sampai muntah-muntah kan” kataku sembari mengambilkan segelas air putih untuknya.

Aniya, ini bukan karena aku lelah, orang hamil memang sering muntah seperti ini” aku menyerahkan air putih padanya dia langsung meminum habis semuanya.

“kau sudah memeriksakan kandunganmu?” aku duduk disampingnya.

“ya sudah sekitar sebulan yang lalu” jawabnya sambil menyenderkan kepalanya di lengan sofa. Sebulan yang lalu? Bukankah itu saat aku pertama bertemu dengannya dirumah sakit.

“kalau begitu besok aku akan mengantar mu kedokter sudah saatnya kau periksakan kembali kandunganmu” mendengar itu dia menatapku

“tidak usah Oppa, kau kan sibuk aku akan ke dokter sendiri saja” tolaknya sambil mengibaskan tangannya.

“tidak apa-apa aku juga ingin tau perkembangan bayi ku didalam sana” dia menatapku semakin dalam, aku sadar apa yang baru saja aku katakan.

Ani… maksudku bayi…”    “baiklah” ucapnya memotong kalimatku.

*Yoora POV*

Setelah merapikan meja makan dengan bantuan Jaejoong Oppa aku memtuskan untuk kembali kekamar dan istirahat. Benar aku sudah memanggilnya Oppa sekarang awalnya benar-benar terasa aneh tapi memang sudah seharusnya aku memanggilnya begitu kan. Sebelum bisa memanggilnya dengan lancar dan tanpa gugup aku sudah latihan seharian tadi untuk membiasakan diri. Dan sepertinya usahaku tidak sia-sia.

Aku mengganti baju ku dengan piyama tidur ku, kulirik ventilasi pintu lampu masih menyala diluar apakah Jaejoong Oppa belum tidur. Hari ini kan dia terlihat lelah apa yang sedang ia lakukan sekarang? Aku ingin melihatnya namun ku urungkan lagi niat itu, aku masih binggung apa yang harus aku katakan nanti. Rasanya aneh kalau aku keluar dan tiba-tiba mengatakan Oppa cepatlah kau tidur. Aish… tidak-tidak Yoora jangan mempermalukan dirimu.

Aku memutuskan untuk naik ketempat tidur dan mengeluarkan buku dari dalam laci meja  disebelah kasur ku. Aku belum mengantuk jadi kuputuskan untuk membaca dulu. Saat aku sudah larut dalam bacaan ku pintu kamarku diketuk dari luar.

Tok tok tok…

“masuk saja Oppa pintunya tidak terkunci” aku sudah bisa menebak siapa yang datang karena memang hanya dia yang ada di rumah ini selain aku.

Pintu mengayun Jaejoong Oppa tersenyum padaku

“aku mengganggumu?” tanyanya yang masih diambang pintu. Aku menggeleng sambil menebak apa yang sedang ia bawa di tangannya

Dia masuk dan barulah aku tau benda apa yang dibawanya itu. Segelas susu coklat yang sepertinya masih hangat.

Dia berjalan mendekatiku dan memberikan gelas itu padaku. Aku masih menatapnya bingung.

“itu susu untuk ibu hamil agar kau dan bayimu tetap punya energi. Tadikan kau memuntahkan semua yang kau makan” aku mengambil gelas itu dari tangannya

“darimana kau tau untuk memberiku susu, kau seperti sudah berpengalaman sekali Oppa” tanya ku

“ah… tadi aku bertanya pada karyawanku yang istrinya juga sedang hamil, aku bertanya bagaimana memberi asupan yang lain selain makanan dan dia bilang aku harus memberimu susu itu” aku terharu mendengarnya, sampai sebegitu perhatian kah dia pada kandunganku. Aku saja tak sampai terpikir seperti itu.

“kenapa menatapku? Cepat minum susumu sebelum dingin Yoora~a”   aku tersadar, dan langsung dengan segera meminunya. Ehm rasanya enak sekali

Otthe?” tanya nya saat aku selesai menghabiskan susuku.

Mashitta…”jawabku sambil tersenyum. Dia juga membalas senyumku.

“aku sengaja memilih yang rasa coklat karena kau suka sekali rasa coklat kan?”

Eotthoke Arraseo?” tanya ku bingung karena seingatku aku tidak pernah memberitau dia bahwa aku sangat menyukai coklat.

Dia tak menjawab, malah mengambil gelas dari tanganku dan berjalan keluar sebelum menutup pintu dia berkata

“jangan tidur terlalu larut, selamat malam Yoora~a,” ucapnya sambil menutup pintu.

Aku tertegun mengagumi suamiku itu, bukankah dia Namja yang luar biasa dia bersedia menikahi ku yang sedang hamil padahal dia tau pasti bahwa dia bukan ayahnya, ditambah sekarang perhatian dia pada ku dan kandunganku, terbuat dari apa hati dia sebenarnya, mengapa dia begitu baik terhadap ku. Seandainya dia benar ayah dari bayi ku betapa bahagianya aku dan bayi ini memiliki ayah sepertinya.

@@@

*Author POV*

Pagi ini giliran Yoora yang bangung lebih awal dibandingkan Jaejoong. Dia sengaja menyiaakan sarapan pagi untuk suaminya, jadilah sekarang dia sedang berkutat dengan masakannya. Hari ini dia menyajikan sarapan versi inggris karena sepertinya Jaejoong menyukai sarapan ala ingris mengingat dia pernah sekolah disana.

Saat sedang sibuk dengan apa yang dia kerjakan, tanpa sadar Jaejoong sudah berdiri dibelakangnya dan tengah menatapnya.

“Omo…!!!” teriaknya begitu sadar bahwa Jaejoong sedang mentapnya.

“Kau mengagetkanku Oppa” ucapnya sambil mengelus dadanya. Jaejoong hanya tertawa melihat tingkah Istrinya.

“kau sedang menyiapkan sarapan?” tanyanya sembari duduk dia kursi. Yoora hanya mengangguk.

“lebih baik kau mandi dulu, setelah mandi sarapannya pasti sudah siap” ucap Yoora tanpa mengalihkan perhatiannya pada masakannya.

“baiklah” Jaejoong beranjak dari duduknya. Sedangkan Yoora masih berkutat dengan kegiatannya.

Tak lama kemudian sarapanpun jadi, Yoora segera menghidangkannya dimeja makan. Dia menunggu Jaejoong keluar dari kamar, namun sepertinya yang ditunggu tak datang-datang. Yoora memutuskan memanggil Jaejoong kedalam kamarnya dan mengetuk pintu kamar mandinya.

“Oppa…!!! Sarapannya sudah siap” teriak Yoora dari luar pintu.

“baiklah… sebentar lagi aku selesai” balasnya dari dalam kamar mandi.

Yoora segera berbalik berniat untuk keluar namun tiba-tiba langkahnya terhenti. Kemarin suaminya mengeluarkan hampir separo isi lemarinya untuk mencari baju yang pas, kalau hari ini dia juga melakukan hal yang sama berapa lama lagi Yoora menunggu untuk sarapan sedangkan bayinya sudah berteriak-teriak lapar. Akhirnya dia membuka lemari pakaian Jaejoong dan memilih kemeja, dasi dan jas yang cocok untuk dipakai Jaejoong. Setelah menemukannya. Diletakkan kemeja, dasi juga jas di atas kasur. Setelah itu dia kembali ke ruang makan.

*Jaejoong POV*

Aku pasti sudah membuat Yoora menunggu lama, aku juga tak tau mengapa aku lama sekali jika sudah mandi. Padahal aku seorang Namja. Aku keluar dari kamar mandi dan langsung menuju lemari pakaianku. Ah… satu lagi hal yang akan membuatku lama.  Saat sedang binggung aku mengalihkan pandanganku pada kasur dan kulihat sudah ada kemeja, dasi dan jas telah rapi disana. Apa Yoora yang menyiapkannya?

Ya tentu saja dia yang menyiapkannya, bukankah tadi ia masuk kesini. Benar pasti dia yang memilih baju ini. Tanpa pikir panjang aku langsung memakainya. Dan mematut diri di cermin menyisir tipis rambut ku dan menyemprotkan parfum. Setelah itu aku langsung keluar kamar.

Aku melihat Yoora sedang duduk di meja makan dan tengah sibuk membaca buku. Aku menghampirinya dia pun langsung mentup buku yang tadi ia baca.

“terima kasih untuk bajunya” ucapku sambil duduk dihadapannya. Dia tak menjawab melainkan hanya tersenyum.

“kau ingat kan kita akan ke dokter hari ini?” tanya ku padanya.

Ne..!!”

“selesai sarapan kita langsung berangkat” perintah ku padanya. Dia pun mengangguk menyetujui.

Setelah sarapan aku kembali kekamar dan menyiapkan berkas-berkas yang akan ku bawa ke dalam tas, sambil sesekali memeriksanya. Setelah kurasa siap aku keluar kamar dan melihat meja makan telah bersih namun aku tak melihat istriku disana. Kemana dia, baru aku hendak menuju kamarnya dia telah kelur dan siap untuk pergi.

Kajja” aku berjalan mendahuluinya dan membukakan pintu untuknya.

@@@

*Author POV*

Mereka memasuki salah satu rumah sakit yang tak jauh dari tempat tinggal mereka,

“Oppa, kenapa tidak ke tempat Taeyoon Eonni saja” tanya Yoora begitu mereka memasuki Lift

“ini lebih dekat daripada kita harus ketempat Taeyoon, lagipula disini ada dokter pribadi ku aku biasa berobat kesini” jelas Jaejoong. Yoora hanya mengangguk mengerti.

“bukannya harus membuat janji dulu kalau begitu Oppa”

“tenanglah dia itu temanku juga jadi tak perlu membuat janji”

Tanpa sadar mereka telah sampai disebuah ruangan, yang diluarnya tertulis dr Yunho. Jaejoong langsung memutar kenop pintu dan membukanya perlahan. Pintu terbuka sedikit lebih lebar sehingga Yoora dapat melihatnya juga apa yang ada di dalamnya.

Terlihat seorang dokter muda yang sedang menulis sesuatu dan sama sekali tidak menyadari kehadiran mereka disana.

“sepertinya Uisa sedang sibuk?” sapa Jaejoong. Dan dokter muda itu pun mengalihkan padangannya dari note yang dia tulis.

“Jaejoong~a!!!” ucapanya sambil berdiri dan merentangkan tangan. Jaejoong mendekat dan mereka berpelukkan.

“ada apa kau kesini, tumben sekali” tampaknya mereka melupakan Yoora yang seharusnya menjadi patient yang sesungguhnya.

“ah ya… Yoora~a kemarilah” ucap Jaejoong ketika sadar dia meningggalkan Yoora yang masih di depan pintu.

“apa dia istrimu Jaejoong~a?” tanya Yunho saat Yoora memasuki ruangannya. Jaejoong mengangguk membenarkan sementara tangannya terulur untuk mengapai Yoora.

“Yoora~a kenalkan ini temanku saat SMA namanya Jung Yunho”

Annyonghaseo, Yoora Imnida” Yoora membungkukkan badan memberi hormat

“Aigoo tidak perlu sesopan itu pada ku Yoora~sii atau aku harus memanggilmu Nyonya Kim Jaejoong” Yoora sedikit tersipu mendengarnya dipanggil Nyonya Kim Jaejoong.

“darimana kau mendapatkan istri secantik dia? Beruntung sekali kau” ucap Yunho memandang Jaejoong.

“itu namanya sudah takdir ku mendapatkan istri yang cantik kan” jawab Jaejoong sambil merangkul pundak Yoora, membuat Yoora membelalakan mata.

“hahaha… baiklah ada perlu apa kalian kesini? Oh aku tau kalian ingin menjalani program untuk segera memiliki bayi kan” mendengar itu sontak membuat semburat merah diwajah Jaejoong dan Yoora

Aniya justru kami datang untuk memeriksakan kandungan Yoora” jawab Jaejoong

Mwo… aku salah ternyata” katanya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“baiklah Nyonya Kim silakan berbaring disana” Yoora beranjak memdekati kasur yang tadi dimaksud Yunho. Jaejoong mengikutinya dan berdiri disebelahnya.

“aku akan mengUSG kandungan mu dan melihat sudah sampai mana perkembangan janin mu” jelas Yunho sambil menyiapkan alat yang dibutuhkan.

“Yaa… Jaejoong~a Bantu aku bilang pada istrimu untuk mengangkat bajunya sedikit sampai batas perutnya” ucap Yunho sambil berbisik pada Jaejoong.

“eh kenapa tak kau saja”

“kau kan suaminya Pabo…!!!” dengan ragu-ragu Jaejoong mendekati Yoora dan membisikkan sesuatu.

“Yoora~a Yunho memintamu untuk mengangkat sedikit bajumu sampai perut dia akan…” belum selesai ia bicara Yoora sudah memotongnya

“Arraseo” ucap Yoora dan dia mengangkat bajunya sedikit. Sebenarnya dia memang sudah mengerti kalau begini caranya melakukan USG dan awalnya dia ragu karena dokter yang akan memeriksanya seorang Namja. Namun melihat ada Jaejoong juga disana jadi dia agak sedikit tenang meski dia berusaha menahan malu.

Yunho memulai pemeriksaan sambil berkata

Mian Jaejoong~a aku harus menyentuh distrimu” Jaejoong kaget mendengarnya namun dia berusaha menutupinya. “Gwenjhana lakukanlah”

‘aku saja belum pernah menyentuhnya’ katanya dalam hati.

Yunho menempelkan alat dan langsung terlihat di layar datar sebelah Yunho bagaimana kondisi kandungan Yoora.

“kalian bisa melihat sendiri, bayi kalian sehat dan perkembangannya pun baik” ucap Yunho sambil mengerak-gerakan alat USG diatas perut Yoora.

Yoora sedikit terharu melihat sosok penghuni rahimnya itu. Jaejoong pun mendekatinya.

Chukae, bayimu sehat”

~tbc~

Anyeonghaseo Readers… J akhirnya part 2 keluar juga, dipart ini belum keliatan konfliknya dan masih tahap-tahap Yoora dan Jaejoong pendekatan…

Mungkin di part 3 atau 4 baru akan muncul konflik dirumah tangga mereka.

Seperti biasa Readers tolong beri RCL ya… biar aku tetap semangat lanjutin FF ini

5 thoughts on “Only Exception part 2

  1. Eunchan She Peef berkata:

    ahahaha~😄
    jj aja belum nyentuh si yoora~ ==”
    hadeuh~ sepertinya kelanjutan chapter nya bakalan seru nih~ :3

    lanjutkan author~^^v

  2. waaaaaa…..ada yunho oppa……..
    kcianh jj oppa aja belum nyentuh yoora pi udah harus diduluin sama yunho oppa hahahaha…. malangnya nasip jj oppa…… tenang oppa belum saatnya…..
    tnggal tgu kpn max and mickey + junsu oppa nongol…..hehehe…nongol gx y….. ?
    author ffnya nyebar-nyebar dimana-mana nie…. kalau comentnya ikutan nyebar gimana author???? jadi yang dikoment hanya yang dibaca ajx gx papakan author????

  3. Young Hee berkata:

    salam kenal ya, author-ssi! *bru sadar klo blom kenalan*😀

    Suka bgt karakter Jaejoong oppa sbg suami disini! Jd bayangin… In real life… Siapa kah yeoja beruntung yg akan berpredikat nyonya Kim Jaejoong?? Kyaaa~ >///<

    wah, Yunho oppa jg muncul! G sabar nungguin 3 oppadeul(ku) yg lain. Hehe :p

    eh, ni blom konflik ya? Pdhl mnurutku dah hurt bgt unt Jaejoong oppa!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s