Promise Part 1


Anneyong, readers…

Salam kenal ^^

Ini FF pertama saya di sini…

Semoga kalian menyukainya…

Happy reading J

 

Author : oneanidyawati

Cast: Park Yoochun, Han Yoo Eun (OC), Shim Changmin, Kim Young Yeon (OC), Kim Junsu, Kim Jaejoong, Jung Yunho, Jung Ah Rin (OC), dll (temukan sendiri di dalam cerita).

Type: Chaptered

Disclaimer: Park Yoochun, Kim Junsu, Kim Jaejoong, Shim Changmin, Jung Yunho bukan milik saya. Mereka milik Tuhan, keluarga, dan semua Cassie, termasuk saya… (hehe, abaikan).. Thanks God for creating them like that… They have wonderful voice, great ability in dancing, good looking and have good attitude. They’re so awesome… J

Han Yoo Eun, Kim Young Yeon, Jung Ah Rin, dll adalah milik saya, karena saya yang menciptakan karakter fiktif mereka J

Cerita yang ditulis hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan merupakan hal yang tidak disengaja.

‘Please, don’t be plagiator!!’ ^^

 

PROMISE Part 1

Dong Bang International High School…..

Seorang yeoja sedang berjalan dengan seorang namja sambil bercanda di sepanjang koridor sekolah. Mereka terlihat seperti sepasang kakak-adik.

“Yoo Eun ah, nanti setelah pulang sekolah aku ada latihan basket. Kau bisa pulang duluan,” kata namja itu. “Ingat, kau harus langsung pulang, jangan mampir kemana-mana, seperti minggu lalu.”

Yeoja yang dipanggil Yoo Eun itu mengangguk, lalu tertawa,”Kau tenang saja oppa. Aku tidak berencana ke bookstore kok hari ini. Hehehe.”

“Baguslah,” ucap namja itu sambil mengacak rambut Yoo Eun. “Anak pintar.”

“Yak, Shim Changmin. Kenapa kau mengacak rambutku? Kunciranku jadi berantakan kan?” gerutu Yoo Eun pada namja yang ternyata bernama Shim Changmin itu.

“Karena kau anak pintar,” jawab Changmin sekenanya.

“Itu bukan alasan, oppa.”

Yoo Eun memasang tampang cemberut.

Changmin tertawa melihatnya.

Tiba-tiba ada seorang yeoja yang memanggil mereka.

“Changmin oppa, Yoo Eun,” teriak seorang yeoja sambil berlari ke arah mereka berdua. Changmin dan Yoo Eun menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.

“Young Yeon eonni,” sapa Yoo Eun. “Anneyong.”

“Ah, anneyong Yoo Eun, oppa,” balas yeoja yang bernama Young Yeon tersebut sambil mengatur nafasnya.

“Kau habis lari maraton?” tanya Changmin seolah menyindir.

“Oppa,” tegur Yoo Eun sambil menyenggol lengan Changmin.

“Ah ne. Tadi aku naik bus ke sekolah. Jadi dari halte aku berlari karena takut terlambat,” jelas Young Yeon.

“Kau naik bus? Apa tak salah?” sindir Changmin lagi.

“Yep. Mulai hari ini aku akan naik bus,” jawab Young Yeon dengan penuh semangat.

Changmin hanya terenyum meremehkan.

“Wah, kalau begitu tiap hari kita bisa berangkat bersama eonni,” ucap Yoo Eun senang.

Young Yeon mengangguk.

Changmin berjalan meninggalkan mereka berdua.

“Yak, oppa. Tunggu Young Yeon eonni,” teriak Yoo Eun pada Changmin.

“Eonni, kau kejar dia,” kata Yoo Eun pada Young Yeon. “Fighting!!”

Young Yeon mengangguk, lalu berlari mengejar Changmin.

 

YOO EUN POV

Aku benar-benar tak mengerti dengan sikap Changmin oppa pada Young Yeon eonni. Itu bukan sikap yang biasa ditunjukkan Changmin oppa pada semua orang. Dia selalu ramah pada semua orang, tapi tidak pada Young Yeon eonni. Dia selalu ketus pada Young Yeon eonni. Padahal setahuku Young Yeon eonni tak pernah melakukan kesalahan pada Changmin oppa.

Young Yeon eonni selalu baik pada Changmin oppa, meskipun Changmin oppa selalu menanggapinya dengan ketus. Bahkan Young Yeon eonni rela loncat kelas hanya demi Changmin oppa. Seharusnya dia masih tingkat 1, tapi karena dia loncat kelas setahun, jadinya sekarang dia tingkat dua. Bahkan Young Yeon eonni yang menginspirasiku untuk loncat kelas. Tak tanggung-tanggung aku loncat kelas dua kali. Seharusnya aku masih duduk di tingkat 2 Junior High School, tapi karena aku berhasil lolos ujian akselerasi, jadinya sekarang aku duduk di tingkat 1 Dong Bang International High School.

Aku tahu semua yang dilakukan Young Yeon eonni sebenarnya karena Changmin oppa. Young Yeon eonni selalu mengatakan bahwa dia akan melakukan apapun demi Changmin oppa. Tapi dia tak pernah mau memberi tahu alasannya padaku.

Aku yakin ada yang disembunyikan oleh Changmin oppa dan Young Yeon eonni. Tapi apa ya? Ah, aku benar-benar tak bisa menebak.

END OF YOO EUN POV

 

“Kau sedang melamun, Yoo Eun,” tegur Ah Rin yang mengagetkanku.

“Eh, ani,” balasku cepat.

Ah Rin memanyunkan bibirnya. “Tak usah berbohong. Aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu.”

Yoo Eun tersenyum kecut. Ya, dia kalah lagi. Ah Rin benar. Sahabatnya itu selalu bisa membaca pikirannya. Ah bukan. Mereka berdua memang sudah terbiasa membaca pikiran satu sama lain.

“Kau pasti sedang memikirkan Changmin oppa,” tebak Ah Rin yang langsung dibalas anggukan Yoo Eun.

Yoo Eun benar-benar tak berkutik kalau sudah di hadapan Ah Rin. Demikian pula sebaliknya.

“Ceritakan,” perintah Ah Rin.

Yoo Eun menceritakan semuanya pada Ah Rin.

Ah Rin mengangguk-angguk mendengarkan cerita Yoo Eun.

“Lebih baik kau tak usah ikut campur urusan mereka. Kita lihat saja nantinya bagaimana,” saran Ah Rin.

“Aku juga berpikir begitu. Hanya saja aku ingin lebih mendekatkan mereka berdua.”

“Nanti ku bantu kau memikirkannya,” kata Ah Rin

Yoo Eun tersenyum, lalu mengangguk.

“Yang terpenting sekarang adalah masalah cacing di perutku yang sedang demo karena terserang busung lapar,” ucap Ah Rin yang sukses membuat Yoo Eun langsung mengeluarkan bekal makan siangnya ke tangan Ah Rin.

“Bilang saja kalau kau lapar.”

Ah Rin hanya meringis mendengar ucapan Yoo Eun

”Gomawo,” ucap Ah Rin sambil mengunyah sandwich.

Yoo Eun hanya tertawa melihat kelakuan Ah Rin.

v   

Bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi. Young Yeon segera berlari keluar dari kelasnya menuju kelas 3A, kelas Changmin.

“Oppa,” panggil Young Yeon begitu melihat Changmin keluar kelas bersama Minho, sahabatnya.

“Sepertinya tuan putri sudah menunggu pangeran,” goda Minho pada Changmin dan Young Yeon.

Young Yeon tersenyum malu-malu, sementara Changmin hanya menampilkan ekspresi datarnya.

“Sepertinya aku harus pergi duluan,” kata Minho. “Ku tunggu di lapangan basket.”

Minho berlalu meninggalkan Young Yeon dan Changmin.

“Ada apa kau mencariku?” tanya Changmin dingin.

“Emmm, sebenarnya……”

“To the point saja. Aku tak punya banyak waktu,” potong Changmin.

Young Yeon menundukkan kepalanya.

“Minggu depan appa ulang tahun. Appa mengundangmu datang ke pesta ulang tahunnya,” ucap Young Yeon setengah gugup. “Apa kau bersedia datang?”

“Aku akan datang,” jawab Changmin singkat, lalu berlalu meninggalkan Young Yeon.

Young Yeon kaget. Dia tidak percaya mendengar ucapan Changmin.

“Oppa,” panggilnya.

Tapi Changmin terus berjalan dan tak mempedulikannya.

Young Yeon memandang punggung Changmin yang semakin menjauh. Tak terasa air matanya mengalir deras.

 “Kau masih belum memaafkanku, oppa,” gumam Young Yeon.

 

CHANGMIN POV

Aku benar-benar tak mengerti dengan sikap yeoja itu. Dan aku sendiri pun bingung kenapa aku tak bisa bersikap baik padanya.

Yeoja itu selalu baik padaku, tapi aku selalu membalasnya dengan sikap dingin dan ketus. Ku rasa aku hanya melakukan itu padanya saja. Entahlah, setiap melihat yeoja itu aku benar-benar tak bisa mengontrol emosiku.

Semua yang ada dalam diri yeoja itu selalu membuatku mengingat kejadian setahun yang lalu. Kejadian yang tak akan pernah ku lupakan seumur hidupku.

Sesungguhnya aku juga bingung pada diriku sendiri. Aku ingin membenci yeoja itu, tapi entah kenapa aku tak bisa.

END OF CHANGMIN POV

 

YOUNG YEON POV

Ku rasa Changmin oppa masih belum memaafkanku setelah kejadian setahun lalu. Mungkin dia sangat membenciku. Ah, bukan mungkin, tapi pasti. Ya, dia pasti sangat membenciku.

Sesungguhnya aku sendiri sangat membenci diriku yang sekarang. Ini bukan aku. Ini bukan Young Yeon. Young Yeon yang sebenarnya adalah yeoja cuek, tomboy, dan keras kepala. Sedangkan Young Yeon yang kalian lihat sekarang adalah yeoja yang baik, pintar, peduli pada orang lain, dan feminim. Sungguh, aku tak ingin menjadi seperti ini. Tapi aku harus melakukannya. Demi seseorang, dan demi Changmin oppa.

Aku rela melakukan apapun. Aku bahkan berjuang mati-matian untuk ikut ujian akselerasi. Itu ku lakukan agar aku bisa terus melihat Changmin oppa. Sebenarnya aku ingin loncat kelas setahun lagi agar bisa satu tingkat dengan Changmin oppa. Tapi aku gagal di ujian akselerasi kedua. Alhasil, aku hanya bisa menjadi hoobae-nya.

Terkadang aku ingin menyerah dan mengakhiri semua ini. Aku sudah lelah. Tapi jika mengingat janjiku, aku benar-benar tak punya pilihan. Aku harus menepatinya.

END OF YOUNG YEON POV

v   

Sepulang sekolah Yoo Eun sebenarnya ingin langsung pulang sesuai janjinya pada Changmin tadi. Tapi Ah Rin memaksa Yoo Eun untuk menemaninya ke Dong Bang University, kampus kakak dan kekasih Ah Rin. Dengan malas Yoo Eun mengiyakan permintaan Ah Rin.

Mereka berdua berjalan menuju Dong Bang University. Lokasi Dong Bang University memang satu kompleks dengan Dong Bang International High School.

“Memangnya kau ada urusan apa ke Dong Bang University?” tanya Yoo Eun ingin tahu.

“Bertemu seseorang,” jawab Ah Rin sambil tersenyum.

“Yunho oppa?” tebak Yoo Eun. “Kau kan setiap hari sudah bertemu dengan kakak tersayangmu itu di rumah.”

Ah Rin menggeleng,”Bukan.”

“Lalu? Junsu oppa??” tebak Yoo Eun lagi.

Ah Rin menggeleng lagi,”Bukan.”

“Lalu siapa?” tanya Yoo Eun penasaran.

“Sudahlah, nanti juga kau tahu orangnya,” jawab Ah Rin.

Yoo Eun terdiam. ‘Kalau bukan Yunho oppa atau Junsu oppa, siapa lagi yang akan ditemui Ah Rin di Dong Bang University?’

Mereka sudah sampai di Dong Bang University.

“Kita mau kemana?” tanya Yoo Eun.

“Lapangan basket,” jawab Ah Rin singkat.

Begitu sampai di lapangan basket, Yoo Eun melihat para pemain basket Dong Bang University sedang latihan.

Ah Rin segera menyeret Yoo Eun untuk mendekat ke tepi lapangan.

“Yoochun oppa,” teriak Ah Rin memanggil salah satu pemain basket yang tengah latihan itu.

Pemain basket yang memakai kaos bernomor punggung 0 yang dipanggil Yoochun itu menoleh, lalu menghentikan latihannya dan berjalan menuju Ah Rin .

“Anneyong oppa,” sapa Ah Rin pada namja itu.

Yoochun tersenyum.

“Ada apa mencariku?” tanya Yoochun pada Ah Rin.

Ah Rin segera menjelaskan pada Yoochun, dan Yoochun mengangguk-angguk mengerti. Sementara Yoo Eun yang merasa diabaikan, terus-menerus menggembungkan pipinya. Terlihat kekesalan di wajahnya.

“Baiklah, aku akan membantumu memberi kejutan pada si Dolphin,” kata Yoochun.

Ah Rin tersenyum.”Gomawo oppa.”

Yoochun tersenyum, lalu mengangguk. “Aku harus kembali latihan.”

“Baiklah oppa. Aku juga harus pulang.”

“Hati-hati di jalan,” pesan Yoochun.

Yoochun berlari ke tengah lapangan untuk melanjutkan latihannya. Sebelumnya dia sempat melirik Yoo Eun.

 

YOOCHUN POV

Sepertinya aku pernah melihat yeoja yang bersama Ah Rin itu. Wajahnya sangat familiar. Tapi aku benar-benar lupa.

Sebenarnya saat berbicara dengan Ah Rin aku memperhatikan yeoja itu. Aku ingin tertawa melihatnya terus-menerus menggembungkan pipinya. Sepertinya dia kesal karena kami mengacuhkannya.

END OF YOOCHUN POV

 

YOO EUN POV

Sejujurnya aku sedikit kesal dengan Ah Rin. Dia mengacuhkanku saat berbicara dengan namja itu. Dan yang semakin membuatku kesal, sepanjang perjalanan pulang dia terus bercerita tentang namja itu. Namja aneh yang memakai kaos basket nomor punggung 0 yang bernama Park Yoochun itu.

“Yoochun oppa adalah kapten tim basket DBU. Selain jago bermain basket, dia juga pandai memainkan piano, dan beberapa alat musik lainnya. Dia juga bisa bermain baseball dan sky. Dia sangat baik, ramah, suka menolong, lembut, tak pernah marah, dan sabar. Dan yang paling penting adalah dia tampan dan punya death smile yang membuat semua yeoja tak mungkin menolaknya, Ah, benar-benar namja idaman.”

Aku hanya menggerutu dalam hati. Kalau memang Yoochun seperti itu, kenapa dia tak pacaran saja dengan Yoochun?

“Tapi walau bagaimanapun Junsu oppa tetap yang terbaik bagiku,” lanjut Ah Rin.

Aku hanya tersenyum kecut mendengar ucapannya. Huh, dia selalu saja bisa menebak pikiranku.

END OF YOO EUN POV

v   

Young Yeon tak segera pulang. Dia menunggu Changmin selesai latihan basket.

“Wah, tuan putri sedang menunggu pangeran rupanya,” celetuk Minho melihat Young Yeon di halte bus.

Sementara Changmin hanya menatapnya tajam.

“Sejak kapan kau naik bus, Young Yeon?” tanya Minho.

“Emmm, mulai tadi pagi,” jawab Young Yeon sambil tersenyum.

“Wah, itu berarti kalian akan berangkat dan pulang sekolah bersama-sama terus,” goda Minho. “Wah, bus ku sudah datang. Aku duluan ya. Sampai bertemu besok. Bye.”

Minho melambaikan tangannya. Young Yeon membalas lambaian tangan Minho.

Setelah Minho pergi, tinggallah mereka berdua di halte bus tersebut.

“Kenapa kau naik bus? Bukankah biasanya kau naik mobil mewahmu yang nyaman itu? Dan kenapa kau masih di sini juga? Kenapa kau tak langsung pulang? Apa kau tak tahu kalau berbahaya bagi seorang yeoja berdiri di halte bus sendirian saat sore begini? Huh,” Changmin memberondong Young Yeon dengan banyak pertanyaan.

Young Yeon tersenyum. Ini pertama kalinya Changmin berbicara sepanjang itu dengannya, setelah kejadian setahun lalu.

Tiba-tiba Changmin menarik tangannya. Ternyata bus mereka sudah datang.

“Kau jangan duduk di sampingku,” ucap Changmin ketus. “Duduk di sini.”

Young Yeon menurut untuk duduk di deretan paling depan sebelah kanan. Sementara Changmin duduk di belakangnya.

Young Yeon senang. Meskipun tak bisa duduk di samping Changmin, tapi setidaknya Changmin perhatian padanya.

TO BE CONTINUED……

Eotteoke???

I think this is bad FF… Mian kalo GaJe L *efek stress gara2 gak ada kerjaan selama liburan T_T

Tiba-tiba dapet ilham buat nulis cerita kayak gini… lalu ngebut ngetik.. dan gak sampe sejam (??) jadilah FF ini.. jreng jreng.. *jingkrak2 bareng DB5K (plak, abaikan)

Jangan lupa tinggalkan jejak…^^

Silakan keluarkan semua uneg2 tentang FF ini..

Kritik dan saran akan diterima dengan senang hati demi perbaikan FF berikutnya..

Gomawo J

 

 

3 thoughts on “Promise Part 1

  1. Eunchan She Peef berkata:

    young yeon cinta sama changmin yh??
    Aigoo~!
    Penasaran nih..
    Sepertinya kelanjutanya bakalan seru nih..
    Next chap..^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s