Confused Line [Prolog]


 

 

Confused Line [Intro]

Title : Confused

Author : Bibib Dubu

Main Cast : DBSK’s Member

Support Cast : You’ll find them in full part

Length : Sequel

Genre : Mistery, Romance, Life, Crime

Rating : PG-15

Slice of Yoochun’s Story

Langit sesuai dengan kondisi hatiku, bersinar cerah dengan sinar matahari yang tidak begitu menyengat kulit. Kau tahu tidak, aku paling benci cuaca panas, mungkin kau boleh menilaiku sebagai orang yang sangat memperhatikan kulitku, ya—kau tidak salah.

Setelah merapikan setelan jasku, kuraih ponsel dan kucari nomor manajerku untuk memastikan kembali bahwa lokasi syuting yang kutuju tidak keliru.

Hmm, sekarang kau bisa menebak-nebak siapa aku?

Yeoboseo, Hyung, lokasi yang kemarin kau bilang itu tidak salah, kan?”

Ne, kau duluan ke Busan, aku harus menemani eomma-ku ke rumah sakit dulu untuk periksa.”

“Oke…salam untuk Bibi, semoga kesehatannya membaik. Hyung, bolehkah aku minta tolong? Kalau kau datang nanti aku minta tolong dibelikan obat, obat biasa yang aku beli. Aku khawatir pankreasku kembali buruk kondisinya.”

Selesai bercakap dengan manajerku yang tak lain adalah sepupuku, aku mengambil tas yang berisi perlengkapanku untuk di lokasi syuting.

Hhhhh…menghela napas untuk menguatkan diriku, karena hari ini aku syuting di daerah yang merupakan titik awal pertemuanku dengan seorang yeoja, sayangnya semua tinggal kenangan—kisah kami terhenti karena suatu tragedy yang membuatnya harus mendapatkan label ‘korban pembunuhan tidak manusiawi’.

Hari ini akan kusempatkan diri untuk menjenguknya di sebuah tempat peristirahatan, dimana jasadnya terbaring kaku dan perlahan akan terlumat oleh waktu.

Slice of Yunho’s Story

Jika bukan karena adanya tantangan, hidup tak akan menarik. Aku, si penggila misteri sejak kecil…rasa ketertarikanku itulah yang menuntunku menjadi polisi penyidik rahasia, bisa dibilang aku ini semacam intel.

Hariku tidak pernah sepi dari pikiran tentang kasus, begitu yang satu usai, yang lain menghampiri—menggodaku dengan segenap misterinya.

Seperti hari ini, aku akan mendaratkan kakiku di daerah Busan. Ada beberapa hal yang perlu dicari tahu berkaitan dengan kasus pembunuhan seorang pianist yeoja berbakat, Yoo Seun Mi.

Pelaku yang merenggut nyawanya dengan cara sadis itu belum berhasil aku raba, dan ada kecurigaan bahwa pelakunya adalah orang yang memiliki dendam terhadap ayahnya yang baru-baru ini terpilih sebagai gubernur.

Kupersiapkan segalanya dengan baik, hingga akhirnya aku menyeret sebuah koper kecil yang menjadi wadah bagi perlengkapanku selama beberapa hari berada di tempat itu. Kumasukkan benda mungil itu ke jok di sebelah kemudi, sementara aku memposisikan tubuhku untuk mulai siaga mengendalikan arah dan laju mobilku. Aku hanya akan menggunakan mobilku sampai bandara, sedangkan mobilku akan diambil alih oleh rekanku. Setelah itu aku akan menggunakan pesawat agar tidak memakan waktu untuk perjalanan.

Sebelum melaju, kuputar sebuah lagu kenangan yang selalu membuatku merasa melayang ke masa laluku. Ini bukanlah jenis musik klasik maupun lagu-lagu ballad yang mengharu biru, melainkan sebuah lagu yang bergenre semi rock. Kenapa aku menyebutnya sebagai lagu kenangan? Karena lagu inilah yang menghubungkanku dengan seorang yeoja yang super aneh namun selalu membuatku tersenyum ketika mengingat pertemuan kami yang terbilang sangat singkat, hanya satu hari.

Slice of  Changmin’s Story

Di dunia ini, ada banyak hal yang tidak berjalan seperti normalnya. Terkadang kita harus bisa memaklumi beberapa hal yang tidak melintas di jalurnya. Sebenarnya, kisahku ini sudah bukan lagi terbilang sedikit menyimpang, tetapi memang berlawanan arus dengan tata aturan yang ada di dunia ini. Dari mulai aturan agama, hukum, hingga aturan yang hanya didasari atas prinsip kemanusiaan pun kulangkahi.

Aku lupa kapan tepatnya ini dimulai, mungkin sejak aku lahir benih itu ada. Aku terlahir dengan sebuah keistimewaan, sayangnya hal yang aku miliki itu harus hadir di tengah kondisi keluargaku yang memang sudah sejak lama dikenak sebagai komplotan mafia.

Alhasil, jiwa menentang arus kenormalan pun sudah mendarah daging sejak kecil. Membunuh orang bukan lagi hal yang menggentarkan bagiku, bahkan aku terlatih sejak usiaku sembilan tahun.

Lalu, sebenarnya apa keistimewaan yang melekat pada diriku? Aku punya pola pikir yang jauh melampaui orang-orang yang seumuran denganku. Saat orang lain masih berbicara tentang games perang di internet, aku bahkan telah mampu menciptakan software untuk membobol jaringan internet, dan aku pun mulai mendalami ilmu penyamaran—untuk memulai peperangan yang sebenarnya—yang merupakan medan juang keluargaku.

Slice of Jaejoong’s Story

Siapa bilang memasak adalah keahlian milik yeoja saja. Aku Kim Jaejoong, seorang koki handal yang selama tiga tahun belakangan menjadi dalang di balik kesuksesan sebuah restoran bernama “The Five Star”. Restoran itu kurintis dengan susah payah dari mulai keadaannya yang sepi pengunjung hingga berkembang pesat seperti saat ini, yang setiap harinya dikunjungi kalangan atas dari mulai artis hingga pejabat.

Selama dua tahun terakhir, semangatku untuk mengembangkan restoran itu sangat menggebu, ini karena sebuah ‘dorongan’ dari seorang yeoja. Ya, kisahnya bermula saat yeoja itu datang berkunjung ke tempatku. Saat itu dengan gayanya yang super bossy, dia memintaku untuk membenahi rasa daging sapi asapku, dia berceloteh dengan suara nyaringnya di tengah para pengunjung yang saat itu ada. Jelas saja aku malu, tapi dari situlah aku memperbaiki semuanya, dan ketika aku merasa cita rasa masakanku sudah membaik, aku mengundangnya makan ke restoranku lagi.

Mungkin kau heran kenapa aku bisa mengundangnya lagi, ya—karena dia memang musuh bebuyutanku sejak SMA. Tapi musuh tidak selamanya abadi. Sejak kejadian itu aku berterima kasih padanya, karena dengan mengkritikku—aku tahu bahwa seseorang peduli denganku

Slice of Junsu’s Story

Berdiri di atas panggung, menyaksikan ribuan penonton sembari melantunkan lirik berhamoni dengan penuh kesungguhan.

Itulah saat-saat paling membahagiakan bagiku yang memang sejak kecil bercita-cita menjadi seorang penyanyi yang bisa melenggang ke seluruh penjuru Asia.

Saat berdiri di atas panggung, aku ikut lebur melarut bersama makna lagu yang kulantunkan, seolah membayangkan bahwa akulah tokoh yang ada dalam lagu tersebut.

Aku merindukan saat itu, sudah tiga bulan terakhir aku tidak merasakan sensasinya, pikiranku terlalu kacau, dipenuhi dengan bayang-bayang kisah asmaraku yang amburadul. Yeoja dan namja ketiga itu berhasil menyeret konsentrasiku hanya pada mereka.

Bayangan ketika pertama kali bertemu yeoja itupun terus lalu lalang, seperti teaser sebuah music video. Dua orang mempersembahkan penampilan spektakuler, yang satu mengayunkan jari-jari lentiknya di atas deretan tuts piano, sementara yang satunya lagi mengisi dentingan piano dengan suara lembutnya.

Kau tahu, dua orang itu adalah aku dan yeoja itu. Saat itulah pertama kalinya aku tersentuh oleh suatu jenis perasaan bernama cinta.

Kisah kami berlanjut dengan indah sampai akhirnya ada sebuah titik balik dimana ia mengkhianati cinta dan kepercayaanku, mengalihkan hatinya pada namja lain.

Saat ini yeojaku telah tiada, sosoknya hanya tinggal berada dalam balutan kenangan yang terpahat di batu nisan.

 

+++++

 

 

2 thoughts on “Confused Line [Prolog]

  1. baru prolog aja udh keren.. Mereka br5 masing2 punya kisahnya tersendiri. Tpi apa masing2 cuma punya line storynya sndiri atau emng saling berkaitan? *bahasanya ribet*
    yodah next deh ~ xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s