Because I Love You part 1


Title : Because I Love You

Main Cast : Jung Yunho

Rating : NC17(mungkin bisa berubah di next part)/Straight

Author : Lee Eun Ri

A/N: cerita ini author bikin dengan otak mumet jadi klo agak2 gaje, aneh and ga dpt feelnya mohon di maklum ya😀 … ga di edit sebelumnya jd kemungkinan ada typo,skali lg mohon di maklum. judulnya agak2 aneh krn author bingung ngasih judul…

Happy Reading

AUTHOR POV

Hari itu Hee Young berada di perpustakaan kampus seperti biasa jika tidak ada kegiatan. Ia membaca buku-buku yang di anggapnya menarik. Hee Young sedikit mendongakan kepalanya saat mendengar ada suara yang cukup mengganggu yang tiba-tiba saja datang. Saat menengok sekeliling tidak ada apa-apa ia pun kembali membaca buku yang ada di hadapannya.

Hee Young seorang mahasiswi yang cuku pintar tapi sayang ia tidak punya teman karena sikapnya yang terkesan dingin.

Hee Young melihat jam yang ada di tangannya lalu menutup buku yang ia baca dan menaruhnya kembali di tempat asalnya. Saat ia akan melangkah pergi ia mendengar suara rintihan kesakitan. Reflek Hee Young pun melangkah pelan ke sumber suara. Ia membelalakan matanya saat melihat siapa orang yang merintih kesakitan itu.

Jung Yunho, namja yang tengah terduduk di pojok perpustakaan itu terus merintih kesakitan. Hee Young melihat wajah dan tubuh namja itu penuh luka. Ia pergi meninggalkan namja itu untuk mengambil tasnya. Saat kembali Hee Young perlahan mendekati namja itu lalu mengangguk pelan.

“Sunbae kenapa luka-luka seperti ini?” Tanya Hee Young pada kakak angkatan kampusnya yang populer itu. Ia membuka isi tasnya dan mengeluarkan tas kecil yang berisi P3K. Ia juga mengeluarkan botol air mineral kecil. Perlahan ia membersihkan luka-luka di wajah dan kedua tangan sunbaenya itu dengan air lalu mengobati luka-lukanya.

“Nah selesai, sunbae. Sunbae harus ke ruang kesehatan atau Ke Rumah Sakit untuk mengobati luka sunbae lebih lanjut. Sepertinya luka itu harus memakai perban, sayang aku tidak membawanya.” Ucap Hee Young. Ia melihat namja itu menatapnya dengan diam.

“Mianhae sunbae, aku lancang langsung saja mengobati luka-luka sunbae. Kalau begitu aku permisi dulu.” Hee Young berdiri lalu mengangguk dan pergi.

“Hei kau yeoja kampungan.” Ucap seseorang di depan pintu perpustakaan saat Hee Young hendak pergi. Hee Young menatap orang di depannya itu.

“Ne?”

“Kau melihat Jung Yunho di sekitar sini?” Tanya namja itu dengan emosi. Hee Young melihat namja di depannya membawa tongkat baseball.

“Tidak.” Jawab Hee Young. Namja di depannya menatapnya dengan curiga.

“Benarkah?”

“Terserah.” Ucap Hee Young malas. Namja di depannya terlihat emosi dan ingin menghajarnya. Hee Young menatap namja itu dengan tatapan dingin dan tajam membuat sang namja berdecak lalu pergi begitu saja. Hee Young menghela nafas.

“Dasar.” Gumamnya pelan lalu melangkah pergi.

Hee Young tak menyadari kalau sejak tadi ia mengobati Yunho, namja itu terus menatapnya.

“Siapa dia?” Gumam Yunho.

***

Yunho menatap luka yang ada di tangannya dengan tatapan yang sulit di artikan. Luka yang di obati oleh yeoja yang tidak ia kenal. Beberapa hari semenjak pertemuan itu Yunho tidak lagi menemui yeoja itu atau lebih tepatnya sulit menemukan yeoja itu.

“Hyung, kau kenapa?” Pertanyaan dari Changmin membuat Yunho tersadar dari lamunannya. Ia menatap Changmin.

“Kau sejak kemarin hobi sekali melamun sambil menatap luka di tanganmu itu. Apa kau menyesal berhubungan dengan Han Soo karena setelah berhubungan dengan yeoja itu kau mendapat hadiah seperti ini.” Reflek Yunho menggelengkan kepalanya. Ia menatap Changmin ragu.

“Aku memikirkan yeoja yang mengobati lukaku.” Changmin menghela nafas mendengar ucapan Yunho.

“Jangan katakan kau akan menjadikan yeoja itu korbanmu juga, hyung? Berhentilah menjadi seorang playboy sebelum kau menyesal suatu saat nanti.” Ucap Changmin memberi nasihat. Yunho menggelengkan kepalanya membuat Changmin bingung.

“Pertama kali melihatnya yang ada di benakku bukan untuk mendapatkannya dan menjadikannya yeojachinguku dalam satu minggu. Tapi ada sesuatu di dalam diri yeoja itu yang membuatku penasaran.” Yunho terdiam beberapa saat.

“Sesuatu yang sepertinya sangat di tutupi oleh yeoja itu.” Lanjut Yunho. Changmin mengerutkan keningnya tak mengerti.

“Lalu kalau kau sudah tahu ‘sesuatu hal’ itu apa, apa yang akan kau lakukan, hyung?” Belum sempat Yunho menjawab tiba-tiba Yuchun datang dan duduk di samping Changmin.

“Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya menarik.” Tanya Yuchun sambil memakan makan siangnya.

“Tak ada yang penting, hyung. Hanya membicarakan perlombaan basket bulan depan.” Jawab Changmin. Ia tahu kalau Yunho sedang seperti ini ia tak mau orang lain tahu. Dan kalau Yuchun tahu seorang Jung Yunho di buat kebingungan oleh seorang yeoja, Yunho tak hanya akan di tertawakan oleh Yuchun tapi namja itu juga akan menyebarkannya dalam hitungan menit pada semua orang di kampus. Yuchun mempunyai mulut seperti seorang yeoja yang tidak bisa diam dan tidak bisa menyimpan rahasia maka dari itu Changmin tak mengatakannya.

“Uhuuuk…” Yuchun yang sedang makan tiba-tiba tersedak. Changmin yang ada di sebelahnya reflek memukul pelan punggung Yuchun dan memberikan namja itu minuman.

“Kau kenapa sih, Hyung?” Yuchun tak menjawab pertanyaan Changmin tapi malah menunjuk ke sebuah arah. Changmin reflek melihat yang di maksud Yuchun lalu menghela nafas setelah melihat siapa yang di maksud.

“Kau tertarik padanya?” Tanya Changmin malas.

“Tidak akan pernah. Aku hanya heran kenapa yeoja itu tiba-tiba datang ke kantin. Biasanya kan dia tidak pernah datang kemari.” Yunho yang sejak tadi diam akhirnya penasaran dan menengok kebelakang.

“Kalian lihat apa sih?” Tanya Yunho yang tak mengerti. Changmin menunjuk ke arah seorang yeoja.

“Lihat yeoja yang tengah berada di kasir dengan kaos warna abu-abu, hyung.” Yunho membelalakan matanya saat melihat yeoja itu. Yeoja yang sudah mengobati lukanya. Changmin sedikit aneh melihat reaksi Yunho.

“Dia itu Jin Hee Young. Yeoja yang cukup pintar tapi sayang tak mempunyai teman karena sikapnya yang dingin dan yang terpenting dia pernah mengatakan tidak suka berdekatan dengan namja. Selain itu pakaiannya yang sangat tidak menarik membuat orang tidak suka padanya.” Jelas Changmin.

“Tidak suka berdekatan dengan namja?” Yunho menatap Changmin dan Yuchun sekilas lalu kembali menatap yeoja itu.

“Tidak ada yang tahu apa alasannya yeoja itu tak mau berdekatan dengan namja tapi banyak orang di kampus mengatakan kalau yeoja itu seorang lesbian tapi sampai sekarang tidak ada buktinya. Dia selalu menutup dirinya. Terkadang aku merasa kasihan padanya.” Ucap Yuchun. Yunho terus menatap yeoja itu yang terlihat sudah membayar di kasir. Saat yeoja itu akan keluar kantin yeoja itu menatap Yunho sekilas lalu mengangguk pelan. Yunho pun reflek mengangguk sambil tersenyum tipis.

Changmin yang sedikit kaget langsung menatap Yunho tak percaya. Tak mengira namja di depannya membalas anggukan Hee Young.

“Kenapa?” Tanya Yunho yang melihat Changmin menatapnya heran.

“Kau mengenalnya?” Tanya Changmin. Changmin dan Yuchun menunggu jawaban dari  Yunho.

“Dia yang mengobati lukaku ini kemarin di perpustakaan.” Jawab Yunho santai. Ia kembali meminum minuman yang ada di hadapannya tanpa memperdulikan reaksi dari kedua temannya.

“Benarkah? Lalu bagaimana reaksinya saat mengobatimu? Dia kan tidak suka berdekatan dengan namja.” Ucap Yuchun antusias. Yunho mengangguk.

“Reaksinya biasa saja. Dia mengobati lukaku dengan cekatan lalu setelah itu pergi.” Jawab Yunho. Yuchun mengangguk mengerti lalu tak lama ia mengambil ponselnya untuk mengetik sebuah pesan tapi belum sempat ia mengetik pesan ponselnya sudah di ambil oleh Changmin.

“Kau mau apa, hyung?” Tanya Changmin curiga.

“Hanya mengetik pesan.” Jawaban Yuchun mendapatkan tatapan tajam dan curiga dari Changmin.

“Mengetik pesan apa? Pesan yang isinya mengatakan tentang kejadian Yunho hyung dengan yeoja itu kemarin? Ck kau ini kenapa seperti yeoja sih, hyung? Hobi sekali menggosip ah bukan tapi menyebarkan berita yang pada akhirnya nanti berubah jadi gosip dan fitnah.” Yuchun berdecak kesal mendengar ucapan Changmin.

“Hentikan kebiasaanmu itu, hyung.” Omel Changmin lalu mengembalikan ponsel Yuchun. Yunho hanya menghela nafas mendengar pertengkaran ke dua temannya itu.

“Kau akan melakukan apa pada yeoja itu? Kau ingin menaklukan yeoja itu seperti yang lainnya juga?” Pertanyaann Yuchun mendapatkan lirikan dari Changmin dan tatapan curiga dari Yunho.

“Jangan menatapku seperti itu. Aku janji akan menutup mulutku rapat-rapat.” Ucap Yuchun. Melihat keseriusan di ucapan Yuchun mau tak mau Yunho bercerita.

“Jujur aku penasaran dengannya. Bukan untuk kujadikan pasangan satu mingguku. Aku sendiri bingung bagaimana menjelaskannya tapi yang jelas aku ingin dekat dengannya.” Ucap Yunho.

Tak lama ke tiganya keluar kantin. Yuchun menanyakan rencana Yunho untuk mendekati Hee Young.

“Aku tidak ada rencana apa-apa. Aku masih bingung.” Jawab Yunho jujur. Saat Yunho sedang berjalan sambil mendengarkan saran dari Yuchun dan Changmin tiba-tiba langkahnya terhenti. Reflek ke dua temannya pun menghentikan langkahnya. Perlahan Changmin dan Yuchun bisa melihat senyum mengembang di wajah Yunho. Mereka baru pertama kali melihat Yunho tersenyum semenjak ‘kejadian’ itu.

Changmin menepuk bahu Yunho lalu tangannya mengisyaratkan agar namja itu pergi menghampiri Hee Young. Changmin tersenyum.

“Kalau kau memang penasaran dan tidak akan mempermainkan yeoja itu, kejarlah dia dan dekati secara perlahan. Aku mendukungmu, hyung.” Ucap Changmin memberi dukungan.

“Tapi…” Yunho menatap Changmin dan Yuchun ragu. Keduanya menghela nafas.

“Dengar hyung, aku yakin kejadian itu tak akan terulang dua kali. Saran dariku jika kau memang pada akhirnya mencintai yeoja itu, jangan kau berikan hatimu sepenuhnya pada Hee Young sama seperti waktu itu. Belajarlah dari pengalamanmu dulu dan berhenti menjadi PLAYBOY.” Ucap Changmin dengan menekankan kata terakhirnya.

“Jujur aku kesal, hyung karena semenjak kau jadi playboy aku yang selalu kena imbasnya. Para yeoja yang kau putuskan selalu mengamuk-ngamuk padaku selama 3 bulan berturut-turut.” Ucap Changmin lemas. Ia mendapatkan kekehan dari Yuchun dan Yunho.

Yunho menatap Changmin dan Yuchun sambil memikirkan kata-kata temannya itu.

“Kau lama sekali berpikirnya, hyung. Sudah sana.” Changmin mendorong Yunho pergi menyusul Hee Young yang sudah menghilang. Yunho menatap Changmin dan Yuchun dengan tatapan takut. Tapi Changmin dan Yuchun tersenyum sebagai tanda kalau namja itu tak usah takut. Yunho pun pada akhirnya tersenyum dan berlari mengejar Hee Young.

“Haaaah, sudah lama aku tidak melihat Yunho seperti itu.” Yuchun tersenyum sambil melihat Yunho yang tengah berlari. Changmin mengangguk setuju dengan perkataan Yuchun.

“Dan kuharap Yunho hyung bisa bahagia dan melupakan kejadian itu.” Kini giliran Yuchun yang mengangguk setuju dengan perkataan Changmin. Keduanya pergi dari tempat itu.

—-

Yunho berhenti berlari dan berdecak kesal karena ia kehilangan yeoja itu. Ia menatap sekelilingnya dan saat mendengar suara pintu terbuka sontak Yunho melihat ke sumber suara. Toilet wanita. Yunho berharap yeoja itu keluar dari sana hingga ia bisa bertemu dengan yeoja itu.

Bingo.

Harapan Yunho terkabul karena Hee Young yang keluar dari toilet itu. Terlihat kalau yeoja itu cukup kaget melihatnya. Hee Young mengangguk pelan lalu pergi meninggalkan Yunho. Tak mau kehilangan yeoja itu lagi Yunho pun mengikutinya.

“Mau kemana?” Tanya Yunho basa-basi.

“Perpustakaan.” Jawab Hee Young dengan dingin. Yunho sedikit kebingungan untuk memulai pembicaraan dengan yeoja itu.

“Mmmm gumawo kemarin kau sudah menolongku. Sebagai tanda terima kasih bagaimana kalau besok kita makan siang bersama?” Ajak Yunho.

“Tidak terima kasih, sunbae.” Tolak Hee Young. Yunho menghela nafas kecewa.

Yunho terus mengikuti Hee Young di dalam perpustakaan. Ia duduk di hadapan yeoja itu. Saat melirik buku yang di baca yeoja itu, Yunho jadi sedikit penasaran. Ia langsung mencari buku itu dan setelah mendapatkannya ia langsung membacanya.

Setelah membaca beberapa bagian Yunho sedikit tertarik dengan buku astrologi itu. Saat mendapati istilah yang tidak ia mengerti reflek Yunho melirik Hee Young yang masih serius dengan bukunya.

“Hee Young-sshi.” Panggil Yunho pelan. Yeoja itu berhenti membaca dan menatap Yunho.

“Sunbae tahu namaku?” Tanya Hee Young.

“Ah mmm ne, tadi temanku memberitahukanku namamu. Mmm begini boleh aku minta bantuanmu? Aku membaca bagian ini dan aku tidak mengerti istilah ini. Maukah kau menjelaskannya?” Pinta Yunho dengan suara pelan. Hee Young melirik bagian yang di tunjukkan Yunho. Hee Young cukup kaget karena namja di depannya membaca buku seperti itu.

“Tak kusangka namja seperti sunbae tertarik membaca buku seperti ini? Kebanyakan orang mengatakan kalau buku seperti ini membosankan.” Ucap Hee Young. Yunho tersenyum kaku.

“Sebenarnya aku baru kali ini membaca buku seperti ini. Tadi aku melihatmu asik membaca buku astrologi ini, karena penasaran aku juga membacanya dan ternyata cukup menarik.” Jawab Yunho jujur.

“Mmm jadi maukah menjelaskan istilah ini?” Tanya Yunho lagi. Ia melihat yeoja itu menghela nafas pelan lalu menjelaskan istilah itu padanya. Setelah yeoja itu menjelaskan Yunho jadi semakin penasaran dan terus membacanya.

“Menarik juga.” Gumam Yunho.

Yunho mendongakan kepalanya saat melihat Hee Young berdiri. Reflek ia pun ikut berdiri dan mengikuti yeoja itu lagi.

Hee Young menghela nafas lalu melirik namja di sebelahnya yang sejak tadi mengikutinya.

“Kenapa sunbae sepertinya terus mengikutiku?” Tanyanya dingin.

“Kurasa sunbae sudah dengar dari semua orang di sini kalau aku tidak suka berdekatan dengan namja. Jadi kuharap sunbae berhenti mengikutiku.” Ucap Hee Young lalu kembali pergi.

“Kenapa?” Langkah Hee Young terhenti oleh suara Yunho. Ia mendengar suara langkah kaki namja itu dan tak lama ia bisa melihat namja itu di hadapannya. Menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya.

“Katakan kenapa kau tidak suka berdekatan dengan namja?”

“Bukan urusanmu. Lagi pula kenapa sunbae begitu perhatian dengan urusanku?” Jawab Hee Young cepat.

“Karena aku tertarik padamu. Saat aku bertemu denganmu kemarin ada sesuatu dalam dirimu yang membuatku tak bisa melepaskanmu dari ingatakanku.” Yunho menatap mata Hee Young dalam.

“Matamu. Matamu mengatakan kalau kau sedih dan terluka.” Lanjut Yunho.

“Lalu apa yang mau kau lakukan?” Hee Young menatap namja di depannya sedingin yang ia bisa. Namja di depannya diam saja. Sedetik kemudian Hee Young pergi meninggalkan Yunho.

“Aku ingin mengobati luka yang kau alami dan juga kesedihanmu.” Jawab Yunho. Ia berbalik dan melihat Hee Young kembali menghentikan langkah kakinya.

“Aku tidak butuh.” Ucap Hee Young lalu pergi. Ia menahan air matanya agar tidak jatuh. Entah kenapa hatinya kembali terluka mendengar ucapan Yunho. Ia benci karena kembali teringat kejadian buruk yang menimpanya itu.

“Aku tulus ingin mengobati luka dan kesedihanmu. Karena aku pernah mengalami hal yang sama, kecewa, sedih dan terluka di waktu yang bersamaan.” Gumam Yunho sambil melihat ke arah di mana yeoja itu menghilang.

***

Waktu terus berlalu dan Yunho terus berusaha mendekati Hee Young dengan berbagai cara tapi sayang yeoja itu tetap menanggapinya dengan dingin. Tak pernah ada reaksi positif sedikit pun dari Hee Young. Yunho hampir kehilangan akal untuk mendekati yeoja itu tapi untung saja kedua teman dekatnya memberikan ide mereka.

Hee Young kini tengah berada di taman kampus, ia sedang makan siang sambil memikirkan sesuatu. Beberapa hari yang lalu ia di pecat dari pekerjaan paruh waktunya karena tempat kerjanya itu akan tutup. Karena itu sekarang Hee Young kebingungan untuk mencari pekerjaan lain. Kalau ia tidak segera bekerja ia tidak bisa melanjutkan kuliah karena ia membiayai kuliahnya sendiri.

Ia tak mempunyai keluarga.

Sebenarnya ada tapi Hee Young sudah menganggap mereka semua mati  karena keluarganya membuangnya sewaktu ia kecil.

Tubuh Hee Young sedikit bergetar saat mengingat pengalaman pahitnya dulu. Ia tidak mau lagi mengalami hal pahit itu lagi. Ia menggigit jarinya sampai ia tak sadar kalau jarinya kini berdarah.

“Tidak akan pernah. Aku tak akan pernah kembali pada pria brengsek itu lagi.” Gumamnya pelan.

“Ya! Kau ini kenapa mengigit jarimu sampai seperti ini?” Hee Young tersadar dan melihat Yunho kini berlutut di hadapannya sambil memegang jarinya yang baru di sadarinya terluka karena ia gigit terlalu kuat. Namja itu memakai sapu tangan untuk menghentikan darah yang keluar dari jarinya. Yunho menatapnya tajam.

“YA!  JANGAN MELUKAI DIRIMU SENDIRI SEPERTI INI!!” Teriak Yunho padanya. Namja itu menarik tangan Hee Young pergi dari taman kampus. Hee Young berusaha melepaskan tangannya dari Yunho tapi sulit karena tenaga namja itu lebih besar darinya.

Yunho membawa Hee Young ke ruang kesehatan yang ada di kampus. Hee Young melihat Yunho langsung meminta dokter kampus untuk menanganinya. Saat dokter mengobati jarinya yang terluka ia menahan rasa sakit yang di alaminya.

Setelah selesai Hee Young dan Yunho keluar dari ruang kesehatan. Hee Young kembali teringat ia harus segera mencari pekerjaan paruh waktu. Ia kembali melamun.

“Hei.” Suara yang cukup keras dari Yunho membuat Hee Young kembali tersadar. Yunho. Namja itu kini berada di depannya dengan ke dua tangan namja itu menyentuh pipinya. Terlihat kalau Yunho menatapnya dengan  khawatir.

“Kau baik-baik saja? Dengar walaupun kau ada masalah seberat apapun jangan menyakiti dirimu sendiri, arraso?” Yunho tersenyum lembut. Mendengar ucapan Yunho entah kenapa Hee Young reflek menganggukan kepalanya.

“Yunho chagi.” Suara itu membuat Hee Young menepis tangan Yunho dan menjauh. Ia melihat seorang yeoja langsung memeluk lengan namja di depannya dengan mesra. Yunho berusaha melepaskan tangan yeoja itu dan tersenyum kaku padanya.

“Terima kasih atas bantuannya, permisi.” Hee Young mengangguk lalu pergi. Hee Young mendengar namja itu memanggilnya tapi tak ia hiraukan sedikitpun.

“YA! Lepaskan. Kau ini kenapa sih?” Ucap Yunho marah.

“Memangnya kenapa? Kau kan pacarku.”

“Dengar kita ini sudah PUTUS. MENGERTI?? JANGAN GANGGU AKU LAGI.” Teriak Yunho.

“Kau namja brengsek. Kau pasti kembali lagi dengan pacar-pacarmu yang dulu.”

“Dengar. Aku sudah memutuskan hubunganku dengan mereka semua termasuk kau. Aku muak dengan kalian. Minggir.”

Hee Young yang masih terus berjalan di lorong kampus itu hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar pertengkaran Yunho dan yeoja itu. Tak lama Hee Young kembali memikirkan pekerjaannya. Ia bingung harus mencari pekerjaan dimana.

“Apa yang harus kulakukan? Uang yang tersisa hanya cukup untuk 2 hari lagi.” Gumamnya pelan. Langkah Hee Young terhenti karena ada yang menahan lengannya dari belakang. Sedetik kemudian orang yang menahan tangannya kini ada di depan matanya. Hee Young menghela nafas.

“Ada apa lagi sunbae?” Tanyanya malas pada Yunho. Namja itu memegang kedua tangannya.

“Kau jangan salah paham ya. Aku tidak ada hubungan lagi dengan yeoja tadi.” Ucap Yunho. Hee Young mengerutkan keningnya.

“Itu bukan urusanku. Sunbae tidak usah menjelaskannya padaku karena aku tidak peduli.” Hee Young melepaskan tangannya dari genggaman Yunho lalu pergi. Saat berjalan ia melihat dua namja yang selalu ada di dekat Yunho dan memang ke dua namja itu cukup terkenal juga di kampus. Keduanya mengangguk ramah padanya dan Hee Young pun membalas anggukan itu.

Hee Young pergi keluar kampus dan mulai mencari pekerjaan. Hampir semua toko dan café ia datangi untuk mencari pekerjaan paruh waktu tapi sayang tidak ada satu pekerjaan pun untuknya. Sampai malam Hee Young mencari pekerjaan tapi hasilnya tetap tidak ada. Ia memutuskan untuk beristirahat sejenak, ia meminum minuman yang tadi ia beli.

Matanya menatap sebuah club malam yang cukup ramai oleh para pelanggan yang berdatangan. Hee Young mengigit bibir bawahnya pelan.

“Apa aku harus bekerja di tempat itu?” Gumamnya pelan. Hee Young berpikir cukup lama.

Akhirnya Hee Young berdiri dan masuk ke dalam club itu. Ia bertemu dengan manajer club itu dan meminta pekerjaan. Manajer itu menanyakan padanya  apa ia yakin karena kalau ia bekerja di club ia akan menjadi pelacur di club itu sama seperti yang lainnya. Selama beberapa menit Hee Young terdiam tapi tak lama ia mengangguk mantap.

Manajer membawanya ke ruang rias sekaligus ruang ganti. Hee Young di berikan pakaian yang sangat sexy. Manajer menyuruhnya segera mengganti pakaiannya. Ia mengangguk dan pergi ke ruang ganti. Selesai mengganti pakaiannya, manajer memberikan kunci loker untuk menyimpan barang-barangnya.

“Lokernya ada di sini. Kau mulailah berdandan.” Hee Young mengangguk, ia menaruh barang-barangnya di loker lalu mulai berdandan. Manajer itu terus memperhatikannya.

‘Kuatkan dirimu, Hee Young-a. Kau harus berusaha menghilangkan rasa bencimu pada namja’ Batin Hee Young menyemangati dirinya sendiri.

Selesai merias diri manajer langsung menggelengkan kepalanya.

“Geraikan rambutmu, jangan di ikat dua seperti itu.” Perintah manajer padanya. Saat ia akan menjawab tiba-tiba seseorang datang menghampiri manajer. Melihat pakaian orang itu Hee Young langsung menebak kalau namja itu seorang pelayan di club itu.

“Tuan, tamu VVIP datang dan meminta yang baru karena tamu datang dengan beberapa orang temannya.” Ucap pelayan itu pada manajer. Reflek manajer itu langsung melirik Hee Young yang sejak tadi hanya bisa diam.

“Baiklah. Kau lanjutkan pekerjaanmu.” Pelayan itu mengangguk setelah mendapat perintah dari manajer.

“Kau eh siapa namamu tadi?”

“Hee Young.” Jawab Hee Young cepat.

“Ah ya Hee Young, untuk kali ini biarkan saja dulu rambutmu seperti itu. Tak ada waktu lagi. Tamu yang sekarang ini cukup bawel jika terlalu lama. Ayo, kau akan mulai pekerjaan pertamamu.” Ucap manajer lalu melangkah pergi dari ruangan itu. Hee Young mengikuti manajer dari belakang dengan tubuh sedikit gemetar dan gugup.

‘Kau harus kuat.’ Batinnya.

Saat manajer membuka pintu dan masuk, Hee Young dan para pelacur yang lainnya ikut masuk tapi Hee Young masuk dengan wajah tertunduk. Ia memainkan jarinya dan berkali-kali menarik-narik pakaian yang membuatnya cukup risih itu. Hee Young mendongakan kepalanya saat para pelacur lain mulai menghampiri para tamu. Ia tak memperhatikan wajah para tamu karena terlalu gugup.

Manajer menahannya sambil tersenyum. Manajer itu memperkenalkannya pada para tamu sedangkan ia hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Nah kau layanilah para tamu kita ini minum-minum, ok?” Ucap sang manajer sambil menepuk bokongnya. Ia tidak suka dengan manajer yang menepuk bokongnya tapi ia tak bisa protes karena ia sedang butuh pekerjaan.

“Perkenalkan dirimu, cantik.” Ucap salah satu namja.

“A an annyeonghaseo Hee Young imnida.” Ucap Hee Young sambil membungkukkan badannya. Ia terus menundukkan wajahnya, tak berani menatap para tamu.

“Kemarilah.” Ucap tamu itu. Mau tak mau Hee Young mendongakan kepalanya dan menatap tamu yang memanggilnya itu. perlahan ia menghampiri tamu itu sambil menatap wajah para tamu satu per satu. Mata Hee Young membelalak saat melihat ada tamu yang ia kenal. Yunho, Changmin dan Yuchun. Ke tiga namja itu ada di samping kiri tamu yang memanggilnya.

Hee Young duduk di samping kanan tamu yang memanggilnya. Namja itu mengelus pipinya dan sontak ia merinding ketakutan.

“Baru pertama kali huh?” Hee Young menganggukan kepalanya.

“Ne, tuan.” Jawabnya.

“Panggil aku Dong Wook oppa.” Kembali Hee Young menganggukan kepalanya.

“Lepaskan ikatan rambutmu ini.” Ucap Dong Wook sambil membuka ikatan rambut Hee Young. Hee Young menunduk risih saat rambutnya tergerai.

Hee Young menjauhkan dirinya saat Dong Wook berusaha menciumnya. Namja itu menahan tubuhnya hingga kini Dong Wook tengah mencium lehernya. Hee Young berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara. Ia menatap wajah Yunho yang menatapnya tidak suka dan terlihat marah.

“Tu tuan jangan seperti ini.” Ucap Hee Young saat Dong Wook memeluk dan mengelus perutnya. Namja itu menghentikan ciumannya dan menatap Hee Young.

“Kau malu hah?” Hee Young mengangguk cepat. Dong Wook terkekeh pelan lalu mencium pipi Hee Young.

“Kau manis sekali. Ayo minum bersamaku.” Dong Wook memberikan minuman beralkohol tinggi pada Hee Young. Hee Young mau tak mau meminumnya.

Suasana mulai cukup ramai di ruangan VVIP itu, semua orang bersenang-senang kecuali Yunho, Changmin dan Yuchun. Yunho sejak tadi terus mengepalkan tangannya dan menatap geram ke arah Hee Young dan Dong Wook yang sejak tadi menyentuh yeoja itu. Changmin dan Yuchun menatap khawatir ke arah Yunho. Mereka takut kalau-kalau teman mereka itu mengamuk dan memulai keributan. Changmin dan Yuchun sempat beberapa kali saling berpandangan dan memberi kode agar bersiap-siap kalau Yunho mengamuk.

Seung Hyun, salah satu tamu di ruangan itu menyuruh yeoja yang menemaninya untuk menari stiptis di tiang yang ada di ruangan itu. Hee Young membelalakan matanya saat melihat yeoja itu menari sangat lihai di tiang itu. Ia melihat yeoja itu tidak memperlihatkan adanya gugup maupun risih.

Setelah cukup lama Seung Hyun menyuruh yeoja itu untuk berhenti dan kembali duduk di sampingnya.

“Nah sekarang giliranmu.” Ucap Dong Wook membuat Hee Young kaget. Ia menatap namja di sebelahnya.

“S sa saya tuan? Tapi saya tidak bisa menari.” Tolak Hee Young halus. Ia melihat namja itu tersenyum, bukan tersenyum manis tapi baginya senyuman itu senyuman yang sangat menakutkan.

“Kalau begitu kau menari denganku. Biar kuajarkan kau menari yang baik.” Dong Wook menarik tangan Hee Young. Hee Young berjalan dengan gugup.

Hee Young sangat risih saat Dong Wook mulai mengajarinya menari. Ah ia merasa namja itu bukan mengajarinya menari melainkan menggerayangi tubuhnya. Hee Young tak bisa menolak karena sekali lagi ia teringat kalau ia benar-benar sedang membutuhkan uang dan pekerjaan.

“Hentikan.” Hee Young melirik ke sumber suara. Ia melihat Yunho sangat marah, Hee Young berusaha mengabaikan ucapan namja itu.

“Hentikan.” Ucap Yunho sekali lagi dan ia mulai kehilangan kesabarannya. Changmin dan Yuchun mulai bersiap-siap dengan amukan Yunho.

Yunho memegang gelas dan menggenggamnya kuat. Merasa kesabarannya sudah habis Yunho memecahkan gelas yang ada di tangannya ke atas meja yang ada di depannya.

“KUBILANG HENTIKAN.” Teriak Yunho. Ia berdiri dan menatap geram Hee Young dan Dong Wook. Dong Wook menatapnya bingung. Yunho melihat temannya itu masih memeluk Hee Young membuat ia bertambah geram.

“Kau kenapa, Yunho-a?” Tanya Dong Wook.

“Lepaskan tanganmu dari tubuhnya.” Ucap Yunho tegas. Dong Wook bukannya melepaskan tangannya malah memeluk Hee Young erat untuk menggoda Yunho.

“Kalau kau mau dengannya, tunggu giliran. Aku kan yang memesannya terlebih dahulu.” Dong Wook tersenyum jahil.

“Giliran?” Tanya Yunho tak percaya.

“Dong Wook hyung. Sudah lepaskan saja.” Ucap Changmin. Dong Wook menatap Changmin dan Yuchun yang berada di belakang Yunho. Yuchun memberikan isyarat agar ia tak main-main dengan Yunho untuk kali ini. Dong Wook pun menatap Yunho. Memang baru kali ini ia melihat wajah Yunho yang marah seperti ini.

“Memang kalau aku tak mau melepaskannya kau mau apa? Kau tunggu saja giliranmu.” Ucap Dong Wook yang ingin mengetes Yunho. Namja itu mendekat padanya dan mendorong Hee Young lalu sedetik kemudian Yunho memukulnya hingga ia tersungkur.

“Jangan pernah lagi kau menyentuhnya. Aku tak peduli walaupun kau temanku.” Ancam Yunho. Ia melirik Hee Young yang terlihat ketakutan, tubuh yeoja itu gemetar.

“Ada apa ini?” Tiba-tiba saja manajer datang karena mendengar keributan.

Yunho tak mempedulikan ocehan manajer itu, ia mendekati Hee Young lalu menarik tangan yeoja itu dan membawanya pergi. Sebelum keluar ia menoleh ke arah Changmin dan Yuchun.

“Tolong kalian berdua urus.” Yuchun dan Changmin mengangguk. Changmin menahan tubuh manajer yang hendak menahan Yunho yang membawa Hee Young.

“Lebih baik diam atau kau akan mati di tangannya. Atau kau mau mati di tangan kami?” Ancam Changmin membuat manajer itu diam ketakutan. Yuchun mengeluarkan uang dan melemparnya ke arah sang manajer.

“Ambil itu dan jangan pernah menganggu yeoja itu. Ayo Changmin kita pergi.” Ajak Yuchun. Changmin mengangguk, saat melihat Dong Wook yang masih tersungkur ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Kau sudah kami peringatkan tapi masih saja nekat. Jadi kau tanggung sendiri akibatnya, hyung. Kami pergi.” Changmin melangkah keluar club bersama Yuchun.

Sementara itu tangan Hee Young kini masih di tarik oleh Yunho. Ia berusaha melepaskan tangannya dari namja itu tapi sangat sulit. Ia ingin menangis tapi ia tahan.

“Lepaskan.” Ucap Hee Young sedikit berteriak. Ia berhenti karena namja itu menghentikan langkahnya. Yunho berbalik dan menatapnya.

“Masih mau bekerja di sini?” Tanya Yunho penuh penekanan dan amarah. Namja itu menarik tangan Hee Young lagi.

“Ta tapi barangku. Loker.” Ucap Hee Young. Yunho kembali menghentikan langkahnya dan menatap Hee Young. Hee Young menatap Yunho takut dan reflek memperlihatkan kunci loker itu pada namja di depannya.

Yunho menghela nafas kesal lalu mengambil kunci loker milik yeoja itu. Hee Young kembali di tarik oleh Yunho. Ia hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Di mana lokernya?” Tanya Yunho kasar. Hee Young menunjuk arah di mana lokernya berada.

Sampai di loker, Yunho langsung membuka loker Hee Young dan mengambil barang yeoja itu asal lalu pergi meninggalkan club malam itu. Ia menyuruh yeoja itu masuk ke dalam mobilnya. Selama perjalanan Yunho melihat Hee Young hanya diam, ia pun tak mau berbicara karena ia masih emosi.

“Turunkan aku, sunbae.” Pinta yeoja itu. Yunho hanya diam tak mempedulikan permintaan Hee Young. Ia malah menyetir semakin cepat.

“Sunbae, turunkan aku atau aku akan lompat.” Mendengar itu Yunho langsung mengunci pintu mobil secara otomatis dari kemudinya.

“Coba saja kalau bisa.” Balas Yunho. Ia melirik sekilas yeoja itu berusaha membuka pintu mobil.

“Aish! Menyebalkan.” Hee Young memukul pintu mobil kesal.

Yunho tak menghiraukan perkataan Hee Young selama perjalanan menuju apartemen mewahnya. Ia memakai apartemen itu jika bosan berada di rumahnya.

Saat sampai di apartemennya, Yunho kembali menarik Hee Young dan tidak lupa membawa barang miliknya dan barang yeoja itu. Ia melihat pegawai apartemen menatap Hee Young saat mereka berdua masuk.

“JANGAN MENATAPNYA SEPERTI ITU!!! KALIAN AKAN KUMINTA DIPECAT JIKA MASIH MENATAPNYA. BERBALIK SEKARANG!!” Teriak Yunho. Ia membuka jaketnya lalu memakaikannya pada Hee Young. Tapi yeoja itu menolak, Yunho menghela nafas.

“Pakai. Jangan sampai aku berteriak juga padamu.” Ucap Yunho lembut. Setelah yeoja itu memakainya Yunho menarik resleting jaket itu sampai tubuh Hee Young tertutup. Keduanya masuk ke dalam lift. Yunho sempat melihat pegawai apartemen tak ada satu pun yang bergerak, hanya membalikkan tubuh mereka sesuai perintahnya.

“Akan kuminta Yuchun memecat mereka semua.” Gumam Yunho. Ia melirik Hee Young yang tengah menundukkan kepala. Lift terbuka, Yunho langsung menarik Hee Young.

“Duduk.” Ucap Yunho saat ia dan Hee Young sudah ada di dalam apartemen. Yunho masuk ke dalam kamarnya lalu saat kembali ia membawa pakaian untuk Hee Young. Yunho memberikannya pada yeoja itu.

“Gantilah pakaianmu. Kalau kau mau mandi silahkan, handuknya sudah kupersiapkan.” Ucap Yunho sambil menunjukkan kamarnya agar yeoja itu bisa mandi ataupun mengganti pakaiannya.

“Kenapa sunbae membawaku kesini? Apa sunbae mau bercinta denganku lalu membayarku di pagi harinya? Kalau itu yang sunbae mau baiklah, aku akan mandi dulu.” Ucap Hee Young lalu berjalan ke kamar yang tadi Yunho tunjukan padanya.

Saat Hee Young melewati Yunho, namja itu bisa melihat tubuh Hee Young bergetar dan mata yeoja itu menahan tangisnya. Yunho menghela nafasnya. Ia berbalik dan mengikuti yeoja itu dari belakang.

“Kau harus berhenti bekerja dari club itu.” Ucap Yunho sambil bersandar di depan pintu kamarnya. Hee Young menggelengkan kepalanya.

“Tidak bisa. Aku sedang butuh pekerjaan. Lagi pula aku tidak harus mengikuti perkataanmu. Kau bukan siapa-siapaku.” Ucap Hee Young dingin.

“Tapi tidak dengan bekerja sebagai pelacur.” Hee Young menatap Yunho sambil tersenyum tipis.

“Kau mudah mengatakannya, sunbae karena kau orang kaya.”

“TADI AKU SUDAH BERJAM-JAM MENCARI PEKERJAAN TAPI TAK ADA SATU PUN YANG MENERIMAKU BEKERJA PARUH WAKTU. AKU BUTUH UANG UNTUK HIDUP DAN MELANJUTKAN KULIAHKU!!! AKU BUKAN ANAK YANG MEMPUNYAI ORANG TUA SEPERTIMU. AKU DIBUANG OLEH KELUARGAKU SENDIRI HANYA KARENA MEREKA BERPIKIR AKU ANAK SIAL!!! AKU SEBATANG KARA!!!” Teriak Hee Young.

“KAU PIKIR AKU SUKA MENJADI PELACUR?? AKU JIJIK DENGAN PEKERJAAN INI KARENA KEMBALI MENGINGATKANKU PADA SAAT AKU HAMPIR DI PERKOSA OLEH PARA NAMJA BRENGSEK. TAPI WALAUPUN AKU JIJIK, HANYA PEKERJAAN INILAH YANG BISA AKU LAKUKAN!!!” Ucap Hee Young lagi.

“JANGAN SEENAKNYA MEMERINTAH ORANG!! KAU TIDAK TAHU APA-APA. KENAPA KAU HADIR DALAM HIDUPKU DAN TERUS MENGANGGUKU??? KUMOHON BERHENTI MENYIKSAKU.” Hee Young menangis. Ia sudah tidak kuat terus menerus menahan tangisnya. Yunho menghampirinya dan menghapus air matanya yang tidak berhenti mengalir.

“Mianhae. Jeongmal mianhaeyo, Hee Young-a.” Ucap Yunho sambil menatapnya dengan sendu. Tak lama wajah Yunho mendekat dan menempelkan bibir namja itu pada bibirnya. Yunho menciumnya dengan lembut, sangat lembut. Setelah cukup lama mencium Hee Young, Yunho melepaskan ciumannya dan menatap yeoja itu. Kembali ia hapus air mata yang mengalir di pipi Hee Young.

“Berhenti bekerja di sana, aku akan mencari pekerjaan untukmu.” Ucap Yunho lembut membuat Hee Young terdiam.

“Aku tidak suka ada namja yang menyentuhmu. Aku benci saat melihatnya. Apa lagi tadi kau di sentuh Dong Wook. Di mana saja tadi kau di sentuh? Ah di sini.” Yunho mencium pipi Hee Young dengan lembut. Hee Young hanya bisa diam.

“Di sini juga. Aku benci kissmark ini. Aku akan menghapusnya dan kutandai dengan kissmark dariku.” Ucap Yunho lalu mencium leher Hee Young. Tangan Yunho menyentuh perut dan punggung  Hee Young. Tak ada yang luput dari sentuhannya, ia menyentuh tubuh Hee Young yang tadi di sentuh Dong Wook mulai dari bibir, pipi, leher, perut, punggung, bahu dan lengan.

Setelah itu Yunho memeluk erat tubuh mungil Hee Young. Keduanya terdiam. Yunho menikmati hangatnya memeluk Hee Young sedangkan yeoja itu tak tahu harus berbuat apa. Ia bingung harus bersikap seperti apa pada Yunho. Hee Young merasa sampai saat ini Yunho merupakan namja yang baik, bukan namja brengsek yang membuatnya ketakutan setiap malam. Tapi ia tak mau percaya begitu saja. Tak lama namja itu melepaskan pelukannya lalu menatapnya dalam. Hee Young sempat mendapati Yunho menatap tubuhnya dari atas hingga kebawah. Dilihatnya junior namja itu mulai menegang di balik celana jeansnya. Hee Young menghela nafas melihatnya.

‘Ternyata sama saja.’

“Kau tertarik dengan tubuhku dan mau bercinta denganku?” Tanya Hee Young. Yunho yang mendapatkan pertanyaan itu sontak kaget. Ia melihat yeoja itu menatap bagian bawahnya. Yunho membelalakan matanya melihat juniornya menegang. Ia melirik Hee Young dan yeoja itu pun tengah menatapnya. Yunho berusaha menatap ke arah lain.

“Ti tidak.” Jawabnya bohong.

“Lalu kenapa bagian bawahmu menegang?” Yunho mengacak-acak rambutnya.

“Aish! Ne, aku ingin bercinta denganmu apa lagi melihat tubuh mungilmu sangat sexy. Tapi aku akan melakukannya jika kau mencintaiku, sama sepertiku yang mencintaimu. Jangan kau pikir karena predikatku sebagai playboy aku juga melakukannya dengan semua yeoja di atas ranjang. Aku tak pernah melakukannya.” Ucap Yunho. Ia mendekati Hee Young dan memegang pipi yeoja itu.

“Aku tak akan pernah melakukannya terutama padamu. Kau wanita paling berharga yang kumiliki saat ini. Dan kumohon jika memang kau membenciku ataupun tidak mencintaiku, katakanlah padaku agar aku bisa menjauh darimu.” Ucap Yunho dengan mata sendu.

“Ka kalau pada akhirnya aku mencintaimu bagaimana?” Tanya Hee Young. Ia melihat wajah namja di depannya berubah tersenyum, senyum penuh harapan.

“ Aku akan sangat bahagia, mungkin jika saat itu terjadi aku akan menjadi namja paling bahagia di dunia ini. Jika kau mencintaiku katakanlah padaku dan pada saat itu juga aku tidak akan melepaskanmu walaupun kau memohon padaku sekalipun.” Jawab Yunho.

“Bagaimana?” Tanya Yunho yang melihat Hee Young diam saja.

“Tidak tahu. Yang jelas aku masih tidak suka berdekatan dengan namja. Kau beruntung karena tadi aku tidak memukulmu saat kau mencium dan menyentuh tubuhku.” Ucap Hee Young kembali dingin. Yunho menghela nafas melihat sifat dingin yeoja itu muncul lagi.

“Kau kembali dingin seperti biasa. Haaah ya sudahlah. Sepertinya perjuanganku mendapatkanmu akan sangat panjang.” Ucap Yunho. Ia sedikit mundur dan kembali melihat tubuh mungil nan sexy yeoja itu lagi. Melihat itu Yunho langsung mengalihkan pandangannya.

“Ka kau cepatlah mandi atau ganti pakaianmu. Kalau kau seperti itu terus aku bisa hilang kendali. Kutunggu di ruang TV.” Ucap Yunho lalu pergi tanpa menatap Hee Young.

Ia duduk di sofa sambil mengendalikan pikirannya yang sudah mulai kemana-mana. Ia pun berusaha mengontrol juniornya agar tidak semakin membesar. Setelah bisa mengendalikan pikirannya Yunho bernafas lega dan bersandar di sandaran sofa miliknya. Hari ini ia merasakan hari yang cukup berat apa lagi di tambah kejadian tak ia duga di club tadi.

Yunho menyalakan TV dan mencari acara yang menarik. Tak lama ia menengok ke arah kamarnya karena Hee Young keluar dari kamar itu. Yunho terpaku beberapa saat.

“Kau imut sekali memakai kemeja namja seperti itu. Duduklah.” Ucap Yunho. Hee Young pun duduk agak sedikit jauh dari namja itu.

“Dasar playboy tukang rayu.” Gumam Hee Young yang masih bisa di dengar oleh Yunho.

“Aku jujur mengatakannya. Mulai hari ini aku akan mengatakan apapun yang ada di pikiranku padamu.” Ucap Yunho sambil melirik Hee Young.

“Dasar gila. Kemeja kebesaran seperti ini kau bilang imut.” Yunho hanya terkekeh kecil mendengar perkataan Hee Young. Tak lama Yunho mengambil ponselnya dan memesan beberapa makanan untuk ia dan Hee Young.

Yunho menatap Hee Young cukup lama dan yeoja itu membalas tatapannya.

“Apa?” Yunho menggelengkan kepalanya cepat lalu mengambil bantal dan ia taruh pas di samping Hee Young lalu ia berbaring.

“Hei, apa yang kau lakukan?” Tanya Hee Young kaget.

“Berbaring sebentar. Aku lelah. Asal kau tahu hari ini merupakan hari tersialku. Changmin mengerjaiku dan berakhir di club malam itu.” Ucap Yunho.

“Tapi bisa kan tidak tepat disampingku?” Hee Young merasa risih.

“Aish! Aku tak mau berdebat denganmu dulu. Biarkan aku istirahat sebentar dan memikirkan hal untuk membalas Changmin. Ini peganglah remote tv, gantilah sesukamu. Mian jika aku terkesan tak mempedulikanmu tapi aku benar-benar lelah.” Ucap Yunho. Hee Young pada akhirnya hanya diam dan menonton tv.

Cukup lama Hee Young menonton tv seorang diri hingga akhirnya ia cukup bosan dan ingin pulang. Saat akan mengganti channel tiba-tiba ada yang memencet bel apartemen itu. Hee Young pun menatap Yunho yang tertidur. Ia mendekati namja itu dan melihat wajah Yunho yang tengah tertidur membuatnya tak tega. Namja itu terlihat kelelahan. Ia pun memutuskan untuk membuka pintu. Dilihatnya di monitor seseorang mengantarkan pesanan Yunho. Ia kembali ke dalam untuk mengambil sisa uang yang ia miliki.

“Pesanan tuan Yunho.” Ucap orang itu saat Hee Young membuka pintu. Ia mengangguk lalu mengambil pesanan Yunho dan membayarnya. Hee Young membelalakan matanya saat orang itu menyebutkan total yang harus di bayar, jumlahnya sangat pas dengan sisa uang yang ia punya. Hee Young pun mau tak mau membayarnya lalu membawa pesanan itu masuk ke dalam dengan tak lupa mengunci pintu apartemen itu.

Hee Young menaruh pesanan Yunho di atas meja. Ia melihat namja itu masih terlelap di atas sofa. Hee Young kembali duduk di sofa sambil menonton tv lagi.

“Aku haus ingin sekali minum tapi aku tak berani mengambilnya langsung.” Gumamnya pelan. Ia melirik Yunho dan mendekati namja itu. Ia memberanikan diri menyentuh pipi Yunho dengan telunjuknya.

‘Kenyal.’ Hee Young langsung menggelengkan kepalanya saat sadar dengan apa yang ia pikirkan.

“Engghh.” Lenguh Yunho yang merasa sedikit terganggu. Namja itu sedikit menggeliatkan tubuhnya lalu perlahan membuka matanya. Hee Young yang melihat itu secepat kilat mundur dan duduk di sofa seperti biasa. Ia menonton tv lagi.

“Ahhh sepertinya aku tertidur cukup lama. Mianhae Hee Young-a. Heh? Pesananku sudah datang? Kau yang membayarnya ya?” Tanya Yunho. Hee Young menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“Kalau begitu nanti kuganti ya. Ayo kita makan, aku sudah sangat lapar.” Yunho langsung membuka makanan yang ia pesan. Saat ia akan membuka pesanannya yang terakhir ia merasa Hee Young menatapnya. Ia pun meliriknya dan benar saja kalau yeoja itu menatapnya. Yunho melihat Hee Young seperti ingin mengatakan sesuatu.

“Kenapa?” Tanyanya lembut.

“Mmmm….” Hee Young ragu dan malu mengatakannya.

“Katakan saja.”

“Su sunbae boleh aku minta minum? Aku haus.” Hee Young langsung menundukkan wajahnya malu, ia merasakan kalau wajahnya sangat panas sekarang ini.

“Ya Tuhan. Mianhae Hee Young-a, aku lupa membuatkan minum untukmu. Sebentar ya.” Hee Young mengangguk tanpa melihat wajah Yunho. Ia hanya mendengar namja itu berlari dan selanjutnya ia mendengar suara ribut di dapur. Seperti gelas pecah, sendok jatuh dll. Mendengar itu Hee Young merasa tak enak karena merepotkan, ia berdiri dan menghampiri namja itu.

Hee Young melihat Yunho seperti kebingungan di dapur. Namja itu terlihat membuka-buka lemari dapur dan kulkas lalu mengacak-acak rambutnya.

“Mianhae merepotkan.” Ucap Hee Young membuat Yunho yang tak sadar akan kehadirannya kaget setangah mati.

“Ah anni, kau tidak merepotkan. Mmm hanya saja aku lupa membeli persediaan dapur jadi hanya ada soju dan air mineral.” Ucap Yunho kaku sambil membuka kulkas dan menunjukkan isinya. Ia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Kau minum soju?” Tanya Yunho. Hee Young pun langsung menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak minum. Boleh aku minta air mineral saja?” Tanya Hee Young dingin seperti biasa namun di dalam hatinya ia malu dan merasa merepotkan.

“Ah tentu saja boleh. Ini.” Yunho memberikan botol air mineral itu pada Hee Young.

“Gumawo.” Ucap Hee Young.

“Gwenchana. Ayo kita makan.” Ucap Yunho sambil mengambil beberapa botol air mineral lagi.

Keduanya makan bersama di ruang tv itu. Selama makan tak ada satu pun yang membuka suara terutama Hee Young. Yeoja itu makan sambil menonton tv sedangkan Yunho beberapa kali menatap Hee Young. Yunho ingin memulai pembicaraan dengan yeoja itu tapi ia tak tahu topik apa yang menarik.

—-

Yunho menatap rumah Hee Young dan menatap sekeliling. Ia baru saja mengantarkan yeoja itu pulang. Ini pertama kalinya ia melihat lingkungan rumah yeoja itu.

“Jijik? Kalau begitu pulang saja tak usah lama-lama di sini. Tapi gumawo sudah mengantarku pulang.” Ucap Hee Young sambil membungkuk. Setelah itu ia berjalan ke rumah kecilnya.

“Hati-hati ya. Kunci rapat pintu dan jendela rumahmu. Aku takut ada perampok atau orang menjahilimu.” Ucap Yunho sedikit berteriak.

BRAKK

Yunho sedikit kaget saat Hee Young membanting pintu. Untuk kesekian kalinya Yunho menghela nafas berat. Ia sedikit bingung dengan sikap Hee Young yang ia rasa selalu berubah-ubah. Terkadang terasa baik, ramah dan menyenangkan tapi selalu kembali lagi menjadi dingin. Yunho mengacak-acak rambutnya lalu masuk ke dalam mobilnya. Sebelum pergi ia menatap rumah kecil Hee Young.

“Sepertinya perjuanganku akan benar-benar sangat panjang.” Gumamnya lalu pergi.

TBC

next part bakalan di post klo ada yg komen minimal 8-10 org/reader.

gumawo

15 thoughts on “Because I Love You part 1

  1. Hee young itu misterius yaa. Suka dh sama alur ceritanya. Seru. Penasaran sma kisah masa lalunya hee young. Yunho juga, kayanya ada pengalaman pahit yg prnah yunho alami.
    Next part ditunggu yaa. Suka sma ceritanya^^

  2. suka deh sama yunho yg kyk gini bertindak sesuka hati buat nolongon cwe yg dia suka……….
    ah hee young takut deket sama namja krn masa lalu buruk y kyk gt….
    Lanjut……

  3. aliceappril berkata:

    traumatis banget hisupnya Hee young, kalo udah kayak gitu emang agak sulit sih buat di sembuhinnya. tapi kayaknnya akan hilang kalo Yunho yang ngobatin…
    *mupeng*
    aku suka ceritannya,

  4. putrimays berkata:

    hee young sifatnya cool. hahahaha
    tapi yunho lebih cool lagi. hahahaha
    sebenernya masalalu yunho itu bgmn??
    semoga ada penjelasannya. hahahaha

    suka sama ff buatan eonni.. hahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s