When We Promise (Always there) Chapter 1


Tittle:: When We Promise (Always there)

Author:: ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Maincast:: Jung Yunho DBSK, Kim Jaejoong DBSK

Support cast:: other DBSK member, SUJU member, Jung Yuuri (author lagi,, hehe~ .___.V)

Genre:: Romance, Angst, Yaoi

Rate:: G

Warning:: boy x boy, bagi yg gak suka sama genre yaoi atw pairingnya, disarankan jangan baca. Eh tapi pd baca dong.  Ini ff yaoi pertamaku sebagai yunjae shipper. Hehe~

~Story Begin~

Chapter 1: Disaster in Birthday

Backsong: DBSK- Holding back the tears

Yunho menutup pintu di belakangnya dengan perlahan, berusaha untuk tidak melampiaskan amarahnya dengan membanting pintu. Karena ia tahu jika ia melakukannya tidak akan membuatnya merasa lebih lega, tetapi hanya akan menimbulkan masalah baru. Tapi walaupun pikiran logisnya mengatakan hal itu, emosinya tetap lebih menguasainya. Matanya beralih pada beberapa pria bertubuh besar di sekitar pintu itu.  Mereka menatapnya tajam.

“Apa yang kalian lihat?! Kalian senang melihatku seperti ini?!”bentaknya kesal lalu berjalan pergi melewati mereka.

Dengan wajah kesal dan langkah kaki yang berat Yunho melangkahkan kakinya menuju basement parkir gedung managemen SM. Rasa sedih dan kesal menguasai dirinya. Semua karena perkataan CEO managemennya tadi. Perkataannya yang membuat semua harapan di dalam diri Yunho hancur. Tapi ia tahu jika ia tidak akan bisa menolak perkataan orang paling penting di SM itu. Semua perkataannya bagaikan titah raja yang tidak akan bisa dibantah. Karena jika tidak, konsekuensinya…

Membayangkannya saja Yunho sudah takut.

Kemudian saat akan mencapai mobilnya, Yunho merasakan tangan seseorang menepuk bahunya. Ia berbalik dan mendapati Yesung yang memandangnya dengan wajah cemas.

“Yunho-ya, kau kenapa?”

“Ah, hyung. Sejak kapan kau disini?”

“Aku sudah memanggil-manggilmu sejak tadi, tapi kau tidak mendengarku. Ada apa kau kemari? Wajahmu tidak terlihat baik.”Yesung  bertanya dengan kecemasan yang tidak bisa disembunyikannya.

“Gwenchana hyung. Hanya ada sedikit urusan tadi dan aku juga sedikit kelelahan.”jawab Yunho.

“Oh, syukurlah kau tidak apa-apa. Lalu, bagaimana besok?”

Yunho mengernyit. “Besok? Memangnya ada apa?”

Yesung memandang Yunho heran. “Bukankah besok kau akan pergi dengan Changmin dan Eunhyuk untuk bertemu dengan Junsu dan Yoochun lalu merayakan ulang tahun Jaejoong?”

Yunho merasakan hatinya menjadi lebih sakit saat mendengar nama itu dari mulut Yesung. Nama seseorang yang sangat dicintainya. Yang sudah lebih dari dua tahun ini tidak bisa ditemuinya.

Yesung melihatnya dengan wajah gembira. “Kau pasti senang kan pada akhirnya bisa bertemu dengan orang yang kau cin…”

“Aku… tidak akan pergi.”sela Yunho. Ia bersusah payah menahan rasa sakit yang mungkin terdengar dari suaranya.

“Eh?”

“Aku… tidak akan bertemu dengannya hyung. Aku tidak mau.” Bohong. Aku tidak pernah tidak mau bertemu dengannya.

Yesung mencengkeram lengan Yunho kuat dan menatap Yunho tajam“Apa maksudmu, Yunho-ya? Bukankah kau menginginkan hal ini sejak lama? Kau masih mencintainya kan? Dan Jaejoongie… dia masih mencintaimu.”

Yunho menghela napas. Akan sangat sulit untuk membuat hyung nya ini percaya pada kata-katanya, karena Yesung orang yang sangat peka.

“Justru karena ia masih mencintaiku, maka aku tidak akan pernah bisa bertemu dengannya…”ucap Yunho lirih. Kemudian ia melepaskan tangan Yesung yang mencengkeramnya dan meninggalkan Yesung yang memandangnya dengan bingung.

“Apa maksudnya ini?”gumam Yesung.

***

“Hyung, wasseo?”

Yunho tersenyum saat mendapati magnaenya menyambutnya dengan wajah gembira.

“Eo, Changmin-ah. Ada apa? Kau kelihatan senang.”

Changmin tersenyum lebar. “Hyung sudah makan? Tadi Wookie kesini mengantarkan cukup banyak makanan. Cukup banyak untuk makan kita terutama porsi makanku sampai besok. Haha…”

“Oh ya? Kenapa dia membawakan banyak makanan untuk kita berdua?”

“Aku sebenarnya cukup heran. Tadinya ia tidak mau mengatakannya, tapi akhirnya ia berhasil kupaksa juga. Ternyata ia sudah dibuat kesal oleh member-deulnya dan memutuskan untuk memberikan masakannya pada kita ketimbang memberikannya pada orang-orang yang sudah membuatnya kesal. Haha… sering-sering saja mereka membuatnya kesal, jadi kan aku yang kenyang!”

Yunho menjitak kepala Changmin. “Jangan bersikap seolah-olah kau tidak mampu beli makan, Min-ah.”

“Yak hyung! Untung apa beli kalau ada yang mau memberikan secara  cuma-cuma?”kata Changmin cemberut, tangannya mengusap-usap kepalanya yang tadi dijitak Yunho.

Yunho menuju dapur untuk mempersiapkan makanan yang dibawa Ryeowook tadi di meja makan. Ia hanya diam mendengarkan ocehan Changmin tentang obrolannya dengan Ryeowook tadi. Changmin baru berhenti berbicara setelah masakan itu terhidang di atas meja.

“Wuah kelihatannya enak! Jal mogessemnida!”ucap Changmin lalu makan dengan lahap.

Yunho menatap masakan di hadapannya lalu mencicipinya. Enak. Satu kata yang bisa menggambarkan bagaimana rasa masakan Ryeowook. Tapi seenak apapun masakan itu tetap tidak bisa benar-benar melekat di lidah Yunho jika saat ini ia hanya memikirkan tentang Jaejoong.

Hari ini merupakan hari yang berat untuk Yunho. Sejak ia terbangun di pagi hari, sampai sekarang di malam hari, ia terus-menerus memikirkan orang yang sangat dicintainya itu. seseorang yang sangat dicintainya, yang bersamanya selama bertahun-tahun. Menemaninya, mendampinginya menjadi sosok yang bisa diandalkan dan dapat memberikan perlindungan untuk dongsaeng-deulnya. Yang selalu membantunya bangkit di saat-saat mereka terpuruk, membantunya untuk memberi semangat kepada tiga orang dongsaeng yang sangat mereka cintai. Yang bahkan dengan senang hati memasak untuk mereka berlima pada saat tubuhnya lelah sekalipun.

Bahkan saat sedang memakan masakan Ryeowook seperti sekarang ini pun,Yunho seolah-olah membayangkan ia sedang memakan masakan buatan Jaejoong. Matanya memanas, airmatanya berusaha menerobos keluar. Tapi ia menahannya, berusaha bersikap tenang. Karena ia tahu ia harus mengikuti kata-kata orang itu, dan ia tidak boleh lemah jika ingin melindungi orang-orang yang ia sayangi. Ia tidak boleh lemah…

Changmin melirik Yunho yang duduk di hadapannya. Ia mengernyit, memandang hyungnya heran. Seperti yang sudah diduganya, hyungnya tidak baik-baik saja. Karena sejak tadi ia mengoceh hyungnya tidak menanggapi dengan baik. Matanya menatap kosong ke arah makanan dan ia mengunyah dengan sangat perlahan sampai Changmin yakin dengan kecepatan makan selambat itu, makanan hyungnya baru akan habis besok pagi.

“Hyung, kau kenapa? Ada masalah? Bukankah seharusnya kau senang karena besok kita akan bertemu dengan mereka bertiga?”

Yunho meletakkan sendoknya lalu berkata sangat pelan, tapi sudah cukup membuat Changmin shock. “Kita tidak akan bertemu mereka, Min-ah…”

“Mw…mwo?”

Kali ini Yunho mengangkat wajahnya dan melihat wajah Changmin dengan sendu. “Kita tidak bisa bertemu dengan mereka, Min-ah…”

“Ta… tapi kenapa?”tanya Changmin bingung dan sedih.

“Karena… “

Ting Tong.

Mereka berdua serentak menoleh ke arah pintu apartemen mereka. Yunho menghela napas lalu bangkit dari kursi makan dan berjalan ke pintu. Ia membukanya lalu terkejut melihat wajah adiknya yang memandangnya dengan ekspresi yang campur aduk. Kesal, marah, dan…

“Yuu? Kenapa malam-malam kesini?”tanya Yunho bingung.

Tanpa menunggu kakaknya mempersilahkannya masuk, Jung Yuuri langsung masuk dan Yunho menutup pintu dengan kebingungan.

“Yuu, waegurae?”

“Jelaskan padaku!”

“Mwoya?”tanya Yunho bingung melihat wajah adiknya yang benar-benar terlihat serius.

Changmin yang mendengar suara Yuuri di ruang tamu langsung bergegas bangkit dan menghampiri kedua orang kakak beradik itu. Ia mengernyit bingung melihat Yuuri yang menatap Yunho tajam.

“Apa benar Oppa menerima perjodohan dari Appa?”

“MWO?!”seru Changmin. “Itu tidak benar kan hyung?!”

Yunho menghela napas berat. “Itu benar, Min-ah.”

Changmin menatap Yunho tidak percaya. “Ta… tapi kenapa? Bukankah hyung mencintainya? Bukankah…”

“Hubungan kami sudah berakhir dua tahun yang lalu, dan sekarang aku… mencintai orang lain…”

Tubuh Yuuri dan Changmin mendadak membeku mendengar hal itu. Mencintai orang lain? Kata-kata itu tidak mungkin keluar dari mulut Yunho kan?

“O… Oppa… kau bercanda kan? kau… mencintai Hyeon Onnie?”

“Ne, Yuu-ya. aku mencintainya.”Bohong. lagi-lagi aku berbohong.

“Tapi kukira Oppa masih mencintai Jae Oppa. Kalian… kalian begitu saling mencintai. Oppa selalu bilang jika Oppa hanya ingin bahagia, dan kebahagiaan Oppa jika bersama dengan Jae Oppa kan? Kenapa…”ucap Yuuri sedih dengan mata berkaca-kaca.

“Aku tidak mungkin terus-menerus berada di tempat yang sama, Yuu-ya. ada atau tidak ada dia, hidupku harus terus berlanjut. Aku ingin menikah, punya anak, dan jika bersamanya, aku tidak akan mendapatkannya.”

“Aku tidak percaya ini.”ucap Changmin dengan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.

“Terserah kalian.”ucap Yunho pelan lalu pergi ke luar apartemen meninggalkan kedua dongsaengnya yang masih terpaku karena ucapannya.

***

Junsu menutup telponnya lalu menghela napas kecewa. Ia memandang Yoochun di hadapannya dengan sedih.

“Ada apa?”

“Ia tidak akan datang.”ucap Junsu sedih.

“Nugu?”

“Yunho hyung dan Changminnie tidak akan datang.”ucap Junsu pelan.

Yoochun membelalakkan matanya. “Tapi kenapa? Bukankah mereka berjanji besok  akan datang? Apa ada masalah?”tanyanya cemas.

“Entahlah. Hyuk tidak memberitahukan detilnya, tapi ia mengatakan jika mereka berdua tidak akan datang.”

Yoochun menghela napas, sedih. “Padahal kupikir kita bisa menjadikan mereka kejutan untuk Jae hyung. Jae hyung pasti senang sekali jika Yunho hyung dan Changmin datang.”

“Yoochun-ah, Junsu-ya? kalian dimana? Ayo keluar, sebentar lagi jam 12!”panggil Jaejoong dari luar.

“Ne, hyung. Sebentar!”jawab Junsu dengan setengah berteriak. “Nanti aku akan mencoba menanyakannya lagi pada Hyukjae. Aku berharap mereka hanya bercanda mengatakan tidak datang.”

“Su, kenapa aku merasakan firasat aneh ya? apa ada sesuatu yang terjadi?”tanya Yoochun cemas.

“Entahlah, semoga tidak terjadi apa-apa. Yang pasti sekarang kita harus merayakan ulang tahun Jae hyung, sebentar lagi jam 12.”

***

Jaejoong mengernyit melihat kedua dongsaengnya yang sebelumnya berada di depan tivinya, sekarang sudah tidak ada. Kemana mereka? Apa di kamar? “Yoochun-ah, Junsu-ya? kalian dimana? Ayo keluar, sebentar lagi jam 12!”panggil Jaejoong dari luar.

“Ne, hyung. Sebentar!”jawab Junsu dari arah kamar.

Jaejoong berdecak lalu kembali ke dapurnya. Ia mengambil piring-piring berisi masakan buatannya dan membawanya ke meja di depan tivi. Menggelikan sekali, padahal ia yang beberapa menit lagi berulang tahun, tapi ia juga yang menyiapkan masakannya, hanya sendirian.

“Jangan-jangan setelah memaksaku memasak, mereka berdua juga berniat mengerjaiku?”gumam Jaejoong curiga saat mengambil lagi 2 piring berisi makanan dari dapur. Kemudian saat akan meletakkan salah satu piring itu, mata Jaejoong teralihkan oleh berita di tivi.

Matanya terfokus pada pembawa acara berita yang mengabarkan hal yang paling tidak ingin didengarkannya.

“…Kami baru saja mendapatkan berita jika beberapa saat yang lalu Jung Yunho, leader boyband DBSK mengalami kecelakaan mobil di sekitar kawasan Apgujeong-dong. Menurut saksi mata mobil Jung Yunho mengalami tabrakan dengan sebuah truk yang melaju cepat dari arah berlawanan dan mobil di belakangnya yang melaju dengan ugal-ugalan. Sampai sekarang sudah tiga orang yang dikonfirmasi meninggal dalam kecelakaan ini. Sementara Jung Yunho sedang dalam keadaan kritis dan dibawa ke Seoul Hospital…”

PRANNGG.

“Yun… Yunnie…”Ini tidak benar.

Ini adalah mimpi buruk di hari ulang tahun Kim Jaejoong.

 

~TBC~

Eotte? Eotte?

Kyaaaaaa~ aku grogi bgt deh! Ini ff yaoiku yg pertama, trus langsung milih konflik yang rumit. Aduh grogi nih sama pendapat readers-nim.XD

Komen yaaaaaaa^^

12 thoughts on “When We Promise (Always there) Chapter 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s