In My Camera Chapter 2


Author: ideaFina a.k.a Jung Yuuri

Cast    : Kim Jaejoong, Jung Yuuri, Park Yoochun

Genre  : Romance

Rating : G


Yuuri’s POV

“Gimana? Masih bisa diperbaiki kan?”

Aku harap-harap cemas melihat Yoochun sunbae yang masih memeriksa kameraku dengan seksama.“Bisa, tapi butuh biaya yang banyak untuk memperbaikinya.Lebih baik beli yang baru saja.”

Aku menggeleng.“Anhi.Cassie itu sahabat terbaikku, kenangan terakhirku dari Appa.Dia harus sembuh, walaupun butuh biaya banyak.”

“Kau yakin?” kemudian sunbae menyebutkan perkiraan biayanya.

“Mwo?!Mahal banget!”Aku langsung menghitung berapa jumlah tabunganku dan kira-kira berapa banyak kerja sambilan yang harus kulakukan untuk memperbaiki Cassie.

“Memangnya kenapa Cassie bisa sampai seperti itu?Kau juga terlihat berantakan sekali.”

Aku terdiam.Kalau diingat-ingat waktu sampai di apartemen sunbae tadi aku memang terlihat kacau sekali.Lalu aku menceritakan semua kejadian tadi pagi.

“Jadi kau tidak mengenal namja itu?Tapi dia yakin sekali kau menstalkernya?Dia pasti orang terkenal, mungkin artis.Di kampusmu kan banyak artisnya.”

“Sunbae kan tahu aku tidak pernah menonton tv atau ikut acara-acara yang membuatku mengenal artis siapapun.Yang pernah aku tonton paling hanya film documenter national geographic.”

Yoochun sunbae terkekeh pelan.“Jangan terlalu tertutup dengan dunia luar Yuuri-ah.Dunia ini tidak hanya diisi oleh makhluk-makhluk ‘manis’ seperti hewan atau tumbuhan.”

Aku hanya tersenyum kecil mendengar gurauannya.Setelah mendengar Cassie masih bisa sembuh, aku jadi tidak setegang tadi.untunglah aku membawanya ke orang yang tepat.

“Bagaimana jika kau menjadi asistenku untuk pemotretan mulai minggu depan? Bayarannya bisa membantumu memperbaiki kamera.”

“Tapi kan sunbae memotret orang, model. Sementara aku tidak pernah melakukannya….”

“Haha. Tidak apa. Tidak sulit kok. Ini kan juga bisa jadi ajang belajar. Kan sudah kubilang, ‘Dunia ini tidak hanya diisi oleh makhluk-makhluk ‘manis’ seperti hewan atau tumbuhan’.Sesekali kau harus memotret orang juga.”

“Baiklah.Akan kupikirkan dulu.Gomawo, sunbae.”

“Cheonmaneyo. O y, bagaimana dengan kompetisi fotografi alam itu? Kau sudah mengirimkan fotonya?”

Kompetisi fotografi alam?“Fotonya kan di… aish!”

 

Jaejoong’s POV

Aku memasukkan memory card yang kudapatkan dari yeoja itu ke netbook ku.Kubuka folder di dalamnya dan mencari-cari fotoku.

Aneh.Tidak ada satupun fotoku disana.Yang ada malah foto-foto pemandangan, sunset, sunrise, bunga-bunga, hewan-hewan.Kemudian mataku terpaku dengan sebuah foto.Foto yang memperlihatkan seorang ibu hamil yang sedang menggenggam tangan anak perempuan kecil.Tatapan mata ibu itu begitu lembut, dan wajah anak itu sangat ceria. Kemudian aku melihat foto lain yang begitu menyentuh. Seorang ayah yang mengajari anaknya main sepeda. Di foto berikutnya anak itu terjatuh dari sepeda dan menangis, sementara sang ayah menenangkannya dengan wajah kasihnya. Aku menatap foto itu lama.

“Bagus sekali fotonya,”kata sebuah suara mengagetkanku.

“Ya! Kim Junsu! bisa tidak kau muncul dengan cara normal!”

“Aku sudah memanggil hyung sejak tadi.”kata namdongsaengku itu, lalu duduk di sebelahku.

“Ada apa?”

Junsu tidak menjawab, ia malah memperhatikan foto-foto di laptopku. “Fotonya sangat menyentuh.Siapa yang memotretnya?”

“Stalkerku.”

“Hyung berhasil menangkapnya?”Aku terlonjak mendengar suara kencang itu.

“Jangan membuatku kaget dengan suara cemprengmu Shim Changmin!”teriakku. suara changmin tadi hampir saja membuatku terjatuh dari kursiku.

“Hehe.Mianhe hyung.”katanya cengar-cengir membuatku tambah sebal. Ia duduk di sebelah Junsu. “hyung berhasil mendapatkan kameranya?”

“Anhi, memory cardnya.tapi tidak ada satupun fotoku di memory card kameranya.” Lalu aku menceritakan kejadian tadi pagi di taman belakang.

“Wah, Kim jaejoong, kau jahat sekali. Bagi seorang fotografer kamera itu sama dengan nyawa. Tapi hyung malah merusak kameranya.”komen Junsu.

“Ya! Aku kan tidak sengaja! Lagipula dia duluan kan yang salah.”Aku merengut kesal.“ Lalu untuk apa kalian berdua ke kamarku?! Ini kan sudah malam!”

Changmin menatapku sebal.“Aku sudah tahu identitas si stalker itu. Namanya Jung Yuuri. Mahasiswi jurusan fotografi tingkat dua.Dia memang hobi memakai warna merah.Dan dia satu-satunya mahasiswa yang suka memakai merah disana.”

“Tuh kan.”desisku kesal.

“Tapi aneh jika dia menjadi stalker.”

“Mwo?”

“Karena selama ini dia jarang sekali memotret orang.Ia dikenal di jurusan fotografi sebagai Nature Photographer dan sering menjuarai perlombaan fotografi alam. Selain itu, kata temanku, kurasa dia tidak mengenal hyung. Karena ia tidak pernah nonton tv, menghadiri acara music di kampus, atau hal-hal yang dapat membuat dia mengenal seorang Kim Jaejoong. Dan menurut informanku, kerjaannya tiap libur adalah menjelajah untuk memotret alam.”

Aku mengangguk-angguk mendengar info dari Changmin.pantas saja ia bilang ia tidak mengenalku tadi.

“OK. Mungkin dia bukan penggemar fanatikku atau semacam itulah.Tapi tetap saja dia adalah satu-satunya orang yang suka memakai baju merah semencolok itu di fakultas seni. Bisa jadi dia dibayar orang untuk memotretku diam-diam. Lagipula memotretku secara diam-diam tidak memerlukan teknik khusus seperti memotret nature kan?”

Changmin terlihat berpikir-pikir sebentar.”Bisa jadi.”

“Nah, maka dari itu kau harus membantuku untuk mencari tahu lebih banyak tentang stalker itu.Dia pasti menyembunyikan foto-fotoku.Besok aku harus menemuinya untuk meminta foto-fotoku segera!”

Junsu tertawa kecil.“Kurasa tidak semudah itu mendapatkan foto darinya.Apalagi hyung sudah merusak kameranya.”Junsu berjalan keluar kamar.“Hoi, Changmin-ah!Ayo main game lagi!”

***

Aku memikirkan kata-kata Junsu  tadi. dia benar, pasti akan sulit untuk mengambil foto-fotoku dari yeoja itu. Kemudian aku teringat benda milik yeoja itu yang tertinggal di taman tadi. aku mengeluarkannya dari tasku. Sebuah recorder, headphone merah dan topi merah.Kurasa benda-benda ini tidak bisa membuatku memaksanya untuk memberikan foto-fotoku.Seharusnya tadi kuambil sekalian saja kameranya.

Aku melirik recorder milik yeoja itu.Apa sih isinya? Aku pun menyetelnya dan mengernyit ketika mendengarkannya dari headphone.Sepertinya ini suara dosen yang sedang mengajar.Teknik-teknik pengambilan foto.Hal-hal seperti itulah yang aku dengar.Sepertinya yeoja ini merekam penjelasan dosen dan belajar dengan mendengarkan rekaman ini berulang-ulang.Yeoja yang aneh.

 

Yuuri’s POV

Sudah hampir dua jam aku menunggu di dekat gerbang kampus untuk mencari namja menyebalkan itu. Aku tidak tahu namanya, tidak tahu fakultasnya apa. Jadi caraku satu-satunya adalah menunggunya di depan gerbang. Gara-gara hal ini aku bolos kuliah pagi.Ini semua demi memory card foto-fotoku.Dua hari lagi batas pengumpulan fotonya.

Bagaimana kalau dia ternyata masuk siang?Atau malah nggak kuliah? Aish! Aku bisa kering nunggu disini!

Aku terus memperhatikan orang-orang yang keluar masuk pintu gerbang.Tapi bukan hanya orang yang berjalan kaki yang masuk keluar, ada mobil dan motor juga. Omo! Kenapa aku baru kepikiran?Jangan-jangan dia malah pake mobil lagi?Bagaimana aku bisa mencarinya kalau begitu?

Akhirnya setelah kupikir-pikir tidak ada gunanya juga menunggu yang tidak pasti seperti ini, aku pun berjalan masuk ke dalam. Lebih baik aku tanya orang dengan menggunakan ciri-cirinya.

“Hmm… ciri-cirinya itu…”aku bergumam. “Tinggi badan sekitar 180cm…

TIN TIN…

“Rambut hitam….”

TIN TIN…

“…kulit putih…”kenapa aku hanya mengingat ciri-ciri yang standar aj y? gimana bisa orang tau?

TIN TIN… TIN TIN…….

Siapa sih yang klakson-klakson? Aku kan udah di pinggir jalan. TIN TINNNNNN……

Aku membalikkan badan dan berteriak.“Ya! Berisik banget sih! Jalan masih lebar tau!”

Dan ternyata orang yang aku cari mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil yang sedari tadi mengklaksonku.

 

Jaejoong’s POV

Hari ini aku harus menemui yeoja itu lagi. Aku harus memaksanya memberikan foto-fotoku sebelum ia mengedarkannya di internet atau menjualnya ke para penggemar fanatikku.

Aku menyetir mobilku masuk gerbang, lalu melihat seseorang dengan baju dominan merah dan putih (?) berjalan masuk ke kampus. Kurasa aku tidak perlu susah payah mencarinya. Aku mengklaksonnya.

TIN TIN…

Dia tetap berjalan pelan.Apa ia tidak dengar?

TIN TIN…

Yeoja ini…

TIN TIN…

Aku mulai kesal. TIN TIIIINNNNN……

Kemudian ia membalikkan badannya. “Ya! Berisik banget sih! Jalan masih lebar tau!”

Aku lalu mengeluarkan kepalaku dari jendela kemudi dan melepaskan kacamataku.Ia terlihat terkejut.

“Masuk.”perintahku dingin padanya.

Ia diam menatapku sinis. Aku balas menatapnya tak kalah sinis.

“Diantara kita masih ada persoalan yang belum selesai.Masuk.”

Ia menghela napas dengan kesal, lalu masuk ke kursi penumpang di sebelahku. Akupun melajukan mobilku ke tempat yang sama seperti kemarin kita ketemu.

“Jadi?Mana foto-fotoku?”tanyaku langsung saat kami sudah turun dari mobil. Saat di dalam mobil tadi kami memang tidak berbicara apapun.

“Bukankah seharusnya aku yang bertanya! Kembalikan memory card ku! Disana tidak ada foto-fotomu!”

“Justru karena tidak ada aku memintanya kepadamu!”

“Kenapa kau masih menuduhku sih?!Kan sudah kubilang aku bukan stalker!”

“Mana mungkin aku percaya semudah itu?!”

“Kalau begitu kenapa tidak coba cari tahu saja!Yang pasti itu bukan aku!”

“Mana buktinya?”

“eh?”

“Mana buktinya kau bukan stalkerku?”

“Mana buktinya kalau aku stalkermu? Aku tidak punya foto-fotomu! Kan sudah kau lihat sendiri!”

“Tapi aku melihatmu memotretku diam-diam! Memangnya ada orang lain di fakultasmu yang berpakaian merah mencolok seperti itu?!”

Ia menghela napasnya dan memejamkan mata. Mencoba menenangkan diri sepertinya. Kemudian ia membuka matanya dan menatapku dalam.

“Memang cuma aku yang selalu memakai pakaian berwarna merah.Tapi benar-benar bukan aku yang menstalkermu.Aku hanya memotret alam, tidak orang.Jadi itu pasti bukan aku. Aku akan menolongmu mencari tahu siapa orang itu. Aku juga tidak akan menuntutmu karena sudah merusak kameraku. Tapi tolong, kembalikan foto-fotoku. Aku akan mengikuti perlombaan, dan fotonya adalah salah satu foto yang ada di memory card itu…”

Ia berbicara panjang lebar dengan wajah memohon.

“Kumohon… kesempatanku hanya tinggal besok untuk mengirimkan fotonya…”

Matanya yang besar… Dari matanya ia tidak terlihat sedang berbohong. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku.Anhi Jaejoong-a.Jangan percaya pada yeoja ini.

“Tidak akan.Sampai kau memberikan foto-foto itu. Kita barter.”

“Kenapa kau sejahat itu?!”jeritnya tiba-tiba. “Aku tidak punya salah apa-apa padamu! Kau terus menuduhku! Memangnya ada untungnya buatku memotretmu!”

“Tentu saja ada!Kau bisa menjual foto-fotoku diam-diam ke pers dan aku bertaruh kau pasti dapat uang banyak dari sana!”

Ia menatapku sangat marah dan mendekatiku.

“AWWW!!!”

Ia menginjak kakiku lagi. “Michyeoso?!”

“Jangan kau pikir karena kau punya mobil dan memamerkannya kemana-mana aku akan tertarik untuk mempunyainya!Aku lebih baik mati kelaparan daripada harus melakukan hal rendah seperti itu!”Ia berbalik dan pergi.

“Ya!Urusan kita belum selesai!”seruku kesal.

 

Yuuri’s POV

Aku tidak percaya saat mendengarnya menuduhku akan menjual foto-fotonya ke pers. Aku merasakan kepalaku mulai mendidih. Aku mendekatinya lalu menginjak kakinya.

“AWWW!!!”Ia menjerit keras. “Michyeoso?!”

“Jangan kau pikir karena kau punya mobil dan memamerkannya kemana-mana aku akan tertarik untuk mempunyainya!Aku lebih baik mati kelaparan daripada harus melakukan hal rendah seperti itu!”Dengan kesal aku berbalik dan pergi.

“Ya!Urusan kita belum selesai!”serunya kesal.

Aku tidak mempedulikan panggilannya. Yang pasti saat ini aku memutuskan tidak akan mau melihatnya lagi.

Lalu bagaimana dengan foto-fotoku?Apa aku harus menyerah?

Aku menghela napas. Aku akan mencoba mencari foto baru dari sekarang, mungkin masih sempat. Lagipula Yoochun sunbae sudah meminjamkan kameranya padaku.Mudah-mudahan aku dapat objek foto yang bagus dengan waktu sesempit ini.

***

Akhirnya satu hari pun berlalu, dan aku tidak mendapatkan objek foto yang bisa kukirimkan.Aku menggigit bibirku menahan tangis dan duduk di lantai apartemenku yang kecil. Padahal selama ini kan aku hidup dari uang hasil memenangkan perlombaan. Mana mungkin aku terus-terusan memakai tabungan warisan dari Appa.Padahal kalau aku menang dalam kompetisi ini, aku bisa jadi fotografer tetap di majalah National Geographic.Aku bisa bekerja sesuai hobiku. Tapi kalau begini, bagaimana nasibku, bahkan untuk bulan ini saja..?

Tiba-tiba HPku berdering. “yoboseyo?”

“Yuuri-ah, besok jadi kan kau bekerja denganku?”Tanya Yoochun sunbae.

“bekerja?”

“Jadi asistenku di pemotretan. Jadwalnya ternyata dimajukan, bukan minggu depan, tapi mulai besok. Kau bisa datang kan?”

Aku langsung tersenyum dan membungkukkan badan, kemudian aku sadar jika sunbae tidak ada disana.“Gamsa hamnida, sunbae-nim!”ucapku riang.

“Cheonmaneyo.”

Aku langsung menjerit girang setelah mematikan ponselku. Jung Yuuri, kau memang beruntung!

***

Esoknya aku datang ke tempat yang sudah diberitahukan oleh Yoochun sunbae.Di lokasi pemotretan itu ternyata sudah banyak kru yang sedang mempersiapkan alat-alat.Aku tersenyum ketika Yoochun sunbae menghampiriku.

“Aku akan mengenalkanmu pada kru yang lain.”katanya, lalu mengajakku ke dalam.

Ia menyapa para kru, lalu mulai mengenalkanku. “Dia hoobae ku di kampus, dan sangat berbakat.Ia masuk tim kita sekarang.”

“Annyeonghasseyo.Choneun Jung Yuuri imnida.”Aku membungkukkan badan lalu menjabat tangan para kru satu-satu.Mereka ternyata sangat ramah.Mungkin aku bisa betah bekerja bersama mereka.

Kemudian aku sibuk mendiskusikan tema pemotretan dengan Yoochun sunbae. Aku memperhatikan penjelasannya baik-baik, apa saja yang harus kukerjakan sampai salah seorang kru mengatakan kalau modelnya sudah siap.

Aku menoleh ke arah suara kru tersebut, dan tubuhku langsung membeku saat melihat model yang dimaksud.Namja itu.Refleks aku membalikkan badan.

“Sunbae-nim, aku permisi ke toilet dulu.”

Jaejoong’s POV

Setelah selesai berpakaian di ruang ganti, aku langsung menuju tempat pemotretan.Seorang fotografer kemudian menyapaku dan mengenalkanku pada kru-krunya.

“O y, masih ada satu orang lagi.”kata fotografer bernama Park Yoochun itu. Matanya mencari-cari seseorang.Tiba-tiba ponselku berdering.“Sebentar,”kataku padanya.Aku balik badan dan menjawab telpon itu sebentar.Ketika aku berbalik menghadap fotografer itu.Mataku terbelalak menatap seorang yeoja berjaket merah dengan rambut panjang yang tertutupi topi rajut putih berada di samping fotografer itu.

“Kenalkan Kim Jaejoong-ssi, namanya Jung Yuuri. Dia asisten fotografer.Yuuri, dia Kim Jaejoong, model pemotretan kita.”

Dengan mata kesal yeoja itu membungkukkan badannya sedikit, “Annyeonghaseyo, choneun Jung Yuuri iminida.Mohon kerjasamanya.”

Aku menatap yeoja itu kesal lalu menarik tangannya menjauh dari Park Yoochun.

“Tidak memotret orang?Kau bilang tidak memotret orang?!”seruku padanya. Bisa kurasakan semua kru yang ada disana menatap kami berdua, tapi aku tidak peduli.

“Ini pertama kalinya.”jawabnya pelan dan menatapku dingin. “Sebaiknya kita bersikap professional disini.”Ia berjalan kembali ke tempat pemotretan. Aku memukul dinding dengan kesal, lalu masuk ke dalam.

Para kru kebingungan melihatku yang masuk dengan tampang marah. Park Yoochun menatapku sejenak lalu dengan gerakan kepalanya ia menyuruh seorang pengarah gaya menghampiriku dan mulai menjelaskan konsep pemotretannya sekali lagi serta bagaimana aku harus bergaya di depan kamera.

Aku tidak bisa fokus, dan masih memandang ke arah yeoja itu yang sekarang sedang berbicara dengan Park Yoochun.bisa-bisanya dia santai seperti itu melihatku.

“Aku tidak akan melakukan pemotretan jika nona Jung Yuuri yang menjadi fotografernya!”ucapku lantang.

 

Yuuri’s POV

Aku terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut namja menyebalkan bernama Kim Jaejoong itu.Ia menatapku sengit. “Jika aku tahu kau fotografernya, aku tidak akan mau datang!”

Aku balas menatapnya tak kalah sengit.Tapi aku tidak membalas perkataannya, aku tidak ingin ribut disini.Kami hanya saling memelototi.

Yoochun sunbae mendesah pelan. “Kim Jaejoong-ssi, aku tidak tahu ada masalah apa di antara kalian. Tapi bersikaplah professional.Tidak ada untungnya ribut-ribut saat ini.”

“Siapa yang mau cari ribut?!Mana mungkin aku bisa pemotretan dengan baik jika ada orang yang membuatku kesal?!”

Kenapa dia semenyebalkan itu sih?!Aku selalu sial jika bertemu dengannya.Semua kru kini menatapku.Aku tertunduk malu, merasa tidak enak pada mereka.Ini hari pertamaku bekerja, dan aku sudah membuat mereka kesulitan.

“Sunbae-nim, jika Kim Jaejoong-ssi tidak ingin aku ada disini, tidak apa-apa.Lebih baik aku keluar saja.Aku tidak ingin mengacaukan kerja kalian.”kataku pada Yoochun sunbae. Kulirik namja itu yang sudah tersenyum menang.

“Anhi, Yuuri-ah.Aku sudah memintamu menjadi asistenku, jadi aku tidak akan menariknya.”lalu sunbae menatap namja itu tajam, “Kim Jaejoong-ssi, jika anda bersikeras bersikap seperti itu kurasa itu hanya akan menyulitkanmu. Kau sudah menandatangani kontrak kan? Sikap anda hanya akan membuktikan ketidakprofesionalan anda.”

Namja bernama Kim Jaejoong itu kini menatapku dengan death glare-nya.

“Kurasa aku butuh menenangkan diri sejenak,”ucapnya kesal lalu berjalan keluar.

Aku merasa tidak enak dengan keadaan ini. “Jweseunghamnida,”ucapku pada Yoochun sunbae dan membungkuk padanya, kemudian aku melakukan hal yang sama pada setiap kru disana.

“Gwenchana, Yuuri-ah.”kata Yoochun sunbae.

“Seharusnya sunbae tidak perlu membelaku tadi, tidak apa-apa kok jika aku tidak ikut jadi bagian pemotretan ini.”kataku menunduk, aku benar-benar merasa malu.

“Gwenchana, Yuuri-ssi.Bukan salahmu. Huh! Hanya karena dia orang terkenal dia tidak boleh bersikap seperti itu padamu–atau siapapun.Tidak seharusnya ia mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan,”salah seorang costume designer bernama Han Sun Hwa membelaku, kru yang lain mengiyakan.

“Gomapseumnida.”ujarku sambil membungkuk sekali lagi. Mereka semua sangat baik. Aku tidak akan mengecewakan mereka.

Setelah 15 menit, namja itu di luar, ia masuk ke dalam. Wajahnya tidak menunjukkan kemarahan seperti tadi, tapi ketika mata kami bertatapan, aku bisa dengan jelas melihat kemarahan disana.Itu membuatku sedikit takut.Tapi aku tetap menatap matanya dengan menantang, membuatnya tersenyum sinis.

Pemotretan pun dimulai.Yoochun sunbae mulai memotret.Ia tidak perlu mengarahkan gayanya, sepertinya Kim Jaejoong tahu pose-pose yang dibutuhkan. Dia terlihat… keren dan tampan.Aku langsung menepis pikiran itu.Apa sih yang tiba-tiba kupikirkan?!

Tapi dia hebat. Baru beberapa menit yang lalu ia terlihat kesal denganku, tapi sekarang aku berhasil memotretnya. Aku baru mengerti yang disebut professional disini.

Pemotretan hari ini pun selesai.Aku membantu para kru yang sibuk membereskan peralatan.Tiba-tiba namja itu menghampiriku dan menyeretku keluar.

“Ah, appo!”seruku saat dia menarikku ke halaman belakang. Ia menyentakkan tanganku dengan keras. Aku menatapnya kesal lalu mengusap-usap lengan kiriku yang tadi ditariknya.

“Mana fotonya?”tanyanya dingin.

“Kan sudah kubilang bukan aku!”

“Dan aku tidak percaya!”

“Terserah padamu mau percaya atau tidak.Jangan ganggu aku.Aku hanya ingin bekerja disini.Tidak bisakah kau bersikap professional?”ucapku tajam.

Dia mendengus kesal.“Aku tidak akan mengungkit masalah ini disini.Tapi jangan harap di kampus aku akan diam saja!”

Kata-katanya menyulut kemarahanku, dan mataku memanas.“Seharusnya aku yang bersikap seperti itu! Kau menuduhku yang bukan-bukan! Merusak Cassie-ku! Mengambil foto-foto yang akan kukirimkan ke kompetisi! Mempermalukanku di depan semua kru! Aku sangat membencimu!”

Aku terengah-engah setelah berteriak seperti itu.Namja itu terlihat terkejut dengan teriakanku.

“Kau tahu Kim Jaejoong-ssi, jika pada akhirnya kau tahu bukan aku yang melakukannya, kau akan menyesal!Dan saat itu jangan harap aku akan memaafkanmu!”

Kemudian aku balik badan dan pergi meninggalkannya yang masih terpaku.

 

Jaejoong’s POV

“Seharusnya aku yang bersikap seperti itu! Kau menuduhku yang bukan-bukan! Merusak Cassie-ku! Mengambil foto-foto yang akan kukirimkan ke kompetisi! Mempermalukanku di depan semua kru! Aku sangat membencimu!”

Aku terkejut dengan teriakannya yang tiba-tiba disertai air matanya yang mengalir. Sepertinya ia tidak sadar jika airmatanya mengalir. Setelah terengah-engah sebentar, ia berteriak lagi.

“Kau tahu Kim Jaejoong-ssi, jika pada akhirnya kau tahu bukan aku yang melakukannya, kau akan menyesal!Dan saat itu jangan harap aku akan memaafkanmu!”

Aku terpaku mendengar kata-katanya.Ia bilang aku akan menyesal saat tahu bukan dia pelakunya. Dan ia tidak akan memaafkanku. Kenapa hatiku merasa tidak enak?

“Dia lah pelakunya Kim Jaejoong.Kan kau sendiri yang melihatnya.Jadi dia harus bertanggung jawab.”gumamku berulang kali. Tapi bagaimana jika dia memang bukan pelakunya?

***

“Hyung!Coba lihat ini!”

Changmin memberikan selembar foto padaku.Aku menghentikan makanku dan mengambil foto itu dari tangannya.Senyumku melebar.Ini dia yang kubutuhkan untuk mendapatkan foto-foto memalukan itu.Tunggu saja Jung Yuuri.

Aku pergi ke fakultas seni dan mencari ruang klub fotografi alam tempat yeoja itu berkumpul bersama teman-temannya (tentu saja aku tahu dari changmin). Kemudian aku sampai di depan ruangan yang aku tuju, lalu kuketuk pintunya.

Seorang yeoja membukanya, dan ia tampaknya terkejut melihatku.

“Ki..Kim Jae Joong- ssi?”

“Ne. aku kesini mencari Jung Yuuri.”

 

Yuuri’s POV

Aku menghabiskan waktuku di ruang klub fotografi untuk belajar dengan mendengarkan rekaman kuliahku.Sebentar lagi ujian, dan akhir-akhir ini waktuku habis untuk bekerja di pemotretan.Tanpa Cassie aku jadi tidak bersemangat, makanya aku harus segera memperbaikinya. Yoochun sunbae menawarkan untuk meminjami aku uang yang akan membantuku memperbaiki cassie, tapi aku menolaknya. Yoochun sunbae sudah terlalu sering membantuku, dan aku tidak ingin merepotkannya lagi.

Aku mengacak-acak isi tasku, mencari kaset rekaman kuliah hari lain. Aku mulai kesal karena sampai sekarang aku masih tidak bisa mengingat dimana aku menjatuhkan perekamku dan headphone merahku beberapa hari yang lalu.Inilah susahnya kalau punya sifat pelupa yang parah.

Aku memandang ke sekeliling, mencari Hye mi, teman satu jurusanku. Oh, ternyata dia ada di depan pintu. Tapi kenapa ia terlihat terkejut begitu?

“Hye mi, ada a…” aku tidak jadi melanjutkan kata-kataku ketika melihat siapa yang berada di depan pintu. Kenapa namja ini lagi?!

“Baguslah kalau ternyata kau ada disini.Sekarang kau tidak bisa menuduhku telah memfitnahmu.Karena aku punya bukti kalau kau yang melakukannya.”

Deg.

Jantungku berdegup kencang.Tidak mungkin dia punya buktinya.

Ia menghampiriku dan menyodorkan selembar foto. Dan di dalam foto tersebut ada namja itu yang sedang berlari mengejar seseorang yang tampak seperti…. Aku.Pakaiannya, topinya, dan kamera yang dipegang orang yang dikejar itu, semuanya memang milikku.

“Bagaimana?Masih mau mengelak lagi?”tanyanya tersenyum sinis dan langsung mengambil foto itu dari tanganku. “Itu kau kan?”

“Darimana kau mendapatkannya?”

“Ternyata saat aku mengejarmu seorang penggemarku melihat dan menfotonya.Akhirnya ada buktinya juga,”wajahnya tersenyum puas.

“Di, dia memang tampak seperti aku, tapi ini bukan aku!”bantahku.

“Oh. Masih mau mengelak juga?Hal yang kau lakukan ini merupakan tindak kriminalitas.Aku bisa melaporkanmu ke pihak kampus, dan kupastikan kau akan dikeluarkan.”

Jantungku hampir copot saat mendengar kata-katanya.

“Kumohon… jangan lakukan itu…”

“Kembalikan foto-fotoku!”

“Tapi aku memang benar-benar tidak memilikinya…”

Dia mengangkat alisnya dan menatapku dingin.“Masih bersikeras juga?Kalau begitu aku laporkan sekarang.” dia berbalik dan aku menangkap tangannya.

“Chankaman!”

Dia berbalik dan menatapku dingin.“Aku sungguh-sungguh tidak memilikinya. Tapi akan kucari tahu. Tolong jangan laporkan aku…”

“Masih bersikeras juga..”

“Kumohon, sekali ini.Tolong percaya padaku. Aku akan mencari tahu, akan kucari fotonya. Tapi tolong…. Jangan laporkan aku…”

 

Jaejoong’s POV

Aku terpaku menatapnya, menatap mata coklat muda yeoja itu. Jung Yuuri. Mata besarnya yang memohon terlihat…indah.Terlihat ketakutan, dan itu membuatku tak tega.

“Baiklah.Aku beri kau kesempatan 10 hari. Kalau dalam 10 hari kau tidak bisa mendapatkan foto-foto itu, aku akan melaporkanmu! Arasseo?!”

“10 hari?”

“Kenapa?Keberatan?”

Ia menggeleng kuat. “Anhi.Akan kucari tahu dalam waktu 10 hari.”jawabnya pelan.

Aku menatap wajahnya yang tertunduk.Ia menggigit bibir bawahnya dengan cemas. Kemudian aku pergi.tapi apa aku harus menunggu 10 hari?

Di depan pintu aku terdiam kemudian balik badan.

“Jung Yuuri-ssi,” Ia terlihat terkejut dengan panggilanku. “Walaupun aku memberimu waktu 10 hari, aku akan tetap mencarimu tiap hari.Arasseo?”

Dan tanpa menunggu ia menjawab, aku pergi dari ruangan itu.

~TBC~

Kau lupa apa yang kuinginkan darimu? Ini sudah hari keberapa memangnya?~Jaejoong’s POV

Kau menyukai yeoja itu hyung?~Changmin’s POV

Ini sudah hari ke-9 hyung. Jadi jika lewat 10 hari apa hyung masih mau melaporkannya?~ Junsu’s POV

Mianhe.Jeongmal mianhe.Aku stalker waktu itu. ~Yuuri’s POV

8 thoughts on “In My Camera Chapter 2

  1. park ji hee berkata:

    hwa akhirnya chap 2 nya sudah ada. langsung baca n ternyata keren abiz ceritanya. kayaknya ada yg pake kamera,topi n jaketnya yuri trus berpenampilan seperti yuri agar tak diketahui jaepa (klo ga salah di chap 1 yuri kan gi tidur). gmana tuh nasib yuri, kasian bgt dituduh terus ma jaepa. n jaepa ngotot bgt klo itu yuri, waduh bikin penasaran bgt. next chap jgn lama2 yach

  2. eunchan she peef berkata:

    wahh~!!
    Akhirnya muncul juga chap 2 nya..😀
    hmmm..
    Siapa yah stalker nya??
    Masa yuuri sih??
    Memang dari penampilan sama. Tapi, bukan nya pas di chap 1 si yuuri lagi tidur..

    Haduhh~!!
    Bener2 penasaran deh… ><
    LANJUTKAN~!!^^

  3. yuuri disni blg klo dya kn pikun parah,kyanya mmg yuuri. mian enta.h knpa aqu msh brpikir bgtu *digtok
    tp sumpah disni jj nybelin bgt pngen dijitak rasanya /plak
    si minie krjaannya kya dtektif ya nyari info mlu bwt jj😄
    uchun jga bae bner,kyanya da ssuatu dh😄
    ok lnjut😀

  4. Kim Hyun Rin (cassiopeiay) berkata:

    aaaaah bagus ini lanjutannya… kasian jung yuuri dipaksa ngaku ama jeje
    tp itu pas next chap nya kok yuuri bilang kalo stalker nya itu dia sendiri? jadi yg bener yg mana nih?
    lanjutannya jgn lama2 ya hehe, ini bener2 bagus dan aku suka😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s