Die or Life Chap 1


Title: Die or Life

Cast: Kim Jaejoong

Author: Maretta

PART 1
FLASHBACK-
Jaejoong POV
“Jebal.. Moon Jin-a.. dengarkan aku.. bisakah kau bertahan..”
Diam. Itulah jawaban yang kudapat.
“Moon Jin-a… Jung Moon Jin. Gerakkan tanganmu jika mendengarku..”
Diam. Kutatap tangan yang berada dalam genggamanku ini. Pucat dan dingin. Apakah aku terlambat? Terlambat menyelamatkan seseorang yang kucintai? Perlahan bulir-bulir air mengalir dari mataku. Ya.. aku terlambat. Tak ada yang bisa kulakukan. Moon Jin-a.. oppa berjanji akan membalas semua yang mereka lakukan padamu.. Saranghae Moon Jin-a.. Untuk terakhir kali kukecup dahinya.
-END OF FLASHBACK-
Jaejoong POV
Tak terasa aku telah mengepalkan tanganku sendiri jika mengingat itu. Wae? Mengapa kenangan itu datang lagi? Aku benar-benar tak ingin mengingatnya. Tetapi bayangan Moon Jin selalu mendesakku. Mendesak dan bahkan menarikku melewati putaran waktu menembus abad demi abad, waktu demi waktu, dimensi demi dimensi, dan sampailah pada tempat dimana ia dan aku berada dulu.
“Ahh.. Wae, Moon Jin-a? Apakah kau merindukan oppa? Ingin bermain bersama lagi?” inilah yang kulakukan berbicara sendiri seakan-akan seperti orang yang sedang bertelepon ria dengan sang kekasih dipenuhi dengan perasaan cinta yang meledak-ledak.
“Ahahaha…” aku tertawa, membayangkan ekspresinya saat akan menjawabku.. ia akan menjawab “Kau sudah tau? Ayo bermain!! Kita kesana!” dan dengan mata yang penuh binar, berlari mendahuluiku, dan terus memanggilku siput jika aku berjalan lambat. Bersembunyi di balik pohon dan berpura-pura pergi. Setelah aku kebingungan setengah mati, barulah ia melompat di hadapanku dan dengan bangganya tersenyum lebar seolah-olah ia berhasil menggenggam matahari.
Sekarang itu tak ada. Itu adalah dulu. Dan sekarang adalah sekarang. Ia… ia pergi hanya karena pertarungan sengit antara keluarganya dengan musuh bebuyutan keluarganya. Dan pertarungan itu bukan dengan senjata ataupun kekuatan fisik. Itu.. sihir. Dan hal itu tak bisa dilakukan oleh manusia. Apakah sudah jelas? Aku bukan manusia. Aku seperti.. seperti malaikat. Hanya menyerupai. Fisikku memang manusia. Dan orang bangsa sepertiku memiliki kelebihan tampang yang di atas rata-rata. Termasuk aku. Kami memiliki kelebihan khusus. Salah satu andalanku adalah membaca pikiran manusia dan kondisi seseorang. Sebenarnya masih banyak lagi dan aku tak mau menyebutkannya. Kau akan tahu sendiri nanti.
Jung Moon Jin. Aku tak mengerti jelas apa yang terjadi antara dinastinya dan juga dinasti Lee. Seperti kerajaan. Moon Jin tak pernah mau cerita dan aku tak ingin memaksanya. Dan pada suatu hari saat dia melemah dan.. pergi, di saat itulah aku menyesal aku tak memaksanya. Setidaknya aku bisa mengantisipasi dan melindunginya, setidaknya aku bisa menggunakan kekuatanku, setidaknya aku bisa menyelamatkan nyawanya. Setidaknya.. setidaknya…
“Arrgghh…” aku tak suka terus di perasaan seperti ini. Dan hanya satu misiku. Aku ingin membalaskan dendamku pada seseorang. Ne.. dia adalah keturunan dari kerajaan Lee. Mungkin dia adalah keturunan yang menurutku spesial. Ia mampu seperti manusia secara utuh. Dan aku tahu dia memiliki kekuatan pula. Kekuatan yang tak disadarinya secara langsung. Aku akan melenyapkannya. Seperti Moon Jin yang lenyap dan tak kembali. Moon Jin-a.. tenanglah..

Lee Eunri POV
Aish.. ahjumma gila itu pasti akan memarahiku jika aku telat walaupun 5 menit!! Ah! Apakah ia tak tahu bahwa aku hanya memiliki 2 kaki? Dannn…
“Annyeonghaseiyoooo!! Huftt.. huftt..”
“ Lee Eunri, kau tahu berapa menit kau..”
“ 7 menit, ahjumma.. hosshh.. hosshh..” kupotong saja kata-katanya sebelum ia mengomel dan meneriakiku.
“Kenapa memotong pembicaraan? Ck.. kau selalu saja begitu.. tapi ini kemajuan. Kemarin kau telat 10 menit.” Dengan seenaknya setelah mengatakan itu, dia pergi? Aish.. jantungku… benar-benar lelah.. ani.. kakiku juga.. belari-lari dengan high heels lumayan menyiksa. Dengan cepat aku letakkan tasku ke atas mejaku. Menundukkan wajahku dan mengatur nafasku serta memijit kakiku yang sedikit –kurasa— geser ini.
“Hmm.. kenapa masih terlihat sepi? Apakah minat membaca orang turunkah?” kugelengkan kepalaku ke kanan dan kiri mencari kehidupan di antara sela-sela rak buku yang berjajar-jajar dan menjulang tinggi. Aku melirik buku di atas meja. Buku daftar pengunjung. Mungkin lebih baik aku merapikan itu saja. Aishh.. mataku berat. Dan… kepalaku berakhir tertelungkup di atas meja.

Jaejoong POV
Pagi yang cerah. Terlalu cerah untuk kematianmu Lee Eunri. Ne.. dia adalah mangsaku. Dia yang membuat Moon Jin ku pergi. Ani.. sebenarnya dinastinya. Aku tahu itu bukan salahnya. Tetapi aku hanya ingin mengakhiri keturunan dari dinasti Lee. Setelah itu aku dan Moon Jin tentunya mungkin merasa lega. Aku akan membunuhnya perlahan.
“Annyeong..” setelah beberapa detik membuka pintu perpustakaan, yang kudapati adalah seorang yeoja sedang tertidur dengan enaknya. Ahh.. dia selalu seperti ini. Aku sering mengutitnya. Mulai menghafalkan kebiasaan dan keberadaannya. Itu akan memudahkanku membunuhnya. Bagaimana jika terjadi kebakaran atau pencuri masuk? Dia terlalu ceroboh. Kutundukkan kepalaku, dan kusejajarkan kepalaku dengan wajahnya. Kau terlalu polos untuk mati, Lee Eunri… hmm.. aku tak peduli.
“Annyeonghaseiyoooo!!!!” kataku dengan nada yang meninggi dan sedikit menyentak.
“Ahh.. Neeee~~~” dengan sigap ia bangun dan melebarkan matanya. Bisa kulihat keterkejutannya. Dan dapat kudengar detak jantungnya yang lebih cepat.
“Kurasa ini pagi, agasshi.. Tidurmu terlalu cepat.” Dapat kulihat semburat ekspresi tidak sukanya.
“Ah.. mianhae.. aku.. hanya tertidur saja.. mianhae..”
“Ahahaha… ne.. gwaenchana.”

Lee Eunri POV
Ahh.. Jinjja.. tempat ini begitu nyaman dan sejuk. Aku melihat siluet seseorang. Namja. Ia berdiri memunggungiku. Siapa dia? Kenapa hanya aku dan dia saja yang ada disini? Tempat ini terlalu indah jika hanya aku dan dia saja yang ada. Tak ada yang lain kah? Wae? Nugu? Ia terlalu mempesona. Hanya punggungnya saja yang dapat kulihat tetapi dapat menghipnotisku. Kakiku bahkan terhipnotis. Anggota tubuhku ini dengan mudahnya membawaku mendekat dengannya. Beberapa langkah lagi. Tanganku telah terjulur untuk menepuk pundaknya. Selangkah lagi…
“Annyeonghaseiyoooo!!!!”
Dengan mudahnya semua itu pecah dan tergatikan dengan degup jantungku yang berdetak sangat ramai. Aishh… saat kubuka mataku tidak sesuai dengan harapanku. Yang terlihat hanya rak-rak yang menjulang tinggi dengan sela-sela yang ada. Siapa yang berteriak sampai membuat jantungku lepas?! Kulebarkan mataku dan seorang namja dengan sumringahnya tertawa seakan-akan ia menang undian.
“Kurasa ini pagi, agasshi.. Tidurmu terlalu cepat.” 
Mworagoo???!!! Ia ingin menyindirku? Jika bukan pengunjung sudah kulempar dia.
“Ah.. mianhae.. aku.. hanya tertidur saja.. mianhae..” dengan terpaksa aku berdiri dan menundukkan tubuhku.
“Ahahaha… ne.. gwaenchana.” Katanya masih dengan wajah sumringah dan pergi menuju rak-rak buku.
Argghh!! Namja jelek! Aku hampir saja menepuk pundak seseorang di dalam mimpiku lagi. Hanya selangkah saja. Mimpi itu serasa sangat nyata. Aku bahkan bisa merasakan telapak kakiku menginjak rumput-rumput itu, dinginnya rumput yang basah saat kuinjak, dan pandangan nyata akan namja yang ada di mimpiku. Tunggu! Jangan bilang aku sedang jatuh cinta dengan seseorang yang berada dalam mimpiku. Ah.. ini hanya efek tidur terlalu pagi.

Jaejoong POV
Walaupun tanganku dan pikiranku terlihat sedang terpusat dengan buku, sebenarnya aku sedang memusatkan semua pikiranku kepada yeoja itu. Dapat kurasakan detak jantungnya yang berdetak normal, desir aliran darahnya, dan kondisinya yang kurasa ia lelah. Moon Jin-a.. bagaimana oppa melakukannya. Jujur, ada sesuatu yang menahanku membunuhnya. Ini yang kurasakan sejak dulu. Aku tidak tahu. Apakah perasaan iba ku mulai tumbuh perlahan atau ada sesuatu yang lain. Sudah cukup lama aku mengintainya. Dan otakku tak kunjung memikirkan sesuatu yang berguna untuk melenyapkan keturunan terakhir dinasti Lee itu. Menemukan kekuatan yang tersembunyinya bahkan belum kutemukan.
Setelah beberapa saat dan tentu saja aku bosan dengan keadaan disini, kuputuskan keluar. Kulemparkan senyuman singkat saat aku melewatinya. Ia hanya membalas dengan singkat pula. Aku sudah mengetahui semuanya. Hanya daya kreatifitasku saja yang perlu kuasah. Kekreatifitasanku untuk memutuskan hidupnya. Aku menginginkan sesuatu yang indah baginya. Kematian yang berkesan.
-NEXT DAY-
Lee Eunri POV
Hooaahhmmm.. benar-benar pagi yang indah. Sebenarnya terlalu indah untuk aku bangun pagi. Aishh.. hari ini hari minggu dan bodohnya aku dan tanganku tadi malam memutar alarm dan mengaktifkan alarm tersebut pada pagi-pagi saat aku akan bekerja. Dan.. Wae??!! Kenapa jika tak kerja aku justru bisa membuka mataku dengan normal, sedangkan jika aku akan bekerja aku hanya mematikan alarm dan tidur lagi? Ini benar-benar menyebalkan, yeorobun~
Kenapa namja itu tak muncul lagi? Namja yang datang pada mimpiku beberapa hari lalu. Entah sejak kapan ia menjadi candu tidurku. Mengharapkan ia menjadi bunga tidurku. Dan yang paling parah berharap ia ada di kehidupan nyata dan berinteraksi dengannya. Entah perasaan apa itu. Ini benar-benar terasa kuat.
Kugelengkan kepalaku kuat-kuat. Dia hanya mimpi! Dan mengapa aku benar-benar bodoh terus-terus memikirkannya. Sepertinya hari ini juga cukup baik untuk berdiet. Aku ingin lari pagi. Dengan segera aku turun dari kasurku dan melangkah ke kamar mandi.
~*~*~*~*
Dengan tenaga kuda aku bersemangat berkeliling. Ternyata pagi itu indah dan sayang aku selalu melewatkannya. Langit terlihat cerah, orang-orang terlihat segar, bahkan hewan pun terlihat sangat senang. Dan disinilah aku. Di sebuah taman. Taman ini benar-benar indah. Terdapat air mancur kecil di tengah nya. Beberapa bangku diletakkan bersebelahan. Lantai terbuat dari batu-batuan dan berbentuk lingkaran. Sedangkan diluar lingkaran dasar taman adalah rumput. Rumput hijau yang halus. Dan disitu banyak orang-orang yang sedang asyik menggelar alas dan bersama orang spesialnya –kurasa— menikmati makanan yang entah mereka bawa sendiri atau mereka membelinya. Oh ya.. terdapat kolam ikan kecil pula.
Aku mencari sudut yang tidak banyak terdapat orang. Ahh.. aku benar-benar ingin mengistirahatkan kakiku. Aku benar-benar lelah. Mungkin ini kali pertamanya aku berlari cukup lama. Keringat sudah bercucuran dari dahi sedari tadi. Kurasa tidak hanya dari dahi. Tetapi dari anggota badan yang tak dapat kusebutkan. Kugerakkan kakiku lagi untuk mencapai tujuanku. Yaitu tempat duduk yang terlihat nyaman itu. Tiba-tiba..
“Arghh..” jeritku terdengar melengking, jeritan khas yeoja.

Jaejoong POV
Hahaha.. aku benar-benar ingin tertawa saat mengetahuinya ia bangun pagi-pagi dan melakukan jogging. Bukannya kebiasaan rutinnya itu tidur? Aku hanya memperhatikan gerak-geriknya. Kenapa ia sama sekali tak merasa sedang kukutit? Apa dia memang setidak pedulinya seperti itu? Aku memejamkan mataku dan ingin merasakan sesuatu darinya. Jantungnya berdetak kuat dan nafasnya memburu. Hahaha… wajahnya berlumuran peluh dan berkali-kali ia mengusap peluhnya dengan handuk yang sudah dibawanya. Dan sampai akhirnya ia mulai berpikir untuk memberi kesempatan tubuhnya beristirahat.
Aku tetap mengikutinya. Apakah langkahku terasa sangat ringan sehingga ia pun tidak merasa sedang kuikuti? Ia memperlambat ayunan kakinya dan kejadian ini sudah sedikit kuduga ketika aku melihat tubuhnya dengan enaknya jatuh saat kakinya tergelincir dan pergelangan kakinya tertekuk. Dan demi apa yang mendorongku melakukannya, tubuhku seakan bergerak sendiri berlari kearahnya dan dengan sigap tangan kananku menarik tangannya dan tangan kiriku menahan pinggangnya.
“Arghh…” jeritnya. Lengkingan kecil yang membuatku mengingat seseorang ketika menjerit. Ne.. Moon Jin. Jeritan yang terdengar sama

TBC

11 thoughts on “Die or Life Chap 1

  1. Eunchan She Peef berkata:

    hemm..
    jj oppa itu pingin balas dendam yh..
    tapi, aku masih ngga ngerti apa masalah nya bisa2 pacar jj mati..

    lanjutkan!!~^^

  2. Resty berkata:

    be carefully oppa, if you hate someone so much, you will in love with her…
    love this FF, i will be waiting the next chapter.

    ‘farewell’

  3. ini pernah ada teaser y kan ya????
    jj ngak jd bales dendam nih kyk y udah keburu jatuh cinta duluan ma eun ri…..
    d sini berarti jj udah hidup ribuan tahun dong,,, dr jaman dinasti mpe modern,,,eunri tu d jaman modern kan????
    Lanjut…..

  4. karina berkata:

    blum trlalu ngerti sama jlan critanya? ????!

    knapa pcarnya yg dlu bsa mati gara gara cwe itu? ????

    jadi penasaran. …..

    d tunggu ya next chap nya🙂

  5. deewookyu berkata:

    Moon_jin.pacar or dongsaeng ??????????????

    benci…………?
    jadi
    Cinta ………………….?????

    could be …………………

  6. ini ada genre fantasynya kah?
    ehmm,gimana kalo diawal genrenya juga dikasi tau chingu?
    ceritanya bagus tapi kalo boleh kasi saran aga dikasi jarak penulisannya ato lebih tepatnya dibuat paragraf gitu chingu ^^

  7. awalnya jj mau bales dendam tpi pasti lama2 jj jdi jatuh cinta tuh sma lee eunri *sok tau* #plak
    si jj penyihir kn ? Trus jj umurnya udh tua dong ?
    Lanjut thor .. Ceritanya seru ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s