Wanna Love You but I can’t… Chap 5


Tittle    : Wanna Love You, but I can’t…

Genre : Angst, Fantasy, Romance

Rating : PG/13 (Straight)

Lenght : 5 of ??

Main Cast  : Kang Yura (Ocs), Kim Jaejoong & Shim Changmin

Other cast :  Jung Yunho, Park Yoochun, Kim Junsu, Lee Eunri, Jung Yoon Rie, Han Yourin, Kim So Yeon, Dana, Yesung, dll.

Disclaimer : Terispirasi dari manga ‘fruits basket’ but PLOT IS MY OWN?!

Author       : Satsukisorayuki

A/n : Ini inspirasinya dari komik diatas jadi jangan heran kalau misalnya nanti ada sedikit kesamaan cerita, tapi walaupun begitu kalian harus tetap menghargai karya saya ini, sebab saya pasti akan membuat jalan cerita yang berbeda seperti di fanfic2 author yang sebelumnya. NO PLAGIAT karena sebagian besar FF2 yang saya buat adalah hasil imajinasi sendiri. Don’t Like, Don’t Read! Kata yang bercetak miring berarti flahsback ya? ^^

Chapter 5

 

Yura berdiri dari posisi duduknya lalu merenggangkan otot-ototnya yang terasa pegal karena kelamaan duduk, tiba-tiba mata Yura menangkap sosok seekor kelinci yang sangat lucu sedang duduk dengan mata terpejam tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Whooaaa, ada kelinci. Oppa akan kutangkap kelinci itu untuk makan siang kita nanti!!” seru Yura yang langsung berjalan mengendap-ngendap menuju tempat si kelinci

“Andwweeeee, kau tidak boleh memasaknya nanti Junsu bisa semakin membenciku” teriak Jaejoong

>>>>>.<<<<<

“Yourin-a, untuk apa kau kesini? Bukankah seharusnya kau masih di rumah sakit? Jangan membuatku cemas!” tanya Junsu

“Aku sudah keluar dari rumah sakit, benarkan eonnie?” ujar Yourin pada Yura

“Eh? Kalian sudah saling kenal?” tanya Junsu pula

“Nde, kemarin Yunho-ssi memperkenalkanku pada semua Juunishi. Mianhae Yourin-a, karena aku tak tahu kalau kau mewarisi spirit kelinci aku hampir memasakmu tadi.. jeongmal mianhae”

Yura terus menunduk karena merasa bersalah. Jaejoong masih menarik nafas lega sejak tadi, kalau bukan karena dirinya Yura pasti sudah menjadikan maknae mereka itu sebagai santapan makan siang mereka. Yoochun mati-matian menahan tawanya melihat ekspresi Jaejoong dan Yura saat ini, sementara itu Changmin terus menggeleng-gelengkan kepalanya.. dia benar-benar merasa heran dengan sikap Yura yang selalu antusias menjadikan beberapa Juunishi untuk dijadikan bahan makanan.

“Yaa, Yoochun hyung!! Kalau kau ingin tertawa keluarkan saja!” tegas Changmin

‘Kemarin Iteuk hyung, sekarang Yourin.. aigoo yeoja ini. Untung aku yang lebih dulu ketahuan, kalau tidak.. mungkin aku sudah dijadikan steak olehnya. Setelah ini siapa yang akan menjadi korbannya ya? Apakah Minho? Atau mungkin Dana?’ pikir Yoochun sambil terus menahan tawanya agar tak meledak

Yourin mengangkat wajah Yura dan tersenyum manis padanya, dihapusnya air mata yang menetes dari sudut mata Yura.

“Nan gwaenchanha eonnie, waktu itu Yunho oppa kan hanya sebatas memberitahu eonnie bahwa kami adalah Juunishi. Dia tidak mengatakan kami ini apa, jadi wajar kalau eonnie tidak tahu. Junsu oppa juga tidak marah, benar kan?”

“Nde, tidak usah dipikirkan apalagi menangis seperti itu” sambung Junsu sambil tersenyum

“Keunddae kalau tidak ada Jaejoong oppa, aku pasti sudah…” Yura kembali terisak

“Yura, uljima! Kupikir itu tidak akan terjadi, sebab Yourin pasti akan kembali menjadi manusia sebelum kau kuliti dia dan memotong-motong dagingnya” sambung Changmin

“Keunddae, aku…”

“Sssttt..” Changmin menempelkan jari telunjuknya dibibir Yura dan memarkan senyuman manisnya

‘Omo, Changmin oppa tersenyum padaku. Apakah ini mimpi? Changmin oppa yang nyaris tak pernah kulihat tersenyum, hari ini memberikan senyumannya untukku.. hanya untukku’ pikir Yura dengan semburat merah di wajahnya

Jaejoong mengalihkan pandangannya dari Yura dan Changmin, entah kenapa hatinya terasa panas melihat kedekatan mereka?

‘Aigoo, ada apa denganku? Bukankah yang aku sukai itu Lee Eunri bukan Kang Yura?’

“Jadi kenapa kau kemari Yourin-a? Kenapa juga kau datang dalam bentuk kelinci? Apakah kau sakit lagi?” tanya Junsu cemas

“Aku merindukan oppa. Diam-diam aku keluar dari rumah utama, lalu setelah berhasil melewati pintu gerbang tanpa ketahuan aku lari keunddae….” Yourin menggantungkan kata-katanya

“Kau merasa sakit karena berlari? Astaga, bukankah Yesung hyung pernah mengatakan bahwa apapun yang terjadi kau tidak boleh lari, hmm?” sambung Yoochun

“Ne oppa, jeongmal mianhae” jawab Yourin dengan wajah memelas

“Arraseo, ya sudah akan kami biarkan kalian berduan”

Junsu dan Yourin mengangguk. Yoochun, Jaejoong, Changmin dan Yura meninggalkan mereka berdua dan kembali melakukan aktivitas masing-masing.

>>>>>.<<<<<

Hari minggu yang cerah. Selesai sarapan, Yura jalan-jalan sendiri menembus hutan. Yura berhenti di depan sebuah sungai yang airnya begitu jernih, jernihnya air itu membuat beberapa ekor ikan terlihat. Yura tersenyum dan bermain air.

“Wah airnya segar sekali” seru Yura

Puas bermain air, Yura duduk di atas bebatuan. Lagi-lagi pikirannya menerawang entah kemana? Dia kembali memejamkan matanya sambil menengadah ke langit.

‘Tuhan, bisakah aku menolong semuanya?’

Seorang namja menghampiri Yura dan duduk disampingnya. Diam-diam dia memperhatikan lekuk wajah Yura yang terlihat lebih cantik dan manis dengan rambut basah seperti itu. Jantungnya berdebar jauh lebih kencang dari biasanya, apalagi ketika matanya tertuju pada bibir Yura yang terlihat sexy dan menggoda. Dengan susah payah namja itu mengontrol perasaannya hanya untuk sekedar menyapa yeoja itu.

“Kang Yura, apa yang kau lakukan disini?”

Yura tersenyum mendengar suara yang begitu familiar baginya, suara seorang namja yang belakangan ini selalu memenuhi otaknya. Yura membuka kedua matanya dan menoleh ke arah sumber suara.

“Changmin oppa, annyeong?” balas Yura sambil tersenyum

Changmin membalas senyuman Yura dan seketika itu juga jantung Yura berdebar jauh lebih kencang. Darahnya berdesir, bahkan semburat merah diwajahnya lagi-lagi membongkar isi hatinya.

“Jadi kau sudah bertobat sekarang?”

“Eh? Apa maksudmu, oppa?” tanya Yura bingung

“Kau kesini untuk memancing ikan untukku, kan? Akhirnya kau sadar juga kalau aku bosan makan sayuran. Cepat, tangkap ikan yang banyak untukku!”

“Mweo? Aish, dasar kucing!” ujar Yura cemberut

“Wae?”

“Aku tak bisa memancing, oppa! Lagipula, aku tidak membawa alat pancingnya. Kenapa bukan kau saja yang menangkap ikan-ikan itu? Dengan menjadi seekor kucing bukankah akan jauh lebih mudah menangkap mereka dengan cakarmu?”

“Keunddae….”

“Arra, kau tidak mau karena benci air” potong Yura

“Anni, bukan begitu?” sanggah Changmin

“Lalu?”

“Lihat, ikan-ikan itu sedang bermain dan berputar-putar.. kalau aku jadi kucing….”

“Kalau kau jadi kucing, wae?”

“Kalau aku jadi kucing, yang ada nanti aku malah mengikuti gerak-gerik mereka. Kau tau kan, kucing itu paling tidak tahan jika melihat sesuatu yang bergerak-gerak bebas disekitarnya?” jelas Changmin

“Hahaha” Yura tertawa terbahak-bahak

“Yaa, Kang Yuraaaa!” teriak Changmin

“Aish, suara tinggimu itu membuatku hampir tuli, oppa” protes Yura

“Suruh siapa tertawa seperti itu di depanku?” balas Changmin

“Abisnya perkataanmu tadi itu lucu, tak kusangka manusia sepertimu berjiwa kucing” jawab Yura yang lagi-lagi tertawa terbahak-bahak

‘Kau cantik sekali jika tertawa lepas seperti itu, Yura. Saranghae’

“Aku jadi ingin melihatmu bermain-main dengan ikan, oppa. Harusnya aku memelukmu agar kau menjadi kucing?” tanya Yura yang lagi-lagi tertawa

Senyum evil terlukis di bibir Changmin, tanpa segan Changmin mendorong Yura. Pakaian Yura basah kuyup karena dorongan Changmin itu membuatnya tercebur ke dalam sungai, dengan kesal Yura pun mengembungkan pipinya.

“Hahaha, kau sudah terlanjur basah. Cepat tangkap ikan yang banyak untukku!”

Raut kebahagian kembali terlukis diwajah Yura. Yura tersenyum senang melihat tawa lepas Changmin. Tentu saja Yura merasa bahagia, kemarin Changmin menunjukkan senyuman aslinya kepada dirinya dan sekarang Changmin juga menunjukkan tawanya hanya kepada dirinya.

‘Dia tertawa, entah kenapa aku merasa bahagia melihatnya tertawa lepas seperti itu? Salahkan aku jika aku berpikir Changmin oppa hanya menghadiahkan senyum dan tawa aslinya untukku?’

“Kang Yura, bagaimana rasanya jatuh kedalam air? Apakah dingin? Ayo cepat tangkap ikan untukku!”

“Arraseo, akan kutangkap ikan untuk kucing kesayanganku, keunddae dengan apa aku harus menangkap mereka?”

“Chamkanman, akan kucarikan bambu runcing”

Changmin meninggalkan Yura untuk mencari bambu runcing. Sementara itu Yura melompat-lompat kegirangan di dalam sungai saking senangnya bisa lebih dekat dengan namja yang ia cintai.

>>>>>.<<<<<

Matahari sudah mulai tinggi. Tak disangka waktu sudah menunjukkan pukul 11.15. Changmin masih sibuk membakar beberapa ekor ikan untuk mereka makan berdua.

Yura meniup-niup ikan bakar yang masih panas itu, lalu menyuapkan sepotong daging ikan tersebut kepada Changmin. Akhirnya mereka saling menyuapi. Keduanya tampak semakin akrab dan begitu mesra.

“Hebat juga bisa mendapatkan ikan yang lumayan banyak seperti ini” puji Changmin

Wajah Yura semakin memerah bak udang rebus, dia pun menanggapi pujian Changmin dengan senyuman terbaiknya.

“Anni, itu karena ikan-ikan itu terlalu lambat. Changmin oppa, apa Yoochun oppa dan yang lainnya suka ikan? Aku akan menyisakan beberapa ekor untuk mereka”

“Molla” jawab Changmin singkat

“Baiklah, akan kubungkus sebagian untuk mereka”

Yura membungkus beberapa ekor ikan bakar hasil tangkapannya dengan daun. Setelah itu Yura kebali menatap Changmin.

“Wae? Kenapa menatapku seperti itu?”

“Oppa, kenapa kau sangat membenci Jaejoong oppa?”

Pertanyaan sederhana yang seketika itu juga membuat emosi Changmin terpancing. Changmin mengepalkan kedua tangannya. Dia selalu merasa kesal setengah mati jika nama itu disebut.

“Kenapa kau menanyakan hal itu padaku?”

“Aku hanya ingin mengenal oppa lebih jauh lagi”

Yura mengenggam tangan Changmin dan menyederkan kepalanya ke bahu Changmin

“Wae? Kau ingin ikut campur urusanku?”

“Ani, aku sayang oppa”

“Dan kau juga menyayangi mereka, kan?”

“Hmm, but I Love You more. You’re important for me. Itulah sebabnya aku ingin berbagi kesedihan dan kebahagiaan denganmu. Apakah oppa keberatan?”

“Arraseo, akan kuceritakan sedikit tentangku keunddae ada syaratnya”

“Apa syaratnya oppa, akan aku lakukan?”

“Ceritakan padaku, kenapa wajahmu penuh luka setelah kau kembali dari rumah utama?”

“Hmm, baiklah. Tadinya aku sudah berjanji hanya akan menceritakan hal ini pada Jaejoong oppa saja, tapi tak masalah.. akan kuceritakan ini pada oppa juga” jawab Yura kembali tersenyum

“Jadi kau sudah lebih dulu menceritakan hal ini pada tikus jelek itu?”

“Ani, aku baru akan menceritakan ini pada Jaejoong oppa nanti sore” jelas Yura

“Aku tak suka kau dekat dengannya” ketus Changmin

“Wae?” Yura menatap Changmin penuh

“Karena aku.. aku.. ah sudahlah, bukankah kau ingin mendengar ceritaku?”

“Nde, ayo ceritakan!”

Changmin menghela nafas sedalam-dalamnya. Sebenarnya dia tak ingin membuka luka lama pada siapapun, tapi entah kenapa Changmin merasa bahwa Yura adalah pengecualian. Sepahit apapun masa lalunya, dia ingin menceritakan hal itu pada yeoja di depannya. Yeoja yang dia percaya, yeoja yang berhasil meluluhkan hatinya dan membuatnya jatuh cinta.

“Kau tau, sebenarnya aku sama seperti Yoon Rie. Kami adalah anggota keluarga Jung yang sesungguhnya. Aku memiliki hubungan darah dengan Yunho hyung, dia adalah saudara sepupuku”

“Jeongmalyo?”

“Ne, ibuku adalah adik dari ayahnya Yunho dan Yoon Rie.. keunddae itu dulu, sebelum dia menikah dengan ayahku” lanjut Changmin dan setetes air mata jatuh membasahi pipinya

“Itu dulu, berarti sekarang…”

“Ne, Kakek kami dan Ayah Yunho hyung menendang kami keluar. Mereka menghapus nama Jung Eun Chae sebagai bagian dari keluarga Jung hanya karena dia menikah dengan ayahku. Bukan hanya itu, keunddae mereka membenciku dan kedua orang tuaku karena aku tidak termasuk dalam Juunishi. Itulah sebabnya aku tidak berhak menjadi bagian dari keluarga Jung”

“Wae? Walaupun kau bukan salah satu dari Juunishi, kau tetap memiliki hubungan darah dengan mereka. Ini tidak adil, harusnya kau juga menjadi bagian dari keluarga Jung, bukan?”

Yura sendiri tidak mengerti, mengapa dia bisa ikutan emosi seperti ini? Air mata berjatuhan dari sudut matanya.

“Keluarga ayahku adalah musuh bebuyutan mereka. Sejak zaman kakek kami masih muda, keluarga Shim dan keluarga Jung sudah menjadi rival. Mereka bukan hanya bersaing dalam hal bisnis, tetapi juga asmara. Kakek Jung dan Kakek Shim mencintai yeoja yang sama, nenek kami. Akhirnya nenekku lebih memilih kakek Shim dan menikah dengannya. Kakek Jung tidak terima karena dia merasa keluarganya jauh lebih kaya dan wajahnya juga lebih tampan dari kakek Shim. Itulah sebabnya kisah cinta ibuku dan ayahku menjadi cinta yang terlarang. Suatu ketika kakek Jung meminta umma untuk memilih keluarganya ataukah Appa?”

“Dan Umma mu lebih memilih Appa mu, begitukah?”

“Nde, benar kata orang bahwa cinta itu terkadang membutakan segalanya”

“Lalu apa hubungannya dengan Jaejoong oppa?” tanya Yura

“Ayahku selingkuh dengan ibunya”

“Mweo?” kaget Yura

“Ani, tidak mungkin. Aku dengar ibunya Jaejoong oppa sangat mencintai suaminya, walaupun pada akhirnya mereka harus bercerai” lanjut Yura

“Ibunya Jaejoong itu egois, dia mencintai keduanya”

“Mweo? Jeongmal?”

“Aku mendengarnya sendiri waktu aku masih kecil, dan gara-gara dia juga umma bunuh diri”

“Lalu kenapa kau menyalahkan Jaejoong oppa?”

“Aku hanya ingin menyalahkan seseorang atas kematian umma, dan Jaejoong adalah putra dari yeoja brengsek itu. Bukankah hal yang wajar jika aku menyalahkannya? Apalagi mengingat Yunho hyung lebih memilihnya daripada aku hanya karena aku bukan bagian dari Juunishi, padahal akulah yang memiliki hubungan darah dengannya bukan si tikus jelek itu!” teriak Changmin

“Jadi karena itu kau membencinya?”

“Ne, umma yang sangat menyayangiku mati gara-gara mereka. Yura, salahkah aku jika dendam pada mereka? Aku sangat membenci Jaejoong dan ibunya yang so cantik itu!!”

“Changmin oppa, apakah kau tidak bisa memafkan Jaejoong oppa?”

“Jangan harap, Yura!”

“Wae?”

“Karena aku tak akan pernah memaafkannya! Apalagi wajah si tikus jelek itu begitu mirip dengan ibunya, cih dia selalu mengingatkanku pada umma yang selama ini begitu tersiksa. Umma, aku sangat merindukan umma”

Yura memejamkan matanya, di satu sisi dia tak ingin Changmin dan Jaejoong bermusuhan terus menerus, namun disisi lain dia juga mengerti perasaan Changmin yang harus kehilangan ibunya hanya karena keegoisan ibu Jaejoong dan ketidakadilan keluarga Jung. Dia sangat mengerti betapa menderitanya Changmin dan Ibunya.

“Umma sampai mengorban segalanya, membuatnya tersingkir dari keluarga Jung hanya demi Appa.. keunddae Appa malah mengkhianati umma hanya karena yeoja brengsek itu. Jeongmal, aku sangat membenci Appa, Jaejoong dan terutama umma nya. Aku benci! Aku benci mereka, Yura-a”

“Arra, oppa. Arasseo?” Yura terisak sambil menyeka airmata di wajah Changmin

Sentuhan lembut Yura di wajah Changmin, membuatnya teringat kembali memori bersama ibunya tercinta. Lantas Changmin pun melanjutkan ceritanya.

“Appa jahat, umma” ujar Changmin kecil sambil menangis

“Wae, Minnie? Memangnya apa yang dilakukan Appa?” tanya seorang yeoja dewasa berwajah cantik dan anggun

Yeoja itu menghapus airmata di wajah Changmin dengan tangannya yang lembut

“Appa bilang tidak bisa menemani Minnie main ke Lotte World, padahal dia sudah janji kalau Minnie ranking satu dia akan mengajak Minnie jalan-jalan kesana. Minnie sudah ranking satu, keunddae Appa malah tidak mau menepati janjinya”

“Mungkin dia sibuk, sayang! Minnie, memang pintar.. bagaimana kalau umma saja yang menemanimu jalan-jalan? Kau mau?”

Yeoja itu tersenyum manis pada putranya dan Changmin kecil membalas senyuman yeoja itu

“Umma mau menemani Minnie, baiklah ayo kita pergi umma!” ajak Changmin kecil semangat

Eun Chae menggandeng tangan mungil putranya, walaupun dia bukan lagi bagian dari keluarga Jung namun Eun Chae sangat bahagia karena dia memiliki seorang suami yang baik dan juga seorang putra yang manis dan pintar seperti Changmin. Seharian itu Eun Chae bermain bersama putra semata wayangnya, tawa bahagia selalu menghiasi wajah mereka berdua, namun kebahagiaan itu lenyap. Saat Eun Chae dan Changmin hendak makan di sebuah restoran, dia melihat suami yang dicintainya sedang berciuman mesra dengan seorang yeoja, yeoja itu adalah Kim Iseul, sahabat karibnya.

“Umma, bukankah itu Appa?” tanya Changmin

Cairan bening membasahi wajah Eun Chae, dia nyaris tak percaya dengan pemandangan yang terpampang jelas di depan matanya itu. Rasa sakit hati yang teramat sangat menghujam dadanya, kini ia menyesal karena lebih memilih suaminya daripada keluarga Jung. Keluarga Jung yang mempunyai hubungan darah dengannya, namun ada satu hal yang tidak ia sesali.. yaitu Changmin yang menjadi putranya.

“Umma…”

Eun Chae menghampiri kedua orang itu dengan penuh emosi. Dengan airmata yang masih bercucuran dia menggebrak meja itu.

“Iseul, ternyata kau pengkhianat! Setelah kau bercerai dengan suamimu beberapa tahun yang lalu, kau merebut suamiku hah?” bentak Eun Chae. Changmin kecil hanya bisa menangis

“Wae? Asal kau tahu, Min Woo lah alasanku bercerai dengan Jaejin”

“Mweo?”

“Kau sangat lambat Eun Chae. Sebenarnya alasan Jaejin meminta cerai denganku adalah karena dia pernah memergoki kami tidur bersama, tapi kau.. kau baru tau kebenaran ini sekarang? Hah, kasian sekali kau!” sinis Iseul

Tamparan pun melayang di pipi kanan Iseul, beberapa detik kemudian Eun Chae melayangkan tamparannya ke pipi kiri Iseul membuat sudut bibir Iseul berdarah. Semenit kemudian Eun Chae tersungkur jatuh akibat pukulan keras Min Woo di pipinya, wajah putihnya membiru keunguan dan sudut bibirnya berdarah.

“Umma! Appa jahat!” teriak Changmin kecil

“Yeobo, kenapa malah aku yang kau pukul?” tanya Eun Chae sambil menangis

“Mianhae, Eun Chae aku memang mencintaimu tapi aku jauh lebih mencintai Iseul” tegas Min Woo

“Wae? Apa karena dia lebih cantik dan lebih sempurna dariku?” teriak Eun Chae

“Nde, kau dengannya berbeda jauh. Iseul memiliki mata yang besar dan indah, hidungnya mancung, kulitnya putih bak salju, rambutnya hitam seindah gelapnya malam dan bibirnya semerah buah cherry, tidak ada yang bisa menandingi kecantikannya!” tegas Min Woo

“Tapi aku sudah mengorbankan segalanya termasuk keluargaku hanya untukmu, Min Woo! Apakah itu tidak ada artinya, hah?”

“Mianhae, jika aku disuruh memilih diantara kalian berdua.. aku lebih memilih Iseul”

“Iseul, bukankah kau begitu mencintai suamimu? Kau pernah bilang padaku kalau kau tidak ingin bercerai dengannya karena kau sangat mencintainya”

“Ne, aku memang mencintai Jaejin, tapi aku lebih mencintai Min Woo. Mianhae Jung Eun Chae, ani maksudku Shim Eun Chae. Yeobo, kajja!”

Eun Chae semakin terisak, dia benar-benar sakit hati. Changmin kecil hanya bisa memandang punggung kedua orang itu dengan nanar.

“Umma, Minnie sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi dengan kalian.. keunddae kalau Appa pergi dengan nenek sihir itu dan meninggalkan kita, umma jangan terus menangis seperti ini! masih ada Minnie yang akan selalu bersama umma, ne?” hibur Changmin kecil dengan pikiran dewasanya.

 

“Tidak lama setelah kejadian itu, aku menemukan umma sudah tidak bernyawa. Dia melukai lengannya sendiri didalam bathtub, dokter bilang urat nadinya putus dan dia kehilangan banyak darah. Sejak saat itulah kebencian mulai merasuki jiwaku. Aku jadi dendam kepada mereka berdua, ayahku dan Kim Iseul?!”

“Oppa, mianhae.. aku telah membuka luka lamamu”

“Ayahku lari dengannya. Dia dan yeoja brengsek itu bahkan tak peduli atas kematian umma, padahal umma meninggal gara-gara mereka. Beberapa hari kemudian, aku menemukan diary umma.. semua kisah tentangnya tertulis disana. Aku datang kepada keluarga Jung karena aku sudah sebatang kara, keunddae mereka semua tidak menerimaku sebab aku mewarisi spirit kucing, mereka bilang kucing yang bukan bagian dari Juunishi tidak berhak menjadi bagian dari keluarga Jung apalagi umma sudah dicoret dari daftar keluarga sejak lama. Ketika aku sangat marah pada Kim Iseul dan Appa, aku mendengar beberapa orang pelayan menyebutkan tentang Kim Jaejoong, pewaris spirit tikus, putra dari Kim Iseul. Tanpa segan di awal pertemuan kami itu, kutunjukan betapa besar rasa kebencianku terhadapnya”

Tangis Yura semakin kencang, dia sangat sedih mendengar akhir dari cerita Changmin itu hingga tanpa sadar dirinya memeluk Changmin. Changmin kembali bertransformasi menjadi kucing persia kesayangan Yura, namun airmata itu masih menggenang dari sudut mata Changmin. Yura semakin mengencangkan pelukannya, diciumnya kening Changmin yang masih dalam sosok kucing.

>>>>>.<<<<<

Jaejoong masih sibuk mencari sosok Yura. Tadi pagi Yoochun memintanya untuk menemukan Yura, karena Yura langsung menghilang setelah sarapan. Jaejoong sangat khwatir karena sejak Yura kembali dari rumah utama, yeoja itu terus bertingkah aneh. Setelah lelah mencari, akhirnya Jaejoong menemukan yeoja itu.

Jaejoong hanya terpaku di tempat, dia bersembunyi di balik semak belukar. Lagi-lagi dia melihat pemandangan yang membuat hatinya terasa panas dan sakit, Yura sedang bermesraan bersama Changmin, mereka saling menyuapi. Senyum Yura saat ini sangatlah cantik, sebelumnya Jaejoong tak pernah melihat Yura yang tampak bahagia seperti itu dan Jaejoong sendiri juga tidak menyangka bahwa Yura terlihat bahagia bersama Changmin. Saat bersamanya kemarin Yura terus menunjukkan wajah sedih namun sekarang dia terlihat senang bersama Changmin. Akhirnya Jaejoong menyadari kalau Yura mencintai Changmin dan Jaejoong sendiri mencintai Yura bukan Eunri. Eunri baginya hanyalah orang yang disukai dan dikaguminya semata, tak seperti Yura yang belakangan ini terus menghantui dirinya. Yura yang dia sayangi, Yura yang dia cintai.

“Arra, kau mencintainya dan sepertinya Changmin juga mencintaimu. Jadi Cintaku bertepuk sebelah tangan hmm? Betapa menyedihkannya aku ini” gumam Jaejoong yang kemudian tertawa miris

Jaejoong menertawakan kebodohannya sendiri. Jaejoong menyesal karena terlambat menyadari perasaannya sendiri. Pemandangan di depannya terlihat jelas. Yura mencintai Changmin begitu juga sebaliknya. Hal yang teramat sulit diakui oleh Jaejoong adalah, Yura dan Changmin adalah pasangan yang serasi. Haruskah dia menghancurkan semuanya? Menghancurkan hubungan mereka?

Jaejoong hendak beranjak pergi ketika tiba-tiba Yura meminta Changmin untuk menceritakan, apa alasan seorang Shim Changmin membenci seorang Kim Jaejoong? Pertanyaan Yura itu juga merupakan pertanyaannya sejak dulu dan Jaejoong tidak ingin melewatkannya. Dia pun enggan untuk pergi dan dalam jarak sedekat itu, Jaejoong bisa mendengar semua pembicaraan Yura dan Changmin.

Air mata berebut jatuh membasahi wajahnya. Jaejoong sangat shock. Semua kisah hidup Changmin dan ibunya membuatnya semakin merasa bersalah. Jaejoong mengigit bibir bawahnya keras-keras untuk meredam isak tangisnya. Ia tak ingin Yura dan Changmin menyadari keberadaannya. Jaejoong sangat terpukul ternyata Changmin membencinya bukanlah tanpa alasan.

‘Umma, kenapa kau begitu egois dan jahat?’ pikir Jaejoong

Diam-diam Jaejoong pergi menjauh dari tempat itu, tak kuat melihat pemandangan menyedihkan di depannya.

‘Mianhae, jeongmal mianhae. Apakah kau bisa memaafkan kami? Ani, kau begitu membenci kami Changmin-a.. jadi itu tidak mungkin bukan?’

“Apa yang harus aku lakukan untuk bisa menebus semuanya?” tanya Jaejoong pada dirinya sendiri

“Wae? Kenapa kau berbicara sendiri seperti orang gila, hmm?” tanya seseorang yang tiba-tiba saja menepuk bahunya

Jaejoong menoleh ke arah sumber suara dan senyum tipis terukir di bibirnya.

“Junsu-ya”

“Sudah menemukan Yura?” tanya Junsu

“Ani, kurasa dia tidak berada disekitar sini” jawabnya bohong

“Lalu kenapa kau menangis?” selidik Junsu

“Aniya, aku hanya kelilipan!”

“Baguslah, yang namanya namja itu pantang untuk menangis, Arraseo?!” tegas Junsu

“Nde” ujar Jaejoong

Jaejoong merasa heran karena tiba-tiba airmata membasahi wajah cute Junsu

“Wae? Bukankah tadi kau bilang laki-laki tidak boleh menangis?” tanya Jaejoong setengah kesal

“Aku ingat Appa, hyung. Kau tau, sepertinya Appa sangat mrencintai umma. Waktu aku masih kecil,  aku sering melihat Appa minum-minum sambil menangis dan menggumamkan nama umma, padahal appa sendiri yang bilang padaku kalau namja itu pantang untuk menangis, keunddae kenyataannya appa selalu menangis tiap kali mengingat umma. Akhirnya karena tidak bisa mengurusku dengan baik, dia menyerahkanku pada keluarga Jung” cerita Junsu

“Arra” Jaejoong menghapus airmata Junsu

“Kajja, kita cari Yura lagi!” ajak Jaejoong sambil tersenyum

“Nde” balas Junsu

Jaejoong dan Junsu pun mencari Yura bersama-sama

‘Mianhae Junsu-a, sebenarnya tadi aku sudah menemukan Yura’

>>>>>.<<<<<

“Kyyaaaaa!!”

Yura kembali berteriak melihat tubuh naked Changmin. Yura berbalik dan memejamkan matanya. Changmin bergegas memakai pakaiannya kembali. Sejak beberapa menit yang lalu dia terus menangis dipangkuan Yura sampai tak sadar akan kembali berubah menjadi manusia. Changmin merasa kesal dan malu disaat yang bersamaan karena ini adalah kedua kalinya.

“Sial, sudah tak ada cara lain. Suatu hari kau harus menikah denganku, Kang Yura”

“Eh? Wae?” Yura kembali berbalik kepada Changmin

“Karena kau sudah melihat keseluruhan tubuhku lebih dari 1x” jelas Changmin

“Mianhae, jeongmal mianhae” ujar Yura menyesal

“Ya sudah, sekarang giliranmu! Ayo ceritakan apa yang terjadi di rumah utama waktu itu!” perintah Changmin

Yura mengangguk. Dia pun mulai menceritakan semuanya pada Changmin.

Yura menghadap Yunho. Setelah membungkuk hormat pada Yunho, dia menyapa namja itu.

“Annyeong, Yunho-ssi?”

Yunho memandang Yura dengan tatapan tajam miliknya. Namja itu terlihat begitu kesal. Dia memperhatikan arlojinya.

“5 menit” ujarnya

“Apa maksudmu Yunho-ssi?” tanya Yura takut-takut

“MASIH TANYA? KAU TERLAMBAT LIMA MENIT!! TAHUKAH KAU KALAU AKU BENCI MENUNGGU, HAH?!”

“Mian, jeongmal mianhae.. aku tidak bermaksud membuatmu menunggu”

Yunho mengarahkan pandanganya ke tubuh Yura, seketika itu juga Yura terpental jauh dan kepalanya membentur meja. Yura meringis kesakitan, darah segar mrengalir membasahi wajahnya. Kepalanya semakin terasa pening saat darahnya belum juga berhenti mengalir.

“Jika kau membuatku menunggu lagi, kubunuh kau!” ancam Yunho

“Arraseo” jawab Yura sambil terisak

Yunho kembali memandang Yura dengan mata musangnya. Tiba-tiba Yura merasakan rasa perih di pipinya, dia pun menyentuh pipinya dan ternyata memang sudah ada luka goresan disana.

“Jangan menangis! Berisik! kau membuat telingaku sakit! Temui aku satu jam lagi di ruang tengah, arraseo!”

“Ne, Yunho-ssi!” ujar Yura, dilihatnya Yunho sudah meninggalkannya sendiri.

Beberapa menit kemudian seorang namja menghampiri Yura dan membersihkan darah Yura yang terus menetes.

“Aigoo, dia melukai kepalamu. Biar ku obati sebentar!” namja itu pun segera mengobati luka-luka Yura

>>>>>.<<<<<

 

Yura melangkah menuju ruang tengah takut-takut. Yunho duduk di kursi, diapit oleh 2 orang yeoja. Di sebelah kanan Yunho itu adalah Yoon Rie dan disebalah kiri Yunho adalah seorang yeoja yang tak kalah cantik dengan Yoon Rie, tetapi Yura tak tahu siapa nama yeoja itu?

‘Yunho-ssi dan Yoon Rie masing-masing diapit oleh 4 orang. Apakah mereka semua adalah Juunishi?’

“Yura, karena kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami.. oppaku ingin mengenalkan kami semua padamu. Yura, aku dan kedelapan orang ini adalah Juunishi” ujar Yoon Rie

‘Jadi benar mereka itu Juunishi, Yoon Rie bilang dia dan 8 orang lainnya adalah Juunishi? Kalau begitu bagaimana dengan Yunho-ssi?’

Yura belum bisa mencerna siapa Yunho sebenarnya sampai akhirnya dia tersadar satu hal

‘Pada zaman dahulu kala, dewa mengundang semua binatang untuk menghadiri upacara penobatan shio…’

‘Dewa? mungkinkah Yunho-ssi itu?’ Yura terbelalak kaget                     

“Yunho oppa adalah kepala keluarga keluarga Jung, seakaligus dewa kami.. dewa para Juunishi. Itulah sebabnya oppa memiliki keistimewaan yang menakjubkan” lanjut Yoon Rie

‘Mweo? Jadi karena itu mereka semua begitu menghormati Yunho-ssi dan tidak mau melawannya?’

“Aku adalah wakilnya dan karena aku wakilnya, aku mewarisi spirit macan. Tugas utamaku adalah memimpin para Juunishi lain saat oppa sedang tidak ada di tempat”

‘Yoon Rie adalah pewaris spirit macan?’

“Selamat datang di keluarga Jung dan akan kuperkenalkan mereka semua padamu! Silahkan di mulai dari ujung kanan!” titah Yunho

“Yesung imnida, aku adalah dokter keluarga Jung”

“Hankyung imnida, aku adalah orang kepercayaan Yunho-ssi”

“Minho imnida, maknae kedua dalam keluarga Jung”

“Onew imnida, aku adalah pimpinan pelayan keluarga Jung”

“Ne, salam kenal” sambung Yura

“Annyeong eonnie? Yourin imnida, maknae keluarga Jung”

“Kau sudah kenal aku kan? Dana imnida, aku adalah penghubung keluarga Jung. Jadi kalau ada yang ingin disampaikan oleh Yunho-ssi pada Jaejoong, Yoochun atau Junsu, itu adalah tugasku!”

“Kau juga sudah mengenalku, Iteuk imnida.. orang yang hampir kau jadikan makanan” sindir iteuk

“Dan aku adalah Choi  Siwon, asisten iteuk hyung. Salam kenal Yura-ssi”

“Ne, senang berkenalan dengan kalian” kata Yura sambil tersenyum

Yunho menunjukkan isyarat tangan dan kesembilan orang itu pun menurutinya. Mereka pergi meninggalkan ruang tengah setelah membungkuk hormat pada Yunho. Kini hanya tinggal Yunho dan Yura di ruangan itu.

“Jeongmal gomawo, sudah mengenalkanku pada semuanya” ujar Yura sopan

“Tidak usah sungkan, bukan cuma itu tujuanku mengundangmu”

“Jadi masih ada yang lain?”

“Nde”

“Apa itu, Yunho-ssi?”

“Kau pasti sudah kenal dengan Changmin, kan?”

“Ne?”

“Kuberi kau waktu dua tahun untuk membuat Changmin dan Jaejoong berdamai. Jika kau berhasil melakukannya Changmin akan aku resmikan sebagai anggota keluarga Jung, keunddae jika kau gagal, Changmin akan kupenjarakan dan kau akan kuhukum mati!”

“Arraseo, Yunho-ssi.. keunddae bagaimana caranya? Mereka selalu bertengkar setiap saat” jelas Yura

“Yoochun bilang sejak Changmin dan Jaejoong mengenal dirimu, sifat mereka berdua tidak sekasar dulu. Jadi aku percaya kau bisa melakukannya atau kau mungkin bisa melakukan sesuatu hal yang lebih?”

“Apa itu, Yunho-ssi?”

“Mematahkan kutukan yang membelenggu keluarga kami”

“Caranya?”

“Pikirkan saja sendiri! Jika kau ingin mengetahui seluk beluk kutukan itu, kau bisa bertanya pada In Wook-ssi”

“Siapa dia?”

“Kakak dari ayahku, ayah angkat Changmin”

“Arraseo, Yunho-ssi”

“Walaupun Yoochun pernah berkata seperti itu aku tak begitu yakin kau bisa melakukannya. Akan sangat sulit untuk membuat mereka berdamai, karena aku pernah berkata…”

“Kau pernah berkata apa, Yunho-ssi?!”

“Jika Changmin berhasil mengalahkan Jaejoong sebelum dia lulus sekolah, aku akan mengangkatnya sebagai bagian dari keluarga Jung dan menyingkirkan Jaejoong, karena Jae adalah tikus. Kau pasti tahu legenda ini bukan? Tikus adalah Juunishi pertama yang membuat kucing bukan bagian dari Juunishi!”

“Kenapa kau melakukan itu?”

“Hanya untuk bersenang-senang, apalagi selama ini Changmin tidak pernah berhasil mengalahkan Jaejoong. Kalau kau sudah mengerti aku pergi, sampai jumpa lagi Yura-ssi!” jelas Yunho yang kemudian melengos pergi

 

Yura mengakhiri ceritanya. Tangisnya tidak bisa dibendung lagi. Sungguh dia ingin menyelamatkan keduanya, Changmin dan Jaejoong. Dia juga ingin mematahkan kutukan yang membelenggu mereka semua, tetapi Yura masih belum paham akan apa yang harus dia lakukan?

“Bisakah.. bisakah kau berbaikan dengan Jaejoong demi aku?” tanya Yura penuh harap

“Mianhae, kebencianku padanya terlalu besar” jawab Changmin

“Sudah kuduga. Aku mengerti oppa, mungkin kau belum siap, benar kan? Arraseo, aku akan menunggu. Gomawo, oppa!” sambung Yura sambil tersenyum

=> To Be Continued <=

Maaf ya reader, lanjutannya telat begini.. harusnya minggu lalu author publish chap 5 ini, maklumin aja ya soalnya waktu itu author ga sempat ngetik lanjutannya, hehe #ngumpetdibaliktubuhJJ?! Mohon maaf apabila kepanjangan atau ada typo dan jangan lupa tinggalkan kritik atau komen kalian, gomawoyo. ^^

 

8 thoughts on “Wanna Love You but I can’t… Chap 5

  1. Vv berkata:

    wah makin keren aja nih chingu ceritanya ..
    ternyata itu alasan changmin benci ama jeje ..
    kasian jeje udh d.benci ama changmin trus cintanya jga bertepuk sblah tngan ..
    lanjut ya chingu ..
    makin penasaran nih ..🙂

  2. Eunchan She Peef berkata:

    *me: ya! yunho oppa kau kejam.
    yunho: wae? apa kau ingin ku bantai juga, huh!?
    me: ampun mas, kagak jadi.. #kabur ke toilet (?)*

    jj semakin merasa bersalah aja nih gara2 ngedenger cerita changmin..😦
    sepertinya semua juunishi pada menderita yh..😦

    semoga yura berhasil buat changmin sama jaejoong baikan..
    FIGHTING YURA!!~^^ (?)

    LANJUTKAN chap selanjutnya~^^

  3. kok tiba2 junsu jadi baik gtu sh sm jae,apa karena jae udah nolongin yourin ya?
    jadi sebenarnya yunho itu juga ga suka sama kutukan yang menimpa keluarga mereka ,aku kira dy ga masalah,hemmm
    chingu ini genrenya romantic, fantasy, sm angst kan? kalo fantasynya menurut aku dapet angstnya ga terlalu, dan romantic aku ga ngedapetin feelnya,hhe,tapi untuk jalan ceritanya aku suka ^^

  4. Resty berkata:

    omo changmin oppa ngerti juga pake bambu runcing???
    LoL
    masih banyak cerita yang hilang

    lanjutkan chingu, jgn lama2 n kalo bs panjangin lah cerita di part selanjutnya
    gomapta ^^

  5. Kim Hyun Rin (cassiopeiay) berkata:

    wah yunho sadis bgt ampe bikin yura berdarah… jaejoong udah nyatain cinta aja sama ke yura~ lah eunri gmn dong??
    kasian bgt yah changmin dulunya… ibunya mati gara2 ibunya jaejoong. menyedihkan bgt! bpknya itu gak setia bgt sih, ibunya changmin sih juga salah pilih, harusnya nggak usah milih si woo, kan jd begitu akhirnya..
    kalo yura nyoba sekali lagi, pasti changmin mau baikan ama jeje. jeje aja udh ngaku kalo salah dan pengen nebus semuanya, jd yaaaaaaa hahahaha

  6. Sungie berkata:

    Jeje oppa,,, ngenes bgt nasibmu… T_T
    datanglah padaku, maka aku tdk akan menyia-nyiakanmu. #apadech
    makin seru thor ^^b
    lanjut baca dech🙂

  7. chunnie_man berkata:

    Wah tugas yang berat,suruh tom n jerry berdamai.eh salah tikus dan kucing aka changmin dan jejoong kasihan yuura.bkin penasaran dan sedih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s