My Boy Chap 1


Title: My Boy

Cast :

–          Shim Changmin

–          Kim Jaejoong

–          Lee Chae Jin

Rating: PG13-NC17 /STRAIGHT

Author : Lee Eun Ri

A/N: author lagi-lagi terinspirasi ama komik jepang yang pernah author baca tapi lagi-lagi author lupa judul komiknya abis dah lama banget bacanya tapi yang jelas beda banget ma yang aslinya.

WARNING: Author bikinnya di kala kepala mumet, tugas segunung and lagi dapet masalah yang sangat berat. So kalo FF-nya kurang sreg and ga nyambung author bener-bener minta maaf. Satu lagi kalo ada typo mian juga.

DON’T LIKE DON’T READ !!!

Happy Reading

AUTHOR POV

Chae Jin berjalan di area kampus bersama temannya Hye Won. Keduanya sudah selesai dengan jadwal kuliah mereka hari itu tapi mereka tidak mau langsung pulang. Jadi mereka memutuskan untuk jalan-jalan. Keduanya termasuk mahasiswi terkenal di kampus karena selain cantik dan pintar, mereka juga seksi. Banyak namja yang berusaha mendekati mereka tapi selalu gagal karena Chae Jin dan Hye Won selalu menolak semua namja yang mendekati mereka.

Saat sedang berjalan Chae Jin tak sengaja menabrak seorang namja hingga semua buku yang di bawa namja itu terjatuh. Chae Jin membantu mengumpulkan semua buku yang terjatuh itu lalu memberikannya pada namja itu. Namja itu tak meresponnya dan terus mencari sesuatu sambil menundukkan kepalanya.

“Tolong bisakah kau mencarikan kaca mataku? Aku sedikit kesulitan mencarinya.” Ucap namja itu dengan terus menundukkan kepala. Chae Jin pun mengambilnya dan memberikan kaca mata itu pada sang pemiliknya. Ia sangat kaget saat melihat wajah namja itu. Sangat tampan dan cute. Tapi saat namja itu memakai kacamatanya ketampanan namja itu hilang dan berubah menjadi namja kuno dan sangat ketinggalan jaman. Ia baru menyadari pakaian namja itu pun sangat tidak fashionable.

“Ah C C Chae Jin. Mianhae aku tadi menabrakmu. Aku tak sengaja.” Ucap namja itu padanya lalu berdiri.

“Kau mengenalku?” Tanya Chae Jin. Namja itu mengangguk pelan.

“S si siapa yang tidak mengenalmu di kampus ini? Sang primadona kampus.” Jawab namja itu pada Chae Jin. Hye Won menepuk bahu Chae Jin lalu mengatakan kalau ia akan pergi ke kantin. Chae Jin hanya mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari namja di depannya.

“Sepertinya aku tidak pernah melihatmu di area fakultas seni?” Tanya Chae Jin.

“Aku bukan mahasiswa jurusan seni tapi aku dari fakultas science. Ah permisi aku harus masuk kelas dulu. Maaf ya tadi aku menabrakmu.” Ucap namja itu lalu berjalan meninggalkan Chae Jin.

“Hei, siapa namamu?” Teriak Chae Jin. Namja itu pun berbalik.

“Shim Changmin.” Jawab namja yang bernama Changmin itu. Lalu tak lama namja itu berlari ke arah fakultasnya. Chae Jin tersenyum saat tau nama namja itu.

“Kau menyukainya?” Tanya Hye Won tiba-tiba dari belakangnya.

“Mungkin.” Jawab Chae Jin.

“Tapi lihatlah cara ia berdandan. Dia itu sangat ketinggalan jaman. Sangat tidak menarik. Kenapa kau malah menyukai orang seperti itu? Padahal banyak namja yang mengejarmu.” Ucap Hye Won.

‘Kau tidak tau kalau dia sangat cute dan tampan.’ Batin Chae Jin sambil tersenyum penuh arti.

Setelah hari itu Chae Jin berusaha mencari informasi tentang Changmin. Yang ia dapatkan sangat membuatnya senang sekaligus  kagum. Namja itu merupakan ketua dari klub science di kampus dan pernah memenangkan salah satu lomba bergengsi di Seoul. Tapi setiap orang yang Chae Jin tanya pasti menganggap kalau Changmin hanya pintar dalam hal science tapi dalam hal pergaulan, selera berpakaian  dan cara berpikir kesehariannya sangat membosankan. Chae Jin pun tau kalau Changmin sedikit mempunyai teman dekat.

Chae Jin berjalan seorang diri, sahabatnya Hye Won masih kuliah hingga malam. Saat melihat café ice cream Chae Jin pun menghampirinya. Kebetulan pengunjung di café itu sedang tidak terlalu banyak jadi ia bisa dengan nyaman bisa memakan ice cream yang ia mau. Setelah mengantri 5 orang kini gilirannya memesan. Chae Jin tersenyum saat melihat yang melayaninya adalah Changmin. Namja itu membalas senyumnya dengan kikuk.

“Aku ingin memesan ice cream mix coklat jumbo satu.” Ucap Chae Jin.

“Mix coklat jumbo satu. Ok. Tunggu sebentar ya.” Ucap Changmin ramah. Chae Jin melihat namja itu langsung membuatkan ice cream pesanannya.

“Kau baru bekerja di sini ya?” Tanya Chae Jin membuka obrolan.

“Ne, baru tiga hari yang lalu.” Jawab Changmin. Tak lama ia memberikan ice cream yang di pesan Chae Jin. Chae Jin pun membayarnya lalu duduk di tempat yang membuatnya nyaman.

Tempatnya duduk sangat pas sekali. Menengok ke kanan mendapatkan pemandangan yang sejuk di luar café. Sedangkan kalau ia menengok ke sebelah kiri ia bisa melihat Changmin yang tengah bekerja. Chae Jin lebih senang menatap Changmin yang sedang bekerja sambil memakan ice creamnya.

‘Manisnya.’ Batin Chae Jin sambil tersenyum. Changmin menatapnya dan ia pun membalas tatapan namja yang sudah membuatnya tertarik sejak pertama kali bertemu itu. Chae Jin tersenyum lebar saat melihat melihat perubahan di wajah Changmin. Wajah namja itu memerah karena ia terus menatapnya.

Seharian itu Chae Jin habiskan di café ice cream hanya untuk melihat Changmin. Salah seorang pelayan membuyarkan lamunannya dan mengatakan kalau café akan tutup. Dengan lemas Chae Jin pun keluar. Saat Chae Jin akan melangkah pulang ia teringat tentang percobaan ilmiah yang akan di lakukan oleh anak dari jurusan science. Ia pun tersenyum dan menghentikan langkahnya dan menunggu Changmin pulang kerja.

“Changmin-sshi.” Panggil Chae Jin saat melihat Changmin keluar dari café. Ia pun menghampiri namja itu.

“Ne? Ada apa, Chae Jin -sshi?” Tanya Changmin bingung.

“Mmmmm begini apa kau mau langsung pulang?” Tanya Chae Jin malu. Kalau bukan karena tertarik dengan Changmin, ia tidak mau melakukan pendekatan seperti ini tapi mengingat cara berpikir Changmin yang ia ketahui dari orang-orang membuatnya nekat melakukan pendekatan ini.

“Ah aku tidak langsung pulang tapi akan bekerja paruh waktu lagi di tempat lain setelah itu pulang. Memangnya kenapa? Kau butuh bantuan?” Tanya Changmin bingung. Chae Jin menghela nafas panjang mendengarnya.

“Anni tidak ada apa-apa hanya bertanya saja. Kudengar  fakultas science akan melakukan percobaan ilmiah. Apa itu benar?” Ucap Chae Jin. Changmin mengangguk.

“Ne, benar. Aku akan melakukan percobaan ilmiah.” Jawab Changmin.

“Hanya kau saja? Yang lain?”

“Mereka semua menolak dengan berbagai alasan. Jadi hanya aku yang melakukan percobaan itu.” Jawab Changmin. Chae Jin menganggukkan kepalanya.

“Mmmm bolehkah aku melihat dan membantumu melakukan percobaan ilmiah itu?” Tanya Chae Jin. Changmin menatapnya bingung.

“Anak fakultas seni sepertimu mau melihatku melakukan percobaan?” Tanya Changmin kaget. Yeoja itu menganggukkan kepalanya.

“Baru pertama kali aku bertemu orang sepertimu. Biasanya anak fakultas seni akan menjauh dari yang namanya science.” Ucap Changmin lagi.

‘Memang dan itu termasuk aku di dalamnya. Kalau bukan karena aku menyukaimu mana mungkin aku mau melihat hal membosankan seperti itu. Kalau aku menunggumu menghampiriku dan mengatakan cinta, itu kurasa akan sangat sia-sia. Mengingat apa yang kudengar tentangmu dari orang-orang. Membuatku harus lebih dulu melakukan pendekatan. Hal yang sangat memalukan bagiku. Seorang yeoja mendekati namja. Kalau bukan karena kau, aku tak akan mau.’  Batin Chae Jin.

“Bagaimana? Bolehkah?” Tanya Chae Jin.

“Baiklah kalau itu memang maumu.” Jawab Changmin. Chae Jin pun tersenyum senang, ia melihat wajah namja itu memerah saat ia tersenyum. Ia tersenyum senang melihatnya, wajah namja itu semakin memerah saat ia tersenyum senang. Reflek Chae Jin memeluk Changmin.

“Gumawo.” Ucap Chae Jin.

‘Manisnya.’ Batin Chae Jin saat melihat Changmin diam saja dengan wajah merah padam. Tak lama Chae Jin mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Changmin.

“Berikan nomor ponselmu.” Ucap Chae Jin. Changmin pun memberikan nomor ponselnya lalu setelah itu memberikan ponsel yeoja itu kembali.

“Mana ponselmu?” Tanya yeoja itu padanya. Changmin pun mengeluarkan ponselnya dan memberikannya pada Chae Jin. Saat yeoja itu tengah menyimpan nomor di ponselnya ia terus menatap yeoja cantik itu. Sudah lama sebenarnya ia menganggumi dan menyukai yeoja itu diam-diam tapi ia tak berani mendekat karena ia sadar kalau ia sama sekali tak menarik dan ia merasa kalau ia merupakan namja yang tidak romantis dan sangat kaku jadi tak mungkin Chae Jin tertarik padanya. Tak lama yeoja itu mengembalikan ponselnya.

“Telepon aku ya kalau kau akan melakukan percobaan ilmiah itu. Kutunggu, ya. Selamat bekerja.” Ucap Chae Jin ramah. Changmin mengangguk lalu pergi.

“Aish menyebalkan kenapa tak ada basa basinya sedikit pun padaku? Hanya mengangguk saja.” Gumam Chae Jin kesal. Dengan kesal Chae Jin pulang ke apartemennya.

Sampai di apartemen Chae Jin membersihkan tubuhnya lalu beristirahat di ranjang miliknya. Ia menatap ponsel yang ia taruh di meja samping. Tak ada telepon mau pun pesan dari Changmin. Berjam-jam ia menunggu namja itu menghubunginya tapi tak ada.

“Apa aku harus meneleponnya atau mengirimnya pesan lebih dulu? Ya Tuhan kenapa aku menyukai namja yang seperti ini? Sepertinya Changmin benar-benar tidak peka, ia sama sekali tak sadar kalau aku tengah berusaha mendekatinya.” Gumam Chae Jin.

—-

Paginya Chae Jin mendapat pesan dari Changmin tentang percobaan ilmiah. Chae Jin sangat senang dan mulai sejak saat itu ia berusaha mendekati Changmin setiap hari dengan alasan percobaan ilmiah. Kalau sedang tidak ada jadwal dengan namja itu di lab, Chae Jin akan menghampiri tempat kerja namja itu di café ice cream sebagai pelanggan sampai malam. Sebenarnya ia ingin menghampiri namja itu di tempat keja paruh waktunya yang lain tapi ia merasa tak mungkin karena pasti akan sampai larut malam.

Saat melakukan percobaan ilmiah dengan Changmin yang di lakukan Chae Jin hanyalah menatap wajah namja itu. Ia sering kali tidak fokus membantu namja itu. Chae Jin sering kali kesal dengan sikap Changmin yang sangat kaku dan masih tak menyadari kalau ia mendekati namja itu.

Kini Chae Jin tengah bersama Changmin melakukan percobaan ilmiah. Seperti biasa Chae Jin hanya menatap Changmin dan tak fokus dengan percobaan itu. Changmin fokus melakukan percobaan itu tanpa mempedulikan Chae Jin yang menatapnya. Ia tak tau apakah yeoja itu melakukan apa yang ia perintahkan atau tidak.

“Apa kau sudah selesai melakukannya?” Tanya Changmin setelah selesai dengan bagiannya. Ia menghela nafas saat melihat Chae Jin tak melakukan apa-apa. Ia menghampiri yeoja itu lalu menyelesaikan yang seharusnya menjadi bagian Chae Jin. Ia sedikit kesal dengan Chae Jin yang hanya main-main. Walaupun ia menyukai Chae Jin tapi ia paling tidak suka kalau percobaan ilmiahnya tidak selesai hanya karena yeoja itu tidak fokus.

“Kalau kau hanya main-main sebaiknya tak usah membantuku.” Ucap Changmin sambil terus menyelesaikan bagian yang tersisa dari percobaannya.

“Mi mianhae.” Ucap Chae Jin menyesal. Ia melihat wajah Changmin masih kesal karena ia tak fokus membantu namja itu.

“C Cha Changmin-sshi, biar aku yang menyelesaikannya. Kau pasti lelah karena bagianmu kan sudah sangat banyak dan sudah kau lakukan sejak tadi pagi.” Ucap Chae Jin. Changmin hanya diam tak menjawab perkataannya. Perlahan Chae Jin menangis.

“Mi mianhae kalau aku mengganggumu. Aku permisi.” Ucap Chae Jin sambil terisak. Ia membungkuk lalu pergi keluar. Ia berjalan meninggalkan kampusnya.

“Memang sangat sulit mendapatkannya dan sepertinya tak mungkin aku akan mendapatkan perhatiannya. Pabo kenapa aku malah menyerah di saat rasa suka mulai berubah jadi mencintainya? Kalau seperti ini kan akan sangat sakit. Chae Jin pabo.” Gumam Chae Jin sambil menangis.

“Padahal baru dua minggu lebih aku mendekatinya.” Gumamnya lagi. Tak lama Chae Jin menghapus air matanya.

“KYAAAAA!!!!” Teriaknya saat ia hampir tertabrak dengan sebuah mobil. Chae Jin memegang dadanya yang berdetak cepat karena kaget. Di hampirinya mobil itu lalu memukul kaca mobil sambil berteriak kesal.

“YA! Kalau menyetir jangan ngebut seperti itu, ini area kampus bukan arena balapan mobil.” Ucap Chae Jin sambil berteriak. Ia mundur saat pintu mobil itu terbuka, di lihatnya namja tampan keluar dari mobil. Namja itu menatapnya sambil tersenyum.

“Mianhae. Aku tadi buru-buru. Kau tak apa-apa kan? Bagaimana kalau kuantar kau pergi?” Ucap namja itu santai.

“Kau cantik sekali. Boleh aku berkenalan denganmu?” Ucap namja itu lagi.

“Dasar gila.” Ucap Chae Jin lalu pergi meninggalkan namja sinting itu.

“Hei namaku Kim Jaejoong. Siapa namamu?” Teriak namja itu padanya. Chae Jin mempercepat langkahnya, ia tak mau berurusan dengan namja gila itu lagi.

Chae Jin memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Ia tak mau ke café ice cream seperti biasanya karena ia tak mau melihat wajah Changmin. Ia takut kalau namja itu masih marah padanya.

Seharian yang ia lakukan di apartemennya hanya nonton tv dan mengerjakan tugas-tugas kuliahnya.

—-

Satu minggu setelah Changmin marah pada Chae Jin. Chae Jin tak lagi datang ke lab untuk membantu percobaan ilmiah namja itu. Ia menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan tahunan yang di lakukan fakultas seni. Hari ini pun ia di sibukkan dengan persiapan pentas seni dan bazaar-bazar yang akan di lakukan.

“Hei, kau tak lagi mendekati namja kampungan itu lagi?” Tanya Hye Won pada Chae Jin sambil mengerjakan tugas mereka. Chae Jin menggelengkan kepalanya.

“Sepertinya aku tak akan pernah bisa mendapatkannya.” Ucap Chae Jin singkat lalu pergi dengan membawa berkas-berkas yang harus ia laporkan pada ketua panitia.

Setelah memberikan berkas pada ketua panitia Chae Jin pergi tapi langkahnya terhenti saat melihat Jaejoong di depannya. Ia berdecak kesal melihat namja yang belakangan ini mendekatinya. Ia baru tau dari Hye Won tentang namja itu kemarin lusa. Hye Won mengatakan kalau Jaejoong mahasiswa seni pindahan dari Jepang. Ia merasa kalau Jaejoong namja yang sangat playboy sekaligus bad boy.

“Hai. Mau pergi denganku?” Tanya namja itu padanya.

“Tidak.” Jawab Chae Jin singkat lalu kembali melangkah pergi meninggalkan Jaejoong. Baru beberapa langkah ia berjalan, langkahnya ia kembali terhenti saat melihat Changmin di depannya. Namja itu berdiri di depan pintu utama fakultasnya sambil menatapnya, Chae Jin merasa tak mungkin namja itu mencarinya jadi ia masuk ke ruangan di mana Hye Won dan temannya yang lain sedang bekerja. Chae Jin kembali menyelesaikan tugasnya.

“Ya, Chae Jin-a! Ada yang mencarimu, dia menunggumu di depan pintu utama fakultas kita.” Ucap Eun Ri menghampiri Chae Jin sambil membawa pekerjaan yang baru di selesaikannya.

“Mau apa?” Tanya Chae Jin.

“Molla. Dia bilang hanya ingin bertemu denganmu.” Jawab Eun Ri. Chae Jin menghela nafas pelan lalu meletakan pekerjaannya di atas meja dan keluar menghampiri Changmin.

“Ada apa?” Tanya Chae Jin. Ia tak berani menatap lama-lama mata namja itu. Ia masih merasa bersalah karena mengganggu percobaan ilmiah namja itu.

“Mmmm apa kau sakit? Satu minggu ini kau tidak datang ke lab dan ke café.” Ucap namja itu padanya. Hatinya melonjak senang mendengar pertanyaan namja itu yang terdengar mengkhawatirkannya.

“Memangnya kenapa kalau aku sakit? Kenapa mencariku? Bukankah aku mengganggu percobaan ilmiahmu? Kau sampai marah padaku minggu lalu. Aku tak mau mengganggu.” Ucap Chae Jin berusaha bersikap biasa.

“Eh? Engg bu bukan be begitu aku hanya ingin percobaan ilmiahku cepat selesai itu saja. Aku tak marah padamu kok. Aku mencarimu karena ingin melihat keadaanmu saja.” Ucap Changmin gugup.

“Oh ya sudah. Lihat kan aku baik-baik saja. Aku sibuk mengurus kegiatan kampus, aku permisi Changmin-sshi. Sekali lagi aku minta maaf karena telah mengganggumu.” Ucap Chae Jin. Ia membungkuk lalu kembali ke ruangan dan mengerjakan pekerjaannya.

‘Aish pabo kau Chae Jin. Kenapa malah bersikap seperti itu padanya? Kalau Changmin langsung pulang bagaimana? Seharusnya tadi kau bersikap manis padanya.’ Batin Chae Jin sambil mengerjakan pekerjaannya.

Chae Jin, Hye Won dan Eun Ri terus mengerjakan tugas masing-masing selama berjam-jam. Setelah selesai Chae Jin meregangkan otot-ototnya yang kaku, ia menatap sekeliling ternyata kedua temannya sudah pulang terlibih dahulu. Ia tak sadar kalau kedua temannya sudah berpamitan padanya beberapa jam yang lalu. Melihat keluar jendela sudah hampir malam, Chae Jin memutuskan langsung pulang. Ia mengambil tasnya lalu keluar dan menutup pintu.

Langkah Chae Jin terhenti saat melihat Changmin masih berdiri dengan posisi yang sama seperti tadi siang. Namja itu tersenyum kaku padanya. Di hampirinya namja itu dan melihat kaki namja itu bergetar karena lelah.

“Kenapa masih di sini?” Tanya Chae Jin.

“A aku menunggumu. A aku takut kau masih marah padaku karena masalah minggu kemarin.” Jawab Changmin.

“Lalu ka uterus menungguku dengan berdiri seperti ini?” Tanya Chae Jin  lagi. Changmin menganggukkan kepalanya.

“Aish bodoh.” Ucap yeoja itu pada Changmin.

“Ayo pergi. Kita ke café terdekat agar kau bisa istirahat sebentar.” Ucap yeoja itu sambil berjalan pergi. Changmin berusaha melangkah cepat agar bisa menyusul Chae Jin tapi kakinya yang pegal membuatnya meringis pelan. Chae Jin menghampirinya lalu menggandeng tangannya agar ia bisa berjalan. Yeoja itu berjalan pelan menyesuaikan dengan langkahnya.

Saat berada di café terdekat yeoja itu memesankan makanan dan minuman untuk Changmin. Changmin datang menemui Chae Jin selain karena mengkhawatirkan yeoja itu, ia juga sebenarnya merindukan yeoja itu ada di sampingnya saat di lab dan di café.  Ia menatap yeoja itu yang tengah sibuk dengan tasnya.

“Ini pakai di kakimu sekarang. Itu akan membuat kakimu lebih baik.” Ucap Chae Jin padanya. Ia pun mengambil obat yang di berikan Chae Jin.

“H ha harus kupakai di sini sekarang?” Tanyanya sambil melihat para tamu yang lain di café itu.

“Harus kupakaikan juga? Cepat pakai. Jangan menghiraukan mereka.” Jawab yeoja itu sambil menatapnya kesal. Tanpa banyak bicara lagi ia pun memakai obat itu di kakinya.

Tak lama pesanan yeoja itu datang. Changmin dan Chae Jin pun makan bersama.

“Kenapa kau melakukan ini? Berdiri berjam-jam seperti orang bodoh. Kau kan bisa duduk.” Ucap yeoja itu pada Changmin.

“A aku hanya tak mau kau marah karena kejadian minggu lalu. Selain itu aku ingin kita berteman lebih dekat. Aku ja jarang sekali punya teman. Maukah kau jadi temanku?” Tanya Changmin pada Chae Jin.

‘Hanya teman?’ Batin Chae Jin.

“Tentu saja.” Jawab Chae Jin sambil tersenyum.

Setelah selesai Changmin mengatar Chae Jin pulang. Selama perjalanan mereka mengobrol cukup banyak. Changmin bersyukur karena Chae Jin tidak terlihat marah lagi padanya.

‘Walaupun tidak mungkin ia menjadi milikku paling tidak aku bisa dekat dengannya.’ Batin Changmin sambil tersenyum.

“Terima kasih sudah mau mengantarku sampai sini. Sampai besok.” Ucap Chae Jin pada Changmin.

“Ne, sampai besok. Oiya kalau kau masih mau membantuku, besok aku butuh bantuanmu di lab.” Ucap Changmin. Ia sangat berharap yeoja itu masih mau datang ke lab.

“Masih boleh aku datang ke sana?” Tanya Chae Jin. Changmin mengangguk.

“Tentu saja kau masih boleh datang.”

“Kalau begitu aku akan datang. Sudah kau masuklah, taksinya menunggu terlalu lama.” Ucap Chae Jin lembut pada Changmin. Changmin pun mengangguk dan masuk ke dalam taksi.

“Hati-hati di jalan.” Ucap Chae Jin.

Besoknya Chae Jin benar-benar membantu Changmin. Kali ini ia serius membantu namja itu. walaupun hari ini ia hanya bisa sebentar membantu Changmin karena harus pergi ke fakultasnya untuk melakukan pekerjaannya sebagai salah satu panitia di kegiatan tahunan tapi ia sangat senang.

“Changmin-sshi, minggu depan di fakutasku akan ada acara tahunan yang menyenangkan. Maukah kau datang kesana?” Ucap Chae Jin sambil memberikan brosur dan tiket masuk pada Changmin. Namja itu menerimanya.

“Aku akan datang tapi mungkin akan sedikit terlambat. Karena minggu depan aku harus sudah menyelesaikan percobaan ilmiah ini dan memberikannya pada dosenku. Gumawo tiket dan brosurnya.” Ucap Changmin.

“Mmmm ngomong-ngomong kau akan datang dengan siapa?” Tanya Chae Jin penasaran. Ia sengaja memberi dua tiket pada namja itu agar ia tau apakah Changmin sudah memiliki yeojachingu atau belum.

“Molla. Mungkin sendiri.” Jawab Changmin. Ia menaruh brosur dan tiketnya di tas miliknya.

“Oooh. Ah aku pergi dulu, aku harus menyelesaikan tugasku agar acara nanti berjalan lancar. Gumawo untuk hari ini. Kutunggu minggu depan.” Ucap Chae Jin sambil mengambil tasnya. Ia membungkuk pada Changmin lalu pergi.

Changmin menatap punggung Chae Jin sampai menghilang. Ia menghela nafasnya berat saat yeoja itu sudah pergi. Ia mengeluarkan tiket dan brosur yang di berikan yeoja itu padanya.

“Kenapa kau sangat baik padaku? Apa aku boleh mengartikan lebih perhatianmu itu?” Gumamnya pelan.

Setelah hari itu Chae Jin sama sekali tidak bisa datang membantu Changmin lagi karena kesibukannya menjadi panitia acara fakultas seni. Beruntung saat menghubungi Changmin, namja itu tak marah padanya.

Changmin sedikit kesepian sendirian di lab tapi ia tak bisa melakukan apa-apa karena Chae Jin sibuk dengan urusannya. Tapi kesepiannya sedikit terobati karena setiap ia pulang kuliah ia selalu menatap Chae Jin dari jauh. Ia tak mau menghampiri yeoja itu yang terlihat sangat sibuk.

—-

Chae Jin menatap ke sekeliling mencari Changmin tapi tidak ada. Sejak acara di mulai jam 10 pagi ia tak melihat namja itu di mana-mana. Sampai sore pun ia tak melihat keberadaan namja itu. Setelah ia bebas tugas ia langsung menghampiri namja itu di fakultasnya. Ia mencari ke lab di mana ia pikir namja itu berada. Fakultas Changmin hari itu terlihat sangat sepi baginya.

Chae Jin tersenyum saat mendengar suara Changmin. Ia hendak membuka pintu tapi terhenti saat mendengar suara seorang yeoja. Ia mengepalkan tangannya saat mendengar namja itu tertawa senang saat mengobrol dengan yeoja itu. Dengan cepat ia membuka pintu yang sukses membuat Changmin dan yeoja itu kaget melihatnya. Chae Jin menatap tajam yeoja itu. Tatapannya membuat yeoja itu langsung pergi.

Setelah yeoja itu pergi Chae Jin menatap Changmin tajam. Wajah namja itu terlihat ketakutan. Chae Jin menghampiri Changmin tapi namja itu mundur. Chae Jin kesal dengan Changmin yang bisa tertawa lepas dengan yeoja tadi. Selama ini jika bersamanya namja itu hanya tersenyum kaku.

“Cha Chae Jin-sshi. De dengankan dulu penjelasanku. A apa yang kau lihat ti tidak se seperti yang kau pikirkan.” Ucap Changmin gugup. Chae Jin terus menatap Changmin dengan tajam. Lalu tak lama ia mencium namja itu.

Changmin tersentak saat Chae Jin menciumnya. Ia berusaha melepaskan ciuman namja itu tapi sangat sulit. Tangan yeoja itu di kalungkan di lehernya dan menekan tengkuknya sehingga ciuman mereka semakin dalam. Saat ia sudah mulai terbuai dan akan membalas ciuman Chae Jin. Yeoja itu melepaskan ciumannya dan menatapnya. Perlahan yeoja itu menangis sesegukan.

“Ka kau kenapa? Mi mianhae kalau aku menyakitimu.” Ucap Changmin bingung.

“Kenapa kau bisa tertawa lepas dengan yeoja itu? Berbeda saat sedang bersamaku, kau selalu tersenyum kaku. Apa kau tidak menyukaiku?” Tanya Chae Jin membuat Changmin kaget.

“Ah i itu…”

“Aku mencintaimu. Aku sudah mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu dulu. Kau tidak sadar aku mendekatimu karena mencintaimu atau kau sadar tapi pura-pura tidak tau?” Ucap Chae Jin memotong perkataan Changmin. Namja itu membelalakan matanya mendengar pengakuan darinya. Chae Jin terus menangis.

“Mi mianhae a aku tidak tau kalau kau menyukaiku….” Ucapan Changmin kembali di potong Chae Jin.

“Mencintaimu bukan menyukaimu.” Ucap Chae Jin sesegukan.

“N ne, maksudku itu.  Aku tidak tau kalau kau mencintaiku. Sebenarnya aku juga menyukaimu tapi aku merasa tak mungkin kau tertarik padaku. Aku sama sekali tidak menarik dan sangat membosankan. Itu yang teman-temanku bilang.” Ucapan Changmin membuat Chae Jin menangis semakin keras. Hal itu membuat Changmin semakin bingung. Ia mendekati yeoja itu.

“Kau hanya menyukaiku. Padahal aku sungguh-sungguh mencintaimu.” Ucap Chae Jin sedikit manja.

“Mian mian. Maksudku mencintaimu. J ja jangan menangis lagi. K ku kumohon berhenti menangis.” Ucap Changmin sambil menghapus air mata Chae Jin dengan gugup. Setelah itu reflek ia memeluk yeoja itu.

“Gu gumawo kau sudah mencintaiku.” Ucap Changmin. Ia sangat senang karena ternyata Chae Jin mencintainya.

“Hanya gumawo?” Tanya Chae Jin yang masih di dalam pelukan Changmin.

“Mmmm b ba bagaimana kalau k ki kita pacaran?” Tanya Changmin gugup. Chae Jin tersenyum senang lalu mengangguk cepat dan membalas pelukan Changmin dengan sangat erat.

Changmin tersenyum bahagia karena Chae Jin kini resmi menjadi yeojachingunya. Yeoja itu terus memeluknya dengan sangat erat. Satu hal yang ia baru tau, sikap manja Chae Jin yang tanpa sadar yeoja itu tunjukkan padanya tadi. Sikap manja yeoja itu sangat ia suka karena Chae Jin terlihat sangat manis dan polos di depannya.

“Kenapa malah aku yang menyatakan cinta padamu lebih dulu? Menyebalkan. Asal kau tau aku paling tidak bisa menyatakan perasaanku lebih dulu pada seorang namja dan kau satu-satunya namja yang bisa membuatku seperti ini.” Ucap Chae Jin membuat Changmin tersenyum.

“Gumawo.”

“Ngomong-ngomong siapa yeoja tadi? Kenapa bisa tertawa lepas seperti itu? Kenapa saat bersamaku hanya tersenyum kaku? Jangan terlalu dekat dengan para yeoja manapun, ok?” Chae Jin melepaskan pelukan Changmin dan menatap namja itu tajam. Ia mulai mengeluarkan rasa cemburunya pada Changmin.

“Atau dia itu yeojachingumu yang lain?” Tanya Chae Jin curiga. Changmin dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Bu bukan di dia hanya te teman.” Jelas Changmin. Ia melihat yeoja itu menatapnya tajam.

“Benar? Tidak bohong? Tapi kenapa tertawa seperti itu padanya?” Tanya Chae Jin lagi.

“Benar, aku tidak bohong. T tadi aku hanya mengobrol dengannya saja tidak lebih.” Jelas Changmin lagi. Chae Jin menghela nafas lega.

“Baguslah tapi ingat jangan  terlalu dekat dengannya lagi atau pun yeoja lain.” Ucap Chae Jin. Changmin langsung mengangguk cepat.

Chae Jin menatap ke sekelilingnya, dengan cepat ia mengunci pintu lab saat melihat sekitarnya sudah sepi. Chae Jin menghampiri Changmin dan mendorong namja itu hingga terduduk di kursi. Namja itu menatapnya bingung dan takut.

“Ke kenapa?” Tanya Changmin. Tanpa menjawabnya Chae Jin langsung duduk di pangkuan namja itu.

“Chae Jin-sshi a apa yang kau lakukan?” Tanya Changmin gugup.

“Chae Jin-sshi?” Ucap Chae Jin tak suka.

“M ma maksudku chagi ah a anni Jin-a.” Chae Jin tersenyum mendengarnya.

“Panggil chagi, aku suka mendengarnya.” Chae Jin memeluk Changmin dan membenamkan wajahnya di leher namja itu. Ia bergelayutan manja di pelukan namja itu.

Changmin dengan gugup membalas pelukan Chae Jin. Jantungnya berdetak sangat cepat sejak tadi. Tak lama yeoja itu melepaskan pelukannya dan menatapnya sambil tersenyum manis. Chae Jin membuka kacamatanya.

“Chae Jin-a ah maksudku chagi kembalikan kacamataku.” Ucap Changmin sambil berusaha mengambil kacamata miliknya.

Chae Jin menaruh kacamata namja itu di atas meja. Di pegangnya kedua pipi namja itu hingga menatapnya.

“Masih tidak bisa melihatku dalam jarak sedekat ini?” Tanyanya.

“Masih bisa tapi tidak terlalu jelas.” Jawab Changmin.

“Kau hanya boleh melepas kacamatamu di depanku saja. Hanya aku yang boleh melihatmu seperti ini.” Changmin mengangguk sambil tersenyum lembut.

“Eeennggggggg kau manis sekali. Dan sangat tampan.” Ucap Chae Jin senang. Ia mencium bibir dan pipi namja itu.

“Manis dan tampan? Aku kan tidak seperti itu, aku ini sama sekali tak menarik. Teman-temanku saja banyak yang mengatakan seperti itu.” Tanya Changmin bingung. Chae Jin berdecak kesal.

“Aku yeojachingumu. Kau lebih percaya teman-temanmu itu atau aku? Bagiku kau tampan dan manis.” Ucap Chae Jin.

Changmin tersenyum senang mendengar pujian dari yeojachingunya itu. Yeoja itu kembali menciumi bibir dan seluruh wajahnya. Ia tersenyum melihat dan merasakan sifat yeoja itu yang sangat manja padanya.

“Chagi he hentikan, geli.” Ucap Changmin berusaha menghentikan ciuman yeoja itu padanya. Bukannya berhenti yeoja itu malah terus menciuminya.

“Chagi kumohon.” Ucap Changmin saat yeoja itu terus menciumi telinga belakangnya. Tak lama yeoja itu menghentikan ciumannya dan kembali menatapnya. Ia meminta kacamatanya dan beruntung yeoja itu menurutinya. Ia kini bisa menatap Chae Jin dengan jelas. Wajah yeoja itu memerah saat menatapnya.

“Kau tidak bercanda kan saat mengatakan mencintaiku?” Tanya Changmin. Ia masih merasa tak mungkin kalau Chae Jin mencintainya. Ia melihat yeoja itu menatapnya kesal.

“Ya sudah kalau tidak percaya. Anggap aku tak pernah mengatakannya.” Ucap yeoja itu lalu hendak berdiri tapi Changmin tahan. Ia memeluk yeoja itu.

“Mian. Aku hanya masih merasa ini bukan kenyataan. Banyak namja di luar sana yang mengejarmu dan lebih menarik dariku tapi kau malah memilihku. Aku yang tidak menarik dan sangat kaku.” Ucap Changmin. Ia mendengar yeoja itu menghela nafas dan membalas pelukannya. Tak lama ia melepaskan pelukannya.

“Ah iya bagaimana dengan acara di fakultasmu? Apa tidak apa-apa kau di sini?” Tanya Changmin saat mengingat hari ini adalah hari di mana acara tahunan fakultas seni berlangsung. Chae Jin tersenyum manis lalu menggelengkan kepalanya.

“Aku sudah meminta ijin, lagi pula aku sudah bebas tugas.” Jawab Chae Jin. Ia melihat sekeliling ruang lab.

“Apa percobaan ilmiahmu sudah selesai?” Tanyanya. Namja itu menjawabnya dengan anggukan.

“Mmmm bagaimana kalau kita ke acara di fakultasku? Maukan, minnie-a?” Ajaknya dengan suara manja. Lagi-lagi namja itu hanya mengangguk.

Chae Jin sangat senang lalu menggandeng Changmin. Chae Jin bergelayut di lengan namjachingunya dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya. Saat di depan fakultasnya terlihat banyak sekali yang datang. Ia menatap Changmin, namja itu pun menatapnya lalu tak lama melepaskan tangannya yang menggenggam lengan Changmin.

“Wae?” Tanya Chae Jin.

“Masuklah duluan, nanti aku menyusul.” Ucap Changmin. Chae Jin tak melangkah sedikit pun, ia menatap Changmin tajam.

“Wae? Kau malu jalan denganku?”

“Bu bukan itu. aku malah berpikir sebaliknya. Aku takut kau malu jalan dengan namja sepertiku. Aku tak mau membuatmu malu di depan teman-temanmu.” Ucap Changmin sambil tersenyum. Chae Jin menatap Changmin kesal.

“Kau menyebalkan. Aku pulang saja.” Ucap Chae Jin lalu pergi meninggalkan namjachingunya itu. Ia kesal Changmin berpikiran seperti itu padahal ia senang bisa jalan berdua dengan namja itu. Ia tak menghiraukan teriakan Changmin yang memanggilnya. Chae Jin menghentikan langkahnya saat namja itu menahan tangannya. Namja itu berdiri di depannya sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.

“Mianhae, chagi. Aku tak bermaksud membuatmu marah. Jangan marah lagi ya. Ayo kita masuk, bukankah kau mau ke sana.” Changmin berusaha membujuk Chae Jin yang sedang marah karena ucapannya. Yeoja itu hanya diam dan tak merespon ucapannya.

“Apa aku terlihat malu jalan denganmu?” Tanya yeoja itu padanya.

“Mianhae. Kita masuk ya? Terlihat ramai sekali, pasti seru.” Ajak Changmin.

‘Apa yang harus kulakukan? Chae Jin terlihat marah sekali. Ternyata kalau Chae Jin marah sangat sulit untuk membuat moodnya kembali baik. Manja, agresif dan pemarah. Seperti apapun sifatmu aku tetap mencintaimu.’ Batin Changmin.

“Aku mau pulang. Kau saja sendiri yang melihatnya.” Jawab Chae Jin lalu pergi lagi meninggalkannya. Changmin langsung mengejar yeoja itu.

“Kumohon jangan marah.” Bujuk Changmin.

‘Kenapa di hari jadianku dengannya malah seperti ini? Aish!’ Batin Changmin kesal. Ia terus mengikuti Chae Jin sampai ke apartemen yeoja itu. Yeoja itu masuk ke dalam tanpa mengajaknya masuk. Ia terus menunggu di luar pintu sambil sesekali memencet bel  berharap Chae Jin keluar dan memaafkannya. Changmin duduk di lantai sambil menatap pintu apartemen yeojachingunya.

“Chagi-a, buka pintunya. Kumohon maafkan aku. Aku hanya takut kau malu jalan denganku karena biasanya yeoja-yeoja yang ada di dekatku malu jika jalan bersamaku di depan umum. Mereka bilang kalau aku sangat ketinggalan jaman dan kaku.” Ucap Changmin.

“Tapi aku tidak seperti mereka. Jangan samakan aku dengan mereka semua.” Ucap Chae Jin yang kini sudah berdiri di depan pintu. Changmin langsung berdiri dan menghampiri Chae Jin. Yeoja itu menariknya masuk.

“Kau memaafkanku? Aku janji tidak akan mengatakan hal itu lagi.” Ucap Changmin. Yeoja itu hanya diam sambil memakaikannya mantel agar ia merasa hangat. Ia baru sadar kalau ia menggigil karena cuaca di luar yang sangat dingin. Ia mengikuti Chae Jin dari belakang. Yeoja itu menyuruhnya duduk dan ia hanya bisa menurut.

Di lihatnya yeoja itu kembali dengan membawa minuman hangat dan makanan. Chae Jin memberikannya minuman hangat, Changmin tersenyum senang lalu meminumnya. Yeoja itu membenarkan mantelnya sambil menahan tangis.

“Jangan membuatku khawatir. Kenapa menunggu di luar selama itu? Kau tau kan di luar dingin. Kenapa tidak langsung pulang saja? Kalau kau sakit bagaimana?” Ucap Chae Jin.

“Bagaimana bisa aku pulang sementara kau masih marah padaku?” Ucap Changmin. Chae Jin tiba-tiba saja langsung memeluknya dengan sangat erat.

“Kenapa kau sangat sabar? Tadinya aku takut kalau kau akan menghindariku setelah tau sifatku yang seperti ini.” Ucap Chae Jin. Changmin terkekeh pelan lalu membalas pelukan yeojachingunya itu.

“Seperti apapun sifatmu, entah itu manja, agresif ataupun pemarah aku akan selalu mencintaimu, chagi. Jadi kau tidak marah lagi padaku kan?” Ucap Changmin.

“Anni. Tapi kau harus selalu ingat kalau aku tidak pernah malu jalan berdua denganmu.” Ucap Chae Jin sambil mempererat pelukannya.

“Ne arraseo.”

TBC

Chap 2 Akan di Protect bisa minta password via inbox di sini –> FB

WARNING: BACA PERATURAN BARU YANG ADA DI BLOG INI… SAYA HANYA MENGHARAPKAN KOMEN DAN SAYA BERHARAP DENGAN ADANYA PERATURAN BARU SILENT READER AKAN MULAI MEMBERI KOMENTARNYA… KOMEN DI CHAP 1 KALAU INGIN MENDAPATKAN PASSWORD CHAP 2

34 thoughts on “My Boy Chap 1

  1. wuaahhh~ onnie, udh lama nih aku gk mampir ke blog ini. seru kok seruuuu!!!
    disini changminnya beda! aku jd ngebayangin gmn klo changmin pke kacamata, pst imut deh!
    chaejin yg primadona aja bisa naksir changmin, brarti cuma chaejin yg normal,, hehe~
    trus itu jaeppa beneran playboy y? apa cuma pikiran chaejin aja?
    aduuhh~ onnie emg pinter bkn org penasaran deg😄

  2. Si changmin lucu banget karakternya disini . Suka banget jalan cerita ff ini . Trus si chaejin suka sama changmin yg disini ceritanya jadi ank cupu sumpah suka banget deh . Nice ff thor

  3. eunchan she peef berkata:

    wakakkakk..😀
    kebayang bgt sifat changmin begitu..😀
    tapi, aku suka sifat changmin begitu..
    Sabar bgt! Ckckckck..
    Seandainya aku punya suami seperti itu.. #Lol
    oya, kok jaepa cuma numpang lewat 2x doang yh unn??
    Apa si jaepa bakal muncul lagi di chap 2??
    Hadeuh.. Penasaran euy! –a
    Lanjutkan unn~^^

  4. Asri berkata:

    Enggal…. hati2 ma pngetikan katanya…… aku baca da bbrapa yg typo tuh. 2x hrznya Chaejin napa jd eunri??? sjak kpn eunri ma minnie????
    who is chaejin??? MINNIE IS MINE……
    Minnie, berubah dunk (emanknya power rangers ^^)
    biar tu kampus tau… aura ketampananmu!!!!!! @,@ hahahaha

  5. linasuhadi berkata:

    Kyaaa..changmin jd org culun..padahal aslinya keren pisan..hehehehe..
    Penasaran..changmin bakal di ubah ga penampilannya ama chaejin..
    Trs chaejin bakal ttp setia ga??
    Jj oppa nya kok bntr bgt..cm jadi cameo ya??

  6. linasuhadi berkata:

    Kyaaaa..changmin jd culun..padahal mah aslinya kasep pisan..ckckckkckc
    Chaejin doank kynya yg sadar klo aslinya changmin kasep..wkwkwkwk
    Kira2 d tangan chaejin changmin oppa d ubah ga ya penampilannya??
    Trs jj oppa disini jd apa..cameo kah..bz dikit bgt disni..‎​Hiks:'(..
    Ohya..chaejin bakal setia ga ya..bz td aja d goda2 ama jj oppa..
    mana tahan d goda ama jj oppa..heheheheeh

  7. sucihdl berkata:

    Waaaaaah…… Changmin jadi karakter cupu tetep aja mukanya imut ‎​​(ˇ▼ˇ)-c<ˇoˇ")
    Chae Jin ubah penampilannya Changmin dong, biar lebih keren B-)
    Ini ceritanya Jaejoong suka ya sama Chae Jin? Hm……

  8. Udah lama gak baca ff kumi unnie, huehehe😀
    Unnie, ff bikin unnie banyak kemajuaann. Like it😉
    Dari semua anak dongbang kayaknya yang cocok jadi anak cupu dan kutu buku tuh changmin ya-_- feelnya dia jadi si kutu buku tuh dapet banget, wkwkk #dihajarchangmin
    Ahh, dari pertama kali aku baca ff yg castnya member dongbang sampe sekarang pun aku gak pernah bisa bayangin jaejoong jadi playboy-____- dia itu ukeeee…. (???) *gak ada hubungannya*
    Cwe yang sempet ngobrol sama changmin itu siapa sih eon? apa cuma temennya changmin? kayaknya patut diceritain lebih detail deh tentang dia, soalnya kalau dia emang cuma sekilas muncul kayaknya ada yang mencurigakan(?)

    yaudahlah kayaknya cukup segini comentku, ngeri lama lama malah ngelantur kalau aku teruskan. Lanjutannya aku tunggu ya, eon😉

    • aahhh, dua lagi(?)… tadi kelupaan nambahin, next chapternya kalau bisa perasaan changmin atau si chaejin lebih dijelaskan dong unnie, biar feelnya makin dapet😉
      kalau masalah alur, rada kecepetan diiikkiiit banget(?)~ tapi gak masalah kok eon, aku tetep suka ff ini.. aku tunggu lanjutanyyaaa😀

  9. Kim Hyun Rin (cassiopeiay) berkata:

    Heyy itu bener changmun emang cute dan manis… btw kayaknya ntar bisa nih changminnya di make over sama chae jin kekeke.. trus dikasih softlense didandani jadi oke lah.. wkwkwk
    Jaejoong ntar ganggu chaejin pacaran ga eon? Sepertinyaaaa… apalagi jaejoong kan disitu playboy.. cocok bgt daaaah…

  10. kyuppa berkata:

    q reader bru,salam kenal. Q akn ikuti rulenya. Siapp deh,,
    bgus critany, ayo dilanjutin. Nanti q mnta password,blh ga ya?

  11. Resty berkata:

    waaaaaaaaaaaat
    changmin oppa jadi scientiest… ga bisa bayangin deh karakter oppa yang pemalu, sabar, dan penyayang gini (beda banget dengan aslinya)
    emang pasangan yang serasi
    pemarah vs sabar
    agresif vs pemalu

    ditunggu ya chingu lanjutannya (i’m not silent reader)

  12. Min berkata:

    Cuma chaejin duank yeoja yg bsa lyat pesona changmin😄

    Onni tau ga?aqu sdh mnunggu sgt lnjutan ff ini🙂
    jd harap dilanjutkan y onni🙂
    aqu sdh brdoa ni biar lnjut🙂

    lanjutkan!lanjutkan!lanjutkan!lanjutkan! *demo didpn enggal onn smbil bwa spanduk poto changmin
    “enggal onn say: ni ank mlai stress -.-a”

  13. Nnovyrin berkata:

    annyeong reader baru nih😀 *dadah ala miss universe*
    wah ak ngebayangin ak yg jadi Chae Jin’a gmn yaa?? hihihihiii jd malu ndri. #bletak
    changmin’a nge-gemezin jae-oppa’a bikin nosebleed juga wlo cm numpang lewat >_<
    Mmm~ tp btw ak kaya' pnh dgr nie crta'a deh *lupa" inget jg c*

    next ak tunggu lanjutan'a ^_^ FIGHTING ENGGAL !!!!!!!!!!!!! *kibar" bendera indonesia*

  14. ceritanya aku suka.. ><
    ga nyangka bakalan secepet ini jadian ,, dikiranya butuh waktu lama buat ngedapetin changmin yang orangnya kaya gitu..
    bagus nih cwo yang gtu dipasangin dengan cwe yang agresif kaya chae jin ^^

  15. vv berkata:

    wah keren nih …
    changmin beruntung dpetin chaejin …
    chaejinnya kyanya sayang bnget ya ma changmin ..
    so sweet pokonya .. ^^

  16. TriZheey2992 berkata:

    changmin jdi mahasiswa yg culun…
    Aduch oppa,kykx gk cocok dech ma face qm yg cool thu…
    Tpi gpp c…
    Skali2 jdi org yg culun n krg prgaulan jg gk trlalu buruk kok…

  17. deewookyu berkata:

    ngebayangin Changmin pake kaca mata gede…culun.
    eehhh malah kebayang wajah anjasmara lagi jadi enceepp…..
    hehehhehehehehhe………….. miaNH…. hikhihkhihk

    lanjut ya , cassie…..
    pingin tau changmin culun di pasangin
    dgn cwk yg agresif….

    HOW >>>>>>>>>>>>………………….

  18. CCha berkata:

    annyeong…aq reader baru dsini…salam kenal author….
    akhirnya nemu jg ff dbsk khususnya changmin..kyaknya bakal sering2 nongol di blog ini..
    ditunggu author part selanjutnya…

    • annyeong salam kenal juga ^_^
      part selanjutnya udah ada kok chingu ^_^
      chingu tinggal kirim message ke author and jangan lupa formatnya –> username & judul ffnya…

  19. putrimays berkata:

    ya tuhan changmin..
    polos banget sih..
    hahaha
    suka deh lamalama hahahaha

    sumpah chaejin agresif bgt. -.-
    hahahaha

  20. Shin Reina berkata:

    lee chaejin nugu?????

    enggal….. bgus bgt penjabaran karakter changmin dsini…. aku jg bsa merefleksikan pnampilan changmin secara visual….. hemmm… changmin yg ada dbyangan aku kira2 kya di mv superstar x ya….. hehehehehe…

  21. koment di part 1.
    waduhhhh,aku tenggang waktu sama koment terakhir dsini lama juga ne *garuk kepala minchang*
    whoaaah,chae jin terus terang,keke~
    lucu bayangin minnie jadi culun😀

  22. deewookyu berkata:

    Anyeoong. ?… Saeng….

    Eunri….sdh lamaaaaaaa banget nih
    Gak mqmpir ke blok ini…
    Garagara Fb ku di buat eror sm anakku
    Jd males baca lg
    Bingung mw kirim minta pw kemana

    Saeeenggg…
    Kok jd culun gitu changminnya….
    Hihihi…si. Chaejin tauan aja
    Kl barang bagus…
    Mw dijadiin hak milik
    Orang lain gak boleh liaaatt…

    Eehh lanjutannya di protek yaa…

    Hhuuwwaaaa…saeng gmn dooong aku gak punya fb lg
    Minta kmaanaa..???????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s