Wanna Love You, but I Can’t… Chap 3


Tittle    : Wanna Love You, but I can’t…

Genre : Angst, Fantasy, Romance

Rating : PG/13 (Straight)

Lenght : 3 of ??

Main Cast : Kang Yura (Ocs), Kim Jaejoong & Shim Changmin

Other cast :  Jung Yunho, Park Yoochun, Kim Junsu, Lee Eunri, Jung Yoon Rie, Han Yourin, Kim So Yeon, Dana, Yesung, dll.

Disclaimer : Terispirasi dari manga ‘fruits basket’ but PLOT IS MY OWN?!

Author       : Satsukisorayuki

A/n : Ini inspirasinya dari komik diatas jadi jangan heran kalau misalnya nanti ada sedikit kesamaan cerita, tapi walaupun begitu kalian harus tetap menghargai karya saya ini, sebab saya pasti akan membuat jalan cerita yang berbeda seperti di fanfic2 author yang sebelumnya. NO PLAGIAT karena sebagian besar FF2 yang saya buat adalah hasil imajinasi sendiri. Don’t Like, Don’t Read! Kata yang bercetak miring berarti flahsback ya? ^^

Chapter 3

Yura membuka matanya perlahan. Dilihatnya seorang namja tampan sedang tidur disampingnya. Merasa hanya bermimpi Yura mengerjapkan kedua matanya berkali-kali namun sosok itu tidak juga menghilang. Saat itulah dia tersadar sepenuhnya bahwa itu bukanlah mimpi. Yura menurunkan selimutnya, dia pun berteriak histeris karena namja di depannya tidak memakai sehelai benangpun.

“Kyaaaaaaaa!!!!”

Changmin langsung terbangun dari tidurnya begitu mendengar teriakan histeris seorang yeoja yang nyaris membuatnya tuli. Dia mengerjapkan matanya berkali-kali, ekspresi bengong dengan tampang shock sekaligus bingung *jadinya gimana ya? bayangin sendiri aja deh reader*

“Kyaaaaaaaaaa!!” teriak Changmin begitu menyadari bahwa dirinya sedang naked, secepat kilat dia pun menutup tubuhnya dengan selimut

Yura yang shock dan ketakutan, refleks memeluk tubuhnya sendiri, lalu menggeser badannya menjauh dari namja disampingnya sampai akhirnya dia terjatuh dari ranjang

“Aauuuu, apha” teriak Yura

“Yaa! Apa yang kau lakukan padaku? Kenapa aku tiba-tiba berada di tempat seperti ini? Dimana ini sebenarnya? Dan kemana Dana noona?” Changmin memberondong Yura dengan banyak pertanyaan

“Harusnya aku yang tanya, kenapa tiba-tiba kau tidur di sampingku? Te.. telanjang lagi? Jangan-jangan kau ini perampok dan semalam sudah merenggut kesucianku ya? Huaaa, jahat!!” teriak Yura yang kemudian menangis tersedu-sedu

“Aku bukan penjahat pabo! Lihat pakaianmu saja masih utuh kan? Lagipula jika aku melakukan itu padamu, saat ini tubuhmu pasti lengket dan tempat tidur ini basah, berpikirlah dengan jernih, hey!” sambung Changmin kesal

Mendengar itu Yura pun memeriksa seluruh tubuhnya. Dan yang dikatakan namja itu memang benar, pakaiannya masih utuh dan Yura sendiri juga tidak merasakan hal aneh pada dirinya saat ini bahkan saat tidur semalam. Dengan wajah bak tomat karena malu atas tuduhannya pada namja itu barusan, Yura berdiri dan meminta maaf.

“Mi.. mianhae, keunddae tetap saja.. ke kenapa kau tiba-tiba bisa ada disampingku? Seingatku semalam aku tidur dengan seekor kucing yang sedang sakit bukan dengan seorang namja” ujar Yura terbata-bata

“Apa Dana noona yang menyerahkan kucing itu padamu? Apakah kau yang bernama Yura itu?” tanya Changmin yang masih terlihat kesal

“Ne, aku Yura. Dana eonnie memintaku untuk merawat kucing itu? tapi sekarang kucing itu hilang, ottokae? Apa yang harus aku lakukan? Sebenarnya kau itu siapa sih, jangan-jangan kau yang sudah mencuri kucing itu ya?” hardik Yura

“Lagi-lagi kau menuduhku sembarangan, si kucing itu aku tau. Kalo kau yang bernama Yura itu berarti rumah ini? Aish, aku benar-benar tidak sudi jika harus serumah dengan tikus jelek itu!”

“Mweo? Jadi kau sama seperti mereka? Lalu siapa yang kau maksud tikus jelek itu, Junsu-ssi atau Jaejoong oppa?” kaget Yura

“Sudahlah! Sebaiknya cepat carikan aku baju!” perintah Changmin

“Dasar, setelah sembuh kau jadi resek.. menyebalkan sekali” ketus Yura yang kemudian melangkah menuju keluar kamar, setelah sampai di mulut pintu langkah Yura terhenti dan dia kembali menoleh pada Changmin

“Wae?” tanya Changmin

“Hey tinggi, siapa namamu? Lalu aku harus pinjem baju siapa, ntar ga muat lagi” tanya Yura

“Namaku Changmin. Terserah kau aku tak peduli, asal jangan pinjamkan aku baju si tikus jelek tu!” jawab Changmin

“Masalahnya aku tidak tau siapa yang kau maksud dengan tikus jelek itu, kau kan belum menjawab pertanyaanku tadi”

“Ya sudahlah, pinjamkan aku baju Yoochun saja toh diantara mereka bertiga dia yang paling tinggi. Mungkin bisa muat denganku” ketus Changmin

“Dasar, aku sudah merawatmu semalaman harusnya kau lebih sopan, setidaknya berterimakasih padaku kek” sambung Yura yang kemudian melengos pergi

Changmin termenung setelah mendengar perkataan Yura barusan, benar kata Yura harusnya dia tidak bersikap ketus seperti itu, harusnya dia berterimakasih pada Yura karena sepertinya Yura adalah yeoja yang baik, apalagi yeoja seperti Yura adalah tipe nya.

“Gomawo, Yura-a” gumam Changmin

Changmin menghela nafas berat, sungguh dia tidak ingin jika harus satu atap dengan orang yang dia benci, orang yang hanya akan menyiksanya karena tiap berada dekat dengan orang itu membuatnya teringat kembali dengan mendiang ibunya. Tapi Changmin tidak punya pilihan lain, seperti yang Dana katakan, semua ini adalah kehendak Yunho dan tak ada seorangpun yang bisa melanggar perintah Yunho.

Changmin kembali teringat kejadian tadi siang, kejadian saat Dana datang menemuinya dan mengabarkan berita yang sungguh tidak menyenangkan baginya.

Dana datang ke rumah Changmin dengan wajah muram. Dia menekan bel itu berkali-kali sampai akhirnya Changmin datang membukakan pintu. Dana terbelalak kaget melihat pemandangan di depan nya. Wajah Changmin tampak pucat dan pakaiannya basah kuyup.

“Minnie, kau darimana saja? Kenapa pakaianmu bisa basah kuyup seperti itu?” tanya Dana sambil menyentuh pipi Changmin dan Dana semakin kaget karena ternyata suhu badan namja itu panas.

“Aku baru pulang dari rumah guru martial art ku, noona. Tadi pagi dia memintaku untuk berkunjung ke rumahnya, dalam perjalan pulang kemari tiba-tiba saja turun hujan dan aku lupa membawa payung. Aish, aku benar-benar benci hujan” cerita Changmin

“Masuklah, kau harus segera berganti pakaian Minnie!” Dana mendorong Changmin memasuki rumahnya, kemudian Dana masuk ke kamar Changmin untuk mencari pakaian ganti.

Changmin mengambil pakaian yang Dana siapkan, lalu dia pun pergi ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Setelah selesai berganti pakaian, Changmin menghampiri Dana yang sedang menunggunya di ruang tengah.

“Noona, mau aku siapkan minuman?” tanya Changmin

“Tidak usah, Minnie. Aku hanya sebentar saja, kok” jawab Dana sambil tersenyum

Dana menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan Changmin, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Changmin dan dengan lembut Dana menyentuh kedua pipi Changmin.

“Minnie, sepertinya kau sakit. Demam mu tinggi sekali, bagaimana kalau ikut aku ke rumah utama lalu temui Yesung oppa?” tawar Dana

“Anni, gwaenchana. Setelah istirahat sebentar aku pasti akan segera sembuh, noona tidak usah cemas” jawab Changmin sambil tersenyum

“Tapi jika kondisi tubuhmu tidak baik, kau akan berubah menjadi kucing, Minnie” sanggah Dana

“Aku baik-baik saja kok, ngomong-ngomong untuk apa noona kesini?” tanya Changmin to the point

“Yoochun membawa seorang yeoja ke rumahnya”

“Mweo? Aish, apa dia sudah gila?” kaget Changmin

“Yeoja itu namanya Kang Yura. Kau juga tau sendiri kan kalau Yoochun itu baik hati”

“Tidak juga, dia kan berkepribadian ganda. Noona tidak tau sih, sosoknya yang satu lagi itu sikapnya sangat bertolak belakang dengan sikapnya yang baik hati, tau” jelas Changmin

“Kata Yoochun Yura tidak punya tempat tinggal, makanya Yoochun merasa iba dan ingin menolong yeoja itu” lanjut Dana

“Dan Yunho hyung mengizinkannya, begitu maksud noona?”

“Ne, tapi ada syaratnya dan syaratnya itu berhubungan denganmu” cerita Dana

“Maksud noona?”

“Kau juga harus tinggal bersama mereka, itulah sebabnya Yunho menyuruhku kesini untuk mengantarkanmu ke rumah Yoochun” jawab Dana

“Mweo? Shireo! Aku tidak mau tinggal dirumah Yoochun , noona.  Jebal, aku tidak sudi jika harus tinggal satu atap dengan tikus jelek itu!” tolak Changmin

“Aku mengerti perasaanmu, Minnie-a. Keunddae mau bagaimana lagi, ini adalah perintah Yunho dan kita harus mematuhinya?!” jelas Dana dengan mata berkaca-kaca

“Ahggghhtt, kepalaku jadi tambah sakit!” erang Changmin,

Changmin semakin merasakan pusing yang teramat sangat di kepalanya, kepalanya benar-benar terasa berat. Wajahnya semakin pucat membuat Dana semakin khawatir.

“Minnie-a, gwaenchanha?” tanya Dana

Kesadaran Changmin mulai hilang, pandangan matanya semakin lama semakin buram, wajah cantik Dana semakin tak terlihat jelas lagi olehnya dan saat itu juga tubuhnya bertranformasi menjadi seekor kucing

“Minnie-a” suara teriakan Dana semakin sayup terdengar olehnya

 

“Aigoo, jadi noona benar-benar membawaku kesini?” keluh Changmin yang langsung memukul bantal saking kesalnya.

Yura sudah kembali ke kamar, dia membawa salah satu pakaian Yoochun dan juga nampan berisi bubur dan cokelat hangat. Diletakkannya nampan itu di atas meja.

“Ini, pakailah! Seperti yang Dana eonnie katakan, kau harus cepat sembuh, Minnie!” ujar Yura sambil tersenyum dan Yura menyerahkan pakaian itu pada Changmin

“Yaa, jangan memanggilku Minnie! Kau kan bukan noona” protes Changmin namun tak digubris oleh Yura

Yura membalikkan badannya, memberi kesempatan pada Changmin agar Changmin segera memakai pakaian itu. Selang beberapa menit Yura kembali bertanya

“Apakah kau sudah selesai?”

“Ne, sudah aku pakai” jawab Changmin

Yura kembali membalikkan badannya, lalu mengambil gelas berisi susu cokelat itu dan menyodorkannya pada Changmin.

“Minumlah, nanti setelah makan minum obat ya?” ujar Yura sambil tersenyum

Changmin menerima susu itu dan meminum setengahnya, setelah itu diletakkan kembali gelas itu di atas meja. Dilihatnya Yura yang sedang membuka beberapa laci yang sepertinya sedang mencari sesuatu.

“Nah, ini dia obat demamnya sudah ketemu” seru Yura, dia pun meletakkan obat itu di atas meja

“Kalau kau tak ingin kupanggil Minnie, aku panggil oppa saja ya? Nah oppa, ayo makan dulu!” lanjut Yura, menyodorkan sesendok bubur ke mulut Changmin

“Ayoo, aa” kata Yura lagi

Dengan semburat merah di wajahnya Changmin pun membuka mulutnya. Yura hampir saja memasukan bubur itu ke mulut Changmin saat tiba-tiba

“Aaah, aku lupa menyiapkan sarapan untuk Jaejoong oppa” Yura meletakkan kembali sendok itu ke dalam mangkuk

‘Sialan!’ maki Changmin dalam hati

“Oppa, aku tinggal sebentar ya? kau makan sendiri saja, lagipula aku juga harus segera berangkat ke sekolah” ujar Yura

“Andwee, kau disini saja!” perintah Changmin

“Keunddae oppa, aku harus…”

“Si Jaejoong itu baik-baik saja, dia juga bisa masak sendiri, jadi kau tak usah mempedulikannya!” tegas Changmin

“Tapi oppa, aku…”

“Kalau kau pergi aku tak mau makan!” potong Changmin lagi

“Baiklah!” ujar Yura menurut, dia pun mengirimkan pesan singkat pada Jaejoong

To : Jaejoong oppa

‘Oppa, mianhae. Hari ini aku tidak bisa menyiapkan sarapan untukmu. Changmin oppa baru saja sadar, dan karena dia masih sakit seharian ini aku ingin merawatnya. Sesampainya di sekolah, tolong mintakan izin untukku ya, oppa? Katakan pada wali kelasku kalau hari ini aku terpaksa absen. Gomawo^^’

 

‘Tak masalah kan jika aku bersikap egois pada yeoja ini, noona? Karena sepertinya aku menyukainyai, mianhae’ bathin Changmin

“Hari ini aku tak masuk sekolah, bagaimana denganmu oppa? Oppa, sekolah dimana?” tanya Yura

“Aku satu sekolah dengan Yoochun” jawab Changmin

“Wah berarti kau satu sekolah denganku juga, apakah kau baru kelas satu sepertiku?” tanya Yura lagi

“Enak saja, aku ini loncat kelas. Jadi sudah kelas dua”

“Mweo? Tak kusangka kalau kucing itu pintar”

“Sialan aku memang mewarisi spirit kucing, tapi biarpun begitu aku ini tetap seorang manusia, tau!” protes Changmin, Yura hanya terkekeh kecil mendengarnya

“Oppa tau tidak, sejak kecil aku sangat suka kucing!” cerita Yura kembali menyodorkan satu sendok bubur ke mulut Changmin

“Oh, jadi karena itu kau baik padaku?” tanya Changmin dengan nada kecewa

“Tidak juga, karena sepertinya aku juga menyukaimu, oppa” ujar Yura polos

“Mweo? Kupikir kau menyukai si tikus jelek” sambung Changmin

“Lagi-lagi membahas tikus. Dengar ya, oppa! Aku itu benar-benar belum tau siapa si tikus yang kau maksud itu” tegas Yura

“Nanti kau juga akan segera tau”

“Ah, sudahlah! Lebih baik kau cepat makan dan minum obat, oppa!” tegas Yura dan Changmin pun menurutinya.

>>>>>.<<<<<

Yoochun membuka kedua matanya perlahan, seperti dugaannya kini dia sedang bertransformasi menjadi seekor sapi. *Ga kebayang sapi yang lagi berbaring dengan infusan yang terpasang ditubuhnya, kayak gmna ya? haha* #abaikan

‘Aish’ umpat Yoochun dalam hati

Yoochun mengedarkan pandangannya, dia tersenyum melihat sosok seorang yeoja yang sangat dicintainya. Yeoja itu masih terlelap, tertidur di atas bangku samping ranjangnya. Karena kondisi Yoochun sudah mulai membaik, dia pun kembali berubah menjadi wujud asli, wujud manusianya.

‘Fuh, akhirnya aku kembali menjadi manusia. Aku benci sakit atau pingsan karena tidak lama setelah itu aku pasti akan bertransformasi menjadi sapi seperti tadi, aish kenapa harus aku yang mewarisi spirit sapi sih? Padahal aku kan lebih suka kelinci’ pikir Yoochun dalam hati

Yoochun kembali memegang dadanya, rasa sakit di jantungnya memang berkurang tapi tidak sepenuhnya. Dia pun kembali meringis.

‘Aagghht, padahal jantungku hanya dilukai oleh Yunho tapi rasanya sakit sekali. Bagaimana dengan Yourin ya? Sejak kecil kondisi jantungnya kan agak lemah, pasti sakit sekali? Tapi aku salut padanya, Yourin kuat sekali menahan rasa sakit seperti ini’

Seseorang yang sejak semalam tidur di atas sofa pun terbangun, begitu pandangan matanya melihat kearah Yoochun yang tampaknya sudah sadar, namja itu langsung bangkit dan menghampiri Yoochun.

“Yoochun-a, kau sudah sadar? Akan kupanggil kan Yesung hyung” ujar namja itu hendak beranjak pergi, namun Yoochun menahan tangannya dan menggeleng pelan

“Wae?” tanya namja itu

“Nanti saja, Junsu-a” cegah Yoochun, Junsu pun mengangguk

“Kenapa dengan wajahmu, Junsu-a?” tanya Yoochun cemas melihat ada sisa-sisa air mata di wajah Junsu bahkan mata Junsu pun sayu dan bengkak seperti habis menangis semalaman

“Aku sangat mengkhwatirkanmu, selain itu aku sedih karena Yourin…” Junsu tidak melanjutkan kata-katanya

“Karena Yourin?” tanya Yoochun

“Karena Yourin memintaku untuk menjauhinya dan melupakannya” cerita Junsu

Yoochun mengangguk mengerti, hatinya kembali terasa sakit mengingat ucapan Yoon Rie kemarin.

“Yourin, dia masuk rumah sakit lagi gara-gara aku. Gara-gara kemarin aku memaksakan perasaanku padanya, setelah aku memeluknya dia langsung pingsan dan bertranformasi menjadi kelinci lagi. Aku ingin sekali menjaganya Yoochun-a, tapi Dana noona bilang, biar dia saja yang menjaga Yourin” Junsu kembali bercerita sambil menunduk sedih, dia mengigit bibir bawahnya

“Kau sudah sadar?” tanya Yoon Rie yang sudah terbangun dari tidurnya

“Ne, chagiya” jawab Yoochun singkat

“Kau sudah kembali menjadi manusia, itu berarti kau sudah baikkan. Kalau begitu aku pergi dulu, mianhae lagi-lagi oppaku melukai salah satu diantara kalian!” ujar Yoon Rie yang langsung melengos pergi menuju keluar kamar

“Yoon Rie, tunggu sebentar!” pannggil Yoochun

Yoon Rie menghentikan langkahnya, lalu kembali menoleh pada Yoochun.

“Wae?”

“Gomawo karena kau sudah menjagaku semalaman, aku sangat bahagia Yoon Rie-a karena ternyata kau masih peduli padaku, jeongmal gomawo” ujar Yoochun

Yoon Rie memejamkan kedua matanya, lagi-lagi air matanya tumpah begitu saja.

‘Aku juga bahagia karena kau sudah baikan, oppa’ pikir Yoon Rie

“Ne” jawab Yoon Rie sekilas dan langsung berlari keluar

“Sakit yang kau rasakan, aku juga mengalaminya Junsu-a. Sungguh menyedihkan ya? Kita tidak bisa mencintai yeoja yang ingin kita cintai?” ujar Yoochun sambil menatap langit-langit kamar

“Ehm, lalu apa yang harus kita lakukan? Apa sebaiknya kita menyerah saja?” Junsu balik tanya

“Molla” jawab Yoochun singkat “Su, ini rumahnya Yesung hyung kan?” tanya Yoochun lagi

“Ne, soalnya tidak mungkin kalau di rumahku. Lagipula disini fasilitasnya selengkap di rumah sakit keluarga Jung, rumah sakit tempat Yourin berada. Aku harap dia baik-baik saja, Yoochun-a. Sungguh aku sangat mengkhawatirkan keadaannya”

“Ne, Yourin pasti akan baik-baik saja. Dia yeoja yang kuat, percayalah!” sambung Yoochun sambil tersenyum, Junsu pun membalas senyumannya.

>>>>>.<<<<<

Eunri dan So Yeon mengaduk-ngaduk minumannya dengan malas. Tidak ada Yura bersama mereka entah kenapa membuat keduanya bosan.

“Kenapa Yura tidak masuk sekolah ya?” tanya So Yeon

“Molla, sejak kemarin aku terus menghubungi ponselnya tapi panggilanku diabaikan terus, aku sms juga tidak di balas. So Yeon-a, mungkinkah dia sedang ada masalah?” tanya Eunri cemas

“Mungkin, tapi Yura itu tidak biasanya menyembunyikan masalahnya dari kita seperti ini” jawab So Yeon

Tiba-tiba beberapa orang yeoja menghampiri mereka ke cafetaria.

“Lee Eunri” ujar salah satu dari mereka berempat

“Ne?”

“Di luar ada seorang namja yang mencari Kang Yura” jawab yang lain

“Ne, katanya sih ada yang ingin dia bicarakan dengan Kang Yura” sambung yang lain

“Emh, kau tau namja itu sangat tampan. Apakah dia itu namjacingunya Yura?” tanya yang satu lagi

“Jinjja? Sekarang dimana namja itu?” tanya Eunri

“Dia sedang menunggu di taman” jawab keempatnya kompak

“Gomawo informasinya, ayo kita temui dia So Yeon!” ajak Eunri

“Kapan-kapan perkenalkan kami pada namja tampan itu ya?” seru keempat orang itu bersamaan

Eunri dan So Yeon berjalan setengah berlari menuju taman yang dimaksud. Keduanya terpaku begitu melihat seorang namja berpakaian serba hitam duduk di salah satu bangku taman. Mata namja itu tajam seperti musang.

“Dia kebalikan Jaejoong ya? Sangat tampan, kalau mereka berdua menjadi sepasang kekasih pasti akan sangat serasi” bisik So Yeon

“Yaa! Jaga bicaramu ya? Perkataanmu itu sungguh mengangguku, membuatku galau tau!!” protes Eunri menatap So Yeon tajam dan penuh amarah

“Wae? Jangan-jangan kau menyukai Jaejoong sunbae ya?” selidik So Yeon

“Berisik, jangan banyak bicara di depanku!” tegur Eunri, So Yeon hanya menghela nafas panjang

Keduanya pun menghampiri namja itu.

“Annyeong!” sapa Eunri dan So Yeon ramah

“Aku ingin menemui Kang Yura. Apakah Kang Yura itu kau?” tanya namja itu pada Eunri

“Anni, Yura itu sahabat baik kami tapi hari ini dia tidak masuk sekolah” jawab Eunri

“Oh begitu, padahal aku jauh-jauh kesini untuk bertemu dengannya” sambung namja itu

“Nanti akan kami sampaikan pada Yura kalau kau mencarinya, namamu siapa ya?” tanya So Yeon

“Jung Yunho” jawab namja itu

Jaejoong yang baru keluar dari cafetaria bersama teman-temannya dan melewati taman itu tiba-tiba menggigil, langkahnya terhenti dan wajahnya berubah pucat.

“Jae, waeyo?” tanya teman-temannya merasa cemas

‘Aura ini’ pikir Jaejoong

“Joongie, kau kah itu?” tanya suara seseorang, Jaejoong semakin terbelalak kaget

“Kalian, pergi duluan saja. Aku ada  urusan” kata Jaejoong pada teman-temannya dan mereka pun menurut

“Kau kenal dengan Jaejoong?” tanya Eunri dan So Yeon bersamaan

“Tentu saja, dia itu kan saudaraku” jawab Yunho yang dibalas Eunri dengan anggukan

“Aku pikir pacarnya” gumam So Yeon yang langsung mendapatkan pelototan membunuh dari Eunri

“Ternyata memang kau. Kemarilah, sudah lama kita tak bertemu ya!” perintah Yunho

Akhirnya Jaejoong pun menoleh ke arah Yunho dan menghampirinya. Eunri merasakan gelagat aneh pada diri Jaejoong, sorot mata namja itu memancarkan ketakutan yang teramat dalam. Wajahnya pucat dan keringat dingin mengucur dari pelipisnya.

Yunho semakin mendekatkan diri pada Jaejoong, ketika jarak mereka tinggal beberapa inci. Yunho membisikkan sesuatu tepat ditelinga Jaejoong.

“Padahal tujuanku kesini untuk bertemu Kang Yura, tak kusangka bisa bertemu denganmu juga”

Sementara itu Jajoong hanya bisa menelan ludah, ketakutan masih merasuk dalam jiwanya.

“Aku merindukanmu Joongie, my toy. Kembalilah ke rumah utama! Lalu akan kuceritakan padamu, kegelapan yang sesungguhnya”

“Mian, nanti saja Yun. Aku masih ingin tinggal di rumah Yoochun, jebal!”

“Tentu saja, lagipula Yoochun juga tidak akan membiarkanku” balas Yunho

‘Kenapa Jaejoong sunbae terlihat ketakutan?’ pikir Eunri

Dengan keteguhan hati Eunri menghampiri kedua namja itu, samar-samar dia bisa mendengarkan ucapan Yunho

“Aku akan menunggumu Joongie, dan setelah itu tetaplah menjadi mainanku!”

“Ah, mianhae. Sebentar lagi bel masuk berbunyi, sampai jumpa lagi Yunho-ssi” potong Eunri yang langsung menyeret Jaejoong menjauh dari Yunho

“Yaa, Lee Eunri! Kenapa Jaejoong sunbae yang kau gandeng, bukan aku? Yang temanmu itu kan aku, hei Euri-a tunggu aku!” protes So Yeon yang segera menyusul langkah Eunri

So Yeon mengedarkan pandangannya kesetiap penjuru, namun Eunri dan Jaejoong tak bisa ia temukan. Dengan kesal So Yeon pergi menuju kelasnya.

“Hah, hah, hah!” Eunri mengatur nafasnya yang masih terengah-engah karena merasa lelah setelah berlari sambil menyeret Jaejoong

Setelah selesai mengatur nafasnya, Eunri mengalihkan pandangannya pada Jaejoong. Namja itu hanya terpaku tak bergerak, sorot mata beningnya masih memancarkan ketakutan.

“Jaejoong sunbae, gwaenchanha?” tanya Eunri sambil menatap Jaejoong cemas

“Nan gwaenchanha, gomawo Eunri-a” jawab Jaejoong yang rupanya sudah bisa mengatasi rasa takutnya

“Wajahmu pucat, sepertinya kau takut padanya. Sebenarnya siapa namja itu?” tanya Eunri

“Dia sepupuku” jawab Jaejoong singkat

“Lalu kenapa kau terlihat ketakutan bila di dekatnya?” Eunri semakin penasaran

“Bukan apa-apa. Gomawo, kita kembali ke kelas saja kajja!” ajak Jaejoong

Mereka pun kembali menuju ke kelas masing-masing karena bel masuk sudah berbunyi

Kenapa dia aneh sekali? Belum pernah aku melihatnya ketakutan seperti itu’ pikir Eunri

>>>>>.<<<<<

Malam ini meja makan tak seseppi biasanya, karena Yoochun dan Junsu sudah kembali kerumah ditambah lagi dengan Changmin yang menjadi penghuni baru di rumah itu sama seperti Yura. Junsu dan Yoochun tetap assik menikmati makan malam mereka. Sementara itu Yura tidak bisa melepaskan pandangannya dari Jaejoong dan Changmin. Sejak tadi kedua namja itu belum menyentuh makanan mereka, keduanya malah sibuk perang mata.

“Aigoo, kalian berdua ayolah makan! Nanti makanannya keburu dingin, memangnya kalian tidak cape apa perang mata terus sejak tadi. Kalian ini seperti kucing dan tikus saja” ujar Yura

“Padahal mereka memang kucing dan tikus, ya?” bisik Junsu pada Yoochun

“Ne, tampaknya Yura masih belum sadar juga sampai sekarang” balas Yoochun

“Nafsu makanku sudah hilang semenjak aku melihat wajahnya yang sangat memuakkan itu!” ketus Changmin

“Shim Changmin, kau benar-benar membuat kesabaranku habis” balas Jaejoong sambil menggebrak meja dengan kasar membuat Junsu langsung tersedak

“Yaa! Tikus kotor, kau mau aku mati ya?” sambung Junsu marah

“Jangan ikutan berantem, Su! Ini minumlah!” cegah Yoochun memberikan Junsu segelas air, air dalam gelas itu langsung habis tak bersisa

“Anu Yoochun oppa, memangnya kalau kesabaran Jaejoong oppa sudah habis sikapnya langsung berubah kasar begitu ya?” tanya Yura penasaran

“Ya, begitulah. Bahkan dia bisa lebih menakutkan dari Changmin sekalipun” jawab Yoochun

Dengan emosi yang sudah meluap-luap, Jaejoong mulai menendang tubuh tinggi Changmin. Setelah jatuh tersungkur Changmin membalas Jaejoong dengan tonjokkan yang sangat keras di wajah Jaejoong, membuat wajah mulus Jaejoong memar-merah. Perkelahian panjang pun tak bisa dihindari.

“Sttooopppp! Hentikan jangan berkelahi disini!” teriak Yura, namun baik Jaejoong maupun Changmin tidak mempedulikan teriakannya itu.

“Percuma saja, kalau mereka sudah berkelahi seperti itu, apapun yang kita katakan tidak akan berhasil menghentikkan mereka, soalnya Jaejoong benar-benar sudah sangat marah” sambung Yoochun

Sementara itu Junsu yang tak peduli hanya duduk santai sambil tetap memakan makanannya. Yura yang sudah tidak tahan melihat perkelahian mereka yang tiada henti akhirnya berlari ke arah Jaejoong yang sedang mencoba untuk kembali bangkit berdiri lalu memeluknya, dalam hitungan detik Jaejoong berubah menjadi seekor tikus putih bermata bulat.

“Kyaaaaa! Tikuuussss….” teriak Yura yang berlari secepat kilat menuju meja makan lalu menaiki salah satu kursi “Kenapa Jaejoong oppa harus berubah menjadi binatang yang paling aku benci dan juga aku takutkan?” tanya Yura sambil menangis terisak saking takutnya

Mata Yoochun membulat, begitu melihat tatapan membunuh dari Junsu

“Laariiii Jaaeeee!” teriak Yoochun

“Whuaaa, ada makanan enak” teriak Junsu dengan semangat, lidahnya mulai bercabang.

“Larii Jaeee, Junsu sudah mulai gila, dia tergiur olehmu dan kehilangan kesadarannya, cepat lari!” teriak Yoochun pula

Jaejoong pun berlari kencang tapi Junsu terus mengejarnya, mencoba untuk menangkapnya dan memakannya.

Yura terbengong-bengong menyaksikan pemandangan aneh di depannya

‘Kenapa tiba-tiba lidah Junsu oppa jadi memanjang dan bercabang seperti itu?’ tanya Yura pada dirinya sendiri, sementara itu Changmin malah melengos pergi menuju kamarnya

2 menit => 5 menit => 10 menit

Junsu masih belum berhenti mengejar Jaejoong

“Junsu, apa kau tidak lelah ha? Sadarlah dia itu adalah kakakmu bukan makananmu!” teriak Yoochun “Apakah perlu aku yang menghentikan kegilaan kalian?” lanjut Yoochun

“Andwee, kau belum sembuh benar Yoochun oppa.. Jadi sebaiknya kau istirahat saja! Walaupun aku tak mengerti kenapa Junsu oppa seperti itu aku akan menghentikannya” ujar Yura

Yura turun dari kursi, lalu berlari ke arah Junsu dan langsung memeluknya. Saat itu juga Junsu berubah menjadi seekor ular.

“Kyaaaa! Ulaaaaarrrr putttiiihhh” teriak Yura langsung berlari menajauh dari Junsu

‘Bush’

Kini di depannya Jaejoong sudah kembali menjadi manusia, namun Yura tidak mimisan seperti ketika dia melihat tubuh naked Yoochun atau ketakutan seperti saat dia melihat tubuh naked Changmin sebab posisi Jaejoong duduk sekaligus memunggunginya. Yura malah terbelalak kaget karena ternyata punggung Jaejoong penuh dengan bekas luka.

“Jaejoong oppa” gumam Yura

“Yoochun-a, cepat bawa pakaianku kemari!” perintah Jaejoong

Yoochun segera mengambil pakaian Jaejoong yang terlantar di lantai lalu berlari ke arah Jaejoong dan menyerahkannya. Junsu meleor-leor ke arah Yura

“Ternyata kau itu mewarisi spirit ular ya, oppa?” tanya Yura, sekarang dia sudah tidak takut lagi.

Yura mengangkat Junsu, tubuh reptil Junsu yang panjang melingkari leher Yura. Yura pun berjalan menuju tempat dimana Junsu berubah tadi, mengambil pakaian Junsu agar saat Junsu kembali berubah menjadi manusia nanti dia bisa segera memakai pakaiannya kembali.

Sementara itu Jaejoong sudah selesai memakai celananya dan hendak memakai kemejanya lagi, Yura menghampiri Jaejoong dan Yoochun bersama Junsu yang masih dalam sosok ular. Yura mengigit bibir bawahnya ketika Jaejoong masih sibuk mengaitkan kancing kemejanya satu persatu, ternyata bukan hanya punggung Jaejoong saja yang penuh dengan bekas luka penyiksaan tapi bagian dada dan perutnya juga.

“Luka-luka itu apakah karena perbuatan Yunho?” tanya Yura pada Junsu, dilihatnya Junsu mengangguk pertanda menjawab ‘ya’

“Jadi alasan kau membenci Jaejoong adalah karena dia itu tikus dan kau ular yang ingin memakannya?” tanya Yura lagi dan Junsu mengangguk sekali lagi

“Sekarang Yura sudah mengetahui wujud kita yang lain, wujud kita berempat. Sudah tak ada alasan lagi untuk menutupi sesuatu darinya, kau juga Jae.. mulai sekarang cobalah untuk terbuka padanya! Dengan begitu perasaanmu akan menjadi lega, jangan memendam kesedihanmu lagi. Ini demi Yura juga” ujar Yoochun sambil menerawang, mengingat kembali persyaratan dari Yunho

‘keunddae jika sampai kalian lulus sekolah yeoja itu tidak bisa melakukannya. Dia akan aku hukum mati!’

“Tidak semudah itu, Yoochun-a” sambung Jaejoong

Drtt! drttt!

Ponsel Yoochun bergetar, dia terbelalak kaget saat melihat id caller di layar

“Yobosseo?!” sapa Yoochun ramah

“Mweoo? Ne, arraseo!”

‘klik’ Yoochun memutuskan sambungan telpon

“Siapa yang menelpon, Yoochun-a?” tanya Jaejoong

“Yunho, dia bilang.. dia ingin berbicara dengan Yura”

“Mweo?” kaget Jaejoong

“Yura, Yunho bilang. Besok pagi datanglah ke rumah utama” jelas Yoochun

=> To Be Continue <=

 

Huaaa, makin gaje aja, tambah aneh aja ni FF. Maklum otak author lagi mumet pas bikin chap ini -___-

Jangan lupa tinggalin komentar atau kritik kalian ya soalnya chap end pass nya beda lagi dan syarat untuk mendapatkannya harus komen di all chap? Mian kalo ada typo. Gomawo ^^

 

 

10 thoughts on “Wanna Love You, but I Can’t… Chap 3

  1. Kim Hyun Rin (cassiopeiay) berkata:

    aaaaaa asik ceritanya makin seru. yura udah tau semuanya deh. eh gak kebayang kalo beneran lia tubuh namja2 ini naked. kayak gimana ya? hahahaha *yadong abis*
    yura kira2 mau diapain ya sama yunho…? mudah2an sih gak aneh2 ya…
    aku tunggu lanjutannya ya eon…🙂

  2. Seru~~
    Lidah junsu jadi panjang! Kupikir cicak ato bunglon! Bwahahahaha ternyata ular~ pantes suka meliuk2 ye oppa!^^
    Ksian bgt ya Jaejoong oppa. Kayanya dy yg paling menderita.
    Yura mo diapain y ama Yunho?
    Next chapnya d tnggu bgt eon^^
    Fighting!!!

  3. eunchan she peef berkata:

    wahh..
    Ngga nyangka klw junsu itu jadi ular..
    Kekkekkek..😄
    seru~ semakin seru ceritanya~^^
    Aissh!!
    Ada apa ini??
    Yunho mau ketemu yura??
    Semoga yura ngga knpa2..
    Huft~

    Lanjutkan!!

  4. @Kim Hyun Rin (cassiopeiay) : belum semuanya itu, baru juga 4 orng yg dy tau.. hehe
    bkl di apain ya? mo di jodohin kali, haha
    @Rei : kalo cicak sama buglon kan ga termasuk dalam shio, say.. jd tu kagak mungkin hoho. Hahay qta liat aja nanti, siapakah yg paling menderita diantara mereka? *evilsmirk*
    @eunchan she peef : Hm gimana ea? Ayo kita berdoa untuk keselamatan Yura aja /plakk
    @VV: Gomawo, ne next chap da moment mereka berdua kok ^^

    @All: gomawo for read and Comment, hanya kalian berempat lah reader setiaku u’ semrentra ini coz yg lain ga tau pada kemna? *jd terharu*
    Lanjutannya insya allah tiap hari sabtu ea ^^

  5. cinta pada pandangan pertama,,itu yang terjadi sama changmin dan yura,ne?
    jejung berubah jadi galak,padahal yang kemarin dy merasa bersalah banget sama changmin..
    seandainya aja ini yaoi changmin sama jejung cocok banget tuh :p *jiwa shippernya keluar* kekekekeke
    ahhh,jadi junsu itu spirit ular,,berarti kalo yunho apa dong?

  6. nteph berkata:

    whowww.. ud lm ga mampir k dbskonektf makany jd amnesia..drtd aq baca ini,aq mikir ud bc part 2 nya bm yah? ap ud bc cm lupa.. haissssh…. bc komen yg diatas ttg shio.. jd brubah sesuai shio ya? kl ia brarti ad yg janggal nih.. shio sapi sm kucing ga ad..ad jg kerbau

    • sepertinya cingu emng lum bca chap 2 nya, soalny aku ga liat komen mu dsna..
      hehe aku emng sengaja gantiin kerbau jd sapi soalny pngnya bgtu, ga pa2 deh toh mrka hmpir sama🙂

  7. Sungie berkata:

    makin seru… bikin penasaran…
    tp aq lupa, tu si kucing kok bs ikut jd juunishi ya? kan dy bkn shio…
    eh, liat jae tlnjang,, klo aq mah udh mimisan walopun liat punggungnya doang -_- #gapen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s