I Will Always Love You Chap 4


Akhirnya part 4 kelar juga, semoga ff ini bisa memuaskan hati para reader sekalian. Seperti biasa komen selalu di harapkan, karena kayaknya ff ini tinggal beberapa part lagi akan ending. Mian kalau ceritanya semakin membosankan, ya? oh iya ntar jangan lupa baca FF ini sambil dengerin lagu I believe, oke ^^

 

Author       : Satsukisorayuki

Tittle         : I Will Always Love You

Genre       : AU/Romance, Angst

Cast         : Shin He Na, (DBSK) Kim Jaejoong, Park Yoochun,

Other cast : (DBSK) Jung Yunho, Kim Junsu, Shim Changmin & Fuzita Keiko, Haruna Suzuki

Rating       : PG/13

Lenght       : Chaptered

Disclaimer : PLOT IS MY OWN?! Terinspirasi dari K-drama ‘Tree of Heaven’

Note : Fanfic ini pernah aku post di => http://fan3less.wordpress.com/ jadi kalo yang udah pernah baca harap maklum😀

I Will Always Love You

PART 4

=> Previous part

“Tak kusangka adiknya begitu cantik dan manis, dan sepertinya Yuki sangat menyayanginya. Ini sempurna, dengan begini kita bisa membunuh Yuki secara perlahan. Lakukan! Buat anak itu menderita! Aku pergi dulu. Awas ya kalian, kalau gagal aku sendiri yang akan membunuh kalian!” ancam pria paruh baya itu, yang kemudian pergi bersama setengah dari mereka

Sementara itu ke 4 orang yang tersisa itu, mulai melangkahkan kaki mereka menuju tempat di mana He Na sedang duduk santai sambil tersenyum karena bahagia setelah bertemu kembali dengan Jaejoong.

=> Author POV

Beruntung Tuhan masih melindungi He Na, ke 4 penjahat itu langsung di seret pergi oleh 5 orang namja. Begitu mereka telah jauh dari posisi He Na, 5 namja itu pun langsung menghajar ke 4 penjahat itu.

“Kalian kenapa bisa ada disini?” tanya salah satu diantara mereka, wajahnya sudah babak belur dan tidak berdaya lagi. U-Know tersenyum sinis sambil berkata

“Apa kalian lupa? Kalau sebagai pengawal pribadinya Yuki-sama, kami akan selalu mengikutinya dari belakang. Semua itu demi melindungi Yuki-sama dan He Na-sama”

“Hai, sedkitpun kami tidak akan pernah membiarkan Yuki-sama atau He Na-sama terluka” sambung Xiah yang telah berhasil mengunci kedua tangan salah satu dari mereka dan kemudian mendorongnya sampai jatuh.

“Matsuda, Kyo, Hyuga, bereskan mereka berempat!” perintah U-know, keempat penjahat itu pun di seret pergi oleh ketiga rekannya itu.

“Ah hyung, mudah sekali menghajar mereka ya? serasa sedang melakukan pemanasan sebelum bertanding sepak bola? aku tidak mengeluarkan keringat sedikitpun” keluh Xiah

“Itu karena mereka bukan anak buah andalan si tua Tanaka itu. Kajjha Xiah, Kita kembali awasi He Na! Aku takut anak buah Tanaka yang lain masih berkeliaran di sekitar sini”

“Ne, kajjha hyung”

Mereka pun kembali ke tempat He Na yang masih menunggu Jaejoong. He Na mulai gelisah karena Jaejoong belum juga kembali.

“Oppa lama sekali sih, jangan-jangan dia meninggalkanku lagi?!” kata He Na sambil terus memperhatikan gerak jarum jam tangannya. Tiba-tiba He Na memegang dadanya ‘Kenapa perasaanku tiba-tiba tidak enak begini?’ tanya He Na pada dirinya sendiri

>>>>>.<<<<<

Jaejoong terus berjalan menuju ke tempat dimana He Na berada sambil membawa bungkusan plastik, tiba-tiba langkahnya terhenti dan pandangannya mulai buram. Dia lekas memegangi keningnya yang tiba-tiba terasa pusing itu, keseimbangannya mulai goyah dan tubuhnya hampir terjatuh. Perlahan darah segar menetes dari hidungnya

Seorang namja tinggi lekas berlari ke arah nya dan menopang tubuh Jaejoong yang hampir terjatuh “Hyung, Neo gwaenchanha?” tanya namja itu panik

Jaejoong menoleh ke arah wajah seseorang yang sedang menahan tubuhnya, dia pun tersenyum pada namja itu.

“Max, sudah kuduga salah satu diantara kalian mengikutiku. Gwaenchanhayo, aku hanya.. sedikit pusing…”

“Jeongmal? Wajahmu sangat pucat, hyung. Kau juga mimisan! Aish, pabo! Kau lupa kemoterafi lagi ya, hyung?” tanya Max yang lekas menjitak pelan kepala Jaejoong

“Aish, dasar evil magnae! Kau sangat tidak sopan pada bossmu” protes Jaejoong sambil mengelus kepalanya, Max segera menegadahkan wajah Jaejoong dan membersihkan darah yang terus mengalir itu dengan sapu tangannya.

“Hyung, sakit tidak? Pendarahanmu lama sekali berhentinya”

“Gomawo, Changmin-a”

“Ayo, ke Rumah Sakit sekarang?!”

“Shireo, aku sedang bersama He Na tau”

“Hajima…”

“Gwaenchanha, pening ku sudah berkurang ko.. rasa sakitku juga sudah mulai hilang” potong Jaejoong yang di balas oleh pelototan Max yang terlihat menakutkan.

“Akan ku adukan pada U-Know, hyung!” ujar Max yang kemudian merogoh HP di sakunya

“Andwe! Arasseo, aku akan minum obat dan setelah mengantar He Na aku akan segera ke Rumah Sakit”

“Dasar hyung pabo!” teriak Max tepat di telinga Jaejoong, tanpa segan Jaejoong pun menjitak kepala Max dengan keras

“Apa kau lupa kalau suaramu itu keras sekali, ha? Kau hampir membuatku tuli, Aish!”

“Yaa, hyung! Sakit tau, awas kau! nanti akan aku laporkan pada U-Know hyung” ancam Max sambil mengelus-ulus kepalanya yang sakit lalu mengembungkan pipinya.

“Kau selalu saja bawa-bawa nama U-Know”

“Karena aku tau betul, kalau kau itu paling nurut pada U-Know hyung. Lucu, padahal boss nya itu kan kau” jawab Max yang kemudian tertawa

“Yaa, Shim Changmin! Kalau kau tidak ingin ku pecat, hentikan tawamu itu!” bentak Jaejoong sambil melotot pada Max

“Ne, Yuki-sama” sambung Max yang kini telah berhenti tertawa “Yuki-sama, cepat minum obatmu. Dan jangan lupa dengan janjimu tadi! Setelah kau mengantar He Na pulang kau harus segera ke RS untuk kemoterafi, arraseo?!” lanjut Max

“Wakatta (aku mengerti)” jawab Jaejoong yang lekas meminum obatnya

“Kajjha hyung, kita kembali ke tempat He Na. Bungkusan itu biar aku yang bawa!”

“Ne, tapi nanti kalau kau mau ikutan makan jangan rakus, ya?”

“Jadi aku boleh ikutan makan juga? Assik, kebetulan aku sudah lapar sekali hyung. Arra tenang saja, aku tidak akan malu-maluin di depan He Na”

“Kajjha!”

>>>>>.<<<<<

“Oppa, kenapa lama sekali? Memangnya kau membeli makanan dimana? Oh iya siapa namja tinggi di belakangmu itu? Temanmu atau justru salah satu pengawalmu? Soalnya pakaian yang di pakainya sama seperti yang kau pakai sekarang, serba hitam begitu” tanya He Na menyambut kedatangan mereka dengan senyuman

“Gomen, membuatmu lama menunggu. Tadi oppa bertemu dengannya di jalan, jadi ya kami ngobrol-ngobrol sebentar. He Na-chan, Kochira wa watashi no tomodachi, Max-san desu (Hena, perkenalkan ini temanku, namanya Max)”

“Hajimemashite. Max desu. Dozo yoroshiku (Perkenalkan. Aku Max. Senang berkenalan denganmu)” sambung Max sambil membungkukkan badan sedikit

“He Na desu. Kochirakoso, yoroshiku (Aku He Na. Sama-sama, senang berkenalan denganmu)” jawab He Na sambil tersenyum manis pada Max, “Go-shusshin wa? (kamu berasal dari mana)?” lanjutnya

“Seoul desu”

“Ah, sou desu ka (oh, begitu)? Sudah kuduga kau orang Korea juga, kalau begitu kita berbincang dengan bahasa Korea saja, ya?” tanya He Na pula

“Ne. Kalau begitu, kau panggil aku oppa, ya? biar kita makin akrab” ujar Max sambil tersenyum penuh harap

“Shireo, sepertinya kita seumuran” jawab He Na

“Tapi kalaupun kita seumuran, pasti aku tetap lebih tua darimu? Aku lahir bulan Februari, jadi kau harus memanggilku oppa!”

“Tapi aku juga lahir bulan Februari”

“Aku kan tanggal 18”

“Aku juga tanggal 18”

“Mweo? Kok bisa sama, aku kan bukan saudara kembarmu?” tanya Max polos

“Molla, kebetulan mungkin” jawab He Na sambil tersenyum

“Hyung, kenapa kau tidak cerita? Aku jadi malu sama He Na karena terus memaksanya memanggilku ‘oppa ” bisik Max di telinga Jaejoong

“Sengaja, soalnya aku sudah lama tidak melihat ekspresi malu mu lagi” balas Jaejoong sambil terkekeh

“Aish, kau ini..” protes Max

“Kau Max adiknya You sunbae dan Xiah sunbae, bukan?”

“Ne, aku dongsaeng mereka”

“Arra. Berarti kalian bertiga ini, pengawal pribadinya oppa?” kaget He Na

“Anni. Mereka sahabatku juga, He Na” jawab Jaejoong

“Kau beruntung karena pengawalmu juga menganggapmu sahabat, oppa. Tapi aku kesal pada 2 hyung mu itu, Max. Mereka sudah membohongiku” sambung He Na sambil cemberut

“Mianhae, maafkan mereka ya He Na?” kata Max memasang wajah memelas

“Ne, kali ini mereka aku maafkan”

“Gomawo”

He Na hanya membalas pernyataan Max itu dengan senyuman, lalu dia kembali memperhatikan Jaejoong yang terlihat.. pucat.

“Oppa, Wae? Wajahmu pucat, kau sakit?” tanya He Na cemas yang kemudian menyentuh kening Jaejoong ‘tidak panas..’ pikir He Na

“Anni, Hyung tidak apa-apa kok He Na. Dia hanya, kedinginan. Kau tidak perlu cemas!” jawab Max bohong, karena Max tau betul kalau hyungnya itu tidak bisa membohongi He Na

“Makanya musim dingin itu jangan cuma memakai kemeja dan jas doank, pakai jacket tebal sekaligus syal, kenapa? Apa semua mafia diharuskan memakai pakaian seperti ini terus setiap hari? membosankan sekali” omel He Na sambil melotot pada oppa nya, suasana pun mulai memanas. Kemudian He Na melepas syal yang di pakainya, lalu memakaikannya di leher Jaejoong dengan kasar

‘Sejak kapan adikku berubah menjadi cerewet dan galak begini?’ pikir Jaejoong heran

“Oppa ini ya? Apa kau tidak tau, kalau aku ini sangat mengkhawatirkanmu? Sejak tadi perasaanku tidak enak tau? Rasanya aku ingin sekali me….”

Kruyuk..kruyuk…

“Suara apa itu?” tanya He Na heran, karena suara tersebut telah memotong perkataan yang ingin di lontarkannya tadi

“Mian, itu suara perutku” jawab Max jujur dengan wajah memerah karena malu, spontan He Na dan Jaejoong pun tertawa terbahak-bahak

“Yaa, kalian! Sudah, aku lapar! Ayo kita makan!”

“Ne, kajjha” jawab He Na masih tertawa

Baru saja mereka semua selesai makan tiba-tiba ponsel He Na berdering

“Yobosseo, oppa?” sapa He Na

“He Na, kau dimana? Aku mencarimu kemana-mana sejak tadi? Kenapa izin perginya lama sekali, ha?” tanya suara di sebrang sana

“Mianhae oppa, aku ada urusan”

“Urusannya sudah selesai, kan?”

“Ne, oppa?”

“Kalau begitu cepat kembali ke hotel!”

“Ne”

“Oh ya satu lagi, aku punya kejutan untukmu. Tepat jam 8 malam nanti aku tunggu kau di restoran biasa ya, chagiya? Ada yang ingin aku katakan. Kau harus datang, karena aku akan terus menunggumu!”

“Ne, oppa. Aku pasti datang”

“Ya sudah, jaljayo”

“Jaljayo” ujar He Na yang kemudian menutup HP nya

“Siapa He Na-a?” tanya Max

“Yoochun oppa, katanya dia mau memberiku kejutan malam ini” jawab He Na sambil menatap wajah Jaejoong yang terlihat.. cemburu

“Apa dia namjacingumu?”

“Ne”

“Sudah berapa lama pacarannya?”

“Sudah 5 tahun”

“Ah, aku tau kalau begitu dia pasti mau…”

“Kurasa dia mau melamarmu He Na” potong Jaejoong datar

“Hyung, kenapa kau memotong perkataanku?” tanya Max kesal

“Mweo? Melamarku? Benarkah?”

“Kurasa, kajjha aku antar kau untuk kembali ke hotel!” ajak Jaejoong

He Na tersenyum lalu bergelut manja di lengan oppanya itu ‘Oppa cemburu?! Apa itu berarti kalau dia juga masih mencintaiku? Otokkae? Kalau benar Yoochun oppa mau melamarku, aku harus menjawab apa?’ He Na mulai bingung

“Apa sekarang tubuhmu sudah mulai hangat, hyung?” sindir Max, Jaejoong melirik Max dan menatapnya dengan tatapan yang seperti berkata ku bunuh, kau!’

>>>>>.<<<<<

Yoochun mulai memainkan piano dan mulai mengatakan kata-kata romantis saat He Na datang dan telah duduk di tempatnya

“Girl, let me prove that my love is real. I’ll give all my love to you, please trust me” ujar Yoochun yang kemudian mulai menyanyi

I believe.. I believe that one can fall in love at first sight

Though I told you that it wasn’t possible

I only hid this thought from you

Because I was afraid

That you would look at me

As if I was careless and hasty

 

To tell the truth.. ever since I meet you

I only lived with thoughts of you

That was only one thing on my mind

From when I woke up in the morning

Till when I went to bad at night

I believe in you..

I will send all my feeling for you

Throught the way I look at you

Do you know my heart feel?

How I want to keep the feeling I have for you hidden?

Even the fearful feeling for when you might leave me one day

You.. love is a nervous feeling that flutters your heart…

It’s like a breath taking loneliness

Please keep looking at me with the same eyes…

Always and forever like this

If only you could stay close enough to me

So that my heart can relax

Just so that I could see you

I would be very happy

You.. if I could stay by your side like this

If, in the end, it’s that I don’t know anything about how much I love you

I can’t let you go…

Yoochun mulai mengakhiri permainan pianonya

“You’re the only one, in my life” ujar Yoochun sambil menatap He Na yang duduk dikursi tepat di depannya itu

“Benarkah itu, oppa?” goda He Na

“Tentu saja, memangnya kau tidak percaya?” tanya Yoochun sambil menghampiri He Na, lalu duduk di sampingnya

“Wae?” lanjutnya

“Karena oppa itu tukang gombal” jawab He Na sambil tersenyum, Yoochun mendekatkan wajahnya ke wajah He Na yang mulai merona

“Tatap mataku, apa menurutmu aku tidak serius?” tanyanya

“Kau.. kau serius oppa..” jawab He Na sambil menelan ludah, dadanya mulai berdebar kencang, tapi tidak sekencang yang He Na rasakan ketika Jaejoong memeluknya tadi pagi

Yoochun semakin mendekatkan wajahnya dengan He Na, lalu mengecup bibir He Na yang mungil “Saranghae yongwonhi” bisik Yoochun, setelah selesai mencium He Na

“Nado saranghae, oppa?” jawab He Na

“Kalau begitu, kau mau menerima ini, kan?” tanya Yoochun sambil memperlihatkan kotak kecil berbentuk ‘love’ yang di dalamnya terdapat sebuah cincin berlian yang sangat indah

“Oppa, apa maksudnya ini?” tanya He Na, hatinya mulai bimbang

“Kau mau kan.. menikah denganku, He Na?”

“Mweo? Menikah? Oppa, apa ini tidak terlalu cepat?” tanya He Na terbelalak kaget

“Wae? Kau tidak mau?”

“Anni, aku tidak bilang begitu?! Hanya saja, aku belum siap oppa. Kau sendiri yang bilang kalau kau hanya akan melamarku saat aku siap nanti, tapi kenapa jadi tergesa-gesa seperti ini, oppa?” tanya He Na semakin galau

“Karena dia telah kembali” jawab Yoochun datar

“Mweo?”

“Ne, aku sudah tau dari Keiko kalau kau.. sudah bertemu dengannya lagi. Hari ini kau juga izin keluar karena ada urusan dengannya, kan?” selidik Yoochun

“Ne, hari ini aku memang bersenang-senang seharian dengannya”

Yoochun mulai mengepalkan kedua tangannya saat mendengar jawaban dari He Na itu, hatinya mulai terasa panas karena cemburu, tapi Yoochun masih bisa menahan amarahnya karena dia tidak ingin merusak momentnya dengan He Na, saat ini.

“Lalu, setelah kau bertemu dengannya dan aku melamarmu? Apa jawabanmu?”

“Aku belum bisa menjawab sekarang oppa, kumohon berikan aku waktu untuk berpikir dulu!”

“O.k, ku beri kau waktu satu minggu”

“Anni. Aku ingin lebih lama lagi, 2 minggu saja ya oppa?” tawar He Na

“Baik, 2 minggu dan jangan lebih!”

“Ne, oppa. Aku pasti akan menjawabnya dua minggu kemudian”

“Kuharap jawabanmu nanti tidak mengecewakanku, He Na” ujar Yoochun sambil menatap mata He Na tajam

“Ne, oppa”

“O.k. Kalau begitu, ayo kita dinner?” ajak Yoochun sambil tersenyum

He Na mengangguk, lalu Yoochun pun lekas memanggil waiter untuk memesan makanan

‘He Na, aku masih memberimu kesempatan untuk memikirkan dia dan juga memberi kalian kesempatan untuk bersama karena dia adalah kakakmu, apalagi kalian baru bertemu kembali setelah 4 tahun. Semua ini ku lakukan, karena aku sangat mencintaimu He Na.. yang terpenting bagiku adalah kebahagiaanmu. Tapi kalau dia mulai macam-macam lagi, aku tidak akan tinggal diam’ pikir Yoochun sambil terus memandang He Na, memperhatikan setiap lekuk wajah yeoja yang sangat dicintainya itu

>>>>>.<<<<<

=> Centre Tokyo Hospital

“Kenapa kau sampai telat kemoterafi, ha?” tanya U-Know sambil menatap tajam ke arah Jaejoong yang kini sedang terbaring di tempat tidur dengan memakai pakaian pasien

“Aku lupa. Salah sendiri, kau juga tidak mengingatkanku?!” jawab Jaejoong ngeles “Lagipula aku juga sedang kesal padamu” lanjutnya

“Wae?”

“Pertemuanku dengan He Na, itu semua adalah rencanamu, kan? Aku tau, pasti kau yang telah mengatur semuanya, U-Know san. Untuk apa? Untuk apa kau mempertemukan kami lagi?” tanya Jaejoong sambil menatap lekat wajah sahabatnya itu

“Harusnya kau berterimakasih padaku, karena itu semua aku lakukan demi dirimu Yuki-sama.. demi kebahagiaanmu. Apa aku salah? Anggap saja itu hadiah ulang tahunmu dariku”

“Tentu saja salah, karena gara-gara kau.. aku jadi tidak bisa melepasnya untuk kedua kalinya. Tapi aku harus tetap melepasnya, karena aku tidak berhak mencintai adikku sendiri”

“Sadarlah hyung, kalian itu bukan saudara kandung. Tentu saja kalian berhak untuk saling mencintai? Kalau aku jadi dirimu, aku tidak akan pernah melepasnya” sambung Xiah yang sejak tadi duduk di sofa bersama Max

“Hyung, jangan membohongi perasaanmu sendiri! Aku tau betul, kalau kau sebenarnya sangat bahagia bisa bertemu dengan He Na lagi. Sejak kalian keluar dari hotel, aku bisa melihat dengan sangat jelas raut kebahagiaan di wajahmu dan itu juga membuatku bahagia, hyung. Aku sungguh bahagia, saat melihat kalian pergi bersama” tegas Max, perlahan air mata mengalir dari sudut matanya

“Max, uljima!” ucap Xiah yang kemudian memeluk tubuh Max,

“Lepaskan pelukkanmu, hyung! badanmu itu bau, tau?!”

“Mweo? Aish, aku wangi begini di bilang bau?! menyesal aku mencoba menenangkanmu untuk tidak menangis” ujar Xiah yang kemudian melepaskan pelukannya dan cemberut

“Memangnya aku mau di hibur olehmu? shireo” sambung Max sambil meleletkan lidah

“Yaa! Diam kalian berdua, kalian ini sering sekali tidak akur, ya?!” tegur U-Know, sementara Jaejoong hanya tertawa memperhatikan tingkah ketiga dongsaengnya itu

“Yaa! Yuki-sama, kenapa kau tertawa sendiri. Apa kau sudah gila?” ketus U-Know

“Wae? Andwe?”

“Silakan saja kalau kau mau di masukan ke RSJ” ketus U-Know, kini giliran Max dan Xiah yang tertawa

“Yaa! Kalian juga” protes U-Know sambil memelototi kedua dongsaengnya itu

“Iih takut.. dasar hyung, galak” goda Xiah

“Ne, apa kau tidak bisa membiarkan kami senang sedikit, hyung?” tanya Max

“Tapi ini Rumah Sakit, tau. Jadi kalian jangan menganggu ketenangan orang!”

“Arraseo..” jawab Xiah dan Max sambil menunduk

“Yuki-sama, setelah kau bertemu dengannya apa lagi yang akan kau lakukan?” tanya U-Know

“Molla, tapi kurasa aku akan semakin mendekatkannya dengan Park Yoochun. Aku akan mendorong mereka untuk menikah, ini semua demi kebahagian adikku”

“Mweo?” kaget mereka bertiga serentak

“Wae?” U-Know terbelalak kaget

“Hyung, memangnya kau tidak akan menyesal?” tanya Xiah

“Tentu saja tidak, aku hanya ingin menjadi kakak yang baik untuknya”

“Tidakkah kau ingin bersikap egois, hyung?” sambung Max

“Tidak, jadi aku harap kalian jangan menganggu keputusanku ini!”

“Lalu bagaimana dengan kebahagianmu sendiri?” lanjut U-Know

“Kebahagian He Na, adalah kebahagiaanku juga” jawab Jaejoong sambil tersenyum

“Lalu apa menurutmu He Na akan bahagia bersama Park Yoochun?”

“Tentu saja U-Know san, kenapa tidak? Yoochun sangat mencintai He Na”

“Apa kau yakin rasa cintanya pada He Na, sebesar rasa cintamu pada He Na?”

“Itu pasti U-Know”

“Benarkah? Menurutku rasa cintamu pada He Na jauh lebih besar dari rasa cintanya Yoochun pada He Na, hyung. Jadi aku yakin, kalau He Na akan jauh lebih bahagia bila bersamamu. Aku bisa melihatnya hyung, dia juga sangat mencintaimu” sambung Xiah

“Tentu aku juga akan bersamanya, tetapi.. hanya sebagai kakak”

“Pabo! Aku lebih suka kalau kau bersikap egois untuk kali ini saja, hyung?!” teriak Max yang mulutnya langsung di bekap oleh U-Know

“Aish, pelan kan suaramu! Ini Rumah Sakit” tegur U-know

Max mengangguk dan U-Know pun lekas menurunkan tangannya kembali

“Mianhae hyung, aku tidak akan teriak-teriak lagi. Aku janji!” ujar Max

“Goodboy” goda Xiah sambil mengelus kepala Max

“Yaa, hyung! Memangnya aku anjing?”

“Aish, apa kau lupa dengan janjimu barusan?!” tegur U-Know

“Mianhae, hyung” ujar Max kembali menunduk

“Yunho-a…”

“Ne, Yuki-sama?”

“Berapa lama lagi, sisa waktuku?” tanya Jaejoong

U-Know langsung terpaku di tempat tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Xiah dan Max saling pandang. Max memberikan isyarat mata, sedangkan Xiah hanya mengangkat bahu

“Selama ini kau yang selalu menyimpan catatan medisku, kan? Bahkan, kau hanya sekedar memberitahu ku tanpa memperlihatkan surat keterangan medisku itu padaku. Wae? Yang sakit itu aku, tapi kenapa aku tidak boleh melihatnya?”

U-Know menunduk dan mulai meneteskan air mata, Xiah dan Max semakin merasa heran dengan tingkah hyungnya itu.

“Jelaskan padaku Yunho-a! Kenapa kau diam saja? Apa kau tidak mau mengatakannya?” desak Jaejoong, matanya mulai berkaca-kaca

“Katakan, Jelaskan semuanya padaku tentang keadaanku sekarang! Berapa lama lagi sisa waktuku Yunho-a?” lanjutnya

“2 bulan, tapi bisa lebih ataupun kurang” jawab U-Know pada akhirnya

“Mweo?!” kaget Max dan Xiah bersamaan

Jaejoong menutup matanya, perlahan cairan bening membasahi pipinya

“Sudah kuduga” ujarnya singkat

“Yuki-sama, ada 4 pilihan di tanganmu. Kau mau pilih yang mana? Mati di tangan Tanaka, ditangan Sora-sama, mati dalam sel tahanan atau.. meninggal karena penyakitmu?”

Xiah dan Max mulai menangis saat U-Know berkata demikian

“Sebenarnya aku tidak mau memilih keempatnya, tapi hanya 4 pilihan itu yang ku punya dan aku tidak mungkin menghindari salah satunya, kan?”

“Ne” jawab U-Know dengan suara serak

“Kurasa, aku akan mati dengan cara yang kedua”

“Mweo? Apa maksudmu, hyung? Jangan bilang setelah pertemuanmu dengan He Na, kau memutuskan untuk mengkhianati Sora-sama?”

“Ne, kau memang jenius Changmin-a. Aku tidak ingin adikku terlibat dalam masalah ini. Jadi sudah kuputuskan untuk meninggalkan dunia gelap ini dan kalau bisa, membuka lembaran baru untukku sampai ajal menjemputku nanti”

“Pabo! Aku tidak mau kau mati di tangan ayahmu sendiri, hyung” bentak Xiah yang lekas menghampiri Jaejoong dan berdiri di samping ranjangnya

“Junsu-a, bukankah dulu impianmu adalah menjadi seorang penyanyi? Belum terlambat, kau masih muda.. umurmu masih panjang. Jadi sebaiknya kau juga tinggalkan dunia gelap ini dan mulailah dari awal sampai kau bisa menjadi seorang penyanyi terkenal seperti impianmu” kata Jaejoong sambil tersenyum, Xiah semakin terisak

Kali ini Max yang menghampiri Jaejoong, lalu duduk di bangku dekat Jaejoong dan menggenggam tangan Jaejoong erat seakan tidak ingin melepas hyungnya itu pergi.

“Hyung, jadi kau memecat kami?” candanya berusaha untuk tertawa tetapi malah ikutan menangis

“Ne, kalian tidak becus dalam bekerja jadi aku pecat. Changmin-a, kau juga pernah bilang kalau cita-citamu adalah menjadi seorang ilmuan, kan? Kau juga tinggalkan saja dunia gelap ini, kemudian raihlah impianmu itu. Sekarang kau sudah punya banyak uang untuk membiayai biaya pendidikanmu yang terputus sejak 6 tahun yang lalu, kau jenius Changmin-a.. jadi kau pasti bisa, fighting!” ujar Jaejoong sambil tersenyum pula

“Dasar, kau memang cerewet hyung. Tapi aku tidak suka ini, mengapa kau seperti mengucapkan kata perpisahan pada kami?” tanya Max pula

“Yunho-a, kau juga?! Dulu, cita-citamu adalah menjadi seorang pengacara, kan? Raihlah impianmu itu Yunho-a, aku percaya kau bisa melakukannya.. karena kau orang yang sangat bijaksana. Aku sungguh kagum padamu” kata Jaejoong, tidak menanggapi pertanyaan yang Max ajukan tadi

Yunho yang sejak tadi hanya menunduk pun langsung menghampiri Jaejoong dan memeluknya sambil terisak

“Anni, aku tidak mau. pokoknya aku akan tetap melindungi kau dan juga He Na dari semuanya, termasuk dari Sora-sama”

“Ne, kami juga” seru Xiah dan Max kompak

“Terserah kalian, tapi setelah semua masalah ini selesai, aku harap kalian akan meraih impian dan cita-cita kalian itu, O.K? Ayo, berjanji padaku!”

“Ne, kami janji hyung” ujar Max dan Xiah bersamaan

“Aku juga, berjanji padamu”

“Gomawo..”

“Sekarang kau istirahatlah Yuki-sama, hari sudah larut!”

“Hmm. Oh iya, tidak lama lagi ulang tahun He Na dan juga kau Changmin-a, kalian harus membantuku memberi kejutan untuknya ya?! Dan setelah itu aku akan segera menyelesaikan masalahku dengan Tanaka juga dengan otousan, kalian mau kan?”

“Tentu saja, hyung” ujar Max dan Xiah serentak

“Gomapta”

“Yaa, ku bilang cepat kau tidur Yuki-sama?!” tegas U-Know sambil melotot

“Ne, kalian juga.. istirahatlah! Oh iya, U-know san besok aku mau kembali ke hotel, kau harus bisa meyakinkan dokter cerewet itu agar aku bisa pulang dari tempat yang membosankan ini, O.K”

“Ne, besok pagi akan ku urus semuanya Yuki-sama. Tapi apa tidak apa-apa?”

“Aku tidak apa-apa kok, kemoterafi tadi memang menyakitkan sih. Tapi sekarang sudah tidak apa-apa, kalian tidak perlu khawatir!” jawab Jaejoong sambil tersenyum

“Arraseo, tidurlah Yuki-sama!”

“Ne” ujar Jaejoong yang kemudian mulai terlelap, lalu Max menyelimutinya sampai dada

“Hyung..”

“Ne, Junsu-a?”

“Memangnya penyakit Leukemia Jaejoong hyung, sudah separah apa?”

“Stadium akhir, dokternya mengatakan kalau Jaejoong harus secepatnya melakukan operasi pencangkokkan sumsum tulang belakang. Tapi, susah sekali menemukan pendonor yang cocok untuknya” jelas U-Know

“Mweo?” kaget Xiah dan Max

“Padahal selama ini hyung selalu melakukan kemoterafi, tapi kenapa penyakitnya tidak sembuh-sembuh, hyung? Lalu, apa gunanya kemoterafi ini kalau ujungnya kenyataan pahit juga yang harus kita terima?” tanya Max, airmatanya semakin mengalir deras

“Setidaknya kemoterafi ini bisa sedikit memperpanjang umurnya, kan? Coba kalau Jaejoong tidak melakukan kemoterafi, kurasa dia sudah tidak ada di dunia ini sejak 1 tahun yang lalu”

“Hanya 1 tahun, itu terlalu singkat bagi kami” sambung Xiah

“Ne, sudah hampir 3 tahun hyung menderita seperti ini, aku tidak tega” lanjut Max

“Aku juga” kata U-Know lirih

“Tapi hyung, kenapa Jaejoong hyung bisa kena Leukemia? Apa dulu dia pernah bekerja di tempat yang memicu kanker itu?” tanya Max heran

“Anni, kurasa ini disebabkan karena faktor keturunan. Dulu, dia pernah cerita padaku kalau omma nya juga meninggal karena penyakit ini. Dia meninggal tepat di depan mata Yuki-sama. Katanya setelah omma nya memberinya ucapan ‘saengil chukkae’ omma nya itu muntah darah dan.. kolaps seketika” cerita U-know sambil menatap kosong ke arah Jaejoong

“Mweo?” kaget Max dan Xiah

“Itulah sebabnya mengapa selama ini akulah yang sengaja meminta dokter untuk menyimpan hasil medical check up nya, karena aku takut hal itu akan mengingatkannya kembali pada ibunya” cerita U-Know, tubuhnya mulai bergetar hebat dan ia semakin terisak

“Hyung..” desah Xiah sambil mengelus punggung U-Know, walau airmatanya sendiri tidak bisa berhenti keluar

>>>>>.<<<<<

“Sial, dasar mereka semua baka (bodoh), tidak berguna!! Membunuh seorang gadis saja tidak bisa?! Kurasa, aku harus turun tangan sendiri tanpa mengandalkan orang-orang bodoh itu” maki seorang pria paruh baya yakni ‘Tanaka’ di markas mereka

“Hai, sebagai tangan kananmu aku percaya kalau boss pasti bisa melakukannya sendiri” dukung seorang pria bertubuh besar di sampingnya

“Lihat saja Yuki, kalian pasti akan mati di tanganku. Aku belum puas, karena selama ini balas dendamku selalu gagal. Tapi kali ini aku pasti akan berhasil, karena aku sudah tau apa yang menjadi kelamahanmu” ujar Tanaka sambil tersenyum sinis

“Yups, gadis itulah kelamahannya sekarang. Aku yakin boss, anak itu pasti akan bertekuk lutut di hadapanmu”

“Tentu saja”

“Dia harus membayar semua perlakuannya padaku, dia telah mematahkan kakiku dan membuat wajahku cacat seperti ini. Demi Tuhan, aku tidak akan pernah membiarkannya hidup. Aku akan membuatnya menyesal karena telah terlahir ke dunia ini”

Tanaka kemudian menusuk foto Jaejoong yang terletak di mejanya dengan pisau belatinya, dan kemudian tertawa sinis.

=> To Be Continued <=

 

Btw, Part ini kepanjangan nggak sih?? Menurut author sih kepanjangan, tapi ga tau kalau menurut reader?? Mian kalau kepanjangan ya, cingu? Jangan lupa tinggalin komen atau kritik kalian kalau mau FF ini di lanjut, sankyuu ^^

6 thoughts on “I Will Always Love You Chap 4

  1. vv berkata:

    wah keren chingu ..
    jadi jaejoongnya punya penyakit leukemia ya ??
    kasian …
    smoga jaejoong ga knapa2 …
    bnyakin momen hyena ama jaejoongnya dong chingu ..^^
    lanjut ya ..

  2. deewookyu berkata:

    ahh….kenapa chunnie ngelamar……..
    pasti Hyeanna milih Jaejoong…
    ditambah lagi Jae sakit…………..
    pasti lebih berat ke Jae………………

    kacian Chunnie,,,,,,,,,,,,

  3. nteph berkata:

    konyol bget si xiah sm max.. aq ngakak bacany… chunnie romantis bget nglamarny tp gmn niih hena kyny tetep lbh berat k jae….

  4. Marliena berkata:

    Dari yang sikon lucu gara2 pertengkaran2 antara xiah n max tba2 jdi sedih pas dgr jae hnya tinggal 2bulan umurnya.. ‎​(-̩̩̩-͡ ̗–̩̩̩͡ ) smoga bsa dpt donornya.. jgan dibiarin mati jae nya.. Hahahaa

  5. nisa6002 berkata:

    Yoochun ngelamar He Na. Tpi kyakx Hena pasti milih jaejoong. Dan knp jj selalu d buat sakit trs?
    Klau gk ada pilihan lgi, lebih baik jj matinya dengan cra yg k4 aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s