Wanna Love You, but I can’t… Chap 2


Tittle    : Wanna Love You, but I can’t…

Genre : Angst, Fantasy, Romance

Rating : PG/13 (Straight)

Lenght : 2 of ??

Main Cast : Kang Yura (Ocs), Kim Jaejoong & Shim Changmin

Other cast :  Jung Yunho, Park Yoochun, Kim Junsu, Lee Eunri, Jung Yoon Rie, Han Yourin, Kim So Yeon, Dana, Yesung, dll.

Disclaimer : Terispirasi dari manga ‘fruits basket’ but PLOT IS MY OWN?!

Author       : Satsukisorayuki

A/n : Ini inspirasinya dari komik diatas jadi jangan heran kalau misalnya nanti ada sedikit kesamaan cerita, tapi walaupun begitu kalian harus tetap menghargai karya saya ini, sebab saya pasti akan membuat jalan cerita yang berbeda seperti di fanfic2 author yang sebelumnya. NO PLAGIAT karena sebagian besar FF2 yang saya buat adalah hasil imajinasi sendiri. Don’t Like, Don’t Read! Kata yang bercetak miring berarti flahsback ya? ^^

Chapter 2

“Kang Yura, dengan sangat menyesal aku terpaksa akan menghapus memorimu” suara lantang Junsu membuat Yura tersadar dari lamunannya

Junsu semakin mendekati Yura, kini jaraknya dengan Yura hanya tinggal beberapa inci lagi. Junsu mengangkat tangan kanannya yang sudah siap di tempelkannya ke kening Yura.

Yura yang masih shock dengan kejadian aneh yang baru saja disaksikannya itu hanya bisa terdiam. Yura pasrah, dia sudah siap menanggung resiko yang harus dia terima dari Junsu walaupun dia sendiri masih belum mengerti dengan cara seperti apa Junsu akan menghapus memorinya? Walaupun dia masih bertanya-tanya, memangnya seorang manusia bisa melakukan hal yang mustahil seperti itu?

Yura pun memejamkan kedua matanya, cairan bening semakin banyak keluar dari sudut matanya sebab sisi hatinya yang lain tidak rela jika ingatannya harus terhapus. Yura tidak ingin kehilangan semua itu, kehilangan semua kenangan indah bersama keluarganya, teman-temannya, guru-gurunya dan juga orang-orang lain disekitarnya. Bagi Yura semua kenangannya bersama kedua orang tuanya dan juga Eunri dan So Yeon adalah sesuatu yang sangat berharga, suatu kebahagian untuknya.

Melihat ekspresi Yura yang tampak begitu sedih, tanpa tergesa-gesa Jaejoong menahan tangan Junsu yang sudah nyaris menyentuh kening Yura itu.

“Andwe!” ujar Jaejoong sambil menggeleng

“Wae? Kenapa aku tidak boleh melakukannya? Aku hanya ingin melindungi keluarga kita” teriak Junsu

“Tapi Junsu-a, dulu kau melakukan itu pada teman-temanku dan mereka…”

“Melupakanmu?” potong Junsu

Jaejoong terdiam seketika mendengar pernyataan Junsu itu, luka di hatinya kembali terbuka. Sejak awal Jaejoong memang iri pada Changmin yang bisa cepat akrab dengan orang-orang sekitarnya ketika mereka masih SD dulu.

Pertama kalinya Jaejoong mendapatkan teman setelah sekian lama sendiri. Pertamakalinya Jaejoong merasakan kebahagian tiap kali dirinya bermain atau bersenang-senang dengan teman-teman barunya itu, namun semua itu kandas karena kesalahannya sendiri. Kandas karena dia lupa dengan peringatan keluarganya bahwa dia harus berhati-hati terhadap anak perempuan.

Saat itu Jaejoong sangat menyesal karena melupakan pantangan itu, pantangan agar dia dan juga anggota keluarganya yang lain (yang mewarisi spirit shio) tidak boleh berpelukan dengan lawan jenis. Itulah sebabnya Yunho memerintahkan Junsu untuk menghapus memori teman-teman pertamanya yang sangat berharga itu. Untuk kesekian kalinya Jaejoong berharap agar kutukan yang selama ini membuat keluarganya menderita, hilang tak berbekas. Namun dia sadar bahwa itu hanyalah harapan kosong sebab kunci dari patahnya kutukan tersebut hanyalah Yunho. Yunho yang merupakan kepala keluarga mereka, dewa mereka, dewa para Juunishi.

“Jangan-jangan kau menyukai Kang Yura, ya? Itulah sebabnya kau tak ingin aku melakukannya?” sinis Junsu yang kemudian mencibir

“Bukan begitu tapi…”

“Junsu-ssi, aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi tapi seandainya ingatanku kau hilangkan.. kumohon pada kalian, tetaplah menjadi temanku!” potong Yura dengan airmata membasahi pipinya

Junsu, Yoochun yang masih dalam sosok seekor sapi dan terutama Jaejoong kaget mendengar pernyataan Yura itu. Mereka bertiga benar-benar tidak menyangka dengan reaksi Yura, reaksi Yura yang sungguh berbeda dari yang mereka bayangkan.

‘Tetaplah menjadi temanku? Tentu saja Kang Yura, gomawo’ bathin Jaejoong yang tanpa sadar mengukir senyuman aslinya, sebuah senyum asli yang selama ini telah menghilang dari wajahnya dan tergantikan oleh senyuman palsu.

“Seandainya aku tidak jadi melakukan hal kejam itu, sanggupkah kau berjanji untuk merahasiakan ini?” tanya Junsu yang juga tersentuh oleh ucapan tulus Yura

“Ne, aku berjanji Junsu-ssi. Aku janji akan merahasiakan ini dari siapapun sampai aku mati nanti!” tegas Yura sambil tersenyum

“Baiklah untuk sementara aku tak akan melakukannya”

“Untuk sementara?” tanya Yura tak mengerti

“Nanti Yoochun akan meminta izin Yunho hyung. Jika Yunho hyung memerintahkan agar aku menghapus ingatanmu, apalagi yang bisa aku lakukan?” ujar Junsu sambil mengangkat bahu

“Benar, karena kami tidak mungkin bisa melawannya” sambung Jaejoong menerawang

“Kenapa? Memangnya siapa Yunho itu?” tanya Yura

“Kepala keluarga kami” sambung suara seseorang yang ternyata adalah suara Yoochun

“Kyaaa!” teriak Yura yang langsung berbalik

Yura menyentuh hidungnya, dia semakin kaget karena ternyata hidungnya mengeluarkan darah. Tentu saja, yeoja mana yang tidak akan mimisan jika cowok keren naked di depan mata kepalanya sendiri?

“Ke.. Kenapa? Kau te.. telanjang seperti itu setelah kembali seperti… se.. semula?” tanya Yura terbata-bata, masih dengan membelakangi Yoochun.

“Tentu saja, waktu aku menjadi sapi pakaianku kan langsung terlepas” jawab Yoochun yang kemudian mengenakan pakaiannya yang terlantar di lantai sejak beberapa menit yang lalu itu

“Dasaar Park Yoochun pabo! Apa kau tidak malu hah? Santai sekali menjawab pertanyaannya” tanya Jaejoong dan Junsu bersamaan

“Waah, kalian memang kakak beradik. Walaupun tak akur, kalian tetap kompak ya?” ujar Yoochun

“Aa..apa kau sudah selesai memakai.. ba bajumu?” tanya Yura masih terbata-bata

“Ne, aku sudah selesai” jawab Yoochun

Mendengar itu Yura menghela nafas lega, dia pun segera menghapus noda darah di hidungnya dan kembali berbalik menghadap Yoochun. Dilihatnya Junsu yang menatap tajam Jaejoong yang mungkin tidak terima dengan pernyataan Yoochun barusan. Jaejoong yang sudah kehilangan kesabarannya akhirnya membalas tatapan tajam Junsu. Jika ini adalah anime, mungkin sudah ada listrik yang terhubung dengan kedua pasang mata itu.

Selang beberapa detik Jaejoong dan Junsu pun saling membuang muka. Sedangkan Yoochun hanya mengegeleng-gelengkan kepalanya.

“Sebenarnya kalian ini apa? Kalian bukan manusia, ya?” Yura memberanikan diri untuk bertanya

“Tentu saja kami ini manusia” jawab ketiga namja itu kompak

“Ka.. Kalau begitu, kenapa Yoochun berubah jadi binatang tadi? Lalu apakah Junsu-ssi dan Jaejoong sunbae akan berubah jadi binatang juga kalau di peluk?” tanya Yura semakin penasaran

“Ne, kami akan berubah menjadi binatang jika di peluk lawan jenis, sebab kami adalah salah satu dari Juunishi. Ini adalah kutukan” jawab Yoochun

“Kutukan? Lalu jika kalian adalah salah satu dari Juunishi, kenapa Yoon Rie bisa memelukmu? Dan sunbae juga tak pernah berubah jadi sapi jika di peluk Yoon Rie?”

“Kau ini banyak sekali bertanyanya” sanggah Junsu

“Biarkan saja, su! Toh dia juga sudah tau rahasia kita, kan?”

“Cih” ketus Junsu sebal

“Jadi kenapa kau dengan Yoon Rie…”

“Karena Yoon Rie juga sama seperti kami, salah satu dari Juunishi jadi jika mereka berpelukan tetap tak akan terpengaruh walaupun mereka adalah lawan jenis” jawab Jaejoong

“Oh” bibir Yura membentuk huruf O

“Yura, apakah kau tau legenda Juunishi?” tanya Yoochun

“Ne, waktu aku masih kecil umma sering bercerita tentang legenda itu. Katanya kucing tidak jadi Juunishi gara-gara kelicikan tikus dan sapi yang gagah juga terpaksa menjadi Juunishi kedua gara-gara tikus” jawab Yura polos, seketika itu juga ekspresi Jaejoong langsung berubah sedih

“Joongie” ujar Yoochun sambil memegang bahu Jaejoong

“Nan gwaenchana, Chunnie-a” kata Jaejoong sambil tersenyum tipis

Junsu melirik Jaejoong dan Yoochun sekilas “Lalu, bagaimana pendapatmu tentang legenda itu Kang Yura?” tanya Junsu

Yura kembali mengingat-ngingat masa kecilnya. Masa kecil ketika Yura pertama kalinya mendengar cerita yang berbeda dari sebelumnya. Cerita yang tak sepenuhnya berakhir dengan happy ending.

                                                                                                          

“Umma, Ayo bacakan cerita agar aku cepat tidur!” bujuk Yura kecil manja

“Ah, baiklah. Sebaiknya umma bercerita tentang apa ya?” tanya Mrs.Kang sambil membelai kepala anaknya yang tengah berbaring dengan penuh kasih sayang

“Jangan tentang princess, ne?”

“Wae? Apakah kau tidak suka cerita happy ending, ‘happily ever after’ bukankah itu istilah yang sangat indah?” tanya Mrs.Kang

“Bukan begitu umma, di dunia ini banyak sekali yang suka cerita happy ending dan aku juga salah satunya” jawab Yura kecil

“Lalu, kenapa kau tidak ingin cerita tentang princess?” tanya umma Yura pula

“Soalnya aku bosan kalau dongengnya itu itu mulu, Cinderella, Snow white, Sleeping Beauty. Umma, itu semua sudah ada di luar kepalaku?!” jawab Yura sambil mengerucutkan bibirnya

“Ne, baiklah. Bagaimana kalau umma bercerita tentang Little mermaid saja?” tanya umma nya lagi

“Umma, ingin aku menangis?”

“Aigoo, lalu umma harus cerita apa?” tanya Mr.Kang sambil tersenyum

“Emh, terserah umma tapi jangan Little mermaid, ne? Sad ending itu sangat menyesakkan dan menyedihkan, umma. Walaupun, ada juga sih orang-orang yang menyukai sad ending”

“Arra” ujar Mr.Kang yang mulai bercerita

‘Pada zaman dahulu kala, dewa mengundang semua binatang untuk menghadiri upacara penobatan shio. Dewa berkata bahwa keduabelas diantara mereka akan di jadikan Juunishi, keduabelas yang tercepat datang’

“Maksud umma, tikus, sapi, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam jago, anjing dan babi?” tanya Yura penasaran

“Wah, kamu sudah hapal rupanya. Tapi tahukah kamu kalau kucing seharusnya juga termasuk dalam shio dan sang sapi lah yang seharusnya menjadi Juunishi pertama?”

“Ani” Yura menggeleng “Ceritakan, umma!” lanjutnya diikuti oleh angukkan Mr.Kang

‘Semua binatangpun sudah bersiap-siap menuju istana sang dewa, sebab upacara itu akan berlangsung hari esok. Kucing yang hanya tahu bermalas-malasan untuk pertama kalinya merasa bersemangat, namun tikus membohongi sang kucing’

“Membohongi?” potong Yura yang semakin antusias

‘Tikus berkata pada kucing bahwa upacara itu di tunda menjadi lusa dan kucing mempercayainya sebab dulu mereka adalah sahabat baik. Akhirnya hari itu sang kucing hanya bermalas-malasan seperti biasa, tidur sambil memimpikan pesta tersebut. Sementara itu binatang yang lain sudah berangkat menuju istana sang dewa. Tikus yang sangat cerdik menyadari bahwa dengan tubuhnya yang sekecil itu, dia tak mungkin bisa sampai di istana dengan cepat karena banyak rintangan yang menghalangi perjalan menuju istana, seperti sungai yang besar sekaligus deras, dan lain-lain’

“Lalu apa yang dilakukan tikus?” tanya Yura lagi

‘Tikus akhirnya menaiki tubuh sapi yang gagah, sang sapi dan binatang yang lain tidak menyadari hal itu karena ukuran tubuh sang tikus yang mungil. Setelah melewati berbagai rintangan, sang sapi akhirnya sampai terlebih dahulu di pintu gerbang istana. Saat itulah sang tikus langsung melompat dari punggung sang sapi dan mendahului langkahnya, sampai akhirnya sang dewa menobatkannya sebagai Juunishi pertama dan sang kucing terpaksa kehilangan kesempatannya untuk menjadi salah satu dari Juunishi. Itulah sebabnya kenapa tikus dan kucing saling bermusuhan sampai sekarang, kucing sangat kecewa pada sahabatnya itu dan rasa kecewanya itu berubah menjadi benci’ ujar Mrs.Kang mengakhiri ceritanya

Yura menangis sesenggukkan. Mrs.Kang pun menjadi khawatir

“Kenapa kau menangis?” tanyanya lembut

“Kasihan kucing” komentar Yura “Padahal kucing sangat lucu dan aku suka sekali, sedangkan tikus, uughh tikus itu meyebalkan suka menganggu dan mencuri makanan kita umma juga merusak kabel-kabel elektronik, dia hama” lanjutnya, Mrs.Kang hanya terkekeh melihat reaksi putri kecilnya itu

“Apakah Yura membenci tikus?” tanya umma nya lagi

“Ne, aku sangat membencinya!” jawab Yura

“Kau membenci tikus?” tanya Yoochun sambil melirik Jaejoong sekilas

Yura mengangguk. Jaejoong hanya menunduk sedih. Sementara Junsu langsung mengingat Changmin saat itu juga.

‘Semua orang membenci tikus!’ lagi-lagi perkataan Yunho waktu mereka masih anak-anak dulu kembali menganggu pikirannya

“Yoochun sunbae” sapa Yura

“Panggil oppa saja!” ujar Yoochun, Yura pun tersenyum dan mengangguk

“Oppa, apa kalian dan Yoon Rie sekeluarga? Tadi Junsu-ssi bilang, ia hanya ingin melindungi keluarga kalian” tanya Yura

“Ne, dulu orang tua Yunho dan Yoon Rie, mengangkat kami bertiga sebagai anggota keluarga Jung” jawab Yoochun

“Oh, begitu tapi kenapa kalian tidak mengubah marga kalian sebagai ‘Jung’ saja?”

“Jika kami di rumah utama, marga kami tetap ‘Jung’, Yura. Tapi kalau diluar wilayah itu, kami lebih suka menggunakan marga asli kami sendiri”

“Emh, memangnya itu boleh? Lalu kenapa keluarga Jung mengangkat kalian? Memangnya kalian tidak punya orang tua, ups mianhae?” ujar Yura pula

“Karena kami adalah Juunishi, Juunishi diharuskan untuk mendampingi sang dewa” kali ini Junsu yang menjawab

“Dewa yang kalian maksud itu, apakah ayahnya Yoon Rie?”

“Sudahlah jangan banyak bertanya, nanti kau juga akan tau sendiri!” sanggah Junsu

“Yoochun-a, bukankah kau harus meminta izin Yunho?” tanya Jaejoong mengingatkan

“Ah iya hampir saja aku lupa, untung kau mengingatkanku. Gomawo, Jae” jawab Yoochun sambil tersenyum

“Kau kan memang pelupa, bahkan sering tersesat di jalan!” ketus Junsu yang sukses membuat Yoochun bengong

“Wae? Oppa?” tanya Yura

“Kau benar, aku lupa jalan menuju rumah utama. Ottokhae?” ujar Yoochun

“Pabo! Kalau begitu baiklah, kau akan aku antar. Dasar tukang ngerepotin” sinis Junsu

“Gomawo. Yura, kami pergi dulu ya?”

“Ne”

“Jae” panggil Yoochun

“Ne?”

“Tunjukan kamar untuk Yura, sekalian ajak dia berkeliling juga!” perintah Yoochun

“Arasseo” jawab Jaejoong.

Yura menatap punggung Junsu dan Yoochun yang semakin menjauh, dalam hati dia merasa senang karena telah mengalami pengalaman unik yang teramat aneh untuknya.

Jaejoong memberi isyarat agar Yura mengikutinya. Dia pun memperlihatkan salah satu kamar kosong yang akan menjadi kamar Yura. Setelah itu Jaejoong mengajak Yura berkeliling agar Yura bisa cepat hapal semua ruangan yang ada di rumah mereka itu.

“Wah rumah kalian, interior nya sangat bagus” puji Yura

“Ini bukan rumah kami, tapi rumah Yoochun”

“Rumah Yoochun?” tanya Yura

“Ne” jawab Jaejoong singkat

“Memangnya rumah kalian dimana?”

“Tentu saja dirumah utama, sama seperti anggota keluarga kami yang lain” jawab Jaejoong

“Kalau begitu kenapa kau dan Junsu bisa tinggal disini? Dan kenapa Yoochun tidak tinggal di rumah utama juga?”

“Hah, benar kata Junsu.. kau terlalu banyak bertanya. Sudahlah seiring berjalannya waktu, kau juga akan tau sendiri” jawab Jaejoong

>>>>>.<<<<<

Yoochun dan Junsu sudah tiba di depan pintu gerbang yang temboknya bertuliskan marga ‘Jung’. Mereka pun masuk kedalam. Tampaklah sebuah halaman yang luas dan beberapa rumah bergaya rumah tradisional khas Jepang yang mengelilingi halaman itu.

Junsu tersenyum ketika matanya menangkap sosok seorang yeoja yang tak kalah cantik dengan Yoon Rie sekaligus cute sedang menyirami tanaman-tanaman kesayangan yeoja itu di depan sebuah rumah, rumah yang tak lain adalah rumah gadis itu.

“Pantesan kau bersedia mengantarku, ternyata tujuanmu yang sebenarnya adalah ingin menemui Han Yourin, ani maksudku Jung Yourin?” tanya Yoochun

“Sudahlah Jung Yoochun, kau temui Yunho hyung saja sana!” ujar Junsu

“Dasar!” sinis Yoochun yang kemudian melangkahkan kakinya menuju sebuah rumah yang paling besar diantara rumah-rumah yang ada disana itu.

Senyum yang tadinya terukir di bibir cherry Yourin menghilang seketika, saat dia tersadar bahwa kini Junsu sudah berdiri dihadapannya. Dia menggigit bibir bawahnya, merasa sedih melihat sebelah mata Junsu yang masih terluka itu dan perlahan air mata jatuh membasahi wajahnya yang putih.

“Yourin, bogoshipho? Bagaimana kabarmu? Aku senang sekali karena ternyata kau sudah keluar dari rumah sakit” ujar Junsu sambil tersenyum

Junsu hendak memeluk Yourin ketika yeoja itu mundur menjauh darinya.

“Yourin” panggil Junsu dengan suara lirih, hatinya kembali terasa perih dan sesak.

“Jangan pernah dekati aku lagi, oppa! Jebal, berhentilah mendekatiku! Aku sudah membuat matamu hampir buta” ujar Yourin sambil terisak

“Dan aku sudah membuatmu masuk rumah sakit” sambung Junsu

“Aku sudah tidak apa-apa, oppa. Jangan khawatir!” balas Yourin sambil tersenyum

“Aku juga tidak buta, hanya hampir” balas Junsu lagi.

“Kita sekeluarga, jadi kita tidak mungkin bisa bersama, walaupun aku ingin mencintaimu. Begitupula dengan Yoon Rie eonnie, dia tidak mungkin bisa bersama dengan Yoochun oppa walaupun Yoon Rie eonnie sangat mencintainya. Kumohon oppa, lupakan aku! Jangan membuat Yunho oppa mengamuk lagi, jebal!” tegas Yourin sambil memegang dadanya yang terasa sangat sakit bagaikan dilukai oleh chidori Uchiha Sasuke

“Tapi aku sangat mencintaimu, sulit untukku untuk menghapusmu dari hati dan otakku Yourin-a!” tegas Junsu dengan air mata yang entah kapan sudah membasahi pipinya

“Benar kata Yoon Rie eonnie, cinta hanya membuat hatiku sakit. Jadi aku tidak butuh, aku sudah tidak membutuhkanmu lagi oppa, pergilah dari hidupku!” teriak Yourin

“Chagiya..”

“Jangan panggil aku, chagiya lagi! Aku ini dongsaengmu, dongsaengmu oppa!” tegas Yourin

“Sekarang aku tau, sakitnya Yoochun saat Yoon Rie datang tadi. Yourin-a, aku hanya ingin kamu” ucap Junsu memelas

Yourin yang tidak pernah bisa tahan dengan puppy eyes Junsu menutup kedua matanya. Rasa perih dihatinya tidak juga berkurang, airmata itu masih tetap mengalir.

“Tapi aku sudah tidak menginginkanmu, oppa!” kata Yourin dengan suara bergetar, masih dengan menutup kedua matanya

Junsu menghambur ke arah Yourin dan langsung memeluk yeoja itu. Dirasakannya tubuh mungil Yourin yang terus berontak, mencoba sekuat tenanga untuk terlepas dari pelukan hangatnya.

“Kajima! Jangan pergi dari hidupku, jebal! Kim Junsu tidak bisa hidup tanpa Han Yourin” bisik Junsu lembut ditelinga Yourin

Yourin masih terus berontak, tapi kekuatan Junsu membuatnya tidak berdaya.

“Kau bukan Kim Junsu. Kau adalah Jung Junsu dan aku Jung Yourin, sadarlah oppa!” desak Yourin

>>>>>.<<<<<

‘Braaak’

Yoochun terpental jauh dan membentur tembok itu dengan sangat keras hingga darah membuncah keluar dari mulutnya. Tulang-tulang punggungnya terasa patah dan remuk.

“Yun, mianhae!” ulang Yoochun lagi

Sudah belasan kali Yoochun mengulang perkataannya itu setelah dia menceritakan tentang Yura kepada namja yang kini masih menatapnya dingin dengan mata musangnya. Sudah belasan kali juga dia memohon agar namja itu mengijinkan Yura untuk tinggal dirumahnya.

“PABO! DASAR SAPI DUNGU, KENAPA PIKIRANMU BEGITU SEMPIT HAH? BAGAIMANA BISA KAU MEMINTA SEORANG WANITA UNTUK TINGGAL DI RUMAHMU!!” teriak namja itu

“Yunho, bukankah aku sudah menceritakan semuanya. Aku kasihan padanya, Yunho-a!” jawab Yoochun

Yunho kembali menatap tajam Yoochun, tatapan mata yang disorotkannya tepat ke dada kiri Yoochun.

“Aaahggghhtt” teriak Yoochun sambil mencengkram kuat dada kirinya yang terasa sakit dan sesak bagaikan tertusuk cakar kyubi Naruto. Nafasnya terengah-engah, sakit yang teramat sangat dia rasakan di jantungnya. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya, membasahi wajahnya yang kini telah memucat dan kesadarannya mulai menghilang

“Oppa, hentikan! Jangan sakiti Yoochun lagi, jebal!” samar-samar dia mendengar suara seorang yeoja, yeoja yang sangat dicintainya.

“Yoon Rie” lirih Yoochun

“Dari dulu, kenapa kau begitu baik hati hah? Berubahlah, berubahlah menjadi sosok gelapmu lagi! Aku lebih suka bulu hitammu daripada bulu putihmu Jung Yoochun! Marahlah! Munculkan sosokmu yang lain itu, karena aku lebih suka sosok itu!” ujar Yunho

“Aku tidak mungkin melakukan itu, karena kau adalah orang yang aku kagumi, Yunho” jawab Yoochun dengan sisa-sisa tenanganya

“Yoochun oppa” panggil Yoon Rie disela isak tangisnya

“Yunho, jebal berikanlah sedikit kebaikanmu untuk Yura!” mohon Yoochun

“Jika aku mengijinkannya, sanggupkah kau untuk memenuhi syarat yang aku berikan?” tanya Yunho

“Ne, apa syaratnya Yunho?” tanya Yoochun

“Yeoja itu harus bisa merubah sikap Jaejoong dan Changmin. Apakah kau yakin dia akan sanggup melakukannya?”

“Akan aku usahakan, Yun”

“Baiklah, akan aku izinkan. Dan Junsu tak perlu menghapus memorinya, keunddae jika sampai kalian lulus sekolah yeoja itu tidak bisa melakukannya. Dia akan aku hukum mati!” ancam Yunho

“Mweo? Oppa, kenapa harus membunuhnya oppa?” tanya Yoon Rie

“Karena yeoja itu sudah tahu rahasia kita” jawab Yunho, yang langsung melangkah pergi.

Saat itu juga, Yoochun pingsan tak sadarkan diri. Yoon Rie yang panik sekaligus khawatir langsung berlalri menghampiri sosok namja yang sangat dicintainya, namja yang ingin dicintainya namun dia tak bisa. Tak bisa karena Yoochun adalah bagian dari keluarganya.

“Yoochun oppa!” ujar Yoon Rie sambil menghampus noda darah di wajah Yoochun dan membelai rambut Yoochun penuh sayang.

Yoon Rie mencium kening Yoochun, setelah itu dia merogoh ponselnya dari dalam saku.

“Yobosseo! Yesung oppa, datanglah kerumahku! Yoochun oppa, dia…” perkataannya terhenti karena Yoon Rie kembali menangis

“Terluka gara-gara kakakmu? Nde aku akan segera kesana dan mengobatinya” balas suara disebrang sana

“Gomawo, uisa!” kata Yoon Rie kembali memeluk Yoochun

>>>>>.<<<<<

Hari sudah menjelang sore. Yura mulai gelisah, sedikit khawatir karena Junsu dan Yoochun belum juga kembali dari rumah utama yang masih belum Yura tahu dimana letaknya. Yura berdiri di depan jendela, menunggu dua namja yang sampai saat ini belum juga terlihat batang hidungnya. Hujan masih turun dengan deras di luar sana. Yura memandang pohon maple yang berbunga itu dengan pandangan takjub. Bulan ini masih awal musim semi, itulah sebabnya hujan masih sering turun.

“Aku ingin sekali cepat-cepat musim gugur, pohon-pohon maple itu pasti akan sangat indah saat musim gugur tiba” gumam Yura.

Sejak kecil musim gugur adalah musim favorit Yura, padahal ummanya dan teman-temannya lebih suka musim semi. Namun bagi Yura, musim gugur jauh lebih indah dari musim semi terutama ketika daun-daun maple berubah warna dan berguguran dengan indahnya.

Yura mengernyitkan dahi ketika melihat sosok seorang yeoja cantik berjalan menuju pintu masuk. Tangan kanan yeoja itu memegang payung berwarna perak, sedangkan tangan kirinya memeluk seekor kucing.

‘Siapa dia ya? Dia bukan Yoon Rie, mungkinkah dia itu pacarnya Jaejoong sunbae ataukah pacarnya Junsu-ssi?’ pikir Yura

Karena Jaejoong sedang pergi keluar untuk belanja, akhirnya Yura bergegas keluar dari kamarnya dan menuruni tangga. Tepat ketika Yura sampai di lantai dasar, bel rumah itu berbunyi. Dari layar kecil disamping pintu itu Yura bisa melihat sosok cantik itu lebih jelas. Sosok cantik yang sedang memeluk seekor kucing yang sangat lucu. Walaupun kedua mata kucing itu terpejam, Yura sangat yakin kalau kucing itu lucu sebab Yura sangat menyukai kucing. Dengan senyum manis yang terukir di wajahnya, Yura membuka pintu itu.

Yeoja itu membungkuk sopan, lalu tersenyum ke arah Yura.

“Annyeong, kau pasti Yura-ssi?” tanya yeoja itu

“Ah, ne silahkan masuk agassi” Yura mempersilahkan, dilihatnya yeoja itu hanya tertawa ramah

“Jangan panggil agassi! Aku Dana, emh panggil saja aku Dana eonnie”

“Dana eonnie? Ah kau salah satu keluarga Jung juga, ya?” tanya Yura

Dana hanya membalas pertanyaan Yura itu dengan anggukan, dia pun masuk kedalam dan duduk disebuah sofa sambil mengelus-ngelus punggung si kucing.

“Anu, mau minum apa? Cokelat hangat atau…”

“Tidak usah repot-repot!” potong Dana

“Baiklah, kucing itu apakah hewan peliharanmu? Huaa, dia lucu sekali” seru Yura dengan senyum cerianya

“Anni, dia adalah namja yang aku cintai”

“Mweo?” seru Yura kaget dengan mata yang nyaris copot

‘Bagaimana bisa seorang manusia mencintai kucing, apakah yeoja ini gila?’ pikir Yura sedikit takut

“Kucing ini sangat benci hujan, gara-gara hujan juga dia jadi sakit, demamnya tinggi sekali. Bisakah kau merawatnya?” tanya Dana

‘Memang benar semua kucing benci hujan dan air, tapi masa sih dia bisa demam?’ pikir Yura kebingungan

“Yura-ssi” panggil Dana

“Panggil Yura saja” ujar Yura cepat

“Baiklah”

“Jadi sebenarnya eonnie ingin bertemu dengan siapa? Dan kenapa kucing itu harus aku yang merawatnya? Kenapa tidak dibawa ke dokter hewan saja?” Yura memberondong Dana dengan banyak pertanyaan

“Yesung oppa sedang sibuk merawat Yoochun dan Yunho menyuruhku untuk membawanya kesini” jawab Dana dengan tangan yang masih membelai lembut bulu-bulu indah si kucing

“Merawat Yoochun oppa? Memangnya dia kenapa eonnie?” tanya Yura semakin cemas mendengar kabar itu

“Dia dilukai Yunho, dan lukanya lumayan parah, Yoon Rie sampai menangis terus daritadi”

“Kenapa orang yang bernama Yunho itu melukai Yoochun oppa? Apakah gara-gara aku?” Tanya Yura sambil menunduk sedih, dia benar-benar merasa bersalah

“Bukan salahmu, dari kecil wataknya Yunho memang keras. Dia sangat tertekan karena sejak umur lima tahun dia sudah diberi tanggung jawab untuk menjadi kepala keluarga Jung” jelas Dana

“Kenapa begitu? Memangnya Ayahnya kemana?” tanya Yura penasaran

“Ayahnya sudah meninggal. Yunho bilang, mulai sekarang Minnie akan tinggal di rumah ini bersama kalian. Aduuh, aku cemas. Minnie pasti tidak akan suka karena disini ada Joongie. Karena itulah kumohon padamu Yura, buat Minnie betah dirumah ini, ya?”

“Jadi kucing itu namanya Minnie?” tanya Yura lagi

“Ne, Minnie yang sangat aku sayang. Sialnya dia hanya menganggapku noonanya” keluh Dana dengan wajah cemberut

‘Kucing menganggap manusia sebagai noona nya?’ tanya Yura yang semakin tak mengerti

“Minnie, noona pulang dulu ya? Cepatlah sembuh Minnie!” ujar Dana dengan wajah sedih

Dana menyerahkan kucing itu dengan berat hati pada Yura, Yura terbelalak kaget karena ternyata suhu tubuh kucing itu memang panas. Dana kembali membungkuk dan hendak pergi, ketika Yura menghentikan langkahnya.

“Tunggu sebentar! Eonnie, apakah tidak ingin menginap?” tanya Yura

“Anni, aku harus segera pulang! Karena tugasku dari Yunho sudah selesai” jawab Dana

“Oh begitu, sayang sekali. Oh iya eonnie, apakah eonnie salah satu dari Juunishi juga?”

“Ne, aku adalah salah satu dari tiga Juunishi yeoja” jawabnya

“Jadi yang mewarisi spirit shio, yeoja nya hanya 3 orang saja begitu?”

“Ne, dan sisanya adalah namja” jawab Dana lagi

“Aku jadi ingin bertemu dengan yang lainnya dan menjadi teman mereka” kata Yura sambil tersenyum

“Kau sudah bertemu dengan dua diantaranya kok”

“Maksudnya eonnie dan Yoon Rie?”

“Ne, dan yang satu lagi namanya Yourin, dia maknae kami semua” cerita Dana

“Lalu kalian bertiga apa?” tanya Yura

“Aigoo, benar kata Junsu.. kau itu banyak sekali bertanya ya?”

“Eh? Mianhae, aku hanya penasaran eonnie dan aku ingin lebih dekat sekaligus akrab dengan kalian semua” jelas Yura, Dana hanya tersenyum pada Yura.

“Nanti kau juga akan tahu, sudah ya aku mau pulang dulu? Tolong jaga Minnieku dengan baik ya? Lain kali aku akan berkunjung kesini lagi” pamit Dana yang kemudian pergi

Yura memandang kucing kecil itu lekat dan seulas senyum kembali tersungging di bibirnya. Dia pun mengangkat kucing itu dan menciumnya sekilas lalu membawanya ke kamarnya. Yura membaringkan kucing persia berwarna putih itu diranjangnya dan menyelimutinya *ingat kucing yang dicium Changmin di MV hug ya reader biar ga susah bayangin nya*

“Ommo, kau sangat lucu. Aku suka kamu, Minnie!” seru Yura sambil mencubit pelan pipi si kucing

“Keunddae, kenapa kucing bisa demam sih? Lalu bagaimana cara aku menurunkan panasnya? aku kan bukan dokter hewan, nggak ngerti cara merawat hewan yang sakit” tanya Yura yang lagi-lagi merasa bingung

Akhirnya Yura menyiapkankan baskom kecil berisi air dingin, dia membasahi saputangan kesayangannya dengan air itu dan mengompres si kucing *author senyum gaje pas nulis ini, ga kebayang kucing di kompres haha* #abaikan

Setelah selesai mengurus sang kucing, Yura kembali turun ke lantai dasar. Dia menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Setelah selesai menyiapkan makan malam dan hendak menyajikannya di meja makan, seorang namja menghampirinya sambil membawa barang bawaan berisi bahan-bahan makanan.

“Kau sudah pulang, sunbae?” tanya Yura sambil tersenyum

“Tidak enak sekali mendengarmu memanggilmu sunbae di luar lingkungan sekolah, panggil saja aku oppa seperti kau memanggil Yoochun ya? lagipula sekarang kau adalah bagian dari keluarga kami, Yura” ujar Jaejoong yang dibalas Yura dengan senyum manisnya

Kau manis sekali Yura-a, sayang aku terlanjur tertarik pada temanmu yang bernama Eunri itu’ pikir Jaejoong

“Hari ini Junsu tidak pulang, tadi dia menelponku. Junsu bilang dia ingin menemani Yoochun”

Ekspresi Yura kembali berubah sedih ketika Jaejoong berkata demikian, dia benar-benar khawatir pada Yoochun sekaligus merasa bersalah.

“Sebenarnya seperti apa keadaannya?” tanya Yura

“Jangan khawatir, selama ada yesung hyung dia akan baik-baik saja!” jawab Jaejoong sambil membelai rambut Yura dengan sentuhan lembutnya

“Kuharap Yoochun oppa cepat sembuh” kata Yura

“Oh iya Dana bilang anak itu sudah ada disini, dimana dia sekarang?” tanya Jaejoong

“Maksudmu kucing itu?” tanya Yura

“Ne”

“Dia ada di kamarku” jawab Yura

“Mweo?” Jaejoong terbelalak kaget

“Kenapa kaget begitu? Dia kan hanya seekor kucing?” tanya Yura yang segera menaiki tangga

“Yaa! apa kau tidak mau makan dulu?” tanya Jaejoong

“Aku ngantuk oppa, mau tidur duluan saja. Makan saja sendiri!”

“Yaa, yang benar saja masa aku harus menghabiskannya sendiri, ini terlalu banyak, hei!” teriak Jaejoong namun tak digubris oleh Yura

>>>>>.<<<<<

Pagi menjelang, Yura mulai terbangun dari tidurnya yang nyenyak namun dia belum membuka matanya. Setengah sadar Yura merasa aneh, dia mulai bertanya-tanya kenapa kucing yang semalam dipeluk olehnya tiba-tiba.. Yura membuka matanya perlahan. Dilihatnya seorang namja tampan sedang tidur disampingnya. Merasa hanya bermimpi Yura mengerjapkan kedua matanya berkali-kali namun sosok itu tidak juga menghilang. Saat itulah dia tersadar sepenuhnya bahwa itu bukanlah mimpi. Yura menurunkan selimutnya, dia pun berteriak histeris karena namja di depannya tidak memakai sehelai benangpun.

“Kyaaaaaaaa!!!!”

=> To Be Continued <=

Hahay, udah dulu ya reader soalnya kayaknya chap ini kepanjangan deh? Silahkan tinggalkan komentar atau kritiknya, gomawo. Mian kalau ceritanya semakin gaje alias aneh, tak berbobot dan ada typo ^^

 

10 thoughts on “Wanna Love You, but I can’t… Chap 2

  1. vv berkata:

    wah keren chingu ..
    lucu nih ceritanya …
    kasian jaejoongnya dibenci ama minnie jga junsu ..
    lanjut chingu ..jangan lama2 ..^^

  2. Kim Hyun Rin (cassiopeiay) berkata:

    walaaah aku udah agak mudeng. lha trus namja2 ini kok bisa jadi juunishi gimana ceritanya? dia kan manusia? kok bisa dikutuk kenapa? *bingung*
    bener!!!aku setuju sama yura! aku jga benci tikus! dia udah merusak charger ku!! masa abis pulang sekolah tiba2 chargerku jadi separo kabelnya T,T yang jelas sebel banget deh. tapi gak taunya tikus itu jaejoong. gimana mau sebel LOL
    wah ntar gimana ya nasib jeje dan changmin kalo serumah? hmmm yura, bantu mereka ya~
    kaget banget tadi pas yoochun telanjang. masa iya nggak malu ada yura. eh sekarang malah changmin yang lagi telanjang. kalo changmin kan wajar, dia abis bangun tidur gak sadar kalo udah bugil. nah yoochun, bugil malah ditunjukin ke yura LOL
    ceritanya bener2 bikin penasaran euy! lanjutannya jgn lama2 ya eon. ill be waiting for ur ff!! xD

  3. eunchan she peef berkata:

    ngga geje kok~^^
    malah cerita menurutku lumayan lucu!!😀
    ngebayangin member2 DBSK berubah jadi binatang?😀
    wahh..wahh..
    Pasti si yura mimisan lagi tuh ngeliat si minnie..
    Jadi penasaran..
    Lanjutkan!!^^

  4. mengubah sifatnya jejung sama changmin itu gimana ya?
    yunho bener2 kasar banget tapi disini dia keren dengan kekuatan yang dimilikinya..
    ohh,jadi gtu toch awal mulanya..
    ceritanya bagus & unik,, aku suka ^^

  5. Resty berkata:

    dapat ilham darimana thor buat FF kayak gini

    ceritanya seru and menarik ^^
    jadi tambah penasaran
    yoochun oppa bentuknya apa ya? naga kah?
    (reader sok tau nih)
    lanjut aca aja dh>>>>>>>>>>>> gomawoyo

  6. Sungie berkata:

    Yunho beneran kejem ihh!… klo gak salah yunho d komik tu yg anak kecil tu kan ya?
    seru thor!… ada lucunya jg, haha
    lanjut dah!🙂

  7. nisa6002 berkata:

    Wah yunho tega bgt. Ih kesel. Klau yunho sukanya sama siapa dong?
    Moga Yura bisa menuhin syarat dri Yunho

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s