I Will Always Love You Chap 3


Author       : Satsukisorayuki

Tittle         : I Will Always Love You

Genre       : AU/Romance, Angst

Cast         : Shin He Na, (DBSK) Kim Jaejoong, Park Yoochun,

Other cast : (DBSK) Jung Yunho, Kim Junsu, Shim Changmin & Fuzita Keiko, Haruna Suzuki

Rating       : PG/13

Lenght       : Chaptered

Disclaimer : PLOT IS MY OWN?! Terinspirasi dari K-drama ‘Tree of Heaven’

Note : Fanfic ini pernah aku post di => http://fan3less.wordpress.com/ jadi kalo yang udah pernah baca harap maklum😀

I Will Always Love You

PART 3

=> Previous part

Aku terus berlari mengejarnya, tapi terlambat dia sudah masuk ke dalam lift. Lekas aku melihat lift itu untuk memastikan 3 namja tadi pergi ke lantai berapa?

“Lantai 20…” aku pun langsung berlari ke arah tangga darurat dan menaiki tangga itu secepat yang aku bisa, saking semangatnya aku sampai tidak merasa lelah sama sekali. Dan di depan pintu kamar VIV no 226, aku melihat seorang namja yang kuyakini adalah oppa.. sedang mencoba membuka pintu kamarnya.

Tanpa pikir panjang lagi, aku pun lekas memeluknya dari belakang

“Oppa, Jaejoong oppa.. He Na bahagia sekali karena bisa bertemu denganmu lagi. Saranghaeyo Jaejoong oppa, saranghae.. Jeongmal saranghae. Jangan pernah tinggalkan aku lagi, ya, jwebal” kataku yang tanpa sadar mulai menangis lagi

 

=> Author POV

“Kau, apa memeluk seseorang dari belakang secara tiba-tiba begini sudah menjadi kebiasaanmu?” tanya namja yang di peluk He Na itu

‘Suara merdu ini…’ pikir He Na

“Yaa, Agassi! Kau salah orang” protes namja itu

‘Bukan suara Jaejoong oppa’ lanjutnya, yang lekas melepas pelukan itu dan membungkuk hormat pada seorang namja yang kini sudah berhadapan dengannya “Mianhae, Jeongmal mianhae” ujar He Na menyesal

“Sudahlah tidak apa-apa Agassi! Xiah imnida…” jawab namja itu memperkenalkan diri sambil tersenyum pada He Na, namja itu mengulurkan tangannya dan He Na pun menyambut uluran tangan namja itu sambil tersenyum ramah.

“Xiah adiknya U-Know sunbae, bukan?” tanya He Na

“Ne, jadi kau kenal hyungku?” tanya Xiah semakin melebarkan senyumnya

“Ne, tapi kalian tidak mirip?” ujar He Na polos, membuat Xiah tertawa seketika

“Tentu saja, karena dia itu bukan kakak kandungku” jawab Xiah setelah berhasil menghentikan tawa renyah nya “Dia hanya saudara angkatku, tapi aku benar-benar menganggapnya sebagai hyungku” lanjutnya

“Arra. Baguslah, ini kebetulan sekali dengan begitu dia tidak akan tersesat lagi” sambung He Na yang kemudian ketawa

‘Hyung, adikmu benar-benar gadis yang sangat menarik. Apa kau tega menghilangkan keceriaannya ini?’ ujar Xiah dalam hati

“Ne, aku kesini untuk menyusul U-Know hyung. Katanya dia juga menginap di hotel ini, kan?”

“Ne, di kamar nomor 224”

“Aku sudah tau kok. Ngomong-ngomong siapa itu Jaejoong?” Tanya Xiah pura-pura tidak tahu

“Oppa ku, tinggi badannya hampir sama denganmu makanya aku jadi salah orang, mianhae”

“Ooh, sudahlah kau tidak perlu minta maaf lagi Agassi! Aku sudah memaafkanmu, siapa namamu?”

“Kim He Na”

“He Na-a, margamu sama dengan margaku” kata Xiah sambil tersenyum

“Jeongmal? Jadi namamu Xiah Kim?”

“Ne, ah He Na-a. Apa kau sudah makan siang?” Tanya Xiah lagi

“Ah iya, aku kan sudah janji mau makan bersama Keiko. Waduh dia pasti sedang menungguku, sekarang. Mianhae Xiah-ssi, aku harus segera pergi” jelas He Na yang hendak berlari tapi tangannya di tahan oleh Xiah

“Wae?” Tanya He Na

“Kita makan sama-sama, sekalian kau kenalkan aku pada temanmu itu, ya?”

“Tapi Xiah-ssi, aku hanya seorang pelayan dan anda tamu kami jadi…”

“Tidak apa-apa, anggap saja aku ini temanmu. Aku sama sekali tidak mempermasalahkan status, ko” jelas Xiah sambil tersenyum yang kemudian di balas oleh senyuman manis He Na

‘Hyung, adikmu sangat cantik. Kalau kau tidak mencintainya lebih dulu, aku pasti sudah jatuh cinta pada adikmu ini, bahkan senyumannya pun sangat manis dan sepertinya hatinya baik. Kalau aku jadi dirimu aku pasti akan merebutnya dari Park Yoochun itu…’ pikir Xiah pula

“Benarkah kau tidak keberatan makan bersama pelayan seperti kami?”

“Anni, aku ingin jadi teman kalian”

“Ya sudah kalau begitu, ayo kita pergi Xiah-ssi!”

“Yaa, jangan memanggilku secara formal seperti itu. Panggil saja aku Sunbae!”

“Baiklah Xiah sunbae, kajjha!” ajak He Na

“Ne” jawab Xiah, mereka pun mulai berjalan dan masuk lift

“Sunbae…”

“Ne?”

“Kalian sekeluarga sangat suka warna hitam ya? Pakaian kalian serba hitam terus, jangan-jangan kalian mafia ya?” selidik He Na

“Menurutmu?”

“Bukan?”

“Wae?”

“Karena mana ada mafia yang berwajah imut seperti dirimu?!” jawab He Na sambil ketawa

“Tepat sekali, aku memang bukan mafia”

“Kalau bukan terus apa?”

“Kami bertiga hanya seorang pengawal Tn.muda Hiro Sorayuki” jawab Xiah

“Hiro Sorayuki, nugu?” Tanya He Na sambil mengernyitkan dahi

“Ya Tn.md kamilah, memangnya kau tidak kenal dengan Tn.Sora Matsushima? Yuki-Sama itu, putra tunggalnya Sora-Sama” jelas Xiah

“Oh Sora-sama yang boss besar mafia itu, maksudmu?”

“Ne, dan kami bertiga diberi kepercayaan olehnya untuk menjadi pengawal pribadi Yuki-sama. Soalnya Hidup Yuki-sama terancam, banyak sekali orang-orang jahat bahkan para polisi yang mengincarnya” cerita Xiah polos

“Kasihan dia, aku pikir jadi anak mafia itu enak karena punya banyak uang”

Tiit,

Pintu lift pun terbuka. Kini mereka berdua telah sampai di lobi hotel

“Begitulah”

“Sunbae, kalau memang kalian ini pengawalnya.. kenapa kalian di sini? Tidak menemaninya?”

“Tadi Yuki-sama bilang, 1 jam lagi dia mau ke rumahnya Sora-sama. Tapi kata U-know hyung, cukup Max dan hyung saja yang menemaninya. Sementara aku punya tugas sendiri di sini.”

“Mweoya?”

“Menjaga dan melindungi seorang gadis”

“Oh, gadis yang di cintai Yuki-sama maksudmu atau gadis yang di cintai You sunbae?”

“Ne, gadis yang sangat dicintai Yuki-sama” jawab Xiah, setelah berjalan selama beberapa menit mereka pun sampai di restoran hotel ini. Dan mulai memilih tempat untuk duduk

“He Na, tadi kau dari mana saja? Aku sudah menunggumu cukup lama disini” Tanya seorang yeoja yang kini telah menghampiri mereka berdua

“Keiko, harusnya aku yang bertanya seperti itu? Kenapa sih tadi kamu agak terlambat?”

“Hmm, tadi beberapa orang di antara kami di suruh menyambut tamu istimewa”

“Nuguya?”

“Putra tunggal Sora-sama, Yuki-sama, omo kau tau? Tadi mereka benar-benar di perlakukan secara istimewa. Begitu menginjakan kaki mereka di lantai hotel.. langkah mereka di dasari red carpet, seperti kaisar saja. Sudah begitu mobilnya keren-keren lagi, apalagi yang di naiki Yuki-sama” cerocos Keiko

“Oh begitu, pantesan!”

“Oh iya He Na, dia siapa?” tanya Keiko sambil memandang Xiah

“Oh, ini Xiah Kim sunbae. Sunbae perkenalkan, ini sahabatku, Keiko”

“Annyeong, Xiah imnida…”

“Annyeong, Keiko imnida. Yaa Xiah-ssi, kenapa namamu aneh sekali?”

“Ga tau Keiko, nama mereka emang pada aneh! Ada U-know, Xiah, tapi kalo Max sih masih mending, kayak nama barat gitu”

“Yaa, Xiah-ssi. Jangan-jangan itu bukan nama asli kalian, ya?” selidik Keiko

“Begitulah” jawab Xiah singkat

“Ooh. He Na-a, kau tau?” Tanya Keiko yang kemudian duduk di samping kursi yang He Na duduki, tiba-tiba seorang pelayan datang sambil membawa daftar menu

“Kalian mau pesan apa?” Tanya pelayan itu ramah, lalu mereka ber 3 pun mulai memesan makanan yang mereka pilih. Pelayan itu pun undur diri

“Tadi kau mau tanya apa, Keiko?”

Keiko hanya terdiam sekitar 10 menit, dia terlihat berpikir keras. Yang sukses membuat He Na semakin merasa penasaran

“Yaa! Keiko, kenapa kau diam saja?” desak He Na

“Yuki-sama, dia mirip sekali dengan…”

“Silahkan ini pesanan kalian” potong seorang pelayan lain yang sudah membawa makanan dan minuman pesanan mereka

“Ya  udah kita makan dulu saja, He Na” ujar Keiko

“Ittadakimasu (selamat makan) …” seru mereka bertiga yang mulai melahap makanannya

“Keiko, tapi aku penasaran. Yuki-sama, mirip dengan siapa?” tanya He Na lagi

“Mirip dengan namja yang kusukai waktu kita masih sekolah”

“Maksudmu oppaku?”

“Ne, dia mirip dengan Jaejoong oppa” jelas Keiko

Xiah langsung tersedak begitu nama itu disebut

“Wae? Xiah-ssi, Gawaenchanha?” tanya Keiko sambil menyodorkan minuman dan Xiah pun lekas meminumnya

“Gwaenchanhayo, gomawo Keiko-ssi”

“Hati-hati makannya Xiah sunbae!”

“Ne, He Na-a. Mianhae, tadi aku kecepatan makannya”

“Lain kali pelan-pelan makannya, sunbae! Kau itu seperti orang yang sudah kelaparan saja. Keiko-a..”

“Ne?”

“Apa benar yang kau katakan? Apa benar dia itu mirip sekali dengan oppaku?” Tanya He Na datar

“Ne, aku tidak mungkin salah. Dulu aku kan pernah jatuh cinta padanya, jadi aku tidak mungkin salah mengenalnya walaupun kita sudah 4th tidak ketemu”

He Na pun tertawa mendengar jawaban sahabatnya itu, sedangkan Xiah hanya menunduk sedih sambil memperhatikan makanannya

“Wae, He Na-a? Kenapa kau malah ketawa?”

“Habisnya kamu lucu Keiko, Yuki-sama kan orang Jepang sedangkan oppa ku orang Korea. Jadi mana mungkin mereka mirip”

“Tapi aku benar, mereka sangat mirip! Hanya gaya rambut dan penampilannya saja yang jauh berbeda dari Jaejoong oppa yang dulu”

“Jangan beri aku harapan Keiko-a, jwebal!” ujar He Na yang mulai terisak dan menangis

“Oppa, sepertinya.. dia sudah tidak menyayangiku lagi. Makanya dia pergi dan tidak pernah kembali lagi padaku” lanjutnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan, Xiah ikut sedih melihat air mata yang keluar dari sela-sela jari tangan He Na

“Mianhae He Na-a, aku tidak bermaksud…” Kata Keiko menyesal, dia membelai rambut He Na dengan lembut

“He Na-a”

“Ne, sunbae?”

“Kau jangan salah paham! Aku memang tidak mengenal oppa mu, tapi kau harus percaya kalau oppa mu itu masih menyanyangimu, itu pasti He Na-a. Karena dia adalah kakakmu” hibur Xiah

“Ne sunbae, hati kecilku juga mempercayainya”

“Kalau begitu kau jangan menangis lagi, He Na-a!” ujar Keiko

Lalu Xiah pun menceritakan hal-hal lucu pada mereka berdua. Mendengar lelucun Xiah itu, seketika mereka pun tertawa lepas

>>>>>.<<<<<

“Otousan, apa yang sebenarnya ingin kau katakan padaku?” tanya Yuki yang kini sudah duduk menghadap otousannya

“Yuki, otousan mau meperkenalkan ibu baru padamu” jelas Sora-sama

“Nani (apa)? Siapa otousan?”

“Sebenarnya dia lebih tua 2 tahun darimu, tapi tidak apa-apa, kan? Toh otousan juga belum terlalu tua. Dia akan segera muncul sebentar lagi“ cerita Sora-sama sambil terkekeh

Kemudian seseorang yeoja datang menghampiri keduanya. Yuki dan yeoja itu sama-sama terkejut ketika mata mereka bertemu

“Haruna, kau….”

“Jejung…” Haruna spontan menutup mulutnya dengan tangannya

“Apa yang kau katakan, sayang? Dia itu Yuki putraku, bukan Jejung!”

‘Jadi dia sekarang putraku juga? Nani? Aku pikir dia itu sudah mati, kenapa dia bisa menjadi putra Sora-sama?’ pikir Haruna

‘Dasar wanita busuk, apa dia begitu tergila-gila pada uang? Sehingga dia rela menjadi istri seorang mafia? pikir Yuki sambil menatap tajam ke arah Haruna

“Ada apa dengan kalian? Yuki seharusnya kau memberi hormat kepada ibu barumu, bukannya bertindak tidak sopan seperti itu! Apa kau lupa dengan tata krama yang dulu pernah ku ajarkan padamu, hah?” bentak Sora-sama

“Gomennasai (maafkan aku), otousan” kata Yuki sambil membungkuk hormat, lalu dia pun mulai membungkukkan badannya sebagai tanda hormat pada Haruna “Konichiwa, Okasan” lanjut Yuki dan dia pun tersenyum pada Haruna

Haruna membalas senyumannya itu dengan senyum yang jelas terlihat di paksakan

‘Heh, bahkan dia sudah fasih berbahasa Jepang’ pikir Haruna sambil tersenyum sinis

“Bagaimana Yuki? Apa kalian sudah berhasil menemukan, Tanaka?”

“Gomen, otousan. Kami belum berhasil menemukannya”

“Lalu bagaimana denganmu? Apakah anak buah Tanaka masih mengincarmu?”

“Iie (tidak), selama aku di Korea. Tapi sekarang tidak tahu, karena sekarang aku sudah kembali ke Jepang”

“Tenang saja mereka semua akan melindungimu” ujar Sora-sama sambil menepuk pundak Yuki

“Arigatou gozaimasu (terimakasih banyak), otousan”

“Kau baru saja tiba, istirahatlah dulu!” perintah Sora-sama

“Hai, otousan” kata Yuki yang kemudian undur diri

“Kau bilang istri pertamamu tidak bisa punya anak, tapi kenapa kau punya Yuki, suamiku?” selidik Haruna

“Aku berhutang budi padanya, karena dia telah menyelamatkan nyawaku saat aku hampir terbunuh oleh Tanaka. Akhirnya aku mengangkatnya sebagai putraku, karena aku tak tega membiarkannya hidup sendirian di jalanan. Kau tau, dia seperti mesin pembunuh yang hebat sampai bisa membuat Tanaka cacat seperti itu, makanya aku didik dia menjadi seorang mafia”

“Jadi kau hanya memanfaatkannya?”

“Hai. Kau benar sekali. Dan suatu saat jika dia berkhianat padaku, aku pasti akan membunuhnya juga”

“Kau benar-benar kejam” kata Haruna sambil menggeleng

“Ya, tapi meskipun begitu, aku juga sedikit menyayanginya. Karena dia bukan hanya satu kali menyelamatkan nyawaku”

Haruna hanya mengangguk mendengar perkataan suaminya itu.  ‘Jejung, dia semakin tampan saja. Dia juga sangat keren, kurasa aku mulai menyukainya sekarang’ batin Haruna sambil tersenyum dan wajahnya memerah

>>>>>.<<<<<

=> He Na’s POV

Pagi ini Aku bertugas membersihkan kamar nomor 227. Saat aku hendak membersihkan kamar mandi, tiba-tiba aku menemukan sebuah kalung salib yang bentuknya sama persis dengan kalung yang aku pakai sekarang di samping washtafell

“Kalung ini, mirip dengan kalung oppa” kataku sambil menyentuh kalung di leherku yang tempo hari aku temukan di ranting pohon cemara waktu itu

Tiba-tiba Aku  kaget setengah mati sekaligus malu sendiri, karena melihat seorang namja yang sedang mandi menggunakan shower, tubuhnya terlihat atletis. Walaupun ada tirai pembatas diantara tempatnya dan tempatku berdiri sekarang tetap saja aku bisa melihat bayangan tubuh namja itu, karena tirai itu transparan. Ya, walaupun itu hanya bayangan hitam tetap saja bentuk tubuhnya terlihat

“Omo, dasar tamu gila. Kenapa dia tidak mengunci kamar mandinya?” kataku yang langsung berlari ke luar kamar mandi.

Lekas Aku menutup pintu kamar mandi itu kembali dan mengatur nafasku yang masih ngos-ngosan “Untung aku hanya melihat bayangannya saja, tadi” lanjutku masih panik

Aku pun kembali melakukan tugasku. Saat aku sedang membersihkan meja, di atas meja tersebut aku menemukan sebuah foto dalam pigura yang jelas sangat ku kenal. Itu adalah fotoku bersama kedua orang tuaku dan juga Jaejoong oppa.

‘Kenapa tamu ini mempunyai foto yang sama denganku, jangan-jangan…’ batinku,

Aku mulai curiga tentang ini dan yang semakin membuatku terkejut adalah sebuah buku gambar yang juga terletak di atas meja, dan karena penasaran aku mulai membukanya.

Aku membuka buku gambar itu dan menemukan gambarku yang sedang tertidur pulas, di kamarku yang dulu. Aku membuka kembali lembaran halaman itu dan menemukan sebuah lukisan lain, lukisan seorang wanita cantik yang ku yakini adalah foto Ibu kandungnya Jaejoong oppa, di lembar berikutnya terlukis sebuah pohon cemara yang di bawahnya berdiri dua boneka salju yang pernah aku buat berdua dengan oppa dulu.

Air mata pun berebut keluar dari mataku, hatiku kembali terasa sakit dan sesak. Kini aku hanya bisa menangis. Tangisan sedih sekaligus tangisan bahagia.

“Oppa, akhirnya aku menemukanmu. Setelah ini tak akan kubiarkan kau meninggalkanku lagi, aku janji” kataku mantap

Tiba-tiba terdengar suara seorang namja menegurku

“Yaa! Pelayanan, apa yang kau lakukan? Kenapa kau diam saja di situ, bukannya melanjutkan tugasmu?”

‘Su…suara emas itu…’ aku pun lekas membalikkan badanku ke arah sumber suara

Begitu kedua mata kami bertemu, kami sama-sama kaget. Refleks aku menutup mulutku dengan sebelah tangan. Dan namja itu langsung mengalihkan pandangannya dariku. Dia terlihat sangat shock saat melihatku, wae?

Wajah itu tidak jauh berbeda dari 4th yang lalu. Matanya yang besar, kulitnya yang putih dan halus, hidungnya yang mancung, dan bibirnya yang merah, sebuah keindahan yang berhasil membuatku terpesona. Omo, Tuhan pasti sedang senang saat menciptakan orang ini. Wajah di depanku itu adalah wajah seseorang yang sangat aku rindukan sejak lama dan dia terlihat jauh lebih tampan dari sebelumnya. Benar kata Keiko, gaya rambutnya berubah. Kini rambutnya tidak lagi hitam dan gondrong seperti dulu. Rambutnya terlihat lebih rapi dan berwarna pirang agak kecoklatan.

“Oopppaaa…” teriakku yang langsung berhambur memeluknya yang masih mengenakan handuk kimono. *bener ga? Mian author lupa namanya apa? Ada yang tau?*

“Oppa bogoshipo, jeongmal bogoshipo.. saranghae yongwonhi…” ujarku sambil terisak,

‘Tuhan terimakasih, Engkau telah mempertemukan kami lagi. Aku sangat bahagia’

Perasaanku benar-benar tak karuan sekarang, perasaan rindu, kecewa, marah, bahagia dan entah kenapa ada rasa sedih juga bercampur menjadi satu?!

Tiba-tiba kurasakan oppa melepaskan pelukanku dan kembali menatapku dengan tatapan dingin itu lagi, tapi tetap saja matanya yang indah itu terlihat berkaca-kaca. Oppa, sebenarnya seperti apa perasaanmu sekarang?

“Boku wa (aku)…” ucapnya yang kemudian terdiam, sementara aku masih menanti kalimat yang akan di lontarkannya setelah ini, sambil menatap matanya lekat-lekat. “Boku wa, Hiro Sorayuki. Kau salah orang, nona?!” lanjutnya

Aku menggeleng dan aku tidak bisa berhenti menangis. Aku tidak mengerti, kenapa dia membohongiku? Aku yakin sekali kalau namja ini oppaku, walaupun sejak tadi dia terus bicara dengan menggunakan Bahasa Jepang yang dulu tidak di kuasainya untuk menutupi semuanya. Aku semakin mendekati wajahnya dan memperhatikan lehernya.

“Oppa, mungkin memang benar kalau di dunia ini ada 7 orang yang wajahnya mirip satu sama lain, tapi apa mungkin mereka punya tanda lahir yang sama denganmu, hmm?” desakku

“Kalau kau tidak percaya, kau bisa melihat sendiri KTP ku ini” jawabnya sambil menyerahkan KTP itu padaku

“Tapi matamu tidak bisa berbohong oppa. Kenapa kau seperti ini padaku? Apakah kau membenciku oppa? Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi? Arraseo, ini hukuman dari Tuhan karena dulu aku begitu pengecut. Lalu apa sekarang kau yang ingin menyuruhku pergi dari hidupmu, ha?” tanyaku bertubi-tubi, dia terlihat kaget saat aku bertanya seperti itu.

Dia hanya terdiam dan tak menjawab pertanyaanku sedikitpun, aku benar-benar tidak tahan dengan sikapnya ini

“Arraseo, tampak nya aku tidak di anggap” kataku yang kemudian berlari menuju pintu keluar, saat kakiku hampir sampai di mulut pintu. Kurasakan sebuah tangan kekar mengenggam tanganku dan sedetik kemudian aku sudah berada dalam pelukannya.

=> Jaejoong’s POV

He Na, aku ingin sekali melupakannya? Aku ingin sekali dia menjauh dariku, tapi ternyata aku tidak bisa.. aku terlalu mencintainya. Karena itulah saat dia hendak pergi meninggalkan kamarku, entah kenapa tubuhku bergerak secara reflek. Aku menyusul langkahnya, menahannya untuk tidak pergi dan menariknya ke dalam pelukanku. Aku sangat merindukan suasana seperti ini. He Na, tubuhnya masih tetap hangat dan berhasil mencairkan hatiku yang beku.

‘Tuhan, sebenarnya apa maksudmu? Kemarin kau mempertemukanku dengan Haruna dengan cara yang sama sekali tidak pernah ku duga dan sekarang kau mempertemukanku dengan yeoja yang sangat aku cintai melebihi nyawa ku sendiri. Apa artinya semua ini? Apakah ini pertanda kalau hidupku tidak akan lama lagi?’

“Oppa, jadi kau benar-benar Jaejoong oppa, kan? Aku mohon oppa, jangan membohongiku lagi? Apa kau tahu, aku merasa hatiku menjadi beku saat kau meninggalkanku? Oppa, aku.. hidupku sungguh tak berarti tanpa dirimu” jelas He Na sambil terisak yang sukses membuat air mata yang sejak tadi aku tahan tumpah pada akhirnya.

“Hai, aku kakakmu. Gomen, gomennasai. Aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi, He Na. Oppa akan berusaha membuatmu bahagia dan oppa tidak akan membiarkanmu kenapa-kenapa? Tak akan pernah…”

“Oppa, kau sudah fasih bahasa Jepang? He Na senang sekali” katanya, walau dia masih dalam pelukanku dan aku tidak melihat wajahnya tetapi aku yakin kalau saat ini He Na sedang tersenyum.

“Yatta (tentu), ini semua aku lakukan demi kau He Na.. demi adikku. Supaya kita bisa berbicara dengan bebas tanpa ada batasan kata”

“Adik?” tanyanya dengan nada kecewa, dia kemudian menatap lekat mataku “Jadi sekarang kau hanya menganggapku adik, oppa?” lanjutnya, terlihat jelas raut kecewa di wajahnya yang putih.

“Doushite, memangnya salah? Kau kan memang adikku, He Na? Mohon maafkan perlakuanku padamu dulu, ya? Kejadian waktu itu lupakan saja, sekarang aku sudah bisa menerima kenyataan kalau kau adikku. Jadi kau tidak perlu khawatir! Oppa tidak akan merusak hubunganmu dengan Park Yoochun lagi, oppa akan selalu mendukungmu dan merestui hubungan kalian”

Itu sakit, serasa ada godam besar yang memukul dadaku. Sebenarnya aku sulit bernafas saat ini, terasa sangat sakit dan sesak saat kata-kata tadi terlontar dengan mulus dari bibirku. Tapi aku sudah memutuskannya. Selamanya kau tetap adikku, aku tidak peduli walaupun kau tidak tau kalau sebenarnya aku akan selalu mencintaimu, He Na.

“Ternyata perasaanmu sudah berubah oppa, kau bukan pohonku lagi. Wae? Apa sekarang kau sudah menemukan cinta sejatimu? Ataukah justru kau sudah punya yeojacingu, sekarang?”

‘Terserah kau He Na. Tapi kau harus tau! Anni, kau bahkan tidak perlu tau kalau aku.. akan tetap menjadi pohonmu selamanya’

“Oppa?! Wae? Jawab aku, oppa!” desak He Na pula

“He Na, lain kali saja kita bicarakan ini ya? oppa sangat merindukanmu, bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar? Kita bersenang-senang ya?! kau tunggu disini, oppa mau ganti baju dulu” kataku sambil berusaha untuk tersenyum.

Kini aku berada di kamarku dan segera berganti pakaian. Aku tidak tahan untuk menangis, tapi itu tidak boleh, kalau memang ini adalah kesempatan yang telah Tuhan berikan padaku aku harus memanfaatkannya, bukan?

>>>>>.<<<<<

=> Author POV

He Na sudah bisa tersenyum ceria lagi saat dia berjalan-jalan bersama Jaejoong. Siang ini mereka berdua bermain sepuasnya di taman hiburan, dan menaiki berbagai wahana. Dari mulai bianglala sampai wahana yang ekstrem-ekstrem.

‘Oppa, walau kau belum menjawab pertanyaanku.. gwaenchanha oppa, aku akan terus menunggu jawabanmu?! Karena hati kecilku berkata, sebenarnya oppa juga masih mencintaiku. Semoga hati kecilku berkata benar, Tuhan?!’ pikir He Na sambil terus memperhatikan wajah ceria Jaejoong.

“He Na, sudah yuk main nya? Cuaca makin dingin saja, kita makan sesuatu yang hangat, kajjha” ajak Jaejoong sambil menggandeng tangan He Na yang lembut

“Oppa, aku tunggu disini saja ya? sana oppa beli makanannya sendiri saja, jangan lupa belikan aku cokelat panas juga!” kata He Na

“Arraseo, kau tunggulah di bangku sana. Oppa, akan segera kembali” kata Jaejoong yang kemudian berlari untuk membeli beberapa makanan dan minuman.

He Na pun lekas duduk di kursi taman yang di maksud “Oppa, jangan lama-lama ya?” teriak He Na “Aish, He Na pabo! Memangnya dia dengar, orang dia sudah pergi” lanjutnya sambil menepuk keningnya.

Tanpa He Na sadari ada segerombolan orang berpakaian serba hitam memperhatikannya dari jarak yang cukup jauh dengan dirinya

“Jadi itukah adiknya si brengsek, Yuki?” kata salah seorang diantara mereka, di wajahnya tampak bekas luka yang cukup panjang dan dalam. Kaki kanannya tampak seperti kaki tiruan/palsu.

“Iya boss, tidak salah lagi” jawab seseorang

“Tak kusangka adiknya begitu cantik dan manis dan sepertinya Yuki sangat menyayanginya. Ini sempurna, dengan begini kita bisa membunuh Yuki secara perlahan. Lakukan! Buat anak itu menderita, aku pergi dulu. Awas ya kalian, kalau gagal aku sendiri yang akan membunuh kalian!” ancam pria paruh baya itu, yang kemudian pergi bersama setengah dari mereka

Sementara itu ke 4 orang yang tersisa itu, mulai melangkahkan kaki mereka menuju tempat di mana He Na sedang duduk santai sambil tersenyum bahagia karena telah bertemu kembali dengan Jaejoong.

=> To Be Continued <=

 

Hoho, tampaknya angst nya belum ngena ya? maklum FF ini emang lebih banyak dialognya daripada deskripsi soalnya saya masih belajar, jadi mohon di maafkan! ^^ Author harap next chap angst nya akan lebih berasa. Don’t Forget to Comment or Critic, please?! Arigatou😀

 

 

6 thoughts on “I Will Always Love You Chap 3

  1. vv berkata:

    wah chingu keren ..
    siapa ya 4 orang namja itu ???
    kasian he na apalagi dia kan baru ketemu sam jaejoong ..
    lanjut ya chingu ..jngan lam2

  2. deewookyu berkata:

    He na di culik..
    Jae dtg nolongin..
    n…….
    pasti karena cintanya lebih besar…
    bukan karna Hena adiknya……
    aaaggh…..ga usah ditutupin dong JAE …….

  3. Marliena berkata:

    (っˆヮˆ)っ нё헤нё헤нё헤нё헤 ټ•°˚°• Akhirnya ketemu Jüƍª oppa sama dongsaengnya..

    Lucu liat karakter xiah yang slalu polos dan apa adanya kyk real karakternya,. Next chap..

  4. nisa6002 berkata:

    Ibu barunya jj sepupu x kan? Ehm… apa yg akan terjadi nanti? Aku Hena knp2 ni. Jj selamttin Hena ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s