Wanna Love You, but I Can’t… Chap 1


Tittle    : Wanna Love You, but I can’t…

Genre : Angst, Fantasy, Romance

Rating : PG/13 (Straight)

Lenght : 1 of ??

Main Cast : Kang Yura (Ocs), Kim Jaejoong & Shim Changmin

Other cast :  Jung Yunho, Park Yoochun, Kim Junsu, Lee Eunri, Jung Yoon Rie, Han Yourin & Kim So Yeon

Disclaimer : Terispirasi dari manga ‘fruits basket’ but Plot is my own?!

Author       : Satsukisorayuki

A/n : Ini inspirasinya dari komik diatas jadi jangan heran kalau misalnya nanti ada sedikit kesamaan cerita, tapi walaupun begitu kalian harus tetap menghargai karya saya ini, sebab author pasti akan membuat jalan cerita yang berbeda seperti di fanfic-fanfic author yang sebelumnya, NO PLAGIAT karena sebagian besar FF2 yang saya buat adalah hasil imajinasi sendiri. Don’t like don’t read! Kata yang bercetak miring berarti flahsback ya? ^^

 

Chapter 1

=> Someone’s POV

Kenapa? Kenapa semua orang membenciku? Apakah karena legenda itu?

Itu hanya legenda, aku memang mewarisi spirit tikus tapi kumohon jangan membenciku terutama kau, sang pewaris spirit kucing. Aku menyayangimu,  sungguh?!

Aku juga menyayangimu dan juga mengagumimu, Yun. Tapi kumohon berhentilah, aku tak keberatan walau hanya menjadi mainanmu tapi kumohon jangan mengatakan hal-hal yang menakutkan lagi padaku.

Junsu, wae? Kenapa kau lakukan itu padaku? Padahal aku sudah memohon padamu tolong jangan hapus memori mereka.. karena mereka adalah teman-teman pertamaku yang sangat berharga, tapi kenapa kau tetap melakukannya? Apakah karena Yunho? Jadi kalian benar-benar tidak peduli kalau aku kesepian? Baiklah, mungkin memang sudah takdirku untuk selalu sendirian.

Yoochun-a, gomawo. Terimakasih karena sudah membawaku pergi dari neraka itu, walaupun kau membenciku tapi sisi hatimu yang lain sangat menyayangiku dan peduli padaku, aku sangat bahagia.

=> Author POV

Hari ini suasana sekolah  tetap ramai seperti biasanya, hampir semua siswi Tohoshinki senior high school bergerombol hanya untuk menanti sang pangeran sekolah mereka, Kim Jaejoong. Pagi yang sangat berisik, penuh dengan teriakan histeris para yeoja yang membuat seseorang kesal pada tingkah teman-temannya itu.

“Yura-a, kenapa sekolah ini selalu berisik? Aku tidak tahan!” ketus seorang yeoja yang sejak tadi merasa terganggu dengan teriakan-teriakan histeris di pagi hari.

“Mau bagaimana lagi, Jaejoong oppa memang pangeran sih?” jawab yeoja yang tak lain adalah Yura sambil tersenyum dengan pandangan mata mengarah pada sosok Jaejoong

“Hah? Jadi kau juga menganggap orang yang menyedihkan itu sebagai pangeran? aigoo kau memang terlalu polos Yura. Sudah kubilang dia bukan pangeran, jadi berhentilah bertingkah seperti mereka!”

“Kalau dia bukan pangeran lalu apa? Putri? Aku setuju denganmu, soalnya dia memang sangat cantik sih” celetuk seseorang

“Dasar penggemar Maho” sinis Eunri

“Jangan mengalihkan pembicaraan, aku kan tanya padamu, kalau dia bukan pangeran lalu apa? Jawab dulu dong!” sanggahnya

“Benar yang So Yeon katakan, kalau aku bukan pangeran lalu apa?” tanya seseorang, sontak ketiga yeoja itu menoleh kebelakang dan mendapati seseorang tersenyum lembut kepada mereka

Eunri masih memandang namja yang kini berdiri beberapa meter di depannya dengan tatapan dingin “Kau hanya seseorang yang menyedihkan” ketus Eunri

“Apa maksudmu?” tanya namja itu agak emosi

“Entahlah, tapi entah kenapa aku merasa julukan pangeran tidak pantas disandang olehmu, karena sorot matamu tidak memancarkan kebahagian melainkan rasa kesepian. Yura-a, So Yeon, ayo kita ke kelas sebentar lagi bel masuk berbunyi!” ujar Eunri, kedua temannya pun mengikutinya

Jaejoong hanya mematung setelah mendengar perkataan ketus Eunri, tapi selang beberapa detik kemudian sebuah senyuman tersungging dibibirnya.

“Jae-ah, waeyo? Apa ada sesuatu yang menarik?” tanya seseorang

“Yoochun-a, tak kusangka ada juga yeoja yang tidak menganggapku sebagai pangeran. Aku jadi tertarik padanya” jawab Jaejoong

“kalau dia tidak menganggapmu sebagai pangeran terus dia menganggapmu apa, putri?” tanya Yoochun yang kemudian tertawa sekenanya.

“Yaa!” protes Jaejoong dengan tatapan ingin membunuh, Yoochun pun lari menyusuri koridor sekolah

Jaejoong terus berlari mengejar Yoochun yang sudah agak jauh dengannya, tiba-tiba

Bruukkk

Jaejoong menatap nanar pada sekotak makanan yang kini isinya telah berserakan di lantai, dia benar-benar merasa bersalah karena telah berlari-lari tanpa melihat jalan. Dia pun menengadahkan wajahnya pada sosok tinggi di depannya. Tatapan itu lagi, tatapan dingin dan penuh dengan kebencian.

“Mianhae, aku tidak sengaja” kata Jaejoong, lalu dia membuka tasnya dan menyodorkan kotak makanan miliknya “Aku akan menggantinya, terimalah!” lanjut Jaejoong

Dengan kasar namja itu menepis tangan Jaejoong hingga kotak makanan yang Jaejoong pegang terjatuh dan menumpahkah seluruh isinya, lantas namja itu pun melengos pergi meninggalkannya tanpa berkata sepatah katapun.

“Changmin-a, mianhae” gumam Jaejoong dengan suara lirih

“Yun, apa yang kau lakukan? Kenapa kau mencorat-coret tembok dengan cat hitam seperti ini? hentikan Yun, kasihan para pelayan kita?” ujar Jaejoong yang kemudian menyentuh tangan Yunho dan hendak menyimpan kuas berukuran sedang itu.

Yunho menatap tajam ke arah Jaejoong, dengan satu tatapan itu saja pipi Jaejoong langsung tergores dan mengeluarkan darah, begitu cepat bagaikan terkena kunai yang dilempar Uchiha Itachi. Jaejoong meringis sambil memegangi pipinya yang luka.

“Yun, mian..” ujar Jaejoong

Yunho kembali menatap Jaejoong tajam, dan secepat kilat Jaejoong terlempar dan punggungnya membentur tembok.. dia pun kembali meringis sambil mengigit bibir bawahnya. Sungguh punggungnya terasa ngilu dan sakit.

“KAU JANGAN PERNAH MENGATURKU!! APAKAH KAU SUDAH LUPA? KAU ITU HANYALAH MAINANKU, KIM JAEJOONG?” bentak Yunho

“Tapi, Yun.. aku hanya…”

“DIAM! Kau milikku, hanya milikku.. jadi jangan pernah mengaturku sebab akulah yang menentukan kehidupanmu.  Apakah kau lupa, eommamu itu sudah membuangmu dan menyerahkanmu padaku? Dia tidak membutuhkanmu. Kau tidak di butuhkan di dunia ini, tak ada seorang pun yang membutuhkanmu, Kim Jaejoong”

“Yun, hentikan jangan katakan itu lagi!” mohon Jaejoong sambil menutupi telinganya dengan kedua tangan

Yunho semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Jaejoong yang kini tengah meringkuk ketakutan, dia pun tersenyum sinis.

“Bahkan semua orang membencimu!”

“Apa maksudmu?” tanya Jaejoong

“Changmin, Yoochun, bahkan Junsu.. mereka semua sangat membencimu Kim Jaejoong, begitupula aku” lanjut Yunho

“Siapa orang-orang yang kau katakan itu, aku tidak pernah mengenal mereka?” tanya Jaejoong

“Asal kau tahu, semua orang membenci tikus.. terutama Changmin. Bahkan Yoochun yang lembut juga membencimu, karena dia sering menjadi bahan olok-olokkan gara-gara kau?!”

“Apa yang kau katakan, aku tidak mengerti?”

“Kan sudah aku bilang kalau kau hanyalah seperti sampah yang harus di buang, tidak ada seorangpun yang membutuhkanmu!” ujar Yunho yang kemudian tertawa terbahak-bahak

Jaejoong yang sudah tidak tahan lagi akhirnya segera berlari keluar menjauhi yunho, suara tawa Yunho masih terdengar jelas dan Jaejoong pun semakin mempercepat larinya hingga akhirnya suara itu menghilang.

“Benarkah? Dia ada disini? Changmin-ssi, Si anak kucing itu?” Jaejoong tidak sengaja mendengar bisikkan pelayan-pelayan yang kini tengah berhenti melakukan pekerjaan mereka masing-masing, setelah dia terbebas dari rasa takut yang tadi menghinggapinya.

“Ne, sekarang dia ada di luar. Aku tidak tau apa tujuannya datang kemari” jawab yang lain

Jaejoong kecil yang penasaran pun akhirnya melangkah menuju halaman depan, dilihatnya seorang anak laki-laki dengan syal yang melingkar di lehernya sedang berdiri mematung menghadap pintu.

“Annyeong, kau sedang mencari siapa? Salju masih turun dengan lebat, jadi sebaiknya kita masuk!” ujar Jaejoong ramah dengan senyum yang menghiasi wajahnya

Anak laki-laki itu malah menatap Jaejoong dengan tatapan tajam dan penuh dengan kebencian

‘Semua orang sangat membencimu, terutama Changmin’ perkataan Yunho kembali terngiang-nging di kepalanya

“Si Tikus itu, apakah benar kau?” tanya anak laki-laki itu

“Ah, ne…”

“KAU, AKU BENCI KAU! KAU TAK AKAN PERNAH AKU MAAFKAN SAMPAI AKU MATI” bentak Changmin dengan suara kerasnya

“Wae? Apa maksudmu?”

“IBUKU MENINGGAL GARA-GARA KAU, DIA BUNUH DIRI GARA-GARA KAU! SEMUA INI ADALAH KESALAHANMU, AKU SANGAT MEMBENCIMU KIM JAEJOONG!!” teriak Changmin yang kemudian berlari begitu saja, airmata yang sejak tadi dia tahan akhirnnya tumpah begitu saja.

Jaejoong kecil yang shock hanya bisa mematung di tempat tanpa sanggup mengatakan sepatah katapun, kini dia sadar bahwa yang dikatakan Yunho itu adalah benar.

 

“Oppa, apa yang kau lakukan? Apa kau tidak ingin masuk ke kelas, bel masuk sudah berbunyi lho?” tanya seorang yeoja menepuk bahu Jaejoong

Jaejoong akhirnya tersadar dari lamunannya, lalu dia menatap bola mata yeoja itu dan tersenyum

“Kurasa aku akan membolos untuk hari ini, Yoon Rie-a”

“Wae? Apakah oppa tidak enak badan, wajahmu agak pucat? Ayo aku antar ke ruang kesehatan saja!” tawar yeoja itu “Ahni, jangan kita pulang saja, kalau kau sakit kau akan berubah jadi…”

“Gwaenchanha Yoon Rie-a, aku hanya ingin membolos tapi takut ketahuan songsaenim” potong Jaejoong

“Jinjja?”

“Ne, kau sendiri kenapa belum masuk kelas?” tanya Jaejoong

“Ah, aku malas mengikuti pelajaran Fisika abis aku tidak suka gurunya. Kita membolos berdua saja ne, oppa?!” ajak Yoon Rie sambil menyeret Jaejoong menuju taman belakang sekolah

Taman ini adalah tempat favorit Yoon Rie, penuh dengan bunga-bunga indah, dan juga terdapat sebuah pohon maple yang sudah mulai berubah warna karena musim gugur telah tiba. Angin dingin menyapa Jaejoong dan Yoon Rie dengan sentuhannya, menerbangkan anak-anak rambut mereka. Yoon Rie memejamkan matanya, menikmati sejuknya angin di pagi hari.

“Yoon Rie” panggil Jaejoong

“Ne?” jawab Yoon Rie tampa menoleh ke arahnya

“Kenapa kau ingin membolos denganku? Bagaimana kalau Yoochun tau, dia bisa cemburu?!” ucapan Jaejoong membuat Yoon Rie terdiam seketika

“Wae, Yoon Rie-a?”

“Aku sudah berpisah dengannya” jawab Yoon Rie dengan mata berkaca-kaca

“Mweo? Bukankah kalian saling mencintai?!”

“Sudahlah oppa, aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Cinta hanya membuat hatiku sakit!” cerita Yoon Rie yang kemudian duduk di bawah pohon maple itu dan menyandarkan punggungnya

Jaejoong ikut duduk di samping Yoon Rie, kemudian menggenggam tangan Yoon Rie erat

“Wae? Apakah kau bertengkar dengannya? Ataukah ini karena kakakmu?” tanya Jaejoong

“Aniyo, oppa. Ini tidak ada hubungannya dengan Yunho oppa, sungguh!” jawab Yoon Rie cepat

“Tidak usah berbohong! Aku sungguh mengenalmu, karena kau sudah aku anggap sebagai adik kandungku sendiri”

“Tapi aku tidak berbohong, oppa?!” sanggah Yoon Rie

“Terserah apa katamu?” sambung Jaejoong

>>>>>.<<<<<

Yura berjalan lunglai tak tentu arah, kini dia sudah tidak tahu lagi harus tinggal dimana. Dia terus menyusuri hutan, mencari tempat yang cukup aman untuk membangun sebuah tenda. Yura adalah gadis sebatangkara, kedua orang tuanya telah meninggal beberapa Tahun yang lalu karena kecelakaan. Yura masih ingat betul kecelakaan na’as yang menewaskan kedua orang tuanya itu. Hari itu mereka berencana untuk liburan sekeluarga, namun tiba-tiba saja terjadi kecelakaan beruntun di jalan raya dan Yura adalah salah satu korban yang selamat walaupun sempat terluka parah hingga harus dirawat di Rumah Sakit selama beberapa bulan. Sekarang dia benar-benar tidak tahu harus kemana, sang pemilik rumah yang selama ini Yura tinggali sudah mengusirnya karena Yura belum bisa membayar uang sewa setelah nunggak 4 bulan.

Tiba-tiba saja Yura kaget karena kini dia menemukan sebuah rumah yang cukup besar dan luas, berlantai dua, dan ada sebuah kolam kecil di depanya. Rumah itu juga dikelilingi beberapa pohon maple. Seketika itu juga pikirannya mulai melayang kemana-mana?

‘Ba.. bagaimana mungkin ada sebuah rumah di tengah hutan seperti ini, jangan-jangan ini rumah hantu?’

Saat Yura masih tengah berpikir yang macam-macam, terdengar alunan suara violin yang sangat merdu, lagu sedih yang berhasil membuat mata Yura berkaca-kaca.

‘Ada yang sedang bermain violin di dalam sana tapi kenapa lagu yang dia bawakan sesedih ini?’ tanya Yura lebih pada dirinya sendiri

Dengan ragu-ragu Yura semakin melangkahkan kakinya lebih dekat ke arah rumah tersebut, Yura yang penasaran semakin mempertajam pendengarannya hingga akhirnya kini dia sedang berdiri di depan sebuah kamar, dari jendela itu terlihat sosok seorang namja berwajah cute sedang memainkan sebuah violin sambil memejamkan matanya.

Junsu sedang asik memainkan violin kesayangannya saat tiba-tiba salah satu senarnya putus, hingga akhirnya dia terpaksa menghentikan permainannya. Setelah menyimpan violin nya di atas ranjang, dia melangkah menuju ke arah jendela. Dari lantai dua itu, Junsu menangkap sosok seorang yeoja yang asing baginya.

‘Yeoja itu bukanlah Yoorin ataupun Yoon Rie? Siapa yeoja itu ya? Kenapa dia bisa ada disini?’ pikir Junsu

Yura terbelalak kaget ketika Junsu menatapnya, tapi Yura sedikit penasaran karena ternyata mata kiri namja yang sejak tadi diperhatikan itu terbalut perban.

‘Ah dia melihatku, apa yang harus aku lakukan? Lalu, kenapa mata kirinya di perban? Apakah mata kirinya terluka?’ pikir Yura

“Hei kau, siapa kau? Aku tidak pernah melihatmu?” teriak Junsu dengan suara lumba-lumbanya

“Ah, aku.. aku…” Yura terbata-bata

“Tidak kedengaran teriak saja!” teriak Junsu pula

“Aku sedang mencari pekerjaan” teriak Yura pada akhirnya

“Siapa kau?” tanya seorang dari belakang, Yura pun membalikkan badanya

“Kang Yura” ujar namja itu

“Yoo.. yoochun sunbae, kenapa kau bisa ada disini?” kaget Yura

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu? Itu kan rumahku, lalu semua tanah sekitar sini juga tanah milik keluarga kami” jelas Yoochun

“Hah? Kalau begitu hutan ini juga?”

“Ne, lalu kenapa kau bisa ada disini?”

“Yoochun-a, kau mengenalnya?” teriak Junsu lagi

“Yaa, Kim Junsu! Berhentilah berteriak dan turunlah! Kita bicarakan di ruang keluarga saja” Teriak Yoochun

“Ne, baiklah” jawab Junsu

“Yura? Ayo masuk, udara diluar sangat dingin!” ajak Yoochun yang kemudian dituruti oleh Yura

>>>>>.<<<<<

“Jadi kau di usir dan sedang mencari tempat tinggal?” tanya Yoochun

“Ne” jawab Yura sambil menunduk sedih

“Tapi kok bisa nyasar kemari sih? Aneh sekali!” sambung Junsu

“Molla, aku hanya mengikuti kemana kakiku melangkah” jawab Yura

“Kasian sekali kau Yura-ssi, bagaimana kalau untuk sementara ini kau tinggal di rumah kami saja?”

“Yaa, Park Yoochun! Apa kau gila, ha? Lihat, dia itu wanita? Lagipula Yunho hyung belum tentu akan mengijinkannya tinggal disini, kan? Dia bisa marah besar, Yoochun. Lihat! Mata kiri ku saja masih belum sembuh gara-gara dilukai olehnya” protes Junsu

“Memangnya kenapa kalau aku wanita?” tanya Yura

“Pabo! Memangnya kau tidak takut? Yang tinggal disini tuh namja semua, tau!” bentak Junsu

“Aku tau kalian orang baik, jadi aku percaya kalau kalian tidak akan pernah berbuat macam-macam padaku! Kumohon, aku tidak tau lagi harus kemana? Tolong bantu aku! Jadi pembantu disini pun aku tak keberatan, kok. Jebal tolong bantu aku Junsu-ssi” mohon Yura dengan airmata berlinang

“Ini bukan masalah kami orang baik atau bukan? Tapi….”

“Aku pulang!” seru seseorang yang kemudian memasuki rumah itu bersama seorang gadis, ketika keduanya sampai di ruang keluarga, Yura terbelalak kaget

“Jaejoong sunbae, Yoo.. Yoon Rie!”

“Yoon Rie-a” ujar Yoochun sambil tersenyum manis pada Yoon Rie

“Jangan berharap macam-macam! Aku kesini bukan karena merindukanmu, aku hanya ingin menjenguk Junsu” ketus Yoon Rie sambil mengalihkan pandangannya dari Yoochun

“Jinjja? Lalu kenapa kau harus datang bersamanya?” tanya Junsu sambil menatap sinis ke arah Jaejoong

“Aigoo, Junsu oppa, kenapa kau selalu bersikap dingin padanya? Jaejoong oppa itu kan kakakmu, harusnya kalian itu akur!”

“Jangan harap aku akan akrab dengan tikus kotor itu!” ketus Junsu sambil memalingkan wajahnya

“Sudahlah, Jaejoong oppa jangan di ambil hati! Sebenarnya Junsu oppa itu sangat menyayangimu.. makanya dia tidak ingin kau dekat-dekat dengannya” kata Yoon Rie sambil tersenyum pada Jaejoong

‘Aigoo, kenapa mereka jadi sibuk sendiri? Memangnya aku tidak kelihatan’ pikir Yura agak kesal

“Nanti saja kita membicarakan hal ini! Sekarang kita bicara tentang Yura saja!” ujar Yoochun

Yoochun menatap Jaejoong, Yoon Rie, Junsu dan Yura bergantian. Yoochun memegang lengan Yura lalu tersenyum pada ketiga orang di depannya. Junsu mencibir kesal sedangkan Jaejoong dan Yoon Rie tampak bingung.

“Park Yoochun, jika rahasia kami terbongkar kau harus bertanggung jawab dan jangan salahkan aku jika nanti aku menghapus ingatan yeoja itu, arra!” ketus Junsu

‘Menghapus ingatanku, membongkar rahasia.. apa maksudnya?’ Yura bertanya pada dirinya sendiri

“Kau tenang saja Junsu-a, aku yakin Yura-ssi bisa dipercaya” jawab Yoochun

“Yaa, jangan bertele-tele! Sebenarnya apa maksudmu, hah?” sinis Yoon Rie yang agak cemburu melihat Yoochun yang mengenggam tangan Yura

“Mulai hari ini Yura akan tinggal disini!” jawab Yoochun

“Mweo? Yoochun-a, kau jangan becanda!” sambung Jaejoong

“Aku tidak bercanda Jae, lagipula Yura bilang.. dia tidak keberatan kalaupun hanya menjadi pembantu kita, jadi kau tidak usah repot-repot memasak lagi karena sudah ada Yura”

“Baguslah, siapa tau kalau ada Yura disini.. kau akan berhenti mengharapkanku oppa”

“Tapi Yoon Rie aku hanya mencintaimu dan aku hanya membutuhkanmu”

“Sayangnya aku sudah tidak membutuhkanmu lagi” ketus Yoon Rie “Oppa, jangan lupa temui oppaku! Kau harus tetap minta izin padanya soal Yura” lanjutnya yang kemudian pergi menuju pintu keluar

“Yoon Rie-a, apa kau sudah mau pulang?” tanya Jaejoong, Yoon Rie menghentikan langkahnya dan kembali menoleh pada Jaejoong

“Ne, aku mau pulang saja” jawab Yoon Rie,

Yoochun menatap nanar punggung Yoon Rie yang semakin lama semakin jauh dan tak terlihat lagi olehnya. Sementara itu Yura menjadi tidak enak hati.

“Yoochun sunbae, apa Yoon Rie marah karena kehadiranku?” tanya Yura

“Anni, bukan karena kau Yura-ssi. Memang seperti itulah sifat Yoon Rie” jawab Yoochun

“Tapi..”

“Jae, Su.. bagaimana apa kalian setuju untuk menerima Yura di rumah kita? Setelah mendapatkan persetujuan kalian aku akan segera meminta izin Yunho..”

“Baiklah tapi lihat saja, jika yeoja ini macam-macam aku tak akan segan untuk menghapus memorinya” Jawab Junsu

Yoochun tersenyum, begitu pula dengan Yura yang merasa bahagia karena akhirnya dia sudah mempunyai tempat tinggal lagi.

“Lalu bagaimana denganmu, Jae?” tanya Yoochun

“Baiklah, dengan syarat jangan pernah memeluk kami!” tegas Jaejoong

‘Jangan pernah memeluk kalian?’ pikir Yura yang langsung teringat perkataan So Yeon tempo hari

“Kim Jaejooong dan Park Yoochun itu pasti maho”

“Yaa, jangan berbicara hal yang menjijikan seperti itu!” tegur Eunri yang merupakan ketua gang mereka

“Benar, buktinya Yoochun oppa pacaran dengan Yoon Rie” sambung Yura

“Tapi mana kita tau kalau seandainya itu hanya sebagai penyembunyian jati diri yang sesungguhnya”

“Kim So Yeon, memangnya kau punya bukti?” tanya Eunri sambil menatap So Yeon dengan tatapan tajam

“Buktinya ada, kalian juga sering lihat kan? Mereka memiliki banyak penggemar wanita, tapi setiap kali ada yeoja yang dengan kecentilan ingin memeluk mereka, dengan reflek mereka langsung menendang yeoja itu dengan kejam sampai akhirnya mereka terdorong dan terjatuh” jelas So Yeon yang sukses membuat Eunri dan Yura menatapnya horor

“Arra, arra. Terserah kalian mau percaya atau tidak! Toh nanti kalian juga akan tau sendiri”

Yura terbelalak kaget, dia mulai mempercayaai perkataan So Yeon saat itu namun sisi hatinya yang lain sangat tidak rela jika kenyataan itu adalah benar. Akhirnya tampa mempedulikan perkataan Jaejoong, Yura langsung memeluk Yoochun. Yura bisa melihat dengan jelas raut wajah Jaejoong dan Junsu yang kaget setengah mati, seakan bola mata Jaejoong akan melompat keluar.

“Gomawo, kau baik sekali Yoochun sunbae” ujar Yura, namun detik berikutnya Yoochun langsung berubah menjadi seekor sapi

“Dasar Park Yoochun, pabo!” perpaduan suara nyaring Junsu dan Jaejoong pun menggema dalam ruangan itu

Yura terbelalak kaget melihat pemandangan yang kerap terjadi itu, dia benar-benar shock hingga reflek menutup mulutnya dengan telapak tangan

‘Legenda Juunishi, mungkinkah legenda itu sungguh ada? Lalu kalau Yoochun sunbae adalah sapi, mungkinkah Jaejoong sunbae dan Junsu…’ pikir Yura, memang sulit dipercaya namun dia sudah melihat hal itu dengan mata kepalanya sendiri dan tidak mungkin bisa di sangkal lagi.

“Kang Yura, dengan sangat menyesal aku terpaksa akan menghapus memorimu” suara lantang Junsu membuat Yura tersadar dari lamunannya

=> To Be Continued <=

 

Yup, akhirnya fic baruku chapter satunya kelar. Mau dilanjut atau tidak silahkan komen disini! Dan sesuai petunjuk dari admin chap 2 dan selanjutnya akan saya protect, mohon maaf bila ceritanya gaje ya? Maklum ini pertama kalinya author bikin fanfic bergenre fantasy, maaf juga kalau ada typo soalnya ga author edit dulu ^^

21 thoughts on “Wanna Love You, but I Can’t… Chap 1

  1. vv berkata:

    wah keren nih …
    jarang bnget nemu ff yang genrenya fantasy …
    kira2 ingatan yura bkal dihapus beneran ga ya ???
    lanjut ya chingu ,,jangan lama2 ..^^

  2. trnyata kalo d peluk bakalan kmbali k bentuk asli . . . . .
    kasian jj jad tikus at ntar klo d peluk . . .

    kalo yura trmasuk manusia ataw sma kya mereka ?????

    d tunggu next chap nya ya🙂

  3. Kim Hyun Rin (cassiopeiay) berkata:

    woowww keren eon. tapi aku masih rada gak mudeng… sepertinya yunho disini wataknya keras bgy yah. jaejoong dilukai, mata junsu dilukai juga. ckckckck
    kutunggu chap 2 ya eon :))

  4. linasuhadi berkata:

    Wah..kyknya seru bgt ni ff nya..ak blm pernah dgr atau baca ttg legenda itu..
    Huaaahhh..penasraan..
    Thor lanjut..hehhehehe

  5. Asik keren bgt dah!!! Di tunggu lanjutannya^,~
    Omo~ yunho ama junsu apa ya? Kan jae tikus, trus uchun sapi, laki saya *T,T* kucing #gapapa lah aku suka kucing!!!

  6. Thor, ini cerita terinspirasi dari komik ‘Fruit Basket’ ya? Soalnya dari awal sampe akhir mirip bgt… #maaf kalo sok tahu

    Kalo mirip friut basket seru nih, ngomong2 Yunho apa? Kuda? Anjing?
    Changmin kucing? Waaahh ku kira si Jae yang kucing wkwk..

    Lanjutannya asap!😀

  7. @VV: Hehe, author abiz baca tu manga jd kepikiran bikin ini deh ^^ Bakal dihapus ga ya, liat next chap aja deh wkwkwk. Ne, lanjutannya tgl 17 ya?

    @Karina : Begitulah, kalo Yura manusia donk ^^

    @Kim Hyun Rin (cassiopeay) : Manga nya lebih seru lho, lucu lg *ya iyalah*. Yunho? ne, kira2 begitulah, next chap nya tgl 17 ya?

    @Linasuhadi : Ntar legendanya aku terangin di chap 2, oke?

    @Rei: Ntar jg tau kekeke. Klo km suka kucing, bayangin aja Yura itu km ^^

    @Mundongkyu2326: Iya, noh udah author terangin di disclaimer. Itu manga fav ku km suka jg? Dah pernah baca pe tamat blm? *author blm*
    Yunho? nggak tahu tuh, next chap tgl 17 ya?

    @All: Gomawo for read & Comment

  8. euchan she peef berkata:

    ngga kebayang, klw yuchun berubah jadi sapi..(?)😀
    jujur, aku masih bingung sama jalan ceritanya..😦

    lanjutkan chingu~^^

  9. “Changmin, Yoochun, bahkan Junsu.. mereka semua sangat membencimu Kim Jaejoong, begitupula aku” lanjut Yunho

    “Siapa orang-orang yang kau katakan itu, aku tidak pernah mengenal mereka?” tanya Jaejoong
    Aku ga ngrti deh sm yang ini,, bukannya jae kenal sm mrk sma tp kok malah bilang ga knl????? *ga mudeng* hhe
    Qu sk bngt sm ffnya tp masih kurang ngrti juga sh ,,hha

  10. Min berkata:

    Bca ffmu,smbil nginget alur crita fruit basket >///<
    critanya bkal sama persis ga sama fruit basket?slnya part ni bny bbrapa yg sma kya fruit basket /plak klo bnyk sama,aqu sdikit tau ni ff bkal kya gymna *digetok tria*
    brhrap ni ff akan brkembang alur critanya~
    okeh skian komen qu🙂

  11. Sungie berkata:

    Huwaa,,, ada yg bikin fruit basket versi DB5K… aq suka bgt ama komik ntuh,, ceritanya seru!!… tp sayangnya aku gak baca sampek end… -_-”
    ff ini jg gak kalah seru!
    keren dah!😄

    • Aku juga suka komik tu ^^
      Sama cingu, aku jg lum baca pe tamat.. jdnya lum tau deh tu manga endingnya kyk gimana? -__-
      Makasih, aku akan berusaha agar ceritanya nggak trlalu mirip…

  12. chunnie_man berkata:

    Seru bgt ffnya author,kurang gak ngerti dikit.ini ceritanya pangeran yg brubh jelek stlh dipeluk.ah penasaraSeru bgt Seru bgt ffnya author,kurang gak ngerti dikit.ini ceritanya pangeran yg brubh jelek stlh dipeluk.ah penasaraSeru bgt ff

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s