I Will Always Love You Chap 2


Author      : Satsukisorayuki

Genre       : AU/Romance

Tittle         : I Will Always Love You

, Angst

Cast         : Shin He Na, (DBSK) Kim Jaejoong, Park Yoochun,

Other cast : (DBSK) Jung Yunho, Kim Junsu, Shim Changmin & Fuzita Keiko, Haruna Suzuki

Rating       : PG/13

Lenght       : Chaptered

Disclaimer : PLOT IS MY OWN?! Terinspirasi dari K-drama ‘Tree of Heaven’

Note : Fanfic ini pernah aku post di => http://fan3less.wordpress.com/ jadi kalo yang udah pernah baca harap maklum😀

I Will Always Love You

PART 2

=> Author POV

Tanpa He Na sadari, ada seorang pemuda tampan dan tegap berpakaian serba hitam sedang memperhatikannya dari jauh dan dia berdiri tepat sekitar 4 meter di belakangnya. Namja itu diam-diam semakin mendekati He Na

Tiba-tiba terdengar suara Handphone berdering, He Na menoleh ke belakang dan dilihatnya ada seorang namja tinggi berkulit agak kecoklatan dan bertubuh tegap mulai merogoh saku celananya dan mengangkat ponselnya

“Nuguya?” tanya He Na lirih, He Na tidak mempedulikan hal itu dan kembali melangkah menuju tempat lain yang ingin dia tuju

“Moshi-moshi (halo), Yuki-sama…” sapa namja tinggi tersebut

“U-Know-san, ikaga (bagaimana)? Apa kau sudah menemukan gadis itu?” tanya suara di sebrang sana

“Hai (ya), Yuki-sama. Ternyata selama ini dia memang tinggal di Tokyo dan tidak pernah menetap di Sapporo lagi”

“Apa dia baik-baik saja?”

“Hai, Yuki-sama. Dia tampak sangat sehat, tapi sepertinya saat ini dia sangat sedih. Kurasa gadis itu sangat merindukan anda, Yuki-sama”

“Aku juga merindukannya, sangat merindukannya tapi aku tidak mau mengambil resiko. Karena dulu aku pernah berjanji bahwa aku akan melindunginya selamanya”

“Sampai kapan kau akan menyiksa dirimu sendiri, ha? Bukankah kau mencintainya? Yuki-sama, sampai kapan anda akan begini terus? Mengapa tidak kau temui saja dia?” tanya U-know bertubi-tubi

“U-Know-san, kau sendiri kan sudah tau. Aku melakukan semua ini karena aku tidak mau dia terlibat dalam urusan kita. Seorang mafia seperti kita bisa mati kapan saja, kau tau itu kan?”

“Tapi Yuki-sama anda tidak perlu khawatir. Karena Aku, Max, dan Xiah serta pengawal anda yang lain pasti akan selalu melindungi kalian berdua, karena itu sudah menjadi kewajiban kami”

“Demo kau sendiri juga tau siapa musuh kita, U-Know-san. Dia sangat kejam dan berbahaya dan musuh kita juga bukan hanya mereka saja. Kita punya banyak sekali musuh, U-know-san”

“Termasuk Sora-sama, ayah anda?”

“Hmm, jika kita mengkhianatinya atau berbuat kesalahan besar dia pasti akan turun tangan untuk membunuh kita. Kita ini bagaikan orang yang terjebak dalam lingkaran api, U-know-san”

“Hero Hyung, Saengil chukae!” terdengar suara ceria dolphin dan si magnae dari sebrang telepon

“Yaa! Kalian berdua menganggu saja, aku dan Yuki-sama kan sedang membicarakan hal penting” protes U-Know pada kedua rekannya itu

“Kenapa kalian selalu memanggilku Hero, hmm?”

“Hyung aku tau kau suka salju, dan Yuki itu kan artinya salju. Masa kami memanggilmu salju sih? Kau kan manusia” jawab Max polos

“Max benar, lagipula aku lebih suka memanggilmu Hero hyung daripada Sorayuki-sama, Sora itu kan namanya si boss galak” sambung Xiah

“Tapi si boss galak itu ayahnya Yuki-sama, tau. Dia orang yang sudah mengangkat kita dari jalanan dan memberi kita pekerjaan istimewa ini, Jadi kalian harus menghormatinya!” tegur U-Know

“Ne memang suatu pekerjaan istimewa dengan menjadi pengawal pribadinya Hero hyung, tapi Yunho hyung, untuk apa kita menghormati si tua itu? Yang kami berdua kagumi itu kan cuma kau dan Hero hyung”

“Changmin-a, kenapa kau memanggilku Yunho?”

“Memangnya kenapa? Nama aslimu kan memang Jung Yunho, hyung. Kau juga barusan mengapa memanggilku Changmin?”

“Karena nama aslimu itu Shim Changmin” jawab U-Know ketus

“Ah hyung, kenapa membalikkan kata-kataku?” protes Changmin di sebrang telpon, sedetik kemudian terdengar suara tawa Xiah dan Yuki di sela pembicaraan tersebut

“Yaa, hyung! Kalian jangan menertawakanku”

“Arra, aku berhenti…” timpal Xiah sambil terus menahan tawa “Oh ya hyung sebenarnya sudah lama aku ingin menanyakan ini, kenapa Sora-sama mengganti namamu menjadi ‘Hiro Sorayuki’? bagusan juga Kim Jaejoong, kau kan orang Korea?” lanjut Xiah

“Yaa, Kim Junsu! Kau kan tau sendiri kalau boss besar kita itu orang Jepang, tentu saja dia mengganti nama JJ dengan nama orang Jepang” jelas U-Know

“Dan kenapa nama kita juga harus diganti menjadi, U-Know, Xiah dan juga Max?”

“Tanyakan saja sendiri padanya, kalau berani”

“Shireo”

“Ya sudah, terima saja kalau begitu!”

“Abis namamu yang paling aneh diantara kita semua, hyung” celetuk Max

“Benar tuh yang dikatakan Max” sambung Xiah

“Aish, kalian ini!”

“Eh Hero hyung, kau belum menjawab pertanyaanku tadi”

“Aku sendiri yang memilih nama Yuki untuk menjadi identitas baruku, Xiah.. karena awalnya otousan hanya memberiku nama Hiro Sora”

“Karena kau sangat menyukai salju kan, hyung?” sambung Max pula

“Ne, dan juga karena dia itu adalah ayahku. Jadi aku harus selalu menurut padanya untuk membalas budi baiknya. Ya, walaupun aku sendiri tau kalau sebenarnya otousan hanya memanfaatkanku saja”

“Yuki-sama, tenang saja! Kami bertiga akan selalu berada di sisimu, di dekatmu. Karena kami adalah keluarga barumu…”

“Ne, kami bertiga sangat menyayangimu, hyung” seru Max dan Xiah bersamaan

“Gomawoyo..”

“Cheomaneyo”

“Yunho-a, apa He Na tinggal di Tokyo bersama kedua orang tua kami?”

“Yuki-sama sebenarnya, Tn. Kim dan Ny. Ji Yeong sudah meninggal 2 tahun yang lalu..”

“Mweo? Jadi appa dan omma…” kaget Yuki, perkataannya tercekat

“Ne, mereka sudah tiada. Mereka tewas dalam suatu kecelakaan 2 tahun silam, kami sudah menyelidikinya dan ternyata mereka memang kedua orang tua kalian”

“Andwe…” teriak Yuki, membuat U-know sedikit menjauhkan HP itu dari telinganya

“Masih ada kami Yuki-sama, jadi anda tidak perlu sedih”

“Lalu He Na?”

“He Na, tinggal di sebuah rumah kecil yang ada di Tokyo bersama sahabatnya, Keiko. Karena rumah kalian telah di jual oleh Ny. Haruka dan Haruna sepupu kalian”

“Aish, keterlaluan mereka! Dan aku… aku malah membiarkan He Na menderita sendirian. Kakak macam apa aku ini?”

“Anda tidak perlu khawatir Yuki-sama, He Na tidak sendirian karena Keiko dan Park Yoochun selalu bersamanya. He Na dan Keiko juga bekerja sebagai pelayan di hotel miliknya, dan aku juga dengar kalau selama 2 tahun terakhir ini, Park Yoochun lah yang sudah membiayai biaya kuliahnya He Na”

“Yoochun, ya?  Arra, aku lega sekarang. Aku percaya satu-satunya namja yang bisa menggantikanku adalah dia…”

“Hyung, kau benar-benar ingin menyerah untuk mendapatkan gadis yang kau cintai?”

“Ne, Junsu-a. Karena He Na sendiri yang memintaku untuk menjauhinya, dulu. Dia bilang kami tidak mungkin bisa hidup bersama sebagai sepasang kekasih, sebab dia adikku dan aku kakaknya”

“Tapi kalian kan bukan saudara kandung? Lagipula hyung, bukankah kau sendiri tau bahwa He Na juga mencintaimu. Makanya dulu kau berani menyatakan cintamu padanya”

“Ne, Changmin-a. Tapi sejak dia menolakku dan menyuruhku pergi dari kehidupannya, sudah kuputuskan kalau aku hanya akan menjadi kakaknya”

“Jaejoong-a…”

“Yunho-a, jangan memanggilku Jaejoong lagi!”

“Mianhae, aku lupa…”

“U-Know san…”

“Ne?”

“Semalam otousan menelponku, dia bilang ada sesuatu hal penting yang ingin dia bicarakan denganku. Jadi, tolong kau siapkan kamar hotel untuk kami, karena kami akan segera berangkat ke Jepang nanti malam…”

“Kamar hotel? Memangnya anda tidak akan menetap di rumah Sora-sama”

“Shireo, dia selalu mengkekangku…”

“Baiklah akan segera ku urus semuanya, lalu setelah urusanmu dan boss selesai, apa kau akan kembali ke Korea?”

“Molla”

“Arraseo…”

“Gomawo…”                                                                                                               

‘Akan ku buat kau bertemu dengannya Yuki-sama, karena aku ingin melihatmu bahagia sebelum kau…’ pikir U-Know yang tanpa sadar telah menitikkan air mata

“Hyung, jangan bilang kalau kau diam saja di situ dan lupa membuntuti He Na” kata Max mengingatkan

“Aish, aku lupa. He Na, dia pergi kemana ya?”

“Haduh, cape deh…” keluh Xiah

“Memangnya sekarang kalian sedang dimana?”

“Sapporo, Yuki-sama”

“Aku tau, cari saja dia di bukit yang pernah kuceritakan pada kalian itu. Kurasa dia ada disana…”

“Bukit yang sering kau lukis itu? Yang ada sebuah pohon cemara, juga boneka salju nya”

“Ne”

“Ya sudah aku akan segera kesana dan melanjutkan tugasku, Saengil Chukkae…Yuki-sama”

“Gomawo…” ujar Yuki yang kemudian memutus sambungan telepon. Lalu U-Know pun segera melangkahkan kakinya menuju tempat yang dimaksud.

>>>>>.<<<<<

=> He Na’s POV

Aku ingat tempat ini, ini adalah tempat terakhir kita bertemu oppa, juga tempat yang sering kita kunjungi tiap kali aku merindukan Otousan. Kita berdua sering bermain bersama disini, saling melempar bola salju dan juga membuat boneka salju. Apa oppa masih ingat?

Di tempat inilah kita sering tertawa bersama, main kejar-kejaran dan kadang juga tiduran di atas salju. oppa bilang, dulu oppa tidak suka banyak bicara dan suka sekali tiduran di atas salju karena dengan begitu hati akan menjadi beku, tidak ada emosi, karena kepala akan tetap dingin.

Oppa lihatlah, pohon natal kita sekarang sudah bertambah tinggi! oppa juga pasti sudah bertambah tinggi, kan? Setinggi apa ya dirimu sekarang? Atau tinggimu masih tetap sama? sama seperti sejak pertama oppa dan appa menjadi keluarga baru kami? Aku ingat betul, pohon ini adalah hadiah ulang tahunku darimu. Padahal hadiah pertama yang aku berikan padamu hanyalah setengah mangkuk mie ramen tapi kau memberiku hadiah istimewa ini, kau tau saja apa yang aku suka dan apa yang paling aku inginkan.

‘Oppa, mianhae.. jeongmal mianhae. Kini aku menyesal telah menyuruhmu pergi dariku’

=> Flashback <=

 

Hari itu aku dan oppa bermain salju seperti biasanya, hari yang penuh dengan keceriaan kami

“Oppa sudah, jangan lempar lagi bola itu ke wajahku!

“Wae?”

“Dingin tau, mending kita bikin boneka salju aja, yuk!” ajakku tapi oppa hanya diam, oh iya aku lupa, oppa kan hanya baru mengerti sedikit tentang Bahasa Jepang.

Aku pun bicara denganmu dengan bahasa isyarat, karena aku sendiri lupa membawa kamus Bahasa Korea ku, kalau di pikir-pikir.. kita ini seperti sepasang orang bodoh ya oppa? Lalu aku mulai membuat boneka salju dan oppa mengikutiku membuat boneka salju juga, kemudian setelah itu kita meriasnya, membentuk wajahnya dan memakaikan syal dan juga topi dari ember kecil.

“Oppa…” kataku sambil menunjuk boneka salju buatanku “He Na…” lanjutku yang kemudian menunjuk boneka salju buatanmu

“Ne, He Na. Oppa janji, oppa akan melindungimu selamanya…” kata-kata oppa itu entah kenapa membuat hatiku bahagia padahal aku tidak mengerti apa yang oppa ucapkan? karena aku ingin tau artinya, dengan cepat aku menulis kata-kata oppa itu di telapak tanganku dan nanti akan aku terjemahkan

Kulihat oppa tersenyum, seakan mengejekku lalu mengacak-ngacak rambutku “Boku wa kimi ni chikau kara, Momuru yo eien ni (aku berjanji padamu, aku akan melindungimu selamanya)…” kata oppa, kalimat terpanjang dalam bahasa Jepang yang kau ucapkan padaku.

Jadi itukah artinya? kalau begitu untuk apa aku mencatatnya dengan tergesa-gesa, tadi? Dan kenapa ini, mengapa rasanya wajahku memanas? Apa wajahku memerah, naze (kenapa)? Dia kan kakakku, bukankah hal yang wajar dia berkata seperti itu padaku?

“He Na, do you like this tree?” tanya oppa, kali ini dengan Bahasa inggris. Supaya aku mengerti apa yang kau katakan, ya?

“Yes, I like it..”

“Kalau begitu aku akan menjadi pohonmu, pohon selamanya tidak akan berpindah tempat. Begitu pula dengan hatiku, aku akan selalu mencintaimu.. selamanya hanya kau gadis yang kucintai. Kau satu-satunya wanita di hidupku sekarang, annyeo bukan hanya kau… tapi juga okasan kita”

‘Oppa bicara apa sih? aku benar-benar tidak mengerti, kenapa dia berbicara kalimat sepanjang itu? Dengan bahasa Korea lagi.. mana aku tidak bisa mencatatnya karena kecepetan. Jangan-jangan barusan oppa menjelek-jelekkan aku, ya? Tapi tatapan tulus itu? Lihat saja nanti oppa, kalau aku sudah pintar Bahasa Korea aku pasti akan langsung mengerti apa yang kau katakan barusan. Asalkan aku mengingatnya.

“Saranghae yongwonhi, He Na…”

“Mweo?” aku benar-benar kaget dengan yang oppa katakan barusan, apa maksudnya?

“Of couse, I love you too because you’re my brother oppa” lanjutku

“Anni, bukan itu maksudku”

“Mweo?”

“Saranghae He Na, jeongmal saranghae…”

“Andwe, oppa kakakku dan aku ini adikmu. Jadi itu tidak boleh…”

Tiba-tiba oppa memelukku erat sekali, semakin aku mencoba melepaskan pelukan oppa, semakin oppa mengencangkan pelukkannya, membuatku sulit bernafas. Kurasa aku juga mulai mencintaimu oppa, karena sebenarnya aku merasa nyaman di peluk olehmu. Tapi sekarang kita ini bersaudara, walaupun sekarang appa dan omma masih di Korea, demo tidak mungkin kan mereka merestui hubungan kita? Ini tidak benar oppa, ini cinta terlarang. Aku tidak mau kehilangan Appa dan Oppa sebagai keluaraga baruku, karena omma sangat mencintai appa, aku bisa melihat itu oppa.

“Wae? Bukankah kau juga mencintaiku? Dulu kata pertama yang kau ucapkan padaku adalah itu ‘saranghaeyo’. Aku sangat bahagia mendengar kata itu darimu, pertama kalinya ada orang yang mengatakan itu padaku selain omma dan appa”

“Oppa, apa yang kau katakan aku tidak mengerti?”

“Katakan kalau kau juga mencintaiku?”

“Annio”

“Katakan…” bentak oppa sambil mengguncangkan tubuhku, tatapan oppa menakutkan sekali begitu dingin. Kenapa kau memaksaku oppa? memaksa seorang gadis pengecut seperti aku?

“Annio, aku tidak mencintaimu oppa. Aku mencintai Yoochun oppa, dia namjacinguku…” tegas ku, mianhae oppa sebenarnya aku mencintai kalian berdua, makanya aku tidak pantas membalas perasaanmu

“Kau bohong, aku tau kau juga mencintaiku. Iya kan He Na, ayo katakan!”

“Annio aku mencintai Yoochun oppa, hanya Yoochun oppa” tegasku dengan nada tinggi

“Mweo?”

“Yoochun oppa, dia lelaki pertama yang ku kenal, jauh sebelum aku mengenal dirimu oppa. Dan aku sangat mencintainya. Kami juga sudah berpacaran selama satu tahun dan dia juga sangat mencintaiku, jadi kau harus menjauhiku. Kumohon jangan rusak hubunganku dengannya, oppa! karena aku.. tidak bisa hidup tanpanya” aku mengatakan kalimat ini dalam bahasa inggris, kuharap oppa mengerti ‘Tapi sebenarnya, aku juga tidak bisa hidup tanpa oppa..’

“Jinjja? Itukah isi hatimu yang sesungguhnya, ha?”

“Oppa, cukup! Jangan memaksaku terus. He Na akan pergi ke Tokyo untuk melanjutkan study disana, juga supaya bisa selalu dekat dengannya. Jadi kuharap oppa, mau pergi dari hidupku…” jawabku lagi, masih dengan bahasa inggris

Aku tau, aku telah melakukan kesalahan besar. Aku telah membohongimu dan juga membohongi perasaanku sendiri, padahal sebenarnya sejak 3 bulan yang lalu.. Aku bukan sekedar menganggapmu kakak saja melainkan namja yang kucintai. Aku memang bodoh, aku pengecut.

So, Do you want me go from your live?” tanya oppa sambil mencengkram lenganku

“Ne…”

“Jeongmal?”

“Pergilah oppa, aku benci oppa. Aku benci, gara-gara oppa 2 minggu yang lalu aku bertengkar dengan Yoochun oppa. Kau benar-benar menyebalkan oppa, kau pengganggu. Aku sangat membencimu, lepaskan tanganmu.. sakit tau?!” bentakku sambil menepis tanganmu dengan kasar.

Kau kembali menatapku dengan tatapan dingin itu, lalu kau kembali memelukku dengan paksa dan juga mencium pipi dan bibirku dengan kasar. Kenapa kau jadi begini oppa, aku tidak suka kau begini? Tanpa pikir panjang aku menampar wajahmu, kau benar-benar membuatku emosi hari ini.

“Apa benar kau membenciku, ha?” tanyanya sambil kembali memelukku

“Ya, aku benci.. sangat benci. Pergi kau!” tegasku sambil terus berontak, tapi aku tak kuasa.. oppa terlalu kuat, membuat tubuhku sakit.

“Anni. I will never let you go from me!!”

“Kau egois, oppa” bentakku lagi, tapi oppa terus menahanku dalam pelukannya

Tiba-tiba sebuah pukulan melayang tepat di wajah oppa, membuatnya seketika tersungkur jatuh dan pelukannya lepas dariku, kulihat sudut bibir oppa berdarah dan seseorang di depannya tampak sangat marah dan emosi. Yoochun oppa, sejak kapan dia ada disini?

“Wae? Apa yang kau lakukan pada kekasihku, ha?” bentak Yoochun oppa, oppa menyentuh darah di sudut bibirnya dan menatap Yoochun oppa dengan tatapan dingin. Aku hanya bisa menangis melihat pemandangan ini.

“Wae? Andwe?”

“Tentu saja karena dia milikku, arraseo. Sudah ku duga kau mencintainya. Apa kau lupa, ha? He Na itu adikmu, kalian sekeluarga. Dasar brengsek kau!” bentak Yoochun oppa yang hampir memukul oppa lagi tapi aku segera menghalanginya

“Dame (jangan)! Hentikan oppa, jangan pukul oppaku lagi.. kumohon” kataku memelas

“Doushite? Dia itu memang pantas di pukul, karena sudah berbuat kasar padamu. Tapi kenapa kau masih membelanya, ha?”

“Karena dia kakakku”

“Jadi kau, benar-benar hanya menganggapku kakakmu?”

“Hai, kau sudah liat kan oppa? Yoochun oppa sangat mencintaiku, dan aku juga mencintainya jadi…”

“Kau ingin aku pergi kan? O.k. Aku akan pergi dan kau tidak usah mencariku, kau tidak usah pedulikan aku! Karena aku akan menghilang dari kehidupan kalian selamanya?! Yoochun, dengar! kau harus bisa membahagiakannya, kalau kau menyakitinya aku tidak akan segan untuk membunuhmu, arraseo…!!”

“Yoochun oppa, apa yang dikatakan Jaejoong oppa?” tanyaku bingung, tapi kau tak mengubris pertanyaanku

“Kau tenang saja, tentu aku akan membahagiakannya. Karena dia adalah gadis yang paling aku cintai”

“Arigatou” ujar Jaejoong oppa sambil tersenyum “He Na, jagalah dirimu baik-baik. Sayonara eien ni (selamanya selamat tinggal)” tambahnya sambil kembali mengacak-ngacak rambutku, bisa kulihat matanya berkaca-kaca yang aku yakin sebentar lagi dia akan menangis

‘Omma, gomen ne aku membuat oppa menangis dan menyuruhnya pergi. Appa mianhae, Jeongmal mianhae’

Oppa berbalik dan dia mulai berlari, perlahan punggungnya menghilang dari hadapanku. Oppa benar-benar pergi. ‘sayonara eien ni’ katanya, apa itu berarti dia tidak akan pernah menemuiku lagi?

 

=> End Flashback <=                 

Tanpa terasa air mataku semakin banyak yang keluar, oppa benar-benar pergi untuk selamanya. Bahkan setelah 4 tahun, aku belum pernah bertemu dengannya lagi. Dia benar-benar serius meninggalkanku. Aku tahu ini semua memang salahku, tapi aku benar-benar ingin bertemu denganmu lagi oppa. Dan aku berjanji setelah itu aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi lagi, He Na janji oppa. Jika kita bertemu lagi, He Na lah yang pertama kali mengatakan ‘Saranghae yongwonhi’ padamu, semoga perasaan oppa masih sama dan oppa tidak membenciku.

Aku kembali memperhatikan pohon natal kita, ‘Ah, kalung itu kan?’.

Aku melihatnya, melihat kalung salib kesayanganmu tergantung di salah satu ranting pohon, kalung yang merupakan hadiah ulang tahun terakhir dari ibumu. Tapi kenapa kau simpan di situ, bukankah kalung itu sangat berharga?

“Jangan-jangan oppa pernah kesini, tapi kapan?”

Aku harus bisa mengambil kalung itu tapi dia tinggi sekali walau aku berjinjit, aku tetap tidak bisa meraihnya. Tiba-tiba aku merasakan kehadiran seseorang di sampingku, dia tinggi dan bisa dengan mudah mengambil kalung itu ‘Nugu?’

“Ini, makanya punya badan jangan kependekkan” ledeknya sambil meyerahkan kalung itu padaku dan aku pun lekas mengambilnya. Orang ini? Namja yang kulihat tadi…

“Mweo? Aku lumayan tinggi ko, tinggiku kan 172cm”

“Segitu sih pendek”

“Mweo? Aish, jangan mentang-mentang kau begitu tinggi ya. Kau pikir kau namja yang paling tinggi, ha? Sombong sekali…”

“Anni, Max lebih tinggi dariku”

“Kalau begitu jangan sombong!”

“Arra, mianhae…”

“Cheomaneyo..” dan tiba-tiba aku menyadari sesuatu “Kau, seharian ini terus mengikutiku ya? tadi kau ada di dekat rumahku dan sekarang kau ada di depanku? Anni, Yoochun oppa.. aku bertemu kidnapper, tolong aku!” *lebay*,  Jeritku yang lekas mengambil ponsel di saku jaketku saking takutnya, tapi dia mengenggam tanganku dan menatapku dengan tatapan yang tidak aku mengerti

“Apa yang kau lakukan? Lepaskan! Kau tidak lihat aku ini sudah dewasa cari saja anak kecil, sana!”

“Pabo ya! aku bukan kidnapper!!”

“Lalu kenapa pakaianmu serba hitam? di tengah salju begini kau hanya memakai kemeja hitam, celana hitam serta jas hitam, dan tampangmu itu sangat menyeramkan. Apalagi kalau bukan kidnapper coba? Orang gila?”

“Pabo ya! suka-suka aku donk, hitam itu kan warna favoritku” jawabnya, kenapa namja ini mengingatkanku pada oppa? oppa kan juga sangat suka warna hitam dan putih.

“Kalau kau bukan kidnapper atau orang gila, terus apa? Ninja? Kau pikir masih ada ninja di zaman ini?” kataku sambil terkekeh “Lalu apa yang kau lakukan disini kalau bukan membuntutiku, ha?” lanjutku

“Aku tersesat, emang dasar tuh si Max dan si Xiah.. seenaknya saja meninggalkan hyungnya, tidak sopan. Awas saja kalau ketemu lagi…”

“Mweo? Tersesat, kau pikir aku akan percaya. Aku bukan anak kecil yang bisa di bohongi, tau”

“Walau kau bukan anak kecil lagi, tetap saja kau masih polos seperti Max dan Xiah”

“Sembarangan, so tau sekali sih? Kau kan cuma orang yang kesasar, kurasa adik-adikmu itu tidak suka punya seorang kakak yang sombong dan menyebalkan seperti dirimu, makanya mereka meninggalkanmu sendirian di Sapporo, kasian!”

“Tuh kan benar kau masih polos, buktinya kau mempercayaiku. Padahal sepertinya kau itu seumuran dengan Max, jadi harusnya kau bersikap lah sedikit dewasa. Jangan childish, dasar anak manja!”

“Iya aku memang manja, Wae?” orang ini membuatku naik darah saja sih

“Sudahlah, lupakan. Mianhae….”

“Baik, kali ini kau akan ku maafkan”

“Kalau begitu untuk sementara, bolehkah aku tinggal di rumahmu sampai kedua adikku bisa di hubungi?” tanyanya dengan wajah memelas

Apa dia bilang, dasar namja tidak tau malu. Kurasa dia benar-benar sudah gila

“Tapi aku tidak menetap di sini, 1 jam lagi Yoochun oppa juga akan menjemputku”

“Yoochun oppa? Siapa dia? Suamimu?”

“Aish, kau ini. Dia itu namjacinguku”

“Arra, memangnya kalian tinggal dimana?”

“Tokyo”

“Tokyo? Kalau begitu aku numpang ya, jwebal. Sekalian juga tolong carikan hotel untukku, ya?”

“Baiklah, setelah sampai di Tokyo aku akan memberimu kamar hotel yang kau inginkan?!”

“Yes, perfect?”

“Apa maksudmu?”

“Anni, ternyata aku tidak salah membuntutimu dari tadi. Kau bisa memberikan tempat tinggal untukku”

“Jadi kau benar-benar mengikutiku ya, tadi?”

“He he.. iya, abis aku tidak kenal dengan siapapun di sini. Karena wajahmu mirip orang Korea, jadi ku ikuti saja. Ternyata aku tak salah, kau memang orang Korea makanya fasih sekali Bahasa Korea nya”

“Anni, aku blasteran. Dan aku bukan orang Korea, karena sejak kecil aku tinggal di Jepang dan baru beberapa kali pergi ke Korea, itu juga kalau Yoochun oppa mengajakku”

“Memangnya aku menanyakan hal itu? PD sekali kau ini”

“Aish, kau ini benar-benar menyebalkan!” bentakku sambil memukul-mukul dadanya yang bidang, dia benar-benar mengingatkanku pada oppa. Dada oppa juga bidang…

“Aish, kau ini hentikan. Benar-benar manja, oh iya hampir lupa U-know imnida. Nama mu siapa?”

“Dulu namaku Shin He Na, tapi sejak ibuku menikah lagi. Namaku jadi Kim He Na. Oh iya, kenapa namamu sangat aneh U-know= kau tau? Lha, aku harus memanggilmu apa dong?”

“You, panggil saja aku You-oppa”

“You oppa? Shireo, memangnya kau itu kakakku, memangnya kau itu kekasihku? Ku panggil You sunbae saja deh…”

“Terserah kau lah, ternyata kau itu cerewet sekali ya seperti Xiah, aku pikir kau pendiam seperti Max?”

“Dulu aku memang pendiam, tapi Keiko telah merubahku menjadi cerewet begini”

“Chagiya, Siapa pria itu?” tiba-tiba terdengar suara Yoochun oppa memanggilku, sejak kapan dia di sini? Lekas aku berlari ke arahnya dan bergelayut manja di lengannya

“Wae? Oppa cemburu? Kenapa oppa selalu cemburu setiap aku di dekat namja lain?” godaku sambil tersenyum

“Bukannya kau tau sendiri kalau aku ini pencemburu? Itu karena aku sangat mencintaimu chagiya, jadi siapa orang ini? Di lihat dari penampilannya sepertinya dia bukan orang baik-baik”

“Anni, dia baik ko. Seru lagi, oppa belum kenal dia saja makanya berpikir seperti itu. Tadi aku juga sempat berpikir seperti itu. Namanya U-know, katanya dia tersesat”  jelasku

“U-Know? Nama macam apa itu?”

“Yaa! Jaga mulutmu baik-baik, aku ini seorang leader, tau”

“Leader-ssi? Leader apa?” tanyaku bingung

“Aku pimpinan pengawal dalam suatu organisasi”

“Oh, pantas saja penampilanmu seperti itu?!” sambung Yoochun oppa

“Dia mau menumpang sampai Tokyo dan menetap di hotel milik oppa untuk sementara, boleh?”

“Baiklah terserah kau, chagiya”

“O.k, You sunbae. Ayo! Nanti jangan lupa kasih aku uang tips ya?”

“Untuk apa?”

“Aku ini kan salah satu pelayan di hotel itu, jadi aku butuh tips”

“O.k, nanti kuberi dua kali lipat deh. Sebagai ucapan terimakasihku”

“Kamsahamnida…” kataku sambil tersenyum padanya, lalu menggandeng Yoochun oppa menuju mobilnya dan dia mengikuti kami dari belakang.

>>>>>.<<<<<

Hari ini aku kebagian tugas untuk membersihkan kamar You sunbae, setelah membersihkan lantai, kamar mandi, ruang tengah dan tempat tidurnya.. dengan iseng aku mengintip pakaian di lemari nya

“Ya ampun, You sunbae itu.. kenapa semua pakaiannya berwarna hitam? Apa dia tidak bosan memakai pakaian serba hitam terus, memangnya dia itu pimpinan pengawal organisasi apa sih? Seperti mafia saja…”

You sunbae sepertinya orang yang sangat kaya raya, kamar hotel nya saja semewah ini seperti apartemen. Setelah selesai melakukan tugasku, aku segera pergi dari kamar itu. Kemudian aku mengajak Keiko untuk makan siang bersama, tapi dimana dia? Sudah ku sms, tapi ko belum datang juga?

Saat aku masih menunggunya di lobi hotel, aku melihat 3 orang namja berpakaian serba hitam. Siapa ya mereka? Aku kaget ketika salah satu di antara mereka sedikit menampakkan wajahnya, wajah malaikat itu.. dia adalah oppaku. Aku megucek mataku berkali-kali untuk memastikan apa yang kulihat itu nyata. Dan ternyata memang nyata, aku pun lekas menyusul mereka sambil terus memanggil namanya. Entah benar atau tidak, karena jarak kami cukup jauh.

“Oppa, Jaejoong oppa. Tunggu aku oppa, tunggu…”

Aku terus berlari mengejarnya, tapi terlambat dia sudah masuk ke dalam lift. Lekas aku melihat lift itu untuk memastikan 3 namja tadi pergi ke lantai berapa?

“Lantai 20…” aku pun langsung berlari ke arah tangga darurat dan menaiki tangga itu secepat yang aku bisa, saking semangatnya aku sampai tidak merasa lelah sama sekali. Dan di depan pintu kamar VIV nomor 226, aku melihat seorang namja yang kuyakini adalah oppa sedang mencoba membuka pintu kamarnya.

Tanpa pikir panjang lagi, aku pun lekas memeluknya dari belakang

“Oppa, Jaejoong oppa.. He Na bahagia sekali karena bisa bertemu denganmu lagi. Saranghaeyo Jaejoong oppa, saranghae.. Jeongmal saranghae. Jangan pernah tinggalkan aku lagi, ya, jwebal?” kataku yang tanpa sadar mulai menangis lagi

=> To Be Continued <=

 

Udah dulu, ya? mian kalo kepanjangan. Chap 3 dst pwd nya tetap sama ya, cingu?! Tapi kalian harus tetep komen di all chap kalau mau dapat password ending, karena pwd ending akan berbeda. Don’t Forget to Comment or Critic, please?! Arigatou😀

 

 

8 thoughts on “I Will Always Love You Chap 2

  1. vv berkata:

    wah keren chingu …
    sedih ceritanya wktu he na nyuruh jae buat pergi …
    tpi kira2 itu cwo yg dipeluk he na beneran jaejoong atau bkan ya ..
    jdi penasaran nih ..^^
    bgus ffnya ..

  2. qu sdkit bingung nh chingu,, appa’a jae kn nkh sm umma’a hena truz kn mrk meninggal krna kclkaan bhkn jaejung pun bru tau,, nah boss yg dpnggil jae otousan i2 appa’a jae jg? Berarti jaejung pny 2 appa dong? -_-a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s