My Patience Chap 1


Title: My Patience

Cast :

–          Shim Changmin

–          Min Eun Tang

Rating: PG13-NC21 / STRAIGHT

Author : Lee Eun Ri

a/n: FF ini terinspirasi dari komik online yang pernah author baca dan salah satu ff di blog ( lupa alamat web and judul ffnya ^^v ) author bakalan bikin sebeda mungkin biar ga di bilang PLAGIAT. Ni FF author bikinnya dengan otak kusut bin mumet so kalo aneh jangan protes ya. Bahasanya juga ancur lebur nih. Bahasanya campuran antara Jepang sama Korea. Jeongmal mianhaeyo hehehe ^^v

WARNING: FF SUPER GAJE… DON’T LIKE? DON’T READ!!

Happy Reading

AUTHOR POV

Changmin duduk di bangku panjang sambil menatap kedepan. Ia berada di Universitas Tokyo menunggu seorang gadis keluar dari kelas. Changmin tak bosan menunggu karena hal seperti ini sudah ia lakukan setiap hari selama satu tahun. Ia mencintai seorang gadis manis asal Korea yang kuliah di universitas itu. Universitas yang beberapa bulan yang lalu masih menjadi universitas yang sering ia datangi. Setelah wisuda ia masih sering ke Universitas Tokyo tapi hanya untuk melihat gadis yang ia cintai.

Setiap hari ia selalu mengikuti gadis itu, mulai dari pagi saat gadis itu akan pergi kuliah dan saat gadis itu akan pulang kuliah. Ia tak mengikuti gadis itu 24jam. Hanya pada saat akan kuliah dan pulangnya saja. Tentunya ia melakukan itu sebelum berangkat kerja dan sesudah pekerjaannya selesai.

Sudah cukup lama Changmin ingin mendekati gadis itu tapi ia tak berani karena mengingat latar belakang orang tuanya yang selalu membuat orang takut hanya dengan mendengar nama keluarganya. Ia tak mau gadis itu juga sama seperti orang kebanyakan yang langsung menjauhinya saat tau nama keluarganya.

Ia tak mau bekerja seperti keluarganya. Maka dari itu setelah selesai kuliah  ia mencari pekerjaan yang ia minati dan tentunya jauh dari hal-hal yang keluarganya lakukan selama ini. Ia kini bekerja di salah satu perusahaan IT terkenal di Jepang. Beruntung keluarganya mendukung keputusannya. Walaupun awalnya sulit meyakinkan keluarganya tapi akhirnya ia bisa bekerja sesuai dengan apa yang ia inginkan.

“Ah akhirnya kau keluar juga.” Gumamnya pelan lalu berdiri saat melihat gadis yang ia cintai keluar dari kelas. Ia mengikuti gadis itu dengan langkah pelan dan dengan jarak agak sedikit jauh.

‘Mau kemana? Kenapa ketempat ini?’ Batinnya heran saat melihat gadis itu masuk ke sebuah sekolah playgroup. Changmin menunggu di luar dengan bingung.

“Apa aku masuk saja ya?” Gumamnya pelan pada diri sendiri.

“Ah masuk saja. Aku sangat penasaran.” Changmin pun masuk dan menanyakan pada salah satu gadis yang sepertinya guru di playgroup itu. Gadis itu mengatakan kalau gadis yang di cintainya mulai bekerja di playgroup itu. Ia sempat melihat gadis itu tengah mengajar dan bermain dengan anak-anak yang sangat lucu. Puas dengan jawaban yang di berikan gadis itu, Changmin pun keluar dengan tersenyum tipis.

“Manis.” Gumamnya pelan sambil tersenyum.

Setelah dua jam menunggu di luar akhirnya Changmin melihat gadis itu keluar. Kembali ia mengikuti gadis manis itu dari belakang. Tak lama ia melihat gadis itu di ganggu oleh preman jalanan. Gadis itu berteriak karena para preman itu melecehkannya. Spontan ia pun menghajar para preman itu setelah mendengar teriakan gadis itu.

“Jangan pernah sekali-kali lagi mendekatinya atau kalian akan tau akibatnya.” Ucap Changmin pada para preman itu setelah menghajar mereka hingga babak belur. Para preman itu pun pergi.

Changmin berbalik dan melihat gadis itu masih ketakutan. Ia mendekati gadis itu untuk melihat apa keadaannya. Saat Changmin memegang bahunya gadis itu berteriak sangat kencang membuat Changmin kaget. Gadis itu berontak dan memukulnya. Changmin kaget melihat reaksi gadis itu, dengan cepat ia menahan tangan gadis itu.

“Hei, aku ini yang menolongmu.” Ucap Changmin sedikit berteriak. Gadis itu tetap berteriak membuatnya melepaskan tangannya yang menahan pukulan gadis itu dan langsung memegang pipi gadis itu dan mengarahkan wajah manis itu agar menatapnya.

“Lihat aku. Aku ini orang yang telah menolongmu dari para preman itu.” Ucapnya penuh penekanan tapi tetap lembut. Perlahan tapi pasti gadis itu pun mulai tenang. Changmin membawa gadis itu ke taman agar gadis itu merasa lebih nyaman.

“ini minumlah.” Ucap Changmin sambil memberikan minuman yang baru saja ia beli.

CHANGMIN POV

Ia menggeser duduknya jauh dariku saat aku duduk tepat di sebelahnya. Aku menatapnya bingung. Baru kurasakan kali ini apa yang di katakan orang-orang di kampus mengenai gadis di sebelahku benar adanya. Setiap kali gadis ini di dekati orang pasti akan menjauh. Awalnya aku tak percaya tapi ternyata benar. Gadis manis bernama Min Eun Tang ini sepertinya sangat ketakutan. Aku pun sedikit menggeser posisi dudukku menjauh darinya.

“Tak usah takut. Aku ini pria baik-baik. Aku tak mungkin menyakitimu.” Ucapku.

“Mau kuantar pulang sekarang?” Tawarku. Kulirik Eun Tang, ia tetap diam. Aku menghela nafas pelan.

“Aku kan sudah bilang tidak usah takut. Tak mungkin aku menyakitimu.” Ucapku lagi. Ia tetap diam. Tak lama kulihat ia berdiri lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun padaku. Aku pun mengejarnya. Saat aku sedang mengejarnya kulihat ia akan tertabrak oleh motor, sontak aku pun menariknya. Tak sengaja aku memeluknya dengan erat. Tubuhnya bergetar hebat.  Kulepas pelukanku dan menatapnya yang ketakutan.

“Kau baik-baik saja? Wajahmu pucat.” Tanyaku khawatir. Ia menggelengkan kepalanya lalu berlari pergi meninggalkanku yang masih bingung dengan sikapnya yang ketakutan itu.

“Kenapa ketakutan seperti itu ya?” Gumamku pelan.

—–

Beberapa hari setelah kejadian itu aku sedikit kesulitan untuk menemui gadis itu. Eun Tang sering kali tak masuk kuliah. Aku tentunya tau semua jadwal kuliahnya. Jadwal kuliahnya kudapat dari seorang teman yang menjadi dosen di Universitas Tokyo. Hari ini pun sama Eun Tang tak datang ke kampus. Kudatangi rumahnya tapi sangat sepi. Entah mengapa perasaanku tak enak.

Dengan lemas kukembali ke rumah. Sampai di rumah aku di sambut oleh anak buah ayah-ku. Mereka membungkuk hormat padaku saat aku datang. Ibuku menyambutku dengan hangat seperti biasa.

“Kau lemas sekali hari ini. Ada apa?” Tanyanya. Aku menggelengkan kepala sambil tersenyum.

“Gwenchana umma.” Ucapku dengan bahasa Korea. Ibuku merupakan orang Korea asli yang menikah dengan ayahku yang merupakan orang Jepang.

Kulihat wajah ibuku sedikit agak aneh. Tak seperti biasanya.

“Umma. Kenapa wajah umma seperti itu?” Tanyaku. Ibuku diam cukup lama.

“Appa-mu.” Ucap ibuku pelan.

“Ada apa dengan appa? Appa membuat ulah apa lagi?”

“Dia akan menikahkanmu dengan anak dari temannya sewaktu masa kuliah dulu. Teman umma juga. Mereka orang Korea.” Ucapan ibuku bagaikan petir di siang bolong. Aku menatap ibuku tak percaya. Ibuku hanya bisa menatapku sedih.

“Mianhae. Umma tak bisa melakukan apa-apa. Appa-mu sangat keras kepala.” Ucap ibuku lagi. Aku tak bisa mengatakan apa-apa. Ibuku memang tidak bisa melakukan apa-apa kalau ayah sudah memutuskan sesuatu. Bahkan orang di dalam rumah termasuk aku pun akan sulit merubah keputusan yang sudah dibuatnya.

“Gadis yang akan di nikahkan denganmu sudah datang bersama orang tuanya.” Ucapnya lagi. Aku mengangguk lemas.

“Aku akan segera kesana. Aku mau ganti baju dulu umma.” Ucapku lalu pergi. Aku berjalan ke kamarku dengan langkah lemas. Belum sempat aku mendekati Eun Tang sekarang sudah akan di nikahkan.

Setelah berganti pakaian aku menghampiri dua keluarga yang sedang berbicara itu di ruang tamu. Kugeser pintu masuk khas jepang itu lalu membungkuk sopan. Ayah menyambutku dengan penuh senyuman, begitu pula dengan orang tua gadis yang akan di nikahkan denganku. Kulihat gadis itu hanya diam dan tak berbalik untuk menyapaku. Aku hanya bisa melihat punggungnya.

“Kemari, nak.” Panggil ayahku. Aku pun menghampirinya. Setelah mendekat aku bisa melihat jelas siapa gadis itu.

‘Eun Tang?’ Batinku kaget. Gadis itu masih menundukkan kepalanya tapi tak lama mendongakkan kepalanya setelah ibunya menyikut lengan gadis itu. Eun Tang menatapku kaget aku hanya bisa tersenyum lalu mengangguk.

“ekspresimu sepertinya kalian sudah saling mengenal.” Ucap ayah.

“Ah tidak appa. Aku hanya mengenalnya saat aku masih kuliah dulu. Aku sempat beberapa kali bertemu dengannya di beberapa acara kampus.” Jawabku. Aku duduk di samping orang tuaku. Mereka mengobrol tentang pernikahan mulai dari acara pertunangan sampai resepsi pernikahan. Aku hanya mendengarkannya tak ikut berbicara. Sejak tadi aku hanya memperhatikan Eun Tang. Wajah gadis itu sangat muram.

‘Apa ini yang namanya jodoh tak akan lari kemana? Kau datang sendiri padaku tapi kenapa kau memasang wajah seperti itu?’ Batinku bingung.

“Kalian pasti bosan mendengarkan kami berbicara. Changmin ajaklah Eun Tang jalan-jalan.” Ucap ayah. Aku mengangguk lalu mengajak Eun Tang pergi dari ruangan itu.

Aku dan Eun Tang hanya diam saat kuajak gadis itu keliling rumah. Ia hanya meresponnya dengan mengangguk saat kuajak bicara. Aku cukup bingung dengan sikapnya ini. Sikap yang jauh dari dugaanku saat pertama kali melihatnya setahun yang lalu. Kupikir ia gadis yang ramah dan murah senyum jika di ajak berbicara tapi ternyata tidak.

AUTHOR POV

Eun Tang selalu menjaga jaraknya dengan namja di sebelahnya. Ia selalu takut kalau orang asing ada di dekatnya. Ia sudah seperti ini semenjak kejadian naas waktu itu. Kejadian yang bahkan orang tuanya pun tidak tau. Ia menutupi semua kejadian yang menimpanya pada semua orang. Ia terlalu malu untuk menceritakannya.

Tangannya mengepal menahan gemetar yang karena rasa takutnya itu. Traumanya tak pernah bisa hilang, ia sudah pernah mencoba agar traumanya hilang tapi tidak pernah berhasil.

Selama mengikuti pria tinggi di sebelahnya ia lebih banyak menundukkan kepalanya. Sesekali ia menggigit bibir bawahnya.

‘Apa aku harus menikah? Tapi apa alasan masuk akal yang bisa kuberikan untuk menolaknya? Umma dan appa sangat memaksaku untuk menikah dengan keluarga namja di sebelahku ini. namja yang tidak kukenal sama sekali.’ Batin Eun Tang. Ia sebenarnya menolak di nikahkan.

“Hei mau minum? Ayo ke dapur akan kubuatkan minuman dingin untukmu.” Ucap Changmin membuat Eun Tang sadar dari lamunannya. Eun Tang mengangguk pelan lalu mengikuti Changmin.

“Ini.” Ucap Changmin sambil memberikan minuman pada Eun Tang. Eun Tang menerimanya dan mengangguk berterima kasih.

Keduanya duduk di taman belakang rumah sambil meminum minuman yang di buat Changmin. Suasana hening tak ada yang mengeluarkan suara.

“Namaku Changmin. Shim Changmin.” Ucap Changmin memperkenalkan diri. Eun Tang hanya mengangguk pelan.

“Kau menerima perjodohan ini?” Tanya Changmin sambil melirik Eun Tang. Gadis itu hanya diam saja.

“Ayahku orangnya sangat keras. Apa yang sudah di putuskannya tidak akan ada yang bisa menolaknya. Termasuk aku anaknya sendiri. Sangat susah kalau mempunyai ayah seorang yakuza seperti ayahku. Sifatnya sangat keras.” Ucapan Changmin sukses membuat Eun Tang yang tidak tau apa-apa kaget. Ia menatap Changmin dengan ekspresi kaget sekaligus takut.

“Ekspresi wajahmu sama seperti yang lainnya saat tau aku anak dari seorang yakuza terkenal di Jepang. Mereka langsung menjauhiku karena takut, hanya beberapa orang yang mau berteman denganku.” Ucap Changmin sambil tersenyum.

“Oiya kau belum menjawab pertanyaanku. Apa kau setuju dengan perjodohan ini?” Tanya Changmin penasaran. Sejujurnya di dalam hati ia sangat senang akan di nikahkan dengan gadis yang ia cintai.

“T Tidak ada pilihan. O orang tuaku me memaksa.” Jawab Eun Tang singkat dengan terbata-bata. Mendengar jawaban Eun Tang membuat hati Changmin sedikit kecewa.

‘Aku harus bisa membuatmu jatuh cinta padaku.’ Batin Changmin. Ia melihat wajah Eun Tang masih ketakutan.

“Kau tenanglah. Aku tak seperti ayahku. Kehidupanku jauh dari seorang anak yakuza. Aku ingin hidup seperti orang biasa. Kau tak perlu takut padaku.” Ucapnya berusaha agar Eun Tang tak takut lagi.

***

Setelah pertemuan yang tak terduga bagi Changmin dua minggu yang lalu itu, kini ia secara terang-terangan mengantar jemput Eun Tang kuliah. Ia merasa hari-harinya sangat bahagia tapi entah mengapa gadis itu tak juga menunjukkan perubahan. Sikap gadis itu tetap sama seperti pertama kali mereka bertemu.

Changmin tengah bersiap-siap untuk menjemput Eun Tang setelah semua pekerjaannya selesai. Tak lama tiba-tiba ponselnya berbunyi. Ia langsung mengangkatnya saat melihat id callernya. Ayahnya meneleponnya.

“Hai. Aku sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya.” Ucap Changmin. Lalu tak lama ia menutup teleponnya dan memasukan ponselnya ke dalam saku jaketnya. Ia tersenyum tipis lalu berjalan menuju mobilnya.

“Tak appa suruh pun aku akan menjemputnya dengan senang hati.” Gumam Changmin saat menyetir. Changmin di depan kedua orang tuanya bersikap biasa saja, ia tak menunjukkan kalau ia sangat setuju dengan perjodohan itu. Ayahnya menyuruh Changmin agar melakukan pendekatan agar saling mengenal sebelum pernikahan berlangsung.

Ia dengan senang hati akan melakukan pendekatan pada Eun Tang selama satu bulan sebelum pernikahan berlangsung. Dan pendekatannya selama dua minggu ini tak sedikit pun membuahkan hasil. Ia tak putus asa dengan sikap Eun Tang yang tak berubah. Changmin sangat yakin kalau perlahan sikap gadis itu akan berubah kalau ia bersabar dan memperlakukan gadis itu dengan lembut.

Sampai di depan kampus Eun Tang, Changmin langsung turun dan menghampiri gadis itu yang sedang duduk menunggunya. Gadis itu memang selalu menunggunya datang untuk menjemputnya. Ia tau hal itu karena orang tua gadis itu memberitahukannya kalau mereka menyuruh Eun Tang untuk menunggunya kalau ia terlambat menjemput gadis itu.

“Gomen, aku terlambat datang. Pekerjaanku hari ini cukup banyak.” Ucap Changmin jujur. Gadis itu berdiri lalu membungkuk sopan padanya.

“Mau langsung pulang atau kau ada kegiatan kampus lain?” Tanyanya sebelum mengajak Eun Tang ke mobil. Gadis itu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaannya. Changmin mengangguk mengerti lalu mengajak Eun Tang masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan pulang seperti biasa suasana hening.

Setelah sampai di depan rumah gadis itu, Changmin langsung membukakan pintu mobil agar Eun Tang bisa turun. Ia tersenyum lembut menatap gadis itu.

“Apa ini?” Tanyanya saat gadis itu memberikannya sebuah amplop. Gadis itu tak menjawab hanya terus menyodorkannya amplop. Changmin pun mengambilnya dan membuka isi amplop itu. Ternyata itu undangan untuk menghadiri acara wisuda Eun Tang. Changmin menatap Eun Tang. Gadis itu membalas tatapannya dengan takut.

“B bi bisa d datang? O orang t tu tuaku t ti tidak bisa datang.” Ucap Eun Tang. Changmin tersenyum senang.

“Tentu saja bisa. Aku pasti akan datang.” Jawab Changmin senang.

“Masuklah dan istirahat. Kau pasti lelah.” Ucap Changmin. Eun Tang pun mengangguk lalu masuk ke dalam rumah. Ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan melihat Changmin melalui jendela. Namja itu tersenyum lalu melambaikan tangan padanya. Ia membalasnya hanya dengan mengangguk. Setelah itu baru Changmin pergi. Itu sering ia lakukan setelah tau kalau namja itu tak langsung pulang setelah mengantarnya sampai rumah. Namja itu akan berada di depan rumahnya berjam-jam hanya untuk melihatnya lagi.

Eun Tang mengganti pakaiannya lalu berbaring di atas ranjangnya. Ia merasa ingin menghilang dari dunia ini. Ia terlalu lelah setiap saat selalu saja takut dengan orang-orang di sekitarnya.

“Dua minggu lagi akan menikah dengannya. Apa yang harus kulakukan? Setelah menikah ia akan selalu ada di sampingku dan hidup berdua dengannya. Aku sangat takut.” Gumamnya pelan.

“Apa aku harus kabur? Tapi kabur kemana?” Gumamnya lagi.

“Kalau aku bicara dengan Changmin bagaimana ya? Ah tidak mungkin. Berada di sebelahnya saja sudah membuatku ketakutan setengah mati apa lagi kalau berbicara dengannya.” Ucapnya lemas.

—-

Eun Tang menatap cermin di depannya. Ia sudah berdandan untuk menghadiri acara wisudanya. Ia sudah siap sejak tadi hanya tinggal menunggu Changmin datang. Orang tuanya memang tidak bisa datang karena sibuk. Sibuk dengan urusan masing-masing sampai tidak peduli dengan anaknya.

Tak lama Eun Tang mendengar suara mobil, ia pun melihat ke jendela. Changmin datang dan ia pun mengambil tasnya lalu menghampiri Changmin. Saat akan membuka pintu ia menghenbuskan nafasnya pelan.

‘Eun Tang, kau harus kuat jangan takut padanya. Changmin itu calon suamimu dan sepertinya ia orang yang baik. Kau harus mulai berubah dan menghilangkan traumamu itu.’ Batin Eun Tang menyemangati dirinya sendiri. Ia membuka pintu lalu melihat Changmin tersenyum lebar saat melihatnya keluar.

“Kau terlihat sangat cantik.” Puji Changmin padanya. Eun Tang hanya bisa mendunduk menanggapi perkataan namja itu.

“Kau sudah lama menunggu?” Eun Tang menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya. Changmin membukakan pintu untuknya. Ia pun masuk.

Selama perjalanan ia rasakan namja itu sering sekali menatapnya. Hal itu membuatnya cukup risih. Ingin sekali ia menyuruh Changmin agar berhenti menatapnya tapi ia terlalu takut untuk berbicara.

Selama acara wisuda Changmin terlihat sangat senang. Saat Eun Tang berada di depan ia tersenyum bahagia melihat gadis yang di cintainya telah lulus kuliah dan minggu depan akan langsung menjadi istrinya. Selesai acara wisuda keduanya langsung pergi, Changmin mengajak gadis itu untuk pergi jalan-jalan tapi sayang Eun Tang menolak ajakkannya.

Sampai di rumah Eun Tang, gadis itu pun langsung turun tanpa menunggunya membukakan pintu. Eun Tang membungkuk dan berterima kasih lalu masuk ke dalam rumah. Changmin hanya bisa menatap punggung gadis itu.

“Kenapa sikapmu tak berubah sedikit pun?” Gumam Changmin. Setelah melihat gadis itu dari jendela kamar di lantai dua ia tersenyum lalu pergi.

***

Hari berlalu begitu cepat tak terasa pernikahan Eun Tang dan Changmin akan berlangsung hari ini. Kini keduanya tengah mengucapkan janji suci.

Setelah mengucapkan janji suci itu keduanya resmi sebegai sepasang suami istri. Changmin tersenyum senang lalu mencium bibir Eun Tang sebagai tanda kalau mereka berdua telah menikah. Setelah mencium Eun Tang, orang-orang bertepuk tangan sambil tersenyum.

Changmin dan Eun Tang berjalan keluar altar. Changmin sama sekali tak menyangka kalau ia akan menikah secepat ini apa lagi dengan gadis yang selama ini ia cintai diam-diam. Ia sangat bahagia hari ini tapi senyumnya hilang seketika saat melihat gadis itu tak tersenyum sedikit pun. Hanya diam dan murung. Itulah yang ia lihat. Ia dan Eun Tang masuk ke dalam mobil menuju resepsi pernikahan mereka.

“Tersenyumlah sedikit. Jangan sampai para tamu melihat wajahmu seperti ini nanti mereka mengira aku menyakitimu.” Pinta Changmin. Ia melihat yeoja itu hanya mengangguk. Changmin menghela nafasnya panjang.

‘Sepertinya aku harus ekstra sabar agar ia jatuh cinta padaku. Aku penasaran kenapa ia selalu seperti ini pada setiap orang ya?’ Changmin menatap istrinya itu dengan bingung sekaligus penasaran.

Sampai di resepsi pernikahan mereka Changmin keluar lebih dulu lalu mengulurkan tangannya agar Eun Tang bisa turun dengan mudah. Keduanya di sambut dengan meriah oleh para tamu yang sudah datang lebih dulu. Mereka menyapa para tamu yang datang dengan ramah. Berjam-jam menyapa tamu di ressepsi pernikahan mereka membuat Eun Tang kelelahan. Melihat itu membuat Changmin khawatir. Ia membawa Eun Tang duduk untuk beristirahat. Changmin memberikan istrinya minum agar Eun Tang merasa lebih baik.

“Kau tidak apa-apa? Kita pulang saja ya?” Tanya Changmin khawatir. Ia melihat wajah Eun Tang sangat pucat.

“Umma, aku dan Eun Tang pulang lebih awal ya. Eun Tang kelelahan.” Ucap Changmin saat melihat ibunya datang.

“Ya sudah pulanglah. Biar umma dan appa yang menyambut tamu. Eun Tang sampai di rumah kau harus istirahat ya.” Ucap ibu Changmin.

“Ne, gumawo.” Eun Tang dan Changmin pun meninggalkan pesta pernikahan mereka terlebih dahulu.

Selama perjalanan Changmin selalu menatap Eun Tang dengan wajah khawatir. Ia berusaha mendekati Eun Tang tapi gadis itu selalu menghindar dan menjauh. Tak lama sampai di rumah Changmin dan Eun Tang yang di hadiahkan oleh ayah Changmin, keduanya langsung masuk. Changmin menyuruh Eun Tang untuk berganti pakaian dan berbaring di ranjang. Ia bergegas pergi ke dapur membuatkan makanan dan minuman untuk istrinya itu.

Selesai membuat makanan dan minuman Changmin membawanya ke kamar dan tak lupa membawa obat untuk Eun Tang. Ia melihat istrinya sudah berganti pakaian, ia pun menaruh nampan di meja samping ranjang. Saat Changmin akan menyuapi Eun Tang, istrinya itu kembali ketakutan.

“Kumohon untuk kali ini saja hilangkan rasa takutmu itu. Biarkan aku menyuapimu, aku sangat khawatir padamu. Wajahmu sangat pucat.” Pinta Changmin. Eun Tang  melihat wajah namja di depannya ini sangat khawatir membuatnya tak tega.

Changmin kembali menyuapi istrinya, beruntung kali ini istrinya itu mau ia suapi walaupun terlihat masih ketakutan tapi ia tak peduli. Yang ia pedulikan sekarang adalah kesehatan Eun Tang.

“Minumlah lalu jangan lupa minum obatnya.” Changmin memberikan obat pada istrinya. Setelah melihat istrinya meminum obat, Changmin menghe nafas lega. Ia segera membawa nampan itu kedapur lalu mencucinya.

Eun Tang menatap punggung namja yang telah menjadi suaminya itu. Ia merasa aneh dengan sikap namja itu yang menurutnya terlalu baik padanya. Yeoja yang belum di kenal baik oleh namja itu. Eun Tang sama sekali tidak sadar kalau sikap Changmin padanya itu karena namja itu mencintainya.

Tak lama Eun Tang melihat Changmin datang. Di lihatnya Changmin langsung membuka kemeja membuatnya menarik selimut, ia kembali ketakutan. Suaminya itu berjalan menuju lemari pakaian mencari pakaian baru. Setelah mendapatkan yang di cari Changmin, suaminya itu langsung menghampirinya sambil tersenyum. Senyuman yang sangat ia takutkan.

Ketakutannya benar-benar terjadi, saat Changmin duduk di tepi ranjang namja itu langsung menciumnya. Ia berusaha berontak tapi tenaga suaminya itu terlalu besar. Eun Tang berteriak keras saat ciuman suaminya turun ke leher jenjangnya.

“LEPASKAN! JANGAN LAKUKAN ITU! AKU TIDAK MAU… JANGAN… KUMOHON JANGAN… JANGAN MELAKUKANNYA LAGI… AKU TAKUT.” Teriak gadis itu membuat Changmin menghentikan aksinya mencumbui Eun Tang. Ia melihat istrinya menangis dan tubuhnya bergetar hebat. Changmin menghapus air mata Eun Tang yang mengalir membasahi pipinya. Ia mengecup lembut kedua pipi gadis itu lalu menatapnya lekat.

“Kau kenapa? Tatap aku. Aku ini suamimu. Tak mungkin aku akan menyakitimu di hari penikahan kita ini.” Changmin melihat istrinya itu tak merespon ucapannya. Tubuh Eun Tang masih tetap bergetar hebat. Changmin memeluk gadis itu. sangat erat.

Setelah tangis reda dan tubuh gadis itu tak lagi bergetar Changmin melepaskan pelukannya. Ia melihat mata Eun Tang sembab akibat terlalu banyak menangis. Ia menyuruh gadis itu untuk berbaring di ranjang. Di selimutinya tubuh gadis itu lalu mencium kening dan kedua pipi dengan sangat lembut agar Eun Tang tak terlalu ketakutan.

“Tidurlah sudah malam. Aku akan tidur di kamar sebelah. Maaf aku tadi memaksa untuk menciummu sampai kau ketakutan seperti ini. Selamat malam.” Changmin pun keluar kamar dan tidur di kamar sebelah. Ia langsung mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Selesai mandi dan berpakaian Changmin menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil menatap langit-langit kamar. Ia menghembuskan nafasnya berat.

“Kesabaranku sepertinya benar-benar di uji dan ini sepertinya akan sangat lama. Kurasa ada sesuatu yang membuatnya menjadi sangat ketakutan seperti ini. Aku akan berusaha menunggunya menceritakan sendiri padaku.” Gumamnya pelan.

“Bersabarlah Shim Changmin. Kau harus yakin kalau kesabaranmu nanti akan membuahkan hasil.” Ucapnya memberi semangat pada diri sendiri.

(-____-)  (-____-)  (-____-)

Pernikahan Changmin dan Eun Tang sudah berjalan hampir 6 bulan. Selama itu Eun Tang tak pernah menunjukkan perubahan pada suaminya Changmin. Eun Tang masih tetap seperti dulu, selalu takut kalau Changmin melakukan hal yang menurutnya berlebihan. Eun Tang masih tetap berusah untuk merubah traumanya itu, sedikit sulit tapi ia terus berusaha.

Walaupun Eun Tang dan Changmin masih tidur di kamar terpisah, Eun Tang selalu melakukan semua kewajibannya sebagai seorang istri kecuali melayani Changmin di ranjang. Ia masih tidak bisa melakukan itu. Ia pun hanya sedikit berbicara pada suaminya itu.

Eun Tang selalu bingung dengan sikap Changmin yang selalu baik dan sabar menghadapinya yang mempunyai sifat sangat tertutup itu. Setiap kali ia mengingat kebaikan dan kesabaran suaminya itu ia merasa sangat bersalah.

Sampai hari ini Eun Tang masih tak menyadari kalau Changmin mencintainya. Hal itu bisa di maklumi karena Changmin pun tak pernah membahas tentang perasaannya maupun tentang hubungan mereka berdua pada Eun Tang. Perasaan Eun Tang pada suaminya sampai saat ini masih sama seperti dulu, tak ada yang special.

Selesai membereskan rumah Eun Tang duduk di sofa beristirahat sambil menonton tv. Ia menonton sambil memikirkan cara agar traumanya bisa hilang. Saat sedang berpikir ia mendengar bunyi bel dari arah pintu. Ia mengerutkan dahinya.

“Siapa ya?” Gumamnya sambil berjalan ke pintu depan. Ia membuka pintu dan melihat Changmin yang datang. Ia menatap bingung suaminya itu, tak biasanya Changmin pulang di siang hari seperti sekarang ini.

Changmin tersenyum pada Eun Tang. Eun Tang tak menanggapinya, ia masih bingung dengan kedatangan Changmin yang sangat cepat. Namja itu mencium keningnya seperti biasa. Hanya hal kecil itu saja yang membuatnya tak merasa ketakutan. Ia sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan suaminya itu dan ia merasa hanya hal itu saja yang menjadi kemajuannya selama berusaha menghilangkan traumanya.

“Semua pekerjaanku selesai lebih cepat dari biasanya jadi aku pulang lebih awal.” Jelas Changmin padanya. Ia mengangguk mengerti lalu mengambil tas suaminya itu dan menutup pintu setelah Changmin masuk. Ia buru-buru masuk dan menaruh tas Changmin dan segera menyiapkan air untuk Changmin mandi. Saat ia akan menyiapkan air di kamar mandi suaminya itu, Changmin mencegahnya. Ia menatap namja itu.

“Kau tak perlu selalu seperti ini.” Ucap Changmin padanya.

“T tapi i ini kewajibanku.” Jawabnya terbata-bata.

“Tak usah. Apa kau sudah membuatkan makan siang? Aku ingin makan siang bersamamu hari ini.” Ucap Changmin. Eun Tang menggelengkan kepalanya.

“Ma maaf, aku tak tau kalau kau akan pulang cepat j jadi aku belum sempat masak. A akn segera kubuatkan.” Jawab Eun Tang. Changmin mengelus rambutnya dengan lembut membuatnya reflek menjauh karena takut. Ia melihat namja itu menghela nafas pelan.

“Masaklah yang enak ya. Aku mandi dulu.” Ucap suaminya itu lalu masuk ke kamar mandi. Sebelum mulai memasak Eun Tang menyiapkan pakaian untuk Changmin. Setelah itu baru ia memasak makan siang untuk suaminya itu. Entah mengapa ia hari ini ingin sekali membuatkan makanan kesukaan suaminya itu. ia tau semua makanan kesukaan Changmin dari mertuanya yang sangat baik.

“Wah harum sekali masakannya.” Ucap Changmin membuatnya kaget. Ia melihat suaminya itu telah selesai mandi dan menggunakan pakaian yang ia siapkan. Namja itu menghampirinya.

“Aaaah makanan kesukaanku semua. Kau sengaja membuatnya untukku ya?” Tanya Changmin. Ia melihat istrinya itu hanya diam tapi wajah Eun Tang tak bisa berbohong. Wajah istrinya memerah, hal itu membuatnya senang. Ya walaupun sikapnya belum ada kemajuan besar tapi hal-hal kecil seperti ini pun sudah membuatnya puas. Ia menghampiri Eun Tang lebih dekat lalu mencium kening istrinya itu.

“Arigatou. Ayo kita makan bersama.” Ucapnya lalu duduk di meja makan. Eun Tang melayaninya di meja makan seperti biasa. Keduanya makan dengan suasana sedikit lebih baik dari sebelumnya. Biasanya jika Changmin mengajak bicara Eun Tang saat makan, istrinya itu hanya akan menatapnya dalam diam. Beda dengan hari ini yang sering menanggapinya, hari ini ia rasakan istrinya itu cukup banyak bicara.

Changmin melihat saat berbicara dengannya tubuh dan wajah Eun Tang terlihat jelas masih ketakutan. Ia berusaha untuk berpura-pura tak melihatnya, itu sering ia lakukan jika melihat istrinya itu berusaha berbicara banyak padanya.

‘Kau sedang berusaha lagi agar rasa takutmu itu hilang ya? Gumawo. Saranghae.’ Batin Changmin.

Selesai makan Changmin membantu Eun Tang membereskan meja. Saat ia akan mencuci piring istrinya itu melarangnya. Gadis itu menyuruhnya beristirahat. Ia pun hanya menuruti perkataan Eun Tang. Ia duduk dan menonton tv di ruang tengah. Tak lama istrinya datang dengan membawah buah untuknya. Ia tersenyum senang lalu berterima kasih.

Seharian itu Eun Tang berusaha keras agar traumanya hilang dengan selalu berada dekat dengan suaminya dan sesekali berusaha berbicara banyak pada Changmin. Ia menekan rasa takutnya itu dengan sekuat yang ia bisa.

Changmin melihat istrinya seharian berusaha keras dengan selalu berada di dekatnya. Ia merasa sangat senang karena seharian itu ia bisa melihat Eun Tang yang lain dari biasanya. Ia benar-benar berterima kasih pada ayahnya yang menjodohkannya dengan wanita yang sangat ia cintai.

TBC

Ga suka? Ga usah koman and ga usah lanjut baca next chap. Yang penasaran silahkan komen apapun tapi no bash ok. Author lagi sensi nih. efek tugas menumpuk dan  menjelang ujian akhir di tambah bikin 3 FF sekaligus. Mian kalo ga puas, author dah sebisa mungkin bikinnya di kesibukan yang menggunung.

Yang mau minta password silahkan inbox ke FB author. Nama author di blog ini bisa kalian liat di postingan read this for new reader… Inget syaratnya ya, komen. Cuman itu yang author pengen.. Bagi yang udah follow jadi temen di Twitter silahkan DM. ^_^  tapi inget mnt password setelah next chap nongol ya.

NB:BAGI READER BARU AND BELOM ADD AUTHOR FF INI (LEE EUN RI) TOLONG KALIAN JUGA KIRIM PESAN/INBOX YANG MENGATAKAN KALAU KALIAN READER DI BLOG INI KARENA KALAU TIDAK TIDAK AKAN SAYA KONFIRM. TERIMA KASIH ^_^

 

NOTE: UNTUK MINTA PASSWORD BISA LIHAT >> DISINI << 

 

Komen yang minta password di FF tidak akan author tanggapi karena sudah ada tempatnya tersendiri. terima kasih

 

 

 

40 thoughts on “My Patience Chap 1

  1. Kayaknya aku yg pertama komen ^^ #celingakcelinguk
    Hyaa, changmin dirimu sabar sekali! Klo namja lain psti ga kn tahan diperlakukn istrinya seperti itu, gila aja 6 bulan..
    Kyaknya masalah yg bikin Eun Tang trauma serius skali ya? Sampai2 Eun Tang nya kyk gtu bahkn sama suaminya sendiri..
    Semoga Eun Tang cepet sembuh dari traumanya lalu membalas cinta Changmin…
    Di tunggu lanjutannya eonnie😉

  2. sheelicious berkata:

    Awalnya agak krg enak gtu sm nama karakter cweknya tp BOMAT lah yg penting ceritanya gw suka. Kyknya si ceweknya itu trauma krn dulu pernah dimacem2in sama Yakuza yah? Minnie sabar bgt jadi suami….ga sabar nunggu next chapternya. Jgn lama2 yah, chingu. ^_____^

  3. uh….mau punya suami kaya changmin sabar nanget sih nunggu istri y sampe siap n udah mantau istri y dah lama….. n tau ja lg klo istri y lg berusaha buat jd istri sesungguh y n ngilangin rasa takut y…..
    eunTang *maaf ya author bukan mau ngatain ya,,,q cuma baru nemu nama korea kyk ini* lucu n sedikit aneh sm Tang y mungkin krn perrama kali denger…..
    tp q selalu suka sama ff author Eunri
    EunTang y pernah diperkosa ya??? dia sampe trauma gt…..
    Lanjut…..

  4. eun tang itu pernah diperkosa y ampe trauma gtu?
    changmin sabar bgt ya, bisa gtu 6 bln gk nyentuh istrinya sama sekali.
    suami yg hebat! makin cinta deh ama changmin! >_<

    lanjut onn! jgn sensi2an mulu. hehe~😀

  5. yhe_yhe berkata:

    Wah. .cast ny changmin!! ff bwtan author slalu seru!!! blum bres ff yg dlu eh udh muncul yg bru. .daebak lah!!. . ff yg ini kyk ny lain y. . coz changmin ny diuji bgt kykny ksabranny. .

  6. euchan she peef berkata:

    wahh..
    Bener2 deh..
    Changmin sabar bgt! #kagum
    tapi, aku masih bingung sama traumanya itu cewe, sampe dia bener2 ketakutan begitu.. #kasian

    aku suka ff ini..^^
    aku akan menunggu kelanjutan nya~^^

  7. Asri berkata:

    bner kata dirimu….. aga ‘wierd’……. hahaha
    itu yg ngusulin dirimu ato ‘dirinya’??????
    cz aga janggal nyebutnya..
    tp, blm hot nh (yaiyalah, blm jg nc-an)……. msh hot-n rei-min-yun…. hahahahaha

  8. linasuhadi berkata:

    Waaahhhh..daebak..changmin sabar pisan…mau bgt pnya suami ky changmin..dah ganteng..sabar..cinta bgt lg..hehehehehe
    Euntang knp sih thor…kok ketakutan gt..
    Pernah kejadiaan apa…penasaran bgt thor..

  9. Salut bgt ama changmin,orang’a sabar,dah lama nikah tp blm bisa nyentuh istri’a~
    Iya eon penasaran nih ama cewek’a,knp bisa takut gitu ama semua cowok ??
    Trauma’a berat bgt ya,sampe” ama suami’a aja takut ??

    Next chap d tunggu ^^

  10. ad ap dgan mu eun tang och eun tang, hayo kmu pernah d perkosa ya, wakakak… Ckup unik nm eun tang jd org korea kya nm or sunda {pdhal mah euntang mang org sunda} hehe… Rebing ech slah mksud ny max yg sbr y nge hdapi eun tang kmu pasti akn mendpatkn sesuatu yg indh pd akhir ny faihting max eun tang

  11. nteph berkata:

    Waah pnasaran knp eun tang ky gt? Dl ad kejadian apa ya? Btw lucu bget si namany eun tang? Ps awl2 aq smpet bacany kentang -_- hehehe

  12. Udah aku duga pasti cwe yang dijodohin itu eun tang deh.. Changmin snank banget tuh ..
    Kayanya euntang punya trauma yang berhubungan dengan pelecehan ya??? Pdhal changmin bukan orang jahat,, tapi mudah2an changmin berhasil buat euntang ga takut lagi..
    oh iya qu suka bngt sama ffnya >.<

  13. Jungeun berkata:

    Eun tang trauma apaan sih sbenernya..?
    Huhft kalo ak jadi changmin ma gak bisa suabar poll kayak gitu…
    Y onnie fighting …

  14. Choi hyerin berkata:

    Wahh ,,, kra2 si euntang knp iiah ???
    jgn2 dy prnah dy perkosa mkanya smpe trauma gtu ,,
    tpi changminnya bnr2 sabar iiah mau menerima si eun tang wlwpun sikap istrinya kya gtu ,,,
    huuu so sweat deh !!

  15. Dragon_fishy berkata:

    Owwww
    sabar bgt changmin ngadepin istriny… So sweettt bgt ceritany…

    Sukaaaaa
    penasarn tingkat akut,, kenapa bs takut ma org2 yg d dket eun tang…
    Pny masa lalu kelam kah?? #abaikn hehehee

    genre ny aq sukaaaaaa
    bner2 sukaaaa

  16. deewookyu berkata:

    si Eun Tang (jelek amat namanya…chingu))….hhiihhii….
    pernah mau diperkosa yaaa…..
    koq bisa trouma gitu…..

    ga biasanya si magnae gak evil….so sweeettt…..
    sabar…sabar….sabar ya Min……
    nti juga pasti dapet…………………….apaa…….????????????

    lanjut dooong…….

  17. irma berkata:

    dari stalker jd suami#bruntg bget

    salut sama changmin yg sabar…
    smg tetep seperti itu#(kalolaki2laenmhudhselingkuhx)

    penasaran knp eun tang pny trauma ky bgt?

    dtnggu chap slnjt.a

  18. eun tang trauma apa si thor? Dulu pernah di perkosa namja nappeun ya?? Changmin nya sabar bgt! Kasian u,u untung itu si eun tang uda mulai ada kemajuan dikit!! hueee penasaran lanjutan nya!!

  19. TriZheey2992 berkata:

    wah ksbrn changmin bnar2 d’uji…
    Tpi bkn ksbrnx aja, cnta dan k’setiaanx jga…
    Daebak bwad changmin…
    Ksh jmpol dlu bwad changmin…

  20. wew.. apa apa in nih? hihi.. si istrinya takut ma suami? hahaha….. bagus juga lho.. tapi kenapa tuh si Eun Tang? pernah kejadian sesuatu kah?

  21. CCha berkata:

    wah…aq suka ceritany thor…
    changmin sabar banget ngadepin istrinya..
    kayakny emang trauma berat ya dia…

  22. si euntang dlu prnah diskiti pria scra fisik ya?ampe tkut amat ma cwo
    cwo kya min tu mstinya didketin,ditempelin,dirante klo prlu biar ga kbur /plak *hug min
    tpi mmg disni min qu sbar bgt ya😄 mkin cinta ma min *popo min
    euntang kau sguh bruntung,dicntai ma min🙂
    brhrap hpy end😀
    onn,mta pw ya XP

  23. xiahmiN88 berkata:

    Wwaahh baru baca nih ff yang ini,,
    Changmin sabar amat yaa digituin sma istrinya
    Bikin penasaran nih eon ceritanya,,
    Mudah”an gak bikin kecewa kelanjutannya
    Hehehehe

  24. jin_mi-kyoung berkata:

    kasian changmin..
    dia sabar banget digtin trus sama istrinya
    semoga eun tang cpet sembuh dr traumanya trus bisa bales cinta changmin

  25. crita bgs bgt…
    jarang2 nih temanya kesabaran cinta.. hahaha…
    sabar changmin oppa…

    crita ini inspirasi bgt meskipun ini crita dpt inspirasi dr komik…
    keren…^^

  26. Ohhh euntang berubah lah demi changmin..

    Klw aku jadi si. Eun tang tnpa pikir panjang aku lngsung berubah

    Apalagi dari hari ke hari feel ma changmin bertambah akibat keseringan suami aku Kyu.. Photo breng ma si tinggi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s