My Lovely Brother My Lovely Sister Chap 7


Title: My Lovely Brother My Lovely Sister

Cast :

–          Kim Jaejoong

–          Park Yoochun

–          Kim Hyo Rin (Hielda)

Rating: PG13-NC21 / STRAIGHT

Author : Lee Eun Ri 

A/N: kalo ada salah-salah typo jeongmal mianhae

AUTHOR POV

Sudah dua minggu sejak Hyo Rin pergi ke Jepang. Kini kondisinya mulai pulih dan perlahan ia bisa bergerak cukup banyak dari sebelumnya. Kondisi kepalanya sedikit berubah setelah Dokter selalu memeriksa dan mengobatinya. Luka di tubuhnya pun perlahan hilang.

Setiap hari Yuchun selalu menemaninya setelah namja itu pulang sekolah. Namja itu selalu membawakan barang-barang unik yang namja itu dapatkan dari toko-toko yang ada di Jepang setelah pulang sekolah. Yuchun membuatnya merasa tidak kesepian berada di Rumah Sakit. Ya ia masih berada di Rumah Sakit karena appanya mengatakan Dokter belum mengijinkannya pulang dikarenakan kondisinya yang belum pulih 100%..

Hyo Rin menatap keluar jendela lalu tersenyum tipis saat melihat cuaca hari ini sangat cerah. Ia sangat ingin melihat lebih dekat cuaca di luar sana. Ia pun menyibakkan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya lalu perlahan turun. Ia melangkah pelan ke arah jendela kamar rumah sakit.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” Hyo Rin menoleh kebelakang dan melihat Yuchun datang. Namja itu menghampirinya dengan wajah khawatir. Ia membalasnya dengan tersenyum. Ia menunjuk arah jendela kamar.

“Aku mau kesana.” Ucapnya. Namja itu menghela nafas.

“Seharusnya kau menungguku dulu, chagi. Walaupun kau sudah bisa bergerak cukup banyak tapi tetap saja kau itu belum pulih 100%. Jangan membuatku khawatir.” Ucap Yuchun padanya. Hati Hyo Rin kembali teriris saat mendengar ucapan namja itu. Ia merasa sangat bersalah kalau namja itu memberikan perhatian berlebihan padanya. Karena sampai saat ini ia masih belum bisa melupakan Jaejoong. Namja yang ia cintai. Yuchun membantunya ke jendela kamar. Ia duduk di samping jendela dan menatap keluar, pemandangan yang baru ia lihat.

“Kau suka pemandangannya?” Tanya Yuchun padanya. Ia mengangguk pelan.

“Oppa, apa kau masih marah pada Jaejoong oppa mengenai kematian yeodongsaengmu?” Tanyanya tiba-tiba. Hyo Rin menatap Yuchun yang berdiri di sampingnya. Wajah namja itu berubah menjadi keras. Ia menghela nafas pelan, ia tau jawabannya. Namja itu masih marah pada Jaejoong. Tak lama ia melihat namja itu menaruh tas yang di bawanya lalu mengeluarkan sesuatu dan di berikan padanya. Sebuah buku untuk mempelajari bahasa Jepang. Buku yang kemarin ia minta.

“Itu untukmu. Kau minta kan kemarin padaku, chagi. Dan di buku itu ada CD percakapannya. Kau pasti mudah mempelajarinya. Nanti kuajari setiap pulang sekolah.” ucap namjachingunya itu. Ia tau kalau namja itu berusaha mengalihkan perhatiannya agar melupakan pertanyaannya tadi.

“Gumawo.” Ucapnya sambil menatap Yuchun. Namja itu menatapnya sambil terdiam lalu tak lama memeluknya sangat erat. Ia membalas pelukan namja itu pelan.

“Kumohon padamu jangan menanyakan hal itu lagi. Hatiku masih sakit mendengar dan mengingat itu.” Ucap namja itu.

“Pertanyaan terakhir dariku terserah kau mau jawab apa tidak. Kenapa orang tuamu tidak membenci Jaejoong oppa maupun keluargaku?” Tanyanya. Ia mendengar namja itu menghela nafas.

“Karena mereka tidak tau alasan dongsaengku bunuh diri. Saat kejadian itu mereka sedang ada di singapura. Jadi saat mereka datang dinding kamar mandi sudah tidak ada tulisan itu dan kamar dongsaengku juga sudah di rapikan oleh pembantu.” Jawab namja itu. Ia mengangguk pelan mengerti.

“Jangan tanyakan hal ini lagi. Kumohon, chagi.” Pinta namja itu.

“Hmm. Mianhae.” Ucap Hyo rin. Yuchun memeluk yeojanya semakin erat. Luka di hatinya kembali terbuka saat yeojanya menanyakan hal itu lagi. Ia tidak bisa memaafkan Jaejoong. Tak akan pernah bisa.

‘Aku tak akan pernah memaafkanmu Kim Jaejoong.’ Batinnya.

Yuchun memikirkan hal yang selama ini menjadi rahasianya dan appa Hyo Rin. Appa Hyo rin memintanya untuk menutupi masalah yang timbul di keluarga appa Hyo Rin itu. Masalah yang sudah menyebar di kalangan orang-orang penting. Walaupun media tidak pernah membahasnya tapi orang-orang sudah tau dari mulut ke mulut. Ia merasa bersalah pada yeojanya itu karena menutup-nutupinya.

‘Mianhae, chagi.’ Batinnya.

***  

Jaejoong terdiam di sofa ruang tengah, menatap kedepan tv dengan tatapan kosong. Kini ia tinggal di sebuah apartemen seorang diri. Ia tak mau tinggal di rumah bersama ummanya, yeoja yang menyiksa Hyo Rin dengan sangat kejam.

Setelah yeoja yang ia cintai pergi, ia seolah kehilangan semangat untuk hidup. Sekolah pun ia jalani tanpa semangat sedikit pun. Kabar Hyo Rin hanya ia dengar dari appa-nya jika menelepon. Ia sangat merindukan sosok yeoja itu ada di dekatnya. Ia ingin sekali memeluk yeoja itu sangat erat seperti terakhir ia memeluk Hyo Rin, sebelum yeoja itu menghilang.

Banyaknya waktu luang setelah pulang sekolah membuatnya memutuskan untuk bekerja paruh waktu dan ia mendapatkan pekerjaan di sebuah toko ice cream yang letaknya tak jauh dari apartemennya. Setiap hari ia bekerja untuk sedikit melupakan kesedihannya. Tapi setiap kali ia pulang ke apartemen ia kembali mengingat yeoja itu. Sama seperti hari ini. Setelah pulang kerja ia hanya duduk dan mengingat Hyo Rin.

“Kau sebenarnya ada di mana?” Gumamnya pelan.

Banyak yeoja yang mendekatinya setelah ia bekerja di toko ice cream tapi tak satu pun yeoja yang bisa menggantikan Hyo Rin di hatinya. Ia masih sangat mencintai yeoja itu. Setiap hari yang ia ingat hanyalah Hyo Rin dan hanya nama itu yang ia sebut setiap ia bangun pagi.

Ponselnya berdering membuat Jaejoong tersadar dari lamunannya. Ia mengambil ponselnya lalu melihat id callernya. Appa meneleponnya ia pun langsung mengangkat telepon itu lalu menanyakan di mana Hyo Rin berada. Tapi lagi-lagi appa hanya diam tak menjawab pertanyaan Jaejoong.

“Appa, kumohon katakan di mana Hyo Rin? Aku ingin bertemu dengannya.” Pinta Jaejoong lagi.

“Untuk sementara kau tidak usah tau dimana Hyo Rin berada. Appa juga sebenarnya tidak mau menutupinya darimu.” Ucap appanya membuatnya terdiam.

“Jadi…” Ucapannya di otong appanya.

“Hyo Rin meminta agar tak menceritakan pada siapapun dimana ia berada terutama padamu. Appa awalnya tak mengerti mengapa ia meminta seperti itu tapi appa pikir mungkin dia shock. Bersabarlah sampai Hyo Rin sembuh total.” Ucap appanya membuatnya kaget. Yeoja itu meminta appa mereka agar tidak memberitahukan dimana yeoja itu berada terutama pada dirinya. Jaejoong tersenyum pahit.

“Ne appa. Aku mengerti tapi kumohon terus beri aku kabar tentang keadaan Hyo Rin.” Pintanya lalu tak lama sambungan telepon itu terputus. Jaejoong meletakkan ponselnya di atas meja. Ia kembali terdiam tapi tak lama ia tersenyum pahit.

“Kau mau mengindariku kan Hyo Rin-a? Kau mau menyiksaku di sini? Sendirian tanpa melihatmu?” Ucapnya. Hatinya sakit dan perih saat tau yeoja itu berusaha menjauhinya.

“Kau mau membalas dendam padaku, Hyo Rin-a? Apakah ini perasaanmu ketika aku menjauhimu? Jeongmal mianhae. Kembalilah kumohon.” Gumamnya lagi lalu menangis. Jaejoong bangkit dari duduknya lalu melangkah mengambil soju. Ia meminum 6 botol soju seorang diri sampai ia mabuk dan terus memanggil nama Hyo Rin dengan frustasi.

Jaejoong berdiri dan melangkah ke kamarnya dengan langkah gontai. Ia berbaring di ranjangnya lalu kembali memanggil-manggil Hyo Rin sampai ia tertidur.

Paginya Jaejoong bangun dengan rasa sakit di kepalanya akibat semalam minum-minum. Ia duduk di tepi ranjangnya sambil memegang kepalanya.

“Hyo Rin.” Nama yeoja itu lagi yang ia sebut untuk pertama kalinya saat bangun di pagi hari.

“Apa yang harus kulakukan di sini kalau kau tidak ada?” Gumamnya.

“Apa aku juga harus berusaha melupakanmu? Apa harus aku ke Jepang lagi untuk melupakanmu?” Tak lama ia berdiri dan beranjak untuk mandi.

Setelah selesai mandi dan sarapan Jaejoong hendak pergi keluar tapi saat membuka pintu ia melihat seorang yeoja berdiri di depan pintu apartemennya. Yeoja itu tersenyum padanya. Ia hanya bisa menghela nafas pelan. Yeoja yang selalu mengejar-ngejarnya tanpa kenal lelah sedikit pun. Walaupun ia sering mengusir dan berkata kasar pada yeoja itu tapi yeoja itu tak pernah berhenti mengikutinya.

“Eun Soo, ada apa? Kenapa kau tidak pernah sedikit pun berhenti mengejear-ngejarku? Aku bosan melihatmu terus.” Ucapnya kasar berharap yeoja itu pergi. Yang ia dapat gelengan kepala yeoja itu sambil tersenyum.

“Tidak akan. Aku tidak akan menyerah. Oppa kan tidak punya yeojachingu jadi aku masih punya kesempatan. Mau kemana? Di luar kan hujan. Sebaiknya kita di dalam saja.” Ucap yeoja itu langsung masuk tanpa di persilahkan terlebih dahulu. Jaejoong hanya bisa menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. Ia melihat yeoja itu masuk dan ia mengikutinya dari belakang. Jaejoong duduk dan tak menghiraukan yeoja itu. Ia menonton tv dengan santai.

Ia melirik ke sebelahnya dan melihat yeoja itu duduk tepat di sampingnya. Yeoja itu menatapnya tapi ia tak membalas tatapan yeoja itu, ia kembali menonton tv. Tak ia pedulikan ocehan Eun Soo padanya.

“YA!” Teriak Jaejoong saat yeoja itu tiba-tiba naik ke pangkuannya. Yeoja itu mengalungkan tangan di lehernya dan menatapnya dalam diam.

“Turun!” Perintah Jaejoong tapi yeoja itu tak menurutinya dan hanya diam di pangkuannya.

“Apa maumu sebenarnya?? Jangan membuatku marah! Aku sedang tidak ingin bercanda . aku sedang banyak masalah. Kau sebaiknya pulang.” Ucap Jaejoong.

“Bercintalah denganku dan menjadi namjachinguku.” Ucap Eun Soo  membuat Jaejoong membelalakan matanya. Yeoja itu langsung memeluknya dengan erat. Ia berusaha mendorong yeoja itu menjauh dan melepaskan pelukannya tapi yeoja itu tak melepaskannya.

“Saranghae.” Ucap yeoja itu.

“Gumawo jeongmal gumawoyo tapi aku tidak mencintaimu. Cinta itu tidak bisa di paksakan. Lagi pula sekeras apapun kau mengejarku aku sudah mempunyai orang yang aku cintai. Aku sangat mencintainya dan akan begitu selamanya. Mianhae.” Ucap Jaejoong. Ia merasakan bahunya basah. Jaejoong membalas pelukan yeoja itu dan mengelus punggung Eun Soo. Yeoja itu menangis dalam pelukannya.

Setelah tangisan Eun Roo reda yeoja itu melepaskan pelukannya pada Jaejoong. Ia menghapus air matanya.

Jaejoong menatap yeoja itu. Tak lama yeoja itu turun dari pangkuannya dan duduk di sebelahnya. Yeoja itu melihat sekeliling apartemennya lalu bersandar di bahunya.

“Apartemen oppa sangat dingin.” Jaejoong hanya bisa tersenyum mendengarnya. Ia sadar kalau apartemennya sangat dingin tak ada sedikit pun kehangatan yang ia rasakan. Maka dari itu sejak pindah ia jarang sekali ada di apartemen. Ia selalu keluar apartemen jika memiliki waktu senggang.

Tak lama yeoja itu berdiri dan berpamitan padanya. Saat ia berdiri untuk mengantar yeoja itu sampai ke depan pintu Jaejoong melihat yeoja itu sudah berlari pergi. Lagi. Jaejoong membuat yeoja yang mencintainya dengan tulus menangis karena ia tak bisa membalas perasaan mereka. Ia tak mungkin bisa membalas perasaan mereka karena ia sangat mencintai Hyo Rin.

Jaejoong mengambil ponselnya dan menelepon. Ia memesan tiket untuk pergi ke Jepang besok tapi sayang tiket untuk besok sudah habis dan yang tersisa untuk minggu depan. Tak banyak berpikir Jaejoong pun mengambil tiket untuk minggu depan. Ia memutuskan untuk pergi ke Jepang. Pergi untuk berusaha melupakan Hyo Rin lagi.

“Kalau ini memang maumu, kita harus melupakan cinta kita. Aku akan menurutinya, Hyo Rin-a aku akan pergi ke Jepang untuk melupakanmu. Akan sulit bagiku melupakanmu jika terus berada di Korea.” Ucapnya sambil menatap foto Hyo Rin yang ia ambil diam-diam saat di pesta ulang tahunnya dulu. Jaejoong mulai mengemasi barang-barangnya yang akan ia bawa ke Jepang nanti.

***  

Jaejoong tiba di Tokyo, Jepang. Ia di sambut oleh teman lamanya saat ia berada di Jepang dulu. Ia meminta teman lamanya itu mencarikan apartemen untuk ia tinggal beberapa hari yang lalu dan beruntung temannya itu mau membantunya. Kini ia dan temannya tengah dalam perjalanan ke apartemennya.

Sampai di apartemen Jaejoong tersenyum melihat apartemennya yang sesuai seleranya. Teman yang mengantarnya sudah pulang terlebih dahulu. Ia langsung menata barang-barangnya lalu setelah itu ia duduk di sofa ruang tengah. Ia tersenyum lebar tapi tak lama senyumannya menghilang.

“Aku akan berusaha melupakanmu dan memulai hidup baru di sini. Apa kau sekarang sudah melupakanku? Kau bahagiakah Hyo Rin-a?” Gumamnya pelan.

Ia teringat appanya yang ia tau kini berada di Jepang untuk mengurusi bisnis. Ia pun beranjak dari sofa dan pergi untuk menemui appanya. Ia ingin memberi kejutan pada appanya itu. Ia naik taksi dan saat di perjalanan ia menelepon sekertaris appanya untuk menanyakan di mana appanya berada sekarang. Setelah tau ia menyuruh supir untuk pergi ke tempat appanya berada.

“Rumah sakit? Kenapa appa ada di sana? Apa appa sedang sakit?” Tanyanya bingung. Setelah sampai ia pun turun dan melangkah masuk ke dalam. Saat sampai pintu utama Rumah Sakit ia bertabrakan dengan seseorang. Ia melihat orang itu memakai topi, masker dan memakai jaket yang cukup tebal hingga ia tak tau itu seorang yeoja atau namja. Orang itu membungkuk meminta maaf. Suaranya tidak terlalu jelas karena terhalang masker yang di pakainya. Setelah melihat orang itu pergi dengan terburu-buru ia pun kembali masuk dan mencari appanya.

Ia memanggil appa-nya saat melihat appanya berada tak jauh di depannya. Ia menghampiri appanya lalu memeluknya. Ia mengerutkan dahinya saat appa menatapnya bingung dan kaget. Appanya seperti takut akan sesuatu.

“Tuan, kami sudah mencarinya tapi kami tidak bisa menemukannya.” Ucap bodyguard appanya. Jaejoong menatap appanya bingung. Tak lama ia melihat bodyguard appanya yang lain datang.

“Tuan, nona Hyo Rin tidak bisa saya temukan sepertinya sudah keluar dari rumah sakit ini.” Ucapan bodyguard appanya yang lain yang baru datang itu membuat ia sangat kaget. Ia menatap appanya tajam.

“Apa maksudnya appa? Tolong jelaskan padaku?” Tanyanya. Ia menatap appanyanya tajam. Ia melihat appanya menghela nafas.

“Sebenarnya selama ini Hyo Rin berada di Jepang. Appa membawanya kemari karena Hyo Rin meminta appa untuk membawanya pergi dari Korea. Awalnya appa tidak setuju karena luka di tubuhnya masih sangat parah tapi dia memaksa membuat appa tak bisa melakukan apa-apa. Appa akhirnya membawanya ke Jepang dan meminta Rumah Sakit untuk menyembuhkan Hyo Rin. Semua berjalan lancar sampai apa yang appa tutupi dari Hyo Rin akhirnya di ketahuinya.” Ucap appanya.

“Hyo Rin mendengar pembicaraan orang di rumah sakit mengenai perceraian appa dengan ummamu dan mendengar kalau perceraian appa karena dirinya. Hyo Rin menanyakan langsung pada appa dan appa tidak bisa menyangkal, appa memberitahukannya kalau appa menceraikan umma kalian. Tapi appa tidak bilang kalau perceraian ini karena dirinya dan perceraian ini memang bukan karena Hyo Rin. Hyo Rin menyalahklan dirinya dan meminta appa untuk menghapus dirinya dari daftar keluarga. Appa menentang keras permintaannya itu tapi keadaan semakin memburuk dan Hyo Rin terus memaksa dan mengatakan tidak ada jalan lain. Dia bilang pada appa kalau keadaan sudah membaik appa bisa memasukan namanya lagi ke dalam daftar keluarga kita. Appa pikir tidak ada salahnya dan appa pun menghapus namanya di dalam daftar keluarga kemarin malam.” Ucap appanya membuat Jaejoong kaget.

“APPA!!” Teriaknya tak percaya.

“Appa tau kau marah. Appa pun menyesal melakukannya. Padahal Hyo Rin bilang pada appa kalau dia akan terus berada di samping appa, tetap di keluarga kita walaupun namanya untuk sementara sudah appa hapus tapi ternyata dia pergi begitu saja. Appa tidak tau kenapa Hyo Rin sampai pergi seperti ini.” Jaejoong melihat appanya frustasi karena putri kesayangannya kabur. Ia tak tau harus merasa senang atau pun sedih. Satu sisi ia dan Hyo Rin kini bukanlah oppa dan dongsaeng karena ikatan mereka sudah di putus. Hal itu membuatnya sedikit berharap bisa mendapatkan yeoja itu untuk menjadi miliknya. Hanya miliknya seorang. Tapi di sisi lain ia tak tau di mana yeoja itu sekarang. Yeoja itu menghilang tanpa jejak. Ia mengacak-acak rambutnya kesal.

‘Kenapa di saat kita tak memiliki ikatan apapun kau malah menghilang? Kau di mana?’ Batin Jaejoong. Tak lama ia mengingat orang yang tak sengaja bertabrakan dengannya. Ia mengingat-ingat postur tubuh orang itu yang hampir mirip dengan yeoja yang ia cintai. Ia menatap kedua bodyguard appanya yang masih berdiri menunggu perintah.

“Kapan Hyo Rin menghilang?” Tanyanya sambil menatap kedua bodyguard itu bergantian.

“Belum lama ini tuan muda. Nona tadi hendak keluar tapi kami larang, nona meminta kami untuk membelikan minuman dingin karena dia haus lalu kami berdua membelinya tapi saat kami kembali nona sudah tidak ada.” Jawab salah seorang bodyguard itu. Mendengar itu mata Jaejoong langsung membelalak.

“Hyo Rin pakai pakaian seperti apa?” Tanyanya cepat.

“Memakai pakaian rumah sakit dan memakai jaket warna putih yang cukup tebal tuan.” Jawab bodyguard itu. Sontak Jaejoong langsung berlari ke arah depan rumah sakit. Tempat ia bertabrakan dengan orang tadi. Ia yakin kalau yang di tabraknya tadi itu Hyo Rin. Ia menatap sekeliling dan tak menemukan yeoja itu. Ia menanyakan pada satpam di sana tentang orang yang ia yakini sebagai Hyo Rin itu. Beruntung satpam itu melihatnya dan ia pun berlari ke arah yang di tunjuk satpam itu. Ia terus berlari sambil mencari yeoja itu. Yaoja yang sangat ia yakini sebagai Hyo Rin.

“Aku yakin tadi itu pasti kau Hyo Rin-a. Kumohon jangan pergi lagi.” Ucapnya pelan. Jaejoong terus mencari tanpa lelah sampai ia mendengar suara appa memanggilnya. Ia pun menoleh ke sumber suara. Appa menyuruhnya masuk ke dalam mobil, ia pun menurut dan masuk.

“Aku harus mencarinya. Tadi aku bertabrakan dengan seseorang dan aku sangat yakin kalau itu Hyo Rin.” Ucapnya sambil menatap appanya.

“Tenanglah. Appa sudah menyuruh orang untuk mencarinya ke seluruh tempat.” Ucap appanya.

“Aku harus secepatnya menemukan Hyo Rin.” Ucapnya.

“Arra. Ah tunggu mungkin Yuchun tau di mana Hyo Rin.” Ucap appanya lalu menelepon namja itu. Ia tak mempedulikan appanya yang menelepon Yuchun. Ia terus menatap keluar jendela mobil mencari sosok Hyo Rin.

Berjam-jam mencari keberadaan Hyo Rin tapi ia dan appa tak juga menemukan sosok yeoja itu. Jaejoong menghela nafas frustasi. Appa mengatakan padanya kalau Yuchun tak mengetahui keberadaan Hyo Rin. Mendengar itu tubuh Jaejoong kembali lemas, tadinya ia berharap kalau namja itu tau di mana Hyo Rin berada.

***  

Hyo Rin kini berada di rumah mungil milik nenek tua penjual takoyaki di jalan kecil yang ada di Jepang. Ia di tolong nenek tua bernama Yukino saat ia berjalan tak tentu arah. Nenek itu menanyakan kenapa ia berjalan seorang diri, ia menceritakan pada nenek itu kalau ia tidak mempunyai keluarga dan tidak tau harus pergi kemana. Ia menggunakan bahasa Jepang sebisanya karena bahasa Jepangnya belum terlalu lancar.

“Kau sepertinya bukan orang Jepang. Kau orang mana?” Tanya nenek itu sambil membuatkan minuman untuknya.

“A aku orang Korea, nek.” Jawabnya.

“Kenapa kau bisa ada di Jepang?” Tanya nenek itu lagi. Hyo Rin hanya diam tak menjawab pertanyaan nenek itu. Ia tak tau harus menjawab apa.

“Kalau kau tidak mau menjawab tidak apa-apa.” Ucap nenek itu lagi sambil menghampirinya dengan tersenyum lembut.

“Maaf, nek. Aku belum bisa menceritakannya pada nenek. Bolehkah aku sementara waktu tinggal di sini?” Ucapnya.

“Tentu saja boleh. Nenek lihat kau sepertinya orang baik-baik. Ceritakan pada nenek kalau kau siap. Kau bisa pakai kamar sebelah, kamar itu dulu di pakai oleh anak perempuanku yang sudah meninggal. Pakai pakaian yang ada di lemari jika kau tak keberatan memakai pakaian anakku.” Ucap nenek itu. Hyo Rin mengangguk dan mengucapkan terima kasih.

“Nek, boleh aku minta tolong sekali lagi?” Tanyanya. Nenek Yukino itu menatapnya.

“Tolong jangan memanggilku Hyo Rin kalau sedang di luar atau sedang banyak orang. Aku ingin memulai hidup baru tanpa ada yang tau nama asliku. Aku tak mau ada yang mencariku dan tau di mana aku berada.” Pintanya. Nenek Yukino mengangguk mengerti.

“Kalau begitu nenek akan memanggilmu Ayumi. Bagaimana?” Hyo Rin mengangguk setuju.

“Kau istirahatlah dulu. Nenek mau kembali berjualan.” Ucap nenek itu sambil mengelus punggungnya pelan. Nenek Yukino berdiri dan ia pun spontan ikut berdiri.

“Aku ikut, nek. Biar kubantu nenek berjualan.” Ucapnya. Nenek Yukino menatapnya khawatir.

“Sebaiknya kau istirahat. Sepertinya luka di kepalamu masih butuh istirahat.” Tolak nenek itu halus. Ia menggelangkan kepalanya.

“Aku baik-baik saja, nek. Aku ingin membantu nenek. Mungkin bantuanku kecil karena aku belum begitu mengerti masakan Jepang. Tapi aku akan membantu nenek semampuku.” Ucap Hyo Rin. Ia ingin membantu nenek Yukino yang telah berbaik hati membantunya dan memperbolehkannya tinggal bersama. Ia tersenyum setelah melihat anggukan nenek Yukino. Nenek itu menyuruhnya berganti pakaian, ia pun menurut dan bergegas mengganti pakaiannya.

Hyo Rin membantu nenek Yukino berjualan takoyaki. Walaupun ia tak bisa membantu membuat takoyaki tapi ia berusaha membantu hal lainnya. Ia merasa tak enak dengan nenek Yukino. Ia berpikir untuk mencari pekerjaan agar tak merepotkan nenek Yukino dan bisa sedikit membantu nenek itu.

Saat tengah beristirahat Hyo Rin menatap ke depan dengan tatapan kosong. Ia tersenyum sedih saat mengingat orang-orang yang ia cintai. Orang-orang yang ia tinggalkan.

‘Mianhae, appa. Aku melakukan ini karena tak mau membuat appa tambah susah. Aku tak mau orang-orang terus membicarakan appa hanya karena aku. Jaeongmal mianhae.’ Batinnya.

‘Mianhae Yuchun oppa. Aku tidak mau terus membohongimu dan menyakitimu. Kau terlalu baik untukku. Aku tidak mungkin bisa mencintaimu.’

‘Jaejoong oppa. Kuharap oppa bisa bahagia dengan yeoja lain.’

***  

Sudah berminggu-minggu Yuchun mencari Hyo Rin tapi tak juga menemukan yeoja itu. Sejak yeoja itu menghilang sekolahnya sedikit terabaikan dan tidurnya pun tidak terlalu nyenyak. Ia sangat mengkhawatirkan Hyo Rin dan ingin segera menemukan yeoja itu. Ia ingin menemukan Hyo rin sebelum Jaejoong. Ia tak mau Jaejoong menemukan yeoja yang ia cintai sebelum namja itu. Namja yang sangat ia benci.

Ia dan Jaejoong berkelahi beberapa hari yang lalu karena masalah Hyo Rin dan Min Young. Ia sangat membenci Jaejoong. Dan tak akan mungkin bisa memaafkan namja itu.

“Chagi, kau di mana? Kenapa setelah namamu di hapus sementara kau malah pergi seperti ini? Kau tinggal di mana? Kau kan tidak mempunyai siapa-siapa.” Gumam Yuchun. Ia duduk di kursi taman sambil melihat sekeliling berharap bisa menemukan Hyo Rin. Ia menghela nafas saat tak melihat sosok yang ia cari selama ini.

Hatinya terasa kosong karena tak ada Hyo Rin di sampingnya. Hidupnya terasa hampa tanpa yeoja itu. Yuchun menatap ke depan dengan tatapan kosong. Ia tak tau harus melakukan apa jika tidak ada Hyo Rin.

Ia ingin sekali memeluk yeojanya dengan erat dan tak melepaskannya sedikit pun agar yeoja itu tak mengilang dari sisinya lagi. Yuchun terus memanggil Hyo Rin berharap yeoja itu datang kehadapannya sekarang.

—-  

Jaejoong menghela nafas setelah mendengar informasi dari orang suruhan appanya untuk mencari Hyo Rin. Orang suruhan appanya tidak bisa menemukan yeoja yang ia cintai. Jaejoong menyuruh orang itu pergi dan setelah itu ia berteriak kesal. Semua orang suruhan appanya tidak bisa menemukan di mana keberadaan Hyo Rin sekarang, sama sepertinya yang juga terus mencari seorang diri. Jaejoong tidak hanya diam menunggu informasi dari orang suruhan appanya, ia juga mencari Hyo Rin di jalan-jalan yang ia pikir mungkin ada yeoja itu.

“Bogoshippo. Kau di mana Hyo rin-a? Apa kau pergi karena ingin melupakanku? Ingin menghilangkan perasaanmu padaku? Tapi sekarang kau bukan lagi dongsaengku. Kita tak lagi terikat persaudaraan. Kau menghilang di saat aku sudah yakin ingin memilikimu dan di saat aku sudah dekat denganmu kau malah kembali menghilang. Ah anni, kau malah semakin jauh dariku. Membuatku sulit meraih tanganmu. Aku ingin melindungi dan menjagamu. Saranghae, Hyo Rin-a.” Ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya. Tak lama ia tersentak saat seseorang menyentuh pundaknya. Sontak ia berdiri dan membelalakan matanya saat melihat siapa yang menepuk pundaknya.

“A appa.” Panggilnya. Ia merasa appa sudah mendengar semua perkataannya. Appa menyuruhnya untuk duduk. Ia pun menurutinya dan menatap takut appanya. Appa hanya terdiam sambil menatapnya. Lalu tak lama ia melihat appa menghembuskan nafasnya.

“Apa yang appa dengar tadi benar, Kim Jaejoong?” Tanya appanya. Appa memanggilnya dengan nama lengkapnya, tanda kalau appanya benar-benar serius dan ingin mendengar jawaban yang jujur darinya.

“N ne. Mianhae appa. Sejak dulu aku sudah berusaha melupakan perasaanku pada Hyo Rin karena kami saudara tapi aku tidak bisa melupakannya. Sangat sulit bagiku untuk melupakan Hyo Rin. Aku sangat mencintainya. Jeongmal mianhae.” Jawabnya sambil tertunduk.

“Sejak kapan kau mencintainya?” Tanya appanya tegas.

“Aku sadar mencintainya saat aku kelas 6 SD.” Jawabnya tanpa menatap appanya.

“Apa karena Hyo Rin, kau dulu ingin sekali sekolah di sini? Ingin melupakan Hyo Rin dengan sekolah di sini?” Tanya appanya lagi. Ia mengangguk menjawab pertanyaan appanya.

“Bagaimana dengan Hyo Rin sendiri? Apa kau perasaannya? Apa dia tau perasaanmu?” Tanya appanya lagi dengan tegas.

“Dia tau aku mencintainya dan aku tau kalau Hyo Rin juga mencintaiku. Awalnya aku tak menyangka kalau Hyo Rin juga mencintaiku. Saat aku tau Hyo Rin juga mencintaiku, pertahananku agar menjauhinya karena dia dongsaengku runtuh seketika dan rasa ingin memilikiku timbul. Tapi sayang, Hyo rin malah memilih menjauhiku. Mungkin waktu itu karena umma dengan kejam memukulinya dan kini menjauh mungkin karena tak mau appa merasa kesulitan karena dirinya dan ingin berusaha melupakanku. Tapi entahlah apa pikiranku itu benar atau tidak. Mianhae appa. Aku tidak bisa mengontrol perasaanku.” Ucapnya. Ia mendengar appanya menghela nafas berat. Lalu tak lama menepuk pundaknya.

“Teruslah mencari Hyo Rin dan bawa dia kemari. Bawa dia kembali ke sini, ke dalam keluarga kita, bawa ke hadapan appa secepatnya.” Ucap appanya. Jaejoong menatap appanya tak percaya, appanya tak marah sedikit pun dan hanya menyuruhnya mencari yeoja itu. Appanya berdiri dan pergi tapi tak lama langkah appanya terhenti.

“Tolong bawa putri kesayanganku kembali ke rumah.” Ucap appanya tanpa menatapnya.

“A appa. Apa appa tak marah? Apa aku boleh mencintai dan memiliki Hyo Rin?” Tanyanya. Tapi appanya tak menjawab pertanyaannya dan kembali melangkah pergi meninggalkannya seorang diri di apartemen miliknya. Jaejoong tak tau apa appanya marah atau malah merestuinya mencintai Hyo Rin.

“Aku harus secepatnya menemukanmu, Hyo Rin-a.” Gumamnya. Ia kembali bersemangat untuk mencari yeoja yang sangat ia cintai. Ia pun mulai menelepon teman-temannya yang ada di Jepang untuk meminta bantuan mereka mencari Hyo Rin. Jaejoong bergegas berganti pakaian dan pergi mencari Hyo Rin di seluruh sudut kota Tokyo.

Jaejoong mencari dengan penuh semangat, ia bertanya pada setiap orang di jalan. Ia menunjukkan foto Hyo Rin yang ia miliki. Hampir setiap orang yang ia tanya menjawab tidak pernah melihat yeoja itu tapi ia tak menyerah dan terus mencari dan bertanya pada setiap orang. Setelah berjam-jam berjalan mencari dan bertanya pada setiap orang, Jaejoong pun merasakan lelah. Ia membeli minuman dingin untuk menyegarkan dirinya. Sambil beristirahat ia tetap melihat ke sekelilingnya. Mencari sosok Hyo Rin.

Setelah ia merasa cukup beristirahat ia pun kembali mencari Hyo Rin. Tak lama perutnya berbunyi mmbuatnya menghentikan langkahnya. Ia baru sadar kalau ia belum makan sejak tadi pagi. Saat melihat seorang nenek menjual takoyaki ia pun memutuskan untuk membeli makanan itu untuk mengisi perutnya. Ia memesan satu porsi takoyaki dan langsung memakannya. Ia melihat nenek itu sudah sangat tua membuatnya merasa kasihan.

“Nek, tolong satu porsi lagi.” Pintanya yang memang memesan takoyaki lagi karena lapar. Nenek itu pun mengangguk dan tersenyum.

“Nenek hanya berjualan seorang diri?” Tanyanya berusaha ramah.

“Biasanya ada Ayumi yang membantu nenek tapi dia sedang mencari pekerjaan. Mungkin sebentar lagi akan kemari. Dia anak yang baik tapi sayang sepertinya dia hanya seorang diri di sini.” Ucap nenek itu. Jaejoong pun mengertukan dahinya.

“Ayumi itu bukan keluarga nenek?” Tanya Jaejoong. Nenek itu menggelengkan kepalanya.

“Bukan. Ayumi itu anak perempuan yang nenek bantu. Nenek dulu melihatnya berjalan tanpa arah karena merasa kasihan jadi membantunya dan menyuruhnya tinggal bersama nenek. Dia anak yang cantik dan ramah. Oh ya panggil saja nenek Yukino.” Jawab nenek itu. Jaejoong mengangguk mengerti.

“Nenek Yukino baik sekali. Mau membantu orang yang tidak di kenal.” Ucap Jaejoong sambil mengambil takoyaki yang ia pesan lagi. Ia kembali memakannya dengan lahap.

“Nenek membantunya karena dia terlihat baik dan selama tinggal bersamanya dia selalu baik dan membantu nenek. Malah kalau di rumah dia melarang nenek bekerja. Dia sudah seperti cucu nenek sendiri. Keberadaannya di rumah membuat nenek bahagia dan tidak kesepian. Karena selama ini nenek tinggal sendiri.” Ucap nenek itu lalu memberikannya minum. Jaejoong menerimanya dan langsung meminumnya.

Selesai memakan dua porsi takoyaki membuat perut Jaejoong cukup terisi. Ia pun membayar pada nenek Yukino itu.

“Arigatou, nenek Yukino. Nanti aku akan kemari lagi. Salam untuk Ayumi.” Ucap Jaejoong ramah lalu kembali berjalan pergi mencari Hyo Rin.

Nenek Yukino tersenyum sambil menatap punggung Jaejoong sampai menghilang. Nenek Yukino merasa Jaejoong anak yang baik.

“Anak yang baik sepertinya. Ah aku lupa menanyakan nama anak muda itu.” Ucap nenek Yukino pelan. Lalu tak lama ia kembali berjualan.

Setelah dagangannya habis terjual nenek Yukino pun membereskan dagangannya. Ia membereskan kedai kecilnya itu tapi tak lama Hyo Rin datang dan menyuruhnya untuk duduk. Nenek Yukino menolak tapi Hyo Rin memaksa membuatnya duduk. Ia tersenyum melihat Hyo Rin yang cekatan membereskan kedai.

“Nek, aku sudah mendapatkan pekerjaan. Aku mendapatkan pekerjaan di toko aksesoris Sasaki yang tak jauh dari sini. Di sana aku bisa bekerja sambil mempelajari bahasa Jepang lebih dalam di sela-sela waktu. Aku harap bahasa Jepangku cepat lancar, nek.” Ucap Hyo Rin memberitahukan nenek Yukino kalau ia sudah mendapatkan pekerjaan. Ia melihat nenek Yukino tersenyum padanya.

“Baguslah kalau begitu. Bahasa Jepangmu menurut nenek sudah lancar. Kau kan setiap hari belajar melalui buku dan nenek juga kan membantumu.” Ucap nenek itu.

“Memang tapi aku belum menguasai kanji. Oh ya nek, aku bekerja mulai besok tapi aku masih bisa membantu nenek membuka kedai dan membantu berjualan sebentar. Lalu sebelum kedai takoyaki nenek tutup aku bisa membantu nenek juga. Maaf aku tidak bisa lagi membantu nenek berjualan seperti dulu. Mulai besok aku hanya bisa membantu nenek di awal buka dan sebelum tutup.” Ucap Hyo Rin meminta maaf. Setelah selesai membereskan kedai nenek Yukino, ia menghampiri nenek itu dan memegang tangan nenek itu dengan lembut. Ia menatap nenek Yukino tidak enak. Tapi nenek Yukino malah tersenyum lembut padanya.

“Tidak apa. Nenek malah berterima kasih kau selalu membantu nenek. Kau anak yang sangat baik. Ayo kita pulang sudah sore.” Ajak nenek itu. Hyo Rin pun mengangguk. Barang-barang untuk mendirikan kedai ia titipkan di toko sebelah. Sedangkan barang-barang yang perlu di bawa pulang ia bawa sendiri. Ia menggandeng tangan nenek Yukino. Nenek Yukino menceritakan tentang namja tampan padanya yang menitipkan salam padanya.

“Nenek menyukainya?” Godanya. Nenek Yukino langsung mencubit lengannya pelan membuatnya terkekeh pelan. Tak lama ia dan nenek Yukino melihat orang-orang berkerumunan. Hyo Rin merasa sepertinya ada yang bertengkar. Ia mencegah nenek Yukino yang ingin melihat. Ia menggelengkan kepalanya dan meminta nenek untuk pulang. Beruntung nenek Yukino mengangguk dan keduanya pun kembali berjalan pulang.

Di sisi lain Jaejoong dan Yuchun tengah bertengkar di jalanan. Mereka tak peduli dengan orang-orang yang tengah berkerumunan melihat mereka. Saat Yuchun hendak memukul Jaejoong seseorang mencegahnya dari belakang. Beberapa orang mencoba memisahkan mereka berdua. Jaejoong hanya menatap Yuchun dengan tatapan datar. Ia sangat malas berurusan dengan namja itu.

Keduanya tidak sadar kalau yeoja yang mereka cari ada tak jauh dari tempat mereka. Yeoja yang terus berjalan menjauh bersama nenek Yukino.

TBC

Akhirnya. Mian kalo ceritanya makin aneh. Komen jangan lupa. Kalo ga komen di all chap ga bakalan dapet pw chap akhir, arraseo???

@Hielda: gmn ceritanya? Ga puas ya? Pasti banyak kekurangan. Mianhae ya.

47 thoughts on “My Lovely Brother My Lovely Sister Chap 7

  1. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    yah ngapain hyo rin pake pergi segala….. akhirnyaaaaa appanya menyetujui hubungan jeje ma hyo rin.. gak sadar ya kalo yg dimaksud nenek yukino tu si hyo rin.. hmmmmmm mana tadi pas bertengkar malah hyo rin gak tau kalo yg bertengkar tuh oppanya sama namjachingunya…
    rasanya aku kesel banget… pengen kutarik lengan hyo rin biar masuk di kerumunan orang2 dan ngeliat yoochun sama jaejoong lg bertengkar… hadeeeeeeuuhhh…
    *mian kalo rada emosi, tp masalah inilah yg membuat ceritanya semakin seru*😀
    see you next chap🙂

  2. padahal sudah d depan mata . . . .
    pengen jaejoong yg nemuin hyorin duluan . . . .

    apakah appanya merestui jj sama hyorin ????

    makin makin d tunggu next chap nya🙂

    seru ff nya

  3. aishh slalu aja ada halangannya .. Padahal hyorin ga jauh dri mereka ..
    Lgi pula knapa hyorin harus pergi sih, kn kasian yg lain ..
    Pokoknya hrus jaejoong oppa duluan yg nemuin hyorin titik *maksa* #plakk
    iisshh tu yeoja yg namanya eun soo genit bgt sih, pake ngerayu2 jaejoong lgi iikkhh ..
    Itu appanya setuju ga tuh ?? Kayanya dri sikapnya sih setuju dh,, semoga setuju dh hhahaha😀 tpi yoochun gmana,, aahh uchun sama aku aja dh ya ya ya ya *maunya* #dikroyokCassie
    Akkhh kecepetan nih ceritanya, bru baca udh tbc *reader bawel* #ditendang author -_- tpi ceritanya makin seruuuuu ….
    Lanjut chingu .. Jgn lama2 yaa ^^
    aku tunggu ~

  4. hya akhirnya appa jaepa tau perasaan jaepa ma hyorin,gmana tuch direstuin ga. ya padahal jaepa klo bntar lg nunggu dikedai nenek yukino pasti ketemu hyorin. wah bikin gregetan za…

  5. euchan she peef berkata:

    ahahaha😀
    ngebayang jaepa jadi tukang ice krim.. (?)
    ganteng bgt tuh abang ice krim!! *.*
    aissh!!
    Jadi geregetan deh baca ini ff..
    Jaepa!! Buru temuin itu si hyorin sebelum uchun..
    #PLAK! *ditabokuchun*

  6. ah….. part ini bikin gemes setengah mati bikin emosi naik turun,,,,, giliran jj y udah nyusul n mau ketemu ada aja masalah yg bikin mereka tambah jauh n padahal dah mau ketemu mereka ngak saling liat huuff~~~~
    aku berharap g nemuain hyorin duluan nanti itu jj oppa jgn yoochun,,, yoochun kan udah nolong waktu hyo d pukulin nah sekarang gilirqn jj oppa yg beraksi n nunjukin cinta y k hyo klo dia jg bisa jd org yg selalu ada buat hyo…..
    aku udah dag dig dug pas bagian eun soo itu,,, aku kira jj bakal terpengaruh n ujung2 y berbuat yadong n untung y enngak,,, setuju y ma hyo ja kkkkkk!!!!
    jj ma yoochun yg akur dong jgn berantem mulu……
    Lanjut……

  7. @tissarafifah berkata:

    ada typo tuh hehe eun soo jadi eun roo hehe~
    Jj-yuchun berantem terus -__-
    Keseluruhan ff nya bagus jalan ceritanya jg gak kecepetan..di tunggu next chap nyah~

  8. nteph berkata:

    Aaaa….critany mkin bkin pnasaran… Jd bngung ntr hyo jd sm siapa.. Di satu sisi ksian YC tp d lain sisi Jae jg ksian…

  9. Hyorin pake segala kabur nih bikin orang2 pada pusing aja, jeje sama chun juga nih segala pake berantem -_-
    itu appa nya beneran ngerestuin jeje sama hyorin?
    udah jeje setiap hari aja ke tempat nenek yukino nanti pasti ketemu sama hyorin deh XDD
    ditunggu next chap ^^

  10. yoochun oppa dan jaejoong oppa semangat ya cari hyo rin ya..
    yoochun oppa dan jaejoong oppa kok masih bertengkar padahal sudah besar..
    appa ya merestukan ato endak thu?
    jaejoong datang terus be ketempat nenek yukino, biso jadi ketemu hyo rin..
    di tunggu next chap ^^

  11. reeenny berkata:

    ya ampun hyo rin jadi susah gini
    ceritanya sedih bgt sii , kshn bgt sm jaejoong nahan prasaan dr klas 6SD , sampai ada ksmpatan tau prasaan msg* malah nykpnya yg jadi pnghalang skrg hyo rin kaburr

  12. Uoooo….aku kebawa emosi baca FF ini wkwkkwk…

    Hyorin kenapa giliran JJ ke jepang kamu sudah pergi?, kenapa giliran JJ pergi ke toko takoyaki kamu juga pergi?, semoga di toko sasaki kalian bertemu amiinn…Dan semoga sang author membuat JJ dengan Hyorin bersatu bukan dengan Yuchun…

    Aku geregetan bgt, lanjutanya jangan lama2 yo
    \^o^/

  13. deewookyu berkata:

    aaaaakkh………….greget..liat JJ…
    nenek Yuki aja suka……aku juga suka….
    truss..kyknya appa nya ngasih lampu kuning tuh ke JJ…
    setuju ga..ya/////dop;'[]

  14. yahhh,pdhl tinggal dkit lg ktmu jejung, eh, mlh hyorin kbr dri rmh skt..
    Berhrp yg pertma x nmuin hyorin tuh jejung bkn yuchun,hohoho
    wahh,ksmptan tuh qlo hyorin bkn bgian dri anggota qlwrga kim lg😄 ..

  15. Asri berkata:

    hemmm….. hyo rin kabur…. tmbh konflik n makin seru nh… tp, klo boleh saran. ktmunya jgn cpt2…. misal 1th kmudian gtu… biar kliatan usaha jae ma uchun nyariny…. nah, klo aga lama kan biar luka hyorin smbuh dlu…..Bsa bkin tmbh knflik lg^^

  16. hyo rin demen bgt kabur ea? kasian tu semua orang pada khawatir, pas adegan JJ hampir ktmu ma hyorin jd berasa sinetron eon wklwkwk.. abiz bikin greget sih…
    Ntar siapa ya yg bkl berhasil nemuin hyo rin ya?
    Fighting buat bikin lanjutannya eon ^^

  17. firawangkiwe berkata:

    ihh,,,,,,gerergetaaaaan sama hyo rin !!
    wahh…adegan pas hyo rin hampir ketemu sama jj bikin deg deg-an !!
    kenapa si hyo rin malah minta di hapus dari keluarga sih??
    kesel kesel
    moga-moga tambah seru ni konflik,ny

  18. yhe_yhe berkata:

    hyorin bkal ketemu pertama ama sapa y???
    moga – moga ma jaejoong dlu…(hehehe bias nya jaejoong neeh)))..
    ntar jaejoong baikan ga ya ama yuchun…
    jgn ampe sad ending dong….

  19. haajeyong berkata:

    aigoo gmes bgt baca part ini
    jae oppa ayo smgt nemuin hyorin,aku brharap jae dlu yg nemuin.a
    makin penasaran nih…
    daebak daebak daebak
    bca lnjtan.a dlu ah

  20. lee songhwa berkata:

    Yahhhhh hyorin nya kabur , jeje khwatir banget pastinya . Seru dan makin seru thor nice maaf baru baca dan baru sempet koment

  21. yunnie berkata:

    hwaaaa..ternyata ud ada chapter7..itu knp c hyorin kabur yaa??kan kasian chunnie n jeje..tapii chingu,mianhae sblmnya q koq ngrasa critanya jd kyk sinetron yaaa??mian mian *bow*

  22. TriZheey2992 berkata:

    author kau hrus tnggung jwb…
    Mataq pnas ne gra2 nangis bca ne ff.
    #Lebay…
    Ah Yuchun ma Jeje kyk ank kcl…
    Gk bsa pha d’slesaikn scra baik2…

  23. Kasian jg eunsoo,ampe segitu’a cinta ama jj.untung’a eunsoo bisa ngerti jj klu jj ga suka.

    Kyaaa itu hyorin ama nenek yukino ko d biarin pergi ><
    harus'a jj ama yuchun kompak nyari hyorin,ini pake acara berantem segala.

  24. wahhh~ mereka bertiga dipisahkan oleh takdir nih. hehe~
    seneng deh onn, appanya jaeppa keliatannya setuju jaeppa sama hyorin!
    aq pro jaeppa! *ya iyalah, namjachinguku gtuuu #PLAAK -___-“

  25. linasuhadi berkata:

    Kya….hyorin knp kaboorr…hadoohh..jasihan appa nya..
    Jj oppa n uchun oppa jg jd sedih..kasian bgt…huhuhuhu

  26. Dragon_fishy berkata:

    Aigoo
    sisip jalan bgt…

    Chunie ma jae..
    Sempet2 ny brtengkat…
    Appa nny jae dilema tuh,,,
    d satu sisi jae anakny, d sisi laen dy dah ngerestui chun ma hyo….

    Kalo aq mah dukung JaeHyo Couple hoho

  27. leeharim berkata:

    Kebetulannya keren banget jaejoong pergi ke jepang buat nglupain hyorin malah ternyata hyorin jg ada di sana….kayaknya hyorin makin lama makin kasian aja ya…buat cewe seumuran hyorin, hyorin termasuk cewe yg kuat mental, kalo cewenya engga kuat mental pasti udah gila kalo engga bunuh diri….hehehehe

  28. Ochyyy berkata:

    OH EM JI INI SINETRON BANGET -___-
    KENAPA SUSAH BANGET NEMUIN HYORIN?? ;___;
    AYO JJ OPPA HWAITING POKO NYA JJ HARUS NEMUIN HYORIN DULU KETIMBANG YUCHUN ;D #CAPSKEINJEK

  29. Boom Park Boom Boom berkata:

    Ga tau gimana ma hyorin bukannya nyelesein masalah tp lari dari masalah . . . . Kasian kan chunie ma joongie ga da kepastian dari hyorin . Harusnya hyorin harus tegas bilang ke mereka xlo dia ga bkalan milih siapa” ! Gtu kan enak .
    Bkin esmosi sajo ! gregetan ma mereka

  30. Resty berkata:

    duh kenapa sech dengan dua namja ini, pake acara berkelahi segala
    tuh jadinya kan ga bisa nemuin hyo rin. emang dengan berantem bisa nyelesain masalah apa!!!
    adegannya udah kayak sinetron indo aja chingu, wkwkkwwk
    hyo rinnya jangan kelamaan hilangnya. pokoke next chap hyo rinnya dah hrs ditemuin. but siapakah orangnya???
    lanjut >>>

  31. lovejj berkata:

    Akhh, makin seruuuuuuuu…
    Ending nya jdi bikin galau..

    Habis dua2nya sayang ma hyo rin sih..
    Opaa, siapa pun nti yg ditolak hyo rin, aku mau kok jdi pelariannya…
    :p

  32. Sicachu.~ berkata:

    Yah knp jadi runyam gini jae appa? Pokoknya harus sama jae appa ya min hyorin nya, ga boleh yg lain😀

  33. anna (niniez) berkata:

    uwaaaa,, jejong ketemu sama si nenek,,, tapi g ketemu ayumi,, alias hyorin,,, kasian banget,, itu si jeejong sama chunnie jangan di pertemukan,, brabe kalo udah ketemu, hihihi,, kira2 setelah tau appanya bakalan ijinan mereka bersatu g ya,, waahh, penasaran,, pengen cepet baca next nya… #phalli khayeo,,

  34. nisa6002 berkata:

    Ga nyangka cerita bakalan kyak gini. Ceritax ga bisa aku tebak. Keren.
    Aku berharap jaejoong duluan yg nemuin hyorin. Dan semoga mereka bisa bersatu.

  35. Kyaaaaa knpa hyorin pkai acara kabur sgala sh….

    Jj oppa cpt tmukan hyorin …bwa hyorin kdpn appa laku minta restu ma appa …smoga appa jjoppa memberi restu n yuchun oppa mau mngalah demi kebahagiaan hyorin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s