My Lovely Brother My Lovely Sister Chap 5


Title: My Lovely Brother My Lovely Sister

Cast :

–          Kim Jaejoong

–          Park Yoochun

–          Kim Hyo Rin (Hielda)

Rating: PG13-NC21 / STRAIGHT

Author : Lee Eun Ri  

Happy reading

“Saranghae, Hyo Rin-a.” Ucapnya lagi tapi kini tepat di telinga yeoja itu. Jaejoong kembali mencium bibir yeoja itu sekilas lalu pergi dari kamar itu.

Chap 5

AUTHOR POV

Hyo Rin menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Sejak tadi sebenarnya ia tak tidur, saat Yuchun mencium keningnya ia sudah bangun dari tidurnya. Setelah namjanya itu keluar kamar ia sebenarnya ingin bangun tapi melihat ada yang membuka pintu entah mengapa ia langsung kembali berbaring dan pura-pura tertidur.

Hyo Rin menangis sambil terus menahan suaranya agar tak terdengar siapapun. Sekarang ia tak tau harus bagaimana. Ia pun tak menyangka kalau Jaejoong juga mencintainya. Pikirannya kini benar-benar kacau.

“Oppa, Jaejoong oppa. Kenapa mengatakannya di saat aku sudah menjadi kekasih Yuchun agar bisa melupakanmu?” Ucapnya sambil terus menangis. Ia bangun lalu menekukkan kedua kakinya, ia memeluk kakinya lalu menangis dengan hati yang sulit ia gambarkan bagaimana rasanya sekarang ini. Entah harus senang atau pun sedih, ia pun tak tau.

Hyo Rin terus menangis sampai ia teringat Yuchun, reflek tangannya mengambil ponsel lalu menelepon namja itu. Ia berharap namja itu belum tidur dan mau menerima telepon darinya. Tak lama ia merasakan teleponnya diangkat.

“Yeoboseo, chagi. Ada apa? Bukankah kau sudah tidur? Kenapa bangun?” Tanya namja itu lembut membuatnya tersenyum tipis mendengar suara namja itu yang menyambut teleponnya hangat.

“Hei, kau menangis? Ada apa? Cepat katakan padaku.” Ucap namja itu yang sadar ia sedang menangis.

“Gwenchana, oppa.” Ucapnya berbohong.

“Oppa, aku ingin mendengar tentangmu. Dari aku meninggalkan panti asuhan sampai kita bertemu. Ceritakan apa saja yang kau lakukan.” Ucapnya. Tapi namja itu langsung menolak.

“Atau oppa menyanyi untukku. Kumohon oppa.” Ucapnya lagi sambil terisak. Yuchun yang mendengar itu tak tega.

“Baiklah aku akan menyanyi untukmu. Tapi besok kau harus menceritakan padaku kenapa kau menangis.” Ucap Yuchun akhirnya.

“Sekarang kau berbaringlah, aku akan menyanyi sampai kau tertidur.” Ucap namja itu. Hyo Rin pun menurut dan kembali berbaring.

“Sudah. Ayo nyanyikan sebuah lagu untukku.” Pintanya. Yuchun terkekeh pelan.

“Chagi-ku sekarang sangat manja padaku ya. Aku senang.” Ucap Yuchun lalu tak lama ia mulai menyanyi untuk yeojanya sampai ia mendengar suara nafas yeoja itu yang mulai teratur yang menandakan yeojanya telah tertidur.

“Jaljayo, chagi.” Ucapnya lalu mematikan ponselnya.

Besoknya Yuchun datang ke rumah yeojanya untuk bertemu dan menanyakan tentang semalam. Hyo Rin cukup kaget dengan kedatangan Yuchun. Saat namja itu menanykan kenapa ia menangis semalam ia mengatakan kalau ia teringat dengan teman-temannya di panti asuhan dulu. Ia sengaja berbohong pada namjanya karena tak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.

“Appa pulang lebih cepat, oppa. Sebentar lagi aku akan menjemputnya, oppa mau ikut?” Tanya Hyo Rin. Namja itu mengangguk. Lalu keduanya pun langsung ke bandara untuk menjemput appa Hyo Rin.

Sampai di bandara keduanya langsung keluar dari mobil dan saat mereka keluar dari mobil keduanya melihat appa Hyo Rin pun keluar dari bandara. Sontak Hyo Rin langsung memeluk appanya. Ia sangat merindukan appanya.

“Ajusshi.” Sapa Yuchun sopan sambil membungkukkan badannya.

“Ah Yuchun. Bagaimana kabar kalian?” Tanya Mr.Kim.

“Baik.” Jawab keduanya bersamaan. Mereka pun masuk ke dalam mobil. Selama perjalanan ketiganya mengobrol. Yuchun menghembuskan nafasnya pelan sebelum berbicara pada appa Hyo Rin.

“Ajusshi sebelumnya saya minta maaf kalau saya tidak sopan mengatakan hal ini di dalam mobil dan di saat ajusshi baru sampai.” Ucap Yuchun.

“Ada apa?” Tanya Mr.Kim padanya.

“Saya ingin meminta restu ajusshi.” Ucap Yuchun.

“Restu?”

“Ne, restu hubunganku dengan Hyo Rin. Saya harap ajusshi merestui hubungan kami.”  Ucap Yuchun dengan gugup. Ia melihat appa Hyo Rin menatapnya dan Hyo Rin bergantian lalu tak lama tersenyum dan menepuk pundaknya.

“Chukae. Asalkan putriku bahagia aku pasti merestui kalian. Jaga putriku baik-baik.” Ucap appa Hyo Rin padanya. Ia pun mengangguk berterima kasih. Tak lama sampai di rumah keluarga Kim, ketiganya keluar dan masuk ke dalam rumah.

Hyo Rin membuatkan appanya dan Yuchun minuman. Saat ia menaruh minuman di meja, appanya mengambil minuman itu lalu berdiri.

“Appa minum di kamar saja sekalian istirahat. Kalian berdua ngbrol saja. Appa tak mau mengganggu.” Ucap appanya sambil tersenyum. Ia menatap appanya sambil tersenyum malu.

“Aish appa ini.” Ucapnya lalu tak lama appanya pun pergi.

Setelah melihat appa Hyo Rin pergi Yuchun langsung memeluk yeojanya dengan erat karena senang. Ia tak peduli teriakan kecil yeojanya yang kaget karena ulahnya yang tiba-tiba. Tak lama ia sedikit mengendurkan pelukannya dan menatap yeojanya lekat. Ia mencium pipi yeojanya lalu tersenyum. Sejak kemarin ia sangat bahagia bisa memiliki yeoja yang sudah ia cintai sejak lama. Ia melihat semburat merah di wajah Hyo Rin yang membuatnya senang.

“Jangan melakukan itu lagi oppa.” Ucap yeoja itu. Ia mengerutkan dahinya.

“Wae?”

“Ini di ruang tengah. Nanti orang melihat. Aku kan malu.” Ucap yeoja itu. Yuchun pun tersenyum mendengarnya lalu mengangguk. Tak lama yeoja itu mengajaknya ke taman belakang. Ia pun hanya menurut.

Di taman belakang keduanya mengobrol santai. Yuchun terus menggenggam tangan yeojanya. Sesekali ia mengelus pipi Hyo Rin dengan lembut. Yeojanya meminta lagi hal semalam padanya. Bercerita tentang dirinya setelah yeoja itu di adopsi sampai mereka bertemu lagi tak sengaja di sekolah. kini ia tak menolak permintaan yeoja itu.

‘Kau benar-benar mau berusaha mencintaiku ya? Aku senang sekali.’ Batinnya. Lalu ia mulai menceritakan tentang dirinya pada yeoja itu. Terkadang yeojanya itu tertawa mendengar ceritanya yang memang sedikit konyol.

“Bagaimana? Ceritaku membosankan bukan?” Tanyanya setelah selesai menceritakan dirinya pada Hyo Rin. Yeoja itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis.

“Menarik dan lucu.” Komentar Hyo Rin padanya. Yuchun yang tak tahan melihat wajah manis Hyo Rin langsung memeluk yeoja itu. Hal itu membuat yeojanya kaget tapi ia tak peduli.

“Haaaah, kau sangat manis.” Ucapnya. Hyo Rin melepaskan pelukannya, ia melihat wajah yeojanya memerah lagi.

“Ah iya aku mau tanya sesuatu. Kenapa kau membenci Jaejoong oppa? Kalian ada masalah apa?” Tanya yeoja itu tiba-tiba. Sontak Yuchun langsung terdiam dan senyuman di wajahnya menghilang berubah menjadi amarah yang amat sangat. Ia mengepalkan tangannya saat mengingat kematian Min Young. Dilihat tangannya yang di genggam oleh yeojanya, terasa hangat tapi amarahnya tidak bisa hilanh. Ia menatap Hyo Rin lekat, terlihat jelas olehnya jika yeoja di depannya tak tau menahu mengenai Min Young.

‘Sepertinya Jaejoong tak menceritakannya pada Hyo Rin. Haruskah kuceritakan padanya alasan kenapa aku membenci oppanya?’ Batin Yuchun. Ia melihat yeoja itu menghela nafas pelan sambil tersenyum.

“Tak usah kau ceritakan kalau kau tak mau.” Ucap yeoja itu lembut.

“Akan kuceritakan tapi setelah ini kumohon jangan membahas ini lagi.” Pintanya. Yeoja itu mengangguk.

“Jaejoong penyebab Min Young bunuh diri. Jaejoong oppa-mu itu membunuh Min Young secara tidak langsung.” Ucapnya. Bisa ia lihat yeoja itu sangat kaget dengan apa yang ia ucapkan.

“Min Young itu dongsaengku satu-satunya, kami hanya beda satu tahun. Dia sangat mencintai Jaejoong sejak pertama kali bertemu saat datang ke sekolahku satu tahun yang lalu. Sejak melihat Jaejoong, dia seperti lupa waktu dan tak peduli dengan orang-orang sekitarnya. Yang ia tau hanya oppa-mu. Tanpa sepengetahuanku dia mendekati namja itu setiap pulang sekolah. kudengar dari teman dekatnya dia menyatakan perasaannya pada Jaejoong setelah mendekati namja itu selama 2 bulan.” Ucapnya sambil menahan perih di dadanya.

“Dia diam-diam menyatakan perasaannya tanpa mengatakan apapun padaku. Temannya mengatakan padaku dengan mengumpulkan keberanian penuh dia menyatakannya pada Jaejoong. Tapi apa yang dia dapat? Penolakan yang sangat kejam dari oppa-mu. Jaejoong menolaknya mentah-mentah dan menyuruhnya untuk berhenti mendekatinya. Waktu itu aku sempat bingung kenapa Min Young pulang ke rumah dengan wajah sedih dan terlihat sangat lesu. Setelah hari itu dongsaengku itu tidak bersemangat melakukan apapun. Setiap kutanya hanya menggumamkan nama Kim Jaejoong. Selama satu bulan dia selalu seperti itu hingga akhirnya saat aku akan memberinya ucapan selamat di hari ulang tahunnya aku mendapatkannya bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam bathtub. Air di dalam bathtub penuh dengan darahnya. Dinding kamar mandi pun penuh dengan coretan darah nama Kim Jaejoong. Sejak hari itu aku sangat-sangat membenci Jaejoong. Namja itu membunuh dongsaengku satu-satunya yang sangat kusayangi.” Ucap Yuchun. Hyo Rin langsung memeluk Yuchun setelah mendengar cerita namjanya itu. Ia tak menyangka akan mendengar cerita seperti itu. Ia menyesal menanyakan hal itu pada Yuchun.

“Mianhae, oppa. Mian karena membuka luka di hati oppa. Jeongmal mianhaeyo.” Ucapnya. Ia mendengar namja itu menghela nafas lalu membalas pelukannya dengan erat.

“Gwenchana. Kau tidak salah apa-apa.” Ucap namja itu padanya. Tak lama ia pun melepaskan pelukannya. Namja itu mengelus rambutnya dengan lembut dan mencium keningnya.

“Aku pulang dulu.” Ucap namja itu padanya. Ia menggenggam tangan namja itu.

“Marah padaku ya?” Tanyanya. Namja itu menggelengkan kepalanya.

“Anni. Aku kan sudah bilang aku tidak apa-apa dan aku tidak marah padamu. Lagi pula untuk apa aku marah padamu? Aku baik-baik saja. Kau tidak usah cemas.” Jawab Yuchun. Ia melihat yeojanya itu merasa bersalah dan terlihat mencemaskannya. Ia kembali mencium kening yeojanya lalu pergi. Ia sebenarnya ingin mengunjungi makam dongsaengnya itu, entah mengapa tiba-tiba ia merindukan Min Young.

Hyo Rin menatap kepergian Yuchun dengan tatapan sendu. Setelah namja itu pergi ia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Saat hampir sampai ia melihat Jaejoong keluar dari kamar. Mereka saling bertatapan cukup lama hingga akhirnya Hyo Rin kembali berjalan ke kamarnya.

Hyo Rin memegang dadanya yang berdetak sangat cepat. Saat menatap Jaenoong ia hampir saja tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Tak lama ia mengingat perkataan Yuchun mengenai MinYoung. Ia kembali keluar kamar dan mengetuk pintu kamar oppa-nya tapi tidak ada yang menjawab. Ia pun bertanya pada pembantunya di mana Jaejoong berada. Setelah tau di mana Jaejoong, ia langsung pergi ke ruang baca. Ia mengetuk pintu pelan lalu masuk setelah namja itu menyuruhnya masuk. Ia melangkah masuk dengan perlahan.

“Oppa apa sedang sibuk? Aku mengganggu?” Tanyanya.

“Ada apa?” Tanya namja itu dingin. Hyo Rin duduk berhadapan dengan namja itu. Ia melihat namja itu menutup buku yang sedang di baca dan menatapnya dingin.

“Oppa, aku ingin membicaraan tentang Min Young.” Ucapnya yang langsung membuat Jaejoong membelalakan matanya.

“Aku sudah dengar semuanya dari sisi Yuchun. Bolehkah aku mendengar ceritanya dari oppa? Aku ingin mendengar ceritanya dari sisi oppa.” Pintanya. Namja itu hanya diam.

“Oppa, kumohon ceritakan padaku.” Pintanya lagi dengan sangat. Jaejoong menatapnya lalu menghembuskan nafas perlahan. Ia tidak bisa lagi diam atau pun menolak menceritakannya pada Hyo RIn.

“Baiklah.” Ucapnya lalu menceritakan semuanya pada dongsaengnya itu. Dari awal yeoja bernama Min Young mendekatinya sampai menyatakan perasaan padanya. Semua yang ia alami ia ceritakan dan tak ada yang ia tutup-tutupi. Setelah selesai menceritakan semuanya ia melihat yeoja di depannya seperti tak percaya dengan apa yang baru saja ia ceritakan.

“Kau tidak percaya?” Tanyanya.

“Molla. Aku tak tau. D dia meneror oppa setelah menyatakan perasaannya? Padahal Yuchun oppa bilang tadi dongsaengnya selama satu bulan terlihat murung dan selalu saja diam. Aku merasa tidak mungkin yeoja itu akan melakukan hal itu.” Ucap yeoja itu padanya.

“Jangan lupa satu hal, setiap kali dia mendekatiku dia selalu memaksaku dan mengancamku. Aku muak seperti itu terus. Kurasa yeoja itu terlalu terobsesi padaku.” Ucapnya. Ia melihat dongsaengnya hanya diam.

“Terserah padamu. Aku hanya menceritakan apa yang kualami.” Ucapnya lagi lalu berdiri dan hendak pergi tapi terhenti karena yeoja itu berbicara.

“Oppa kenapa tidak membiacarakannya dengan Yuchun oppa dengan baik-baik? Kalau seperti ini terus tidak baik.” Ucap Hyo Rin memberi saran padanya.

“Sudah kucoba untuk menjelaskannya tapi ia tak percaya. Biarkan saja dia terus memusuhiku. Aku tak peduli.” Jaejoong menatap Hyo Rin yang berdiri dan menghampirinya. Yeoja itu menatapnya lalu tersenyum lembut.

“Cobalah sekali lagi.” Saran Hyo Rin. Lalu yeoja itu pergi ke kamarnya.

***  

Setelah satu minggu berada di Korea, appa Hyo Rin hari ini harus kembali pergi ke luar negeri. Ini appa Hyo Rin akan pergi ke Jepang untuk urusan bisnis. Hyo Rin mengantar appa-nya ke bandara. Ia memeluk appa-nya dengan erat lalu tersenyum lembut.

“Appa jaga diri di sana baik-baik. Jangan sering makan makanan yang tidak sehat, tidur pun jangan terlalu malam, arraseo?” Ucapnya. Appa-nya tersenyum mendengar ucapannya.

“Arraseo. Kau tidak usah khawatir. Kau juga baik-baik di sini. Nanti appa akan berusaha meneleponmu sering-sering. Appa berangkat dulu ya.” Ucap appa-nya setelah mendengar panggilan untuk pesawat yang akan di tumpanginya. Hyo Rin mengangguk pelan. Ia melihat punggung appa-nya sampai menghilang. Setelah itu ia pun pulang dengan mobil keluarga.

Sampai di rumah ia pergi ke kamarnya tapi saat ia akan membuka pintu seseorang menjambak rambutnya dari belakang. Ia mengaduh kesakitan tapi orang itu tak kunjung melepaskannya. Ia menoleh ke belakang dan melihat umma-nya yang menjambak rambutnya. Umma-nya terus menarik rambutnya. Tak lama umma-nya menyeretnya pergi dengan rambut yang tetap di jambak. Ia terus mengaduh kesakitan dan memohon umma-nya untuk melepaskannya tapi tidak di dengar.

HYO RIN POV

Umma membawaku ke ruang bawah tanah yang sudah lama tak di pakai. Aku berteriak kesakitan saat umma mendorongku ke lantai. Kutatap umma yang menatapku dengan wajah sangat marah, aku tak mengerti mengapa umma tiba-tiba marah padaku. Aku coba berdiri dan menghampirinya tapi umma kembali mendorongku ke lantai.

“Jangan sekali-kali kau menyentuhku dengan tangan kotormu itu!! Sangat menjijikkan mengerti!!!” Ucap umma padaku. Hatiku sakit mendengar umma berkata seperti itu padaku.

“Umma. Ada apa? Kenapa umma marah?” Tanyaku. Umma menampar pipi kanan dan kiriku sangat keras hingga di kedua sudut bibirku terasa darah mengalir.

“Kenapa kau bilang??!! Appamu memarahiku dan menuduhku selalu berbuat tidak baik padamu. Dia juga mengatakan aku sering memaksamu melakukan apa yang kusuruh. Kau mengadu padanya HAH??? Anak brengsek tidak tau di untung kau! Sudah bagus aku adopsi dan tinggal enak di sini tapi ini balasanmu padaku??” Ucap umma lalu memukulku dengan barang-barang yang ada di sana. Aku berteriak kesakitan tapi umma tak peduli.

“Ini pelajaran untukmu yang tidak tau diri!!” Ucap umma lagi lalu kulihat umma mengambil tongkat bisbol yang tak terpakai lagi. Umma memukulku berkali-kali dengan tongkat itu. Aku hanya bisa menjerit kesakitan.

“Umma, aku tidak mengatakan apa-apa. Umma appo.” Ucapku tapi lagi-lagi umma tak mempedulikanku. Pukulan terakhir umma membuatku tersungkur, sakit sekali tubuh dan hatiku melihat umma seperti ini padaku.

“Itu pelajaran untukmu hari ini, kalau kau berani macam-macam lagi akan lebih parah dari ini. Jangan mengatakan hal ini pada siapapun, kalau kau berani lihat saja nanti.” Ucap umma lalu pergi. Setelah umma pergi aku berusaha bangun lalu berjalan pelan mengambil kotak P3K dan masuk ke kamarku. Beruntung saat keluar dari ruang bawah tanah tidak ada yang melihat kondisiku sekarang ini. Kuobati semua luka yang ada di tubuhku dengan perlahan. Lalu aku mengganti pakaianku dengan pakaian yang tertutup untuk menutupi semua luka di tubuhku.

Kupandangi cermin dengan tatapan kosong. Perlahan air mata mengalir membasahi pipiku. Sangat menyedihkan melihat diriku yang sekarang. Hanya bisa diam tak bisa mengatakan apa-apa. Hatiku sangat sakit melihat umma seperti tadi. Ternyata umma tidak menyayangiku, benar-benar tidak menyayangiku. Aku tidak berharga di mata umma.

“Apa yang harus kulakukan sekarang?” Tanyaku pada diri sendiri dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti.

Seharian itu aku hanya berdiam diri di dalam tak keluar kamar. Aku takut kalau orang-orang rumah melihatku dengan luka seperti ini dan curiga. Walaupun aku sudah menutupinya dengan pakaian serba panjang tapi luka di wajahku tak bisa di tutupi. Aku tak mau orang melihatnya dan membicarakanku, kalau itu terjadi aku takut umma marah dan kembali menyiksaku.

— 

Beberapa hari setelah penyiksaan tiba-tiba itu, aku sedikit menjauh dari Yuchun agar namja itu tidak curiga dengan tubuhku yang selalu memar-memar. Umma setiap hari selalu memukulku dengan tongkat bisbol atau tongkat kayu kalau aku melakukan sedikit kesalahan atau terlambat pulang. Tapi umma tidak memukul wajahku karena umma tau kalau wajahku luka orang-orang akan curiga. Aku hanya bisa diam saja tidak bisa mengatakan apapun. Pekerjaanku di toko buku masih kujalani tapi sekarang tidak setiap hari seperti sebelumnya.

Aku berjalan keluar kelas dengan langkah pelan. Aku benar-benar takut pulang ke rumah. Aku ingin sekali pergi ke tempat yang jauh tapi entah ke mana. Saat keluar gerbang sekolah seseorang dengan suara yang sudah sangat kukenal memanggilku, kuberbalik ke belakang. Yuchun menghampiriku dengan penuh senyuman.

“Kuantar pulang ya?” Tawarnya padaku. Aku terdiam sesaat lalu mengangguk pelan. Yuchun menggenggam tanganku lalu menarik pelan agar aku mengikutinya. Kutahan rasa sakit yang kurasakan di tanganku yang ia genggam.

Ia membukakan pintu untukku, aku pun masuk dan memasang sit belt. Yuchun menatapku sebentar lalu mulai menjalankan mobilnya pelan. Selama perjalanan aku hanya diam sambil menatap keluar jendela.

“Akhir-akhir ini kurasa kau menjauhiku. Ada apa? Apa aku sudah menyakitimu?” Tanyanya membuatku langsung menatapnya. Ia terlihat khawatir. Aku pun menggelengkan kepala.

“Anni, oppa tidak pernah menyakitiku. Mian kalau oppa merasa seperti itu. Aku hanya sedang banyak pikiran saja.” Ucapku bohong. Ia menatapku sekilas lalu menghela nafas dengan tersenyum. Ia mengelus rambutku dengan lembut.

‘Mianhae oppa, aku berbohong padamu.’ Batinku. Kegenggam tangannya yang bebas tak memegang kendali stir mobil. Ia menatapku lagi lalu tersenyum.

“Fokus saja menyetir jangan menatapku terus.” Ucapku membuatnya terkekeh pelan. Entah kenapa untuk saat-saat seperti ini aku nyaman di sisi Yuchun.

Tak lama sampai di depan gerbang rumahku. Aku tak langsung turun dari mobil Yuchun. Aku menatap rumah yang belakangan ini membuatku takut. Aku tersentak karena Yuchun membukakan pintu untukku. Aku pun keluar dan menatap yuchun takut. Seolah tau aku ketakutan ia menatapku tajam.

“Ada apa? Katakan padaku. Apa umma memarahimu?” Tanyanya. Jantungku langsung berdetak cepat karena takut. Aku dengan cepat menggelengkan kepala. Tapi kurasa itu tak membuatnya percaya, ia malah menatapku semakin tajam.

“Kau itu tidak pintar berbohong padaku, chagi. Katakan padaku sekarang atau aku langsung menanyakannya pada umma-mu?” Ucapnya.

“J jangan.” Ucapku cepat.

“A aku hanya takut umma memarahiku karena pulang terlambat. Belakangan ini sepertinya umma banyak masalah jadi setiap kali aku pulang telat pasti umma akan marah. Hanya itu saja.” Ucapku lagi-lagi berbohong padanya.

“Benar hanya itu?” Tanyanya curiga. Aku mengangguk.

“Ne hanya itu.” Jawabku. Ia pun memelukku dengan erat. Kembali kutahan rasa sakitku yang amat sangat karena pelukannya menyentuh semua luka di tubuhku. Tak lama ia melepaskan pelukannya dan mencium keningku.

“Kalau begitu hari ini biar kujelaskan pada umma-mu biar dia tak marah.” Ucapnya. Tanpa menunggu jawabanku ia menarikku pelan masuk ke dalam rumah. Saat melihat umma-ku, Yuchun langsung membungkukkan badannya.

“Annyeong ajumma. Maaf saya tak meminta ijin dulu sebelumnya. Tadi saya meminta bantuan Hyo Rin sebentar untuk memilihkan hadiah untuk sepupu saya yang akan berulang tahun.” Ucapnya berbohong pada umma. Kulihat umma tersenyum pada Yuchun dan mengatakan tidak apa-apa.

“Khamsahamnida, ajumma. Kalau begitu saya pulang dulu. Permisi.” Ucapnya lalu kembali membungkukkan badan pada umma. Ia berbalik lalu menatapku lembut, ia mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum. Tak lama ia mencium keningku.

“Masuklah dan istirahat.” Ucapnya yang kujawab dengan anggukan. Setelah ia pergi aku menatap umma takut. Umma menghampiriku lalu mencengkram lenganku dengan kuat membuatku meringis kesakitan.

“Kali ini kau selamat karena Yuchun datang dan menjelaskan semuanya tapi lain kali tidak akan lolos.” Ucap umma sedikit berbisik. Umma mendorongku hingga aku hampir terjatuh.

“Masuk!” perintahnya. Aku pun mengangguk dan masuk ke dalam kamar. Kuganti baju seragamku dengan pakaian biasa. Kutatap cermin dan menghembuskan nafas pelan.

Kulangkahkan kakiku keluar kamar, aku ingin pergi ke ruang baca untuk belajar. Langkahku terhenti saat melihat pintu kamar Jaejoong oppa. Ingin sekali aku mengajaknya berbicara karena semakin hari Jaejoong oppa terasa semakin menjauhiku dan lebih sering berpacaran di taman. Kuberanikan mengetuk pintunya tapi tak ada jawaban. Perlahan kubuka pintunya dan melihat kamarnya kosong.

“Belum pulang.” Gumamku pelan. Aku masuk dan duduk di sisi ranjang. Kupandangi kaca jendela kamarnya yang terbuka. Pemandangan dari kamar Jaejoon goppa sangat indah. Aku tersenyum tipis. Lama aku diam di kamar. Perlahan air mata mengalir membasahi pipiku. Perasaanku pada Jaejoong oppa tidak bisa di ubah walaupun aku sudah menjadi kekasih Yuchun dan berusaha untuk mencintai namjachinguku itu.

Kulihat baju Jaejoong oppa yang tergantung tak jauh dari ranjang. Kuambil bajunya lalu kembali duduk di tepi ranjangnya. Kuambil juga foto namja itu yang ada di meja samping ranjang. Kuhirup wangi tubuh Jaejoong oppa yang melekat di bajunya dan kucium fotonya. Kembali aku menangis mengingat cintaku padanya. Kali ini kurasakan tangisku lebih keras dari sebelumnya. Terus kepeluk foto dan baju Jaejoong oppa sambil menangis.

Lama kupeluk foto itu hingga aku tersentak dengan suara seseorang yang sudah ada di sampingku. Jaejoong oppa tengah berdiri sambil menatapku. Aku pun dengan cepat menghapus air mataku dan berdiri. kusimpan baju dan foto yang tengah kupegang ke atas ranjang. Saat aku membungkuk dan akan pergi, Jaejoong oppa tiba-tiba memelukku tapi tak lama namja itu melepaskan pelukannya dan tak menatapku.

“Pergilah.” Ucapnya mengusirku tapi aku tak pergi.

“Saranghae, oppa.” Ucapku tiba-tiba secara spontan. Aku pun tak tau kenapa bisa mengatakan hal itu. Kulihat Jaejoong oppa langsung menatapku kaget.

“Ne, Nan neoreul sarang hada, oppa (Aku mencintaimu, oppa.). bukan sebagai dongsaeng pada oppa-nya tapi lebih. Aku mencintai oppa seperti seorang yeoja biasa mencintai namja.” Ucapku.

“Kau jangan main-main. Sudah sana pergi dari kamarku.” Ucapnya.

“Kau mau menyimpan perasaanmu sampai kapan, oppa?” Tanyaku. Aku ingin mendengar sekali lagi ia mengucapkan kata seperti waktu itu. Kata-kata kalau ia mencintaiku.

“Apa maksudmu?” Tanyanya yang kulihat sedikit kaget dengan pertanyaanku.

AUTHOR POV

“Oppa mencintaiku kan?” Ucap Hyo Rin sambil terus menatap oppa-nya lekat. Jaejoong berusaha menghindari tatapan dongsaengnya.

“Jangan bercanda kau.” Ia berusaha mengelak.

“Oppa tak usah berbohong. Aku mendengarnya dengan sangat jelas. Waktu oppa masuk diam-diam ke kamarku saat aku sedang tertidur, aku tau semuanya. Aku mendengarnya dengan jelas di telingaku kalau oppa mencintaiku. Dan oppa waktu itu mencium bibirku kan? Aku tidak tidur waktu itu oppa, aku sudah terbangun. Kumohon jangan mengelak. Aku juga mencintaimu, oppa.” Ucap Hyo Rin

DEG

Jantung Jaejoong berdetak sangat cepat mendengar itu semua. Ia hanya bisa diam sambil menatap yeoja di depannya. Ia tak tau harus bagaimana dan berkata apa pada Hyo Rin. Saat melihat yeoja itu kembali menangis dan menatapnya sendu, hatinya kembali sakit dan perih. Ia berdecak kesal dan mengacak-acak rambutnya. Lalu ia menarik yeoja itu ke dalam pelukannya. Tak lama ia melepaskan pelukannya lalu mencium bibir mungil dongsaengnya dengan lembut.

“Mmmmpphhhh o o oppaa aaahh” lenguh Hyo Rin di sela-sela ciumannya. Ia merasa ini pertanda kalau oppa-nya mengiyakan kalau namja itu mencintainya. Ia pun membalas ciuman Jaejoong.

Tangan Jaejoong memeluk pinggang Hyo Rin dan menariknya sedikit agar semakin dekat dengannya. Yeoja itu entah sejak kapan sudah mengalungkan tangan di lehernya dan selalu menekan kepalanya agar ciumannya semakin dalam. Ia merasa ciumannya yang tadi lembut berubah menjadi ciuman yang memburu. Saat tangannya berusaha masuk ke dalam pakaian yeoja itu untuk mengelus punggung Hyo rin tiba-tiba yeoja itu melepas ciuman mereka dan mendorongnya manjauh. Ia melihat yeoja itu melangkah mundur.

“Wae?” Tanyanya sambil mendekati yeoja itu. Ia menggenggam lengan Hyo Rin dan langsung mendengar teriakan kesakitan yeoja itu. Hal itu membuatnya kaget dan bingung. Ia melepaskan genggamannya, dilihatnya yeoja itu mengelus lengannya.

“Kau kenapa?” Tanyanya lagi. Yeoja itu menggelengkan kepalanya cepat. Ia sangat mengenal yeoja itu. Ia tau ada yang yeoja itu tutupi darinya. Ia pun membuka lengan baju yeoja itu dan ia membelalakan matanya melihat luka di lengan yeoja itu. Ia menatap yeoja itu tajam, ia meminta penjelasan dari yeoja itu tapi yeoja itu hanya diam saja.

“Katakan kenapa dengan lenganmu?” Tanyanya.

“Tidak apa-apa. Hanya terjatuh dari kamar mandi.” Jawab yeoja itu yang ia tau jawaban itu bohong.

“Bohong. Katakan yang sebenarnya.” Ucapnya tegas. Yeoja itu diam membuatnya menghela nafas. Ia melirik pintu kamarnya lalu menghampirinya dan mengunci pintu kamarnya. Setelah itu ia kembali menghampiri Hyo Rin. Di bukanya baju yeoja itu dengan paksa, tak ia pedulikan teriakan kecil yeoja itu. Ia kembali membelalakan matanya saat melihat luka lebam di tubuh atas yeoja itu.

“Katakan kenapa ini?” Tanyanya lagi. Ia menghela nafas melihat dongsaengnya itu kembali diam. Terpaksa ia membuka celana yang di pakai yeoja itu. Setelah melepas semua pakaian yeoja itu hingga hanya tersisa pakaian dalam ia melangkah mundur.

“Oh tuhan kenapa ini? Ini yang kau bilang jatuh dari kamar mandi? Sekarang jelaskan padaku kenapa dengan tubuhmu ini?” Ucap Jaejoong sedikit berteriak. Ia melihat yeoja itu memakai pakaiannya kembali.

“Aku tidak apa-apa oppa.” Ucap yeoja itu. Ia menatap yeoja itu sendu lalu memeluknya erat namun tetap lembut agar yeoja itu tak merasa kesakitan. Tapi dengan cepat yeoja itu melepaskan pelukannya lalu melangkah keluar kamarnya.

“Kumohon jelaskan padaku. Biar aku membantumu. Jangan biarkan aku melepasmu lagi untuk kedua kalinya pada namja lain. Biarkan aku memilikimu walaupun cinta ini terlarang. Biarkan aku menjaga dan melindungimu, Hyo Rin-a.” Ucap Jaejoong membuat langkah Hyo Rin terhenti saat akan membuka pintu. Tubuhnya sedikit bergetar mendengar ucapan Jaejoong. Jika ia tidak ingat umma-nya mungkin ia akan menjelaskan semuanya dan memeluk Jaejoong dengan senang hati. Tapi ia takut kalau ia menjelaskan semuanya, namja itu akan ikut di sakiti oleh umma-nya.

“Oppa kau tau? Jika kuingat-ingat ini pertama kalinya kau menyebut namaku setelah sekian lama. Oppa tak menyebut namaku lagi saat oppa kelas 6 SD. Aku sangat senang mendengarnya. Gumawo. Permisi.” Ucapnya lalu pergi ke kamarnya. Niatnya untuk belajar hilang entah kemana akibat kejadian di kamar Jaejoong tadi. Ia berbaring di ranjangnya lalu kembali menangis mengingat kejadian tadi.

“Kalau saja keadaannya tidak seperti ini aku pasti tidak akan melepaskan ciuman dan pelukan hangatmu oppa.” Ucapnya pelan.

Sementara itu Jaejoong berdecak kesal sejak tadi. Ia benar-benar ingin tau mengapa tubuh yeoja itu penuh dengan luka. Ia berjalan tak karuan di dalam kamarnya.

“Kenapa di saat ia tau aku mencintainya dan ternyata kami saling mencintai malah jadinya seperti ini? Padahal aku sudah bertekad untuk menjadikannya milikku walaupun terlarang tapi Hyo Rin malah menjauh. Apa karena luka di tubuhnya? Siapa kira-kira yang melukainya sampai seperti itu?” Ucap Jaejoong.

Saat malam tiba dan keadaan rumah sudah sepi Jaejoong mekat pergi ke kamar Hyo Rin diam-diam. Ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa ingin taunya siapa yang melukai yeoja yang ia cintai. Ia ingin melindunginya dan tak mau melepasnya lagi. Ia melihat sekeliling kamar yeoja itu tidak ada tapi tak lama ia mendengar suara dari arah pintu kamar mandi. Ia pun melihat ke arah pintu dan di dapatinya yeoja itu baru keluar dari kamar mandi. Tentunya berpakaian piyama lengkap. Bisa ia lihat yeoja itu kaget melihat kedatangannya.

Jaejoong pun menghampiri yeoja itu dan menanyakan lagi tentang luka yang ada di seluruh tubuh yeoja itu. Tapi lagi-lagi yeoja itu tak mau menjelaskan padanya. Ia pun menghela nafas panjang sambil menatap yeoja itu lembut.

“Kenapa tidak mau menjelaskannya padaku? Kau kan sudah tau aku mencintaimu dan kita saling mencintai. Walaupn aku tidak mengira kau juga mencintaiku tapi aku sangat senang mendengarnya. Apa kau tidak mau membagi beban dan rasa sakitmu denganku?” Tanyanya pada Hyo Rin. Ia mengelus pipi yeoja itu lembut. Yeoja itu menggenggam tangan Jaejoong yang sedang mengelus pipinya. Jaejoong melihat yeoja itu memejamkan matanya lalu mencium tangannya lembut.

“Mianhae, oppa. Aku tidak bisa mengatakannya. Aku tidak mau oppa terluka dan sedih kalau oppa mendengarkan penjelasanku. Ini juga demi kebaikan oppa.” Ucap yeoja itu.

“Apa kau mau aku mengajakmu kabur dari sini dan hidup berdua jauh dari kedua orang tua kita?”  Tanyanya. Yeoja itu menggelengkan kepalanya cepat.

“Kita memang saling mencintai. Tapi biarlah kita seperti dulu hanya sebagai oppa dan dongsaeng. Sama seperti yang oppa lakukan dulu. Bukan aku tidak mencintaimu oppa tapi ini demi kebaikanmu.” Ucap yeoja itu membuat hati Jaejoong sakit.

“Kau membiarkan tekadku untuk memilikimu sekarang di buang sia-sia? Tembok pertahananku untuk tidak memilikimu dan menjauh dari hidupmu sudah runtuh saat tau kau bilang kau juga mencintaiku.” Ucap Jaejoong. Hyo Rin hanya diam mendengar ucapan Jaejoong. Ia sebenarnya mau saja pergi dengan namja itu sejauh mungkin tapi ia berpikir kalau ia melakukan itu sama saja ia menjadi orang jahat yang menjauhkan namja itu dengan orang tuanya hanya demi dirinya. Ia juga tak mau namja itu di sakiti oleh umma mereka.

Hyo Rin membelalakan matanya saat namja itu tiba-tiba menciumnya. Ia sempat memberontak tapi perlahan ia terbuai oleh ciuman namja itu. Ia pun membalas ciuman namja itu dengan lembut. Namja itu memegang tengkuknya hingga ciuman mereka semakin dalam. Tangannya mengelus punggung Jaejoong membuat pemiliknya menggeliat pelan. Keduanya melenguh di sela-sela ciuman mereka. Saat kehabisan nafas keduanya melepaskan ciuman mereka.

Mereka saling berpandangan dengan lembut sambil mengatur nafas masing-masing. Jaejoong mencium pipi Hyo Rin lalu turun ke leher yeoja itu. Ia mencium, menjilat dan mengulum leher yeoja itu sampai terdapat kissmark. Ia mengecup pelan kissmark yang ia buat. Ia kembali menatap wajah yeoja itu yang kini memerah.

“Kumohon ceritakanlah.” Pintanya lagi. Yang ia dapatkan bukan penjelasan yeoja itu melainkan tubuhnya di dorong oleh Hyo Rin menjauh. Ia menatap yeoja itu sendu.

“Kenapa kau sekarang menolakku? Taukah kau berapa lama aku ingin melakukan hal ini padamu? Ingin memelukmu, menciummu, ingin memilikimu, menjaga dan melindungimu. Sudah lama aku ingin melakukan itu tapi kau malah tidak menjawab pertanyaanku yang sangat mudah itu. Kau tidak tau kan betapa tersiksanya aku melihatmu di sakiti? Kumohon ceritakan padaku. Jelaskan padaku kenapa dengan tubuhmu itu?” Pinta Jaejoong. Yeoja itu kembali menggelengkan kepalanya.

“Hyo RIn, buka pintu.” Suara yang sangat keduanya kenal tiba-tiba mengetuk pintu kamar Hyo Rin. Yeoja itu menatap Jaejoong horror. Ia sangat takut umma-nya melihat mereka berdua di dalam kamar, hanya berdua. Itu bisa membuat umma-nya semakin marah. Ia membelalakan matanya saat melihat namja itu akan membukakan pintu. Ia menarik namja itu dan mendorong masuk ke dalam kamar mandi.

“Oppa kumohon diam dan jangan bersuara sedikit pun. Kalau sudah tidak ada suara umma, oppa boleh keluar dari sini, arra?” Ucap yeoja itu. Ia melihat namja itu menatapnya bingung tapi ia tak peduli. Ia tak mau Jaejoong kena masalah karena bersamanya dan ikut di sakiti oleh umma mereka. Setelah melihat namja itu mengangguk ia pun keluar dan menutup pintu kamar mandi. Ia melangkah cepat ke pintu kamarnya dan membukakan pintu untuk umma-nya.

“Lama sekali kau?” Tanya umma-nya sambil menatapnya tidak suka. Tak lama umma-nya memberinya isyarat untuk keluar kamar. Ia pun menurut. Ia keluar lalu menutup pintu kamarnya. Umma-nya sedikit menariknya agar ia cepat berjalannya. Saat ia melihat langkah umma-nya menuju ruang bawah tanah ia tau umma-nya akan memukulinya lagi.

TBC

Wuiiiiiiiiiiiiiiih tambah aneh -____________-‘ ya??? Jeongmal mianhaeyo. Oiya kalo ada salah-salah ketik mian ya soalnya ga author edit sebelomnya  ^_^v seperti biasa next chap tergantung kalian yang komen ^^.

Gumawo. 

48 thoughts on “My Lovely Brother My Lovely Sister Chap 5

  1. nteph berkata:

    Tuh kn bnr hyorin dnger jae blg cinta… Ribet yaa YC hyorin jae..ntahla ntr jdny sm siapa.. Appany hyorin baiiikk bgt, suka de.. Omma-ny preman ya, hobi mukulin org –___–

  2. Umma nya sakit kya nya da , , , kejam bgt , ,😦

    tap untng nya mreka sling menyatakan perasaan , , gmana nasib yochun ? Kasian yochun nya , , tap da aku mh lbh suka jad nya sama jj . . .
    Hehe

  3. umma nya jahat banget kejam, sampe sebegitunya masa sama hyorin u.u tiada hari tanpa dipukulin -_-
    cie jeje sama hyorin udah ngakuin perasaan masing-masih😄
    kalo hyorin sama jeje si uchun nya buat aku aja deh *maunya😀
    ditunggu next chap nya onnie🙂

  4. eomma y tega banget mukulin oake tongkat baseball pasti remuk lah tu badan hyo aku jd miris baca nasib y hyo……
    jj knp nerima mau milikin hyo pas waktu y ngak tepat pas hyo kena pukul mulu,,,,, ya hyo y jg takut klo ketawan saling suka bisa d pukul.sqmpai lumpuh…..T.T T.T
    tp aku suka jj n hyo ada kiss kiss y walaupun d pukulin paling ngak udah ada balasan d oppa y klo.saling cinta…….
    Lanjut………….

  5. Ummanya jahaaattt ameeettt,, tega banget nyiksa hyorin !!
    Trnyata mreka (red : jeje-hyorin) sling cinta.. Seneng skaligus sedih sih !!
    Ak hrap jeje cepet tau masalah hyorin yg slalu d pukulin umma.a !! Kasian bnget hidup.a hyorin..

  6. vv berkata:

    .wah makin keren aja nih ternyata mereka sling cinta ..
    .banyakin dong momen hyorin ama jaejoong.a ..
    .romantis ..kasian hyorin.a d.pkulin terus ..
    .smoga jaejoong bsa ngelindungin hyorin iia ..
    .lanjut ia chingu ..^^

  7. wah makin seru za.chukae akhirnya jaepa n hyorin saling tau perasaan mereka saling mencintai. tp kacian yuchun. wah kasihan hyorin sering dipukuli,laporkan za kepolisi.tu ummanya jae jahat bgt. wah wah pastinya hyorin mau dipukuli lg yach ma ummanya. hwa bkin gregetan za. ditunggu kelanjutannya… n jgn lama2 hehe

  8. eunchanie berkata:

    adik nya yuchun bunuh diri cuma gara2 jaejoong oppa??
    Ckckckck..
    Wahh..
    Hyorin sama jaejoong oppa bakal jadi suami istri nih..
    Kekkekkekk..
    Busettt!!
    Itu umma kejam amat!! Klw aku jadi hyorin, aku bakal panggil polisi deh.. #?#
    oya unn, ada yg salah ketik tuh..
    ‘Jaejoong’ jadi ‘jaenoong’ ..
    Ahahahaha😀

    LANJUTKAN unn..^^
    aku akan menunggu kelanjutan nya..🙂

  9. Aish lgi seru padahal malah tbc >.<
    ummanya jahat bgt sih, pengen aku jambak2 tu ummanya *emosi*
    iihh dikirain di part ini NCnya udh mulai trnyata bru pemanasan toh kekekekk *yadong kumat* #plakk
    akhirnya jae hyo sling mengakui jga,, tpi kasian yoochun oppa, gmna tuh nasibnya bang chun pdahal dia cinta bgt sma hyo rin TT.TT Tpi jujur aku lbih suka hyo rin sma jae,, biar bang chun sama aku aja *ngarep* #dilempar granat sma author
    oiya aku mau ralat sdikit ya, tdi tulisan jaejoong kok malah jdi jaenoong yaa hehehe *yg jenong bukannya bang chun* #plakk *diplototin author* ^^v
    overall daebak ~ makin seru iihh ceritanya ..
    Next ~ ditunggu lanjutannya .. Jgn lama2 ya hehe :p

  10. Young Hee berkata:

    Wah, akhirnya mreka ngaku jg! Hehe…😀
    Tapi jd dilema jg ya? Knp Hyorin g jujur aj tentang eomma yg slalu mukulin dia?

    Trus nasib Yoochun oppa gmn??
    Tp aq tetep stuju Hyorin ama Jaejoong oppa! Hehe :p

    Smoga lanjutannya bsa cpt publish!
    Gomawo kumi eon!😀

  11. @tissarafifah berkata:

    aku kira bakal nc ._. Atau emang nanti ada nc nya?😮
    Kesian hyo rin di gebukin terus -_- btw penasaran sama nasibnya yuchun! Lanjutkan!!😄

  12. Itu ummanya jahat banget,, laporin polisi aja deh,, itu kayaknya ntar jae ikutin ibunya bawa hyorin deh,,
    Lega rasanya setelah jae mengakui kl dy juga cinta sm hyoryn, tp masih aja ya ribet sama masalah ummanya itu,, penasaran next chapnya,,,

  13. umma’a hyorin persis bngt monster 2 ratus wjh *conan mode on*,kekeke
    udh qu dga qlo hyorin tuh udh ga tdr ,,skrng mrk udh slng mengetahui perasaan msng2 deh tp gmn nsb uchun dong??

  14. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    Asik! Walaupun yadong nya gak byk, tp aku seneng. Udah, hyo rin pts aja ama yoochun, trz sama jeje. Tp ya masalahnya ummanya itu yg mmbuat mreka sulit bersatu dan hubungan keluarga mereka juga yg menjadi penghalang. Chap selanjtnya mudah2an nc nya full. Hahaha dasar aku otak yadong

  15. ummanya jahat banget😦
    walaupun aq seneng jae jadian sm hyo rin, tp uchun gmn???pasti dy sakit hati, dy kan cinta bgt sm hyo rin…..
    ditunggu lanjutannya….
    smoga next chap full NC, klo bisa NC 25 skalian *yadongmodeon*

  16. Kaya’a jj bkl tau klu yg mukul hyorin itu umma’a,eh itu jg klu jj ngikutin hyorin ama umma’a.

    Gpplh hyorin d pukul ama umma’a….harus’a hyorin bersyukur ama umma’a karena berkat umma’a hyorin dapet bonus ciuman jj ^^
    argghhhh jd pengen ><
    Gimana dengan uchun,klu tau hyorin dah jadian ama jj ??
    Nu pastimh kecewa bngt!!!
    Yg bener cerita'a siapa ya..
    jj ver/uchun ver ??
    Eonnie d tunggu chap selanjut'a~
    fighting !!

  17. firawangkie berkata:

    wahhhhhh????
    adik.ny chunnie bunuh diri gara-gara jaeppa ??
    astajimmmm….
    pantes chunnie dendam banget

    ehhh..umma yang gag pnya perikemanusiaan !!!
    huwee,,hyorin sabar sayang
    pasti nnti bkal kthuan kedok.ny sii umma jahat ntu

  18. nah lo hyorin, jdi ntar mo pilih siapa? JJ apa Yoochun?
    Poor Hyorin disiksa mulu ma umma nya, tu ummanya Jae gila kali ya jahat amat😦
    Jd Minyoung itu adeknya Yoochun? pantesan Yoochun benci banget ma JJ
    eonnie lanjutannya kapan? penasaran nih, ntar Hyorin bkl di tolongin JJ ga? tapi kn pintu kamarnya dikunci ya? ayoo, oppa dobrak aja pintunya terus laporkan umma mu ke kntor polisi… ummhh JJ bisa tega ma umma sendiri ga ya?
    Di tunggu lho eon lanjutannya ^^
    *kabur lanjutin baca komik online*

  19. yhe_yhe berkata:

    aku ngeri bgt bc ny. . . trus nasibny yuchun gmn y???

    ntar jj pst tw kan klo yg suka pukul itu umma ny. . moga2 tw dech. . .jd nyelamain hyorin . . coz ga tega sih. .

  20. Asri berkata:

    Ummanya sadis…….. asli, parah bgt. hyo, da 2 pria yg blang akan nglindungn tp, uchun n jae ampe kecolongan gtu. ahhh….. payah nh jaechun…..
    konflik cinta nya ‘dapet’ bgt…. kasian uchun….

  21. author makin ngeri be cerita ya.. pake acara di siksa hyo rin ya..
    jaejong dan yuchun oppa kecolongan habis samo hyo rin ya..

    konflik cinta segitiga..
    kasian jugo samo yuchun oppa, harus mengalami pengkhianatan..

  22. aku nggak tahu apakah komenku ilang atau gimana..semoga ini komen juga nggak ilang…

    Tadi hampir aja si JJ sama Hyorin mau nc-an..wkwkwk tapi si Hyorin nolak yah #yadongkumat…sama-sama suka, sama-sama cinta, udah jadian aja, Hyorin putusin Yuchun jadian sama JJ udah happy end deh yaiii..

    Komen part 4 dan 5 udah..semoga nggak ilang amiin

  23. lee songhwa berkata:

    Maaf thor baru baca part 5 dan baru comment itu jadi mereka saling suka aishh daebak banget . Tapi umma nya hyorin kok ngeselin yah hehhe

  24. haajeyong berkata:

    wah senangnya ngeliat jae ma hyorin slg mencintai
    aigooo ummanya jhat amet sih,hyo crta aja ma jaeppa
    kereeeen
    tmbh tmbah seru dan makin penasaran

  25. TriZheey2992 berkata:

    ah sadis…sadis…sadis…
    Org kyk mrs kim thu sebaikx d’binasakn aja…
    Gk pntes bwad hdup gye…
    Mrs Kim kau Iblis b’tpeng mnusia…

  26. Dragon_fishy berkata:

    Ya ampunnn
    sumpahh kesel bgt ma mrs.kim
    kyaaaaaa aq bejek2 jg tuh ahjuma2 tuaa…….

    Kalo jae ma hyo dah saling cinta, oppa q d kemanakan dunk?? Chun oppa sm aq aja sini haha

    lega bgt stelah mreka tau perasaan masing2…
    Aq sesuju tuh ma jae, biar mreka pergi dr rmh aja hidup brdua huhu

  27. leeharim berkata:

    Mamanya jaejoong itu artis tapi otaknya agak agak sedeng ya??wuahh author seneng banget akhirnya ketauan kalo dua duanya saling seneng ….mamanya jaejoong psikopat!!!nyebelin!!! #sarap

  28. Ochyyy berkata:

    Aigoo ternyata gk ada cerita yg hilang thor ~kkk pertanyaanku siapa minyoung uda terjawab di capt ini hehe ;D
    hiks Jahat banget itu nenek sihir (re: umma jj) ayo jae-rin fighting kalian harus bersatu ayo ayo fighting *kebawa suasana*

  29. Boom Park Boom Boom berkata:

    Nyesek😦 ibu nya jeje iri x gara” suaminya lebih sayang ke hyorin makanya dia ga suka ma hyorin hehe #sotoy akh’
    poor chunie , jeje & hyorin plin plan ?

  30. Resty berkata:

    omo, kayaknya feeling reader bener nech, hyor rin jadian ama JJ oppa
    buktinya first kissnya hyo rin dgn JJ oppa, yoochun oppa yang namjachingunya ga samoai segitunya, hanya kecupan di kening doank………#duh reader samai segitunya perhatiin#

    JJ oppa jebal selamatin hyo rin dari cengkraman nenek sihir #huss dia itu ommaku*JJ oppa* -,_-

  31. kimi berkata:

    ummanya mau dipukulin nyyyyyyy nyebelin banget sy jadi umma-umma…..
    tapi cieeeeeeeeeeee jaejong oppa samaa Hyo rin udah saling menyatakan perasaan….
    ciee-cieeeee
    tapi yuchun oppa gymana?
    aku lanjut yaaaaa eonnie………….

  32. Ampun tega banget umma nya jae oppa , nyiksa Hyorin nyampe segitunya. Jae oppa kok nggak curiga kenapa ummanya ngetuk pintu sambil marah-marah? Terus kamar mandi hyorin kedap suara ya? Nyampe jae oppa nggak denger kalau hyorin keluar kamar? #banyak tanya -_-

    Hyorin tau jae nyium dia? Omona~ next ya thor!! Ditunggu part’nya nyampe ada tulisan Ending/Finish , terus Sequel😀

  33. anna (niniez) berkata:

    sumpah itu ommanya g punya hati banget,, malah asik nyiksa hyorin aja,,, dan parahnya hyorin g pernah mau cerita ke yang lain bahkan ke yoochun juga g,,,,#horor banget dah,,, jeejong pasti nyelidikin itu,,, next chapter,,

  34. nisa6002 berkata:

    Umma nya bener2 jahat. Masa orng d pukulin sampai segitu x gra2 pulang terlambat.
    Akhirx mereka berdua sdh tau klau mereka saling mencintai. Tpi kasihan yoochun x. Setelah bca chap ini, aku berpikir akan lebih baik hyorin sma jaejoong. Walaupun sebelumnya aku pengen x yoochun yg sma hyorin.
    Aku harap jaejoong tau klau Umma x suka mukul2 hyorin. Dan setelah itu dia bisa melindungi hyorin.

  35. Suka sma pengakuan jj oppa ma hyorin…tp kasian ma yuchun oppa..

    Umma hyorin kejaaaammmm…
    Hrs’ y hyorin bilang ma jj oppa n appa’y biar umma’y dicerau ja ma appa hyorin kn dh ketahuan klo selingkuh….
    Smoga dipart selanjutnya jj oppa tau apa yg diprbuat umma’y kpda hyorin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s