My Lovely Brother My Lovely Sister Chap 4


Title: My Lovely Brother My Lovely Sister

Cast :

–          Kim Jaejoong

–          Park Yoochun

–          Kim Hyo Rin (Hielda)

Rating: PG13-NC21 / STRAIGHT

Author : Lee Eun Ri  

A/N: agak panjang dari chap sebelumnya and mianhae kalo ada salah-salah kata dalam pengetikannya.

Happy reading

HYO RIN POV

Aku berlari menyusuri koridor sekolah sambil terus menangis mengingat kejadian Jaejoong oppa mencium seorang yeoja dan perkataan namja itu yang mengatakan tak pernah menganggapku sebagai dongsaengnya. Tak lama kulihat Yuchun ada di depanku menatapku dengan raut wajah khawatir. Tanpa banyak kata aku memeluknya sangat erat. Yuchun membalas pelukanku dan membelai rambutku dengan sangat lembut.

“Ada apa?” Tanyanya lembut. Aku hanya menggelengkan kepala. Kusembunyikan wajahku di dada bidangnya sambil terus menangis. Kudengar ia menghela nafas pelan. Ia terus memelukku membuatku sedikit merasa nyaman.

Setelah tangisku mereda Yuchun melepaskan pelukanku, ia menatapku sambil kedua tangannya mengapus air mataku. Ia tersenyum lembut padaku lalu menggendongku ala bridal style. Aku berteriak kecil karena kaget dan menatapnya. Kuminta iamenurunkanku tapi ia menolak. Saat ada songsaengnim bertanya, Yuchun malah mengatakan kalau aku sedang sakit dan akan membawaku ke ruang kesehatan.

“Turunkan aku, sunbae. Aku harus kembali ke kelas” Pintaku tapi namja itu dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“Aku akan membawamu ke tempat yang tenang dan nyaman. Kau pasti masih sedih karena perkataan Jaejoong kan?” Aku terdiam mendengar ucapan Yuchun, ia memang benar aku masih sedih dengan ucapan oppaku tapi bagaimana ia bisa tau aku masih sedih. Aku menunduk tak menatapnya. Tak lama kurasakan Yuchun mendudukkanku dengan pelan. Kulihat sekelilingku, taman yang sangat indah tapi aku tak tau taman ini ada di mana.

“Ini taman belakang sekolah yang sangat rahasia dan jarang sekali murid-murid tau tempat ini.” Ucap Yuchun yang seolah tau apa yang tengah aku pikirkan. Aku hanya bisa mengangguk lalu menatap pemandangan indah yang baru kulihat ini. Aku dan Yuchun sama-sama terdiam. Aku mulai memikirkan apa yang harus kulakukan setelah ini. Untuk melupakan kesedihanku karena keluarga dan untuk mencari kesibukan lain.

‘Kerja part time sepertinya bagus.’ Batinku. Kulihat Yuchun yang berada di sebelahku, namja itu menatapku juga lalu tersenyum. Kuurungkan niatku untuk memberitahukannya kalau aku berniat untuk bekerja part time.

“Pulang sekolah nanti kujemput ya. Kita pulang bersama.” Ucapnya tiba-tiba.

“ah tidak usah. Aku bisa pulang sendiri.” Tolakku halus. Ia langsung menatapku curiga.

“Kau mau kemana dulu setelah pulang sekolah?” Tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku cepat.

“Tidak kemana-mana. Kenapa sunbae bertanya seperti itu?”

“Aku ini kan temanmu dan aku sudah berjanji akan menjaga dan melindungimu jadi aku harus tau. Kalau langsung pulang sih tidak apa-apa. Tapi kau tidak bisa berbohong padaku, sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku.” Ucapnya. Aku diam karena ucapannya memang benar. Aku memalingkan wajahku ke depan, tak memandangnya. Akhirnya kuberitahu Yuchun tentang rencanaku mencari pekerjaan part time.

“Kenapa mau menutupinya dariku?” Tanyanya terdengar tak suka di telingaku.

“Aku tak mau membuatmu susah dan tak mau merepotkanmu, sunbae.” Jawabku. Ia menghela nafas lalu mengelus rambutku.

“Kau tak akan membuatku susah ataupun merepotkanku. Nanti sepulang sekolah kita cari bersama ya. Aku akan minta bantuan teman-temanku. Mungkin mereka tau di mana tempat yang sedang membutuhkan pekerja part time.” Ucap namja itu membuatku merasa tak enak. Yuchun kembali mengelus rambutku dan mengatakan kalau aku tak perlu merasa tak enak atau pun merasa merepotkannya karena ia tulus membantuku. Aku hanya bisa mengangguk pelan.

Sepulang sekolah aku, Yuchun dan teman-temannya pergi mencari pekerjaan part time untukku. Banyak tempat kami datangi tapi tak ada satu pun yang menerima pekerja part time. Karena cukup lama berkeliling kami semua duduk di sebuah café sambil meminum minuman yang kami pesan tadi. Sambil meminum orange jus aku mengedarkan pandanganku di melihat-lihat toko-toko lain yang ada di sekitar café. Pandanganku berhenti saat melihat toko buku yang ada di seberang jalan. Aku berfikir untuk bertanya ke sana. Aku berdiri lalu mengatakan pada Yuchun untuk menunggu sebentar.

Aku pun masuk ke toko buku itu dan langsung menanyakan pada seorang ajumma yang ada di sana apakah ada pekerjaan part time untukku. Ajumma itu menatapku bingung, aku berusaha agar ajumma itu mau menerimaku bekerja di tempatnya. Tak lama ajumma menanyakan beberapa hal padaku, aku pun menjawabnya dengan lancar. Ajumma itu tampak sedang berpikir. Aku mengembangkan senyumanku saat ajumma itu menerimaku bekerja part time di tokonya. Aku membungkukkan badanku dan berterima kasih. Ajumma pun memberitahukanku semua hal yang harus kukerjakan mulai besok setelah aku pulang sekolah. Aku mencatat semuanya agar tidak lupa juga jadwalku bekerja juga kucatat. Setelah selesai aku kembali membungkuk lalu pergi menghampir Yuchun dan teman-temannya. Aku tersenyum lebar membuat mereka bingung.

“Aku mendapatkan pekerjaan di toko buku itu. Mulai besok aku akan bekerja setelah pulang sekolah.” Ucapku sambil tersenyum. Mereka menatapku tak percaya tapi aku mengangguk.

“Kenapa toko buku?” Tanya namja bernama Yunho.

“Kalau kupikir-pikir ini sangat untung buatku. Selagi bekerja aku bisa sambil belajar juga kan? Bisa mempelajari pelajaran sekolah dan hal lainnya.” Ucapku senang. Yuchun menatapku sambil tersenyum lalu mengelus rambutku.

“Kau senang akan bekerja di sana?” Tanyanya yang kujawab dengan anggukan kepalaku.

“Baguslah. Setiap kau pulang sekolah kau pulang denganku agar  aku bisa mengantarmu ke toko dan pulang kerja pun aku akan menjemputmu.” Ucapnya. Aku hanya bisa mengangguk kecil. Aku suka Yuchun yang seperti ini. Baik, perhatian dan tidak kasar, sama seperti Yuchun teman kecilku dulu. Jujur aku tidak suka Yuchun yang dulu karena terlihat sangat kasar dan seenaknya.

“Gumawo.” Ucapku.

“Hmm.” Balasnya singkat lalu kembali meminum minumannya. Kuliha teman-temannya hanya tersenyum melihat Yuchun. Aku mengerutkan dahiku tak mengerti.

“Wah ketua kau sekarang sangat cool sekali di depan Hyo Rin.” Ucap Yunho yang langsung membuat Yuchun tersedak.

“Dan sangat perhatian.” Tambah Changmin yang di beri anggukan oleh yang lainnya. Aku melihat Yuchun masih terbatuk akibat tersedak tadi. Kupukul pelan punggugnya dan mengelus dadanya agar merasa lebih baik.

“Gwenchana?” Tanyaku.

“Ne gwenchana. Gumawo.” Ucapnya tanpa menatapku. Yuchun menatap tajam semua teman-temannya. Teman-temannya hanya tersenyum penuh arti. Senyuman yang tidak kumengerti. Tak lama Yuchun melempar tasnya ke arah teman-temannya.

“Awas kalian.” Ancamnya. Aku hanya bisa menatap Yuchun dan teman-temannya bergantian dengan wajah tak mengerti apa yang mereka bicarakan.

“Sebenarnya kalian ini sedang membicarakan apa?” Tanyaku.

YUCHUN POV

“Sebenarnya kalian ini sedang membicarakan apa?” Tanya yeoja di sampingku dengan wajah polos. Ingin rasanya aku memeluknya dan mencium wajah polosnya itu. Kupandangi teman-temanku dengan tajam. Mereka hanya diam sambil tersenyum.

“Anni lupakan saja Hyo Rin-a.” Jawabku cepat. Ia terus menatapku.

“Tapi aku ingin tau apa yang kalian bicarakan, aku seperti orang bodoh saja di sini tak mengerti apa yang kalian maksud tadi.” Ucapnya membuatku bingung harus berkata apa agar ia tak menanyakan hal itu lagi.

“Bukan hal serius, Hyo Rin-a. kami hanya membicarakan perubahan sikap Yuchun ketua kami yang berubah lebih baik. Itu saja.” Ucap Yunho tiba-tiba. Aku menatapnya sambil menghela nafas pelan, lega rasanya ia membantuku menjawab pertanyaan Hyo Rin. Tak lama semua temanku berpamitan dengan alasan ada urusan lain. Changmin dan Yunho berbisik padaku.

“Setelah selesai dengannya jangan lupa ke tempat Junho.” Ucap keduanya. Aku mengangguk lalu mereka pun pergi. Kulihat Hyo Rin terus berteriak mengucapkan terima kasih.

“Sudah sudah jangan berteriak lagi. Ayo kita pulang. Atau kau mau jalan-jalan lagi?” Tanyaku. Ia pun menggelengkan kepalanya dengan imut.

“Aku mau langsung pulang saja, ini sudah sore. Aku harus kembali belajar dan mempelajari materi untuk besok.” Ucapnya. Aku tersenyum mendengarnya lalu mengangguk. Saat aku akan menelepon supir untuk datang menjemput Hyo Rin mencegahku.

“Mau telepon siapa? Supir sunbae ya?” Tanyanya. Kujawab dengan anggukan kepalaku.

“Jangan di telepon. Kita naik bis saja, bagaimana?” aku langsung mengerutkan dahiku. Bis? Selama ini aku tak pernah naik bis. Aku menggelengkan kepalaku menolak tapi ia memaksaku dan memintaku agar menuruti permintaannya satu kali saja. Aku menghela nafas pelan.

“Mobilku kan lebih enak kenapa kau malah mau naik bis? Apa enaknya naik bis?” Tanyaku.

“Memang lebih enak naik mobil pribadi tapi naik bis juga tidak terlalu buruk. Aku bisa melihat berbagai macam orang di bis dan terkadang hal lucu di dalam bis yang tidak kutemukan kalau naik mobil pribadi.  Naik bis saja ya? Kalau sunbae tak mau ya tidak apa-apa, aku bisa pulang sendiri dan sunbae naik mobil sunbae saja.” Ucapnya membuatku membelalakan mataku.

“Kau? Pulang sendirian? Andweee!!! Aku ikut denganmu, akan kuantar kau sampai depan rumahmu. Ayo.” Ucapku akhirnya mengikuti  apa yang ia mau. Kami berdua berjalan menuju halte.

“Apa enaknya sih naik bis? Hal menarik apa yang bisa di lihat di dalam bis yang panas dan penuh dengan orang?” Gerutuku pelan. Sambil berdiri menunggu bis datang.

“Jangan marah begitu. Kalau jam-jam seperti ini bis tidak terlalu penuh kok.” Ucapnya yang mendengar ucapanku. Aku hanya diam sambil menatapnya. Tak lama bis datang dan kami pun naik. Hyo Rin memilih duduk paling belakang.

Aku melihat sekeliling bis yang baru pertama kali ini aku naiki. Memang tidak terlalu buruk tapi panas sekali. Tak lama aku sedikit tersentak karena Hyo Rin tiba-tiba membuka jendela bis yang ada tepat di samping kiriku. Aku menatapnya yang sedang tersenyum padaku.

“Kalau panas sunbae bisa membuka jendelanya. Bagaimana rasanya naik bis? Ini pertama kalinya sunbae naik bis ya?” Tanyanya. Aku mengangguk.

“Ne. tapi panas sekali.” Jawabku. Kulihat ia terkekeh pelan dengan jawabanku.

“Sunbae, lihat disana.” Ucapnya sambil nenunjuk seorang ajumma yang sedang hamil mengobrol dengan anak laki-laki yang sepertinya anak pertamanya itu.

“Wae? Hanya seorang ajumma hamil.” Ucapku. Ia mendengus kesal sambil menatapku.

“Bukankah sangat indah sunbae? Seorang ajumma sedang hamil yang sepertinya anak keduanya sedang mengobrol dengan anak pertamanya. Dari yang kulihat sepertinya ajumma itu sedang mengatakan sesuatu pada anak pertamanya tentang bayi yang ada di perutnya itu. Seolah memberitahu anak pertamanya kalau dia akan menjadi seorang kakak dan menyuruhnya untuk mencintai bayi itu kelak. Terkadang kalau aku melihat hal seperti ini aku suka membayangkan itu adalah aku di masa depan.” Ucapnya panjang lebar sambil berbisik. Aku pun mulai menatap ajumma itu dan anaknya.

“Lihat yang ada di depan kita sunbae. Sepasang kekasih anak sekolah yang terlihat bahagia. Dan di ujung sana sepasang kekasih yang sepertinya akan menikah. Di ujung lainnya mahasiswa yang terlihat senang melihat kertas yang mungkin saja itu hasil ujiannya yang dapat nilai bagus. Aku sangat suka pemandangan seperti ini. Melihat mereka tersenyum bahagia dan tertawa. Memang tak setiap hari aku melihat hal indah seperti ini. Terkadang juga aku melihat ada yang terlihat sedang kesal, sepasang kekasih sedang ribut dan hal lainnya. Tapi semua itu membuatku belajar satu hal setiap harinya.” Ucapnya. Aku memandangnya yang tengah tersenyum lembut dan tulus.

“Apa itu?” Tanyaku.

“Saat sedang bahagia banyak orang yang ikut bahagia walaupun dengan cara yang berbeda tapi terkadang saat kita bahagia tak semua orang ikut bahagia. Begitu pun saat kita sedang sedih. Semua orang ikut bersedih dengan cara yang berbeda dan masalah yang mungkin lebih berat yang sedang mereka alami. Terkadang juga saat kita bersedih ada orang yang tengah berbahagia yang membuat kita tersenyum. Entah itu senyuman paksaan ataupun tulus. Aku selalu berpikir untuk menjalani hidup ini dengan penuh senyuman. Dan berusaha untuk tetap tegar walaupun masalah sedang menghampiriku. Ya memang tidak mudah tapi aku sedang berusaha karena aku berpikir kalau aku menjalaninya dengan tegar dan penuh senyuman pasti kebahagiaan perlahan akan menghampiriku.” Ucapnya membuat hatiku hangat dan merasa nyaman. Ia menghembuskan nafasnya pelan sambil terus tersenyum tulus menatap ke depan, pemandangan penuh kebahagiaan di dalam bis ini. Aku pun menatap ke depan dan memikirkan apa yang di katakan Hyo Rin barusan. Apa yang di katakan Hyo Rin memang ada benarnya dan semua perkataannya membuatku sadar. Aku menyandarkan kepalaku di bahunya.

“Gumawo.” Ucapku tulus.

“Untuk?” Tanyanya. Aku tersenyum.

“Untuk memperlihatkanku hal yang indah ini dan memberiku pelajaran berharga.” Ucapku lalu menatapnya. Ia tersenyum lalu mengangguk.

“Jadi naik bis tidak terlalu buruk kan?” Tanyanya membuatku terkekeh.

“Ne tidak terlalu buruk. Cukup menyenangkan.” Jawabku. Kami berdua pun tertawa kecil.

“Oh iya, kau jangan memanggilku sunbae lagi.” Pintaku.

“Wae? Kau kan memang sunbaeku.” Jawabnya.

“Tapi aku ini teman kecilmu. Panggil aku seperti dulu dengan sebutan oppa.” Ucapku lagi.

“Baiklah. Yuchun oppa.” Aku tersenyum mendengarnya. Tak lama ia bediri membuatku mengikutinya. Ia mengatakan padaku kalau sudah hampir sampai, aku pun hanya mengangguk mengerti. Sampai di halte berikutnya kami pun turun. Aku dan Hyo Rin berjalan pelan.

Aku menikmati perjalanan mengantarnya pulang, sangat menyenangkan. Aku melihat sekeliling dan mataku berhenti saat melihat sebuah taman dengan penuh anak kecil sedang bermain di sana. Aku menunjukkannya pada Hyo Rin dan yeoja itu langsung tersenyum.

“Satu kebahagiaan lagi yang kita lihat. Penuh dengan senyuman manis malaikat-malaikat kecil.” Ucapnya. Aku mengangguk setuju. Aku sadar tak selalu di dalam bis aku bisa melihat hal ini. Di semua tempat pun bisa melihat hal-hal seperti ini asalkan aku mau memperhatikan sekitarku. Hyo Rin kembali mengajakku pulang aku pun mengangguk mengerti. Saat sedang berjalan menuju rumahnya ia memintaku untuk tak memberitahu keluarganya kalau ia bekerja paruh waktu di toko buku. Aku menatapnya bingung.

“Umma. Dia pasti marah kalau tau aku bekerja di toko buku. Dan kalau tau aku pasti langsung di suruh keluar. Aku akan mengatakannya kalau appa sudah kembali ke korea. Kuharap oppa mau membantuku menyembunyikannya sampai appa pulang. Aku tak mau usahaku untuk mandiri rusak karena umma melarangku.” Ucapnya. Sontak aku mengepalkan tanganku mendengar ummanya. Aku tak habis pikir ada seorang umma seperti itu.

“Baiklah. Aku mengerti, kau tenang saja.” Ucapku. Ia menghela nafas lega lalu tersenyum dan berterima kasih padaku.

“Gumawo.” Ucapnya.

“Sudah sampai. Cepatlah masuk.” Ucapku. Ia mengangguk dan hendak berajak masuk tapi tiba-tiba terhenti karena ummanya keluar dan langsung membentak Hyo Rin. Aku mengepalkan tanganku melihat langsung kejadian itu. Ummanya menatapku tak suka.

“Siapa kau? Kenapa membawa anakku sampai sore seperti ini?” Tanyanya padaku dengan nada membentak.

“Aku Yuchun. Park Yuchun.” Jawabku singkat tapi langsung membuat ajumma itu membelalakan matanya. Ajumma itu mendekatiku dan meminta maaf. Sikapnya langsung berubah 180 derajat.

“Ah kau anaknya Mr. Park. Maaf aku lupa siapa kau. Ayo masuk dulu.” Ucapnya ramah.

“Tidak usah. Aku pulang saja. Mianhae aku membawanya pulang sore-sore seperti ini karena tadi aku memintanya untuk membantuku. Aku sedang membuat suatu proyek yang membutuhkan bantuan Hyo Rin. Kuharap ajumma memperbolehkannya membantuku besok karena proyekku belum selesai dan ini rahasia tidak boleh ada satu pun yang tau termasuk ajumma.” Ucapku berbohong. Kulirik Hyo Rin membelalakan matanya menatapku.

“Ah tentu saja boleh. Kau boleh meminta bantuan Hyo Rin kapan saja. Aku percayakan anakku padamu.  Mintalah bantuannya kapan pun, Hyo Rin pasti akan membantu.” Jawab ajumma itu sambil tersenyum.

‘Dasar penjilat.’ Batinku kesal.

“Gumawo.” Ucapku singkat lalu menatap Hyo Rin.

“Kau masuklah dan istirahat.” Ucapku menyuruhnya masuk tanpa memperhatikan ummanya.

“Ne. aku masuk.” Ucapnya lalu masuk dan di ikuti ummanya. Setelah mereka masuk kau menghela nafas panjang. Rasa kesalku pada umma Hyo Rin masih terasa. Tak lama aku pun pergi ke tempat Junho di mana teman-temanku yang lain menunggu.

Sampai di tempat Junho mereka semua langsung menyambutku. Aku pun duduk di sofa, mereka memberikanku minuman. Kuambil lalu kuminum sedikit. Mereka menatapku lekat membuatku risih.

“Apa?” Tanyaku sambil menatap mereka satu per satu. Mereka tersenyum dengan penuh arti padaku. Senyuman yang paling tidak kusukai.

“Hyo Rin itu yeoja yang sering ketua bicarakan itu kan?” Tanya Junho yang langsung mendapat jitakan di kepalanya oleh Yunho.

“Ketua mencintainya ya? Kenapa tidak jadian dengannya?” Tanya Changmin dengan wajah berbinar-binar padaku.

“Ne, aku mencintainya tapi tak mudah mendapatkannya. Dia dari dulu hanya menganggapku sebagai temannya tidak lebih.” Jawabku.

“Sejak kapan ketua mencintainya?” Tanya Joon padaku.

“Sejak aku berumur lima tahun. Sejak pertama kali bertemu di taman waktu itu. Dia terlihat manis dan lucu waktu itu, sekarang pun masih tetap sama hanya saja bertambah cantik.” Ucapku yang di respon dengan senyum oleh mereka.

“Dulu kupikir dia akan bahagia dengan keluarga yang mengadopsinya tapi ternyata salah, Hyo Rin menderita dengan keluarganya itu. Untuk sekarang ini aku harus lebih ektra menjaga dan melindunginya kalau tidak pasti dia akan lebih menderita.” Ucapku.

“Kehidupannya sepertinya sangat berat ya. Kalau butuh bantuan kami katakan saja ketua.” Ucap Junho. Aku mengangguk pelan.

“Ne, gumawo.” Ucapku.

(^_^)  (^_^)  (^_^)

AUTHOR POV

Sudah beberapa minggu Hyo Rin bekerja di toko buku tanpa sepengetahuan keluarganya. Karena Yuchun membantunya agar tetap menjadi rahasia agar keluarganya tidak tau sampai appanya pulang dan sore ini appanya akan pulang dari luar negeri. Ia pun berencana untuk memberitahukan appanya malam ini juga. Ia benar-benar beruntung karena Yuchun selalu membantunya selain itu juga namja itu selalu menjaga dan melindunginya. Setiap hari mengantarnya ke tempat kerja lalu menjemputnya di malam hari untuk mengantarnya pulang. Terkadang di hari sabtu dan minggu namja itu dan semua temannya datang untuk membantunya bekerja. Mereka membantunya menjual buku-buku yang ada di toko dengan cara yang unik dan menurutnya agak sedikit aneh. Setiap yeoja yang membeli satu buku di toko itu akan mendapatkan pelukan hangat dari mereka semua.

Awalnya ia pikir itu tidak mungkin berhasil tapi ternyata salah. Cara yang mereka lakukan berhasil. Para yeoja terpikat oleh daya tarik Yuchun dan semua teman-temannya. Tak hanya dengan membeli satu buku mendapat pelukan, mereka berkedip sambil tersenyum saja sudah membuat para yeoja itu meloncat kegirangan, tak jarang ada yeoja yang pingsan karena tatapan para namja itu. Ia sebenarnya senang-senang saja kalau mereka membantu tapi ia mengatakan pada Yuchun dan teman-temannya itu untuk memilihkan buku yang bagus untuk para yeoja itu agar pelanggan tidak bosan datang membeli buku di toko itu dan tidak datang  hanya karena ingin mendapatkan hadiah dari para namja itu.

Para namja itu mengerti dan meminta bantuannya untuk menjelaskan buku-buku yang di jual di toko itu agar mereka bisa merekomendasikan tentang semua buku yang ada pada pelanggan yang datang. Hyo Rin pun menjelaskannya satu per satu hingga kini para namja itu sudah tau dan lancar menjelaskannya pada pelanggan yang datang. Tak hanya pelanggan yeoja saja yang mereka layani tapi pelanggan namja juga mereka layani tapi tentunya berbeda dengan yeoja.

Beruntung pemilik toko tidak marah karena ulah Yuchun dan teman-temannya. Pemilik toko malah berterima kasih padanya dan snagat senang dengan pekerjaannya. Dan kini ia sama seperti hari-hari sebelumnya bekerja di toko buku di hari libur sekolah. Hari ini yang datang hanya Yuchun, Yunho, Junho dan Changmin. Sisanya tidak datang karena ada keperluan. Pelanggan yang datang tidak terlalu ramai tapi mereka tetap membantunya untuk melayani para pelanggan yang datang.

“Ini bukunya. Terima kasih sudah datang.” Ucapnya pada seorang yeoja yang membeli buku. Hyo Rin melihat sekeliling sudah tidak ada pelanggan. Ia melihat ke empat namja itu terlihat sangat lelah. Ia tak tega melihatnya.

“Buatkanlah mereka sesuatu.” Ucap seseorang dari belakang membuatnya kaget. Ia menoleh kebelakang dan melihat pemilik toko yang berbicara padanya. Ia menatap bingung ajumma itu.

“Pergilah kebelakang dan buatkan mereka sesuatu. Ambil saja bahan-bahan yang ada di kulkas yang bisa kau masakkan untuk mereka.” Ucap ajumma itu membuatnya merasa tak enak.

“Tap ajumma “

“Jangan membantah. Kau dan teman-temanmu itu sudah banyak membantu di toko ini. Apa lagi mereka rajin datang setiap akhir pekan. Kau juga pasti lelah kan? Setiap hari menjaga toko sambil terus belajar agar tidak ketinggalan pelajaran. Kau anak baik dan sangat rajin. Pergilah ke dapur di belakang dan buatkan mereka sesuatu. Toko biar ajumma yang menjaganya.” Perintah ajumma itu padanya. Ia pun tersenyum lalu mengangguk.dan pergi ke dapur yang ada di belakang toko. Ia pun mulai membuatkan sesuatu untuk keempat namja itu.

Selesai memasak dan membuat minuman Hyo Rin membawanya ke meja kecil yang ada tak jauh dari dapur. Setelah itu ia kembali ke depan dan memberitahu ajumma dan para namja itu untuk makan bersama. Ajumma itu mengatakan padanya untuk makan terlebih dahulu karena ia akan menjaga toko sementara mereka makan. Ia pun mengangguk lalu masuk bersama dengan ke empat namja itu. Ia menyisakan makanan yang ia buat untuk ajumma pemilik toko itu.

“Ayo makan. Semoga kalian suka masakan yang kubuat.” Ucapnya lalu duduk. Ia melihat Changmin makan dengan lahap sambil tersenyum bahagia. Ia terkekeh kecil melihatnya.

“Kau yang memasakanya?” Tanya Yuchun. Hyo Rin mengangguk pelan.

“Wae? Tidak enak ya?” Tanyanya takut.

“Kalau menurutku sih sangat enak.” Ucap Changmin dan Yunho bersamaan. Junho pun mengangguk setuju.

“Ne sangat enak. Aku setuju dengan mereka. Ayo kita makan.” Ucap Yuchun membuat Hyo Rin menghela nafas lega. Mereka pun makan bersama dengan di selingi canda dan tawa.

Selesai makan Hyo Rin langsung mencuci piring di bantu oleh Yuchun. Sedangkan ketiga namja lainnya kembali membantunya menjaga toko. Ia mengucapkan terima kasih pada Yuchun tapi namja itu malah menatapnya tak suka.

“Jangan mengatakan itu lagi. Aku membantumu memang tulus, aku tak suka kau bersikap sungkan padaku seolah-olah aku ini orang asing bagimu. Jangan bersikap seperti itu lagi. Nah sekarang sudah selesai, ayo kita kedepan lagi. Biarkan ajumma makan masakanmu yang enak itu.” Ucap Yuchun lalu menarik Hyo Rin. Hyo Rin terdiam sambil tersenyum kecil.

“Gumawo, oppa.” Ucapnya lagi. Yuchun menatapnya lalu tersenyum dan mengangguk. Mereka pun kembali bekerja setelah makan. Hyo Rin sesekali belajar di kala sepi pengunjung, sedangkan Yuchun dan yang lainnya membaca buku yang ada di toko. Yuchun menatap Hyo Rin yang sedang belajar, ia tersenyum melihat yeoja itu tetap belajar di sela-sela menjaga toko.

‘Kau sangat manis. Aku senang kau seperti ini. Dan sepertinya aku tak salah mencintai yeoja sepertimu.’ Batin Yuchun.

—-  

Jaejoong tengah berada di taman di depan rumahnya bersama dengan seorang yeoja sewaan di sebelahnya. Ia menyewa yeoja itu untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Itu ia lakukan agar dongsaengnya tidak curiga setelah kejadian ia pura-pura mencium adik kelasnya. Sejak tadi ia menunggu kedatangan Hyo Rin, ia sangat cemas karena belakangan ini ia merasa dongsaengnya itu pulang selalu malam hari dan ummanya yang biasanya marah malah diam saja. Tak lama ia melihat dongsaengnya itu pulang diantar oleh Yuchun, sontak ia mengepalkan tangannya dan menahan emosinya.

‘Tenang Jaejoong-a, kau harus kuat. Ini kau lakukan untuk kepentingan bersama. Hilangkan cintamu pada dongsaengmu sekarang juga. Kau harus bisa.’ Batin Jaejoong. Ia melirik yeoja sewaannya lalu memberi isyarat yang sudah ia beritahu sebelumnya. Yeoja itu mengangguk lalu bergelayut mesra padanya. Yeoja itu memeluknya dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Jaejoong. Jaejoong membalas pelukan yeoja itu. Ia melihat dongsaengnya perlahan jalan sambil menunduk. Lalu saat sudah dekat dengannya yeoja itu dengan cepat masuk ke dalam rumah. Ia menghela nafas pelan lalu merasakan yeoja itu melepaskan pelukannya.

“Boleh aku pergi sekarang?” Tanya yeoja itu. Jaejoong pun mengangguk.

“Ne, pergilah. Bayaranmu seperti biasa nanti kutransfer. Gumawo.” Ucapnya lalu berdiri mengantar yeoja itu naik taksi. Setelah itu ia pun masuk ke dalam, ia melangkah pelan menuju kamarnya. Saat akan menaiki tangga ia melihat dongsaengnya berada di sampingnya yang akan menaiki tangga juga. Lama ia menatap Hyo Rin. Tak lama yeoja itu melangkah terlebih dahulu. Ia melihat yeoja itu pergi dengan cepat seperti enggan bertemu bahkan enggan menatapnya. Jaejoong kembali menghela nafas.

“Kuatkan dirimu Kim Jaejoong. Ini sudah keputusanmu melepasnya agar ia bahagia.” Gumamnya pelan pada diri sendiri. Lalu ia melangkah lagi menuju kamarnya. Sampai di kamar ia berganti pakaian lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia memejamkan matanya dan kembali bayangan wajah Hyo Rin-lah yang ada di dalamnya. Ya setiap kali ia menutup matanya bayangan dongsaengnya-lah yang terlintas di benaknya. Berapa kali pun ia berusaha mencoba menghilangkannya tetap saja tidak bisa.

Di sisi lain Hyo Rin kini tengah berada di ruang baca bersama appanya. Ia mengatakan pada appanya kalau selama ini ia bekerja paruh waktu di sebuah toko buku. Ia juga mengatakan kalau ia belum mengatakan hal ini pada umma maupun oppanya. Dan juga mengatakan tentang Yuchun yang berbohong untuk membantunya. Ia takut kalau mereka melarangnya dan menyuruhnya berhenti bekerja. Ia menundukkan kepalanya setelah mengatakan semuanya pada appanya.

“Hyo Rin-a, lihat kemari.” Perintah appanya. Ia pun menatap takut appanya.

“Kau suka bekerja di sana? Kalau kau suka appa akan memperbolehkanmu bekerja di sana. Appa lihat juga nilaimu tidak ada yang turun malah beberapa mata pelajaran nilaimu sangat memuaskan dan beberapa nilaimu naik. Biasanya anak seumuranmu bekerja paruh waktu nilai akan menurun dan turun drastis tapi kau malah sebaliknya. Appa bangga padamu.” Ucap appanya membuat Hyo Rin menatap tak percaya appanya itu.

“A appa tidak marah? Kupikir appa akan marah padaku dan menyuruhku berhenti. Aku suka bekerja di toko buku itu appa. Ajumma pemilik toko juga sangat baik. Kalau sepi pengunjung aku selalu belajar appa, agar tidak ketinggalan pelajaran. Terkadang kalau ada hal yang tidak di mengerti, Yuchun sunbae dan temannya membantuku belajar, jadi aku terbantu.” Ucapnya. Appanya tersenyum.

“Appa tidak marah. Kau suka? Ya sudah kalau begitu appa perbolehkan kau bekerja di sana. Tapi ingat appa tak mau nilai-nilaimu turun. Kau sepertinya dekat dengan anak keluarga Park ya. Ummamu terlihat senang sekali tadi pagi saat menceritakannya. Ah iya masalah ummamu nanti biar appa yang membereskannya.” Ucap appanya.

“Gumawo appa. Yuchun sunbae itu teman kecilku waktu aku masih di panti. Dulu aku bertemu dengannya di taman saat sedang bermain dengan anak-anak panti.” Ucapnya sambil memeluk appanya. Appanya mengangguk mengerti lalu membalas pelukannya.

“Appa rindu sekali denganmu. Sepertinya sudah lama kita tidak pergi jalan-jalan. Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan bersama?” Hyo Rin menatap appanya.

“Appa kan baru pulang, apa tidak sebaiknya istirahat dulu? Aku takut kesehatan appa memburuk. Lihat ini mata appa saja terlihat lelah.” Ucapnya.

“Tidak apa-apa. Malam ini appa akan tidur nyenyak. Bagaimana? Atau kau besok sudah ada janji dengan temanmu? Atau mungkin kau ingin pergi ke tempat temanmu?” Tanya appanya. Ia pun menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak ada janji dengan siapapun. Young Mi sekarang sedang sibuk dengan namjachingunya yang baru jadi aku tidak mungkin menganggunya appa. Baiklah besok kita jalan-jalan seperti waktu aku kecil dulu. Kita bersenang-senang. Tapi hanya sampai aku kerja paruh waktu ya appa. Aku bekerja jam 5 sore. Bagaimana?” Ucapnya.

“Baiklah, kita jalan-jalan pagi sampai sore.” Hyo Rin tersenyum mendengarnya. Lalu tak lama ia menarik lengan appanya agar berdiri. Ia membawa appanya keluar dari ruang baca.

“Appa sekarang harus istirahat. Tidur yang neynyak ya.” Ucapnya riang. Sampai di depan pintu kamar appanya ia menyuruh appanya untuk segera beristirahat. Appanya mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.

“Ah iya appa. Sebelum tidur akan kubuatkan minuman hangat dulu ya. Sebentar kok.” Ucapnya lalu berlari ke dapur untuk membuatkan appanya minuman. Tak lama setelah membuat minuman ia pun kembali ke kamar appanya, di depan pintu ia mengetuk pintunya dan masuk setelah appanya menyuruhnya masuk. Appanya tersenyum lembut padanya. Ia menaruh minuman yang ia buat di meja samping ranjang appanya.

“Minum ya appa. Aku yang buat loh. Selamat malam.” Ucapnya.

“Ne, selamat malam.” Balas appanya. Ia un beranjak pergi tapi langkahnya terhenti saat melihat ummanya. Ia membungkukkan badannya.

“Selamat malam umma.” Ucapnya lalu bergegas pergi. Ia tak menyadari tatapan appanya yang menatapnya dan ummanya aneh. Mr.Kim merasa putrinya seperti sangat ketakutan pada istrinya. Mr.Kim mulai merasa curiga ada sesuatu yang membuat putri kesayangannya bersikap seperti itu.

‘Hyo Rin ketakutan seperti itu pasti ada apa-apa. Apa lagi melihat ekspresinya seperti itu. Putriku tak pernah menunjukkan ekspresi seperti itu sebelumnya.’ Batin Mr. Kim sambil menatap pintu.

‘ Apa yang sudah kau lakukan pada Hyo Rin, Song Yoon Ah? Kau pikir selama ini aku percaya padamu dengan selalu bersikap baik pada kedua anak kita di depanku? Aku tidak mudah percaya begitu saja. Aku tak lagi percaya padamu setelah kau diam-diam selingkuh di belakangku. Kau pikir aku tidak tau itu hah?’ Batin Mr.Kim sambil menatap istrinya yang kini berbaring di sebelahnya. Istrinya itu menatapnya bingung tapi ia tak mempedulikan itu. Ia meminum minuman yang di buat Hyo Rin. Ia tersenyum saat meminumnya.

‘Anakku yang manis sudah pandai membuat minuman yang enak sepertinya. Aku tak menyadarinya kalau ia sudah sangat besar sekarang. Putri kecilku yang sangat kusayangi. Appa tak akan membiarkan satu orang pun menyakitimu.’ Batin Mr. Kim. Ia memang sangat menyayangi putrinya itu walaupun bukan putri kandungnya.

‘Aku harus menyelidikinya, kenapa Hyo Rin bisa seperti itu.’ Batinnya lagi. Lalu tak lama ia berbaring dan tidur.

Di kamar kini Hyo Rin sedang meloncat-loncat kegirangan karena appanya setuju ia bekerja paruh waktu di toko buku. Ia benar-benar tak menyangka kalau appanya memperbolehkannya tetap bekerja di toko. Ia pun tak lupa memberitahu Yuchun. Ia menelepon namja itu.

“Yeoboseo.” Sapanya saat namja itu mengangkatnya.

“Yeoboseo Hyo rin-a.” Balas namja itu.

“Kau sepertinya sedang senang, ada apa?” Tanya namja itu padanya. Ia mengerutkan dahinya.

“Oppa, kau paranormal ya? Kenapa bisa tau aku sedang senang?” Pertanyaannya membuat namja itu tertawa pelan.

“Terdengar jelas dari suaramu. Ceritakan padaku apa yang membuatmu senang?” Pinta Yuchun.

“Appa sudah pulang hari ini dan aku menceritakan tentang pekerjaanku. Awalnya kupikir appa akan menyuruhku berhenti bekerja tapi kau tau oppa? Appa mengijinkanku bekerja di toko.  Aku senang sekali. Appa bahkan bangga padaku karena nilai-nilaiku di sekolah sangat baik dan beberapa ada peningkatan. Ah iya gumawo oppa sudah membantuku di toko dan membantuku mempelajari pelajaran yang sulit.” Ucap yeoja itu setengah berteriak karena senang. Yuchun tersenyum senang mendengarnya.

“Chukae, Hyo Rin-a. Jangan berterima kasih. Nilaimu bagus kan karena  usahamu sendiri. Dan membantumu di toko itu kan memang keinginanku dan teman-teman.” Ucap Yuchun.

“Pokoknya gumawo oppaaaaaa. Aku sangat senang malam ini.” Ucapnya.

“Ya sudah ini sudah sangat malam. Kau tidurlah, tidak baik yeoja manis sepertimu tidur larut malam.” Ucap Yuchun yang di respon tawa kecil dari Hyo Rin.

“Kau merayuku, oppa? Kuno sekali rayuanmu. Baiklah aku sudah mengantuk. Oppa juga langsung tidur jangan tidur larut malam. Selamat malam.” Ucap Hyo Rin.

“Ne, selamat malam.” Balas Yuchun. Tak lama Hyo Rin pun menutup teleponnya dan tidur.

—- 

Paginya Hyo Rin bersiap-siap untuk pergi bersama appanya. Seetelah selesai ia langsung menghampiri appanya yang ternyata sudah menunggu di depan. Appa memujinya karena ia tampil cantik hari itu. Saat keduanya akan naik mobil untuk pergi jalan-jalan mereka melihat di depan gerbang ada seseorang. Hyo Rin yang mengenal siapa itu spontan langsung memanggil namanya.

“Yuchun oppa?” Panggilnya. Appa menatapnya lalu menyuruh satpam untuk membukakan pintu dan menyuruh namja itu masuk. Namja itu membungkuk sopan di depan appanya.

“Kau anak Mr. park kan?” Tanya appanya. Ia melihat namja itu mengangguk.

“Ne.” jawab Yuchun.

“Tumben kau kemari? Ada apa? Mau bertemu dengan putriku? Kudengar kalian belakangan ini dekat.” Ucap Mr.Kim.

“Ne. Kami dekat karena sudah kenal sejak kecil, ajusshi. Tadinya saya mau mengajak Hyo Rin pergi tapi sepertinya ajusshi mau pergi dengannya. Kalau begitu saya pamit saja.” Jawab Yuchun.

“Hmmm, bagaimana kalau kau juga ikut dengan kami jalan-jalan? Tapi jangan sampai bosan karena ini acara jalan-jalan appa dan putrinya.” Ajak Mr. Kim.

“Apa tidak mengganggu acara ajusshi?” Tanya Yuchun tak enak.

“Anni. Ayo kita pergi.” Ucap Mr.Kim lalu masuk kedalam mobil.

“Gumawo.” Ucap  Yuchun. Ia menatap Hyo Rin yang masih berdiri lalu menyuurh yeoj aitu untuk masuk dan setelah itu ia pun masuk. Selama perjalanan mereka bertiga mengobrol dengan asik. Yuchun merasa appa Hyo Rin tidak seperti umma dan Jaejoong yang memperlakukan Hyo Rin tidak baik. Terlihat jelas appa yeoja itu sangat menyayangi putrinya.

“Ngomong-ngomong sekarang kau berubah sekali ya Yuchun. Dulu kudengar kau sangat nakal dan sulit sekali di atur. Sama seperti aku muda.” Ucap Mr. Kim sambil tertawa pelan. Yuchun mengangguk malu.

“Ne, ajusshi. Ini berkat Hyo Rin putri ajusshi yang merubah saya lebih baik.” Jawab Yuchun yang langsung mendapat tatapan tajam dari Hyo Rin. Ia melihat appa Hyo Rin tertawa sambil menatapnya dan Hyo Rin.

“Ternyata putriku ini membawa pengaruh baik.”

“Ah sudah sampai ayo kita keluar.” Ucap Mr.Kim. Mereka pun keluar.

Ketiganya jalan-jalan ke salah satu mall terbesar di seoul. Hyo Rin terus menggandeng lengan appanya. Appa menyuruhnya untuk mengambil barang yang ia suka. Ia pun mengambil beberapa barang yang ia inginkan seperti boneka dolphin, beberapa buku, pakaian dan CD music favoritnya.

Sementara Hyo Rin asik memilih beberapa barang yang ia suka. Mr.Kim dan Yuchun hanya melihat yeoja itu dari kejauhan. Mr.Kim tersenyum melihat putrinya selalu tersenyum riang. Tak lama ia teringat raut wajah putrinya semalam saat melihat istrinya. Ia menatap Yuchun yang berdiri di sebelahnya. Ia tersenyum melihat namja itu sedang menatap putrinya dengan senyum kecil.

“Yuchun-a, boleh aku minta tolong padamu?” Pintanya pada namja itu. Yuchun langsung menoleh menatap Mr.Kim tak mengerti.

“Maksud ajusshi?”

“Tolong jaga Hyo Rin selagi aku pergi keluar kota atau pun keluar negeri.” Pinta Mr.Kim.

“Heh? Kenapa berbicara seperti itu?” Tanya Yuchun.

“Entah ini baik atau tidak membicarakan masalah keluargaku pada orang luar tapi aku sebagai appanya tak tau harus mengatakannya pada siapa. Jaejoong kulihat sangat jauh dan sepertinya sulit untuk dekat dengan Hyo Rin.” Ucap Mr.Kim. Yuchun mendengarkannya dengan serius.

“Semalam aku melihat raut wajah ketakutan pada anakku, Hyo Rin saat melihat ummanya sendiri. Aku merasa ada yang aneh dengan sikap putriku yang tak pernah kulihat itu. Jujur aku mulai curiga dengan istriku sendiri. Sejak kejadian yang menyakitkan yang tak bisa kuceritakan padamu, aku tak bisa lagi mempercayainya walaupun di depannya aku bersikap biasa dan seolah percaya padanya. Entah mengapa aku merasa sikap Hyo Rin seperti itu karena ummanya bersikap tidak baik padanya. Aku tak mau melihat putri kesayanganku menderita. Aku merasa bersalah sekali padanya karena selalu sibuk bekerja dan jarang meluangkan waktu untuknya. Bahkan untuk melindunginya setiap saat pun sekarang sulit karena pekerjaanku.” Ucap Mr. Kim panjang lebar.

“Aku merasa kurang memberinya kasih sayang. Apa putriku pernah berbicara sesuatu padamu tentang ummanya?” Tanya Mr.Kim pada Yuchun. Yuchun menatap appa Hyo Rin ragu, ia bingung apakah harus mengatakannya pada appa Hyo Rin atau tidak.

“Sepertinya kau tau sesuatu. Aku sebagai appanya memohon padamu untuk menceritakannya padaku. Agar aku bisa bertindak tegas dan agar putriku tidak lagi di sakiti.” Ucap Mr.Kim. Yuchun menghela nafas panjang lalu mulai menceritakan tentang umma Hyo Rin yang ia dengar dari yeoja itu dan menceritakan bagaimana ia pernah melihat umma Hyo Rin membentak yeoja itu, membentaknya lalu bersikap baik setelah tau siapa dirinya. Setelah selesai menceritakan semuanya ia bisa melihat raut wajah marah yang amat besar dari Mr.Kim.

“Kalau Hyo Rin tau aku menceritakannya pada ajusshi, dia pasti marah besar padaku. Karena dia menyuruhku untuk diam tak melakukan apapun dan tak menceritakannya pada siapapun. Ia tak mau terjadi keributan hanya karena dirinya.” Ucap Yuchun sambil menatap yeoja itu yang asik memilih boneka.

“Tenanglah. Aku tak akan memberitahukan pada Hyo Rin kau memberitahuku. Tolong jaga putriku kalau aku sedang pergi ya.” Ucap Mr.Kim. Yuchun pun tersenyum dan mengangguk.

“Kalian sedang membicarakan apa? Kelihatannya asik sekali sampai aku di biarkan seorang diri.” Ucap Hyo Rin dengan pura-pura kesal. Ia melihat appanya tersenyum lalu mencium keningnya.

“Pembicaraan antar lelaki yang tidak menarik sama sekali. Ayo perlihatkan pada appa apa saja yang kau pilih.” Ucap appanya sambil mengajaknya pergi. Ia menatap Yuchun yang mengikutinya tapi namja itu hanya tersenyum tanpa mengatakan apa-apa.

Setelah dari mall ketiganya pun pergi  jalan-jalan ke tempat menyenangkan lainnya. Hyo Rin sangat senang hari itu, appanya sangat baik dan perhatian padanya.  Saat sedang beristirahat di sebuah taman ketiganya duduk di bawah pohon yang cukup besar. Saat Yuchun berdiri untuk membelikan minuman dan makanan Hyo Rin mencegahnya. Yeoja itu mengatakan biar ia saja yang membelinya, Yuchun pun mengangguk lalu kembali duduk.

Hyo Rin membeli minuman dan makanan untuk ia, appanya dan Yuchun. Saat ia sedang memilih-milih tiba-tiba ia teringat dengan kejadian kemarin sore. Melihat oppanya berpelukan dengan seorang yeoja. Ia memegang dadanya yang terasa nyeri. Sejak semalam ia terus memikirkan kenapa dadanya begitu nyeri melihat kejadian itu. Tapi tak satu pun jawaban yang ia dapatkan.

‘Kenapa sangat sakit melihat oppa dengan yeoja itu? Ada apa denganku?’ Batinnya bingung. Tak lama setelah selesai ia pun kembali ke taman sambil membawa makanan dan minuman yang baru saja ia beli.

“Saya janji ajusshi.” Ucap Yuchun pada appanya yang ia dengar.

“Janji apa?” Tanyanya sambil menghampiri kedua namja itu.

“Bukan apa-apa.” Jawab appa-nya. Ia pun  duduk di tengah-tengah dan memberikan minuman itu pada Yuchun dan appanya. Appanya mengerutkan dahi saat meminum minuman yang ia berikan. Ia tersenyum melihatnya.

“Aku sengaja membeli coklat hangat untuk appa. Appa tidak boleh sering-sering minum kopi, itu tidak baik untuk kesehatan appa.” Ucapnya. Appa mengelus rambutnya dengan lembut sambil tersenyum.

Setelah lelah jalan-jalan mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil, Hyo Rin dan Yuchun turun di toko buku. Mr.Kim melihat dari dalam mobil putrinya yang sedang bekerja di temani Yuchun, ia tersenyum senang dan lega karena putrinya ada yang menjaga. Ia pun pulang ke rumah.

(^_^)  (^_^)  (^_^)

Hari-hari Hyo Rin berjalan baik dan tidak ada masalah sedikit pun. Ia pun menjalani harinya dengan penuh semangat tapi ada yang mengganjal di dadanya yang sampai sekarang ia tak tau kenapa. Setiap kali ia melihat oppa-nya sedang bersama seorang yeoja entah mengapa hatinya sangat sakit dan sesak.

Hyo Rin menatap Yuchun yang ada di sebelahnya. Kini mereka berdua tengah berada di bioskop yang sangat sepi itu. Hanya ada ia dan Yuchun. Ia menatap sekeliling dengan bingung. Tak lama layar menyala dan ia langsung membelalakan matanya saat layar itu menampilkan dirinya sendiri. Ia menatap namja di sebelahnya tapi namja itu hanya tersenyum dan menyuruhnya menontonnya sampai habis. Ia pun menurut dan menonton video untuknya itu sampai habis. Setelah itu ia melihat Yuchun berdiri dan mengulurkan tangannya, ia pun menyambut uluran tangan itu. Namja itu membawanya turun beberapa anak tangga lalu berhenti. Ia melihat namja itu menjentikkan jarinya yang membuat bioskop itu penuh dengan lampu-lampu cantik. Ia melihat sekeliling dengan kagum. Kursi-kursi pun di hias menjadi sangat cantik dengan lampu-lampu

“Ada apa ini oppa?” Tanyanya bingung. Namja itu malah tersenyum mendengar pertanyaannya.

“Video tadi aku buat khusus untukmu Hyo Rin-a.” Ucap Yuchun dengan gugup.

“Hari ini kan bukan hari ulang tahunku oppa.” Jawab yeoja itu polos membuat Yuchun terkekeh pelan. Ia menggenggam kedua tangan yeoja itu sambil menatapnya lekat.

“Memang bukan hari ulang tahunmu tapi aku ingin memberitahukanmu sesuatu.” Ucapnya lagi.

“Apa?”

“Saranghae, Hyo Rin-a. Jaeongmal saranghaeyo. Mungkin terdengar tiba-tiba untukmu tapi aku sudah memendam perasaan ini sejak aku bertemu denganmu. Aku sudah mencintaimu sejak umurku 5 tahun. Ya sejak kita bertemu di taman waktu itu sampai sekarang cintaku tak berubah sedikit pun. Setiap kali melihatmu tertawa disini terasa hangat dan bahagia tapi jika melihatmu sedih di sini terasa sangat sakit dan sesak.” Ucap Yuchun sambil menaruh tangan yeoja itu di dadanya. Hyo Rin membelalakan matanya.

Hyo Rin tak menyangka dengan apa yang di rasakan Yuchun padanya. Ia tak tau harus menjawab apa karena di saat namja itu menyatakan cinta padanya, ia malah menyadari rasa sesak di dadanya setiap kali melihat Jaejoong oppa-nya bersama seorang yeoja. Ia menyadari kalau ia mencintai oppa-nya sendiri.

‘Tuhan kenapa seperti ini? Kenapa aku sadar aku mencintai Jaejoong oppa, di saat Yuchun menyatakan cintanya padaku? Apa yang harus kulakukan? Tapi Jaejoong oppa itu oppa-ku, aku tidak boleh mencintainya, lagi pula belum tentu ia mencintaiku juga.’ Batinnya. Ia bingung harus bagaimana, hatinya berkecamuk antara menerima Yuchun dan tidak, ia juga memikirkan Jaejoong. Ia berusaha menahan air matanya.

“Kau tak perlu menerimaku kalau kau tak menyukaiku. Aku tak akan memaksakannya.” Ucap Yuchun sambil terus menggenggam tangan yeoja itu. Lama keduanya terdiam.

“Aku sepertinya terlalu cepat melakukan ini. Tidak mungkin kau mencintaiku yang hanya teman kecilmu ini. Kumohon setelah ini jangan menjauhiku, anggap saja kejadian ini tak pernah terjadi. Ayo pulang.” Ucap Yuchun lesu tapi berusaha bersikap biasa. Ia menarik tangan yeoja itu untuk pergi dari tempat itu. Hyo Rin menatap punggung dan tangan Yuchun yang menggenggam tangannya. Namja itu terus menarik tangannya agar cepat keluar dari bioskop. Saat namja itu hendak membuka pintu untuk keluar ia menahan namja itu. Yuchun menatapnya, ia berusaha menatap mata namja itu.

“A aku mungkin tidak mencintaimu tapi bisakah kau mengajariku agar bisa mencintaimu?” Ucap Hyo Rin. Ia memutuskan untuk menerima namja itu dan berusaha melupakan cintanya pada Jaejoong oppa-nya. Melihat namja itu kembali tersenyum seperti biasa entah kenapa air matanya langsung keluar.

“Jinja? Kau menerimaku?” Tanya namja itu yang ia jawab dengan anggukan. Tak lama ia mendengar teriakan bahagia dari Yuchun. Namja itu pun memeluknya dengan erat.

“Aku akan mengajarimu mencintaiku sampai-sampai kau tak mau lepas dariku sedetik pun. Gumawo. Aku sangat bahagia sekarang. Jeongmal gumawoyo, chagi.” Ucap namja itu. Ia perlahan membalas pelukan namja itu dan terus menangis. Hatinya kini bercampur aduk membuatnya tak berhenti menangis. Di satu sisi ia harus melupakan Jaejoong oppanya tapi di sisi lain ia tak tega dengan Yuchun. Ia merasa hanya memanfaatkan namja itu. Tak lama namja itu melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya yang membasahi pipi. Yuchun mencium ke dua pipinya dengan lembut.

“Jangan menangis lagi. Tersenyumlah karena hanya itu yang cocok untuk wajahmu. Aku akan membuatmu bahagia dan tak akan membuatmu bersedih.” Ucap Yuchun. Ia sangat senang dan bahagia karena yeoja itu menerimanya. Ia melihat yeoja itu tersenyum lalu mengangguk. Ia mengajak yeoja itu keluar bioskop lalu mengantar yeoja itu pulang.

“Appa-mu pulang kapan chagi?” Tanyanya sambil tetap fokus menyetir.

“Mungkin lusa. Wae?”

“Anni. Aku hanya ingin bertemu dengannya nanti. Aku ingin meminta restunya untuk hubungan kita, jadi untuk sementara kau jangan beritahu keluargamu ya. Biar jadi kejutan.” Ucapnya sambil menatap yeojanya sekilas.

“Ne.” Jawab Hyo Rin. Ia menatap Yuchun sejak tadi.

“Oppa aku tidak mau pulang dulu. Bisakah kita pergi ke taman tempat pertama kali kita bertemu?” Tanyanya. Namja itu kembali menatapnya sekilas tapi kini dengan tatapan bingung.

“Toko buku bagaimana? Lagi pula kau belum ijin umma-mu kan? Taman itu kan di luar kota seoul, chagi.” Ucap Yuchun berusaha menolaknya secara halus.

“Anni. Toko aku sudah minta ijin libur dua hari. Ijin dari umma pasti akan langsung kudapat kalau kau yang meneleponnya. Kumohon kita pergi ke sana sekarang, oppa.” Pinta Hyo Rin dengan sangat. Namja itu menghela nafas lalu mengangguk. Yuchun menepikan mobilnya sebentar untuk menelepon umma Hyo Rin untuk meminta ijin.

Setelah menelepon umma Hyo Rin, Yuchun kembali mengemudikan mobil pergi menuju taman yang cukup jauh itu. Selama perjalanan ia melihat yeoja di sebelahnya hanya diam. Sesekali ia menggenggam tangan yeojanya itu.

Sampai di tempat tujuan keduanya langsung turun. Hyo Rin melihat taman tempatnya dulu sering bermain sedikit berubah. Ia pun perlahan melangkah masuk ke dalam taman. Ia melihat sekeliling taman itu dengan senyum kecil mengingat masa kecilnya. Tatapannya terhenti saat melihat pohon besar yang mempertemukannya dengan Yuchun. Ia melangkah menghampiri pohon itu.

“Tempat pertama kali kita bertemu.” Ucapnya lalu menatap Yuchun yang berdiri di sebelahnya. Namja itu tersenyum lalu duduk di pohon memperagakan cara duduknya dulu saat tengah menangis.

“Seperti ini kan dulu aku menangis?” Ucap namja itu sambil tersenyum. Hyo Rin tersenyum lalu menghampiri Yuchun dan duduk tepat di depan namja itu. Ia duduk membelakangi namja itu lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Yuchun. Namja itu memeluknya lalu mencium puncak kepalanya. Ia memeluk lengan namja itu.

“Kau sedang ingin mengenang masa lalu?” Tanya namjanya itu.

“Aku rindu masa-masa itu oppa. Mianhae aku mendadak minta kemari. Kau pasti banyak urusan.” Ucap Hyo Rin tak enak. Yuchun semakin mempererat pelukannya mendengar Hyo Rin berkata seperti itu.

“Anni. Aku tidak ada urusan apapun. Walaupun aku ada urusan semua itu bisa kubatalkan. Kau lebih penting dari semua urusanku. Kau merupakan prioritas utamaku.” Ucap Yuchun. Hyo Rin merubah posisi duduknya jadi menyamping, ia menatap Yuchun lalu kembali menyandarkan kepalanya di dada namja itu.

“Peluk aku lebih erat, oppa.” Pinta Hyo Rin. Yuchun mengerutkan dahinya tapi tak lama ia tersenyum lalu mempererat pelukannya. Yuchun merasa yeoja itu ingin bermanja-manja padanya.

Lama mereka berada di taman itu dengan saling berpelukan di bawah pohon besar. Hyo Rin terus berada di pelukan Yuchun, itu membuatnya merasa sangat nyaman. Tak lama Yuchun menyanyikan lagu untuknya membuatnya mengeratkan pelukannya. Yuchun tersenyum saat melihat yeojanya bergelayut semakin jauh ke dalam pelukannya. Ia pun terus menyanyikan lagu untuk Hyo Rin sampai ia rasakan yeoja itu tertidur di pelukannya. Yuchun menatap Hyo Rin yang tertidur.

“Kau manis sekali, chagi.” Ucapnya pelan. Lalu ia menggendong yeoja itu dan membawanya ke dalam mobil dengan perlahan. Setelah memasangkan sit belt pada yeojanya ia pun mengantar yeoja itu pulang ke rumah.

Sampai di rumah yeoja itu Yuchun tak membangunkan Hyo Rin, ia kembali menggendongnya dan membawa yeoja itu masuk. Ia meminta ijin kepala pembantu yang membukakan pintu untuk mengantar yeoja itu sampai ke kamarnya. Setelah mendapatkan ijin ia pun langsung ke kamar yeoja itu yang sebelumnya di beritahu oleh kepala pembantu itu. Ia membaringkan yeoja itu di atas ranjang lalu menyelimutinya. Ia tersenyum lalu mengelus lembut rambut yeoja itu sambil mencium keningnya. Hal itu membuat yeojanya melenguh pelan karena terusik. Setelah itu ia pun keluar kamar itu. Saat akan pulang ia melihat Jaejoong keluar kamar, tak ia pedulikan namja itu ia pun terus berjalan dan pulang ke rumahnya.

—  

Jaejoong menatap kamar Hyo Rin sambil berpikir kemana saja dongsaengnya itu seharian ini bersama Yuchun. Ia pun melangkah masuk ke kamar dongsaengnya, dilihatnya yeoja itu tengah nyenyak tidur. Ia duduk di samping ranjang Hyo Rin. Ia terus menatap wajah yeoja itu lalu tak lama ia membelai lembut pipi dan rambut dongsaengnya itu.

“Hyo Rin-a, kenapa seperti ini? Aku tetap tak bisa melihatmu dengan namja lain. Tapi aku harus melupakanmu.” Ucapnya pelan. Tak lama ia mendekatkan wajahnya ke arah yeoja itu, semakin lama semakin dekat dan sampai akhirnya ia mencium bibir yeoja itu. Ia mengulum pelan bibir manis dongsaengnya, ia terus menciumnya dengan lembut. Setelah cukup lama mencium Hyo Rin, Jaejoong melepaskan ciumannya lalu menatap lekat yeoja itu. Ia mencium pipi yeoja itu.

“Mianhae, aku sering menyakitimu dan pernah mengatakan kalau aku tak pernah menganggapmu sebagai dongsaengku. Aku tak ingin menganggapmu sebagai dongsaengku, aku ingin kau menjadi yeojaku. Hanya milikku tapi tak bisa karena status kita. Aku harus bisa melupakanmu dan membiarkanmu bersama namja lain. Semoga bahagia.” Ucapnya pelan.

“Saranghae, Hyo Rin-a.” Ucapnya lagi tapi kini tepat di telinga yeoja itu. Jaejoong kembali mencium bibir yeoja itu sekilas lalu pergi dari kamar itu.

TBC

Masih mau lanjut? Seperti biasa komen di tunggu. Postingan next chap tergantung anda para reader.

@Hielda: Gimana ceritanya makin aneh ya? Jeongmal mianhaeyo. Tapi endingnya pasti di buat sama “dia” kok. Bersabarlah ok? kekeke

Gumawo all.

49 thoughts on “My Lovely Brother My Lovely Sister Chap 4

  1. wah yuchun oppa romantis bgt. hyorin bru nyadar klo dia suka ma jaepa #kemana aza buu… hehe., jaepa apa yg kau lakukan,kisseu hyorin yg lg tidur wah hyorin bkalan nyadar ga yaah klo dia dikisseu ma jaepa? wah makin penasaran bgt ma kelanjutannya nich…

  2. Chun-hyorin pacaran ?? Trus jeje gmana ?? Knp gak terus terang ajah kalo suka sm hyorin,, meskipun smua itu salah..
    Tp utk saat ini kaya.a hyo nyaman d deket chun..

    Gak nyangka trnyt umma.a itu slingkuh.. Kasian bener appa.a !! Untung appa.a tau yg sbener.a trjd sm hyo.. Jd sdikit.a pasti appa hyo lbih ngejagain putri.a itu..

  3. vv berkata:

    .wah keren chingu ..🙂
    .ternyata hyorin ama jeje saling suka ..
    .tpi kasian mereka ga bsa bersatu ..😦
    .lnjut iia chingu ,ceritanya makin seru nih ..jdi penasaran ..🙂

  4. complicated bgt .. Hyo rin akhirnya sadar jga dia cinta sma jaejoong oppa, tpi gmana nasibnya chun .. Kasian chun huhuhu u,u si chun romantis bgt apalgi yg dibwah pohon, mau jga dong dipeluk chun *diseretjeje* si jae enak amat main kisseu ja .. kira2 hyo rin tau ga yak, mngkin ja dia pura2 tdur *readersoktau*
    kok part jaejoong disini dkit bgt yak, diperbanyak dong thor di chapt slanjutnya :p
    overall ceritanya makin seruuuuu ~
    lanjuuutt thor😀

  5. yunnie berkata:

    akhirnyaaa,,chunnie jadian ma hyorin wlpn kayaknya c hyorin agak terpaksa..

    dialognya agak dibanyakin chingu..biar ga terlalu bosen bacanya..mian *bow*..tapii scra kseluruhan tetep keren ff nya apalgi konflik2nya makin rumit..😀

  6. hyun gi berkata:

    Hyorin nya galau mau milih yuchun apa jaejoong. Kalo hyorin sama jaejoong kasian yuchun nya. Gak tau knp aku lebih setuju hyorin sama yuchun hehe

  7. Keren! Bagus! Ohhh Hyorin di kelilingi namja romantin.
    Jae oppa takutan amat! Lgian bukan adek kandung ini jd ya mestinya gapapa kalo pcrn! Fufufufu
    Lanjut eon^____^ fighting!

  8. Young Hee berkata:

    Ayo, lanjut… lanjut! Harus lanjut!😀
    Tuh kan, bner! Hyo Rin jg suka ama Jeje! Jadi mreka saling suka??? Hwa… so sweet!😀
    Tp kasian Yoochun oppa klo tau ternyata Hyo Rin g cinta ama dia…😦

    I’m waiting for next chap! Jgn lama2 ya eon! Hehe😀

  9. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    cie cie, yoochun diterima nih ye :p
    yoochun paling byk ngebantu hyo rin bgt. so sweet dah si yoochun. eh tp hyo rin ternyata suka ama jeje.. jd msh harus belajar ya mencintai yoochun.. walaupun sangat sulit. btw anyway busway, si jeje berani bgt nyium hyorin yg lg tidur. untung aja gak kebangun. kalo kebangun gmn coba. aku suka bgt kata2 pas jeje gak nganggep hyorin dongsaengnya krn dia pgn hyo rin jd yeoja nya. ngebaca hyo rin dadanya sesak pas liat jeje pelukan ama cew laen, dadaku jg ikutan sesak. jinjja lho..
    aku tunggu lanjuttannya dan juga NCnya wkwkwk

  10. eunchan she peef berkata:

    ahh..
    Payah nih jj oppa. Masa kalah sama yuchun..??
    Uchun hebat!😀
    Tapi, kasian juga hyorin. Dia bingung harus milih siapa??
    Hmmm.. *ikut mikir*
    pingin deh di cium sama jj lagi tidur.. :3
    Wkwkwk..😄 #PLAK!!
    appa nya jj..
    Ceraiin aja istri mu..😀 (?)

    lanjutkan unn..^^

  11. akhr’a hyorin sdr jg qlo dy cnta jeje,,tp mnrt qu ktka dy sdr qlo dy mencntai jeje terlalu cpt ato lbh tpt’a sh part jeje dsni dkit bngt,, qlo bnyk lbh enk pas hyorin sdr’a itu, mnrt qu sh unn,hhe
    oalah ,gmn nsb chun nh qlo dy tau hyorin sbnr’a cnta ma jeje??
    Mnrt feeling qu nh ky’a hyorin udh bngn dri tdr’a ,jd dy dgr pengakuan jeje + ciuman jeje..

  12. cie yg jadian sama yoochun xD
    so sweet banget deh si uchun haha
    jeje kasiannya dirimu, kalo suka bilang dong jangan dipendam sendiri kaya gini
    pake segala bikin hyorin cemburu -_-
    umma nya bermuka dua banget ih nyebelin u.u

    ditunggu onnie lanjutannya ^^

  13. aah ternyata mereka saling cinta.. kasian YC klo misalnya dy pe tau klo Hyo cintanya ma JJ😦 YC dah baik bgt tu v JJ jg kasian, jd bingung.. well tunggu next chap aja deh. FIGHTING eonnie ^^

  14. Uchun seneng bngt jadian ama Hyorin,gimana ya klu Uchun tau Hyorin g cinta ama Uchun ??
    Jj knp bisa ngelakuin itu ama Hyorin,berarti Jj tau dunk klu Hyorin jg suka ama dia !!

    Bisa aja nih Jae nyipok Hyorin pas tidur,mungkin dah g tahan takut d duluin ama Chun.
    Nunggu NC’a nih,siapa yg bkl ngedapetin Hyorin duluan~ hahaha
    *d bantai eon pake golok*

  15. firawangkie berkata:

    akhirnyyaaaaaaa chunnie doamu terkabul nak !
    jadian juga akhir.ny kau dengan hyo rin
    tapii………….
    si hyo rinbeneran tulus gag yy??

    ettdahh…si umma jeje bikin orang esmosiii ..
    lamjutttt unnn

  16. jadian hyo rin sama yochun nya ! ! ! !
    kalo aku pngen nya hyo rin jad sama jj🙂
    untng appa nya baik trus th uda tau kalo istri nya jahat , , ,

    critanya rame bkin penasaran , , d tnggu next part nya🙂

  17. @tissarafifah berkata:

    jadi hyo rin enak yaaah u,u
    Dicium cium jae terus #yadongkumat
    Intinya,ini ff bagus gatau apa yg hrs di koreksi lagi hehe
    Lanjut yah

  18. yang d bawah pohon itu yoochun n hyorin rimantis d nyanyiin gt,,,,, tp adegan yg paling romantis buat d bayangin pas jj masuk k kamar dongsaeng y m cium bibir akhhhhhhh……
    aku ngebayangin y ngak nahan,,,,, hyorin jg dah sadar klo dia cinta sama oppa y,,,, makin seru Lanjut…….

  19. deewookyu berkata:

    aaooww………… Hyorin sadar gak ya kalo Jae nyium bibirnya…..
    trus bilang Saranghe……..

    trruzzzzzzzzzzz……. urrie Yochun gmn dhuungg !!!!!

  20. yhe_yhe berkata:

    jadian 1jg hyorin ma yuchun,,,jj pst nyesel dech dah ngjauhin hyorin,,,tp ak lbh suka hyorin ma yuchun,,meski bias ak jj. .hehe. .ff ny feel nya dpt bgt,,mnurut ak ga ngebosenin. . .daebak chingu!!

  21. Asri berkata:

    Kyana aku tau nh si ‘dia’…..

    moment2 manis hyochun…..

    ada yg mu aku tanyain, wkt hyo, chun +appa pergi. jae kmana ya???? qo ga da crtanya???? trz jg da ptanyaan chun yg nanyain kpn appa hyo plg?? ni mksdnya plg kmana ya? ke korea? bkannya appanya emank lg dkorea ya?? apa plg ke luar negeri?? (klo pilihannya plg kluar negeri, jujur jd aneh bhasanya) cz biasanya klo plg itu yg krmh/ke asala😀

  22. RossyMicky berkata:

    Akhir ny jadian jugaaa~
    Hahay,
    Loh hyorin kagak kebangun tu d cium ama jae?
    Ckck
    Pasti chun pihak yg paling trsakiti,
    -.-

  23. yuchun oppa sangat romatntis..
    hyo rin telat amet nyadarnya..

    kasian juga dengan yuchun oppa sebagai pihak yg di peralat untuk melupakan jaejong oppa..

  24. lho lho?? O.o aku belum komen dipart ini sama part 5 ya?? Apa kehapus? Ah komen lagi deh dari pada nanti nggak dapet pw…

    Ukh! Sedih Hyorin pacaran dgn Yuchun…huwaaa jangan dong, kenapa pacaran sama uchun sama JJ aja.. Huhu
    Bagian terakhirnya si JJ nyium bibir Hyorin? Aku mauuu >w<

    Ke chap 5 mau komen dulu

  25. haajeyong berkata:

    Kereeeeen
    daebak daebak daebak
    tmbh suka ma crtanya
    wah wah wah
    hyorin jga cnta ma jeje oppa ? Tmbh pnsaran nih
    kok aku lbh ska hyorin ma jeje yaa
    jeje maen cium2 aja,si hyo ngrasa ga ya ?
    wkwkwk

  26. TriZheey2992 berkata:

    jeje oppa bsax maen blkg…
    Wah daebak…
    Pz bca bag yg ayahx thu syg bwgd ma hyorin…
    Smpai trmehek2 aq…
    Ah hyorin appa daebak…

  27. linasuhadi berkata:

    Huaaahhhhh..ternyata sm2 syg toh…sedih bgt uchun..sini ku pluk oppa *plak…
    Kira2 bakal gmn yah klnjutannya..penasaran….

  28. Dragon_fishy berkata:

    Dia????
    Nugu?? Jae ya??? Huhu

    bagian jae sedikit d part ini tp suka bagian jae d part akhir..
    Akhirny jae ngaku jg tp ngakuny pas hyo lg tidur hiks hiks

    sukaaaaaaaa

  29. leeharim berkata:

    Jaejoong kasian banget…2 orang sodara tiri yg saling suka tp gaa bisa barengan krn status..di sini kasian liat jaejoong sma hyorin…walupun kadang aku sebel sama jaejoong krn dingin,jahat,angkuh tp. Stelah liat prasaan yg sebenernya aku jd tau rasa sedih sama sakit jae….😥

  30. Ochyyy berkata:

    Ya ampun thor itu kan si yuchun kasian kalo hyorin nerima dia cuma karna gk tega u,u
    yuchun poor you ;D
    _hyaaaa geregetan sama jaerin couple >_<
    tapi aku ko ngerasa ada crita yg hilang ya?? Itu pas yuchun bilang dia benci jj karna yuchun nganggep kalo jj yg menyebabkan kematian minyoung (bener gk namanya) o.O nah yg jadi pertanyaan besar min young itu siapa??? Atau bakal dijelasin di next capt?? Atau uda dijelasin tapi aku kelewatan bacanya *plakk

  31. Boom Park Boom Boom berkata:

    Endingnya ma dia ? Dia siapa ? Jeje kah ? Uchun kah ?

    Chingu aku mau uchun ma hyorin aja hahaha #maksa kasian kan uchun da nglakuin yg terbaik wat hyorin . Tp whatever lah sama sapa aja jg ga papa yg pnting hyorin happy😀

  32. Resty berkata:

    Tapi endingnya pasti di buat sama “dia” kok. Bersabarlah ok?
    ‘dia’ siapa chingu? JJ oppa kah?

    tapi bagaimana bisa mereka kan saudara… LoL
    *yaiyalah bisa, wong skenario author yang buat*#
    eader sok tau juga nih
    FF kayak gini yang keren, semakin penasaran reader dibuatnya #wuih bahasanya ekeren punya euy*

  33. kimi berkata:

    Yochun oppa so sweeeet banget sy…………..
    tapi kasian juga sebagai pihak ketiga yang malang banget…………
    aku lanjut lagi……………….

  34. Kalau naik bus Korea sih keren pemandangannya , kayak Hyorin sama Yuchun , tapi kalau naik bus Indonesia -_-” kayaknya aku nggak yakin deh😀 #nyengir tak berdosa#

    And …

    OMO!!!!! Jaejoong oppa kerasukan apa tuh?? Nyampe nekat nyatain cintanya?? Yaaa walaupun Hyorinnya lagi tidur,, tapikan tetep aja. Pake acara ‘Ppopo’ pula , wah, makin daebak aja ni FF~ like deh

    Next ya thor , jebal , jangan stop tengah jalan😀

  35. anna (niniez) berkata:

    jeng jeng jeng,,, ini si jeejong naon dah maen cium2 aj,, kan jadi pengen,,, #nahloh,, heheh,, papanya sayang banget ya sma hyorin dan papanya juga mempercayakan hyorin sama yoocun oppa,,, aahhh walaupun pengen yoochun yang sama hyorinnn,, tapi terserah author deh sama sypa aja,,, heheh nyelam ke part 5,,

  36. nisa6002 berkata:

    Aku ngerasa kasihan sama yoochun karena hyorin ga cinta sma dia. Tpi kalau sma yoochun hyo rin ga bahagia coz dia cintanya sma jaejoong. Walaupun yoochun uda baik bgt tpi tetep aja cinta hyorin untuk jaejoong. Pas d bawah pohon aku agak ga suka. Knp? Karena itu seolah-olah hyorin ngasih yoochun harapan palsu. Walaupun kyak x jaejoong sma hyorin, aku masih berharap yoochun yg sma hyorin. Ga kebayang suka dri umur 5 thn sampai dewasa. Pasti sakit bgt klau d tolak. Mungkin aku egois si, tpi aku ga mau yoochun d rugikan.

  37. Yuchun opaa-hyorin pacaran ….
    Pdhl hyorin bru tau klo trnyata dia cinta ma jj oppa ….gmna nee…???

    Ih jj oppa knpa brni’y diblkng sh…kisseu hyorin pas hyorin lgi tidur…nyatain perasaan ..hyorin gk denger…jgn jdi pengecut donk jj oppa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s