In Heaven Chap 2


Tittle : In Heaven

Casts : Yunjae, Yoosu, Jaemin

RatIng : PG-15

Genre : Romance, Family, Angst

Length : Chapter 2/?

Author/Created by : berry_jeje

*cuap-cuap :

Mianhae, chapter kemarin banyak typos+gaje -___-“ masih newbie buat bikin ff >< oh iya, Happy Mirotic Day Cassiedeul ! Always Keep the Faith ! Seneng banget waktu tadi pagi, Junsu oppa tweet lirik Don’t Say Goodbye >< ah banyak bacot deh aye, langsung aja, check it out !

V

V

V

V

AUTHOR POV

Mata Jaejoong melotot memandang namja di depannya. Namja itu membalas tatapan Jaejoong, dingin. Jaejoong kembali ke alam nyatanya. Ia mengerjap ngerjapkan mata hitamnya yang bening, dan menunduk, pipi halusnya memerah, ia malu. Saat Jaejoong menunduk, Yunho melihat lagi semburat merah muda di pipi Jaejoong, ia tersenyum, teringat akan seseorang. Namun ia kembali memasang wajah dinginnya.

“Hey, angkat kepalamu”

Jaejoong mengangkat kepalanya, menatap mata musang Yunho, lagi lagi pipinya memerah. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia merasa aneh, tiap kali menatap mata Yunho yang tajam, dadanya berdebar. Jaejoong memegang dadanya, jantungnya berdegup kencang.

“Sudah sadar kan? Aku mau pergi.” Ucap Yunho, ketus.

Braaak !!

“Hyung ! Kau sudah sadar ? Kambuh lagi ya ?”

“Joongie !! Kau kenapa ? Sakitkah ? Bagian mananya?”

Pletak..

“Aish, sakit Su-ie” ujar Changmin sambil memegangi kepala yang baru saja dipukul Junsu

“Panggil dia hyung, dan panggil aku juga hyung ! Dan tutup pintu itu” ucapnya pada Changmin

Changmin menutup pintu UKS, sementara Junsu tersenyum senang. Jaejoong melihat tingkah adik dan sahabatnya. Ia menahan tawanya, namun sepertinya tak bisa. Changmin yang melihat Jaejoong tertawa, menatap sebal ke arah Jaejoong.

“Ya ! Jangan menatapku seperti itu ! Su-ah, Aku tak apa-apa. Aku lupa minum obatnya. Tapi.. Hey, kau mau kemana ?”

Junsu dan Changmin menatap Jaejoong, seolah-olah berkata dengan siapa ia bicara.

“Jangan bilang kalau kalian..”

Brakk !!

Seorang namja tergopoh-gopoh membuka pintu UKS.

“Hyung ! Kau kenapa ?”

“Loh ? Yoochun ?”

“Kim Junsu ? Sedang apa kau disini?” tanya Yoochun. Ia terkejut melihat Junsu disini, namja yang baru dikenalnya tadi pagi saat upacara.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu!” jawab Junsu

Yunho berjalan keluar UKS meninggalkan Yoochun. Yoochun heran, hyungnya nampak tak sakit. Lalu siapa yang sakit? Ia melihat ke arah Changmin, ah, dia tahu. Changmin itu ketua OSIS yang pidato ketika upacara tadi. Ia melihat ke arah ranjang UKS, ternyata ada seorang namja. Sekilas ia terkejut, kenapa mata hitamnya mirip dengan Yoona, noonanya? Namun, mata noonanya tak terlihat sebesar dan sebening kepunyaan namja yang duduk di kasur UKS itu.

“Jadi, yang duduk disana itu siapa Junsu ?” tunjuk Yoochun pada Jaejoong

“Ah, ini hyungku. Kenalkan, ini Kim Jae Joong, hyung-ku satu-satunya. Hyung, ini Yoochun. Teman sekelasku” Junsu mengenalkan keduanya

“Annyeong, Jung Yoochun imnida”

“Annyeong, Kim Jae Joong imnida”

“Annyeong, Shim Changmin imnida”

Pletakk

Changmin meringis, lagi-lagi kepalanya  dipukul oleh Junsu.

“Tak ada yang mengenalkanmu padanya Minnie-ah. Dan sepertinya ia tahu siapa kau” jawab Junsu

“Ya, aku tahu. Shim Changmin sang ketua OSIS? Annyeong. Sepertinya kau masih muda, kenapa sudah kelas 2?” Tanya Yoochun

Yoochun tahu Changmin kelas 2, sebelum Changmin maju ke podium, ia melihatnya berada di barisan kelas 2. Mudah bagi orang-orang untuk melihat Changmin, tubuhnya tinggi sehingga kepalanya akan terlihat dari segala arah (?)

“Aku ikut program akselerasi hyung. Seharusnya sih aku masih SMP” jawab Changmin

“Nde, nde. Ngobrolnya nanti saja. Aku mau bawa Joongie hyung pulang” sela Junsu. Changmin menepuk dahinya, ia lupa tentang Jaejoong.

“Joongie, ayo pulang. Biar aku antarkan kau pulang. Dan kau duckbutt ! Pulang dengan Yoochun hyung saja ya! Yoochun hyung, tolong jaga Junsu-hyung!” Ujar Changmin. Awalnya Junsu ingin protes, namun seketika ia ingat jika hyungnya suka pada Changmin. Akhirnya Junsu menganggukan kepalanya. Jaejoong tersenyum, ia senang adiknya mengerti dengan apa yang ia mau. Dan sepertinya Yoochun pun senang bisa bersama Junsu.

Changmin mengangkat tubuh Jaejoong dan ia mengendong Jaejoong di punggungnya.

“Joongie, pegangan ya. Duckbutt, Yoochun hyung, kami duluan ya” ujar Changmin, kemudian berlalu.

Setelah melihat Jaejoong dan Changmin pergi, lalu Junsu dan Yoochun berjalan menuju tempat parkir. Junsu menumpang pada mobil Yoochun. Untungnya, hari ini Yoochun dan Yunho membawa mobilnya masing-masing.

“Duckbutt ? Panggilan macam apa itu ?” tanya Yoochun ketika berada di mobil. Ia melihat ke arah Junsu. Junsu menyesal, kenapa Changmin memanggilnya seperti itu di hadapan namja tampan itu. ‘Aish, memalukan !’ batinnya

“Eumm, itu karena.. Tapi kau jangan tertawa ya ?” Tanya junsu hati-hati. Yoochun menganggukan kepalanya.

“Itu karena.. Eumm.. Kata hyung dan Changmin, pantatku seksi” kemudian Junsu tersadar, ia keceplosan. “Aish, lupakan omonganku tadi !”. Ujarnya gugup. Yoochun hanya tertawa pelan, tak menyangka Junsu adalah namja yang polos.

“Ah, aku mengerti” ucap Yoochun, kemudian ia membayangkan Junsu ketika upacara tadi, Junsu berada di depannya. Dan ucapan Jaejoong dan Changmin benar, emm.. Pantat Junsu sangat seksi.

“Ya ! Mengapa kau melamun ? Kau memikirkan hal yadong ya ?” . Ucapan Junsu mengembalikan Yoochun ke alam sadarnya. Ia menggeleng, dan tersenyum. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke apartemen Junsu.


“Ini apartemenmu?” tanya Yoochun. Junsu mengangguk.

“Ayo, mampir dulu !” ajak Junsu. Ia menarik lengan Yoochun. Namun ia kembali sadar.

“Ah, maaf Chun” ucap Junsu, malu.

Dalam hati Yoochun, ia senang dengan tingkah Junsu. Ia merasa Junsu suka padanya *pede lu bang #plakk*.

“Gomawo, tapi aku harus melihat hyungku. Sepertinya ia kumat lagi” jawab Yoochun. Sekilas Yoochun melihat raut kecewa di wajah Junsu. Junsu menganggukan kepalanya.

“baiklah. Hati-hati chun” ucap Junsu

Mobil Yoochun meninggalkan apartemen Junsu. Junsu memandang mobil Yoochun yang kian menjauh. Hatinya hangat ketika melihat Yoochun. Ah, mungkinkah ini tanda-tanda cinta ? Junsu menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu ia masuk ke apartemennya.

 


“Joongie, sakit lagi ya ? Kenapa kau lupa membawa obatnya? Aku khawatir tau !” ceramah Changmin

Jaejoong yang sedang mendengarkan ceramah Changmin hanya tersenyum senang. Karena ia bisa berduaan dengan namja yang ia sukai. Sekarang mereka berdua sedang berada di kamar Jaejoong. Jaejoong sedang berbaring di tempat tidurnya yang beralaskan seprai warna merah maroon. Sedangkan Changmin duduk di tepi tempat tidur.

“Joongie, kau mendengarkanku ? Aish, aku dikacangin !” Ucap Changmin. Mulutnya mengerucut sebal.

“Changminnie, aku tak apa-apa. Hemm, sepertinya kau suka sekali memanggilku tanpa sebutan hyung. Huh” kali ini giliran Jaejoong yang mengerucutkan bibirnya yang merah. Hal ini tentu saja membuat Changmin terpana. Ia sangat ingin menyentuh bibir merah itu dengan bibirnya.

“Joongie..”

“Ya ?” Jaejoong menatap Changmin. Ia kemudian terdiam, karena wajahnya dekat sekali dengan wajah Changmin, hanya berjarak 10cm. Ia merasakan deru nafas Changmin di hidung mungilnya.Jaejoong menutup matanya.

“Joongie, sarang..”

“Hyung ! Aku pulang !” Suara dolphin terdengar hingga kamar Jaejoong. Hal itu membuat Changmin menarik wajahnya. Sementara wajah Jaejoong memerah.

Brakk !!

“Ya ! Ternyata kalian berdua disini ! Sedang apa kalian hah ?” Junsu menemukan mereka di kamar Jaejoong. Ia heran melihat hyungnya tidur tengkurap sambil berguling-guling (?), sementara Changmin duduk sambil membaca majalah,dan majalahnya terbalik. Junsu merasa bersalah, sepertinya ia mengganggu acara hyungnya dengan Changmin.

“Aish, maaf mengganggu kalian”. Junsu berjalan keluar dari kamar Jaejoong.

Changmin menghela napas, hampir saja.

“Emm Joongie, minum obat dulu ya. Aku akan mengambil obatnya dulu. Tunggu ya.” ucap Changmin, lalu ia berbalik dan berjalan keluar.

Jaejoong yang sedari tadi menahan napasnya, akhirnya menghembuskan napasnya. Hampir saja ciuman pertamanya diambil oleh Changmin. Hey ? Kenapa ia merasa senang ? Bukankah itu bagus karena ia menyukai Changmin ? Aneh.

 


“Aku pulaang”

“Darimana kau Chun?”

“Aku dari apartemen Junsu. Aku mengantarkan Junsu karena mobil hyungnya dipakai oleh Changmin dan hyungnya”

“Mengapa Junsu tidak ikut mereka saja ?” Tanya Yunho

“Entahlah..” Jawab Yoochun, singkat

Yoochun melihat Yunho, ia memperhatikan Yunho yang memegang album foto.

“Yoona noona ? Ah, ini saat pertama kali kita bertemu dengannya ya hyung. Oh iya, apakah kau menyadarinya? Namja yang bersamamu di UKS tadi.. Dia sangat mirip dengan Yoona noona” ucap Yoochun.

Yunho tersentak. Wajah dinginnya berubah menjadi sendu.

“Matanya.. Sangat mirip..”

“Ya, aku merasa begitu hyung. Tapi kenapa kau begitu dingin padanya hyung ? Bukankah ia mirip Yoona noona ?”

“Dia bukan Yoona. Tapi aku merasa debar di hatiku. Sama seperti saat aku bersama Yoona. Dan sepertinya aku pernah melihatnya” ucap Yunho

Yoochun terdiam. Ia berpikir jika hyungnya mulai membuka hati untuk orang lain. Melihat Jaejoong ? Ia dan Yunho tinggal di Jepang semenjak Yunho berusia 5 tahun. Bagaimana bisa Yunho bertemu Jaejoong yang tak mereka kenal ?

“Apakah kau pernah bertemu dengannya?” Tanya Yoochun menyelidiki

“Aku tidak tahu. Tapi bibir semerah cherry itu aku pernah melihatnya. Tapi aku lupa siapa dia” jelas Yunho

Yunho tak bisa melupakan ciuman pertamanya, dengan seseorang yang mempunyai bibir semerah cherry yang alami. Sayangnya ia lupa siapa pemilik bibir itu.

 


Matahari kembali menyinari bumi, setelah semalam sinarnya dipantulkan ke bulan. Kicau burung membangunkan seorang namja cantik dari dunia mimpinya. Ia mengucek-ngucek matanya. Kantuk masih terasa olehnya. Namun, ia ingat jika ia harus menyiapkan sarapan untuknya dan adiknya, sebuah rutinitas pagi yang dilakukan olehnya.

“Hyung ! Ayo bangun ! Kita harus sekolah!”

Lengkingan suara lumba-lumba Kim Junsu juga merupakan rutinitas pagi untuk Jaejoong.

“Nde, arraseo” jawab Jaejoong

30 menit waktu yang dibutuhkan Jaejoong untuk rapih dengan pakaian sekolahnya. Ia berkaca di cermin, tampan, komentarnya dalam hati. Ia lalu menuju dapur dan menyiapkan sarapan.

@CHS

Jaejoong berjalan tanpa Junsu, mereka berpisah di tempat parkir. Kelas Junsu juga berada di lantai 1, sedangkan kelas Jaejoong di lantai 2. Tanpa buang waktu, ia langsung ke kelasnya.

“Annyeong !” sapanya pada teman sekelasnya. Jaejoong kemudian mencari tempat duduknya. Ia duduk di salah satu bangku dekat pintu kelasnya.

“Hey Jaejoong, itu tempat Jino. Jangan kau tempati” ujar teman sekelasnya. Jaejoong bingung, ia pilih tempat yang lain dan sama saja. Ia juga tidak bisa duduk dengan Changmin, karena Changmin sudah duduk dengan Kyuhyun. Akhirnya ia mendapat tempat paling belakang dekat jendela.

Teng..teng..teng

“Good morning everybody. How are you today?” seorang guru masuk dan mengucapkan salam. Pelajaran pertama adalah bahasa inggris. Pelajaran yang paling Jaejoong benci. Lebih baik ia tidur saja. Bandel ? Ya, Jaejoong hanya nakal di pelajaran ini.

Tok..tok..tok

“Mister, I’m sorry, I came late. I had a problem on the way to school. It’s ok ?” ujar seorang namja di dekat pintu.

“No problem. What’s your name boy ?”

“My name is Jung Yunho”. Jaejoong terperangah. Ia kemudian melihat ke arah depan. Dada Jaejoong berdebar lagi. Matanya bertemu dengan mata Yunho. Jaejoong tersenyum kepada Yunho, namun dibalas dengan tatapan dingin oleh Yunho. Jaejoong mengerucutkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya ke arah jendela.

“Ok, you can sit in there” tunjuk sang guru ke arah Jaejoong.

“Aish, sial” Yunho mengumpat

Yunho berjalan ke tempat Jaejoong. Namja cantik itu masih memandang ke luar jendela, dan tak merasa jika Yunho sudah duduk di sampingnya. Ketika Jaejoong ingin melihat Changmin yang duduk di dekat pintu, ia terkejut dengan kehadiran Yunho di sampingnya.

“Ya ! kenapa kau duduk disini ?” gertak Jaejoong

Yunho hanya terdiam. Ia menikmati suara Jaejoong yang seperti genta angin.

“Yoona…”

AUTHOR POV END

JAEJOONG POV

Sebentar.. barusan Yunho menyebut nama seseorang ? Yoona ? Apakah itu nama yeojachingu Yunho ya ? Tapi namanya mirip dengan..

“Mr. Kim Jae Joong, can you tell me about heaven ?”

Mampus ! Kenapa harus aku ? Bukankah masih banyak siswa lain di kelas ini ? Aish. Kulirik ke arah Yunho, dia tampak dingin. Menyebalkan ! Kulirik Changmin, ia.. ia sedang bercanda dengan Kyuhyun. Hatiku sakit..

“Mr. Kim Jae Joong ?” panggil seosangnim

“Heaven.. the best place that every people want. Heaven.. the best beautiful place. Being in heaven is the desire of all people. There, all will feel comfortable, calm, and peaceful. There’s only love in heaven, no hate, no lies. Being in heaven is very exciting because we will always  together with our loved ones. . In heaven, the dream of all people”

Aku termangu, Jung Yunho.. si namja dingin itu bisa mendeskripsikan surga dengan begitu indahnya. Seakan-akan ia melihat surga di depan matanya.

“Good job Mr. Jung Yunho ! Ok, heaven and hell..”

Aku melirik ke arah Yunho, tampang dinginnya kembali lagi. Baru saja aku melihat tatapan hangat matanya ketika ia berbicara tentang surga. Ah, mengapa pipiku memanas saat melihatnya ?

Waktunya istirahat. Ingin rasanya aku pergi ke kantin bersama Junsu dan Changmin. Namun aku ingin menyendiri. Lebih baik aku menuju ke danau belakang sekolah. Eh ? Jung Yunho ? Dia sedang tertidur di mejanya ! Hihi, lucu sekali pose tidurnya. Mulutnya terbuka sedikit dan mata musangnya menutup rapat. Ah, dia tampak seperti anak kecil. Baru kali ini aku tak merasakan hawa dingin darinya. Hangat.. aku nyaman berada di sisi Jung Yunho. Kenapa ya ? Aish, mengapa dadaku berdebar lagi ? Aku pergi saja lah !

JAE POV END

YUNHO POV

Saat ini aku berada di sekolah dan sedang waktunya istirahat. Kulihat orang di sampingku tak ada, Kim Jae Joong. Namja manis yang mirip dengan noona tiriku.

“Yunho hyung ! Ayo ke kantin !”

Kulihat Yoochun berada di pintu kelasku. Kulangkahkan kakiku keluar kelas dan segera berjalan ke kantin. Aku masih belum mengenal sekolah ini, kecuali danau di belakang sekolah, karena tadi pagi aku mampir kesana. Penyebab aku terlambat pagi ini karena aku tertidur disana. Berbohong ? Yeah, sekali-kali. Danau bisa dilihat dari lantai 2, di dekat tangga aku bisa melihat danau biru yang cantik itu. Kuturuni tangga dan hendak ke lantai 1. Namun aku berhenti sebentar, karena tiba-tiba Yoochun mengobrol dengan yeoja, sepertinya ia kelas 2. Kulirik jam tangan mahal di tangan kiriku, masih jam 11 lebih 10 menit.  Ku dekatkan diriku ke jendela dekat tangga. Kulihat bayangan seseorang di dekat danau. Namja dengan rambut hitam legam, sepertinya aku pernah tahu ? Bukankah itu Kim Jae Joong ? Apa yang ia lakukan di danau? Aku menajamkan mataku, dan namja itu memang Kim Jae Joong. Ia melangkahkan kakinya perlahan ke tepi danau, dan semakin menuju tengah danau. Tangannya merentang, kepalanya sedikit mendongak, seakan-akan ia pasrah. Aku harus memberitahukan ini pada Yoochun ! Kulihat Yoochun yang masih mengobrol dengan yeoja tadi, sifat layboynya tak hilang-hilang ! Aku melihat lagi ke arah danau, dan kulihat ujung kepala Jaejoong mulai tak terlihat ! Omo !!

“Kim Jae Joong !!!”

YUNHO POV END

AUTHOR POV

Yunho terbangun dari mimpinya. Ia tak bisa bernapas lancar. Ia menghirup dalam-dalam, dan menghembuskan napasnya. Yunho mulai tenang. Yunho merasa mimpi itu nyata. Ia melihat ke arah sampingnya, Kim Jae Joong tak ada.

“Yunho hyung ! Ayo ke kantin !” teriakan Yoochun di pintu kelas Yunho.

Yunho tercengang, di mimpinya juga ia mengalami ini. Ia berjalan dan segera menemui Yoochun. Yunho mengabaikan mimpinya, tak mungkin itu menjadi kenyataan bukan ? Di jalan, ia melirik jam tangannya, jam 11 lebih 9 menit. Tunggu, di mimpinya ia melirik jam tangannya juga, dan itu jam 11 lebih 10 menit. Dilihatnya Yoochun sedang mengobrol dengan seorang yeoja. Tanpa sadar Yunho menuruni tangga dan berhenti di dekat jendela tangga lantai 2 itu. Ia melihat seorang namja dengan rambut hitam legamnya berjalan menuju danau. Yunho menunduk, tak mungkin.. Ini sama persis dengan mimpinya. Yunho kemudian melihat lagi ke arah danau. Dilihatnya, namja itu sudah berada di tepi danau dan menuju ke arah tengah danau !

TBC..

7 thoughts on “In Heaven Chap 2

  1. Tanjunxiu berkata:

    Umma mau nyebur ke danau…??
    Andwe!!
    Kok mimpi.y appa jd kenyataan yah,
    jangan2 peramal lagi *plakk//djewer appa
    minnie jangan rayu umma mu, ntar kuwalat, eukyangkyang😉

  2. vie-chan berkata:

    waduh yg di atas tulisanya g di bold T_____________T
    aku rada2 g enak bacanya -tipis sih-😦

    umma kayaknya mulai berimajinasi deh itu jadi mo maen tenggelem gt #plakk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s