After that! [squel of “sunbae”]


Title: After that! [squel of “sunbae”]
Author: Kim Hyun Rin a.k.a CASSIOPEIAY
Rating: NC 17/Straight
Genre:———
Cast: Kim Jaejoong (DBSK)

———————————-

Hyun Rin POV

Hidup itu ternyata menyakitkan. Dan aku merasakannya. Rasanya aku ingin mati disaat seperti ini. Aku ingin membuat hidupku tenang tanpa siksaan. Tapi aku juga takut bagaimana nanti kehidupanku di akhirat jika aku memilih jalan bunuh diri. Ya, yang kupikirkan saat ini adalah bunuh diri. Aku sudah tidak kuat lagi hidup di dunia ini. Apa yang aku alami belakangan ini membuat hidupku berubah. Kejadian 3 minggu lalu yang membuat semuanya berbeda dari yang sebelumnya. Ketika aku diperkosa oleh Jaejoong sunbae. Hal ini juga masih terjadi dalam hidupku. Setiap pulang sekolah, dia selalu memaksaku untuk melampiaskan nafsunya. Tapi tetap saja aku selalu menolaknya ketika aku dipaksa. Dan itu pun menjadikan aku mendapatkan tamparan keras darinya, juga memar-memar di sekitar wajahku. Apalagi juga terdapat banyak kissmark di tubuhku. Aku sebenarnya tidak ingin ini terus terjadi. Aku ingin menghentikannya. Tapi aku tidak bisa. Dia sangat kuat untuk aku lawan. Dia mempunyai banyak cara untuk membuatku harus melakukan ‘itu’. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal aku sudah lelah dengan semua ini. Memang benar, orang-orang yang tidak dapat menemukan jalan keluar dari suatu masalah, biasanya memilih jalan bunuh diri untuk menyelesaikan masalahnya. Apakah aku harus melakukannya??

Aku tersadar dari lamunanku karna bel sekolah yang berbunyi. Aku yakin setelah ini masalah itu datang lagi. Setiap sedang sekolah, aku selalu berharap pelajaran tidak akan pernah habis. Aku ingin terus dikelas tanpa pulang, aku ingin berlama-lama. Pasti sudah tau kenapa. Yah, karna aku tidak ingin bertemu Jaejoong sunbae dan dipaksa berhubungan seks dengannya.

“Hyun Rin-ah~ kau tidak mau pulang? Kenapa diam saja disitu?” ah aku melamun lagi, dan Shin Young mengagetkanku.

“Ah, iya~ kau duluan saja.” Jawabku.

“Oh, ya sudah, aku duluan ya!!” serunya sambil meninggalkanku. Aku juga ikut meninggalkan kelas. Aku tidak menuju gerbang sekolah, namun aku akan menuju atap sekolah, melakukan apa yang aku pikirkan tadi.

Jaejoong POV

Kali ini aku mempunyai kesempatan untuk membawanya ke rumahku. Pasti akan sangat enak jika melakukannya di rumah. Aku sungguh tidak sabar untuk melakukannya.

Teeeett

Hah! Akhirnya bel berbunyi juga. Langsung saja aku bergegas memasukkan buku-buku sialan itu ke tasku. Aku pergi meninggalkan kelas dan mencari keberadaan Hyun Rin. Saat itu aku menemukan Hyun Rin yang sedang berjalan. Kulihat ia tidak jalan ke gerbang sekolah, namun ia malah menaiki tangga sekolah. Karna aku penasaran, aku mengikutinya dari belakang. Sering kali aku sembunyi ketika ia melihat ke belakang seperti curiga ada yang mengikuti. Setelah kulihat ternyata dia berjalan ke atap sekolah. Apa yang mau dia lakukan? Dia berjalan menuju ke pinggir. Apakah dia mau bunuh diri??

“Selamat tinggal~” ucapnya lirih hampir tak terdengar. Langsung aku berjalan ke arahnya dan menyelamatkannya yang hampir terjun ke bawah.

“Apa kau gila? Hah?!” tanyaku sambil membentaknya.

“Bukankah ini yang kau inginkan? Aku menderita dan setelah itu mati? Iya kan?” nada bicaranya mulai meninggi.

“Ikut aku!!” aku menariknya. Dia mencoba melepaskan tarikanku, namun aku tidak membiarkan tangannya lepas dari genggamanku. Seperti rencanaku semula, membawa dia ke rumahku dan melakukannya (lagi).

“Kau mau membawaku kemana? Aku tidak ingin diperlakukan seperti ini olehmu. Aku lebih baik mati saja.”

“Diam!!” bentakku padanya. Aku langsung menarik paksanya ke dalam mobil dan jalankan mobilku cepat ke arah rumahku. Sepanjang perjalanan dia menangis. Setelah sampai, aku langsung membukakan pintu untuknya. Ia kutarik masuk ke dalam.

“Ini rumah siapa??” tanyanya padaku dengan rasa cemas.

“Ini rumahku jagi.” Kujawab dengan nada santai. Kebetulan hari ini eomma dan appaku sedang ada di busan untuk urusan pekerjaan tentunya. Jadi aku leluasa melakukan apapun yang aku mau. Dan pastinya melampiaskan nafsuku. Ah, saat ini aku benar-benar tidak sabar ingin memakan gadis cantik ini.

Hyun Rin POV

Wah, rumahnya besar sekali. Bagaikan rumah kerajaan yang ada di negeri dongeng. Design rumahnya sama persis di cerita dongeng. Design nya sangat indah sekali. Tapi sayang, pemiliknya begitu jahat. Tidak cocok dengan design rumah yang indah ini.

Saat aku berdiri dan terkagum-kagum melihat keindahan rumah ini, aku tarik olehnya. Aku dibawa ke sebuah kamar. Ia langsung mengempaskan tubuhku ke dinding, melumat bibirku. Mencari-cari lidahku. Dengan tenagaku, aku langsung melepaskan ciuman itu. Aku sudah tidak mau lagi dan ingin mengakhiri semua ini. Aku membuka pintu rumahnya dan ingin pergi dari sini.

Author POV

“Ya!! Kau mau kemana? Kenapa kau selalu menghindariku?” Namun, di pintu depan sudah dikunci dengan kunci duplikat yang diberikan oleh appanya Jaejoong. Jaejoong langsung mengejarnya. Hyun Rin berusaha membuka pintu keluar itu, namun hasilnya nihil. Ia tidak bisa membuka pintu yang terkunci itu.

“Jagi, apa yang akan kau lakukan?” tanya Jaejoong seraya tersenyum dan mendekati Hyun Rin. Hyun Rin kini menangis. Ia tidak bisa berbuat apapun lagi. Tidak beda dengan perbuatan Jaejoong biasanya. Jaejoong tetap kasar, Hyun Rin juga tetap tidak ingin melakukan perbuatan ini walaupun sudah berkali-kali ia melakukan ini dengan Jaejoong.

Sekarang Jaejoong menariknya dan meremas-remas payudara Hyun Rin yang terbungkus baju seragam itu. Segera saja Jaejoong melepaskan baju seragam dan bra Hyun Rin.

“Jagi, kita ke kamar saja ya?” Hyun Rin hanya menangis. Dan Jaejoong masih meremas-remas buah dada Hyun Rin sambil berjalan ke arah kamar. Jaejoong melempar Hyun Rin ke atas ranjang, memainkan nipple Hyun Rin dengan jarinya. Ia juga mengemut payudara Hyun Rin. Sesekali menggigitnya yang membuat Hyun Rin mengerang kesakitan. Sepertinya sekarang nipple Hyun Rin sudah merah akibat gigitan Jaejoong. Kini Jaejoong ingin membuka rok Hyun Rin. Jaejoong juga membuka seleruh seragam yang melekat di tubuhnya. Ternyata junior milik Jaejoong sudah menegang.

Ia menggesek-gesekkan juniornya ke miss V Hyun Rin. Crutt, cairan Hyun Rin keluar lebih dulu dibandingkan Jaejoong. Kemudian dia beralih ke miss V Hyun Rin yang penuh dengan cairan. Ia menjilatinya sampai cairan itu habis. Lalu ia menggigit kecil klirotis Hyun Rin. Dan sekarang miss V Hyun Rin sudah memerah akibat perlakuan Jaejoong. Hyun Rin hanya bisa diam dengan perlakukan Jaejoong. Toh sekarang dia sudah tidak perawan lagi.

Lalu sekarang Jaejoong mulai akan memasukkan juniornya ke miss V Hyun Rin tapi Hyun Rin mencegahnya.

“Jangan!!!” cegahnya.

“Wae jagiya?” tanya Jaejoong.

“Aku tidak ingin merasakan sakit lagi.” Jaejoong hanya mendesah kesal dengan pernyataan Hyun Rin. Jaejoong kemudian memasukkan miliknya sekarang.

“Ah!! Ahh!! Ngeuh… Ouch…. Geumanhae, sunbae. Geumanhae.. hiks hiks…” ucapnya disertai tangisan keras.

BRAAAKK……… Pintu kamar Jaejoong terbuka lebar dan sontak Jaejoong dan Hyun Rin kaget dan melihat orang yang membuka pintu kamar itu. Dan ternyata itu adalah eommanya Jaejoong. Jaejoong langsung melepaskan juniornya dari miss V Hyun Rin. Betapa kagetnya eommanya Jaejoong mendapati anaknya sedang melakukan hubungan seks dengan seorang perempuan.

“Jaejoong ah?? Apa yang sedang kau lakukan??” Langsung saja Hyun Rin mencari-cari bajunya. Namun tidak ketemu, karna tadi bajunya dilepaskan di luar kamar. Semnertara Jaejoong memakai celana dalam dan celana panjangnya saja.

“Ini yang kau cari?” tanya eommanya Jaejoong pada Hyun Rin.

“Mianhamnida ahjumma.” Hyun Rin menarik selimut dan menunduk ke arah ahjumma yang tak lain adalah ibu Jaejoong.

“Jaejoong-ah, jelaskan pada eomma apa yang terjadi.”

“Aku mencintainya eomma.” Ucap Jaejoong datar.

“Jwesonghamnida ahjumma, tapi aku tidak mencintainya.” Ujarnya yang membuat wajah Jaejoong memanas dan ingin menampar yeoja itu.

“Apakah kau yang memaksanya Jaejoong-ah??” tanya eommanya yang masih membawa baju seragam Hyun Rin.

“Aku…” Jaejoong tidak bisa melanjutkan kata-katanya dan kemudian diputus oleh eommanya.

“Terlihat dari wajahnya jika ia sangat menolak apa yang kau perbuat. Dia juga menangis karna perlakuanmu padanya. Kau!!!” eommanya sangat marah sekali, ia tidak bisa melihat anaknya seperti ini. Eommanya membuang baju Hyun Rin dilantai dan menarik Jaejoong keluar kamar lalu membawanya di sofa dekat kamar Jaejoong. Sementara itu Hyun Rin merapikan bajunya. Setelah selesai, Hyun Rin hanya dapat mengintip mereka berdua dari kamar Jaejoong.

“Kemarilah~” kata eomma Jaejoong disertai dengan senyuman. Akhirnya Hyun Rin berjalan ke arah sofa itu sambil menunduk.

“Eomma kenapa pulang secepat ini?” Jaejoong bertanya pada eommanya.

“Berkas-berkas untuk meeting ketinggalan, jadi eomma harus mengambilnya. Kau!! Kenapa melakukan ini??” bentak eommanya lagi.

“Sudah kubilang aku mencintainya, eomma.” Ucapnya dengan nada sedikit meninggi.

“Dia sudah bilang kan kalau dia tidak mencintaimu, kau pasti memaksanya Berapa umurmu?” Setelah memarahi Jaejoong, eommanya melihat ke arah Hyun Rin.

“16th ahjumma.” Ucap Hyun Rin dengan menunduk.

“Jaejoong-ah, dia masih 16th, berbeda dengan umurmu yang sekarang sudah 18th. Kau tidak lihat bagaimana menderitanya dia saat kau perlakukan seperti itu. Jaejoong-ah, eomma harap kau tidak melampiaskan nafsumu lagi padanya. Jujur, eomma sangat kecewa padamu. Sekarang eomma ingin bicara berdua dengan Hyun Rin, kau pergilah.” Kemudian Jaejoong meninggalkan tempat itu dan menuju kamarnya.

“Hyun Rin-ah, ahjumma mengerti perasaanmu. Ahjumma minta maaf atas perlakuan Jaejoong padamu.” Eomma Jaejoong meminta maaf pada Hyun Rin. Hyun Rin hanya menangis sesenggukan. Ia bingung harus melakukan apa.

“Ne, ahjumma.” Ucapnya yang masih terisak.

“Sejak kapan kau diperlakukan tidak baik oleh anakku?” tanya eomma Jaejoong yang membuat Hyun Rin sedikit kaget.

“Ne?”

“Sudah sejak kapan Jaejoong melakukan ini padamu? Pasti tidak hanya sekali kan?” ulang eommanya lagi dengan penambahan.

“Mianhamnida ahjumma, 3 minggu yang lalu.” Jawabnya lirih.

“Brengsek! Awas saja dia!! Hyun Rin-ah, kau boleh pulang sekarang. Ah iya, biar supirku yang mengantarmu pulang.”

“Ah, tidak usah ahjumma. Ini merepotkan.”

“Aku sama sekali tidak direpotkan kok.” Eomma Jaejoong tersenyum.

Huek.. huek… Hyun Rin tidak bisa menahan. Dia rasanya ingin muntah. Kepalanya pusing.

“Hyun Rin-ah, kau kenapa?” tanya eomma Jaejoong pada Hyun Rin.

“Aku tidak tau ahjumma.” Jawabnya singkat.

“Akan aku antarkan kau ke rumah sakit.”

“Tidak usah ahjumma, mungkin aku sedang masuk angin saja.”

“Tidak, kau harus dibawa ke rumah sakit sekarang.”

Setelah sampai di rumah sakit, Hyun Rin diperiksa oleh seorang dokter. Dokter itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Hyun Rin yang masih berseragam. Apa maksud dokter itu?

“Bagaimana keadaannya?” tanya eomanya Jaejoong.

“Dia hamil, dia hamil sudah 2 minggu.” Ucap dokter itu yang membuat keduanya kaget.

“Mwondeyo? Dokter tidak bercanda kan?” kata eomma Jaejoong meyakinkan.

“Benar Ny. Kim.” Jawab dokter itu.

Sesampai di perjalanan, mereka terus berfikir masing-masing tentang masalah ini. Bagaimana bisa Jaejoong sampai membuatnya hamil.

“Hyun Rin-ah, bagaimana jika kau berhenti sekolah?” eomma Jaejoong membuka suara dan dengan tanggapan Hyun Rin kaget.

“Mwoyeyo? Ahjumma, aku…” eomma Jaejoong memotongnya.

“Hyun Rin-ah, kau mau sekolah dengan perut membesar? Tidak kan? Kalau kau menggugurkan anak itu, kau malah akan dosa.” Jelasnya. Hyun Rin berfikir keras mengenai hal ini. Bagaimana jika ia tidak sekolah? Bagaimana juga cara mengatakan hal yang sebenarnya pada ahjumma dan ahjussinya yang ada di rumah.

“Tapi, ahjumma dan ahjussiku yang ada di rumah bagaimana ya?” ucapnya lirih dan terdengar oleh eommanya Jaejoong.

“Ahjumma dan ahjussimu??” tanya eommanya Jaejoong.

“Nde, eommeoni dan abeojiku sudah meninggal, jadi aku tinggal berdua bersama ahjumma dan ahjussiku.” Ucapnya seraya tersenyum.

“Ah, mianhaeyo.”

“Ah, gwaenchanseumnida ahjumma.”

“Aku yang akan mengatakannya pada ahjumma dan ahjussimu nanti.”

“Nde, ahjumma.”

Setelah sampai di rumah Hyun Rin, Hyun Rin mempersilakan eommanya Jaejoong, Kim Jin Young. Lalu Hyun Rin memanggil ahjumma dan ahjussinya untuk menemui Kim Jin Young. Hyun Rin membuatkan minuman untuk Kim Jin Young dan meletakkannnya di atas meja. Entah apa yang dikatakan mereka berdua sampai semuanya selesai. Hyun Rin hanya berdiam diri di kamar.

“Ah, Ny. Kim dan Tn. Kim, saya lupa jika ada meeting di busan, jadi sekarang saya harus kesana. Sekali lagi mianhamnida atas perbuatan anak saya. Tapi saya janji, pernikahannya akan dilakukan secepatnya sebelum bayi di perut Hyun Rin tidak semakin membesar.”

“Ye Ny. Kim Jin Young, sebenarnya saya sangat menyayangkan kejadian ini, saya juga tidak menyangka. Tapi karna Ny. Kim sendiri yang mengatakannya, saya jadi tidak enak dengan Ny. Kim.” Kata ahjussi Hyun Rin, Kim Junsu.

“Seharusnya saya yang tidak enak dengan anda. Oh baiklah saya harus segera pergi. Permisi, annyeonghi gaseyo.”

“Ne, annyeonghi gyeseyo.” Ucap ahjussi dan ahjumma Hyun Rin bersamaan. Setelah eomma Jaejoong pulang, ahjumma dan ahjussi Hyun Rin menemui Hyun Rin yang sedang berada di kamar.

“Hyun Rin-ah~” panggil mereka dari luar kamar, kemudian Hyun Rin membukakan pintu kamarnya.

“Ne, ahjumma, ahjussi” jawabnya sedikit lemas.

“Gwaenchana? Kami tau kau sedang sedih saat ini. Kami juga tidak menyangka tentang kejadian ini. Kami merasa anak dari Ny. Kim Jin Young sangat keterlaluan padamu. Tapi Ny. Kim Jin Young sangat baik padamu. Dia juga terlihat tidak ingin ini terjadi. Sayangnya, semuanya sudah terlanjur. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa kami lakukan adalah menikahkanmu dengan Kim Jaejoong.” Hyun Rin menangis sesenggukan. Ia bingung. Setelah ini dia tidak akan bisa sekolah. Dia sangat ingin menggugurkan anak itu, tapi Ny. Kim Jin Young melarang Hyun Rin untuk menggugurkan bayi itu.

“Apapun jalan terbaik itu, akan aku lakukan walaupun aku harus mengorbankan sekolahku.” Ucapnya. Kemudian ia menutup pintu kamarnya dan menangis sejadi-jadinya. Ia merasa kini hidupnya sudah hancur karna namja itu.

$$$

Hari ini adalah hari terakhir Hyun Rin berada di Shinki High School. Ia merasa sedih akan meninggalkan sekolah ini, padahal belum setahun ia bersekolah disini.

“Hyun Rin-ah, wae? Kenapa kau harus berhenti sekolah? Apa alasannya?” tanya Shin Young sedikit sedih di raut wajahnya.

“Aku dijodohkan dan akan menikah.” Ucap Hyun Rin berbohong. Ia tidak ingin mengatakan aib ini pada siapapun, karena dulu ia telah diancam oleh Jaejoong supaya tidak mengatakan ini pada siapapun termasuk Shin Young.

“Mwo? Kau serius? Dengan siapa? Kenapa harus di usiamu yang semuda ini?” tanuanya lagi.

“Aku terpaksa.” Jawabnya singkat.

“Aish, kau ini. Dengan siapa? Hah?” tanyanya lagi dengan sedikit nada tinggi.

“Nanti kau juga akan tau. Sudah ya~ aku mau ke ruang kepala sekolah dulu.” Ucapnya lalu pergi meninggalkan Shin Young.

Selesai dari ruang kepala sekolah, Hyun Rin bertemu dengan Jaejoong. Hyun Rin tetap berjalan, namun Jaejoong menariknya.

“Ada apa? Kau puas? Hah? Aku harus keluar dari sekolah ini gara-gara kau! Kau masih enak, bisa sekolah. Sedangkan aku? Aku tidak akan bisa sekolah dengan perut yang membesar.” Hyun Rin meluapkan amarahnya kepada Jaejoong, walaupun itu semua tidak akan mengurangi bebannya.

“Kau pikir aku mau menikah di usia mudaku?? Aku tidak mau!! Tapi eommaku sudah terlanjur tau dengan semua ini. Mau tidak mau, aku harus menuruti eommaku.” Jelas Jaejoong dengan matanya sedikit melotot.

“Kalau saja ini tidak terjadi, kalau saja kau mau berbicara baik-baik padaku saat itu. Kalau kau menyatakan cintamu dengan hal yang sewajarnya, pasti kejadiaannya tidak seperti ini. Kau tidak bisa membedakan nafsu dengan cinta.” Ucap Hyun Rin pelan.

“Salahkah aku mencintaimu? Ingin membuatmu menjadi milikku? Hanya dengan cara itulah kau bisa menerimaku. Saat itu hanya itulah jalan satu-satunya. Namun, hal itu malah menjerumuskanku ke dalam nafsu yang berlebihan dan membuatku ketagihan.”

“Aku akan melupakan hal itu, dan akan belajar mencintaimu.” Kata Hyun Rin. Tak terasa air matanya mengalir.

“Jincha?” tanya Jaejoong tak percaya.

“Ne.” Setelah itu Hyun Rin langsung pegi meninggalkan Jaejoong sendirian.

$$$

Hari ini adalah hari libur bagi Shinki High School, Shin Young bersiap-siap untuk berolahraga pagi. Namun ketika ia membuka pintu, ia melihat sebuah kertas namun tebal seperti buku dan dibungkus oleh sebuah plastik. Ia langsung mengambilnya.

“Mwoya!!! Undangan pernikahan Hyun Rin dan……….. Jaejoong sunbae??? Aigo, kenapa ini bisa terjadi? Jadi Hyun Rin dijodohkan dengan Jaejoong sunbae? Eomeonna~” Shin Young masih tidak percaya. Rasanya sangat mustahil jika Jaejoong menikah dengan Hyun Rin. Namun Shin Young masih tidak tau kalau sebenarnya itu bukan perjodohan. Ia mengira begitu karna Hyun Rin yang membohonginya saat itu.

“Pernikahannya di hari Minggu tanggal 25 September 2011. Itu kan besok?? Ah, bagaimana ini?? Aku belum ada persiapan. Kenapa secepat ini?? Aish…” Shin Young bingung dengan apa yang harus dipersiapkan.

Hari ini Shin Young tidak jadi berolahraga pagi. Ia memilih untuk menyiapkan baju yang akan ia kenakan di pernikahan Hyun Rin dan Jaejoong besok.

$$$

Hari itu pernikahan Hyun Rin dan Jaejoong berlangsung meriah. Banyak tamu yang datang, namun dari Shinki High School tidak ada yang tau pernikahan Jaejoong dan Hyun Rin kecuali Shin Young. Setelah acara selesai, Hyun Rin menarik Shin Young ke tempat yang sepi. Jaejoong sedikit heran dengan sikap Hyun Rin.

“Hyun Rin-ah, waeya?” tanya Shin Young bingung.

“Aku harap hanya kau yang tau pernikahanku dengan Jaejoong sunbae, arasseo? Jangan sampai murid-murid di sekolah tau.” kata Hyun Rin seraya memegang bahu Shin Young.

“Wae? Memangnya kenapa kalau semua tau?” Shin Young semakin bingung.

“Sudahlah, aku hanya tidak ingin mereka tau saja. Aku hanya ingin mereka tau bahwa aku pindah sekolah.” Jelasnya.

“Loh? Saat itu kau tidak mengatakan pada teman-teman bahwa kau berhenti sekolah?” Hyun Rin hanya menggelengkan kepalanya.

“Ouhhh -_-, aigo~ btw, kenapa kulihat-lihat kau semakin gendut yah??” tanya Shin Young sambil memperhatikan tubuh Hyun Rin dari samping kanan ke samping kiri.

“Mwo?? Eumm, aku hanya akhir-akhir ini banyak makan. Aku bisa menghabiskan 6 piring dalam sehari. Hehehehe… Eh, sudah ya~ aku mau ke tempat Jaejoong sunbae dulu!!” Hyun Rin merasa kaget dan gugup saat mendengar pertanyaan itu dari mulut Shin Young. Kemudian Shin Young hanya ditinggal sendirian disana.

“———__________———-“

$$$

Malam harinya Hyun Rin merasa lelah. Ia merebahkan tubuhnya di kasur. Rasanya hari ini adalah mimpi baginya. Ia tidak bisa membayangkan pernikahannya yang masih di usia muda.

“Aku tidak tau apakah aku bahagia atau tidak bahagia.” Gumamnya. Lalu Jaejoong yang baru saja keluar dari kamar mandi menghampiri Hyun Rin dan ikut tidur di sampingnya.

“Aku bahagia.” Gumam Jaejoong.

“Kenapa sunbae bahagia?” tanyanya.

“Jangan panggil aku dengan sebutan sunbae. Kita ini sudah suami istri. Panggil aku oppa~”

“Ne, oppa. Sekarang Jawab pertanyaanku.”

“Karena sekarang kau sudah menjadi milikku.” Jaejoong kemudian memiringkan badannya ke hadapan Hyun Rin. Hyun Rin pun melakukan hal yang sama. Lalu Jaejoong mendekatkan bibirnya ke bibir Hyun Rin. Mereka beciuman lembut. Hyun Rin tidak pernah merasakan ciuman yang lembut seperti ini dari bibir Jaejoong. Dulu, yang ia rasakan hanya kekasaaran dari sikap Jaejoong yang membuatnya muak dengan perlakuan Jaejoong padanya. Sekarang ia merasakan kebahagian jauh dibanding dulu. Sekarang Jaejoong telah berubah. Jaejoong yang sekarang bukanlah Jaejoong yang dulu. Jaejoong yang dulu, yang penuh dengan kenakalannnya sudah mati. Jaejoong yang sekarang adalah Jaejoong yang baik hati. Jaejoong sudah berubah.

THE END

——————————————–

Mian kalo jelek n tambah gaje, ini cerita squel nya udah aku ganti sebanyak 3x, dan akhirnya ketemu yang ini.. kkkk.. tp tetep aja gaje hehehe.. ni lama bgt lho bikinnya, ampe berbulan bulan gitu.. hehehe

ok, gomawo xD

24 thoughts on “After that! [squel of “sunbae”]

  1. bsk dong? Kyaaaaa, ga ga ga bleh *bw kbur jejung*😄
    Tp umma’a ky klyatan ga marah gtu ya!? Cm kcwa doank? Enk bngt tuh jejung!! Qlo qu mah udh qu tndng qluar kmr (?) Lol
    Bgs dech jd’a happy ending ^^

    • Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

      umma nya kan baik hati hahaha
      udah terima aja eon, yang panting ga ngegantung.. aku ngerasa ga tenang aja kalo ada ff aku yg ngegantung ceritanya dan nggak sampe ada ending yang bagus.. hehehe

  2. Young Hee berkata:

    Wuah… Mreka nikah!😀 Sgala yg berhub ama JJ oppa bikin penasaran! Buat lbh bnyk ff oneshot ttg JJ oppa ya chingu! Haha😀

    Aq blom pernah baca part sblmnya nih! Minta pw lwt message fb aj ya chingu😀

  3. Akhir’a happy ending jg,kirain hyu rin bkl bunuh diri.
    Jae berubah jg mungkin setelah hyun rin bilang akan mulai mencintai jj,akhir’a hyun rin mau jg nerima jj .

    Mereka lanjut g y setelah ciuman ??

  4. Pheech berkata:

    yeeaay ^^
    akhirnya jeje jadi baik ga liar lagi -_-
    kan kasian hyun rinnya melakukan ‘itu’ tnpa cinta hahaha
    😀 keep writing yaw author

  5. Jaehyunmi berkata:

    Unnie, ceritanya bagus😀
    Boleh kritik sedikit? Alurnya terlalu cepet, hehe~
    Tapi bagus kok, happy ending. Aku tunggu ff lainnya, eon ^^

  6. Weeni_leon berkata:

    Qu blm bca yg pertama thor. Tp, ini bgus kg. Gk ngebyangin Jae oppa yg gnteng jd nakal dsni.
    Msh da Sequel ny lg gk thor?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s