My Lovely Brother, My Lovely Sister Chap 1


Title : My Lovely Brother, My Lovely Sister

Cast : Kim jaejoong, Park  Yoochun, Kim Hyo Rin a.k.a Hielda

Genre : yah tebak aja dah

Rating : NC21/Straight

Author : Lee Eun Ri a.k.a Kumiko

Inspirasi : Idol Love Story By Han Yu Rang

 

A/N: ini emang dpt inspirasi dr komik yg baru author baca. Komik ini belom selese alias belom tamat dr sananya jd klo nanti ending cerita sama itu cmn kebetulan. Satu lagi author usahain bakal bikin yg beda ma di komik. Klo ttp ada yg ngerasa sama ya mianhae ya >___<

 

AUTHOR POV

FLASHBACK

Kim Hyo Rin, yeoja kecil manis yang masih beruur 4 tahun itu tengah berjalan seorang diri di taman. Setiap sore ia memang selalu bermain di taman yang tak jauh dari panti asuhan, tempat dimana ia tinggal bersama anak-anak lain yang tak punya orang tua. Ia melirik teman-temannya yang asik bermain di area bermain untuk anak-anak di taman itu. Hyo Rin kecil kembali berjalan menjauhi teman-temannya. Ia melihat ada kursi yang kosong, di hampirinya kursi itu lalu duduk dan memandang ke depan sambil memeluk boneka kesayangannya. Tersenyum. Itulah yang ia lakukan setelah melihat pemandangan di depannya yang sangat ia idam-idamkan. Di depannya terlihat seorang gadis sebayanya sedang bermain dengan orang tuanya.

“Senangnya.” Gumam Hyo Rin kecil. Ia selalu berharap ada yang mengadopsinya suatu saat nanti dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lihat sekarang ini. Ia terus berharap dan berdoa agar ada yang mau mengadopsinya.

Tak lama ia mendnegar ada suara isakan tangis, ia mengedarkan pandangannya tapi tak menemukan ada yang menangis. Ia pun mencari siapa yang tengah menangis itu. Langkahnya terhenti saat mendengar suara dari balik pohon yang sangat besar. Ia mendekat dengan perlahan. Ia melihat seorang namja kecil tengah menangis. Ia melangkah mendekati namja itu lalu duduk di sampingnya.

“Kau kenapa? Ada yang jahat padamu?” Tanyanya membuat namja kecil itu menoleh padanya. Hyo Rin tersenyum lalu menghapus air mata yang mengalir di pipi namja itu.

“Kau kenapa?” Tanya Hyo Rin lagi.

“Aku tadi di jahili oleh teman-temanku. Aku kesal dengan mereka tapi tubuh mereka lebih besar dariku jadi aku tidak bias membalasnya.” Jawab namja itu polos. Namja kecil it uterus memandangi wajah Hyo Rin.

“Karena aku sudah di sini, sekarang kau tidak boleh menangis lagi ya? Kau kan namja jadi harus kuat. Kau sendirian kemari? Kita main yuk? Nanti akan kukenalkan pada semua temanku dip anti asuhan.” Ucap Hyo Rin dengan wajah riang.

“Panti asuhan?” Tanya namja itu bingung. Hyo Rin mengangguk mantap.

“Aku tinggal di sana karena tidak punya orang tua. Ayo kita main.” Hyo Rin dengan cepat menarik tangan namja yang baru ia kenal itu.

Hyo Rin memperkenalkan namja itu pada semua temannya. Ia pun bermain dengan namja yang kini ia tau bernama Park Yuchun. Mereka bermain dengan sangat gembira. Yuchun kecil sangat senang bahkan kini ia lupa dengan apa yang baru saja terjadi padanya. Tak lama ia mendengar yeoja itu di panggil oleh seorang ajumma, ia lihat Hyo Rin langsung menghampiri ajumma itu. Ia hanya diam menatap punggung teman kecilnya itu. Ia menundukkan kepalanya lemas setelah sekitar 5 menit ia menunggu yeoja itu kembali tapi yeoja itu tak kunjung dating lagi. Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan pelan meninggalkan taman.

“Hei, tolong bantu aku.” Ucap Hyo Rin kecil dengan wajah lucu. Yuchun langsung berbalik dan menatap Hyo Rin yang membawa bnoneka, roti dan minuman. Ia membantu yeoja itu membawa roti dan minuman itu lalu menaruhnya di bangku panjang. Ia melihat yeoja itu langsung membagi roti menjadi dua dan menuangkan minuman yang di bawanya tadi ke gelas plastic kosong lalu di berikan padanya.

“Ambil ini untukmu.” Ucap Hyo Rin sambil tersenyum manis. Yuchun mengambilnya lalu mengucapkan terima kasih.

“Tak apa aku memakannya? Kalau aku makan kan kau jadi makan setengahnya saja. Kau jadi tidak kenyang.” Ucap Yuchun sebelum memakannya.

“Tidak apa-apa. Kau kan temanku jadi aku harus berbagi. Tadi sebenarnya aku sudah minta lebih untukmu tapi ibu panti bilang tidak bias karena sudah pas. Ayo makan, roti ini enak. Aku ikut membantu ibu panti membuatnya loh.” Hyo Rin tersenyum membuat Yuchun pun ikut tersenyum.

“Umurmu berapa?” Tanya Hyo Rin sambil memakan rotinya.

“5 tahun.” Jawab Yuchun.

“Aku 4 tahun jadi aku harus memanggilmu oppa. Boleh kan aku memanggilmu seperti itu?” Yuchun menjawabnya dengan anggukan. Hyo Rin tersenyum senang. Tak lama ibu panti memanggil Hyo Rin untuk segera pulang. Hyo Rin pun berpamitan pada Yuchun lalu berlari kecil menghampiri ibu panti tapi saat teringat sesuatu ia berbalik dan melihat Yuchun yang masih duduk.

“Sampai jumpa, oppa. Besok kami akan kemari lagi. Sekali-kali mainlah ke rumah panti.” Ucapnya riang lalu melambaikan tangannya. Setelah itu ia pun pulang.

Yuchun tersenyum kecil. Ia terus memandangi Hyo Rin, teman barunya yang sangat baik itu. Ia berharap bias terus bermain dengan yeoja itu.

Harapan Yuchun kecil terkabul karena sejak pertemuan waktu itu Hyo Rind an teman-teman dari panti asuhan sering mengajaknya bermain di taman setiap sore. Ia pun selalu dating lebih awal untuk menunggu teman barunya. Ia lebih sering bermain dengan Hyo Rin  di bandingkan anak-anak panti lainnya. Ia menunggu teman-temannya di bawah pohon yang sangat besar, ia bangkit dari duduknya saat melihat segerombolan anak-anak dari panti dating. Ia pun menghampiri mereka dengan senyum gembira. Senyumannya hilang saat yeoja yang ia tunggu-tunggu tidak ada. Seorang anak menghampirinya.

“Kau mencari Hyo Rin ya?” Tanya seorang yeoja yang ia yakin lebih tua darinya itu.

“Ne, noona. Di mana Hyo Rin?” Tanya Yuchun penasaran.

“Hari ini dia tidak bisa datang dan mungkin akan selamanya tidak bisa bertemu lagi. Soalnya aku dengar dia mau diadopsi, tadi saja aku lihat orang yang mau mengadopsinya sudah datang. Bahkan ibu panti tidak memperbolehkan kami bermain lama-lama disini.” Jelas yeoja itu pada Yuchun. Sontak Yuchun kaget mendengarnya. Saat ia akan bertanya lagi tiba-tiba ada suara yang memanggil dan yeoja di depannya pun menoleh.

“Aku harus pergi. Sepertinya Hyo Rin sudah diadopsi, kami harus mengucapkan salam perpisahan dan selamat padanya.” Ucap yeoja itu lalu berlari meninggalkan Yuchun. Yuchun hanya bisa diam menatap ke depan.

@PANTI ASUHAN

Hyo Rin memandangi ke dua orang dewasa di depannya. Ia diam saja sejak tadi, tangannya menggenggam erat ujung baju ibu panti yang duduk disebelahnya. Ia tau kedua orang dewasa itu hendak mengadopsinya ia senang tapi juga takut. Takut kalau kedua orang dewasa itu tidak jadi mengadopsinya. Ia berharap mereka mau mengadopsinya. Kedua orang dewasa itu tersenyum lembut padanya. Ia pun membalas senyuman itu dengan senyum manisnya.

“Dia sangat manis, kami ingin membawanya pulang. Hyo Rin mau kan ikut kami?” Tanya ajussi itu padanya.

“Kalau aku ikut ajusshi dan ajumma akan jadi orang tuaku, aku mau.” Jawabnya polos. Ia melihat kedua orang itu tersenyum lebar. Ajusshi itu melebarkan tangannya, menyuruh Hyo Rin mendekat lalu memeluk dan menggendong gadis kecil itu. Ajumma itu pun mencium pipi Hyo Rin. Hyo Rin tersenyum senang, ia terus memeluk ajusshi itu. Ia mendengarkan percakapan ketiga orang dewasa itu tapi tak satu pun yang ia mengerti.

Tak berapa lama ibu panti mengatakan apa yang selama ini ingin ia dengar. Ia telah diadopsi dan sekarang akan pergi ke rumah keluarga barunya. Ia sangat senang sekaligus sedih karena harus meninggalkan teman-temannya di panti. Hyo Rin berpamitan pada semuanya dan ia menitipkan pesan pada salah satu teman dekatnya untuk disampaikan pada Yuchun. Setelah berpamitan Hyo Rin pun dibawa pergi oleh keluarga barunya. Selama perjalanan ia diberitahu oleh ajusshi dan ajumma itu untuk memanggil mereka appa dan umma. Hyo Rin juga diberitahu jika ia akan mempunyai seorang oppa. Mendengar ia akan mempunyai oppa, ia sangat senang sekali. Saat sampai didepan rumah Hyo Rin menatap rumah orang tua barunya itu dengan wajah tak percaya. Rumahnya sangat besar, ia diajak masuk dan sekali lagi ia hanya bisa diam menatap isi rumah itu. Sangat mewah. Itulah kata-kata yang ada didalam benaknya saat melihat kedalam rumah itu.

“Umma, appa sudah pulang?” Tanya seseorang sambil turun dari lantai dua rumah itu. Hyo Rin menatap namja kecil yang tampan itu, namja itu lebih tinggi darinya. Bahkan jika dijajarkan dengan Yuchun, namja itu masih lebih tinggi dari Yuchun.

“Ne. Kemarilah. Kenalkan ini dongsaengmu.” Ucap appa baru Hyo Rin. Namja kecil itu tersenyum lembut pada Hyo Rin

“Ajak dia ke kamarnya ya. Appa dan umma mau istirahat dulu. Hyo Rin selamat dating di keluarga barumu. Appa dan umma istirahat dulu ya. Kau main dengan oppa-mu.” Hyo Rin mengangguk cepat. Setelah melihat orang tua barunya pergi, ia kembali menatap oppanya itu.

“Nama oppa siapa?” Tanyanya.

“Jaejoong. Kim Jaejoong. Kau?”

“Hyo Rin. Berarti namaku sekarang Kim Hyo Rin.” Ucapnya riang. Ia terus menatap wajah Jaejoong kecil. Membuat namja itu bingung sekaligus risih.

“Kenapa menatapku seperti itu?” Tanya Jaejoong.

 “Oppa tampan.” Jawab Hyo Rin polos. Jawabannya itu membuat wajah Jaejoong memerah. Tak mau Hyo Rin melihat wajahnya yang memerah jaejoong dengan cepat menarik tangan yeoja itu untuk menunjukkan kamar yeoja itu. Saat berada di kamar Hyo Rin, jaejoong melihat ada beberapa barang yeoja itu yang sudah ada di dalam kamar. Pembantu di rumahnya membawanya kekamar yeoja itu. Ia melirik yeoja di sampingnya yang menatap isi kamar itu dengan kagum. Yeoja itu melangkah melihat sekeliling kamarnya. Jaejoong pun mengikutinya karena tangannya kini di genggam erat oleh Hyo RIn. Jaejoong tersenyum kecil melihat tangannya, entah sejak kapan keadaan terbaik, tadi ia yang menggenggam tangan mungil itu tapi sekarang malah tangan mungil itu yang menggenggamnya.

“Kamar ini besar sekali, oppa. Apa tidak salah ini kamarku sekarang?” seru Hyo Rin sambil memeluk boneka kesayangannya dengan tangan kirinya dan tngan kanan tetap menggenggam tangan oppanya.

“Tidak salah kok. Ini memang kamarmu. Kau mau istirahat? Kalau begitu aku ke kamarku dulu mau buka kado ulang tahunku.” Saat jaejoong akan pergi yeoja itu tidak melepaskan genggaman tangannya di tangan Jaejoong. Jaejoong menatap Hyo Rin bingung.

“Oppa ulang tahunmu hari ini?” Tanya Hyo Rin. Jaejoong mengangguk cepat. Melihat itu Hyo Rin dengan cepat berlari kea rah barang-barangnya di taruh. Ia membukanya dan mencari barang-barang yang selama ini ia simpan. Hyo Rin tersenyum saat mendapatkan barang yang ia cari. Ia mengambil barang-barang itu lalu kembali menghampiri Jaejoong. Di berikannya dua barang itu pada Jaejoong. Namja itu mengambilnya.

“Apa ini?” Tanya Jaejoong

“Itu hadiah dariku, oppa. Yang satu syal dan yang satunya lagi sepasang mug. Aku membelinya dari uang saku yang kudapat dari ibu panti dulu. Dulu aku sengaja membelinya untuk hari seperti ini.” Jawab Hyo Rin senang.

“Hri seperti ini?”

“Ne. hari dimana aku diadopsi dan aku mempunyai seorang saudara. Kuharap oppa suka.” Jaejoong tersenyum lalu mengangguk kecil.

“Saengil chukahamnida, oppa.” Hyo Rin tak lupa member selamat.

“Gumawo.” Ucap Jaejoong.

“Mau kutemani membuka hadiahnya, oppa?”

“Hmmm dan setelah itu aku akan mengajakmu berkeliling rumah.” Jawab Jaejoong. Keduanya tersenyum lalu pergi dari kamar itu.

Sudah beberapa hari setelah Hyo Rin resmi menjadi bagian dari keluarga Kim, Hyo Rin sangat senang karena keluarga barunya sangat baik. Oppanya pun selalu bersikap baik padanya dan selalu mengajaknya bermain dan mengajari hal baru padanya. Ia sangat menyayangi keluarga barunya itu

End of Flashback

“Nona, sudah saatnya sarapan. Semua sudah berkumpul di meja makan.” Ucap salah satu pembantu di rumah keluarga Kim.

“Ne, ajumma. Gumawo, aku kan turun sekarang.” Ucap Hyo Rin sambil tersenyum. Ia sangat bersemangat hari ini karena ini hari pertamanya masuk SMa. Di tambah ia akan satu sekolah dengan Jaejoong, oppanya yang sangat ia sayangi. Ia mengambil tasnya dan turun untuk sarapan.

Hyo Rin duduk di sebelah oppanya lalu menyapa semua anggota keluarganya, Jaejoong, ummanya dan appanya. Seperti biasa ia hanya mendapat sambutan dari appanya. Umma dan oppanya bersikap dingin padanya. Hal ini sudah  biasa ia dapati semenjak ia beranjak remaja, saat ia baru masuk SMP. Ummanya tiba-tiba bersikap seolah-olah ia bukan bagian dari keluarga di rumah itu. Ummanya selalu membentaknya, memaksanya melakukan hal yang tidak ia inginkan dan menyuruhnya harus bersikap manis jika di depan media. Ummanya akan marah jika ia tidak bersikap manis. Mrs. Kim, ummanya sangat menjaga imagenya karena dia merupakan seorang artis. Ummanya akan diam jika appanya sedang ada di rumah. Sedangkan oppanya hanya diam dan bersikap dingin. Oppanya yang dulu baik, perhatian dan sangat menyayanginya sudah tidak ada lagi sejak oppanya kelas 6 SD. Oppanya sangat jarang atau bahkan tidak pernah berbicara padanya. Jika Hyo Rin menyapa, namja itu hanya mendehem dan jika ia bertanya namja itu hanya menjawab singkat lalu pergi meninggalkannya.saat oppanya memutuskan untuk melanjutkan sekolah SMP di Jepang, ia merasa jika namja itu menjauhinya tapi ia selalu membuang pikirannya itu jauh-jauh dan berusaha berpikir positif.

Awalnya Hyo Rin berpikir jika oppanya kembali dari Jepang, sikap namja itu akan seperti dulu. Tapi saying pikirannya salah, sejak kembali dari Jepang satu tahun yang lalu sampai sekaran sikap namja itu tidak pernah berubah sedikit pun. Ia sangat sedih dengan perubahan sikap dari kedua orang yang ia sayangi.

Appanya tidak pernah berubah sedikit pun, sama seperti dulu. Ia sangat senang jika appanya ada di rumah, appanya akan sangat memperhatikannya. Terkadang ia melihat appanya itu sangat kelelahan karena mengurus beberapa perusahan milih appanya itu sendirian. Ia selalu berusaha membuat appanya terhibur atau membuat appanya tidak terlalu lelah. Ia sangat memperhatikan kesehatan appanya.

Selesai sarapan Hyo Rin langsung pergi, ia ingin menyusul oppanya yang tadi meninggalkannya. Sampai di depan rumah ia melihat namja itu meninggalkannya. Ia menghela nafas kecewa. Ia sangat ingin berangkat ke sekolah bersama dengan Jaejoong. Ia pun berjalan pelan menuju halte bis untuk berangkat ke sekolah. Sebenarnya bisa saja ia berangkat menggunakan mobil lain yang ada di rumah tapi ia tidak mau. Ia akan lebih senang jika berangkat memakai mobil dengan oppanya.

@School

Hyo Rin berdiri di depan pintu gerbang sekolahnya menatap kagum sekolahnya yang mewah. Tak lama ia pun masuk ke sekolah barunya itu, ia menghadiri upacara penerimaan murid baru yang juga di hadiri oleh semua murid kelas dua dan tiga. Ia bisa melihat oppanya dari tempatnya berdiri sekarang, ia tersenyum kecil.

Selesai acara yang cukup membosankan itu Hyo Rin pun berjalan melewati koridor sekolah menuju kelasnya seorang diri. Saat sedang berjalan tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang hingga membuatnya terjatuh. Ia mengaduh kesakitan tapi tak lama ia berdiri. Ia menatap beberapa namja berdiri, setelah seorang dari mereka meminta maaf. Hyo Rin hanya bisa mengangguk pelan lalu ia pergi.

“YA! Apa tidak bisa menjawab permintaan maaf temanku ini dengan mulutmu itu? Jangan hanya mengangguk. Apa kau tidak bisa berbicara?” ucap salah satu dari mereka. Yang membuat Hyo Rin berhenti melangkah lalu berbalik menatap mereka. Sebenarnya ia bisa saja berbicara untuk menjawab permintaan maaf itu tapi ia sudah di buat takut dengan wajah seram semua namja itu jadi ia hanya bisa mengangguk.

“N… ne. aa a aku ma maafkan.” Ucapnya terbata-bata.

“Kau kenapa menjawab seperti itu?” Tanya namja yang membentaknya tadi. Ia menggelengkan kepalanya cepat.

“B bolehkah saya pergi sekarang?” tanyanya sambil menatap takut namja itu. Ia merasa namja itu merupakan ketua dari kelompok para namja itu.

“Ne tapi sebutkan namamu.” Jawab namja itu.

“Hyo Rin. Na namaku Hyo Rin. A aku permisi.” Ucap Hyo Rin cepat lalu bergegas pergi meninggalkan namja itu yang terlihat terpaku setelah mendengar namanya.

“Hyo Rin.” Gumam namja itu pelan sambil terus menatap punggung yeoja itu sampai menghilang dari pandangannya.

Kini Hyo Rin duduk di bangku kelasnya. Kelasnya hari ini cukup rebut karena hari pertama masuk sekolah memang tidak ada kegiatan belajar. Hanya perkenalan saja. Ia duduk sambil menatap keluar jendela, kebetulan tempat duduknya tepat di sebelah jendela. Ia melirik kea rah teman-temannya yang asik mengobrol.

‘Enaknya jika bisa seperti itu.’ Batinnya.

“Hei.” Sapa seseorang dengan tiba-tiba membuatnya kaget. Ia melihat seorang yeoja tengah menatapnya sambil tersenyum ramah. Ia pun tersenyum membalas keramahan yeoja itu. Dilihatnya yeoja itu duduk di bangku depan sambil menatapnya.

“Aku Young Mi. salam kenal.” Ucapnya memperkenalkan diri. Hyo Rin tersenyum senang karena akhirnya ia mempunyai seorang teman di sekolah barunya.

“Aku Hyo Rin. Salam kenal.” Balasnya memperkenalkan diri. Mereka berdua pun mulai mengobrol dengan asik. Tak lama sekolah memperbolehkan murid-muridnya untuk pulang karena acara penyambutan telah selesai. Hyo Rin langsung membereskan barangnya lalu keluar kelas bersama Young Mi.

Saat ia dan Young Mi sudah di luar gedung sekolah dan sedang berjalan ke arah gerbang sekolah, Hyo Rin melihat Jaejoong oppanya berada tak jauh di depannya. Ia pun reflek berlari menghampiri namja itu. Ia memanggil oppanya tapi namja itu tak menghiraukannya. Ia menatap sedih Jaejoong oppanya.

“Oppa.” Panggilnya lagi namun kini dengan suara sendu. Tanpa sadar ia terus mengikuti namja itu dari belakang, menatap punggung yang kini terasa sangat dingin itu. Ia ingin sekali oppanya itu kembali seperti dulu yang sangat saying padanya. Ia berbalik saat mengingat temannya Young Mi. Temannya itu menghampirinya.

“Kau baik-baik saja? Kau kenal dengan Jaejoong sunbae?” Tanya Young Mi. hyo Rin hanya tersenyum menjawab pertanyaan itu.

“Aku pulang duluan ya. Mianhae Young Mi-a.” Ucapnya tak enak.

“NE. tapi kau tidak apa-apa? Wajahmu pucat.” Hyo Rin dengan cepat tersenyum.

“Gwenchana. Aku duluan ya. Sampai besok.” Ucap Hyo Rin lalu pergi.

Selama perjalanan pulang Hyo Rin terus memikirkan oppanya. Ia sedih sekali dengan perubahan sikap oppanya itu. Wajahnya terus murung dan sedih. Sesampainya di rumah ia di sambut oleh Yoon Mi, kepala pembantu di rumah itu. Ia mengangguk pelan lalu langsung masuk ke kamarnya. Ia menaruh tasnya lalu berganti pakaian. Setelah itu ia merebahkan tubuhnya di atas Rajang empuk miliknya.

Ponsel Hyo Rin berbunyi, ia langsung mengambil ponselnya lalu melihatnya. Ternyata alarm pengingatnya berbunyi. Minggu depan sudah ulang tahun oppanya. Ia kembali bersemangat setelah melihatnya, kesedihannya terlupakan. Ia mulai memikirkan hadiah yang akan di berikannya saat hari ulang tahun Jaejoong tahun ini. Hyo Rin membuka-buka majalah dan mencari di internet barang yang ia kira cocok untuk oppanya. Makan malam pun ia lewatkan karena terlalu asik dan serius memilih hadiah.

Paginya Hyo Rin berangkat sekolah seperti biasa tapi kali ini ia berangkat lebih pagi. Saat sampai di sekolah ia melihat masih sedikit murid-murid yang datang. Ia menaruh tasnya lalu keluar kelas. Ia pergi menuju taman sekolah dan duduk di bangku yang ada di sana. Ia memikirkan kado yang akan di berikan pada Jaejoong. Semalam ia tidak mendapatkan yang cocok untuk oppanya.

‘Kira-kira apa ya?’ Batinnya bingung.

“Kyaaaaa…!” Teriaknya kaget saat tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang. Ia menoleh ke belakang dan melihat ternyata namja yang membentaknya kemarin. Raut wajahnya langsung berubah begitu tau siapa namja itu. Namja itu duduk di sebelahnya dan menatapnya sambil tersenyum ramah. Ia membalas tatapan namja itu dengan takut.

“Pagi sekali kau datang ke sekolah.” Ucap namja itu memecah keheningan.

“Ne.” Jawabnya singkat. Hyo Rin mengalihkan pandangannya, ia kembali menatap kedepan. Suasana diantara mereka kembali hening. Hyo Rin ingin sekali pergi dari taman itu.

“Kau kulihat sepertinya sedang bingung. Ada masalah? Kalau kau ceritakan mungkin bisa kubantu.” Ucap namja itu ramah. Hyo Rin menoleh menatap namja di sebelahnya, ia mengerutkan dahinya bingung.

‘Hari ini ramah sekali beda dengan kemarin’ Batinnya.

“Waeyo? Ada yang aneh denganku?” Tanya namja itu yang melihat Hyo Rin menatapnya bingung.

“ Anni. Kau kelas berapa?” Tanya Hyo Rin tanpa menjawab pertanyaan namja itu.

“Kelas 2. Kau ada masalah?” Hyo Rin menggelengkan kepalanya cepat.

“Ceritakanlah mungkin aku bisa membantu.” Paksa namja itu. Hyo Rin menatap namja itu ragu.

“Kau itu pemaksa tapi baiklah. Aku ingin bertanya biasanya namja itu lebih senang di berikan hadiah apa?” Tanyanya.

“Heh? Aneh sekali pertanyaanmu. Hmmmm biasanya para namja suka hadiah berupa yeoja-yeoja seksi.” Jawab namja itu sedikit bercanda.

“MWOOO?” Hyo Rin kaget dengan jawaban namja di sampingnya.

“Bercanda bercanda. Wajahmu lucu sekali.” Ucap namja itu sambil tertawa. Hyo Rin yang kesal langsung pergi meninggalkan namja itu. Ia berjalan dengan cepat.

“Menyebalkan.” Gumamnya kesal.

“Hei tunggu.” Teriak namja itu. Namja itu menyusul Hyo Rin.

“Jangan marah. Aku kan hanya bercanda. mianhae” namja itu meminta maaf.

“Hmm tak apa sunbae tapi kumohon jangan seperti itu lagi. Aku benar-benar bingung dan pertanyaanku tadi serius. Permisi aku harus ke kelas.” Hyo Rin kembali melangkahkan kakinya meninggalkan namja itu. Namja itu hanya tersenyum melihat Hyo Rin pergi.

“Kau benar-benar sudah lupa padaku ya? Akan kubuat kau ingat lagi denganku.” Ucap namja itu yang tak lain adalah Yuchun, teman Hyo Rin saat masih kecil dulu.

Sepulang sekolah Hyo Rin langsung keluar kelas dan mencari Jaejoong, ia memutuskan untuk bertanya langsung pada namja itu. Saat melihat oppanya, ia langsung bergegas menghampiri namja itu tapi tiba-tiba ia di halangi oleh namja di depannya. Ia berhenti lalu menatap namja itu kesal.

“Mau kemana? Biar kuantar atau kau mau langsung pulang?” Tanya Yuchun ramah.

“Minggir.” Ucap Hyo Rin lalu pergi meninggalkan Yuchun.

“Oppa.” Panggil yeoja itu. Jaejoong yang tadi sedang berjalan langsung berhenti dan menoleh kebelakang. Dilihatnya Hyo Rin berlari menghampirinya.

“Ada apa?” Tanya Jaejoong.

“Boleh aku Tanya sesuatu, oppa?” Tanya Hyo Rin. Mendengar itu membuat Jaejoong langsung membalikkan badannya meninggalkan Hyo Rin.

‘Pasti bertanya yang tidak-tidak seperti waktu itu. Lebih baik pergi.’ Batin Jaejoong.

“Oppa, tunggu.” Hyo Rin menghampiri oppanya dengan cepat lalu menarik tangan namja itu agar tidak lari.

“Ayolah aku hanya bertanya sedikit saja.” Pinta yeoja itu memohon dengan sangat pada oppanya.

“Mau Tanya apa?” Hyo Rin tersenyum. Ia menarik lengan Jaejoong hingga mereka berdua berjalan pelan.

“Apa ada yang oppa inginkan belakangan ini?” Tanyanya. Jaejoong melirik lengannya yang di genggam erat oleh Hyo Rin. Dengan cepat ia melepaskan genggaman tangan yeoja itu di lengannya. Raut wajah yeoja itu langsung berubah.

‘Aish pabo kenapa jadi berubah seperti itu raut wajahmu.’ Batin Jaejoong

“Ah mianhae, oppa. Aku lupa kalau oppa tidak suka aku dekat-dekat dengan oppa, apa lagi sampai memegang tangan oppa.” Ucap Hyo Rin sambil menundukkan kepalanya.

“Hmmm… aku tak ingin apa-apa. Sepertinya namjachingumu menunggu.” Ucap Jaejoong sedatar mungkin.

‘Jangan bilang dia namjachingumu.’ Batin Jaejoong lagi

“Mwo? Namjachingu? Anni bukan dia bukan namjachinguku, oppa. Aku tidak tau siapa dia. Yang kutahu dia sunbaeku kelas 2, hanya itu. Seharian ini aku kesal karena dia menggangguku terus.” Ucap Hyo Rin. Jaejoong menghela nafas pelan.

‘Bagus. Dia tidak cocok jadi namjachingumu.’ Batin Jaejoong.

“Boleh minta tolong sekali ini oppa? Aku mohon hari ini kita pulang sama-sama. Aku tak mau namja itu menggangguku lagi.” Pinta Hyo Rin.

‘MWOOOOO? Pulang denganku? Aish shireooooo!’ batin jaejoong lalu tak lama ia pergi meninggalkan dongsaengnya tanpa berkata apa-apa.

“Oppa.” Ucap Hyo Rin lemas dan menatap oppanya sendu. Ia menundukkan kepalanya. Yuchun hendak menghampiri Hyo Rin tapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan Jaejoong.

“Ya! Kenapa berdiri di situ terus? Mau pulang bersama atau tidak?” Ucap Jaejoong membuat Hyo Rin menegakkan kepalanya, yeoja itu menatapnya dengan wajah berbinar.

‘Bagus, memang wajah seperti itu yang cocok denganmu. Jangan murung lagi.’ Batin Jaejoong senang melihat perubahan di wajah yeoja itu. Yeoja itu menghampirinya dengan senyum yang terus mengembang. Mereka berdua berjalan menuju mobil keluarga mereka. Jaejoong menjaga jarak duduknya dengan Hyo Rin, ia berusaha duduk sejauh mungkin dari dongsaengnya itu.

Selama perjalanan pulang Jaejoong terus menatap keluar jendela, ia enggan melihat ke samping karena pasti akan melihat Hyo Rin. Ia merutuk dirinya sendiri karena memperbolehkan yeoja itu pulang bersamanya.

‘Jangan menatapku seperti itu terus Hyo Rin.’ Batin Jaejoong yang ternyata sadar jika yeoja itu terus menatapnya sejak tadi. Ia juga sebenarnya sejak tadi bukan melihat keluar jendela melainkan melihat pantulan dari jendela itu. Pantulan wajah Hyo Rin yang sedang menatapnya.

“Oppa apa benar oppa tak mau apa-apa?” Tanya Hyo Rin memecah keheningan diantara mereka berdua.

“Hmmm.” Jawab Jaejoong singkat.

‘Aku ingin kita menghabiskan waktu berdua saja. Sama seperti waktu kecil dulu, bisakah?’ Batin Jaejoong. Hyo Rin kembali sedih dengan ucapan oppanya.

Sampai di rumah Jaejoong langsung keluar mobil dan masuk ke kamarnya. Ia mengunci pintunya lalu melempar tasnya ke kursi. Ia memegang dadanya yang sejak tadi berdetak sangat cepat. Ia menggelengkan kepalanya cepat saat ia berpikir yang tidak-tidak.

Sementara itu Yuchun kini tengah berada di ruang tengah. Ia memikirkan yeoja yang selama ini ia cari-cari. Hyo Rin. Ia mengepalkan tangannya saat mengingat yeoja itu tersenyum senang saat bersama Jaejoong. Namja yang menjadi musuhnya di sekolah. ia tak habis pikir kenapa yeoja itu terlihat begitu senang dengan namja seperti Jaejoong itu.

“Kenapa saat bersamaku seharian  ini wajahnya tak pernah seperti itu? Kenapa dengan Jaejoong bisa sangat senang? Apa hubungan mereka? Jangan-jangan Jaejoong namjachingunya? Ah andwe… Aku tak akan menyerah baru satu hari mendekati Hyo Rin dan lagi pula dia belum tau aku ini Yuchun.” Gumamnya pelan.

“Jika Jaejoong menghalangiku akan kuhabisi dia.” Ucap Yuchun lalu pergi ke kamarnya.

 

TBC

Yak ni FF kayaknya ga jelas banget ya alias ‘gaje’. Author juga ga tau kenapa jalan ceritanya bisa jadi kyk gini padahal ide awal ga gini loh reader. Mianhae ya kalo ada yang ga puas sama ceritanya. Mungkin cerita jadi aneh gini gara2 author lagi kaga mood ngetik FF. author usahain next chap agak panjang dan insya allah lebih menarik tapi klo next chap lebih parah dari ini jeongmal mianhae ya.

 

@Hielda: mianhae ya ceritanya jadi kyk gini. Pdhl masih chap 1 tp udah aneh. >__< jeongmal mianhae >/\<

Next chap mnt pw ke inbox fb author ya

99 thoughts on “My Lovely Brother, My Lovely Sister Chap 1

  1. park ji hee berkata:

    wah daebak aku suka bgt ff ni… ceritanya seru tambah da jaejoong oppa. jd jae oppa suka yach ma hyo rin… duh ga sabar pngen cpt2 baca kelanjutannya,jgan lama2 yah…🙂

  2. Ya…qo cuma appa’a aja yg msh sama kaya dulu,umma ama anak sama2 egois’a.
    Jae qo malu2 gitu sih,mending ungkapin aja yg sebener’a daripada ntar d ambil ama uchun.
    nyesel loh…..
    Eon d tunggu next chap ^^

  3. love@mjjeje berkata:

    Itu kok eomma angkatnya hyo rin bisa jadi jahat gitu yach ama hyo???padahal ‘kan dulu baik
    OMO, Jaejoong jadi oppa-nya toch…kyaknya Jaejoong suka tuch ma hyo#plakk (sok tau)
    Lanjut eonnie, part selanjutnya jgn lama2 yach^^

  4. Wah udah keluar akhirnya part 1-nya…hehe

    Eonnie,FF-mu bagus tapi masih ada kata-kata yang salah-salah tolong di perhatiin lagi ya eonn…

    Sebenernya si Jaejoong kenapa sih?kok jadi berubah begitu,apa gara-gara mulai suka sama si hyorin ya?wah wah saingan sama uchun wkwkwkwk

    Lanjutannya eonn asap!

    Ps:mian kalo ada kata yang salah sama aku sok tahu mian mian

  5. jejung sk kn sm hyorin? Wkwkwk,,sk’a itu lucu bngt ,hti ‘n mulut berbda.. Udh gtu qlo ngebyngin ekpresi’a jejung jd pngn ktwa sndri..
    Bklan mnrik nh ky’a ,jejung sk sm hyorin tp berusaha menjauhi hyorin,jd’a dkra bnci tp dlain sisi yuchun mu ngerebut hyorin dri jejung,hmmmmm
    wahh,nm qu ky’a nongol itu unn *nunjuk2 youngmi* *ge-er tingkat dewa* dziiiiig XDDD

  6. linasuhadi berkata:

    Huaahh..ff nya buat penasaran…
    Jj knp sih sbnrnya..suka ama hyorin ya?? Trs knp umma nya jadi dingin k dia..ada apa sih sbnrnya..pnsaran bgt…

  7. jeje berubah jadi dingin gitu pasti dia punya perasaan khusus deh ke hyorin *sok tau*
    umma nya kok berubah gitu sih ya ._.
    ayo yuchun berjuang dapetin hyorin😄
    ditunggu lanjutannya onnie….. penasaran >.<

  8. Ayara berkata:

    wah dari judulnya nih aku nangkepnya bakal adacinta ade kakak nih…
    Jeje kok berubah gitu, wae wae wae?? Ummanya juga knapa tuh ga kaya dlu lg? Emg apa yg salah ama hyo rin?
    Gimana reaksinya hyo rin yah kalo tau namja yg gangguin dia itu adalah yoochun?

  9. Ternyata chap 1 nya udh di post ^^
    Cinta segitiga nih kayaknya, tapi aku msih bingung knp omma nya jdi berubah gtu ma hyorin? trs JJ sih berubah gtu mungkin coz ia punya perasaan lbh ma ade nya ea?🙂

    Lanjuut ya eonnie, penasaran knp JJ ma Yoochun musuhan?

  10. ah..mian eon baru baca…kemaren lg males bgt baca ff
    koq sikap jae berubah sih???😦
    wah….aq suka bangt chap 1 x eon….diperebutkan sm namja2 keren😄
    ditunggu lanjutannya ya😀

  11. Ya kshn yuchun smpe ga d knal,tpi wjar jga sih udh brpa thun….
    bingung sm jae koq bsa brubah skapx,apa krn dia udh ngerasa pux prasan lain…
    daebak thor crtax…

  12. Young Hee berkata:

    G gaje kok onn! Bgs malah…😀

    Kyknya bakal ad perang antara JJ oppa n Yuchun oppa! *sok tau bgt* :p

    tp eomma nya kok jd aneh gtu onn? Ad apa sbenernya?

    Next part cpt ya onn! Haha😀

  13. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    sebenernya kenapa jaejoong jd ngejauhin hyo rin? apa karna perasaannya ke hyorin? lah ibunya ngapa juga jd berubah?? ini rating nya nc, siapa sih ntar yg nc an? yoochun ama hyorin kah?? hehhehe … kutunggu cap 2 nya yakk eon…!!! :Dsebenernya kenapa jaejoong jd ngejauhin hyo rin? apa karna perasaannya ke hyorin? lah ibunya ngapa juga jd berubah?? ini rating nya nc, siapa sih ntar yg nc an? yoochun ama hyorin kah?? hehhehe … kutunggu cap 2 nya yakk eon…!!!😀

  14. HaneulChoi97 berkata:

    Kacian yuchun oppa. .
    Sini q pluk *pplaak di tbk jonghyun.
    Msa hyo kgak tau sih kalo yuchun oppa ntuh tmn msa kcl.a?.
    Apa jaeppa ska am hyo??
    Jdi pnsrn nie. .
    Jrng bnget ad ff yg crtain ksh tntng adk-kakak yg jth cinta.

  15. aku mampir n baca eonni, setelah eonni kasi tau d twit abis aku lupa WP ini hee….hee…
    jae n eomma y knp sikap y berubah jadi dingin gt, kalo jae kyk y krn suka sm hyorin deh tp eomma y????? cwo galak itu yoochun toh,,,,,,Tp yoochun ngedeketin terlalu jd buat org takut……
    lanjut part 2……

  16. Miss Kwon berkata:

    ebuset pendek amat eoon..
    Kasihan hyorin-ie..
    Cieh2 bang jeje naksir hyorin..
    Tau ga eon hyorin Sistar ?
    Gara2 namanya sama yg aku bayangin tokoh hyorin itu si hyorin Sistar itu..hehe
    okelah ayo dilanjut ayo dilanjuuut…

  17. firawangkie berkata:

    kereenn…jeje tenyta suka hyo rinn !!
    eomma.ny jeje kejammm bangetttt sama hyo rinn
    cuma awalx aja sayang tahu-tahu.ny ada udang di atas piringggg

    khekhe…chunnie oppa kalo hyo rin gg suka sama oppa mendingan sama aku aja

  18. aduuuhhh aku baru baca ff ini,, padahal udh lama dipostnya -__-
    seruuu .. Si jae kayanya suka dh sama hyo rin,, tpi kenapa sikapnya gitu ke hyo rin -_-
    penasaran sama kelanjutannya ..
    Next .. ~~>

  19. Koq umma ankat.a hyorin jd brubah kayak gituh ?? Kan pdhl dulu enggak..
    Bang JeJe suka sm hyorin yahh !! Tp koq sikap.a dingin banget.. JeJe sm uchun itu rival.. Kaya.a bkalan trjd konflik besar nih *sotoy*

  20. yunnie berkata:

    wah,,ff nya bikin penasaran!!!!
    kasihan banget c Hyo Rin dicuekin umma+jeje,,ntar endingnya dibikin hyo Rin ma chunnie aja..trs jeje ma q..hwkwkwkwkwk..mian thor..

  21. Asri berkata:

    Kyaaa…… mau punya oppa kya jae……#telat#

    wlopun ide awalnya dr kmik, tp pasti akan bbda dr kmiknya…#so tau#
    eunri-ah…… lagiiii… nc-nya… O,O

  22. daebak cerita ya author..
    jaejong oppa kyak ya suka dengan hyo rin dhe..
    eomma ya kenapa bersikap seperti itu.. apa karena jaejong oppa suka hyo rin?
    author boleh minta pass chap selanjutnya?

  23. xiahmiN88 berkata:

    koq jadi pada berubah???
    jangan” jae oppa suka yha sama Hyo Rin??
    penasaran sama kelanjutannya
    baca chap selanjutnya aahhh

  24. TriZheey2992 berkata:

    ouh jdi itu alsnx Jeje ng’jauh dri hyo rin…
    Ah pntsn aja…
    Tpi skapx bkin hyorin sdh…
    Kchn kn dia…
    Oppa rubah skap mu,pling gk kch prhtian g2 k’hyorin…

  25. Dragon_fishy berkata:

    Kyaaaaa
    dah lama gak mampir k blog ini…
    Dah brtaun2 gak baca ff…
    Huaaaa gara2 tuh tugas akhir bikin botak #kagak nanya..

    Sukaaaa ma ceritanyaaa
    neomu neomu joha…

    Chunie jd tokoh jahad ya?? Hiks hiks
    tp gak apa2 deh #reader labil

    jae suka ya ma hyori??
    Jd dy ngindar gituu hoho

    next part aq mo baca…
    Minta’ pw ny dunk..
    Ntar aq kirim lwt Fb …

    Suka ma ceritany :p

  26. leeharim berkata:

    BAGUSSS!!!author kayaknya si jaejoong suka sama hyorin jg kan?? wkwkwkw ini namanya “love triangle between jaejoong and yoochun”…seneng bgt pasti si hyorin disukain 2 namja ganteng hohoooho :p

  27. Boom Park Boom Boom berkata:

    What’s wrong with jaejong ? Hyorin cuma nganggep jj kakak kan ? Ga lebih ? Chingu penasaran ma part slanjutnya hohoho

  28. kimi berkata:

    iiiiiiiii jaejong oppa kenapa kok galak banget sama Hyo rin………….
    hyo rin yang semangat ya…………
    aku lanjut yaaaa eonnie

  29. putrimays berkata:

    aku suka ff ini!!
    knpa sih jae kaya gitu ama hyorin??
    kasian tau hyorinnya..
    trus knpa eommanya juga kaya gitu..
    kasian hyorin
    coba hyorin tau itu namja yg bentak bentak dia si yoochun. pasti beda deh ceritanya. hahaha

  30. anna (niniez) berkata:

    waah,, aku suka ff nya,, jadi yang di prolog itu kayaknya pov jeejong ya,, #masih ragu seh sebenernya,, kayaknya jeejong suka sama hyorin ya, dan jangan2 mamanya tau lagi makanya sikap mereka akhirnya dingin gt ama hyurin,, aduuh,, author suka merendah banget deh,, hehe merendah untuk meninggi ya thor,, perasaan ff nya author bagus mulu tapi authornya ngerasa gaje,, g kok thor,, heheh. bagus2 kok,, heheh mkanya aku jadi suka baca ff yang disini,, hehhe

  31. Sicachu.~ berkata:

    Min, dugaanku bner! Aku td pikir kalo hyo pasti sma jae, tp pas aku liat mreka adik kaka aku jd mikir lain lg. Eh taunya pas mkin ksini si jaenya suka sama hyo, haha jd dugaan pertama aku bner, hehe,
    bgus min, lanjut trus! ~~

  32. Emmy berkata:

    Hallo,slm kenal,ijin ya mampir ke blognya,mau cri ff yg seru akhirnya nemu dsini,mau lanjut bc part 2 dulu boleh ya..makasih

  33. nisa6002 berkata:

    Bagus banget ff nya.
    Aku penasaran bagaimana reaksi hyo rin klau tau namja yg bentak dia itu adalah yoochun teman masa kecilnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s