Gorgeous Twins Chap 1


Warning: Sebenarnya aku worry dengan fanfic ini, takut cingudeul nggak pada suka dengan ceritanya karena takut terkesan membosankan dan nyaris nggak ada seru-seru nya, tetapi aku akan terus berusaha untuk membuat cerita seru dalam FF ini. Oh iya, yang kalimat bercetak miring berarti flasback yaH? Gumawoyo😀

Note for admin : Hehehe Eonnie mianheyo karena OC mu aku bikin begitu ^^ #kabur

 

 AUTHOR : PARK YOON RIE a.k.a Jessie Amelia

Tittle     : GORGEOUS TWINS

Genre   : OC/Romance,

Rating    : PG13/STRAIGHT

Chapter : 1 of 2

Cast   :

  • Kim Jaejoong,
  • Lee Eunri a.k.a admin
  • OC, Kim Jaewoon

 

Summary :

Lee Eunri, sekuntum bunga nan cantik yang sudah sekian lama tak bisa tersenyum karena trauma masa lalu, tiba-tiba muncul dua namja kembar dalam kehidupanya yang ternyata adalah sumber traumanya itu! apakah *niru gaya presenter silet* yang akan terjadi pada Eunri setelah kehadiran mereka? Akankah senyum manisnya kembali? *Jreeng.. jreeng.. Jreeng!! Let’s read this!* #nih author stres yah?wkwkwk😛

 

>>O<<

Kalau tersenyum kau sangat jelek

 

Dong Bang high school *ngarang banget sih nama sekolahnya*, di sekolah ini ada sekuntum bunga cantik yang dingin. Lee Eunri, imegenya di mata seluruh siswa Dong Bang high school adalah ‘Cool beauty’. Namun sebenarnya mereka tak sadar, bahwa sebetulnya seorang Lee Eunri berwajah datar dan nyaris tanpa ekspresi, sosoknya bagaikan seseorang yang tidak punya emosi. Lee Eunri hanya menguping pembicaraan orang dan diam-diam tidur saat sedang belajar.

“Kalau tersenyum kau sangat jelek”

Ucapan itulah yang menjadi penyebabnya, sebuah ucapan yang sukses membuat hatinya sakit dan bahkan trauma, padahal dulu Lee Eunri adalah seorang gadis kecil yang sangat periang, ceria, dan selalu bersemangat.. namun kini Lee Eunri yang dulu bagaikan sudah tiada.

“Selamat pagi..” sapa siswa-siswi Dong Bang high school saat Eunri berjalan di koridor menuju ke kelasnya

“Selamat pagi..” balas Eunri dengan senyum yang di buat-buat

“Waw, neomu yeppo..” puji mereka, ketika Eunri melewati mereka

>>O<<

 

“Ayo semuanya duduk, hari ini kalian dapat teman baru. Waktu kecil mereka pernah tinggal disini, mungkin di antara kalian ada yang mengenali mereka.. Ayo masuk?!”

Dua orang namja tampan sekaligus cantik memasuki kelas itu saat Mrs.Baek YoonJi mempersilahkan mereka untuk masuk, seketika suasana kelas itu menjadi ramai..

“Kyaa, mereka tampan sekali?!”

Hanya Eunri, satu-satunya yeoja di sana yang tidak ikut berteriak histeris

“Dasar, semua yeoja sama saja” ketus beberapa siswa di kelas itu

“Ini si kembar Kim Jaejoong dan Kim Jaewoon, yang rambutnya pirang kecoklatan ini Jaejoong.. kalau yang rambutnya hitam ini Jaewoon” ujar Mrs.YoonJi memperkenalkan

“Mian songsaenim, Joongie itu yang rambutnya hitam” sanggah Jae Woon

“Mweo? Salah ya? mianhamnida habis karena kalian kembar identik ibu jadi susah membedakan kalian” sambung Mrs.YoonJi dengan semburat merah di wajahnya

‘Wae, kenapa mereka hadir dalam kehidupanku lagi?’ pikir Eunri masih tanpa ekspresi

 

“Eunri.. Eunri, kita main yuk?!” seru dua anak kembar itu dengan wajah yang ceria

Di lain hari

“Nih, untukmu Eunri?!” ujar Jaejoong menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya, dia menunjukkan senyum evil miliknya kemudian menyodorkan seekor katak yang sangat besar dan menjijikan pada Eunri.

“Kyaa, Joongie jahat?!” teriak Eunri

Hari dimana si kembar akan segera pindah ke Tokyo, Jepang

“Kalau tersenyum kau sangat jelek” ucapan Jaewoon yang sukses membuatnya trauma dan hati Eunri remuk seketika

 

‘Kenapa mereka pulang, Woonie sumber traumaku dan juga Joongie si penindas. Kenapa mereka harus pulang?’ Eunri bertanya pada dirinya sendiri

“Eunri, kau Eunri kan?” tanya Jaewoon yang lekas menghampiri Eunri dan memeluknya

“Aku kangen sekali padamu, begitu pulang kesini aku ingin segera bertemu denganmu Eunri-a”

“Wah, ternyata si pangeran pernah bertemu dengan cool beauty sebelumnya, ya?” seru siswa-siswi tersebut

“Hei, kalian! Menganggu saja, bisa-bisanya reunian disini. Aku sih tidak peduli, tapi bagaimana dengan songsaenim?” ketus Jaejoong

‘Apa aku akan baik-baik saja?’

>>O<<

 

“Eunri-a, mau pulang ya? pulang bareng, yuk?” ajak Jaewoon sambil berlari menyusul Eunri dan melambaikan tangannya

Jaewoon tersenyum sangat manis pada Eunri kemudian menggandeng tangannya, dan berjalan berdampingan menuju pintu gerbang sekolah.

“Dulu, kita juga sering pulang bareng sambil bergandengan tangan kan?” celoteh Jaewoon

‘Benar, meski Joongie sering menindasku, Woonie sangat akrab denganku. Setiap pulang sekolah kami sering pulang bareng sambil bergandengan tangan dan tersenyum ceria, sampai saat itu…’

“Kalau tersenyum kau sangat jelek”

Eunri menepis kasar tangan Jaewoon dan hendak berlari, namun dengan sigap Jaewoon menarik tangannya dan memeluknya lagi.

“Kenapa kau menghindar?” tanya Jaewoon mendekap erat tubuh Eunri

“Kau sama sekali tak berubah, denyut jantungmu tak berdebar kencang karena aku bukan namja yang kau sukai, kan?” bisik Jaewoon

‘Apa? ini semua juga gara-gara woonie, kan?’

“Ne, sama sekali tidak” tegas Eunri

“Aku suka padamu, Eunri-a. Saranghae, neomu saranghae”

‘Kenapa dia bisa berbicara seakan tak pernah terjadi apa-apa?’ pikir Eunri masih tanpa ekspresi

“Masih gagal juga, ya? padahal aku sedang menyatakan perasaanku padamu, keunddae.. meski kau tak punya perasaan padaku aku tak akan pernah menyerah?!” tekad Jaewoon

‘Lalu kenapa? Dulu kau berkata seperti itu padaku.. aku nggak ngerti’

>>O<<

 

“Eunri-a, dimana kau?” panggil Jaewoon sambil mencari-cari sosok Eunri di seluruh gedung sekolah

Eunri masih bersembunyi di toilet

“Apa sih maksud Woonie, tiap hari dia selalu mengejarku dengan gigih?”

Saat suara Jaewoon semakin jelas terdengar di telinganya, Eunri berlari menyusuri koridor sekolah. Tiba-tiba dia menabrak seseorang.

“Ah, mianhae..”

“Eunri?” tanya orang yang di tabrak Eunri itu dengan wajah bingung

‘Mweo? Joongie? Gawat, dia pasti akan menyiksaku lagi seperti dulu’

Jaejoong yang mendengar suara yang nyaris sama persis seperti suaranya itu semakin mendekat, mengerti dan lekas menyembunyikan Eunri di balik badannya yang tegap. Dia memeluk Eunri dan menyenderkan punggung yeoja itu ke dinding

Dheg! Dheg!

‘Wae, tiap Joongie memelukku.. kenapa jantungku berdebar kencang?’

“Joongie-a, Kau lihat Eunri” tanya Jaewoon dengan pandangan tetap fokus  ke depan,

 Jaewoon sama sekali tidak menyadari kalau sebenarnya Eunri bersembunyi dibalik tubuh saudara kembarnya itu, karena memang sosok Eunri juga terhalang oleh sebuah dinding di sampingnya. *ngerti nggak maksud author? Jadi disamping Eunri itu ada sebuah dinding, nah di belakangnya itu jendela dan Jaejoong yang berada di depannya menyembunyikan tubuh Eunri itu dengan memeluknya. Singkat cerita, Jaejoong seperti berdiri sambil memandang keluar jendela, gitu?!*

“Nggak” jawab Jaejoong singkat

“Kemana ya? tadi dia pergi, ah mungkin ke arah sana?!” ujar Jaewoon yang kemudian pergi ke arah lain tanpa curiga sedikitpun

“Wae?” tanya Eunri sambil menatap mata Jaejoong

“Karena aku ingin menolongmu” jawab Jaejoong sambil tersenyum

“Gumawo” sambung Eunri datar

Jaejoong menjitak kepala Eunri “Yaa! kenapa bilangnya nggak niat begitu? Kau tak tulus berterimakasih padaku?” ujarnya sambil cemberut

‘Dia sama sekali tidak berubah’ pikir Eunri sambil mengingat masa lalunya

Jaejoong yang sering sekali menjahilinya dengan memberikan kodok jelek, ulat dan juga ular mainan, Jaejoong yang sering menjambak rambutnya jika Eunri megikat rambunya dengan kuncir dua, Jaejoong yang pernah mengangkat roknya hingga celana dalamnya terlihat, Jaejoong yang sering membuatnya jengkel dan marah.. padahal saat itu mereka masih SD.

“Gamsahamnida” ujar Eunri sambil tersenyum yang jelas di paksakan

‘Ada apa dengan senyumnya, kenapa hanya begitu? Padahal dulu saat Eunri tersenyum, matanya juga ikut tersenyum.. tapi kenapa sekarang.. aah mungkinkah?’ pikir Jaejoong

“Sudah dulu ya, jaljayo aku mau ke kelas” kata Eunri yang kemudian berlari menuju kelasnya.

>>O<<

 

Saat pelajaran olahraga Eunri dan Jaewoon ketemu di lapangan yang sama *ya iyalah orang mereka satu kelas* walaupun kegiatan olahraga siswa-siswa dan siswi-siswi itu berbeda, hari ini para siswa sedang bermain sepak bola sedangkan para siswi basket. Seperti biasa Jaejoong dan Jaewoon selalu di hampiri banyak yeoja, yeoja-yeoja itu mendekati keduanya.. mata mereka berbinar dan masing-masing dari mereka punya alasan sendiri kenapa bisa terbebas dari olahraga basket. Jaewoon merespon sikap yeoja-yeoja itu dengan ramah dan penuh dengan senyum, sementara Jaejoong mengacuhkan mereka dengan seenaknya.. dengan sikapnya yang benar-benar ketus dan menyebalkan. Sedangkan Eunri tetap bersiaga walaupun sedang berada di lapangan.

‘Pokoknya, jangan sampai dekat-dekat’ pikir Eunri, yang kembali fokus latihan mendrible bola

Saat Eunri masih sibuk latihan mendrible bola, Jaewoon diam-diam mendekatinya.. Jaewoon menghampiri Eunri lalu mengekor di belakang Eunri. Saat mendengar langkah kaki seseorang yang tampaknya begitu dekat dengannya, Eunri menoleh dan mendapati Jaewoon sedang tersenyum padanya.

“Annyeong, drible mu oke juga?!” sapa Jaewoon, Eunri berjalan cepat meninggalkan Jaewoon disana

“Bahaya, Lee Eunri” tiba-tiba terdengar teriakan beberapa teman sekelasnya, saat posisinya sudah cukup jauh dari Jaewoon

Buuugh! Bola sepak itu pun sukses mengenai wajah Eunri dengan mulus, Sret! Darah segar jatuh dari hidungnya.

“Kyaa, cool beauty mimisan?!” teriak teman-teman sekelasnya histeris

Eunri terduduk di hamparan rumput hijau itu sambil terus mencoba menghentikan pendarahan di hidungya, Ia tidak menangis.. tidak juga tampak marah pada dua namja yang seenaknya menendang bola sepak itu ke sembarangan arah, benar-benar tanpa ekspresi.

‘Aigoo, malunya bukan kepalang’ pikir Eunri,

seseorang berlari ke arah Eunri yang masih terduduk di atas rerumputan, ia melepas jacket olahraganya kemudian memakaikannya di tubuh Eunri, lalu membersihkan darah Eunri dengan segera menggunakan saputangan miliknya

“Tahan ya?”  bisik orang itu lembut “Kajja, kita ke ruang kesehatan Eunri-a” lanjutnya

Jaewoon berlari menghampiri keduanya dengan cemas “Eunri-a, gwaenchana? Biar aku yang…”

“Kau tak usah ikut?!” potong orang itu sambil menatap Jaewoon tajam

“Keunddeu, Joongie..”

“Naiklah ke punggungku?!” perintah Jaejoong pada Eunri, dan Eunri menurut.. Jaewoon hanya bisa memandang siluet keduanya dengan nanar

“Gumawo, Joongie. Aku bisa jalan kok?!”

“Cerewet?!” ketus Jaejoong

‘Dulu juga pernah begini, waktu kecil saat kedua lututku terluka karena jatuh.. dia menggendongku. Meski tubuh kami sama kecilnya, Joongie berjuang menggendongku pulang sampai ke rumah’

 

“hikz.. hikz.. appo?! Umma, appo…”

“Berisik ah, jangan nangis arraseo?!”

“Hikz..hikz Joongie jahat! Kasar sekali pada Eunri.. Hikz.. hikz umma…’

“Jangan nangis?!” bentak Jaejoong

 

‘Sekarang punggungnya lebar, namun tetap hangat’

“Aku berat, kan? Turunkan saja aku!”

“Kau nggak berat, bawel?!”

‘Hii, tetap saja galak.. tidak pernah berubah’

“Kau ini, ringan kok?!”

‘Joongie yang kasar, selama ini aku selalu bermain dengan Woonie yang baik, jadi aku tak pernah memperhatikan Joongie. Keunddae, meski dia kasar dia selalu menolongku tiap kali aku dalam masalah. Dulu, juga sekarang.. kehangatan punggungnya masih sama seperti dulu.. begitu hangat, Joongie yang hangat’

>>O<<

 

Hari ini Eunri pulang telat karena kebagian tugas piket, saat keluar dari sekolah.. Eunri menengadah ke arah langit dan cuaca tampak mendung.

“Akhirnya selesai juga, semoga hujan jangan turun dulu soalnya aku tidak bawa payung” gumam Eunri

“Lama sekali, ngapain aja sih?” terdengar suara yang tak asing baginya

“Joongie?”

“Bukan, ini aku?!”

“Woonie..”

“Akhir-akhir ini kau dekat sekali dengan Joongie, padahal dulu kau benci dia. Dia sering menindasmu, kan?” tanya Jaewoon sambil menyondongkan tubuhnya ke dekat Eunri

“Tapi sebenarnya dia sangat baik..” sanggah Eunri

“Rasanya jadi cemburu, padahal aku selalu baik padamu” potong Jaewoon menyentuh wajah Eunri dan hendak mencium bibirnya

“Jangan..” ujar Eunri

Tiba-tiba dengan gerakan cepat seseorang menendang tubuh Jaewoon sampai Jaewoon terdorong dan terjatuh ke tanah.

Bruuuk!

“Apa yang kau lakukan, Woonie?” tanya seseorang dengan nada marah

“Joongie..” ujar Eunri dengan suara lirih

“Wah ada pengganggu?!” sambung Jaewoon sambil tersenyum dan memegang perutnya yang sakit karena di tendang Jaejoong “Padahal aku ingin melihat ekspresi manis di wajah Eunri” lanjut Jaewoon

“Gara-gara Woonie, gara-gara Woonie bilang begitu.. aku jadi sangat terluka. Woonie tak mengerti, kan?” bentak Eunri pada akhirnya

“Apa maksudmu?” tanya Jaewoon dengan ekspresi super bingung

“Dihari kalian akan pindah, kau menemuiku dan berkata.. Kalau tersenyum kau sangat jelek”

“Eunri..” kaget Jaejoong sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan

“Joongie?” tanya Eunri heran

“Kau jadi tak bisa tersenyum karena memikirkan soal itu? bukan aku, aku tak pernah bilang begitu pada Eunri.. yang bilang begitu Joongie” jawab Jaewoon

“Mweo?” kaget Eunri dan hujan pun mulai membasahi tubuh mereka

“Waktu mau pindah dia keluar pakai baju seragamku, dia pasti pura-pura jadi aku dan bicara begitu pada Eunri”

Eunri memandang Jaejoong penuh, namja itu tampak menyesal

“Mian, aku tidak bermaksud…”

“Joongie jahat…” teriak Eunri yang kemudian berlari menjauh dari Jaejoong dan Jaewoon mengikutinya, Jaejoong hanya terdiam di tempat bak patung. Sementara Eunri terus berlari kencang diikuti Jaewon di belakangnya

“Jadi itu sebabnya kau selalu menghindariku, Eunri-a? Pantas aku sampai bingung, sejak dulu Joongie memang suka mempermainkanmu. Tenang saja, aku tak akan pernah berbuat begitu?!”

‘Bukan Woonie, jadi semuanya gara-gara Joongie..’

Jaewoon mengenggam tangan Eunri dan menatap penuh yeoja itu “Kalau begitu, kau bisa suka padaku kan.. Eunri-a?”

‘Ini salah Joongie, keunddae.. aku harus kembali’

Eunri melepas genggaman tangan Jaewoon “Mianhae, aku harus kembali kesana”

Eunri berlari kencang meninggalkan Jaewoon di belakangnya

‘Benar-benar tidak akan pernah membalas perasaanku ya?’ pikir Jaewoon sambil terus memperhatikan siluet Eunri yang semakin menjauh, pandangannya seketika berubah kosong… Bagaimanapun Jaewoon sangat mencintai yeoja itu, air matanya menetes karena sakit dalam hatinya kembali terasa

‘Aku harus bertanya kenapa dulu Joongie ngomong begitu, apa betul karena dia iseng?’ pikir Eunri sambil terus berlari

Di depan gerbang sekolah, Jaejoong masih berdiri disana sambil menunduk menatap tanah.. air mata yang jatuh dari sudut matanya tersamarkan oleh air hujan yang mengguyur tubuhnya

“Dari tadi kau disini? Padahal kan hujan deras.. nanti kau bisa sakit, Joongie?! Kenapa dulu kau bicara begitu? Apa karena kau benci aku?” tanya Eunri

“Bukan, dulu kau sangat membenciku Eunri-a. Itu sebabnya aku ingin berbaikan denganmu sebelum pindah, aku pura-pura jadi Woonie dan menemuimu.. lalu kau tersenyum begitu manis. Senyum yang tak pernah kulihat sebelumnya, senyum yang mungkin hanya kau tunjukkan pada Woonie saja.. tidak padaku. Aku sungguh envy padanya…” cerita Jaejoong dengan suara lirih

“Kalau tersenyum kau sangat Jelek, entah kenapa pada akhirnya kata itu yang terucap dari bibirku?” lanjutnya

“Jangan-jangan, dulu kau suka padaku?” tanya Eunri

“Bukan”

“Mweo?”

“Bukannya ‘Dulu’, aku suka padamu sampai ‘sekarang’.. bukan hanya dulu” jelas Jaejoong, namun Eunri tetap tanpa ekspresi

“Hei, tadi aku menyatakan perasan padamu!” ujar Jaejoong sambil menyentuh wajah Eunri “Maaf ya, gara-gara aku kau jadi…” lanjutnya, namun Eunri tetap tanpa ekspresi.. membuat Jaejoong kesal sampai muncul 2 tanduk kecil berwarna merah di kepalanya *lebay mode on*

“Yaa! bikin kesal saja, padahal aku deg-degan setengah mati tadi, Menjengkelkan?!” bentak Jaejoong yang kemudian mencium bibir Eunri, membuat wajah Eunri bak udang rebus sekarang

“Rasakan?!” ketus Jaejoong sambil tersenyum, lalu hendak mencium Eunri lagi

“Joongie jahat! Kau nggak berubah dibanding waktu mengangkat rokku dulu!” teriak Eunri

“Hah? Memangnya aku pernah berbuat begitu?”

“Eh?” tanya Eunri bingung

“Kalian sedang apa sih?” tanya seseorang dari arah belakang

“Jangan-jangan…” teriak Jaejoong dan Eunri bersamaan

“Wae?” tanya orang itu heran

“Woonie, yang dulu jahil padaku.. kamu, ya?” tebak Eunri

“Hehehe, ketahuan deh…” jawab Jaewoon sambil nyengir kuda

‘Jadi semuanya ulah Woonie?’

“Eunri kan nggak suka Joongie, jadi sekalian saja kubuat Joongie jadi penjahatnya. Tak kusangka Joongie juga punya ide yang sama, namanya juga kembar identik! Cara pikir dan minat kami juga sama, sepertinya hati kami hanya ada satu. Aku juga suka Eunri, Eunri kau adalah cinta pertamaku juga.. dan aku sama sekali tak akan menyerah” cerita Jaewoon

“Aish, Ikut-ikutan saja kau ini…” bentak Jaejoong

“Eh, jangan berantem lagi. Mulai sekarang, kita rukun-rukun ya?” sela Eunri yang kemudian menggandeng tangan mereka.

‘Si kembar yang cakep, membuat aku jadi bingung. Dan akan makin bingung di kemudian hari’

>>O<<

 

-Jaewoon’s Pov-

Pagi ini aku berpapasan dengan Eunri di jalan saat hendak berangkat sekolah, seperti biasa Eunri selalu cantik. Tapi pemandangan kemarin itu benar-benar membuat hatiku sakit, aku lihat mereka berciuman.. jantungku serasa ditikam beribu-ribu pisau belati. Joongie saudara kembarku, tapi aku tidak mau kalah darinya. Eunri harus bisa menjadi milikku.

“Eunri-a, selamat pagi?!” sapaku sambil tersenyum padanya

“Pagi Woonie, kau tak bersama Joongie?” tanya Eunri padaku, lagi-lagi Joongie.. apakah hanya ada Joongie yang ada di dalam kepalanya? Memangnya apa bedanya Joongie denganku? dalam segala hal kami sangat mirip.. wajah, suara, bahkan postur tubuh. Tapi wae?

“Dia bangun kesiangan” jawabku

Aku masih TK waktu pertama kali bertemu dengan Eunri, waktu kecil kami sering berpindah-pindah membuat kami harus terus beradaptasi dengan ligkungan baru.

 

“Ibu kenalkan teman baru kalian, rukun-rukun dengan mereka ya?”

“Wah tampangnya sama” seru teman-terman yang lain

“Songsaenim, sini-sini duduknya di sebelah Eunri saja! Mulai sekarang kita berteman, ya?” Eunri langsung menerima kami, saat itu dia tersenyum sangat manis dan menggandeng tangan kami

“Kita selalu rukun, ya?” lanjut Eunri dengan wajah cerah

Bersahabat meski dalam waktu singkat, dalam waktu 30 detik dia sudah memberiku ucapan yang sangat kuharapkan, kulihat Joongie hanya terbengong melihat sikap Eunri itu.

“Iya” balasku sambil tersenyum ceria

 

“Hei, Eunri-a. Apa kau benci padaku karena dulu aku sering pura-pura jadi Joongie dan menjahilimu?”

“Kenapa tanya begitu?”

“Waktu itu kau belum memberiku jawaban, aku masih penasaran”

“Aku tak benci padamu”

“Horeee!!” aku berseru kegirangan lalu menggandeng tangannya lagi, aku sungguh tidak ingin melepaskan genggaman tangan kami ini walau hanya sesaat.

“Kalau Joongie?” tanyaku lagi, kulihat wajahnya memerah seketika

‘Jawabannya sudah terlontar, dia tidak benci Joongie tapi mencintainya. Keunddae, sampai kapanpun aku tak akan pernah menyerah. Akan kubuat Eunri jatuh cinta padaku juga’

“Woonie! Kenapa kau cuci semua seragamku, hah?” teriak saudara kembarku dari arah belakang, begitu aku menoleh Joongie langsung menarik kerah seragamku dengan kasar. Seperti itulah sosoknya.. selalu bersikap kasar pada semua orang termasuk aku saudara kembarnya sendiri, tapi aku percaya walau kepribadian Joongie seperti itu sebenarnya dia baik hati dan sangat menyayangiku. Dia hanya egois dan keras kepala, sama seperti aku.. tidak mau kalah dari siapapun.

“Apa maksudmu? Gara-gara kau aku jadi terlambat?!” lanjutnya yang kemudian menggandeng tangan Eunri “Kajja, Eunri-a”

‘Tampaknya kakakku ini juga sangat mencintai Eunri, haruskah aku mengalah padanya?’

“Hei kau sedang apa, kenapa kau diam saja disitu? Kau juga ikut, Woonie?!” ujar Joongie yang kembali menoleh padaku, aku hanya tersenyum padanya, lalu aku pergi ke sebelah kiri Eunri dan menggandeng tangannya. Joongie juga masih menggandeng tangan kanannya, dan kami main tarik-tarikan rebutan Eunri.

“Yaa, hentikan! tanganku sakit, Aish kalian ini selalu saja menyiksaku” protes Eunri dan kami hanya bisa terkekeh

Meski kami memendam perasaan masing-masing, dan aku belum mau melepas cinta pertamaku… aku masih ingin.. kami bersama-sama sebentar lagi. Kurasa kau juga sama kan, hyung?

>>O<<

 

-Jaejoong’s Pov-

Benar-benar menyebalkan anak itu, setelah dia menjadikanku penjahat di hadapan Eunri, sekarang dia seenaknya mencuci semua seragamku?! Apa maksudnya? Curang sekali hanya karena ingin aku tak bertemu Eunri hari ini, dia seenaknya berbuat begitu. Kalau ketemu awas saja kau, ya? akan kuberi kau pelajaran, karena bahkan kau tak pernah memanggilku hyung.. menjengkelkan. Walau kami hanya berbeda 15 menit, aku kan tetap kakaknya.

Karena tidak ingin sampai bolos sekolah karena insiden ini, aku memasuki kamar Jaewoon dan lekas mengacak-ngacak lemarinya dan memakai salah satu seragam sekolah miliknya. Rasakan, tak akan kubereskan lagi pakaian-pakaian itu. Aku dan Woonie memang tidak pernah akur, sikapnya yang sangat manja berbeda sekali denganku.. yang lebih parah sikap jail nya kelewatan, dia selalu saja membuatku marah dan kesal. Tapi biarpun begitu, aku sangat menyayangi adik kembarku itu.

Aku mempercepat lariku menuju sekolah, karena sekolah kami tidak terlalu jauh dari rumah.. kami lebih suka berjalan kaki sambil berolahraga daripada membawa mobil, motor, ataupun sepeda. Dan ketika aku hampir sampai di sekolah, aku melihat Woonie sedang berjalan sambil menggandeng Eunri.. mereka tampak begitu akrab, membuatku envy untuk kesekian kalinya.

“Woonie! Kenapa kau cuci semua seragamku, hah?” teriakku dari arah belakang, dengan nafas yang masih tersenggal-senggal karena lelah berlari, aku lekas mencengkram kuat kerah bajunya. Woonie hanya diam seperti biasa, dia yang manja memang tidak suka kekerasan, makanya dia tak pernah melawanku dengan kekerasan lagi, tetapi dengan sikap jahilnya.

“Apa maksudmu? Gara-gara kau aku jadi terlambat?!” lanjutku yang kemudian menggandeng tangan Eunri “Kajja, Eunri-a” ajakku pada Eunri, tidak terdengar langkah kaki lagi di belakang kami

‘Aish, jangan-jangan dia menangis lagi.. dasar cengeng’

“Hei kau sedang apa, kenapa kau diam saja disitu? Kau juga ikut, Woonie?!” ujarku yang kembali menoleh padanya, seperti biasa dia hanya tersenyum padaku,

lalu aku lihat Woonie pindah ke sebelah kiri Eunri dan menggandeng tangan kirinya. Aku sendiri juga masih menggandeng tangan kanannya, alhasil kami main tarik-tarikan rebutan Eunri.

“Yaa, hentikan! tanganku sakit, Aish kalian ini selalu saja menyiksaku” protes Eunri dan kami hanya bisa terkekeh menanggapi sikap nya yang akhirnya mulai terlihat sebuah ekspresi kesal di wajahnya.

‘Yup, tampaknya tidak lama lagi Eunri akan meninggalkan image wajah datarnya. Ini kemajuan yang cukup bagus, kami akan mengembalikan senyummu lagi Eunri-a’

Meski kami memendam perasaan masing-masing, dan Woonie belum mau melepas cinta pertamanya sama seperti aku… aku masih ingin.. kami bersama-sama sebentar lagi. Kurasa kau juga sama kan, saengi?

>>O<<

 

-Eunri’s Pov-

Apa-apaan sih si gorgeous twins ini, di pikirnya aku mainan.. mereka selalu menarik kedua tanganku seenaknya, kan sakit.. menyebalkan sekali.

“Yaa, hentikan! tanganku sakit, Aish kalian ini selalu saja menyiksaku” protesku dan mereka hanya terkekeh kecil menanggapi sikapku.

Aku memang lebih menyukai Joongie.. mungkin aku mencintainya, tapi aku juga suka sama Woonie. Gorgeous Twins benar-benar membuatku bingung, kemarin keduanya menyatakan perasaan yang sama terhadapku. Lalu siapa yang harus aku pilih untuk menjadi pacarku? Kalau aku pilih Joongie, aku tidak tau apa yang akan terjadi pada Woonie, lalu kalau aku pilih Woonie.. aku juga tidak tau apa yang akan terjadi pada Joongie? Lalu siapa yang harus aku pilih, Joongie yang kasar ataukah Woonie yang lembut?

Aku takut, aku takut kalau aku memilih salah satu diantara mereka.. persahabatan kami akan hancur dan semuanya berubah, walau bagaimanapun aku masih ingin.. kami bersama-sama sebentar lagi, karena aku yakin sekali suatu hari mereka pasti akan pindah lagi. Meninggalkanku seperti dulu, membuatku merasa sedih dan kesepian karena harus kehilangan gorgeous twinsku.

Appa juga Umma Joongie dan Woonie memang sering pindah tempat karena pekerjaan yang menuntut mereka, dan tentu saja Joongie dan Woonie harus selalu mengikuti kemanapun kedua orang tuanya pergi. Kim Ahjussi adalah seorang arsitek, sedangkan eomonim adalah seorang pelukis terkenal.. keduanya sama-sama selalu ingin berkeliling dunia dan gorgeous twin hanya bisa menurut saja.

“Jadi kau pilih siapa?” tanya Joongie dan Woonie bersamaan

‘Astaga dalam waktu yang sama mereka punya pertanyaan yang sama pula, eottokhae? Siapa yang harus aku piih?’

“Aku belum mau memberi keputusan, jadi kita bersahabat dulu saja ne?”

“Tapi kami tidak punya banyak waktu, mungkin kami ada di seoul hanya sampai kelulusan sekolah kita saja.. Umma dan Appa harus pindah lagi” sambung Woonie dengan raut wajah sedih

“Mweo? Memangnya setelah itu, kalian akan kemana?” tanyaku kaget setengah mati, sudah kuduga mereka akan pindah lagi

“Sydney, mereka ingin pindah kesana” jawab Joongie dengan ekspresi yang sama dengan Woonie

“Mweo? Kalian becanda kan? Selama ini kalian kan hanya pindah ke negara-negara yang masih wilayah Asia timur, benarkah tahun depan kalian harus pindah ke Benua Australia? Wae? Kenapa singkat sekali, kenapa hanya 1.5 tahun lagi kita bisa bersama-sama seperti dulu?” tanyaku, aku merasakan cairan hangat membasahi pipiku. Menangis, benarkah aku si yeoja tanpa ekspresi dan emosi ini menangis?

“Eunri-a, di satu sisi aku sangat bahagia karena akhirnya kau menangis.. tidak tanpa ekspresi lagi, tapi di sisi lain aku juga begitu sedih karena harus berpisah denganmu lagi, Eunri-a” ujar Woonie dengan suara serak, aku lihat dia juga menangis

“Kyaa!” teriak Joongie tiba-tiba *merusak suasana aja tuh Jaepa*

“Ada apa Joongie?” tanyaku dan Woonie panik

“Kenapa daritadi kita malah mengobrol? Lihat sudah jam 8.30, kita benar-benar terlambat ke sekolah” jawab Joongie setengah berteriak sambil memperhatikan jam tangannya

“Mweo?” teriakku dan Woonie bersamaan, dan kami pun mempercepat lari kami menuju sekolah. Alhasil kami bertiga di hukum, kami di suruh berdiri di tengah lapangan sampai jam istirahat kedua tiba. Sial sekali, mana cuacanya panas terik

‘Setidaknya masih ada waktu untuk kami bertiga selalu bersama dan aku harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, andai saja waktu bisa berhenti. Aku benar-benar ingin terus bersama-sama dengan mereka’

-Pukul 12.30-

Sial, masih setengah jam lagi badanku sudah pegal semua dan aku mulai pusing, Seung Ho songsaenim jahat sekali.. untung aku sudah sarapan tadi.

“Joongie-a” ujar Woonie, wajahnya tampak pucat.. aku jadi cemas

“Wae?”

“Aku pusing dan badanku pegal semua” rengek Woonie manja, yah ternyata mereka memang tidak pernah berubah

“Bertahanlah sedikit lagi, kau itu namja bukan sih?” ketus Joongie

“Memangnya kau tidak? kita kan kembar identik?!” protes Woonie

“Aigoo, tentu saja sama.. aku kan manusia biasa juga, keunddae ada bedanya?”

“Apa itu?” tanyaku

“Dia tadi sudah sarapan sedangkan aku belum, ini semua gara-gara dia yang seenaknya mencuci semua seragamku. Aish, perutku lapar sekali?! Dasar songsaenim killer, awas saja?! Kapan-kapan akan ku balas dia?!” celoteh Joongie

“Kau belum sarapan? kyaa! Woonie, ini semua salahmu” kagetku, karena sekarang wajah Joongie juga terlihat pucat

“Arra, aku minta maaf.. tahan saja?! Aish, aigoo kepalaku terasa berat sekali, aku pusing gila”

“Diam kau, jangan manja!” ketus Joongie pula

Ya Tuhan aku khawatir sekali sama mereka, aku harap hukuman ini tidak membuat mereka sakit.

“Boleh tidak aku pingsan?” tanya Woonie tiba-tiba

“Yaa, pabo-ya! Michi, masa mau pingsan bilang-bilang dulu” sambung Joongie yang kemudian tertawa terbahak-bahak, sedangkan Woonie hanya mengerucutkan bibir cherry nya

‘Aigoo, dia sangat cute kalau sedang cemberut’

“Kau jangan pingsan Woonie?! Memangnya kau tidak malu, aku saja yang seorang yeoja tidak sampai pingsan” ujarku kemudian

>>O<<

 

-Normal Pov-

“Ada apa dengan Joongie dan Woonie, kenapa hari ini mereka berdua kompakkan tidak masuk sekolah?” tanya Eunri cemas, karena hari ini dua bangku disampingnya itu kosong

‘Jangan-jangan mereka sakit, Aish mentang-mentang mereka kembar identik sakit aja sampai barengan?!’ pikir Eunri, membuatnya tidak konsen pada pelajaran ‘Pulang sekolah aku harus ke rumah mereka’ lanjutnya

>>O<<

 

“Yaa, kau jangan sakit donk?! Kalau kau sakit nanti aku juga ikutan sakit, aigoo.. padahal lusa kita ada ujian, aku tidak mau sakit.. eottokhae?” tanya Jaejoong sambil menggerak-gerakkan badan Jaewoon yang tersembunyi di balik selimut

“Mau bagaimana lagi aku sangat pusing dan..”

“Dingin, badanku lemas.. tuh kan benar? Masa aku ikutan sakit juga sih?” potong Jaejoong

“Apa masalahnya? Bukankah dari kecil kita juga sering seperti ini, kalau salah satu di antara kita sakit.. berikutnya jadi dua-duanya yang sakit. Tidak usah protes, ini resiko karena kita kembar identik. Kurasa hati kita benar-benar hanya ada satu” celoteh Woonie sambil menggigil kedinginan di balik selimutnya

“Aish, kenapa dingin sekali?!” sambung Jeajoong ikut menggigil

“Terang saja, kau hanya memakai T-shir sama celana panjang” jawab Jaewoon mengintip sedikit pada Jaejoong yang masih berdiri disamping ranjangnya

“Joongie aku sangat pus…”

“Aish, kepalaku juga pusing sekali” potong Jaejoong pula

“Mweo? Kurang ajar, daritadi kau potong ucapanku terus?!” bentak Jaewoon sambil menggembungkan pipinya “Sana, kalau kau juga sakit istirahat saja tidak usah merawatku. Kemarin benar-benar sial sekali, setelah panas-panasan.. pas pulang sekolah langsung hujan deras, aigoo?! Besok-besok aku tidak sudi jalan kaki lagi” lanjutnya, dengan bibir yang sudah memutih itu

Jaejoong yang cemas langsung menyentuh kening saudara kembarnya itu, matanya membesar seketika “Omo! Demam mu tinggi sekali?!” kaget Jaejoong yang kemudian mengambil thermometer di dalam laci meja lampu JaeWoon “Gigit ini!” perintahnya

Jaewoon pun menuruti Jaejoong, setelah beberapa menit dia pun menyerahkan thermometer itu kepada Jaejoong. “Nih..”

“Mweo? 39,4 derajat celcius, ini gawat” teriak Jaejoong panik, dia pun mengambil es di dalam kulkas kecil itu kemudian mengompres adik kembarnya itu

“Hei, hei.. kau juga?! Gigit thermometer itu!” perintah Jaewoon, Jaejoong pun menurutinya

“Sudah, nih.. aku ke bawah dulu mau membuatkan bubur untukmu ya?” kata Jaejoong lekas pergi tanpa memeriksa thermometer itu

“Kyaa! 39,9 derajat celcius, lebih panas dariku. Aku heran kenapa dia masih kuat beraktivitas dengan suhu sepanas ini” teriak Jaewoon panik

Praang! Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dari arah bawah

“Apa itu? jangan-jangan hyung pingsan, lagi?! Aish, dasar bodoh?!” kaget Jaewoon, bangkit dari posisi tidurnya dan lekas keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke arah dapur.

“Hyung, apa yang terjadi?” tanya Jaewoon panik

“Eh? Itu.. badanku terasa lemas dan kepalaku tiba-tiba sakit sekali, makanya panci itu tiba-tiba jatuh dari genggamanku, tumben kau memanggilku hyung!” jawab Jaejoong sambil tersenyum

“Sudah kau tidak usah memaksakan diri untuk merawatku, istirahatlah. Aku akan menelpon dokter?!” ujar Jaewoon yang kemudian pergi keruang tengah dan menelpon dokter

Bruuukk! Terdengar suara seseorang jatuh, tiba-tiba Jaewoon merasa semakin pusing.. setelah selesai menelpon dokter dia pun berjalan dengan gontai ke arah dapur dan mendapati Jaejoong yang sudah tidak sadarkan diri

“Hyung, kau kenapa?!” tanyanya, sedetik kemudian pandangannya semakin buram dan gelap *nah lho, pingsan dua-duanya*

 

=>TO BE CONTINUED<=

                                                                                                                  

Udah dulu yaH? Ngetiknya cape.. ayo kasih komen dan kritik, cz next chap mau di protect, jangan jadi SILENT READER, jadilah GOOD READER! aku cape bikinnya tau.. jadi mohon dukungannya. GAMSAHAMNIDA #Bow ^^

Note for Admin : Eonnie, jadi mau pilih yang mana nih. Jaejoong atau Jaewoon? ehehehe😀

 

 

 

 

 

 

 

 

19 thoughts on “Gorgeous Twins Chap 1

  1. loverz_j berkata:

    annyeong ..
    Mian , aq numpang bc

    wahhh ….
    Keren critanya ….

    Hmmm … Pilih yg mana ya eunri nnti’y ??

    Nah lo … Pingsan 22’y ,,
    ntar pasti eunri yg ngerawat mrk

  2. Huweeeeeeeeee kembar?bingung klo kyk gni.jaejoong aja deh,walapun galak tp kan baik.jaewoon manja orgnya *susah byngnnya* tp klo 22nya buat eon jgn2 gpp wkwkwkw
    gumawo saengi dah bikinin eon ff.eon bacanya senyam senyum sendiri td.

  3. Huweeeeeeeeee kembar?bingung klo kyk gni.yg mana aja blh deh.tp jaejoong jgn2 blh,walapun galak tp kan baik.jaewoon manja orgnya *susah byngnnya* tp klo 22nya buat eon jgn2 gpp wkwkwkw
    gumawo saengi dah bikinin eon ff.eon bacanya senyam senyum sendiri td.

  4. Haeni berkata:

    Hahaha crita kembr nya lucu. Gx bs milih lw aq mah. Tp lw hrs milh jg aq plh joongie dong hehehe.
    Koq d protect sih?
    lanjut chingu…

    • Kan kalo imajinasiku ngalir trs next chappie endingnya say, mkanya mau dprotect tapi kalo imajinasiku nggak berhenti mungkin Ada kemungkinan jg fic ini cerita nya jd panjang entar…🙂

      Gumawo lanjutan nya silakn tunggu in aja yah? ^^

  5. osmickyo berkata:

    hahahaha….Cool beauty lawannya gorgeous twins???Penasaran ma chap selanjutnya..hahahaha..Lanjut onnie…^^Q pilih JJ oppa unnie…^^

  6. euchan she peef berkata:

    perasaan ini cerita pernah aku baca deh..
    Kaya di komic cerita ny unn.. *sotoy*

    kyaa!!
    Seruu bgt unn ff ny..
    Lanjutin yh unni..🙂
    fighting!!^^

    • Jinjja? Komik karya siapa tuh? Eon nggak suka baca komik, klo bca novel sih sering. Jdi eon sama sekali nggak nyontek/plagiat dri komik tuh, mungkin mirip ajah kalie yah nmanya jg FF kdang suka mirip ma novel,komik,film ataupn Kdrama🙂
      Emng cerita nya mirip bgt yah? Pdhl fic ni ngalir gtu ajah dlm imajinasiku😀

      Siip, silahkn tunggu ajah lanjutannya ^^

  7. Ayara berkata:

    Kyaa suka joongie,karakternya kaya di drama”, cowo ganteng yang ketus n kasar tp sebenernya hatinya baek…
    Duh kesian gergeous twins sakit begitu, mana umma appanya kok anaknya sakit ga diurusin?

  8. park ji hee berkata:

    huwa daebak ceritanya keren abiz… wah jeje kembar. dah da 1 za dah histeris pa gi da 2. duh gmn donk jdnya dua2nya pngsan… lanjutin chingu

  9. hahahahaha,, kembar yg lucu ..
    Kok dcrta ini qu ngebyngin qlo yg jd jaewoon,changmin ya!? Abis’a kn mrk tukang berantem jg,hha *jadi kangen*
    crta’a bgs ‘n ringan bngt alur’a ,ga sulit dcerna (?) ,hhe

  10. Kyaaa beruntung’a jd eunri d rebutin ama 2namja ganteng.dah ketebak jg sih eunri lebih suka ama jaejoong daripada ama jaewoo.meskipun orang itu baik tdk menjamin se2orang bkl suka ama dia,begitupun ama jj birpun orang’a pikasebelen tp eunri ttp suka.
    Lanjut thor ff’a….amja ganteng.dah ketebak jg sih eunri lebih suka ama jaejoong daripada ama jaewoo.meskipun orang itu baik tdk menjamin se2orang bkl suka ama dia,begitupun ama jj birpun orang’a pikasebelen tp eunri ttp suka.
    Lanjut thor ff’a….

  11. Young Hee berkata:

    Hah, pingsan dua2nya?? Trus sapa yg nolongin mreka? Hehe…😀

    Klo jd Hyo Rin, aq bakal pilih JJ oppa dong! *g ad yg nanya* haha :p

    next part di protect? Gmn cara minta PW nya? Aq mau!🙂

  12. skolastika berkata:

    waah, aku seneng banget bacanya..ceritanya bagus aku juga punya komic nya
    emm, kira kira eunri/sara piling yang mana ya ? joongie/kiyo atau woonie/mio huh..
    lanjutin ceritanya ya thanks😀

  13. chunnie_man berkata:

    Kembar gmn bisa bdeain apalagi sukanya sama.kasihan jdi eunrii ditarik2 dan disukain sm 2cwok.envy banget.lanjutaNnya lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s