Confession Heart


Annyeong readers. Saya Kim Jaeyu, salam kenal^^

Saya memberanikan diri untuk membuat FF di blog ini heheh.

Dan ini adalah FF NC Saya yang pertama😄😄

Jadi kalo ada yang kurang srek dengan FF ini, saya mohon komennya.

Agar saya bisa mengoreksi kesalahan saya ^^

Terimakasih~~

 Admin warning : FF INI NC21 JD BAGI READER YG PUASA JGN BACA YA TAR PUASANYA BATAL.NUNGGU AJA LEBARAN BARU BACANYA ATO MLM2 BACANYA #SESAT:mrgreen: …TP KALO MSH MAU BACA YA BIARLAH KALIAN DAN YG MAHA KUASA YG TAU *DEUH BHSNYA*


*****confession Heart*****

Genre : romance (NC21) oneshoot

Author : Kim Jaeyu a.k.a yuli ^^

Cast :  Kim Jaejoong as Kim Jaejoong

Lee Sunjoong as Lee Sunjoong

Kim Jaejin (fiction) as Kim Jaejin

And TVXQ member

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“ ya Kim  Jaejoong!,berikan mainan itu padaku!”

“andwe!mainan ini punyaku!”

“huwaaaaaaa!kau jahat!!aku akan bilang ke omma!”

“bilang saja weeeeeee!”

eomma!!”

***

Persaudaraan, sesuatu yang indah bukan?yah! itu benar. Dengan adanya saudara kita bisa saling berbagi. Seperti aku dan saudara kembarku kim Jaejin. Dari kecil selalu bersama, bahkan  sampai dewasa. Tapi ternyata, kebersamaan itu tak bertahan lama. Aku sibuk dengan urusanku, begitu pun dengan Jaejin.

“Jaejoong-ssi, sebentar lagi naik panggung.”

“ne hyeongnim, arraseoyo.”

Itulah pekerjaanku sekarang seorang penyanyi.

*Kim Jaejin Pov”

Aku, seorang mahasiswa arsitektur di salah satu universitas di korea. Ya mungkin banyak orang berpikir, kenapa aku tidak mengikuti jejak Kim Jaejoong saudara kembarku. Itulah perbedaanku dengannya. Meskipun kami kembar, tak berarti kami punya ketertarikan yang samakan? Disinilah aku sekarang, mengejar mimpiku menjadi arsitek terkenal.

“Kim Jaejin!!”

Ku mendengar seseorang memanggilku. Saat ku menoleh untuk melihatnya ternyata dia adalah Lee Sunjoong. Wanita yang aku sukai sejak 2 tahun yang lalu. Seorang mahasiswa keperawatan yang satu universitas denganku. Wanita yang sangat manis dan juga baik hati. Aku sebenarnya sudah lama ingin menyatakan perasaanku, tapi aku belum berani.

“sunjoong-ah…”

“darimana?perpus ya?”

“sudah tahu Tanya, hehehe.”

Dia memukul kepalaku pelan. Aku hanya bisa tersenyum.

“kita makan yuk!” ajaknya

“baiklah. ee Sunjoong-ah!”

“waeyo??”

“ah anio, kajja!”

Kami pun menuju kesalah satu tempat makan yang tak jauh dari kampus. Tempatnya cukup nyaman, dan sangat bagus. Kamipun langsung memesan makan. Tak berapa lama, makanannya pun datang. Hah~ keadaan seperti ini, seperti kami sedang kencan saja. Seandainya aku sudah jadian dengannya.

“Jaejin-ah, ayo dimakan makanannya.”

“ne~~~”

Aku pun memakan makananku sambil tidak henti-hentinya memandangi makhluk cantik didepanku. Aku bisa melihat Sunjoong tersipu malu.

“Sunjoonh-ah…” ucapku membuka pembicaraan

“waeyo?” tanyanya

“sarangahae!”

Entah darimana keberanian untuk menyatakan perasaanku timbul. Aku melihat terkejutnya Sunjoong saat aku menyatakan perasaanku. Apakah yang akan dia katakan? Dia akan menerimaku atau tidak? Pikirku was-was.

*Kim Jaejoong Pov*

Akhirnya selesai juga pertunjukanku hari ini. Sangat melelahkan, yah tapi aku tidak boleh mengeluh. Aku bergabung dengan salah satu boy band yang sangat terkenal di korea. TVXQ nama grup kami. Kami beranggotakan 5 orang laki-laki. Aku, Kim Junsu, Park Yoochun, Shim Changmin dan Jung Yunho yang adalah leader kami. Butuh pengorbanan untuk bisa menjadi aku yang seperti ini. Kami berada di backstage untuk istirahat dan makan tentunya.

“asiikkk!makan!!!”

Itu Changmin, maknae kami yang sangat doyan makan. Tapi, badannya tidak pernah melar. Memang aneh.

“aku capek!Yunho hyeong. Pijitan aku dong~~” rengek Junsu manja pada Yunho.

“mwo?kau ini, aku juga capek. Pijit saja sendiri” balas Yunho sambil melemparkan bantal ke wajah Junsu. Junsu hanya bisa memanyunkan mulutnya yang mungil. Aku hanya bisa tertawa melihat Junsu.

“sini chagie~~aku pijitin yah!”

Tiba-tiba Yoochun menghampir Junsu dan langsung memijit pundak Junsu. Junsu begitu kegirangan, karena soulmatenya datang membantunya.

“hyeong! Kau tak makan?” kata Changmin dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“ani, nanti saja.”

Aku sangat menyanyangi mereka, seperti aku menyanyangi kembaranku Jaejin. Tapi akhir-akhir ini aku jarang sekali menghubunginya. Karena pekerjaanku yang sangat padat. Bagaimana keadaannya sekarang??.

~~~~~~one year later~~~~

*Kim Jaejin Pov*

Akhirnya, aku sudah jadian dengan Sunjoong. Wanita yang sangat aku cintai. Kukira dia akan menolakku saat aku menembaknya,tapi ternyata dia menerimaku. Aku senang sekali. Kami sudah berhubungan hampir satu tahun,dan sebentar lagi anniversary kami. Aku ingin memberikannya kejutan saat perayaan anniversary kami nanti. Tiba-tiba handphonku berbunyi. Tertera dilayar handphone nomor yang tak kukenal. Aku pun mengangkatnya.

“yeoboseyeo?”

“Jaejin-ah…” balas orang diseberang

“KIM JAEJOONG!”

Aku terkejut, karena yang menelpon adalah Jaejoong. Akhirnya kami bisa berhubungan lagi.

“waeyo?kau ganti nomor lagi?” tanyaku

“ne, nomorku yang kemarin sudah banyak fans yang tahu. Dan aku selalu diganggu mereka.” Jelasnya

“resiko artis” timpalku

“ha~~aku capek jadi artis”

“itu keinginanmu,jadi kamu harus terima resikonya.”

“aku malas mendengar ceramahmu.”

“hahahah. Dimana kau sekarang?”

“menuju rumah.” Balasnya

“benarkah?aku juga akan segera pulang, sampai ketemu dirumah.”

Aku begitu senang, kami akan bertemu lagi. Sejak kepergian orang tua kami, Jaejoong hampir tidak pernah pulang kerumah.

*Kim Jaejoong*

Aku menggendarai mobil ford hitamku menuju kerumah. Tempat yang begitu aku rindukan. Tentu saja dengan orang yang menempati rumah itu. Aku bisa membanyangkan bagaimana jadinya saat aku dan Jaejin bertemu lagi. Di pertengahan jalan, tiba-tiba seekor kucing hitam lewat didepan mobilku. Dengan cepat aku mengeram mendadak dan hampir menabrak tiang listrik. “hampir saja” gumamku. Tapi, tanganku terkena pecahan kaca yang membuatku terluka.

“omo!gwaenchanayo?”

Tiba-tiba seseorang datang menghampiriku. Ternyata seorang wanita. Untung saja aku memakai masker, jadinya wajahku tak terlihat.

“gwaenchana, hanya terluka tak parah kok.” balasku dengan menahan sakit.

“tak parah?ini bisa infeksi kalau tak segera di obati. Chamkanmanyo!”

Aku hanya terdiam melihatnya yang begitu sibuk sendiri. Aku melihat, sepertinya dia mengeluarkan semacam obat merah dan pembalut luka. Pembalut luka itu, dia basahi dengan obat merah.

“mungkin agak perih, ditahan ya.” Ucapnya sambil memberikan lukaku dengan obat merah tadi.

“awwww!” jeritku kesakitan.

“tenanglah, sebentar lagi selesai.”

Dia membalas perkataanku sambil membalut luka-lukaku. Wajahnya begitu tenang dan cantik! Baru kali ini aku bertemu dengan wanita seperti ini.

“nah, selesai!” ucapnya dengan senyum tersungging di bibirnya.

“gomawo.”

“anio. Hmmm kau pake masker, apa kau flu?” Tanyanya sambil menunjuk maskerku

“ah ne,..” balasku.

“hmmm. Kalau begitu aku pergi yah. Hati-hatilah menyetir. Annyeong.”

Wanita itu pun pergi meninggalkanku. Siapa wanita itu?ah!babo aku bahkan lupa menanyakan namanya.

*Author Pov*

Kim Jaejoong pun sampai dirumahnya. Ternyata dirumah sudah ada Jaejin.

“Jaejoong!apa yang terjadi padamu?” Tanya Jaejin yang begitu terkejut dengan keadaan kembarannya.

“ani,,tadi ada kecelakaan kecil.” Balas Jaejoong tenang. “tapi, untungnya ada seseorang yang menolongku.” Sambungnya.

“syukurlah. Ayo makan dulu. Aku sudah membuatkan makan malam.”

Jaejin dan Jaejoong menuju ke meja makan dan melahap makan malam mereka. Tak henti-hentinya mereka mengobrol. Melepas kerinduan mereka.

“oh ya,, Jaejin-ah ada yang ingin ku…”

“tunggu!aku juga ada yang inginku katakan.” potong Jaejin

“ah~~kurom, mwo?”

“aku….aku…” ucap Jaejin terbata-bata

“mwo?aku apa?” Jaejoong ikut penasaran

“aku, sudah punya pacar!” ucap Jaejin Mantap

“jinjayo?nugu?perlihatkan fotonya padaku!” Jaejoong begitu semangat ingin mengetahui kekasih Jaejin.

“shiro!nanti kamu menyukainya.” Ucap Jaejin dengan menggoyang-goyangkan telunjuknya

“aishhh….kau tahukan aku bukan pria seperti itu. Ayo!perlihatkan!”

Dengam setengah hati, Jaejin pun memperlihatkan foto kekasihnya itu pada Jaejoong. Saat melihat foto tersebut, Jaejoong terkejut. Wanita itu adalah wanita yang barusan saja menolongnya saat dia kecelakaan tadi.

“ottokhe?yeopo na?”

“ah ne, neomu yeopo”

Jaejin terus berceloteh tentang hubungannya dengan kekasihnya. Dan Jaejoong? Dengan setia mendengarkan celotehannya.

“siapa namanya?” Tanya Jaejoong, membuat Jaejib berhenti berceloteh.

“nde?oh namanya, Lee Sunjoong.” Jawab Jaejin sambil tersenyum.

‘jadi namanya Sunjoong?’ batin Jaejoong.

“sebentar lagi, anniversary kami. Aku ingin memberikan kejutan buatnya.” Celoteh Jaejin lagi.

“kejutan apa yang ingin kau berikan?” Tanya Jaejoong sambil menyeruput jus jeruknya.

“aku ingin menyanyikan sebuah lagu buatnya.”

Jaejoong hampir menyemburkan jus jeruk yang diminumnya setelah mendengar perkataan Jaejin.

“mwo?jinjayo?hahahahaha” jaejoong tertawa terbahak-bahak

“ya, Kim Jaejoong. Harusnya kau tidak menertawakannku.” Seburat kekesalan tampak di wajah Jaejin

“mian..mian hahahaha” tawa Jaejoong semakin menjadi.

“ajari aku!”

Seketika tawa Jaejoong terhenti mendengar perkataan Jaejin yang ditujukan padanya.

“kau serius?” Tanya Jaejoong

“ne!” balas Jaejin mantap

“chowa!aku akan mengajarimu”

Jaejin begitu gembira karena Jaejoong mau mengajarinya menyanyi. Tak henti-hentinya Jaejin memeluk Jaejoong dan mengucap terima kasih padanya.

*Kim Jaejoong Pov*

Hari ini kami mengadakan konser lagi. Semuanya berjalan dengan lancar. Fans kami senang, kami juga senang. Yang lain menuju keruangan istirahat, aku menuju ke toilet

“hyeong, kami tunggu di ruangan istirahat.”

“ne, Changmin.”

Setelah selesai dari kegiatanku di toilet. Tiba-tiba handphoneku bordering. Tertera di layar nomor yang tak kukenali.

“yeobosaeyo?”

“Kim Jaejoong?” ucap orang yang diseberang

“ne, nugusaeyo?” tanyaku

“begini….”

*Lee Sun Joong Pov*

Hari ini adalah hari anniversary ku dan Jaejin. Aku datang ketempat dimana Jaejin menyuruhku datang.

“wah!!TVXQ!TVXQ!ada di TV!”

Terdengar teriakan beberapa orang wanita yang berada disebelahku. Berisik sih, tapi ini kan tempat umum. Aku tak bisa menyuruh mereka diam. Saat aku berpaling, aku langsung melihat keTV besar yang ada di depanku.

“KIM JAEJIN!” gumamku karena melihat pria yang ada didalamnya. Tapi saat ku lihat tulisan dibawahnya, ternyata tuliannya bukan Kim Jaejin. Ternyata hanya mirip, pikirku. Sudah hampir jam 9 malam, tapi Jaejin belum datang juga. Aku tetap dengan sabar menunggunya. Dan akhirnya, aku melihat sosok yang ku kenal datang menghampiriku. Ya Kim Jaejin datang. Dengan memakai kaus putih dilapisi jas biru tua,Jaejin terlihat begitu tampan. Aku melambaikan tanganku agar dia dapat melihatku.

“lama menungguku?” tanyanya

“ani..” balasku, sambil mengusap peluh di wajahnya yang bak malaikat

“mianhada~.ini untukmu.” Jaejin memberikanku sebuket bunga lili putih padaku.

“gomawo~~” ucapku sambil mencium pipinya.

Kami pun duduk dan mengobrol. Jaejin terlihat begitu lain. Aku hanya bisa senyum-senyum sendiri melihatnya.

“waeyo?ada yang aneh di wajahku?”

“anio, hanya saja kau terlihat lain.”

Tiba-tiba Jaejin beranjak dari kursinya dan menuju kedepanku.

“jaejin-ah,apa yang kau lakukan?”

“dengar dan lihatlah aku”

Aku hanya menuruti perkatannya. Aku melihat sekeliling, begitu banyak orang yang memperhatikan kami. Terdengar seseorang bernyanyi. Ternyata Jaejin. *JJ-for you*

Aku terkesima mendengar Jaejin bernyanyi. Suaranya begitu indah. Ekspresi wajahnya begitu sendu. Setelah selesai bernyanyi, Jaejin menghampiriku. Terlihat kotak kecil yang ada ditangannya.

“mungkin ini tak begitu indah, tapi semoga kau menyukainya.”

Jaejin membuka kotak tersebut, dan ada cincin dengan berlian berwarna merah didalamnya. Aku begitu terkejut. Jaejin pun memasangkan cincin itu di jari manis sebelah kanan.

“jaejin-ah,neomu yeopo.”

“kau menyukainya?”

Aku hanya bisa menganggukkan kepaku. Aku memeluknya erat, diapun membalas pelukanku. Aku menangis gembira dipelukannya. Jaejin pun melepaskan pelukannya.

“waeyo?uljima yo~~~” ucapnya sambil menghapus air mataku

“ini air mata bahagia.” Jawabku.

Aku bisa melihat senyuman Jaejin. Senyumannya begitu indah. Jaejin menatapku, aku balas menatapnya. Mata Jaejin, baru kali ini aku melihat mata Jaejin begitu berbeda,berwarna coklat terang. Dia pun mendekatkan wahahnya padaku dan mencium bibirku.

*Kim Jaejoong pov*

Disini aku sekarang. Berperan sebagai KIM JAEJIN kembaranku. Sekarang aku yang bersama dengan kekasihnya dan sedang menciuminya. Untung saja, Sunjoong tak memperhatikanku. Berarti penyamaranku berhasil.

Sunjoong membalas ciumanku. Sunjoong memberikan sensasi yang berbeda pada ciumannya. Dan aku baru merasakan sensasi seperti ini. Tak lupa, aku memainkan lidahku dengan lidahnya Sunjoong. Aku menghisap lidahnya dalam. Tangan Sunjoong meremas rambutku, dan menekannya untuk memperdalam ciumannya. Tangan Sunjoong tiba ditekingaku, dan merabanya. Seketika ciumannya berhenti.

“waeyo hosh hosh?” tanyaku dengan napas tesengal-sengal

“telingamu, kau menindik telingamu?” tanyanya balik

“ne, kau tidak menyukainya?”

Dia menggelengkan kepalanya dan hanya tersenyum.

“aku menyukai, apa yang ada didirimu.” Ucapnya sambil menciumku kembali.

Ciuman Sunjoong lebih liar dari sebelumnya. Sungguh, aku ingin seperti ini terus. Tanganku se masukkan kedalam pakaiannya,  Sunjoong menghentikan ciumannya, dia menatapku, aku pun menatapnya.

“sepertinya kita butuh tempat” bisiknya di telingaku. Terlihat senyum nakal di wajahnya. Aku pun membalas senyuman.

Kami pun menuju ke mobil, dan pergi kesuatu tempat. Pertamanya aku bingung, harus pergi kemana. Dan ternyata Sunjoong menyuruhku pergi ketempatnya. Wah! Aku benar-benar terkejut dengan perkataan Sunjoong. Dengan kecepatan tinggi, aku melajukan mobilku ke rumah sunjoong.

Tak berapa lama kami pun sampai dirumahnya. Aku menoleh padanya. Diapun menoleh padaku.

“apa kau yakin?” tanyaku meyakinkan

Sunjoong mendekatkan wajahnya dan menciuminu. Kembali gairahku muncul atas tindakan Sunjoong. Di melepaskan ciumannya dan mengelus pipiku lembut.

“aku yakin, aku percaya padamu” balasnya.

Aku dan Sunjoong pun keluar dari mobil dan masuk kerumahnya. Saat tiba di ruang tamu, aku menarik tubuh Sunjoong dan menciumnya. Sunjoong memberikan respon padaku, dia membalas ciumanku. Aku mendorongnya ke dinding. Ciuman kami pun menjadi lebih liar dan suasan menjadi semakin panas. Sunjoong melingkarkan kakinya di pinggangku.

“ehhhhhmmm……..”

Lenguhan Sunjoong terdengar. Gairahku pun semanik memuncak. Tangan Sunjoong berusaha membuka pakaianku. Dan aku mempersilahkannya. Aku pun, dengan ganasnya merobek pakaian Sunjoong. Sunjoong hanya diam dengan perbuatanku. Kami berhenti berciuman. Nafas kami beradu. Aku bisa melihat dari mata Sunjoong bahwa dia pun bergairah.

“jaejin-ah~~?”

“sunjoong-ah~~”

Aku kembali menciumnya. Dari bibirnya aku turun ke leher jenjangnya.aku membuat kissmark dilehernya. Aku mendengar lenguhannya lagi. Akhirnya, pakaianku pun terlepas. Sunjong meraba absku dengan lembut. Aku merasakan, kejantananku ingin segera keluar dari tempatnya.Setengah dada Sunjong terlihat. Bra masih membungkus dada Sunjoong yang padat berisi itu, Aku meramasnya.

“jaejin…ahhhhhhhhh~” lenguh Sunjoong. Sepertinya dia menikmati apa yang kulakukan.  Dengan masih menciumnya, Aku membawa Sunjoong ke kamarnya dan membaringkannya ditempat tidur. Aku merobek seluruh pakaiannya dengan ganas. Tinggallah bra yang bisa ku lihat. Aku menciumi dadanya sambil meremas kedua gundukan kenyalnya itu.

“ahhhhh…..ssshhhhhh” erang Sunjoong.

Tanganku pun menuju ke kaitan branya dan membukanya. Terbebaslah kedua gundukan itu. Aku membuang sembarang branya. Segera aku melumat payudara Sunjoong. Sunjoong meramas rambutku karena merasa kenikmatan.

“Jaejin….kau…ahhh…hebaaaaaat..” rancau Sunjoong.

“ini baru permulaan.” Balasku dengan senyum devilku. Sunjoong memukul pundakku pelan.

Setelah bermain-main dengan kedua payudaranya. Aku menuju ke perutnya dan menjilatinya. Tak lupa dengan pusarnya. Sunjoong menggeliatkan tubuhnya. Aku kembali keatas dan menciumi bibirnya. Seketika Sunjoong membalikkan badanku. Kini posisinya ada diatasku.

“my turn.” ucapnya dengan evilsmirk tersungging dibibirnya.

“go a head.”

*Lee Sunjoong Pov*

“go a head.” Ucap Jaejin mempersilahkan aku untuk merasakan tubuhnya. Tanpa berpikir panjang, aku melumat bibirnya dan menghisap dalam lidahnya. Aku pun turun ke lehernya. Ku jilati lehernya. Terdengar lenguhan keluar dari mulutnya. Ku hisap lehernya sampai meninggalkan tanda. Dia hanya meremas rambutku lembut. Aku memandanginya, Dia tersenyum penuh arti. Aku menuju dadanya yang bidang. Ku raba dadanya. Aku menjilati nipplenya.

“ooooohhhhhhhhhh~” lenguhannya terdengar lagi, tapi lebih panjang dari sebelumnya.

Ku hisap nipple kanannya. Tanganku meraba nipple kirinya. Aku turun sampai di absnya. Absnya benar-benar menggoda. Gairahku kembali memuncak. Aku meraba absnya dengan kedua tanganku. Lebih turun dan turun, aku samapi di tempat privatenya. Kejantanannya masih terbungkun dengan celana yang dikenakannya. Aku pun membuka kaitannya dan menurunkan celanan dan dalamannya. Sekarang Jaejin sudah naked seutuhnya. Aku tergoda ingin merasakan kejantannya yang sudah berdiri tegak.

“taste me” suruh Jaejin padaku. Aku memegang kejantanannya, meremas dan memijatnya perlahan.

“aoooowwwhhhhhhh yeeeaaaaah…” lenguhan Jaejin terdengar. Setelah puas dengan memijat dan meremasnya, tanpa menunggu lama aku memasukkannya kemulutku.

“oh!damn!” terdengar Jaejin terkejut dengan apa yang kulakukan. Tanpa mepedulikannya aku langsung memaju mundurkan kejantanannya di mulutku.

“oohhhhhhhhh….fasterrrr  babe!” rancau Jaejin. Aku pun mempercepat temponya. Lenguha-lenguhan panjang dan liar terdengar dari mulut Jaejin.

“sunjoong-ah….aku….mau…..akkkhhhhhhh~”

Cairan Jaejin menyembur dimulutku. Sedikit keluar dari mulutku cairan Jaejin. Aku pun menelan sisa cairan Jaejin.

“youre so good babe.”

Pun Jaejin menarikku keatas dan mengembalikan ke posisi semula, dia diatasku. Jaejin menindihku. Ku dapat merasakan dada kekar Jaejin menekan payudaraku. Jaejin menciumi bibirku dengan ganas. Sampai-sampai menggigit bibirku bawahku.

“awwww!” rintihku

“ah..mian!aku begitu bersemangat.” Ucapnya. Dia pun menciumiku kembali.

“ my turn.”

Dengan tak hentinya, Jaejin meraba,mengelus, menjilat dan menghisap setiap senti tubuhku. Aku benar-benar kewalahan mengadapinya.

 

*Kim Jaejoong Pov*

“my turn.” Ucapku.

Aku menjelajahi seluruh tubuh Sunjoong tanpa ada yang terlewatkan. Sunjoong kembali menggeliatkan tubuhnya. Erangan, dan lenguhan seksi selalu keluar dari mulutnya. Saat tiba di daerah kewanitaannya, aku langsung melepas rok mini yang dikenakannya. Tak lupa dengan dalaman warna merahnya. Sunjoong sudah sangat basah. Aku pun merabannya terlebih dulu.

“ahhhh Jaejinnnnnnn……” erang Sunjoong.

Kemudian aku regangkan kakinya. Aku menunduk dan langsung merasakan kewanitaannya. Spontan Sunjoong menjepit kepalaku.

“ooooohhhhhh……aaaaahhhhhhhh…” terdengar erangnnya lagi.

Aku menggigit klitorisnya. Terdengar jeritan darinya. Tapi aku terus melakukan kegiatanku. Sunjoong hanya bisa menerima serang-seranganku padanya. Jari-jariku pun ku mainkan. Aku memasukkan dua jari sekaligus di lubang kenikmatannya.

“akkkkkkhhhhhhh!” jeritnya.

Aku memaju mundurkan jari-jariku. Sunjoong kembali meliukkan badannya. Aku bisa melihat Sunjoong begitu menikmati permainanku.

“Jaejin..aaahhhhhhhh…jangan…hosh..meng..godakuuuu..” rancaunya. Aku pun mengeluarkan jari-jariku.

“aku akan memulainya.” Ucapku.

“cepatlah…” Sunjoong begitu tak sabaran. Aku menggesek-gesekan kejantannanku di daerah kewanitaannya.

“Jaejin!” bentaknya. Aku tersenyum karena melihat ketidaksabarannya. Akupun  membuka lebar kakinya.

Perlahan aku memasukkan kejantananku.

“akhhh…sakiiiiit.” Rintih Sunjoong membuatku terhenti.

“sakit?apa kita berhenti melakukannya?” tanyaku pada Sunjoong. Air mata keluar dari matanya.

“lakukanlah…ciumi aku saat kau memasukkannya” ucapnya.

Aku menciumi dahinya dan matanya. Kembali aku memasukkan ujung kejantananku. Aku menurutinya dan menciuminya saat aku memasukinya. Terdengar jeritan yang tertahan karena aku meciuminya. Aku berusaha memasukinya lebih dalam. Sunjoong begitu sempit karena masih perawan. Aku bisa merasakan kejantananku menembus pertahan Sunjoong. Akhirnya, aku pun bisa memasukinya dengan sempurna. Aku berhenti menciuminya. Nafas kami beradu. Kami saling menatap.

“aku berhasil.”

“ya..kau berhasil.”

Aku pun perlahan memaju mundurkannya. Pertamanya terdengar rintihan kesakitan dari Sunjoong. Tapi lama kelamaan rintihan itu menjadi erangan kenikmatan, karena Sunjoong sudah menikmatinya.

“jaejinnn….hmmmmm…ahhhhhhhh”

Lenguhan dan erangan Sunjoong membuatku mempercepat tempoku. Aku begitu menikmati, surga yang diberikan Sunjoong padaku. Meskipun, sebenarnya buka harus aku yang melakukan ini. Tapi Jaejin.

“aaaaaahhhhhhhhhh…..Jaejin…ur so gooooooood!!!”

Aku lebih mempercepat tempo permainanku. Tak lupa aku memberikan kissmark di lehernya dan bermain dengan kedua payudaranya. Aku menaikkan pinggulnya agar aku memasukinya lebih dalam. Sebentar lagi kami akan mencapai klimaks.

“jaeeejiiiiiin…….aku mau….ahhhhh….keluar….”

“bersama…hosh..hosh..hosh…”

“jaejinnnnnnnnnn…..”

“sunjoooooonggggggggggg…..”

AKKKHHHHHH~~ kami keluar bersama. Aku membasahi cairan cintaku di rahim Sunjoong. Aku ambruk di atas Sunjoong. Nafas kami tersengal-sengal. Aku membelai rambut Sunjoong yang menutupi wajahnya.

“teri..ma ka..sih…” ucapnya terputus-putus

“anio,,harusnya aku. Kau memberikan dirimu padaku” kataku sambil kembali mengulum bibirnya.

Aku pun berbaring disampingnya. Sunjoong mendekat dan memelukku. Aku menutupinya dengan selimut. Dan kami pun terlelap.

 

*Author Pov*

Setelah kejadian itu, Sunjoong dan Jaejoong menjadi semakin dekat. Sampai saat ini Jaejoong belum mengatakan yang sebenarnya pada Sunjoong. Hari ini, Jaejoong sedang latihan vocal bersama dengan member TVXQ yang lain.

“Jaejoong..Kim Jaejoong!” Yunho meneriakinya karena dia melihat Jaejoong hanya diam saja setelah selesai latihan vocal.

“waegure??” Tanya Yunho

“ani..” jawab Jaejoong singkat

“apa kau memikirkan masalahmu dengan Sunjoong?” pertanyaan Yunho sontak membuat Jaejoong terkejut.

“bukan! bukan karena itu!”

Yunho yang mendengar jawaban Jaejoong semakin penasaran dengan apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. Yunho mendekati Jaejoong dan duduk disebelahnya.

“seharusnya kau mengatakan yang sebenarnya pada padanya.”

Jaejoong hanya diam tak menanggapi Yunho. ‘tak segampang itu Yunho’ batin Jaejoong.

“aku tahu itu tak gampang. Tapi lebih baik kau katakan, sebelum dia mengetahuinya. Dia akan sangat kecewa bahkan akan marah padamu.”

“aku akan mempertimbangkannya Yunho. Tapi bukan sekarang. Gomawo atas masukannya.”

Jaejoong pun pergi meninggalkan Yunho sendirian. Jaejoong menaiki mobil ford hitamnya dan melaju tanpa tujuan. Tiba-tiba handphonenya berbunyi, tepatnya handphone Jaejin. Terlihat nama Sunjoong yang tertera dilayar handphone, Jaejoong pun mengangkatnya.

“ne chagi??”

“hari ini kau ada dirumah?”Tanya Sunjoong

“hmmm seperti iya,waeyo?”

“kita makan malam dirumahmu yah. Aku masak buatmu.”

“jinja?baiklah. annyeong”

Waktu sudah menunjukkan waktu jam 7 malam. Sunjoong akhirnya sudah sampai di rumah Jaejoong. Sunjoong pernah sekali kerumah dan bertemu Jaejin. Agar mempermudah Sunjoong masuk kerumah itu Jaejin membuatkan kunci cadangan rumah untuk Sunjoong.

Sunjoong melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah tersebut. Rumah tampak sepi dan gelap. Karena Sunjoong sudah tahu seluk beluk rumah itu, ia pun menuju ke dapur untuk memasak.

Sampai sekarang Sunjoong belum mengetahui bahwa Jaejin mempunyai saudara kembar. Dirumah Jaejin pun tak terpajang foto Jaejin dengan Jaejoong. Jaejin ingin memberitahukan yang sebenarnya pada Sunjoong setelah dia melamar Sunjoong. Tapi ternyata keadaan itu takkan pernah terjadi.

Sunjoong sampai ruang tengah. Tiba-tiba Sunjoong melihat pot yang berisi bunga lili putih. Sunjoong tersenyum melihatnya. Sunjoong menuju ke pot tersebut. Angin malam saat itu lumayan kencang. Sampai-sampai gorden jendela melayang-layang. Saat Sunjoong ingin menyentuh bunga tersebut, sekelabat kaim putih tersingkap dan membuka sesuatu yang ada dibalik kain putih tersebut.

“astaga!” gumam Sunjoong setelah melihat apa yang ada dibaliknya. Ternyata itu adalah foto Kim Jaejin, dengan bingkai foto terdapat pita hitam disudut-sudut bingkainya. Betapa terkejutnya Sunjoong saat melihat itu.

“Jaejin-aa~” Sunjoong melangkahkan kakinya untuk menggapai foto tersebut.

Beberapa menit kemudian, Jaejoong pun tiba dirumahnya.

“Sunjoong-a, kau sudah….”

Ucapan Jaejoong terhenti saat melihat Sunjoong yang sedang memeluk foto Jaejin.

“Sunjong-a…”

“siapa kau!kau siapanya Jaejin ha!” bentak Sunjoong

“Sunjoong, biar ku jelaskan,”

“diam! Oh Tuhan betapa bodohnya aku. Aku sudah memberikan diriku pada orang lain selain Jaejin! Akhhhh!” Sunjoong begitu sangat emosi.

“Sunjoong, aku adalah saudara kembar Jaejin!” ucap Jaejoong setengah berteriak

“mwo?saudara kembar?Jaejin tidak pernah mengatakan kalau dia…”

“mianhae. Harusnya aku mengatakan yang sebenarnya padamu.”

“jadi, kau…”

“Kim Jaejoong.” Ucap Jaejoong sambil menundukkan kepalanya. Sunjoong benar-benar shock mendengar semuanya. Sunjoong hanya bisa menangis segekukan sambil memeluk foto Jaejin. Jaejoong menghampirinya, tapi Sunjoong selalu menolaknya. Jaejoong benar-benar merasa bersalah.

“katakan, hiks,,katakan apa yang terjadi pada Jaejin”  Sunjoong pun buka suara

“Jaejin…”

*flash back*

*Kim Jaejoong Pov*

Hari ini kami mengadakan konser lagi. Semuanya berjalan dengan lancar. Fans kami senang, kami juga senang. Yang lain menuju keruangan istirahat, aku menuju ke toilet

“hyeong, kami tunggu di ruangan istirahat.”

“ne, Changmin.”

Setelah selesai dari kegiatanku di toilet. Tiba-tiba handphoneku bordering. Tertera di layar nomor yang tak kukenali.

“yeobosaeyo?”

“Kim Jaejoong?” ucap orang yang diseberang

“ne, nugusaeyo?” tanyaku

“begini kami dari kepolisian ingin mengatakan bahwa, Kim Jaejin mengalami kecelakaan beruntun. Harap anda bisa datang kerumah sakit sekarang diruang UGD.”

Aku begitu terkejut memndengar apa yang terjadi pada Jaejin. Dengan terburu-buru aku pergi ke rumah sakit untuk menemuinya. Saat tiba, aku melihat begitu banyak perban dan selang yang ada pada diri Jaejin.

“JAEJIN!” teriakku saat aku berada disampingnya

“jae..joong…” ucap Jaejin terbata-bata

“ya!ya!aku disini!” aku memegang tangannya dengan hati-hati

“to..long aku…”

“apapun!katakanlah!

“Lee…Sun..Joong..”

Air mata terus mengalir dari mataku. Saudara kembarku sedang sekarat. Aku tak tahu harus  melakukan apa.

“nde?kenapa?”

“temui dia…dan..ekh..berikan..ini..pada..nya”

Aku mengambil barang yang diberikan padaku. Aku memandanginya. Wajahnya penuh dengan luka. Tapi Nampak senyum yang begitu indah tersungging dari wajahnya.

“Jaejin-ah~~ hiks”

“jagalah..dia untukku. Buatlah dia..mencintaimu. berjanjilah..uhuk uhuk padaku Kim Jaejoong”

Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku sambil menangis. Jaejin mengelus kepalaku dan mengusap air mataku.

“aku tidak bisa…”

“kau..pasti bisa. Buatlah aku dan dia bahagia, Kim..Jae..joong”

Tangannya jatuh dan tergeletak,matanya tertutup diikuti bunyi dari layar kecil yang ada disampinya.

“JAEJIN!KIM JAEJIN!!DOKTER!!!!!!!!!!!!!!”

*end Flash Back*

*Author pov*

Setelah mendengar cerita yang sebenarnya dari Jaejoong, Sunjoong langsung melangkah keluar dari rumah tersebut.

“Sunjoong!” ucap Jaejoong sambil menahan tangan Sunjoong agar tak pergi. Sunjoong sekilas melihat kearah Jaejoong. Dia hanya menggelengkan kepalanya, dan melepaskan tangan Jaejoong dari tangannya. Dia pun pergi meninggalkan Jaejoong. Jaejoong hanya bisa menatap kepergian Sunjoong.

——————–

Setelah semua sudah diketahui. Jaejoong dan Sunjoong tak pernah lagi ketemu. Jaejoong selalu menelpon dan mengirim SMS padanya tapi tak pernah dibalas. Jaejoong begitu khawatir padanya.

“Jaejoong, aku siap-siap” ucap Yunho padanya.

Jaejoong pernah mengirim pesan padanya bahwa dia akan mengadakan konser. Jaejoong pun sudah mengirimkan tiket khusus padanya. Tapi sama sekali tak ada respon. Jaejoong ingin sekali bertemu dengan Sunjoong, ingin melihat keadaannya,memeluknya dan menciumnya. Meskipun hanya sekali.

Akhirnya konser mereka pun dimulai. Jaejoong tak ingin mengecewakan member yang lain. Dia akan tetap melakukannya dengan professional. Meskipun ada masalah yang dihadapinya.

Konser berjalan selama 2 jam. Mereka semua pun menuju ke ruanga istirahat. Tampak peluh membasahi wajah tampan kelima pria itu. Tiba-tiba Jaejoong beranjak dari ruangan tersebut.

“hyeong mau kemana?” Tanya Junsu dan Changmin bersamaan

“hanya ingin mencari udara. Pasti aku kembali.”

Jaejoong pun menyusuri koridor panjang. Langkah Jaejoong terhenti saat mencium aroma parfum yang begitu sangat dikenalinya. ‘tak mungkin dia disini’ batin Jaejoong. Dia pun melanjutkan langkahnya. Dari belakang dia mendengar langkah kaki yang mengikutinya. Karena penasaran Jaejoong pun membalikkan badannya. “kau!” ucapan Jaejoong tertahan. Ternyata orang yang dilihatnya adalah Lee Sunjoong.

“annyeong.” Sapanya

Jaejoong masih terkejut dengan situasi yang dialaminya. Dia pun melangkahkan kakinya menuju ke wanita itu.

“kau datang?”

“kau yang mengundangkukan?”

“tapi..tapi…ku kira..”

“aku takkan datang?”

“yah”

Jaejoong memandangi wajah Sunjoong. Tangannya mengelus pipi halus Sunjoong.

“I miss u” ucapnya lembut

“aku tahu, makanya aku kesini”

Jaejoong tersenyum mendengar jawaban Sunjoong.

“jadi, apa yang membawamu kemari?”

“Jaejin, yang memintaku datang”

“Jaejin?”

“ne. Dia datang di mimpiku, dia mengatakan yang baik-baik tentangmu. Dan…” ucapan Sunjoong terputus

“dan?” Jaejoong penasaran

“berbahagialah dengan dirimu.”

Jaejoong begitu sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Jaejin melalui Sunjoong.

“dan, bagaimana menurutmu?”

“apakah kau bisa membahagiakanku?” Tanya Sunjoong balik bertanya

Jaejoong tertawa mendengarnya. Tiba-tiba Sunjoong mencium pipinya. Jaejoong menghentikan tawanya dan memandang Sunjoong. Tatapan mereka beradu. Perlahan Jaejoong mendekatkan wajahnya ke wajah Sunjoong. Mata Sunjoong pun tertutup, dan Jaejoong menciumi bibir Sunjoong lembut dan begitu dalam. Seketika Jaejoong menghentikan ciumannya.

“aku pasti akan membahagiakanmu.” Ucap Jaejoong mantap. Sunjoong yang mendengarkannya hany bisa tersenyum simpul. Mereka pun melanjutkan ciuman mereka.

“ya!Kim Jaejoong!jadi ini, caramu mencari udara segar?hahahaha” ucap Yunho diikuti tawa dari Yoochun,Junsu,dan Changmin. Tapi Jaejoong dan Sunjoong tak menghirukan mereka.

“saranghae Lee Sunjoong, itu pengakukan hatiku padamu” bisik Jaejoong ditelinga Sunjoong.

 

The end

Bagaimana?baguskah?ato gaje?hehehe

Maaf klo ncnya kurang HOT~~~ ><

Maklum baru pertama buat

The last gomawo ^^

 

 

18 thoughts on “Confession Heart

  1. nteph berkata:

    Kyaaaa sediih jg nih kmbaran jae mninggl..kbayang muka jae yg sm prsis trbujur kaku gt..hiikks..kereen ni ff-na smoga ga kapok ngpost ff nc yaa dsini..kekekeke..

  2. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    wkwkwkwk nc nya hot bgt. eh ternyata kembar yeh? hahahaha, kalo aku jd sunjoong sih ga segampang itu melupakan jaejin yg udh meninggal. hehehe

  3. putrimays berkata:

    FFnya bagus.. haha
    walopun harus bersedih” ria gara” jaejinnya meninggal..

    tapi kenapa si sunjoong gak nyadar ya..
    padahalkan dia udah tau kalo si jaejin gak ada tindikannya.. aish

    NICE FF CHINGU

  4. kshn jaejin hrus mninggal,tpi sunjong jga ga mngkn ga nrma jae dr pd ga ada psngnx kan,aplgi kembar jga jdi ga pa2…..
    nc nya keren,tpi slah bcax sy krn pas puasa…..ckckck

  5. dri yg pas jejung nyamperin sunjung qu udh tau qlo itu emang jejung, ‘n dri stulh qu pnsran jaejin itu kmn ,eh ternyata dy udh meninggal krna kclakaan,hiks , sedih’a..
    Tp aga kesel jg sm jejung , masa bru ktmu 2x itupn sunjung ga tau ,, udh ngelakuin ncan sh ,hiks,hiks #banting kasur ,, lol

  6. Haeni berkata:

    Keren critanya..
    Pertama aq kira bkal ad scene cemburu2an n perselingkuham, gx nyngka lw jaejin nya mati..
    Nc nya hot bgt

  7. Kyaaaaa keren banget thor😄
    suka sama alurnya, aku kira yah si jaejin ga meninggal aku udah keles duluan tuh sama si jaejoong ngerebut si sunjoong. Haha
    sumpah ga ketebak alurnya😄

    oh ya aku juga minta maaf ga baca bagian NCnya aku skip sendiri , hehe *masalah umur dan gak kuat*
    tapi tetep FFnya bagus. Good job buat authornya.

  8. Kyaaaaa keren banget thor😄
    suka sama alurnya, aku kira yah si jaejin ga meninggal aku udah kesel duluan tuh sama si jaejoong ngerebut si sunjoong. Haha
    sumpah ga ketebak alurnya😄

    oh ya aku juga minta maaf ga baca bagian NCnya aku skip sendiri , hehe *masalah umur dan gak kuat*
    tapi tetep FFnya bagus. Good job buat authornya.

  9. weeeedeeeew udah lama ga jalan jalan ke blog udah banyak fic baru euyyyy…

    oki saya baru tahu jaejoong punya sodara kembar padahal udah jadian 5 tahun….”abaikan =_=”

    hiks hiks tapi kenapa jaejin na dibunuh tuh kan jae ku diambil. tapi all over its good. i like it. kalau aku yang jadi sun joong aku akan mengadakan persembahan tiada tara bisa mendapatkan dua cinta lelaki tampan yang ga ada tandingannya…. good job author.

  10. Han Eun Hye (YUNRASHIPPER) berkata:

    detailnya udah bagus tp aku kok gak bisa nikmati alurnya yah,
    apa karena kembaran jejung mati.
    molla

    next time jangan kapok nulis ya author.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s