Aisenai Aishitai Chap 2


Author : Park Yoon Rie a.k.a Jessie Amelia

 

Tittle    : Aisenai Aishitai

Genre : OC/Drama, Romantic

Rating : PG13/Straight

Chapter  : 2 of ??

Cast   : Kim Jaejoong, Park Yoon Rie, Park Yoochun

Other Cast : Jung Yunho, Kim Junsu, Shim Changmin, Min Sae Rye, Han Hye Chan, and Song Minhye

 

 

>>O<<

 

When you tell me that you want to see the ocean

Are you testing my courage?

As I drink my coffe, I avoid eye contact

I’m doing the right thing, pretending to ignore you

 

If somehow you knew about my act

Then he will lose both of us

 

You’re a person that I can’t love, but I still dream

I want to lay a playful K-I-S-S on you

My desire to love you overflows

But I can’t Love You ; You’re my best friend’s girfriend

 

 

Yoochun melemparkan foto Yoon Rie bersama dirinya saat mereka masih anak-anak ke sembarangan arah, kedua tangannya terkepal kuat. Dia benci dirinya sendiri, dirinya yang tidak bisa menghilangkan perasaan cintanya terhadap Yoon Rie. Dia terus mengumpat sendiri.

“Yoochun-a, dia itu adikmu. Pacar sahabat baikmu sendiri!”

Yoochun masih berdiri di depan jendela, saat seoarang yeoja perlahan membuka pintu kamarnya, kemudian memeluknya dari belakang. Merasakan adanya sentuhan lembut di belakangnya, ia pun menoleh dan mendapati seorang yeoja yang selama ini menempati relung-relung hatinya. Wajah yeoja itu tampak sayu, matanya terlihat bengkak.

“Waeyo, saengie?” tanyanya

“Apa kau tau, Joongie oppa bilang apa kemarin?”

“Anni, memangnya dia bilang apa?”

“Dia bilang, hatiku sakit.. hatinya sakit saat mendengar kabar tentang perjodahanku dengan Junsu oppa darimu”

“Lalu apa masalahnya dengan itu? Bukankah itu bagus? Itu berarti, walaupun dia masih amnesia perasaannya terhadapmu tidak pernah berubah”

“Justru itu masalahnya, oppa?! Joongie oppa pasti akan sangat sedih sekali kalau aku sampai menikah dengan Junsu oppa, tadi omma dan appa bilang padaku, kalau mereka sudah menetapkan tanggal pertunanganku dengan Junsu oppa?!”

“Mweo? Kok, mereka tidak memberitahu oppa?”

“Molla”

“Lalu, kapan tanggalnya?”

“Minggu depan, apa yang harus aku lakukan, oppa?”

“Aish, kenapa mereka begitu tidak berperasaan?”

“Molla”

Yoon Rie duduk di atas ranjang Yoochun, wajahnya menunduk menatap lantai. Beberapa menit kemudian terdengar suara isak tangis di kamar itu. Yoochun duduk di sampingnya, kemudian memeluknya dan mengecup keningnya lembut.

“Uljimara, kalau kau mau kau bisa menghentikan semuanya?!” bisik Yoochun

“Tapi bagaimana caranya, oppa?”

“Selalu ada penyelesaian di balik semua masalah, Yoon Rie-a”

“Tapi bagaimana?”

“Nanti oppa bantu untuk mencari solusinya, ya? tapi ini sudah malam, sebaiknya kau tidur!”

“Aku tidak bisa tidur, oppa?”

“Wae? Tidurlah, nanti oppa nyanyikan sebuah lagu untukmu”

Yoochun tersenyum, kemudian membaringkan tubuh Yoon Rie di kasurnya. Dia pun menyelimuti tubuh Yoon Rie sampai dada dan tidur disampingnya.

“Oppa, aku tidak bilang mau tidur disini kan?” tanya Yoon Rie

Yoochun hanya tersenyum, lalu menempelkan jari telunjuknya di bibir Yoon Rie. “Sssttt”

“Tapi.. aku..”

“Wae? Kau takut oppa berbuat macam-macam padamu? Jangan berpikir yang tidak-tidak! aku ini kan kakakmu, pejamkan matamu”

Yoon Rie pun mengangguk kemudian menutup matanya, Yoochun membelai rambut Yoon Rie lembut penuh kasih sayang dan mulai menyanyikan sebuah lagu dengan merdu.

 

Umiga mitai nante tsubuyaki

Boku no yuuki wo tameshiteiru no?

Shisen hazushi koohi nomihosu

Kikonai furi wa dekiteru kana

 

Moshi mo sonna koto shittanara

Aitsu wa kimi to boku ichido ni ushinau kara

 

Asenai kimi dakedo boku wa mada yume miteru

Tokeru youna K-I-S-S kimi ni abisetai

Aishitai kono omoi wa afureteku

Aishichaikenai you’re my best friend’s girlfriend

 

Yoochun berhenti menyanyi, air mata mulai menetes membasahi wajahnya. Dilihatnya Yoon Rie sudah tertidur lelap. Yoochun kemudian berbisik kepada Yoon Rie dengan suara husky nya

“You know I can’t stop falling in love with you, I’m losin my control, but I’m afraid of losin my best friend”

Yoochun beranjak dari ranjangnya, kemudian pergi dari kamar itu. Saat Yoochun sudah keluar dari kamar itu, Yoon Rie terbangun. Sebenarnya sejak tadi Yoon Rie memang belum terlelap karena masih kepikiran Jaejoong dan Junsu. Dia pun terbengong seketika, kaget dengan ucapan Yoochun barusan.

“Mweo? Oppa mencintaiku, benarkah? Jadi, dia benar-benar serius mencintaiku? Mencintaiku sebagai apa? Sebagai adiknya ataukah sebagai seorang yeoja biasa?” gumam Yoon Rie

“Wae? Kenapa aku? Kenapa harus aku, oppa?” lanjut Yoon Rie, dia benar-benar galau sekarang.

>>O<<

 

 

“Jae hyung?!” panggil Junsu

Saat itu Jaejoong sedang membaca sebuah buku di taman belakang rumahnya, Junsu pun berlari menghampirinya

“Apa, dolphin?” tanya Jaejoong sambil menutup bukunya

“Apa kau masih belum ingat apa-apa?” tanya Junsu

“Belum sama sekali dolphin, memangnya kenapa?”

“Kau harus segera ingat semuanya, soalnya orang tua ku dan orang tua Yoon Rie terus memaksa kami untuk menikah, bahkan hari sabtu nanti.. mereka sudah sepakat akan melaksanakan acara pertunangan kami. Hari ini, mereka juga mengundangku dan keluargaku makan malam!” jelas Junsu panjang lebar

Jaejoong hanya menunduk sambil tersenyum getir, dia mengigit bibir bawahnya. Hatinya kembali terasa sakit lagi, nafasnya mulai terasa sesak dan matanya mulai memanas.

“Lalu, kenapa kau malah kesini?” tanya Jaejoong lirih

“Soalnya aku tidak mau di jodohkan dengan Yoon Rie, memang Yoon Rie itu adalah temanku sejak kecil.. tapi kau tau kan? Aku hanya mencintai Hyechan”

“Hyechan? siapa?”

“Aish, tentu saja yeojacinguku!”

“Oo mian aku lupa, kau tau Jun?”

“Nde?”

“Aku memang belum ingat sedikitpun tentang Yoon Rie, tapi entah kenapa tiap kali kulihat tatapan matanya, disini sakit.. sakit sekali, Jun! Saking sakitnya aku hampir tidak bisa bernafas” jelas Jaejoong sambil mencengkram erat dadanya, dan air mata yang sejak tadi ia tahan pun menetes

“Hyung..”

“Dan tiap kali aku melihatnya dekat dengan Yoochun.. entah kenapa aku ingin marah rasanya, aku cemburu Jun, keunddae.. kenapa aku harus cemburu padanya? Yoochun itu kan kakaknya Yoon Rie?”

“Itu pasti, karena kau sangat mencintainya hyung?!”

“Junsu, aku punya permintaan?!” Jaejoong menatap mata Junsu lekat

“Nde?” tanya Junsu penasaran

“Menikahlah dengannya dan bahagiakanlah dia!” sambung Jaejoong

“Mweo?” kaget Junsu

>>O<<

 

“Menikahlah dengannya dan bahagiakanlah dia!”

Yoon Rie mematung seketika saat ucapan itu terlontar mulus dari bibir Jaejoong. Yoon Rie memang sengaja ingin datang untuk menemui Jaejoong hari ini, namun saat dia baru akan menghampiri namja itu.. dia malah tidak sengaja mendengarkan pembicaraan namja itu dengan Junsu.

Air mata meluncur mulus membasahi pipinya, rasa sakit yang amat sangat tiba-tiba menghujam dadanya, membuat bibirnya kelu untuk sesaat dan tubuhnya lemas seketika.

“Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti ini, Jae?” terdengar pertanyaan Junsu dengan nada heran

“Yeoja secantik Yoon Rie, lebih cocok dengan seorang namja yang sempurna seperti dirimu! Bukannya dengan orang yang tidak berguna seperti aku, jangankan menjaga dan melindungi Yoon Rie, melindungi diriku sendiri saja aku tidak bisa, kan?”

“Dasar bodoh, kenapa kau berkata seperti itu?” bentak Junsu

“Memang benar kan? Berjalan saja aku tidak bisa, apalagi melindungi Yoon Rie?!” sela Jaejoong sambil tersenyum sinis

Yoon Rie tidak tahan lagi mendengar percakapan kedua namja itu, dia pun berlari kencang sampai tiba di taman dan menangis sejadi-jadinya disana. Kepalanya terasa berat, kenapa Yoon Rie harus mencintai namja yang tidak ia cintai? Kenapa kisah cintanya dengan Jaejoong malah harus berakhir seperti itu? Yoon Rie benar-benar ingin sekali Jaejoong kembali seperti dulu, karena Yoon Rie sangat yakin.. Jaejoong yang dulu pasti akan terus mempertahankan cinta mereka, bukannya malah berkorban hanya karena merasa diri tidak berguna.

Tiba-tiba hujan turun dengan deras dan membasahi tubuh Yoon Rie, Seakan langit ikut menemaninya menangis. Namun Yoon Rie tidak peduli, dia hanya ingin menangis dan menangis.. dia bahkan tidak peduli dengan rasa dingin yang menusuk tubuhnya sampai dia menggigil kedinginan.

Beberapa menit kemudian, Yoon Rie merasa terlindungi dari air hujan itu. Yoon Rie menengadah ke atas bertanya-tanya sendiri apakah hujan telah berhenti? Ternyata tidak, dilihatnya seorang namja tengah memayunginya. Sebelah tangannya memakaikan Yoon Rie sebuah jacket yang belum basah.

Yoon Rie mulai merasa hangat dengan memakai jacket tebal itu, kemudian namja itu tersenyum dan membantu Yoon Rie berdiri dari kursi taman dan membawanya ke tempat yang lebih nyaman untuk berteduh.

“Tadi aku tidak sengaja melihatmu saat sedang lewat, Yoon Ria-a. Kau kenapa? Tampaknya kau sedang sedih?” namja itu mulai membuka pertanyaan

“Aku hanya ingin menangis, kenapa kau menggangguku?” bentak Yoon Rie

“Apa Jaejoong hyung yang membuatmu seperti ini? Tega sekali dia menyakiti hatimu?! Tidak bisa ku maafkan, akan kuhajar dia sampai babak belur, nanti?!” ujar namja itu dengan nada kesal dan tatapan mata yang sangat menakutkan

“Changmin-a, jangan marah seperti itu! Aku begini bukan karena Joongie oppa, maksudku bukan hanya karena Joongie oppa?!” jelas Yoon Rie, ya namja itu adalah Changmin sahabatnya.

“Jadi bukan hanya Jae hyung yang menyakitimu? Lalu siapa lagi, akan kuhajar mereka sekalian!”

Yoon Rie menghambur pada Changmin dan memeluk namja tinggi itu erat, dia kembali menangis lagi.. lalu menceritakan semua hal yang terjadi kemarin dan hari ini kepada Changmin. Dan sepertinya Changmin mulai mengerti.

“Mianhae, aku tidak tau kalau sebenarnya itulah yang terjadi, tapi sudah ya? cukup kau jangan menangis lagi, Yoon Rie-a” ujar Changmin

Yoon Rie menurut, dia pun berhenti menangis. Tapi anehnya, kenapa sekarang malah Changmin yang menangis? #gubrak

“Yaa, Changmin-a! Apa kau sudah gila? Baru saja kau menyuruhku untuk berhenti menangis, tapi kenapa sekarang malah kau yang menangis hah?” bentak Yoon Rie kesal

“Jae hyung, aku merasa kasihan sekali pada hyung. Dalam waktu yang sama dia bukan hanya amnesia, tetapi juga lumpuh. Kalau aku jadi dia, aku pasti sudah bunuh diri sekarang!”

“Dasar anak kecil!” ketus Yoon Rie “Baru saja tadi aku merasa kau sudah semakin dewasa dan ingin sekali memujimu, eh ujungnya malah bersikap payah seperti ini?!” lanjutnya

“Kau tidak tau sih, seberapa besar rasa sayangku kepada hyung-hyung ku. Selain itu sekarang aku menyesal karena sempat salah paham pada Jaejoong hyung, tapi aku juga kesal pada Yoochun hyung.. kenapa sih dia bisa jatuh cinta padamu? Adiknya sendiri, apa dia gila? Padahal dia tau sekali kalau Jae hyung sangat mencintai dirimu!”

“Aku sendiri juga tidak mengerti” jawab Yoon Rie

“Aku mau kerumah Jae hyung, sekarang!” lanjut Changmin

“Memangnya kamu mau ngapain, Changmin?”

“Tentu saja melihat keadaannya” jawab Changmin

Changmin menyerahkan payung itu kepada Yoon Rie, lalu berlari pergi. Yoon Rie pun berlari mengejarnya, menyeimbangkan larinya dengan lari Changmin yang terasa cepat bagi Yoon Rie.

“Tunggu Changmin-a, aku ikut!” teriak Yoon Rie sambil terus berlari

>>O<<

 

Changmin dan Yoon Rie bengong secara bersamaan saat melihat Jaejoong dan Junsu di ruang tengah, Junsu terlihat mengembungkan pipinya dan tampak sangat kesal. Sementara Jaejoong terus merayu Junsu agar tidak marah lagi.

“Yaa dolphin, jangan marah!” rengek Jaejoong

“Tau ah, aku benar-benar kesal padamu hyung” ketus Junsu dengan wajah yang masih cemberut

“Nanti, aku kasih boneka lumba-lumba yang banyak ya? atau aku kasih kucing peliharaan yang sama cute nya denganmu, tapi kau jangan marah lagi please?!” rayu Jaejoong dengan puppy eyes nya

“Apa-apaan mereka?” tanya Changmin sambil nyengir heran

Sementara Yoon Rie hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena bingung dengan pemandangan yang dilihatnya sekarang, pemandangan yang jelas berbeda dengan yang tadi.

“Mau kau kasih akun 100 boneka dolphin, kek. 100 kucing, kek. Aku tetap tidak akan memaafkanmu, kau sudah mempermainkanku hyung!” tegas Junsu

“Yaah jangan gitu dong, dolphin. Aku kan hanya…”

“Diam kau, snow white?!” bentak Junsu

“Yaa! aku bukan snow white?!” sergah Jaejoong

Dengan kesal Junsu mencubit kaki Jaejoong dan menggigitnya sekuat tenaga. Jaejoong hanya tertawa melihat sikap Junsu itu.

“Yaa, dolphin! Apa kau bodoh? Sekuat apapun kau menggigit atau mencubit kaki ku tetap tidak akan terasa! Mau sampai gigi mu copot semua juga tetap tidak akan sakit”

“Ada apa sih ini? Aku jadi bingung?” tanya Changmin sambil menghampiri kedua hyungnya

Junsu melepas gigitannya dan menoleh ke arah Changmin

“Siapa, namja tiang listrik ini?” tanya Jaejoong dengan wajah heran sambil menunjuk muka Changmin

“Yaa, aku bukan tiang listrik! Aku Changmin, hyung!” protes Changmin

“Oo, Changmin, annyeong?!” sapa Jaejoong sambil tersenyum manis pada Changmin

“Ceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi, kenapa suasana ini berbeda sekali dengan yang di ceritakan Yoon Rie tadi?!” perintah Changmin

“Begini ceritanya…” Junsu mulai bercerita

 

-Flasback-

“Menikahlah dengannya dan bahagiakanlah dia!” sambung Jaejoong

“Mweo?” kaget Junsu

“Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti ini, Jae?” Junsu bertanya dengan nada heran

“Yeoja secantik Yoon Rie, lebih cocok dengan seorang namja yang sempurna seperti dirimu! Bukannya dengan orang yang tidak berguna seperti aku, jangankan menjaga dan melindungi Yoon Rie, melindungi diriku sendiri saja aku tidak bisa, kan?” ucap Jaejoong sambil tersenyum getir

“Dasar bodoh, kenapa kau berkata seperti itu?” bentak Junsu

“Memang benar kan? Berjalan saja aku tidak bisa, apalagi melindungi Yoon Rie?!” sela Jaejoong sambil tersenyum sinis

“Yaa, hyung! Kan bukan salahmu kalau kau tidak bisa berjalan lagi, yang terpenting itu kan perasaan Yoon Rie padamu?! Dan aku sangat yakin hyung, Yoon Rie yang begitu mencintaimu pasti bersedia menerimamu apa adanya.. kenapa kau jadi frustasi seperti ini hah? Aku bisa menjadi kakimu kalau kau mau hyung, tapi please jangan menganggap dirimu tidak berguna.. kau sangat penting bagi kami, hyung?! Tak peduli apapun yang terjadi padamu, mau hyung tuli kek, buta kek. Kau segalanya bagi kami, dan aku tegaskan sekali.. kau jangan menyiksa dirimu sendiri dengan menyerahkan yeojacingu mu padaku, aku tidak mungkin merebut cintamu hyung” kata Junsu panjang lebar dengan air mata meluncur mulus membasahi wajah cute nya.

“Hahaha, payah kau dolphin?! Aku kan cuma becanda, siapa juga yang mau menyerahkan Yoon Rie padamu? Yoon Rie itu milikku dan selamanya akan menjadi milikku, karena aku sangat mencintainya walaupun belum mengingat sedikitpun tentang dirinya. Dan aku akan tetap mempertahankan cinta kami apapun yang terjadi, tak peduli apa.. aku tak akan pernah merelakan Yoon Rie kepada siapapun termasuk kau ataupun Yoochun”

“Mweo? Jadi kau? aish, aku sudah nangis-nangis pabo! Mentang-mentang kau itu aktor, actingmu benar-benar berhasil menipuku. Aku benci kau hyung, kau kurang ajar!” bentak Junsu, tapi Jaejoong hanya tertawa dan tertawa

-End of Flasback-

 

“Mweo? Jadi itu cuma actingmu, oppa?Aish, padahal aku sudah nangis-nangis karena salah paham tau?!” bentak Yoon Rie ikut cemberut seperti Junsu

“Eh? Kau juga, Yoon Rie-a mianhae”

“Masa bodoh?!” ketus Yoon Rie sambil menyilangkan tangannya di dada dengan pipi yang mengembung

“Bwahahahaha…” Changmin hanya tertawa terpingkal-pingkal tak berhenti setelah mendengar cerita Junsu itu, sementara Jaejoong tampak khawatir karena kini Junsu dan Yoon Rie masih marah padanya

“Bwahahaha, Hyung.. hyung.. biarpun amnesia sifat jahil mu tetap tidak berubah sama sekali, ya? Masih ada aja, pasti sifat narsis mu juga tidak hilang bwahahahaha”

“Yaa, Changmin! Jangan tertawa lagi” bentak Yoon Rie dan Junsu bersamaan

Namun Changmin tidak peduli, dia malah semakin kencang tertawa sambil guling-guling di lantai dan memegang perutnya yang mulai terasa sakit karena terlalu lama tertawa.

“Yaa, maknae! Diam kau!” bentak Junsu dan Yoon Rie pula sambil melotot

“Tiang listrik, kau gila ya? sejak tadi tertawa sendirian terus?” tanya Jaejoong sambil bergidik ngeri

Tiba-tiba, Kruyuk.. Kruyuk! Changmin pun menghentikan tawanya dan memelas kepada Jaejoong

“Hyung, aku lapar!” katanya terus terang

“Mweo?”

“Ayo buatkan aku makanan, hyung! Perutku sudah keroncongan..” rengek Changmin

“Tiang listrik yang aneh, kok bisa kelaparan tiba-tiba?” tanya Jaejoong heran

“Ayolah, hyung! Beberapa jam yang lalu aku baru turun dari pesawat dan aku lapar” desak Changmin

“Tapi aku.. tidak bisa memasak. Suruh Yoon Rie saja yang memasak untukmu, semua pelayanku sedang cuti” sambung Jaejoong

“Siapa bilang kau tidak bisa memasak, kau kan yang paling pintar memasak diantara kita berlima hyung” sela Changmin

“Iya aku sudah tau dari si dahi lebar, keunddeu.. masalahnya aku tidak bisa berdiri, bagaimana caranya aku memasak?”

“Oh iya, aku hampir lupa!” kata Changmin sambil menepuk jidatnya sendiri

“Rasakan! Kualat tuh, karena kau menertawakan kami terus” ketus Junsu

“Yoon Rie-a, masakkan sesuatu untukku.. aku lapar” ujar Changmin memelas

“Masak saja sendiri, kau juga tadi menertawakan kami sendiri” sinis Yoon Rie

“Yaah, kalian semua tega!” sergah Changmin

“Kalau tidak salah ada ramyun di dapur, buat saja sendiri sana!” ujar Jaejoong

Changmin pun tersenyum lebar mendengarnya “Jinjja?” tanyanya

“Ne, sana bikin sendiri!”

“Gomawoyo, hyung” kata Changmin, yang kemudian lekas berlari ke dapur

“Aigoo, ternyata si tiang listrik punya perut karung, ya?” gumam Jaejoong

Jaejoong kembali mengalihkan pandangannya ke arah Junsu dan Yoon Rie, kedua orang itu masih menujukkan ekspresi yang sama terhadap dirinya. Jaejoong pun tersenyum sangat manis kepada mereka, tapi Junsu dan Yoon Rie malah memalingkan wajahnya.

“Omo! Jangan marah terus donk, dolphin.. jagiya, jebal”

“Tau!” ujar keduanya kompak

“Arra, terserah kalian saja!” ucap Jaejoong yang kemudian memutar kursi roda nya menuju ke kamar

Junsu dan Yoon Rie melirik sebentar ke arah Jaejoong, dilihatnya Jaejoong terus menjalankan kursi rodanya tanpa menoleh sedikit pun kepada mereka

“Yoon Rie-a, apa dia marah?” bisik Junsu

“Molla…” jawab Yoon Rie sambil mengangkat bahu “Udah, yuk marahannya! Aku nggak enak sama Joongie oppa?!” lanjut Yoon Rie

“Nde” Junsu menurut “Hyung, jogi?!” panggil Junsu

Jaejoong berhenti, namun tetap tidak menoleh “Wae?” tanyanya

“Kami sudah memaafkanmu, jadi kau jangan marah dong Jae?!” jawab Junsu

“Siapa yang marah? Aku hanya cape.. ingin istirahat?!” balas Jaejoong

Yoon Rie dan Junsu berlari ke arahnya, lalu jongkok di depan Jaejoong.. mereka menatap Jaejoong cemas. “Gwaenchana?” tanya mereka

“Gwaenchanayo, aku hanya sedikit pusing” jawab Jaejoong

Yoon Rie menyentuh kening Jaejoong dengan telapak tangannya “Tidak panas!” ujar Yoon Rie

“Hahaha.. ternyata kalian masih care juga pada ku kan? Hiii, katanya marah.. 2-0” goda Jaejoong

“Yaa, Jae!” teriak keduanya.

>>O<<

 

Seorang yeoja tengah duduk sendirian dan menangis di depan sungai han

“Wae? Padahal aku sangat mencintaimu?” gumam yeoja itu sambil terus terisak

Dia pun berdiri dari duduknya, menghapus air matanya kemudian menendang kaleng bekas minuman di hadapannya keras-keras, dan menghembuskan nafasnya kesal

“Dasar namja aneh, padahal aku sudah bersabar dengan sikapnya yang playboys.. tapi kenapa yang dicintainya malah yeoja yang sama sekali tidak mencintainya, bukan aku yang selama ini terus bersabar menghadapinya, Wae?” keluh yeoja itu makin kesal

Kesabarannya sudah habis dan hatinya terasa begitu sakit dan sesak. Yeoja itu menengadahkan kepalanya, menatap langit kemerahan yang begitu gelap hari ini

“Kyyaa!” terdengar suara seorang namja menjerit

Yeoja itu segera menghampiri namja berpakaian putih dengan celana pendek yang sedang mengusap-ngusap keningnya yang membiru dan hampir benjol itu

“Ada apa?” tanya yeoja itu

Namja berambut hitam berkacamata itu mendongakkan wajahnya, menatap wajah yeoja itu. Nyaris saja yeoja itu melarikan diri, kalau saja namja itu tidak menarik lengannya begitu kencang. Kini yeoja namja itu saling berhadapan.

“Sae Rye-ssi” sinis namja itu

“Eh? Ne, Yunho-ssi” yeoja itu tersenyum lebar sambil menatap namja di depannya “Ehe..hehee” lanjut yeoja itu sambil nyengir kuda

“Apanya yang ehehehe?” bentak Yunho

“Wah, kita bertemu lagi.. kau sudah pulang dari Jepang rupanya, kurasa kita berjodoh” ujar yeoja itu dengan mata berbinar

“Berjodoh katamu? Yang ada kau itu membuatku sial! Kau kan yang main tendang-tendangan kaleng sampai akhirnya kaleng itu kena kepalaku? Dasar kurang kerjaan kau Sae Rye?!” maki Yunho, Sae Rye berkeringat dingin dan menelan ludahnya cepat

“Eh? Kaleng ya?” Sae Rye menatap wajah Yunho gelagapan

“Jadi benar ya, kau yang menendang kaleng itu?” tanya Yunho sambil melotot

“Mi… mianhae Yunho-ssi, aku.. aku.. tidak sengaja” jawab Sae Rye takut-takut

“Jadi benar, kau?”

“Ne, keunddeu.. aku sungguh tidak sengaja. Tadi itu aku sedang kesal sama si kriting” jujur Sae Rye

“Maksudmu Yoochun?”

“Ne, memangnya siapa lagi yang rambut kriting di antara kalian berlima. Kau mau memaafkan ku kan Tn.Pengacara? jangan tuntut aku ya, jebal”

“Kau harus bertanggung jawab, kalau tidak.. kau akan kulempar ke sungai han dan aku tidak akan menolongmu?!” ancam Yunho

“Kejaam, Arra aku akan bertanggung jawab. Nanti akan aku obati luka mu, tapi kau memaafkanku kan?” sambung Sae Rye memelas

“Kalau kau ingin aku memafkan perbuatanmu yang konyol dan kekanak-kanakan itu, kau harus memenuhi syaratku” sela Yunho dengan senyum evilnya

“Apa yang harus aku lakukan?” tanya Sae Rye

“Hari ini aku sedang tidak ada kerjaan sekaligus sedang sedih karena Jae…., ah sudahlah pokoknya kau harus menemaniku arraseo?!”

“Arra, asal kau mau memafkanku. Dan kebetulan aku juga sedang sedih, keunddae kita mau kemana?”

“Terserah kau mau kemana?”

“Kita ke taman bermain saja, yuk!” ajak Sae Rye

“Boleh juga, kajja!”

“Horree, gamsahamnida oppa?! Boleh kan ku panggil oppa, biar lebih akrab kan?”

“Terserah kau lah…”

“Kajja kita pergi Yunho oppa!”

Sae Rye berjalan setengah berlari sambil menggandeng Yunho yang berjalan di belakangnya, kemudian mereka berdua masuk ke mobil Yunho.

“Kau bilang kau sedang sedih, kan? Memangnya Yoochun berbuat apa lagi padamu?” tanya Yunho sambil menyetir

“Dia bilang, dia tidak mencintaiku, oppa. Perasaannya padaku hanya senbatas rasa suka dan rasa sayang saja, nggak lebih. Katanya satu-satunya yeoja yang ia cinta hanya Yoon Rie” cerita Sae Rye

“Mweo? Apa dia sudah gila, Yoon Rie itu kan adiknya sendiri?!” kaget Yunho

“Molla, dia juga bilang selama ini dia sudah mencoba untuk mencintaiku tapi dia tidak pernah bisa” lanjut Sae Rye, isak tangis mulai terdengar di telinga Yunho

“Sudahlah Sae Rye, tidak usah memikirkan dia lagi! Masih ada namja lain yang mencintaimu”

“Nugu?” tanya Sae Rye di sela isak tangisnya

‘Aku, Sae Rye-a saranghae.. sebenarnya aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Keunddeu walaupun aku ingin mencintaimu, aku tidak bisa mengungkapnya.. aku tidak bisa mencintaimu Sae Rye-a, karena kau pacar sahabatku.. dan namja yang kau cintai juga hanya Yoochun, kan?’ ungkap Yunho dalam hati

“Siapa.. oppa, siapa yang mencintaiku?”

“Pasti banyak lah Sae Rye-a, kau juga tidak kalah cantik dengan Yoon Rie” jawab Yunho

“Masa sih? Yoon Rie kan sangat cantik, makanya dia sukai 2 namja tampan” sergah Sae Rye

“Tidak juga, menurutku yeoja-yeoja Korea itu wajahnya hampir mirip semua.. jadi semuanya sama cantiknya”

“Yaa, oppa! Lalu menurutmu,  siapa yang paling cantik di Korea?” tanya Sae Rye

“Joongie..”

“Mweo?” kaget Sae Rye

“Ah, anniya.. maksuku omma ku dan adikku” tegas Yunho

“Oo, aku pikir kau gay..” ketus Sae Rye

“Enak saja, aku normal tahu?!” marah Yunho

“Iya.. iya, Mianhae. Oh iya, tadi oppa bilang sedang sedih karena Jae.. memangnya Jaejoong sunbae kenapa? Apa kalian berdua bertengkar?” tanya Sae Rye penasaran

“Anni, dia sedang sakit.. makanya aku sedih?”

“Mweo? Memangnya Jaejoong sunbae sakit apa?” kaget Sae Rye

“Amnesia…”

“Amnesia, gara-gara kecelakaan yang menimpanya 1 tahun yang lalu?”

“Iya”

“Oo, jadi karena itu dia juga berhenti jadi artis…”

“Sebenarnya sih bukan hanya karena itu, ada alasan lain yang lebih pribadi. Memangnya Yoochun tidak pernah cerita tentang Jae padamu?”

“Tidak pernah, dia bilang Jaejoong sunbae itu seorang artis.. jadi orang lain yang tidak begitu dekat dengannya tidak boleh tau tentang kondisinya setelah kejadian itu, biar tidak muncul gosip dimana-mana” cerita Sae Rye

“Eh? Kita sudah sampai” ujar Yunho setelah memarkirkan mobilnya

Yunho dan Sae Rye pun turun lalu berjalan memasuki taman bermain dan menaiki berbagai wahana, saat mereka naik bianglala.. Sae Rye mengobati luka Yunho akibat perbuatannya tadi.

“Oppa, seperti apa Jae oppa sekarang?” tanya Sae Rye

“Tetap saja dia narsis dan jahil seperti dulu, dan yang paling bagus.. dia lebih kuat dan tegar sekarang, tidak menjadi yang paling sensitif lagi. Lalu yang lebih parah, tingkahnya seperti anak kecil dan masing-masing dari kami berempat punya nama julukan darinya” cerita Yunho

“Jinjja? Apa itu?” tanya Sae Rye saat bianglala yang mereka naiki berada paling atas

“Aku di juluki beruang olehnya, Changmin tiang listrik, Junsu dolphin, lalu Yoochun si dahi lebar” lanjut Yunho sambil mengembungkan pipinya

“Hahahaha, lucu oppa.. lucu sekali. Nama itu sangat cocok untuk kalian” komentar Sae Rye tidak berhenti tertawa

‘Syukurlah, aku bisa melihat tawamu lagi.. kupikir kau akan terus bersedih gara-gara Yoochun’ pikir Yunho sambil tersenyum

>>O<<

 

“Oppa, makanan di restoran ini enak, kan?” tanya seorang yeoja pada seorang namja di hadapannya, yang tengah sibuk menyantap makanannya

“Emh, enak sekali jagiya?!” jawab namja itu dengan mulut penuh

“Keunddae, walaupun banyak makan.. oppa kok nggak gendut-gendut, ya? aku benar-benar heran” sambung yeoja itu sambil mengerutkan kening

“Jagiya, tidak semua orang yang suka makan itu gendut, tapi ada juga yang tinggi seperti aku yang berarti ususnya juga panjang jadi harus banyak makan sampai kenyang” ujar namja itu

Yeoja itu tersenyum sangat manis, dia benar-benar bahagia.. akhirnya setelah sekian lama dia bisa bertemu kembali dengan namjacingunya itu.

“Oppa, neomu bogosshipo… di london oppa tidak pernah selingkuh, kan?” selidik yeoja itu

“Tentu saja Minhye-a, oppa kan sudah berjanji padamu akan selalu setia, tidak seperti Yoochun hyung”

“Ne, aku percaya padamu Changmin oppa”

“Oppa juga sangat merindukanmu Minhye-a, setiap malam oppa selalu ingat kau. Rasanya kurang kalau kita hanya berkomunikasi via telepon dan dunia maya, oppa ingin selalu bersamamu jagiya” jawab Changmin memandang Minhye sambil tersenyum

“Nado, oppa. Ngomong-ngomong, oppa belajar dari siapa kata-kata itu.. tumben oppa sedikit romantis hari ini”

“Dari Yoochun hyung” jujur Changmin sambil tersenyum lebar

“Aish, sudah kuduga” kata Minhye sambil cemburut

“Kau tau jagiya, oppa kesal sekali sama Yoochun hyung?”

“Wae?”

“Masa dia mencintai adiknya sendiri, padahal adiknya itu kan calon istrinya Jaejoong hyung”

“Mweo? Yoochun oppa mencintai Yoon Rie?” kaget Minhye

“Ne, kurang ajar sekali kan?”

“Benar, jahat sekali dia…”

“Jahat sih nggak, cuma egois saja”

“Bukan cuma itu, dia juga pemalas dan sangat emosional. Keunddeu, aku ngga nyangka deh oppa.. kok namja playsboys seperti Yoochun oppa bisa sungguh-sungguh mencintai seorang yeoja, walaupun itu yeoja yang salah”

“Itulah, sekalinya dia mencintai seorang yeoja dengan begitu tulus.. yeoja itu malah orang yang salah, aku benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya, jagiya?! Mending makan lagi ah, kalau kebanyakan mikir aku jadi tambah lapar” ujar Changmin, kembali menyantap makanannya

“Ah, dasar oppa?!” sela Minhye sambil tersenyum

>>O<<

 

Seorang yeoja terus menangis tanpa henti, hatinya sakit.. benar-benar sakit. Yeoja itu merasa hatinya sudah hancur lebur tak berbentuk, sekarang.

“Sudahlah Hyechan, kau jangan menangis lagi, bukankah sudah aku katakan.. bahwa aku akan terus berusaha untuk membatalkan pernikahan kami” hibur seorang namja sambil mengenggam erat tangan yeoja itu

“Keundde, kenapa harus Yoon Rie? Lalu, kalau kalian berdua tidak bisa berbuat apa-apa, Bagaimana denganku Junsu oppa, ottokhe? Aku hanya mencintaimu, neomu saranghae oppa” teriak yeoja yang bernama Hyechan itu

Junsu menarik yeoja itu kedalam pelukannya dan memeluk yeoja itu erat, seakan tidak sedikitpun ada perasaan ingin melepas yeoja itu dari kehidupannya, karena Junsu begitu mencintai yeoja itu dengan sepenuh hatinya.

“Yoon Rie juga tidak menginginkan pernikahan ini, jadi aku yakin.. kami bisa mencegah pernikahan ini, jagiya?”

“Lalu, bagaimana dengan pesta pertunangan kalian?”

“Kalau soal itu, molla.. kedua orang tua kami benar-benar keras kepala?!”

“Tuh kan soal pertunangan saja kalian tidak bisa berbuat apa-apa, kan? Apalagi soal pernikahan?” bentak Hyechan

“Percayalah Hyechan, kami akan terus berusaha untuk mencegah hal itu terjadi. Kau percaya pada oppa kan, jagiya?! Yang oppa cintai hanya kau, tidak ada Yoon Rie sedikitpun dihati oppa, apalagi yeoja-yeoja lain?! Hanya kau Hyechan-a, hanya kau yang ada di hati oppa? Hanya kau yang sanggup mengacaukan hati oppa, aku sulit bernafas kalau kau jauh dariku.. aku tidak bisa hidup tanpamu, jagiya?! Jagiya, percaya pada oppa, kan?” tegas Junsu *idih Junsu oppa gombal sangad*

“Ne, aku percaya padamu oppa. Aku juga tidak bisa hidup tanpa oppa, jadi aku akan terus berdo’a untuk kesuksesan hubungan kita.. tidak masalah deh kalau pertunangan itu terjadi, tapi kalau sampai kalian benar-benar menikah.. aku akan bunuh diri” tegas Hyechan

“Kau tenang saja, yeoja yang akan oppa nikahi cuma kau, jagiya?!” sambung Junsu,

 Junsu menengadahkan wajah Hyechan sampai akhirnya tatapan mereka berdua bertemu, perlahan Junsu semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Hyechan.. kemudian mencium bibir yeoja itu selama beberapa menit.

“Gomawoyo oppa, neomu saranghae”

“Nado saranghae” balas Junsu mantap

Hyechan tersenyum pada Junsu dan Junsu pun membalas senyumannya itu, tiba-tiba saja Junsu mengenggam dadanya erat.

“Wae oppa? Oppa sakit?” tanya Hyechan cemas

“Anni, tiba-tiba saja perasaan oppa tidak enak. Terakhir kali perasaan oppa seperti ini Jaejoong hyung… andwe, oppa pergi dulu ya jagiya, mianhae..”

“Ne, hati-hati oppa. Nanti telepon aku, ya?” teriak Hyechan

“Ah, ne?!

Dengan tergesa-gesa Junsu segera pergi ke rumah Jaejoong, beberapa lama kemudian Junsu pun sampai di rumah Jaejoong, lalu bergegas pergi ke kamar Jaejoong. Saat Junsu membuka pintu kamar itu, dia melihat Jaejoong yang memaksa berdiri dari kursi rodanya dengan susah payah.

“Hyung, apa yang mau kau lakukan?” teriak Junsu sambil berlari

Jaejoong terus mencoba berdiri dan tiba-tiba saja terjatuh dengan sangat keras, kepalanya membentur lantai. Beberapa detik saja sudah banyak darah yang terus mengalir semakin banyak di lantai tersebut. Junsu sangat kaget, dia terlambat.. benar-benar terlambat. Dengan air mata yang mulai bercucuran membasahi wajahnya, Junsu mengangkat Jaejoong yang tengkurap dan menidurkan kepala Jaejoong di pahanya.

“Jae hyung, wae? Apa kau gila, sampai memaksakan dirimu seperti ini hah?”

“Jun.. Junsu, mianhae.. aku hanya ingin mencoba berdiri juga berjalan saja.. aku tidak mau melihat kalian bertunangan.. aku sangat mencintai Yoon Rie…” kata Jaejoong terputus-putus

“Bodoh kau, dasar bodoh kau…” teriak Junsu panik, dan tiba-tiba saja Jaejoong pingsan seketika.

“Jae hyung, irona! Bertahanlah Jae, bertahanlah…” teriak Junsu semakin kaget

 

-TO BE CONTINUED-

 

Udah dulu yah, kayaknya kepanjangan ini.. tunggu next chappie nya, yaH?! Ayo eonnie-eonnie, saeng-saeng.. kasih aku komentar atau kritik yaH? MoHon dukungaNya, gamsahamnida J #bow. Mianheyo, kalau FF nya tambah aneh atau apalah?! ^^

 

 

 

 

13 thoughts on “Aisenai Aishitai Chap 2

  1. hbt ya,, wlwpn jejung kna amnesia dy te2p bs ngerasain seseorg yg dy cnta..
    Hha, kocak bngt deh si jejung ,usil’a klwtan ..
    Tp knp dy hrz terluka lg?? Berhrp ingatan’a jd pulih bkn’a mlh jd bertmbh parah!!

  2. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    jaejoong…… kasian bgt dah… aku tadi sampe nangis lho… kenapa nasib jaejoong di ff ini malang banget *getok pala author* wkwkwkwkwk :p

    pokoknya jgn sampe junsu tunangan ama yoon rie.. yoon rie kan cuma milik jaejoong seorang… *padahal dihatiku ga rela jaejoong dimiliki siapapun* wkwkwkwkwk😀

    bener2 keren nich ff nya… aku tunggu ya next chap nya……..!!!

  3. keren kok ffnya ..
    Ga tega bgt sma keadaan jae ..
    Jgn smpe si yoon rie jdi nikah sama sui, kasian jae oppa T.T ..
    Eehh jae oppa pingsan, moga2 ja gra2 kpalanya kbentur ingetannya jdi pulih lgi *reader sok tau*
    seruuu kok thor ..
    Next ..

    • Tenang Junsunya kan nggak cinta ma Yoon Rie…
      Moga aja ortu mereka menyerah…. 😀
      Oh iya skali lagi mian yah? coz komenku buat kamu dchap sebelumnya, mlh pake akun astri un tadi….
      ceritanya aku lagi nggak punya pulsa trs aku pinjem HP ny dia cz kebetln dia lagi main kerumahku, eh malah lupa ngedit *curhat gaje*
      #kabuuur sblm ketauan astri un

      • hhahaaa gwenchana ..
        Ga masalah kok pke akun siapa ja, yg penting udh tau ini .. Hhehe .. Mian jga ya aku bales komen chingu d’chapt ini, biar lbih efisien *hhalaaahh bahasanya* #plakk#
        oiya chingu pnggil aku angel ja, ga ush rednjel coz nama asliku lbih bgus dri nick akunku wkwkwkk *narsis mode : on* #plakk# *kiding’V’*
        seneng jga knalan sma chingu ..
        Bangapseumnida ^^
        oiya yg chapt 3 blm aku baca nih, coz blm sempet bacanya .. ini ja aku cuma mampir2 buat buang2 sisa wktu bebrpa menit doang *curhat mode : on* #plak# *d’lempar bakiak sma author* #kabuuurr#

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s