Aisenai Aishitai Chap 1


 Author : Park Yoon Rie a.k.a Jessie Amelia

 

Tittle    : Aisenai Aishitai

Genre : OC/Drama, Romantic

Rating : PG13/Straight

Lenght : Series

Cast   : Kim Jaejoong, Park Yoon Rie, Park Yoochun

Other Cast : Jung Yunho, Kim Junsu, Shim Changmin, Min Sae Rye, Han Hye Chan, and Song Minhye

 

NB : Admin, Mianhaeyo saya kirim yang Chapter 1 dulu ya? soalnya yang next chap masih di buku, belom di Tik. Mungkin saya kirim lanjutannya 2 minggu sekali, maklum jarang OL dan waktu juga terkadang tidak mengijinkan. Kamsahamnida J


 

Aisenai Aishitai

Chapter 1

 

 

Pukul 12.31

Seorang lelaki paruh baya tampak geram dan marah, hari ini adalah resepsi pernikahan putri kesayangannya, namun calon menantu sekaligus calon besannya itu belum juga datang ke gereja yang sudah di penuhi banyak tamu undangan ini. Padahal, beliau, istrinya, dan putrinya sudah tiba sejak pukul 10.00 tadi.

“Appa, sekarang sudah jam berapa?” tanya putrinya yang sudah gelisah sejak tadi

“Hmm, jam…”

Perkataan Tn. Park terhenti karena tiba-tiba saja ponsel istrinya berbunyi

“Yoboseo, Kyujoong-ssi. Kenapa kalian terlambat sekali? Jangan bilang kalian mau membatalkan pernikahan ini.. putriku Yoon Rie sudah gelisah sejak tadi. Kalian benar-benar membuat kami malu…” bisik Ny. Park, namun terdengar jelas rasa kesal dalam suaranya

“Omma, tenanglah dulu!” ujar suara di sebrang telpon

“Lho, Chunnie.. kenapa kau yang bicara?” tanya Ny.Park bingung

“Kyu Joong ahjussi sedang tidak bisa bicara saat ini…” jelas Yoochun

“Apa maksudmu?”

“Jae hyung.. dia kecelakaan dan sekarang dia koma, omma!” jawab Yoochun singkat, langsung pada inti yang ingin dia beritahu sebab dia tidak sanggup lagi untuk membicarakannya panjang lebar

“Mweo?” kaget Ny.Park, wajahnya berubah suram dan ponselnya jatuh dari genggamannya

Tn.Park dan Yoon Rie menoleh pada Ny.Park, yang kini tampak shock.. air mata jatuh membasahi pipinya. Dia memandang iba pada putri kesayangannya yang benar-benar terlihat cantik dengan gaun pengantinnya itu.

“Wae istriku, apa ada yang terjadi? Sudah kuduga nak Jaejoong itu gay, aku yakin dia pasti membatalkan pernikahan ini dan kawin lari dengan si Pengacara muda itu..”

“Appa, jaga bicaramu sudah ku bilang Jaejoong oppa itu normal.. dia hanya mencintai seorang yeoja dan yeoja itu aku, Appa. Jangan seenaknya menuduh dia hanya karena dia itu seorang namja cantik, dia sendiri yang bilang pada Yoon Rie kalau cintanya hanya untukku. Jadi, tidak mungkin dia lari dengan Yunho oppa!” jelas Yoon Rie panjang lebar sambil terisak

Ny.Park, langsung memeluk putri kecilnya itu

“Ada, apa eomma?” tanya Yoon Rie

“Barusan, kakakmu menelpon omma! Chunnie bilang…”

“Oppa bilang apa, omma?”

“Anu, yang tabah ya sayang! Joongie masuk Rumah Sakit karena kecelakaan dan Koma..”

“Mweo? Andwe…” teriak Yoon Rie

Tiba-tiba ponsel Yoon Rie berbunyi, itu adalah sebuah pesan.. dengan tangan gemetar dan berlinang air mata dia pun membaca sms tersebut

‘Yoon Rie, ada yang ingin Appa sampaikan! Sebelum Jae tak sadarkan diri, dia mengucapkan pesan untukmu.. katanya dia ingin meminta maaf dan dia mencintaimu selamanya’

“Tidak mungkin.. ini semua tidak mungkin!” teriak Yoon Rie histeris dan dia pun pingsan seketika.

>>O<<

 

Yoon Rie membuka matanya perlahan dan mendapati kakaknya sedang tersenyum ke arah nya, bisa Yoon Rie lihat kedua mata Yoochun yang tampak sembab

“Yoon Rie-a, syukurlah kau sudah sadar”

“Oppa, dimana aku?”

“Kau di Rumah Sakit, Saengi” jawab Yoochun

“Ahh, oppa.. Jaejoong oppa.. dimana dia sekarang, oppa?”

“Di ruang ICU, tapi belum bisa di jenguk. Bersabarlah, Okay!”

“Arra, keunddeu.. bagaimana keadaannya, oppa? Apa luka nya parah?” tanya Yoon Rie dengan suara lirih

Yoochun mengangguk, setetes air mata kembali membasahi wajahnya yang agak pucat

“Jae hyung.. dia mengalami pendarahan yang sangat hebat, dan lukanya sangat parah…”

“Kenapa hal itu bisa terjadi, oppa?”

“Mian, kurasa ini semua gara-gara aku…” jawab Yoochun sambil menunduk sedih

“Maksud oppa?”

“Tenangkan dirimu dulu, nanti.. oppa ceritakan!”

“Aku sudah tenang, oppa. Ceritakan saja, sekarang!” perintah Yoon Rie sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan, air mata mengalir di sela-sela jarinya

“Anni, kau masih menangis..”

Yoon Rie pun menurunkan tangannya, lalu menyaka air mata di pipinya dan kemudian memaksakan sebuah senyuman

“Gwaenchanha, oppa.. ceritakan sekarang jebal!”

 

-Flasback-

 

“Omo! Kau sangat tampan, Jae!” puji Yoochun, sambil membantu Jaejoong memasangkan dasi

“Tentu saja, aku yang paling tampan diantara kita berlima…”

“Aish, dasar raja narsis!” ujar Yoochun sambil memukul bahu Jaejoong, lalu mereka pun tertawa

“Yoochun, sudah jangan tertawa! Aku tau kalau sebenarnya kau itu sedih, kan?”

“Mweo? Kenapa aku harus sedih? Justru aku senang, karena sebentar lagi aku akan punya adik ipar yang jago memasak, seorang penyanyi, model, sekaligus aktor yang hebat!”

“Bohong, kau! tidak usah kau tutupi lagi dariku, aku tau kau pasti sedih sekali kan atau bahkan benci aku.. karena aku sudah merebut Yoon Rie, yeoja yang sangat kau cintai!”

“Jae, aku memang mencintainya.. dan aku memang ingin mencintainya. Tapi, kau juga tau sendiri kan? Aku tidak bisa mencintainya karena kami saudara satu ayah, jadi mana mungkin aku membencimu. Kau itu kan sahabat baikku, yang bahkan sudah aku anggap sebagai hyungku sendiri”

“Tapi, bukankah tidak ada alasan untuk mencintai seseorang.. walaupun kalian sedarah? Karena cinta datang secara tak tertuga dan tidak bisa di tebak akan bagaimana akhirnya” jelas Jaejoong sambil tersenyum

‘Sebenarnya, hati kecilku memang tidak rela kau menikah dengannya, Jae.. keunddeu…’

“Kebahagian Yoon Rie adalah kebahagiaanku juga, Jae! So, asalkan dia bahagia bersama namja yang begitu dicintainya.. aku juga bahagia Jae! Lagipula, aku kan masih punya banyak pacar”

“Dasar playboys, aku heran kenapa Sae Rye… masih bisa tahan dengan sikapmu itu?”

“Tentu saja karena dia sangat mencintaiku”

“Joongie, apa sudah selesai? Ayo cepat, ini sudah pukul 08.35!” teriak seorang pria dari balik pintu

“Ne, Appa!” jawab Jaejoong

>>O<<

 

Pukul 09.50

“Aish, Appa! Bagaimana ini, hanya tinggal 10 menit lagi acaranya di mulai.. tapi kita masih terjebak disini! Sepertinya Tuhan tidak menghendakiku menikah” keluh Jaejoong frustasi

“Aneh sekali, tidak biasanya macet separah ini?” sambung Yoochun yang tengah memegang stir

“Bersabarlah, Joongie.. kita pasti akan segera sampai!”

“Tapi ahjussi, Appa dan Eomma ku bisa marah besar karena salah paham nih.. kalau kita sampai terlambat” jawab Yoochun

“Tenang saja, aku sudah mengirim pesan kalau kita terjebak macet”

“Tapi Appa, aku tidak tahan lagi. Aish, Yoon Rie bisa kecewa padaku. Dan sepasang cincin ini pun, belum tentu bisa mengobati rasa kecewanya. Astaga, Appa…”

“Wae, Joongie-a?”

“Aish, cincin pernikahan kami ketinggalan!” teriak Jaejoong yang panik sambil terus meraba-raba saku jasnya

“Mweo? Serius, Jae?!”

“Iya, Yoochun-a.. mereka tidak ada”

“Cari yang benar?!” bentak Yoochun

“Tidak ada Yoochun-a…”

“Haduh, Joongie.. kenapa kau ceroboh sekali, sih?” bentak Tn.Kim

“Mianhae, Appa.. Yoochun.. pergilah duluan ke gereja dengan naik taxi, aku akan putar balik untuk mengambil cincin kami!”

“Annio, biar aku saja yang mengambilnya! Kau dan ahjussi, pergi saja duluan…”

“Tidak usah, aku tidak mau merepotkanmu Yoochun-a. Kajja, kalian saja yang duluan…”

“Andwe, Joongie-a… perasaan apa tidak enak!”

“Itu cuma perasaanmu saja, Appa?! Turunlah, dan tunggu aku.. aku akan segera kembali”

Tn.Kim dan Yoochun saling berpandangan, lalu mereka pun mengangguk dan segera menuruti Jaejoong

“Hati-hati Joongie, jangan ngebut-ngebut. Arra!”

“Ne, Appa!”

Setelah Yoochun dan Tn.Kim turun, Jaejoong segera memutar balik mobilnya.. kebetulan saat itu mobilnya yang paling belakang jadi dia bisa dengan bebas memutar balik mobilnya itu.

>>O<<

 

“Waeyo, ahjussi?” tanya Yoochun, saat dia dan Tn.Kim sedang berada di dalam taxi

Yoochun heran melihat tingkah aneh Tn.Kim yang sejak tadi memegang erat dadanya

“Ahjussi, sakit?” tanya Yoochun panik

“Annio, hanya saja perasaanku tidak enak” jawab Tn.Kim, keringat dingin sudah membanjiri wajahnya

“Si bodoh Joongie itu, kenapa tidak menelponku sama sekali” tambahnya

“Ahjussi, kenapa kau menghina putramu sendiri.. Jae hyung kan tidak sengaja ahjussi, mungkin dia terlalu bahagia sampai melupakan cincinnya”

“Yoochun, aku tidak tahan! Cepat telepon, dia!” perintah Tn.Kim

Yoochun hendak menekan nomor 5 di ponselnya, saat tiba-tiba foto Jaejoong terpangpang di layar

“Ahjussi, Jae hyung menelpon nih..”

“Cepat angkat!”

“Arra. Yoboseo, Jae!!”

“Yoo.. chun-a…” terdengar suara lirih dan terbata-bata di sebrang sana

“Wae, Jae?!”

“Mianhae.. aku.. tidak.. bisa.. menikahi adikmu.. sekarang!”

“Jangan becanda, Jae! Apa maksudmu?” teriak Yoochun

“Wae, Yoochun..?” tanya Tn.Kim semakin panik

“Mian.. tolong katakan pada Yoon Rie, Fo.. rever.. sa..rang..hae” seketika sambungan telpon itu terputus

“Yaa, Jae? Wae? Kim Jaejoong!” teriak Yoochun

“Ada apa Yoochun-a, katakan ada apa?”

“Ahjussi, suara Jae hyung aneh sekali.. tadi dia seperti menahan sakit dan… aku tidak tau lagi ahjussi, sambungan telponnya terputus” jelas Yoochun

>>O<<

 

“Dokter, bagaimana keadaannya?” tanya Yoochun panik

Dokter itu menggeleng, membuat Tn.Kim kesal karenanya

“Dokter, apa maksud anda? Putraku baik-baik saja, kan?” bentak Tn.Kim

“Pasien kehilangan banyak darah, tapi kantong darah yang kami berikan pada pasien tadi adalah yang terakhir sedangkan darah tersebut masih kurang. Selain itu luka di kepalanya sangatlah parah, jadi kami harus melakukan beberapa pemeriksaan lagi untuk memastikan lukanya itu adalah luka yang sangat serius atau bukan?” jawab dr.Lee panjang lebar

‘Aku memang tidak ingin mereka menikah, but God.. bukan dengan cara yang seperti ini!’ jerit Yoochun dalam hati, rasa bersalah seakan menghantuinya

“Lalu?” tanya Tn.Kim pula

“Dan karena darahnya masih kurang.. Tn.Kim, bersediakah anda memberikan sebagian darah anda untuk Jaejoong-ssi?”

“Saya, saya ingin sekali dok. Keunddeu, golongan darah Jae sama dengan ibunya” jelas Tn.Kim sambil menunduk sedih

“Bukankah dia putra pertama anda? Dan biasanya golongan darah putra pertama sama dengan ayahnya?” tanya dr.Lee, Tn.Kim menggeleng

“Tidak, Jae bukan putra pertama saya. Dia putra bungsu saya, sedangkan kakaknya Jaehee dan juga ibunya sudah meninggal dalam kecelakaan kapal.. ketika Jae masih berusia 6 tahun”

“Oh jadi begitu? Kalau begini susah juga..”

“Dokter, golongan darahnya O kan? Saya juga O, dok?! Jadi sebaiknya segera ambil darah saya saja” sambung Yoochun

“Yoochun, benarkah? Kamu bersedia?”

“Ne, ahjussi tentu saja.. Jae hyung adalah sahabat baikku. Demi keselamatan dia, apapun akan saya lakukan” jawab Yoochun mantap

“Kalau begitu silahkan anda ke lab?!”

“Baik, dok”

“Yoochun-a, kamsahamnida..” kata Tn.Kim sambil tersenyum

“Cheonmanyo, ahjussi” sambung Yoochun membalas senyuman Tn.Kim, lalu bergegas menuju lab bersama dengan seorang perawat

Tn.Kim sedikit lega, tetapi ekspresi yang di tunjukkan dr.Lee membuatnya merasa heran

“Dok, apa masih ada sesuatu yang salah?” selidik Tn.Kim

“Ne, pernyataan saya tadi belum selesai..”

“Maksud anda?”

“Mianhae, Jaejoong-ssi koma dan saya tidak yakin kapan dia siuman.. apalagi kondisinya saat ini sangatlah kritis Tn.Kim”

“Mweo?” kaget Tn.Kim

“Selain itu, tulang belakangnya… Mianhaeyo melihat keadaanya, ada kemungkinan pasien bisa lumpuh permanen..”

“Andwe, kenapa keadaannya parah sekali dok? Andwe, kau harus lakukan sesuatu.. kau harus menyelamatkan putraku, Arraseo?!” bentak Tn.Kim mulai lepas kendali

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin, percayalah Tn.Kim…” nasihat dr.Lee

-End of Flasback-

 

Yoon Rie sangat shock mendengar cerita Yoochun itu dan tangisannya semakin kencang

“Mianhae.. aku tidak bermaksud..”

“Bukan salahmu, oppa?! Sejak awal hubungan kita memang terlalu mudah.. terlalu lancar, bahkan aku bisa cepat jadian dengannya sampai hampir menikah.. walaupun awalnya Appa tidak setuju, keunddeu kenapa harus tepat di hari pernikahan kami Jaejoong oppa seperti itu, wae?”

Yoochun memeluk Yoon Rie untuk menenangkan hati yeoja itu, hatinya teramat sakit mendengar tangisan pilu Yoon Rie, yeoja yang juga sangat di cintainya

‘Aku rela menukar posisi Jae dengan posisiku saat ini juga, bila itu bisa membuatmu bahagia Yoon Rie, keunddeu itu tidak mungkin bukan?’

“Oppa, wae oppa? Wae?” teriak Yoon Rie, Yoochun membelai rambut yeoja itu lembut

“Jangan terpuruk seperti ini, bangkitlah Yoon Rie-a! Kita harus memberi Jae semangat agar dia cepat bangun, arra! Yoon Rie ku adalah yeoja yang kuat dan periang, not weak like this. Trust me, Jae get well soon! Smile, okay!” bisik Yoochun lembut

“Sorry, oppa I can’t!”

“Yoon Rie, you can do it! Say to him, Don’t give up.. understand!”

“But…”

“I’m here, I will always in yourside and if you love him.. stay in his side, okay?!”

“Ne, oppa.. gomawoyo!” kata Yoon Rie yang kemudian tersenyum pada Yoochun

“Good…” puji Yoochun dan Yoon Rie pun mengangguk

“I feel better, but.. look! your pace is pale, you must sleep.. oppa”

“Gwaenchanha, oppa baik-baik saja kok. jadi kenapa harus tidur, ha?!”

“Aish, sana pulang dan pergilah tidur bukankah oppa sudah mendonorkan darahmu.. pasti oppa lelah, kan?”

“No..”

“Shit, You’re a liar!”

“Oppa, tidur disini saja ya?”

“Aish, jangan oppa.. disini dingin, asma mu bisa kambuh”

“Aish, kau ini.. bilang saja kau ini menangis sendirian?!”

“Tidak akan oppa, aku cuma mengkhawatirkanmu. Cepat pulang ke rumah, sana!” usir Yoon Rie, membuat Yoochun memanyunkan bibirnya

Yoon Rie tertawa melihat ekspresi Yoochun yang terlihat cute baginya

“You’re so Funny..” seru Yoon Rie

“I’m not baby, you know?” kata Yoochun mengecup bibir Yoon Rie lalu lekas kabur

“Yaa! oppa pabooo!” teriak Yoon Rie

>>O<<

 

-Satu tahun kemudian-

“Oppa, irona! Lihat, kami membuat seribu burung kertas untukmu jadi kau harus cepat bangun” kata Yoon Rie sambil membelai rambut Jaejoong lembut

“Oppa, kalau kau tidak cepat bangun.. kita harus berpisah selamanya” lanjut Yoon Rie mulai terisak

“Kau tau, Appa hendak menjodohkanku dengan Junsu, sahabatmu sekaligus orang yang sangat dicinta Hyechan, sahabatku. Orang tua ku benar-benar sudah gila?! Apa kau rela, ha?” tambahnya, tapi Jaejoong masih tak merespon apapun

“Oppa, sampai kapan kau akan begini terus. Irona, jebal!” rengek Yoon Rie

“Percuma saja, Jae tidak akan bisa mendengarmu!” ucap Tn.Park yang tiba-tiba saja sudah ada di belakangnya

“Tidak Appa, aku yakin Jaejoong oppa pasti mendengarku!” bentak Yoon Rie, sesaat suasana hening hanya bunyi alat pernapasan dan EKG yang terdengar

“Sampai kapan kau mau menunggunya, ha? Sampai umurmu tidak muda lagi…”

“Jaejoong oppa baru 24 tahun dan Aku baru 22 tahun Appa, jadi tidak masalah kalaupun aku harus menunggunya 5th atau 10th lagi…” tegas Yoon Rie

“Sadarlah! Jae, sama saja seperti orang yang sudah mati! Tidak bisa apa-apa, bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun, dan tanpa alat-alat ini.. dia pasti tidak akan bisa bernafas dan detak jantungnya akan berhenti seketika!” bentak Tn.Park

“Tega sekali kau berkata begitu, Appa!”

“Dan kalau seandainya dia benar-benar lumpuh, dia hanya akan menjadi bebanmu, dia tidak berguna lagi dan mungkin kalaupun kalian bisa bersama dengan keadaannya yang seperti itu, kalian mungkin tidak akan punya keturunan!”

“Aku tidak peduli…” teriak Yoon Rie

“Ada apa ini, ha?!” Yoochun muncul di tengah keributan itu

“Hanya menyadarkan adikmu yang bodoh itu..”

“Appa ini Rumah Sakit, jangan buat keributan.. sebaiknya Appa pulang sana!”

“Aigoo, anak ini berani sekali…”

“Terserah kalau Appa tidak malu..” ketus Yoochun, Tn.Park pun segera meninggalkan ruangan itu

“Gomawo, oppa…” ujar Yoon Rie, pipinya sudah basah oleh air mata

“Yoon Rie-a, benarkah Appa akan segera menikahkanmu dengan Junsu?”

“Shireo!”

“Arra, keunddeu bukankah keputusan Appa dan Omma itu tidak boleh di tentang?”

“Sihireo, aku tidak ingin menikah dengan orang lain selain Joongie oppa. Junsu oppa memang tampan, dia juga baik hati, lucu keunddeu.. hatiku hanya untuk Joongie oppa seorang. Siapapun tidak akan ku izinkan untuk menggantikannya”

‘Termasuk aku, benar kan? Yoon Rie..’

Yoon Rie terus menatap lekat wajah Jaejoong yang begitu pucat itu

“Itu bagus, aku yakin Jae pasti bahagia mendengarnya”

“Nde, Oh iya oppa?!”

“Hmm..”

“Gimana kabar Changmin, Yunho oppa dan juga Junsu oppa? Kok, selama sertahun ini.. mereka tidak pernah menjenguk Jaejoong oppa? Bahkan, mereka tidak datang saat kami akan menikah.. sahabat macam apa itu?” dongkol Yoon Rie

“Kau kan tahu sendiri kalau Junsu itu sibuk kuliah di Sydney, dan baru akan pulang ke Seoul minggu depan kan, untuk dijodohkan denganmu? Aku sudah sering mencoba untuk menghubunginya sejak setahun lalu untuk memberitahukan tentang kondisi Jae…”

Yoochun menghela nafas panjang sebelum kembali melanjutkan perkataanya yang masih menggantung itu

“Tapi tidak pernah berhasil, kurasa dia terlalu sibuk disana?!”

“Lalu Yunho oppa dan Changmin?”

“Yunho hyung, baru mau datang dari Jepang besok pagi. Yeah, kau tau sendirikan tuntutan pekerjaan membuatnya sulit untuk membagi waktu.. karena pengacara yang hebat selalu di andalkan orang banyak”

“Hmm, arraseo! Kemudian Changmin!”

“Oh, dia sudah menyelesaikan kuliahnya di london dan akan segara kembali lusa katanya”

“Changmin, memang genius ya.. tidak lama lagi dia pasti akan sukses? Lalu Bagaimana denganmu, oppa?” ledek Yoon Rie

“Tentu saja, aku akan meneruskan bisnis Appa yang di Amrik.. tidak lama lagi!”

“Oppa, apa aku menyerah saja? Dan menuruti perintah Appa, demi masa depanku?” tanya Yoon Rie

“Mweo?”

“Mungkin, mereka benar.. penantianku hanyalah sia-sia saja!” lanjut Yoon Rie sambil mengenggam tangan Jaejoong, dan tiba-tiba saja Yoonn Rie merasakan gerakan tangan Jaejoong

Jaejoong membuka kedua matanya perlahan, dia tampak bingung saat matanya berhasil menangkap wajah Yoon Rie dan Yoochun dengan jelas

“Jae, kau bangun? Mestinya kau mengancamnya seperti itu dari dulu, Yoon Rie-a” kata Yoochun

“Oppa, syukurlah! Aku sangat bahagia..”

“Si.. siapa kalian?” tanya Jaejoong pelan

“Jaejoong oppa, kau tidak ingat aku?” kaget Yoon Rie

“Jaejoong, nugu?”

“Aish, Jae! Aku mohon jangan becanda disaat-saat seperti ini!” kesal Yoochun

“Nuguya? Apa kita akrab?”

“Jae, demi Tuhan aku akan mencekikmu kalau kau terus bercanda seperti ini” bentak Yoochun gregetan

“Jaejoong, Jae.., siapa itu? Dan siapa kalian, aku sama sekali tidak tau!”

Yoochun dan Yoon Rie semakin kaget, lalu Yoochun bergegas membawa kursi roda

“Ayo Jae, kita periksakan otakmu yang ngawur itu sekarang juga!” desak Yoochun

Yoon Rie yang masih shock, hanya bisa diam saja sambil terisak. Sakit rasanya jika orang yang kalian cintai, melupakanmu dengan mudahnya. Sedangkan, Jaejoong mencoba bangun dari tempat tidur dengan susah payah

“Wae, Jae?” tanya Yoochun panik

“Kaki ku, aku tidak bisa menggerakkannya?! Kenapa dengan kaki ku?”

“Mweo?” teriak Yoon Rie dan Yoochun serentak

“Wae?” tanya Jaejoong lirih

“Ya sudah, akan ku bantu kau turun! Mungkin karena kau sudah lama tertidur, kondisimu badanmu masih lemah makanya kau tidak bisa menggerakkan kakimu. Yoon Rie, tolong pegang kursinya?”

Yoon Rie menuruti Yoochun, mereka pun segera membawa Jaejoong ke ruang pemeriksaan

>>O<<

“Kurasa, pasien mengalami amnesia!”

“Mweo?” kaget Yoochun dan Yoon Rie

“Sampai kapan, dok?” tanya Yoon Rie

“Entahlah, saya tidak bisa memastikan hal itu..” jawab dr.Lee

Yoon Rie kembali terisak, dan Yoochun pun lekas memeluknya

“Uljimara, mido.. Jae pasti akan segera mengingatmu, mengingat kita semua”

“Tapi kapan?”

“Kita berdo’a saja pada Tuhan, ya?!” ujar Yoochun

‘Kim Jaejoong, kalau kau terlalu lama membuat adikku terluka seperti ini.. aku tidak akan memaafkanmu’ pikir Yoochun

Setelah percakapan mereka dengan dr.Lee usai, mereka berdua pun kembali ke kamar Jaejoong. Lalu menceritakan pada Jaejoong tentang Appa nya, omma dan nuna nya yang sudah meninggal, juga tentang Junsu, Changmin dan Yunho, sekaligus tentang hubungannya dengan Yoon Rie.. tetapi hanya sedikit karena dokter berpesan agar menceritakan semuanya pada Jaejoong secara perlahan, agar kondisinya tidak memburuk..

“Yoon Rie-a..”

“Ne, oppa?”

“Mianhae, aku belum ingat. Tapi nanti, aku pasti ingat!”

“Gwaenchanha oppa, tidak usah di pakasakan”

“Gomawoyo” kata Jaejoong sambil tersenyum

>>O<<

 

Esok harinya Yunho yang baru tiba di Seoul langsung datang ke RS. Begitu datang Yunho langsung masuk dengan tergesa-gesa kemudian memeriksa luka-luka di tubuh Jaejoong. Dia memperhatikan Jaejoong dengan sangat teliti, di mulai dari kepala Jaejoong, tangan dan kakinya. Tentu saja Jaejoong kaget dan bengong karena heran.

 Dan saat Yunho akan membuka pakaian Jaejoong untuk memeriksa bagian tubuh Jaejoong yang lain, Jaejoong semakin kaget dan langsung berteriak sambil mencoba menghindar

“Yaa! Apa yang kau lakukan? Sikapmu ini membuatmu takut, Memangnya aku ini terlihat seperti seorang gadis, ha?”

“Mian Boo, kau tidak apa-apa kan? Asal kau tau saja, aku bersikap seperti itu hanya ingin memeriksa luka-lukamu saja?” jelas Yunho

“Yaa! siapa itu Boo? Namaku Jaejoong, bukan Boo?”

“Itu kan panggilan kecilku padamu..” jawab Yunho

“Mweo?”

“Syukurlah, tidak ada luka di tubuhmu”

“Tentu saja pabo, aish! Yoochun bilang aku sudah 1 tahun lebih di rawat di RS ini, jadi tentu saja luka-luka ku sudah sembuh semua…” ujar Jaejoong kesal, Yoon Rie hanya tertawa kecil melihat kelakuan namjacingunya itu

“Yaa! mana ada seorang pengacara yang bodoh?!” protes Yunho

“Jadi kau ini seorang pengacara, ya?” tanya Jaejoong

“Apa kau sedang mempermainkanku?” sinis Yunho

“Mian, kamu salah satu sahabatku juga ya? Nama mu?”

Yunho terdiam bak patung saat Jaejoong bertanya demikian, dia tampak shock setengah mati.. terbengong dengan mulut terbuka *awas oppa, nanti ada lalat masuk* #dilempar ke got ma Uno

Yoon Rie pun menghampiri Yunho lalu mengajaknya keluar dan menceritakan semuanya

“Mweo? Boo Jae, hilang ingatan? Jadi, karena itu tadi dia bersikap aneh?”

“Iya itu benar, oppa! Selain itu Yunho oppa, Joongie oppa… dia lumpuh” bisik Yoon Rie

“Mweo? Lumpuh? Yaa! apa kau sedang becanda Yoon Rie, kau ketularan YooSu, ya?”

“Annio, oppa! Aku tidak becanda..”

Yunho yang kaget langsung menunduk dan meneteskan air mata

“Yunho oppa, waeyo?” tanya Yoon Rie hati-hati

“Kalau Jaejoong yang dulu, aku yakin dia pasti akan sangat terpukul, shock dan sedih sekali dengan keadaannya sekarang. Merasa dirinya tidak berguna, karena tidak bisa melindungimu lagi Yoon Rie-a”

“Tentu saja, apalagi oppa itu kan seorang penyanyi, sekaligus aktor..”

“Hmm, tapi sepertinya Jae yang sekarang berbeda. Kelihatannya dia bisa menerima kenyataan ini, tapi tetap saja aku bisa menangkap kesedihan di matanya” sambung Yunho

“Memang menyakitkan, kalau kita harus kehilangan semua memori kita” Yoon Rie mengiyakan

“Aku akan mencoba menghiburnya..” Yunho kembali ke kamar Jaejoong diikuti oleh Yoon Rie

“Jae, listen.. aku Yunho!”

“Ah iya aku ingat, Yoochun bilang temanku yang pengacara muda itu namanya Yunho..”

“Hmm, itulah aku Yunnie bear mu..”

“Mweo? Maksudmu.. dengan beruang?”

“Aish, itu nama panggilanku darimu..”

“Ah, mianhae..”

“Cape deh..” kata Yunho sambil menepuk jidatnya sendiri.

“Perasaan kau tidak lari-lari, kenapa cape? Ah payah kau..” ledek Jaejoong

“Hei Jae, berapa banyak kau kehilangan darah? Wajahmu sangat menakutkan, pucat sekali seperti… mayat” kata Yunho sambil tersenyum pada Jaejoong

Pletak!

“Yaa!, kenapa kau menjitak ku?!” protes Yunho

“Pembohong…” jawab Jaejoong sambil memanyunkan bibirnya

“Yaa! memangnya sejak kapan aku berkata bohong?”

“Oh iya, seorang pengacara kan harus jujur, ya?”

“Memangnya sejak kecelakaan itu, kau belum pernah bercermin?”

“Ajik, aku kan baru siuman kemarin.. selain itu di kamar ini kan tidak ada cermin” jawab Jaejoong, lalu Jaejoong pun memberi isyarat kepada Yunho agar Yunho mendekat

Yunho semakin mendekatkan dirinya ke wajah Jaejoong, setelah itu Jaejoong berbisik kepadanya

“Beruang, sebenarnya aku sendiri lupa wajahku seperti apa?”

“Mweo? Kau bahkan lupa pada wajahmu sendiri?” teriak Yunho

“Beruang berisik, kau hampir membuatku tuli…” protes Jaejoong “Tapi aku serius, aku tidak ingat sama sekali” lanjutnya

“Baiklah, Yoon Rie-a..”

“Nde?”

“Pinjami aku cermin!” pinta Yunho, dan Yoon Rie menurutinya

“Nih, ayo lihat!” perintah Yunho pada Jaejoong, tiba-tiba saja Jaejoong tersentak kaget melihat wajahnya sendiri

“hahaha… benar kan kataku wajahmu menyeram kan sekali seperti hantu, kau saja kaget melihat wajahmu sendiri” jelas Yunho masih belum berhenti tertawa, begitu pula dengan Yoon Rie

“Yaa! kalian.. aku bukan badut” protes Jaejoong

“Makanya Jae, warna kulit itu jangan seperti salju! Apa perlu kau aku panggil Snow White..” ledek Yunho masih terus tertawa terbahak-bahak

“Kalau begitu kau The Best, sialan!” sambung Jaejoong sambil cemberut

“Habisnya, rambutmu itu terlalu gondrong!”

“Tentu saja, selama setahun aku kan belum sempat potong rambut lagi. Tapi tidak kusangka, ternyata aku ini punya wajah yang tampan.. pantesan Yoon Rie jatuh cinta padaku” ujar Jaejoong sambil tersenyum

Pletak!

“Yee, sombongnya.. mentang-mentang kau lebih ganteng dari aku”

“Aish, Apo beruang!” Yunho hanya meleletkan lidah

“Sudah.. sudah kalian ini jangan ribut ah!” lerai Yoon Rie

“Beruang…”

“Mweoya?”

“Aku mau potong rambut, apa kau bisa bantu potong kan?”

“Jangan mau oppa, mana ada seorang pengacara yang ahli dalam hal seperti itu? Yang ada nantinya potongan rambutmu jadi jelek, mending ke salon aja.. aku bisa mengantarmu” jawab Yoon Rie

“Benar juga katamu, chagiya! Keunddeu, memangnya aku sudah boleh keluar dari sini?”

“Udah, dokter bilang hari ini oppa sudah boleh pulang” jawab Yoon Rie sambil tersenyum

“Whoa.. akhirnya aku bisa segera pergi dari tempat yang membosankan ini” seru Jaejoong tampak senang

‘Aigoo, kenapa Joongie jadi childish begitu? Otak nya benar-benar eror nih..’

“Kalau begitu, aku mau membereskan barang-barang dulu ya, oppa?” kata Yoon Rie yang lekas berkemas

“Yunho-a, dulu aku paling akrab dengan siapa?”

“Tentu saja ka akrab dengan semuanya, tapi kalau dibandingkan kau lebih dekat denganku…”

Pletak!

“Yaa! kenapa kau memukul ku lagi..” bentak Yunho sambil melotot

“Jahat sekali, kau ngaku-ngaku paling dekat denganku.. tapi kenyataannya yang selalu ada di dekatku bukan kau, melainkan Yoochun..”

“Aigoo, itu kan karena aku sibuk!”

“Tapi Yoochun, hari ini dia kemana ya? tumben sekali dia tidak kemari?”

“Ah itu oppa, Yoochun oppa bilang.. hari ini dia mau menjemput Junsu di Bandara” jelas Yoon Rie

“Oh, jadi Junsu juga sudah pulang ke seoul.. kalau Changmin?” tanya Yunho

“Mungkin dia masih di pesawat, soalnya waktu itu dia bilang akan segera kembali ke Seoul” jawab Yoon Rie pula

“Oh begitu?”

“Oppa, semuanya sudah beres.. kajja kita berangkat?” ujar Yoon Rie

Yunho membantu Jaejoong turun dari tempat tidurnya dan mendudukkan nya di kursi roda

“Gomawo..” kata Jaejoong sambil tersenyum pada Yunho

“Jae, kau kan baru sadar dari koma.. apa tidak apa-apa pulang hari ini? Memangnya badanmu sudah tidak ada yang sakit lagi?” tanya Yunho cemas

“Anni, aku sudah sehat ko..” jawab Jaejoong

“Baguslahlah kalau begitu, kajja!”

Yunho mendorong kursi roda Jaejoong dan sebelum mengantar Jaejoong ke rumahnya, Yunho dan Yoon Rie membawanya ke salon terlebih dahulu untuk memotong dan merapikan rambut Jaejoong.

>>O<<

 

“Apa ini rumah Appa ku? Aku ga nyangka kalau ternyata aku ini anak orang kaya, waw rumahnya besar dan mewah sekali” kagum Jaejoong

“Jaejoong oppa, rumah ini kau sendiri yang membelinya lho..” cerita Yoon Rie

“Mweo? Aku bukannya, Appa?”

“Bukan, kalau rumah yang ini kau yang membelinya dengan uang dari penghasilanmu sendiri”

“Mweo? Penghasilanku bisa membeli rumah sebagus ini?”

“Hmm, kau kan seorang penyanyi sekaligus aktor” sambung Yunho

“Jeongmal?”

“Ne, itu benar oppa?!”

“Sayang sekali aku belum ingat apa-apa?!” kata Jaejoong sambil menunduk sedih

“Gwaenchanha nanti kau juga ingat, oppa..” hibur Yoon rie pula

“Mianhae, kalian begitu dekat denganku keunddeu.. aku sempat tidak mdengenali kalian”

“Tidak masalah Jae, kami bisa mengerti”

“Gomawo, oh iya? Sepertinya mulai sekarang aku harus berhenti jadi artis, soalnya kaki ku… aku sungguh merepotkan, ya?” Jaejoong tersenyum pahit sambil menunduk memperhatikan kedua kaki nya

Yoon Rie menangis saat Jaejoong berkata demikian, Tapi Yunho mengenggam erat tangan Yoon Rie sambil berbisik

“Jangan perlihatkan kesedihanmu di depan nya, arra!”

Yoon Rie menyeka air matanya lalu mengangguk

“Kajja Jae, kita masuk ke rumahmu!” seru Yunho yang lekas mendorong kursi roda Jaejoong lagi

Setelah mereka sampai rumah, Tn.Kim yang sudah diberitahu oleh Yoon Rie akan segera sampai ke rumah langsung memeluk putranya itu

“Selamat datang Joongie, Appa sengaja libur hari ini untuk menyambut kepulanganmu..” bisiknya lembut

“Appa?”

“Ne, aku ini Appa mu Joongie..”

“Bogoshipo, Appa!”

“Nado…”

“Hyung…” teriak seseorang dari luar

“Suara melingking siapa itu? Seperti lumba-lumba…” tanya Jaejoong yang lekas menoleh ke arah sumber suara

“Jaejoong hyung, apa benar kata Chunnie kalau kau kehilangan ingatan?” tanya Junsu panik, yang di jawab Jaejoong dengan anggukkan

“Berarti kau sama sekali lupa padaku? Jahat, mestinya kau jangan sampai lupa pada kami” protes Junsu sambil cemberut

“Junsu-a, sudahlah.. namanya juga orang Amnesia” tegur Yunho sambil menatap Junsu tajam

“Mianhae, dolphin..”

“Mweo? Kau panggil aku apa?”

“Dolphin, abiz suaramu seperti dolphin”

“Aish, hyung…”

“Biarkan saja, Su! Aku saja di panggil beruang olehnya..”

“Beruang? Lebih parah donk, hahaha..” ledek Junsu, semuanya pun tertawa

“Oppa, dimana Yoochun oppa?” tanya Yoon Rie

“Kencan sama Sae Rye” jawab Junsu

“Aish, dasar oppa…”

“Dolphin, kau sangat cute…” puji Jeajoong sambil tersenyum

“Arraseo, apa kabar hyung?” Junsu memeluk Jaejoong erat dan meneteskan air mata

“Aku baik-baik saja, jangan khawatir”

“Jeongmalyo?” tanya Junsu sambil menatap mata Jaejoong lekat

“Emh, keunddeu.. kenapa kau menangis Jun?” tanya Jaejoong heran

“Ahniya, Aku tidak menangis! barusan ada debu yang terbang ke mataku” jawab Junsu menutupi

“Oo, Jun-a…”

“Ne?”

“Yoochun pernah bilang padaku, katanya orang tua Yoon Rie memintamu untuk menikahinya, benarkah itu?”

Deg! Jantung Yoon Rie dan Junsu berdebar kencang

“Hatiku sakit…”

“Mweo?” kaget Junsu, Yunho, Yoon Rie dan juga Tn.Kim

“Ne, hatiku sakit sekali saat mendengar kabar itu…” jelas Jaejoong sambil memegang dadanya, perlahan air mata membasahi pipinya

“Joongie…” desah Tn.Kim

 

-To Be Continued-

 

Introduce : Annyeong, semua penghuni dbskoneaktf?! Nama saya Jessie Amelia 18y. Kalian bisa panggil saya Jessie atau Amel juga tidak masalah J

Ini pertama kalinya saya jadi author fanfiction walaupun baru jadi freelance, FF ini sekaligus juga menjadi FF pertama saya. Jadi, mohon maaf yah, kalo FF nya gaje, aneh, and membosankan seperti ini!!😀

For Admin : thank dah post FF nya J

 

20 thoughts on “Aisenai Aishitai Chap 1

  1. huweeeeeeeeeeeeee baru chap 1 aja dah kyk gni T________T
    ada acara kecelakaan, amnesia, di jodohin di cewenya ckckckck….bakal seru nih kyknya….lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut \ ^o^ /

  2. park ji hee berkata:

    wah daebak. ff pertama tapi ceritanya bgus… kasihan jeje oppa amnesia n lumpuh…(ntar lupa dech ma aku… pacarnya..hehe., ditabok cassie) lanjut…

  3. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    annyeong eonni jessie… ff nya bagus bgt deh yg ini.. yg bagian akhir2 lucu deh, kecuali yg pas jaejoong bilang hatinya sakit… itu bkn lucu kan? hehehe trus yg pas jaejoong kagum ama rumahnya sendiri, dia norak deh, kyk gapernah liat rumah mewah aje #digebukinjaejoongoppa wkwkwk pokoknya aku suka deh sama ff ini😀 aku tunggu lanjutannya ya eonni🙂

  4. nteph berkata:

    Saeng..ff nya bguuuss…wlpn jj kasian gt ud btal kwin kclakaan koma amnesia lumpuh..deuuh byk bnr..hehehe.. Dtunggu part lnjutanny…

  5. @All : Annyeong, Salam kenal semuanya saeng2, eonnie2 🙂
    Jinjja? aku pikir nggak bagus karena kebanyakan dialog daripada deskripsi’A ^^
    Okelah kalau begitu, nggak nyangka ada yG penasaran JGa..
    Lanjutan’A tunGGu ajacH yaH…
    Gamsahamnida aTas dukungan Semuanya…. ^^

  6. annyeong..
    Dari awl bc udh sedih bngt!! Pas bc smpe yg jj blum sdr itu tuh pngn nangis tp stlh jj’a sdr mlh jd ktwa truz ..
    Qu rasa ff ini jg ada genre komedy’a..

  7. annyeong..
    Dari awl bc udh sedih bngt!! Pas bc smpe yg jj blum sdr itu tuh pngn nangis tp stlh jj’a sdr mlh jd ktwa truz ..
    Qu rasa ff ini jg ada genre komedy’a deh..

  8. Kyaa Amel, ini kamu kah? ko ga bilang2 klo jd author freelance disini?!
    Ga apa-apa kali mel banyak dialog juga namanya juga masih baru jd author FF, aku juga gitu… soalnya belum pinter bikin deskripsi yang panjang2?!! hehehe ^^
    V ko di fic ini JJ nya km bikin gitu banget sih?? *Yaah, terserah author nya lah* Wkwkwk
    Lanjut terus ya, penasaran nih. Fighting!!🙂

    • Iya ini aku, hehehe… mian bl smpt ngasi tau Eon
      iya bener bikin deskripsi itu susah.. U_U
      Tapi yg berikutnya aku bakalan memperbaiki sgla kekurangannya
      Gamsahamnida buat koment nya🙂

  9. waahh si jae amnesia, lumpuh lgi .. Kasian T.T *peluk+poppo jae* tpi kok si jae amnesia malah jdi childish gtu sih,, ceplas ceplos lgi, jdi mirip sui #pletak# *d’tabok jae*
    tpi perasaan si jae kn bru siuman kok udh d’bolehin pulang yah ?? Pdahal kn biasanya klo bru sadar dri koma apalgi smpe stahun otaknya rada2 linglung gitu *reader sok tau* #d’plototin author# *author : suka2 gue dong.. cerita pnya gue, yg nulis gue* #gubraakk# *pingsan*
    tpi seruuuuu ~
    author bilang ni ff prtamanya ya, tpi ffnya daebak kok .. ^^
    oiya aku intro ya thor,,
    Angela imnida, 18 y.o *kita seumuran* #toss# istrinya jaejoong slingkuhannya chunnie dongsengnya yunho adik sepupunya junchan n minmin *dicincang cassieast*
    bangapseumnida #bow#
    next ~~

    • Hahaha gitu yah, mian….
      namanya juga imajinasi jadi langsung ajah aku pulangin JJ nya biar cepet-cepet ada ceritanya
      soalnya si JJ nya nggak mau kelamaan di RS katanya
      Annyeong, Rednjel.. senang berkenalan denganmu

      Gumawo for your critic & comment😀

      • @Redjel : Sorry yah yg di atas itu koment ku, cuma karena aku lagi pake HP nya Astrie unn, jdi pke akunnya dia lupa ngedit *Pabo bgt aku ini*
        Kualat coz cz pinjem nggak bilang2

  10. putrimays berkata:

    yaampun jaejoong kasian ya..
    cepet sembuh ya jae..
    semoga nanti ada keajaiban jaejoong bisa jalan lagi..
    aamiin..

    NICE FF EONNIE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s