Life Like This ~~chapter 2


Title : Life Like This ~~chapter 2

Author : Kirei Izumi a.k.a Rei

Genre : Romance

Cast : Shim Changmin, Kim Jaejoong, Park Yoochun

Rate : PG13/straight

p.s : ANNYEONG~~ aku post lagi. mianhae pendek banget.  Aku post dulu chap 2nya dan mungkin aku ga akan post kurang lebih 2 minggu soalnya mau siap siap *please deh Rei, kaga ada yang nanya*. Jeongmal mianhae. Muadahan readers suka sama fanfic ini. Jangan lupa RCL ya readers sayang~~ #hug all readers

hope my fanfic make you enjoy^^

Author side__

Changmin sangat khawatir ketika MinAh tidak mengangkat panggilannya. Ia benar benar kalut dan berniat putar arah untuk kembali ke apartemen mereka. Tapi sialnya ketika Changmin putar arah, ia sama sekali tidah memikirkan apapun selain Minah. Ia tidak menyadari kalau ada truk yang melaju kencang dari arah yang berlawanan. Changmin berteriak kencang. Ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya terutama kepalanya.

‘Minah~ya, 2 tahun lalu pasti kau mengalami kecelakaan hebat, mungkin sekarang aku mengalami hal itu. Sakit sekali, bahkan kau sampai hilang ingatan. Aku tidak mau hilang ingatan, jangan sampai kecelakaan ini mebuatku hilang ingatan, terlebih, aku takut sekali kalau aku melupakanmu padahal kau sedang marah padaku. Bisa bisa kau benar benar meninggalkanku’ pikir Changmin sebelum ia benar benar tidak sadarkan diri.

___________________

MinAh’s side__

Wajah tampan itu penuh darah. Seseorang yang tadi pagi dengan tampang bersalahnya meminta maaf kepadaku karna hal yang sepertinya memang salahku kini terbaring tak berdaya dan sedang dipindahkan ke UGD. Di saat seperti ini, aku yang sangat lemah dan bodoh hanya bisa diam. Aku memang tidak ada gunanya.

“sialan kau Shim Minah!!” makiku terhadap diriku sendiri ketika namja yang sangat amat kucintai itu benar benar menghilang dibalik pintu UGD.

“ bawakan kami darah B. palli!!” teriak seorang dokter panic sebelum masuk UGD.

“dok, stock habis. Baru saja seorang ibu melahirkan hampir tidak selamat. Otthokae?” seorang suster mengatakannya dengan sangat menyesal.

“siapa saja pengunjung rumah sakit yang sehat di mohon sumbangannya. Karna ini benar benar darurat” ujar dokter.

Aku yang tadinya terduduk lemas berusaha bangkit. Aku harus menyelamatkannya.

“darahku B. ambil darahku hingga ia selamat”

Aku melakukan donor darah. Entahlah berapa banyak darah yang mereka ambil, Aku tidak peduli. Changmin oppa harus selamat. Aku menangis terus. aku takut kehilangannya.

“suster, bagaimana kiranya keadaan namja tadi?” tanyaku di sela tangisku.

“kritis. Sangat kritis. Beruntung sekali anda mau mendonorkan darah anda. Mudah mudahan operasinya lancar” Ujar suster.

Aku menarik napas panjang berusaha menahan tangisku jangan sampai makin kencang.

“nona, anda kenapa?” tanya seorang suster.

“aku kekasihnya” ujarku di sela tangisku.

“ye? Kekasih siapa?” ia masih bingung dengan jawabanku.

Aku hanya diam. Rasanya sudah tidak punya tenaga untuk mengatakan satu kata. Ponselku pun berdering nyaring di tasku.

Aku dengan terpaksa mengangkatnya.

“yobeseyo?”

“yoboseyo? Naneun Kim Jaejoong. Kau ada di mana?”

“aku? Aku sudah di rumah sakit”

“kau menangis?”

“kekasihku kecelakaan dan keadaannya kritis. Aku sedang mendonorkan darahku”

“oh geurae, jangan keluar dari rumah sakit. Uljima”

“hmmm….”

“kututup dulu”

Aku menaruh kembali ponselku. Proses  pendonoran darah pun selesai. Aku di beri susu agar di minum dan aku meminumnya.

Setelah selesai, aku menunggu cemas proses operasi Changmin oppa.

Seorang dokter pun keluar dari ruang operasi.

“apa di sini ada keluarganya?” tanya dokter.

“aku kekasihnya” aku bangkit dan menghampiri dokter.

“bersyukur ia selamat. Keundae, sebelum kecelakaan ia pasti mengendarai dengan keadaan stress. Apa kekasih anda punya masalah?”

Mendengar pertanyaan dokter, aku serasa mendapatkan tamparan yang sangat keras. Ya, pasti semua ini karna aku. Aku yang cuek padanya. Aku melihat banyak panggilan darinya ketika aku mau berangkat ke rumah sakit. Ini semua salahku. Aku membekap mulutku lagi menahan tangisan yang keluar.

Mianhae oppa…..

________________________

Aku melakukan pengambilan darah bersama Jaejoong ssi. Kali ini untuk test DNA.

“sudah Jaejoong ssi? Aku mau kembali ke kamar rawat Changmin Oppa” ujarku. Aku tidak mau meninggalkannya lama lama.

“boleh aku ikut menjenguknya?” tanya Jaejoong ssi. Aku mengangguk.

Kami sama sama berjalan menuju kamar rawat Changmin oppa. Ketika sampai, aku mempersilahkannya masuk.

Ketika ia melihat Changmin oppa, Jaejoong ssi tersenyum. Aku memandangnya sinis. Apa apaan dia? Apa yang lucu? Changmin oppa masih tidak sadarkan diri ia malah tersenyum. Sungguh tidak masuk akal.

“dia tampan. Dari wajahnya ia sangat baik dan bertanggung jawab. Benar benar gentle. Adik kecilku sudah besar, kau sudah punya tambatan hati” Jaejoong ssi mengusap rambutku lembut. Dan seperti biasa, aku merasa nyaman.

“kau mau menangis? Kemarilah, menangislah di pelukanku. Aku oppamu” tanpa ragu, aku memeluknya dan menangis di dadanya.

“ini salahku Jaejoong ssi. Seharusnya, kami segera berbaikan” ujarku menyesali segalanya. Tapi percuma.

“sudahlah, kita akan berbicara ketika dia sudah sadar. Kau tenang saja”

Aku melepaskan pelukan hangat Jaejoong ssi dan beranjak menghampiri Changmin oppa. Aku memegang tangannya lembut.

“oppa, sadarlah… aku khawatir sekali” aku memandangi wajahnya yang  tampan dan pucat.

“Minah, ayo kita makan dulu dan minum kopi agar kau lebih tenang” Jaejoong ssi menggandengku keluar. Tahu dari mana ia kalu kopi bisa menenangkan pikiranku?

Aku hanya mengikutinya.

“jadi, kalau kau possitif Kim Minah, apa kau akan kembali. Ah… aniyo~~ kau memang harus kembali” Jaejoong ssi menggeleng gelengkan kepalanya.

“jika benar aku adalah Kim Minah, tentu saja aku akan kebali ke rumah tapi setelah kekasihku sembuh total” tukasku. Aku meneguk espresso yang ada di hadapanku.

“kalian bahkan belum bertunangan. Kenapa harus tinggal bersama?” Jaejoong ssi mengerutkan alisnya frustasi.

“Jaejoong ssi, aku hilang dan Changmin oppa menemukan dan mengurusku” aku mengingatkannya.

“isshhh. Ne” ia menghela napas panjang.

“bagaimana aku dulu?” tanyaku.

“kau, aku adalah gadis rumahan. Cantik, anggun, elegan, pintar dan sangat ramah. Kau belum pernah punya pacar sebelumnya. Maka dari itu, Park Yoochun sangat menginginkanmu” katanya.

Aku tersenyun. Changmin oppa, u’re the first.

“keundae, Park Yoochun itu siapa?” tanyaku.

“dia adalah temanku. Lebih tua dari Changmin 2 tahun. Kau sangat senang ketika pergi shopping dengannya. Ku kira kau juga menyukainya. Ternyata aku salah” jawabnya.

“oh, Jaejoong ssi, sebaiknya jangan lama lama. Aku takut Changmin oppa kenapa kenapa. Dan lagi, tadi aku menelepon orang tuanya dan adik perempuannya, mereka banyak sekali urusan dan akan datang agak terlambat”

Aku dan Jaejoong ssi keluar dari café dan berjalan menuju rumah sakit. Kami hanya berjalan dalam diam karna fikiranku terus melayang pada  Changmin oppa yang sedang terbaring lemah di rumah sakit.

Changmin side___

Aku membuka mataku perlahan. Betapa senangnya ketika menyadari kalau aku masih hidup. Aku melihat ke sekelilingku. Putih, khas rumah sakit.

Aku tidak bergerak sama sekali, aku memejamkan mataku kembali dan berpikir keras bagaimana cara meminta maaf pada Minah. Ohh…. Kenapa kepalaku sakit sekali? aku menggerakkan tangan kiriku menyentuh kepalaku. Ternyata ada perban. Kepalaku luka. Kubuka mataku melihat kakiku. Kakiku di perban juga. Punggung dan dadaku di perban juga. Lukaku sangat banyak ternyata. Huuhh… beruntungnya aku masih selamat masih ada kesempatan hidup dan memperbaiki hubunganku dengan Minah, karna selama kami tinggal bersama, baru kali ini aku dan Minah bertengkar.

Aku mencoba bangkit dan menggerakkan kakiku.

Kaki ku tidak bisa bergerak.

Dan aku bukan orang bodoh, aku menyadari betul kalau aku lumpuh. Ayolah, Shim Changmin…. Kau harus kuat.

Tiba tiba pintu kamar rawatku terbuka. Suster membawa beberapa suntikan.

“tuan Shim, anda sudah sadar?” tanyanya ramah.

“oh ne, bisa panggilkan saya dokter sekarang juga?” pintaku.

Suster tersebut  mengangguk dan berlalu pergi.

Aku tidak mau Minah melihatku dalam keadaan lemah begini. Aku ingin terlihat selalu kuat. Ini wajar dalam naluri lelaki kan?

Tak butuh waktu lama, dokter datang.

“dok, apa saya lumpuh?” tanyaku berusaha tegar.

“biar saya periksa terlebih dahulu” ujarnya.

Dokter melakukan pemeriksaan intensif pada tubuhku.

“tuan Shim, kaki anda lumpuh. Ini agak parah. Kau harus benar benar rajin terapi dan minum obat” kata dokter.

“mulon, saya sangat ingin cepat sembuh. Berapa lama kira kira kalau saya di rawat di sini?”

“uhhmmm,,,, mungkin sekitar 5 bulan anda sudah bisa berjalan jika di rawat di sini” ujar dokter.

“ye? Bisakah anda merujuk saya ke rumah sakit yang lain? Saya ingin sembuh lebih cepat dari 5 bulan”

“geurae, mulon”

_________________________

Minah side__

Aku dan Jaejoong oppa masuk kamar rawat Changmin oppa. Dan aku sangat kaget ketika mendapati kasur Changmin oppa kosong. Tanpa memikirkan yang lain, aku berlari ke ruangan dokter dan menerobos masuk karna aku terlalu panic dan khawatir.

“kemana pesien yang bernama Shim Changmin?” tanyaku panic.

“oh,,, ia sudah di pindahkan ke rumah sakit lain” jawab dokter itu.

“mwo? Wae? Lalu, kemana ia dipindahkan?” tanyaku lagi.

“ini privasi nona, mianhae, kami tidak bisa memberitahunya”

“saya yeojachingunya. Saya pikir, saya berhak tahu dimana namjachingu saya berada!!” aku bersikeras ingin tahu dimana Changmin oppa berada.

“mianhae, dia tidak memberikan pengecualian. Artinya anda juga tidak boleh tahu”

Aku mendesah berat.

“agesshi, anda boleh keluar karna pasien saya yang lain sudah menunggu” usir dokter halus.

Aku pergi meninggalkan ruangan dokter. Jaejoong ssi ternyata berdiri tidak jauh dari ruang dokter. Aku berlari dan memeluknya dengan erat sambil menangis lagi.

“Jaejoong ssi, ia di pindahkan. Dan aku tidak boleh tahu kemana ia di pindahkan” isakku. Jaejoong oppa mengelus punggungku.

“nanti kita cari dia. Dia pasti baik baik saja. Aku tahu kalau dia laki laki yang kuat”

“apa ia akan meninggalkannku?”

“tidak mungkin. Aku yakin benar dia bukan type seperti itu”

Kata kata Jaejoong oppa, pelukannya dan tatapan hangatnya selalu membuatku nyaman. Jika benar ia adalah oppaku, itu merupakan suatu anugerah yang sangat amat ku syukuri.

_____________________

2 hari kemudian, hasil test DNAku keluar. Hari ini juga, aku bertemu Eomma dan Appa kandungku. Mareka memelukku dengan erat.

“kami sangat merindukanmu, nak. Kau senang bertemu kami lagi kan?” tanya Appa

“ye? Tentu Appa” aku memeluk Appa erat. Neomu haengbokkae.

“ayo cepat masuk. Eomma sudah masak masakan yang dulu kau suka. Semoga, sekarang pun kau masih menyukainya”

Aku masuk ke sebuah rumah bak istana. Hahh… apa benar ini rumahku? Aku jadi ingat apartemen Changmin oppa. Aku sudah tidak tinggal disana semenjak 2 hari yang lalu. Aku sudah lihat ke apartemennya. Changmin oppa tidak ada. Ia benar benar menghilang entah kemana. Aku hanya bisa berdoa agar ia baik baik saja dan tetap berusaha mencarinya. Aku tidak berani bertanya pada Eommonim (semenjak aku menjadi kekasih Changmin oppa, Eomma Changmin oppa menyuruhku memanggil ‘Eommonim dan Abeonim’) karna aku tidak mau dibilang yeojachingu yang buruk. Aku akan terus mencarinya. Ah… aku pengecut. Pasti eommonim dan Abeonim sudah tahu kalau aku pergi begitu saja. Ahhh…. Aku bingung. Untuk sementara aku melupakan soal Changmin oppa dan berbahagia karna bertemu keluargaku.

Setelah makan Eomma menunjukanku sebuah kamar. Eomma bilang itu kamarku. Kamar yang sangat luas didominasi warna putih dan ungu.

“tidurlah dengan nyaman malam ini. Eomma sudah siapkan pakaianmu di lemari” kata Eomma.

Aku mengangguk paham.

“Eomma, Jaejoong oppa biasanya pulang dari kantor jam berapa?” tanyaku.

“ye? Hahahhahahah” Eomma tertawa. aku mengerutkan alisku aneh.

“waeyo Eomma?” tanyaku.

“Minah~ya, kau dengan dia biasanya sudah seperti anjing dan kucing. Kalian benar benar tidak akur walaupun sudah besar. Eh, sekarang kau menanyakannya” ujar Eomma sambil masih tertawa.

“ish! Pertama kali aku melihatnya semenjak setelah kecelakaan itu, ia sangat hangat Eomma. Aku sangat senang ketika mengetahui kenyataan kalau aku ini yeodongsaengnya”

“dulu kau sering bilang pada Eomma.’Eomma, kenapa aku punya oppa yang menyebalkan seperti dia? Apa kau tidak pernah menyesal karna melahirkannya?’ dan mendengar itu, Jaejoong tidak mau bicara padamu lalu kau menangis seharian karna itu” Eomma tertawa lagi.

“tapi semenjak kau hilang. Ia terus mencarimu. Ia juga pernah menangis dan bilang pada Eomma,’kemana bocah sialan itu? Aku ingin sekali membuatnya kesal lagi. Aku tidak akan lelah mencarinya’” lanjut Eomma.

Entah kenapa, aku sangat terharu sampai menangis.

Eomma memelukku hangat.

“uljima sayang….”

“Jaejoong oppa baik sekali” ujarku.

“HYYAAAA!!! Siapa katamu yang baik? Aku? Aku kan? Tentu saja” katanya pede. Ish! Aura apa ini? Tadi pagi aku merasa hangat jika bertemu dengannya. Tapi sekarang, ia mengaluarkan aura usil, terasa menyebalkan.

“Oppa, auramu menyebalkan”

“sesange,,, aku tidak begitu Minah~ya” Jaejoong oppa memelukku erat dan berbisik.

“aku sudah mencari Changmin di semua rumah sakit seoul. Keundae, tidak ketemu. Tenanglah, nanti kita cari lagi. ara?”  bisiknya sangat pelan.

Aku mengangguk dalam pelukannya. Keundae, KENAPA IA BISIK BISIK BEGITU? Ah, mungkin ini sangat tidak etis kalau saja aku membicarakan kekasihku sedangkan keluargaku sedang berkangen ria karna baru bertemu lagi denganku.

“ckckckckckck, Eomma agak aneh melihat pemandangan ini” kata Eomma.

“ye? Ish! Eomma!” Jaejoong oppa melepaskan pelukannya.

Eomma tersenyum dan meninggalkan kami.

“oppa, kau mencari Changmin oppa?”

“ne. mulon. Aku harap aku bisa menemukannya agar kau tidak khawatir”

“jeongmal kamsahamnida”

“kau sudah tahu kalau tadinya kita ini……”

“bagai anjing dan kucing?”

“ye? Hahahahahah. Ne! aku tersiksa ketika kau menghilang yeodongsaengku sayang. Rumah ini jadi sepi karna kucingnya tidak ada”

“berhentilah menjadi anak anak. Aku ingin selalu akur denganmu oppa”

“hahahahaha geurae”

Jaejoong oppa memelukku dan mengecup keningku singkat.

“ini sudah cukup larut.selamat tidur yeodongsaengku. Semoga mimpi indah”

“selamat tidur oppaku. Semoga kau juga mimpi indah”

______________________

Pagi pagi sekali aku keluar dan berjalan jalan di sekitar rumahku.

Changmin oppa, kau kemana? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? huh?

Aku menendang nendang batu taman dekat rumahku.

“YA!! KIM MINAH!!” teriak seorang namja. Aku melihat kea rah suara berasal.

Seorang namja dengan hoodie abu abu mengahampiriku.

“nuguseyo?” tanyaku.

“kau benar benar amnesia?”

“ye? Mianhae, apa kau benar benar menganalku?”

“ooohhh,,, ternyata benar. Aku Park Yoochun.  Partner shoppingmu. Kkkkkkk~” ia terkekeh.

“aahhh,,, Yoochun ssi” aku ingat. Jaejoong oppa pernah bercerita tentangnya.

“panggil aku oppa. Kau juga begitu biasanya”

“geurae, Yoochun oppa”

“bagaimana keluargamu. Apa kau benar benar merasa asing?” tanyanya seakan akan kami sangat dekat. Ah ya. Sepertinya memang tadinya begitu.

“hhhhmmmm,,,, tidak juga. Bagaimanapun, kami kan sedarah, jadi sudah semestinya punya ikatan batin yang kuat. Maksudku…”

“oh. Ara” ia memotong pembicaraanku.

“mian. Aku jadi sedikit curhat”

“oh, gawaenchana. Kau sudah biasa curhat padaku”

“jinja?”

“hmm..” Yoochun  oppa mengangguk.

“ayo kita ke rumahmu. Aku sudah lapar”

Ia menarik tanganku.

“makan?”

“hahahahha… aku suka numpang makan. Maklum, aku bukan asli orang sini dan aku tinggal sendirian”

Aku dan Yoochun oppa berjalan berdampingan ke rumah. Memangnya dia orang mana? Ah, nanti aku tanyakan.

“ahjummaaaaaa……” teriak Yoochun oppa ketika kami sampai di ruang tamu.

“Chunnie~ya…” sahut Eomma. He? Bahkan Eomma memanggil Yoochun oppa dengan nama kecilnya. Apa ia sedekat itu dengan kami?

“ya! Park Yoochun!” Jaejoong oppa yang sedang memakai dasinya mengahampiri kami.

“yeodongsaengmu…”

“nanti kuceritakan” potong Jaejoong Oppa.

Yoochun oppa mengangguk.

“Minah~ya, ayo makan” ajak Jaejoong oppa.

Kami berjalan ke ruang makan dan duduk di kursi meja makan. Kami makan dalam diam.

“Minah~ya, Yoochun oppa johahae? Bagaimana kalau ia menjadi suamimu?” tanya Eomma tiba tiba.

Mendegar pertanyaan Eomma, aku hamper saja tersedak.

“YE??” kataku. Aku melirik Jaejoong oppa. Apa maksudnya ini?

TBC~~

21 thoughts on “Life Like This ~~chapter 2

  1. first kah aku ??
    ya ampun untung aja min ga hlang ingtan lgi ^^
    cul pkoke kmu hrus ngelakuin hkumannya masa namja aku mau jadi suami kamu siiii
    wkwkwkwkwkwk
    knpa ga kaya tikus ma kucing aja
    jeje kcingnya kmu tkusnya
    *ditabok rei pke batu*
    daebak lah cul kkkekekkke

  2. napa cie changmin minta di pndah in k rumah skit yg laen min ah kan jadi khawatir. author q tnggu chap 3 tp jgn lama2 ya dah penasaran nie am chap slnjt.ykhawatir. author q tnggu chap 3 tp jgn lama2 ya dah penasaran nie am chap slnjt.y

  3. Itu changmin knapa pergi gak bilang2? Mo cepet sembuh n gak ngerepotin minah tp ntar minah malah diserobot ma chunie,,
    hayoloh,, hayoloh,,,,
    hayoloh,, hayoloh,,

  4. linasuhadi berkata:

    Kyaaa..changmin kmn..kok minta d pindahin rumah sakit tnp bilang min ah sih..kasian jd kesepian min ah nya..
    Aigo..uchun muncul..knp mau d jodohin ama min ah..

  5. sykrlah,changmin baik2 aja wlwpn dy lumpuh tp yg pntng kn bs smbh..
    Hahaha, gokil bngt sh jj ,, qlo pny kaka ky gtu menderita x ya dkrjain truz tp qlo muka’a stmpan itu ,syp sh yg ga mau,kekeke

  6. princesaonyudulce berkata:

    kya nya,, eomma minah mw ngjodoh in dy sm yoochun neh?? critanya bakalan complicated,,*sotoy ya

  7. yyaaa.. ko’ changmin pndah RS sihh.. mna ga bolh ada yg tahu lge… ksian tuw min ah, untung z dc ktemu dgn kluarganya…
    chunnie oppa jgn nikah ma min ahh yaa kasian kn changmin oppa. kn chunnie sdh ada aq..ckckckckckckckc (guling2 ga jls) sdar2, puasa ntar btal…huhuhuhuu

  8. "deewookyu" berkata:

    aahh… pet sembuh dong MINnie…

    MinAh… yang kuat dong jangan goyah dengan senyuman Yoochun…

    eehhh… kok Jae gak punya pacar…. Mauu ??

  9. putrimays berkata:

    Eh sumpah ya changmin jahat banget si..
    Kenapa musti min-ah yang dilupain..
    Aduh semoga changmin cepet inget sama min-ah sebelum min-ah direbut ama yoochun..
    NICE FF CHINGU

  10. Changmin kabur dari minah? Ckckc egois ambil keputusan sendiri #plakkkk di tabok changmin#

    Jangan aku harap minah jgn sama yuchun kasian changminya. Ayoo lahhh yuchun itu udah ama aku tahuu😄

  11. Resty berkata:

    changmin oppa pasti lagi kesepian,
    kyaaa ada chunnie oppa. >,<
    minAh mau dinikahkan ma chunnie oppa, ntar changmin oppa gimana???

  12. chunnie_man berkata:

    Changmin gak amnesia.cuman. Harus lumpuh sungguh sakitt dan harus mnghilang untuk sembuh!!yah jgn ama uchun dong.pasangan tukang mall.mending sm minnie hidup gak boros *dihajaryoochun^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s