BAD-GOOD VALENTINE [sekuel]


Title: BAD-GOOD VALENTINE

Cast: kim  jaejoong

Genre: tentuin sendiri

Rating: PG13/ straight

Author : Maretta Damayanti

 

You have ever gone..
Now you’re coming back.
You’re by my side now…
I won’t let you go…
I’ll bind you so you can’t go anymore..
coklat

Klik —> di sini <— yang belom baca cerita sebelomnya


-Jae Joong POV-
Lega rasanya, mengatakan apa yang ingin ku katakan, melakukan apa yang ingin kulakukan, dan meminta apa yang aku inginkan. Apa sih yang menjadi tujuan akhir dari seseorang? Palingan hanya kesuksesan, kebahagiaan, dan tentu saja pendamping. Aku sudah mempunyai semua. Hanya tinggal selangkah tujuan akhirku akan tercapai. Aku menginginkan gadis itu. Aku menambahkan nama nya di daftar tujuan akhirku. Sepertinya Tuhan menyetujuinya. Eun Ri menerima cincinku dan orangtuaku menyukainya apa yang kutunggu lagi?

-Eun Ri POV-
Setelah ia memberiku cincin pada waktu itu, Jae Joong oppa langsung membicarakan rencana untuk menikahiku dengan orang tua nya. Kita berdua bertemu bersama dengan orang tua kami. Orang tuaku menyetujuinya (^_^) ya.. Singkat kata, hari pernikahan kita tinggal menghitung hari. Selama hari-hari sebelum menikah, kita sibuk mempersiapkan semuanya. Pakaian, dekorasi, foto, dll. Apakah ada yang tau bagaimana rasanya? Benar-benar merasa bahwa aku adalah salah satu wanita yang beruntung.
”Oppa.. Aku tak pernah berpikir bahwa Tuhan memberiku dirimu sebagai salah satu tujuan hidupku.” kataku sambil menerawang jauh.
”Ne Eun Ri-a.. Aku juga tak pernah berpikir seperti itu. Apakah kau masih ingat pertemuan pertama kita? Itu adalah pertemuan yang paling konyol.. Haha..”
”Ne, oppa aku masih mengingatnya. Hanya kau dan aku. Itu adalah sebuah kebetulan dan juga sesuatu yang memalukan.” jawabku sambil mengingat kejadian itu dan tersipu malu.
”Ne. Apakah lukanya sampai sekarang membekas?”

*Flasback*
Hoaaahhhhh…. Segarnya udara disini..
Taman ini begitu tenang dan indah. Pagi. Waktu yang tepat untuk mengunjunginya. Pemandangan yang indah, tenang dan banyak faktor yang membuatku jatuh hati pada taman ini. Padahal juga tak banyak sesuatu yang bisa dilihat disini. Tetapi tetap saja bagus dimataku. Langit-langitnya terlihat luas dan terasa dingin, walaupun siang hari disini. Pohon-pohonnya begitu menyejukkan dan jauh terkesan dari kata menakutkan. Ada bangku yang bertengger disana. Dan nyatanya tempat duduk itu bersih. Ahhh.. aku harap tempat ini tak akan pernah hilang dan berubah.
Entah apa yang merasukiku. Aku menghampiri pohon di dekatku dan memanjatnya.. Hihi… Tidak ada orang disini. Aku manfaatkan saja kesempatan memanjat pohon. Jarang-jarang aku memanjat pohon. Bisa-bisa aku dikata orang gila jika memanjat di tempat umum. Ugh.. susah juga pekerjaan seekor monyet. Memanjat sana sini.
Aigooo~ sampai juga di atas. Bagaimana pemandangan di bawah? Omo! Omo!… Kenapa tinggi sekali? Bagaimana kalau aku tidak bisa turun? Ottokae? Eomma.. Tolonglah anakmu yang babo ini. Kenapa tak kupikir dulu sih tadi sebelum memanjat?? Dengan hati-hati aku mendaratkan pantatku di batang pohon yang kokoh. Berapa berat badanku? Semoga batang ini kuat.
Lumayan juga disini. Lebih sejuk dan pemandangannya lebih indah, tapi tetap saja menakutkan (T_T) huhu~ langit nya bagus.. awannya juga tak kalah bagus.. seperti kapas. Waa.. sayangnya pohon ini tak berbuah.. coba kalau iya, sudah habis kumakan. Memejamkan mata adalah ide yang baik. Sesekali aku merasakan angin menyapu lembut wajahku. Suara gemerisik daun-daun yang bersahutan memanjakan telingaku. Ditambah suara burung-burung yang terbang.
Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang meraba kakiku. Omo!! Semut merah raksasa! Aku langsung berdiri dan menggoyangkan kakiku. Andwae!! Di leherku!! Kugoyang-goyangkan badanku. Dan..
”Aaarrrrgggghhh….” BRAAAKK..
”Aiisssshhhh… Ssshhhh… Aduhh..”
Kakiku. Kakiku! Apakah masih utuh? Kenapa agak kaku digerakkan? Tanganku.. Omona sikutku berdarah. Dan kakiku? Kupaksa untuk kugerakkan. Andwae.. Lututku berdarah juga. Badanku? Sakit semua. Bagaimana tidak sakit? Jatuh dari pohon cukup menyakitkan. Kutiup-tiup kaki dan lututku bergantian. Ugh..! Rasanya perih dan panas.
”Apa kau perlu bantuan?” terdengar suara yang cukup berat dan sebuah tangan yang disodorkan ke arahku. Tepat di depan wajahku.

 

-Jae Joong POV-
Taman yang tenang. Aku menyukai tempat ini. Begitu sunyi. Apalagi pada pagi hari. Tidak banyak orang disini. Seperti sekarang. Aku duduk di bangku taman ini dan melipat tanganku di depan dadaku. Entah kenapa tiba-tiba diriku sendiri bertanya sesuatu yang jawabannya masih misteri. Apa yang kurang dariku? Aku merasakan sesuatu yang kurang. Semua sudah kucapai. Tetapi jika satu hal ini belum kudapatkan aku merasa aneh dan kurang. Salah satu tujuan hidupkukah? Apa itu? Aku sudah mendapatkan semuanya. Kurasa aku merindukan kehadiran seseorang..
”Aaarrrrgggghhh…. ” BRAAAKK..
Huh? suara seseorang berteriak dan jika aku tidak salah mendengar, suara seorang yeoja?
Aku mencoba mencari-cari asal suara. Saat aku melihat seorang gadis yang sedang duduk di bawah pohon dan meniup-niup lutut dan lengannya, kupercepat langkahku.
”Apa kau perlu bantuan?” tanyaku sambil menyodorkan tangan. Dia mengangkat kepalanya. Matanya sedikit berkaca-kaca. Dia hanya terdiam.
”Sepertinya iya.” Kataku. Aku berlutut di depannya. Melihat lukanya.
”Kenapa bisa sampai seperti ini?” tanyaku.
”Hmm.. Aku.. Aku habis terjatuh dari pohon.” jawabnya. Wajahnya sedikit tersipu. Manis juga.
”Lukamu harus cepat-cepat diobati nona..”
”Tapi.. Aku tak bisa berjalan.”
”Kalau begitu aku akan mengobatimu.” kataku sambil menggendongnya.

-Eun Ri POV-
Ia menggendongku dan memasukkanku ke dalam mobilnya. Tunggu! Kemana ia akan membawaku?
”Kemana kita akan pergi?” tanyaku.
”Ke apartemenku.”
”Mwwoo???”
”Tenang saja, aku tak akan berbuat macam-macam. Aku bersumpah. Aku akan mengobatimu saja dan mengantarmu pulang lagi”
Ia menggendongku ke dalam mobil nya dan bodohnya diriku hanya diam dan tak melawan seperti terbius dengan pesonanya. Okelah kuakui.. dia memang tampaann.. anii.. dia mempesona.. apakah dia ini manusia? Aku tak yakin..~
Aku merasa gugup dan eh? Jantungku? Terasa aneh. Aishh~~ Lee Eun Ri! Sadar! Yang sedang menyetir disebelahmu itu manusia~ Dan untuk apa kau gugup dengannya sementara dia terlihat biasa-biasa saja? Bukannya biasa-biasa saja. Ia terlihat menyeramkan.
Mwo? Mobilnya berhenti. Berhenti di sebuah gedung tepatnya. Kurasa kita sampai di sebuah.. hmm.. apartemenkah? Dia hendak menggendongku dan aku menolaknya dengan halus. Aishh.. aku takut dia pingsan karena menggendongku terus, Jadi, kusuruh dia membantu memapahku saja.
Terlihat sangat mewah dan elegant. Apartemennya benar-benar bagus dan tertata dengan rapi. Biasanya namja kan berantakan.
“Tunggulah disini dulu.” katanya dengan tersenyum dengan.. manis? menurutku.. Ya sedikit manis. Aku merasa wajahku memanas. Dia menghilang entah kemana dan meninggalkanku sendiri terduduk di atas sofa.
Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh apartemen ini. Mulai dari sudut sana, sampai sudut sini. Lantainya yang terlihat mengkilap tanpa noda. Terlihat sering disapu dan dipel. Sofa-sofanya yang terlihat nyaman berwarna hitam sangat elegant. Televisi dan satu set home teater terpasang lengkap disana. Juga terdapat rak-rak tempat menyimpan kaset-kaset miliknya. Sudah cukup puas mataku menelusuri bagian bawah, kutengadahkan kepala ku ke atas. Lampunya pun juga sama style nya. Elegan. Seperti krystal yang digantung. Tak hanya lampu gantung, di sudut-sudut ruangan juga banyak lampu yang menjulang tinggi. Tiba-tiba ia datang dengan membawa sebuah kotak. Ia membuka kotak tersebut dan mengambil obat.
“Kau mahasiswa?” tanyanya tiba-tiba sambil mengobati lukaku.
“Hmmm.. Ne”
”Bagaimana kau bisa jatuh dari pohon?” tanyanya.
”Hm.. Molla..” jawabku. Aisshh aku malu sekali.
”Kenapa bisa tak tau?” tanyanya kembali.
”Tadi ada serangga yang menempel di kaki dan leherku. Lalu aku kehilangan keseimbangan dan jatuh. Awww!!!”
”Ahh.. Mianhae.. Perih ya?” tanyanya sambil meniup-niup lukaku. Tiba-tiba dia tertawa.
”Waeyo? Kenapa tertawa?” tanyaku bingung melihatnya tertawa..
”Aku tertawa karena ceritamu yang terjatuh dari atas pohon karena serangga.” jawabnya. Aiisshh dia telat mikir rupanya. Aku berceritanya tadi, tetapi ia tertawa sekarang. Tunggu! Apa? Dia menertawakanku?
”Ya!! Berhentilah tertawa!”
”Hmmffpphhh… Mianhae. Tadi aku membayangkanmu terjatuh.” jawabnya sambil menahan tawanya. Haaaahh… Namja ini benar-benar..
”Nah.. Selesai!” katanya. Hah? Selesai? Mengapa aku tak merasakan apa-apa? Apa aku terlalu memperhatikannya? Atau aku terlalu sibuk mengobrol dengannya?

-Jae Joong POV-
Hmm., yeoja ini benar-benar lucu. Lukanya sedikit parah, maka kuajak bicara saja agar ia tidak berteriak-teriak saat kuobati. Ternyata yeoja ini enak diajak bicara.
*End of Flashback*

 

-Eun Ri POV-
”Ah.. Oppa aku benar-benar malu mengingat itu. Kau tau sakit sekali lho.. Tapi kau malah menertawakanku.” kataku sambil memasang wajah cemberut.
”Hahaha.. Tapi oppa benar-benar tak bisa menahan tawa Eun Ri-a.. Apakah lukanya membekas?”
Aku menunjukkan lututku, ”Ne.. Membekas.”
”Anggap saja itu kenangan pertemuan pertama kita.” jawab Jae Joong oppa.
”Ne.. Tapi juga ada yang membuatku ingin tertawa. Ternyata kita satu universitas.” kataku sambil tertawa.
”Hahaha.. Ne.. Ternyata kita satu universitas. Kau dongsaengku. Dongsaengku yang paling konyol. Haha.. Kau bahkan pernah tersesat di sekolah sendiri. Haha..!!”
”Oppaaaa!!! Berhentilah menghinaku!! Universitas kita kan besar… Tidak heran kalau aku tersesat.”
”Tapi lagi-lagi aku yang menolongmu. Aku merasa seakan-akan kita ini memang sengaja dipertemukan terus. Tetapi selalu kau yang dalam keadaan tragis hahaha!!!” katanya sambil tertawa senang.
”Tertawalah terus kau Kim Jae Joong.” kataku ketus.
”Hmmpphhh.. Mianhae Eun Ri-a.. Jangan marah.. Selera humormu rendah sekali..”
”Bersyukurlah aku adalah yeoja yang paling baiiikkk…. Sedunia. Jadi aku terima permintaan maafmu.”

***

Aku dan Jae Joong oppa melakukan pertunangan kecil-kecilan saja. Hanya keluarga dan teman dekat yang hadir. Walaupun hanya pertunangan tetapi cukup membuatku senang.
Hari menjelang pernikahanku aku gunakan untuk berlatih. Berlatih menjadi istri yang baik. Haha.. Aku berlatih bangun pagi, memasak, bersih-bersih, dan tugas-tugas lain yang dilakukan oleh seorang istri. Ini tak mudah. Bagaimana jika nanti aku punya anak? Akan lebih merepotkan kurasa.

-Jae Joong POV-
Hari ini kita akan fitting pakaian. Aku menjemput Eun Ri menuju tempat kita fitting.
”Annyeonghaseyo..” sapa orang yang telah menyiapkan pakaian kami.
”Annyeonghaseyo..” balasku dan Eun Ri bersamaan.
”Ah… Kalian benar-benar cocok. Ayo nona. Kita langsung coba pakaiannya.” ajak ahjumma itu kepada Eun Ri.
Aku juga dibimbing oleh asisten ahjumma itu untuk mengganti pakaianku. Aku melihat pantulan diriku di cermin. Cocok. Bagus. Hmhm,.. Bagaimana dengan Eun Ri? Aku rasa ia akan sangat cantik. Yang kulakukan hanyalah mondar-mandir menunggunya.

-Eun Ri POV-
Setelah ahjumma itu membantuku memakai pakaian, aku berjalan menuju cermin. Aku melihat pantulan diriku di cermin. Benar-benar bagus. Permainan pernak-pernik yang menempel di gaun ini tak terkesan berlebihan. Walaupun kuakui banyak sekali pernak-pernik yang menempel dan bordirannya. Itu tak terlihat aneh. Bagus malah. Gaun ini terlihat bersinar. Seperti ekor ikan duyung atau mermaid di tokoh disney. Jae Joong oppa yang memilihnya. Ia benar-benar pandai memilih. Kenapa sekarang aku malu keluar dari kamar ini untuk menunjukkan kepada Jae Joong oppa. Aishh.. Lebih baik aku duduk dulu disini.
”Nona, mengapa kau duduk disini? Tidak menemui pasanganmu? Ia sudah menunggu.” kata ahjumma itu tiba-tiba.
”Ne.. Gamsahamnida. Aku akan segera menemuinya.”
”Kau gugup? Kau tampak cantik. Mungkin pasanganmu yang akan gugup melihatmu. Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu.” kata ahjumma itu.. Ck! ahjumma itu sukses membuat wajahku memanas. Omona! Sebaiknya aku cepat-cepat keluar. Jae Joong oppa pasti sudah menungguku.
Aku pun keluar dan aku melihatnya sedang mondar-mandir di depan kamar tempat aku mengganti pakaianku.
”Hmm.. Oppa..” panggilku sambil menundukkan wajaku.

-Jae Joong POV-
Aisshh.. Kenapa lama sekali ia mengganti pakaiannya? Aku tak sabar untuk melihatnya.
”Hmm.. Oppa..” itu suara yang kunanti-nanti. Aku melihatnya menundukkan wajahnya. Aku memandanginya dari bawah sampai ke atas. Benar-benar indah. Kurasa aku pintar menebak. Ia terlihat cantik. Tetapi mengapa ia menundukkan wajahnya terus?
”Ya!! Eun Ri-a.. Kau sedang mencari uang yang jatuh?” tanyaku berharap ia akan menegakkan kepalanya.
Sesuai harapanku ia menegakkan kepalanya dan berkata, ”Mwoo?? Ani!!” aigoo.. Aku melihat semburat merah di wajahnya. Kurasa ia malu. Manisnya. Tetapi bukan itu sekarang yang sedang kuperhatikan. Dari dulu dia memang manis. Gaun yang membalut tubuhnya benar-benar indah. Cocok dengan warna kulitnya.
Tiba-tiba ia menutupi bagian atas tubuhnya dan menatapku dengan tatapan garang.

-Eun Ri POV-
Apa yang dia lihat? Mengapa tatapannya seperti itu? Jangan-jangan.. Ia melihat yang bukan-bukan.
”Ya!! Ada apa denganmu!!! Apa yang kau liat kim Jae Joong?? Hah? Apa yang kau liat?” tanyaku garang.
”Ah.. Ani! Ani!!” jawabnya gelagapan.
”Lalu? Apa yang kau liat?” tanyaku sambil memicingkan mata.
”eh.. Eh.. Tentu saja aku melihatmu! Kau.. Sangat menawan.” katanya dengan tatapan memuji dan tak lama ia menundukkan wajahnya. Aiissshhh dia malu rupanya. Uh! Oh! Wajahku! Mengapa terasa panas?
”Eh.. Gomawo oppa. Kau juga sangat tampan.” Ia hanya tersenyum. Aisshh kenapa aku saja yang malu, sedangkan dia tidak? Tiba-tiba ia mendekatiku. Omo.. Omo.. Apa yang akan dilakukannya?

-Jae Joong POV-
Ia begitu menawan. Aku rasa seluruh organ tubuhku juga memujanya. Itu terbukti dengan kakiku yang tiba-tiba mendekatinya. Dia hanya mematung di tempatnya. Tanganku memeluk pinggangnya, mendekatkan badannya mendekat kepadaku. Kupegang kedua pipinya lembut dengan kedua tanganku. Dan.. Kumiringkan kepalaku dan kupejamkan mataku.
Aku menciumnya lembut. Tak ada balasan. Semakin dalam ciumanku. Tetapi tetap tak ada balasan. Sepertinya aku tau apa yang harus kulakukan.

-Eun Ri POV-
Astaga!! Kenapa badanku tak mau bergerak atau berontak? Ia menciumku. Memang tak kubalas, karena aku sedang sibuk mengatur detak jantungku yang tak beraturan. Tiba-tiba dia menggigit bibirku.
Secara spontan aku berteriak ”Awww!! Hhmmmppphhh..” sial!! Dia benar-benar pintar.
Dengan cepat ia memasukkan lidahnya ke dalam mulutku. Ya!! Jae Joongie!! Aku sudah sekuat tenaga menahan diriku untuk menolak godaanmu, tetapi kau malah meruntuhkan dinding pertahananku.. Liat saja kau!! Tak ada ampun untukmu!!

-Jae Joong POV-
Haha.. Aku berhasil. Dia mulai membalas. Tetapi tunggu!! Ia membalas dengan ganas. Kenapa dia seperti ini? (T_T) bahkan sekarang yang lebih banyak mencium dia. Dia juga tak memberiku kesempatan untuk benafas. Saat aku akan menarik nafas, tangannya dengan erat menahan kepalaku. Aigooo… Bisa-bisa aku mati di tangan calon istriku dengan cara yang romantis sekaligus tragis.
”Erhm.. Erhm..” terdengar suara orang berdeham. Kita langsung melepaskan ciuman kami dan menarik nafas panjang.
”Ahjumma..”
”Mian.. Tidak bermaksud mengganggu kalian. Tetapi saya mempunyai banyak pelanggan dan saya harus menyelesaikan milik kalian dengan segera agar pekerjaan saya tidak menumpuk. Bagaimana apakah cocok? Tidak terlalu besar atau kecil kan? Tapi sepertinya sudah tepat. Terbukti kalian sudah hampir memulai start sebelum menikah.” kata ahjumma itu bernada menyindir dan bercanda.
”Haha.. Ne ahjumma. Kita sudah cocok dengan ini. Ya kan Eun Ri?”
”Ne ahjumma.” jawab Eun Ri. Wajahnya sudah bersemu merah.
***
Sejak hari fitting pakaian itu, aku dan dia memang jarang bertemu. Mengapa aku merasa gugup huh? Belum hari H nya tetapi membuatku seperti ini.
Tinggal menghitung hari.

-Euri POV-
Sejak fitting pakaian aku dan Jae Joong oppa memang jarang bertemu. Kurasa kami sedang menenangkan diri. Entah kenapa aku merasa gugup menjelang pernikahanku. Hmhm.. Kata orang ini hal yang biasa. Benarkah?
***
Inilah harinya. Aku melihat pantulan diriku di cermin. Gaun yang beberapa hari yang lalu kami coba, sekarang benar-benar kupakai untuk mengucap janji dengannya. Ahjumma-ahjumma yang aku tak tau siapa nama mereka menyuruhku duduk dan menutup mata. Melakukan sesuatu kepada wajah dan rambutku. Dan entah aku pun tak tau apa itu. Terkadang membuatku ingin bersin dan mataku gatal. Apa yang sedang dilakukan Jae Joong oppa? Apakah seribet diriku? Serusuh diriku? Menyeret-nyeret gaun ini dan menahan agar tak menggaruk mata dan bersin. Kuharap ia baik-baik saja.

-Jae Joong POV-
Inilah harinya. Sekali lagi kupatut diriku di cermin. Aku tak ingin terlihat buruk di hadapannya. Aku ingin terlihat sempurna di hari yang hanya terjadi sekali seumur hidup. Kudekatkan wajahku sekali lagi di cermin. Merapikan rambut-rambutku yang sedikit berantakan. Memutar badanku sekali lagi di depan cermin dan merapikan tuxedo ku. Aku terlihat keren… Bagaimana dengan Eun Ri? Apakah dia juga seribet dan serusuh diriku? Ani.. sebenarnya aku tak rusuh dengan dandananku. Hanya jantungku yang rusuh…

I can see you even I close my eyes..
I can hear you even you don’t say something..
I can hear the bell is ringing..
Waiting you and I to make a promise…
Now, I wanna hear your heartbeat…
Always with me…

 

10 thoughts on “BAD-GOOD VALENTINE [sekuel]

  1. Jo In-Hae berkata:

    Lho????. .
    Kirain cuman 2 shoot.. ..
    Ternyata.. ..
    Gpp deh. .
    Epep.y bgus k0q. .
    Semangat bkin lnjutan.y ya th0r..!!

  2. Resty berkata:

    omo dah finish yah? O,O
    padahal reader pengen tau kelanjutannya kayak gimana
    buat lanjutannya donk chingu jebal… T,T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s