Life Like This ~~chapter 1


Annyeong, saya new author di sini^^. Mohon bantuannya

Title : Life Like This ~~chapter 1

Author : Kirei Izumi (Rei)

Genre : Romance

Rated : NC17/straight

Cast : Shim Changmin, Kim Jaejoong, Jung Yunho

Happy reading^^. Hope you’ll like my fanfic. Mohon commentnya. Oh ya, fanfic ini pernah di publish di blog pribadi saya www.hwangri.wordpress.com dengan judul dan perubahan setelah di post di sini.

 

Aku mendaduk sup untuk sarapan pagi ini. Aku tinggal dengan soerang laki laki bernama Shim Changmin. Aku bukan istrinya atau apapun itu. Ia bilang, aku ditemukan olehnya di daerah busan sendirian. Keadaanku saat itu sangat mengenaskan. Aku nyaris mati dengan darah dimana mana. Changmin oppa membawaku ke rumah sakit terdekat. Saat itu aku harus mendapatkan pertolongan segera dan harus ada yag bertanggung jawab atas segalanya. Changmin oppa bersedia bertanggung jawab. Aku akhirnya di operasi dan selamat.
Ketika aku bangun, aku bingung. Entahlah bagaimana menggambarkannya. Yang jelas aku tidak tahu apa apa. Orang yang pertama kali kulihat adalah Changmin oppa tentunya. Ia memegang tanganku sambil tertidur di sebelah ranjangku. Wajahnya damai. Aku bahkan tidak merasa takut padanya. Padahal harusnya aku juga merasa asing padanya.
Ia menggeliat tanpa melepaskan genggaman tangannya. Ia sangat tampan. Siapa dia? Pikirku saat itu.
Ia membuka matanya.
“oh, kau sudah bangun” ia tersenyum. Tanpa berkata apa apa lagi, ia melesat pergi keluar kamarku.
Dokter memeriksaku. Aku hilang ingatan. Isshh, sudahlah. Aku menyadarkan diri dari lamunanku sendiri dan meneriaki Changmin oppa.
“Changmin Oppa! Ayo makan. Nanti kau tambah kurus” aku berteriak memanggil kakak angkatku.
Ya, dua tahun lalu aku mengalami kecelakaan dan aku juga Changmin Oppa tidak tahu asal usulku. Aku amnesia. Dan sekarang aku tinggal di apartemennya dan ia menganggapku sebagai adiknya. Padahal aku sangat mencintainya. Tapi aku tidak mau mengaku karna bagiku menjadi adiknya saja sudah menjadi suatu anugrah.
“ne” sahut Changmin Oppa. Ia keluar kamarnya dengan wajah kusut. Masih dengan kemeja dan celana kerjanya. Aigoo~
“kau masak apa?” tanyanya malas-malasan.
“aku masak sup kimchi, deokbokki dan lain-lain. Kau bisa melihatnya sendiri Oppa” sahutku sambil membukakan penutup makanan agar ia bisa melihat dengan jelas.
“ehhmmm… oh ya, nanti malam mungkin aku akan pulang telat. Tidur duluan saja ya?ara?” Changmin Oppa menyuapkan kimchi ke mulutnya.
Aku menatapnya penuh curiga ‘apa ia mau berkencan?’
“algesseumnida Oppa” aku menurut.
Kami akhirnya makan dalam diam. Kemudian setelah makan pagi, Changmin Oppa siap-siap berangkat kerja.
“MinAh~ya,kau ada jadwal kuliah hari ini?” tanya Changmin oppa padaku. Oh ya, namaku sekarang Shim MinAh. Yeoja berumur 19 tahun menurut dokter.
“hmm… ada” jawabku singkat.
“oh ya sudah. Aku berangkat dulu. Annyeong” pamit Changmin oppa lalu dia mengecup pipiku yang kanan dan kiri. Dan ini memang kebiasaannya.
“annyeong”
Changmin oppa pun keluar. Aku menatap punggung tegap miliknya. Aku benar benar mencintainya. Ia bagai super hero yang tak ada duanya. Dia memberikan semuanya. Mulai dari namaku pasca amnesia sampai kenyamanan berada di sisinya. Ia sangat baik.
Aku bersiap siap ke kampus. Aku mengecek tugas tugasku yang belakangan ini menumpuk.
“uh.. sudah selesai semua” aku tersenyum puas.

________________________

Aku pulang dari kampus sore hari. Dan benar saja Changmin oppa belum sampai rumah. Aku menunggu Changmin oppa sambil mandi, makan, dan lain lain sampai tak terasa sudah jam 7 malam
“iiisshh… dia ternyata benar benar mau pulang malam” gumamku.
Aku memutuskan untuk mengerjakan tugas kuliahku yang makin bertubi tubi.
Sampai akhirnya Samsung NORIku pun berdering nyaring dengan nada lagu Keep Your Head Down kesukaanku.
Ternyata Yunho oppa, teman kerja Changmin oppa menelepon.
“yoboseyo?”
“yoboseyo, MinAh~ya? ini oppamu mabuk berat. Kaurasa ia sudah tidak bisa berjalan dengan baik. Maukah kau menjemputnya?” kata Yunho oppa di sana.
“oh ne oppa. Aku akan ke sana”
Aku menutup telepon dan segera mengambil sweaterku. Aku keluar apartemen menuju halte bus. Untung saja aku tahu di mana bar tempat Changmin oppa dan teman temannya kalau minum. Jadi akau mudah mencarinya apalagi sekarang kan sebenarnya sudah malam.
Akhirnya sampai juga di tempat tujuan, aku mencari cari Changmin oppa di tengah gemerlapan bar yang sangat ramai. Bau alcohol dan rokok di mana mana dan aku sangat membenci semua ini. Apa lagi rokok. Untung saja Changmin oppa tidak merokok.
Changmin oppa tergolek lemas di meja bar. Di sampingnya ada Yunho oppa dan rekan kerjanya yang lain.
Aku dengan susah payah membopong Changmin oppa yang besar dan super jangkung. Aku bahkan memiliki tinggi hanya sebatas dadanya saja.
Aku membopongnya sampai parkiran. Aku meraba raba saku celananya mencari kunci mobil. Setelah mendapatkannya, aku langsung membuka pintu mobil, memasukan Changmin oppa ke kursi penumpang. Sedangakan aku menyetir.
Aku lagi lagi membopongnya ke apartemen. iisshh aku sepertinya nyaris encok *?*.huh..
Aku membaringkan Changmin Oppa di kasurnya. Aku membuka sepatu, jas, dasi, sebagian kancing kemejanya, dan gespernya.
Aku punya ide gila.
Ya , katanya changmin oppa bisa menjawab pertanyaan kalau lagi mengigau. Aku akan mencoba membuktikannya. aku menunggunya.. Dan syukurkah, tidak lama, ia menunjukkan tanda tanda mengigau.
“oppa,kau punya pacar?”
Changmin oppa menggeleng.
“ada kah seseorang yang kau cintai selain keluarga dan teman temanmu?” tanyaku lagi.
“ne, Shim MinAh. Aku sangat mencintai gadis itu” katanya.
MWO?NAEGA?
“gotjimal”
“mwo? Ani~ aku tidak pernah berbohong”
Aku tersenyum senang. Iisshh… kenapa selama ini ia tidak mau mengaku kalau begitu?huh?
Aku kembali ke kamarku dengan hati berbunga bunga.
Aku pun akhirnya tidur dengan mimpi indah.

________________________

Aku terbangun karena aku merasa ada yang menepuk pipiku lembut.
“MinAh~ya, bangun” ujar Changmin oppa.
Aku menggeliat malas. Aku perlahan membuka mata. Changmin oppa duduk di sisi ranjangku.
“oppa” panggilku.
“ne?”Changmin oppa menyahuti. Ia terdengar masih mengantuk.
“benarkah kalau kau mabuk kau akan menjadi orang yang jujur?” tanyaku.
“ne. aku memang begitu. Wae?” ia mengerinyit heran.
“kau menyukaiku oppa? Ani~ kau mencintaiku oppa?” tanya ku sambil menutup wajahku yang malu dengan selimut.
“he? Apa aku mengatakannya saat mabuk?” tanya nya.
“ne oppa” jawabku masih di balik selimut.
“aiissshhh… babo namja!” umpatnya.
“otthae oppa?”
“he?memangnya kau mencintaiku juga?” Changmin oppa menarik selimut yang menutupi wajahku.
Aku mengangguk malu.
“jinjayo?” mata Changmin oppa melebar dan berbinar. Itu berarti, dia senang.
“ne oppa” kataku.
Changmin oppa pun memelukku.
“ah,berarti kau mau jadi yeojachinguku?” tanya Changmin Oppa. Aku mengangguk lagi.
Changmin oppa tersenyum bahagia.
“aku adikmu oppa… otthokae?” aku pura pura memasang tampang sedih.
Changmin oppa mengecup pipiku.
“gwaenchana. Jadi, kau mau?”
Aku mengangguk malu.
“oh, kalau begitu mari kita tidur lagi” ia ikut ikutan tidur di ranjangku. Aku agak shock. Tapi, aku membiarkannya.
“oppa, kau tidak kerja? Aku ada kuliah pagi tahu!” omelku.
“isshh! Jangan kuliah. Kita kencan saja. Otthae?” ia mengguncang guncangkan tubuhku.
“mwo? Kencan? He? Kencan?” aku bingung dengan kata katanya.
“MWO KENCAN???” aku mengulangnya. Aku tidak percaya. Kami tinggal 2 tahun layaknya kakak adik. Dan sekarang, ya walaupun akhirnya perasaanku tersampaikan dan terbalas juga, tapi ini masih aneh di telingaku.
“oppa, kita sharing saja. Ayo kita memulai pendekatan ulang sebagai sepasang kekasih. Masalahnya, lima menit yang lalu aku masih adikmu oppa” usulku. Changmin oppa terlihat berfikir dan akhirnya menyetujuinya.
____________________________

Kami berjalan jalan di seoul tower tanpa turun dari mobil. Kami sama sama masih diam. Changmin oppa meraih tanganku, menggenggamnya erat.
“apa yang kau pikirkan baby?” tanyanya lembut. Aku masih bingung. Walaupun aku sudah terbiasa mencintainya, tapi aku belum terbiasa memilikinya sebagai kekasihku.
“kau ragu?” tanyanya lagi. aku mengangguk dan berharap dia mengerti apa yang aku rasakan walaupun aku tidak menjelaskannya.
“arasseo. Ayo kita keluar dan berkencan” Changmin oppa keluar mobil dan membukakan pintu untukku. Ia menggenggam tanganku hangat dan bersemangat.
“ayo kita makan es krim, jalan jalan, mencoba banyak makanan dan tertawa. ingat! Aku kekasihmu. Neo namjachingu! Arasseo?” katanya. Aku tersenyum.
Kami makan eskrim bersama. Saling menyuapi satu sama lain. Kami berjalan jalan sambil berpegangan tangan. Sesekali Changmin oppa mengecup pipiku dan itu membuat para yeoja yang melihat sangat iri.
Tidak ada yang perlu di tutupi, aku sangat bahagia sekarang. Shim Changmin adalah namjachinguku.
KEUNDAE, iisshh! Kenapa mesti ada kata ‘keundae’ dalam kamus bahasa? Ku ulangi, keundae, aku masih merasa aku adalah adiknya. Shim Changmin yeodeongsaeng.
Rute kencan kami yang terkhir adalah café. Kami, ah, ani. Aku memutuskan ke café saja. Padahal Changmin oppa kelihatan lapar. Tapi sungguh. Aku tak mau makan di luar. Sebagai gantinya, kau berjanji kalau nanti ketika kami sudah sampai rumah, kau akan memasak untuknya.
Kami minum kopi dan makan kue bersama. Changmin oppa menceritakan hal hal lucu. Aku benar benar merasa damai ketika melihat wajahnya tersenyum. Ah… selama ini aku pasti hanya membuatnya kesusahan. Aku berjanji akan membahagiakannya mulai dari sekarang.
Setelah puas, kami pulang. Dan Changmin oppa langsung menagih makanannya. Menyebalkan.
Aku memasak ramyeon untuknya. setelah selesai, aku memanggilnya untuk makan. Ia melahapnya tanpa protes sedikitpun. Aku hanya memperhatikan mantan kakak angkatku makan.
Uuhhh…. Pergilah perasaan bodoh!! Aku sekarang yeojachingunya!!
Tiba tiba Changmin oppa menatapku kesal. Ia menarik tanganku berdiri.
“ikut aku gadis bodoh!!” ia menyeretku ke atas. Aku sangat takut. Ia membawaku ke kamarnya. Hhiiikkzz… apa yang akan ia lakukan padaku??
Changmin oppa membuka pintu menuju balkon kamarnya.
“aku perlu udara dingin untuk menenangkan pikiranku” ujarnya. Changmin oppa menghembuskan napasnya keras keras.
“kemarilah. Jangan takut padaku Shim MinAh” ia merentangkan tangannya menyambutku. Aku dengan ragu menghampirinya. Ia menarikku ke pelukannya.
Aku merasa nyaman.
“bagaimana? Apa kau sudah bisa merasakan besarnya cintaku lewat pelukan ini?” bisiknya di telingaku.
“ajik. Kita sudah terlalu sering melakukan hal ini ketika aku menjadi yeodongsaengmu oppa” ujarku jujur.
Chanmin oppa melepaskan pelukannya. Kami bertemu pandang. Aku melihat jauh kedalam matanya. Aku menemukannya. Tatapan yang berbeda. Ia mencintaiku.
Changmin oppa mengangkat tangannya yang bebas dan membelai lembut rambutku yang panjang. Ia menyelipkan rambutku di kedua telingaku. Ia merengkuh wajahku dengan kedua tangannya.
Perlahan wajahnya mendekati wajahku. Mata Changmin oppa tertutup. Wajahnya memiring, bibir kami pun bertemu.
Ya hal ini yang belum pernah kami lakukan ketika kami masih menjadi kakak adik.
Bibir kami sama sama pasif. Hanya diam saja. Changmin oppa mengecup bibirku. Ia mulai menyapukan lidahnnya di bibirku lembut penuh perasaan. Sesekali mengecupnya, dan aku masih passif. Ia membuka matanya dan mendapati mataku terbuka. Changmin oppa melepaskan ciumannya dan tersenyum. Kemudian menyentuh bibirku dengan jari jarinya.
“tidak apa apa. Aku tidak akan lepas kendali” katanya. Ia kembali mendekatkan wajahnya . bibir kami bertemu untuk yang kedua kalinya. Aku langsung menyambutnya dengan kecupan. Kami saling mengecupi bibir satu sama lain.
Aku mulai mengalungkan tanganku di lehernya, Changmin oppa memelukku erat. Aku mengusap rambutnya yang lembut. Aku sangat bahagia sekarang. Lidah Changmin oppa kembali beraksi. Ia terus menyapukan lidahnya di bibirku.
Aku melepaskan bibirnya.
“ya! Oppa! Apa yang kau inginkan? He?” tanyaku terheran heran.
Ia menjitak kepalaku pelan.
“isshh!! Makanya kalau lagi nonton film dan ada bagian X nya, jangan tutup mata terus. begini ya… biar Oppa ajarkan”
Changmin oppa memegang daguku dan mengangkatnya. Bibirku menjadi agak sedikit terbuka. Ia menempelkan bibirnya lagi dan memasukkan lidahnya ke mulutku denagn mudah. Iisshh!! Apa yang ia lakukan???
Lidah kami bertemu. Ia memainkan lidahnya seakan akan ia menjilati lidahku.
“nngghhh…” aku mendesah karna merasa geli. Ia makin memiringkan wajahnya dan memperdalam ciumannya.
Aku mengikuti kata hatiku.dan aku ikut bermain bersama lidahnya. Kami bertukar saliva. Rasanya sangat manis. Ah… begini ternyata rasanya. Aku melepaskan ciuman kami.
“yayayaya oppa aku sudah mengerti” ujarku malu.
“ha ha ha. Lain kali begitu lagi. ara?” ia menepuh nepuk kepalaku.
“iisshh!! Ara” oh… wajahku pasti sudah seperti udang rebus..
“sudah malam ayo tidur” ajaknya. Ia menggandeng tanganku ke ranjangnya.
Ia berhenti melangkah saat sudah sampai di dekat ranjangnya.
“kau… mau kah tidur bersamaku? Aku tidak akan macam macam. Yaksok!” katanya denagan tatapan puppy eyes yang menyebalkan. Aku mengangguk menyetujui.
Kami sama sama naik ke kasur. Menutupi tubuh kami dengan selimut yang sama dan terlelap sambil berpelukan.

__________________________

Aku mengerejapkan mataku. Changmin oppa masih terlelap.
“oppa, ireona” aku mengelus pipinya lembut. Iisshh! Dia tidak kunjung bangun.
Aku melepaskan pelukannya dengan sangat hati hati. Aku takut ia bangun. Mungkin ia masih sangat mengantuk.
Aku beranjak ke kamar mandi. Mencuci mukaku dang menggosok gigiku. Setelah selesai, aku menghampiri Changmin oppa yang masih nyaman di balik selimutnya.
Aku naik ke kasur dan mendekatkan wajahku ke wajah Changmin oppa. Aku menyapukan bibirku di bibirnya terus berulang ulang sambil mengusap rambutnya.
Ia tidak bangun juga.
“isshh!! Oppa! Ireona!” aku mengguncang guncangkan badannya. Ia tersenyum.
“hhoooaaammm….. aku ingin menikah denganmu” katanya tanpa membuka matanya.
“ya! Babo namja! Kau mengigau he?” aku menepuk lembut pipinya.
“kau sendiri tahu kan sekalipun mengigau, aku tidak pernah bohong!” ia menarikku ke pelukannya.
“aku ingin punya 2 anak laki laki” ujarnya sambil mengelus rambutku.
“mwo? Mana anak perempuannya? Kalau laki laki semua, aku tidak ada temannya nanti” omelku.
Changmin oppa tertawa renyah.
“kau akan jadi yang tercantik di rumah” sahutnya.
“shirreo! Aku mau anak perempuan” aku bersikukuh.
“ara. Ayo menikah”
“oppa, jangan bercanda” aku menatapnya.
“aniyo~ aku serius”

__________________________________________

_Changmin’s side_
Bagaimana ya menggambarkan yeoachinguku? Kesan pertama saat pertamakali melihatnya adalah kasihan. Ia sangat mengenaskan. Tergeletak di jalan yang sepi.
Aku mengurusnya sampai sembuh. Sampai ia bersinar kembali di tengah gelapnya dunia baginya. Ia amnesia. Ia terlihat sangat sedih. Ia merasa asing. Aku menawarkan diri menjadi Oppanya. Saat itu, aku melihan matanya berbinar bahagia.
Aku akui ia sangat cantik. Aku perlahan mulai mencintainya. Senyumnya mampu menenangkan hatiku, ia selalu membuatku nyaman.
Aku senang sekarang ia menjadi pacarku. Pagi ini ia membangunkanku dengan cara yang sangat manis. Laki laki mana yang tidak bahagia?
“aku ingin mempunyai anak darimu. Hanya darimu” kataku meyakinkannya.
Aku mulai mencoba mencium bibirnya yang merah menawan. Tapi dengan cepat ia menghalauku dengan tangannya.
“ya!! Cepat ke kamar mandi. Benar benar tidak tahu diri” omelnya. Aku hanya tersenyum dan menurut. Aku beranjak ke kamar mandi.
Aku selama ini sudah berusaha mencari siapa keluarganya. Tapi itu tidak mudah. Sampai saat ini aku belum menemukannya.
Serelah mandi, aku berjalan ke dapur. Aku yakin dia ada di sana. Aku benar. Ia sedang menyiapkan sarapan.
Aku tentu ingin sekali memeluknya. Ku lakukan apa yang aku inginkan. Aku memeluknya dari belakang. Melingkarkan tanganku di perutnya.
“nnngghhh sssshhh…” aku heran. Kenapa ia mendesah? Iiisshh!
“wae?”
“isshh!! Oppa. Jangan sentuh perutku. Geli!” ia memukul mukul tanganku yang melingkar di perutnya.
Aku mengendus lehernya dan menciumnya. Ia mendesah pelan.
“mianhae, aku akan duduk dan berhenti mengganggu. Aku lapar” ujarku sambil melepaskan pelukanku dan duduk menunggu di meja makan memperhatikannya yang sibuk memasak.
Ia berbalik dan menghidangkan makanan.
“kau ada kuliah hari ini?” tanyaku.
“eobseo. Wae?”
Aku menggeleng.
“cepat habiskan oppa. Kau mesti berangkat kerja kan? Aku akan menunggumu di rumah” katanya. Wajahnya bersemu merah.
“hahahahahahaha” tawaku meledak. Ia mendengus kesal.
“ya! Oppa! Apa yang kau tertawakan?”
“tidak ada” aku masih terkekeh pelan dan melanjutkan makanku.
“isshh!! Ya sudahlah!”
Kami melanjutkan sarapan kami dalam diam. 15 menit kemudian Changmin oppa bangkit menghampiriku dan menciumku sekilas. Ketika ia mau melepaskannya, aku menahannya dan menciumnya lebih lama.
“hati hati di jalan ya Changmin oppa, aku mencintaimu”

_______________________________

_MinAh’s side_

Aku berjalan jalan keluar rumah menuju perpustakaan. Berhubung waktuku sempit, aku hanya membaca baca Koran dari yang zaman dulu sampai sekarang masih di simpan. Aku dan Changmin oppa sangat gemar membaca. Tapi sayangnya di apartemen kami jarang ada yang mengantarkan Koran. Oleh karena itu, kami jarang membaca Koran.
Aku hanya membaca judul judulnya saja. Mataku berhenti pada sebuah artikel tentang orang yang hilang.
2 january 2009
Pengusaha sukses korea kehilangan anak gadisnya yang berusia 17 tahun. Gadis bernama Kim MinAh . Tinggi 162 cm berat 45, berambut gelombang bewarna cokelat. Ini fotonya.
Bagi yang menemukannya tolong hubungi nomor XXXXXXXXXXXX atau JL XXXXX noXXXX seoul. Bagi yang menemukannya, kami akan memberikannya 30% saham MinJJ Departemen Store.*ngarang*
Aku bergetar membacanya. Ini aku? Aku? Namaku Kim MinAh? Foto ini persis diriku. Dan Changmin oppa bilang, aku kecelakaan pada awal January 2009. Inikah aku?
aku mencatat alamat dan nomor teleponnya. Siapa tahu masih bisa di hubungi.
Aku kembali ke apartemen dan mencoba menghubungi nomor yang ada di Koran.
Tersambung.
“yoboseyo?” seorang namja menjawab.
“Eh? Yobeseyo. Apa benar ini Kim JaeJoong ssi?” tanyaku ragu.

___________________________________

Sekarang aku duduk di sebuah café mewah di seoul. Seorang namja bernama Kim Jaejoong duduk di hadapanku dengan tampang bahagia yang tiada tara.
“kau benar benar yeodongsaengku, MinAh?” ujarnya.
“ne? tapi belum tentu” sahutku.
“MinAh~ya, apa kau makan dengan baik? Dengan siapa kau tinggal?” tanyanya antusias.
“aku tinggal bersama kekasihku”
“uhukk…uhukk…” Jaejoong ssi terbatuk.
“neo gwaenchana?”
“gwaenchana. Bolehkan aku ke tempat kau tinggal?”
“mulon. Datang saja. Ku rasa tidak apa apa kalau kan tidak berbuat macam macam”
“mwo? MinAh, aku ini oppamu. Iissshh!” ia mendesah kesal.
“belum tentu Jaejoong ssi. Oh, sudah mau malam. Aku harus pulang Jaejoong ssi”
“mari ku antar”
“tidak perlu, aku bisa naik taxi”
“gwaenchana. Aku oppamu”
Aku terpaksa mengikuti orang yang mengaku oppaku ini. Tapi aku merasa tidak asing. Apa benar ia oppaku?
Akhirnya kami sampai di depan gedung apartemenku.
“kamsahae Jaejoong ssi” aku membungkuk berterima kasih padanya.
Tiba tiba Jaejoong ssi memelukku.
“aku sangat merindukanmu MinAh. Oppa mencarimu kemana mana tapi tidak ketemu. Kau benar benar adikku. Aku tidak mungkin salah” ia melepaskan pelukannya.
“besok kita lakukan tes DNA. Oppa akan mengabarkan Appa dan Eomma” lanjutnya.
Aku hanya diam.
“mianhae, aku masih banyak urusan. Sampaikan salamku pada namjachingumu. Masih banyak hal yang ingin ku tanyakan padamu. Tapi waktuku benar benar sempit. Kita bertemu lagi besok. Annyeong” Jaejoong ssi mengecup keningku dan masuk lagi ke mobilnya.
Apa benar ia oppaku?
Aku masuk ke apartemenku dan mulai menyiapkan makan malam untuk Changmin oppa. Makan malam belum siap tapi Changmin oppa sudah datang.
Aku menghampirinya, menyambutnya dan Changmin oppa mengecupku sekilas.
“kau lelah oppa?” tanyaku.
“tidak lagi ketika aku melihatmu menyambutku” blussshhh. Mukaku panas.
“iisshh! Jangan menggombal” aku mencubit lengannya pelan.
“hahahahah, sebentar, aku mau mengganti bajuku dulu” ia meninggalkanku ke kamarnya. Aku melanjutkan memasak.
Kami pun makan sambil mengobrol hal ringan. Setelah selesai, ia menggandengku ke kamarnya lagi. aku hanya diam.
Aku berbaring di kasur. Aku menggulingkan badanku beranjak ke atas tubuh Changmin oppa. Setengah badanku berada di atasnya. Aku membaringkan kepalaku diatas dadanya.
Aku menghirup aroma tubuh Changmin oppa.
“oppa, hari ini aku bertemu seorang namja yang mengaku sebagai oppaku. Ia sangat yakin kalau aku yeodongsaengnya” aku memainkan kancing piyama Changmin oppa,
“Jinjayo?? Apa dia benar benar Oppamu? Siapa dia?” tanyanya bertubi tubi.
“aku tidak tahu ia benar benar oppaku atau bukan. Namanya Kim Jaejoong”
Aku merasakan tubuh Changmin oppa agak terangkat.
“Kim Jaejoong? Aku rasa aku pernah mendengar nama itu. Benarkah? Kau harus yakin kalau itu keluargamu. Aku ikut senang kalau kau sudah bertemu dengan keluargamu” Changmin oppa mengelus rambutku.
“oppa, aku juga merasa dia benar. Maksudku, dia benar benar oppaku. Aku membaca Koran yang memuat artikel orang hilang 2 tahun lalu. Disitu ada fotonya. Gadis itu mirip sekali denagn ku. Namanya pun sama. Tentunya beda marga.” aku menyadari hal itu dan mulai khawatir. perasaan tidak enak. Aku takut berpisah dengan Changmin oppa.
“jinja? Aku mengambil kata Min dari Changmin, kalau Ahnya, aku hanya mengarang. Dan lagi soal perasaanmu tentang oppaaamu, biasanya kalau punya hubungan darah, pasti punya ikatan batin yang kuat”
“aku takut berpisah denganmu oppa” aku memberanikan diri menatapnya. Padahal mataku sudah memerah.
Changmin oppa menarik napas berat.
“aku mencintaimu” bisiknya.
“nado oppa”
Ia menurunkanku dari tubuhnya dan berbalik meninidihku. Jantungku berdetak cepat, darahku mengalir sangat cepat kurasa.
Kami bertemu dalam ciuman hangat. Lama kami bermain main dan saling merasakan saliva satu sama lain, Changmin oppa melapaskannya.
“Aku ingin memilikimu seutuhnya” ia meraba lembut perutku yang masih tertutup piyama. Aku mendesah agak kencang. Tubuhku sangat sensitive pada sentuhan lembut. Tangannya bergerak naik menyentuh lembut dadaku. Aku menggelinjang hebat. Baru kali ini aku merasakannya.
“oppa…. Ngghhhh… sssshhh” aku meremas seprei.
“aku tidak ingin lepas kendali” katanya. Dan ia mulai bangkit dan duduk.
Entah di mana akal sehatku, aku juga duduk dan mencium Changmin oppa. Aku menciumnya dalam dan memeluknya. Changmin oppa membalas ciumanku.
Aku ingin menjadi miliknya, begitu juga sebaliknya.
Kami berciuman dengan ganas hingga gigi kami saling beradu. Aku meremas rambutnya dan Changmin oppa mulai menyusupkan tangannya ke balik piyamaku. Changmin oppa mengelus punggugku lembut dan itu membuat aku menggigit gigit lembut lidahnya karena gemas.
Kami makin memiringkan wajah kami agar bisa menghirup oksigen ditengah ciuman panas kami. Aku memberanikan diri membuka kancing piyama Changmin oppa, hingga tinggal satu kancing, ia melepaskan ciumannya.
“andwae!! Aku akan mendapatkannya ketika kita sudah menikah” ujar Changmin oppa sambil mengancingkan pakaiannya.
Merasa di tolak, hatiku sanat pedih. Akupun menangis.
“MinAh~ya, waegeurae? Uljimayo baby..” Changmin oppa memelukku.
“wae? Kenapa menolak. Kau pasti tidak mencintaiku Oppa!” aku melepaskan pelukannya. Aku beranjak pergi dari kamarnya, tapi tangan kekarnya menahanku.
“MinAh!!!” ia mengerang frustasi. Changmin oppa menarikku ke dalam pelukannya.
Aku melepaskannya dan menghapus air mataku.
“aku akan kembali ke kamarku. Oppa, kita bicara besok saja. Selamat tidur” ucapku dingin. Aku berjalan lunglai. Aku ingin sekali menangis lagi tapi ku tahan dengan sekuat tenaga.
Aku membuka pintu kamarku dan langsung menghempaskan tubuhku ke ranjang dan tertidur pulas.

_______________________________

Aku terbangun saat merasa ada tangan hangat yang membelai pipiku lembut. Dengan terpaksa kubuka mataku.
Aku melihat mata Changmin oppa sangat merah dan ia terlihat lelah.
“oppa, ada apa dengan matamu?” tanyaku. Aku berniat menyentuhnya tapi kutahan niatku sendiri.
“aku sangat khawatir kau marah baby” ujarnya sambil tersenyum. Terlihat jelas sekarag kalau ia lelah karna senyumnya juga lemah.
“tidurlah lagi di kamarmu Oppa!” usirku halus. Changmin oppa menggeleng.
“aku mau berangkat kerja sebentar lagi. kau masih marah padaku? Aku sangat mencintaimu, MinAh” katanya memelas. Tapi aku sudah terlanjur kecewa.
“sudahlah, tidak usah di bahas Changmin oppa” aku berkata dengan nada dingin dan pergi menuju dapur meninggalkannya.
Kami melewati sarapan kami dalam diam.
“aku berangkat MinAh~ya” katanya, padahal ia sudah di ambang pintu.
“ne oppa, ara. Lalu kenapa lagi? apa ada yang ketinggalan?” tanyaku.
“oh, ani~ eobseo. Aku pergi, hati hati MinAh~ya. Annyeong” ia berbalik pergi.
Aku seharusnya tidak berbuat begini padanya. Aku sudah banyak berhutang budi padanya tapi berani beraninya aku berkata dingin padanya, benar benar tidak tahu diri!!
Aku berjanji pada diriku sendiri kalau aku akan berbaikan ketikan ia pulang nanti dan berkata ‘saranghae, aku akan mencintaimu selamanya Shim Changmin. Yaksok!’ dan memberinya ciuman hangat tentunya.

_Changmin’s side_

Pikiranku terus melayang pada gadis yang ku yakin masih ada di apartemen kami dan belum berangkat kuliah. Aku berusaha meneleponnya karna ingin bicara dengannya agar masalah kami selesai. Aku sangat mencintainya. Tadi malam, aku benar benar menginginkan tubuhnya!! Aku sampai lepas kendali. Tanganku sampai mengelus punggung telanjangnya. Ia begitu cantik dan mempesona tentunya. Aku mengatupakan rahangku keras keras berusaha menghilangkan pikiranku dan rasa bersalahku yang amat dalam karea telah menolaknya. Kalau aku tidak mempunyai prinsip hidup, mungkin aku akan menerkamnya sebelum di minta. Tapi aku sudah bertekad akan melakukan hal itu ketika sudah menikah. Aku laki laki. Aku harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah menjadi prinsipku.
Aku mencoba meneleponnya berulang ulang dan hasilnya nihil. Aku tidak akan menyerah. Aku menaruh Iphone ku di telinga kiriku lagi.
Tut
Tut
Tut
Tidak ada jawaban. Aku benar benar khawatir, baiklah, aku akan putar arah.

_________________________

Jaejoong ssi meneleponku agar aku datang ke rumah sakit secepatnya karna ia tidak punya waktu banyak. Aku dan Appanya Jaejoong ssi akan melakukan test DNA. Aku buru buru pergi.
Saat aku sampai di gerbang rumah sakit, mobil ambulace datang. Bau darah langsung menyeruak..
“cepat siapkan darah B. dia bisa mati!!! PALLI” teriak seseorang dari dalam mobil. Sepertinya gawat sekali!
Aku masuk rumah sakit ketika sang korban di pindahkan ke UGD.
Aku membeku di tempat.
Sekalipun wajahnya hancur penuh luka, aku menganalinya. Sosok pahlawan yang kucintai….

______TBC

 

29 thoughts on “Life Like This ~~chapter 1

  1. Nyna^^v berkata:

    Itu Changmin ya yg kecelakaan??msh kurang panjang ni thor>>pdhl dr td gk selesai2<>pdhl dr td gk selesai2<< lam kenal smua^^V

  2. xiahmiN88 berkata:

    itu siapa yang kecelakaan?? jangan”changmin..,, hhuuuaa
    gak sabar baca cerita selanjutnya nih author
    fighting ^_^

  3. haajeyong berkata:

    Annyeong nae chingu…kesampean jga bca ffmu….daebak kok !! Ya ampun MinAh kasian tu abang changmin….tu yg ktbrak changmin ya ? Lanjut cul penasaran…jangan lma2 ya say

  4. Ayara berkata:

    siapa yg kecelakaaan? Changminkah? Jangan sampe dy ilang ingatan juga ya thor…
    Salam kenal ya chingudeull ya chingudeul

  5. Huweeeeeeeeee itu min yg kecelakaan?ya olloh kaga ridho dah klo min ampe mati.jgn bikin mati dong…aish pdhl klo plng kan si minah bakal menyambut dngn manis.

    Next chap kapan nih?
    Ga sabar bacaampe mati.jgn bikin mati dong…aish pdhl klo plng kan si minah bakal menyambut dngn manis.

    Next chap kapan nih?
    Ga sabar baca

  6. Huweeeeeeeeee itu min yg kecelakaan?ya olloh kaga ridho dah klo min ampe mati.jgn bikin mati dong…aish pdhl klo plng kan si minah bakal menyambut dngn manis.

    Next chap kapan nih?
    Ga sabar baca

  7. Oh ya, mian ga di bls smua, karna aku ol pake hape. Modemnya ga ada pulsa *changmin belum transfer duit* hahahahaha
    Mianhamnida *deep bow*

  8. hancur pnuh luka??? Ya ampn pliss author ,changmin’a jgn dbkin mti ya!? Rasa’a tuh ga rela bngt deh,huhuhu
    mian nh sblm’a ky’a qu ngerasa alur dan konflik’a terlalu cepet deh, palg pas diawal2,hhe
    mian ya chingu tp qu sk jln crta’a..
    Slm knl chingu ^^

  9. Malu sekali saya ama kalian~~ *deep bow*
    Saya kayanya kalo buat ff type sinetron terus dh *plak*. Jd kalo detail sekali, bisa bisa panjaaaanngg sekali *kupikir sih gitu*
    KAMSAHAMNIDA KRITIKNYA. Salam kenal, Rei imnida^^

  10. What! Itu changmin? Andweeee ;(

    ya alloh mau banget aku jadi si minAh tinggal bareng sama changmin udah gitu di tolongin lagi di kuliahin pula di kasih makan gratis tiap hari waaahh, baik banget yah oppa ku ini, ga akan rugi jadi yeondongsaengnya dia. Hahaha
    pokonya FFnya bagus😄

  11. Jaehyunmi berkata:

    Fanfic nya keren~
    Entah kenapa ada sesuatu yang beda dari ff ini, bagus🙂
    Ya, tapi… bener sama yang coment diatas. Alurnya rada kecepetan, konfliknya juga. Tapi bagus kok…🙂

  12. Resty berkata:

    andweeeeee
    changmin oppa bertahanlah i will marry with you #plak digampar author*

    di awal alurnya pas, tapi di akhir agak kecepatan jadi kurang dapat feelnya.

    overall nice FF chingu, ^^

  13. chunnie_man berkata:

    Min kecelakaan??oh tidakk.imin baik banget sama yeojachinggu.romantis n sungguh bertanggung jwb.
    Jaejoong oppa. Jadi abangnya!!atau abang tiri??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s