Meet U chap 11


Title: Meet u

Cast : Kim jaejoong, kim junsu, park yuchun

Genre : romantic

Rating: NC17 *kemungkinan bisa berubah gimana mood author*/straight

Author : Lee Eun Ri

 

NB: buat reader yang bingung sama dandanan JYJ pas jalan2 tanpa dikenali coba liat film big momma house. Kurang lebih JYJ di dandanin pake teknik/cara kayak gitu tapi tetep namja loh.

 

Happy reading ^o^

AUTHOR  POV

 

Sore itu hyun rin sedang menonton tv, ia merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil makan makanan kecil . tubuhnya sangat lelah akibat seharian ini beraktifitas di kampus. Yak lama ponselnya berbunyi tanda ada pesan masuk. Ia pun membacanya, ia tersenyum saat membacanya karena itu pesan dari jaejoong. Namja itu memberitahukannya jika sudah pulang dari jepang.

Setelah membaca pesan itu ia beranjak dari sofa ke kamarnya. Ia menatap buku yang pernah jaejoong berikan padanya. Ia memutuskan untuk memberikan buku itu pada jaejoong sekarang. Ia mengambil buku itu lalu keluar, ia menghembuskan napasnya lalu memencet bel apartemen jaejoong. Pintu terbuka dan ia melihat namja itu tersenyum. Tanpa berkata-kata ia memberikan buku yang ia bawa pada jaejoong lalu pergi.

“hyun rin-a” panggil jaejoong. Ia menghentikan  langkahnya lalu menengok kebelakang.

“baca saja buku itu sampai habis” ucapnya lalu masuk dan menutup pintu. Ia memegang dadanya yang berdetak sangat cepat. Ia tak mengira akan begitu sulit memberikan buku itu.

‘padahal hanya memberikan buku tapi aku gugup setengah mati seperti ini’ batinnya

Ia kembali duduk di sofa sambil memikirkan apa tanggapan jaejoong setelah membaca buku yang ia tulis. Ia berharap jika namja itu akan senang. Membacanya.

Sementara itu kini jaejoong tengah membaca buku yang tadi di berikan hyun rin. Ia membaca semuanya, ia tersenyum tipis saat membaca buku itu. Ia membuka halaman terakhir di buku itu. Namja itu tersenyum penuh arti, ia hampir tak percaya dengan tulisan itu hingga ia membacanya dua kali. Setelah membacanya lagi jaejoong berteriak senang lalu menghampiri apartemen yeoja itu. Ia memencet bel dengan tidak sabar. Ia tersenyum saat yeoja itu membuka pintu, ia melihat yeoja itu langsung menunduk saat melihatnya

“apa ini benar?” tanyanya sambil menunjukkan tulisan di halaman terakhir buku itu.

“se seperti yang oppa baca” jawab hyun rin gugup sambil tetap menundukkan kepalanya. Mendengar jawaban itu jaejoong langsung memeluk erat hyun rin. Ia sangat bahagia karena yeoja itu telah menjawab pernyataan cintanya dan kini yeoja itu menjadi miliknya.

“gumawo. Kau menjawabnya cukup cepat tak seperti pikiranku. Kau membuat oppa bahagia dengan jawabanmu. Gumawo. Saranghae chagi” ucap jaejong. Hyun rin perlahan membalas pelukan namja yang kini telah resmi menjadi namjachingunya.

“apa oppa tak akan menyesal mencintaiku? Apa oppa tak kecewa dengan  jawabanku? Banyak yang kupikirkan sebelum menjawab pernyataan oppa itu. Aku juga merasa tak pantas berada di sampingmu. Aku tidak percaya diri menjadi yeojachingumu. Aku takut tak bisa membuat oppa bahagia, aku takut akan menyakiti oppa” ucap hyun rin jujur. Mendengar itu jaejoong melepas pelukannya. Ia menatap mata yeoja itu lekat. Ia bisa melihat banyak ketakutan di mata yeojanya itu.

“dengar, oppa tak akan pernah menyesal mencintaimu dan jawabanmu itu bukan kecewa yang oppa dapat melainkan kebahagiaan. Hapus semua pikiranmu itu karena oppa bahagia bisa bersamamu kini. Kau satu-satunya yeoja yang bisa mengerti appa” ucap jaejoong lembut. Ia mengelus lembut pipi yeojanya itu.

“bagaimana jika ku tanpa sadar telah membuat oppa terluka?” tanya hyun rin takut.

“kau tak perlu khawatir karena oppa akan mengatakannya padamu agar kau tau, begitu pun denganmu jika oppa tanpa sengaja melukai hatimu, katakan pada oppa. Kita harus saling terbuka dan jangan menutupinya walaupun itu hal kecil, arra?” hyun rin tersenyum dan mengangguk. Jaejoong mencium bibir yeoja itu sekilas.

“kita ke apartemen oppa ya, chagi? Ayo” jaejoong menutup pintu apartemen yeojanya lalu menggenggam tangan hyunr in masuk kedalam apartemennya.

*** 

Kini hyun rind an jaejoong duduk di sofa sambil menonton tv. Ia tidak bisa focus menonton karena sejak tadi jaejoong terus memeluknya dan menatapnya. Perlahan ia menoleh kea rah jaejoong, ia melihat namjanya itu tersenyum bahagia. Namja itu mencium bibirnya dengan lembut. Tak lama namja itu  melepas ciuman mereka, ia bisa merasakan wajahnya memerah. Melihat wajah hyunrin, jaejoong langsung memeluk yeoja itu.

“kau sangat manis” ucap jaejoong. Namja itu melepas pelukannya lalu mencium pipi yeojanya itu. Ia sangat bahagia dan ingin berdua saja menghabiskan malam dengan kekasihnya itu. Ia mendekatkan wajahnya ingin mencium yaoja itu lagi tapi…

“HYUUUNG AKU DATANG” teriak junsu riang. Seketika itu juga jaejoong melepaskan pelukannya karena kaget. Ia melihat junsu dan yuchun datang. Ia menatap kesal ke dua namja itu karena menganggunya tapi kedua namja itu membalas tatapannya dengan wajah tanpa dosa.

“ada apa kalian di sini? Kenapa kalian tau password apartemenku?” Tanya jaejoong. Ia berdiri dan menghampiri ke dua dongsaengnya itu.

“ketus sekali kau hyung. Aku ingin bertemu denganmu. Kau lupa ya kalau kami berdua tau password apartemenmu?” jawab junsu

“aku hanya bosan di rumah dan ingin makan malam bersama kalian” ucap yuchun. Junsu melihat hyun rin tengah duduk diam sambil menunduk.

“hyun rin? Tumben ada di sini?” tanya junsu. Yeoja itu bingung harus menjawab apa, yuchun merasa ada yang aneh. Ia juga melihat jaejoong hyungnya salah tingkah. Junsu yang tak sadar sepasang kekasih itu bertingkah aneh langsung menghampiri hyun rind an hendak memeluk yeoja itu.

“hyun rin-a, oppa rindu padamu. Fans oppa yang setia ini” ucapnya. Mendengar itu jaejoong dengan sigap menarik baju belakang junsu. Yuchun tersenyum, kini ia tau kenapa hyungnya bersikap aneh dan wajah hyun rin yang memerah. Ia mendekati jaejoong.

“hyung, kau sudah jadian dengan hyun rin?
tanya yuchun tanpa basa basi. Mendapatkan pertanyaan itu membuat wajah jaejoong memerah. Junsu tersenyum melihat perubahan wajah hyungnya itu.

“wah kalian sudah resmi menjadi sepasang kekasih ya? Chukae” ucap junsu sambil memeluk jaejoong lalau memeluk hyun rin tapi saat akan memeluk yeoja itu, jaejoong kembali menariknya.

“jangan peluk-peluk sembarangan” ucap jaejoong yang di sambut tawa oleh yuchun dan junsu.

“baru kali ini aku melihatmu seperti ini hyung” ledek yuchun. Karena kesal dan malu jaejong menjitak kepala junsu dan yuchun. Ia melangkah mendekati hyun rind an duduk di sebelah yeoja itu. Kedua namja itu duduk sambil mengelus-elus kepala mereka.

“ah iya hyun rin-a, oppa teringat perkataanmu waktu itu yang mengatakan akan mengajak kami bertiga jalan-jalan tanpa ada yang mengenali kami. Bagaimana jika kita pergi minggu depan? Lalu bagaimana caranya agar kami tak di kenali?” ucap junsu. Jaejoong dan yuchun hanya menatap bingung, melihat itu junsu pun menjelaskannya.

Setelah mendengar penjelasan dari junsu, jaejoong dan yuchun merasa itu hal yang menarik. Keduanya pun setuju. Hyun rin menjelaskan apa yang akan di lakukannya. Ia akan merubah ketiga namja itu dengan make up dan beberapa hal lainnya. Ia juga meminta ke tiganya tak memakai pakaian yang mencolok dan jangan membawa mobil mewah mereka. Ketiganya hanya mengangguk mengerti.

Ketiganya bermain dan mengobrol cukup lama. Tak lama yuchun dan junsu berpamitan pulang. Jaejoong dan hyun rin mengantarkan sampai depan pintu lift. Melihat ke dua namja itu telah pergi jaejoong langsung memeluk hyun rin kekasihnya itu.

“temani oppa sebentar lagi ya? Oppa masih ingin berduaan denganmu” pinta jaejoong.

“tidak bisa, ini sudah malam dan oppa terlihat sangat lelah jadi sebaiknya oppa masuk dan tidur ya?” tolak hyun rin halus.

“tapi chagi…”

“tidak ada tapi-tapian. Nanti oppa sakit. Besok kan  masih bisa. Ato sana masuk dan istirahat” ucap hyun rin sambil mendorong namjanya itu masuk.

Jaejoong berbalik dan memanyunkan bibirnya di depan yeojanya itu. Mengerti maksud namjanya itu, hyun rin pun mencium namjachingunya sekilas. Jaejoong tersenyum sennag. Tak lama mereka masuk ke dalam apartemen masing-masing

***  

HYUN RIN POV

Aku melangkah keluar kelas, aku baru saja selesai mengikuti matakuliah terakhirku hari ini. Aku berjalan keluar kampus tapi langkahku terhenti saat melihat seseorang berdiri tepat di gerbang kampus. Namja itu datang lagi, namja yang selalu menggangguku.

Aku kembali melangkahkan kakiku keluar kampus tanpa mempedulikannya. Aku harap namja itu tak menghampiriku tapi ternyata harapanku tinggallah sebuah harapan karena namja itu menghampiriku. Kulihat ia seperti biasa memakai atribut hingga wajahnya tertutup.

“mau apa?” tanyaku datar.

“hanya ingin mengobrol saja” jawabnya. Tak kupedulikan, aku meninggalkannya.

“sebentar saja ayolah” pintanya sambil mengikutiku,

“kau ini tidak ada kerjaan lain ya?”

“aku sedang libur. Ayo kita mengobrol sebentar di café itu” ucapnya sambil menunjuk sebuah café kecil. Kuhentikan langkahku dan menatapnya.

“baiklah tapi cukup hari ini saja” jawabku

Akhirnya kami berdua kini berada di café yang tadi di tunjuk oleh namja aneh ini. Setelah memesan minuman kami berdua duduk. Namja itu duduk di depanku. Aku enggan menatapnya jadi aku menatap keluar jendela, kebetulan meja tempatku duduk sekarang berada di samping jendela.

“bagaimana kabarmu?” tanyanya

“baik” jawabku singkat.

Namja itu banyak bertanya tapi kujawab singkat dan dengan nada malas. Namja it uterus saja mengoceh membuat kupingku sakit. Aku menatapnya kesal.

“kau itu namja bawel ya” ucapku ketus.

“mianhae” ucapnya dengan nada menyesal.

“kau itu hobi sekali berbicara ya?” tanyaku

“tidak juga” jawabnya santai. Aku mulai memperhatikan matanya, aku merasa pernah melihat mata itu. Selama ini aku tidak terlalu memperhatikan namja di depanku ini. Saat sedang memperhatikan namja di depanku tiba-tiba saja aku di kagetkan oleh teriakan beberapa yeoja di meja yang tak jauh dariku. Para yeoja itu kulihat sedang asik membaca majalah, saat salah seorang yeoja itu sedang memperlihatkan poster DBSK pada temannya yang kebetulan aku pun bisa melihat poster itu, aku langsung menatap namja di depanku.

‘sama’ batinku

“kita keluar” ucapku lalu berdiri dan pergi. Namja itu mengikutiku, kulihat ada toko buku di sebelah café, aku masuk dan mencari majalah yang baru saja kulihat di café.

“dapat” ucapku. Dengan cepat kubayar lalu keluar toko, aku pergi ke taman yang kutau selalu sepi di jam-jam seperti ini. Namja itu masih mengikutiku.

“kau kenapa?” tanyanya saat kami sampai di taman yang ku tuju. Tak langsung kuujawab pertanyaannya, aku membuka satu per satu halaman majalah itu mencari gambar DBSK. Saat tak sengaja kulihat ada artikel yang terdapat gambar DBSK aku langsung memperlihatkannya pada namja itu.

“apa?” tanyanya

“matamu mirip ah tidak maksudku sama dengan yunho. Jangan-jangan kau memang yunho? Aku selama ini tak terlalu memperhatikanmu karena sikapmu selama ini membuatku terganggu tapi tadi aku sadar saat melihat beberapa yeoja sedang asik dengan majalah ini. Salah seorang yeoja itu menunjukan poster DBSK. Di situlah aku merasa matamu dan yunho sama. Kalau kupikir-pikir postur tubuhmu pun sama dengan yunho. Apa kau memang yunho? “ ucapku sambil menatapnya. Namja itu hanya diam tak menjawab pertanyaanku.

Aku menunggu jawaban dari namja di depanku ini. Ku sangat penasaran dengan jawabannya. Ia menghembuskan napasnya lalu mengangguk.

“ne, aku yunhi. Jung yunho” jawabnya membuatku kaget dan membelalakan mata tak percaya.

“ja jadi tebakanku benar?” ia mengangguk, ia melihat sekitar taman lalu membuka atributnya di depanku.

“yunho. Kau benar-benar yunho-shi” ucapku

Tak lama yunho mengajakku untuk duduk, aku pun menurut. Lama aku terdiam, aku tak menyangka jika namja aneh itu yunho. Aku pun kembali teringat saat pertama kali bertemu dengannya.

‘kenapa waktu itu yunho oppa mengikutiku ya?’ batinku.

“kau pasti terkejut kan? Mianhae sebenarnya aku tak bermaksud menutupinya” ucapnya terlihat menyesal.

“ya, aku memang sangat terkejut. Aku tak tau harus berkata apa tapi aku punya satu pertanyaan. Kenapa di hari pertama kita bertemu oppa ah maksudku yunho-sshi mengikutiku? Juga beberapa kali menemuiku di kampus” tanyaku. Ia menatapku

“panggil oppa saja. Awalnya aku mengikutimu karena merasa bersalah sudah menumpahkan minuman waktu itu. Tapi ketika kita berbicara sedikit di taman saat kau membicarakan perasaanmu yang tiba-tiba tidak enak tentang JYJ, aku tertarik padamu karena kau salah satu fans kami. Ah apa kau juga fansku? Atau hanya JYJ?” ucapnya

“aku ini fans kalian berlima” jawabku tegas. Ia tersenyum mendengar jawabanku.

Tiba-tiba aku teringat dengan beberapa terror waktu itu. Aku bingung mengapa ada yang menerorku setelah bertemu yunho oppa, padahal waktu itu aku tidak taujika namja itu yunho oppa. Walaupun waktu itu yunho oppa telah menjelaskannya tapi bagiku sangat aneh. Aku tidak yakin jika itu hanya kesalahpahaman semata.

‘jika penjelasan yunho oppa benar maka kurasa SM orang yang sangat bodoh’ batinku

“oppa, berarti yang selama ini menerorku pihak SM ya?’ tanyaku penasaran

“ne. seperti yang kujelaskan waktu itu, mereka salah paham. Mereka mengira kau adalah penyebab terganggunya aktifitasku. Mianhae, sekarang kau tak perlu takut karena itu semua tak akan pernah terjadi lagi” jawabnya sambil tersenyum. Aku terdiam cukup lama, aku bingung harus berbicara apa pada nmja di sebelahku ini.

“mmm… oppa mianhae. Selama ini aku selalu bersikap yidak baik padamu. Aku selalu saja kasar dan ketus oppa” ucapku menyesal.

“tak apa. Toh itu juga salahku yang selalu datang dengan menutupi nwajahku jadi wajar saja kau takut dan selalu ketus” jawabnya

Kami berdua mengobrol sangat asik gingga tak terasa hari sudah hampir malam. Aku pun berpamitan pulang, yunho oppa menawarkan untuk mengantarku tapi aku menolaknya karena saat itu juga aku teringat jaejoong oppa. Aku tak tau bagaimana jadinya nanti jika mereka bertemu, aku takut jaejoong oppa sedih dan mengingat keadaan mereka. Selain itu aku takut jika yunho kini di ikuti oleh SM dari jauh.

‘mianhae’ batinku

 

YUNHO POV

Kulihat yeoja itu pergi menjauhiku, sebenarnya masih ingin mengobrol dengannya tapi aku tak mau memaksakannya.

“hyun rin-a” panggilku saat mengingat sesuatu. Yeoja itu menoleh dan menatapku. Aku berjalan mendekatinya.

“mmm… apa kau kenal dekat dengan junsu? Atau yuchun dan jaejoong?” sebenarnya aku ragu menanyakannya tapi aku sangat penasaran. Aku teringat beberapa kali bertemu dengan hyun rin waktu itu, yeoja ini selalu berada di sekitar sahabatku. Yeoja itu diam saja, saat aku ingin menanyakannya lagi tiba-tiba ponselnya berbunyi. Iapun langsung menganggkatnya.

“yeoboseo” sapanya

“aku baik-baik saja. Aku akan segera pulang. Ne” ucapnya lalu tak lama menutup teleponnya dan memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.

“aku hanya fans kalian tidak lebih. Aku tak terlalu kenal dengan mereka secara langsung. Mianhae, aku harus pulang sekarang” ucapnya lalu berlari pergi. Aku hanya menghembuskan napasku, aku tak puas dengan jawabannya. Ada yang aneh dengan jawabannya tadi.

***  

 

JAEJOONG POV

Aku mencemaskan hyun rin karena ia belum pulang padahal sudah hampir malam. Semalam ia memberitahukanku jika akan pulang kuliah siang hari dan berjanji membuatkanku makanan kesukaanku mala mini. Aku terus mondar mandir di depan lift menunggu kedatangannya.

TING

Bunyi lift membuatku berhenti mondar mandir. Saat pintu terbuka kulihat yeoja yang kutunggu-tunggu akhirnya pulang juga. Ia kaget melihatku tapi tak lama ia langsung memelukku dengan erat. Wajahnya terlihat lesu, ingin kulepaskan pelukannya tapi sulit karena ia terus memelukku dengan erat.

“ada apa? Kau baik-baik saja?” tanyaku

“ne” jawabnya

“lalu kenapa wajahmu seperti itu? Ada apa?” tanyaku agak sedikit memaksa. Aku tak mau terjadi sesuatu pada yeojaku, aku tau ia berbohong. Ia melepaskan pelukannya lalu menatapku lembut.

“aku tidak apa-apa” jawabnya sambil tersenyum tipis yang kutau jika senyumannya itu ia paksakan.

“jangan berbohong. Ada yang sedang kau pikirkan kan?” ia menunduk.

“beri aku waktu untuk memikirkannya oppa. Aku takut menyakitimu nanti” ucapnya terlihat sedih.

“baiklah jika kau belum siap tapi nanti kau harus mengatakannya pada oppa. Oppa mencemaskanmu, chagi” ia tersenyum.

“gumawo joongie” ucapnya. Aku menatapnya senang.

“walaupun masih sedikit agak aneh memanggilmu seperti itu tapi aku harus membiasakannya. Tak apa kan?” tanyanya. Aku pun mengangguk.

“nah sekarang sebaiknya kau masuk lalu mandi. Malam ini biar oppa yang membuatkan makan malam untukmu” aku mendorongnya masuk ke dalam apartemennya, sedangkan aku masuk ke apartemenku sendiri.

Aku mulai membuat 3 jenis makanan kesukaan kekasihku. Aku membuatnya dengan penuh semangat.

Tak lama setelah selesai masak, aku menyajikannya di atas meja makan. Kutata dengan rapi. Selesai itu aku menghampiri apartemen hyun rin. Aku memencet passoword lalu masuk. Aku tau password yeojaku itu tadi pagi sebelum ia berangkat kuliah. Aku pun memberitahukannya password apartemenku. Itu kulakukan agar kami berdua lebih dekat dan aku tak mau ada yang kututupi darinya walaupun itu hal kecil seperti ini. Aku melangkah masuk dan melihat yeojaku tengah berbicara dengan seseorang sambil menatap keluar jendela. Perlahan kuhampiri ia dan langsung memeluknya dari belakang. Ia tersentak kaget lalu menutup teleponnya.

“jangan membuatku kaget joongie-a” ucapnya. Aku mencium lehernya sekilas.

“joongie oppa lepaskan aku dulu. Aku harus ganti pakaian” ucapnya sambil melepaskan pelukanku. Ia berbalik dan menatapku.

“emangnya kenapa dengan pakaian ini?” tanyaku ambil melihat ia yang hanya memakai hot pants dan tank top.

“aku malu joongie-a. aku tak pernah berpakian seperti ini di depan namja. Ini saja kupakai terburu-buru karena tadi telepon apartemen berbunyi” ucapnya dengan wajah memerah.

“berarti oppa namja pertama yang melihatmu berpakaian sekdi seperi ini. Kau tak usah menggantinya, oppa suka tapi jangan berpakaian seperti ini di depan namja lain selain oppa” ucapku. Ia mengangguk malu

“ayo kita makan. Oppa sudah membuatkan makanan kesukaanmu” aku menarik tangannya lalu mengajaknya makan di apartemenku.

Kami makan dengan di selingi obrolan kecil. Ia mengatakan jika ia sangat menyukai masakan yang kubuat. Selesai makan kulihat ia membereskan meja dan mencuci piring kotor itu.

Setelah melihatnya selesai, aku mengajaknya duduk di sofa. Ia memelukku lagi sama erat seperti di depan lift tadi. Aku mengelus lembut rambutnya dan mencium puncak kepalanya. Kurasakan ia menghela napas berat.

“mianhae. Aku tak bermaksud menutupinya, hanya saja aku bingung. Banyak hal yang kupikirkan. Jeongmal mianhae” ucapnya lalu menatapku dengan wajah yang kurasa sangat tersiksa.

“aku tak mau menutupinya tapi aku benar-benar takut joongie…” aku memotong perkataannya

“aku akan menunggu, walaupun aku sebenarnya sangat penasaran tapi aku akan mencoba bersabar.” Ucapku kembali menenangkannya. Ia kembali memelukku.

***  

 

AUTHOR POV

Seminggu lebih sejak kegundahan hati hyun rin, yeoja itu masih belum bisa mengatakan kegundahannya itu pada kekasihnya. Ia sebenarnya ingin mengatakannya tapi ia takut. Kini ia menatap jaejoong, junsu dan yuchun yang telah selesai ia rubah. Hari ini adalah hari di mana ketiga namja itu akan jalan-jalan tanpa ada yang mengenali ke tiganya.

“selesai” ucapnya sambil berusaha tersneyum. Hatinya sangat berat, ia merasa telah berbohong karena selama seminggu ini namja bernama yunho lumayan sering datang ke kampus untuk menemuinya dan hal itu tak pernah ia beritahukan pada jaejoong maupun junsu dan yuchun.

Jaejoong menatap yeojanya itu, ia tak tega melihat wajah sedih hyun rin. Beberapa hari ini ia selalu melihat keksihnya itu lemas dan terlihat sekali sedang banyak pikiran. Ia tau jika yeojanya menjadi seperti itu karena ada masalah yang di pikirkan. Ia tak tega tapi tak mau memaksa hyun rin agar memberitahukannya. Ia memeluk yeojanya itu, berharap sedikit mengurangi beban yang ada di hati kekasihnya itu.

Yuchun dan junsu saling bertatapan setelah melihat jaejoong dan hyun rin berpelukan. Keduanya sadar jika sepasang kekasih itu sedang ada masalah tapi mereka enggan untuk ikut campur.

Ke empatnya pergi naik bis, selama perjalanan hyun rin berpikir untuk memberitahukan semuanya pada jaejoong, yuchun juga junsu. Ia memikirkan kata-kata yang tepat untuk mengatakannya. Selama ini ia tak bisa mengatakannya karena ia tau jika ketiga namja itu sangat sensitive jika ia menyebut nama yunho maupun changmin. Ia merasa jika menyebut ke dua nama itu ia akan menyakiti ketiganya terutama kekasihnya jaejoong. Ia menghembuskan napasnya berat.

‘aku harus mengatakannya. Kuharap apa yang kutakutkan tak akan terjadi’ batinnya

Ketiga namja itu seharian melakukan hal-hal yang sudah lama tak mereka lakukan. Semuanya sangat menyenangkan. Hyun rin selalu tersenyum melihat ke tiga namja itu tertawa bahagia. Kini hyun rin melihat jajoong dan yuchun sedang menjahili junsu. Pemandangan seperti ini jarang sekali ia lihat, tak lama junsu menghampirinya lalu menariknya pergi.

“ayo pergi dengan oppa. Biarkan saja mereka berdua” ucap junsu

“HYUNG AKU PINJAM YEOJAMU” ucapnya pada jaejoong dan yuchun yang berjalan menghampirinya.

“kau pikir dia barang” jawab jaejoong yang kini berdiri di samping hyun rin.

“kita istirahat dulu di sana. Aku lelah” pinta yuchun sambil menunjuk tempat istirahat. Jaejoong dan yang lainnya mengangguk lalu masuk. Hyung rin pergi membeli makanan dan minuman dingin untuk ketiganya yan terlihat lelah. Ia kembali dan memberikan apa yang ia beli tadi, ketiganya langsung meminum minuman dingin itu. Hyun rin menatap ketiganya, ia menghembuskan napasnya berat. Ia berpikiran untuk memberitahukan semuanya sekarang.

“sudah ini kita pulang ya? Ini sudah sore” ucap jaejoong yang di jawab anggukan oleh kedua dongsaengnya.

“joongie, junsu oppa, yuchun oppa ada yang ingin kukatakan sekarang” ucap hyun rin serius. Jaejoong tau jika yeojanya itu akan mengatakan kegundahan hati kekasihnya selama ini.

“kau yakin akan menceritakannya sekarang?” yeoja itu mengangguk sambil tersenyum tipis.

“oppa ingat namja aneh yang membuatku kena terror?” ketiga namja itu mengangguk.

“beberapa hari yang lalu namja itu datang ke kampusku. Awalnya dia bilang hanya ingin mengobrol denganku. Saat mengobrol perlahan aku sadar saat melihat matanya. Aku tau siapa namja itu, waktu itu aku mendesaknya untuk mengaku hingga akhirnya namja itu membuka atribut yang selama ini ia pakai di hadapanku. Namja itu…” hyun rin berhenti sejenak, ia menatap ketiga namja di depannya.

“yunho. Namja aneh itu jung yunho. Yunho oppa sempat menanyakan apa aku dekat dengan oppa atau tidak, waktu itu kujawab tidak. Mianhae oppa, aku takut. Selam aini aku tak bicara karena aku memikirkan perasaan kalian semua, aku merasa kalian pasti sangat sensitive jika mendengar kedua namaj sahabat kalian itu. Aku pun takut jika yunho diikuti oleh orang suruhan SM jadi aku tidak memberitahu jika aku kenal dekat dengan kalian. Jujur beberapa kali setelah aku tau namja itu yunho oppa, yunho oppa sempat beberapa kali menemuiku di kampus. Hal itu membuatku takut, takut jika orang SM membuntuti. Mianhae jeongmal mianhae oppa. Aku bingung dan takut terjadi sesuatu pada kalian semua. Aku tak tau harus bagaimana” hyun rin menangis karena ia merasa tak berguna, ia ingin membuat ketiga namja itu bahagia, ingin mempertemukan ketiganya dengan changmin dan yunho tapi ia tak bisa melakukan apa-apa karena takut SM akan tau dan akan melakukan hal-hal yang akan menyakiti kalmia namja itu.

Ketiga namja itu terdiam mendengar penjelasan hyun rin, mereka menatap yeoja itu yang tengah menangis. Jaejoong menatap kosong yeojanya itu, ia tersadar jika yeojanya itu adalah salah satu Cassiopeia. Ia sempat lupa jika yeoja itu adalah fansnya. Ia mengerti mengapa yeoja itu menutupinya, ia yakin ini tak mudah bagi yeojanya itu. Ia melihat hyun rin berdiri, ia langsung menghampiri yeoja itu dan memeluknya. Ia mengelus rambut yeoja itu dengan lembut.

Junsu dan yuchun berdiri dan memeluk hyun rin juga jaejoong. Mereka verempat saling berpelukkan.

“mianhae oppa aku ingin membuat kalian semua bahagia, aku ingin mempertemukan kalian tapi aku takut pada SM. Mianhae” ucap hyun rin.

“tak apa, kami mengerti ketakutan dan kebingunganmumu. Gumawo kau memperhatikan perasaan kami” ucap yuchun

Setelah tangis hyun rin reda, ketiga namja itu melepaskan pelukan mereka. Jaejoong menghapus air mata yang mengalir di pipi yeojanya. Yeoja itu menatap ketiga namja di depannya satu persatu.

“tidak marah?” tanyanya

“anni” jawan ke tiganya bersamaan. Ia tersenyum mendengar jawaban itu.

“hyun rin?” panggil seseorang dengan tiba-tiba membuatnya menoleh ke sumber suara, ia membelalakan matanya kaget lalu ia menatap wajah jaejoong, junsu dan yuchun secara bergantian. Ia melihat wajah ketiganya kosong tanpa ekspresi menatap orang yang memanggilnya.

“yu yunho oppa” ucap hyun rin gugup. Ia melihat yunho tersenyum dan menghampirinya.

“sedang jalan-jalan bersama temanmu?” tanya yunho padany asambil menatap junsu, jaejoong dan yuchun satu persatu. Yunho tak sadar jika ketiga namja di depannya itu adalah sahabatnya.

“n ne aku habis jalan-jalan dengan mereka sejak pagi tadi. Sebentar lagi kami akan pulang. Yunho opa sedang apa?” ucap hyun rin.

“aku habis menghadiri sebuah acara di sana dan menyanyikan beberapa lagu” jawab yunho sambil tersenyum dan menunjuk sebuah tempat di belakangnya.

“ah changmin-a kemari” panggil namja itu saat melihat magnaenya. Namja bernama changmin pun menghampiri yunho.

“apa hyung?” tanya changmin.

“kenalkan ini hyunrin yang pernah hyung ceritakan dan dia itu Cassiopeia, fans kita” ucap yunho.

“anneyong, changmin imnida” ucap changmin sambil mengangguk kecil.

“a…anyeong hyun rin imnida” balas yeoja itu.

Jaejoong dan kedua sahabat yang berdiri di sampingnya hanya terdiam sambil menatap yunho dan changmin. Ketiganya tersneyum kecil, mereka tersentak saat tiba-tiba seseorang memanggil nama kedua sahabat mereka.

“ne hyung, aku akan segera kesana” teriak yunho

“aku harus pergi. Kau hati-hatilah di jalan. Ah iya jangan lupa datang di fanmeeting kami ya” ucap yunho. Yunho dan changmin pamit pergi tapi langkah mereka terhenti saat yuchun memanggil mereka.

“tunggu, kalian jangan pergi” cegah yuchun. Yunho dan changmin pun menatap yuchun.

“apa kalian tak mengenali kami?” Tanya yuchun sambil terus menatap kdua namja di depannya. Jaejoong dan junsu pun menatap kedua namja di depan mereka, ketiganya menunggu jawaban dari sahabat mereka itu.

“hyung, changmin-a, apa kalian tak mengenali kami??” Tanya yuchun lagi. Ia, jaejoong dan junsu lupa jika wajah mereka kini berubah total hingga tak dapat di kenali.

“changmin-a, yunho-a” panggil jaejoong

“hyung… hei monster food” panggil junsu

‘suara mereka’ batin yunho dan changmin bersamaan. Keduanya mendekati ketiga namja itu dengan jantung berdetak sangat cepat. Mereka berharap apa yang mereka pikirkan sekarang benar. Kini mereka semua saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.

“yuchun…. Junsu…” panggil yunho

“dan jaejoong hyung” lanjut changmin

“hai apa kabar?” tanya junsu, jaejoong, dan yuchun bersamaan sambil tersenyum. Air mata sudah tergenang di mata mereka. Mendengar jawaban itu tanpa banyak berkata-kata changmin dan yunho memeluk ketiga namja di hadapan mereka yang sudah sangat mereka rindukan. Kelimanya menangis dengan berpelukan sangat erat. Cukup lama mereka berpelukkan.

Hyun rin pun ikut menangis melihat pemandangan di depannya, dua sisi yang ia rasakan sekarang. Satu sisi ia senang karena akhirnya kelima namja itu bisa saling bertemu tapi di sisi lain ia sedih karena melihat mereka bertemu dalam kondisi seperti sekarang ini. Ia berharap suatu saat nanti mereka berlima bisa bertemu dengan suasana menyenangkan. Tak lama ia melihat kelimanya melepas pelukan mereka. Yunho menatapnya

“kenapa berbohong? Kau bilang tak kenal dekat” tanya yunho sedikit kesal.

“sabar hyung” ucap yuchun. Jaejoong, yuchun dan junsu menjelaskan semuanya kenapa hyunr in berbohong.

Setelah mendnegar penjelasan itu yunho pun akhirnya mengerti, ia meminta maaf pada yeoja itu karena tadi seikit membentak yeoja itu. Hyun rin mengangguk mengerti.

Kelimanya kini sedikit mengobrol, mereka senang karena kahirnya bisa bertemu. Yunho meminta maaf pada junsu, yuchun dan jaejoong karena ucapannya di media yang telah menyakiti ketiga namja itu. Begitupun ketiga namja itu, ketiganya meminta maaf karena telah menyakiti kedua sahabat mereka. Kini kesalahpahaman yang pernah terjadi telah terselesaikan.

“hyung kenapa wajah kalian seperti ini? Beda sekali, seperti orang lain” tanya changmin bingung. Sejak tadi namja itu memperhatikan wajah ketiga hyungnya itu.

“ini berkat hyun rin yang mengrubah kami seperti ini jadi kami bisa jalan-jalan tanpa ada yang mengenali kami seharian ini” jawab junsu senang sambil mengacak-acak rambut yeoja itu.

“YAA! YUNHO…CHANGMIN CEPAT KEMBALI” teriak manajer yunho dan changmin tiba-tiba

“NEEEEE” jawab mereka cepat.

“bisakah kita bertemu lagi nanti hyung?” tanya changmin

“ne tentu bisa. Jika ingin bertemu katakana pada hyun rin di kampusnya dengan diam-diam dan kau harus menyamar seperti yunho hyung. Kampusnya kau tanyakan saja pada yunho hyung.” Jawab yuchun.

“tak apa kan hyun rin? Kau mau membantu kan?” tanya yuchun

“ne” jawab hyun rin mantap dan tersenyum pada yuchun.

“baiklah kami pergi dulu hyung. Senang sekali akhirnya bisa bertemu kalian bertiga lagi” ucap yunho dan changmin.

“kami juga” balas ketiganya. Setelah itu yunho dan changmin pun berlari pergi menghampiri manajer mereka.

Lama jaejoong, junsu dan yuchun menatap punggung kedua sahabat mereka menjauh hingga tak terlihat lagi. Hyun rin menatap ketiga namja itu dengan diam.

“oppa gwenchana?” tanyanya. Ketiga namja itu pun menatapnya.

“ne gwenchana” jawab mereka bersamaan.

“ayo pulang” ajak jaejoong yang di sambut senyuman oleh junsu dan yuchun. Jaejoong menggenggam tangan hyun rin, tangannya yang satu merangkul junsu yang ada di sebelahnya. Keempatnya berjalan meninggalkan tempat mereka beristirahat tadi dengan hati senang terutama JYJ.

***  

Jaejoong kini duduk di ruang tengah sambil menatap hyun rin yang sedang membuat minuman. Yeoja itu menghampirinya dan memberikannya minuman hangat. Hyun rin duduk di sampingnya, ia  meminum minuman itu lalu mencium pipi yeojanya.

“gumawo chagi, kau telah mengatakan kegundahanmu selama ini. Oppa sangat mengerti mengapa kau sulit memberitahukannya padaku. Pasti sangat sulit bagimu. Sepertinya hubungan kita harus di sembunyikan sementara waktu dari media, tidak apa kan?” yeojanya tersenyum lembut.

“tak apa. Bagiku asal bisa di sampingmu hal itu tak masalah, media tak tau selamanya juga tak apa. Aku kan pacaran denganmu bukan media. Lagi pula aku tak terlalu suka jika hubungan kita di ketahui oleh public atau media. Ucapanku tak menyinggungmu kan joongie?” jaejoong senang dengan ucapan yeojanya itu.

“anni, oppa tak tersinggung. Oiya bagaimana jika suatus aat nanti oppa ingin mengumumkan hubungan kita?” tanya jaejoong.

“aku akan mengikuti apapun yang menurutmu baik” jawaban hyun rin membuat jaejoong tambah senang. Ia mencium puncak kepala yeoja itu.

Hyun rin beranjak dari sofa ke dapur untuk mencuci gelas. Tak lama setelah mencuci gelas ia kembali ke ruang tengah. Ia melihat namjanya itu berbaring di sofa, namja itu memintanya untuk tidur di samping jaejoong. Ia menghampirinya tapi hanya duduk, ia malu jika tidur di samping namjanya itu. Jaejoong memaksanya, mau tak mau ia menurutinya. Ia berbaring di samping namja itu. Kini ia bisa melihat wajah tampan namjachingunya itu dari jarak yang sangat dekat. Jaejoong memeluknya hingga ia bisa mendengar detak jantung dan hembusan napas namja itu, ia juga bisa merasakan hangatnya pelukan jaejoong. Ia membalas pelukan itu dan memejamkan mata merasakan pelukan jaejoong.

Jaejoong tersenyum, ia merasa beruntung memiliki yeoja yang sangat pengertian seperti hyun rin. Ia juga merasa semua hal yang terjadi hari ini dari pagi hingga malam dan bertemu kedua sahabat yang sudah lama tak bertemu itu karena yeojanya, hyun rin. Ia menjadi semakin mencintai hyun rin.

‘hal baik yang terjadi hari ini semuanya karena kau ada di sampingku, chagi. Saranghae’ batinnya

“tidur di sini ya? Oppa ingin bersamamu malam ini. Biarkan oppa memelukmu” pintanya. Yeoja itu mengangguk pelan.

 

TBC

 

Yang bingung alesan hyun rin waktu cerita sama JYJ bakal author jelasin. Gini. Kan hyunr in pernah di terror sama Lee Soo Man and manajer DBSK. Nah karena inget itu makanya hyunr in ga jujur, hyunrin ngerasa uno di ikutin sama orang SM. Hyun rin takut klo jujur kasih tau uno, orang Sm bakal tau and bakal ngikutin dia. Nah kalo ngikutin, dia kan otomatis orang SM bakal tau kalo dia deket sama JYJ. Karena mikir gitu hyun rin takut kalo SM bakal ngelakuin hal-hal yang bakal nyakitin ato bikin kelimanya makin susah/kesulitan dalam segala hal. Yak pokoknya gitulah, ngerti kan? Harus ngerti lah pokoknya *maksa*

 

TO ALL READER: doain ni ff cepet tamat yeee soalnya author ngerasa kepanjangan nih. Masa ampe chap 11 gini belom tamat juga. Author juga ngerasa alurnya lambat bgt kyk siput, mianhae ya.

 

Satu lagi. Kalo diliat2 lg kok kyknya banyak dialognya ya? Hehehe mianhae ga sadar plus ga sengaja….

Buat yang request ni ff, mianhae klo chap ini belom tamat. Mian juga kalo ngerasa bosen >o<

NOTE: UNTUK MINTA PASSWORD BISA LIHAT >> DISINI << 

Komen yang minta password di FF tidak akan author tanggapi karena sudah ada tempatnya tersendiri. terima kasih

 

35 thoughts on “Meet U chap 11

  1. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    Maunya seh kagak tamat2. Hahaha aku ga bosen kok. Makanya ga pengen tamat. Wkwkwk

    akhirnya keputusanku adalah menerima joongie sbg namjachingu ku. Aku seneng bgt. Dan akhirnya mereka ber5 bisa ketemu. Oh ya, yg didandanin itu apa kayak acara TV di Jepang yang disiarin di MNC TV itu yah? Soalnya pernah liat acaranya pas orang jepang itu didandanin kyk david beckham. Dan mirip bgt!

    Pokoknya kata terakhir aku, lanjut!! Hehehe

  2. Aku ga bosend ko eon, jjr aku lbh suka baca ff ato novel drpda buku2 pelajarn he *pelajar aneh*
    Akhirnya JYJ ktmu HoMin jg senengnya, hyun rin jg udh jadian sama JJ oppa, chukae ^^
    Bingung mau koment aplgi #kabur#
    Pokonya d tunggu next chap nya deh eon ^^

  3. Seberapa cewekxa sih, ampe homin gk ngenalin jyj…….hahaha, n mnrutq sa2t jyj ktmu 5 homin, kykxa reaksixa biasa ajja… N brntung bgt jd hyun rin… Q mau…..plaakk/wkwkwk…lanjuutt…thoorr…

  4. eaeaea onnieeeee senengnya akhirnya jeje sama hyun rin jadian juga hahahaha, yahhh itu junchun ganggu aje haha *plak*

    seneng pas mereka b5 ngumpul lagi thx buat hyun rin kkkkk~

    iya onnie aku doain semoga cepet tamat dan aku bdoa jg semoga lanjutannya gak lama lama hehe

  5. CassiELF115 berkata:

    seandai’y bagian kelima’y bertemu itu nyata. cassie pasti akan sangat senang dan sangat berterima kasih pada hyun rin;)
    tp tak ada air mata waktu bertemu? wah, mereka tegar sekali;D pdhal sdah terpisahkan bgtu lama dan dalam kondisi yg memilukan-_-
    ada bbrapa typo author,,,,

  6. teph berkata:

    Ga tamat2 jg gapapa…rame gini ko..mw dialog byk,mw apany yg kbanyakan ga ngaruh,yg pnting RAME.
    Duh, sirik sm hyunrin bs pepelukan,ciciuman sm jj*piktor* sm junsu n YC jg dekeet..eeh skrg jg sm YH n CM..aah..kdg2 kl baca ni FF sk dbayanginny hyunrin itu aq, ahahahaa.. gapapa kn yaa??

  7. "deewookyu" berkata:

    liat berlima lagi…
    aaaahhhh…….. seneng banget, eehh tapi Lee soo man gmn, kan mata matanya banget…

    kasihan nti Hyorin nya…

  8. Tambah seru thor \m/ gapapa panjang asal seru ‘ ‘v

    btw part selanjutnya ada nc dong ._.
    *otakyadongkumat*

    nangis thor pas mereka berlima ketemu lg :-(:-( ngena bgt!!!!
    Berharap part selanjutnya mereka brtemu lg u,u

  9. Aga sedikit aneh hyunrin panggil jejung dengan sebutan ‘joongie’hhe..
    Senangnya mereka bisa ketemu lagi ,sampe netesin air mata,hiks
    Ah,cemburu juga nih jejung jadian sama hyunrin *bunuh diri dipohon toge*

  10. putrimays berkata:

    aw..aw..aw..

    cie JYJ akhirnya ketemu juga ama homin..

    wah semoga si hyun rin gak diapa”in ama JJ di aptnya..

    NICE FF CHINGU

  11. zheey2992 berkata:

    akhrx mreka b’5 ktmu jga.
    Biarpn mreka thu mreka ktmu d’saat keadaan yg krang tepat.
    Jdi iktan sneng ne hahaha.

  12. haajeyong berkata:

    Hore !!! Akhrnya jeje nd hyun rin jdian jga….jeje bruntg dpt yeoja kyk hyun rin hehehe…kyknya hyunrin berbkat make up artis nii…homin ja mpe gag tau klo itu jyj..daebak daebak

  13. Gie berkata:

    Huaa… Chukkae ! Chukkae ! *jabat tangan jae-rin*
    Seneng banget mereka ber5 bisa ketemu..
    Mudah-mudahan, mereka juga bisa ketemuan kae gitu di real life.. *i hope..*
    Lanjut, deh..

  14. yeee akhirnya jeje jadian juga sama hyunrin ^o^

    itu kebetulan banget mereka bisa ketemu homin
    ahh seneng liat mereka bisa ketemu walau pun cuma sebentar🙂

    hyunrin awas lho ntar diapa”in sama jeje hahaha

  15. Ak mah gak ngerasa bosen eon.. Lgpl crita.a menarik n’ seru !!

    Yeeee akhr.a mreka ber5 bsa ktmu lg.. Ini smua berkat hyunrin.. Huaaa seneng.a !! Gak da deh slah paham2an lg.. Walaupun ini crita.a fiksi tp ak harap mreka bsa akrab n’ jd satu lg !!

  16. dila berkata:

    gomawo hyun ri …:)

    akhrnx mrka ktmu jga…:)

    sneng nxaaaaaaaaaaaa……
    Jaejong sm yeojachingunx mkin mesra ajj….
    Jd ngirii dech…:(

  17. irma berkata:

    stlh sekian lm menunggu, jdian juga..
    jdian.a lucu lg, malu-malu hyun rin.a…

    ketauan jg dh sm smw.a kalo itu Yunho, terharu wkt mrk berlima ketemu..

    aku jg sering mrasa aneh kalo ngliat dbsk cm ada 2, kya.a sdkt amat gt…
    mau.a mrk berlima lg

  18. Gk bosen ko thor =)
    ya ampun akhirnya mereka ber 5 ketemu ^^ emang muka jyk kek gmana si sampek homin gk ngenalin wajah mereka kkk~
    semoga next capt nc kkk~ *kabur ke capt 12

  19. Kim eun mi berkata:

    Ga ª∂ª kata bosen buat baca ff ini, justru makin penasaran,,,
    Akhir’a diterima juga cinta JJ kupikir mau ditolak, kalo ditolak buat aku aja dech,, ♓è².♓é².♓è².♓é² tapi aku pengen tahu apa Isi buku Чά‎​πƍ ditulis ma Hyun Rin
    Terharu banget pas moment JYJ & homin ketemu,,,

  20. chunnie_man berkata:

    Akhirnya ketemuan juga 5cwo ganteng yang setingkat dewa *lebayy.tp emng 5 dewa dri timur!!!ga pa2 author smngt bkin ff buat kry2 AkhirnyaAkhirnya ketemuan juga 5cwo ganteng yang setingkat dewa *lebayy.tp emng 5 dewa dri timur!!!ga pa2 author smngt bkin ff buat kry2 Akhirnya ke

  21. lovejj berkata:

    Yeiiiii…
    Akhirnya member DBSK ketemu semua…
    Hampir nangis baca bagian itu…
    Pengennya sih di kenyataan jg gitu, pengen liat sendiri min…
    Gomawo ya, dah buat ff ni, walau mpe chap 11,ceritanya aku suka bangettt….
    Penasaran bgt sama endingnya…

  22. Seandainya mreka bisa beneran ketemu saling ukapin rasa rindu mreka…. Yaudah dah kita berdoa aja smoga suatu saat nanti tuhan mempertemukan mreka lagi… Saya ijin baca lagi ya makasi…

  23. huuuuwwwwaaaaa….
    hikshikshiks…
    pertemuan yv mengharukan…
    aq gk berhenti keluarin air mata d chapt ini…
    gk ngebayangin d dunia nyata klu pertemuan mrka sperti ini…
    TT.TT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s