Meet U chap 10


Title: Meet u

Cast: u can see when u read it

Genre: romance, friendship ? ga tau juga mungkin bakal nambah genrenya

Rating:  PG13?tau lah bingung author tapi rating mungkin nambah, gimana mood author ya hehehe ^^v /straight

Author :Eun Ri a.k.a chinatsu 

Buat yang belom baca chap sebelomnya bisa baca disini… kalian bisa langsung klik di chapternya and jangan lupa komen di all chap *buat reader baru* biar gampang dpt pw.

“kenapa? kau sakit?” tanyanya sambil melihat yeoja itu memegang dadanya sendiri. Yeoja itu dengan cepat menggelengkan kepalanya.

“anni. Aku baik-baik saja kok oppa.” jawab yeoja itu. jaejoong mengangguk mengerti dan menjalankan mobilnya pergi dari gedung apartemen itu. selama perjalanan ia melihat yeoja itu terus memandang keluar jendela sambil tersenyum. Melihat senyuman itu membuatnya ikut  tersenyum.

‘sangat manis’ batinnya

WARNING:chap 10 ini saaaaaaaaaaaaaaaaaaangat panjang and makin aneh. Sengaja author bikin panjang soalnya author jengah sama reader selalu komen blng krng panjang, padahal author dah bilang di chap awal-awal klo ini ff bakalan pendek-pendek and bakalan susah klo bikin panjang krn ni ff yang paling susah buat author, ini aja author ampe muter otak buat di bikin panjang. asal kalian tau ini 30 halaman ms.word. so buat reader jangan salahin author klo bosen di chap ini krn kepanjangan. Satu lagi ni ga di edit sebelomnya jadi harap maklum kalo ada kata-kata yang salah ato aneh.

CHAP 10

Baca disini buat yang belom baca yang chap sebelomnya


AUTHOR POV

Mereka jalan-jalan dengan tawa riang melepas sedih yang ada di dalam diri mereka. ingin melupakan sejenak apa yang tengah mereka alami sekarang. Kini mereka duduk di taman yang sudah sangat sepi, keduanya duduk di kursi panjang yang ada di taman itu. jaejoong meminum soju yang tadi ia beli di swalayan terdekat. Hyun rin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat jaejoong minum-minum. Ia melihat idolanya itu membeli beberapa botol soju.

“oppa jangan terlalu banyak minum nanti oppa sakit” hyun rin mengingatkan. Jaejoong menatapnya lalu menghela napas.

“kali ini saja, oppa sedang ingin minum. Oppa sedang ingin melepas penat, tidak apa-apa kan?”

“terserahlah” jawab yeoja itu tanpa menatap idolanya, jaejoong merasa jika yeoja itu marah. Ia langsung memberikan yeoja itu botol-botol soju yang tadi ia beli. Yeoja itu menatapnya bingung sambil tetap mengambil botol-botol soju itu.

“kau peganglah. Oppa janji hanya satu botol ini saja” jaejoong menunjukkan botol yang ada di tangannya. Yeoja itu menyimpan botol yang ada di tangannya, ia kembali menatap kedepan. Melihat taman dan lampu-lampunya yang sangat indah. Perlahan ia menyandarkan kepalanya di bahu jaejoong. Ia kembali teringat terror ular tadi siang, ia bingung karena ia merasa selama ini ia tak mempunyai musuh di seoul. Ia melirik jaejoong yang terus minum tanpa henti hingga botol yang ada di tangannya habis.

“oppa, apa enaknya sih minum-minum?” jaejoong hanya diam tak menjawab pertanyaannya, ia pun tak memaksa namja itu untuk menjawabnya. Tak lama namja itu ia lihat mengambil satu botol soju yang ada di sampingnya. Ia hanya menghela napas panjang, namja itu meliriknya.

“boleh ya?” tanya namja itu padanya.

“kenapa meminta ijin dariku oppa? minumlah tak apa tapi nanti pulang bagaimana?” tanyanya

“satu ini lagi saja, setelah ini kita pulang ya? ini sudah sangat malam, kau harus istirahat. Kau pasti lelah karena jalan-jalan tadi” ucap namja itu mulai terlihat mabuk.

“hmmm” jawab yeoja itu. ia menghembuskan napasnya dan lama terdiam memandang lagi kedepan.

“apa yang harus kulakukan? Aku kembali menerima terror bahkan lebih menakutkan. Haaaah hidupku balakangan ini menakutkan” gumamnya. Jaejoong melirik yeoja di sampingnya ini dengan tatapan sendu.

“sabarlah sedikit lagi, jika sekali lagi orang itu menerormu oppa akan bertindak lebih parah dari apa yang orang itu lakukan padamu. Oppa akan melindungimu jadi kau tenanglah.” Ucapnya berusaha menenangkan hyun rin. ia melihat yeoja itu menatapnya, ia tersenyum membalas tatapan yeoja itu. tak lama hyun rin memeluk lengannya dan berterima kasih.

Yeoja itu kini melepas pelukkan di lengannya, ia melihat yeoja itu mengambil botol soju di samping yeoja itu dan membukanya. Saat yeoja itu hendak meminumnya ia langsung merebut botol itu dari tangan hyun rin. ia menatap tajam yeoja di sampingnya, ia tak suka hyun rin yang akan minum soju.

“kenapa kau minum? Bukankah kau tak minum-minuman beralkohol? Apa kau bohong selama ini pada oppa?” tanyanya curiga.

“aku memang tidak pernah minum-minuman beralkohol tapi aku ingin mencobanya. Kulihat oppa suka sekali minum pasti rasanya enak, aku ingin mencobanya oppa. berikan padaku itu kan botol terakhir, ayo berikan” yeoja itu berusaha mengambil botol soju dari tangan jaejoong. Namja itu terus menghalanginya.

“jangan, kau tak boleh minum. Rasanya buatmu pasti sangat-sangat tidak enak. Yeoja sepertimu tak boleh  minum-minum berbahaya” ucap jaejoong membuat hyun rin memanyunkan bibirnya.

“memangnya kenapa kalau aku minum? Berbahaya kenapa memangnya? Oppa kulihat baik-baik saja meminum soju” ucapnya tak mau kalah pada jaejoong. Ia kembali berusaha mengambil botol soju dari tangan namja itu tapi tetap tak berhasil. Ia melihat namja itu menaruh botol itu dan menariknya pergi. namja itu menyuruhnya masuk kedalam mobil, ia pun menurut. Selama perjalanan pulang ia lebih banyak diam, sesekali ia melirik ke arah jaejoong yang ia dapatkan adalah wajah dingin namja itu. ia menghela napas panjang, ia tau jaejoong marah karena ia tadi bersi keras ingin minum.

Sampai di depan gedung apartemen keduanya masuk kedalam lift. Hyun rin menundukkan kepalanya karena ia tak ingin menatap wajah namja di sebelahnya yang sedang marah padanya. tak lama pintu lift terbuka buru-buru ia keluar, ia langsung memencet password apartemennya agar ia bisa cepat masuk. Saat ia akan masuk seseorang menahan tangannya, ia tau siapa yang menahannya. Ia pun menengok kebelakang, ia melihat jaejoong menatapnya. Ia berusaha melepaskan genggaman tangan namja itu tapi tak bisa.

“oppa, lepaskan sakit” ucapnya meringis kesakitan.

“mianhae” ucap namja itu sambil mengelus-elus tangannya yang memerah karena genggaman jaejoong tadi.

“oppa ini kenapa? oppa marah padaku karena aku ingin mencoba minum alcohol?” tanyanya pelan. Ia takut jika jaejoong menatapnya dingin dan marah. Saat ia menunduk namja itu memegang dagunya membuatnya kembali menatap namja di depannya.

“ne oppa marah karena kau mau mencoba minum soju. Oppa harap ini terakhir kalinya kau berusaha mencoba minum soju atau minuman alcohol lainnya. Oppa tak suka kau minum-minum, oppa tak mau yeoja sepertimu minum-minum seperti halnya yeoja-yeoja lain. kau mengerti? Jangan sekali-kali mencobanya lagi.” Ucap jaejoong. Yeoja itu mengangguk kecil ia dapat melihat mata namja di depannya secara dekat karena kini wajah keduanya sangat dekat. Ia bisa merasakan bau alhokol dari mulut jaejoong dan ia tak suka baunya, ia mendorong pelan tubuh namja itu menjauh darinya.

“kenapa?” tanya namja itu padanya

“bau alcohol” ucapnya sambil menutup mulutnya. Namja itu terkekeh mendengarnya

“lihatlah, kau baru mencium bau lakohol dari mulut oppa saja sudah seperti ini. bagaimana jika kau minum tadi? pasti kau akan muntah-muntah. Sana tidur dan ingat pesan oppa tadi, oppa tak mau kau mengulanginya lagi” ucap jaejoong sambil berjalan masuk ke apartemennya sendiri

“neeeeeeeee aku akan selalu mengingatnya” ucapnya dan masuk kedalam.

Jaejoong menoleh kebelakang melihat pintu apartemen yeoja itu yang sudah tertutup. Ia tersenyum kecil lalu menutup pintu. Ia berjalan ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya diatas ranjang, ia menatap langit-langit kamarnya.

“sepertinya aku sudah mulai posesif padanya, padahal kami belum jadian dan bahkan ia belum tau tentang perasaanku padanya. aku tak ingin ia di miliki orang lain selain diriku, aku hanya ingin ia menjadi milikku seorang. Apa aku egois?” gumamnya pelan

“apa aku harus secepatnya menyatakan perasaanku ya? tapi bagaimana nanti reaksinya? Apa dia akan menerimaku sebagai namja biasa atau sebagai seorang penyanyi yang ia idolakan ya?” gumamnya lagi. Tak lama ia pun tertidur.

Paginya ia bangun seperti biasa hanya saja hari ini lebih santai karena ia masih libur dari semua kegiatan padatnya. Selesai mandi dan sarapan ia duduk di sofa sambil membaca buku. Ia membaca buku bahasa jepang atau lebih tepatnya ia sedang belajar kanji, ia ingin menguasai kanji walaupun ia tau jika itu tak mudah.

Tiga jam belajar membuatnya cukup lelah, ia pun berhenti dan menaruh bukunya di atas meja. Ia lalu mengambil ponselnya dan membuka akun twitternya, ia mentweet jika ia sedang belajar kanji. Tak lama tweetnya itu di balas oleh para fansnya, ia membacanya satu per satu. Setelah itu ia membuka akun tweet hyun rin, ia melihat yeoja itu pun baru saja mentweet sesuatu. Ia membelalakan matanya saat membaca tweet yeoja itu yang mengatakan jika ia sedang bersama teman kampusnya yang bernama joong hyun. Ia mengepalkan tangannya karena marah, tak lama ia melihat ada tweet baru dari yeoja itu, ia pun kembali membacanya. Namja itu kembali membelalakan matanya saat membaca tweet yeoja itu yang mengatakan jika yeoja itu sangat senang karena di hibur oleh joong hyun.

Setelah membaca tweet yeoja itu jaejoong selalu mondar mandir di dalam apartemennya dan selalu melihat di monitor mengecek apakah yeoja itu sudah pulang atau belum. Ia pun selalu membaca tweet hyun rin yang terlihat jelas dari tweet itu jika yeoja itu kini masih bersama joong hyun. Tangannya terus mengepal saat mengingat hyun rin kini sedang bersama seorang namja lain selain dirinya.

Sudah satu jam jaejoong mondar mandir di dalam rumah dengan tangan terus mengepal. Satu jam di rasakannya sangat lama sekali, ia sangat kesal karena yeoja itu belum juga pulang. Beberapa telepon masuk tak ia angkat, ia tak menghiraukan telepon-telepon itu. ia berjalan menuju depan pintu melihat ke monitor apakah yeoja yang ia tunggu sudah pulang, ia kembali berdecak kesal karena melihat tak ada tanda-tanda yeoja itu telah kembali. Tak lama ia melihat pintu lift terbuka, ia tersenyum saat melihat yeoja yang ia tunggu-tunggu sejak tadi keluar dari pintu lift. Ia menghentikan langkahnya saat akan membuka pintu saat melihat yeoja itu tak sendirian, hyun rin bersama seorang namja. Tangannya mengepal melihat yeoja itu tersenyum pada namja di sebelahnya. Ia melihat keduanya masuk, ia terus melihat ke arah monitor tanpa pernah sedetik pun ia mengalihkan pandangannya.

Ia melihat jam sekilas, sudah setengah jam ia melihat monitor tapi tak melihat tanda-tanda namja itu keluar dari apartemen hyun rin. tak lama ia melihat pintu apartemen terbuka dan namja itu masuk kedalam lift, ia juga melihat yeoja itu membungkuk sambil tersenyum. Saat ia melihat yeoja itu akan masuk ia langsung keluar apartemen dan menghampiri hyun rin. ia membalikkan tubuh yeoja itu agar menghadapnya dengan kasar. Ia bisa melihat yeoja di depannya ini tersentak kaget, ia mendorong yeoja itu masuk ke apartemen lalu menyandarkan tubuh mungil itu ke dinding. Ia menatap tajam hyun rin.

“o oppa kenapa? ada apa? o oppa mabuk ya?” tanya yeoja itu.

“oppa tidak mabuk. Oppa sadar 100%. Siapa namja tadi? apa dia joong hyun yang kau bilang di tweet tadi? kenapa kau membawa namja masuk ke dalam apartemenmu hah?” tanya jaejoong. Hyun rin menatap namja di depannya dengan takut, ia tak pernah melihat jaejoong seperti sekarang ini. ia diam tak menjawab pertanyaan-pertanyaan namja itu.

Melihat yeoja di depannya hanya diam tak menjawab pertanyaannya membuatnya semakin marah. Entah setan apa yang kini merasuki jaejoong saat ini, yang jelas ia sangat marah setelah membaca tweet yeoja di depannya. ia mengepalkan tangannya dan hendak meninju.

BUKK

Jaejoong meninju dinding sambil berteriak meminta yeoja di depannya menjawab pertanyaannya. Ia sudah seperti orang kesetanan.

“JAWAB SIAPA DIA???” teriaknya. Yeoja itu menunduk ketakutan.

“di dia joong hyun temanku di kampus, di dia k kakak angkatanku. Ta tadi a aku membawanya masuk karena kami akan membahas tentang acara yang akan diadakan di kampusku. A aku dan joo joong hyun merupakan salah sa salah satu panitianya.” Jawab yeoja itu sambil menangis, ia sangat takut pada jaejoong sekarang. Ia sama sekali tak mengenali namja di depannya ini, ia merasa jika namja ini bukanlah kim jaejoong. Ia terus menangis sambil menundukkan kepalanya. Hati jaejoong mencelos saat mendengar jawaban yeoja itu, ia kini merasa sangat bersalah. Ia tak tau apa yang ia lakukan tadi, ia benar-benar hilang kendali hanya karena namja di dekat yeoja yang ia cintai itu. ia memegang kedua pipi yeoja itu dan mengarahkan agar menatapnya, ia melihat yeoja itu ketakutan saat melihatnya. Ia menghapus air mata yeoja itu, ia tersenyum tipis.

“mianhae, oppa tadi hilang kendali karena namja itu. mianhae jeongmal mianhaeyo. Oppa harusnya bertanya baik-baik padamu. Mianhae” ucap jaejoong menyesal. Ia menarik tubuh mungil itu kedalam pelukkannya, ia memeluk hyun rin erat dan mengelus rambutnya dengan lembut. Yeoja itu masih terisak saat ia memeluknya, ia menghembuskan napasnya lalu melepaskan pelukkannya sedikit agar ia bisa menatap wajah yeoja itu. tangannya memegang pinggul yeoja itu agar tak lepas dari pelukkannya, tangannya yang satu mengelus lembut pipi yeoja itu. ia mendekatkan wajahnya ke wajah yeoja itu dan langsung menciumnya.

Hyun rin terkejut, matanya membelalak kaget. Ia tak membalas ciuman jaejoong karena ia merasa jika ini sangatlah tidak mungkin seorang namja seperti jaejoong akan menciumnya. Ia merasa jika ini hanyalah mimpi tapi ia salah ia merasa kesakitan saat namja itu menggigit bibir bawahnya, saat itu juga ia sadar jika ini kenyataan. Ia langsung melepaskan ciuman namja itu dan mendorongnya menjauh dari tubuhnya. Ia menatap jaejoong tak percaya, ia tak tau harus berkata apa, ia masih bingung dengan semua ini yang terjadi sangat cepat dan tentunya tak ia duga.

“mianhae sudah membuatmu takut pada oppa” ucap jaejoong padanya. ia hanya diam tak menjawab. Lama mereka saling bertatapan.

“se sebaiknya oppa pulang sekarang. Aku mau istirahat.” Ucapnya sambil mendorong namja itu keluar dari apartemennya.

“hyu hyun rin-a, mi mianhae” ucap namja itu saat ia mendorongnya keluar

“hyun rin-a dengarkan dulu oppa ti “

BRAKK

Yeoja itu menutup pintunya tanpa menunggu ucapan jaejoong selesai. Namja itu masuk ke dalam apartemennya dengan lemas. Ia merutuki dirinya sendiri atas apa yang ia lakukan tadi.

“pabooooooooooo kau jaejoong. Kenapa bisa hilang kendali seperti itu, hyun rin pasti takut padamu sekarang. Seharusnya kau bisa mengendalikan dirimu karena kau bukanlah namjachingu hyun rin. dan tadi apa yang kau lakukan? Kenapa malah menciumnya??? aiiiishhhhhhhh” ucapnya kesal pada diri sendiri. Ia membanting barang yang ada di depannya hingga pecah.

Ia membanting tubuhnya di atas sofa sambil mengacak-acak rambutnya kesal. Ia memikirkan yeoja itu lagi yang tadi terlihat sangat ketakutan melihatnya yang sedang marah.

“anni, aku bukan marah. Aku cemburu pada namja itu karena ia dekat-dekat dengan yeoja yang aku cintai.” Gumamnya pada diri sendiri. Tak lama ia membuka akun tweetnya dan mengatakan jika ia sedang kesal pada diri sendiri dan meminta maaf. Hal itu membuat para fansnya bingung dan khawatir, ia tak peduli dengan itu yang ia pedulikan kini adalah hyun rin. ia takut jika yeoja itu akan menjauhinya, tak lama ia membuka akun yeoja itu. hatinya miris dan sakit saat melihat tweet yeoja itu yang baru beberapa waktu yang lalu.

Aku sangat takut dengan apa yang tadi dilakukannya padaku, ia tak pernah seperti ini padaku sebelumnya. Ini bukan ia yang selama ini kukenal, ia sangat menakutkan. Begitu mudah berubah dan berkata maaf lalu menciumku. Sebenarnya kau kenapa?

Setelah membaca itu ia langsung menelepon yeoja itu, beberapa kali ia telepon tapi tak diangkatnya. Hal itu membuat jaejoong semakin merasa bersalah. Ia terus berusaha menelepon hyun rin tanpa jeda sedikitpun. tak lama ia mengetik sebuah pesan untuk yeoja itu.

Oppa mohon angkat teleponnya. Oppa ingin bicara denganmu. Dengarkan penjelasan oppa dulu, jangan marah hyun rin-a.

Tak lama yeoja itu membalasnya

Apa yang harus di bicarakan? Aku tak mau mendengar penjelasan oppa. oppa pun tak perlu repot-repot menjelaskannya padaku. kurasa oppa sudah biasa mencium yeoja-yeoja lain seperti tadi. mianhae jika ucapanku keterlaluan

Hatinya sakit saat membaca pesan dari hyun rin. ia kembali membalas pesan yeoja itu, ia tak mau menyerah begitu saja.

Jangan berkata seperti itu oppa mohon. Apa yang kau katakan salah, oppa tak pernah mencium yeoja-yeoja lain. oppa mohon angkat teleponnya

Selesai mengirim pesan itu tak lama ia berusaha menelepon yeoja itu lagi. Lama tak ada yang mengangkatnya membuat jaejoong frustasi tapi saat ia akan membanting ponselnya yeoja itu mengangkatnya. Ia tersenyum senang karena akhirnya yeoja itu mengangkat teleponnya.

“hyun rin-a” panggilnya namun yeoja itu hanya diam tak menjawab, hal itu membuat jaejoong sedih.

“mianhae oppa tadi benar-benar tak bermaksud membuatmu takut. oppa benar-benar hilang kendali, mianhae.” Jaejoong menghela napas panjang saat tak mendengar suara dari yeoja itu.

“mianhae jeongmal mianhaeyo oppa benar-benar menyesal hyun rin-a. jangan marah atau membenci oppa lagi, oppa mohon.” Ia hanya mendengar hembusan napas dari yeoja itu.

“sudahlah oppa tak usah di bahas lagi” ucap yeoja itu lalu menutup teleponnya. Jaejoong membanting ponselnya kesal karena ulahnya tadi.

“apa yang harus kulakukan?” gumamnya

Sementara itu hyun rin kini berada di ruang tengah, ia menangis kencang. Ia masih takut dengan kejadian tadi, saat jaejoong meneleponnya pun ia hanya diam sambil menahan tangis karena takut. ia benar-benar tak mengerti pada namja itu, kemarin sangat baik dan perhatian padanya membuatnya sangat terpesona tapi hari ini benar-benar membuatnya takut dengan sikap jaejoong yang seperti tadi.

“kau sebenarnya kenapa oppa? penjelasanmu tadi benar-benar tak bisa kumengerti sama sekali” gumamnya.

Lama ia terdiam, tak lama ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan pada seseorang. Beberapa menit kemudian ia menerima balasan yang membuatnya tersenyum dan langsung pergi keluar dari apartemennya. Ia keluar lalu memanggil taksi, ia meminta supir untuk ke tempat yang ia tuju. Selama perjalanan ia terus mengirim pesan pada orang itu.

“sampai nona” ucap supir tiba-tiba. Ia pun turun dan langsung masuk kedalam gedung, saat masuk kedalam lift ia langsung memencet tombol. Ia tersenyum saat lift terbuka, langsung saja ia melangkah keluar dan memencet bel. Ketika pintu dibuka ia kembali tersenyum melihat sosok namja imut di depannya. namja itu mempersilahkannya untuk masuk, ia pun mengangguk terima kasih. Namja itu mempersilahkanya untuk duduk dan memberinya minuman ringan.

“junsu oppa apa aku tak mengganggu?” tanyanya. Ya hyun rin sekarang berada di apartemen junsu, ia membutuhkan seseorang untuk di ajak bicara dan yang ia ingat hanyalah junsu dan yuchun. beruntung saja saat ia mengirim pesan pada junsu, namja itu menyuruhnya untuk ke apartemennya.

“anni, kau tak  mengganggu. Oppa juga di sini tidak sedang sibuk. Kau kenapa? sepertinya ada masalah? Oiya yuchun sedang dalam perjalanan kemari tadi oppa memberitahukan kau akan kemari dan yuchun bilang akan segera kemari juga.” Ucap junsu. Yeoja itu tersenyum mendengarnya.

“aku takut oppa” jawabnya jujur.

“takut kenapa? tadi ada yang menerormu lagi?” yeoja itu menggelengkan kepalanya. Ia pun langsung menceritakan semuanya pada junsu apa yang terjadi termasuk kejadian kemarin. Ia menghembuskan napasnya setelah ia selesai bercerita, hatinya sedikit lega karena telah bercerita pada seseorang.

Junsu merutuki jaejoong dalam hati karena kebodohan namja itu. ia merasa jika hyungnya itu sangat-sangat bodoh kali ini karena membuat yeoja itu takut karena ulahnya sendiri. Ia menghembuskan napasnya pelan lalu menatap yeoja itu lagi. Ia mengelus rambut yeoja itu lembut dan tersenyum.

“tenanglah semuanya akan beres nanti, biar oppa yang membereskannya dengan yuchun.” ucapnya membuat yeoja itu tersenyum senang.

“gumawo oppa. mianhae membuat oppa repot hanya karena masalahku.” Ucap yeoja itu tak enak

“jangan berkata seperti itu. tapi ngomong-ngomong oppa jadi teringat hadiah-hadiahmu waktu itu, kau tau oppa marah padamu” ucapannya membuat yeoja itu menatapnya bingung.

“kau hanya memberikan sweter pada jaejoong hyung sedangkan aku dan yuchun tak kau buatkan. Kau membuatnya dengan tanganmu sendiri kan? oppa tak menyukainya dan oppa marah padamu, kau pilih kasih” ucap junsu pura-pura kesal. Ia sebenarnya hanya berusaha agar yeoja itu sedikit melupakan rasa takutnya. Mendengar itu hyun rin malu dan berusaha agar junsu tak marah padanya, yeoja itu terus membujuk namja itu agar memaafkannya.

“baiklah baiklah akan oppa maafkan tapi dengan satu syarat” ucap junsu tersenyum

“apa?” tanya hyun rin penasaran

“buatkan oppa masakanmu dan buatkan syal dengan model seperti ini” junsu menunjuk suatu majalah. Yeoja itu  melihat majalah yang di tunjuk junsu, ia tersenyum.

“baik, itu mudah sekali oppa. tapi oppa punya benang wol dan bahan-bahan lain? aku akan membuatkannya sekarang” tanya yeoja itu. junsu menggelengkan kepalanya tapi tak lama ia langsung menelepon yuchun untuk membelikan benang wol dan peralatan lain.

“nanti yuchun akan membawakannya.” Ucap junsu. Yeoja itu mengangguk dan tersenyum.

“kalau begitu selama menunggu bagaimana jika aku membuatkan makanan untuk oppa?” tanya yeoja itu. junsu mengangguk dan menunjukkan dapurnya, ia melihat yeoja itu langsung memasak makanan untuknya. Ia hanya melihat hyun rin memasak dari meja makan.

Ia menolehkan kepalanya saat seseorang memencet belnya, ia pun melangkahkan kakinya menuju pintu. Ia membuka pintunya setelah melihat dari monitor yuchun yang datang. yuchun langsung masuk begitu ia membuka pintu. Ia menahan tangan namja itu saat yuchun akan masuk, ia langsung menceritakan mengapa hyun rin kemari pada yuchun. ia menceritakan apa yang ia dengar tadi pada sahabat di depannya ini.

Setelah mendengar cerita junsu, yuchun berdecak kesal mendnegar tingkah bodoh hyungnya itu. ia menghela napasnya panjang untuk meredakan rasa kesalnya. Keduanya saling bertatapan memikirkan cara agar menyelesaikannya.

“bagaimana?” tanya junsu

“kita bicarakan dengan hyung nanti, kita harus bertanya dengan tegas  mengapa jaejoong hyung melakukan hal bodoh seperti itu. kita juga harus berusaha agar hyun rin tak lagi takut dengan hyung. Menurut ceritamu sepertinya yeoja itu sangat takut pada hyung sekarang” ucap yuchun. junsu hanya mengangguk. Setelah berbicara keduanya melangkah masuk kedalam dan menghampiri meja makan. Keduanya di sambut senyuman lembut dari hyun rin.

“oppa selesai. Ayo oppa coba apa oppa suka” ucap yeoja itu senang. Yeoja itu melihat yuchun membawa kantung kecil.

“oppa apa itu benang wol dan peralatannya?” tanya yeoja itu. yuchun mengangguk dan memberikannya pada yeoja di depannya.

“ini. memangnya untuk appa kau meminta ini? apa kau mau membuatkan sesuatu untuk seseorang?” tanya yuchun penasaran.

“ne, aku mau membuatkan syal untuk junsu oppa. tadi oppa bilang marah padaku karena aku hanya membuatkan sweter untuk jaejoong oppa. jika oppa mau aku juga akan membuatkannya untuk oppa” yuchun tersenyum mendengar ucapan yeoja di depannya. ia mengacak-acak rambut hyun rin membuat yeoja itu memanyunkan bibirnya.

“aaahhhh oppa jangan mengacak-acak rambutku” ucap yeoja itu kesal

“buatkan oppa yang bagus ya. ayo junsu kita coba masakan hyun rin kali ini, apa masih sama seperti waktu itu” yuchun duduk di meja makan bersama junsu. Keduanya makan dengan tenang sedangkan hyun rin pergi ke ruang tengah untuk membuatkan syal untuk junsu dan yuchun.

***  

Selama seharian ini hyun rin serius sekali membuat syal, sudah 2 jam ia berkutat dengan benang wol. Junsu dan yuchun pun enggan mengganggu yeoja itu, mereka kini sedang membicarakan tentang rencana membuat yeoja itu tak takut lagi dengan hyung mereka.

Sementara itu jaejoong kini masih berada di ruang tengah, ia sedang memikirkan cara untuk meminta maaf pada hyun rin. ia pun berencana untuk menyatakan perasaannya saat ia meminta maaf tadi, ia tak peduli lagi jika yeoja itu akan menganggapnya sebagai orang biasa atau sebagai idola. Ia menelepon seseorang untuk di mintai bantuan agar rencananya berhasil.

Setelah berbicara dengan temannya untuk meminta bantuan ia tersenyum senang karena temannya itu mau membantunya. Saat ia akan menaruh ponselnya tiba-tiba ada telepon masuk, ia melihat id callernya yuchun. langsung saja ia angkat telepon itu.

“yeoboseo yuchun-a” sapanya

“yeoboseo hyung. Kau sedang dimana?” tanya yuchun langsung tanpa basa basi

“di apartemen memangnya kenapa? kau ketus sekali pada hyungmu ini” jawab jaejoong.

“aku kesal padamu hyung, kenapa kau sangat bodoh hari ini hah? Kau membuat hyun rin ketakutan dengan sikapmu tadi. kenapa kau malah marah-marah padanya? ah tidak bukan marah-marah tapi kau cemburu berlebihan” ucap yuchun. jaejoong yang mendengarnya langsung membelalakan matanya.

“ba bagaimana kau tau? Hyun rin cerita padamu? A aku ce cemburu?” elak jaejoong. Yuchun menghela napasnya mendengar elakan hyungnya itu.

“hyun rin kini sedang bersamaku dan junsu sekarang. Tadi junsu meneleponku katanya hyun rin akan ke apartemennya, dia juga bilang jika ada yang aneh dari pesan hyun rin. mendengar itu aku langsung ke apartemen junsu dan benar saja. junsu cerita padaku sewaktu aku baru datang, mendengar ceritanya aku tau jika hyun rin sangat ketakutan padamu hyung. Sekarang saja jika menyebut namamu terlihat jelas dia masih takut. kau ini kenapa sampai seperti ini hyung? Aku dan junsu tau jika kau mencintai hyun rin tapi apa yang kau lakukan ini benar-benar bodoh hyung. Kau jangan mengelak lagi karena aku dan junsu sudah tau sejak awal” ucap yuchun panjang lebar. Jaejoong hanya diam saat mendengar dari yuchun jika yeoja itu masih takut padanya bahkan hanya menyebutkan namanya.

“kau tau aku mencintainya?” tanya jaejoong saat ingat kata-kata terakhir yuchun

“ne aku tau sejak awal sebelum kalian saling bertemu. Aku dan junsu tau jika hyung mencintainya hanya saja hyung berusaha menutupinya kan?”

“ne” jawab jaejoong singkat, ia tau percuma saja jika kali ini ia tetap mengelak. Tak lama ia mendengar suara tawa khas junsu dan seorang yeoja.

“siapa itu?” tanyanya

“itu junsu dan hyun rin sedang bermain di ruang tengah. Junsu sedang menghibur hyun rin agar lupa dengan rasa takutnya tadi. sekarang apa yang akan hyung lakukan?” tanya yuchun. jaejoong diam, ia hanya mendengar suara tawa hyun rin dari telepon yuchun.

“hyung” panggil yuchun membuat jaejoong kaget

“eh? Ah ya aku akan meminta maaf padanya dan akan menyatakan perasaanku. Aku tak peduli apa jawabannya dan tak peduli lagi apa dia melihatku sebagai idola atau hanya orang biasa. Aku sedang mempersiapkan semuanya, sepertinya malam ini aku akan mengatakannya. Bagaimana menurutmu?” ucap jaejoong

“kita lihat hingga sore nanti hyung jika hyun rin sudah sedikit membaik sepertinya kau bisa mengatakannya hari ini tapi jika keadaannya masih tetap seperti tadi sepertinya kau harus mengundur waktunya, nanti akan kuberitahu lewat pesan. Tapi apa hyung yakin jika dia juga mencintaimu?” tanya yuchun

“entahlah hyung tak tau tapi yang jelas hyung tak mau lagi memendam rasa ini, sangat menyiksa. Aku harap jika hyun rin telah mendengar pernyataan cintaku dia bisa mengerti mengapa aku tadi sangat cemburu padanya. aku cemburu karena terlalu mencintainya.” Yuchun menghela napasnya, ia tak tau harus berkata apa pada jaejoong hyungnya ini.

“baiklah hyung, kuharap semuanya berjalan sempurna. Hari ini aku dan junsu akan bermain dengan hyun rin dulu untuk menghiburnya agar lupa dengan kejadian tadi. nanti jika kau butuh bantuan hubungi aku saja hyung.”

“hmmm gumawo” ucap jaejoong dan tak lama sambungan telepon itu pun putus. Yuchun kembali ke ruang tengah dan bermain bersama junsu dan hyun rin. ketiganya bermain sangat asik hingga lupa waktu. Hyun rin sangat senang hari ini saat datang ke apartemen junsu, ia di sambut dengan hangat dan kini ia di hibur oleh kedua namja idolanya di kala ia sedang sedih dan ketakutan. Saat sedang bermain ia ingat syal yang ia buat, ia pun berdiri dan mengambil kedua syal itu. ia memberikannya pada junsu dan yuchun, ia tersenyum saat kedua namja itu senang dengan apa yang ia buatkan.

“bagaimana? Oppa suka? jika tidak nanti kubuatkan lagi” ucapnya. Kedua namja itu menggelengkan kepalanya.

“oppa suka” jawab keduanya bersamaan. Tak lama hyun rin membantu junsu memakaikan syal buatannya, ia melilitkan sedikit syal itu.

“ya, sangat cocok denganmu oppa. kau tambah tampan” ucapnya senang. Junsu pun ikut tersenyum dan mengacak-acak rambut yeoja itu.

“gumawo. Kau fans kami yang sangat baik” ucap junsu membuat kedua pipi yeoja itu memerah. Kedua namja itu yang melihat perubahan di wajah hyun rin tersenyum tipis. Tak lama yuchun pun meminta yeoja itu untuk memakaikan syal itu di lehernya, yeoja itu mengangguk dan langsung memakaikannya.

“cocok oppa. sangat tampan.” Ucap yeoja itu

“gumawo. Benar kata junsu, kau memang fans kami yang sangat baik dan perhatian” ucapnya menggoda hyun rin. godaan yuchun tadi membuat pipi yeoja itu semakin memerah karena malu, yeoja itu menundukkan kepalanya. Junsu dan yuchun saling berpandangan dan tersenyum, mereka berdua mendekati hyun rin dan memeluk yeoja itu dengan erat dan hangat.

“gumawo, hyun rin-a. hari ini kami sangat senang.” ucap keduanya. Yeoja itu tersentak saat namja-namja itu memeluknya tiba-tiba namun saat mendengar ucapan mereka, ia tersenyum dan membalas pelukkan mereka. keduanya melepaskan pelukkannya dan menatap yeoja itu lembut.

“gumawo kau membuat hari-hari kami menjadi lebih berwarna dan lebih ceria. Dengan datangnya kau dalam kehidupan kami membuat kami semakin bersemangat menjalani semua kegiatan kami. Oppa pribadi sangat bersyukur karena bertemu denganmu karena jika oppa sedang lelah saat menjalani semua jadwal dan oppa teringat padamu oppa akan menjadi semangat lagi. Oppa tak mau membuatmu juga fans oppa yang lain menjadi kecewa.” Ucap yuchun jujur. Yeoja itu tersenyum senang mendengarnya.

***  

Jaejoong tersenyum melihat apa yang telah dilakukan di apartemennya tadi, ia pun telah menyuapkan bunga untuk menyambut hyun rin di depan pintu lift nanti. Ponselnya berdering ia melihat yuchun yang meneleponnya, ia pun langsung mengangkatnya tanpa menunggu lama.

“yuchun-a bagaimana?” tanyanya langsung tanpa basa basi terlebih dahulu.

“sepertinya keadaannya sudah membaik. sekarang hyung pergi ke depan lift hyun rin sekarang sedang  naik keatas. Kami mengantarnya sampai depan pintu lift tadi. hwaiting hyung” ucap yuchun memberi semangat. Jaejoong pun berterima kasih dan menutup teleponnya, ia pergi ke kamarnya dan menatap cermin melihat apakah pakaiannya sudah benar atau belum. Ia tersenyum saat melihat tak ada yang kurang, ia melangkah keluar kamar dan mengambil bunga di atas meja ruang tengah. Setelah itu ia mematikan lampu lalu pergi keluar apartemennya, ia menunggu dengan senyum mengembang di wajahnya.

TING

Pintu lift terbuka dan ia melihat sosok yeoja imut dan mungil di depannya. ia bisa melihat yeoja itu kaget melihatnya dan gugup melihatnya. Ia tau kenapa yeoja itu gugup melihatnya, karena yeoja itu masih takut padanya atas apa yang ia lakukan tadi. perlahan yeoja itu melangkahkan kakinya keluar pintu lift dan menghampirinya dengan enggan, yeoja itu menjaga jarak dengannya. Ia mengulurkan tangannya agar yeoja itu menyambutnya namun yang ia dapatkan sebuah penolakan, yeoja itu menjauh darinya. Ia menatap yeoja itu dengan tatapan sendu, ia mendekat namun lagi-lagi yeoja itu mundur menjauhinya.

“oppa mohon jangan menjauh. Jangan takut lagi, oppa tadi benar-benar tak sengaja. Mianhae. Oppa seperti kesetanan tadi saat melihatmu bersama seorang namja. Jeongmal mianhaeyo” ucap jaejoong. Yeoja itu tetap memandangnya takut, hatinya sakit melihatnya. Yeoja itu hanya diam tak menjawab. Jaejoong pun tetap memandang hyun rin menunggu yeoja itu berbicara padanya, ia tetap berdiri.

“a apa o oppa be benar-benar menyesal?” tanya hyun rin padanya

“ne tentu saja oppa sangat menyesal.” Jawabnya cepat

“b baiklah k kalau be begitu a aku maafkan tapi jika melakukannya lagi aku tak mau memaafkan oppa lagi. Aku sudah memaafkan oppa jadi aku permisi, aku mau masuk dulu” ucap yeoja itu. yeoja itu sebenarnya masih sedikit takut melihat jaejoong tapi melihat namja itu terlihat sangat menyesal ia jadi tak tega dan akhirnya memaafkannya. Saat ia akan masuk namja itu menggenggam tangannya membuatnya kaget dan reflek melepas genggaman tangan itu. ia menatap yeoja itu dengan gugup takut kejadian tadi siang terulang lagi. Namja itu memberikan bunga yang sangat indah untuknya, ia menerimanya dengan ragu.

“untukmu, oppa harap kau suka.” ucap jaejoong sambil tersenyum.

“gumawo, aku suka.” jawab hyun rin kaku.

“mau ikut oppa sebentar kedalam? Ada yang ingin oppa bicarakan denganmu” ucap jaejoong sambil menunjuk apartemennya. Perlahan dengan ragu ia mengangguk, namja itu  mengulurkan tangannya dan ia pun dengan takut menyambutnya. Namja itu menggenggam erat tangannya dan berjalan, ia mengikuti dari belakang.

Saat namja itu membuka pintu dan mengajaknya masuk ia menghentikan langkahnya karena melihat apartemen namja di depannya ini sangat gelap. Namja itu menatapnya dan tersenyum lalu menyalakan lampu membuatnya sedikit bernapas lega. Ia pun masuk dengan tangan masih di genggam oleh jaejoong.

Kini ia berada di ruang tengah, ia melihat namja itu masuk ke kamarnya dan keluar dengan membawa sesuatu. Namja itu duduk di sebelahnya dan memberikan sebuah buku yang sangat unik dan cantik dengan hiasan-hiasan di depannya. ia menatap namja di sampingnya ini dengan bingung. Namja itu tersenyum dan  langsung berlutut di depannya sambil menggenggam tangannya, ia membelalakan matanya kaget.

“apa yang oppa lakukan?” tanyanya dan langsung menyuruh jaejoong untuk duduk lagi dengan paksa. Namja itu akhirnya menurut dan duduk di sampingnya lagi, namja itu tetap menatapnya sambil menggenggam tangannya.

“oppa tau ini mungkin terlalu cepat untukmu tapi oppa sudah tak tahan lagi. Oppa bisa gila jika terus memendamnya. Saranghae hyun rin-a” ucap jaejoong dengan jantung yang berdetak tak karuan. Yeoja itu menatapnya kaget, ia hanya tersenyum tipis.

“apa? oppa tak salah? Oppa mencintai yeoja sepertiku?” tanya yeoja itu kaget

“kau tak salah dengar dan oppa tak akan pernah salah mencintaimu. Oppa mencintaimu sejak melihat tweet darimu dulu. Tweet darimu yang selalu mengerti oppa dan memberi oppa semangat membuat oppa perlahan mencintaimu. Oppa harap kini kau mengerti mengapa tadi oppa sangat marah padamu, ah anni bukan marah tapi oppa cemburu. Ya oppa cemburu melihatmu bersama namja lain selain oppa, oppa benar-benar cemburu setelah  membaca tweet-mu dan melihat langsung tadi siang. Saranghae jeongmal saranghaeyo” ucap jaejoong dan mengelus pipi yeoja di sampingnya dengan lembut. Yeoja itu menatap jaejoong tak percaya, ia tak menyangka jika seorang idola seperti jaejoong akan mencintainya. Jujur ia tak tau harus berkata apa karena hatinya masih bimbang. Ia tak tau apakah perasaannya ini benar-benar murni mencintai jaejoong hanya sebagai seorang namja atau seorang idola yang sangat ia kagumi seperti dulu. Ia merasakan jantungnya berdetak sangat cepat jika bertemu dengan namja di sampingnya ini.

“oppa jujur aku tak tau harus berkata apa. aku tak tau apakah aku mencintai oppa atau tidak, aku takut salah menjawab. Tapi jujur kukatakan jantungku selalu berdetak cepat jika bersama oppa sangat berbeda jika sedang bersama yuchun oppa maupun junsu oppa. aku tak tau apakah itu artinya kau mencintai oppa atau tidak. Aku tak mau menerima oppa hanya karena oppa idola yang sangat kukagumi. Mianhae jika jawabanku seperti ini, aku masih bingung dengan semua kejadian hari ini yang menimpaku oppa mianhaeyo” ucap hyun rin sambil menunduk. Jaejoong tersenyum mendengarnya, ia tak menyangka jika yeoja itu juga memikirkan hal yang sama. Ia mengelus rambut yeoja itu dan memegang dagunya dan mengarahkan agar menatapnya. Ia melihat yeoja itu menatapnya takut.

“kau masih takut pada oppa karena kejadian tadi?” tanyanya. Yeoja itu menggelengkan kepalanya.

“anni tapi aku takut oppa marah karena jawabanku tadi” jawab yeoja itu.

“oppa tak marah dengan jawabanmu, oppa mengerti. Sangat mengerti dengan jawabanmu tadi karena oppa pun memikirkan hal yang sama denganmu beberap ahari kemarin. Oppa takut kau mencintai oppa karena oppa seorang idola bukan sebagai orang biasa. Oppa bisa menunggu jawabanmu yang pasti tapi bisakah kau memenuhi permintaan oppa?” yeoja itu mengangguk pelan. Jaejoong menunjuk buku yang ia berikan tadi pada yeoja itu.

“buku ini. kau tulislah di buku ini tentang hari ini yang kita alami berdua, tentang oppa yang membuatmu takut, oppa yang menyatakan perasaan dengan cara seperti ini, semuanya kau tulislah. Kau tulis semua tentang kita di buku ini entah itu susah maupun senang. Oppa tau kita belum resmi menjadi sepasang kekasih atau mungkin nanti jawabanmu tidak atas perasaan oppa tapi oppa ingin buku ini menjadi kenang-kenangan untuk kita berdua. Jika kita ingin mengenangnya nanti kita bisa membacanya, oppa harap kau mau memenuhi permintaan oppa.” ucap jaejoong.

“ne, aku akan melakukannya dan nanti jika sudah penuh akan kuberikan pada oppa agar oppa tau apa yang kutulis.” Jawab yeoja itu membuat jaejoong tersenyum. Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke yeoja itu, yeoja itu hanya diam dan tak lama ia mencium hyun rin lembut. Tak ada amarah maupun napsu dalam ciumannya, hanya ada rasa cinta dalam ciumannya. Ia mencium yeoja itu dengan lembut, saat ia sedang asik mencium yeoja yang ia cintai itu yeoja itu mendorongnya pelan dan menatapnya.

“mianhae” ucap jaejoong menatap yeoja di bawahnya. Entah sejak kapan posisi mereka sudah seperti ini di atas sofa, yeoja itu berbaring di atas sofa dan jaejoong menindih hyun rin.

“o oppa t tadi o oppa menciumku lagi” ucap yeoja itu. jaejoong tersenyum melihat wajah syok yeoja itu. ia mencium pipi hyun rin, ia merasa jika yeoja ini mencintainya namun yeoja itu ingin memastikan perasaannya. Ia merasa seperti itu karena saat ia mencium hyun rin, yeoja itu tak menolaknya bahkan membalas ciumannya. Dan tadi ia mencium pipinya pun yeoja itu hanya diam dan menatapnya saja.

“kau mau oppa menciummu lagi? Saranghae jeongmal saranghaeyo.” Ucap jaejoong. Yeoja itu menggelengkan kepalanya cepat.

“jangan menciumku lagi, sudah cukup yang tadi oppa. kita kan belum pacaran oppa dan oppa masih bukan siapa-siapaku. Oppa hanya mmmm temanku ah anni tapi mmmmm idolaku ah anni anni” ucap yeoja itu polos membuat jaejoong tersenyum. Namja itu langsung memeluk hyun rin dan membenamkan kepalanya di leher yeoja itu, ia mencium leher yeoja itu sekilas.

“oppa” ucap yeoja itu kaget

“kau sangat manis” ucap jaejoong membuat yeoja itu tersipu malu

“jangan merayuku” ucapnya berusaha biasa saja.

“oppa sebenarnya hubungan kita apa sekarang? Fans dan idolanya?” tanya hyun rin bingung. Jaejoong langsung melepaskan pelukkannya dan menatap yeoja itu lembut. Ia membelai pipi dan menyentuh bibir mungil yeoja di depannya ini.

“tak penting hubungan kita sekarang apa yang jelas oppa ingin menikmati saat-saat bersamamu sampai kau menjawab perasaan oppa nanti” jawab jaejoong tersenyum. Tak lama yeoja itu mendorongnya, membuatnya bangun dan duduk di sofa lagi. Ia membantu yeoja itu bangun dan langsung merapikan pakaiannya lalu rambutnya. Yeoja itu menatapnya membuatnya terpaku di tatap seperti itu. beberapa menit kemudian yeoja itu berdiri dan pamit pulang ke apartemennya, jaejoong mengantar yeoja itu sampai depan pintu. Saat yeoja itu menatapnya ia dengan nakal menyodorkan bibirnya.

“popo sebelum kau masuk” ucap jaejoong. Yeoja itu mendekat dan memberikan buku yang namja itu berikan untuk ia cium. Jaejoong mengelus bibirnya dan menatap yeoja itu yang kini tertawa.

“makanya oppa jangan nakal. Aku belum menjawab perasaan oppa, oppa sudah nakal seperti ini. sudah ya aku masuk, sampai besok” yeoja itu masuk dan menutup pintunya meninggalkan jaejoong yang masih menatapnya.

“kuharap kau menjawab iya” gumamnya pelan sambil tersenyum lalu masuk ke apartemennya sendiri. Ia tersenyum bahagia sambil melangkahkan kakinya ke kamar tidurnya. Di ranjang ia berguling-giling karena senang yeoja itu memaafkannya dan ciuman tadi. ia berteriak-teriak senang dan sesekali memanggil nama hyun rin seperti orang gila.

***  

 Seminggu berlalu sejak jaejoong menyatakan perasaannya pada hyun rin. mereka kini berhubungan seperti biasa tak ada hal yang special hanya saja jaejoong kini selalu mendekati hyun rin secara terang-terangan. Ia juga sering menelepon yeoja itu jika ia sedang ke luar negeri dan tentunya di sela-sela istirahatnya. Ia tak bisa melewatkan satu hari pun tanpa menghubungi yeoja itu, sekali ia menelepon akan memakan waktu tak sebentar. Jika ia pulang ke apartemen yang pertama kali ia lakukan adalah mendatangi apartemen yeoja itu, itu ia lakukan hanya untuk sekedar melihat keadaan yeoja itu baik-baik saja.

Kini jaejoong tengah berada di jepang bersama yuchun untuk syuting, sedangkan junsu akan melakukan syuting setelah mereka selesai. Sebelum mulai syuting ia menyempatkan untuk mengirim pesan pada yeoja itu untuk berhati-hati karena ia selalu ingat jika yeoja itu pernah di terror. Jika mengingat hal itu jaejoong selalu merasa khawatir dan ia akan cepat mengirim pesan atau pun menelepon yeoja itu untuk menanyakan keadaannya.

Sementara itu hyun rin kini tengah berjalan keluar kampus, hari ini yeoja itu telah menyelesaikan semua jadwal kuliahnya. Seperti biasa ia pergi mengunjungi toko buku untuk melihat-lihat jika ada buku baru yang menarik perhatiannya. Ia masuk dan langsung mencari-cari buku yang ia suka. saat sedang asik mencari-cari tiba-tiba seseorang berdiri di sebelahnya sambil mengambil buku. Ia menggeser sedikit karena orang itu menempel padanya tadi, tapi saat ia menggeser orang itu ikut menggeser. Ia menatap orang itu tak suka.

“akhirnya bisa bertemu lagi dengamu” ucap orang itu. yeoja itu menatap orang itu bingung karena ia tak mengenalinya.

“nugu?” tanyanya

“aku namja yang mengikutimu waktu itu dan juga tak sengaja menumpahkan minuman ke bajumu. Masih ingat?” tanya namja itu yang merupakan yunho, yunho masih tetap seperti pertama kali bertemu namja itu menyamar agar tak di kenali siapapun. Hyun rin membelalakan matanya saat mengingatnya, sontak ia menjauh dari namja itu karena takut.

Yunho mendekati yeoja itu yang menjauhinya, ia tau jika yeoja itu takut karena ancaman pihak SM. Ia melihat yeoja itu menjauh tapi ia tetap mendekatinya, saat sudah dekat ia menggenggam tangan yeoja itu dan berbisik

“jangan takut aku tak akan menyakitimu aku ingin menjelaskannya padamu. Kita bicara jangan disini” ucapnya. Yunho pun menggenggam tangan yeoja itu keluar toko buku, ia menatap hyun rin yang menatapnya takut.

“kita bicara, aku tak mau kesalahpahaman ini terus berlanjut. Terserah kau kita bicara dimana yang penting aku bisa menjelaskannya.” Ucap yunho sambil menatap yeoja di sampingnya.

“bi bicaranya di di kampusku saja” jawab hyun rin sambil menunjuk ke arah kampusnya yang memang tak jauh dari toko buku itu. keduanya pun langsung melangkah ke dalam kampus, hyun rin menunjuk sebuah taman yang tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. Yunho mengangguk.

 

YUNHO POV

Kini aku tengah duduk di bangku taman dengan di temani yeoja yang selama ini kucari-cari. Kulirik yeoja itu hanya diam dan menatap kedepan, aku tersenyum saat melihatnya. Aku sangat rindu pada yeoja ini.

“apa yang mau kau jelaskan?” tanyanya tanpa melihat kearahku.

“mianhae tentang terror-teror itu. aku sama sekali tak tau pada awalnya, aku sudah memperingatkan dan mengancam orang yang menerormu agar tak mengganggumu lagi. Mereka hanya salah paham, mereka mengira jika kau membuatku jadi tak patuh dengan jadwal kerjaku dan kau menggangguku. Mianhae. Sekarang kau bisa tenang dan tak takut lagi” ucapku. Ia menatapku

“benar? Kau tak hanya membuatku lega kan? terakhir aku menerima terror ular yang sangat besar dan banyak. Itu membuatku ketakutan selama beberapa hari.” Ucapnya membuatku kaget. Aku sama sekali tak tau jika mereka mengirim ular pada yeoja di sampingku ini, mereka hanya memberitahuku jika terakhir mereka meneror di rumah yeoja itu. aku mengepalkan tanganku kesal karena mereka berbohong padaku.

“ular? Dasar brengsek. Mianhae aku benar-benar tak tau tentang ulah mereka. aku yakinkan padamu jika ini tak akan terulang lagi, aku janji.” Ucapku. Ia mengangguk pelan sambil menatapku dari bawah hingga atas.

“kau kumaafkan tapi ngomong-ngomong kau itu sakit seumur hidup ya?” tanyanya

“heh?” ucapku bingung

“kau lagi-lagi menemuiku dengan dandanan aneh seperti ini. kau itu waras tidak? Cuaca hari ini tak terlalu dingin, dandanan-mu seperti sedang musim salju” aku menatap diriku sendiri lalu tersenyum padanya.

“aku hanya kedinginan” ucapku asal. ia menatapku aneh lalu mengalihkan pandangannya kedepan. Aku terus menatapnya dengan tersenyum di balik syal yang kupakai, ia sangat cantik. Tak lama ia berdiri dan reflek seperti waktu itu aku pun  berdiri. Ia menatapku tajam.

“mau apa? jangan bilang kau mau membuntutiku lagi? Aku mau pulang dan jangan ganggu aku, permisi” ucapnya lalu pergi dari hadapanku.

“hei siapa namamu?” teriakku. Ia berhenti dan  berbalik menatapku.

“kau tak perlu tau” ucapnya lalu pergi lagi.

“kalau begitu besok aku akan datang lagi kemari untuk mencari tau namamu” gumamku pelan. Setelah melihat yeoja itu pergi aku pun melangkah pergi dari kampus itu. aku naiki mobil-ku, kukemudikan mobil ke arah gedung SM. Aku harus memberi mereka berdua pelajaran atas apa yang mereka lakukan pada yeoja yang tak tau apa-apa itu. kupercepat laju mobilku agar cepat sampai.

Saat sampai di depan gedung, aku langsung memarkirkan mobil dan langsung masuk untuk menemui manajer dan lee soo man. Ketika kuhampiri ruangan soo man kebetulan sekali ada manajerku disana, langsung saja aku masuk. Kuhampiri mereka berdua dan langsung menggebrak meja, kutanya tentang terror ular itu tapi mereka hanya diam. Kutarik kerah baju manajerku dengan kasar.

“jawab pertanyaanku kenapa kalian berbohong padaku? Kalian menerornya dengan ular kan? perbuatan kalian ini sangat biadab” manajerku masih saja diam, karena kesal aku langsung memukulnya beberapa kali hingga akhirnya ia tersungkur di lantai. Kutatap tajam lee soo man, aku tak takut akan apa yang akan ia perbuat padaku jika aku melawannya. Kuhampiri ia lalu kutarik kerah bajunya, ia terlihat sangat santai.

“katakan padaku kenapa kalian berbohong padaku? DAN KENAPA MASIH MENERORNYA HAH???” ucapku kesal

“yeoja itu sangat mengganggu dan karena dia juga kau jadi berani melawanku seperti sekarang. Kurasa hal itu tak perlu kuberitahukan padamu karena ini bukan urusanmu” jawabnya santai. Tak bisa lagi kukontrol emosiku setelah mendengarnya, aku memukulnya hingga babak belur. Ia terjatuh dari kursinya karena pukulanku. Aku menghampirinya yang mengaduh kesakitan.

“kau akan tau akibatnya karena memukulku” ancamnya. Aku tersenyum sinis padanya.

“seharusnya kau yang berhati-hati. Kuperingatkan kau jangan sekali-kali kau meneror yeoja tak bersalah itu lagi. Jika kau berani melakukannya lagi aku akan membuatmu dan SM hancur. Dua kartu AS-mu ada di tanganku, ingat itu.” kulihat ia terdiam menahan amarah mendengar ancamanku. Aku tersenyum penuh kemenangan, aku berdiri lalu pergi dari ruangan itu. saat keluar aku melihat changmin menatapku khawatir, aku tersenyum dan memeluk pundaknya dan mengajaknya pergi.

“hyung” panggilnya

“tenanglah. Aku yakin dia tak akan macam-macam karena kita punya kartu as. jika dia macam-macam pada yeoja itu dan pada kita, dia akan langsung hancur.” Ucapku menenangkannya. Ia tersenyum tipis lalu mengangguk mengerti, kami pergi dari gedung itu menuju dorm.

 

JAEJOONG POV

Aku kini berada di kamar hotel manajer JYJ bersama yuchun, aku sedang berusaha menelepon hyun rin. kulirik sekilas yuchun sedang tertawa.

‘heh? Sibuk?’ batinku saat nada sambung sibuk.

“Sedang menelepon siapa ya?” gumamku pelan. Tak lama aku mengiriminya pesan, aku mengatakan jika aku ingin meneleponnya dan ingin mendengar suaranya. Lama aku menunggu balasannya tapi ia tak kunjung membalas pesan dariku. Kulihat lagi yuchun yang masih tertawa dan berbicara dengan seseorang di telepon. Ia menggunakan headphone kecil di telinganya. Karena menghubungi hyun rin masih saja sibuk dan aku mulai bosan aku pun memainkan ponselku.

Selama satu jam aku merasa sangat bosan, aku pun berdiri dan hendak pergi ke kamar hotelku sendiri untuk istirahat. Aku mengambil jaketku lalu melangkah pergi, saat aku memegang pintu dan akan membukanya aku mendengar yuchun memanggil yeoja yang kucintai.

“ne hyun rin-a, oppa akan menghubungimu lagi nanti. Oiya oppa membelikanmu oleh-oleh jadi nanti jika oppa datang kau harus menyambut oppa dengan hangat. Ne ne hyun rin-a, oppa mengerti dan oppa tak akan melakukan itu semua. sudah ya bye” ucap yuchun. aku kembali melangkah masuk ke dalam dan menghampiri yuchun, ia menatapku bingung. Kuambil bantal besar di ranjang dan melempar kearahnya dengan kesal.

“wae hyung?” tanyanya

“kau membuatku kesal” jawabku cepat. Ia bingung dan tak lama ia terkekeh sambil menatapku.

“kau cemburu ya hyung gara-gara aku menelepon hyun rin? atau kau kesal tadi tak bisa menghubungi yeoja yang kau cintai itu?” ia tertawa sambil menatapku.

“gara-gara kau, aku tadi tak bisa menelepon hyun rin. kukira dia kenapa ternyata sedang meneleponmu, lain kali jika mau meneleponnya bilang dulu padaku” ucapku

“memangnya kau kekasihnya hyung?” tanyanya menggodaku. Kesal aku kembali melemparnya dengan bantal dan pergi ke kamar hotelku sedangkan yuchun tertawa karena aku kesal.

Saat sampai di kaamr hotelku, aku langsung merebahkan tubuhku dan mengeluarkan ponselku di saku celanaku. Aku langsung meneleponnya tak butuh waktu lama, ia pun mengangkatnya.

“yeoboseo” sapanya riang

“hyun rin-a” panggilku dengan tersenyum. Aku sangat merindukan suaranya setelah seharian sibuk.

“oppa sudah selesai dengan kegiatan syutingnya? Tadi yuchun oppa bilang oppa akan syuting sampai malam. Kenapa sore-sore seperti ini bisa meneleponku? Sedang istirahat ya?” tanyanya.

“jangan dengarkan ocehan yuchun. oppa sudah sejak tadi selesai syuting bersama yuchun. kau tak menerima pesan oppa?” tanyaku

“baru kubaca tadi. apa yang sedang oppa lakukan sekarang?” tanyanya

“hanya meneleponmu. Oppa sedang di kamar sekarang. Bagaimana harimu? Apa menyenangkan?” ia berdecak mendengar pertanyaanku.

“buruk oppa.” jawabnya

“memangnya ada apa?” tanyaku penasaran

“tadi saat aku pulang dari kampus, aku ke toko buku seperti biasa dan saat sedang asik mencari buku namja itu datang. namja yang membuatku di terror, dia datang dan dia menjelaskan semuanya padaku. Dia juga berjanji jika tak akan ada lagi yang menerorku maupun menganggu kehidupanku, dia meminta maaf padaku oppa. aku maafkan tapi tetap saja aku takut, apa lagi dia menghampiriku tadi dengan memakai pakaian tebal seperti sedang musim salju” ucapnya kesal. Aku membelalakan mataku kaget mendengar ucapannya.

“lalu kau tak apa-apa sekarang kan? apa dia mengikutimu? Kau hati-hati ya, jangan sampai lengah. Jangan keluar malam-malam dan jangan kemana-mana setelah kau pulang kuliah, arraseo?” ucapku panik

“ne oppa. tenanglah. Dia tak mengikutiku tadi, aku baik-baik saja. oppa cemas sekali” ucapnya membuatku bernapas lega.

“kau ini bagaimana, tentu saja oppa cemas. Mana mungkin oppa tak cemas jika itu berhubungan dneganmu.” Ucapku membuatnya terdiam lama.

“hyun rin-a kau masih di sana? Kau baik-baik saja?” tanyaku

“ah ne oppa aku masih disini, aku baik-baik saja. gumawo sudah mengkhawatirkanku” ucapnya dengan suara gugup. Aku tersenyum, aku tau jika ia gugup seperti ini setelah mendengarkan ucapanku tadi. ia selalu seperti ini jika aku terang-terangan memperhatikannya dan  mengatakan jika aku mencintainya.

“wajahmu sekarang pasti sangat manis, oppa jadi ingin melihatnya. Wajahmu pasti bersemu merah dan tersenyum tipis sekarang. Tak sabar ingin cepat-cepat pulang ke korea dan menemuimu hyun rin-a” ucapku sambil membayangkan wajah manisnya

“aish berhenti menggodaku kim jaejoong” ucapnya. Aku terkekeh mendengarnya, seperti inilah jika ia marah karena kugoda terus. Ia akan memanggil nama lengkapku dan dengan nada kesal. Mendengar itu aku bukan berhenti menggodanya tapi akan semakin menggodanya. Aku terus menggodanya membuat ia lebih banyak diam dan terkadang memintaku berhenti menggodanya.

“oppa hentikan menggodaku seperti itu. atau aku tidak akan mengangkat telepon dari oppa lagi. Atau oppa ingin aku pindah dari apartemen dan menjauhi oppa? ah atau aku pulang saja ke London.” ucapnya membuatku membelalakan mataku kaget

“pulang ke London? Pindah apartemen? Anni anni anni jangan lakukan itu, baiklah oppa berhenti sekarang. Tak akan menggodamu lagi” ucapanku membuatnya tertawa senang.

“aku menang” ucapnya riang. Aku tersenyum mendengar suara tawanya yang begitu riang. Aku benar-benar mencintainya dan menyayanginya, aku ingin selalu berada di sampingnya dan melindunginya seumur hidupku. Ia yeoja satu-satunya yang bisa mengerti aku, mengerti keadaanku sekarang ini.

“oppa, kau jaga kesehatan selama di sana. Kulihat di internet, oppa, junsu oppa dan yuchun oppa terlihat kurus.” Ucapnya dengan nada lembut

“ne oppa akan jaga kesehatan oppa selama di sini” jawabku

“ah iya aku salah untuk junsu oppa bukan tambah kurus melainkan tambah makmur. Junsu oppa tak sekalipun kulihat tambah kurus.” Ucapnya membuatku tertawa mendengarnya.

Ia bercerita tentang hari-harinya belakangan ini di kampus, aku hanya diam mendengarkannya. Aku tersenyum mendengarnya asik bercerita padaku, ia terdengar seperti anak kecil jika seperti ini.

“oppa” panggilnya

“hmmm” jawabku

“kenapa diam saja? bosan mendengar ceritaku ya? mianhae” ucapnya.

“anni, oppa tak bosan hanya saja oppa sedang menikmati mendengar suaramu. Oppa benar-benar merindukanmu, ingin segera pulang rasanya dan langsung menemuimu” ucapku

“aishhh berkata seperti itu lagi.” Ucapnya kesal

“tapi oppa mengatakannya jujur hyun rin-a” ia kudengar mendesah panjang

“arraseo oppa aku tau tapi kan tak usah di ulang-ulang seperti itu. aku kan malu” ucapnya pelan di kata-kata terakhirnya, aku tersenyum mendengarnya.

“arraseo arraseo mianhae. Oppa sepertinya lusa bisa kembali ke korea atau mungkin besok malam” ucapku. Ia hanya  mendehem ria, aku hanya tersenyum. Aku tau ia sedang malu karena ucapanku.

“oppa tidurlah sudah malam.” Ucapnya

“ne, selamat malam” ucapku lembut

“selamat malam” tak lama ia pun menutup teleponnya. Aku berteriak senang dan tak lama aku tertidur karena lelah seharian syuting dan pemotretan.

 

HYUN RIN POV

Pagi aku bangun dan beraktifitas seperti biasa, setelah mandi dan sarapan aku membersihkan apartemenku sedikit. Untung saja jadwal kuliahku hari ini sedikit siang jadi aku bisa membereskan apartemenku yang sedikit berantakan. Saat sedang membereskan apartemen aku teringat obrolanku semalam dengan yuchun oppa, semalam kami mengobrol sangat asik. Yuchun oppa orang yang sangat ramah dan baik, ia juga sering menanyakan keadaanku. Semalam juga jaejoong oppa meneleponku, sejak ia menyatakan perasaannya ia lebih terang-terangan mendekatiku. Bagiku tak masalah ia mendekatiku seperti sekarang ini dan mungkin karena ia mendekatiku juga sepertinya hatiku sudah menetapkan jawaban untuknya. Entahlah jawabanku ini terlalu cepat atau tidak tapi nanti aku akan memberitahukannya. Kuharap ia akan menerima dan tak kecewa dengan jawabanku nanti.

Selesai beres-beres aku segera berganti pakaian dan mengambil tasku lalu pergi ke kampus. Aku pergi dengan naik taksi, selama perjalanan aku hanya diam memandang keluar jendela. Tak lama sampai di kampus aku membayar lalu keluar. aku masuk kedalam kampus seperti biasa tapi di tengah perjalananku masuk kedalam kelas ada orang yang berteriak-teriak. Kulihat siapa yang berteriak, aku membelalakan mataku tak percaya. Namja aneh itu lagi, kulihat ke belakangku siapa tau namja itu bukan berteriak memanggilku tapi sayang tak ada siapapun di belakangku. Aku menatapnya tajam dan menyuruhnya pergi dari kampusku tapi ia menggelengkan kepalanya. Tak kupedulikan namja itu, aku langsung pergi meninggalkannya.

***  

Selesai kuliah aku pun segera beranjak untuk pulang. Langkahku terhenti saat melihat namja aneh itu dari jauh, namja itu masih saja duduk di taman kampus. Dengan langkah cepat aku langsung pergi tanpa menghiraukan namja itu. aku cepat-cepat mencari taksi, saat melihat sebuah taksi dan akan memanggilnya seseorang menarik tanganku. Kulihat ternyata namja aneh itu, aku langsung menarik tanganku yang di genggamnya dan menjauh darinya. Ia berusaha mendekat tapi aku tetap menjauh.

“jangan mendekat atau aku akan teriak” ancamku. Namja itu pun kulihat diam setelah mendengar ancamanku.

“apa maumu hah?” tanyaku ketus

“hanya ingin berkenalan dan berteman denganmu saja” jawabnya. Tapi aku tak percaya begitu saja.

“aku tak mau nanti bisa-bisa setelah berkenalan denganmu hidupku akan lebih mengerikan” ucapku ketus dan bergegas pergi.

“hei paling tidak beritahukan namamu” ucapnya sambil tetap mengikutiku.

“jangan mengikutiku” ucapku ketus. Tapi namja itu seolah tak mendengarnya, ia tetap saja mengikutiku. Karena kesal aku menghentikan langkahku dan menatapnya tak suka.

“apa maumu sih?” tanyaku. Kutatap ia dari ujung kepala hingga kaki, namja itu berdandan seperti kemarin tertutup dan sangat mencurigakan.

“sudah kubilangkan aku hanya ingin berteman dan berkenalan denganmu.” Jawabnya

“siapa namamu?” tanyanya

“tak perlu tau” jawabku sambil pergi tapi seperti tadi namja itu tetap mengikutiku

“ayolah beritahu namamu” pintanya memohon padaku. Kutatap matanya yang memohon padaku sedikit ada rasa tak tega melihatnya.

“namaku kim hyun rin” ucapku.

“kita berteman?” tanyanya dengan suara senang. Aku menggelengkan kepalaku

“anni. Aku tak mengenalmu siapa jadi kitatak bisa berteman” jawabku. Namja di depanku ini terlihat lemas setelah mendengar jawabanku.

TIN TIN

Suara klakson mobil membuatku mengalihkan pandanganku. Kulihat sebuah mobil mewah yang sepertinya kukenali, jendela mobil itu terbuka. kulihat seorang namja memakai masker dan topi menatapku dan memberi kode untuk masuk. Aku memiringkan kepalaku bingung, namja di sebelahku menatapku.

“kau kenal?” tanyanya. Aku hanya diam memandang namja di mobil itu sambil mengingat siapa dia.

“junsu oppa?” gumamku kaget saat mengenalinya. Kulihat junsu oppa menyuruhku untuk diam agar orang lain tak mengenalinya.

“heh? Siapa?” tanya namja di sebelahku

“ah anni anni. Permisi aku mau pergi.” ucapku lalu menghampiri mobil junsu oppa.

“hei mau kemana? Tunggu. Besok aku akan datang lagi” ucapnya. Junsu oppa keluar dan menyambutku, oppa menatap namja yang sejak tadi mengikutiku.

“dia” ucap junsu oppa

“dia namja aneh itu oppa. sejak tadi mengikutiku terus, minta berkenalan, menanyakan namaku dan ingin berteman denganku” ucapku sambil bersembunyi di belakang tubuh junsu oppa.

“dia menerormu lagi?” tanya junsu oppa terdengar marah

“anni. Kemarin dia sudah menjelaskan semuanya dan berjanji padaku jika tidak akan ada yang menggangguku lagi. Itu semua salah paham, itu yang dikatakannya” ucapku jujur. Lama junsu oppa terdiam dan memandangi namja itu. kutarik tubuhnya dan melihat matanya seperti marah.

“oppa, gwenchana?” tanyaku khawatir. Junsu oppa menatapku.

“kau mengenalnya?” tanya oppa. kujawab dengan gelengan kepala.

“memangnya kenapa? oppa mengenalnya?” tanyaku

“tidak hanya saja sepertinya oppa pernah melihatnya” jawab junsu oppa

“ah mungkin oppa lupa ya? oppa kan pernah bertemu sewaktu jaejoong oppa muntah-muntah waktu itu, ingat?”

“ah iya iya” junsu oppa menganggukan kepalanya. Tak lama oppa menyuruhku masuk kedalam mobil, aku pun menurut.

Sebelum pergi oppa membuka masker dan topinya lalu mengemudikan mobilnya. Selama perjalanan aku hanya diam tak mengeluarkan suara, aku terus menatap keluar jendela.

“oppa jadi penyanyi terkenal seperti oppa itu ternyata sangat merepotkan ya” ucapku sambil memandang keluar.

“merepotkan?”

“hmmm keluar saja harus memakai atribut agar tak di kenali orang. Kemana pun pasti di ikuti fans fanatik oppa, segala kegiatan oppa selalu di ikuti bahkan sampai ke rumah oppa sekali pun. Sangat merepotkan dan pasti jenuh karena tak mempunyai ruang privasi sedikit pun.” Jawabku

“ya memang sangat merepotkan terutama yang selalu mengikuti oppa kemanapun. Para stalker itu sangat mengganggu. Ingin rasanya oppa berteriak untuk tidak mengikuti oppa setiap saat tapi tidak mungkin.” Jawab junsu oppa. wajah oppa terlihat sangat  tertekan, aku kasihan melihatnya. Memang menjadi penyanyi sangat terkenal seperti oppa tidaklah selalu mengenakkan.

“oppa bagaimana jika oppa, junsu oppa dan jaejoong oppa kuajak jalan-jalan tanpa ada yang mengenali oppa satu pun? Nanti jika jyj oppa ada waktu luang tentunya” ucapku semangat. Junsu oppa melihatku sekilas dengan wajah ragu.

“bagaimana bisa? Caranya?” tanya oppa

“oppa jangan remehkan aku, aku ini anak teater di kampusku. Aku sering belajar dari teman yang sering merias wajahku, dia sangat ahli. Tenang saja oppa pasti tak ada yang mengenali. Aku akan merubah wajah oppa dan yang lain hingga tak ada yang mengenali. Bagaimana?” tanyaku semangat. Junsu oppa kulihat sedang berpikir tak lama ia menatapku dan tersenyum

“baiklah kita coba nanti. Oppa akan memberitahu jaejoong hyung dan yuchun nanti” jawabnya membuatku senang. Kulihat senyum cerah di wajah junsu oppa membuatku senang melihatnya.

 

TBC

Gmn tambah aneh? Jawabannya iya menurut author. Jadinya ini bukan 30 halaman ms. Word tapi 32halaman. Gmn? Masih blng kurang panjang juga? Kebangetan itu namanya klo blng krng. Next chap author blng lg nih “ga bakalan janji bikin panjang-panjang”

33 thoughts on “Meet U chap 10

  1. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    Ah.. Akhr’y jeje menyatakan perasaan’y padaku. Hahaha
    pake dicium segala. Ah!! Andaikan beneran
    waduh yunho suka ma aku ya? Kok ngkutin terus? #pede
    jeje td emg buat aku takut, tp sebenernya dari lubuk hati yang paling dalam, aku suka dgtuin #plak
    oh ya, buat syal’y pasti bgus bgt deh. Pengen bgt ngsh beneran ke dbsk. Kalo asli aku bisa, pasti aku buatin untk mereka, tp syang, aslinya ga bisa. Hahahaha

    ini bener2 panjang eon.. Puas bgt aku baca dari jam 5. Kalo aku nich jadi eonni, aku ga bkal kuat ampe 32 halaman. 5 aja blm tntu kuat. Hahaha

  2. CassiELF115 berkata:

    kyaaaaa, akhir’y selesai jg baca part ini. aku sampe g mandi2 sore dan ngerjakan tugas PPLq;)

    mmm, akhir’y je2 oppa nyatain cinta’y jg. tp hyun rin td blng ‘smoga jaejoong oppa g kecewa dngan jwabanq’, apa hyun rin mau menolak jae oppa?

    *waktu mau jalan2, mreka bertiga mau di dandanin gmn? jd yeoja thor? kekeke, pasti mereka jd sngat cantik;D*

    -kasian u-know oppa, di cuekkin hyun rin trs. oppa ma q aja deh- #plak #abaikan
    btw, kartu as’y LSM yg d tngan uknow oppa apaaan ya? *curious*

    rencana mau buat brp chapter ni? smpe chapter 10 mrka msh lum pcran….

  3. @cassielf115:ga tau mau ampe chap brp kyknya sih 6chap lg bru tamat tp i don’t know gmn nanti hehehehe
    ampe ga mandi?sisa pertanyaannya kyknya bakal kejwb nanti di next chap

  4. ocha berkata:

    Huwwaa jeje cemburu buta,posesive (bener ga tulisanx?) bet.jgn2 hyun rin nolak jeje mpe td dia blg jeje akn kcwa ma jwbnx.duh bkal ad cinta segi3 ni jeje > hyun rin < yunho.sneng bet jd hyun rin dphtiin ma jeje,chun,junsu n yunho tnggal dr changmin aj blom.sori kpnjngan thor.next chap thor

  5. Asri berkata:

    huwaaaa………….. panjangnya…….. 32 page?? hasil yg setimpal.

    ditembak JJ??? mauuuuu…….
    aku jg suka bgt tuh, wkt uno ngancem manajer n LSM….. Puas bgt wkt uno ngegebukin tu org……. bkin pingsan aja skalian…. hahahaha…. aku senang!!!! gomawo author, aku pngen skali2 ada yg ngegebukin tu org. yah, walopun cuma d-ff…:)
    KHR dteror knpa y???
    aku bca part sblumnya dlu y!!!!

  6. Karena ga di edit Lg , emank Ada bbrpa kta yg slh ketik eon… kyk brguling-giling, n ada lg yg laen. Eon, ngetik ff ni brpa jm eon? Klo aku jd eon aku ga kn sanggup, ngetik 18 hal sja mnghbiskn wktu brt jam2 hehe ^^
    Akhirnya JJ oppa menyatkn cintanya jg 5 KHR. Btw eon, kenyataan nya klo JJ oppa cmbru, apa semenakutkn itu? Jd penasarn.. pngn tau dh, gmna tmpngnya JJ oppa klo Lg envy?
    Itu Yunpa brni bgt ya sma LSM? Emng apaan sih krtu as yg dia punya?

  7. teph berkata:

    Weleh, jj kl cemburu serem yah..tp seneng jj akhirny bs nyatain jg,fiuuuhh…ud dtunggu2 kpn nembakny, ehh trnyata ksampaian d part ini..kyny si bkal dterima ni *soktau*

  8. putrimays berkata:

    waw.. butuh waktu lama untuk baca ini FF tapi memuaskan kok dan sama sekali gak ada yang aneh.. hahaha..
    onnie mau nanya..
    onnie kapan hyunrin bakalan tau kalo namja yang ane itu yunhoo??
    dan apa reaksi si jaejoong pas tau namja aneh yang mengganggu hyunrin itu yunhoo??
    kelapa anak JYJ gak ada yag ngenalin si Yunhoo??
    maaf pertanyaan ku panjang banget..
    semoga di FF ini JYJ barengan lagi ama HOOMIN…

  9. -deewookyu- berkata:

    aahhh… panjuuuaaangggg….
    tapi mosok HYUNRIN gak kenal kalo ntu YUNHO, Ya…
    secara kan dia penggemarnya dbsk

    itu YUNHO ngejer ngejer HYUNRIN kayaknya niat banget minta kenalannya…
    apa jangan jangan YUNHO suka neeeh sama HYUNRIN…
    truuuussss…. gimana dengan JJ, eehh kan HYUNRIN belum jawab pernyataan cinta nya JJ…

    aaawwwww……… makin seru neeehhhhh !!!!

  10. Woaa,panjang..
    Jae cemburu tingkat akut ya!? Sampe serem sendiri ngebayanginnya..
    Ya!! Junsu kenapa ga sadar kalo itu yunho,hyungnya.. Bener2 berharap mereka ketemu..
    Jejung ~manja~ kalo hyunrin ga mau sama kamu ,aku bersedia kok jadi pacar kamu #plak

  11. hahaha eon yg sabar ya, ini panjang ko eon aku aja sampe ketiduran tadi bacanya gara gara ngantuk hehe

    kok junsu ada di korea dah emangnya gak ikut jaechun ya?? Hehe aku bingung ckck

    kenapa sampe sekarang yunho belom berani buka jati dirinya?? Penasaran dah, di tunggu eon part 11 nya :))

  12. OMO *O*

    32 halaman?? Astaghfirullah banyaknya._.

    Tapi seru bgt thor *tepuktangan*

    pas bagian ciumannya kurang hot deh thor u,u” *digamparauthor

    yunhonya masih nyamar nih ._. Coba udh buka penyamaran terus berantem ama jae ngedapetin cwenya seru nih n,n *soktaubgt*

    daebak thor! Ditunggu lanjutannya🙂 next chap pake pw ga thor? Aku blm dapet pw :((

  13. zheey2992 berkata:

    JJ kau sdah nyatkn perasaanx.
    Skg tnggl tnggu jwbn hyun rin.
    Smoga JJ d’trima ya.
    Knp junsu gk ng’nalin yunho.
    Ksian ya lht mreka g2 gk bsa sling knal dlm keadaan sprti tu

  14. haajeyong berkata:

    Wow so sweet jae oppa prhatian bgt…aduh jeje jngan mrah2 donk ksian hyunrin mpe ktakutan….yoosu couple baik bngeeet…akhrnya jae oppa mengungkapkan.a jga…smga jwbn hyunrin ‘ya’ , yunho jga ska ma hyunrin ??

  15. yhe_yhe berkata:

    panjang bget kok,,seruu bgt…bner2 bkn pnasaran…daebak..panjang bget kok,,seruu bgt…bner2 bkn pnasaran…daebak..

  16. Gie berkata:

    Astaga.. Part ini panjang…
    32 halaman ? Omo~

    Jae udah nembak.. Malah belum jadian pake kissue lagi..😀
    Mudah-mudahan nanti hunrin nerima jeje..
    Mudah-mudahan mereka jadian..

    Eh, chun sering banget deh godain jeje..😀

    Jangan bilang kalo uno juga suka ama hunrin..

    Eh, aku bingung, uno ma changmin ada kartu as apa ?
    Kalo udah ada itu, kenapa mereka gak gunain itu buat keluar dari sme ato gabung lagi jadi ber5

    Haaah.. Lanjut aja deh ke part 11..🙂

  17. ini panjangnya 32 halaman? panjang banget, tapi puas hahaha

    jeje akhirnya nyatain perasaannya ke hyunrin nih tapi ntar hyunrin bakalan jawab apa ya -,-”

    jeje cemburuan banget sih padahal kan yg nelpon hyunrin itu uchun, tapi uchunnya juga sih seneng banget ngerjain jeje😄

    jangan bilang yunho suka sama hyunrin…

  18. 32 halaman yg memuaskan🙂

    apa ya kartu as yg yunho oppa punya ? Jad makin pnasaran , ,

    d terima ? D tolak ? Ya ?
    kalo kata aku sich mendingan d trima aja
    hehe

  19. Akhir.a jeje nyatain cinta jg.. HYUN RIN TERIMA TERIMA..
    Envy deh pas bag hyunrin d cium jeje *mauuuuuu* serasa melayang yah hyunrin.a !!

    Bang yunho semangat bnget deketin hyun rin..

  20. irma berkata:

    puas bc.a…

    pengakuan cinta akhr.a…
    jaeppa romantis jg ya, sayang kjdian sblm.a yg jae cmburu malah ngrusak swsna(tpkalogagtgabkalnytaincinta)….

    yunho bneran suka neh kya.a ato cm skdr pnasarn doang, tp knp hyun rin gabs ngnalin yunho ya?apa krn kburu tkut duluan!

  21. Bener2 puaaaaaanjang thor -_-
    tapi bagus aku suka =)

    ecieeee si uno ngejar2 hyunrin terus ni ye -_- aigoo jj uda ngakuin perasaan nya adu gimana jawaban hyunrin ya? *brb ke capt 11

  22. Kim eun mi berkata:

    Akhor’a,,, Jaejoong nembak hyunrin juga,,,penasaran ih, sama jawaban’a hyunrin, Kok dia bilang takut mengecewakan Jaejoong ya, apa dia bakal nolak???
    Lanjut ke chap 11,,,^_^

  23. chunnie_man berkata:

    Jj oppa masih digantung hubungan sm cwe .
    Ksihan yunho oppa capek2 kluar bwt nemuin hyunrin.seandainya skrg yunoppa apa smpe sekarang msh megang krtu asnya LSM ky diff.mnding cpt kluar.penasaran mau lanjut bc.tp serius thor ini ff panjang bangetttt..smkin panjang,smkin bnyk pnsarannya

  24. lovejj berkata:

    Panjang min……
    Tpi ga membosankan..
    Smw nya pas…..
    Jdi penasaran, hyun rin mw bawa jyj oppa liburan kmana ya..
    Walau pake atribut n tutup muka, tpi kan jyj oppa badannya tinggi2 smw, pas lgsg keliatan dan menonjol…
    Kira2 chap berapa n ketemunya gimana ya jyj oppa n homin oppa nti..
    Marahkah? Nangiskah?bahagia kah??
    Ga sabar mw baca lanjutannya..

  25. Wooowww jaejoong ganas amat yak…ckckckckckck sabar dikit dong jangan maen nyosor aja… Hehehehehehe seperti biasa ffnya keren trimakasi author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s