Happiness chap 7


Title: Happiness

Cast: kim jaejoong, shim changmin, jung yunho, kim junsu, park yuchun

Genre: tentuin sendiri deh

Rating: NC17 / straight

Author :Eun Ri a.k.a chinatsu

Mau liat chap sebelomnya liat disini ya disitu ada daftarnya. tinggal klik chapternya aja


AUTHOR POV

Hari-hari berlalu begitu cepat, eun cha melakukan aktifitasnya seperti biasa namun ada perbedaan yang sangat tak biasa baginya. Changmin setelah mengajaknya keluar semakin gencar mendekatinya, membuatnya sedikit aneh karena seingatnya namja itu tak pernah seperti sekarang ini. jika yuchun yang selalu mendekatinya ia sudah biasa karena sejak awal memang yuchun terang-terangan mendekatinya. Sekarang pun namja itu sedang meneleponnya di tengah kesibukkannya, hal ini membuatnya terganggu namun ia tak bisa mengatakannya karena tak tega. Tak lama ia mendengar seseorang memanggil changmin hingga namja itu harus memutuskan teleponnya. Eun cha menghembuskan napas lega setelah namja itu menutup teleponnya.

kenapa ia jadi seperti itu ya? itu sama sekali bukan changmin yang selama ini kukenal yang mendekatiku tak terlalu gencar seperti sekarang” gumamnya sambil tetap mengerjakan pekerjaannya. Tak lama ia mendapatkan pesan dari yuchun

Eun cha, kau sedang sibuk?

Ne, aku ingin sekali pekerjaanku cepat selesaiiii >o<

Ia menaruh kembali ponselnya setelah membalas pesan dari namja itu. ia berdecak kesal melihat tumpukkan kertas yang sangat banyak di mejanya ini. tak lama ia mendengar seseorang mengetuk pintunya, ia pun langsung menyuruhnya masuk tanpa melihat siapa yang datang. yuchun tersenyum melihat eun cha yang sibuk mengerjakan pekerjaannya. Ia menutup pintu dan melangkah mendekati eun cha.

banyak juga pekerjaanmu eun cha” ucapnya membuat yeoja itu kaget dan menatapnya.

kenapa ada disini? Aku sedang sibuk, lihatlah ini” yeoja itu menunjukkan pekerjaannya yang masih menumpuk.

bantuan dataaaaang. Aku akan membantumu, mana sini berikan padaku yang belum kau kerjakan” ucap yuchun sambil mengambil salah satu kertas-kertas yang ada di meja kerja yeoja itu.

mau membantuku? Yakin? Ini sangat banyak yuchun” ucap eun cha meyakinkan

jika di kerjakan berdua akan cepat selesai kan. aku sangat yakin, masa aku membiarkan yeoja yang kucintai kesusahan seperti ini dan tak membantunya.” Ucapan yuchun yang terakhir membuat wajah eun cha memerah, melihat itu yuchun tersenyum.

bukan waktunya tersipu seperti itu. mana yang harus kukerjakan?” yuchun mengambil lagi beberapa berkas dan membacanya.

aiiiishhhhh kauuu” ucap eun cha kesal namun tak lama ia memberikan namja itu beberapa berkas yang belum ia kerjakan.

Berjam-jam mereka mengerjakannya hingga tak terasa waktu sudah jam 7 malam. Mereka berdua merebahkan tubuhnya di sofa, keduanya mendesah lega karena pekerjaan selesai dengan baik. yuchun melihat yeoja di sampingnya ini kelelahan dan sedikit berkeringat, ia menyeka keringat yeoja itu dengan tangannya. Yeoja itu terlihat kaget dan menatapnya namun tak lama tersenyum lembut padanya. yeoja itu kini menyandarkan kepala di bahunya, ia tersenyum senang karena ini pertama kalinya yeoja itu melakukannya.

gumawo mau membantuku sampai malam-malam seperti ini” ucapnya. Ia membelai lembut pipi yeoja di sampingnya ini.

hmmm… akan kulakukan apapun untuk yeoja yang kucintai ini.” lagi-lagi wajah yeoja itu memerah akibat perkataannya. Lama mereka terdiam, perlahan yeoja itu memeluk erat lengannya membuat hatinya senang.

kau lapar? Kita makan bagaimana? Kita makan disini saja biar aku yang memasak, anggap saja sebagai tanda terima kasihku.” Yuchun mengangguk. Yeoja itu berdiri dan menariknya keluar ke arah dapur. Tak lama yeoja itu menyuruhnya duduk untuk menemaninya memasak, ia pun menurut dan melihat eun cha memasak dengan tersenyum. Ia sangat senang karena akhirnya yeoja itu tak lagi seperti dulu yang sangat galak dan selalu menolaknya terang-terangan.

Selesai memasak yuchun membawakan makanan itu ke meja. Keduanya makan malam bersama dengan di selingi obrolan dan juga tawa. Yuchun sangat senang melihat yeoja di depannya terus tertawa dan tersenyum.

kau tau yuchun-a? tadi siang aku sangat kesal pada changmin” ucap eun cha saat ia tengah mencuci piring kotor bekas makan malam mereka. yuchun yang tengah memotong buah langsung menghentikan kegiatannya dan menatap yeoja itu.

memang kenapa?” tanya yuchun penasaran

dia menggangguku dengan meneleponku berjam-jam. Sebenarnya setelah ia mengajakku jalan-jalan waktu itu ia mendekatiku semakin gencar dan selalu meneleponku hampir tiap detik. Aku sedikit heran dengan sikapnya ini yang berbeda sekali dengan dulu, sepertinya ini bukanlah gayanya mendekatiku, dulu tak seperti ini. Jujur sangat menganggu, apa lagi dia meneleponku di waktu jam kerja.” Jawab yeoja itu kesal.

kenapa kau tak mengatakan langsung saja?” saran yuchun.

aku tak tega. Aku teringat saat dulu kau mendekatiku dengan melepon mengajakku pulang denganmu dan aku langsung menolaknya pasti sangat tidak enak kan?” yuchun menggelengkan kepalanya membuat yeoja itu bingung.

aku sih biasa saja, kau menolakku ya aku coba terus sampai berhasil.” Ucap yuchun santai. Eun cha berdecak kesal lalu melempar yuchun dengan celemek.

dasar” yuchun terkekeh mendengarnya. Yuchun menyodorkan buah yang sudah ia potong tadi, saat eun cha akan mengambilnya namja itu langsung menariknya kembali.

makan langsung dari tanganku, tanganmu masih bau sabun kan?” yeoja itu mencium tangannya sendiri dan mengangguk pelan membuat yuchun terkekeh. tak lama ia kembali menyodorkan tangannya dan langsung di makan oleh eun cha. Ia menyuapi buah itu pada eun cha sampai habis.

belum habis” protes eun cha saat namja di depannya akan menyuapinya lagi. Yuchun tersenyum melihat yeoja di depannya yang mulutnya penuh dengan buah yang ia suapi sampai pipinya mengembung seperti itu. saat melihat buah itu habis di mulut eun cha ia kembali menyuapinya lagi tapi yeoja itu menggelengkan kepalanya.

kenyang” ucap yeoja itu terdengar manja oleh yuchun

satu lagi ayo habiskan” yeoja itu menggelengkan kepalanya tapi yuchun tetap memaksa. Akhirnya eun cha memakan buah itu tapi hanya setengah dan yang setengahnya lagi ia suapi ke yuchun. awalnya yuchun menolak namun melihat eun cha memaksanya ia pun memakan buah itu.

ciuman tidak langsung’ batin yuchun tersenyum

kenyaaaaaaaaang, kau menyiksaku dengan buah sebanyak itu. kubalas kau nanti” ancam eun cha sambil tersenyum pada yuchun

aku tunggu pembalasannya” jawab yuchun senang.

Tak lama keduanya pulang, yuchun mengantarkan eun cha pulang. Selama perjalanan mereka mengobrol dan sesekali tertawa. Saat sampai yuchun seperti biasa membukakan pintu untuk eun cha namun kali ini ia mengantarkan yeoja itu samapi depan pintu lift. Sampai di depan lift ia melihat yeoja itu masuk dan menatapnya dengan senyuman. Saat lift itu akan tertutup yeoja itu menarik kemejanya masuk dan langsung menciumnya. Ia kaget dengan apa yang di lakukan yeoja itu padanya namun tak lama ia membalasnya.

Kini mereka saling mengulum bibir masing-masing, yuchun menggigit pelan bibir bawah yeoja itu. yeoja itu meringis pelan, yuchun langsung memasukkan lidahnya kedalam mulut eun cha mencari lidah yeoja itu.

Eun cha membalasnya dan kini mereka saling beradu lidah. Tangannya ia kalungkan di leher yuchun dan menekannya agar ciuman mereka semakin dalam. Ia melenguh saat namja itu meremas pantatnya dan mendorongnya hingga ia kini bisa merasakan junior namja itu. seolah terhipnotis, tanpa sadar ia menggerak-gerakkan pinggulnya hingga terus bergesekkan dengan junior yuchun.

engghhh mmpphhh ahhh” lenguh yeoja itu. yuchun terus saja mencium bibir mungil eun cha.

Tak lama yeoja itu melepaskan kancing kemeja yuchun dan tangannya langsung masuk kedalam mencari nipple namja itu. saat menemukannya tangannya langsung bermain-main dengan nipple yuchun membuat pemiliknya semakin buas menciumnya dan meremas pantatnya.

TING

Bunyi lift menghentikan aksi mereka, yeoja itu langsung merapikan dirinya dengan gugup. Selesai ia merapikan diri ia langsung merapikan kemeja yuchun, ia juga merapikan wajah yuchun tepatnya di sekitar bibir namja itu yang terdapat air liur mereka berdua saat berciuman buas tadi. namja itu tetap diam dan menatapnya tanpa ekspresi. Eun cha tersenyum kecil melihat yuchun. tak lama ia mencium bibir namja itu sekilas.

sampai besok chunnie” ucapnya lalu pergi. yuchun masih termenung ia masih berpikiran antara ini kenyataan atau tidak. Ia memukul kedua pipinya dan ia merasakan sakit, saat sadar ciuman itu kenyataan ia terus meloncat-loncat kesenangan dan berteriak senang. Saat perjalanan pulang pun namja itu terus tersenyum senang.

Di sisi lain kini eun cha tengah diam di kamarnya, ia menutup wajahnya dengan selimut. Ia sangat malu saat mengingat ia mencium yuchun seperti tadi, entah mengapa tadi ia sangat berani melakukannya. tadi ia hanya merasa jika saat ia berada di dekat namja itu ia akan merasa nyaman dan tangannya reflek menarik kemeja yuchun dan langsung menciumnya.

***

Besok paginya eun cha bersikap biasa saja di depan yunho agar tak curiga. Saat keduanya keluar apartemen bersama-sama untuk bekerja, mereka melihat yuchun sedang bersadar di mobilnya sambil melipat kedua tangannya. Yunho langsung menghampiri yuchun dan menepuk pundaknya.

kau menjemputku? Tumben sekali?” ucap yunho

menjemputmu? Jangan terlalu percaya diri kau, aku menjemput dongsaengmu” ucap yuchun sambil menunjuk eun cha.

aish kau. Antarkan aku dulu” ucap yunho yang di jawab gelengan kepala oleh yuchun. ia melirik yang bersembunyi di belakang yunho, ia merasa yeoja itu menghindarinya.

eun cha ayo kuantar.” Ucap yuchun lembut.

antarkan oppa dulu. Hari ini oppa sibuk dan harus segera sampai di butik untuk menyelesaikan pekerjaannya.” Jawab eun cha yang langsung membuat yunho tersenyum penuh kemenangan. Yuchun berdecak melihat yunho, ia pun mau tak mau mengantarkan sahabatnya terlebih dahulu.

Selama perjalanan eun cha terus saja diam dan memandang keluar jendela. Yunho yang melihat dongsaengnya diam saja menengok kebelakang dan melihat eun cha masih diam. Tak lama yunho melihat keluar sudah sampai, eun cha keluar saat melihat oppanya itu keluar. ia langsung memeluk oppanya dengan sangat erat, yunho membalasnya dengan sama erat.

kau kenapa sejak tadi diam saja? ada masalah hmmm?” yeoja itu menggelengkan kepalanya.

oppa bogoshipo. Aku ingin jalan-jalan berdua dengan oppa seperti dulu waktu kita kecil. aku rindu saat-saat seperti itu oppa” ucapnya tetap memeluk yunho. Yuchun yang melihat itu hanya tersenyum.

baiklah nanti kita pergi lagi jalan-jalan berdua. Jika oppa sudah tak sibuk pasti kita akan jalan-jalan” jawabnya membuat eun cha melepaskan pelukkannya dan menatapnya dengan senyum.

jinjja?” tanya eun cha

ne, kapan oppa pernah berbohong padamu heh?” yunho mencubit hidung dongsaengnya itu pelan. Keduanya tersenyum, tak lama dongsaengnya itu mencium pipinya. Ia melirik yuchun.

jaga adikku jangan sampai kau apa-apakan” ucap yunho

tenang saja. paling akan membawanya kabur, kan hari ini aku libur kerja.” Yunho langsung menatap yuchun tajam setelah mendengar ucapan sahabatnya itu. yuchun hanya membentuk tanda V dengan jarinya sambil tersenyum

bercanda” ucap yuchun

awas kau” ancam yunho. Ia menyuruh dongsaengnya itu segera masuk mobil dan menyuruhnya hati-hati dijalan.

Selama perjalanan eun cha diam saja, ia lebih sering memandang keluar jendela. Itu ia lakukan untuk menghindari yuchun, ia sangat malu dengan perbuatannya kemarin. Melihat itu yuchun merasa heran, sampai di toko yeoja itu pun yuchun ikut masuk karena ia ingin tau ada apa dengan eun cha. Yeoja itu tak sadar jika ia terus mengikutinya masuk kedalam toko, karyawan toko seperti biasa mengangguk saat yeoja itu datang.

Saat masuk ke ruangannya eun cha mendesah pelan, ia menatap ke luar jendela yang tepat berada di belakang meja kerjanya. ia sama sekali tak sadar jika yuchun ada di ruangannya sejak tadi. namja itu langsung menghampiri eun cha membuat yeoja itu kaget setengah mati.

kau kenapa? sejak tadi diam saja, kau sakit?” tanya yuchun tanpa menghiraukan eun cha yang masih memegang dada karena kaget.

kau mengikutiku?” yuchun mengangguk cepat

kau sakit? kenapa diam saja sejak tadi?” tanya yuchun lagi dengan wajah khawatir. Ia memegang kedua pipi yeoja itu dan menatapnya.

aku sehat kok. I itu aku di diam saja karena takut dan ingin menghindarimu” jawabnya jujur. Yuchun membelalakan matanya

memang kenapa? apa aku berbuat salah?” yeoja itu menggelengkan kepalanya cepat.

lalu? Katakan padaku” ucap yuchun tegas

aku malu karena apa yang kulakukan kemarin malam padamu di lift itu. kau pasti berpikir aku wanita murahan kan? mianhae jaeongmal mianhaeyo. Aku tak tau kenapa aku melakukannya hanya saja kemarin seharian denganmu hatiku merasa nyaman. Mianhae” ucapnya sambil menunduk. Yuchun tersenyum dan mendengarnya, ia memegang pipi eun cha dan menariknya agar menatapnya.

aku tak berpikir kau wanita murahan dan kau tak perlu seperti ini. aku senang kau menciumku semalam. Apa itu berarti kau mencintaiku bukan changmin?” eun cha menatap mata yuchun. ia masih bingung dengan hatinya sekarang.

aku tak tau, tapi entah mengapa jika kau tak ada di sampingku atau kau tak menghubungiku hatiku akan resah. Aku membutuhkanmu tapi …” eun cha tak melanjutkan perkataannya

mianhae aku egois. Mianhae sudah mempermainkan hatimu, jeongmal mianhaeyo. Mianhae” eun cha menangis. Ia sangat tak tau apa yang ada di hatinya sekarang tapi bersama yuchun dia merasa sangat-sangat nyaman. Ia merasa mempermainkan hati yuchun. yuchun mendesah panjang, satu sisi ia senang eun cha mengatakan membutuhkannya tapi sisi lain ia kecewa karena belum mendapatkan jawaban pasti dari yeoja di hadapannya ini. ia memeluk yeoja itu dengan erat, ia merasakan yeoja itu membalas pelukkannya dengan sama eratnya bahkan lebih erat. Eun cha menangis di dada yuchun dengan sangat kencang dan terus meminta maaf.

jangan terus meminta maaf kau tak salah. Sudah berhentilah menangis, melihatmu menangis hatiku sangat sakit, kau tau?” yeoja itu menatapnya, ia tersenyum lalu mengangguk.

ne jika melihatmu menangis hatiku sangat sakit jadi kumohon jangan menangis lagi ya?” yeoja itu mengangguk kecil

kau tak marah padaku kan?” tanya yeoja itu padanya dengan air mata terus mengalir. Yuchun menghapus air mata itu dan menggelengkan kepalanya.

benar?” tanya yeoja itu ingin meyakinkan. Yuchun langsung mengangguk mantap yang membuat yeoja di depannya tersenyum. Melihat senyuman itu ia langsung mencium yeoja itu sekilas. Ia membelai pipi yeoja itu dengan lembut tak lama ia mengangkat eun cha sampai duduk di atas meja kerjanya. Hal itu membuat yeoja itu kaget, yuchun pergi untuk menguci pintu ruangan yeoja itu lalu kembali menghampiri yeoja itu.

Eun cha menatap yuchun bingung, ia tak mengerti mengapa namja di depannya ini mengunci pintu ruangannya. Namja itu kembali membelai pipinya membuatnya memejamkan matanya merasakan lembutnya belaian yuchun. tak lama ia membuka mata dan menatap yuchun, ia melihat namja itu tersenyum lembut padanya. ia langsung memeluk yuchun lagi dengan erat, ia sangat nyaman berada di sisi namja itu. ia menghirup aroma khas dari tubuh yuchun, wanginya sangat membuat hatinya tenang hingga ia tak bosan-bosan memeluk namja itu.

kenapa kau mengunci pintu itu?” tanya eun cha tiba-tiba, ia tetap memeluk namja itu.

aku tak mau ada yang menganggu. Aku ingin seharian ini hanya berdua denganmu.” Jawab yuchun jujur.

kenapa hanya berduaan denganku saja?” tanya eun cha lagi

karena aku mencintaimu dan sangat menyayangimu. Aku ingin menghabiskan waktu liburku hari ini hanya denganmu.” Jawabnya membuat wajah eun cha memerah. Yuchun tersenyum saat yeoja itu semakin membenamkan kepala di dada bidangnya, ia tau kini wajah yeoja itu pasti memerah karena ucapannya. Ia mengelus rambut eun cha dengan lembut.

wajahmu pasti sangat memerah sekarang, pasti sangat cantik. Aku ingin melihatnya” ucapnya yang langsung di jawab gelengan kepala oleh eun cha di dada bidang miliknya. Yeoja itu malah semakin mempererat pelukkannya saat yuchun hendak melepaskan pelukkannya untuk melihat wajahnya yang kini memerah.

ayolah aku ingin melihatnya. Kau pasti sangat cantik, aku tak akan menertawakanmu.” Ucapnya. Lama eun cha terdiam tapi perlahan ia mengendurkan pelukkannya hingga yuchun kini dapat melihat wajahnya yang sangat memerah. Yuchun tersenyum lembut padanya dan mengecupnya lembut.

sangat cantik seperti yang kubayangkan” ucap yuchun yang sukses membuat wajah eun cha lebih memerah. Yuchun tersenyum melihatnya, ia kembali mengecup lembut bibir mungil yeoja di hadapannya.

berhenti menggodaku” ucap eun cha memanyunkan bibirnya dan menjauh dari yuchun. ia turun dari atas meja.

ne ne baik aku akan berhenti, mianhae” ucap yuchun sambil memeluk eun cha dari belakang. Ia merasakan yeoja itu membalas dengan memeluk lengannya. Lama mereka terdiam dengan pikiran masing-masing.

yuchun-a” panggil eun cha

chunnie, panggil aku seperti itu sama seperti semalam” pinta yuchun.

ne baiklah chunnnie” yuchun tersenyum mendengarnya

ada apa?”

sebenarnya hubungan kita ini apa? kekasih? Bukan kan? teman? Apakah teman sampai seperti ini? aku takut menyakiti kalian berdua lebih dalam, aku bahkan merasa sudah menyakiti kalian berdua. Aku sangat takut chunnie-a” eun cha menghela napas panjang.

aku pribadi sampai sekarang tak merasa tersakiti olehmu sampai sekarang. Aku mengerti posisimu saat ini pastilah sangat bingung memilih namja yang mendekatimu secara bersamaan seperti ini. kau pikirkanlah dengan matang dan tanya hati kecilmu kau mencintai siapa. Dan jika saat kau sudah tau siapa yang akan kau pilih di antara kami, aku siap mendengarnya walaupun kau tak memilihku tak apa. aku hanya ingin melihatmu bahagia.”

itu berarti aku akan menyakiti satu diantara kalian?” ucap eun cha

di situasi seperti ini memang harus ada salah seorang dari kami berdua yang sakit hati. Tapi kau tak usah khawatir jika kau memilihnya hatiku tak akan sakit karena melihatmu bahagia.” ia merasakan eun cha memeluk lengannya semakin erat. Ia mencium pipi eun cha sekilas.

kau harus tegar menghadapi ini. jangan menangis lagi ya. ingat kau menangis hatiku yang akan sangat sakit” eun cha mengangguk pelan, ia menghembuskan napasnya pelan agar tangisnya tak lagi keluar.

kau tau eun cha, saat melihatmu pertama kali di foto waktu itu aku langsung jatuh cinta padamu. Melihatku yang langsung terpesona olehmu, oppamu langsung mengancamku karena reputasiku waktu itu, aku langsung bertekad untuk berubah hanya untukmu. Kau membuatku mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya, aku mengerti saat aku mengejarmu selama ini. kau banyak membuatku berubah.” Ucap yuchun.

aku membuatmu berubah?” tanya eun cha

hmmm kau membuatku banyak berubah. Selama ini aku hidup sangat kacau, selalu berganti-ganti pacar, minum-minum setiap hari, membeli barang-barang mewah yang jika kupikir sekarang semua barang itu tak ada gunanya. Semuanya berubah hanya karenamu, ya walaupun aku masih suka minum tapi tak setiap hari seperti dulu.” Jawab yuchun jujur. Mereka banyak mengobrol hari itu. kini keduanya duduk di sofa, yuchun memeluk pundak eun cha dan menariknya hingga memeluknya. yeoja itu hanya menatapnya kesal namun tak lama tersenyum

apa yang paling kau inginkan dariku saat kau mengejarku?” tanya eun cha.

senyuman tulusmu” jawab yuchun.

senyuman tulusku?”

ne, kau tak sadar jika dulu kau selalu ketus dan galak padaku? Aku sempat sedih saat kau tersenyum bahagia saat bertemu jaejoong di depan swalayan. Kau terlihat sangat senang melihatnya, aku sempat berpikiran jika kau dan jaejoong berpacaran.” Eun cha terkekeh kecil.

dia itu hanya temanku kenapa kau berpikiran seperti itu? aneh-aneh saja” ucap eun cha. Tak lama ia menerima telepon dari salah satu rekan kerjanya, ia mengangkatnya dan melepas pelukkan yuchun. ia sedikit menjauh saat menjawabnya, lama ia berbicara dengan rekan bisnisnya.

Setelah selesai ia menutup teleponnya dan menaruh ponselnya dengan kesal. Ia kembali duduk di sofa di sebelah yuchun, ia terus mengumpat kesal dan mengutuk rekan kerjanya itu. ia berteriak kesal dan melempar bantal sofa kedepan. Yuchun yang melihatnya hanya terkekeh.

satu hal yang baru kuketahui tentang sifatmu” ucap yuchun menatap eun cha. Yeoja itu menatapnya.

apa itu?” tanya yeoja itu padanya

jika kau kesal kau akan mengamuk dan terus mengumpat kesal. Sifat aslimu keluar saat kau kesal, apa kau sering memperlihatkan sifat aslimu ini pada semua namja?” eun cha tersenyum malu.

sepertinya selain kau hanya jaejoong dan yunho oppa saja tak ada yang lain.” jawab eun cha jujur.

jaejoong?” tanya yuchun

ne jaejoong. Kau cemburu ya? jangan memasang tampang seperti itu, wajahmu terlihat jelek. Dia itu hanya teman tidak lebih aku memang dekat dengannya mungkin karena waktu aku pertama kali di korea dialah satu-satunya temanku.kau tak boleh cemburu karena dia sudah punya incaran yeoja yang ia cintai dan yeoja itu bukan aku.” Yuchun yang tadinya sedih langsung tersenyum senang mendengar perkataan terakhir eun cha. Eun cha melihat perubahan itu langsung mencubit pipi yuchun gemas.

kau jika sedang cemburu sangat lucu ya.” tak lama seseorang mengetuk pintu, eun cha langsung membukanya. Ia melihat jaejoong datang seperti biasa membawa makan siang untuknya, ia tersenyum melihat kebiasaan jaejoong. Jaejoong memandangnya kesal lalu mengacak-acak rambutnya.

kebiasaanmu harus di hilangkan jangan sering lupa makan siang, aku jadi mengkhawatirkan kesehatanmu.” Ucap jaejoong

haaaaaa jangan mengacak-acak rambutku, kan jadi berantakan seperti ini. aku kan memang lupa jika makan siang, tapi sampai sekarang tak apa-apa” ucap eun cha tak mau kalah

iya tak apa-apa karena aku selalu membuatkan makan siang untukmu dan membawanya kemari. Dan lupamu itu jadi kebiasaan tau” eun cha hanya diam tak bisa membalas ucapan jaejoong, ia hanya memanyunkan bibirnya. Tak lama jaejoong masuk dan melihat yuchun, ia membungkuk dan membawa dua nampan berisi makanan itu ke meja. Setelah menaruhnya jaejoong menjitak pelan kepala eun cha.

sana cepat makan. Ini sudah lewat jam makan siang, aku membuatkan porsi lebih untuk temanmu ini. silahkan makan tuan” ucap jaejoong sopan pada yuchun. eun cha berdecak kesal dan menahan tangan jaejoong untuk pergi, namja itu menatapnya.

apa?”

temani makan” ucap eun cha terdengar manja di telinga yuchun. ia sejak tadi hanya diam melihat eun cha dan namja bernama jaejoong itu.

aish kan ada temanmu yang menemani, aku harus kembali bekerja.” Tolak jaejoong

ayo kita makan bersama temani aku. Tidak enak jika tidak bersamamu” ucap eun cha lagi membujuk jaejoong

tidak mau lagi pula kenapa harus makan siang di temani olehku?” tanya jaejoong

kau itu pelengkap makan siangku, jika tak makan siang di temani olehmu terasa aneh” ucap eun cha memohon. Jaejoong menggelengkan kepalanya melihat yeoja itu.

kasihan sekali diriku ini ya, selalu menemani makan siang yeoja sepertimu. Malangnya nasibku” ucap jaejoong lalu tak lama yeoja itu menariknya duduk.

kau meledekku? Kalau begitu gajimu kupotong 80%” ancam eun cha. Jaejoong membelalakan matanya.

jangan seperti itu, aku tadi memujimu. Kau saja terlalu sensitif, jangan potong gajiku ya ayolah jangan ya ya ya? aku membutuhkan uangnya, kau tau kan kebutuhkanku.” Ucap jaejoong. Yeoja itu menatapnya tajam, ia memberikan puppy eyesnya membuat yeoja itu tak tega melihatnya.

baiklah” ucap eun cha. Jaejoong tersenyum senang lalu mengelus kepala eun cha.

begitu baru bos dan temanku yang baik” jaejoong memberikan makanan yang ia masak pada eun cha dan yuchun. yuchun melihat kedekatan itu membuatnya cemburu. Tak lama ia pun memakan masakan yang di buat jaejoong. Ketiganya makan sambil sesekali mengobrol. Yuchun sering melihat jaejoong memberikan makanan yang eun cha jelas-jelas tak suka dan memaksa yeoja itu untuk memakannya.

sebaiknya jika dia tak mau jangan memaksanya” ucap yuchun. jaejoong menatapnya.

tidak bisa, ini demi kebaikkannya. Oppanya pernah datang padaku dan memintaku untuk sesekali memasakkan untuknya makanan yang sehat karena lambung eun cha sama seperti oppanya yang lemah. Aku melakukannya agar lambungnya sehat, aku melihat di sebuah majalah bahan-bahan makanan yang kumasak ini bagus untuk lambung yang lemah.” Jawabnya. Eun cha mendengarnya membelalakan matanya.

oppaku datang?” tanyanya

ne” jawab jaejoong

dan memberitahukanmu hal memalukan itu?”

ne tapi itu bukan memalukan tapi bagus aku jadi tau. Oppamu itu mengkhawatirkanmu seharusnya kau berterima kasih. Nah karena kau sudah tau, kau makan ini ini dan ini” jaejoong memberikan makanan yang sangat tak di sukai eun cha. Dengan terpaksa yeoja itu memakannya.

oiya tuan kulihat sepertinya tuan dekat dengan eun cha ya?” tanya jaejoong pelan.

ne, memangnya kenapa?” tanya yuchun heran

tidak hanya saja aku mau minta tolong jika tuan bersama dengannya di luar jangan lupa mengingatkannya untuk makan siang. Dia sering sekali lupa makan siang karena pekerjaannya yang menumpuk. Aku sebagai temannya sangat khawatir dan juga tak enak karena sudah di mintai tolong oleh oppanya“ jawab jaejoong

lupa makan siang?” tanya yuchun yang di jawab anggukkan oleh jaejoong. Yuchun menatap eun cha, namun yeoja itu langsung melanjutkan makannya dengan cepat.

kau jangan khawatir jika aku bersamanya di luar akan kusuruh dia makan siang yang benar dan tentunya makan makanan yang sehat.” Ucap yuchun

ck kalian bertiga sama saja, menyebalkan. Ini kan tidak enak” ucap eun cha kesal

nanti juga lama-lama terbiasa dan akan terasa enak” jawab jaejoong. Karena kesal yeoja itu langsung menyuapi jaejoong makanan yang tidak enak menurutnya kedalam mulut namja itu. sama halnya dengan yuchun, ia langsung menyuapi makanan tak enak itu ke dalam mulut yuchun.

bagaimana? Heh? Enak kan?” tanya eun cha.

pahit” jawab keduanya bersamaan. Sontak eun cha tertawa mendengarnya.

itulah yang kurasakan saat memakannya” jawab eun cha. Tak lama mereka memuntahkan makanan itu, eun cha tersenyum puas. ia menatap jaejoong penuh senyum kemenangan.

bagaimana? Masih mau memaksaku memakan itu?” tanyanya pada jaejoong.

anni tapi aku akan membuatkan makanan lain. tapi jika tak berhasil juga paling tidak kau makan teratur agar lambungmu sehat. Kau tau kan oppamu itu sangat mengkhawatirkanmu dan aku sebagai temanmu juga khawatir. Kurasa temanmu ini juga akan khawatir jika kau sakit nanti” ucapnya sambil melanjutkan makannya. Eun cha hanya diam dan melanjutkan makan.

Selesai makan jaejoong membereskan semua piring kotornya ke atas nampan. Eun cha dan yuchun membantunya, yuchun melihat yeoja itu dan jaejoong masih bercanda satu sama lain. mereka berdua tertawa senang.

kalian sangat dekat ya” ucap yuchun membuat keduanya terdiam dan menatapnya.

ya kami memang dekat, sepertinya kami dekat setelah pertemuan kedua waktu aku melamar pekerjaan disini. Aku akrab dengannya karena dia merupakan yeoja satu-satunya yang mau berteman denganku saat aku masih gelandangan dulu. Dan dia adalah penyelamat hidupku maka dari itu aku dekat dan sayang padanya seperti adikku. Memangnya kenapa?” tanya jaejoong. Yuchun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Tak lama jaejoong pergi dengan membawa nampan berisi piring kotor.

Eun cha menutup pintu dan menghampiri yuchun, ia tersenyum melihat namja itu. ia duduk di sebelah yuchun lalu menatapnya.

kau tadi cemburu ya?” tanya eun cha. Yuchun menatapnya dan tersenyum

ne tapi setelah mendengar ucapannya aku sedikit lega karena sainganku tak akan bertambah. Sudah cukup bagiku bersaing dengan changmin untuk mendapatkanmu.” Ucap yuchun sambil membelai pipi eun cha dengan lembut.

Tak lama mereka mengobrol banyak di ruangan eun cha. Mereka mengobrol sampai lupa waktu, mereka tak sadar jika hari sudah hampir malam. Mereka sadar saat jaejoong mengetuk pintu dan meminta ijin untuk pulang duluan. Eun cha membuka pintu dan mengatakan jika ia pun akan segera pulang, jaejoong mengangguk lalu pergi. yuchun mengajak yeoja itu pulang, yeoja itu mengangguk.

Seperti biasa yuchun membukakan pintu untuk namja itu. selama perjalanan eun cha lebih banyak diam, yuchun pun hanya diam melihat yeoja di sampingnya terus menatap keluar jendela. Ia tersenyum kecil melihat yeoja di sampingnya. Saat sampai ia melihat yeoja itu masih belum sadar jika mereka sudah sampai. Ia mengelus rambut yeoja itu dengan lembut membuat yeoja itu tersentak kaget dan menatapnya.

sudah sampai” ucap yuchun lembut.

ah iya” ucapnya saat melihat keluar.

ada apa? kau melamun terus sejak tadi” tanyanya

entahlah sejak tadi perasaanku tidak enak saat mengingat oppaku, semoga oppa baik-baik saja. gumawo sudah mengantarkanku dan menemaniku seharian ini. kau hati-hati dijalan ya chunnie” ucap eun cha lalu keluar. saat eun cha keluar ia melihat oppanya berlari kearahnya dan seperti meminta yuchun berhenti, ia pun langsung mengetuk-ngetuk pintu agar namja itu keluar dan menemui oppanya.

Saat yuchun keluar ia langsung menghampiri sahabatnya itu. ia melihat sahabatnya itu berhenti dan mengatur napasnya. Ia menanyakan ada apa.

oppa ada apa?” tanya eun cha cemas

yuchun-a, kita harus segera ke jepang. Investor yang akan bekerja sama dengan kita tiba-tiba mengatakan akan membatalkan investasinya. Kita harus membujuknya agar tetap melakukan investasinya jika gagal kita akan rugi dan kemungkinan bangkrut. Mendengar itu yuchun membelalakan matanya sedangkan eun cha langsung terduduk lemas. Melihat itu yunho langsung membawa dongsaengnya masuk ke apartemen, ia menggendong dan membaringkannya di kamar dongsaengnya itu. eun cha menggenggam tangannya dan menatapnya sendu, ia berusaha tersenyum. Ia sama sekali tak menyangka jika dongsaengnya akan seperti ini setelah mendengar apa yang ia katakan tadi. ia mengelus lembut pipi eun cha, tak lama yuchun datang membawa minum. Yunho mengambilnya dan memberikannya pada eun cha perlahan. Setelah itu ia menaruh gelasnya di samping meja dan kembali menatap dongsaengnya itu cemas.

oppa bagaimana jika gagal? Mianhae ini pasti gara-gara aku kan oppa? mianhae.” Ucap eun cha. Yeoja itu merasa bersalah karena beberapa hari yang lalu ia telat memberikan desain yang di minta oppanya untuk segera di selesaikan. Ia melihat oppanya itu menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut padanya.

bukan karena kau. Ini memang investor yang sangat sulit di dekati dan sering berubah pikiran. Tenanglah ini bukan karena kau, eun cha.” Ucap yunho lembut sambil mengelus rambut dongsaengnya itu.

jika kau seperti ini oppa akan tak tenang jika pergi ke jepang. Oppa takut jika kau sendiri di sini”

aku akan baik-baik saja oppa. oppa pergilah dan bujuk orang itu tapi jangan lupa untuk menghubungiku.” Eun cha bangun dan memeluk oppanya. yunho pun membalas pelukkan eun cha.

baiklah. kau jaga dirimu ya.” tak lama mereka pergi eun cha mengantarnya sampai di depan pintu lift. Sebelum pergi eun cha kembali memeluk oppanya itu.

mianhae aku selalu menyusahkan oppa. jika aku tak meminta untuk pergi dari rumah dulu pasti oppa tak akan pernah mengalami hal seperti ini, mianhae. Aku bukan dongsaeng yang baik untuk oppa” yunho melepaskan pelukkan dongsaengnya itu dan menatap eun cha tajam

jangan pernah berkata seperti itu lagi. Kau itu dongsaeng oppa yang sangat oppa sayangi dan jangan menyalahkan dirimu lagi. Kau dongsaeng oppa yang sangat baik karena selalu ada di samping oppa. kau istirahatlah sudah malam, selamat malam” yunho mencium puncak kepala eun cha dan memeluknya. tak lama pintu lift terbuka dan changmin mengatakan pada yunho jika waktunya untuk pergi. yunho tersenyum dan membelai pipi dongsaengnya itu. yuchun pun tersenyum dan berpamitan. Changmin tersenyum saat melihat eun cha, ueoja itu pun mengangguk.

oppa hati-hati. Jika sudah sampai hubungi aku oppa.” ucapnya dengan wajah khawatir

ne, sana cepat masuk” eun cha mengangguk dan saat pintu lift tertutup ia pun masuk ke apartemen. Semalaman ia sangat khawatir dengan oppanya itu, membuatnya tidur tidak nyenyak.

***

Sudah 4 hari sejak yunho pergi ke jepang bersama yuchun dan changmin untuk urusan bisnis. Selama itu pula eun cha bekerja tidak konsentrasi, ia kurang makan, kurang tidur hanya karena memikirkan oppanya. kini ia berada di ruangannya seperti biasa, saat ia mendengar pintunya di ketuk ia pun langsung menyuruh orang itu masuk. Ia melihat jaejoong datang membawa makan siangnya seperti biasa. Ia berdiri dan menghampiri jaejoong.

Jaejoong melihat eun cha menghampirinya dengan langkah lemas, ia menaruh nampan diatas meja. Saat ia berbalik untuk menyuruh eun cha makan ia melihat yeoja itu langsung pingsan. Dengan sigap ia menangkap tubuh yeoja itu agar tak jatuh ke lantai. Ia menggendongnya dan langsung membawanya ke rumah sakit. ia pun meminta yang lain menggantikannya selama ia mengurus eun cha.

Sampai di rumah sakit yeoja itu langsung di tangani oleh dokter, jaejoong menunggu di ruang tunggu. Tak lama ia melihat dokter keluar dan menanyakan keluarga dari eun cha ia pun berdiri dan menghampiri dokter itu, ia menanyakan keadaan yeoja itu. dokter mengatakan jika eun cha baik-baik saja hanya saja harus banyak istirahat dan tak memikirkan apapun.

pasien terlalu stress dan kurang makan dan tidur. Harus banyak istriahat dan makan teratur agar kondisinya pulih juga jangan terlalu banyak memikirkan hal yang berat-berat” ucap dokter. Ia mengangguk mengerti. Dokter pun pergi.

Kini jaejoong berada di kamar rawat eun cha, ia melihat yeoja itu masih terlelap. Ia masih menunggui yeoja itu di sampingnya sambil membaca majalah yang ada. Ia ingin memberitahukan keadaan eun cha namun ia bingung harus menghubungi siapa karena ia tak mempunyai nomor ponsel yunho dan keluarga eun cha yang lain. tak lama ia melihat tangan yeoja itu bergerak, ia langsung berdiri dan menggenggam tangan eun cha. Ia tersenyum saat melihat yeoja itu sadar, yeoja itu melihat sekeliling.

kau di rumah sakit kau tadi pingsan.” Ucap jaejoong. Ia melihat yeoja itu akan bangun ia pun membantunya dengan menaikkan ranjang agar yeoja itu bisa bersandar. Yeoja itu menatapnya dengan wajah pucat.

gumawo” ucap eun cha padanya, ia hanya tersenyum.

kau harus banyak istirahat, dokter bilang kau terlalu banyak pikiran dan makanmu tak teratur.” Ucapnya, yeoja itu mengangguk lemas. Tak lama jaejoong mengambilkan minum untuk eun cha.

merasa baikkan? Atau kau perlu sesuatu?” yeoja itu menggelengkan kepalanya.

***

Ini sudah satu minggu eun cha di rumah sakit dan jaejoong tetap menemaninya dan menjaganya. Jaejoong sejak kemarin meminta nomor ponsel yunho untuk memberitahukan keadaan yeoja itu tapi yeoja itu menolak. Eun cha mengatakan jika ia tak mau menambah beban pikiran oppanya, jaejoong hanya mengangguk mendengarnya.

kau makan yang benar nanti makin lama kau di sini bukankah kau selalu merengek minta pulang?” ucap jaejoong yang melihat eun cha malas makan. Yeoja itu hanya mengangguk pelan dan meneruskan makannya. Tak lama jaejoong menyalakan tv yang ada di ruang rawat eun cha, mereka berdua menonton berita hari itu. berita tentang kecelakaan pesawat yang berasal dari jepang. Reporter langsung mengumunkan nama-nama korban yang meninggal dunia, melihat nama yunho dalam daftar nama paling atas, eun cha langsung berteriak dan melempar nampan berisi makanan membuat makanan itu berserakan. Jaejoong dengan cepat menghampiri yeoja itu, yeoja itu terus memberontak keras dan memukulinya. Dengan paksa jaejoong memeluknya dengan erat, kini yeoja itu menangis kencang di pelukkannya. Sesekali yeoja itu memukuli punggungnya sambil menyebut nama yunho. Jaejoong hanya dapat mengelus lembut rambut yeoja itu.

tenanglah kau harus tenang jangan seperti ini” ucapnya

oppa yunho oppa mianhae oppa oppa” ucap yeoja itu sambil menangis kencang. Tak lama ia merasakan jika yeoja itu memeluknya erat lebih erat dari yang tadi. tubuh yeoja itu bergetar hebat dan ia langsung berusaha menenangkannya. Perawat datang dan mengatakan akan memberikan obat penenang namun yeoja itu memberontak keras. Jaejoong mengatakan jika ia akan mengurus yeoja ini sampai ia tenang, ia hanya meminta tolong di panggilkan OB untuk membersihkan makanan yang berserakan ini. perawat pun mengangguk ragu dan pergi.

tenanglah” ucap jaejoong. Tak lama ia menyanyikan sebuah lagu agar yeoja itu tenang.

Nyanyiannya yang merdu itu berhasil membuat eun cha tenang dan tubuhnya tak lagi bergetar seperti tadi. ia melihat yeoja itu sudah tenang, ia menyandarkan tubuh eun cha agar bersandar di ranjang. Ia menghapus air mata yang masih mengalir di pipi yeoja itu, ia mendengar yeoja itu bergumam menyebut nama yunho dan memandang kosong kedepan. Ia menatap eun cha tak tega, ia mengelus pelan pipi yeoja itu.

eun cha-a, kau harus bersabar dan tabah. Jangan seperti ini, nanti kadaanmu semakin parah” ucap jaejoong kasihan. Ia kembali menyanyikan sebuah lagu dengan pelan di telinga eun cha agar yeoja itu tertidur dan bisa sedikit tenang. Tak lama setelah ia menyanyikan lagu ia tersenyum melihat yeoja itu tertidur.

TBC

Makiiiiiiiiiiin gaje aja ni epep yeeee =__=’ mianhae ya reader. kenapa belakangan ini kyknya berat ke yuchun? hahaha klo reader pd bertanya2 kyk gt emang sengaja cos author blom mau ngeluarin changmin lebih lama..belom waktunya hahaha….Komen jgn lupa ni author pegel bikinnya ampe 17halaman ms word, tolong hargai ya tp jgn komen nyampah ya kyk cmn komen “nice ff” “lanjut” “penasaran” “semangat lanjutinnya author” itu tak dianggap komen ma author cos itu komen bnr2 ga niat sama sekali.

24 thoughts on “Happiness chap 7

  1. Asri berkata:

    huwaaa…. euncha brani bgt tu di lift???

    yg dsbut jd krban cuma uno doank?? chunnie ma minnie engga???
    jgn2 ntar euncha ma JJ ya??? andwe!!!! pokonya yunyoomin ga boleh mati…….

    bdw, tu da kslahan ketik ya?? pas bagian chunni membuka pintu untk namja, bkannya hrznya yeoja???

  2. niita minnizer berkata:

    hyaaaa..changmin nyebelin nui..ckckck
    hmmm..eun cha secra nda sadar ya narik n nyium chunnie..keke
    cinta kaaaan ma chunnie,hmm??!

    nyahahaha..
    chunnie cmburu ma jj..
    pliiiiis deh..hoho

    omo??! knp yunho musti mninggal..kasian yunho..kasian jg eun cha..hukz..hukz..

    chunnie ma minnie gmna??!
    jgn bilang mereka jg mninggal..andweeeeeeee!!!!!

    Iyeeeyyy! Romance scene.x eun cha ma chunnie bnyk ..hoho..LAGI..LAGI..

    Lanjudkan!

  3. teph berkata:

    Andwe!!! YH ga bole mati..moga2 salah nyebut..tp jgn YC jg..kl CM…terserah author,ahahahaa..maap loh bwt yg sk CM,tp d ff in Ҩω mrasa ga ad CM pun ga ap2. Critany YH ma CM tukeran kursi psawat thor,jd begitulaa..bs dbayangkan sndiri kn thor..

  4. -deewookyu- berkata:

    haahh.. Yunho kecelakaan… kan mereka pergi ber 3,
    truuuuuuusssssss, gmn dengan Yoochun ___ Changmin..??

    kaget tau euncha berani juga narik Yoochun, tau macan laper malah dipancing pancing…. yaaaa.. langsung dicaplok lah sama Yoochun…..

    eeehhh…tHor… ada kemungkinan gak Jaejoong yang dapetin Euncha ??

  5. Andwee, kenapa Yunpa meninggal? Kasian kn ntar Eun Cha tinggal sama siapa donk? Trs nasibnya Chunpa and Minpa gmna tuh, eon?
    Nasibnya Eun cha mlng bgt sih, kpn kbhagian tu akn menghampiri Eun cha…
    Tdi aku kaget eon pas bca yg d lift itu
    Ga nyangka ternyta eun cha agresif jg…

  6. soomin berkata:

    sebelum baca yg berita pesawat2 itu aku udh mikirin jangan sampe ada berita kecelakaan trs meninggal, eh masa malah beneran ada sih?? sedih bgt yunho jangan beneran meninggal dong!! Brarti yuchun sama changmin juga dong?? Padahal baru aja restuin(?) changmin sama euncha, udh bagus2nya tuh hubungan😦 ayolaaahh happy ending!!

    Hehe penasaran lanjutannya ><

  7. Hah!! Kok yunho mlh tws sh? Truz yuchun sm changmin gmn??
    Sbnr’a qu msh rgu, syp yg bkl jd sm euncha ?? Coz jj ky’a ada tnda2 g2..
    Yg kjdian dlift pzt euncha lg ksurupan stan yadong *?* tuh,hhe ..

  8. hah semoga berita yunho meninggal cuma hoax (?) loh hahaha

    kesian euncha banyak pikiran masuk rs eh tambah ada berita buruk begitu

    masih ngebayangin mukanya chunnie pas seneng banget di cium ama euncha haha kocak bet kegirangan ckck

    oke thor ditunggu lanjutannya penasaran hehe🙂

  9. kei berkata:

    omo..
    bener2 shock kei bacanya…
    kok bisa ama chunnie??
    andwae…
    kei maunya ma jaemin…

    wuah… mulai terasa dah konfliknya..
    ini baru menarik..
    hoho..
    gomawo gal… *hug gal*
    tapi jangan ama chunnie ya gal..
    bisa-bisa ntar kei dimutilasi ma elly…

  10. what? Yunho kecelakaan? Berarti mereka b’3 mati dong? Iri bgt sama euncha pgn punya kakak kyk yunho. . . .
    kyk y euncha bakal milih yoochun bukan changmin huh. . . . .
    Aku suka bgt adegan2 yg pas yoochun nemenin euncha d ruang kerja y berasa romantis banget. . . *iri mau ma jj oppa*

  11. Mau bgt jadi dongsaeng yunho T^T *ganyambung*

    penasaran kira2 euncha pilih yuchun atau changmin u,u” yuchun aja ya eunchaa?? *tingting* si changmin punya aku :3 *digampareuncha*

  12. shaakimchi berkata:

    uwaaaaaa!!!knp bang unonya meninggal?aduh,sedih bgt si eun cha..stlah kmarin2 puas meluk oppanya,skarang udah gabisa lg..
    Tp gapapa..kan ada jaejoong yg baikk yg bisa ngjagain eun cha..
    Btw,minnienya mana ?ko scenenya ama chunie mulu..?
    Ih,jd inget scene yg d lift..
    Waah..mulai nih..
    Semangat ya admiin..
    Aku mau baca next chapnyaaa..

    Annyeong~😉

  13. linasuhadi berkata:

    Kok yunho oppa kecelakaan..bagaimana nasin yuchun n changmin..aigo..jgn ada yg meninggal donk thor..sedih..gmn euncha..sebatang kara donk di korea…

  14. haajeyong berkata:

    Omo omo uchun kta2nya so sweat bngeeeet…stlah bca part ini jdi kpkiran klo euncha bsa jdi ma jeje..penasaraaaan.. Sedih bca bgian terakhr kasian euncha..:((

  15. Novia_Cutecassieast "Vie_yunhotic" berkata:

    Changmin and uchun makin gencar aza mendekati eun chan, tp kyanya uchun menang satu level dch dari changmin..

    Hua ksian bisnis oppa terancam gak jadi. .
    Tidakkkkk yunho oppa kecelakaan ??
    Bgaimana nasib changmin dan uchun..
    Huaaa makin penasaran. .

    Brb bca chap selanjudnya. . changmin..

    Hua ksian bisnis oppa terancam gak jadi. .
    Tidakkkkk yunho oppa kecelakaan ??
    Bgaimana nasib changmin dan uchun..
    Huaaa makin penasaran. .

    Brb bca chap selanjudnya. .

  16. putrimays berkata:

    ya ampun eun cha.. diam – diam menghanyutkan juga ya..

    jadinya dia ama siapa ini??

    yunho oppa yang sabar ya.. semoga bisnisnya lancar.. hehehe

    NICE FF ONNIE

  17. andwaeeeee!!!
    iu pasti cuma namanya aja kan yg sama?? yunho oppa gk meninggal kan??
    gk mauuu!! oppaku gk boleh meninggal… hiks hiks *ni oppanya siapa sih? -_-”

    trus gimana chunnie? minnie? mrka kan bareng yunho?
    aduuuhhh~ masa’ sih tamatnya jd ke jaeppa? bingung deh onn. >_<

  18. lovejj berkata:

    Ommo…
    Yunho meninggal…???
    T_T…
    Yah thorrr, ga bisa diidupin lagi yaaa……
    Sedih jdinya..
    Jdi yg gantiiin yunho jdi oppanya eun chan sapa thor?? Jj oppa???

    Ga nyangka ending chap ini bikin shock berat…
    Ga tega yunho oppa kecelakaan….😦
    Yuchunnya gmn??? Changminnya thor???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s